Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwani allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masih melanjutkan tentang bolehnya marah jika dilanggar larangan-larangan Allah subhanahu wa taala yaitu marah karena Allah. Dan sudah kita sebutkan beberapa hadis berikut ini adalah hadis berikutnya. Wa anha dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu taala anha ya. Anna quraisyan ahammahum s'nul marah almakhzumiyah allati saraqat. bahwasanya orang-orang Quraisy ya gelisah tentang nasib seorang wanita dari Bani Makhzum ya yang mencuri. Kita tahu bahwasanya Quraisy banyak sekali kabilah-kabilahnya. Di antara kabilah yang terkenal adalah Bani Hasyim yaitu kabilahnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian kabilahnya Abu Jahal yaitu Bani Makhzum. Dan dari Bani Makhzum banyak tokoh-tokoh hebat seperti Abu Jahal ya. Kemudian Walid Ibnu Mughirah yang merupakan bapaknya Khalid ibn Walid ya ee banyak jadi Bani Makhzum ya di antaranya Khalid bin Walid ya kemudian ee misalnya Abu Salamah, Ummu Salamah ya. Jadi kabilah terkenal dan dua kabilah ini sering bersaing. Makanya disebut dalam riwayat di antara sebab Abu Jahal tidak mau beriman kepada Nabi karena tidak mau kalah saingan dengan Bani Hasyim. Kata Abu Jahal, "Kami senantiasa bersaing. Mereka memberi makan, kamu beri makan. Mereka berbuat baik, kami berbuat baik." Sampai akhirnya ada di antara mereka ngaku sebagai nabi. Kami enggak mungkin menyaingi. Kami juga punya nabi. Oleh karenanya supaya kami tetap bisa saingan, kami tidak mengakui nabi tersebut. Ini di antara sebab kenapa Abu Jahal tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam agar tetap persaingan berlanjut antara Bani Hasyim dengan Bani Makhzum. Nah, ternyata ada wanita dari Bani Makhzum yang mencuri dan beritanya sudah sampai kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kalau dalam aturan ee seperti ini kalau ada terjadi pencurian, kalau sudah sampai kepada hakim atau wakil dari pemerintahan, maka harus ditetakkan hukum H. Berbeda kalau belum sampai belum sampai kepada hakim. Kemudian ketahuan, akhirnya yang dicuri memaafkan, yang mencuri selesai urusan. Saya urusan tapi kalau sudah sampai ke hakim atau qadi maka qadi atau hakim adalah wakil pemerintah. Maka tugas dia harus menjalankan hukum ha. Tidak boleh dimaafkan. Kalaupun yang dicuri memaafkan, maka hanya memaafkan dari sisi dia. Adapun hukum hadus tetap ditegakkan kalau sudah sampai ke penguasa. Dan kabar tentang ee wanita ini mencuri sudah sampai ke penguasa. Dan ini menggelisahkan orang-orang Quraisy karena yang mencuri dari wanita dari kabilah yang syarifah, kabilah yang mulia. Faqalu, akhirnya mereka berusaha untuk agar hukum ha tidak dilaksanakan. Faqalu man yukallimu fiha Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Siapa yang bisa menjadi pemberi syafaat bagi wanita tersebut? Siapa yang berani ngomong kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam agar hukum had tidak ditegakkan? Faqalu. Maka mereka diskusi di antara mereka. Kata mereka, "Man yaariu alaihi illa Usamatu Bnu Zaid hibbu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Siapa yang berani ngomong masalah ini kepada Nabi? Kecuali Usamah bin Zaid radhiallahu anhuma. Karena dia adalah hibbu rasulillah. Dia adalah kekasih Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah sangat cinta kepada Usama bin Zaid. Sebagaimana Rasulullah cinta kepada bapaknya, Zaid bin Harithah. Akhirnya mereka datangi Usama. Mereka suruh Usama jadi perantara antara mereka dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam agar Nabi memberi keringanan kepada wanita Makhzumiyah ini dari Bani Makhzum. Fakallamahu Usama. Akhirnya Usamah radhiallahu anhu pun datang kepada Nabi dan menyampaikan menjadi apa namanya? Pemberi syafaat. Ya. Faqala Rasulullah sahu alaihi wasallam. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun berkata kepada Usamah, "Atasyfau fi haddin min hududillahi taala." Apakah engkau ingin beri syafaat untuk menjatuhkan hukum-haum Allah subhanahu wa taala? Rasulullah marah. Maqama fakta tummaqal. Maka Rasulullah kemudian berdiri kemudian berkhotbah. Rasul wasallam berkata, "Innama ahlaka manqlakum annahum sar fimariu." Sesungguhnya telah membinasakan umat-umat sebelum kalian bahwasanya kalau ada yang mencuri di antara mereka dari kalangan orang-orang terpandang asyarif, dari kabilah terpandang dari orang kaya tarok maka mereka biarkan. Waar fim alaihil. Adapun kalau yang mencuri adalah orang lemah, orang miskin, maka ditegakkan hukum ha. Waimullah lau anna Fatimata binta Muhammadin saraqat laqot yadaha. Demi Allah, seandainya Fatimah bintu Muhammad mencuri, aku akan potong tangannya. Hadis riwayat al Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadis ini pertama kita bahas tentang ee Usamah, yakni orang-orang Quraisy. Ketika menghadapi problem besar ini, mereka bingung mau ngomong kepada siapa. Maka mereka mencari orang yang bisa mengambil hati Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jatuhlah pilihan mereka kepada Usamah bin Zaid radhiallahu taala anhu. Ya. Dan Usamah adalah orang yang sangat dicintai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Dan di antaranya ketika Rasulullah akan meninggal dunia, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengirim pasukan ke negeri Syam dipimpin oleh Usama dan usia beliau masih mungkin 18 17 18 tahun. Dan di antara anak buahnya adalah Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu. Ibnu Umar bercerita, "Baatan Nabi sallallahu alaihi wasallam bahan waar alaihim Usama ibn Zaid." Rasulullah mengirim pasukan perang dan Rasulullah jadikan amirnya adalah Usama. Maka sebagian orang mencela Usama yang jadi pemimpin. Masih banyak mungkin ini orang-orang yang lebih ahli ya. Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi pun membela Usamah. Beliau berkata, "In tatananu fi imaratihi faq kuntum tatanuna fi imirati abihi." Kalau kalian mencela pemerintahan Usama, yaitu ee kepemimpinan Usamah, sungguhnya dulu kalian juga pernah mencela kepimpinan bapaknya. Itu siapa? Zaid bin alHarithah. Jadi Usamah bin Zaid bin Harithah. Dan kita tahu Zaid bin Haritthah tadinya budak diperjual belikan kemudian dibeli oleh ee ponakan Khadijah ya. Kemudian diberikan kepada Khadijah. Akhirnya Khadijah hadiahkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Ee kemudian Rasulullah mengangkat Zaid menjadi anak angkat sampai dulu dikenal dengan Zaid bin Muhammad. Sampai turun ayat melarang uduhum liabaihim hua aqsatallah. Dahulu Zaid dikenalkan Zaid Muhammad. Setelah datang turun ayat dalam surat Al-Ahzab melarang, maka kembali Zaid bin al-Harithah. Zaid ini kemudian menikah dengan Ummu Aiman dari ee Habasyi ya, yang berkulit hitam ya. Kemudian punya anak namanya siapa? Usama. Kalau Zaid berkulit putih, Usama berkulit hitam. Usama bin Zaid berkulit apa? Hitam. Mungkin ikut ibunya ya. Usama bin Zaid. Dan dulu Rasulull sahu alaihi wasallam juga pernah menjadikan dia pemimpin dalam peperangan. Di antaranya dalam perang Mukta. Ketika perang Muktah Rasulullah tahun sekitar tahun 8 Hijriah, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kirim pasukan ke Mukta kira-kira 1000 kilo dari kota Madinah untuk perang. Rasulullah tunjuk tiga pemimpin. Maka disebut dengan Jaisyul Umara, yaitu suatu pasukan yang Rasulullah langsung tunjuk tiga pemimpin langsung. Biasanya cuma satu ini. Rasulullah tunjuk langsung tiga karena musuh sangat luar biasa. Mereka berangkat 3.000, ternyata musuhnya R00.000. Jadi Rasulullah tunjuk yang pertama Zaid bin Haritah. Kalau Zaid meninggal Jafar bin Abi Thalib. Kalau Jafar bin Abi Thalib meninggal baru Abdullah bin Rawahah. Tapi yang pertama Rasulullah tunjuk siapa? Zaid bin Haritah. Maka orang-orang tidak setuju dengan kepemimpinan Zaid. Siapa Zaid? Ya, dulu budak istilahnya ee Rasulullah tahu itu. Rasulullah ketika milih Rasulullah tahu siapa yang berhak untuk dipilih. Ketika anaknya Usama di akhir hayat Nabi, Nabi kirim untuk jadi pemimpin basukan dan dia masih muda, maka orang-orang juga mencela. Maka Rasulull sahu alaihi wasallam menegur mereka yang mencela. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inanu fi imaratihi." Kalau kalian mencela kepemimpinan Usamah, sungguh kalian dulu pernah mencela kepimpinan bapaknya. in imarah. Ketahuilah bahwasanya bapaknya berhak untuk menjadi pemimpin perang. Dan bapaknya adalah orang termasuk orang yang paling aku cintai. Wa in dan anaknya sekarang Usama juga lamin ahabinasi ilai ba'dahu. Termasuk orang yang paling aku cintai setelah bapaknya. Makanya Usama dikenal dengan hibbu hibbi rasulillah. Hibbu e hibbu hibbi rasulillah. yaitu dia dia dicintai oleh Nabi, bapaknya juga dicintai oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya ketika haji wada, Usama digonceng oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, wafihi dalam riwayat yang lain ya ee ya maksudnya ee di sini Rasulullah menjelaskan bahwasanya Usamah dicintai oleh Nabi, bapaknya pun dicintai oleh Nabi. Jadi Usamah dikenal, dicintai oleh Nabi, oleh orang-orang Quraisy. Makanya mereka bilang, "Siapa yang bisa ngomongin Nabi?" Ya sudah, Usama aja. Karena dia dicintai oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sahu alaihi wasallam ya pernah memegang atau memegang ee Usama dan Hasan Alhan kakaknya Husein. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam berdoa. Rasulullah berkata, "Allahumma ahibbahuma fainni uhibbuhuma." Ya Allah cintailah mereka berdua yaitu Hasan dan Usama. Sesungguhnya aku mencintai mereka berdua. Ya, Aisyah radhiallahu taala anha pernah berkata, "La yambagi liahadin an yubgid usamah ba'da ma samu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakulu manana yuhibbullah azza waalla waasulahu falyuhibba usamah." Kata Aisyah radhiallahu taala anha dalam hadis riwayat Ahmad, "Tidak boleh bagi seorang pun membenci Usama. Setelah aku mendengar Rasul sahu alaihi wasallam pernah berkata, "Siapa yang mencintai Allah dan rasulnya maka cintailah siapa?" Usa Usamah. Ya. Jadi inilah Usamah bin Zaid. Maka akhirnya orang-orang menunjuk Usamah sebagai ee perantara antara mereka dengan Nabi agar merayu Nabi supaya hukum had tidak di kerjakan. Maka Usamah pun ngomong sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ternyata Rasul sahu alaihi wasallam pun marah. Ya meskipun ini orang sangat dia cintai tapi ini masalahnya hukum had. Maka Rasulullah berkata, "Atasfa atasu fi haddin min hududillah." Apakah engkau ingin beri syafaat agar hukum had tidak dikerjakan? Di sini Rasul sahu alaihi wasallam menisbahkan hukum had hududillah. Ini dari hukum-hukum had milik Allah. Mau tidak ditegakkan ini seakan-akan Nabi kasih isyarat ini bukan urusanku. Ini di luar kemampuanku. Seandainya kemampuanku saya akan gagalkan hukum ha ini. Tapi ini di luar wewenangku. Karena ini hukum had milik siapa? milik Allah. Maka Rasulullah nisbahkan atasu fi haddin min hududillah. Ini hukum-hukum Allah. Ini aturan Allah. Gimana saya mau batalkan? Bukan cuma Rasulullah marah sama Usama. Maka Rasulullah beri pengumuman di hadapan para sahabat ketika itu agar menjadi pelajaran bahwa ini sangat berbahaya seperti ini. Maka Rasul sahu alaihi wasallam kemudian berkata, "Innama ahlaka manana qoblakum." Ketahuilah yang telah membinasakan umat-umat sebelum kalian dahulu kalau ada orang mulia di antara mereka kabilahnya tinggi, nasabnya tinggi e kemudian mencuri, maka dibiarkan. Tapi kalau yang mencuri orang miskin maka ditegakkan hukum. Waimullah, demi Allah la Fatimata binta Muhammadin sarqat laqadaha. Seandainya Fatimah putriku mencuri, aku akan potong tangannya. Jangankan Bani Makhzum, Bani Hasyim, jangankan Bani Hasyim, wanita mana saja mencuri, jangankan wanita mana saja, putriku sendiri kalau mencuri, aku akan potong tangannya untuk menegaskan bahwasanya hukum Allah harus di ditegakkan. Di sini Rasulullah mengatakan, "Innama ahlaka manana qoblakum yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian." Di antaranya maksudnya Bani Isra Israil. Ini dalil bahwasanya hukum had bukan cuma berlaku pada syariat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Bahkan hukum had syariat nabi-nabi sebelumnya. Di antaranya hukum ee yang berlaku pada umat sebelumnya. dan mereka ee pilih kasih. Kalau yang melakukan pelanggaran pejabat, anak pejabat, orang terkenal nasabnya tinggi, maka ee tutup mata ya. Tidak ditegakkan hukumhukum ha. Ini sebab kebinasaan. Sebagaimana pernah kita sampaikan mungkin tentang kisah Bani Israil. Bani Israil ketika kalau ada dan dihukum pezina dirajam sudah ada di Taurat. Ketika yang melakukan zina orang-orang bawahan mereka tegakkan hukum rajam. Akhirnya mereka repot ketika ternyata ada pejabat-pejabat dari penguasa yang melakukan zina. Akhirnya mereka rubah jangan ditegakkan hukum rajam. Cukup diarak ditaruh di atas himar. Dikasih hitam-hitam mukanya kemudian dipermalukan saja. Tidak ditegakkan hukum apa? Had. Ini di antara cara merubah hukum untuk menyelamatkan golongan orang-orang kaya sehingga hukum hanya berlaku pada orang-orang orang-orang miskin. Dan di sini Rasulullah mengatakan innama hanyalah sebab yang membinasakan umat-umat terdahulu. Tentunya Bani Israil binasa dengan banyak sebab ya banyak sebab. Mereka melakukan riba. Waklum riba akalunahat. Mereka makan hasil riswah. Ya, itu ciri-ciri orang Yahudi ya. Waqatlahumul anbiya. Mereka membunuh para para nabi ya. Mereka pendusta. Orangorang Yahudi. Mereka rubah-rubah Taurat. Mereka bikin-bikin ayat-ayat Allah sendiri. Ya, jadi yang menyebabkan mereka binasa banyak. Tetapi dalam hadis ini Rasulullah mengatakan innama kalau dalam bahasa Arab innama adat tufidul hasritu menunjukkan hanyalah seakan-akan pembatasan. Tentunya namanya alhasrul idofi yaitu pembatasan tidak secara mutlak tapi ada pembatasan di sini. Hanyalah yang membinasakan umat-umat terdahulu adalah pilih kasih dalam menegakkan hukum. hukum H yang membinasakan mereka. Dan ini benar kalau kita tinjau kembali ini terkait dengan kebinasaan secara nasional atau secara kenegaraan. Hancur suatu negara jika ternyata hukum pilih kasih ya. Hukum pilih pilih kasih. Kenapa? Ketika hukum pilih kasih, maka yang ee berada pada ee tingkatan tinggi seperti pejabat atau penguasa atau nasabnya tinggi, orang kaya, mereka bebas melakukan apa yang mereka lakukan karena mereka kebal hukum. Dan akhirnya negara akan rusak kalau begitu. Sementara yang miskin ketika melihat ketidakadilan bahwasanya hanya ditegakkan hukum kepada orang-orang miskin, orang kaya, selamat kepada hukum, maka mereka tidak ada loyalitas kepada negara. Maka hilanglah kecintaan kepada negara. Maka muak dengan negara yang ada. Maka ini sumber terjadinya kerusakan suatu ee skala negara. Ini pandangan tajam Nabi sallallahu alaihi wasallam. Benar, banyak kerusakan dari zina, riba, macam-macam. Tapi yang paling parah ketika terkait dengan hukum yang ditegakkan pada suatu negara, terjadi pilih kasih. Jika hanya ditegakkan kepada orang miskin, orang susah yang tidak bisa bayar pengacara ya mereka ditegakkan. Adapun yang punya duit banyak, punya koneksi besar, yang punya backingan macam-macam, mereka kebal hukum. Kalau seperti ini, akhirnya hilang kepercayaan dari masyarakat sehingga tidak ada loyalitas kepada penguasa. Dan sebaliknya orang kaya semakin membabi buta dalam melakukan kerusakan. Maka hancurlah negara negara tersebut. Maka Rasulullah berkata, "Innama ahlaka manqoblakum." Sesungguhnya yang telah membinasakan umat sebelum kalian. Ya, ini pilih kasih dalam menegakkan hu hukum. Tib. Di sini Rasulullah sahu alaihi wasallam ee marah ya karena ada syariat Allah yang tidak ditegakkan ya. dan ee marah karena syariat Allah dilanggar ini bukan cuma dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, tapi juga sunah para nabi-nabi sebelumnya. Allah kisahkan bagaimana para nabi-nabi sebelumnya juga marah ketika ada syariat dilanggar. Di antaranya seperti marahnya Nabi Musa Alaih Salam. Nabi Musa Allah mengatakan ya ee baik eh dalam ayat Allah menyebutkan bahwasanya Allah kabarkan kepada Nabi Musa waahumusamiri ya bahwasanya kaummu wahai Musa kaummu telah disesatkan oleh Samiri. Samiri adalah seorang yang menyesatkan sehingga menjadikan akhirnya Bani Israil menyembah sapi. Samiri ngajarin mereka bagaimana cara bikin berhala sapi dari emas dilebur dibikin bentuk sapi yang disembah. Nabi Musa dengar Nabi Musa pulang. Faraja Musa ila quibana Asifa. Ya. Maka Musa pun pulang ke rumah eh kembali ke ke kaumnya gbananan Asifa dalam kondisi marah. Dalam ayat yang lain kata Allah Subhanahu wa taala, "Waqal alwah waak bi akhi yajuruhu ilai." Maka Musa lagi bawa Taurat ditulis dalam lempengan batu. Lihat kaumnya nyembah sapi, Musa langsung letak hampaskan Taurat yang ditulis dalam batu sampai dalam riwayat disebutkan pecah. Kemudian dia segera menuju ke Harun. Faak biri akhi. Dia ambil kepala kakaknya. Harun itu kakaknya Musa. Dia pegang kepalanya sampai jenggotnya dia tarik. Yajurruhu ilaih. Dalam ayat yang lain, ya bna umma la takud bilihati wala biasi. Wahai putra ibuku. Itu adik kakak kita. Jangan kau pegang kepalaku, jangan kau pegang jeng jenggotku. Jadi Musa marah saking marahnya dia hempaskan itu Taurat. Kemudian dia datang ke pada kakaknya Nabi Harun Alaih Salam. Kemudian dia tarik. Kenapa dia marah? Karena melihat kaumnya menyembah apa? berhala yaansi kata Allah Musa pulang balik kemudian dia pun marah maka di sini ada istilah laisal khabar kal muayan atau laisal mukhbar kal muayin ya bukan orang yang dengar berita tidak sama dengan niat yang lihat langsung ketika Allah mengabarkan kepada Musa bahwasanya kaumu ya ee telah terfitnah dengan Samiri dan diserahkan oleh Samiri. Akhirnya mereka menyewa berhala. Musa belum marah. Belum marah dengar tapi sudah marah. Tapi marahnya belum menggebu-gebu. Ketika lihat langsung marahnya lebih menggebu-gebu sampai Taurat pun jatuh pecah. Sampai Taurat pun jatuh pecah. K hempaskan terus dia marah sama mereka. Qa ya alam yaidukum rbukum wa'dan hasanah. Wahai kaumku bukankah? Bukankah? Bukan ini marah sama kaum. Ya beda sekedar dengar. Beda dengar melihat apa? Lang langsung. ketika melihat langsung marahnya lebih tinggi. Ini contoh ee Nabi Musa marah ya. Di antaranya juga yang Allah sebut tentang marah seperti Nabi Yunus Alaih Salam ya. Kata Allah Subhanahu wa taala eh wuni idzahaba mugiban fadonna allan naqdir alaih. Ketika Nabi Yunus Alaih Salam pergi marah marah karena Allah. Kenapa dia marah karena Allah? Dia marah kepada kaumnya. Kaumnya disuruh beriman, tidak beriman, maka dia pun marah meninggalkan kaumnya. Di sini dia marah karena Allah. Tetapi akhirnya dia ditegur oleh Allah dengan dimakan atau ditelan oleh ikan paus. Karena dia bukan sekedar marah saja. Sebenarnya kalau dia marah saja enggak ada masalah. Tapi dia tinggalkan kaumnya tidak didakwahi. Padahal Allah belum mengizinkan dia untuk meninggalkan apa? kaumnya. Makanya Allah mengatakan alai. Ketika Nabi Yunus alaihi salam pergi meninggalkan kaumnya dalam kondisi marah, dia marah kepada Allah atau marah kepada kaumnya? Marah kepada kaum kaumnya marah karena Allah. Tetapi dia melakukan kesalahan dia marah. Dia tinggalkan apa? Kaumnya. Di situ Allah tegur dia. Fadon allqdir alai dan dia menyangka kami tidak akan menyulitkan dia. Ternyata kemudian dia naik kapal ternyata kapalnya bisa tenggelam. Harus ada dikurangi satu orang ternyata dibuat undian Yunus yang keluar. Mereka enggak enak ini. Nabi masa suruh loncat dari kapal coba. Undian kedua Yunus lagi yang keluar. Undi ketiga Yunus yang akhirnya Nabi Yunus Alaih Salam yang loncat. Akhirnya disambut sama ikan ikan paus. Maka fanada fidzulumati. Maka dia pun berdoa dalam kegelapan yang bertubi-tubi. Tapi intinya mau saya Yunus marah karena Allah Subhanahu wa taala sebagaimana perkataan Al-Qurtubi, dia berkata, "Mughadiban min ajli rabbihi." Yaitu Nabi Yunus Alaihi Salam marah ee karena Rabbnya, yaitu karena umatnya tidak mau beriman. Ya, maka demikian juga Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam marah. ini marah karena Allah. Ini bukan cuma sunah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, tapi juga sunah nabi-nabi sebelumnya. Ya. Tayib. Di sini ada sedikit faedah. Ibnu Qayyim menukil dari Ibnu Taimiyah gurunya membandingkan antara komparasi antara Nabi Musa Alaihi Salam dengan Nabi Yunus. Yaitu ee Ibnu Timi mengatakan rahimahullah Nabi Musa Alaih Salam dia melakukan beberapa hal yang mungkin perlu ditegur ya. atau mungkin dalam tanda kutip kesalahan ya. Tetapi Allah memaafkan tidak dipandang kesalahannya oleh Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena dia telah melakukan tugas yang sangat berat. Dia berhadapan langsung dengan orang paling kafir sedunia. Siapa? Fir Firaun. Datang dengan tidak ada kekuatan sama sekali ya. Padahal dia kabur dari Mesir karena takut dibunuh Firaun. Malah Allah suruh kirim ke fir Firaun. Jadi suruh menyerahkan diri. Dia kan kabur 10 tahun. Kenapa? Karena jadi ingin dibunuh oleh innal malair bikuluk. Wahai Musa pergilah engkau. Itu suku Kibti Firaun dan pasukannya ingin bunuh engkau. Kaburlah. Maka dia pun kabur. Kabur 10 tahun balik-balik. Tahu-tahu Allah bilang, "Pergilah engkau idhab ila Firauna innahu pergilah kau ke Firaun. Nasihati dia." Ah ini yang bikin saya ini lagi kabur disuruh dakwah ke Firaun. Makanya juga dia berdoa, "Rabbisrohli sodri waassirli amri". Karena dia takut. Rabbisrohli sadri. Ya Allah lapangkan dadaku. Waassirli amri mudahkan urusanku. Waldatan. Jangan sampai saya susah ngomong ya. Yafqahu qui. Semoga mereka bisa paham omonganku. Minta teman lagi. Waj'ali wazirom min ahli. Jadikan Harun sebagai apa? Temanku. Dalam ayat yang lain, afsahu minni lisanan. Harun lebih pintar ngomong daripada saya. Biarlah dia jubir saya. Akhirnya Allah kasih bekal. Intinya berat. Nabi Musa diuji dengan ujian yang banyak. Diuji melawan Firaun dengan susahnya. Diuji dengan umatnya yang brengsek luar biasa. Makanya ketika kata Ibnu Taimiyah ketika dia melakukan kesalahan-kesalahan Allah tidak pandang. Di antara kesalahannya dia lempar alwah. Wah kurang pecah. Ini gambarannya ini. Ini lempengan tulisannya ayat-ayat Allah. Tapi karena dia emosi, dia bukan dalam rangka menghina Taurat. Tidak. Tapi karena emosi dia lepas. Harusnya kan taruh baik-baik. Cuma karena dia emosi dia lepas pecah. Dan Allah tidak tegur, tidak menyalahkannya. Ketika apa? Malaikat maut pengin cabut nyawanya, dia pukul malaikat maut. Dan Allah pun tidak tegur Nabi Musa. Enggak ada masalah. Kenapa? Karena Nabi Musa kebaikannya terlalu ba banyak. Sehingga kata kata Ibnu Taimiyah kesalahan dia kasya'rah fil bahr. Seperti satu rambut satu rambut dibandingkan lautan kebaikannya. Ini Nabi Musa alaihi salam. Beberapa kesalahan dia ee dia lakukan ya. Tapi bandingkan ketika Nabi Yunus Alaihi Salam meninggalkan umatnya karena marah Allah tegur langsung ditelan oleh ikan ikan paus. Beda antara kedudukan Nabi Musa dengan Nabi Yunus. Dua-duanya para rasul. Tapi Rasul fadolna baahum ala ba tilasulna baahum ba. Demikianlah para rasul. Mereka para rasul kami tinggikan sebagian di atas sebagian yang yang lain. Itu motivasi bahwasanya ketika seorang punya kebaikan yang banyak kemudian dia melakukan sebagian kesalahan-kesalahan tidak dipandang oleh Allah subhanahu wa taala. Seorang berusaha memperbanyak amal salehnya. ya Tayib. Ini ee terkait dengan ee kisah Usama ya. Hadis berikutnya. Hadis berikutnya dari Anas radhiallahu taala anhu ya. Dan ee subhanallah. Saya sempat kemarin kajian di Alazhar sampaikan bagaimana kalau kita lihat sejarah orang-orang dulu anak-anak muda sudah hebat-hebat ya. Usamah jadi pemimpin pasukan perang umur 18 tahun. Dan Nabi Nabi Ibrahim ketika berdakwah sami fatan anak muda. Jadi banyak anak-anak muda orang hebat-hebat ya. ee Atab bin Asid ya ketika jadi gubernur Makkah Rasulullah ketika Fathu Makkah Rasulullah sudah jadi gubernur usia masih 20 sekian ya orang-orang hebat dahulu muda-muda mereka sudah ee punya produktivitas yang luar biasa bahkan siapa the great Alexander ketika menguasai dunia umur masih 20-an. masih umur 20-an. Ya, maksudnya ini peringatan bagi kita bahwasanya kita jangan meremehkan anak muda. Anak muda jangan dianggap tidak bisa apa-apa. Kita harus mulai mungkin didik anak-anak bahwasanya kamu muda itu sudah usia produktivitas. Karena kita sekarang pada marhala di mana anak muda dimanjain. Maksudnya ah belum belum belum belum. Ya nanti sampai 30 baru silakan. Sudah sebentar lagi mati. Kalau bisa anak muda sejak kecil sudah memegang pertanggungjawaban, sudah bisa bekerja supaya supaya bisa berkhidmat, supaya sudah bisa itu kalau bisa bagus. Sekarang ada pergeseran yang dulu kalau kita baca di buku-buku fikih bahwasanya kewajiban orang tua membiayai anak-anaknya sampai dia dewasa. Laki-laki sampai dewasa selesai. Tidak wajib lagi bagi orangorang tu. Beda kalau anak perempuan mungkin sampai dia menikah. Tapi kalau laki-laki sampai dia balik selesai. Jadi orang tua kita sudah terlalu baik. Kita sudah selesai balik, masih kuliah, masih minta duit terus sama orang tua. Maksudnya bagaimana didik kalau sudah balik seorang harus berusaha bisa apa? Mandiri, bisa melakukan sesuatu. Cuma jangan sampai kita manjakan anak kita, kamu masih kecil, masih kecil, masih kecil. Tidak kita latih untuk diberi apa namanya tanggung jawab ya. Padahal kalau mereka apa namanya berusaha mungkin mereka mampu. Saya ketemu dua orang. Satu memang kaya dari sananya, satu dari nol. Usianya sama-sama 29, sama-sama miliarder. Ya, Masti kita bicara dunia sama-sama ngaji. Yang satu masyaallah kaya dan punya sudah banyak usaha-usaha. Memang bapaknya dulu kaya. Yang satu dari nol. Dari nol kemudian saya dulu juara olimpiade kemudian akhirnya sekarang kaya punya usaha banyak. Ya, pasti umur 29 sudah bisa punya usaha yang bagus. Maksud saya untuk generasi ke depan setelah gen Z apa gen apa lagi? E apa? Alfa gen alfa ya. Maksudnya jangan kita terlalu manjakan anak-anak ya. Maksud saya maksud saya saya ingin sampaikan jangan terlalu mananjakan anak. Anak-anak harus mengerti bahwasanya mereka punya potensi, mereka punya kemampuan, kita arahkan, kita bimbing bahwasanya kau tuh bisa kok, kau itu hebat, kau kuat kok insyaallah bisa. Jangan kita manja anak kecil sudah tidur aja, tidur aja, tidur aja, tidur aja. Nanti dia baru bangun umur 30. Ya repot ya. Kalau dia bangun 30, kita sudah mati duluan. Anak ayahnya enggak bisa bangunkan. Kalau ayahnya mungkin punya uang berada, okelah anak-anak harus di ya. Makanya sistem pendidikan mungkin harus dipikirkan kembali, ditinjau kembali. Kalau kita lihat orang-orang dahulu mereka umur masih muda-muda sudah hebat-hebat. The Grid Alexander umur 20 sekian kuasai dunia ya. Menguasai dunia ya. Ashabul Kahfi innahum fityatun. Mereka anak muda. Ashabul Kafi anak muda bergerak. Yang menerima dakwah Nabi anak-anak muda. Kata Ibnu Katsir, "Yang beriman kepada Nabi anak muda." Mereka yang bergerak berdakwah. kaum ansar masih muda-muda, masih 20-an ketika masuk Islam kemudian menggerakkan Ansar semua masuk Islam kemudian akhirnya menguasai dunia. Mudah. Maka ee ini kita sesuaikan situasi kondisi tapi maksudnya jangan kita memanja-manjakan anak kita ya harus bisa kok kuat. Coba kerja ini. Kamu mau kerjakan ini kau gimana ustaz? Anak bapaknya a belum bisa. Tib kita lanjut. Nah. an Anas radhiallahu anhu an Nabi sallallahu alaihi wasallam roa nukatan filqiblah. Dari Anas Rasulullah sahu alaihi wasallam melihat ada eh apa dahak atau semacam ingus di bagian kiblat di masjid nabawi. Fasqalika alaihi rya fi wajhi. Maka Rasulullah merasa berat karena masjid kotor di daerah kiblat kok ada kotoran ya. dulu kan dari apa namanya dari tanah mungkin ada yang kemudian buang ingus atau buang dahak di arah kiblat dan ini menjadikan berat bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam hatta rya fi wajhi sampai terlihat apa beratnya itu di wajah Nabi sallallahu alaihi wasallam faqama fahaqahu biyadihi kemudian Rasulullah maju Rasulullah bersihkan sendiri pakai dia kikir dengan apa kukunya dibersihkan faqala maka rasulah berkata inna ahadakum qatihi fainnahu yunajiu salah seorang dari Kalian kalau sedang salat dia sedang bermunajat dengan Rabbnya. Sedang munajat itu munajat maksudnya berbicara berduaan dengan rabbnya. Wa inna rabbahu bainahu wa bainal qiblah. Dan rabnya antara dia dengan kiblat. Fala yabzuqonna ahadukum qibalal qiblah. Maka janganlah sekali-sekali seorang salah seorang dari kalian kalau buang ludah apalagi ketika salat dibuang ke arah kiblat. Wakin an yasarihi tahti qodamih au tahta qodami. Tapi dia ludah sebelah kiri. Kalau memang harus meludah terpaksa atau di bawah kakinya akza thaaihi fabq fi tumma r baahu ala ba'in faqalafalu kemudian Rasulullah contohkan atau dia buang ludah kalau memang terpaksa buang ludah dia ambil selendangnya atau kainannya kainnya dia buang kainnya kemudian dia lipat sehingga tidak mengotori mas masjid kalau memang harus kotor mending pakaiannya sendiri yang kotor tidak mengganggu orang orang lainnya tapi kalau sekarang orang terpaksa buang ludah ya bisa pakai tisu pakai apa untuk di kemudian di disimpan sehingga tidak mengganggu yang yang lain, tidak mengotori masjid. Di sini yang jadi perhatian kita adalah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam marah ketika melihat ada kemungkaran ya, yaitu kotoran di di masjid. Bagaimana seorang sedang salat Rasulullah kasih gambaran kau ketika sedang salat, engkau sedang bermunajat. Munajat itu apa? Sedang ngobrol berdua bisik-bisik. Munajat itu bisik-bisik menunjukkan kau dekat dengan Allah Subhanahu wa taala dan kau sedang berada di posisi yang sangat indah yaitu berhadapan dengan Rabbul Alamin, penguasa alam semesta yang menciptakan engkau, memberikan rezeki kepada engkau, yang menentukan nasibmu, yang mengatur segala sesuatu maka jangan dianggap sepele sampai kalau buang ludah ke depan berhadapan dengan Allah. Kalau mau buang ludah sebelah kiri ya dan kalau sebelah atau di kakinya kemudian dia tutup dengan apa? pasir. Kalau memang masjidnya berpasir ya disebutkan bahwasanya buang luda adalah khatiah adalah dosa. Tetapi ee kafarahnya dengan menguburkannya dalam tanah. Ini Rasulullah bicara tentang masjid zaman dahulu. Maksudnya orang boleh buang ludah di bawah kemudian apa? Di di ditimbun dengan pasir. Ini tidak jadi masalah, tidak mengganggu ya. Tapi kalau mulur ke depan dia tidak sempat karena dia sedang salat. Gimana cara dia membersihkannya? Ya, bagaimana cara membersihkannya? Maka seorang ketika sedang salat, dia menghadirkan dalam dirinya tentang agungnya yang sedang dia lakukan. Dia sedang bermunajat kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan meludah di bagian depan adalah kemungkaran. Maka Rasul sahu alaihi wasallam memberi contoh di hadapan para sahabat. langsung ee menyuruh untuk menggaruk atau membersihkan bekas ludah tersebut atau bekas dahak tersebut di hadapan para sahabat agar menjadi contoh. Dan ini adalah perkara yang baik jika seorang mampu untuk bernahi mungkar dengan tangannya langsung apalagi seorang dai dan dilihat oleh ee kaumnya atau murid-muridnya ini memberi pengaruh dampak yang luar biasa. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam langsung ee yang membersihkan ludah tersebut dan dilihat oleh para sahabat dan Nabi menasihati, "Ya, sesungguhnya kalian ketika sedang salat, sedang bermunajat kepada Allah, maka jangan meludah di bagian depan ya." Dan ee dan asalnya kalau ada kemungkaran seorang merubah kemungkaran dengan tangannya. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Man roa minkum munkaran falyugirhu biyadih." Siapa yang melihat kemungkaran maka berubahlah dengan tangannya itu langsung secara langsungam yastisani. Kalau tidak mampu merubah dengan tangannya maka dengan lisannya. Nasihati waamati fabiqbih. Kalau tidak mampu maka dengan hatinya walika iman dan iman yang paling lemah. Karena di setelah itu kalau tidak benci dengan hati berarti suka dengan maksiat tersebut. Maka kalau bisa mengingkari merubah dengan tangan, lakukan. Kalau tidak bisa dengan lisan, kalau tidak bisa dengan hati. Kalau tidak bisa lagi mengikir dengan hati, berarti kau mencintai maksiat tersebut. Dan ini adalah cabang kekufuran. Tapi kalau bisa dengan tangan, maka hendaknya dilakukan dengan tangan. Dan tentunya ada aturan-aturannya kalau terkait dengan perkara-perkara besar, maka di tangan para penguasa. Tapi kalau terkait dengan misalnya di bawah wewenang kita, keluarga kita, sekolah punya kita, ada kemungkaran kita mampu untuk merubah dan kita tahu maslahatnya besar, maka kita lakukan. Jangan biarkan karena di bawah wewenang kita dan kita akan ditanya oleh Allah subhanahu wa taala tentunya dengan tahapan-tahapan dengan pertimbangan maslahat dan mudarat ya baru dilakukan tentu ada aturan-aturannya tapi siapa yang mampu melakukan perubahan kemungkaran dengan tangannya yang mendatangkan maslahat tidak menimbulkan mudrat yang lebih besar maka wajib dia lakukan selama itu di bawah wewenangnya ya. Adapun kalau wewenang penguasa, maka tidak boleh kita masuk dalam wewenang tersebut ya. Ada orang mencuri kita potong tangannya enggak boleh. Ini urusan penguasa, Ustaz. Penguasa tidak kerjakan urusan mereka dengan Allah. Ini di luar wewenang. Ini wewenang apa? Hukum had. Wewenang pengu penguasa. Ya. Oleh karenanya ee para anbiya dahulu ee mengingkari kemungkaran dengan tangan mereka. Contohnya seperti Nabi Ibrahim Alaih Salam kemudian menghancurkan patung-patung. Ya, sebagaimana kita tahu kisahnya sampai akhirnya dia mau dibakar oleh kaumnya. Akhirnya Allah selamatkan. Demikian juga misalnya Nabi Musa ketika melihat ee umatnya menyembah sapi, maka dia pun akhirnya membakar sapi-sapi tersebut ya dihancurkan kemudian dia buang ke ee dia apa namanya? Dia buang ke laut merah atau dia hancurkan dia bakar patung sapi tersebut. Ya, demikian juga Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika di Makkah Rasulullah tidak bisa bernahi mungkar. Di Makkah ada Ka'bah, di sekelilingnya ada 360 berhala. Rasulullah tidak bisa menjatuhkan satu berhala pun. Kenapa? Di luar kemampuan. Di luar kemampuan. Tetapi ketika Makkah sudah dikuasai oleh Nabi, ketika fatung Makkah, maka Rasulullah hancurkan patung tersebut satu-satu sambil membacakan firman Allah. Waqul jaal haqqu wazahaqal batil. Dan katakanlah, "Telah datang kebenaran dan telah sirna kebatilan." Ya. Maka Rasulullah pun menunjukkan tongkatnya ke patung-patung. Maka patungang tersebut dijatuhkan satu-satu. Bahkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kirim Khalid bin Walid untuk menghancurkan berhala-berhala yang ada di sekitar kota Makkah. Di antaranya Khalid bin Walid disuruh menghancurkan berhala Al-Uzza. Al-Uzza. Ya. Maka Khalid bin Walid kemudian hancurkan berhala Uzza. U-uzza kalau tidak salah berupa pohon-pohon ditebang. Kemudian Khalid bin Walid balik. Kata Rasulullah, "Belum kau belum menghancurkan Uzza." Ternyata ada jin perempuan di situ kelihatan. Kemudian datang Khalid bin Walid kemudian menghantam perempuan tersebut. Itulah Uzza. Jadi selama ini orang-orang mungkin mendengar suara dari pohon-pohon tersebut ada yang nempati ya. Ada yang nempati mungkin dengar suara ada yang nempati. Tapi intinya Rasulullah ketika di Makkah tidak bisa bernahi mungkar hanya mengingkari dengan lisan. Tetapi ketika di Fatu Makkah beliau bisa mengingkari dengan tangan. Tapi demikian saja kajian kita. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.