Transcript
zHb4YT96UPg • Syarah Kitab Ar-Riqaq #32: Telaga Nabi - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2590_zHb4YT96UPg.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lisan wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas bab terakhir dari kitabur riqa babun fil haud yaitu bab tentang telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam waqulillahi taala dan firman Allah subhanahu wa taala inna aainakal kautsar sesungguhnya kami telah menganugerahkan kepada engkau al-kautsar ee al-haud disebut juga oleh sebagian ulama dengan alkaautsar. Ee karena al-Haut maknanya adalah majmaul ma, yaitu telaga. Kalau bahasa kitaah telaga. Telaga yang Allah siapkan buat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan para pengikutnya pada hari kiamat kelak. Dan para ulama berselisih pendapat di mana lokasi al-haud tersebut. Ya, secara umum ada tiga pendapat. Ada yang mengatakan di padang mahsyar sebelum melewati sirat dan ada yang berpendapat setelah sirat dan ini pendapat condong kepadanya al Imam Al Bukhari rahimahullahu taala dan pendapat isyaratkan oleh Al-Qurtubi yaitu dua, satu di padang mahsyar, satu di setelah haud. Namun yang lebih tepat, wallahuam bisawab pendapat mayoritas ulama bahwasanya telaga Nabi berada di padang mahsyar yang di mana orang-orang sedang kehusan ketika itu dan membutuhkan minum. Maka mereka berdatangan ke telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk minum dari telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan disebut juga dengan Al-Kautsar sebagaimana pendapat sebagian ulama, karena sumber airnya berasal dari sungai di surga. Dan Al-Kautsar adalah sungai di surga yang Allah khususkan buat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman, "Inna aainakal kautsar." Sesungguhnya kami telah menganugerahkan kepada engkau alkautsar. Dan alkautsar maknanya adalah alkhairul katsir, yaitu kebaikan yang banyak. Dan ee telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam ada mizaban. Ada dua talang air. Satu dari emas, satu dari perak. Kemudian air mengalir dari talang tersebut masuk ke telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, air tersebut dari surga itu dari sungai Alkautsar. Sungai Al-Kautsar. Dan dalil-dalil juga menunjukkan bahwasanya setiap nabi ada telaganya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "In inna likulli nabiyin hadon wa innahum yatabahauna eh ayyuhum aksaru waridan wa arju an akuna aksara tabian atau aksara tabaan kata nabi tabian kata nabi kata nabi sallallahu alaihi wasallam setiap nabi ada telaganya dan mereka berbangga-bangga jumlah mereka yang banyak paling banyak datang ke telaga tersebut. Wa arju akuna aksarahum tabian. Dan aku berharap akulah yang paling banyak pendatangnya yang datang ke mana? Ke telaga tersebut. Dan disebut dalam sebagian hadis ada telaga sebagian nabi yang datang cuma sekelompok orang. Ada nabi yang telaganya cuma datang cuma sekian orang. Ada yang cuma tiga orang. Ada yang dua orang. Ada nabi telaganya enggak ada orang yang datang. Ada nabi yang telaganya enggak ada orang yang datang. karena mungkin enggak ada pengikutnya. Dan ini sama seperti dalam hadis yang masyhur ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam diperlihatkan kepada Nabi tentang para nabi-nabi yang lain. Kata Rasul Sallahu Alaih Wasallam, "Aku melihat ada nabi yang pengikutnya banyak yaitu ternyata pengikut Nabi Musa." Nabi Musa pengikutnya banyak. Faid sawadun adim. Aku lihat jumlah yang sangat banyak. Musau maka dikatakan kepadaku, itu tadi bukan umatmu yang banyak tadi, tapi itu Musa Alaih Salam dan pengikutnya. Kemudian ada Nabi maahu ada nabi yang pengikutnya cuma 3 sampai 9 orang. Itu sekelompok orang sedikit. W nabiya maahu rajulan warajulanin. Ada nabi yang pengikutnya cuma dua, ada nabi pengikutnya cuma satu. W nabiya waaisa mau ahad. Dan ada nabi tidak ada pengikutnya sama sekali. Kemungkinan nabi inilah yang tadi telaganya kosong. Yang tidak ada pengikutnya ini. Yang telaganya tidak ada orang. Dan ini sering saya sampaikan dalil bahwasanya kebenaran tidak diukur dengan jumlah yang terbanyak. Bisa jadi kebenaran pengikutnya banyak, bisa jadi kebenaran pengikutnya sedikit. Karena di zaman Nabi tertentu ada yang cuma il. Di zaman Nabi tertentu ada yang cuma pengikutnya dua orang. Ada yang cuma satu orang dan ada yang tidak punya pengikut sama sekali. Di zaman Nabi Isa Alaih Salam cuma murid 12 dikejar-kejar oleh Romawi dan Yahudi yang hasad kepada Nabi Isa Alaih Salam. Maka ee seseorang mengenal kebenaran bukan dengan jumlah yang banyak, tapi dengan dalil. Dengan apa? Dalil. Ya. Bukan berarti juga kalau jumlahnya sedikit pasti benar. Banyak orang juga yang sesat pengikutnya apa? Sedikit. Ya. Tapi kebenaran di di di dikenali dengan dalil bukan dengan jumlah ee pengikut ya. Ya [Musik] alaikum bi thqil huda. Alaika bi thqil huda. Wala tastauhis biqillatisikin. Hendaknya kau mengikuti jalan kebenaran dan jangan kau merasa sedih dengan sedikit yang menempuhnya. Waakaqalah wikin. Dan waspadalah engkau dari jalan-jalan kesesatan. Dan jangan kau terpedaya dengan banyaknya pengikut. Jangan terpedaya dengan banyaknya apa? Pengikut. Ternyata ada nabi yang telaganya cuma satu orang dan ada nabi yang tidak ada telaganya tidak ada yang datang sama sama sekali. Dan datang dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah sallallahu alaii wasallam ketika datang orang-orang menuju ke telaga Nabi, Nabi usir, Nabi menghalangi karena bukan dari pengikut Nabi. Kalau pengikut Nabi Nabi kenal yaitu dengan gurran muhajjalina min aril wudu. Setiap pengikut Nabi pasti ada cahaya di wajah, di kaki, dan di tangan, yaitu bekas wudu. Jadi kalau ada orang datang mau minum dari telaga Nabi, ternyata tidak ada tandanya, Rasulullah suruh pergi. Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan dalam Fathul Bari itu bukan karena Nabi pelit dengan air telaganya, bukan. Tetapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menghargai nabi-nabi yang lain. Jangan minum sama nabi kalian, jangan sama nabi, jangan telagaku. Nabi dia juga nunggu apa pengikutnya. Jangan salah kamu pergi ke nabi-nabi kalian. Mungkin kalau ada umat nabi lain pengin mampir ke telaga Nabi, kata Nabi, "Sana, sana, sana." Ya, supaya nabi-nabi yang lain juga ada yang datangi tela telaganya. Ini menunjukkan bagaimana perhatian Nabi kepada saudara-saudaranya dari nabi-nabi yang yang lain. Bukan karena pelit. Kata Ibnu Hajar rahimahullahu taala. Kita bacakan hadisnya banyak sekali. Mudah-mudahan kita bisa selesai ya. Waqala Abdullah bin Zaid q Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Isbiru hatta talquni alal haud." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bersabarlah sampai kalian bertemu denganku di telaga." Ya, hadis ini mengisyaratkan tentang hadis yang Rasul sahu alaihi wasallam menjelaskan, "Sayakunu ya ba'di alaikum ararah atau maknanya seperti itu bahwasanya akan ada setelahku yang di mana ada muncul penguasa-penguasa yang melakukan ararah." Asarah itu ditafsirkan dua, yaitu maknanya asarah. Di antaranya maknanya adalah hanya mengutamakan diri mereka, memanfaatkan harta negara untuk diri mereka yang harusnya itu adalah kepentingan umum. Mereka manfaatkan untuk diri mereka sendiri, untuk keluarga mereka sendiri. Akan datang penguasa-penguasa seperti itu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam setelahku akan datang penguasa-penguasa yang modelnya hanya untuknya kepentingan umum mereka ambil untuk diri mereka sendiri untuk diri mereka, untuk keluarga mereka untuk kolega mereka. Kata Rasulullah, "Sabarlah." Sebagian lagi dalam ditafsirkan asarah yaitu akan datang penguasa-penguasa yang mengangkat pejabat-pejabat yang tidak layak jadi pejabat. Sebenarnya masih ada yang lebih berhak tapi tidak diangkat. Yang diangkat orang-orang yang condong kepadanya atau membelanya atau nepotisme atau koleganya. Akan datang seperti ini kata Nabi, isbiru sabar yaitu jangan berontak, jangan melakukan kerusakan di atas muka bumi. Sabar ya. Hatta talquni alal haud sampai kalian bertemu aku di telaga. Jadi salah satu sebab bertemu dengan Nabi di telaga bersabar ya. Bersabar jangan melakukan pemberontakan. Karena pemberontakan pasti menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Kerusakan lebih parah. yang rugi semuanya yang dan dan yang yang lebih dirugikan biasanya rakyat ya. Yang dirugikan biasanya apa? rakyat. Dan ini sudah terjadi di negara-negara banyak ya. Ketika tidak sabar melakukan pemberontakan akhirnya pertumpahan darah hancur-hancuran jadi rakyat yang di kasihani oleh negara-negara lain terjadi maka sabar. Sebaliknya demikian juga dalam hadis Rasul sahu al wasallam bersabda ya sayakunu alaikum umarurunakum bimaalun bikihim faahum falaisa minniastu minhu walan yaridu walan yarida alayal ha. Sebaliknya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Akan datang setelahku para umara, pemimpin-pemimpin yang mereka memerintahkan apa yang tidak mereka kerjakan. Memerintahkan kepada integritas padahal paling kurang ajar ya. Yang memerintahkan kepada nasionalisme padahal paling tidak nasionalis." Akan muncul penguasa-penguasa seperti itu yang mereka memerintahkan apa yang tidak mereka kerjakan. Ingat kata Nabi, "Faman shoddaqahum." Siapa yang membenarkan mereka? Mengaminkan seluruh perkataan mereka. Bikadziihim, padahal mereka berdusta. Waahum alulmhim. Bahkan membantu penguasa dalam menjalankan kezaliman mereka. Perhatikan. Falaisa minni. Maka orang seperti ini yang jadi penjilat kepada penguasa atas segala kesalahan mereka, maka dia bukan dari dar dari dariku. Walastu minhu dan aku bukan darinya. Walan yarida alal ha. Dan dia tidak akan mendatangi aku di telaga. Jadi Rasulullah ingatkan ada dua model kelompok yang tidak akan datang di telaga Nabi. Kelompok pertama yang tidak sabar dengan kezaliman apa? Penguasa. tidak sabar sehingga melakukan pemberontakan, menumpahkan darah, melakukan kerusakan ini tidak sabar ya sabar ya. Seharusnya bagaimana jalan keluarnya? Ya nti dengan cara yang semaksimal yang kau bisa lakukan. Beribadah dengan baik, berdoa kepada Allah sampai Allah yang rubah kondi kondisi tidak melakukan pemberontakan. Kelompok yang kedua sebaliknya menjadi penjilat kepada penguasa membenarkan seluruh pernyataan apa penguasa meskipun dalam kondisi salah penguasa tersebut. Kalau penguasa benar ya semua orang setuju. Tapi kalau penguasa salah berbuat zalim keputusannya adalah tidak benar kemudian berdusta kemudian diaminkan diaminkan semuanya ini juga tidak akan mendatangi telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka ahlusunah di antara keduanya. Di antara keduanya. Kalau penguasa menyeruh kepada kebaikan, kita taat. Kalau penguasa menyeruh kepada keburukan, kata Nabi, "La taat makhlukin fi maksiatil khq." Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah. Tapi jangan m rontak, jangan melakukan kerusakan. Sabar kalau pengin ketemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam di telaganya. Ya, tapi bukan juga sebaliknya. mengaminkan mendukung seluruh apa yang ditetapkan oleh penguasa. Kalau ternyata salah, apa semua keputusan penguasa pasti benar? Tentu tidak. Ya, tidak. Ada yang benar, ada yang sa salah. Kalau benar kita dukung, kalau salah jangan dukung. Jangan cari muka. Ya, jangan jadi penjilat memuji-muji yang tidak pantas untuk dipuji. Ya, nanti tidak akan mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam di telaganya. Maka hidup ini ujian. Semua diuji. Rakyat diuji dengan penguasa, penguasa diuji dengan rakyat. Maka seorang berusaha menghadapi ujian tersebut dengan baik. Bagaimana cara menghadapi ujian dengan baik? Ikut koridor yang telah ditetapkan oleh syariat. Dan semua sunah Nabi berkah. Semua sunah Nabi pasti berkah. Ikuti jalan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi bilang sabar. Sabar. Jika tidak sabar, maka problem pertama biasanya dampaknya buruk di dunia. Yang kedua masalahnya di akhirat tidak bisa mendatangi siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di dunia sudah lihat betapa banyak kerusakan yang terjadi di akhirat tidak mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan terlalu banyak pembahasan tentang ini. Sudah sering dibahas oleh para ustaz. Bagaimana sikap yang benar ketika di atas di zaman fitnah tayib. Kita akan bacakan hadis-hadis tentang telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ee dan sudah saya sampaikan tadi al Imam Ibnu Hajar rahimahullah memahami bahwasanya al Imam albukhari berpendapat telaga itu setelah sirat. Karena kalau kita lihat tentang bab-bab dari Kitabur Rqaq, Al Imam Bukhari membawakan hadis tentang haud setelah tentang sirat. Pada pertemuan lalu kita bahas tentang sirat kan? Tentang sirat, tentang ee jalan jembatan yang ada di atas neraka jahanam. Setelah itu baru Imam Bukhari membawa hadis tentang telaga Nabi. Dan ini di penghujung Kitabur Riqaq. Dan ini pendapat sebagian ulama bahwasanya telaga itu setelah sirat. Namun pendapat mayoritas bahwasanya telaga sebelum sirat yaitu di padang ee mahsyar ketika orang-orang sedang kehausan. Tib kita bacakan hadisnya. Qala haddasani Imam Bukhari berkata qala haddasani Yahya bin Hammad Q haddasana Abu Awanah an Sulaiman an Syaqiq an abdillah anin Nabi sallallahu alaihi wasallam qala ana farum alal haud. Dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau bersabda aku mendahului kalian di telaga. Farad maksudnya seorang yang datang di luar kemudian menyiapkan untuk orang-orang yang datang belakangan. Syarat tentang sifat rahmatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana Nabi mendahului umatnya untuk menyiapkan telaga untuk menyambut umatnya yang datang di telaga. Maka Nabi mengatakan, "Aku mendahului kalian di telaga. Aku menanti kalian." Bahasanya seperti itu. Aku menunggu kalian. Aku menanti kalian. Aku menyiapkan segalanya buat kalian. Dan ini menunjukkan bagaimana kasih sayang Nabi kepada umatnya. Dan Allah telah berfirman, "Laqad jaakum rasulum min anfusikum azizun alaihim anittum harisun alaikum bil mukminin rufur rahim." Telah datang kepada kalian seorang nabi yang dia merasa berat. Apa yang memberatkan kalian? Harisun alaikum. Dan sangat semangat kebaikan bagi kalian. Bil mukminina rauf rahim. Dan sangat sayang dan lembut kepada orang-orang beriman. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam sangat sayang kepada umatnya yang dipikirkan selalu umatnya yang dia doakan selalu apa umatnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya eh Allah berfirman, "Waamu anna fikum rasulallahukum minal amrium wakinallah hababaikumikum." Kata Allah, "Ketahuilah di tengah-tengah kalian wahai para sahabat, di tengah kalian ada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Seandainya Rasulullah mengikuti, menuruti kalian dalam banyak perkara, laanitum, kalian akan susah. Jadi Rasulullah tidak semua keinginan sahabat Rasul sahu alaihi wasallam iyakan. Namanya orang penginnya begini, penginnya begini. Kalau kita penginnya semuanya halal. Iya enggak? Pengin semua halal. Pengin musik halal, pengin joget halal, pengin urgen halal. Kalau kita suruh pilih. Tapi itu tidak benar. Tidak benar. Kata Allah, "Lau yutiukum fiir minal amri laittum." Kalau Muhammad sallallahu alaihi wasallam mengikuti kalian dari keinginan banyak keinginan kalian akan merepotkan kalian. Justru di situ bukan jalan kebahagiaan. Kalau ibu-ibu penginnya halal apa? Penginnya safar tanpa mahram halal ya. Penginnya poligami haram. Iya kan? Ibu-ibu kan? Banyak yang kalau mau disuruh rubah pengin ini pengin itu. Tapi ketahuilah apa yang Allah turunkan itu yang terbaik. Itu yang terbaik. Ya, penginnya keluar-keluar rumah sunah, bukan dalam rumah. Penginnya ibu-ibu keluyuran sunah. Sunahnya malah ke kuburan. Laki-laki juga pinggur sana kemar-kemari. Jadi kalau kita mau diikuti keinginan kita justru merepotkan kita. Makanya Allah mengatakan firium. Kalau Rasulullah mengikuti keinginan kalian banyak akan merepotkan kalian. Ikuti saja. Tapi Allah akan buat kalian suka dengan keimanan. Wahuibikum. Dan Allah akan buat menghiasi iman tersebut dalam hati kalian. J saya katakan ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sangat sayang kepada umatnya dan apa yang beliau syariatkan itu melalui Al-Qur'an atau melalui sunah-sunah Nabi yang Allah turunkan. Al-Qur'an maupun sunah Nabi, maka itu adalah yang ter yang terbaik. Ya, makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam terkadang meninggalkan sebagian sunah khawatir diwajibkan seperti salat tarawih. Rasul sahu alaihi wasallam hanya salat beberapa hari. Para sahabat sudah datang pengin makmum jadi makmum. Kata Rasulullah, "Saya tahu kalian hadir tapi saya tidak keluar untuk salat bersama kalian." Kenapa? Saya khawatir diwa diwajibkan. Kalau diwajibkan susah bagi kalian. Rasulullah mikirin kita khawatir ya. Dan di antaranya Rasul Sallahu alaihi wasallam ketika di hari kiamat kelak kata beliau, "Ana faratukum alal haud." Aku akan mendahului kalian di tela telaga untuk menyambut umatnya. Dan Rasul sahu alaihi wasallam mengenal umatnya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inna umtium wudu." "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat kelak." Gurran muhajjalin dalam kondisi bercahaya dari di bekas wudu mana cahayanya? Wajah bercahaya bekas wudu, wajah, kemudian tangan-tangan sama ka kaki. Maka di antara sebab seorang dimudahkan untuk ke telaga adalah dengan berwudu yaitu perhatian dengan wudu. Tib. Hadis berikutnya al Imam Bukhari berkata, "Wa haddasani Amr bin Ali Q haddasana Muhammad bin Jafar hadana wailin abdillahu Nabi wasam ana farukum alku mendahului kalian di telagaunum akan diperlihatkan kepadaku sekelompok orang dari kalian ketika Rasulullah sedang menanti di telaga tiba-tiba muncul sekelompok orang layuktalajunna duni maka tiba-tiba mereka ditarik ukhtuliju atau yukhtalaju maksudnya yunzaun dicabut atau yujabun ditarik jadi mereka sudah menuju ke Nabi dan kata Nabi bersamaku berjalan menuju kepada Nabi, bersama Nabi tiba-tiba di ditarikin. Faakulu ya rabbi ashabi. Maka aku berkata, "Ya Rabbku, mereka sahabat-sahabatku." Fayuqala fayu innaka tadri ma ahdu ba'dak. Maka dikatakan, ada se riwayat mengatakan malaikat yang menjawab berkata, "Innaka la tadri ma ahdatu ba'dak." kau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu. Yaitu orang-orang ini melakukan bidah, melakukan hal-hal baru sehingga kemudian tidak pantas untuk minum dari telaga Nabi. Maka dicabut, ditarik. Padahal Nabi kenal mereka. Nabi kenal kenal mereka. Dalam hadis ini kata Rasulull sahu alaihi wasallam, rijalun yaitu sekelompok orang lelaki. Kenapa mereka ditarik? Ternyata mereka melakukan ihdas, melakukan bidah. Setelah wafatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam ya tabaahu Asim bin Abi Wail waqala Husain an Abi Wail an Hudzaifah anin Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi dalil bahwasanya di antara sebab orang terhalangi dari minum telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah melakukan hal-hal baru dalam agama dan ee Nabi mengenal mereka ya. Makanya Nabi Nabi berkata, "Ya Rabbi ashabi, mereka sahabat-sahabatku." Tapi kata malaikat, "Kau tidak tahu apa yang mereka kerjakan setelah engkau mereka ada-adakan." Ini dalil bahwasanya Nabi tidak mengetahui apa yang terjadi setelah wafatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, Nabi tidak tahu. Makanya Nabi heran kenapa mereka dilarang. Maka dikatakan innaka la tadri. Kau tidak tahu. Kau tidak tidak tahu. Bahkan dalam sebagian riwayat Rasulullah ee mengatakan faakulu kama qalal abdush. Sebagaimana hamba yang saleh yaitu Isa alaihi salam berkata, "Wakuntu alaikum syahidan alaihim syahidan maumtu fihim falam tawaitani kunta anqiba alaihim wa anta alain syahid." Ya. Kata Rasulullah, "Aku berkata sebagaimana Nabi Isa Alaih Salam dulu ketika aku masih hidup aku bisa mengawasi mereka. Tatkala engkau angkat aku atau engkau wafatkan aku, Engkau, ya Allah yang menjadi pengawas bagi mereka dan engkau Engkau maha mengetahui apa yang mereka lakukan." Sebagaimana Nabi Isa alaihi salam tidak tahu apa yang dilakukan oleh umatnya setelah beliau meninggal. Makanya ketika Nabi Isa dihadirkan pada hari kiamat kelak di hadapan orang-orang Nasra, Allah bertanya, "Wahai Isa bin Maryam, anta linasiuni wa umiini minunillah?" Apakah kau pernah menyuruh kepada umatmu, "Jadikan aku dan ibuku sebagai tuhan-tuhan selain Allah?" Kata Nabi Isa, "Gak pernah, ya Allah. Saya enggak pernah nyuruh mereka jadikan saya Tuhan atau suruh ibu saya jadi apa?" Tuhan. Saya enggak pernah. Ma qulu lahum illa ma amartani bihibudullahabi warbakum. Aku tidak pernah sampaikan kepada mereka kecuali apa yang kau perintahkan kepadaku. Sembahlah Rabbku dan Rabb kalian yaitu Allah Subhanahu wa taala. Itu selalu tauhid yang aku sampaikan. Gak pernah aku suruh nasra umatku menyuruh jadikan aku Tuhan atau ibuku sebagai Tuhan. Kemudian Nabi Isa berlepas diri. Dia berkata, "Wa kuntu alaihim syahidan ma dumtu fihim." Waktu aku masih sama mereka, aku menyaksikan mereka selama saya masih sama mereka dan aku tidak pernah nyuruh sama sekali. Tatkala kau angkat aku, aku gak tahu apa yang terjadi. Kunta anqiba alaihim. Engkaulah yang mengawasi mereka. J Nabi Isa berlepas diri. Saya enggak pernah nyuruh mereka dan saya tidak tahu apa yang terjadi setelah setelah kau angkat engkau engkau angkat aku. Dan demikian juga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi tidak tahu apa yang dilakukan umatnya setelah Nabi mening meninggal. Makanya ketika Nabi bilang, "Loh, kok diambil? Kenapa dijauhkan dari telaga?" Maka jawabannya, "Innaka la tadri ma ahdasu ba'dak." Kau tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah engkau meninggal du dunia. Bidah yang mereka lakukan. Maka dalil-dalil ini menunjukkan bahwasanya Nabi tidak tahu apa yang terjadi setelah Nabi meninggal dunia. Bukan seperti orang-orang sufi khurafat yang bilang Nabi keluar dari kuburan jalan-jalan ke Surabaya, putar-putar ke lewat Surabaya. Kemudian Jakarta ditinggalkan tidak lewat Bekasi. Kenapa enggak ke Bekasi? Bekasi lebih ramai umatnya. Umat Bekasi lebih ramai atau umat Surabaya? Mana lebih jumlahnya lebih banyak? Bekasi atau Surabaya? Bekasi lah ya. Belum umat Jakarta banyak. Enggak ada tuh Nabi keluar-keluar tengok sana jalan sini jalan sini jalan ke sana kemari ikut acara maulid. Ini khurafat semua khurafat. Kalau Nabi setiap keluar keluar keluar Nabi tahu enggak kondisi umatnya? Tahu. Kalau Nabi keluar maka yang paling utama dia temui siapa? Putrinya Fatimah radhiallahu taala anha. Sementara Nabi tidak pernah keluar ketemu putrinya sampai Fatimah sakit. Setelah Nabi meninggal dunia, Fatimah sedih, sakit 6 bulan kemudian meninggal nyusul. Kalau Nabi bisa keluar-keluar, Nabi pasti jalan-jalan ketemu istrinya yang dia cintai. Siapa? Ada sembilan. Aisyah. Di antaranya ini Nabi tidak pernah keluar ketemu Aisyah, tidak pernah ketemu Sofiah, tidak pernah ketemu Ummu Salamah, tidak pernah ketemu istri-istrinya. Seil orang tidak pernah ketemu Fatimah, tidak pernah ketemu dengan sahabatnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, tidak pernah ketemu dengan mantu-mantunya [Musik] ya. Tidak pernah ketemu dengan mertuanya, enggak pernah ketemu dengan sahabatnya. Ketika terjadi peristiwa besar-besar, terjadi orang murtad besar-besar, Nabi tidak pernah keluar nasihati. Terjadi perselisihan Muawiyah dengan Ali. Rasul sahu alaihi wasallam juga tidak pernah keluar. kasih nasihat. Gak pernah. Gak pernah keluar ketemu Imam Syafi'i. Enggak pernah gak pernah keluar ketemu dengan Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah. Terus keluar tahun 2001 ketemu ada satu orang ngaku-ngaku nabi keluar dari kuburannya ketemu dia. Luar biasa ini orang luar biasa ngala-ngalahin para sahabat. [Musik] Oleh karenanya ini hadis jelas. Innaka la tadri ma ahdasu ba'da. Kau tidak tahu apa yang mereka kerjakan setelah engkau. Ya. [Musik] Tayib. Kita lanjutkan hadis berikutnya. [Musik] Imam Bukhari berkata Qana Musaddad Q Yahya an Ubaidillah q had nafi an ibni Umar an Nabi sallallahu alaihi wasallam q amamakum haun kama baina jarba wauh. Di depan kalian ada telaga seperti antara Jarba dan Azroh. Jarba dan Azro ini dua kota yang ada di negeri Syam dan berdekatan. Dalam sebagian riwayat yaitu ya Ibnu Hajar sebut dalam Fathul Bari yaitu eh arduha arduhu ee lebarnya telaga itu ee antara kalian itu di Madinah sampai Jarba dan Azrah yaitu antara Madinah sampai negeri Syam. Ya, [Musik] ini Rasulullah menjelaskan tentang apa? Tentang lebarnya atau panjangnya telaga Nabi, yaitu dari Madinah sampai Syam. Ini sampai Syam sekitar 1000an kilo. 1000an kilo. Adapun Jarba dan Azruh, dua kota yang berdekatan di negeri Syam. Hadis berikutnya. Qala hadasani Amr bin Muhammad. Qala hadasana Husim qala akhbarana Abu Bisyr Atha ibn Saib an Said ibn Jubair an ibni Abbasin radhiallahu anhu qala alkautsar alkhairul katsir. Jadi Ibnu Abbas alkautsar maknanya adalah kebaikan yang banyak. yang Allah berikan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Q Abu Bisyir qulu said kata Abu Bisyir, "Aku berkata kepada Said bin Zubair." Said bin Zubair maksudnya muridnya Ibnu Abbas. Inna unasan yazumuna annahu nahrun fil jannah. Orang-orang menyangka alkautsar adalah sungai di surga. Qala said, annahrulladzi fil jannah minal khairilladzi aullahu iyah. Ee kata Said bin Zubair, sungai yang ada di surga termasuk kebaikan yang banyak yang Allah berikan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi Allah berikan kebaikan yang banyak kepada Nabi. Di antaranya alkautsar, di antaranya telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kita disebut tadi bahwasanya di antara pendapat telaga Nabi disebut juga dengan apa? Alkautsar. Kenapa disebut Al-Kautsar? Ditinjau dari sumber airnya berasal dari sungai Al-Kautsar. [Musik] Oleh karenanya airnya tidak sama dengan jenis air di dunia ya. Tidak sama dengan jenis air di dunia karena berasal dari sungai di surga. Makanya nanti disebutkan lebih manis daripada madu, lebih putih daripada susu. Ya. Tib. Hadis berikutnya. Al Imam Bukhari berkata, Qana Said bin Abi Maryam Q Nafi bin Umar an ibni Abi Mulaikah Q Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma qala Nabi sallallahu alaihi wasallam haudi masiratu syahrin telagaku jauhnya sejarak sebulan perjalanan mauhu aby minal laban airnya lebih putih daripada susu waru atu minal mis dan aromanya lebih wangi daripada minyak kesturianuama dan gelas-gelasnya nya seperti jumlah bintang-bintang di langit. Manyariba minha fala yadma abada. Siapa yang sudah minum darinya tidak akan haus selama-lamanya. Ini tadi saya katakan karena sumber airnya berasal dari surga maka tidak sama dengan di dunia. Makanya lebih putih daripada susu ya. Kemudian wanginya lebih wangi daripada minyak kesturi. Minyak kesturi ini adalah minyak paling wangi di dunia. Ya, paling paling ini lebih wangi lagi daripada minyak kesturik. Kemudian cangkirnya seperti jumlah bintang-bintang di langit banyak. Maksudnya jumlah bintang di langit ba nanti umat Nabi sangat banyak yang ke telaga telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, kalau gelasnya cuma 10 kan antri nanti ya. Enggak. Makanya gelasnya banyak biar enggak ngantri. Biar enggak enggak ngantri ngambil banyak, luas lebar. Tapi kalau telaganya sedikit ngantri ya ngantri. Baru minum dipanggil buat hisab. Tapi kalau ramai banyak kan senang enggak usah ngantri banyak semuanya minum luas. Mau di sebelah situ, sebelah sini, sebelah sini. Banyak. Sampai ada yang perntanya saya, "Ustadz, boleh enggak berenang di situ?" Ya, minta izin aja sama Nabi. Kalau mau berenang situ, silakan. [Musik] intinya gelasnya sangat sangat banyak dan sangat luas. Ee siapa yang minum darinya tidak akan haus selama-lamanya. Ya, siapa yang minum darinya tidak akan haus selama-lamanya. Oleh karenanya dari seorang sahabat mengatakan, "Saya mendapati ajaiz para wanita-wanita tua." Kata kalau enggak salah kata Anas bin Malik radhiallahu anhu, "Aku mendapati para wanita-wanita tua di Kota Madinah. Mereka selalu berdoa kalau salat, "Ya Allah datangkanlah kami ke telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam." Ya, agar bisa minum dari telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antara doa yang dimintai oleh para salaf agar bisa minum dari telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Semoga Allah mendatangkan kita semuanya di telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tiib. Hadis berikutnya. Qala hadasana Said bin Ufair qala haddasani Ibnu Wahbin an Yunus qala Ibnu Syihab haddasani Anas ibnu Malik. Anna Rasul sahu alaih wasallam qanya Rasul wasallam bersabda innaqi kama baina ailata was minal yaman. Sesungguhnya ukuran telagaku dari ailah. Ailah itu di Syam. Syam itu maksudnya tabuk ke atas ya. Dari Syam sampai Sona di Yaman. Sona di negeri Yaman yaitu dari Syam ke Yaman mungkin 2000 kilo. Mungkin 2000 km. Wa inna fihi minal abariq. Dan di situ ada teko-teko atau apa namanya? Ceret apa? Ceret kan? ceret-ceret ke ada di nujum sama sebagaimana jumlah bintang di langit. Jadi gelasnya juga banyak, teko-tekonya juga banyak. Di sini Rasulullah menyebutkan kalau tadi Rasulullah menyebutkan antara Madinah sampai Azruh atau itu sekitar 1000an kilo. Di sini Rasulullah sebutin dari Syam sampai Yaman sekitar 2.000 kilo. Maka sebah mengatakan pendapat yang lebih kuat s disebut oleh Ibnu Hajar juga. Jadi Allah kabarkan pertama jaraknya sekitar 1000 kilo kemudian Allah tambahkan lagi sampai jaraknya sekitar 2.000 kilo. Maksudnya telaga Nabi sangat luas ya. 2000 kilo panjang dan zawayahu sawa kata kata Nabi sallallahu alaihi wasallam yaitu pojok-pojokannya semua sama sehingga ada yang mengatakan bentuknya bujur sangkar itu 2000 kilo 2000 kilo kurang lebih [Musik] hadis berikutnya qadan abul walid q hadan hamam an qatada an anas anin nabi shallallahu alaihi wasallam ha qq haddasana hudbah bin Khalid Q haddasana Hamam q hadana Qatadah q hadasana Anas bin Malik Nabi sallallahu alaihi wasallam q bainama ana asiru fil jannah kata Rasul sahu alaihi wasallam ketika aku berjalan di surga id ana binaharin hafatahu kibabud dur almujawaf qulu maza ya Jibril qala hadal kautsar alladzi auka faidzainuhu miskun adfar syakka hudbah Ketika aku berjalan di surga, tiba-tiba aku melihat ada sebuah sungai yang pinggirannya kibab dur. Yaitu seperti kubah-kubah dari dur. Jadi apa? Ee mutiara ya. Almujawaf yang ee lubang berongga ini pinggiran sungai tersebut. Aku berkata, "Wahai Jibril, apa ini?" Jibril mengata, "Alkautsar." Itu sungai Alkautsar yang ada di mana? Di surga yang Allah telah berikan kepada engkau. Tiba-tiba aku lihat ternyata tinuhu yaitu pasir apa? Pasirnya atau tanahnya yang tin itu maksudnya tanah bercampur dengan air. Lumpurnya kalau bahasa kita ya. Lumpurnya atau tibu atau aromanya seperti minyak kesuri. Khutbah perawi ragu. Apakah Rasulullah sebutkan lumpurnya atau Rasulullah sebutkan aromanya. Ini dalil bahwasanya Al-Kautsar sungai. Sungai di mana? Di surga. Adapun haud bukan di surga. Jadi beda antara Alkautsar dengan telaga. Bukan bukan dua perkara yang sama. Beda. Al-Kautsar di mana? Di surga. Al-Haud di mana? Di padang mah M mahsyar. Tetapi sumber air dari al-Haud dari mana? Dari Kautsar. Hadis berikutnya. Q hadisana Muslim bin Ibrahim. Q hadisanahab. had abdul aziz nabi wasam alkan datang sungguh-sungguh akan datang sekelompok orang dari sahabatku menuju telaga hatta hatta arum sampai aku kenali mereka jadi mereka dari jauh sudah dekat sudah sampai aku kenali mereka berarti sudah dekat ke telaga itu dari jauh jalan menuju pada nabi sudah dekat Rasulullah kenal ukhtuli judun tiba-tiba mereka dicabut dariku Faakulu ashabi. Maka bilang, "Itu adalah sahabat-sahabatku." Fayaqul. Maka malaikat berkata, "La tadri ma ahdasu ba'dak." Kau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan peninggalmu. Itu dilarang. Tadinya sudah menuju telaga kemudian dicabut menuju neraka. Akan datang hadis yang lain itu ditarik menuju neraka jahanam. Hadis berikutnya al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Said bin Abi Maryam q hadasana Muhammad bin Muthorif q hadasani Abu Hazim an Sahal bin Saad qala Nabi sallallahu alaihi wasallam inni farum alal haud aku mendahului kalian aku tunggu kalian di telaga man mar alai syarib siapa yang melewatiku dia akan minum dari telaga tersebut waman syariba lam yadma abada maka siapa yang sudah minum dia tidak akan haus selama-lamanya Yaaridanna alaiwamun. Akan datang kepadaku sekelompok orang. Arifuhum wifuni aku kenal mereka dan mereka kenal aku. Itu Rasulullah kenal di dunia. TMA yuha baini wainahum. Tiba-tiba dipisahkan antara aku dengan mereka itu mereka diambilin dijauhkan dari telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hadis berikutnya Imam Bukhari berkata, "Qala Abu Hazim fasamiani nuan ibnu Abi Ayyasy qad saml faqulu naam." Aku ditanya oleh Abu Ayyasy, kata Nu'man, eh kata Abu Hazim, Nu'man bin Abi Ayyas berkata, "Apakah kau mendengar begitu dari Sahal?" "Quam, demikianlah aku mendengar dari Sahal." Faqala ashadu ala Abi Said Alkudriu wahua yazidu fiha. Aku bersaksi atas Abu Sad Alkudri. Aku mendengar dari Abu Sad alkhudri wahua yazid. Ada tambahan fiha, ada tambahan hadisnya. faqul Rasulullah berkata innahum minni mereka itu yang diusir itu adalah dariku fayuqal maka dikatakan kepadaku innaka tadri ma ahu baaka kau tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah engkau mereka ada-adakan setelah engkau meninggal faquulu aku berkata suhqon suhqon limanaro ba'd maka aku berkata jauh-jauh jauhlah orang yang telah merubah setelahku waqala Ibnu Abbas Ibnu Abbas menafsirkan kan suuhkan b'dan suuhkan maknanya bukdan ya yuqalu sahiqun baidun sahaqahu wa ashaqahu ab'adahu itu yuqal maksudnya perkataan Abu Ubaid Alqasim bin Salam TB di sini hadis pertama diriwayatkan oleh Sahal Abu Hazim meriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad jadi hadis tentang haud ini diriwayatkan oleh sahabat banyak ada Ibnu Umar, ada Abdullah bin Mas'ud, ada Sahal bin Sa'ad, ada ee ee Abu Said Al-Khudri, ada Anas bin Malik. Sampai Ibnu Hajar menyebutkan, "Saya hitung 50 sahabat yang meriwayatkan tentang telaga." Hadis telaga. Berapa sahabat? 50. Ini menunjukkan Nabi sering mengulang-ulangi tentang hadis telaga. Bahkan Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul Bari, sebagian ulama ada yang menyebutkan sampai 80 sahabat. Sebagian hadis sebagaimana kita ketahui ada yang meriwayatkan cuma satu sahabat. Ada hadis satu sahabat. Ini hadis yang meriwayatkan sampai 50 apa? Sahabat. menunjukkan Nabi sering mengulang-ulanginya. Makanya ditanyakan oleh sebagian sahabat, "Benarkah kau perah pernah mendengar hadis tentang haud?" Kata dia, "Saya sering dengar dari Nabi, bukan sekali, bukan dua kali, bukan tiga kali. Saya sering dengar Nabi ulang-ulang tentang hadis apa?" "Telaga." Berarti Nabi kasih perhatian terhadap tentang telaga beliau sebagai kabar gembira kepada umatnya untuk bersabar. Jangan rubah-rubah agama, bersabar terhadap penguasa. Dan banyak hal-hal yang harus diperhatikan agar bisa minum dari telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, Abu Hazim meriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad menyampaikan bahwasanya ee ada orang-orang yang Nabi kenal kemudian dihalangi. Kemudian Nu'man bin Abi Ayyasy mengatakan, "Kau begitu dengar dari Sahal bin Sa'ad." Kata Abu Hazim, "Iya, saya dengar dari Sahal bin Sa'ad radhiallahu anhu begini aja." Kata Nu'man, "Saya dengar dari Abu Said Alkhudri, sahabat yang lain ada tambahan." Bukan cuma itu aja, lafal tambahan yaitu Rasulullah bersabda, Rasulullah berkata dikatakan kepada Nabi, "Innaka tadri ma ahdu ba'da." Kau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan setelah engkau meninggal. Faqul, maka Nabi berkata, "Suhqon suhqon liman ba'di." Sungguh jauh. Sungguh jauh. Yaitu jauh dari rahmat Allah. Orang yang merubah-rubah setelahku. yaitu merubah-rubah agama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hadis berikutnya, waqala Ahmad bin Syabib. Ya, [Musik] ee adapun makna sahih di sini ee al Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata, Ibnu Abbas menafsirkan suhqan maknanya b'dan. Karena Rasulullah mengatakan suuhqan suhqan liman ba'di. Sungguh jauh-sungguh jauh orang yang berubah-rubah agama setelahku. Kata Ibnu Abbas, "Suhqan maknanya adalah b'dan yaitu jauh." Kemudian yuqal. Ibnu Hajar eh Imam Bukhari mengatakan yuqal dan dikatakan sahihun baidun. Ini perkataan dari ee Abu Abu Ubaidah Alqasim bin Salam. Dan Imam Bukhari sering menukil para ahli bahasa dalam menafsirkan makna-makna lafal-lafal dalam hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yaitu dari kitab-kitab tentang garibul hadis. Ya, itu makna-makna yang asing. Beliau nukil perkataan para ahli bahasa. Sahikun maknanya baidun seperti firman Allah Subhanahu wa taala. w yusrik billahi minamawi kata Allah dalam surat alhaj ayat 31 siapa yang berbuat syirik kepada Allah seakan-akan dia jatuh dari langit kemudian ditangkap oleh burung ya disambar oleh burung atau dibawa oleh angin fi makanin sahih menuju pada tempat sahih, tempat yang jauh. Menunjukkan sahih secara bahasa maknanya artinya jauh. Ya, orang yang sudah di menuju sudah dekat dengan telaga Nabi tahu-tahu dicabut berarti dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Hadis berikutnya. Waqala Ahmad bin Syabib bin Said al habatiu qala hadasana Abi an Yunus an ibni Syihab an Said ibn Musayyib an Abi Hurairah annahuana yuhadditsu anna rasul sahu alaih wasallam qal. Ini hadis dari Abu Hurairah sekarang. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Yaridu alai yaumalqiamati rohtun min ashabi." Akan datang kepadaku rohtun sekelompok orang dari sahabatku sekitar 3 sampai 9 kurang dari 10. Jadi ee yang yang benar ada Rasulullah kenal sekelompok orang sekitar 10 orang 9 orang yang sudah datang dekat tahu-tahu diusir. Fayuhallauna anil haud. Kemudian mereka dihalangi dari telaga. Yuha maksudnya yumnauna itu dihalangi dari telaga. Faquulu ya rabbi ashabi. Aku berkata ya rabku mereka adalah sahabat-sahabatku. Fayakl maka Allah berkata innaka ilma laka bima ah ba'da. Kau tidak punya ilmu tentang apa yang mereka ada-adakan setelah engkau meninggal. Innahumurtadu ala adbarihimulqor. Sesungguhnya mereka mundur ke belakang setelah engkau meninggal dunia. Di sini disebutin mereka murtad. Murtad di sini apa maksudnya? Ada khilaf di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan murtad benar-benar murtad keluar dari agama. Dan itu terjadi di zaman setelah Nabi meninggal dunia. Sebagian orang murtad di zaman Khalifah Abu Bakar radhiallahu taala anhu. Tetapi yang murtad bukan sahabat-sahabat dekat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sebagian Arab Badui yang baru masuk Islam. Nabi kenal mereka ternyata mur murtad. Mereka tidak mau bayar zakat lagi. Ada yang menganggap ada nabi baru. Ikuti nabi baru. Waktu Abu Nabi meninggal dunia terjadi kemurtadan besar-besaran. Pemurtadan besar-besaran. Sebabnya dua, ada muncul nabi-nabi baru dan banyak pengikut nabi-nabi baru tersebut seperti pengikut Musailimah al-Kadzab, kemudian pengikut Al-Aswad Al-Ansi dan pengikut Thaliha Al-Asadi ini. Kemudian pengikut Sijah paling tidak ada empat nabi. Tiga nabi laki-laki, satu nabi perempuan. Kemudian sampai disebutkan sijah ketemu dengan Musailimah. Ayo kita menikah aja. Maharnya apa? Maharnya salat enggak jadi lima waktu dikurangi katanya. Jadi intinya banyak pengikut Nabi Nabi Ban itu kebanyakannya bukan sahabat-sahabat Nabi yang dekat, bukan. Tapi mereka orang-orang yang baru masuk is Islam dari kalangan Arab Badui. Sehingga dikatakan murtad sini maksudnya murtad benar-benar keluar Islam juga. Demikian juga ada orang-orang tidak mau bayar zakat lagi. Kata mereka zakat cuma dibayar di zaman Nabi masih hidup. Sudah Nabi meninggal enggak ada zakat lagi. Mereka juga murtad karena menolak hukum zakat. Dan Nabi hanya mengatakan sekelompok orang, tidak sampai 10 orang. Kenapa saya sampaikan hal ini? Dalam sebagian riwayat rijal sekelompok orang hanya rahtun itu tidak sampai 10 orang. Karena orang-orang Syiah berdalil dengan hadis ini mereka mengatakan seluruh sahabat Nabi murtad setelah Nabi meninggal dunia. Ini kedustaan ya. Yang benar hadis ini hanya menyebutkan sekelompok kecil dan yang memerangi orang-orang yang bertapa Abu Bakar dan para sahabat. Makanya Abu Bakar kirim 11 pasukan di antaranya Khalid bin Walid untuk memerangi orang-orang yang murtad. Justru mereka bilang imamnya para murtad adalah Abu Bakar. Kata orang Syiah. L Abu Bakar ini yang menyerang orang-orang murtad agar mereka kembali sadar. Justru orang-orang Syiah mengatakan Abu Bakar itulah imamnya para orang-orang mur murtad. Jadi mereka ngawur. Intinya ada yang mengatakan murtad sini bukannya kafir bukan. Tapi mereka merubah agama. Merubah apa agama. Buktinya apa? Buktinya mereka sempat datang bersama rombongan yang lain. Berarti mereka dikenali oleh Nabi dan mungkin masih ada cahaya di wajah dan apa? Kaki karena mereka juga berwudu. Cuma mereka melakukan perubahan-perubahan bidah atau yang lainnya atau merubah hukum sehingga mereka tidak pantas untuk minum apa? Telaga. Intinya ada khilaf di kalangan empimat murtad ini. Tapi kita lanjutkan hadis berikutnya. Q hadana Ahmad bin SH q hadana Ibnu Wahbin qala akhbarani Yunus an ibni Shihab an ibnil Musayyab annahu kana yuhadditsu an ashabin Nabi sallallahu alaihi wasallam Nabi sallallahu alaihi wasallam q Rasul sahu alaih wasallam bersabda yaridu alayal ha atau yaridu alal ha rijal min ashabi datang kepada telaga sekelompok orang dari sahabat-sahabatku beberapa lelaki dari sahabat-sahabatku fayuha anhum maka mereka dihalangi dari di ditahan dari telaga. Faqulu yabbi ashabi. Aku berkata, "Ya Rabbku, itu sahabat-sahabatku. Fakulu innaka la ilma laka bima ahdu ba'dak." Kau tidak punya ilmu tentang apa yang mereka lakukan. Ada-adakan setelah perk ahdas itu maksudnya perkara-perkara baru yang mereka lakukan setelah kau meninggal dunia. Inahu album. Sesungguhnya mereka murtad itu mundur ke belakang. Mereka mundur ke belakang. Waq syuaib an zuhri Abu Hurairah yuh Nabi sallallahu alaihi wasallam faylauna. Dari riwayat yang lain kata Zuhri, Abu Hurairah tidak mengatakan yuhalluna tetapi yujlauna. Yujla artinya diusir. Kalau yuhalluna artinya dihalang. Waqala uqa yuhalluna. Adapun Uqail berkata yuhalluna. Ini menunjukkan ee amanahnya para perawi. Mereka mengatakan kalau Abu Hurairah meriwayatkan dengan yujla. Yuj diusir. Kalau si fulan meriwayatkan dengan yuhalluna. Maknanya sama satu diusir, satu dihalangi. Tapi datang dalam berbagai riwayat. Waqala Zubaidi an Zuhri an Muhammad ibn Ali an Ubaidillah bin Abi Rafi an Abi Hurairah an Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hadis berikutnya. Qala hadasana Ibrahim Al Munzir alhiamiyu qala hadasana Muhammad ibnu Fulaih. Qadana Abi qala hadasani Hilal bin Ali an Atha bin Yasar an Abi radhiallahu anhu. Nabi sallallahu alaihi wasallam qal. Jadi ini namanya sanad. Namanya apa? Sanad agama kita dengan apa? Sanad dari fulan, dari fulan, semua perawinya ada biografinya, sejarahnya. Siqah atau tidak, rawit riwayatnya bisa diterima atau tidak, tukang bohong atau tidak, tukang ngibul atau tidak, ketahuan. Jadi tidak semua hadis diterima. Harus dicek apa perawinya. Adapun hadis sahih Bukhari semua perawinya sudah diseleksi dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau berkata, "Bainama qoimun zumotun hatta aruhum khja rajul min baini winihim." Ketika aku sedang berdiri itu di telaga, tiba-tiba ada rombongan sampai aku kenal mereka. Rombongan tersebut mendekati menuju telaga. Aku kenal mereka tiba-tiba kharaja rajulun min baini w tiba seorang keluar di antara mereka. Ada yang mengatakan malaikat keluar di antara mereka. faqala tiba-tiba orang ini bilang, "Halumma jangan ke situ, ke sini, kemari ke arah lain." Sudah mendekati telaga, tiba-tiba ada yang keluar itu malaikat yang menjelma. "Eh, lewat sini, jangan ke arah telaga. Lewat sini. Faqulu, aina?" Mau ke mana? Telaga di sini. Kenapa ke sana? Qala ilanar. Menuju neraka. Menuju neraka. Ya, ini ternyata bukan ke telaga tapi ke mana? Neraka. Wallahi qulu w'nuhum. Aku berkata, "Demi Allah, kenapa mereka diajak ke neraka?" Q inahumadu baakbarq. Sesungguhnya mereka mundur ke belakang setelah kau meninggal dunia. Kemudian rombongan yang lain, rombongan kedua. Ketika aku sudah kenal mereka, tiba-tiba keluar seorang di antara mereka. Faqumma, ayo ke arah sana. Qullu aina mau ke mana mereka? Qanar ke neraka. Wallahium. Kenapa mereka diajak ke neraka? Sesungguhnya mereka ini setelah kau meninggal dunia mereka mundur ke belakang itu. Mereka merubah, mereka murtad. Menurutku tidak ada yang selamat dari mereka menuju ke telaga kecuali seperti hamalun hamalin naam. Hammalin naam maksudnya annaam almuhmalah. yaitu unta-unta yang tidak ada ee penggembalanya. Kebanyakan unta ada penggembalanya. Kalau ada unta tidak penggembala cuma sedikit. Artinya kata Nabi, kebanyakan mereka masuk neraka. Mungkin ada yang selamat sedikit yang bisa ke telaga. Tapi menurutku semuanya akan dibawa ke neraka. Ini menunjukkan ada beberapa rombongan yang kemudian Nabi kenal mereka ternyata dibawa ke mana? Ke neraka jahanam. Karena mereka melakukan perubahan setelah Nabi meninggal dunia. Imam Bukhari menyampaikan hadis berikutnya. Q haddani Ibrahim Munzir q hadana anas binyad an Ubaidillah anubaib bin Abdurrahman an Hafs bin Asim an Abi radhiallahu anhu anna Rasul sahu alaih wasallam rasuah alaih wasallam berkata ma baina baiti wa mimbari raudatun riyadil jannati wa mimbari ala haudi. Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga dan mimbarku berada di telagaku. Ini tentang keutamaan apa? Raudah ya. Raudah yaitu dari rumahku sampai ke mimbarku adalah taman surga. Tib mimbar rumah Nabi mana? Rumah Nabi ini ada rumah Nabi kan bukan cuma satu bukan rumah Aisyah. Rumah Nabi ada rumah Aisyah ada rumahnya Hafsah ada rumahnya Rasulullah. Istrinya berapa? Ada sem s sem sembilan. Ketika Nabi meninggalin istrinya s semilan. Kalau kita lihat masjid misalnya masjid arah kiblat sana. Rumah Aisyah kan di sini ya, di sini, di sini mimbar ya. Orang sering kumpul ternyata ada rumah Nabi, istri Nabi juga sebelah sini rumahnya kalau enggak salah Sofiah. Sehingga kalau kalau kita berpendapat rumah tersebut umum, bukan cuma rumah Aisyah, berarti Raudah bukan cuma di sini aja. Karena kata Rasulullah, antara rumahku dengan mimbarku ada taman surga. Berarti areal sini juga rumah Sofiah sebelah sini. Ini juga berarti areal apa? Raudah. Cuma sebenarnya sekarang terkenal adalah cuma rumah Aisyah, kuburan Nabi. Kuburan Nabi kan rumah Aisyah karena Nabi meninggal di rumah siapa? Aisyah. Rumah Nabi bukan cuma itu aja. Rumah Nabi ada juga di lokasi yang lain. Sehingga sebagian ulama berpendapat yang dimaksud itu suruh ke Masjid Nabawi. Yang penting sering banyak ke Masjid Nabawi supaya masuk ke surga. Karena ternyata sebagian rumah istri Nabi bukan cuma daerah sini aja, bahkan bagian belakang. Ini khilaf di kalangan para ulama. Intinya seorang sering ke masjid untuk salat di Masjid Nabawi, maka memudahkan dia untuk masuk surga. Kemudian kata Nabi, "Wa mimbari ala haudi." Dan mimbarku di telagaku. Ya. Nah, apakah semua ini akan diangkat nanti ke di telaga Nabi? Nanti di telaga Nabi ada mimbar, ada raudah di situ atau ini cuma bahasa kiasan. Ini khilaf di kalangan para ulama. Tapi intinya siapa yang berusaha ke Masjid Nabawi terutama ke areal Raudah, maka semoga dimudahkan masuk surga. Tayib. Kita lanjutkan. Alam Bukhari berkata had abdan ak abi an abdil malik q jaban q nabi sallahu alaihi wasallam ya aku mendahului kalian di telaga sama ini hadis dari jundab radhiallahu anh hadis berikutnya q hadana amar bin khalid q hadana lait an yaazid an abil khair an uqbah radhiallahu anhu an nabi sallallahu alaihi wasallam kharaja yauman dari Uqbah radhiallahu anhu bahwasanya suatu hari Nabi sallallahu alaihi wasallam keluar fasa ala Maka Rasul sahu alaih wasallam menuju ee kuburan syuhada Uhud. Kemudian Rasul sahu alaih wasallam salatkan mereka seperti salat mayit. Alal mimbar. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam menuju ke mimbar. Ini sepertinya di akhir hayat kehidupan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Setelah ziarah ke kuburan syuhada Uhud, Rasulullah pergi ke mimbarnya. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam berkata itu di Masjid Nabawi. Inni faratun lakum. Aku akan mendahului kalian. Wa ana syahidun alaikum. Dan aku akan menjadi saksi atas kalian. Wa inallahi alan. Sekarang saya sedang melihat kepada telagaku. Sekarang ini. Wa inni mafatihail ard. Dan aku telah diberikan kunci-kunci perbendaraan bumi arard atau aku diberikan perbendaraan bumi. Wa inni wallahi mahaikum ba. Demi Allah aku tidak khawatir kalian syirik setelahku wahai para sahabatku. Tapi aku khawatirkan kalian berlomba-lomba. Terhadap dunia. Terhadap apa? Dunia. Di sini Rasulullah mengatakan, "Wallahi lazuru sekarang saya sedang melihat telagaku." Itu kayak kan Rasulullah diperlihatkan masa depan atau haud nabi sudah ada ya sudah Allah ciptakan tinggal nanti diletakkan ketika di hari apa? kiamat. Wallahuam bawab. Dan ini wallahu alam bawab juga Rasulullah sebutkan tentang keutamaan para sahabat. Rasulullah tidak khawatir mereka terjerumus dalam apa? Kes kesyirikan. Karena para sahabat benar-benar waspada terhadap syirik. Dan mereka sebelum jadi sahabat mereka banyak di antara mereka yang terjerumus dalam berbagai macam model kesyirikan. Oleh karena Ibnu Qayyim menyebutkan tidak ada yang akan bisa menyamai sahabat. Karena kenapa? Sahabat mengenali kerusakan secara detail dan mengenali jalan kebenaran secara detail. Jadi sebelum Nabi diutus jadi Nabi, mereka benar rusak. Di Jazirah Arab semua kerusakan ada. Khamar, judi, zina, bunuh-bunuhan, ya jimat, dukun, semua lengkap. Bunuh anak sendiri, ee kacau pokoknya ya rusak semua kerusakan ada. Kemudian datang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi kerusakan detail pernah diketahui oleh sahabat. Bahkan sebagian sahabat mungkin melakukan kerusakan-kerusakan tersebut secara detail. makan bangkai, bunuh-bunuhan, macam-macam. Setelah datang Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka mereka Rasulullah jelaskan jalan kebenaran secara detail. Maka para sahabat pernah tenggelam dalam kerusakan secara detail. Kemudian mereka mengenali kebenaran secara de detail. Nah, orang seperti ini imannya kuat karena pernah mengetahui keburukan secara detail. Kemudian mengenali jalan kebenaran secara apa de detail. Ya, apalagi jalan-jalan kesyirikan. Mereka tahu betul. Maka mereka sangat sensitif dengan nama-namanya kesyirikan. Maka Rasulullah mengatakan, "Aku tidak khawatir kalian terjerumus dalam kesyirikan, tapi aku khawatir tentang dun dunia." Tentang dunia. Maka seorang waspada bukan cuma waspada dari terjerumus dalam jangan sampai saya syirik. Bukan cuma itu. Dia harus waspada jug. Jangan sampai aku juga tenggelam dengan dun dunia karena fitnah macam ada fitnah syirik, ada fitnah dunia. Bahkan Rasulullah mengatakan, "Inna fitn wa inna fitnata umati almal." Sesungguhnya fitnah umatku adalah apa? Har harta. Gara-gara harta kita lupa dengan akhirat. Mungkin tidak syirik, tapi jarang ibadah. Kalau syirik mungkin enggak mungkin ya, tapi jarang apa? Ibadah. Kenapa sibuk dengan dunia? Tib berikutnya. Qala hadasana Ali bin Abdillah. Qala haddasana Harami bin Umarah. Qanaah ma'bad bin Khalidahu Harit bin Wahab ya Nabi wasamar faqala kama madinati wasis ini Rasulullah mengatakan eh telaga itu dari Madinah sampai Sona itu kita 1000 kilo lebih 1200 ya tapi yang benar tadi sampai 2 ri 2000 yang lebih panjang jaraknya wazada Ibnu Abi Adi an Sybah an Ma'bad bin Khalid an Haritah sami Nabi sallallahu alaihi wasallam hauh bainah wal Madinah kata Nabi telaga dari sampai qili kawak. Dalam sebagian riwayat dilihat di situ ada bejana-bejana jumlahnya seperti bintang-bintang di langit. Tib hadis terakhir. Q hadasana said ibnu Abi Maryam an nafi' bin Umar. Q hadasani Ibnu Abi Mulaikah an Asma binti Abi Bakar qat q Nabi sallallahu alaihi wasallam inni alal hataur man yaridu alaiya. Aku berada di telaga sampai aku lihat siapa yang datang kepadaku minkum di antara kalianuni akan ditarik dariku sekelompok orang. Faqubi minni win umati. Ya rabku mereka dariku dan dari umatku. Fayuquarta mailu ba'daka. Apakah kau tahu kau merasakan apa yang mereka kerjakan setelah wafatmu? Wallahi ma baru yarunaqobihim. Demi Allah mereka terus mundur ke belakang mereka yaitu melakukan maksiat, perubahan atau kemurtadan. Fakana Ibnu Abi Mulaika yaqul Allahumma inna naud nazubikaarji alaqina. Maka Ibnu Abi Mulaikah berdoa, "Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau jangan sampai kami mundur ke belakang nuftana atau jangan sampai kami terfitnah dari agama kami. Dinana aqobikum tangkisuna tarjiuna alal aqib." Ya, ee jangan sampai eh mundur ke belakang ya setelah tadinya beriman. Bab. Demikian saja hadis-hadis terakhir ya terkait dengan ee kitabur riq. E tidaklah maksud dari kita membahas hadis-hadis ini kecuali agar kita melembutkan hati kita ya. Bersabar dengan dunia ini ya. Jangan terbawa dengan fitnah, jangan terjerumus dalam fitnah dunia. Bersabar agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan sampai ajal menjemput kita. Semoga Allah memulakan kita semuanya di surganya. Amin ya rabbal alamin. Demikian saja. Insyaallah nanti pertemuan berikutnya kita cari kitab yang lain ya. Tapi demikian saja kajian kita. Subhanakallah bihamdik asaduillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.