Transcript
IN64bEfBGiY • Kisah Air Mani - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2571_IN64bEfBGiY.txt
Kind: captions
Language: id
Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
wa nastagfiruhu watubu ilaih wa naud
nazubillahi min syururi anfusina wasiati
a'alina. May yahdihillahu fala
mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah.
Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalah. Wa asadu anna muhammadan
abduhuasuluhu nabi ba ya aina amqulahaq
wun waum muslimunqal
had kitabullahir huda huda Muhammadin
shallallahu alaihi wasallam
umuri muhda wuhin bidah wainalah wainar
maasir musliminikum binafsi bqallahumsi
bqallahqal muttaquun
Sungguhnya di antara ayat-ayat
yang mengingatkan kita adalah ayat-ayat
yang berbicara tentang asal-muasal
penciptaan kita. Bahwasanya kita manusia
diciptakan dari air mani yang hina.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
"Falyandzuril insanu mimma khuliq."
Hendaknya manusia merenungkan dari mana
dia diciptakan.
Khuliq mim mafiq.
Dia diciptakan dari air yang terpancar.
Itu dia lihat bagaimana air tersebut.
Seorang bisa melihat bagaimana air
terpancak yaitu air mani
yakruju bainbi
yang keluar dari tulang sulbi dan tulang
dada.
Allah Subhanahu wa taala menjelaskan
bahwasanya
manusia tercipta dari air mani. Adapun
manusia pertama yaitu Adam alaihi salam
tercipta dari tanah. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Walaq khalaqnal
insana min sulalatin min
tumma ja'alahu nutfatan fi qor makin."
Kata Allah subhanahu wa taala, "Kami
telah menciptakan manusia itu Adam dari
saripati tanah. Datang dalam riwayat
bahwasanya
tidaklah dikatakan Adam kecuali dari
adimil ard. Adimil ard artinya permukaan
tanah. Yaitu Allah mengumpulkan berbagai
macam tanah dengan model-modelnya,
teksturnya, warnanya. Diambil
saripatinya lalu dibuatlah menjadi Adam
alaihi salam. Karena itulah anak
keturunan Adam berbagai macam modelnya,
baik warna kulit, tekstur, maupun
akhlaknya itu Adam alaihi salam. Adapun
manusia tumma khalaqahu nutfatanma
khalaqah nutfatan fi qarorin makin.
Kemudian kami jadikan manusia secara
umum dari nutfah. Nutfah tersebut
yaitu cairan yang sedikit tersebut Allah
sebutkan adalah campuran dari mani
laki-laki maupun sel ovum wanita. Allah
Subhanahu wa taala berfirman dalam ayat
yang lain, "Hal alal insan minadahri lam
yakunai
inna khalaqnal insana min nutfatin
amsyajin nabtali." Sesungguhnya kami
telah ciptakan manusia dari amsyaj.
Amsyaj artinya campuran. Campuran
maksudnya adalah dari air mani lelaki
dengan sel ovum wanita. Kemudian juga
Allah menjelaskan lagi lebih detail,
ternyata tidak semua air mani yang
bercampur dengan sel ovum. Allah
Subhanahu wa taala berfirman, "Tumma
ja'ala naslahu min sulalatim mim maim
mahin." Kemudian kami jadikan eh manusia
itu dari apa? Dari sulalatin dari
saripati mimma mahin. Saripati air mani
yang hina. Jadi ini menunjukkan
bahwasanya tidak semua ee air mani tidak
semuanya kemudian menjadi anak. Tapi
sebagian dari ee mani yang kemudian
bercampur dengan sel ovum dan akhirnya
menjadi manusia. Dan ini menunjukkan
detailnya Al-Qur'an ketika mengungkapkan
perkara-perkara ilmiah.
Jadi kita tahu bahwasanya kita tercipta
dari air mani dan air mani yang
dipancarkan tersebut ya
ternyata bukan ciptaan kita pula. Itu
adalah ciptaan Allah Subhanahu wa taala.
Allah berfirman, "Afaritum ma tumnun."
Tidakkah kalian merenungkan tentang air
mani yang kalian keluarkan? Aantum
takluquunahu am nahlul khquun. Apakah
kalian menciptakan air mani ataukah kami
yang menciptakannya? Benar, air mani
keluar dari tubuh kita, namun bukan
ciptaan kita. Buktinya apa? Buktinya
kalau belum cukup umur, maka kita tidak
bisa memproduksi air mani. Kemudian air
mani yang kita keluarkan pun tidak
sesuai dengan keinginan kadarnya oleh
kita, tetapi Allah yang menentukan.
Kemudian air mani tersebut tidak
semuanya bisa berproduksi menjadi
seorang anak atau banyak orang miliki
air mani tapi mandul. Kemudian kalaupun
air mani tersebut akhirnya menjadi anat,
maka siapa yang menentukan laki atau
perempuannya?
Siapa yang menentukan bentuknya? Fi
ayrin ma syaar aakabat. Dalam bentuk
yang Allah kehendaki, Allah susun
manusia.
Maka ini semua menunjukkan bahwasanya
air mani yang keluar dari tubuh kita
bukan ciptaan kita dari adapun merupakan
ciptaan Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian setelah usia bertambah air mani
semakin sedikit dan semakin sedikit dan
semakin habis maka Allah mengatakan
aantum takluquunahu am nahnul khaliun.
Apakah air tersebut kalian
menciptakannya atau kami yang
menciptakannya?
Dan Allah sebutkan bahwasanya manusia
tercipta dari air yang memancar dan dari
air yang hina.
Ya, alam naklukum mim maim mahin.
Bukankah kami telah ciptakan kalian dari
air yang hina?
Karenanya para ulama berselisih pendapat
apakah air mani hukumnya najis ataukah
suci.
Sebagian ulama mengatakan air mani
hukumnya najis sehingga kalau terkena
pakaian harus dicuci pakaian. Kalau kena
tubuh harus cuci tubuh. Dan sebagian
ulama di antaranya mazhab Syafi'iyah dan
mazhab Hanabilah mengatakan bahwasanya
air mani tidaklah najis tetapi suci.
Kenapa? Karena dia merupakan asal muasal
manusia dan Allah tidaklah menciptakan
kita dari suatu yang najis. Tetapi semua
sepakat bahwasanya air tersebut adalah
air yang terpancar dan adalah air yang
hina. Sehingga seorang kalau terkena air
mani maka dia akan membersihkannya. Ini
semua mengingatkan kita tentang asal
muasal
kita berasal dari suatu yang sangat
lemah, yang sangat hina. Allah
khalaqakum minfin tumma ja'ala min
ba'difin quwah tumma ja'ala min ba'di
quwatinfan waiibah. Allahlah yang telah
menciptakan kalian dari suatu yang lemah
yaitu air mani yang tinggal dibuang
hilang ya tinggal dicuci kemudian sirna.
Kemudian Allah jadikan dari air man
tersebut kekuatan. Kemudian tumbuh
manusia bertumbuh-bertumbuh
sebagaimana proses yang Allah sebutkan
yaqutqanq
lahma. Kami jadikan air mani kemudi
segumpal daging alaqah. Kemudian kami
rubah segumpal daging tersebut ee
segumpal darah. Kemudian segumpal darah
kami rubah menjadi segumpal daging.
Kemudian kami rubah menjadi tulang.
Kemudian kami bungkus tulang tersebut
dengan daging. Kemudian tumma ansyaahu
khqar. Kemudian kami tumbuhkan dia
menjadi makhluk yang lain, yaitu menjadi
manusia.
Inilah manusia berasal dari
air mani yang hina kemudian menjadi
menguat
sampai puncak-puncaknya pada usia 40
tahun. Kemudian kata Allah,
setelah itu mulai melemah lagi sampai
menjadi tua. Mengingatkan kita akan
hakikat kehidupan ini ada awal dan ada
akhirnya.
Astagfirullah wakumagfiru
inahu gururahim.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi
wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan
maasyiral muslimin.
tidaklah Allah mengulang-ulang dalam
Al-Qur'an mengingatkan tentang hakikat
penciptaan kita yang berasal dari air
mani yang hina yang terpancar yang kita
lihat terpancarnya air mani tersebut ya
tidak lain dengan beberapa tujuan di
antaranya
agar seorang ingat bahwasanya hidup ini
ada awal dan akhirnya
kita tidak akan selamanya seperti ini.
kita dulu lemah kemudian menjadi
menguat-menguat sampai pada puncak
kekuatan kemudian mulai melemah akhirnya
tua akhirnya meninggal dunia maka
persiapkanlah diri kita untuk masuk
dalam kehidupan berikutnya
di antaranya agar manusia tidak sombong
makanya Allah mengatakan falanduril
insanu mima khq hendaknya manusia
merenungkan dari mana yang diciptakan
khuliq mfiq keluar dari
ya dia berasal dari air yang terpancar
yaitu air mani
Ketika seorang tahu bahwasanya dia
berasal dari air mani tentunya dia tidak
menjadi sombong. Ada seorang berkata
kepada yang lain, "Tahukah kamu siapa
saya?" Yaitu dia ingin mengangkat
dirinya. "Tahukah kamu siapa saya?" Maka
kawannya berkata, "Saya tahu kamu adalah
yang keluar dari dua kemaluan." Yaitu
kau berasal dari kemaluan ayahmu, yaitu
air mani yang keluar. Kemudian masuk di
kemaluan ibumu, kemudian keluar lagi
dari kemaluan ibumu itu kau berasal dari
sesuatu yang hina.
Dan sekarang dalam perutmu juga ada
kotoran. Dan kalau kau meninggal menjadi
bangkai yang berbau busuk, itulah
hakikat manu manusia. Maka jika seorang
mulai angku dan sombong, dia ingat
bahwasanya dialah berasal dari
air mani yang hina. Kemudian juga ini
menunjukkan bahwasanya ada pencipta.
Bagaimana air mani kemudian bisa berubah
dengan perubahan yang signifikan dari
air mani kemudian menjadi alaqah
segumpal darah kemudian mudgah segumpal
daging yang kecil kemudian
menjadi tulang berulang kemudian
dipasang daging sehingga kemudian
berubah luar biasa tiba-tiba menjadi
manusia
ya
itu Allah mengatakan ya awalam yaral
insanu anna khalaqnahu min nutf
tidaklah manusia merenungkan, "Ya, kami
telah menciptakan dia dari air yang
hina, nutfah, stetes air."
Tiba-tiba dia bisa berbicara, bisa
berakal, bisa berdebat. Tiba-tiba tidak
ada perubahan yang drastis ini
signifikan kecuali ada pencipta yang
buat dia demikian. Yang buat dia
demikian. Siapa yang bisa merubah dari
tahapan ke tahapan berikutnya kecuali
Allah Subhanahu wa taala sehingga dia
harus ingat bahwasanya dia itu ada
penciptanya. Kemudian juga ayat-ayat
tentang air mani juga dijadikan oleh
Allah Subhanahu wa taala untuk meyakini
bahwasanya akan ada hari kebangkitan. Ya
Allah sebutkan dalam surat Yasin tadiamu
tidakkah manusia merenungkan bahwasanya
Kami telah menciptakan dia dari air
manises air mani tiba-tiba dia bisa
tegak berdiri kemudian berjidal berdebat
dengan nyata
kemudian manusia membuat perumpamaan
kepada kita ya untuk menolak hari
kiamat. Kata dia,
"Yuhyah,
siapa yang bisa mengembalikan
tulang-berulang yang sudah kering?"
Artinya orang sudah mati, sudah dikubur
ratusan tahun, ribuan tahun, tiba-tiba
bisa hidup kembali. Kok bisa? Allah
mengatakan wasiya khalqo. Dia lupa
tentang keciptaan dia. Sesungguhnya
Allah yang membuat pernah menciptakan
dia dari air mani kemudian berubah
tahapan-tahapan berikutnya sampai
menjadi manusia yang bisa tegak, bisa
berdebat, bisa berjidal untuk
menghidupkan dia kembali. Mudah.
Tidakkah dia merenungkan bagaimana
dirinya berasal dari air mani yang hina
kemudian menjadi manusia yang sempurna?
Kalau dia sudah menjadi tulang belulang,
Allah untuk kembalikan lagi. Jadi
manusia sangat mudah ya dari air setes
air yang hina aja bisa jadi manusia
apalagi dari tulang tulang belulang.
Dan juga isyarat bahwasanya seorang
hendaknya bersyukur kepada Allah untuk
beribadah kepada Allah. dia mensyukuri
ya
bahwasanya dia diciptakan
dari air mani yang hina kemudian menjadi
manusia yang bisa berbicara yang bisa
mentakbir mengungkapkan isi hatinya
sebelumnya dia hanyalah air mani yang
mungkin bisa dibuang di WC bisa dicuci
bisa di tidak ada nilainya sama sekali
tiba-tiba dia menjadi manusia bisa
berbicara maka hendaknya dia bersyukur
kepada Allah dengan banyak beribadah
kepada Allah subhanahu wa taala semoga
Allah menjadikan kita hambanya yang
Pandai bersyukur, pandai beribadah,
persiapkan diri untuk hari kiamat.
Tidak sombong atas apa yang telah Allah
berikan kepada kita. Karena toh kita
semuanya berasal dari air mani yang
hina. Innallah malaikatahu yusuna alan
nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
wasallimu taslima.
Yeah.