Transcript
jSUHZ2fk1lI • Aneka Wajah Di Akhirat - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2585_jSUHZ2fk1lI.txt
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu wafiruhu watubu ilaih wa naudubillahi min syururi anfusina waminati a'alina. May yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah. Ya ayyuhalladina amanqulahaqqut waum muslimun haditabullahir huda Muhammadinallahu alaihi wasallam bidahin mairal musliminalikumsiqallahq fazal muttaquun. Sungguhnya wajah adalah tempat atau bagian tubuh yang paling dimuliakan oleh seorang manusia. Dan di wajah itu pula akan terungkap isi hati seseorang bahagia atau sedang sengsara. Dan hal ini juga akan terungkap pada hari kiamat kelak. Sungguhnya wajah-wajah orang yang menderita, yang kafir, para pendosa tidak sama dengan wajah-wajah orang-orang yang berbahagia pada hari tersebut. Allah Subhanahu wa taala menyebutkan, "Sesungguhnya wajah-wajah para pendosa, wajah-wajah orang kafir adalah wajah-wajah yang sangat penuh dengan kesengsaraan, baik di padang mahsyar, terlebih lagi ketika mereka masuk neraka jahanam." Allah berfirman, "Hal ataka haditul ghasiah wujuh yaumidin khiah." Apakah telah datang kabar kepada engkau tentang algasiah hari kiamat? Wujuhu yaumidin khiah pada hari tersebut nampak wajah-wajah yang ketakutan. Allah Subhanahu wa taala berfirman, wujuhu yaumidin basirahun biha faqir. Maka pada hari tersebut nampak wajah-wajah yang ketakutan yang ya bersedih, muram. Ayufala biha faakirah. Dia menduga-duga apa yang akan menimpanya berupa malapetaka. Wajah-wajah tersebut, wajah-wajah yang matanya terbelalak. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Faid hiya sakitun absina kafaru." Maka tiba-tiba mata-mata orang-orang kafir terbelalak karena ketakutan. Sebagai dalam ayat yang lain Allah berfirman ya bahwasanya inirum absumil abs jangan kau menyangka bahwasanya Allah lalai dari orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah tunda mereka sampai pada hari di mana hari mata-mata mereka terbelalak karena ketakutan. Kemudian wajah-wajah mereka penuh dengan debu. Wujuhu yaumaidin alaiha garquha qarah. Pada hari tersebut ada wajah-wajah yang penuh dengan debu dan penuh dengan kegelapan. Kata para ulama, penuh dengan debu. Karena ketika mereka dijemur di bawah terik matahari yang jaraknya 1 mil, keringat mereka bercucuran sampai menutupi wajah mereka. Kemudian wajah mereka ditutupi dengan debu yang menunjukkan kehinaan bagi mereka. Kemudian wajah-wajah mereka pun menghitam. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya wujuhuaswadu wujuh." Hari di mana ada wajah yang putih dan ada wajah-wajah yang hitam. Kata Allah, "Waumalqiamati alallahi wujuhum muswaddah." Dan pada hari kiamat engkau melihat orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, wajah mereka menjadi hitam. Hitam seperti apa? Hitam seperti malam gelap gulita. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Kaanama wujuhum minlima." Seakan-akan wajah mereka adalah kumpulan dari potongan-potongan kegelapan malam yang menunjukkan hinanya wajah-wajah mereka. Kemudian mereka dibangkitkan dengan wajah yang hitam penuh debu dan mata mereka membiru. Kata Allah Subhanahu wa taala, Dan ketika hari ditiupkan sangkakala, maka kami kumpulkan para pendosa dengan wajah mereka yang biru. Kata para ulama, wajah mereka hitam sementara mata-mata mereka membiru. Itu pemandangan yang sangat buruk bagi wajah-wajah ketika itu. Kemudian mereka dibangkitkan dalam kondisi terbalik, terjungkal. Kata Allah subhanahu wa taala, "Afam yamsi mukibban ala wajhihi ahda amamsi sawwian mustaqim." Dan apakah orang yang berjalan terjungkal di atas wajahnya lebih baik ataukah orang yang berjalan di atas jalan yang lurus berjalan dengan benar? Allah Subhanahu wa taala juga berfirman, "Yaqamti wujuhim." Maka pada hari tersebut kami kumpulkan mereka di atas padang mahsyar, di atas wajah mereka dalam kondisi buta, bisu, dan tuli. Jadi dibangkitkan di atas berjalan di atas wajah mereka. Ada seorang bertanya dari hadis hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu qila ya Rasulullah. Rasul sahu alai wasallam ditanya ya apakah mereka kaifa yuhsyaruna ala wujuhihim bagaimana mereka dibangkitkan di atas wajah mereka bagaimana bisa berjalan di atas wajah mereka apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallamadzi amsyahum fid dunya ala wujuhihim bukankah Allah subhanahu wa taala yang bisa membuat mereka berjalan di atas muka bumi, di atas kedua kaki mampu untuk membuat mereka nanti Hari kiamat berjalan di atas wajah mereka. Jawabannya tentu mampu. Kemudian setelah itu mereka digeret menuju api neraka jahanam. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Yauma yushabuna finari ala wujuhihimquqar." Kemudian wajah mereka digeret, ditarik menuju neraka jahanam. Setelah itu mereka dilemparkan dalam neraka jahanam dan dalam kondisi tidak berkutik, tangan mereka terbelenggu dirantai. Maka Allah berkata, "Afamtaqiwajhiabi yaumalqiamah." Dan apakah orang yang menghalangi api dengan wajahnya pada hari kiamat kelak yaitu orang kafir? Kita tahu wajah ini adalah anggota tubuh yang paling mulia. Kalau ada suatu yang ingin menimpa wajah, biasanya kita tangkis dengan tangan kita, kita tangkis dengan badan kita, kita menghindar, kita berusaha menjaga wajah. Namun pada hari kiamat kelak karena orang-orang pendosa, orang kafir tidak bisa berkutik, maka mereka tidak bisa menangkis api sama sekali. Jadilah wajah mereka jadi korban pertama. Maka Allah mengejek mereka dengan berkata, "Afamtaqi biwajhi sualabi yaumalqiamah." ataukah orang yang mencegah api dengan wajah mereka. Harusnya api dicegah dari wajah, tapi wajah digunakan untuk mencegah api dan api tersebut akhirnya membakar wajah wajah mereka. Jadilah wajah mereka dibakar. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Talfahu wujuhumar wahum fiha kalihun." Maka pada hari tersebut wajah mereka dibakar oleh api. Wahum fiha kalihun. Dan mereka menjadi kalih. Kalih itu ibarat misalnya kalau kita panggang kambing di api, maka ketika terkena api maka kulit mulut menjadi menyusut-menyusut sehingga terbukalah menganga sehingga terlihat gusi dan gigi. Karena wajah terkena api kemudian menjadi menyusut. Itu namanya kalihun. Kemudian pada hari kiamat kelak mereka kehausan. yu buhli yasil wujuh. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ketika mereka kehausan mereka minta minum. Akhirnya dihadirkanlah air minum yang sangat panas. Kal muhli seperti besi yang dileburkan. Kita tahu besi tidak akan menjadi lebur kecuali mungkin lebih mungkin ribuan derajat baru kemudian besi yang kokoh menjadi seperti air. Itu air yang ingin mereka minum. Ketika mereka ingin minum di hadapan wajah mereka." Air tersebut membakar wajah mereka, apalagi kalau dimasukkan dalam tubuh mereka. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, "Yaqabu wujuhum finar." Hari di mana kami bolak-balikkan wajah mereka di atas api. Wajah yang menjadi tempat paling mulia pada hari kiamat menjadi bahan untuk dihina. Yang disiksa, dihitamkan, dibolak-balik wajahnya, dipanggang wajah tersebut. Kemudian Allah Subhanahu wa taala berfirman, minqtirinya wujum. Mereka pada hari kiamat memakai baju yang sangat panas dan api neraka menutupi wajah mereka. Akhirnya mereka terbakar seluruh tubuh mereka. Waliadubillah. Semoga kita terhindar dari siksaan api neraka. inahuahim alhamdulillahi ala ihsanih wasyukrulahu ala taufiqihiani wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahimanu Allahumma sh Muhammad waa alihi wa ikhwani maasyiral muslimin. Jika ada wajah-wajah yang hitam terhina maka di sana ada wajah-wajah yang bahagia. Itu wajah orang-orang saleh, wajah orang-orang bertakwa. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wujuhu yaumaidin naimah." Wajah-wajah yang pada hari tersebut berbahagia, mereka rida dengan hasil usaha mereka, amal mereka selama ini di dunia. Mereka rida karena mereka diperlihatkan surga. Maka mereka berbahagia pada hari tersebut wajah mereka diputihkan oleh Allah Subhanahu wa taala. yaumikumfunahidun. [Musik] Maka pada tersebut ada wajah yang putih dan ada wajah yang hitam. Adapun orang-orang wajahnya hitam, maka dikatakanum, apakah kalian kafir setelah kalian beriman? Silakan rasakan azab akibat kekufuran kalian. Adapun orang-orang yang wajah mereka putih berseri-siri, fafi rahmatillah, maka mereka dalam rahmat Allah. Hum fiha khidun, yaitu dalam surga Allah. Isyarat bahwasanya mereka masuk surga karena rahmat Allah dan mereka kekal di dalamnya. Maka mereka bergembira. Dalam ayat yang lain kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya wujuhu yaumaidin musfirah." Maka pada hari tersebut ada wajah-wajah yang bersiri-siriatun mustabsyirah. Tertawa dan gembira. Wajah orang-orang saleh. Di saat banyak wajah-wajah yang tunduk ketakutan, mereka gembira, tertawa dan berseri-seri. Wajah-wajah orang-orang yang saleh. Kemudian mereka dimasukkan dalam surga. Lantas mereka gembira karena melihat berbagai macam kenikmatan. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Innal abr lafi naim alurun. fi wujuhihimatan naim. Sesungguhnya orang-orang yang baik, orang-orang yang alabrar, orang-orang saleh lafi naim benar-benar dalam kenikmatan di surga alal arikiurun. Mereka berada di surga di atas dipan-dipan. Alaraiq jamak dari arikah. Yaitu dipan yang sudah dihias, disiapkan dengan kelambunya, dengan bantalnya, dengan berbagai keindahan dipan-dipan tersebut. Mereka berada di atas dipan-dipan. Kata Allah, "Alal ariki yanzurun." Sambil memandang. Memandang apa? Memandang berbagai macam kenikmatan. Allah tidak sebutkan kenikmatan apa yang mereka pandang, tapi semua yang mereka pandang pasti bikin bahagia. Karena di surga semua yang dipandang bikin bahagia. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Waid roitamma roita naiman wa mulkan kabir." Kalau kau lihat di surga, kau akan melihat kenikmatan dan kerajaan. Semua yang dipandang di surga akan bikin bahagia. Allah tidak perlu menyebut apa yang dipandang. Allah hanya mengatakan alal arurun. Mereka berada di atas dipan-dipan sambil memandang. Karena semua yang mereka pandang pasti bikin bahagia. Apapun yang mereka pandang, istri mereka, rumah mereka, istana mereka, pemandangan depan mereka, sahabat mereka, minuman mereka, makanan mereka, pakaian mereka, semua yang mereka pandang mereka akan bahagia. Tapi Allah sebutkan kebahagiaan tersebut nampak pada wajah mereka. naim. Kau lihat kebahagiaan, kau mengenal kebahagiaan mereka nampak pada wajah-wajah mereka. Dan puncak kebahagiaan nampak pada wajah mereka ketika mereka melihat wajah Allah Subhanahu wa taala. Allah berfirman, "Wujuhu yaumaidin nadirah ila rbiha nadrah." Pada hari tersebut wajah berseri-seri. Kenapa? Karena melihat wajah Allah pada hari kiamat kelak. Dan itu adalah puncak dari kenikmatan yang kata Allah Subhanahu wa taala lilladina ahsanul husna wa ziyadah. Bagi orang-orang yang berbuat ihsan di dunia, berbuat kebaikan, ketika beribadah kepada Allah merasa selalu dilihat oleh Allah subhanahu wa taala. Bagi mereka al-husna, bagi mereka surga. Bukan cuma itu, waziadah dan tambahan. Hadis-hadis menafsirkan yang dimaksud dengan tambahan adalah memandang wajah Allah Subhanahu wa taala. Kenapa disebut tambahan? Karena kenikmatan yang mengalahkan seluruh kenikmatan surga. Maka disebut tambahan. Disebut tambahan karena ini kenikmatan yang tidak pernah mereka tahu sebelumnya. Tidak seperti nikmat-nikmat yang ada di surga terkait dengan wanita, terkait dengan makanan. Mereka sudah kenal sebelumnya di dunia. Ini kenikmatan tambahan yang merupakan puncak kenikmatan pada hari kiamat kelak bagi penghuni surga. Oleh karenanya, maasyiral muslimin, semoga Allah menjadikan kita wajah-wajah yang berbahagia di hari kiamat kelak. Di padang mahsyar kita berseri-siri, dalam surga kita riang gembira. Oleh karenanya tundukkan wajah kita hanya untuk Allah Subhanahu wa taala. Hinakan wajah kita tatkala di dunia hanya karena Allah Subhanahu wa taala. Perbanyak sujud. Hinakan diri kita di hadapan Allah, maka akan mendatangkan kebahagiaan pada hari kiamat kelak. Inallah waaikatahuus nabi.