Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu ala taufiki wtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwani allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang menggapai cinta Allah Subhanahu wa taala, yaitu bagaimana agar kita bisa dicintai oleh Rabbul alamin. Tentunya ini hal yang sangat luar biasa ya. Seorang kalau dicintai oleh pejabat mungkin dia bangga. Cintai oleh seorang raja dia bangga. Dekat sama ustaz dia bangga. Ya, bagaimana lagi jika dia dicintai oleh penciptanya? Sementara seorang hamba penuh dengan kekurangan, penuh dengan dosa-dosa, penuh dengan kesalahan, selalu merasa butuh kepada sang pencipta. Namun ternyata Allah Subhanahu wa taala membuka kesempatan agar sang hamba bisa dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Ini adalah setinggi-tingginya nikmat, setinggi-tingginya karunia. Oleh karenanya, siapa yang bisa dicintai oleh Allah dan telah meraih cinta Allah, maka dia akan mendapat banyak keistimewaan. Ya, di antaranya Allah akan membanggakan dia di langit. Ya, dalam hadis, innallaha id ahabba abdan nada Jibril. Kalau Allah sudah mencintai seorang hamba, Allah panggil Jibril. Kemudian Allah berkata, "Ya Jibril, inni uhibbu fulanan fahibbah." Wahai Jibril, sesungguhnya aku telah mencintai si fulan, maka cintailah dia. Fanada Jibril ahlama. Kemudian Jibril pun memanggil para malaikat memberi pengumuman. Innallaha ahabba fulanan fahahibbuh. Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia. Maka orang telah dicintai oleh Allah, di sohorkan oleh Allah di tengah-tengah makhluk-makhluk yang mulia itu para para malaikat di langit sana. Kemudian di antara keistimewaan orang yang sudah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala maka dia tidak akan diazab oleh Allah subhanahu wa taala. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman tentang pengakuan orang-orang Yahudi dan Nasra. Mereka mengakui, mempropagandakan bahwasanya mereka pilihan Allah dan kekasih-kekasih Allah. Kata Allah, waqalatil yahudu w nasara nahnu abnaullahi wa ahibbauh. Berkata Yahudi dan Nasrani, "Kami adalah pilihan Allah, anak-anak Allah dan kami kekasih-kekasih Allah." Mereka mengatakan kami kekasih Allah. Maka Allah bantah, qul falima yadibukum bidunubikumal antum basyarun mimman khalaq. Kalau kalian dicintai oleh Allah, kenapa ada di antara kalian diazab oleh Allah? Diazab oleh Allah. Tapi kalian sama seperti yang lain? Suku Yahudi sama dengan suku yang lain. Tidak ada istimewanya ya. Sama. Yang beriman dicintai oleh Allah, yang bermaksiat dibenci oleh Allah Subhanahu wa taala. Di sini ayat ini Allah suruh Nabi bantah mereka ketika mereka mengaku kami kekasih Allah. Di antara bantahan sangat mudah. Kalau kekasih enggak mungkin disiksa oleh Allah subhanahu wa taala. Bukankah di antara orang-orang terdahulu kalian ada yang dirubah menjadi monyet dan babi-babi? Allah berkata kepada sebagian kalian, kunu qirodatan khasiin. Jadilah kalian kera-kera yang hina. Ya, wala minhumul qiral khanazir. Di antara mereka ada yang Allah rubah jadi babi-babi dan monyet-monyet. Kalau kalian suku yang dicintai oleh Allah, kenapa ada yang pernah dirubah jadi babi, ada yang dirubah jadi monyet. Disiksa di dunia sebelum di akhirat. Maka kalau dicintai, ayat ini diambil faedah disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalil bahwasanya kalau Allah sudah mencintai seseorang, Allah tidak akan mengazabnya. Allah tidak akan mengazabnya. Dan kita semua ingin selamat dari azab Allah Subhanahu wa taala, ingin meraih husnul khatimah. Gak mungkin kalau ada seorang dicintai oleh Allah kemudian akhirnya adalah suul khatimah. Enggak mungkin. Enggak mungkin. Oleh karenanya orang dicintai oleh Allah tidak akan diazab oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian di antara keistimewaan orang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala bahwasanya orang yang dicintai oleh Allah dijaga, dibimbing oleh Allah subhanahu wa taala. Sebagaimana dalam hadis qudsi Allah berfirman, wal yazal abdiqwafilta uhibbah. Senantiasa hambaku mendekatkan dirinya kepadaku dengan perkara-perkara sunah sampai aku mencintainya. Fa ahbabtu. Kalau aku sudah mencintainyaah yasma bihi wahzi yubsiru bihi wadahullati yabtisu biha yamsiyi alaiha. Kalau aku sudah mencintainya, maka aku akan menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya. Aku menjadi penglihatan yang dia melihat dengan penglihatan tersebut. Aku menjadi tangannya yang dia memukul atau memegang dengan tangannya tersebut. Dan aku menjadi kakinya yang dia melangkah di atas kakinya tersebut. Dalam riwayat yang lain, ya qolbahulladzi yaqilu bihi. Aku menjadi hatinya yang dia berpikir dengan hatinya tersebut. Walisanah ytiqu bihi. Dan aku menjadi lisannya yang dia berbicara dengan lisan tersebut. Kata para ulama, maksud dari hadis ini bahwasanya Allah akan membimbingnya. Allah akan menjaga pandangannya. Allah akan menjaga pendengarannya. Allah akan menjaga hatinya. Allah menjaga lisannya. Allah menjaga tangannya. Allah menjaga kakinya. Bukan berarti kalau orang dicintai oleh Allah kemudian jadi maksum. Enggak. Tetapi secara umum dia terjaga. Memangnya orang pasti akan terjemus dalam kesalahan. Tapi secara umum dia terjaga. Dia tidak akan betah melihat yang haram. Dia akan gelisah karena dia dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Dia tidak akan betah mendengar yang haram. Dia akan gelisah, sesak hatinya ketika mendengar perkara-perkara yang haram. Kenapa? Karena dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Dia tidak akan membiarkan akalnya berpikir dengan sembarangan memikirkan hal yang tidak bermanfaat. Ngapain saya berpikir yang tidak bermanfaat? Ngapain mikir hal yang tidak ada gunanya? Apalagi berpikir pikiran yang jorok, pikiran yang tidak benar. Kenapa? Karena Allah menjaga hatinya, karena Allah mencintainya. Lisannya akan dijaga. Dia tidak akan berbicara hal-hal yang haram, hal yang tidak bermanfaat yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala. Kenapa? Karena dia telah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian dia akan cinta dengan ibadah. Maka ini di antara keistimewaan orang telah dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala bahwasanya dia dijaga oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian di antara keistimewaan orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala, orang ini akan senang dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena Allah mencintainya. Kalau Allah mencintainya, Allah senang dia dekat dengan Allah. Iya atau tidak? Kalau kita mencintai seorang, kita senang enggak orang itu dekat dengan kita? Iya. Walillahil matsalul a'la. Maka Allah akan senang dia dekat dengan Allah. Sehingga terlihat orang ini semangat beribadah, semangat semangat baca Quran, semangat ikut pengajian, semangat salat malam, semangat bersedekah, semangat berkhalwat, berdua-duaan dengan Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena dia dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini semua keistimean orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi ada yang kecimaan terakhir yang mungkin kurang menyenangkan untuk didengar, yaitu orang kalau dicintai oleh Allah suka diuji oleh Allah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innallaha idza ahabbauman ibtalahum." Sesungguhnya kalau Allah sudah mencintai suatu kaum, Allah akan uji. Jadi jangan pikir kalau dicintai Allah kemudian kaya raya, senang-senang, ketawa terus. Kalau ketawa terus orang gila ya enggak? Gak. Ternyata orang yang dicintai oleh Allah suka diuji oleh Allah subhanahu wa taala. Innallaha idza ahabbaan ibtalahum. Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Allah akan uji mereka. Dalam hadis yang lain, man yuridillahu bihi khairin. Siapa yang Allah suka kebaikan besar untuknya, Allah akan timpakan musibah baginya. Oleh karenanya ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ditanya ya ayunasi asyadu balaan man asaduasi balaan siapa orang yang paling berat musibahnya ujiannya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam alanbiya para nabi. Shihun kemudian orang-orang saleh tummal amsal fal amsal kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Ini dalil bahwasanya semakin dicintai oleh Allah maka siap diuji dengan ujian yang banyak. Ya, karena semakin diuji dia semakin naik level, semakin dekat dengan Allah, semakin dekat dengan Allah, semakin tinggi keyakinannya. Bukankah orang kalau diuji kemudian dia berhasil lulus tambah yakin dia diuji lagi, dia lulus lagi tambah yakin lagi. Semakin dekat dengan ternyata Rabbku mencintaiku, Rabbku memberi solusi kepadaku. Dia semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Ini salah satu keistimewaan orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Semakin dicintai semakin berat apa? Ujiannya. Tetapi ujian tersebut mendatangkan kebaikan untuknya. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Para hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Karenanya ee Syekh Ass'di rahimahullah dalam tafsirnya menyatakan bahwasanya nikmat teragung, karunia terbesar adalah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Ya, ada seorang Arab tua, dia tersenyum ketika membaca firman Allah. Dia senang sekali dengar firman Allah, innal muttaqina fi jannat wa nahar fiq maqad sidqin malikin muktadir. Dia ketika baca ayat ini dia begitu gembira, begitu senang. Allah mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa fi jannati wa nahar di akhirat kelak akan berada di surga yang surga tersebut banyak sungai-sungainya." Fi maqadi siddiqin malikin muktadir. Di suatu tempat duduk yang benar, suatu ee posisi yang benar di sisi Malikin muktadir, di sisi Allah yang subhanahu wa taala sang penguasa, sang pemilik yang sang maha kuasa. Maka dia gembira sekali. bagaimana di akhirat kemudian dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Ya, oleh karenanya kita harus sadar dan harus diingatkan dan disadarkan. Kita sekarang hidup di alam dunia dan ini hanya sebentar. Setelah ini kita akan masuk dalam alam yang abadi, itu alam akhirat. Yang dunia ini bukanlah tempat tinggal, cuma tempat lewat. Darul ubur hanya tempat lewat. Kemudian semua akan kembali kepada tempat yang sesungguhnya di akhirat kelak yang kata Allah subhanahu wa taala fariquun fil jannah waariquun fisir. Sekelompok masuk neraka dan sekelompok masuk surga. Kita tidak tahu bagaimana kesudahan kita. Maka kita harus saling mengingatkan untuk bisa meraih cinta Allah kepada kita agar kita bahagia bukan cuma di dunia terlebih lagi bahagia di akhirat dengan kebahagiaan yang abadi dan selama-lamanya. Baik. Bagaimana kiat-kiat agar kita bisa dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Adapun mengaku cinta kepada Allah itu tidak penting. Yang penting engkau dicintai Allah atau tidak. Kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala, "Laisa sanu an tuhib wa innama asya'nu an tuhab." Bukan perkaranya engkau mencintai, tapi yang paling penting apakah kau dicintai atau tidak. Sebagaimana sudah kita sampaikan tadi, orang Yahudi dan Nasra mengaku-ngaku kekasih Allah. Kami adalah anak-anak Allah, kami adalah pilihan-pilihan Allah, kami adalah kekasih-kekasih Allah. Tetapi hanya pengakuan yang tidak benar. Ternyata Allah tidak mencintai tidak mencintai mereka. ee beberapa amal-amal saleh atau banyak amal saleh yang datang nas secara spesifik menunjukkan siapa yang melakukannya akan dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Tentunya secara umum semua amal saleh kalau kita lakukan akan mendekatkan kita kepada Allah akan buat kita semakin dicintai oleh Allah. Semua amal saleh apapun ya. Semua amal saleh. Baca Quran mau apapun mau senyum, sedekah, berakhlak mulia sama orang, apapun yang kita lakukan kalau itu amal saleh akan mendatangi kecintaan Allah Subhanahu wa taala. Tapi datang sebagian amal datang dalam nasifik. Kalau kau melakukannya akan dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Di antara amalan tersebut dan saya rasa kita butuh dengan amalan ini agar kita bahagia dunia dan akhirat ya. yaitu bersabar. Bersabar. Allah berfirman, "Wallahu yuhibbus shobirin." Allah mencintai orang-orang yang sabar. Jangan bilang, "Ustaz, saya sudah sabar." Jangan diajarin sabar. Ya, sebagian orang pernah minta nasihat sama saya, "Ustaz, saya ada masalah. Tolong nasihati saya. Tapi jangan bilang sabar. Selain sabar ya. Jangan pernah kita merasa hebat dalam ber bersabar." Nabi sallallahu alaihi wasallam disuruh bersabar. Siapa yang merasa hebat daripada Nabi? Allah mengatakan, "Wasbir kama ulul azmi minarul." Kata Allah, "Wahai Muhammad, bersabarlah sebagaimana para ulmi kalangan para rasul yang bersabar." Allah juga berfirman setelah menceritakan kisah Nabi Nuh. Kata Allah Subhanahu wa taala inilutta. Ini di antara cerita gaib yang kami ceritakan kepada engkau wahai Muhammad tentang kisah Nabi Nuh. Bagaimana dakwahnya 950 tahun dengan penuh kesabaran. Ma tamamuha. Kau tidak pernah tahu kisah ini sebelumnya. Wala qumuka. Demikian juga kaummu tidak pernah tahu tentang kisah ini. Fasbir kalau gitu bersabarlah. Setelah Allah ceritakan kisah Nabi Nuh yang sangat sabar, Allah menyuruh Nabi untuk meniru Nabi Nuh. Kata Allah, "Fasbir, bersabarlah. Innal aqibata lil muttaqin." Sesungguhnya kesudahan yang indah bagi orang-orang yang bertakwa. Oleh karenanya, di antara amalan yang sangat mulia yang mudah mendatangkan cinta Allah kepada seorang hamba adalah dia ber bersabar. Kalau dia belum bersabar, maka dia bersabar. Kalau dia sudah bersabar, pertahankan sabarnya. Pertahankan sabarnya. Bersabar tidak mudah, apalagi mempertahankan apa? Kesabaran. Oleh yang kita dapati di di antara kebiasaan para salaf, para ulama dahulu, kalau mereka bertemu kemudian mereka berpisah. Di antara kebiasaan mereka adalah mereka membacakan surah Wal Asr. Apa isi surat Wal Asr? as insifi amanuhat bilhaq wat b demi masa sungguhnya manusia semuanya dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal saleh kemudian watawasau bilhaq yaitu saling menasihati mewasiatkan dalam kebenaran yang terakhir watwasau bisabr saling menasihati dalam kesabaran kata para ulama seorang berdasarkan ayat ini tenggelam dalam kerugian. Dia dikelilingi oleh kerugian dan dia hanya bisa lepas dari kerugian tersebut jika telah melakukan empat amalan. Yang pertama beriman. Kalau beriman aja belum cukup dia masih rugi. Yang kedua beramal saleh. Beramal saleh juga masih belum cukup dia masih rugi. Yang ketiga, saling berwasiat dalam kebenaran, yaitu beramar makruf nahi mungkar. Itu pun belum cukup. Dia masih rugi, dia baru lepas dari segala kerugian kalau dia menyempurnakan. Yang keempat, watwasau bis sabar. Saling mewasiatkan untuk bersabar. Para ulama dahulu mereka orang-orang sabar, tapi mereka saling mengingatkan. Kenapa? Karena sabar butuh continue. Seorang bisa bersabar setahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, hari kelima mungkin gak sabar lagi. Sabar butuh kesinambungan. Maka mereka saling mengingatkan untuk bersabar. Ini ciri orang saleh. Ingat, sabar. Sabar. Saya sudah sabar. Iya. Tak pertahankan. Tingkatkan kesabaranmu. Oleh karenanya ketika Nabi Ayub Alaih Salam bersabar, bersabar, bersabar ternyata istrinya mulai tidak sabar. Maka Nabi Ayub mengatakan, "Ma ansofti." Dalam riwayat disebutkan, "Kau tidak tidak adil wahai istriku." Kita telah diberi nikmat berapa tahun? 70 tahun atau 80 tahun? Sekarang kita baru dikasih penyakit berapa? Baru 7 tahun. Engkau kau tidak tidak adil. Harusnya kalau mau adil bersabar 70 tahun. Sebagaimana kita diberikan kekayaan 70 70 tahun. Kau tidak adil wahai istriku. Disebutkan setan pun mengatakan Ayub sudah mempersepkan dirinya untuk sabar 70 tahun. Oleh karenanya Allah berfirman, "Innal insanahi lakanut." Sesungguhnya manusia itu suka ingkar kan, berkeluh kesah ingkar dengan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya. Apa kata Hasan Albashri? Yurulib waam. hanya ingat-ingat musibah, lupa dengan nikmat-nikmat yang selama ini Allah berikan kepada kepada dia. Manusia kenapa tidak sabar? Dia ingat-ingat musibah yang ditimpanya. Dia baru sakit sehari, dua hari, dia lupa bahwasanya selama ini dia sehat selama puluhan tahun. Dia baru rugi sekali dagang, dua kali dagang, dia lupa selama ini dia untung melulu. Ya, dia baru mungkin bangkrut setahun, 2 tahun bangkrut selama ini dia kaya raya mungkin 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun atau lebih. Sehingga kenapa Allah beginikan saya? Kenapa Allah gikan saya? Ini tidak adil. Ini tidak adil. Ya, oleh karenanya sabar ini ibadah yang sangat berat tetapi sangat mudah mendatangkan cinta Allah kepada hamb-Nya. Maka kalau seorang diuji dia bersabar. Saya ingatkan ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Sabar agar bisa mendatangkan cinta Allah Subhanahu wa taala. Ya, sabar tersebut harus kontinue terus berkesinambungan. Kapan kita lupa kita sabar lagi. Dan agar bisa sabar kita bisa continue, perhatikan dua hal. Pertama, yakin bahwasanya yang bisa menyebarkan kita hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Jangan mengandalkan ilmu kita, jangan mengandalkan akhlak kita, jangan mengandalkan kebiasaan kita. Allah mengatakan, "Wasbiru wama shobruka illa billah." Sabarlah wahai Muhammad dan tidaklah kau bisa bersabar kecuali dengan Allah subhanahu wa taala. Maka seorang kalau mau sabar dia harus bertahan bersandar kepada Allah. Jangan bersandar kepada kemampuan dia, bersandar kepada harta dia, bersandar kepada teman-temannya. Enggak. Dia sabarnya akan jatuh suatu saat, tapi dia bersabar karena Allah. Allah yang bisa bikin dia sabar. Makanya kalau orang di kita terkena musibah langsung ucapkan kata-kata yang buat dia bisa sabar. Pertama inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. Apa artinya? Sesungguhnya kami ini milik Allah dan kami akan dikembalikan kepada siapa? Allah. Kalau milik Allah terserah Allah bikin kita ngapain? Terserah Allah. Terserah Allah. Allah mau kasih sakit, Allah mau kasih sehat, Allah mau kasih miskin, Allah mau kasih kaya. Kita ini milik siapa? Allah. Dia mau ngapain kita? Dia yang lebih tahu terbaik untuk kita. Dia yang lebih tahu tentang terbaik bagi kita daripada kita sendiri. Jangan lupa inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Alladina asobatum musibatun qu inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Allah sebutkan tentang penghuni surga. Siapa orang-orang tatkala terkena musibah mereka mengatakan innillahi wa inna ilaihi rojiun. Uika alim shawatbi warahmah waika humul muhtadun. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan karunia dari Allah, rahmat dari Allah. Mereka yang dapat hidayah. Jadi jangan lupa ketika kena musibah inna lillahi wa inna ilaihi rjiun. Ingatkan saya ini toh makhluk hamba di bawah naungan sang pencipta. Wama min daabbatin illa alallahi. Wabatin fil ardhi. Mana ayatnya? Ehinha tidak ada makhluk apapun illa hua akidasi kecuali Allah memegang ubun-ubunnya. Allah ngurus kita. Kemudian yang kedua kalau terkena musibah jangan lupa bilang apa? Alhamdulillah ala kullial. Coba ucapkan alhamdulillah ala kullial. Rugi alhamdulillah ala kullihal. Istri ngomel-ngomel alhamdulillah ala kullial. sakit. Alhamdulillah kullihal. Barang dicuri. Alhamdulillah kulli. Anak meninggal. Alhamdulillah kulihal. Apa maknanya? Segala puji bagi Allah dalam segala kondisi. Yaitu kalau kita ucapkan zikir ini untuk mendekatkan diri kita bahwasanya bahwasanya dalam setiap keputusan Allah dipuji. Pasti ada hikmahnya. Yang sekarang mungkin kita tidak tahu hikmahnya apa. Kadang Allah buka di dunia kadang Allah buka di akhirat. Betapa banyak musibah menimpa kita. Setelah itu kita renungkan. Ternyata musibah ini lebih baik menimpa saya daripada saya tidak terkena musibah. Terkadang di antara rahmat Allah, Allah buka hikmah tersebut di dunia. Ya, makanya ketika seorang tidak tahu apa hikmah dia, puji Allah aja. Seperti Nabi Yakub Alaih Salam ketika anaknya hilang, Yusuf hilang Alaih Salam. Benyamin ditahan, dituduh mencuri, kakaknya juga yang tertua ada yang namanya Yahuda. Gak balik. Apa kata Nabi Yakub alaihi salam? Jamil. Saya berusaha sabar yang indah. Sabar tanpa mengeluh kepada manusia. Asallahuati bihim jamian. Semoga Allah mendatangkan mereka seluruhnya kepadaku. Mengembalikan mereka anak-anakku yang hilang tersebut kepadaku. Innahu huwal alimul hakim. Sesungguhnya Allah itu maha mengetahui dan maha bijaksana. Yakub enggak tahu apa hikmahnya tapi dia yakin di balik ini semua pasti ada hik hikmah. Maka dia puji Allah. Dia berkata, "In innahu huwal alimul hakim. Sesungguhnya Allah maha berilmu. Dia tahu apa yang dia lakukan. Alhakim dan maha bijak bijaksana. Maka ter musibah supaya sabar bilang apa? Alhamdulillah ala kullial banak. Yang ketiga, agar sabar ketika terkena musibah. Bilang apa? Qadarallah waya fa'al. Ya lau asobaka fala takl lau wakin qul. Lau an faaltu waz walakin qul qadarallah masyafaal. Kalau kau tertimpa sesuatu, jangan bilang seandainya saya begini, seandainya saya begini. Karena tidak akan ngerubah kondisi, sudah terlanjur. Tetapi walakin qul, tapi katakanlah qaddarallah waya fa'al. Allah mentakdirkan dan apa yang Allah kehendaki itu yang terjadi. Makanya ketika Umar bin Khattab ditikam ketika sedang salat, dia mengatakan ya ee dia kemudian ee bacakan firman Allah dalam surat Al-Ahzab. Waana amrullahi qadar maqdur. Sungguhnya takdir Allah pasti terjadi. Ketika Thalha bin Ubaidillah ditikam juga dalam perang Jamal, dia berkata ayat yang sama. Waana amrullahi qadar maqdur. Sungguhnya takdir Allah yang berlaku. Tidak bisa kita menghindari dari takdir Allah. Ini sudah keputusan Allah. Sabar. Sabar. Kemudian yang keempat kalau kita terkena musibah tidak ada salahnya kita berdoa. Bahkan doa dianjurkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam kita berdoa. Allahummajurni fui musibati waaklifli khairan minha. Ya Allah, berilah aku ganjaran dalam musibahku ini. Ini musibah. Benar, musibah, tapi mendatangkan ganjaran. Di dunia Allah akan berikan atau di akhirat? Waaklifli khairan minha. Ganti dengan yang lebih baik. Berikan ganjaran dan ganti lebih baik. Membuat kita tenang. Ternyata di balik musibah ada pahala. Dan pahala musibah sangat besar, sangat mudah membuat orang naik level di surga kelak. Ya, tidak ada pahala seperti bersabar karena musibah. Pahalanya luar luar biasa. Makanya dalam hadis yaquulu ahlul afiah hina yut ahlul bala minal jaza yaumalqiamah. Ketika di hari kiamat kelak Allah membagi-bagi pahala kepada orang-orang. Ada yang di dunia sehat-sehat walafiat, senang-senang. Ada yang di dunia selalu kena musibah. Ternyata orang sering terkena musibah dapat pahala banyak sekali. Maka orang-orang yang dulu di dunia nyaman-nyaman hidupnya berkata berkeinginan ya wadu ahluliah la juludah fid dunya bil maqarid. Maka mereka berangan-angan seandainya di dunia mereka dulu kulit-kulit mereka digunting-gunting dengan gunting besi. Mereka ingin terkena musibah kalau waktu dunia dulu supaya pahalanya sangat besar. Maka di balik musibah ada pahala. Allahjurni fi musibati. Allahjurni fi musibati. Ya Allah berilah aku ganjaran musibahku iniir minha dan ganti dengan yang lebih baik. Kalau mau lagi tambah doa boleh diambil dari Alquran. Allahumid alaqbi. Ya Allah ikatlah hatiku agar aku tidak meronta-ronta agar aku sabar. Ini dalam ayat dalam dua ayat Allah sebutkan faqbunausamawati walarduniqan. Ketika para pemuda yang beriman tentang kisah Ashabul Kahfi, mereka cuma tujuh orang. Mereka harus berhadapan dengan suatu negeri seluruhnya yang kafir kepada Allah. Maka mereka ketika dipanggil, dimuhakamah, diadili, mereka kuat untuk berkata, "Kami tidak berbuat syirik. Kami tidak akan ikut agama kalian." Kenapa mereka bisa kuat ngomong begitu? Kata Allah, "Waratana ala qulubihim." Kami ikat hati mereka sehingga mereka bisa tegar apapun resikonya. Demikian juga ketika Allah sebutkan tentang kisah ibunya Nabi Musa. Ketika Allah mewahyukan ibunya Nabi Musa karena Nabi Musa mau dibunuh, maka diletakkan di atas di dalam suatu keranjang kemudian dilepaskan di sungai Nil. Ketika Musa diambil oleh keluarga Firaun, ibunya hampir teriak, "Itu anakku inkadat lubdi bihi wula anat ala qolbiha." Hampir-hampir saja dia bilang, "Itu putrak jangan ambil. Kalau dia teriak, dia akan Musa akan dibunuh. Wula alaqbiha. Tapi kami ikat hatinya sehingga dia bertahan. Sehingga dia bertahan. Sebagian orang-orang Saudi kalau mereka kena musibah mereka berdoa, "Allahumarbit ala qolbi." Ya Allah ikatlah apa hatiku supaya aku bisa sa sabar. Enggak gampang sabar. Anak meninggal, harta ludes dicuri orang mengalami kerugian besar, orang tua meninggal, masalah keluarga musibah. Kalau Allah tidak ikat hati kita, enggak mampu. Kemudian juga di antara doa yang mungkin kita bisa doa juga ketika terkena musibah besar, butuh kesabaran, kita berkata Allahumma ya rabbana afriq alaina shobro. Ya rabbana afriq alaina sabro. Ya Allah curahkanlah sabar kepada hatiku. Afriq itu seperti ember kita tumpahin. Kita butuh sabar yang banyak bukan sabar dikit-dikit. Butuh sabar yang banyak. Insyaallah kalau baca enam ini insyaallah sabar. Insyaallah sabar. Dan ini menunjukkan kita enggak bisa sabar kecuali Allah yang sabar sabarkan. Kalau antum sudah sabar, tingkatkan kesabaran. Kalau antum sudah sabar, tingkatkan kesabaran agar bisa kontinue. Sabar bertingkat-tingkat. Kalau semakin tinggi, semakin tinggi level. Yang pertama sabar. Jadi tingkat pertama sabar. Sabarnya apa? dari bahasa Arab namanya alhabsu. Menahan. Menahan agar tidak emosi, agar tidak melakukan perbuatan yang menunjukkan protes dengan keputusan Allah. Seperti robek-robek baju, pukul-pukul badan, banting-banting jambak-jambak rambut, lempar piring. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laisa minna manabal khududa wasqal juyuba wada bidwal jahiliyah." Bukan dari golongan kami orang terkena musibah. Lantas dia pukul-pukul pipinya, robek-robek bajunya. Kenapa? Perbuatan mukul-mukul pipi, robek-robek baju, jambak-jambak rambut menunjukkan tidak sabar. Maka dia tidak termasuk orang yang sabar. Dan ini derajat paling rendah. Sabar paling rendah itu hati bergejolak tetapi dia tahan. Dia mau teriak tapi dia tahan. Dia mau mukul dia tahan. Ya. Yang kata Rasul sahu alaihi wasallam eh bukanlah laisa syadidu bisurah. Bukanlah orang yang hebat yang kuat adalah yang menang gulat perkelahian. Tapi orang hebat orang yang bisa mengontrol dirinya ketika dia sedang sedang marah. Maka ketika seorang terkena musibah, dia bersabar. Tingkatan itu dia mau bergejolak tapi dia tahan. Itu sabar dapat pahala. Luar biasa dicintai oleh Allah. Kenapa dia bersabar? Tapi ini sabar yang paling rendah. Sabar yang lebih tinggi lagi namanya rida. Dia rida yaitu dia rida. Tidak ada gejolak rida. Apa yang Allah tetapkan, saya rida. Saya rida. Saya tidak tidak ada marah sama sekali. Tidak marah. Tidak ada protes sama sekali. Kalau tadi masih ada protes tapi dia lawan itu sudah dapat pahala kita. Mungkin derajat yang pertama jengkel tapi aduh aduh. Tapi kita lawan. Ketika kita lawan kita tahan diri. Kita dicintai oleh Allah. Lebih daripada itu, tingkat lebih tinggi rida. Kena musibah rida. Saya rida keputusan Allah ya. Pesan Allah. Lebih tinggi lagi kata Ibnu Taimiyah rahimahullah kalau dia melakukan pengamatan iman dia merenungkan jadi derajat syukur. Syukur. Syukur itu gimana? Alhamdulillah Allah kasih musibah. Kalau saya lebih senang terkena musibah daripada tidak. Kenapa di balik musibah ini pasti banyak hik hikmahnya. Dia bersyukur syukur. Tapi siapa yang bisa begitu? diomelin istri syukur alhamdulillah, diomelin suami syukur alhamdulillah enggak. Tapi maksud saya sabar itu bertinggah. Semakin kita tinggi derajatnya semakin dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Maka saya di sini tidak lain menasihat diri saya pribadi kita sama-sama ber bersabar. Karena di antara ciri orang yang terhindar dari kerugian kata Allah wat tawu bisar. Saling menasehati untuk bersabar. M antum bilang, "Saya sudah sabar, Ustaz. Ya sudah lanjutkan sabarmu. Tingkatkan level sabarmu." Ada seorang dia sedang ee dia sedang apa? Mancing. Sedang mancing dan dia sudah apa namanya? ee orang ini berpoligami. Kalau berpoligami kan tentu banyak masalah itu tidak ya tentu dia sabar ya insyaallah dia lagi mancing ikan, ada yang tegur, "Fulan sabar, sabar." Kata dia, "Enggak usah ajarin saya sabar. Saya sudah biasa sabar dalam apa?" kehidupan gak? Meskipun kau sudah sabar, harus di inatkan. Sabar tuh gak Nabi aja diingatin suruh sabar, apalagi kita. Nabi kurang sabarnya kurang apa? Allah sabar kata Allah sabar. Bahkan Allah ceritakan kisah Nabi Nuh agar Nabi sabar. Allah kisahkan Nabi Musa agar agar Nabi sabar. Allah kisah Nabi Nuh agar Nabi sabar. Nabi disuruh sabar, apalagi ki kita. Para sahabat disuruh sabar, apalagi kita. Kenapa? Karena sabar ini salah satu cara mudah untuk meraih cinta Allah Subhanahu wa taala. Kapan kita sabar, Allah cinta sama kita. Dan yang membuat kita mudah untuk sabar. In wallahu yuhibbusirin. Ingat ayat ini. Wallahu yuhibbusobirin. Allah mencintai orang-orang yang ber bersabar. Siap untuk bersabar? Siap. Insyaallah semoga kita dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian di antara amal saleh yang bisa mendatangkan cinta Allah kepada hamba-Nya di antaranya adalah memaafkan. Di antaranya adalah memaafkan. Ketika Allah menceritakan tentang orang-orang bertakwa, kata Allah Subhanahu wa taala ya tentang surga kata Allah lil muttaqin kata Allah bersegeralah menuju surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Yang surga yang luas tersebut Allah sediakan bagi orang bertakwa. Siapa orang bertakwa? Kata Allah, orang yang bertakwa yang Allah siapkan surga buat mereka yang senantiasa bersedekah dalam kondisi lapang. Mereka bersedekah dalam kondisi sulit mereka tetap bersedekah. Mungkin nominalnya tidak sebanyak ketika sedang lapang tapi mereka tetap bersedekah. Wal kad minal ghaid. Orang-orang yang meredam amarah. Walina aninas. Orang-orang yang memaafkan orang lain yang menzaliminya. Kemudian Allah akhiri ayat yang berkata, "Wallahu yuhibbul muhsinin." Allah mencintai orang-orang berbuat ihsan. Siapa yang melakukan sifat ini senantiasa bersedekah, senantiasa meredam amarah, senantiasa memaafkan, maka dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Namun ini bukan perkara mudah. Bukan perkara mudah. Di sini Allah sebutkan sekaligus tiga amalan agar dicintai oleh Allah. Sifati mereka dengan muhsin kata Allah yang pertama alladzina yunfiquuna far wra-orang yang senantiasa berinfak dalam kondisi lapang maupun dalam kondisi susah. Karena Allah datangkan dengan fi'il mudhor' fi'il mudhar kalau bahasa Inggris apa? Present tense ya. Kalau fi'il madhi past tense telah berlalu. Ketika Allah datangkan dengan fi'il mudhar' menunjukkan kontinue berkesinambungan. Bukan cuma berinfak bulan Ramadan doang. Bukan. Tapi berinfak berkesinambungan dalam kondisi lapang, dalam kondisi sulit tetap berinfak jika dia mampu tentunya. Kalau tidak mampu infak buat dirinya lebih utama. Orang yang dicintai Allah bukan orang pelit, bukan orang terlalu perhitungan. Ma duit banyak perhitungan gak punya ingin dicintai Allah sedekah. sedekah ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala continue tidak berhenti. Sampai sebagian orang saya tahu artinya sebagian orang kalau sudah sering berinfak sampai bingung kalau uangnya kebanyakan harus infak ini ngapain enggak ada kegiatan? Kenapa belum ada kegiatan? Kenapa enggak ada yang diinfakkan? Jadi hobi, jadi kecanduan berinfak. Jadi kecanduan. Coba aja kalau enggak percaya. Ada orang kecanduan pelit? Ada enggak mau kasih jadi candu pelit. Ada orang sebaliknya jadi candu infak. Ada ya. Saya tahu kawan subhanallah punya duit bikin masjid. Punya duit bikin masjid bikin masjid puluhan-puluhan miliar. Bikin masjid bikin masjid. Hobinya bikin masjid. Duit punya Anda bantu sana bantu sini bantu sana. Kecanduan. Kecanduan dilatih. Ini orang dicintai oleh Allah. Kenapa? kecanduan bersedekah dan tidak harus puluhan miliar kita yang penting ada yang penting senang lihat orang makanya di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam Allah inuka hubak wubuhibuk wubik Allah ya Allah aku mohon kepadamu untuk mencintaimu dan mencintai orang yang mencintaimu dan mencintai seluruh amalan yang mendekatkan aku kepada engkau Ya Allah mudahkanlah aku untuk meninggalkan kemungkaran untuk melakukan kebaik kebaikan wahubbal masakin. Dan aku mohon kepada engkau untuk mencintai orang-orang miskin. Orang ngelihat orang miskin enggak tega. Dia kasih. Dia kasih. Jadi kalau ingin dicintai Allah di antaranya suka ber sedekah. Jangan pelit-pelit. Pi kalau ada keluarga yang minta masyaallah pahalanya dobel. Pahala infak, pahala silaturahmi. Kesempatan ada kakak, ada adik, Bang, ada duit enggak? Oh, ada, ada, tenang aja. Bismillah ada. Kasih dia lagi butuh dan dia adik kita, dia kakak kita, dia tante kita, dia om kita, apalagi orang tua kita. Kesempatan meraih cinta Allah Subhanahu wa taala. Jangan. Kecuali antum enggak ada uang. Ada uang, oke, saya juga enggak punya uang. Lain cerita. Itu pun Allah katakan kalau kau enggak punya uang katakan yang baik. Kata Allah Subhanahu wa taala ketika eh kata Allah haqqahu walkina. Berilah karib kerabat hak mereka. Allah dahulukan fakir miskin. Arib kerabat sebelum fakir miskin. Kerabat lebih utama kita perhatikan. Kemudian kata Allah, "Kalau kau tidak mampu beri kerabat kata Allah, kalau ternyata kau tidak mampu memberi kepada kerabatmu, duit enggak ada." Ibahik dan kau berharap suatu saat saya punya uang kasih dia. Ya Allah ajarkan agar niatmu baik. Ada kakak, ada adik, ada tante, ada om minta lagi enggak ada. Jangan kita ini minta-minta terusnya. Jangan latih diri kita. Insyaallah suatu hari saya punya uang saya kasih. Kata Allah, "Faqul lahum qul maisur." Ucapkanlah kata-kata yang enak didengar. Belum ada om, belum ada qadarullah. Mudah-mudahan nanti kalau ada ya Allah ajarkan agar kita berbuat baik sama keluarga. Kalau bisa kasih-kasih bersyukur kalau ada sampai ada bilang, "Ustaz, kakak saya atau adik saya selalu minta sama saya tiap bulan, Ustaz." Saya bilang, "Kau bersyukur. Bersyukur bisa kasih sedekah yang pahalanya luar biasa rutin kau keluarkan. Terpaksa mau enggak terpaksa harus bayar. Alhamdulillah Allah jebak engkau sehingga kau bisa kasih sedekah bulanan. Enggak usah cari-cari anak yatim apalagi janda-janda. Itu k adik setengah mati kan mau cari janda lagi. Cari janda mau kasih adik saja susah. Subhanallah. Oleh karenanya jangan lupa ingin dicintai Allah alladzina yunfiquun. Jangan harta ini akan kita tinggalkan. Harta ini kalau kita infakkan jadi tabungan kita di akhirat. Dan kalau sudah tabungan di akhirat, pasti riba besar-besaran. Pasti riba besar-besaran. Allah mengatakan, "Man yukridullah apa? Waman yukrillah qardan hasan." Ya, siapa yang beri pinjaman kepada Allah? Allah namakan itu pinjaman. Pasti Allah ganti. Pasti Allah ganti. Manalladzi yukridullaha qaran hasan. Siapa yang kasih pinjaman kepada Allah? Allah namakan pinjaman. Berarti Allah pinjam. Kalau Allah bilang pinjam, Allah ganti atau tidak? pasti ganti. Kalau yang orang miskin yang pinjam belum tentu ganti. Tapi kalau sang maha kaya yang pinjam pasti diganti dan kalau diganti pasti riba besar-besaran. Minimal 10 kali lipat sampai 700 kali lipat sampai tidak terhitung diganti. Maka jangan pelit-pelit supaya dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. yang kemudian kata Allah ya tadi all dalam kondisi lapang dalam kondisi sulit pun tetap kasih kata Nabi sallallahu alaihi wasallam itqar walau baki tam bertakwalah kepada Allah jauhkan diri kalian daripada neraka jahanam meskipun dengan bersedekah sepenggal kurma sini maksud Rasulullah bagaimana bukan suruh kita pelit sedekah sepenggal kurma maksudnya kalau kau enggak punya harta banyak sebisamu urusan pahala urusan Allah Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sabaqo dirham miata alfi dirham. Satu keping dirham mengungguli 100.000 dirham. Kaifaalik kok bisa ya Rasulullah?" Kata Rasulullah, "Ini orang lahu dirhaman. Dia punya dua keping dirham. Faktaro ahsanuhuma." Maka dia pilih kepengin dirham yang terbaik kemudian disedekahkan. Berarti dia sedekah 50% hartanya. 1 dirham tapi itu 50% apa? Hartanya. Sementara yang satunya uangnya mungkin jutaan dirham diambil 100 dirham dia bagi dia biasa aja. Jadi kalau kita harta kita sedikit bukan berarti kita berhenti dari sedekah. Sebisa kita beda kalau enggak ada kecuali di rumah cuma nasi uduk satu bungkus. Ya buat kita aja sudah tetangga enggak bisa ini anak istri makan apa. Itulah yang cerita. Kalau kita punya sebisa mungkin kita kasih meskipun sedikit urusan pahala serahkan sama Allah. Kata Allah, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang bersedekah dengan hartanya yang halal, maka Allah terima dengan tangankan Allah Subhanahu wa taalahabiukumahu." Maka Allah terima pahala sedekah tersebut. Kemudian Allah kembangkan sebagaimana salah seorang dari kalian ngurusin kudanya. Kata Nabi tidak bilang sebagaimana kalian ngurus unta. Orang Arab dulu lebih senang kuda daripada unta. Dan unta itu dibiarin aja hidup. Tapi kuda perlu diperhatikan, diurusin, perlu perhatian sampai dia besar, sampai dia kuat harus dilatih-lari. Kata kata Nabi, "Allah terima sedekahmu dan Allah kembangkan, Allah urusin sebagaimana salah seorang dari kalian ngurusin kuda." Jadi nominal yang yang sebisa kita. Yang penting jangan pelit, kasih. Makanya Aisyah radhiallahu anha ketika didatangi oleh seorang wanita dengan dua putranya, dengan dua putrinya minta sedekah, Aisyah tidak punya apa-apa. Dia cari-cari cari cuma dapat satu satu butir kurma enggak punya apa-apa. Ini istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam orang termulia tidak ada kecuali satu butir kurma. Dia kasih sama orang tersebut. Isar dia dahulukan kasih. Terus ibu itu akhirnya ambil bagi dua. Kasih putri dua putrinya kasih dua putrinya. Mau saya pelit ini harus kita lawan. Pelit itu penyakit. Pelit itu penyakit. Orang kaya. Ih teman saya kaya. Kaya luar biasa. Mobilnya mewah rumah, tapi pelitnya luar biasa. Apa, Pak? Pelit luar biasa. Ayo kita makan, makan, makan ke restoran. Ternyata bayar-bayar sendiri lah. Kirain diajak makan di di traktir. Ternyata saya biarkan. Bukan saya bayarkan, saya biarkan. Ah, saya biarkan. Sampai ada orang terkenal pelit ngundang orang makan. Ayo makan-makan supa. Ada senang. Alhamdulillah dia ngundang makan jarang-jarang. Begitu habis makan kata dia, "Saya lupa bawa dompet." suruh pelit pelit ini musibah ada kasih Allah kasih rezeki banyak Allah cuma bilang Allah tidak bilang kau sedekah seluruh hartamu sebagian mimmaqnakum berinfaklah sebagian harta yang aku berikan kepada kalian maut sebelum salah seorang dari kalian ajalnya ketika dia mati ya Allah tunda kematianku 5 menit saja saya mau transfer gak Ada dia berangan-angan untuk bisa hidup 5 menit supaya bisa bersedekah. Antum yang masih hidup, kita yang masih hidup, kenapa enggak bersedekah? Kapan terbetik hati kita pengin kasih orang, kasih langsung. Jangan ragu-ragu. Punya ATM enggak? Ud langsung. Tiba-tiba kok ingat tante, kok ingat paman, kok ingat adik, kok ingat kakak susah. Ambil transfer enggak sa nanti Allah ganti. Ini kita infak. Sebenarnya infak buat diri kita sendiri karena tabungan buat kita. Kata Allah waladiminal ghait dan meredam amarah alkadimin ghaid maksudnya ke amarah sudah di puncak ibarat air sudah penuh kalau ditutup bisa meluber. Dia tutup pelan-pelan sehingga air tadi enggak jadi luber. Kemarin sudah di puncak dia tahan karena Allah maka Allah cinta orang seperti ini. Yang terakhir karena waktu sudah habis. Wal afina aninas. Orang yang memaafkan orang lain dizalimi harta kita diambil harga diri kita dijatuhkan, dituduh yang tidak-tidak direndahkan, dipukul tubuh kita, maafkan karena kita ingin dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Memang berat, tapi itu semakin kita maafkan, kita semakin dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan ini ibadah yang berat. Kenapa ibadah memaafkan hanya bisa kita lakukan ketika kita dizalimi. Kalau kita enggak dizalimi, ngapain maafkan? Dan manusia kalau dizalimi penginnya balas. Kalau dia pukul saya sekali, saya pengin pukul tiga kali. Kalau bisa sampai mati. Sampai dalam sebagian perkataan ulama, sebagian orang terkadang dikasih musilah besar. Kenapa? Dia dizalimi orang. Kudian dia berdoa melebihi dari kezaliman tersebut. Misalnya orang itu pukul dia, "Ya Allah, dia telah pukul saya." Ya Allah, patangkan tangannya. Ya Allah, patahkan kakinya ya Allah. Padahal orang yang dia zalimi dia punya anak, punya istri, akhirnya Allah kabulkan misalnya, terus anaknya mungkin mati malah istri jadi janda, ana jadi yatim, nanti Allah kasih dia musibah. Dia melampaui batas. Melampaui batas. Jadi ini ibadah yang agung, sangat berat. Kenapa hanya kita bisa kita lakukan? Ketika kita di zalimi, kita dizalimi, kita maafkan. Siapa yang bisa? Orang hebat yang ingin meraih cinta Allah Subhanahu wa taala. Demikian saja ee apa yang saya sampaikan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Demikian saja. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.