Transcript
zHb4YT96UPg • Syarah Kitab Ar-Riqaq #32: Telaga Nabi - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2590_zHb4YT96UPg.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufihin
ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman lisan wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasuluh ila
ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Pada kesempatan kali ini kita akan bahas
bab terakhir dari kitabur riqa
babun fil haud yaitu bab tentang telaga
Nabi sallallahu alaihi wasallam
waqulillahi taala dan firman Allah
subhanahu wa taala inna aainakal kautsar
sesungguhnya kami telah menganugerahkan
kepada engkau al-kautsar
ee al-haud disebut juga oleh sebagian
ulama dengan alkaautsar.
Ee
karena al-Haut maknanya adalah majmaul
ma, yaitu telaga. Kalau bahasa kitaah
telaga. Telaga yang Allah siapkan
buat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan
para pengikutnya pada hari kiamat kelak.
Dan para ulama berselisih pendapat di
mana lokasi al-haud tersebut. Ya, secara
umum ada tiga pendapat. Ada yang
mengatakan di padang mahsyar sebelum
melewati sirat dan ada yang berpendapat
setelah sirat dan ini pendapat condong
kepadanya al Imam Al Bukhari
rahimahullahu taala dan pendapat
isyaratkan oleh Al-Qurtubi yaitu dua,
satu di padang mahsyar, satu di setelah
haud. Namun yang lebih tepat, wallahuam
bisawab pendapat mayoritas ulama
bahwasanya telaga Nabi berada di padang
mahsyar yang di mana orang-orang sedang
kehusan ketika itu dan membutuhkan
minum. Maka mereka berdatangan ke telaga
Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk
minum dari telaga Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Dan disebut juga dengan Al-Kautsar
sebagaimana pendapat sebagian ulama,
karena sumber airnya berasal dari sungai
di surga. Dan Al-Kautsar adalah sungai
di surga yang Allah khususkan buat Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Allah
berfirman, "Inna aainakal kautsar."
Sesungguhnya kami telah menganugerahkan
kepada engkau alkautsar. Dan alkautsar
maknanya adalah alkhairul katsir, yaitu
kebaikan yang banyak.
Dan ee
telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam
ada mizaban. Ada dua talang air. Satu
dari emas, satu dari perak. Kemudian air
mengalir dari talang tersebut masuk ke
telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Nah, air tersebut dari surga itu dari
sungai Alkautsar.
Sungai Al-Kautsar. Dan dalil-dalil juga
menunjukkan bahwasanya setiap nabi ada
telaganya.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"In inna likulli nabiyin hadon wa
innahum yatabahauna
eh
ayyuhum aksaru waridan
wa arju an akuna aksara tabian atau
aksara tabaan kata nabi tabian kata nabi
kata nabi sallallahu alaihi wasallam
setiap nabi ada telaganya dan mereka
berbangga-bangga jumlah mereka yang
banyak paling banyak datang ke telaga
tersebut. Wa arju akuna aksarahum
tabian. Dan aku berharap akulah yang
paling banyak pendatangnya yang datang
ke mana? Ke telaga tersebut.
Dan disebut dalam sebagian hadis ada
telaga sebagian nabi yang datang cuma
sekelompok orang. Ada nabi yang
telaganya cuma datang cuma sekian orang.
Ada yang cuma tiga orang. Ada yang dua
orang. Ada nabi telaganya enggak ada
orang yang datang.
Ada nabi yang telaganya enggak ada orang
yang datang.
karena mungkin enggak ada pengikutnya.
Dan ini sama seperti dalam hadis yang
masyhur ketika Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam diperlihatkan
kepada
Nabi tentang para nabi-nabi yang lain.
Kata Rasul Sallahu Alaih Wasallam, "Aku
melihat ada nabi yang pengikutnya banyak
yaitu ternyata pengikut Nabi Musa." Nabi
Musa pengikutnya banyak. Faid sawadun
adim. Aku lihat jumlah yang sangat
banyak.
Musau
maka dikatakan kepadaku, itu tadi bukan
umatmu yang banyak tadi, tapi itu Musa
Alaih Salam dan pengikutnya.
Kemudian ada Nabi maahu ada nabi yang
pengikutnya cuma 3 sampai 9 orang. Itu
sekelompok orang sedikit. W nabiya maahu
rajulan warajulanin. Ada nabi yang
pengikutnya cuma dua, ada nabi
pengikutnya cuma satu. W nabiya waaisa
mau ahad. Dan ada nabi tidak ada
pengikutnya sama sekali. Kemungkinan
nabi inilah yang tadi telaganya kosong.
Yang tidak ada pengikutnya ini. Yang
telaganya tidak ada orang.
Dan ini sering saya sampaikan dalil
bahwasanya kebenaran tidak diukur dengan
jumlah yang terbanyak. Bisa jadi
kebenaran pengikutnya banyak, bisa jadi
kebenaran pengikutnya sedikit.
Karena di zaman Nabi tertentu ada yang
cuma il. Di zaman Nabi tertentu ada yang
cuma pengikutnya dua orang. Ada yang
cuma satu orang dan ada yang tidak punya
pengikut sama sekali. Di zaman Nabi Isa
Alaih Salam cuma murid 12 dikejar-kejar
oleh Romawi dan Yahudi yang hasad kepada
Nabi Isa Alaih Salam.
Maka ee seseorang
mengenal kebenaran bukan dengan jumlah
yang banyak, tapi dengan dalil. Dengan
apa? Dalil. Ya. Bukan berarti juga kalau
jumlahnya sedikit pasti benar. Banyak
orang juga yang sesat pengikutnya apa?
Sedikit. Ya. Tapi kebenaran di di di
dikenali dengan dalil bukan dengan
jumlah ee pengikut ya. Ya
[Musik]
alaikum bi thqil huda.
Alaika bi thqil huda. Wala tastauhis
biqillatisikin. Hendaknya kau mengikuti
jalan kebenaran dan jangan kau merasa
sedih dengan sedikit yang menempuhnya.
Waakaqalah
wikin.
Dan waspadalah engkau dari jalan-jalan
kesesatan. Dan jangan kau terpedaya
dengan banyaknya pengikut. Jangan
terpedaya dengan banyaknya apa?
Pengikut. Ternyata ada nabi yang
telaganya cuma satu orang dan ada nabi
yang tidak ada telaganya tidak ada yang
datang sama sama sekali.
Dan datang dalam hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Rasulullah sallallahu
alaii wasallam ketika datang orang-orang
menuju ke telaga Nabi, Nabi usir, Nabi
menghalangi karena bukan dari pengikut
Nabi. Kalau pengikut Nabi Nabi kenal
yaitu dengan gurran muhajjalina min aril
wudu. Setiap pengikut Nabi pasti ada
cahaya di wajah, di kaki, dan di tangan,
yaitu bekas wudu. Jadi kalau ada orang
datang mau minum dari telaga Nabi,
ternyata tidak ada tandanya, Rasulullah
suruh pergi.
Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan
dalam Fathul Bari itu bukan karena Nabi
pelit dengan air telaganya, bukan.
Tetapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
menghargai nabi-nabi yang lain. Jangan
minum sama nabi kalian, jangan sama
nabi, jangan telagaku. Nabi dia juga
nunggu apa pengikutnya. Jangan salah
kamu pergi ke nabi-nabi kalian. Mungkin
kalau ada umat nabi lain pengin mampir
ke telaga Nabi, kata Nabi, "Sana, sana,
sana." Ya, supaya nabi-nabi yang lain
juga ada yang datangi tela telaganya.
Ini menunjukkan bagaimana perhatian Nabi
kepada saudara-saudaranya dari nabi-nabi
yang yang lain. Bukan karena pelit. Kata
Ibnu Hajar rahimahullahu taala.
Kita bacakan hadisnya banyak sekali.
Mudah-mudahan kita bisa selesai ya.
Waqala Abdullah bin Zaid q Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Isbiru
hatta talquni alal haud."
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Bersabarlah sampai kalian bertemu
denganku di telaga." Ya, hadis ini
mengisyaratkan tentang hadis yang Rasul
sahu alaihi wasallam menjelaskan,
"Sayakunu ya ba'di alaikum ararah atau
maknanya seperti itu bahwasanya akan ada
setelahku
yang di mana ada muncul
penguasa-penguasa yang melakukan
ararah." Asarah itu ditafsirkan dua,
yaitu maknanya asarah. Di antaranya
maknanya adalah hanya mengutamakan diri
mereka,
memanfaatkan harta negara untuk diri
mereka
yang harusnya itu adalah kepentingan
umum. Mereka manfaatkan untuk diri
mereka sendiri, untuk keluarga mereka
sendiri. Akan datang penguasa-penguasa
seperti itu kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam setelahku akan datang
penguasa-penguasa yang modelnya hanya
untuknya kepentingan umum mereka ambil
untuk diri mereka sendiri
untuk diri mereka, untuk keluarga mereka
untuk kolega mereka.
Kata Rasulullah, "Sabarlah." Sebagian
lagi dalam ditafsirkan asarah yaitu akan
datang penguasa-penguasa yang mengangkat
pejabat-pejabat
yang tidak layak jadi pejabat.
Sebenarnya masih ada yang lebih
berhak tapi tidak diangkat. Yang
diangkat orang-orang yang
condong kepadanya atau membelanya atau
nepotisme atau koleganya. Akan datang
seperti ini kata Nabi, isbiru sabar
yaitu jangan berontak,
jangan melakukan kerusakan di atas muka
bumi. Sabar ya. Hatta talquni alal haud
sampai kalian bertemu aku di telaga.
Jadi salah satu sebab bertemu dengan
Nabi di telaga bersabar ya. Bersabar
jangan melakukan pemberontakan. Karena
pemberontakan pasti menimbulkan
kerusakan yang lebih parah.
Kerusakan lebih parah. yang rugi
semuanya yang dan dan yang yang lebih
dirugikan biasanya rakyat ya. Yang
dirugikan biasanya apa? rakyat. Dan ini
sudah terjadi di negara-negara banyak
ya. Ketika tidak sabar melakukan
pemberontakan akhirnya pertumpahan darah
hancur-hancuran
jadi rakyat yang di kasihani oleh
negara-negara lain terjadi
maka sabar. Sebaliknya demikian juga
dalam hadis Rasul sahu al wasallam
bersabda
ya sayakunu alaikum umarurunakum
bimaalun
bikihim faahum falaisa minniastu minhu
walan yaridu walan yarida alayal ha.
Sebaliknya kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Akan datang
setelahku para umara, pemimpin-pemimpin
yang mereka
memerintahkan apa yang tidak mereka
kerjakan.
Memerintahkan kepada integritas padahal
paling kurang ajar ya. Yang
memerintahkan kepada nasionalisme
padahal paling tidak nasionalis." Akan
muncul penguasa-penguasa seperti itu
yang mereka memerintahkan apa yang tidak
mereka kerjakan. Ingat kata Nabi, "Faman
shoddaqahum." Siapa yang membenarkan
mereka? Mengaminkan seluruh perkataan
mereka.
Bikadziihim, padahal mereka berdusta.
Waahum alulmhim. Bahkan membantu
penguasa dalam menjalankan kezaliman
mereka. Perhatikan. Falaisa minni. Maka
orang seperti ini yang jadi penjilat
kepada penguasa atas segala kesalahan
mereka, maka dia bukan dari dar dari
dariku. Walastu minhu dan aku bukan
darinya. Walan yarida alal ha. Dan dia
tidak akan mendatangi aku di telaga.
Jadi Rasulullah ingatkan ada dua model
kelompok yang tidak akan datang di
telaga Nabi. Kelompok pertama yang tidak
sabar dengan kezaliman apa? Penguasa.
tidak sabar sehingga melakukan
pemberontakan, menumpahkan darah,
melakukan kerusakan ini tidak sabar ya
sabar ya. Seharusnya bagaimana jalan
keluarnya? Ya nti dengan cara yang
semaksimal yang kau bisa lakukan.
Beribadah dengan baik, berdoa kepada
Allah sampai Allah yang rubah kondi
kondisi tidak melakukan pemberontakan.
Kelompok yang kedua sebaliknya
menjadi penjilat kepada penguasa
membenarkan seluruh pernyataan apa
penguasa meskipun dalam kondisi salah
penguasa tersebut. Kalau penguasa benar
ya semua orang setuju. Tapi kalau
penguasa salah berbuat zalim
keputusannya adalah tidak benar kemudian
berdusta kemudian diaminkan diaminkan
semuanya ini juga tidak akan mendatangi
telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka ahlusunah di antara keduanya.
Di antara keduanya.
Kalau penguasa menyeruh kepada kebaikan,
kita taat. Kalau penguasa menyeruh
kepada keburukan, kata Nabi, "La taat
makhlukin fi maksiatil khq." Tidak ada
ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah.
Tapi jangan m rontak, jangan melakukan
kerusakan. Sabar kalau pengin ketemu
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam
di telaganya.
Ya, tapi bukan juga sebaliknya.
mengaminkan mendukung seluruh apa yang
ditetapkan oleh penguasa. Kalau ternyata
salah, apa semua keputusan penguasa
pasti benar? Tentu tidak. Ya, tidak. Ada
yang benar, ada yang sa salah. Kalau
benar kita dukung, kalau salah jangan
dukung.
Jangan cari muka. Ya, jangan jadi
penjilat
memuji-muji yang tidak pantas untuk
dipuji. Ya, nanti tidak akan mendatangi
Nabi sallallahu alaihi wasallam di
telaganya. Maka hidup ini ujian.
Semua diuji.
Rakyat diuji dengan penguasa, penguasa
diuji dengan rakyat.
Maka seorang berusaha
menghadapi ujian tersebut dengan baik.
Bagaimana cara menghadapi ujian dengan
baik? Ikut koridor yang telah ditetapkan
oleh syariat. Dan semua sunah Nabi
berkah. Semua sunah Nabi pasti berkah.
Ikuti jalan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Nabi bilang sabar. Sabar.
Jika tidak sabar, maka problem pertama
biasanya dampaknya buruk di dunia. Yang
kedua masalahnya di akhirat tidak bisa
mendatangi siapa? Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Di dunia sudah lihat betapa banyak
kerusakan yang terjadi
di akhirat tidak mendatangi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan terlalu
banyak pembahasan tentang ini. Sudah
sering dibahas oleh para ustaz.
Bagaimana sikap yang benar ketika di
atas di zaman fitnah tayib.
Kita akan bacakan hadis-hadis tentang
telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ee
dan sudah saya sampaikan tadi al Imam
Ibnu Hajar rahimahullah memahami
bahwasanya al Imam albukhari berpendapat
telaga itu setelah sirat. Karena kalau
kita lihat tentang bab-bab dari Kitabur
Rqaq, Al Imam Bukhari membawakan hadis
tentang haud setelah tentang sirat. Pada
pertemuan lalu kita bahas tentang sirat
kan? Tentang sirat, tentang ee jalan
jembatan yang ada di atas neraka
jahanam. Setelah itu baru Imam Bukhari
membawa hadis tentang telaga Nabi. Dan
ini di penghujung Kitabur Riqaq. Dan ini
pendapat sebagian ulama bahwasanya
telaga itu setelah sirat. Namun pendapat
mayoritas bahwasanya telaga sebelum
sirat yaitu di padang ee mahsyar ketika
orang-orang sedang kehausan.
Tib kita bacakan hadisnya. Qala
haddasani Imam Bukhari berkata qala
haddasani Yahya bin Hammad Q haddasana
Abu Awanah an Sulaiman an Syaqiq an
abdillah anin Nabi sallallahu alaihi
wasallam qala ana farum alal haud. Dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau
bersabda aku mendahului kalian di
telaga. Farad maksudnya seorang yang
datang di luar kemudian menyiapkan untuk
orang-orang yang datang belakangan.
Syarat tentang sifat rahmatnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana
Nabi mendahului umatnya untuk menyiapkan
telaga untuk menyambut umatnya yang
datang di telaga. Maka Nabi mengatakan,
"Aku mendahului kalian di telaga. Aku
menanti kalian." Bahasanya seperti itu.
Aku menunggu kalian. Aku menanti kalian.
Aku menyiapkan segalanya buat kalian.
Dan ini menunjukkan bagaimana kasih
sayang Nabi kepada umatnya. Dan Allah
telah berfirman, "Laqad jaakum rasulum
min anfusikum azizun alaihim anittum
harisun alaikum bil mukminin rufur
rahim." Telah datang kepada kalian
seorang nabi yang dia merasa berat. Apa
yang memberatkan kalian? Harisun
alaikum. Dan sangat semangat kebaikan
bagi kalian. Bil mukminina rauf rahim.
Dan sangat sayang dan lembut kepada
orang-orang beriman.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
sangat sayang kepada umatnya yang
dipikirkan selalu umatnya yang dia
doakan selalu apa umatnya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Oleh karenanya eh Allah berfirman,
"Waamu anna fikum rasulallahukum
minal amrium
wakinallah hababaikumikum."
Kata Allah, "Ketahuilah di tengah-tengah
kalian wahai para sahabat, di tengah
kalian ada Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam.
Seandainya Rasulullah mengikuti,
menuruti kalian dalam banyak perkara,
laanitum, kalian akan susah.
Jadi Rasulullah tidak semua keinginan
sahabat Rasul sahu alaihi wasallam
iyakan.
Namanya orang penginnya begini,
penginnya begini. Kalau kita penginnya
semuanya halal. Iya enggak? Pengin semua
halal. Pengin musik halal, pengin joget
halal, pengin urgen halal. Kalau kita
suruh pilih. Tapi itu tidak benar. Tidak
benar. Kata Allah, "Lau yutiukum fiir
minal amri laittum." Kalau Muhammad
sallallahu alaihi wasallam mengikuti
kalian dari keinginan banyak keinginan
kalian akan merepotkan kalian. Justru di
situ bukan jalan kebahagiaan.
Kalau ibu-ibu penginnya halal apa?
Penginnya safar tanpa mahram halal ya.
Penginnya poligami haram. Iya kan?
Ibu-ibu kan? Banyak yang
kalau mau disuruh rubah pengin ini
pengin itu. Tapi ketahuilah apa yang
Allah turunkan itu yang terbaik.
Itu yang terbaik.
Ya, penginnya keluar-keluar rumah sunah,
bukan dalam rumah. Penginnya ibu-ibu
keluyuran sunah.
Sunahnya malah ke kuburan.
Laki-laki juga pinggur sana
kemar-kemari.
Jadi kalau kita mau diikuti keinginan
kita justru merepotkan kita. Makanya
Allah mengatakan firium.
Kalau Rasulullah mengikuti keinginan
kalian banyak akan merepotkan kalian.
Ikuti saja. Tapi Allah akan buat kalian
suka dengan keimanan.
Wahuibikum. Dan Allah akan buat
menghiasi iman tersebut dalam hati
kalian. J saya katakan
ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
sangat sayang kepada umatnya dan apa
yang beliau syariatkan itu melalui
Al-Qur'an atau melalui sunah-sunah Nabi
yang Allah turunkan. Al-Qur'an maupun
sunah Nabi, maka itu adalah yang ter
yang terbaik.
Ya, makanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam terkadang meninggalkan sebagian
sunah khawatir diwajibkan seperti salat
tarawih. Rasul sahu alaihi wasallam
hanya salat beberapa hari. Para sahabat
sudah datang pengin makmum jadi makmum.
Kata Rasulullah, "Saya tahu kalian hadir
tapi saya tidak keluar untuk salat
bersama kalian." Kenapa? Saya khawatir
diwa diwajibkan. Kalau diwajibkan susah
bagi kalian. Rasulullah mikirin kita
khawatir
ya.
Dan di antaranya Rasul Sallahu alaihi
wasallam ketika di hari kiamat kelak
kata beliau, "Ana faratukum alal haud."
Aku akan mendahului kalian di tela
telaga untuk menyambut umatnya.
Dan Rasul sahu alaihi wasallam mengenal
umatnya. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Inna umtium
wudu." "Sesungguhnya umatku
akan dipanggil pada hari kiamat kelak."
Gurran muhajjalin dalam kondisi
bercahaya dari di bekas wudu mana
cahayanya? Wajah bercahaya bekas wudu,
wajah, kemudian tangan-tangan sama ka
kaki. Maka di antara sebab seorang
dimudahkan untuk ke telaga adalah dengan
berwudu yaitu perhatian dengan wudu.
Tib. Hadis berikutnya al Imam Bukhari
berkata, "Wa haddasani
Amr bin Ali Q haddasana Muhammad bin
Jafar hadana
wailin abdillahu
Nabi wasam
ana farukum alku mendahului kalian di
telagaunum
akan diperlihatkan kepadaku sekelompok
orang dari kalian ketika Rasulullah
sedang menanti di telaga tiba-tiba
muncul sekelompok orang
layuktalajunna
duni maka tiba-tiba mereka ditarik
ukhtuliju atau yukhtalaju maksudnya
yunzaun dicabut atau yujabun ditarik
jadi mereka sudah menuju ke Nabi dan
kata Nabi bersamaku berjalan menuju
kepada Nabi, bersama Nabi tiba-tiba di
ditarikin.
Faakulu ya rabbi ashabi. Maka aku
berkata, "Ya Rabbku, mereka
sahabat-sahabatku."
Fayuqala fayu innaka tadri ma ahdu
ba'dak. Maka dikatakan, ada se riwayat
mengatakan malaikat yang menjawab
berkata, "Innaka la tadri ma ahdatu
ba'dak." kau tidak tahu apa yang mereka
ada-adakan sepeninggalmu.
Yaitu orang-orang ini melakukan bidah,
melakukan hal-hal baru sehingga kemudian
tidak pantas untuk minum dari telaga
Nabi. Maka dicabut, ditarik. Padahal
Nabi kenal mereka. Nabi kenal kenal
mereka. Dalam hadis ini kata Rasulull
sahu alaihi wasallam, rijalun yaitu
sekelompok orang lelaki.
Kenapa mereka ditarik? Ternyata mereka
melakukan ihdas, melakukan bidah.
Setelah wafatnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya
tabaahu Asim bin Abi Wail waqala Husain
an Abi Wail an Hudzaifah anin Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Jadi dalil
bahwasanya di antara sebab orang
terhalangi dari minum telaga Nabi
sallallahu alaihi wasallam adalah
melakukan hal-hal baru dalam agama
dan
ee Nabi mengenal mereka ya. Makanya Nabi
Nabi berkata, "Ya Rabbi ashabi, mereka
sahabat-sahabatku." Tapi kata malaikat,
"Kau tidak tahu apa yang mereka kerjakan
setelah engkau mereka ada-adakan." Ini
dalil bahwasanya Nabi tidak mengetahui
apa yang terjadi setelah wafatnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya, Nabi
tidak tahu. Makanya Nabi heran kenapa
mereka dilarang. Maka dikatakan innaka
la tadri. Kau tidak tahu. Kau tidak
tidak tahu. Bahkan dalam sebagian
riwayat Rasulullah ee mengatakan
faakulu kama qalal abdush. Sebagaimana
hamba yang saleh yaitu Isa alaihi salam
berkata,
"Wakuntu alaikum syahidan alaihim
syahidan maumtu fihim falam tawaitani
kunta anqiba alaihim
wa anta alain syahid."
Ya. Kata Rasulullah, "Aku berkata
sebagaimana Nabi Isa Alaih Salam
dulu ketika aku masih hidup aku bisa
mengawasi mereka. Tatkala engkau angkat
aku atau engkau wafatkan aku, Engkau, ya
Allah yang menjadi pengawas bagi mereka
dan engkau Engkau maha mengetahui apa
yang mereka lakukan."
Sebagaimana Nabi Isa alaihi salam tidak
tahu apa yang dilakukan oleh umatnya
setelah beliau meninggal. Makanya ketika
Nabi Isa dihadirkan pada hari kiamat
kelak di hadapan orang-orang Nasra,
Allah bertanya, "Wahai Isa bin Maryam,
anta linasiuni wa umiini minunillah?"
Apakah kau pernah menyuruh kepada
umatmu, "Jadikan aku dan ibuku sebagai
tuhan-tuhan selain Allah?" Kata Nabi
Isa, "Gak pernah, ya Allah.
Saya enggak pernah nyuruh mereka jadikan
saya Tuhan atau suruh ibu saya jadi
apa?" Tuhan.
Saya enggak pernah.
Ma qulu lahum illa ma amartani
bihibudullahabi warbakum. Aku tidak
pernah sampaikan kepada mereka kecuali
apa yang kau perintahkan kepadaku.
Sembahlah Rabbku dan Rabb kalian yaitu
Allah Subhanahu wa taala. Itu selalu
tauhid yang aku sampaikan. Gak pernah
aku suruh nasra umatku menyuruh jadikan
aku Tuhan atau ibuku sebagai Tuhan.
Kemudian Nabi Isa berlepas diri. Dia
berkata, "Wa kuntu alaihim syahidan ma
dumtu fihim."
Waktu aku masih sama mereka, aku
menyaksikan mereka selama saya masih
sama mereka dan aku tidak pernah nyuruh
sama sekali.
Tatkala kau angkat aku, aku gak tahu apa
yang terjadi. Kunta anqiba alaihim.
Engkaulah yang mengawasi mereka. J Nabi
Isa berlepas diri. Saya enggak pernah
nyuruh mereka dan saya tidak tahu apa
yang terjadi setelah setelah kau angkat
engkau engkau angkat aku. Dan demikian
juga Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Nabi tidak tahu apa yang dilakukan
umatnya setelah Nabi mening meninggal.
Makanya ketika Nabi bilang, "Loh, kok
diambil? Kenapa dijauhkan dari telaga?"
Maka jawabannya, "Innaka la tadri ma
ahdasu ba'dak." Kau tidak tahu apa yang
mereka lakukan setelah engkau meninggal
du dunia. Bidah yang mereka lakukan.
Maka dalil-dalil ini menunjukkan
bahwasanya Nabi tidak tahu apa yang
terjadi setelah Nabi meninggal dunia.
Bukan seperti orang-orang sufi khurafat
yang bilang Nabi keluar dari kuburan
jalan-jalan ke Surabaya, putar-putar ke
lewat Surabaya. Kemudian Jakarta
ditinggalkan
tidak lewat Bekasi. Kenapa enggak ke
Bekasi? Bekasi lebih ramai umatnya. Umat
Bekasi lebih ramai atau umat Surabaya?
Mana lebih jumlahnya lebih banyak?
Bekasi atau Surabaya?
Bekasi lah ya. Belum umat Jakarta
banyak.
Enggak
ada tuh Nabi keluar-keluar tengok sana
jalan sini jalan sini jalan ke sana
kemari ikut acara maulid. Ini khurafat
semua khurafat. Kalau Nabi setiap keluar
keluar keluar Nabi tahu enggak kondisi
umatnya? Tahu. Kalau Nabi keluar maka
yang paling utama dia temui siapa?
Putrinya Fatimah radhiallahu taala anha.
Sementara Nabi tidak pernah keluar
ketemu putrinya sampai Fatimah sakit.
Setelah Nabi meninggal dunia, Fatimah
sedih, sakit 6 bulan kemudian meninggal
nyusul.
Kalau Nabi bisa keluar-keluar, Nabi
pasti jalan-jalan ketemu istrinya yang
dia cintai. Siapa? Ada sembilan.
Aisyah. Di antaranya
ini Nabi tidak pernah keluar ketemu
Aisyah, tidak pernah ketemu Sofiah,
tidak pernah ketemu Ummu Salamah, tidak
pernah ketemu istri-istrinya. Seil orang
tidak pernah ketemu Fatimah, tidak
pernah ketemu dengan sahabatnya Abu
Bakar, Umar, Utsman, Ali, tidak pernah
ketemu dengan
mantu-mantunya
[Musik]
ya. Tidak pernah ketemu dengan
mertuanya, enggak pernah ketemu dengan
sahabatnya.
Ketika terjadi peristiwa besar-besar,
terjadi
orang murtad besar-besar, Nabi tidak
pernah keluar nasihati. Terjadi
perselisihan Muawiyah dengan Ali. Rasul
sahu alaihi wasallam juga tidak pernah
keluar. kasih nasihat. Gak pernah. Gak
pernah keluar ketemu Imam Syafi'i.
Enggak pernah gak pernah keluar ketemu
dengan Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Abu
Hanifah. Terus keluar tahun 2001
ketemu ada satu orang ngaku-ngaku nabi
keluar dari kuburannya ketemu dia. Luar
biasa ini orang luar biasa
ngala-ngalahin para sahabat.
[Musik]
Oleh karenanya
ini hadis jelas. Innaka la tadri ma
ahdasu ba'da. Kau tidak tahu apa yang
mereka kerjakan setelah engkau. Ya.
[Musik]
Tayib.
Kita lanjutkan hadis berikutnya.
[Musik]
Imam Bukhari berkata Qana Musaddad Q
Yahya an Ubaidillah q had nafi an ibni
Umar an Nabi sallallahu alaihi wasallam
q amamakum haun kama baina jarba wauh.
Di depan kalian ada telaga
seperti antara Jarba dan Azroh. Jarba
dan Azro ini dua kota
yang ada di negeri Syam
dan berdekatan.
Dalam sebagian riwayat yaitu ya Ibnu
Hajar sebut dalam Fathul Bari yaitu eh
arduha arduhu
ee lebarnya telaga itu
ee antara kalian itu di Madinah sampai
Jarba dan Azrah yaitu antara Madinah
sampai negeri Syam. Ya,
[Musik]
ini Rasulullah menjelaskan tentang apa?
Tentang lebarnya atau panjangnya telaga
Nabi, yaitu dari Madinah sampai Syam.
Ini sampai Syam sekitar 1000an kilo.
1000an kilo. Adapun Jarba dan Azruh, dua
kota yang berdekatan di negeri Syam.
Hadis berikutnya. Qala hadasani Amr bin
Muhammad. Qala hadasana Husim qala
akhbarana Abu Bisyr Atha ibn Saib an
Said ibn Jubair an ibni Abbasin
radhiallahu anhu
qala alkautsar alkhairul katsir. Jadi
Ibnu Abbas alkautsar maknanya adalah
kebaikan yang banyak.
yang Allah berikan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Q Abu Bisyir
qulu said kata Abu Bisyir, "Aku berkata
kepada Said bin Zubair." Said bin Zubair
maksudnya muridnya Ibnu Abbas. Inna
unasan yazumuna annahu nahrun fil
jannah. Orang-orang menyangka alkautsar
adalah sungai di surga. Qala said,
annahrulladzi fil jannah minal
khairilladzi aullahu iyah.
Ee kata Said bin Zubair, sungai yang ada
di surga termasuk kebaikan yang banyak
yang Allah berikan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Jadi Allah
berikan kebaikan yang banyak kepada
Nabi. Di antaranya alkautsar, di
antaranya telaga Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan kita disebut tadi
bahwasanya di antara pendapat telaga
Nabi disebut juga dengan apa? Alkautsar.
Kenapa disebut Al-Kautsar? Ditinjau dari
sumber airnya berasal dari sungai
Al-Kautsar.
[Musik]
Oleh karenanya
airnya tidak sama dengan jenis air di
dunia ya. Tidak sama dengan jenis air di
dunia karena berasal dari sungai di
surga. Makanya nanti disebutkan lebih
manis daripada madu, lebih putih
daripada susu. Ya.
Tib.
Hadis berikutnya. Al Imam Bukhari
berkata, Qana Said bin Abi Maryam Q Nafi
bin Umar an ibni Abi Mulaikah Q Abdullah
bin Amr radhiallahu anhuma qala Nabi
sallallahu alaihi wasallam haudi
masiratu syahrin
telagaku jauhnya sejarak sebulan
perjalanan mauhu aby minal laban airnya
lebih putih daripada susu waru atu minal
mis dan aromanya lebih wangi daripada
minyak kesturianuama
dan gelas-gelasnya nya seperti jumlah
bintang-bintang di langit. Manyariba
minha fala yadma abada. Siapa yang sudah
minum darinya tidak akan haus
selama-lamanya.
Ini tadi saya katakan karena sumber
airnya berasal dari
surga maka tidak sama dengan di dunia.
Makanya lebih putih daripada susu ya.
Kemudian wanginya lebih wangi daripada
minyak kesturi. Minyak kesturi ini
adalah minyak paling wangi di dunia. Ya,
paling paling ini lebih wangi lagi
daripada minyak kesturik. Kemudian
cangkirnya
seperti jumlah bintang-bintang di langit
banyak. Maksudnya jumlah bintang di
langit ba
nanti umat Nabi sangat banyak yang ke
telaga telaga Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Nah, kalau gelasnya cuma 10
kan antri nanti ya. Enggak. Makanya
gelasnya banyak biar enggak ngantri.
Biar enggak enggak ngantri
ngambil banyak, luas lebar. Tapi kalau
telaganya sedikit ngantri ya
ngantri. Baru minum dipanggil buat
hisab.
Tapi kalau ramai banyak kan senang
enggak usah ngantri banyak semuanya
minum luas. Mau di sebelah situ, sebelah
sini, sebelah sini. Banyak. Sampai ada
yang perntanya saya, "Ustadz, boleh
enggak berenang di situ?" Ya, minta izin
aja sama Nabi.
Kalau mau berenang situ, silakan.
[Musik]
intinya gelasnya sangat sangat banyak
dan sangat luas.
Ee
siapa yang minum darinya tidak akan haus
selama-lamanya.
Ya, siapa yang minum darinya tidak akan
haus selama-lamanya. Oleh karenanya
dari seorang sahabat mengatakan, "Saya
mendapati ajaiz
para wanita-wanita tua." Kata kalau
enggak salah kata Anas bin Malik
radhiallahu anhu, "Aku mendapati para
wanita-wanita tua di Kota Madinah.
Mereka selalu berdoa kalau salat, "Ya
Allah datangkanlah kami ke telaga Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Ya, agar
bisa minum dari telaga Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Di antara doa yang
dimintai oleh para salaf
agar bisa minum dari telaga Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Semoga Allah
mendatangkan kita semuanya di telaga
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Tiib. Hadis berikutnya. Qala hadasana
Said bin Ufair qala haddasani Ibnu
Wahbin an Yunus qala Ibnu Syihab
haddasani Anas ibnu Malik.
Anna Rasul sahu alaih wasallam qanya
Rasul wasallam bersabda innaqi kama
baina ailata was minal yaman.
Sesungguhnya ukuran telagaku dari ailah.
Ailah itu di Syam.
Syam itu maksudnya tabuk ke atas ya.
Dari Syam sampai Sona di Yaman.
Sona di negeri Yaman yaitu dari Syam ke
Yaman mungkin 2000 kilo. Mungkin 2000
km.
Wa inna fihi minal abariq. Dan di situ
ada teko-teko atau apa namanya?
Ceret apa? Ceret kan? ceret-ceret ke ada
di nujum sama sebagaimana jumlah bintang
di langit. Jadi gelasnya juga banyak,
teko-tekonya juga banyak.
Di sini Rasulullah menyebutkan kalau
tadi Rasulullah menyebutkan antara
Madinah sampai
Azruh atau itu sekitar 1000an kilo. Di
sini Rasulullah sebutin dari Syam sampai
Yaman sekitar 2.000 kilo.
Maka sebah mengatakan pendapat yang
lebih kuat s disebut oleh Ibnu Hajar
juga. Jadi Allah kabarkan pertama
jaraknya sekitar 1000 kilo kemudian
Allah tambahkan lagi sampai jaraknya
sekitar 2.000 kilo. Maksudnya telaga
Nabi sangat luas ya. 2000 kilo panjang
dan zawayahu sawa kata kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam yaitu
pojok-pojokannya semua sama sehingga ada
yang mengatakan bentuknya bujur sangkar
itu 2000 kilo 2000 kilo kurang lebih
[Musik]
hadis berikutnya qadan abul walid q
hadan hamam an qatada an anas anin nabi
shallallahu alaihi wasallam ha qq
haddasana hudbah bin Khalid Q haddasana
Hamam q hadana Qatadah q hadasana Anas
bin Malik Nabi sallallahu alaihi
wasallam q bainama ana asiru fil jannah
kata Rasul sahu alaihi wasallam ketika
aku berjalan di surga id ana binaharin
hafatahu
kibabud dur almujawaf
qulu maza ya Jibril qala hadal kautsar
alladzi auka
faidzainuhu
miskun adfar syakka hudbah
Ketika aku berjalan di surga, tiba-tiba
aku melihat ada sebuah sungai yang
pinggirannya kibab dur. Yaitu seperti
kubah-kubah dari dur. Jadi apa? Ee
mutiara ya.
Almujawaf yang ee
lubang berongga
ini pinggiran sungai tersebut. Aku
berkata, "Wahai Jibril, apa ini?" Jibril
mengata, "Alkautsar." Itu sungai
Alkautsar yang ada di mana? Di surga
yang Allah telah berikan kepada engkau.
Tiba-tiba aku lihat ternyata tinuhu
yaitu
pasir apa? Pasirnya atau tanahnya yang
tin itu maksudnya tanah bercampur dengan
air. Lumpurnya kalau bahasa kita ya.
Lumpurnya atau tibu atau aromanya
seperti minyak kesuri.
Khutbah perawi ragu. Apakah Rasulullah
sebutkan lumpurnya atau Rasulullah
sebutkan aromanya. Ini dalil bahwasanya
Al-Kautsar sungai. Sungai di mana? Di
surga. Adapun haud bukan di surga. Jadi
beda antara Alkautsar dengan telaga.
Bukan bukan dua perkara yang sama. Beda.
Al-Kautsar di mana? Di surga. Al-Haud di
mana? Di padang mah M mahsyar. Tetapi
sumber air dari al-Haud dari mana? Dari
Kautsar.
Hadis berikutnya. Q hadisana Muslim bin
Ibrahim. Q hadisanahab. had abdul aziz
nabi wasam
alkan
datang sungguh-sungguh akan datang
sekelompok orang dari sahabatku menuju
telaga hatta
hatta arum sampai aku kenali mereka jadi
mereka dari jauh sudah dekat sudah
sampai aku kenali mereka berarti sudah
dekat ke telaga itu dari jauh jalan
menuju pada nabi sudah dekat Rasulullah
kenal
ukhtuli judun tiba-tiba mereka dicabut
dariku Faakulu ashabi. Maka bilang, "Itu
adalah sahabat-sahabatku." Fayaqul. Maka
malaikat berkata, "La tadri ma ahdasu
ba'dak." Kau tidak tahu apa yang mereka
ada-adakan peninggalmu. Itu dilarang.
Tadinya sudah menuju telaga kemudian
dicabut menuju neraka. Akan datang hadis
yang lain
itu ditarik menuju neraka jahanam.
Hadis berikutnya al Imam Bukhari
berkata, "Qala hadasana Said bin Abi
Maryam q hadasana Muhammad bin Muthorif
q hadasani Abu Hazim an Sahal bin Saad
qala Nabi sallallahu alaihi wasallam
inni farum alal haud aku mendahului
kalian aku tunggu kalian di telaga man
mar alai syarib siapa yang melewatiku
dia akan minum dari telaga tersebut
waman syariba lam yadma abada maka siapa
yang sudah minum dia tidak akan haus
selama-lamanya Yaaridanna
alaiwamun. Akan datang kepadaku
sekelompok orang. Arifuhum wifuni aku
kenal mereka dan mereka kenal aku. Itu
Rasulullah kenal di dunia. TMA yuha
baini wainahum. Tiba-tiba dipisahkan
antara aku dengan mereka itu mereka
diambilin
dijauhkan dari telaga Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Hadis berikutnya Imam
Bukhari berkata, "Qala Abu Hazim
fasamiani nuan ibnu Abi Ayyasy qad saml
faqulu naam." Aku ditanya oleh Abu
Ayyasy, kata Nu'man, eh kata Abu Hazim,
Nu'man bin Abi Ayyas berkata, "Apakah
kau mendengar begitu dari Sahal?" "Quam,
demikianlah aku mendengar dari Sahal."
Faqala ashadu ala Abi Said Alkudriu
wahua yazidu fiha. Aku bersaksi atas Abu
Sad Alkudri. Aku mendengar dari
Abu Sad alkhudri wahua yazid. Ada
tambahan fiha, ada tambahan hadisnya.
faqul Rasulullah berkata innahum minni
mereka itu yang diusir itu adalah dariku
fayuqal maka dikatakan kepadaku innaka
tadri ma ahu baaka kau tidak tahu apa
yang mereka lakukan setelah engkau
mereka ada-adakan setelah engkau
meninggal faquulu aku berkata suhqon
suhqon limanaro ba'd maka aku berkata
jauh-jauh
jauhlah orang yang telah merubah
setelahku
waqala Ibnu Abbas Ibnu Abbas menafsirkan
kan suuhkan b'dan suuhkan maknanya
bukdan ya
yuqalu sahiqun baidun sahaqahu wa
ashaqahu ab'adahu itu yuqal maksudnya
perkataan Abu Ubaid Alqasim bin Salam TB
di sini hadis pertama diriwayatkan oleh
Sahal Abu Hazim meriwayatkan dari Sahal
bin Sa'ad jadi hadis tentang haud ini
diriwayatkan oleh sahabat banyak ada
Ibnu Umar, ada Abdullah bin Mas'ud,
ada Sahal bin Sa'ad, ada ee ee Abu Said
Al-Khudri, ada Anas bin Malik. Sampai
Ibnu Hajar menyebutkan, "Saya hitung 50
sahabat yang meriwayatkan tentang
telaga." Hadis telaga. Berapa sahabat?
50. Ini menunjukkan Nabi sering
mengulang-ulangi tentang hadis telaga.
Bahkan Ibnu Hajar mengatakan dalam
Fathul Bari, sebagian ulama ada yang
menyebutkan sampai 80 sahabat. Sebagian
hadis sebagaimana kita ketahui ada yang
meriwayatkan cuma satu sahabat. Ada
hadis satu sahabat. Ini hadis yang
meriwayatkan sampai 50 apa? Sahabat.
menunjukkan Nabi sering
mengulang-ulanginya. Makanya ditanyakan
oleh sebagian sahabat, "Benarkah kau
perah pernah mendengar hadis tentang
haud?" Kata dia, "Saya sering dengar
dari Nabi, bukan sekali, bukan dua kali,
bukan tiga kali. Saya sering dengar Nabi
ulang-ulang tentang hadis apa?"
"Telaga." Berarti Nabi kasih perhatian
terhadap tentang telaga beliau sebagai
kabar gembira kepada umatnya untuk
bersabar. Jangan rubah-rubah agama,
bersabar terhadap penguasa. Dan banyak
hal-hal yang harus diperhatikan agar
bisa minum dari telaga Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Nah, Abu Hazim
meriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad
menyampaikan
bahwasanya
ee
ada orang-orang yang Nabi kenal kemudian
dihalangi. Kemudian Nu'man bin Abi
Ayyasy mengatakan, "Kau begitu dengar
dari Sahal bin Sa'ad." Kata Abu Hazim,
"Iya, saya dengar dari Sahal bin Sa'ad
radhiallahu anhu begini aja." Kata
Nu'man, "Saya dengar dari Abu Said
Alkhudri, sahabat yang lain ada
tambahan." Bukan cuma itu aja, lafal
tambahan yaitu Rasulullah bersabda,
Rasulullah berkata dikatakan kepada
Nabi, "Innaka tadri ma ahdu ba'da." Kau
tidak tahu apa yang mereka ada-adakan
setelah engkau meninggal. Faqul, maka
Nabi berkata, "Suhqon suhqon liman
ba'di." Sungguh jauh. Sungguh jauh.
Yaitu jauh dari rahmat Allah. Orang yang
merubah-rubah setelahku. yaitu
merubah-rubah agama Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Hadis berikutnya,
waqala Ahmad bin Syabib.
Ya,
[Musik]
ee adapun makna sahih di sini ee
al Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu
Abbas, beliau berkata, Ibnu Abbas
menafsirkan suhqan maknanya b'dan.
Karena Rasulullah mengatakan suuhqan
suhqan liman ba'di. Sungguh jauh-sungguh
jauh orang yang berubah-rubah agama
setelahku. Kata Ibnu Abbas, "Suhqan
maknanya adalah b'dan yaitu jauh."
Kemudian yuqal. Ibnu Hajar eh Imam
Bukhari mengatakan yuqal dan dikatakan
sahihun baidun. Ini perkataan dari ee
Abu Abu Ubaidah Alqasim bin Salam. Dan
Imam Bukhari sering menukil para ahli
bahasa dalam menafsirkan makna-makna
lafal-lafal dalam hadis-hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Yaitu dari
kitab-kitab tentang garibul hadis. Ya,
itu makna-makna yang asing. Beliau nukil
perkataan para ahli bahasa. Sahikun
maknanya baidun seperti firman Allah
Subhanahu wa taala.
w yusrik billahi
minamawi
kata Allah dalam surat alhaj ayat 31
siapa yang berbuat syirik kepada Allah
seakan-akan dia jatuh dari langit
kemudian ditangkap oleh burung ya
disambar oleh burung
atau dibawa oleh angin fi makanin sahih
menuju pada tempat sahih, tempat yang
jauh. Menunjukkan sahih secara bahasa
maknanya artinya jauh. Ya, orang yang
sudah di menuju sudah dekat dengan
telaga Nabi tahu-tahu dicabut berarti
dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa
taala.
Hadis berikutnya. Waqala Ahmad bin
Syabib bin Said al habatiu qala hadasana
Abi an Yunus an ibni Syihab an Said ibn
Musayyib an Abi Hurairah annahuana
yuhadditsu anna rasul sahu alaih
wasallam qal. Ini hadis dari Abu
Hurairah sekarang. Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda, "Yaridu alai
yaumalqiamati rohtun min ashabi." Akan
datang kepadaku rohtun sekelompok orang
dari sahabatku sekitar 3 sampai 9 kurang
dari 10.
Jadi ee yang yang benar ada Rasulullah
kenal sekelompok orang sekitar 10 orang
9 orang yang sudah datang dekat
tahu-tahu diusir.
Fayuhallauna anil haud. Kemudian mereka
dihalangi dari telaga. Yuha maksudnya
yumnauna itu dihalangi dari telaga.
Faquulu ya rabbi ashabi. Aku berkata ya
rabku mereka adalah sahabat-sahabatku.
Fayakl maka Allah berkata innaka ilma
laka bima ah ba'da. Kau tidak punya ilmu
tentang apa yang mereka ada-adakan
setelah engkau meninggal. Innahumurtadu
ala adbarihimulqor. Sesungguhnya mereka
mundur ke belakang setelah engkau
meninggal dunia.
Di sini disebutin mereka murtad. Murtad
di sini apa maksudnya? Ada khilaf di
kalangan para ulama. Ada yang mengatakan
murtad benar-benar murtad keluar dari
agama. Dan itu terjadi di zaman setelah
Nabi meninggal dunia. Sebagian orang
murtad di zaman Khalifah Abu Bakar
radhiallahu taala anhu. Tetapi yang
murtad bukan sahabat-sahabat dekat Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sebagian
Arab Badui yang baru masuk Islam. Nabi
kenal mereka ternyata mur murtad. Mereka
tidak mau bayar zakat lagi. Ada yang
menganggap ada nabi baru. Ikuti nabi
baru. Waktu Abu Nabi meninggal dunia
terjadi
kemurtadan besar-besaran. Pemurtadan
besar-besaran. Sebabnya dua, ada muncul
nabi-nabi baru dan banyak pengikut
nabi-nabi baru tersebut seperti pengikut
Musailimah al-Kadzab, kemudian pengikut
Al-Aswad Al-Ansi dan pengikut Thaliha
Al-Asadi ini. Kemudian pengikut Sijah
paling tidak ada empat nabi. Tiga nabi
laki-laki, satu nabi perempuan.
Kemudian sampai disebutkan sijah ketemu
dengan Musailimah. Ayo kita menikah aja.
Maharnya apa? Maharnya salat enggak jadi
lima waktu dikurangi katanya.
Jadi intinya banyak pengikut Nabi Nabi
Ban itu kebanyakannya bukan
sahabat-sahabat Nabi yang dekat, bukan.
Tapi mereka orang-orang yang baru masuk
is Islam dari kalangan Arab Badui.
Sehingga dikatakan murtad sini maksudnya
murtad benar-benar keluar Islam juga.
Demikian juga ada orang-orang tidak mau
bayar zakat lagi. Kata mereka zakat cuma
dibayar di zaman Nabi masih hidup. Sudah
Nabi meninggal enggak ada zakat lagi.
Mereka juga murtad karena menolak hukum
zakat.
Dan Nabi hanya mengatakan sekelompok
orang, tidak sampai 10 orang. Kenapa
saya sampaikan hal ini? Dalam sebagian
riwayat rijal sekelompok orang hanya
rahtun itu tidak sampai 10 orang. Karena
orang-orang Syiah berdalil dengan hadis
ini mereka mengatakan seluruh sahabat
Nabi murtad setelah Nabi meninggal
dunia. Ini kedustaan ya. Yang benar
hadis ini hanya menyebutkan sekelompok
kecil
dan yang memerangi
orang-orang yang bertapa Abu Bakar dan
para sahabat. Makanya Abu Bakar kirim 11
pasukan di antaranya Khalid bin Walid
untuk memerangi orang-orang yang murtad.
Justru mereka bilang imamnya para murtad
adalah Abu Bakar. Kata orang Syiah. L
Abu Bakar ini yang menyerang orang-orang
murtad agar mereka kembali sadar. Justru
orang-orang Syiah mengatakan Abu Bakar
itulah imamnya para orang-orang mur
murtad. Jadi mereka ngawur. Intinya
ada yang mengatakan murtad sini bukannya
kafir bukan. Tapi mereka merubah agama.
Merubah apa agama. Buktinya apa?
Buktinya mereka sempat datang bersama
rombongan yang lain. Berarti mereka
dikenali oleh Nabi dan mungkin masih ada
cahaya di wajah dan apa? Kaki karena
mereka juga berwudu. Cuma mereka
melakukan perubahan-perubahan bidah atau
yang lainnya atau merubah hukum sehingga
mereka tidak pantas untuk minum apa?
Telaga. Intinya ada khilaf di kalangan
empimat murtad ini.
Tapi kita lanjutkan hadis berikutnya. Q
hadana Ahmad bin SH q hadana Ibnu Wahbin
qala akhbarani Yunus an ibni Shihab an
ibnil Musayyab
annahu kana yuhadditsu an ashabin Nabi
sallallahu alaihi wasallam Nabi
sallallahu alaihi wasallam q Rasul sahu
alaih wasallam bersabda yaridu alayal ha
atau yaridu alal ha rijal min ashabi
datang kepada telaga sekelompok orang
dari sahabat-sahabatku beberapa lelaki
dari sahabat-sahabatku fayuha anhum maka
mereka dihalangi dari di ditahan dari
telaga. Faqulu yabbi ashabi. Aku
berkata, "Ya Rabbku, itu
sahabat-sahabatku. Fakulu innaka la ilma
laka bima ahdu ba'dak." Kau tidak punya
ilmu tentang apa yang mereka lakukan.
Ada-adakan setelah perk ahdas itu
maksudnya perkara-perkara baru yang
mereka lakukan setelah kau meninggal
dunia. Inahu album.
Sesungguhnya mereka murtad itu mundur ke
belakang. Mereka mundur ke belakang. Waq
syuaib an zuhri Abu Hurairah yuh Nabi
sallallahu alaihi wasallam faylauna.
Dari riwayat yang lain kata Zuhri, Abu
Hurairah tidak mengatakan yuhalluna
tetapi yujlauna. Yujla artinya diusir.
Kalau yuhalluna artinya dihalang.
Waqala uqa yuhalluna. Adapun Uqail
berkata yuhalluna. Ini menunjukkan ee
amanahnya para perawi. Mereka mengatakan
kalau Abu Hurairah meriwayatkan dengan
yujla. Yuj diusir. Kalau si fulan
meriwayatkan dengan yuhalluna. Maknanya
sama satu diusir, satu dihalangi.
Tapi datang dalam berbagai riwayat.
Waqala Zubaidi an Zuhri an Muhammad ibn
Ali an Ubaidillah bin Abi Rafi an Abi
Hurairah an Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Hadis berikutnya. Qala
hadasana Ibrahim Al Munzir alhiamiyu
qala hadasana Muhammad ibnu Fulaih.
Qadana Abi qala hadasani Hilal bin Ali
an Atha bin Yasar an Abi radhiallahu
anhu. Nabi sallallahu alaihi wasallam
qal.
Jadi ini namanya sanad. Namanya apa?
Sanad agama kita dengan apa? Sanad dari
fulan, dari fulan, semua perawinya ada
biografinya,
sejarahnya. Siqah atau tidak, rawit
riwayatnya bisa diterima atau tidak,
tukang bohong atau tidak, tukang ngibul
atau tidak, ketahuan.
Jadi tidak semua hadis diterima. Harus
dicek apa perawinya. Adapun hadis sahih
Bukhari semua perawinya sudah diseleksi
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam
beliau berkata, "Bainama qoimun zumotun
hatta aruhum khja rajul min baini
winihim." Ketika aku sedang berdiri itu
di telaga, tiba-tiba ada rombongan
sampai aku kenal mereka. Rombongan
tersebut mendekati menuju telaga. Aku
kenal mereka tiba-tiba kharaja rajulun
min baini w tiba seorang keluar di
antara mereka. Ada yang mengatakan
malaikat keluar di antara mereka. faqala
tiba-tiba orang ini bilang, "Halumma
jangan ke situ, ke sini, kemari ke arah
lain." Sudah mendekati telaga, tiba-tiba
ada yang keluar itu malaikat yang
menjelma. "Eh, lewat sini, jangan ke
arah telaga. Lewat sini. Faqulu, aina?"
Mau ke mana? Telaga di sini. Kenapa ke
sana?
Qala ilanar. Menuju neraka. Menuju
neraka. Ya, ini ternyata bukan ke telaga
tapi ke mana? Neraka. Wallahi qulu
w'nuhum. Aku berkata, "Demi Allah,
kenapa mereka diajak ke neraka?" Q
inahumadu baakbarq.
Sesungguhnya mereka mundur ke belakang
setelah kau meninggal dunia.
Kemudian rombongan yang lain, rombongan
kedua. Ketika aku sudah kenal mereka,
tiba-tiba keluar seorang di antara
mereka. Faqumma, ayo ke arah sana. Qullu
aina mau ke mana mereka? Qanar ke
neraka. Wallahium.
Kenapa mereka diajak ke neraka?
Sesungguhnya mereka ini setelah kau
meninggal dunia mereka mundur ke
belakang itu. Mereka merubah, mereka
murtad.
Menurutku tidak ada yang selamat dari
mereka menuju ke telaga kecuali seperti
hamalun hamalin naam. Hammalin naam
maksudnya annaam almuhmalah. yaitu
unta-unta yang tidak ada
ee penggembalanya.
Kebanyakan unta ada penggembalanya.
Kalau ada unta tidak penggembala cuma
sedikit. Artinya kata Nabi, kebanyakan
mereka masuk neraka. Mungkin ada yang
selamat sedikit yang bisa ke telaga.
Tapi menurutku semuanya akan dibawa ke
neraka.
Ini menunjukkan ada beberapa rombongan
yang kemudian Nabi kenal mereka ternyata
dibawa ke mana? Ke neraka jahanam.
Karena mereka melakukan perubahan
setelah Nabi meninggal dunia.
Imam Bukhari menyampaikan hadis
berikutnya. Q haddani Ibrahim Munzir q
hadana anas binyad an Ubaidillah anubaib
bin Abdurrahman an Hafs bin Asim an Abi
radhiallahu anhu anna Rasul sahu alaih
wasallam rasuah alaih wasallam berkata
ma baina baiti wa mimbari raudatun
riyadil jannati wa mimbari ala haudi.
Apa yang ada di antara rumahku dan
mimbarku
adalah taman dari taman-taman surga dan
mimbarku berada di telagaku.
Ini tentang keutamaan apa? Raudah ya.
Raudah yaitu dari rumahku sampai ke
mimbarku adalah taman surga.
Tib mimbar rumah Nabi mana? Rumah Nabi
ini ada rumah Nabi kan bukan cuma satu
bukan rumah Aisyah. Rumah Nabi ada rumah
Aisyah
ada rumahnya Hafsah ada rumahnya
Rasulullah. Istrinya berapa? Ada sem s
sem sembilan. Ketika Nabi meninggalin
istrinya s semilan. Kalau kita lihat
masjid misalnya masjid arah kiblat sana.
Rumah Aisyah kan di sini ya, di sini, di
sini mimbar ya. Orang sering kumpul
ternyata ada rumah Nabi, istri Nabi juga
sebelah sini rumahnya kalau enggak salah
Sofiah.
Sehingga kalau kalau kita berpendapat
rumah tersebut umum, bukan cuma rumah
Aisyah, berarti Raudah bukan cuma di
sini aja.
Karena kata Rasulullah, antara rumahku
dengan mimbarku ada taman surga. Berarti
areal sini juga rumah Sofiah sebelah
sini.
Ini juga berarti areal apa? Raudah. Cuma
sebenarnya sekarang terkenal adalah cuma
rumah Aisyah, kuburan Nabi. Kuburan Nabi
kan rumah Aisyah karena Nabi meninggal
di rumah siapa? Aisyah. Rumah Nabi bukan
cuma itu aja. Rumah Nabi ada juga di
lokasi yang lain. Sehingga sebagian
ulama berpendapat yang dimaksud itu
suruh ke Masjid Nabawi.
Yang penting sering banyak ke Masjid
Nabawi supaya masuk ke surga.
Karena ternyata sebagian rumah istri
Nabi bukan cuma daerah sini aja, bahkan
bagian belakang. Ini khilaf di kalangan
para ulama.
Intinya seorang sering ke masjid untuk
salat di Masjid Nabawi, maka memudahkan
dia untuk masuk surga.
Kemudian kata Nabi, "Wa mimbari ala
haudi." Dan mimbarku di telagaku. Ya.
Nah, apakah semua ini akan diangkat
nanti ke
di telaga Nabi? Nanti di telaga Nabi ada
mimbar, ada raudah di situ atau ini cuma
bahasa kiasan. Ini khilaf di kalangan
para ulama. Tapi intinya siapa yang
berusaha ke Masjid Nabawi terutama ke
areal Raudah, maka semoga dimudahkan
masuk surga. Tayib. Kita lanjutkan.
Alam Bukhari berkata had abdan ak abi an
abdil malik q jaban q nabi sallahu
alaihi wasallam
ya aku mendahului kalian di telaga sama
ini hadis dari jundab radhiallahu anh
hadis berikutnya q hadana amar bin
khalid q hadana lait an yaazid an abil
khair an uqbah radhiallahu anhu an nabi
sallallahu alaihi wasallam kharaja
yauman dari Uqbah radhiallahu anhu
bahwasanya suatu hari Nabi sallallahu
alaihi wasallam keluar fasa ala
Maka Rasul sahu alaih wasallam menuju ee
kuburan syuhada Uhud. Kemudian Rasul
sahu alaih wasallam salatkan mereka
seperti salat mayit.
Alal mimbar. Kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam menuju ke mimbar.
Ini sepertinya di akhir hayat kehidupan
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Setelah
ziarah ke kuburan syuhada Uhud,
Rasulullah pergi ke mimbarnya. Kemudian
Rasul sahu alaihi wasallam berkata itu
di Masjid Nabawi. Inni faratun lakum.
Aku akan mendahului kalian. Wa ana
syahidun alaikum. Dan aku akan menjadi
saksi atas kalian. Wa inallahi
alan. Sekarang saya sedang melihat
kepada telagaku. Sekarang ini. Wa inni
mafatihail ard. Dan aku telah diberikan
kunci-kunci perbendaraan bumi
arard atau aku diberikan perbendaraan
bumi. Wa inni wallahi mahaikum
ba. Demi Allah aku tidak khawatir kalian
syirik setelahku wahai para sahabatku.
Tapi aku khawatirkan kalian
berlomba-lomba.
Terhadap dunia. Terhadap apa? Dunia. Di
sini Rasulullah mengatakan, "Wallahi
lazuru
sekarang saya sedang melihat telagaku."
Itu kayak kan Rasulullah diperlihatkan
masa depan atau haud nabi sudah ada ya
sudah Allah ciptakan tinggal nanti
diletakkan ketika di hari apa? kiamat.
Wallahuam bawab.
Dan ini wallahu alam bawab juga
Rasulullah sebutkan tentang keutamaan
para sahabat. Rasulullah tidak khawatir
mereka terjerumus dalam apa? Kes
kesyirikan. Karena para sahabat
benar-benar waspada terhadap syirik. Dan
mereka sebelum jadi sahabat mereka
banyak di antara mereka yang terjerumus
dalam berbagai macam model kesyirikan.
Oleh karena Ibnu Qayyim menyebutkan
tidak ada yang akan bisa menyamai
sahabat. Karena kenapa? Sahabat
mengenali kerusakan secara detail dan
mengenali jalan kebenaran secara detail.
Jadi sebelum Nabi diutus jadi Nabi,
mereka benar rusak. Di Jazirah Arab
semua kerusakan ada. Khamar, judi, zina,
bunuh-bunuhan, ya jimat, dukun, semua
lengkap. Bunuh anak sendiri, ee kacau
pokoknya ya rusak semua kerusakan ada.
Kemudian datang Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Jadi kerusakan detail pernah
diketahui oleh sahabat. Bahkan sebagian
sahabat mungkin melakukan
kerusakan-kerusakan tersebut secara
detail. makan bangkai, bunuh-bunuhan,
macam-macam. Setelah datang Nabi
sallallahu alaihi wasallam, maka mereka
Rasulullah jelaskan jalan kebenaran
secara detail. Maka para sahabat pernah
tenggelam dalam kerusakan secara detail.
Kemudian mereka mengenali kebenaran
secara de detail. Nah, orang seperti ini
imannya kuat
karena pernah mengetahui keburukan
secara detail. Kemudian mengenali jalan
kebenaran secara apa de detail. Ya,
apalagi jalan-jalan kesyirikan. Mereka
tahu betul. Maka mereka sangat sensitif
dengan nama-namanya kesyirikan. Maka
Rasulullah mengatakan, "Aku tidak
khawatir kalian terjerumus dalam
kesyirikan, tapi aku khawatir tentang
dun dunia." Tentang dunia.
Maka seorang waspada bukan cuma waspada
dari terjerumus dalam jangan sampai saya
syirik. Bukan cuma itu. Dia harus
waspada jug. Jangan sampai aku juga
tenggelam dengan dun dunia karena fitnah
macam ada fitnah syirik, ada fitnah
dunia. Bahkan Rasulullah mengatakan,
"Inna fitn wa inna fitnata umati almal."
Sesungguhnya fitnah umatku adalah apa?
Har harta. Gara-gara harta kita lupa
dengan akhirat. Mungkin tidak syirik,
tapi jarang ibadah. Kalau syirik mungkin
enggak mungkin ya, tapi jarang apa?
Ibadah. Kenapa sibuk dengan dunia?
Tib berikutnya. Qala hadasana Ali bin
Abdillah. Qala haddasana Harami bin
Umarah. Qanaah
ma'bad bin Khalidahu Harit bin Wahab ya
Nabi wasamar faqala kama madinati wasis
ini Rasulullah mengatakan eh telaga itu
dari Madinah sampai Sona itu kita 1000
kilo lebih 1200 ya tapi yang benar tadi
sampai 2 ri 2000 yang lebih panjang
jaraknya wazada Ibnu Abi Adi an Sybah an
Ma'bad bin Khalid an Haritah sami Nabi
sallallahu alaihi wasallam hauh bainah
wal Madinah kata Nabi telaga
dari sampai
qili
kawak. Dalam sebagian riwayat dilihat di
situ ada bejana-bejana jumlahnya seperti
bintang-bintang di langit.
Tib hadis terakhir.
Q hadasana said ibnu Abi Maryam an nafi'
bin Umar. Q hadasani Ibnu Abi Mulaikah
an Asma binti Abi Bakar qat q Nabi
sallallahu alaihi wasallam inni alal
hataur man yaridu alaiya. Aku berada di
telaga sampai aku lihat siapa yang
datang kepadaku minkum di antara
kalianuni
akan ditarik dariku sekelompok orang.
Faqubi minni win umati. Ya rabku mereka
dariku dan dari umatku. Fayuquarta mailu
ba'daka. Apakah kau tahu kau merasakan
apa yang mereka kerjakan setelah
wafatmu? Wallahi ma baru yarunaqobihim.
Demi Allah mereka terus mundur ke
belakang mereka yaitu melakukan maksiat,
perubahan atau kemurtadan. Fakana Ibnu
Abi Mulaika yaqul Allahumma inna naud
nazubikaarji alaqina. Maka Ibnu Abi
Mulaikah berdoa, "Ya Allah, kami
berlindung kepada Engkau jangan sampai
kami mundur ke belakang nuftana atau
jangan sampai kami terfitnah dari agama
kami.
Dinana
aqobikum tangkisuna tarjiuna alal aqib."
Ya, ee jangan sampai eh
mundur ke belakang ya setelah tadinya
beriman. Bab. Demikian saja hadis-hadis
terakhir ya terkait dengan ee kitabur
riq.
E tidaklah
maksud dari kita membahas hadis-hadis
ini kecuali agar kita melembutkan hati
kita ya. Bersabar dengan dunia ini ya.
Jangan terbawa dengan fitnah, jangan
terjerumus dalam fitnah dunia. Bersabar
agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan
sampai ajal menjemput kita. Semoga Allah
memulakan kita semuanya di surganya.
Amin ya rabbal alamin. Demikian saja.
Insyaallah nanti pertemuan berikutnya
kita cari kitab yang lain ya. Tapi
demikian saja kajian kita. Subhanakallah
bihamdik asaduillah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.