Transcript
VRzFTx19HB0 • Kitab Al-Kabair #38: Fitnah Adalah Ujian
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2573_VRzFTx19HB0.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee kita lanjutkan pada bab berikutnya.
Bab majaa fil fitan yaitu bab tentang
fitnah ya.
Alfitan.
Al-fitan jamak dari fitnah-fitnah.
Fitnah.
Fitnah secara bahasa maknanya adalah
ujian. Ikhtibar. Secara bahasa namanya
adalah al-ikhtibar atau ujian.
Ya, ujian.
Dan ini datang dalam Al-Qur'an seperti
firman Allah Subhanahu wa taala.
Ahasiasu ayutrok ayakulu amanna wahum la
yuftanun. Apakah manusia dibiarkan
berkata kami telah beriman kemudian
mereka tidak diuji? Ya, bahwasanya
fitnah artinya apa? Ujian. Seperti juga
dalam Al-Qur'an ya kullu nafsin iqatul
maut wablukumri wal khairi fitnah.
Setiap yang berjemah akan merasukan
merasakan kematian dan kami uji kalian
dengan keburukan dan kebaikan sebagai
fitnah sebagai ujian. Waaina turjaun.
Dan kepada kamilah kalian akan kembali.
Ee disebutkan bahwasanya fitnah diambil
dari fatantuahaba binar. Yaitu aku
menguji emas dengan api. Yaitu kalau
emas dibakar di api makan kelihatan
kadar emasnya ee asli atau tidak, ada
campurannya atau tidak. Maka dengan
ditaruhnya ee emas di api maka akan
kelihatan ya akan kelihatan yang benar
atau yang pal palsu ya. Oleh karenanya
ee
ee fitnah ya digunakan juga maknanya
membakar seperti firman Allah Subhanahu
wa taala. Innadinaamubu.
Sesungguhnya orang-orang ashabul ukhdud
yang memfitnah orang beriman
laki-laki maupun perempuan. Maksudnya
membakari mereka. Membakari mereka ya.
Membakari mereka. Intinya secara umum
fitnah artinya ujian. Terkadang fitnah
datang juga dalam penggunaan dalam
Al-Qur'an untuk menunjukkan hasilnya.
Ya, seperti firman Allah Subhanahu wa
taala. Karena fitnah itu bisa
menimbulkan kesyirikan, bisa menimbul
kekufuran. Kata Allah, "Wal fitnatu
asadu minal qatl." Fitnah lebih berat
daripada pembunuhan. Maksudnya
kesyirikan. Dalam ayat yang lain, wal
fitnatu akbaru minal qatl. Fitnah itu
lebih ee besar daripada pembunuhan.
Maksudnya fitnah situ adalah kekufuran.
Bukan fitnah ya. Bukan ya. Fitnah situ
maksudnya apa? Keku kekufuran. Karena
fitnah bisa menjerumuskan di dalam
kekufuran. Ya, seperti juga ee ee Allah
sebutkan
tentang makna-makna fitnah seperti
waqatiluhum hatta la takuna fitnah
wakunaddinu kulluhu lillah. Perangilah
mereka agar tidak timbul fitnah itu agar
tidak ada kesyirikan. Jadi fitnah
terkadang maknanya kufur atau ee syirik.
Seperti Allah Subhanahu wa taala juga
berfirman ee apa namanya? tentang ee
siapa yang menyelisihi Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Ayusibahum
fitnah au yusibahum adabun alim. Siapa
yang menyelisihi Nabi sallallahu alaihi
wasallam yuklifu amrihi yusibahum fitnah
akan ditimpa dengan fitnah itu ditimpa
dengan kesyirikan.
Tapi ee fitnah maknanya secara adalah
ujian. Namun terkadang disebutkan
ee disebutkan fitnah
untuk ee apa namanya? dampak dampak dari
fitnah. Dampak dari fitnah seperti tadi
apa? Kesyirikan dan kekufuran. Seperti
kesyirikan dan kekufuran.
Demikian juga terkadang fitnah maknanya
adalah kekacauan
seperti
laq fitnq. Sungguh mereka telah
menginginkan kekacauan bagi kalian. Ya
orang-orang munafik ingin kekacauan di
barisan kaum muslimin. Allah juga eh
berfirman, "Lau khju fikum maadukum
khumakumul
fitnah." Kalau orang munafik ikut perang
bersama kalian, mereka tambah bikin
ruwet dan mereka akan masuk di sela-sela
kalian ingin kalian terjerumus dalam
fitnah. Maksudnya dalam keka kekacauan.
Oleh karenanya fitnah terkadang datang
dengan makna kekacauan, tidak jelas
kebenaran,
kebatilan. Jadi kacau. Itu namanya juga
disebut dengan fit fitnah. Ini secara
penggunaan kata fitnah.
Tib sekarang jadi maknanya ujian
terkadang disebutkan fitnah. Dampak dari
fitnah seperti kesyirikan dan kufuran
juga terkadang maknanya
kekacauan.
Adalah kerancuan, kekacauan
atau kekacauan.
Tib. Syekh Muhammad Abdul Wahab
rahimahullah ketika membahas tentang
fitnah di sini, beliau ingin menjelaskan
bahwasanya banyak fitnah yang ketika
menimpa seorang hamba akhirnya
menjerumuskan dia dalam dosa besar,
dosa-dosa kecil. Dia bisa terjerumus
gara-gara fitnah dalam dosa kecil, bisa
dalam dosa besar seperti pembunuhan dan
bahkan bisa dalam kekufuran seperti
tujuh rumah dalam keraguan, kesyirikan,
ataupun kekufuran, kemurtadan. Karena
fitnah itu banyak macamnya. Ada fitnah
yang menjerumuskan orang dalam dosa-dosa
kecil. Ada fitnah yang menyebabkan orang
dalam dosa besar seperti membunuh ya,
berdusta dan yang lainnya. Ada fitnah
yang menyebabkan orang jadi ragu dengan
agamanya, jadi syirik, bahkan jadi
murtad. Dan ini ee disebabkan oleh
fitnah. Oleh karenanya beliau bawakan di
sini firman Allah Subhanahu wa taala
waquullahi taala wattaqu fitnatan la
tusibannadinaamu minkum kha
takutlah kalian kepada fitnah yaitu
ujian atau ee ya fitnah yang kekacauan
yang semisalnya yang tidak menimpa
orang-orang zalim saja di antara kalian
ya tetapi juga menimpa orang-orang
selain yang zalim ya menimpa oleh
karenanya ee ketika terjadi kekacauan di
suatu itu banyak maksiat. Terkadang di
efeknya bukan cuma mengenai orang-orang
zalim, bahkan juga efeknya mengenai
orang-orang yang baik di antara di
antara mereka.
Terutama ketika alamr bil ma'ruf wahyu
anil munkar ditinggalkan, maka efek
fitnah tersebut luar luar biasa. Ya,
oleh karena seorang waspada siapapun dia
waspada dengan ee fitnah. Demikian juga
misalnya dalam ayat yang berikutnya kata
Allah waqulu taala firman Allah
Subhanahu wa taala dalam surah al-An'am
ayat 85qiru
alaikum
faqikum tahulikum.
Dialah Allah yang mampu untuk mengirim
azab dari atas kalian atau dari bawah
kalian
baum ba atau menjadikan kalian saling eh
bergontok-gontokan. Ya. Sehingga
sebagian kalian merasakan keganasan
sebagian yang lain. Itu menjadikan
kalian ber bermusuhan. Ini di antara
bentuk fitnah adalah saling menyerang di
antara kaum mukminin. Bahkan terjadi
bunuh-bunuhan di antara kaum kaum
mukminin. Kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Aku meminta kepada Allah tiga
permintaan.
Ee maka Allah mengabulkan dua
permintaanku dan Allah menolak satu
permintaanku. Aku mohon kepada Allah ala
yuhlika umati. Bisanaha.
Aku minta kepada Allah agar Allah tidak
membinasakan umatku dengan kemarau. Maka
Allah kabulkan. Kemudian aku minta lagi
yuhlik umat. Aku mohon agar umatku tidak
binasa dengan banjir sebagaimana kaum
Nuh. Maka Allah pun kabulkan. Dan aku
mohon yang ketiga
atau apa namanya?
Dan aku mohon kepada Allah agar tidak
menjadikan mereka saling
gontok-gontokan, saling bunuh-bunuhan.
Maka Allah pun tidak mengabulkan. Allah
tidak mengabulkan. Jadi di antara fitnah
yang timbul bisa mengakibatkan
keributan bahkan terjadi pem pembunuhan
bahkan antara mukmin satu dengan mukmin
yang yang lain. Maka di sinilah Syekh
Abdul Wahab rahimahullah membawakan bab
tentang fitnah agar kita waspada. Karena
fitnah itu bisa berdampak macam-macam.
Bisa dosa kecil, bisa dosa besar, bahkan
sampai pembunuhan dan bahkan sampai pada
kemurtadan.
Tib. Apa saja macam-macam fitnah?
macam-macam fitnah.
Macam-macam fitnah. Ee bisa beberapa
pembagian. Ada yang membagi ya. Pertama
ada yang membagi
menjadi dua.
Bagi menjadi
dua yaitu
fitnah syahwat
dan fitnah apa? Syubhat. Ini seperti
Ibnu Qayyim rahimahullah membagi fitnah
syahwat dan fitnah syubhat.
Dan fitnah syubhat terkait dengan
pemikiran. Terkait dengan pemikiran.
Adapun fitnah syahwat terkait dengan
hawa nafsu. Terkait dengan hawa nafsu.
Maka fitnah syahwat di antaranya adalah
ee
apa?
Bidah misalnya kufur ya. Bidah ini
terkait dengan syubhat. Kemudian ee yang
terkait dengan syubhat bidah. Kemudian
kufur
kemudian kemunafikan. Ya,
ini semua terkait dengan apa? Syubhat
yang yang terkait dengan syahwat
tentunya banyak seperti fitnah wanita ya
untuk laki-laki, kemudian harta ya
jabatan
dan lain-lain ya dan lain-lain. Ini di
antara pembagian fitnah.
Ada juga yang bagi fitnah.
Ada juga yang bagi
sebagan dalam Al-Qur'an
menjadi
ee pertama adalah terkait kebaikan,
yang kedua terkait keburukan.
Keburukan
Allah berfirman dalam surah ee Al-Anbiya
tadi sudah saya sebutkan kullu nafsin
zaqatul maut. Setiap yang bernyawa pasti
merasakan kematian. Wablukum byyarri wal
khair fitnah. Dan kami uji kalian dengan
keburukan maupun dengan apa? Kebaikan.
Jadi ada sebagaimana keburukan adalah
ujian.
Kebaikan juga apa? Ujian. Ya. Keburukan
seperti apa? Sakit ya?
Miskin.
Miskin. Terus apa? Tidak ganteng.
Tidak cantik. Wajah pas-pasan.
Ini contoh
ya. Pas pasan ters pilihin orang
macam-macam. Apalagi sakit miskin wajib
pasan terus apaagi
apa ya misalnya cacat ya ini tu dan
lain-lain. Ini namanya ee terkait dengan
kebaikan misalnya apa? harta,
jabatan,
popularitas,
ganteng,
cantik, ya,
dan lain-lain ya.
Maka semuanya adalah fit fitnah.
Ini yang bagi ini secara klasifikasi.
Adapun kalau perfitnah maka fitnah
macam-macam ya.
ditinjau dari model-model fitnah ya.
Maka sangat-sangat banyak di antaranya
tadi sudah sebut misalnya pertama fitnah
harta
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
likulli ummatin fitnah wa fitnatu umati
almaal. Kata Nabi, "Setiap umat ada
fitnahnya dan fitnah umatku adalah apa?
Har harta." Nabi sallallahu alaihi
wasallam juga bersabdaikum
saya tidak khawatir kalian miskinakin
akikumun
tapi yang saya khawatir kalian dibukakan
dunia sebagaimana telah dibukakan pada
umat-umat sebelum kalianfasuha
kama tanafasuha kemudian kalian
berlomba-lomba
untuk banyak-banyakan harta sebagaimana
umat-umat sebelum kalian telah
berlomba-lomba banyak-banyakan harta
fatuhlikum kama ahlakathum maka kalian
akan pun dibinasakan dengan dunia
sebagaimana umat sebelum kalian juga
telah dibanasakan dengan harta dan
dunia. Ini benar bahwasanya fitnah dunia
ee bahaya. Bahkan bukan cuma di kalangan
orang-orang awam, bahkan masuk di
kalangan
dunia pengajian. Maksud saya peng fitnah
dunia luar biasa. Maka bahkan misalnya
pengajian, tapi misalnya di kalangan
ibu-ibu mungkin ketika pengajian
pamer-pameran
barang branded ya. Satu bawa tas
branded, satu bawa jam branded, satu
bawa apaagi yang branded? Dompet
branded, satu bawa suami branded
atau bawa jadi pengajian tapi ibu-ibu
sosialita malah pamer-pameran apa ee
fitnah ya.
Lalu bicara misalnya pembicaraan tentang
yang mungkin tidak pantas dibicarakan
oleh penuntut ilmu, terkadang
dibicarakan itu ada ini ada
bangga-banggaan tentang mobil mewahlah
apalah. menjadi pembicaraan
pembicaraan apalagi kemudian sebagian
dai kemudian mencontohkan ee
perkara-perkara dunia yang seharusnya
orang yang terbaik kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam alladzina iduuu
zukirallah itu orang-orang yang terbaik
kata Nabi yang jika dilihat
maka orang akan ingat Allah bukan jika
dilihat maka ingat dunia tapi kalau
dilihat maka ingat Allah subhanahu wa
taala makanya sering bilang pengajian
yang buat antum semakin zuhud kepada
dunia itu pengajian yang benar. Tapi
kalau pengajian buat antum semakin
duniawi, salah bergaul, ya akhirnya
tambah duniawi, malah akhirat dibikin
lahan duniawi,
maka ini pengajian kurang tepat. Kurang
tepat. Makanya fitnah harta ini luar
biasa. Fitnah harta luar luar biasa.
Orang bisa terjatuh dalam fitnah harta.
Kalau dalam fitnah harta menzalimi, bisa
menzalimi orang lain. Benar atau tidak
benar? Ya benar ya. Karena harta
akhirnya
jatah haji orang diambil.
Benar atau tidak? Benar. Fitnah dunia.
Fitnah dunia. Maka jangan kita merasa
aman ya. Fitnah dunia bisa menimpa siapa
saja ya. Jangan bilang saya sudah lama
ngaji. Ya, sekarang ada fenomena orang
lama ngaji malah malah bicara dun
duniawi. Waktu dia ngaji dulu enggak
pernah buka dunia. Sekarang dia mulai
tambah keren, mulai kayak orang OKB,
orang kaya baru. Jadi mulai udik kalau
bahasa kita ya. Ngerti udik enggak?
Ngerti. Ya itu bukan bahasa Papua aja
kan? Kalau kita Papua bilangnya apa?
Udik ya. Ngeri fitnah. Fitnah harta Tib.
Yang kedua, fitnah apa? Wanita.
Ini lebih dahsyat lagi ya. Fitnah wanita
ini juga jangan pernah se terlalu banyak
orang berjatuhan. Dan jangan menyangka
fitnah wanita hanya mengenai orang-orang
jalanan, orang-orang ke diskotek,
orang-orang saleh juga terpapar dengan
fitnah wanita. Contoh nyata Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf saleh atau tidak? Apa
kurangnya salehnya? Nabi Alaih Salam
tergoda dengan apa? terpapar dengan
maksudnya di dihadapkan dengan fitnah
apa? Wanita seperti Juraisy. Juraisy
ahli ibadah juga digoda dengan fitnah
wanita. Ketika ada Bani Israil yang
hasad kepada Jura karena dia ahli
ibadah, mereka ingin jatuhkan
kedudukannya. Maka datanglah seorang
wanita tercantik di zaman itu. Ya, kalau
orang sebut cantik, dialah yang paling
cantik. Dia mengatakan kepada
orang-orang yang hasad sama Juraj, inum
laftinannahu lakum. Kalau kalian mau,
saya akan fitnah si Juraisy untuk
kalian. Jadi memang dikirim
ee makhluk halus
untuk menggoda.
Jangan bilang, "Saya sudah ngaji tidak
akan gugur." Ya, semua fitnah bisa kena
siapa saja. Kalau sudah fitnah wanita,
mau jenggot enggak jenggot ya sama saja
semua. Kalau masih normal, kecuali antum
enggak normal. Kalau untuk masih normal
akan fitnah wanita sangat luar luar
biasa. Wanita itu jangankan wajahnya,
kadang kukunya saja bikin masalah.
Jangankan kukunya, WhatsApp-nya aja bisa
bikin masalah, bisa bikin penasaran.
Iya. Enggak benar atau tidak?
Ya kan? K haluk akhi. Hihihi hehe hhe.
Ya udah bisa goyang ini. Siapa ini
penasaran? Fitnah. Oleh karenanya jangan
pernah sepelekan fitnah apa? Wanita.
Satu-satunya cara untuk selamat jangan
kasih celah. Itu aja ya. Apa kata
Zulaikha atau Imratul Aziz? Walaqaduhu
nafsihi fast. Aku telah merayunya tapi
dia bersih keras. Tidak ada kasih cela
sama sekali. Subhanallah. Jurais ketika
digoda oleh sang wanita yang sangat
cantik jelita, dia datang. Jurj, Jurij.
Apa kata Nabi ketika menceritakan? Walam
yaltafit ilaiha. Dia enggak noleh sama
sekali karena ini perempuan terlalu
cantik. Kalau dia noleh selesai.
Dia enggak noleh sama sekali. Itu
masalahnya apa? Kita kasih celah. Kalau
kita kasih cela,
ya sudah kita terbawa.
Kita terbawa. Apagi sekarang dunia
metsos. Rasulullah sebutkan bahwasanya
fitnah ya pintu-pintu fitnah alaiha sun
murkha. ada sitar-sitar yang turunkan di
di jadi bukan pintu lagi bahkan cuma
tirai sampai ada yang menyerukan
ya ya Abdullah
ya wahai Abdullah jangan kau taftahu
jangan kau buka tirai tersebut innaka in
taftahu talijhu. Kalau kau buka sirai
tersebut, tiraise tersebut, kau akan
masuk.
Karena Rasulullah menggambarkan
bagaimana fitnah luar biasanya sekedar
pintu tapi bukan pakai ada ada apa tapi
enggak ada pintunya cuma apa tiik. Kalau
orang buka pasti masuk. Sama kalau
kitaat sekarang zaman sekarang siapa
yang ngeklik masuk
tinggal ngeklik atau tidak. Jadi tinggal
jari kita ini ngeklik atau tidak.
Kalau ngeklik selesai pasti masuk karena
begitu mudah untuk ma masuk. Kalau sudah
terlanjur seorrol ke atas jangan
turunkan lagi ke bawah. Akhirnya ngeklik
akhirnya fit fitnah. Maka seorang
waspada baik laki-laki terhadap wanita
maupun wanita terhadap apa? Laki
laki-laki. Kenapa begitu mudah
terfitnah? Karena ada setan yang
menggoda. Ya. Karena setan yang yang
menggoda. Kita sebut lagi fitnah
popularitas.
popularit
ya akhif. Subhanallah. Siapa yang tidak
suka dengan terkenal, pengin dikenal
orang, jadi buah bibir orang-orang, ke
mana-mana jadi lirikan orang, ya orang
senang dengan popularitas.
Ingin dikenal, ingin disanjung, maka ini
fitnah luar biasa. Seorang waspada.
Seorang waspada. Dan di dunia dakwah
juga dunia popularitas. Dunia dakwah,
dunia popularitas. seorang ingin
terkenal, ingin nebeng sama ustaz
sehingga dia populer juga. Nunjukkan
bahwasanya ustaz dekat dengan saya, dia
ingin populer. Ya, sama seorang ustaz
misalnya tunjukkan saya populer, saya
dekat dengan syekh, saya dekat dengan
siapa. Jadi, maka ini semua hati-hati
fitnah popularitas ini sangat terkait
dengan masalah ikhlas atau atau ati
ikhlas atau atoria ingin diketahui
seorang umrah ingin satu dunia tahu dia
sudah umrah ya.
Seorang hafal Quran, dia pengin tahu
satu dunia tahu saya sudah hafal Quran.
Seorang ambil qiraah Sabaah, pengin tahu
satu orang bahwasanya satu dunia tahu
saya sudah ambil qiraah Sabaah. Pengin
populer. Pengin apa? Populer. Ya,
hati-hati. Ini juga sangat berbahaya.
Fitnah
popularitas itu. Popularitas di antara
kita. Kalau orang-orang kafir mereka
populer dengan bikin macam-macam ya.
dengan jalan rambut sebelah gundul
sebelah panjang atau rambutnya
warna-warni ya atau ya pengin dikenal
orang semua ngelihat ya
kalau dia jalan di hutan mungkin dia
enggak begitu ya karena mau terkenal di
depan siapa ya ya maka hati-hati
dan lain-lain belum maka fitnah ya
fitnah jabatan ya
ada seseorang bilang saya ustaz doain
ustaz saya mau nyal Ya, semoga berhasil.
Saya bilang, "Saya doakan semoga yang
terbaik buat kamu." Ya, saya enggak
bilang semoga kau menang ya. Kalau
menang belum tentu baik bagimu, ya. Saya
bilang, "Semoga Allah berikan yang
terbaik." Ternyata gagal.
Bukan karena doa saya intinya yang
penting gagal. Pokoknya nyalek lagi
kedua kali. Ustaz doain semoga menang.
Saya bilang lagi, "Semoga Allah berikan
yang terbaik." Gagal lagi ya. Ya,
mudah-mudahan itu yang terpetiga,
Ustaz doain
akhirnya menang. Tapi intinya jaban tuh
fitnah tersendiri. Fitnah tersendiri
ya. Ujian berat ya.
Kadang saya jalan lihat ada orang miskin
jualan enggak. Saya bilang ini gimana
nanti? Yang ditanya siapa tentang orang
ini yang mungkin sampai malam kerja
belum ada yang belanja, belum ada yang
beli, jalan dengan anaknya susah,
ke rumah sakit tidak ada biaya misalnya.
Yang tanggung jawab siapa? Yang pejabat
yang tanggung jawab yang ngurusin dia.
Makanya Rasulullah berkata kepada Abu
Dzar, "Ya Aba Dzar,
ya inni araka diifan. Wahai Abu Dzar,
saya lihat engkau seorang yang lemah.
Wa inni uhibuka fillah." Dan saya cinta
engkau karena Allah. La taaranna alnain.
Jangan kau jadi pemimpin dua orang. Wala
tatawallayanna
malal yatim. Dan jangan kau urusin harta
anak yatim. Ya. Karena jabatan itu bukan
cuma sekedar integritas aja, kejujuran,
tapi butuh ke keahlian. Abu Dzar
jujurnya kayak apa? Enggak ada yang rau
kejur. Tapi menurut Nabi dia lemah untuk
ngurusin kepemimpinan. Kau gak pantas.
Saya cinta kau karena Allah. sebaiknya
kau gak usah ngurus manusia dan juga
jangan ngurus harta anak yatim. Jabatan
fitnah
fitnah tanggung jawab di akhirat seperti
apa? Kalau saleh masyaallah betapa
banyak pahalanya. Tapi kalau enggak
saleh hancur lebur ya. Belum fitnah
dihormati ya.
Tapi ada kawan cerita dia mengunjungi
ada seorang pejabat di suatu kota. Terus
sudah waktunya terbang. Kata pejabat
tersebut, "Tenang, saya yang atur
bandara saya yang pegang. Nanti aja
disuruh telat." Teman saya gelisah.
Jangan, Pak. Tenang aja. Dia pengin
nunjukkan dia jago bahwasanya dia bisa
tahan apa? Pesawat. Dan memang benar
pesawat tahan, enggak bisa terbang.
Orang semua sudah naik harus nungguin
dia.
Teman saya gelisah. Jangan tenang aja.
Iya tenang. Tapi begitu masuk semua
orang ngelihat.
Jadi kan zalim. Orang sudah nunggu dari
tadi dia cuma ingin nunjukkan dia. Ya.
Buat apa nunjukkan seperti itu? Bosnya
orang nunggu saya. Semua keputusan saya
bukannya memudahkan tapi malah
menunjukkan saya jagoan. Tapi zalimi
orang.
Fitnah jabatan ngeri ya. Fitnah jabatan
populeris. Orang kalau populer ah susah
sudah ke mana-mana jadi sorotan, jadi
halusinasi. Sedikit makan kayaknya ada
yang lihat. J ada yang lihat ya. Enggak
bebas. Harus selalu main drama. Harus
keren, harus gini, harus gini. Hidup
penuh dengan drama.
Jalan sama keluarga harus kelihatan
romantis, harus kelihatan hidup dengan.
Kalau enggak terkenal siapa yang
ngelihat? Enggak ada yang lihat. Makan
bakso jongkok enggak ada yang lihat.
Tapi kalau terkenal makan bakso jongkok
di masyaallah tawadu
ngeri popularitas ngeri ngeri. Salami
orang sana salami orang sini minta foto
sana minta foto sini kalau ada masalah
jadi viral ah repot kan. Kalau tidak
dikenal enak kan? Kayak antum enggak ada
yang kenal. Enak enggak? Enak
fitnah. Luar luar biasa.
Tayib. Fitnah apaagi?
Lima fitnah.
Fitnah. Syubhat. Nah, ini juga luar
biasa zaman sekarang. Syubhat di
mana-mana. Syubhat yang membuat orang
ragu dengan akidah ahlusunah.
Syubhat yang membuat orang ragu tentang
Islam. ya ngeri syubhat di mana-mana
sehingga seorang bisa murtad atau bisa
meninggalkan akidah ahlusunah gara-gara
fitnah syubhat yang luar luar biasa. Dan
sekarang sarana untuk akses syubhat
mudah, tidak seperti tidak seperti dulu
yang susah ya. Belum fitnah kekuasaan
ya yang tadi disebutkan
fitnah kekuasaan
yang bisa gontok-gontokan, bunuh-bunuhan
sampai bunuh bisa mengakibatkan bunuh
bunuhan.
Bunuh sana, bunuh sini, racun sana,
racun sini. Ungkap aib orang, ungkap aib
orang untuk menjatuhkan lawan politik.
Ngeri
ngeri
menangkap ini yang itu gak usah ini aja
yang ditangkap nanti aja habis masa
kedua baru tangkap sekarang ah ngeri deh
ngeri. Alhamdulillahzi afana segala puji
bagi Allah yang telah menyelamatkan kita
dari fitnah-fitnah seperti ini. Dunia
dapat harta dapat kekayaan dapat
kemudian meninggal meninggal di situ
urusannya panjang.
Bahagia tidak harus jadi orang terkenal.
Bahagia tidak harus jadi orang kaya.
Benar, harta sebab kebahagiaan, tapi
belum tentu orang kaya pasti apa?
Bahagia. Betapa banyak orang kaya yang
akhirnya narkoba, akhirnya cari
kebahagiaan sampai jauh-jauh, sampai ke
sana kemari.
Orang miskin bahagia, tinggal beli bakso
bahagia.
Iya enggak?
Tinggal beli bakso. Wah, enak sekali.
Bahagia. Selesai. Tinggal jalan sama
istri jalan-jalan selalu bahagia. Kalau
orang kaya enggak bisa bahagia gitu,
harus ke Paris. Kalau orang miskin
parang tritis selesai
Paris parang tritis ya, Ustaz. Jadi
jangan bilang bahwasanya kalau kaya
pasti baik. Enggak karenanya kita hanya
minta al-afiah. Wasalullaha alafiah.
Afiah itu keselamatan. Itu yang paling
penting kita berdoa kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Se bukan sekali kita pikir subhanallah
masing-masing ada ujiannya ya. Ada orang
aduh kalau dia berkaca sedih muka saya
kok begini ya. Coba kalau antum mukanya
ganteng waduh fitnah luar biasa
ditelepon-telepon cewek.
Iya enggak? Kalau gini kan enggak ada
yang telepon.
Kita yang nelepon-nelepon malah. Tapi
kalau ganteng waduh
coba kalau perempuan cantik. cantik. Dia
pengin pamer kecantikannya, dia buka
auratnya. Mungkin jadi artis kemudian
buka-buka aurat. Gak tahulah.
Maka masing-masing ada ujiannya.
Masing-masing ada ujiannya. Kalau punya
duit lebih pengin beli ini yang mewah,
bingin ini bingin yang mewah. Dia enggak
tahu setiap yang dia beli itu dihisab
nanti.
Tapi kalau enggak punya duit mana? Ma
beli apa? Uh, bagus sekali ya. Enggak
ada duit. Udah
ya udah aman.
Karenanya alhamdulillah Allah berikan
banyak keselamatan bagi kita. Tetapi
fitnah senantiasa menanti. Tib. Apa
hikmah fitnah? Fitnah hikmahnya adalah
ibtila, ikhtibar, ujian.
Agar Allah tahu mana yang imannya benar
dan mana imannya tidak tidak benar.
Allah berfirman, "Alif lam mim."
Ahasibanasu ayutraku ayakulu amanna
wahum la yuftanun. Ya. Jadi tujuan
fitnah
adalah untuk ujian.
untuk ujian
kata Allah di antaranya seperti dalam
surat Al-Ankabut
ayat 1 sampai 3. 1 sampai 3. Apakah
manusia dibiarkan ayutrakuqulu aman
wahum la yuftanun dibiarkan berkata kami
beriman kemudian tidak diuji walaq
fatanadina minqlim sungguh kami telah
menguji orang-orang sebelum mereka
sebelum mereka diuji mereka juga diuji
sekarang fal yalamanallahulladina shqu
agar Allah tahu mana yang benar yang
jujur imannya w yamannal kadibin dan
Allah tahu mana yang imannya dus dusta
kemudian juga dalam ee surat Al Imran
ayat 179 kata Allah Subhanahu wa taala,
"Maallahu liarul mminina ala ma antum
alaihti yamal khit minib." Allah tidak
akan biarkan orang-orang beriman dalam
kondisi antum seperti sekarang ini. Tapi
Allah akan menguji kalian ya hatta
yamizal khita minib. Agar Allah bisa
nampak mana yang buruk dan mana yang
yang baik. Kalau kalau enggak ada ujian
semua nyaman-nyaman aja. yang munafik
juga bisa sembunyi-sembunyi ya. Tapi
Allah uji sehingga Allah tahu mana yang
benar, mana yang buruk.
Ya, dengan iman bisa terbedakan mana
yang benar, mana yang buruk. Demikian
juga surat Al-Haj
ayat surah 11 kata Allah Subhanahu wa
taala, "Waminanasi may ya'budullah ala
harf." Di antara manusia yang beribadah
kepada Allah di pinggiran aja, tidak
totalitas. di pinggiran aja kata Allah
fain asahuir kalau dapat kenyamanan
dapat kebaikan, dia tenang. Wa asu
fitnatunq ala wajhi. Tapi kalau ditimpa
dengan fitnah ujian dia berbalik ya
berbalik. Khasirad dunia wal akhirah.
Maka dia rugi dunia dan akhirat ya. Maka
inilah ya e yang ya apa namanya ee
tujuan adanya fitnah adalah untuk di
ujian ya.
Tib.
Saya lupa di antara fitnah
Allah mengatakan ya ee
waja'alna ba'dakokum liba'din fitnatan
atasbirun. Ya
kata Allah. Jadi di antara model fitnah
yang juga perlu diperhatikan adalah
Allah menjadikan
sebagian kalian
fitnah bagi yang lain.
Dalam surah al-Furqan ayat 20 ya Quran
surah 25 ayat 20 kata Allah ja'alna
ba'akum fitn tasbirun. Kami jadikan
sebagian kalian fitnah bagi yang lain ap
kalian bersabar. Ini modelnya juga
banyak modelnya juga banyak seperti
antara
nabi dan pengikutnya.
Ibnu Katsir rahimahullah ketika para
nabi dan pengikutnya,
Ibnu Katsir rahimahullah ketika
menafsirkan ini mengatakan yaitu para
nabi dan umatnya. Dalam hadis kata
Rasulull sahu alaihi wasallam dalam
sahih Muslim yaakulullah Allah
berfirman,
"Innama nab nabtalika
wabtalibika ya ya atau inni mubtalika w
mubtalin bika ya." "Ini mubtalika kata
Allah subhanahu wa taala, "Saya akan
mengujimu wahai Muhammad dan saya akan
jadikan engkau sebagai bahan ujian."
Jadi Rasulullah
Allah akan uji dengan umatnya. Iya
enggak?
Dan Rasulullah sendiri adalah ujian bagi
umatnya. Mereka beriman atau tidak. Para
nabi diuji dengan umat umatnya. Umatnya
ada yang nakal, ada yang kurang ajar,
ada yang baik, ada yang berkhianat,
macam-macam. Ada yang membangkang, ada
yang ingin bunuh mereka. Dan umatnya pun
diuji dengan para na para nabi.
Ini contoh kami jadikan sebagian kalian
adalah ujian bagi sebagian yang lain.
Ini contoh antara nabi dan para umatnya.
spesifik lagi seperti para nabi dengan
musuhnya.
Dengan musuh-musuhnya
dalam Al-Qur'an Allah berfirman dalam
surah Al-Furqan ayat 31 ya,
25 ayat 31. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Wakadzalika ja'alna likulli
nabiyin aduan minal mujrimin.
Maka demikianlah kami jadikan bagi
setiap nabi musuh dari kaum mujrimin.
Jadi Allah ciptakan musuh memang buat
para nabi. Allah ciptakan Abu Jahal buat
musuhi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Allah ciptakan Abu Lahab untuk
musuhi siapa? Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Dan Abu Jahal dan Abu
Lahab diuji dengan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Dulu mereka
bangga mungkin mereka ramah apa
bermesraan di antara mereka ketika Nabi
jadi nabi dimusuhi. Sebelum Nabi jadi
nabi, Nabi disayang. Abu Jahal sayang,
Abu Lahab sayang.
Karena Nabi sampai dijuluki oleh
Quraisy, dibanggakan Muhammad sebagai
asoddiqul amin, orang yang jujur dan
terpercaya. Tapi ketika Nabi menunjukkan
statusnya sebagai seorang nabi, maka
mereka tidak suka. Nabi diuji oleh
dengan mereka Abu Lahab pamannya, Abu
Jahal teman mainnya jadi musuhnya. Dan
mereka juga diuji dengan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Sama Nabi
Musa dengan Firaun.
Subhanallah. Firaun diuji dengan Nabi
Musa. Nabi Musa diuji dengan Firaun.
Bagaimana Firaun bapak angkatnya? Sampai
dulu Musa diangkat, dipanggil sebagai
anak angkat sama Firaun karena tinggal
di istana Firaun.
Setelah itu dia jadi nabi, Firaun musuhi
Nabi Musa. Ya, seperti itu. Demikian
juga antara shihin
dengan thihin, antara orang pendosa
dengan orang-orang salihin. Ujian satu
dengan yang yang lainnya. Ini contoh ya,
para nabi dengan musuhnya. Kemudian yang
ketiga misalnya
para salihin
dengan para pendosa saling diuji.
Di antaranya suami dan istrinya.
Suami dan apa? Dan istri. Suami diuji
dengan istri.
Bagaimana bisa menunaikan hak istri
dengan baik? Ya, sabar dengan kelakuan
istri yang kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam istausuir.
Hendaknya kalian saling berwasiat untuk
berbuat baik kepada para istri.
Faal marata khuliq min. Kata Nabi wanita
diciptakan dari tulang rusuk. Wa
inwajahu
dan tulang rusuk yang paling bengkok
paling atas. Sebagian ahli tafsir
mengatakan wanita itu dari tulang rusuk
pasti bengkok enggak mungkin lurus.
Ya, kalau kau ingin luruskan patah itu
tulang rusuk. Itulang rusuk kalau kau
lurus-luruskan patah atau tidak patah?
Bukan lagi tulang rusuk, tulang patah.
Jadi jangan berharap dapat wanita yang
lurus
pasti beng bengkok. Kemudian kata Nabi,
"Wain
yang paling bengkok paling atas ada yang
mengatakan mulutnya bengkok."
Kita tidak bilang otaknya apa? Mulut.
Mulutnya kenapa? Ngomongnya sering
salah, sering mungkin tidak dipikirkan
terlebih dahulu. Nah, Nabi mengucapkan
itu buat apa? Agar kita bersabar
bahwasanya istrimu adalah ujian. Makanya
Rasulullah meng istausu binnisai khairo.
Hendaknya kalian benar-benar perhatian
kepada para wanita berbuat baik. Bahkan
di antara makna istausu yaitu hendaknya
kalian para lelaki saling ingatkan satu
dengan yang lainnya. Eh, gimana sama
istrimu? Sabar enggak? Satu lagi, "Sabar
enggak sama istrimu? Kalau ada yang
mengeluh, istri saya gini-gini emang
istri kamu aja yang begitu? Sabar
semua juga curhat semua. Sabar, sabar.
Apalagi istri zaman now ya. Ya, karena
suaminya juga suami zaman now. Ya sudah.
Jadi diuji dengan istri sama istri juga
dijus suami harus menunaikan hak suami.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Lan tuaddial maratu haqqbiha hatta
tuaddiya haqqo zaujiha."
Tidak akan seorang wanita menunaikan hak
Allah sampai menunaikan hak suami. Harus
sabar, harus nurut, taat. Suami perintah
harus taat semaksimal mungkin. Suami e
keridaan suami adalah pintu surga bagi
wanita. Diuji
dan masing-masing akan dihisab oleh
Allah subhanahu wa taala. Jadi waja'alna
ba'dakum liba'in fitnah. Subhanallah.
Fitnah di antara satu dengan yang lain.
Di antaranya nomor lima rakyat dan
penguasa.
sama penguasa diuji dengan rakyat,
rakyat diuji dengan penguasa. Di
antaranya
ayah dan anak, orang tua dan anak.
Allah berfirman,
"Annama amwalukum wa auladukum fitnah."
Ketahuilah harta kalian fitnah, anak
kalian juga fit fitnah. ujian dari
Allah. Apakah kalian sudah mendidiknya,
mentarbiahnya dengan benar?
Fitnah.
Apa kalian sudah ya mengarahkannya? Ya,
fitnah, ujian. Kita akan ditanya pada
hari kiamat kelak. Kulukum roin wukum
rati. Kalian semua pemimpin akan ditanya
dengan apa yang dia pimpinin. Antum akan
ditanya gimana ngurus anak antum akan
ditanya dibiarkan apa diurusin.
Betapa banyak orang nangis pin punya
anak Allah tidak kasih. Antum dikasih
anak antum lalaikan. Kita sebagian kita
lalaikan. Dicuekin. Kita sibuk dengan
urusan kita sendiri ya. Sehingga banyak
anak-anak seperti anak yatim ya.
Bapaknya sibuk, ibunya sibuk. Dia
seperti anak yatim. Seperti enggak punya
bapak, enggak punya ibu. Bapaknya sibuk
jalan-jalan, ibunya sibuk sosialita.
Bapaknya grup WhatsApp 100,
sibuk jawabin WhatsApp terus. Ibunya
juga banyak grup WhatsApp. Kapan ngurus
anak?
Sama sang anak juga akan ditanya apakah
sudah berbakti sama orang tuanya. Maka
ini waspada ya, bahwasanya sebagian kita
fitnah bagi yang bagi yang lain.
Tib kita ee
lanjutkan ya.
Bab ini hadis panjang ya. Masih waktu
tinggal 8 menit ya. Saya tunda aja
karena habis ini saya mau cerita di
hadis ini tentang berbagai fitnah yang
sampai pada ee
pertumpahan darah di antara kaum
mukminin insyaallah pada pertemuan
berikutnya ya. Tapi demikian wabillah
taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.