Aneka Wajah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
LIIqg4MOJQE • 2025-10-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lya wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan yang bahagia ini kita akan membahas tentang aneka wajah. yaitu bagaimana wajah-wajah atau model-model wajah yang disebutkan dalam syariat baik dalam Quran maupun dalam sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan sebagaimana kita ketahui bahwasanya wajah adalah bagian tubuh yang paling utama ya dari tubuh kita. Oleh karenanya biasanya seorang sangat menjaga wajahnya karena dari wajah itulah dia berpenampilan ya. Kemudian dari wajah itu pula tersirat apa yang sedang dia alami dalam hatinya dari raut wajahnya. Kemudian juga kalau ada suatu yang ingin mengenai wajahnya maka mungkin dia tangkis dengan tangannya yaitu dia merelakan tangan yang luka daripada wajahnya yang luka. Ya. Dan dia tidak pengin merendahkan wajahnya. Oleh karenanya wajah adalah satu anggota tubuh yang sangat penting dan sangat diperhatikan oleh seseorang. Ya. Ee karenanya Allah Subhanahu wa taala memerintahkan wajah yang sangat kita muliakan ini untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. maka dialah yang diperintahkan untuk sujud. Ya, diperintahkan untuk sujud dan diberikan pahala yang sangat besar bagi orang yang menundukkan wajahnya karena Allah subhanahu wa taala. Ketika ada seorang datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata ingin menjadi menemani Nabi. Inni as'aluka murafaqataka fil jannah. Aku ingin menemani engkau di surga. Tentu ini permintaan yang berat. Ingin menemani Nabi di surga berarti kedudukannya tinggi. Maka Rasulullah berkata, "Awiralik." Ataukah ada permintaan yang lain? Jangan yang ini. Kata sahabat tersebut, huak. Saya maunya yang itu. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fainni ala nafsika bikatrati sujud." Kalau gitu bantulah aku agar aku bisa beri syafaat kepadamu dengan engkau banyak sujud. Engkau banyak sujud yaitu menghinakan dirimu di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Dan Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Innaka lan tasjud sajadatanillah illa rafaakallahu biha darajah wa kiah." "Tidaklah kau sujud sekali sujud saja karena Allah kecuali Allah akan angkat derajatmu dan aku akan hilangkan Allah akan hilangkan dosa dosa-dosamu." Makanya Allah memuji orang-orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah. Kata Allah, "Bala, man aslama wajhahu lillah wahua muhsinun f ajruhih w khaufun alaihim wum yahzanun." Siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah dan dia berbuat baik, maka bagi dia pahalanya dan ee di sisi Allah dan dia tidak akan bersid khawatir. Wam yuslim wajhahu lillahi wahua muhsin faqad istamsaka bil urwatil wq waallahiqibatul umur. Siapa yang menyerahkan, memasrahkan wajahnya kepada Allah dan dia berbuat baik, ya, maka dia telah berpegang teguh dengan tali yang kuat, itu keimanan yang kuat dan segala perkara kembali kepada Allah subhanahu wa taala. Karenanya ketika seorang sujud, dia meletakkan wajahnya di tanah dan dia berkata, "Subhana rabbiyal a'la." Maha suci Engkau ya Allah yang maha tinggi. Yaitu saya merendahkan diriku di tanah dan Engkau maha tinggi ya dengan segala ketinggianmu. Kemudian juga orang sujud di antaranya dia berdoa sajada wajhi lilladzi khalaqahu wasarahu wasyaqqo samahu wa basarahu. Ya sujudlah wajahku saj wajhi lilladzi khalaqahu. Wajahku hanya boleh sujud kepada yang telah menciptakannya. Karena yang menciptakan wajahku hanyalah Engkau ya Allah, maka aku hanya sujud kepadamu. Wajah ini yang sangat aku muliakan, yang sangat aku jaga. Ya, dia sujud lilladzi khalaqahu yang telah menciptakannya. Ya, wasarahu yang telah memberi bentuk kepada wajah tersebut. Wasyaqo samahu wa basarahu. Dan juga telah membuka penglihatan di wajah tersebut dan membuka pendengaran di wajah tersebut. Ya, demikian juga dibaca ketika sujud tilawah dengan doa yang mirip sajada wajadzi khalaqahu biul wawatihiakallah khqin sama ketika orang sujud tilawah juga membaca dengan makna yang mirip telah sujud wajahku kepada zat yang telah menciptakannya. Sebentar kita sekarang banyak orang sujud kepada makhluk. Bukan sujud kepada pencipta sang wajah, tapi sujud kepada makhluk. Sujud kepada penghuni kubur, sujud kepada berhala, sujud kepada sesama manusia, sujud kepada makhluk, sujud kepada matahari, sujud kepada rembulan, sujud kepada bintang-bintang. Harusnya wajah itu sujud kepada siapa yang menciptakannya. Tib. Ee oleh karenanya ya wajah ini merupakan ee pusat perhatian dalam syariat ya. Karenanya ee banyak sekali balasan terkait dengan wajah baik balasan berupa kebahagiaan maupun balasan berupa kesengsara atau siksaan. Sebagaimana akan kita jelaskan bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Maka pada kesempatan kali ini saya akan menyebutkan model-model wajah yang disebutkan dalam syariat ya. Di antaranya yang terkait dengan di dunia ya. Datang suatu hadis mensifati wajah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, bukan dari segi parasnya tetapi Nabi disifati dengan wajah yang jujur, bukan wajah pendusta. Hadis ini datang dari Abdullah bin Salam ya. Ya, Abdullah bin Salam sebagaimana kita ketahui asalnya adalah rahib Yahudi, pendeta Yahudi, seorang alim dari kalangan Yahudi. Dan dia tentu telah tahu bagaimana sifat-sifat Nabi terakhir. Karena dalam Taurat jelaskan tentang sifat-sifat Rasulullah sahu alaihi wasallam yang Allah mengatakan ya'rifunahu kama ya'rifuna abnaahum. Bahwasanya orang-orang Yahudi itu mengenal Rasulullah seperti mengenal anak-anak mereka. yaitu pengetahuan mereka tentang Nabi sangat detail. Seperti seorang ayah kenal betul sama anaknya, seorang ibu kenal betul sama anaknya. Bukan cuma secara fisik Nabi, bahkan sahabat-sahabat Nabi juga dijelaskan secara gamblang, ya. Kemudian juga tempat hijrah Nabi juga di mana mereka tahu. Makanya mereka berkumpul di Hijaz yang di situ banyak pohon kurma. Makanya mereka berkonsentrasi di Madinah sebagian di Khaibar yang di situ adalah areal Hijaz yang penuh dengan ee kurma. Jadi mereka kenal betul. Nah, akhirnya Rasulullah pun hijrah. Hijrah dari Makkah menuju Madinah. Maka orang-orang semua pada ingin lihat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antara yang ingin lihat Nabi adalah Abdullah bin Salam. Ada dengar seorang nabi ngaku-ngaku sebagai nabi sekarang berhijrah. Abdullah bin Salam ya dia bersama orang-orang yang lihat Nabi. Maka dia berkata, "Awala ma qadima Rasulullah sahu alaihi wasallam almadinata in jafala anasu ilaih." Ketika Rasul pertama kali datang masuk kota Madinah, ramai orang-orang bersegera ingin menyambut Rasul sahu alaihi wasallam. Fakuntu fan jaahu. Dan aku termasuk orang-orang yang pengin lihat Muhammad Rasulullah. sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dia berkata dengan perkataan yang indah berkata, "Falamma taamaltu wajhahu tatkala aku melihat wajahnya." Itu dia langsung perhatikan wajah Nabi. Orang alim dia punya firasat. Aku lihat wajah Nabi. Wastahbatuhu. Dan saya cek lagi. Saya lihat, saya cek, saya ulang-ulang, saya amati wajah Muhammad ini. Alimtu anna wajhahu laisa biwajhi kadzab. Maka saya tahu ini bukan wajah pendusta. Ya. Maka akhirnya dia masuk Islam. Karena orang kalau ngaku sebagai nabi cuma dua, orang paling jujur atau orang paling pen pendusta. Ada ngaku sebagai nabi cuma dua kemungkinan. Paling jujur karena dia utusan Tuhan atau dia paling dus dusta? Ngaku-ngaku Allah telah beri wahyu kepadanya. Kata Abdullah bin Salam, "Saya pun lihat, saya amati, saya renungkan, kemudian saya lihat ternyata wajahnya bukan wajah pendusta." Wakana awalu wana awalu maitu min kalamihi anqala. Dan pertama kali saya dengar dari Nabi ketika dia masuk Madinah, dia berkata, "Ayyuhunnas, ayyuhannas, wahai manusia sekalian, afsyus salam." Ya, tebarkanlah salam waimut thaam dan berilah, bagikanlah makanan. Wasallu bila dalam riwayat wasilul arham sambunglah silaturahmi. Wasallu bila salatlah di malam hari wannasu niam di sementara orang-orang sedang tidur pulas. niscaya kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan. Hadis riwayat Tirmidzi ya. Asindi ketika ee mengentari perkataan Abdullah bin Salam, "Aruftu anna wajahu laaisa biwajhi kadzab." Saya tahu wajahnya bukan wajah pendusta yaitu bahwasanya dia melihat ada cahaya kenabian. Ya orang jangankan Rasulullah, orang-orang saleh saja bisa terlihat dari wajahnya. Bagaimana lagi dengan pemimpin para salihin yaitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tib. Dari sini kita tahu bahwasanya sebagian orang punya firasat ketika melihat wajah ee orang jujur ataupun wajah pen pendusta. Ya. Saya pernah ketemu kawan. Terus kawan itu bilang, "Ustadz kenal si fulan?" "Kenal." Ustaz, mohon maaf Ustaz. Kayaknya wajah itu wajah tukang bikin makar suka. Kok tahu ya kelihatan ustaz cara mimiknya cara anu ya. Iya juga sih kata kata dia kalau pendusta mungkin wajahnya lurus-lurus aja. Eh wajahnya bengkok-bengkok kalau jujur wajahnya apa? Lurus-lurus. Mungkin orang sudah pengalaman lihat mimiknya, lihat apanya. Tapi intinya wajah orang jujur itu bisa terlihat ya dari wajahnya. Tib. Di antara wajah-wajah yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an tentang wajah-wajah di dunia ya adalah wajah orang yang rajin salat. Wajah orang yang rajin salat. Ya. Ketika Allah menyebutkan tentang ciri-ciri para sahabat Nabi, kata Allah Muhammadur Rasulullah walladina maahu asiddau alal kuffaru bainahum tarahum rukaan sujad yabtuna fadlam minallahi waidwana. wujudika matalum taurat dan seterusnya. Dalam surat alfath ayat 29 kata Allah subhanahu wa taala, "Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya itu para sahabat ya asyidda alal kuffar mereka tegas kepada orang-orang kafir ruhamauinam dan mereka saling kasih sayang di antara mereka." Bagaimana sifat para sahabat Nabi? Tarahum rukaan sujada. Ya, kalau kau kalau engkau melihat mereka dalam kondisi ruku sujud itu mereka sering salat tarum rukan sujada. Dan mereka rukuk sujud tersebut buat apa? Yabaguna fadl minallahi waidwana. Mereka hanya mencari karunia Allah. Mereka tidak cari dunia dan mereka cari keridaan Allah agar diridai oleh Allah subhanahu wa taala. Setelah itu Allah berfirman, simahum fi wujuhihim minar sujud. Dan tanda mereka, alamat mereka, ciri mereka adalah bekas sujud. matalahum yaitu ciri mereka di wajah mereka simahum fi wujuhihim kata Allah tanda mereka ciri mereka pada wajah-wajah mereka ada bekas sujudikaalum f taurat demikianlah perumpamaan mereka dalam taurat iturat yang disebutkan bukan cuma nabi saja bahkan para sahabat dan sifat para sahabat yang menyertai menemani Nabi dalam perjuangan dakwah di antaranya mereka suka rukuk dan suka sujud dan di antaranya pada wajah mereka ada bekas sujud Apa maksud bekas sujud di sini? Maka ada tiga pendapat di kalangan para ulama. Sebagum disebutkan oleh at-Thabari yaitu imamul mufassirin di dalam kitabnya tafsir at Thaabari. Beliau menyebutkan tiga pendapat yang dimaksud dengan tanda bekas sujud di wajah mereka. Ini juga diikuti oleh Thahir bin Asyur di dalam Tahrir W tanwir. Yang pertama bahwasanya yang dimaksud bekas sujud adalah di hari kiamat kelak. Bahwasanya wajah mereka berseri-seri, wajah mereka putih, wajah mereka ada cahaya. Seperti dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inna umati yuduna yaumalqiamati gur muhajalina minaril wudu." Sesungguhnya umatku pada hari kiamat kelak akan dipanggil ya di antaranya menuju ke telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam kondisi gurran muhajjalin. Gurran muhajjalin maksudnya bercahaya bekas-bekas sujud eh bekas-bekas wudu. Dan di antara anggota wudu adalah apa? Wa wajah. Maksudnya wajahnya bercahaya. tangannya bercahaya, kakinya bercahaya. Sehingga sebagian ahli tafsir mengatakan yang dimaksud dengan ciri mereka adalah bekas sujud. Maksudnya adalah di akhirat kelak dengan ee cahaya di wajah yang putih. Ini pendapatnya, pendapat ini mungkin kurang pas karena Allah sedang berbicara tentang di dunia ya. Bicbicara tentang di dunia Allah berbicara tentang sifat para sahabat di dunia maka mungkin lebih pas. ee sifat-sifat yang kelihatan di dunia bukan di akhirat. Pendapat kedua terkait dengan sifat di dunia kata mereka bahwasanya yang dimaksud dengan simahum fi wujuh minar sujud. Tanda sujud ada pada wajah mereka kelihatan maksudnya dari kekhusyukan dan tawadu. Orang yang rajin salat yang salatnya benar pasti tidak ada kesombongan pada wajah mereka. Pasti tawadu, pasti tidak sombong. berakhlak mulia kelihatan dari wajah. Ada orang wajah sombong kelihatan atau tidak? Wajah sombong kelihatan enggak? Harusnya kelihatan ya. Wajah sombong, wajah angkuh. orang tawadu ya ee sombong dan tawadu bisa tertampakkan dari dari gestur tubuh, bisa dari cara jalan, bisa dari tulisan dan ungkapan, bisa dari komentar, bisa dan juga bisa dari wajah. Ya, wajah ini menurut sebagian ulama bahwasanya orang yang orang yang ee orang yang rajin salat maka akan nampak kekhusyukan ya kemudian ketakwaan pada wajah mereka dan juga ketawaduan ketawaduan ya. Dan sebagian salaf mengatakan, "Man that man tholat shatuh bila hasuna wajhuhu binnahar." Perkataan sebagian salaf, sebagian sahabat, "Siapa yang malam hari salat malamnya panjang, maka akan indah wajahnya ketika di siang hari." Ini pendapat. Pendapat yang ketiga juga terkait dengan dunia. Mereka mengatakan bahwasanya bekas sujud maksudnya yang real secara nyata seperti kalau zaman dahulu orang sujud maka terlihat ada bekas-bekas pasir di dahinya. Seperti ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ee di Hudaibiyah salat yang tadi malam hujan. Kemudian besoknya Rasul sahu alaihi wasallam salat subuh maka ada pecek di dahi Nabi karena tanah kecampur air. Rasulullah sujud maka kelihatan ketika Rasulullah bangkit kelihatan ada pecek di ee dahinya. Demikian juga disebut Thair bin Asur di antaranya misalnya ada wajah mungkin ada sebagian orang sujud ya mungkin ada agak ngapal di dahinya atau ada berubah warna di dahinya. Dan dia tidak bermaksud untuk ri dan dia tidak bermaksud juga untuk mengeras-ngeraskan wajahnya di tanah atau di karpet. Qadarullah karpetnya karpet murahan sehingga cepat ngapal di mana? Di dahinya ya. ee kemudian dan ini disebutkan oleh Tahari bin Asur dalam tafsirnya ya atau zaman dulu mungkin di apa namanya di pasir ya sehingga dia sering sujud sehingga ya orang beda-beda sehingga terkadang nampak di ee dahinya ya di dahinya ya. Maka saya sangat sedih ketika ada orang jadikan ini sebagai bahan tertawaan. Apa itu sampai hitam-hitam sampai dia juga tidak pengin hitam. Makanya dia pakai body lesation terus tapi enggak hilang-hilang. Tapi itu karena mungkin kulitnya berbeda atau karena karpetnya kurang kurang lembut. J dia banyak sujud akhirnya terjadi apa yang terjadi? Tercela kalau dia riak. Ya, kalau riak ya ada orang yang sujud sering kepala e ininya tenang-tenang aja. Mungkin tiap hari pakai atau bagus kulitnya. Ada yang sudah hitam tambah hitam. Jadi jangan jadikan bahan tertawaan. Paling tidak ini bukti dia salat. urusan salatnya riya atau ikhlas urusan dia dengan Allah Subhanahu wa taala. Tapi dijadikannya sebagai bahan bahan tertawaan enggak boleh. Enggak boleh. Dan ada yang subhanallah ada yang sampai ngapal saya itu ada juga yang sampai luka ada. Saya tahu ya bukannya dia gosok-gosokan kepalanya di tanah ya qadarullah mungkin pas ada jerawat atau ada apa dia tetap paksa untuk sujud. Akhirnya luka akhirnya ada bekas. Ya. Kemudian jangan jadikan bahan tertawaan. Gimana kau mentertawakan orang yang timbul ada agak rusak di wajahnya gara-gara sujud? Gimana kau tertawakan orang seperti itu? Jadi disembuhlah para Allah Thair bin Asur sebutin tentang ciri fisik orang yang sujud. Ya, oleh karenanya ee kelihatan ini wajah orang sering sujud dan oleh karenanya nanti subhanallah pada hari kiamat kelak ee ada orang-orang yang salat tapi masuk neraka. Ada mungkin ee suka salat tapi nipu orang. Salat tapi ternyata mungkin zalimi orang. Ya, dia salat tapi dosanya lebih banyak. Akhirnya sebagian mereka masuk neraka jahanam. Ketika sebagian kaum mukminin minta ingin memberi syafaat kepada teman-teman mereka yang masuk neraka, mereka berkata, "Ya Rabbana, ya Rabb kami ikhwana, ada sebagian saudara-saudara kami di neraka. Kanu yusuna maana." Dulu mereka sempat salat bersama kami sama-sama ke masjid. Wausumuna maana. Dulu mereka juga puasa bareng kami. Wahujjuna maana. Mereka juga dulu hajian sama kami. Ya mungkin satu travel dulu bareng-bareng. Sekarang di mana? Di di neraka. Mungkin maksiat banyak atau setelah itu mereka melakukan banyak maksiat. Para orang beriman minta izin untuk memberi syafaat agar mengeluarkan mereka dari neraka jahanam. Maka Allah izinkan di antaranya mereka dikenali dengan bekas sujud yang tidak dimakan oleh api neraka. Khilaf di kalangan para ulama. Bekas sujud mana yang tidak dimakan oleh api neraka? Yaitu badan mereka yang lain gosong kecuali bekas sujud. Ada yang mengatakan dahinya itu mungkin bagian lain dibakar oleh api gosong. Kecuali dahi yang pernah sujud karena Allah. Meskipun dia banyak maksiat tapi dahinya pernah sujud kepada siapa? Allah. Maka tidak dibakar oleh api. Maka kemudian dikenali dikeluarkan dari neraka jahanam. Ada yang mengatakan bukan cuma dahi tapi sabat a'zum. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, umirtu an asjuda alatium. Aku diperintahkan untuk sujud dengan tujuh tulang, yaitu dahi sama hidung, kedua tangan, kedua lutut sama kedua ujung jari kaki itu yang tidak terbakar. Kenapa? Karena tujuh tumpuan ini pernah atau sering sujud kepada Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya ee ee seorang tidak usah mencela kalau ada orang yang dia kemudian sujud ada bekas ya ada bekas ya sudahlah mungkin dia ya kecuali dia sujud gosok-gosok terus ya itu dia ngapain kau gosok-gosok dan dulu itu yang diejek oleh Abu Jahal ketika dia bilang apakah telah datang Muhammad yuair wajhahu apakah sudah datang Muhammad gosok-gosok kepalanya maksudnyais kepalanya di tangan tanah sudah datang Muhammad belum? Dan dulu para sahabat Nabi mereka sujud di atas ta tanah dan itu ketawaduan yang lebih tinggi daripada sekedar di karpet. Sekarang alhamdulillah nyaman ya. Intinya seorang kalau dia sujud kemudian timbul bekas sujud dan banyak bekas sujud bekas salat ada ngapal di sebagian di tangan ngfal di kaki ya banyak salat ya gak usah di gak usah dicela, enggak usah dijin bba bahan hinaan. Ini lucu. Bagaimana kau menghina orang gara-gara salat, kecuali kalau dia riak atau dia pamer-pamer. Ah, itu lain lain halnya ya. Karena itu salah satu makna min asar sujud yang disebut oleh sebagian ahli tafsir. Sebagian ahli tafsir ya. Wallahuam bisab tayib. Ini wajah di dunia. Wajah orang rajin salat maka ada kelihatan khusyuknya, ada kelihatan cahayanya. Apalagi dia sering salat malam, maka ada kelihatan bersiri-siri. Allah berikan kepada mereka sebagaimana wajah-wajah para sahabat. Tib di antara wajah yang Allah sebutkan di dunia model wajah tetapi ini secara maknawi, yaitu pemilik dua wajah. Pemilik apa? Dua wajah. Ya. Ada enggak yang punya wajah dua? Kalau kalau manusia tentu wajah cuma satu. Tapi makanya ini maknanya secara secara apa namanya? Majas atau secara kiasan yaitu yang memiliki dua wajah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tajiduna min syarrinasi indallahi yaumalqiamah dzal wajahain." Kau akan dapati orang yang paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat pemilik dua wajah. Dalam sebagian riwayat syirin nas ya, orang paling buruk, paling jahat ya. di sisi Allah pada hari kiamat kelak pemilik dua wajah. Siapa pemilik dua wajah tersebut? Alladzi yati haulai biwajhin wa haulai biwajhin. Yaitu kalau ketemu satu kelompok dengan wajah kemudian kelompok lain dengan wajah yang lain. Itu ngomongnya beda. Kalau ngomong sama si A beda. Ngomong sama si B beda. Tujuannya agar dia diridai oleh dua kelompok tersebut. sehingga dia tidak memiliki sikap yang jelas, tetapi dia cari muka kepada dua-dua kelompok tersebut. Dia menjilat kepada dua kelompok tersebut. Dan ini menunjukkan dia tidak punya prinsip dan ini bukan ciri orang beriman dan ini menunjukkan dia berbohong. Ya, maka dikatakan dzal wajhain, pemilik dua wajah. Dalam riwayat yang lain, alladzi yati haulai bikalami haula wa haulai bikalami haula. itu orang yang datang ke satu kelompok dengan pembicaraan kelompok yang lain. Masih ada kelompok A, kelompok B. Dia datang ke kelompok A, dia ngobrol. Dia datang kelompok B, dia ngobrol. Kemudian dia datang kelompok A, dia lapor omongannya dengan kelompok B. Dia datang kelompok B, dia lapor omongannya dengan kelompok A sehingga dia cari muka kepada dua-duanya. Ee maka Rasulullah mengatakan dia memiliki dua dua wajah. Ya, orang seperti ini tidak bisa dijadikan orang tidak bisa dipercayai karena dia berkhianat, dia pendusta, ee tidak punya prinsip ya. Ee dan kita tidak aman dengan orang seperti ini dan dia akan mendapati kedudukan yang sangat buruk pada hari kiamat kelak. Demikian juga dalam riwayat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam eh manana fid dunyaal wajhain ja'alallahu lahu lisanain yaumalqiamati minanar kamaq Nabi sallallahu alaihi wasallam siapa yang di dunia punya dua wajah maka Allah akan berikan pada hari kiamat kelak dia punya dua ee lisan dari api neraka dua lisan dari api neraka di sini Rasulullah kaitkan tentang wajah dua wajah di dunia dengan hukumannya akan mendapatkan dua lidah dari neraka sebagai aljaza menjisiz amal balasan sesuai dengan perbuatan. Karena ketika di dunia dia tampil dengan dua tampilan dia tampil dengan dua pembicaraan TB. Dan ini menunjukkan kemunafikan berbeda ketika seorang ee apa namanya ee bermudarat. Ada bedanya mudahanah dengan mudarat. Kalau mudahanah yaitu menumbalkan akhirat demi dunia. Menumbalkan akhirat dengan demi dunia. Ya. Jadi ketemu orang yang enggak benar, "Oh, kamu bagus, bagus, bagus." Dia numbalkan akhirat, agama demi apa? Dunia. Supaya dia nyaman. Maka ini membenarkan kesalahan orang. Enggak boleh seperti ini namanya mudahanah. Mudahanah. Kita datang ketemu orang, orang tersebut misalnya orang nonmuslim, terus kita mengesankan dia benar, enggak boleh. Kalau kita bicara, bicara yang lain, bicara duniawi, jangan bicara agama. Bagaimana menurut kamu? Saya begini, saya nyembah Tuhan berbilang, "Oh, bagus, boleh-boleh aja, enggak ada masalah." Ya, enggak boleh begitu. Itu masalah berarti kau hanya ingin nyaman dengan dia, kau ingin duniawi, tapi kau korbankan agamamu. Itu namanya muda mudahanah. Gak boleh seorang ketika bertemu dengan non muslim mengesankan bahwasanya dia di atas kebenaran. Gak boleh. Seakan-akan kita membenarkan dia, seakan kita mendukung dia, enggak boleh dia kafir. Kalau bicara dunia silakan. Namanya muda mudahan ya. Karena enggak enak akhirnya kita oh boleh boleh enggak boleh enggak boleh ya. Atau ada orang kita lewat ada orang main judi terus kita ah. Ayo main bagus enggak mainnya? Oke oke bagus bagus. Enggak boleh enggak boleh. Enggak jalan aja. Itu namanya kita mengorbankan agama demi dunia agar kita nyaman, kita membenar-benarkan kesalahan mereka. Ini ngeri seperti ini ya. Karena sebagian dai terkadang terjatuh dalam hal ini. Gara-gara ketemu dengan misalnya nonmuslim atau pelaku penyimpangan kemudian dia mengesankan benar orang di depan dia. Enggak boleh. Enggak boleh bicara pembahasan yang lain. Enggak boleh. Itu namanya mudahan. Adapun mudarat, mudarat yaitu seorang mengorbankan dunianya ya atau dia berakhlak mulia demi menyelamatkan agamanya atau menyelamatkan harga dirinya. Seperti ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ya dan ini bukan bukan berwajah dua. Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika ada seorang minta izin ketemu Nabi, Nabi kabarkan kepada Aisyah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bsa akhul asyirah ya ini orang paling buruk di kabilahnya." Kemudian ketika Nabi ketemu dengan dia, Nabi ee ramah kepada dia, Nabi ramah kepada dia. Maka Aisyah heran radhiallahu anha, "Ya Rasulullah, engkau tadi bilang dia orang buruk ketika kau ngobrol langsung dengan dia, kenapa engkau ramah sama dia?" Ternyata Rasulullah mengatakan, "Ya Aisyah, sesungguhnya inas manzilatan yaumalqiamah manquas." Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya pada hari kiamat kelak adalah orang yang ditinggalkan oleh masyarakat gara-gara buruknya apa? Lisannya. Maksudnya Nabi sengaja begitu agar orang ini tidak mengganggu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi Nabi tidak bilang, "Kamu baik, kamu hebat." Enggak. Kalau Nabi memuji dia, memuji akhlak dia, padahal Nabi sebelumnya mencela dia, berarti Nabi memiliki dua wajah. Tapi itu tidak nabi. Yang Nabi lakukan sallallahu alaihi wasallam itu Nabi rahmah sama dia agar dia tidak, karena ini orang mulutnya kotor, mending di tidak banyak ngomong sama dia. Yang penting selesai urusan selesai. Itu namanya mudarat. Enggak ada masalah ya. Bukan dua wajah dan bukan mudahana. Jadi kita ada dua wajah itu dengan dua lisan dan ada mud mudahanah yaitu mengorbankan agama demi kenyamanan dunia dan namanya mudarat. Mudarat kita korbankan sebagian dunia kita atau kita berakhlak mulia demi menjaga agama agama kita itu tidak jadi masalah ya. Itu namanya mudarat ya. Beda dengan pemilik dua wajah. Dia bilang, dia bilang ee di sisi lain dia bilang api, di tempat lain dia bilang air. Nah, ini dua hal kontradiktif menunjukkan dia punya dua lisan. Di sana ngomong begini, di sini ngomong begini. Itu dibenci oleh Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita enggak bisa, ya sudah diam aja. Enggak usah kita ungkapkan dengan ungkapan yang kontradiktif dengan apa yang telah kita ungkapkan di tempat lain. Enggak boleh. Demi untuk mencari keridaan semua kelompok. Maka ini pemilik dua dua wajah. ini dibenci oleh Allah Subhanahu wa taala. Makanya akan diberi hukuman memiliki dua lisan pada hari kiamat kelak. Ya. Tib. Ini ee wajah-wajah yang disebutkan dalam syariat di dunia. Tib ada wajah-wajah yang Nabi sebutkan wajah-wajah di alam barzakh. Wajah di alam barzakh ya. Ketika Rasulull sahu alaii wasallam dalam hadis yang panjang, hadis Albara bin Azib radhiallahu anhu ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ya mengantar jenazah di kuburan maka Nabi bercerita tentang perjalanan roh ya dari dicabut kemudian dimasukkan dalam ee dicabut di kemudian dikubur kemudian dimasukkan dikembalikan ke jasadnya kemudian datang malaikat Munkar dan Nakir dengan wajah yang ee azraqani aswadani yaitu hitam dan biru. Kemudian bertanya kepada orang mukmin, "Man rabbuk wadinuk man nabiyuk?" Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu? Dan akhirnya seorang mukmin bisa menjawab. Ya, karena menjawab pertanyaan itu tidak mudah. Karena yang bertanya dua malaikat yang mengerikan. Penampilannya sudah ngeri. Hitam dan biru. Ada yang mengatakan hitam tubuhnya, biru matanya. Itu wajahnya, badannya hitam, matanya biru. Intinya Munkar dan Nakir dua malaikat yang mengerikan. Kalau orang pun mungkin punya jawaban bisa lupa gara-gara ngelihat yang kasih soal ternyata sangat menge mengerikan. Jadi membuat orang bisa lupa dengan jawaban. Tetapi Allah berfirman, "Yutsabbitullahzina amanu bilquli tsabiti fil hafil akhirah." Maka Allah mengkokohkan orang-orang beriman dengan jawaban yang kuat di dunia maupun di akhirat. Di antara tafsiran di akhirat itu di alam barzakh. Seandainya Allah tidak tolong dia, dia tidak akan bisa menjawab tiga pertanyaan tersebut. Akhirnya dia bisa jawab. Setelah dia bisa jawab, maka Rasulullah berkata, "Tumma yatihi atin hasanul wajhi." Kemudian datanglah seseorang menemuinya di kuburan. Alam di alam kubur, alam barzakh. Hasanul wajhi, wajahnya tampan, indah. Thyibur rih aromanya wangi. Hasanutiab pakaiannya indah. Qala fayquulu lahu h ya had absir bidwillah wa jannatin fiha naim mim. Dia kata, dia kata kepada mayat ini, "Bergembiralah dengan rida Allah bagimu dan bergembiralah kau akan mendapatkan surga yang di dalamnya ada kenikmatan yang abadi." Maka mayat ini bertanya wa mayat ini berkata kepada dia, "Wa anta fabasyarakallahu bikhairin." Engkau juga semoga Allah beri kabar gembira yang baik bagimu. Kemudian dia bertanya, "Faman anta?" Siapa engkau? Ini ada tamu di kuburan, di alam barzakh. Siapa engkau? Tadi dua tang dua malaikat bertanya, sekarang ada tamu yang lain. Tapi wajahnya wajah yang indah. Lawajhukal wajhu yubasyiru bilhair. Wajahmu adalah wajah yang menyenangkan, yang memberi kabar gembira. Fakulu ana amaluk sh. Aku adalah amal salehmu. Yaitu aku adalah birul walidaanmu. Aku adalah salat malammu. Aku adalah sedekahmu. Aku adalah baca Quranmu. Aku adalah salatmu. Aku adalah puasamu. Semuanya aku adalah amal salehmu. Allah bentuk amal saleh yang berupa abstrak menjadi suatu yang konkret real. Datang dalam bentuk manusia bertemu dengan sang pelakunya. Jadi amal salehnya datang bertemu dengan sang pelaku. Dia bilang, "Saya amal salehmu." Kemudian dia memuji. Kata dia, "Taanahuiran." Sungguh kata amal salehnya ngomong sama dia, "Saya tahu dulu engkau waktu di dunia engkau orang yang cepat dalam beramal saleh. Yang paling lambat kalau mau maksiat." Bukannya dia tidak maksiat, dia mungkin terjermus maksiat. Tapi kalau maksiat dia susah lambat meskipun akhirnya mungkin terjatuh juga. Tapi kalau ketaatan engkau sangat cepat dalam ketaatan. Terkait ketaatan inuntaarian fiatillah. Engkau dulu sangat cepat urusan ketaatan batian maksiatillah dan engkau sangat lambat ya kalau urusan maksiat. Fajakallahu khairan. Semoga Allah balas engkau dengan kebaikan. Maka sang pelaku amal berkata kepada amalnya. Wa antaazakallahu engkau juga semoga Allah balas engkau dengan kebaikan. Ini wajah yang indah. Semoga kita bertemu dengan wajah indah tersebut ya. Maka perbanyak amal saleh agar datang wajah indah tersebut menjadi teman kita di alam barzakh nanti. Ya, alam barzakh nanti ya. Dalam riwayat disebutkan tiga kekasih seseorang yang dua akan pergi tinggal satunya. Kekasih pertama adalah keluarganya, anak, istrinya. Kekasih kedua adalah hartanya yang dia cintai. Harta kekasih kita bukan kekasih kita lah. Duit kekasih kita, mobil kekasih kita, motor kekasih kita, rumah mewah kekasih kita. Sebagian orang lebih cinta kekasih ini daripada kekasih keluarga. Kekasih. Kekasih yang ketiga adalah khalil, adalah amal saleh. Tetapi kekasih yang pertama dan kedua meninggalkan yang kita cintai. Tinggal kekasih yang ketiga yang menemani. Kemudian kata sang mayat, kata dia, "Padahal engkau yang paling aku tidak perhatikan. Ternyata kau yang temani saya." Kata dia, "Engkau yang paling aku tidak perhatikan. Ternyata kau yang nemani saya." Tib. Adapun wajah buruk mendatangi pelaku maksiat. Ketika ditanya oleh malaikat mungkar dan nakir, dia tidak bisa jawab. Kemudian dihantam oleh malaikat munkar dan nakir. Yaatihi atin kata Nabi. Kemudian datanglah kepadanya seorang qobihul wajhi. Wajahnya buruk. Wajah buruk mengerikan. Muntin rih. Kemudian baunya busuk. Qobih dan pakaiannya buruk. Kata dia, "Bergembiralah fulan, kau akan mendapatkan murka Allah." Dia ngejek, "Selamat, selamat dat murka Allah dan selamat mendapatkan azab yang abadi." Qala engkau juga dia balas basyarakallah bisyar. Semoga kau juga buruk. Semoga dapat keburukan. Engkau ini siapa? Dia tanya datang-datang bilang selamat masuk neraka. Selamat neraka. Selamat dimurkai Allah. Kau juga kamu ini siapa? Lawa wajhuka al wajhu yubasyiru bisar. Wajahmu mengisyaratkan keburukan. Yaquul ana amaluki. Saya amalmu yang buruk. Saya zinamu. Saya ribamu. Saya nipumu. Saya zalimu. Saya durhakamu. Lengkap semua datang. Wallahi ma alimt inan fi maksiatillah. Dulu saya tahu kau di dunia kau paling cepat. Kalau urusan maksiat paling cepat. Paling cepat kalau main judi paling cepat. Minum khamar paling cepat kalau ada riba, woh investasi riba paling cepat paling cepat maksiat. Batian anatillah. Kalau urusan ketaatan lambat lambat paling lambat. Fajakallahu syarran. Semoga Allah balas engkau dengan keburukan. Fakul wa anta fajakallahu syaran kau juga. Semoga Allah balas engkau dengan keburukan. Ini wajah yang akan muncul di alam barzakh. Tib. Sekarang kita lanjut tentang ee wajah di akhirat. Aneka wajah di akhirat mulai dari Padang Mahsyar sampai ee sampai hari pembalasan. Tib. Adapun wajah-wajah di akhirat dan ini pembalasan dan yaumul jaza ya, hari pembalasan yang sering kita baca ya. Maliki yaumiddin raja di hari apa? Pem pembalasan. Yaumuddin ya. Wama adrakama yaumuddin. Ya tahukah engkau apa itu hari pembalasan? Hari yang sangat merikan. yaumalafa nafsun nafsin sa ya kemuan ikhwan, maka pada hari tersebut ee Allah subhanahu wa taala kemudian muncul pada hari kiamat dan Allah ee mengatakan Kan analik analik ya aina muluk ard mana raja-raja dunia maka seluruh raja dunia tidak ada yang berani menampakkan dirinya analik anad dayyan aku adalah maha raja dan aku adalah ee maha pemberi pembalasan inilah hari pembalasannya adrak Seorang seseorang tidak bisa memberi manfaat kepada yang lainnya. Kata Allah, "Wal amru yaumaidillah." Segala urusan yang pegang siapa? Allah. Kalau di dunia kita masih bisa lihat aktivitas ada pejabat, ada orang kaya, ada banyak kegiatan yang ditangani. Hari kiamat gak ada sama sekali gak ada. urusan semua dari kebangkitan digiring dihisab semua enggak ada gak ada manusia ikut campur enggak ada. Adapun roda kehidupan dunia manusia banyak bikin kegiatan, bikin ulah banyak ya memegang kontrol, pemegang kekuasaan. Di dunia kan banyak dia yang memutuskan, dia yang memenjarakan, dia yang mengeluarkan, dia yang menyelamatkan, dia yang di dunia banyak. Dia yang meng-on-kan, dia yang meng-off-kan. Hari kiamat enggak ada. Kata Allah, "Wal amru yaumaidin lillah." Seluruh perkara yang pegang siapa? Allah. Para nabi saja sampai ketakutan ketika itu. Diminta syafaat tidak berani. Tayib. Maka di situlah muncul wajah-wajah dibedakan oleh Allah subhanahu wa taala antara wajah-wajah salihin dan wajah-wajah para pelaku maksiat sejak di Padang Mahsyar. Ya, di antaranya Rasulullah sebutkan tentang pelaku maksiat khusus terkait wajah itu orang suka minta-minta ya dibangkitkan dalam kondisi wajahnya tidak ada dagingnya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La tazalul masalatu biahadikum hatta yalqallaha yaumalqiamah waisa ala waisa fi wajhi muzat lahmin." Senanti senantiasa seseorang minta-minta terus tanpa ada darurat, tanpa ada kebutuhan mendesak. Sering minta, sering sit minta, sering sit minta. Maka sampai dia bertemu dengan Allah pada hari kiamat kelak tidak ada daging di wajahnya. Karena kita harusnya menjaga wajah. Wajah ini karena kalau orang minta-minta kan dia menghinakan dirinya. Eh, minta dong, minta dong, minta dong. Dia menghinakan dirinya. Kalau darurat enggak ada masalah. darurat dia kondisi mendesak dia minta karena enggak ada yang mau kasih dia cari uang zakat juga enggak ada yang kasih ya sudah ini masih dapat uzur syari tapi kalau ternyata takuran ya itu dia sudah punya tapi dia minta-minta bahkan itu menjadikan sarana untuk menambah hartanya maka ini yang tercela dan ini yang akan karena dia buang dagingnya seakan-akan karena orang kalau sudah punya minta-minta terus tidak punya malu rai gede kata orang Jawa ya muka tembok seakan-akan tidak ada lagi wajah yang ada cuma tembok dia enggak peduli ya. Sehingga kemudian dia minta-minta maka balasan pada hari kiamat kelak dia dibangkitkan dalam kondisi wajah tengkorak. Wajahnya dagingnya tidak tidak ada. Ya. Maka seorang berusaha menjaga wajahnya ya jangan sampai dia menghinakan dirinya minta-minta kepada orang kecuali dalam kondisi terdesak. Ee kondisi terdesak itu lain cerita. Asalnya manusia saling tolong-menolong. Ya. Adapun sedikit-sedikit minta sedikit-sedikit minta maka jangan ya. Oleh karena jangan biasakan ya Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya traktir dong, traktir dong. Jangan-jangan kalau kawan gak apaa kawan kalau seakan-akan menyusahkan orang yaik minta-minta namanya minta-minta ya minta-minta dengan isyarat tapi isyaratnya isyarat yang keras. Eh lapar nih jam 12.00 nih. Terus kenapa? Janganlah jangan ya. Kalau jangan jangan minta-minta, jangan permalukan diri karena itu ee perkara yang yang buruk ya. Tib. Maka pada hari kiamat kelak pelaku maksiat di antaranya terkhususkan yang seperti ini, maka akan dibangkitkan dalam kondisi wajahnya tidak ada dagingnya sama sekali karena telah menghinakan dirinya di hadapan manusia untuk meraih dunia. Tib. Kemudian kita bahas tentang wajah orang-orang beriman dan orang-orang yang kafir sejak di padang padang mahsyar. Kita mulai dengan wajah orang-orang kafir atau para pendosa. Allah berfirman contohnya dalam surah alghasyah. Hal ataka haditul ghasyah wujuhu yaumaidin khasiah amilatun nasibah tasla naron hamiah. Sudahkah datang kepada engkau tentang kabar hari kiamat? Alghasiah wujuhu yaumaidin khasyiah. Pada hari tersebut nampak muka-muka yang hina tunduk ya yang selama ini tidak menundukkan wajahnya di hadapan Allah maka pada hari tersebut hina. Terpaksa dia hina dia takut. Amilatun nasibah dia sudah beramal dengan banyak dan melelahkan. Tasla naron hamya. Tapi ternyata dia masuk neraka jahanam. Amilatun nasibah. Sebagaimana sering sampaikan ada dua pendapat. Pendat pertama mengatakan amilatun nasibah. Maksudnya orang-orang kafir yang beramal saleh dengan susah payah seperti orang-orang Nasra. Sampai di antara mereka tidak mau nikah, sampai di antara mereka punya tidak punya anak, sampai di antara mereka hidup dengan hidup yang susah. Sudah susah hidup ternyata masuk neraka jahanam. Makanya Umar ketika melihat seorang pendeta, dia pun sedih. Dia ingat ayat ini. Kasihan. Sudah tua, hidup susah tanpa istri, tanpa anak di dunia susah, ujungnya masuk neraka. Dan sebagian orang seperti itu ibadahnya susah. Sebagian penyembah berhala kalau ibadah susah sampai puasa ini, puasa anu, puasa ini, sampai sekian tahun tidak makan ini, sekian tahun tidak gini. Sudah sampai kurus kerempeng, sampai ada yang rambutnya tidak dicukur sampai sekian-sekian tahun karena dia merasa ibadah. Tapi ujungnya sudah kumis enggak dicukur-cukur, rambut enggak dicukur-cukur, enggak mandi-mandi, ujungnya masuk apa? Neraka. Kasihan ngelihat. Kasihan enggak? Kasihan Umar aja. Kasihan. Lihat. pendeta. Tafsiran berikutnya ada yang mengatakan maksudnya adalah ee ahlul bidah seperti di antaranya khawarij. Khawarij yang rajin ibadah, rajin baca Quran, rajin salat malam, tapi masuk nera neraka pendosa. Maka wujuhu yaumaidin khasyiah. Pada hari tersebut wajah-wajah dalam kondisi ee takut. Dalam kondisi takut ya. Demikian juga Allah sebutkan ketakutan wajah tersebut. Kata Allah, "Wa tahsabanallaha gofilan amalimun innama yuakirhum liyaumin fihil absar muhtiina muqnii ruusihim la yartadu ilaihim thfuhum waidatuhum hawa." Janganlah kau menyangka Allah lalai dari perbuatan orang-orang zalim. Allah tidak hukum di dunia. Mungkin Allah tidak hukum. Kadang Allah hukum dunia, kadang Allah tidak hukum. Innama yuakhirum. Allah tunda azabnya nanti di akhirat. Sekarang enggak. Biarin zalim sezalim-zalimnya. Allah di dunia kalau dibalas sedikit Allah tunda sampai hari kiamat. Liyaumin taskasu fihil absar. Allah tunda sampai pada hari di mana mata-mata terbelalak. Muqniirusihim. Di mana kepala mereka tunduk ketakutan. Kata Allah laaduai. Matanya tidak bisa tutup mata enggak bisa. Terbelalak ketakutan. Ini wajah ketakutan pada hari tersebut. Di antaranya juga Allah berfirman tentang wajah yang ketakutan. Kata Allah, "Wujuhu yaumaidin basirahun ayufala biha faqirah." Maka pada hari tersebut nampak wajah-wajah yang muram pada hari tersebut dia padang mahsyaru bihar. Dia sudah menduga akan dia akan ditimpa dengan berbagai macam keburukan pada hari tersebut. Jadi, wajah sudah ketakutan, kemudian mata terbelalak, bermuram, wajah muram. sudah berbagai macam prasangka dalam benaknya. Karena pada tersebut semua orang akan ingat apa yang telah dia lakukan. Jika telah datang malapetaka yang besar insan maka orang akan ingat semua yang pernah dia lakukan. Jadi ngeri ketakutan. Semua file yang sudah kita lupa akan kita ingat. Pada tersebut hafalan kuat semua. Semua ingat gak ada yang tidak ingat. Semua yang pernah dilakukan akan dia ingat. Bab. Kemudian Allah sebutkan juga wajah mereka ee hitam. Ya, kata Allah Subhanahu wa taala ya. Yaumad wujuhwadu wujuh. Hari di mana ada wajah yang putih bersih, ceria, bergembira. Ada juga e yang hitam. Wataswadu wujuh. wajah yang hitam ya. Kemudian juga ee selain wajah hitam ternyata wajah mereka juga ee dipenuhi dengan debu ya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam surah Abasa. Kata Allah Subhanahu wa taala, wujuhu yaumaidin alaiha gar. Maka pada wajah ketika itu penuh dengan debu. Kenapa penuh dengan debu? Sebah mengatakan ketika mereka dikumpulkan di padang mahsyar kemudian matahari jarak 1 mil maka keringat bercucuran. Kata Nabi, "Wakunul alqrialihim." Dan keringat sesuai dengan kadar amalan mereka. Kata Al-Ghazali, "Siapa yang di dunia sering letih, sering berkeringat karena Allah, maka keringat dia paling sedikit pada hari tersebut." Sering berkeringat karena Allah, sering beramal saleh maksudnya, ya. Tetapi siapa yang berleha-leha tidak berkeringat karena Allah, maka pada hari tersebut keringatnya sangat banyak. Sampai kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ada yang keringatnya di betisnya, ada yang keringat sampai lututnya. Ada yangakwai ada yang keringatnya sampai ke pinggangnya ada yang sampai mulutnyauljimu iljaman sampai di mulutnya ada yang menutup wajahnya orang kafir keringat sampai menutup apa wajahnya makanya ketika keringat tersebut hilang maka penuh mukanya penuh dengan apa debu mukanya penuh dengan debu jadi wajah hitam muka penuh dengan debu ya tarhakuha qotarah diliputi ikuti dengan kegelapan wajah hitam gelap ya kakitil eh muzlima ya ee kata Nabi kata Allah Subhanahu wa taala ee dalam ayat yang lain kata Allah subhanahu wa taala kaama uksiat wujuhum minili mudlima maka wajah mereka pada hari kiamat kelak seakan-akan ditutupi oleh kepingan malam yang gelap-gulita. Jadi wajah mereka gelap kita apa minlima seperti ada potongan-potongan hitam menutup wajah wajah mereka. Kemudian juga mata mereka biru. Mata mereka apa? Biru ya. Yaumaidin zurqa ya. Mujrimina yaumaidin zurq. Kata Allah, "Kami kumpulkan orang-orang mujrimin para pendosa pada hari kiamat kelak dalam kondisi biru." Zurqah itu biru. Ditafsirkan oleh para ulama, wajah hitam mata biru. Ini menunjukkan kehinaan pada diri diri mereka. Ini ee warna wajah orang-orang kafir ketika dibangkitkan pada hari kiamat kelak. Kemudian dalam kondisi lain Allah sebutkan mereka dibangkitkan bukan berdiri dengan di atas dua kaki tapi wajah mereka berdiri di atas wajah. Berdiri di atas wajah. Kata Allah, "Afam yamsyi mukibban ala wajhi ahda am yamsyi sawiyan ala mustaqim." Apakah orang yang berjalan dengan terjungkil kepala kepalanya di bawah sama dengan orang yang berjalan dengan tegak lurus? Tentu tidak sama. Ada yang menafsirkan ini adalah perumpamaan di dunia. Orang kafir tuh meskipun kepalanya di atas tapi seperti wajahnya wajahnya terbalik karena otaknya kebalik. Ya, harusnya Tuhan yang disembah dia malah nyembah makhluk. Otaknya kebalik. Harusnya Tuhan satu dia bilang Tuhan berbilang ya. Otaknya kebalik. Ada yang mengatakan itu di kondisi hari kiamat kelak ya. Sebagaimana Allah sebutkan ya ee dalam ayat yang lain, wahsyuruhum yaumalqiamati ala wujuhihim. Kami bangkitkan mereka pada hari kiamat kelak di atas wajah mereka. Dalam surah al-Isra Allah sebutkan jelasum yaumalqiamati ala wujuhim. Kami bangkitkan mereka, kumpulkan mereka di atas wajah. Jadi mereka dalam satu kondisi mereka berjalan bukan dengan di atas kaki tapi di atas wajah mereka. Maka ada hadis Anas bin Malik, ada seorang bertanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, kaifa yahsyurullah kaifa yahsyuruhum ala wujuhihim?" Bagaimana bisa mereka jalan di atas wajah mereka? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alaisalladzi amsyahum fid dunya ala arjulihim qirumsiahu ala wujihim." Bukankah Allah yang di dunia bisa buat mereka berjalan di atas dua kaki? Mampu untuk membuat mereka berjalan di atas wajah mereka pada hari kiamat? Tentu Allah mampu. Tidak semua hewan memiliki kaki empat bisa berjalan di manusia yang berjalan di atas dua dua kaki. Dua dua kaki ya. Allah yang bikin. Karena manusia Allah yang bikin. E mungkin hewan enggak bisa ya. Sebagian hewan enggak bisa ya tidak bisa tegak seperti manusia ya. Allah yang bikin dia bisa jalan di atas dua kaki di dunia di akhirat bikin dia jalan di atas wajah bisa saja. Semuanya mudah bagi Allah subhanahu wa taala. Ini di antara bentuk penghinaan kepada mereka yang menjadi pusat hukuman wajah. Saya sering mak maksudnya karena wajah tempat yang mulia dia menjadi pusat hukuman. Pusat hukuman. Jadi wajah hitam penuh dengan debu, mata biru, jalan kebalik. Dalam sebagian kondisi mereka dibangkitkan dalam kondisi buta. Ya, seperti Allah subhanahu wa taala. Siapa yang berpaling dari peringatanku maka kami akan berikan dia kehidupan yang sesak, sempit di antaranya di alam barzakh. Kemudian kata Allah, yaumalqiamati, pada hari kiamat kelak kami bangkitkan dia dalam kondisi buta, benar-benar buta. Maka dia bertanya, QBI limartani ama waqtu basir. Ya Rabbku, kenapa kau bangkitkan aku dalam kondisi buta? Padahal dulu saya sempat bisa melihat. Qalika atatka ayatuna fasitaha walikalum tunsa. Dulu telah datang ayat-ayat Kami dan kau meninggalkannya, maka pada hari kau pun ditinggalkan. Allah tidak rahmati engkau. Dalam sebagian ayat, dalam sebagian kondisi bukan cuma buta saja tetapi buta, bisu, dan tuli. Kata Allah, wahsyurum yaumalqiamati ala wujuhihim. waumma kami bangkitkan mereka di atas wajah mereka dalam kondisi umyan yaitu buta wukman apa namanya bisu wasumman ya ituu dalam kondisi tuli sebagai bentuk penghinaan karena mereka selama ini punya mata tidak untuk melihat kebenaran mereka selama ini punya mulut untuk tidak mengucapkan kebenaran dan mereka punya telinga tidak untuk mendengarkan pendengaran maka Allah hinakan mereka dalam satu kondisi. Namun dalam kondisi lain mereka berbicara untuk dihinakan oleh Allah. Mereka melihat untuk semakin tersiksa. Jadi Padang Mahsyar ini kata para ulama lama ya 50.000 tahun sehingga banyak kondisi-kondisi. Terkadang mereka kondisinya begini. Karena ada yang mengatakan, "Ustadz, bukankah dalam sebagian ayat orang kafir berbicara, berdiskusi?" Iya, itu kondisi lain. Tapi dalam satu kondisi mereka dibangkitkan buta. Dalam satu kondisi mereka dibangkitkan tuli dan bi bisu. Dalam satu kondisi mereka dibangkitkan jalan di atas kepala. dalam kondisi mereka berjalan di di atas normal. Banyak kondisi 50.000 tahun sebentar atau lama? Lama. Allah merubah-rubah kondisi terserah Allah. Jadi bukan bertentangan, tapi berbagai macam kondisi yang mereka alami. Setelah itu ee seperti kemudian mereka digeret ke neraka jahanam. Kata Allah, "Alladzina yuhsyaruna ala wujuhim ila jahanam. Dan orang-orang yang diumpulkan di padang mahsyar di atas wajah mereka ila jahanam menuju neraka jahanam. Ulika syarum makana wau sabila. Mereka adalah orang-orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. Kata Allah dalam surat alqamar, innal mujrimina fiali wasur. Sesungguhnya para pendosa berada dalam kesesatan dari neraka jahanam. Bagaimana mereka masuk neraka jahanam? Ya, mereka digeret digeret di atas wajah mereka di neraka jahanam. Jadi mereka digeret digeret didorong menuju neraka dan di neraka digeret di atas wajah mereka. Ini kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Dalam ayatnya kata Allah, "Yauma yuda ila nari jahanama." Mereka didorong dengan dorongan yang keras. Mereka enggak mau. Karena ketika mereka sudah lihat neraka dari jauh sudah mengerikan ya. um m baidin sami lahayud wafir. Kalau neraka sudah lihat penghuni dari jauh, maka penghuni neraka dari jauh belum masuk. Sudah mendengar ggetannya neraka, suara yang mengerikan. Ya, mereka gak mau masuk. Dari jauh sudah kedengaran mengerikan neraka tersebut. Ya, bahkan kata Allah, takadu tamayyazu minal ghait. sampai neraka itu mau mau apa namanya mau lepas apinya ingin ambil mereka saking marahnya kepada penghuni neraka jahanam. Jadi Allah gambarkan penghuni neraka dari jauh kemudian neraka di neraka sudah lihat dan neraka sudah kelihatan amukannya. Bahkan kata Allah takadu tamayyazu minal gid hampir saja apinya keluar hantam mereka karena saking marahnya. Akhirnya ketika disuruh masuk neraka mereka enggak mau. Kata Allah yauna jahanama. Mereka didorong dengan kasar, digeret atja mereka lempar ke neraka. Masuklah mereka dalam neraka jahanam dengan wajah hitam, dengan mata biru dan seterusnya. Tib setelah itu mereka wajah merupakan bahan untuk diazab. Di antaranya Allah menghina mereka dalam surat azzumar kata Allah, "Aamtaqiwajihi yaumalqiamahimukumtum taksibun." Dan apakah orang yang menghadang ee azab dengan wajahnya di sini perhatikan ada hinan kata Allahqiwaji? Apakah orang yang ingin menghadang api neraka dengan wajahnya? Kita tahu namanya wajah itu dilindungi bukan untuk menangkis. Tapi Allah mengatakan apakah sama orang yang menangkis api neraka dengan wajahnya? Berarti dia sudah tidak berkutik. Karena asalnya kalau kita di dunia ada apa-apa yang ingin mengenai wajah, kita pasti tangkis. Jadi wajah ini yang terakhir yang kita jaga. Tangkis dengan tangan, tangkis dengan apa, tangkis dengan kaki, apapun kita berusaha menangkis tidak kena wajah. Tapi karena mereka di hari kiamat dibelenggu tidak bisa apa-apa, mereka tidak bisa menangkis apapun. Sehingga Allah ngejek mereka dengan berkata, "Apakah sama dengan orang yang menangkis api neraka dengan wajah?" Artinya, tidak ada yang bisa mereka lindungi. Enggak bisa mereka lindungi apa-apa ya. Akhirnya wajah yang kena di luar. Jadi wajah yang menjadi bahan ya. Di antaranya Allah sebutkan dalam surah Almukminun kata Allah, "Talfahu wujuhah wahum fiha kalihun." Ketika mereka masuk neraka maka muka mereka dibakar oleh api. Wahum fiha kalihun. Dan akhirnya wajah mereka menjadi cacat. Kalih itu ibarat seperti misalnya seorang lagi panggang kambing, wajahnya wajah kambing, kepala kambing dibakar. Ketika kena api kan lama-lama apa namanya? Mengkerut ya. Mengkerut sehingga kebuka giginya, kebuka apa? Gusinya karena kena api itu namanya kalih. Kata Allah, "Dibakarlah wajah mereka di api neraka sehingga mereka mengalami demikian." Karena terbakar mulailah kelihatan gusinya,
Resume
Requeue
Categories