Kisah Air Mani - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
IN64bEfBGiY • 2025-10-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruhu watubu ilaih wa naud nazubillahi min syururi anfusina wasiati a'alina. May yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah. Wa asadu anna muhammadan abduhuasuluhu nabi ba ya aina amqulahaq wun waum muslimunqal had kitabullahir huda huda Muhammadin shallallahu alaihi wasallam umuri muhda wuhin bidah wainalah wainar maasir musliminikum binafsi bqallahumsi bqallahqal muttaquun Sungguhnya di antara ayat-ayat yang mengingatkan kita adalah ayat-ayat yang berbicara tentang asal-muasal penciptaan kita. Bahwasanya kita manusia diciptakan dari air mani yang hina. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Falyandzuril insanu mimma khuliq." Hendaknya manusia merenungkan dari mana dia diciptakan. Khuliq mim mafiq. Dia diciptakan dari air yang terpancar. Itu dia lihat bagaimana air tersebut. Seorang bisa melihat bagaimana air terpancak yaitu air mani yakruju bainbi yang keluar dari tulang sulbi dan tulang dada. Allah Subhanahu wa taala menjelaskan bahwasanya manusia tercipta dari air mani. Adapun manusia pertama yaitu Adam alaihi salam tercipta dari tanah. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Walaq khalaqnal insana min sulalatin min tumma ja'alahu nutfatan fi qor makin." Kata Allah subhanahu wa taala, "Kami telah menciptakan manusia itu Adam dari saripati tanah. Datang dalam riwayat bahwasanya tidaklah dikatakan Adam kecuali dari adimil ard. Adimil ard artinya permukaan tanah. Yaitu Allah mengumpulkan berbagai macam tanah dengan model-modelnya, teksturnya, warnanya. Diambil saripatinya lalu dibuatlah menjadi Adam alaihi salam. Karena itulah anak keturunan Adam berbagai macam modelnya, baik warna kulit, tekstur, maupun akhlaknya itu Adam alaihi salam. Adapun manusia tumma khalaqahu nutfatanma khalaqah nutfatan fi qarorin makin. Kemudian kami jadikan manusia secara umum dari nutfah. Nutfah tersebut yaitu cairan yang sedikit tersebut Allah sebutkan adalah campuran dari mani laki-laki maupun sel ovum wanita. Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam ayat yang lain, "Hal alal insan minadahri lam yakunai inna khalaqnal insana min nutfatin amsyajin nabtali." Sesungguhnya kami telah ciptakan manusia dari amsyaj. Amsyaj artinya campuran. Campuran maksudnya adalah dari air mani lelaki dengan sel ovum wanita. Kemudian juga Allah menjelaskan lagi lebih detail, ternyata tidak semua air mani yang bercampur dengan sel ovum. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Tumma ja'ala naslahu min sulalatim mim maim mahin." Kemudian kami jadikan eh manusia itu dari apa? Dari sulalatin dari saripati mimma mahin. Saripati air mani yang hina. Jadi ini menunjukkan bahwasanya tidak semua ee air mani tidak semuanya kemudian menjadi anak. Tapi sebagian dari ee mani yang kemudian bercampur dengan sel ovum dan akhirnya menjadi manusia. Dan ini menunjukkan detailnya Al-Qur'an ketika mengungkapkan perkara-perkara ilmiah. Jadi kita tahu bahwasanya kita tercipta dari air mani dan air mani yang dipancarkan tersebut ya ternyata bukan ciptaan kita pula. Itu adalah ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Allah berfirman, "Afaritum ma tumnun." Tidakkah kalian merenungkan tentang air mani yang kalian keluarkan? Aantum takluquunahu am nahlul khquun. Apakah kalian menciptakan air mani ataukah kami yang menciptakannya? Benar, air mani keluar dari tubuh kita, namun bukan ciptaan kita. Buktinya apa? Buktinya kalau belum cukup umur, maka kita tidak bisa memproduksi air mani. Kemudian air mani yang kita keluarkan pun tidak sesuai dengan keinginan kadarnya oleh kita, tetapi Allah yang menentukan. Kemudian air mani tersebut tidak semuanya bisa berproduksi menjadi seorang anak atau banyak orang miliki air mani tapi mandul. Kemudian kalaupun air mani tersebut akhirnya menjadi anat, maka siapa yang menentukan laki atau perempuannya? Siapa yang menentukan bentuknya? Fi ayrin ma syaar aakabat. Dalam bentuk yang Allah kehendaki, Allah susun manusia. Maka ini semua menunjukkan bahwasanya air mani yang keluar dari tubuh kita bukan ciptaan kita dari adapun merupakan ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Kemudian setelah usia bertambah air mani semakin sedikit dan semakin sedikit dan semakin habis maka Allah mengatakan aantum takluquunahu am nahnul khaliun. Apakah air tersebut kalian menciptakannya atau kami yang menciptakannya? Dan Allah sebutkan bahwasanya manusia tercipta dari air yang memancar dan dari air yang hina. Ya, alam naklukum mim maim mahin. Bukankah kami telah ciptakan kalian dari air yang hina? Karenanya para ulama berselisih pendapat apakah air mani hukumnya najis ataukah suci. Sebagian ulama mengatakan air mani hukumnya najis sehingga kalau terkena pakaian harus dicuci pakaian. Kalau kena tubuh harus cuci tubuh. Dan sebagian ulama di antaranya mazhab Syafi'iyah dan mazhab Hanabilah mengatakan bahwasanya air mani tidaklah najis tetapi suci. Kenapa? Karena dia merupakan asal muasal manusia dan Allah tidaklah menciptakan kita dari suatu yang najis. Tetapi semua sepakat bahwasanya air tersebut adalah air yang terpancar dan adalah air yang hina. Sehingga seorang kalau terkena air mani maka dia akan membersihkannya. Ini semua mengingatkan kita tentang asal muasal kita berasal dari suatu yang sangat lemah, yang sangat hina. Allah khalaqakum minfin tumma ja'ala min ba'difin quwah tumma ja'ala min ba'di quwatinfan waiibah. Allahlah yang telah menciptakan kalian dari suatu yang lemah yaitu air mani yang tinggal dibuang hilang ya tinggal dicuci kemudian sirna. Kemudian Allah jadikan dari air man tersebut kekuatan. Kemudian tumbuh manusia bertumbuh-bertumbuh sebagaimana proses yang Allah sebutkan yaqutqanq lahma. Kami jadikan air mani kemudi segumpal daging alaqah. Kemudian kami rubah segumpal daging tersebut ee segumpal darah. Kemudian segumpal darah kami rubah menjadi segumpal daging. Kemudian kami rubah menjadi tulang. Kemudian kami bungkus tulang tersebut dengan daging. Kemudian tumma ansyaahu khqar. Kemudian kami tumbuhkan dia menjadi makhluk yang lain, yaitu menjadi manusia. Inilah manusia berasal dari air mani yang hina kemudian menjadi menguat sampai puncak-puncaknya pada usia 40 tahun. Kemudian kata Allah, setelah itu mulai melemah lagi sampai menjadi tua. Mengingatkan kita akan hakikat kehidupan ini ada awal dan ada akhirnya. Astagfirullah wakumagfiru inahu gururahim. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan maasyiral muslimin. tidaklah Allah mengulang-ulang dalam Al-Qur'an mengingatkan tentang hakikat penciptaan kita yang berasal dari air mani yang hina yang terpancar yang kita lihat terpancarnya air mani tersebut ya tidak lain dengan beberapa tujuan di antaranya agar seorang ingat bahwasanya hidup ini ada awal dan akhirnya kita tidak akan selamanya seperti ini. kita dulu lemah kemudian menjadi menguat-menguat sampai pada puncak kekuatan kemudian mulai melemah akhirnya tua akhirnya meninggal dunia maka persiapkanlah diri kita untuk masuk dalam kehidupan berikutnya di antaranya agar manusia tidak sombong makanya Allah mengatakan falanduril insanu mima khq hendaknya manusia merenungkan dari mana yang diciptakan khuliq mfiq keluar dari ya dia berasal dari air yang terpancar yaitu air mani Ketika seorang tahu bahwasanya dia berasal dari air mani tentunya dia tidak menjadi sombong. Ada seorang berkata kepada yang lain, "Tahukah kamu siapa saya?" Yaitu dia ingin mengangkat dirinya. "Tahukah kamu siapa saya?" Maka kawannya berkata, "Saya tahu kamu adalah yang keluar dari dua kemaluan." Yaitu kau berasal dari kemaluan ayahmu, yaitu air mani yang keluar. Kemudian masuk di kemaluan ibumu, kemudian keluar lagi dari kemaluan ibumu itu kau berasal dari sesuatu yang hina. Dan sekarang dalam perutmu juga ada kotoran. Dan kalau kau meninggal menjadi bangkai yang berbau busuk, itulah hakikat manu manusia. Maka jika seorang mulai angku dan sombong, dia ingat bahwasanya dialah berasal dari air mani yang hina. Kemudian juga ini menunjukkan bahwasanya ada pencipta. Bagaimana air mani kemudian bisa berubah dengan perubahan yang signifikan dari air mani kemudian menjadi alaqah segumpal darah kemudian mudgah segumpal daging yang kecil kemudian menjadi tulang berulang kemudian dipasang daging sehingga kemudian berubah luar biasa tiba-tiba menjadi manusia ya itu Allah mengatakan ya awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nutf tidaklah manusia merenungkan, "Ya, kami telah menciptakan dia dari air yang hina, nutfah, stetes air." Tiba-tiba dia bisa berbicara, bisa berakal, bisa berdebat. Tiba-tiba tidak ada perubahan yang drastis ini signifikan kecuali ada pencipta yang buat dia demikian. Yang buat dia demikian. Siapa yang bisa merubah dari tahapan ke tahapan berikutnya kecuali Allah Subhanahu wa taala sehingga dia harus ingat bahwasanya dia itu ada penciptanya. Kemudian juga ayat-ayat tentang air mani juga dijadikan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk meyakini bahwasanya akan ada hari kebangkitan. Ya Allah sebutkan dalam surat Yasin tadiamu tidakkah manusia merenungkan bahwasanya Kami telah menciptakan dia dari air manises air mani tiba-tiba dia bisa tegak berdiri kemudian berjidal berdebat dengan nyata kemudian manusia membuat perumpamaan kepada kita ya untuk menolak hari kiamat. Kata dia, "Yuhyah, siapa yang bisa mengembalikan tulang-berulang yang sudah kering?" Artinya orang sudah mati, sudah dikubur ratusan tahun, ribuan tahun, tiba-tiba bisa hidup kembali. Kok bisa? Allah mengatakan wasiya khalqo. Dia lupa tentang keciptaan dia. Sesungguhnya Allah yang membuat pernah menciptakan dia dari air mani kemudian berubah tahapan-tahapan berikutnya sampai menjadi manusia yang bisa tegak, bisa berdebat, bisa berjidal untuk menghidupkan dia kembali. Mudah. Tidakkah dia merenungkan bagaimana dirinya berasal dari air mani yang hina kemudian menjadi manusia yang sempurna? Kalau dia sudah menjadi tulang belulang, Allah untuk kembalikan lagi. Jadi manusia sangat mudah ya dari air setes air yang hina aja bisa jadi manusia apalagi dari tulang tulang belulang. Dan juga isyarat bahwasanya seorang hendaknya bersyukur kepada Allah untuk beribadah kepada Allah. dia mensyukuri ya bahwasanya dia diciptakan dari air mani yang hina kemudian menjadi manusia yang bisa berbicara yang bisa mentakbir mengungkapkan isi hatinya sebelumnya dia hanyalah air mani yang mungkin bisa dibuang di WC bisa dicuci bisa di tidak ada nilainya sama sekali tiba-tiba dia menjadi manusia bisa berbicara maka hendaknya dia bersyukur kepada Allah dengan banyak beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semoga Allah menjadikan kita hambanya yang Pandai bersyukur, pandai beribadah, persiapkan diri untuk hari kiamat. Tidak sombong atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Karena toh kita semuanya berasal dari air mani yang hina. Innallah malaikatahu yusuna alan nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi wasallimu taslima. Yeah.
Resume
Requeue
Categories