Transcript
XBnvswQiAiE • Al-Adab Al-Mufrad #64: Jangan Engkau Menjanjikan Sesuatu Tapi Menyelisihinya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2668_XBnvswQiAiE.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufik wtinani asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Kita lanjutkan bahasan kita.
Babun la taid akaian
fatukhlifahu.
Bab janganlah engkau
menjanjikan suatu kepada saudaramu
kemudian engkau menyelisihinya.
Kemudian al Imam Bukhari membawakan
hadis. Beliau berkata rahimahullah. Q
hadana Abdullah bin Said q hadan
Abdurrahman bin Muhammad almuharibi an
lait an abdil malik an Ikrimah an ibni
abbasin radhiallahu anhuma qala qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam la
tumari akhaka wala tumazihu wala ta'idhu
mauidan fatukhlifahu jangan kau
debat saudaramu dan jangan kau candain
dia dan jangan kau janjikan suatu janji
lantas engkau menyelisihinya
ee hadis ini
ee menjelaskan bahwasanya di antara
sifat seorang mukmin adalah menepati
janji dan ini menyelisihi sifat orang
munafik sebagaimana dalam hadis yang
masyhur kata rasul sahu alaihi wasallam
ayatul munafik salat bahwasanya tanda
orang munafik tig haddasa kadaba kalau
berbicara dia dusta waidza waada aklafa
kalau dia
eh berjanji maka dia menyelisihi waidza
tumina kh kalau diberi di
amanah maka dia berkhianat. Ya.
Dan
oleh karenanya menyelisihi adalah salah
satu dari cabang kemunafikan
dan menepati janji sebaliknya adalah
cabang dari keimanan. Ya. Maka seorang
berusaha
menjadikan dalam rumah Islamnya atau
rumah imannya banyak cabang-cabang
keimanan dan dia menjauhi
dari seluruh cabang-cabang kemunafikan
sebisa mungkin.
Dan kita tahu bahwasanya
ee menyelisihi ya ada adalah hal yang
tidak sangat tidak baik apalagi
merugikan orang yang dijanjikan.
Maka seorang berusaha ketika
menyampaikan janji kepada seorang, dia
benar-benar ee memikirkan terlebih
dahulu sebelum dia berjanji. Mungkin
atau tidak, jangan asal ngomong ya.
Kadang-kadang ingin niatnya menyenangkan
orang tapi justru akan mendatangkan
kesedihan ujungnya. Ya. Ya. Dan kita
berusaha berusaha menepati janji
kepada siapapun pada anak kita. Penuhi
janji. Kalau sama anak janji penuhi ya.
Apalagi kepada istri karena berbahaya
kalau tidak dipenuhi.
Sama istri penuhi janji. Demikian juga
sama kawan, sama kerabat. Jadi sebelum
kita ngomong, sebelum janji mikir dulu.
Jangan asal ngomong ya. Nanti dicap jadi
apa? Om do. Omong apa? Omong doang ya.
Sehingga kalau orang sudah dicap sebagai
omd repot ya.
Dan itu merupakan ciri orang munafik
yang jadi masalah bukan masalah sekedar
kita dicap omdo ya, tapi kita melakukan
dosa karena kita melakukan cabang dari
kemunafikan. Nah, ini bermasalah nanti
di akhirat ya. Makanya seorang berusaha
untuk menepati janji seperti berjanji
ingin memberikan suatu kepada saudaranya
ya,
maka dia melihat mungkin atau tidak dia
kasih. Kalau dia mungkin dia janji ya.
Kalau enggak mungkin enggak usah janji.
Bilang wallahualam nanti kalau ada
kemudahan. Tapi enggak usah janji kalau
enggak memungkinkan. Ya, kalau misalnya
ada orang minta tolong bisa enggak kamu
menurut saya? Kalau dia bilang mungkin,
dia bilang insyaallah. Kalau dia bilang
enggak, kalau menurut dia enggak mungkin
dia lakukan, aduh saya enggak bisa.
Jangan kasih harapan palsu, ya. Apa? PHP
kalau istilahnya apa? PHP itu apa?
Singkatan dia apa? Saya sering dengar
apa?
Pemberi. Oh, pemberi harapan palsu. Saya
baru tahu singkatannya. Saya dengar PHP.
PHP. Oh, P-nya pemberi ya, pemberi
harapan palsu. Janganlah
J kita gak usah susah. Kalau enggak
mampu bilang, "Gak bisa. Jangan kita
kasih harapan. Akhirnya dia berharap dan
akhirnya kita mengecewakan dia di akhir.
Dan kita pun susah dikejar-kejar terus.
Ngapain kita menyusahkan diri?" Enggak
bisa. Enggak bisa. Sudah enggak bisa.
Enggak bisa. Ini salah satu salah satu
apa? Ee salah satu pedoman hidup. Kalau
kamu enggak bisa, enggak usah kasih
harapan. Bila enggak bisa. Karena orang
kalau dikasih harapan, dia sangat
berharap dan dia akhirnya nagih lagi,
nagih lagi. Kita yang sudah sendiri.
Ujung-ujungnya kita repot. Enggak enak,
enggak enak. Akhirnya kita harus bohong.
Bertambah lagi kebohongan berikutnya.
Jadi kalau kita sebelum berjanji kita
mikir dulu bisa atau tidak. Kalau enggak
bisa gak usah ragerok kau bilang, "Maaf
saya enggak bisa. Saya belum bisa. Coba
sama yang lain. Saya belum mampu. K ini
mudah sampai saya enggak bisa. Kenapa
enggak bisa? Ya pokoknya saya enggak
bisa ya. Ya, jangan sampai kita karena
enggak enak bilang bisa, akhirnya kita
malah dikejar-kejar dan akhirnya kita
malah tidak mengenakkan dia. Mending
kita dari awal berani mengatakan tidak
tidak bisa. Ya, itu jangan maka jangan
ucapkan satu perkataan yang akhirnya kau
minta uzur nanti belakangan sebelum kau
memberikan janji mikir terlebih dahulu.
Demikian juga berjanji ketemu orang pada
waktu tertentu atau pada tempat
tertentu. Nanti kita ketemu di sana ya.
Ketemu enggak datang-datang.
Sudah nunggu 2 jam aduh qadarullah ya.
Qadarullah awal-awal jangan sekarang
ngomongnya. Sudah 2 jam nunggu bilang
apa? Qadarullah. Ya
kita ini
menghargai umur kita dan juga menghargai
umur orang lain. Jangan sampai kita
buang dia, membuat dia membuang-buang
umurnya. buat dia buang uang waktunya
gara-gara berjanji dengan kita. Ya, kita
janjiin dia ya. Kita memusikan diri
seandainya kita sebagai dia bagaimana
gitu.
Sampai misalnya kita punya jadwal
pengajian, kalau kita enggak bisa bilang
enggak bisa. Jangan kita bilang bisa
bisa. Tahu-tahu enggak datang. Tahu-tahu
enggak enggak datang. Kasihan.
sampai ada bikin pengajian di kantor
sudah bikin acara ramai kemudian
direkturnya datang terus tahu-tahu hari
hannya enggak bisa kan panitia kasihan.
Bayangkan kalau kita di posisi panitia
tersebut dia sudah ngerayu-ngerayu
direkturnya, ngerayu semuanya yang
diundang juga mungkin ustaz bermasalah.
Tahu-tahu ternyata memang bikin masalah.
Hari Hnya enggak datang.
Jadi hari Hnya enggak enggak datang kan.
Kasihan panitia tersebut. Kalau enggak
bisa dari awal bilang enggak bisa.
Jangan menjanjikan panitia sudah repot
persiapan. Persiapan mereka bukan bukan
mudah ya. Persiapan belum ada biaya yang
dikeluarkan.
Maka kalau enggak bisa bilang enggak
bisa. Atau kalau enggak bisa
pemberitahuan jauh-jauh sehingga panitia
bisa menyiapkan pengganti ya seminggu
sebelumnya kayak atau paling tidak 3
hari sebelumnya atau 2 hari sebelumnya.
Paling tidak kita tahu dia punya waktu
untuk bisa membatalkan atau cari
pengganti.
Bukan pengajian jam 08.00 kemudian
beritahuan jam 0.00 kan repot. Waktu
pengajian jam 08.00 pemberitahunya jam
10.00 itu
ditunggu-tunggu jam 10.00 baru kasih
tahu.
Orang sudah duduk kan kasihan ya.
Jadi kalau enggak bisa janji, kalau
enggak bisa menepati enggak usah
berjanji. Ya,
saya termasuk orang yang paling tidak
suka menunggu.
Saya kalau makanya kalau saya pun ingin
membuat orang menunggu, saya kasih tahu.
Saya kemungkinan terlambat
ee kasih tahu
para jemaah mungkin saya datang 1 jam
lagi ya. Sehingga mereka tahu kalau
ustaznya mau datang 1 jam lagi, mereka
bisa mau telepon istri kek, mau baca
Quran kek. Jadi mereka bisa memanfaatkan
waktu mereka ya. Tapi kalau tunggu,
tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Enggak
tahu ustaznya kapan datang kan kasihan.
Ya. Jadi maksudnya kita berusaha
memiliki cabang keimanan, yaitu
menempati janji dan berusaha menjauhkan
diri dari cabang kemunafikan. Ini perlu
dalam kehidupan kita sehari-hari.
Makanya kalau ngomong sama anak-anak
hati-hati ya. Meskipun janji belikan
permen, janji belikan ngomong dari awal
nanti belikan. Benar-benar belikan ya,
jangan sampai dibohongin. Diam, diam,
diam. Nanti kita beli mainan. Sudah diam
mainannya mana? Enggak ada ternyata
dibohongin anak tersebut. Oke, ini
bohong pertama.
Nanti nangis lagi. Nanti Abi belikan
mainan. Ternyata enggak dibelikan lagi.
Bohong kedua. Ya,
jadi ya akhirnya kita jadi tukang bohong
ya. Jadi tukang bohong. Terbiasa nanti
anak-anak juga kita demikian.
Maka seorang berusaha menepati janji
menghargai waktu orang lain sebagaimana
dia menghargai waktunya. Ya, jangan
membuat orang berharap sementara dia
tidak bisa memenuhi harapan orang
tersebut.
Yang kedua kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, wala tumari akhaq.
Ee
atau yang pertama kata Rasulull sallahu
alaihi wasallam, la tumari akak. Jangan
engkau,
jangan engkau. Rasulullah bersabda dalam
hadis ini, pertama, la tumari akhaka.
Jangan kau debat saudaramu. Ya,
maksudnya debat dalam rangka untuk
menang-menangan, bukan dalam rangka
untuk mencari kebenaran. Ya,
ee debat saudara hanya
menimbulkan
ya kebencian di antara kita dengan dia.
Ya, ini semua dilarang. Makanya Rasul
sahu alaihi wasallam mengatakan di
antara hadisnya, "Ana zaimun bibitin
fiadil jannah limanal mirana muhiqan."
Aku menjamin istana di pinggirin surga
bagi orang yang meninggalkan perdebatan
meskipun dia benar. Dalam kehidupan kita
sehat terkadang terjadi perdebatan.
Kalau kita lihat perdebatan kita sudah
tidak sehat sama teman kita ngomong dia
angkat suara kok dia enggak mau ngalah.
Sudah berhenti jangan lanjut jangan
lanjut. dia mungkin lagi ada masalah
keluarga, mungkin dia lagi banyak hutang
atau lagi apa sehingga dia pengin
lempiaskan aja kemarahannya. Ketika kita
debat dengan dia tidak sehat, dia angkat
suara maka berhenti. Jangan dilanjutkan.
Ini pertanda bahwasanya perdebatan kita
tidak sehat. Diskusi kita tidak sehat
lagi. Tapi kalau kita diskusi mencari
kebenaran
ya maka kita lanjutkan. Tapi kalau
diskusi yang penting saya menang
otot-ototan, ngotot-ngototan.
Yang penting saya menang. Yang penting
kamu kalah. Saya angkat suara kamu diam.
Ah, ini sudah enggak sehat. Ini nanti
hanya ee menimbulkan kebencian. Hati
kita berubah terhadap dia, hati dia
berubah terhadap kita. Maka saat itu
kita mengalah dan kita mendapat jaminan
istana di pinggiran surga. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Anaimunitin
jannah limanqan."
Aku eh menjamin istana di pinggir surga
bagi orang yang meninggalkan perdebatan
meskipun dia benar. Banyak hal kita
mungkin tahu kita lebih benar. Tapi
enggak usahlah, ngapain kita
gubris, ngapain kita lanjutkan. Kita
lihat bahwasanya perdebatan ini atau
diskusi ini tidak tidak sehat.
Dan itu berlaku kepada saudara kita ee
kepada teman kita, sahabat kita, kepada
pasangan hidup kita, kepada istri,
kepada suami. Jangan debat-debat sudah
tahu istri lagi tidak mau ngalah. Enggak
usah, enggak usah dilanjutkan. Nanti
kita ngomong belakangan.
Ketika dia sudah tenang, ketika dia
sudah pikiran jernih baru kita ajak
ngobrol baik-baik. Kamu kemarin
ngomong begitu benar atau coba mikir.
Coba sambil kita belikan emas insyaallah
dia mikir.
Oh iya benar kemarin Umi salah ya. I
benar ya.
Karena kalau kalau debat kelihatan tidak
mau tidak mau cari kebenaran hanya
penting yang suara yang lebih tinggi
yang menang ngapain ngapain kita
tinggalkan karena Allah tinggalkan
perdebatan tersebut karena Allah
subhanahu wa taala ya sama teman, sama
istri sama siapa saja ya kan ya.
Kemudian wala tumazihu.
Ya.
Adapun kalau perdebatan karena membela
agama, perdebatan karena ee apa namanya?
Karena atau diskusi karena mencari
kebenaran, maka itu disyariatkan. Maka
itu disyariatkan.
wala tumazihu. Jangan ee candain dia.
Maksudnya candaan yang berlebihan,
candaan yang berisi dengan ee
hinaan ya, candaan yang berisi
kebohongan. Maka ini tentu tidak boleh
seperti sekarang apa? Sering ada apa?
Prank-prank ya. Apa
prank ya? Prank apa? Perang.
Nge-prank. Nge-prank ya. Nge-prank itu
kadang-kadang bikin orang ketakutan ee
bikin orang deg-degan ya. Dibohongin ya.
ini semua tidak tidak benar. Adapun
mizah kalau kecandaan kalau dalam rangka
untuk menumbuhkan kasih sayang maka ini
dianjurkan ya selama tidak berlebihan
ya. Rasul sahu alaihi wasallam sahabat
berkata kepada Nabi, "Ya Rasulullah
innaka tudai." Ya Rasulullah engkau
mencandai kami, bermain-main dengan
kami. Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Inni laulu illa haqqan." Aku tidak
berkata kecuali kebenaran. Ya, apalagi
canda sama pasangan, canda sama
anak-anak. tentunya hal yang
menyenangkan menambah kecintaan ya ee
sehingga apa namanya menghilangkan
ketegangan
tetapi tadi syaratnya tidak boleh
bohong, tidak boleh berlebihan ya. Kalau
terlalu berlebihan juga hidup seorang
tidak serius. Orang hidup itu serius ya
di antara tengah-tengah keseriusannya
dielingi dengan candaan maka ee menjadi
semangat lagi menjadi semangat lagi
dalam kehidupan. Ngobrol pun menjadi
sambung lagi, menjadi semangat lagi.
Adapun candaan yang berisi dengan dusta
atau ejekan atau permusuhan, maka ini
yang dilarang. Ini hanya menimbulkan
kebencian, kedongkolan di antara kaum
kaum muslimin. Baru kemudian terakhir
kata Nabi, "La taidhu mauidan
fatukhlifahu." Ya, jangan kau janjikan
suatu janji lalu kau menyelisihinya.
Hadis ini secara sanad ada rawi bernama
Ibnu Sulaim dan dia shaduun ikhtalat
jiddan walam e dia saduk mukhtalid yaitu
derajatnya saduk namun ikhtalat itu dia
kadang-kadang atau sering lupa ya sering
salah sering salah dan tidak bisa
dibedakan mana saat benarnya dan mana
saat salahnya maka secara sanad hadisnya
dif tetapi secara makna hadis ini benar
karena maknanya didukung oleh banyak
dalil yang yang lain.
Tib. Ee berikutnya bab berikutnya
babutan fil ansab. Bab mencela nasab.
Bab mencela nasab. Ya. Al Imam Bukhari
membawakan hadisnya. Beliau berkata,
"Qdasana Abu Asim an ibni ajlan an abihi
an Abi Hurairat radhiallahu anhu an Nabi
sallallahu alaihi wasallam q dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam beliau
berkatani laatrukuma umati.
Anniahatu wu fil ansar. Dua perkara atau
dua cabang perkara
maksudnya dua cabang kemaksiatan ya.
Ya. Karena iman ada cabang-cabangnya,
maksiat juga ada cabang-cabangnya,
kekufuran ada cabang-cabangnya,
kemunafikan ada cabang-cabangnya. Maka
di antara dua cabang kemaksiatan yang
tidak ditinggalkan oleh umatku,
yaitu sampai
ee dari zaman jahiliah diteruskan ya
sampai umatku belum bisa
meninggalkannya. Annha yang pertama
adalah niaha yaitu meratapi mayat. Yang
kedua watu fil ansab mencela nasab.
Mencela nasab.
Ee
ini hadis mirip dengan hadis yang lain,
yaitu Rasulullah ingin menjelaskan
bahwasanya perkara jahiliah
dulu masyhur, ada perkara-perkara buruk
masyhur di kalangan orang jahiliah, tapi
masih berlanjut dalam hadis kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "Arbaun fi ummati
min amril jahiliyah la yatrukunahunna."
Empat perkara pada umatku dari perkara
jahiliah yang mereka belum
meninggalkannya. Alfakhru bil ahsab
yaitu bangga-bangga dengan ahsab yaitu
kedudukan. bangga dengan kedudukan. Wu
fil ansab. Yang kedua, mencela nasab.
Yang ketiga, istisq bin nujum. Yaitu
menyatakan hujan karena bintang ini,
karena bintang itu. Yang keen yang
keempat wniiaha meratapi mayat. Meratapi
mayat. Ini empat perkara. Maksudnya
empat perkara ini dan di antaranya
adalah meratap. Meratapi mayat dan juga
mencela nasab. Ini dulu perkara masyhur
di kalangan jahiliyah.
Jahiliah dahulu dibangun di atas
kabilah-kabilah dan kabilahkabilah
saling bangga-banggaan di antara bentuk
untuk meninggikan levelnya dia mencela
nasab yang lain. Ah, kamu dari kabilah
ini, kamu dari kabilah ini. Mencela
nasab atau kabilah yang lain dalam
rangka untuk menikan kabilah dia.
Meninggikan kabilah dengan menjatuhkan
yang lain. Maka kabilahnya pun naik. Ini
biasa masyhur di kalangan jahiliyah.
Setelah Nabi datang kemudian Nabi
berdakwah
maka masuklah Islam. Makanya Rasulullah
mengatakan dalam hadis ini ee sy'batani
la tatrukuhuma umati. Dua perkara dari
cabang jahiliah itu cabang kemaksiatan
yang umatku belum meninggalkannya.
Umatku maksudnya ummatul ijabah. Umat
ada dua. Ada namanya umatul dakwah. Ini
istilah kalau kita baca nama ummatul
dakwah adalah ummatul ummatul ijabah.
Ummatul dakwah yaitu umat yang Nabi
dakwahi di zaman Nabi ketika Nabi
berdakwah termasuk Quraisy, termasuk
orang-orang Arab di zaman itu, termasuk
Yahudi dan Nasrani yang didakwahi oleh
Nabi namanya ummat dakwah. Kalau umatul
ijabah yaitu umat yang masuk Islam
namanya umatul apa? Ijabah. Istilah ini
ya umat. Jadi terkadang Rasulullah
mengatakan umat bisa maksudnya umatud
dakwah, bisa maksudnya ummatul ijabah.
Kalau umatul dakwah itu umat yang Nabi
dakwahi mereka untuk masuk Islam. Adapun
ummatul ijabah yaitu umat yang masuk is
Islam. Dalam hadis ini yang dimaksud
oleh Nabi umat maksudnya ummatul ijabah.
Maksudnya orang-orang sudah masuk Islam
tetapi dua perkara ini belum
ditinggalkan sampai sekarang. Benar atau
tidak? Masih ada cela nasab enggak? Ah,
kamu dari suku ini. Ah, kamu dari suku
ah suku saya yang paling hebat. Saya
keturunan dari biru. Kamu darah merah.
Masih ada. Terus ya saya darah hijau
masih ada orang begitu bangga saya suku
ini, saya suku ini, kamu suku nah kamu
ini, kamu tidak gak bisa ditinggal. Ah,
dari suku ah pantas memang begini. Jadi
celaan terhadap suku terhadap itu masih
ada. Padahal kita tahu bahwasanya yang
Allah nilai adalah apa? Tak takwa. Allah
menjadikan kabilah-kabilah bukan untuk
saling merendahkan, saling menghina,
tapi untuk saling mengenal.
Ya ayyuhanasu inna khalaqnakum minakarin
wa unsa walnakumuban
waqilau.
Wahai manusia sekalian, sesungguhnya
kami menciptakan kalian
berbangsa-bangsa, bersuku-suku. Kami
ciptakan dari laki dan wanita
bersuku-suku, berbangsa-bangsa. Buat
apa? Litaarofu. Untuk kalian saling
mengenal bukan untuk saling mencela.
Kemudian Rasulullah kemudian Allah
ingatkan, "Inna akramakumallahi
atqakum." Sesungguhnya yang paling mulia
di antara kalian yang paling bertakwa.
Bukan yang nasabnya paling tinggi,
bukan yang darah biru ya, bukan ya. Yang
paling mulia adalah yang paling yang
paling bertakwa. Makanya dalam hadis
kata Rasul sahu alaihi wasallam, man lam
yusri amaluhu eh mana bihi amaluh lam
yusri bihi nasabuh. Siapa yang amalnya
lambat maka nasabnya tidak akan bisa
mempercepatnya. Itu siapa yang amalnya
buruk nasabnya tidak bisa
meninggikannya. Nasabnya tidak bisa
meninggikannya. Yang paling mulia di
sisi Allah yang paling bertakwa. Waq
laqad rofaal islamu Salman alfarisi
waqad wad alkufrun nasiba aba lahabin.
Sesungguhnya Islam telah mengangkat
Salman al-Farisi dari Persia bukan Arab.
Dari ajam non Arab dia Persia tapi dia
tinggi kedudukannya. Sementara kekufuran
laqad wad alkufrun nasiba aba lahabin.
Sementara kekufuran telah menjatuhkan
orang nasabnya tinggi yaitu Abu Lahab
paman Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Namun ini benar kata Nabi, tidak
ditinggalkan oleh umatku sampai
sekarang.
Ah, kamu dari suku apa? Oh, saya suku
ini. Saya suku ini. Ya. Ya.
Sehingga bangga-banggaan suku dan
mencela suku yang lain, memandang dengan
pandangan merendahkan
itu sampai sekarang masih masih ada.
Saya masih ada.
Kita umat Islam ya suku-suku adalah
untuk saling mengenal. Allah Subhanahu
wa taala mengangkat derajat Bilal dari
apa? Habasyi. Berkulit hitam tapi Allah
tinggikan derajatnya
Bilal al-Habasyi. Ya.
Meskipun berkulit hitam, meskipun bukan
Arab, tapi Allah muliakan sebagaimana
Salman al-Farisi. Ya, sebagaimana Salman
al-Farisi.
Dan Islam mengenal yang paling bertakwa
itu yang paling mulia di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Islam tidak mengenal
kasta-kasta ya. Kalau suku ini berarti
kastanya tinggi. Kalau gini suku ini
kastanya rendah. Gak. Islam enggak
mengenal demikian.
Islam adil. Siapa yang mau mulia dengan
takwa silakan berpacu, silakan berlomba.
Fastabiqal khairat. Dia yang paling
bertakwa, dia yang paling mu mulia.
Bukan dalam sebagian agama yang sudah
terlanjur lahir kasta tinggi, maka dia
bakalan tinggi terus. yang terlanjur
lahir dengan kasta rendah, dia bakalan
rendah terus sampai mati. Islam tidak
demikian.
Islam adil.
Tidak seperti orang-orang Yahudi yang
mengatakan siapa yang terlahir Yahudi
maka dia pasti masuk sur surga.
Sementara di luar Yahudi semua adalah
bangsa yang Allah ciptakan untuk
melayani mereka. Ini tidak adil Tuhan
kalau begitu. Tidak adil Tuhan kalau
begitu.
Ya, kalau kita terlanjur lahir orang
Indonesia kan repot.
Yahudi menganggap kita rendah ya. Karena
Yahudi Bani Israil maka kastanya tinggi.
Islam tidak demikian.
Yang lebih mengerikan ketika antum bisa
baca sebagian orang-orang bule ya sampai
mereka melegalkan pembunuhan terhadap
orang-orang berkelut hitam berdasarkan
teori Darwin. Antum bisa lihat di karena
teori Darwin mengatakan manusia
mengalami perubahan
ee dari
monyet ya sampai menjadi antum.
antum dan saya maksudnya jadi mengalami
apa namanya ee
iya evolusi dan apa namanya istilahnya
kata mereka
persaingan apa istilahnya satunya
satunya evolusi satu namanya apa
jadi kalau yang kalah mati istilahnya
apa
hah
evolus
bukan evolus satu lagi istilahnya hah
bukan kolusi dan manipulasi bukan
Hah? Ada istilahnya itu apa?
Seleksi alam.
Ah, seleksi alam. Seleksi alam. Mana
seleksi alam?
Jadi, yang mana seleksi alam itu yang
berkembang-berkembang. Nah, orang-orang
yang berkulit putih mereka sudah sampai
pada seleksi alam yang terbaik mereka
maju. Adapun yang berkulit hitam itu
tidak lolos dalam seleksi alam, maka
dipunahkan enggak ada masalah.
Beneran ini sebagian antum ana baca, ana
baca sebagian mereka seperti itu.
Sehingga mereka tidak ragu-ragu untuk
membantai orang-orang berkul hitam.
Karena dianggap inilah monyet yang belum
berhasil menjadi berkulit pu putih.
Ngeri.
Islam tidak demikian.
Islam tidak. Ini salah satu contoh efek
dari teori Darwin yang bukan sekedar
bicara tentang asal-usul manusia dari
jenis e sama-sama jenis yang sama, jenis
kera dan yang lainnya. Tapi di antaranya
mereka praktikkan dalam rangka untuk
menghabisi ee suku-suku yang dianggap
tidak berhasil dalam seleksi alam
sehingga dianggap gagal. Ya sudah
dihabisi yang benar, yang menang seleksi
yang berkulit putih.
Subhanallah ya. Jadi Islam tidak. Yang
paling bertakwa
itulah yang paling mulia di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Maka Bilal sangat
mulia di kalangan para sahabat. Salman
al-Farisi sangat mulia di kalangan para
sahabat
ta. Ee jadi di antara
perkara jahiliah yang masih ada adalah
mencela dalam al-ansab dalam nasab. Bab
ti di sini dalam hadis yang lain tadi
disebutkan ada alfakhru bil ahsab atnu
fil ansab. Apa itu al-ahsab? Al-ahsab
adalah sifat kedudukan manusia seperti
keberanian, seperti dermawan, ee seperti
e jadi bangga-banggaan, oh kami ini
adalah suku
ee suku pendekar, kami adalah suku
dermawan, kami dia membanggakan dirinya
dan sukunya tapi dalam rangka
menjatuhkan yang lain. Ini enggak boleh.
Adapun seorang bercerita dulu kami dari
keturunan ini enggak apa-apa dalam
rangka untuk menyemangati kita gak
jangan jangan menyelisihi tradisi nenek
moyang kita nenek moyang kita
orang-orang yang dermawan, maka kita
berusaha harus jadi orang der dermawan
ya.
Ah itu itu oke ya. Ini terkenal seperti
kalau di Saudi dikenal di ee kota Hail
ya dari apa namanya
kabilah Thai ya. Maka mereka terkenal
dengan dermawan sampai sekarang ya
mereka dermawan. Sampai saya ketemu
dengan saya jalan sama orang Saudi dari
suku yang lain kata mereka ee penduduk
kota hail tidak dikenal dengan memiliki
duit yang banyak. Mereka mungkin bukan
seperti ahl riad yang tinggal di Riyadul
Qasim yang mungkin uang banyak. Ya,
mereka hail bukan orang kaya. Tapi
mereka terkenal dengan keder
kedermawanan.
J dermawan ya ya dengan dengan apa yang
mereka punya. dengan apa yang mereka
mereka punya ya. Jadi kalau orang tamu
suruh tidur situ, suruh makan di situ,
itu biasa bagi mereka dan itu mereka
warisi dari nenek moyang mereka dan
mereka sampai sekarang masih bangga ini
tradisi kami warisi nenek moyang kami.
Maka ketika orang-orang Arab berbicara
tentang orang yang sangat dermawan,
mereka selalu menyebutkan tentang Hatim
Athai. Hatim Ahah yang terkenal sangat
dermawan ya.
Saking dermawannya dia sampai berkata
kepada budaknya, "Di musim dingin kau
nyalakan api. Kalau ada musafir lewat
dan kau dapat seorang musafir dan kau
bisa undang kita kasih makan dia, kau
merdeka. Kau merdeka." Ya, jadi sangat
itu tradisi mereka. mereka ee
turun-temurun, turuntemurun sampai
sekarang ini tidak jadi masalah seperti
ini. Seperti suku terkenal pendekar,
jagoan, tapi bukan dalam rangka
merendahkan yang yang lain. Tapi kalau
kamu suku pengecut tidak itu sudah
rendah. Itu namanya merendahkan yang
lain. Itu namanya alfakhru bil ahsab.
Dan ini sudah ada sejak zaman jahiliah
dan belum hilang sampai sekarang. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi
mengangkat-ngangkat diri ee sukunya
dengan kedudukannya atau nenek moyangnya
atau bapaknya dalam rangka untuk
menjatuhkan yang yang lain. Adapun
seorang menyebutkan tentang ee tradisi
nenek moyang dalam rangka untuk dia
wariskan, untuk dia menyemangati agar
kita tidak menyelisihi tradisi nenek
moyang, maka enggak ada masalah. Suatu
kebaikan. satu kebaikan bukan dalam
rangka untuk sombong, bukan dalam rangka
untuk merendahkan keluarga yang lain
atau suku yang yang lain.
Ini ini alfakhru bil ahsab bangga dengan
kedudukan ini salah satu jahiliyah yang
belum hilang. Yang kedu fil ansab
mencela nasab. Mencela nasab tadi
bisa dua makna. Pertama mencela nasab
seorang. Ah, kau itu anak zina. Jadi
padahal dia bukan anak zina mencela
nasabnya.
Ya, ini salah satunya meragukan nasab
seseorang. Kau bukan keturunan ini, kau
begini. Ya, ini hukum asalnya tidak
boleh. Apalagi kalau ternyata
benar-benar nasabnya benar. K nasabnya
kalau tidak benar ya lain cerita. Tapi
kalau nasabnya sudah benar kemudian kita
mencela membuat orang ragu tentang nasab
tersebut maka ini tidak boleh. Yang
kedua maksudnya atanu fil ansab mencela
nasab tadi merendahkan suku. Nah, ini
kadang-kadang kita
bicara hati-hati ya. Jangan sampai kita
mencela.
satu suhu. Ah, dasar orang ini. Waduh,
repot
ya. Hati-hati ya. Ah, kita bilang kalau
kita bilang memang orang seperti itu
dari suku ini banyak yang seperti begini
tapi tidak semua. Okelah kita bicara
kenyataan. Tapi kalau karena dalam
setiap suku pasti ada yang baik, pasti
ada yang buruk. Setiap suku
gak ada sesuku begini semuanya baik itu
enggak ada omong kosong ya.
Gak ada juga satu suku, semuanya buruk
ya ngomong kosong kecuali suku Yakjuj
Makjuj.
Mau suku apapun pasti ada baiknya. Saya
enggak ada suku terkenal buruk, Teh.
Kita dapati orang-orang baik juga dari
suku tersebut.
Ada suku terkenal baik, ada juga orang
buruk dari suku tersebut. Ya gak boleh
kita menggeneralkan bahwa suku ini semua
enggak boleh. Kita cerita apalagi dalam
rangka menjatuhkan, merendahkan ya. Maka
ini namanya taan fil ansab. mencela suku
tertentu, mencela nasab dari keturunan
tertentu juga dari zaman jahiliyah
kemudian masih ada sampai sekarang.
Kemudian di antaranya anniahah. Annha
yaitu meratapi mayat dengan suara yang
tinggi ya. Menunjukkan protes kepada
Allah subhanahu wa taala seperti
mengatakan, "Kenapa kau pergi
meninggalkan aku?" Y ya Allah, kenapa
kau cabut nyawanya? Cabut dulu nyawaku
sebelum dia ya Allah.
seperti itu
ya. Atau kita menyebut-nyebut,
nyebut-nyebut kebaikannya berlebihan.
Ini orang dulu begini, orang ini begini,
orang ini begini, orang begini. Seakan
kita enggak rela di apa namanya? Diambil
oleh Allah Subhanahu wa taala.
Ini niaha ini biasanya dialami oleh
ibu-ibu. Makanya Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam mengatakan dalam hadis,
"Annahatu, yaitu wanita yang meratapi."
Karena laki-laki biasanya lebih kuat. Ya
anaihatu idam tatub qobla mautiha.
Sesungguhnya wanita yang niah yang
meratapi kematian
jika dia belum bertobat sebelum dia
belum bertobat sebelum meninggalnya itu
meninggal dalam kondisi tidak bertobat
tuq yaumalqiamah maka wanita ini akan
diberdirikan pada hari kiamat waaibalin
jar maka dia akan di diberikan pakaian
yang terbuat dari cairan yang panas ya
dan juga mantel yang menimbulkan
gatal-gatal tubuhnya yaitu dia akan
disiksa dengan siksaan khusus. Dengan
siksaan khusus di antaranya karena dia
tidak rida dengan keputusan Allah
Subhanahu wa taala dan dia meratapi
mayat seakan-akan menyalahkan Allah
Subhanahu wa taala. Ini di antara dosa
dosa besar ya. Adapun Islam mengajarkan
kita bersabar tangisan boleh sebagai
bentuk rahmat kasih sayang kepada orang
yang mayat. Sang mayat kita kasihan sama
dia, kita sayangi dia. Perpisahan
menimbulkan tangisan tidak jadi masalah.
Adapun meratapi maka tidak boleh.
Sementara di mungkin di ajaran lain,
mungkin di ajaran agama lain justru
meratapi. Itulah yang jadi kebanggaan
untuk menunjukkan orang ini orang yang
hebat. Maka semua disuruh nangis.
Bahkan ada yang disewa untuk
nangis-nangis. Ada katanya gitu. Nangis
datang tukang sewa jam kasih duit. Jadi
nangis untuk menunjukkan orang ini
sangat bernilai makanya disuruh pada na
nangis ya. Tapi dalam Islam gak boleh
seperti ini ya. Islam mengajarkan adab.
Ya, ini sudah keputusan Allah Subhanahu
wa taala. Nangis boleh, tapi jangan mera
meratapi.
Makanya ibu-ibu seandainya mengalami
ee kematian keluarga atau anak atau yang
lainnya, maka jangan meratap. Jangan
meratap.
Nangis silakan tahan diri ya. Tahan
mulut. Ingat perintah Allah Subhanahu wa
taala. Jangan meratap. Ingat larangan
Nabi sallallahu alaihi wasallam. tidak
boleh mera merata.
Dan kalau sudah meninggal anak jangan
kemudian
di ingat-ingat terus ya. Anak meninggal
kemudian bonekanya gantung di kamar.
Lihat bonekanya tiap hari. Ini boneka
dulu mainan anakku tiap hari nangis,
tiap hari meratap. Ini ee pekerjaan yang
tidak benar. Hanya menimbulkan kesedihan
Allah. Setan ingin kita sedih terus ya.
Karena kalau kita sedih terus banyak hal
tidak bisa kita kerjakan. Kita mau ngaji
sedih terus,
ngurusin suami sedih terus, ya gimana?
Enggak bisa ngurusin suami. Banyak
halnya kemaslahatan yang tidak bisa kita
kerjakan karena kondisi psikologi kita
yang nangis terus. Nangis boleh, tapi
jangan ee meratap. Dan kedua, jangan
kita sengaja untuk membuat kita sedih
terus. Ya. Ya. Tadi dengan misalnya anak
meninggal, kemudian bonekanya, sepedanya
kita taruh dalam kamar sehingga tiap
hari kita ingat anak kita nangis terus
ya. nangis terus ya. Jangan ya
karena hal itu tidak tidak benar.
Akhirnya nanti kita meratapi lagi karena
kita ingat aduh kenapa pergi akhirnya
meratapi lagi tanpa kita sadari ya. Maka
kita menghindarkan diri sebab-sebab
terb.
Ee bab berikutnya
bab hubbir rajuliahu. Bab tentang
seorang mencintai kaumnya. Ya, artinya
mencintai kaum boleh, mencintai suku itu
boleh. Karena termasuk dari silaturahmi,
kerabat. Suku kan kerabat kita. I atau
tidak boleh. yang tidak boleh kalau kita
bangga-banggaan untuk mencela suku yang
lain. Adapun mencintai suku boleh, saya
suku saya suka suku saya cintai suku
saya. Kenapa? Inilah kerabat saya dan
kita disuruh untuk menyambung apa?
Kerabat. Dengan syarat tidak boleh
kecintaan kita mengalahkan
perintah Allah dan Rasul-Nya. Ini tidak
boleh. Kita mati-matian bela suku kita
meskipun di atas kesalahan. Itu namanya
fanatik kesukuan yang membutakan.
Sehingga akhirnya seorang membela
sukunya meskipun di atas kezaliman. Ini
yang tidak boleh. Adapun mencintai suku
boleh dan itu cinta thabi yaitu mahabbah
thabiyah itu normal ya. Mahabbah cinta
yang dari sananya ya. Orang seorang
secara tabiat cinta dengan keluarganya,
dengan sukunya ya ini tidak jadi masalah
selama tidak melanggar.
Tib.
Al Imam Bukhari membawakan hadis namun
sanadnya lemah. Ya.
Kata al Imam Bukhari rahimahullah. Qala
hadasana Zakaria qala hadasana al Hakam
bin Mubarak q hadasana Ziyad bin Rubay
atau Rabi q hadasani Abbad Arramli Q
haddatni imatunquil.
Ada seorang wanita dikenal dengan nama
Fusailah. Qat sam abi ya. Kata Fusailah.
Aku mendengar ayahku berkattu. Ya
Rasulullah
wahai Rasulullah.
Apakah termasuk
taasub fanatisme yang tidak benar?
Seorang lelaki menolong kaumnya padahal
kaumnya di atas kezaliman. Dia membantu
sukunya padahal sukunya di atas
kezaliman. Misalnya dalam peperangan.
Qala naam. Iya. Kata Nabi, "Benar, itu
termasuk dari fanatisme yang tidak
benar. Membela mati-matian suku. Padahal
suku tersebut di atas ee kesalahan."
Datang dalam sebagian riwayat
Rasulullah ditanya aminal asobahu
apakah termasuk fanatisme yang terlarang
seorang mencintai sukunya? Q kata Nabi
enggak laku
tapi adalah fanatisme yang buruk. dia
menolong sukunya di atas kezaliman. Ya,
membela sukunya di atas apa? Kezaliman.
Itu adalah ashabiyah yang buruk. Tib.
Sebagaimana kita ketahui bahwasanya
ee
mencintai keluarga, mencintai suku
ini adalah perkara yang dibolehkan
dengan syarat
tidak mendahulukan cinta tersebut di
atas cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
dan tidak mendahulukan cinta tersebut
sehingga melakukan maksiat. Allah
isyaratkan tentang istilah para ulama
dengan almahab assamanih,
perkara-perkara yang dicintai oleh
seorang. Delapan perkara yang dicintai
oleh seorang dalam surah at-Taubah ayat
24 kata Allah subhanahu wa taala, "Qul
inana abaukum."
Ya, jika katakanlah jika ternyata
ayah-ayah kalian
au abnaukum atau anak-anak kalian
au azwajukum
au ikhwanukum atau saudara-saudara
kalian kemudian au azwajuk atau
istri-istri kalian au asyiratukum ya.
Ee iya benar dalam surah at-Taubah ayat
24 kata Allah qul inana abaukum.
Katakanlah jika ayah-ayah kalian, wa
abnaukum dan anak-anak kalian,
wa ikhwanukum, saudara-saudara kalian,
wa azwajukum, istri-istri kalian, yang
keempat, yang kelima wa asiratukum,
yaitu suku kalian.
Waftumuha
dan harta yang kalian miliki.
Dan perdagangan yang kalian takut
kerugiannya.
Dan tempat tinggal yang kalian sukai
ternyata lebih kalian cintai daripada
Allah dan rasulnya dan jat fisabilillah
maka nantikanlah itu nantikanlah hukuman
dari Allah ya hattaallahu biamri wallahu
la yuhibbu wallahu la yahdilim Allah
tidak e wallahu la yahdilumal fasikin
Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang fasik tib ini disebut
dengan almahab atsaman
delapan perkara yang secara tabiat
diperbolehkan bagi manusia. Yang pertama
cinta kepada orang tua abakum abnakum.
Yang kedua, cinta kepada anak-anak. Nama
semua orang cinta sama anak-anaknya.
Yang ketiga, cinta kepada kakak dan
adik, ikhwan kakak dan adik. Yang
keempat, cinta kepada istri. Ya, cinta
kepada istri boleh ya. Apalagi istrinya
salehah, tidak suka ngomel, ya. Yang
kelima, cinta kepada asyirah, yaitu
kerabat ya. keluarga, suku ini boleh.
Ini nama ini lima terkait dengan ee
orang-orang yang orang kita cintai itu
ayah, ibu, anak, ee kakak, adik, istri,
kerabat. Kemudian bercerita terkait yang
keenam tentang harta
atau harta yang kalian miliki. Siapa
yang tidak cinta harta, semua juga cinta
harta.
Yang ketujuh, tijarah
takunadahajaratunadaha
dan perdagangan punya jual beli yang
kalian takut kerugiannya. Siapa yang
tidak senang dengan bisnisnya? Semua
orang suka dengan bisnisnya. Jual beli
dapat uang ya dia takut kalau rugi. Yang
kemudianakinardau
tardunaha dan juga tempat tinggal yang
kalian cintai. Siapa yang tidak suka
dengan rumahnya? Apagi rumahnya besar
dia bangun rumah ini sampai
bertahun-tahun kerja sampai 20 tahun
bisa bangun rumah. Tentu dia sangat
cinta kepada rumahnya. Ini boleh, boleh.
Namanya cinta thabih,
tapi tidak boleh kapan? Kalau
didahulukan daripada cinta kepada Allah
dan Rasulnya dan jihad fisabilillah.
Maka cinta kepada kaum boleh. Tapi kalau
kaum tersebut ternyata zalim, maka tidak
boleh kita tolong. Kapan kita menolong
kaum yang zalim? Karena dia adalah kaum
kita. Karena kita adalah satu kaum
dengan mereka. Maka namanya taasub,
namanya fanatisme yang terlarang. taasub
azzamim, fanatisme yang terlarang, yang
tercela dan taasub ini bisa menimpa
siapa saja ya. Fanatik terhadap kaumnya,
fanatik terhadap golongannya,
fanatik karena dia almamater yang sama
ya. Fanatik.
Kapan disebut fanatisme? ketika
kecintaannya membutakannya sehingga
membuat dia membela dengan ee membabi
buta meskipun harus mengalahkan dalil ya
meskipun harus mengalahkan dalil maka
ini disebut dengan fana fanatisme.
Misalnya saya punya ee saya punya ee
pondok saya bela mati-matian ya.
Sehingga saya membangun wala dan bara,
cinta dan benci, loyal dan musuh
permusuhan bukan di atas Al-Qur'an dan
sunah tapi di atas pondok. Siapa yang
bersama pondok saya, saya loyal sama
dia. Siapa yang di luar pondok saya maka
saya berlepas diri. Ini namanya
fanatisme.
Jadi, fanatisme banyak ya seperti ormas
tertentu punya ormas. Pokoknya dalam
ormas ini, ormas asalnya adalah sarana
ya. Tapi kalau ternyata berlebihan
sampai dijadikan sebagai
parameter tentang alwala wal bara,
loyalitas dan kebencian, maka itu
namanya fanatisme. Siapa yang masuk
dalam ormas saya, maka kawan. Siapa yang
keluar dari ormas, di luar rumah saya,
maka adalah mu musuh. Nah, ini namanya
fanatisme. Fanatisme. Maka semua sarana
tersebut jangan sampai menjadi fanatisme
golongan. Ya, pokoknya harus dibela
meskipun salah harus dibela mati-matian.
Ya, pokoknya dia dari kelompok kita
karena dia sudah tergabung dalam kita
harus bela. Gak boleh salah, gak boleh
ditangkap.
Harus kita bela. Ini fanatisme. Enggak
boleh
fanatisme. Salah ya salah.
Selama dia anggota kami bela, keluar
kami musuh. Ah, ini namanya fanatisme.
Fanatisme banyak ya. Mulai dari
fanatisme golongan, fanatisme ormas,
fanatisme pondok saya fanatisme ustaz.
Pokoknya kalau ustaz yang bilang oke,
ustaz lain enggak. Ustaz ini harusah ini
namanya fanatisme, Pak, ustaz mungkin
terjadi. Mungkin
kalau istri fanatisme suami oke,
pokoknya suami saya yang benar.
Enggak boleh juga semua. suami bukan
nabi. Kalau nabi boleh benar terus ya.
Jadi fanatisme itu jelek ya. Seorang
akhirnya buta akalnya, buta pikirannya
sehingga tidak bisa berpikir dengan
jernih sehingga dia tidak berpikir di
atas dalil tapi di atas fana fanatisme.
Maka seorang jangan sampai terjebak
dengan fanatisme. Karena bisa jadi
seorang fanatis pada gurunya. Misalnya
saya punya guru, Syekh, saya sangat
hormati, saya bela mati-matian.
Fanatisme.
Fanatisme
Tayib. Kita ee lanjutkan ya.
Bahkan saya sudah pernah sedikit
sampaikan ketika suatu golongan yang
syarata
menimbulkan fanatisme, maka Rasulullah
larang. Suatu hari kaum Anshar, kaum dan
kaum Muhajirin sedang bersama. Tiba-tiba
salah seorang dari mereka
mencandai yang lain. Kalau enggak salah
dia pukul bagian bokongnya. Sehingga
Muhajirin kalau enggak salah memukul
bokong seorang Anshari. Maka Ansha ini
pun tersinggung. Maka dia berteriak, "Ya
Alal Anshar. Wahai kaum Anshar. Ini
Muhajirin ganggu saya." Yang ganggu ya,
ya Lal Muhajir, wahai kaum Muhajirin,
ini dia mencari masalah dengan saya.
Padahal istilah Muhajirin Anshar syari
atau tidak?
Siapa yang kasih mereka nama Muhajirin
Ansar? Yang kasih nama siapa? Allah
subhanahu wa taala. Wasabiquunal awaluna
minal muhajirin wal ansar. Jadi nama
mereka syari. Allah yang memberi nama
kaum muhajirin kaum an ansar. Tetapi
ketika nama syari itu digunakan untuk
yang tidak benar dalam rangka fanatisme
golongan.
Sehingga ketika kaum Anshar diganggu,
dia panggil, "Yalal ansar." "Wahai kaum
Anshar, ini ganggu saya." Ya, ini
berarti dia sudah bicara bukan di atas
hak dan batil lagi. Tapi yang penting
ini suku lain. Kalian suku Anshar harus
membela sahajirin juga begitu. Ya lal
Muhajirin wi. Ah ini Rasulullah marah
ketika itu.
Dauha fainnaha muntinah. Kata Nabi,
"Tinggalkan seruan-seruan jahiliah.
Sesungguhnya baunya busuk." Rasulullah.
Padahal itu adalah istilah syari
ya.
Dalam riwayat kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Abiwal jahili waikum,
apa kalian menyuruh dengan seruan
jahiliah? Sementara aku berada di
tengah-tengah kalian." Rasulullah marah.
Padahal yang dipanggil Ansar dan
Muhajirin.
Lain halnya ketika fanatisme tersebut
untuk kebaikan, Rasulullah timbulkan
fanatisme. Contoh kapan? Ketika perang
Hunain, ketika perang Hunain, kaum
muslimin diserang di awal, mereka kabur.
Allah sebutkan
ketika kalian bangga dengan jumlah
kalian 12.000 pasukan. Tiba-tiba
dikepung oleh 25.000 pasukan ee dari
kabilah Hawazin, yaitu gabungan dari
kabilah Bani Takif. Eh kemudian dari
Bani Sa'ad dan Bani Nasr yaitu dari dari
Thaif 25.000. Akhirnya
waitumibin kalian pun kabur. Kabur dari
12.000 semua kabur. Nabi ditinggal cuma
bersama berapa orang bersama Nabi
tinggal 12 orang bersama Nabi. Dari
12.000 tinggal berapa? 12. Berarti yang
kabur 11.000.
Terlalu banyak yang kabur. 13 orang. Ada
Ali bin Abi Thalib, ada Al Abbas, ada
Abu Bakar, ada Umar, ada sedikit. Di
situ Nabi kemudian maju Rasulullah
mengat, "Ana nabiun la kadib ana ibnu
Abdul Muthalib." Aku nabi tidak berdusta
dan aku cucunya Abdul Muthalib.
Rasulullah naik begolnya. Rasulullah
malah teriak tidak takut sama sekali.
Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata
kepada Alabbas, "Panggil nadi ashabus
samurah." Panggil di sini Rasulullah
gerakkan fanatisme. Maka dipanggillah
fanatisme yang baik. Maka Labas
mengatakan, "Ya Ashab samurah, wahai
sahabat-sahabat yang pernah membaiat
Nabi di bawah pohon ridwan." Maka mereka
terdengar, "Oh, kita dipanggil jadi
semangat untuk balik." Akhirnya mereka
balik. Kemudian, "Yaal muhajirin, wahai
kaum muhajirin." Nama kita dipanggil
balik. Jadi, sini contoh fanatisme yang
dalam rangka untuk apa? Fastabiqulul
apa? Khairat seperti itu. Sama yaal
ansar. Wahai kaum ansar maka semangat
mereka. ini tidak apa-apa seperti ini.
Contoh dalam sebagian peperangan,
sebagian sahabat mengatur peperangan
berdasarkan suku-suku.
Suku bani ini, bani ini, bani ini.
Sehingga masing-masing bertahan. Jangan
sampai kalah gara-gara kita nih,
gara-gara suku ini kita kalah bikin
malu. Maka mereka fanatisme. Tapi untuk
apa? Kebaikan. Bukan untuk menandakan
yang lain. Sehingga terkadang sahabat
membagi pasukan perang berdasarkan apa?
Suku. Sehingga ketika dibagi berdasarkan
suku masing-masing ini menunjukkan
kehebatan su sukunya karena Allah
subhanahu wa taala. Dan jangan sampai
kalah gara-gara suku suku kita. Ini
contoh fanatisme boleh.
Tapi kalau fanatisme dalam rangka untuk
dibela mati-matian untuk menyalahkan,
merendahkan yang lain. Bahkan Ansar dan
Muhajirin pun ditegur oleh Nabi. Jangan
pakai istilah Ansar, jangan pakai
istilah Muhajirin kalau ternyata dalam
rangka untuk bermusuh-musuhan di antara
kaum kaum muslimin.
Ya, makanya e problem di zaman kita,
betapa banyak fanatisme. Fanatisme
kesukuan, fanatisme golongan, fanatisme
satu kampung.
Pokoknya kalau satu kampung, kampung
yang lain enggak dipakai. Pokoknya
fanatisme. Pokoknya kalau salah tetap
dibela. Fanatisme.
Sampai fanatisme pondok, sampai
fanatisme ustaz.
Ini taasub ashabiyah ya. Taasub yang
buruk.
Tapi kita lanjutkan babun hijratu
arrajuli.
Bab tentang
menghajar, memboikot. memboikot
seseorang ya. Memboikot seseorang.
Hadisnya panjang. Saya bacakan tentang
kisah bagaimana Aisyah memboikot
ponakannya Abdullah bin Zubair Tib. Al
Imam Bukhari membawakan hadis yang
panjang. Beliau berkata rahimahullah. Qa
hadasana Abdullah bin Saleh qala
haddasani alaisit
qala haddasani Abdurrahman bin Khalid an
ibni Syihab an Auf bin Harit bin
Thufail. Wahu ibnu akhi Aisyah liummiha.
Jadi Alhit Auf bin Al Harit bin Thufail
adalah saudara
saudara sama dengan Aisyah saudara
seibu. Saudara seibu
karena ada ibunya Aisyah itu Ummu Ruman
menikah dengan Abu Bakar dan juga
menikah dengan yang lainnya ya. Setelah
Abu Bakar meninggal atau sebelum menikah
dengan Abu Bakar dia pernah menikah
dengan yang lainnya. Wallahualam. Jadi
saudara seibu, ibunya sama bapaknya be
beda. Kita tahu dalam Islam ada saudara
kandung yaitu ayah ibunya sa sama.
Kemudian ada saudara sebapak yaitu
ibunya sama, bapaknya sama, ibunya ber
berbeda. Ada saudara seibu, ibunya sama,
bapaknya be beda. Ini semua kerabat. Ini
semua ring satu.
Ini semua rahim yang harus diperhatikan.
Tayib.
Eh dia menyampaikan
ana Aisyah radhiallahu anat. Aisyah
disampaikan disampaikan kabar kepada
Aisyah. Ana Abdullah bin Zubair. Ana
Abdullah ibn Zubair qi bin ainu Aisyah.
Abdullah bin Zubair ini ponakanya
Aisyah. Dia komentar atas tasaruf Aisyah
terhadap
perbuatan Aisyah dalam masalah harta.
Siapa Abdullah bin Zubair? Abdullah bin
Zubair adalah ponakannya Aisyah. Karena
Aisyah punya saudari namanya Asma,
saudari sebapak lain ibu.
Aisyah punya saudari
sebapak sama-sama bapaknya Abu Bakar
Assiddiq tapi ibunya berbeda ya. Ibunya
Aisyah namanya Ummu Ruman. Adapun ibunya
Asma lain lagi namanya ya. Musyrikah
dia. Musyrikah. Makanya dia pernah
datang menemui Asma ketika di masa
perjanjian Hudaibiyah. Jadi ibunya beda,
tapi bapaknya sama. Nah, Asma binti Abi
Bakar menikah dengan Zubair bin Awwam.
Menikah dengan Zubair bin Awwam.
Kemudian dianugerahi anak-anak. Di
antaranya Abdullah bin Zubair. Di
antaranya Abdullah Abdullah bin Zubair
sahabat. Di antaranya juga Urwah bin
Zubair. Tapi Urwah bukan sahabat. Kalau
enggak salah dia tabiin. Tib. Abdullah
bin Zubair sangat dekat dengan Aisyah
karena Aisyah adalah bibinya, khalahnya.
Sehingga saking dekatnya Aisyah
radhiallahu taala anha berkunyah dengan
Ummu Abdillah. Kunyahnya Aisyah adalah
Ummu Abdillah. Dia berkunyah kepada
ponakannya yaitu Abdullah bin Zubair.
Karena Aisyah enggak punya anak, tidak
punya anak dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Sehingga Aisyah dikenal dengan
Ummu Abdillah. Jadi dekat luar biasa.
Jadi Abdullah bin Zubair dan Aisyah
mahram ya. Karena Abdullah bin Zubair
adalah siapa? Ponakannya Aisyah. Anaknya
Asma. Nah, Aisyah dalam sebagian riwayat
dia meng mensedekahkan rumah kalau tidak
salah ya atau Aisyah menjual sebuah
rumah ya menjual e sebuah rumah ya
dan beliau ketika
ada rumah dia jual dan dia hartanya dia
sedekahkan ya dia sedekahkan. Jadi
Aisyah terkenal sangat apa? Sangat
dermawan. Sangat dermawan. Dan dua putri
Abu Bakar ini terkenal dermawan.
Bapaknya dermawan, anak-anaknya juga
apa? Dermawan.
Cuma dua cara yang berbeda. Aisyah
disebutkan
beliau radhiallahu anha
bersedekah dengan jumlah yang banyak.
Dengan jumlah yang banyak. J sekali
sedekah banyak. Kalau asma ada sedikit
disedekahkan, ada sedikit disedekahkan.
Tapi dua-duanya sedekah. Dua-duanya
boleh cara ada yang mungkin ngumpulin
dulu sehingga dia bersedekah dengan
jumlah yang banyak. Mungkin supaya
manfaatnya lebih lebih tepat. Ada yang
gak, ada yang ada sedikit sedekah, ada
sedikit sedekah. Aisyah dikumpulin baru
disedekahkan. Asma ada sedikit dia
sedekahkan.
Dan dua-duanya wanita yang rajin
bersedekah
pengaruh dari ayah mereka Abu Bakar
Assiddiq radhiallahu taala ee anhu ya.
Tayib.
Karena Aisyah jual rumahnya untuk
sedekah, maka ketika itu Ibnu Zubair
komentar. Dia mengatakan, "Wallahi
latantahiyanna Aisyah lau ahjuranna
alaiha." Demi Allah, Aisyah berhenti
dari perbuatannya, menjual-jual barang,
menjual-jual aset, atau saya akan tahan
hartanya. Alhijr. Hijr maksudnya menahan
harta. Dalam fikih kalau ada orang
misalnya akalnya terganggu atau anak
kecil harta dibuang, maka dia boleh
ditahan sehingga tidak boleh mengelola
hartanya. Kenapa? Akalnya terganggu.
Maka di sini Ibnu Zubair mengatakan
dengan perkataan yang agak keras, "Saya
akan sehendaknya Aisyah berhenti dari
perbuatannya, jual barang, kemudian
sedekah-sedekah
atau saya akan tahan hartanya sehingga
dia tidak ya tidak bisa mengelola
hartanya."
Maka
sampailah kabar ini kepada Aisyah. Maka
Aisyah berkata, "Ahua qala h." Apa benar
dia ngomong demikian?
Qolu naam. Kata mereka, "Benar." Maka
Aisyah tentu sangat sedih. Bagaimana
tidak, dia bukan wanita yang bukan bodoh
sehingga di hartanya ditahan. Dia
fakihah, wanita paling alim. Sampai para
sahabat kalau ada masalah tanya kepada
siapa? Aisyah. Dia berguru kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam dari sisi
pertama. Gimana saya mau ditahan? Saya
ini bukan orang bodoh. Saya tahu fikih.
Saya tahu fikih. Dan bahkan dia fakiha
wanita sangat fakih. Sampai para
sahabatnya kalau khilaf nanya kepada
siapa? Aisyah radhiallahu taala anha.
Ya, ini pertama. Yang kedua, yang
ngomong ini siapa? Abdullah bin Zubair
ponakannya yang Aisyah sering
merawatnya.
Kemudian ngomong seperti ini, ngomong
yang tidak pas membuat Aisyah pun sangat
sedih. Maka Aisyah pun berkata,
"Fahua lillahiun alla ukimna Zubair
kalimatan abadan." Saya bernazar karena
Allah saya tidak akan bicara sama Ibnu
Zubair satu kata pun selama-lamanya.
Diboikot sama siapa? Aisyah. Artinya
kita ya
ini kan ponakan selama ini saya berbuat
sama dia dan saya juga siapa ya? Pertama
saya bibinya, kedua saya istri Nabi. Ya,
istilahnya kalau kita kita bayangkan
kondisi hati Aisyah, kita enggak tahu
isi hatinya apa, tapi kita bisa
bayangkan ya. Maksudnya saya bibinya,
saya ngerawat dia juga dan saya istri
Nabi dan saya fakihah. Gampangannya
artinya Aisyah siapa? Bukan orang
sembarang. Gimana mau ditahan hartanya
dia? Apalagi dia jual barang asetnya
untuk apa? Sede sedekah. Apa hakmu
ngelarang-ngelarang saya? Ya. Ya. Maka
ketika dia dengar Ibnu Zubair ngomong
demikian, maka dia bernazar, "Saya akan
hajr dia, tidak akan saya ngomong satu
kata pun selama-lamanya."
Maka Ibnu Zubair pun
sedih. Ya. Ya. Ini hati-hati orang
terkadang salah ngomong. Ibnu Zubair
mungkin enggak gak berpikir
ya. Mungkin dia pikir dia tidak ada di
niscaya dia tidak ada niat untuk
menandakan Aisyah. Tapi dia bilang ini
kan tante saya. Saya mungkin dia bikin
ini kan tante saya. Jadi bisa saya apa?
urusinnya. Tapi ternyata kalimat yang
salah dia ucapkan menyedihkan hati
Aisyah.
Maka dia pun sangat menyesal. Maka dia
meminta maaf.
Fastasfaa Ibnu Zubair bil muhajirin
tholat hijratuha. Ternyata benar-benar
Aisyah tidak mau ngomong sama dia.
Sampai lama Ibnu Zubair semakin berat.
Ini bibinya enggak mau ngomong sama dia.
Akhirnya dia minta syafaat kepada kaum
Muhajirin.
Tolong bilang Aisyah supaya bicara sama
saya. Maafin saya. Maafin saya. Maafin
saya. Aisyah tidak mau. Bahkan Aisyah
menambah, "Wallahi la usyafi'u fi ahadan
abadan." Demi Allah saya tidak akan
kasih seorang pun untuk memberi syafaat
kepada Ibnu Zubair. Saya tidak izinkan
seorang pun. Gak ada yang bisa
menjadi perantara antara saya dengan
dia. Enggak ada. Siapapun datang tidak
akan saya terima syafaatnya.
Wala uhannisitu nadartu abadan. Dan saya
tidak akan membatalkan nazar saya
selama-lamanya. Saya sudah bernazar
tidak akan ngomong sama ponakan saya
meskipun satu kata. Subhanallah. Serius
Aisyah.
Falam tha al ibni Zubair kamal Miswar
bin Makhramah wa Abdurrahman bin Al
Aswad bin Abdi Yaghut wahuma min bani
Zuhrah. Ya,
tatkala semakin lama kaum Muhajirin
semua gagal, tidak ada yang bisa memberi
syafaat untuk Ibnu Zubair,
maka akhirnya Ibnu Zubair punya cara. Ee
saya ngomong Miswar bin Makramah. Almisw
bin Makhramah dan Abdurrahman bin Aswad
ini dari Bani Zahra. Bani Zuhra. Dan
Bani Zuhra adalah kerabat yang
Rasulullah muliakan karena ibunya Aminah
binti Wahab dari Bani Zuhra. Aminah
binti Wahab bin Fulan bin sampai kepada
Zuhrah bin Kilab. bersambung kepada Nabi
sampai bin Kilab tapi ibunya dari Bani
Zuhra sehingga Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam dekat dengan Bani Zuhra.
Maka
Ibnu Zubair coba dengan orang-orang yang
dekat dengan Nabi dan tentunya kalau
dekat dengan Nabi tentu Aisyah juga apa
ee sayang kepada mereka ya. Akhirnya
mereka bikin hilah.
Apa kata Ibnu Zubair?
illa Aisyah. Aku minta dengan nama Allah
agar kalian berdua memasukkan aku
bertemu Aisyah. Saya tidak bisa ketemu
dia. Tolong saya bagaimana saya bisa
masuk ketemu siapa? Aisyah.
Tidak halal bagi bibikku untuk nazar
memutuskan silaturahmi dengan
wa Abdurahman. Akhirnya dibawa Miswar
dan Abdurrahman bawa Ibnu Zubair ya
mustamilina alaihi biardiyatihima.
Mereka berdua sambil bawa apa kain ee
dililitkan kepada tubuh mereka. Ternyata
di belakangnya ada siapa? Ibnu Zubair.
Hattastana ala Aisyah. Mereka bilang
ummul mukminin Aisyah bolehkah kami
masuk?
Boleh kami masuk
ya. Faqala asalamualaika warahmatull
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Anadkhul. Asalamualaikum
warahmatullah. Boleh kami masuk.
Faqalat Aisyah. Kata Aisyah udkulu
silakan karena suara dua orang. Miswar
sama siapa? Abdurrahman. Boleh kau
masuk? Kata silakan masuk.
Kita semua boleh masuk. Semua ternyata
satu orang nyelip. Kami semua boleh
masuk ya bolehlah. Naam. Mau masuk
kalian semuanya. Padahal
tiga orang bukan berapa. Dua orang.
Ini namanya hilah trik. W tamamu aisyatu
anna maahuma ibna Zubair. Aisyah tidak
ngerti. Ternyata maksud kami semuanya
itu ternyata maksudnya di antaranya
siapa? Ibnu Zubair. Falama daku, dakala
Ibnu Zubair fil hijab. Ketika mereka
masuk kalau orang ketemu Aisyah ada
hijab. Masuk rumah Aisyah ada hijab.
Ternyata ketika masuk dalam pintu rumah
Ibnu Zubair langsung nembus apa? Hijab.
Karena ponakannya.
Dakhala Ibnu Zubair fil hijab. Masuk
langsung nembus hijab. Waanaqa Aisyah.
Kemudian segera peluk siapa? Aisyah.
Watfiq yunasiduha yabki. Maka dia pun
menangis minta maaf kepada siapa?
Aisyah. Aisyah sudah enggak mau ngomong
satu kalimat pun enggak mau ngomong sama
Ibnu Zubair. Dia ngomong sama dua orang
itu. Miswar wa Abdurahmanidani Aisyata
illahi waqil minhu. Keduanya Miswar dan
Abdurahman. Ya Aisyah, ya Ummul
Mukminin, maafin dia, terimalah dia,
bicaralah sama dia, bicaralah sama dia.
Kemudian mereka menasihati wquani qimta
alimti an rasul wasam nah ammaq alimti
minal hijr. Kau kan punya ilmunya.
Rasulullah melarang boikot.
Sebagaimana engkau telah tahu bahwasanya
Rasulullah melarang seorang memboikot
saudaranya lebih daripada tiga t hari.
Aisyah tidak gubris. Pokoknya enggak mau
ngomong sama Ibnu Ziram
aksaru tazkir tahrij. Tatkala mereka
ngomong terus, "Ayo ingat ingat terus
enggak berhenti dua orang ngomong terus.
Tahrij bikin enggak enak Aisyah jadi
apa?" Enggak enak. Disebutkan
dalil-dalil dalil watiqat tuzakirumki.
Tapi Aisyah balas juga. Aisyah ingatkan
dia dia minta uzur gak bisa gak bisa.
Inni qod nazartu syadid. Saya terlanjur
nazar. Dia mulai melemah ini saya
terlanjur apa? Nazar. Dan nazar itu
berat. Enggak mungkin saya langgar. Gak
mungkin saya langgar. Eh, gimana?
Falam yazalu. Meskipun Aisyah sebutin
uzur dia enggak bisa melanggar nazar,
mereka terus, mereka terus, mereka terus
ngomong akhirnya luluh juga. Akhirnya
dia ngomong sama Ibnu Zubair.
Setelah itu apa yang lakukan Aisyah?
Gara-gara dia bernazar, dilanggar.
Tummaqat binadri arqabah.
Kemudian dia pun melanggar membayar
nazarnya dengan memerdekakan 40 budakur
baqabah
fatabki. Itu pun dia masih terus ingat
dan kalau dia ingat dia menangis. Hatta
tabulla dumuuha khimaroha sampai air
matanya membasahi jilbabnya.
Membasahi apa? Jil jilbabnya. Khimar di
sini bukan yang di kepala. Khimar itu
maksud cadarnya.
Ini menunjukkan bahwasanya istri-istri
Nabi mereka bercadar.
Kalau menangis membasahi jilbab di sini
apa? Di kepala.
Berarti khimar maksudnya apa? Tutup wa
wajah sehingga membasahi apa? Khimarnya.
Seperti dalam hadis ketika Aisyah
ketinggalan. Kemudian ada Sufwan bin Aal
Assulami berkata, "Innalillahi wa
innaaihi rajiun." Aisyah melihat
ternyata sopan kata Aisyah, "Fakhamartu
wajhi." Saya penutup wajah. wajahku.
Maka ummahatul mukminin, istri-istri
Nabi, mereka bercadar. Mereka bercadar.
Para ulama sepakat bahwasanya cadar di
adalah lebih baik. Hanya saja mereka
khilaf. Apakah sunah atau wajib? Semua
mengatakan bahwasanya syadar
disyariatkan bagi wanita. Cuma khilaf
apakah wajib atau sun sunah. Sebagian
ulama mengatakan wajib sudah mengatakan
sun sunah. Tapi kalau wanita yang ee
kecantikannya tidak normal hendaknya
bercadar.
Kalau normal-normal juga bercadar, tapi
apalagi yang tidak nor tidak normal.
Terlalu cantik maksudnya semua orang
bilang dia cantik itu sebaiknya
dianjurkan untuk bercadar. Bukan yang
merasa cantik.
Intinya wanita bercadar cantik enggak
cantik dianjurkan ya. J semua wanita
insyaallah cantik. Enggak ada yang
ganteng. Ya itu maksud saya.
Tapi yang lebih ditekankan di bukan
berarti ustaz kalau tidak cantik boleh
enggak bercadar? Enggak. Semuanya
bercadar lebih afdal. Tapi yang lebih
ditekankan kalau yang can cantik itu
lebih ditekankan.
Maka
di sini kita bisa mengambil faedah
bahwasanya kalau kita ingin mengislah,
kita jangan segera putus asa. Berusaha
terus kita mendamaikan orang enggak
enggak mau ngomong sama dia selesai. Ya
udah dia enggak mau selesai. Udah
udahlah biarin aja l berkelai. Enggak
tetap berusaha. Berusaha. Bagaimana
Abdurrahman dan Miswar berusaha
berusaha. Padahal Aisyah sudah bilang
enggak sudah susah terlanjur, sudah
terlanjur nazar. Gimana saya mau nazar
tuh berat gimana gimana? Tapi mereka
terus terus terus terus akhirnya luluh
juga. Dan Aisyah ingat hal tersebut
bagaimana dia harus melanggar nazarnya
berat bagi dia.
Ini menunjukkan seorang wanita mukminah.
Maka seorang hati kalau nazar jangan
asal apa? Nazar.
Kemudian ah gampang nanti tinggal puasa
3 hari selesai.
Enggak ya. Ya, seorang tahu nazar dia
sedang bersumpah di hadapan Allah. Dia
sedang bernyanyi di hadapan Allah maka
berat bagi dia untuk menyelisihi nazar
kecuali kondisi kondisi terdesak seperti
ini. Kondisi berat. Bagaimana lagi
memang Aisyah bahagia ketika
putus hubungan sama Ibnu Zubair?
Tentunya tidak. Tapi dia sudah terlanjur
apa? Ber bernazar dia antara menyambung
atau melaksanakan nazarnya. Akhirnya
meskipun dia sudah merdekakan 40 orang
budak, dia tetap menangis kalau ingat
dia pernah melanggar apa nazarnya. Tapi
demikian saja wabillahi taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.