Kitab Riyadush Shalihin 1.37: Seimbang Dalam Ketaatan (Bagian-1)
6ZLg6eL9wEk • 2025-09-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufiqi wtinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan dari pembahasan kitab Riyadus Shihin bab ke-13 bab al-iqtisad fit Thaah. yaitu bab tentang seimbang dalam menjalankan ketaatan itu tidak tidak malas namun juga tidak berlebih-lebihan ya. Tidak malas namun juga tidak berlebih-lebihan. Pada bab lalu telah kita bahas tentang ee semangat untuk ee bermujahan bermujahadah serius dalam beribadah, semangat, kemudian juga banyaknya jalan kebaikan. Namun ingat ketika datang ayat-ayat dan hadis-hadis yang me memotivasi untuk banyak beramal, bukan berarti kita harus beribadah berlebih-lebihan. Tetap harus ada keseimbangan dengan tidak melalaikan hak-hak yang lain. Oleh karenanya dikatakan Islam itu proporsional ya, masing-masing ada porsinya. Jika seorang berlebih-lebihan dalam satu porsi maka dia akan menumbalkan yang lainnya. Tib. Di sini Al Imam Nawawi rahimahullahu taala membawakan dua beberapa ayat kemudian membawakan hadis-hadis. Pertama firman Allah qalallahu taala Allah berfirman, "Tha ma anzalna alaikal qurana litasqo." Thaha, kami tidak turunkan kepada engkau Al-Qur'an agar kau sengsara. Thaha ini namanya ee namanya huruf muqat'ah, yaitu huruf-huruf yang disebutkan di beberapa di awal beberapa surat yang dibaca dengan muqatah, yaitu dibaca per huruf bukan dibaca sebagai suatu kata. Seperti thaha kita tidak baca thh, tapi kita baca th ha. Seperti yasin kita tidak baca yas tapi kita baca ya sinin. Alif lam mim tidak kita baca alam, tapi alif lam lam mim. yang hikmah dari huruf muqatah sebagaimana dijelas oleh Ibnu Katsir rahimahullahu taala untuk menjelaskan bahwasanya Al-Qur'an ini diturunkan dengan bahasa Arab yang kalian bangga-banggakan wahai kaum Quraisy yang huruf-hurufnya terdiri huruf hijaiyah di antaranya thha yasin alif lam mim alif lam ra ha mim qof nun dan berbagai macam ee hadis huruf-huruf muqatah yang dibaca sebagai huruf bukan sebagai Apa kata? Karena kita tahu di antara mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah mukjizat Al-Qur'an. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam diutus ketika itu sedang viral orang-orang yang berbangga-bangga dengan bahasa Arab. Mereka berbangga-bangga dengan syair. Mereka menghormati para penyair. Bahkan mereka adakan lomba tentang syair dan mereka hebat-hebat dalam syair-syair. Maka Allah menurunkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam Al-Qur'an yang dia bukan syair tetapi dia sangat indah. Sangat indah dan Allah tantang orang-orang Arab untuk bisa mendatangkan semisal Al-Qur'an. Kalau memang Al-Qur'an ini bukan dari Muhammad, bukan bukan dari Allah tapi karangan Muhammad, harusnya mereka bisa bikin karena Muhammad hanya satu orang dari ribuan orang Arab yang ahli bahasa. Muhammad hanya satu orang. Kalau Al-Qur'an karangan Muhammad tentu mereka akan bisa niru Al-Qur'an tetapi ternyata mereka tidak mampu. Yang mendatangkan mendatangkan semisal Al-Qur'an. Allah berfirman, bimli bair. Katakanlah seandainya seluruh jin dan manusia berkumpul bersatu padu untuk mendatangkan semisal Al-Qur'an, mereka tidak bakalan mampu. Kemudian ketika ditantang untuk datang Al-Qur'an seutuhnya mereka tidak mampu, Allah tantang dengan 10 surat. Ya, asri suarin mustaratin. Datangkanlah 10 surat kalau kalian mampu. Enggak usah tu Al-Qur'an 10 surat seperti Al-Qur'an mereka pun tidak mampu. Ketika mereka tidak mampu mendatangkan 10 surat, Allah tantang satu surat. Wauntum fiib mimma nazalna abadina btin mlih w syuhadaakum min dunillah inum shodiqin. Faillam tafalu walan tafalu fattaquar. Kalau kalian ragu tentang apa yang aku turunkan kepada Muhammad itu kalian bilang ini karangan Muhammad. Kalian bilang ini Muhammad belajar dari orang-orang terdahulu. Kalian bilang ada orang-orang kerja sama bikin Quran seperti kerja sama dengan Muhammad. Maka kata Allah datangkanlah satu surat saja ya. Kalau memang kalian benar-benar jujur dalam tuduhan kalian. Faillam taf'alu walan taf'alu. Jika kalian tidak mampu dan kalian tidak bakalan mampu maka takutlah kepada neraka jahanam. Ini di antara salah satu mukjizat atau mukjizat yang paling indah, yang paling hebat adalah mukjizat Al-Qur'an. Sebagaimana kita ketahui, setiap nabi diberikan mukjizat sesuai dengan yang sedang viral di zamannya. Sesuai dengan yang viral di zamannya. Seperti misalnya di zaman Nabi Musa Alaih Salam yang lagi viral adalah sihir. Maka Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Musa Alaih Salam yang di yang mirip sihir tapi bukan sihir. Dia asli di mana tongkat berubah menjadi ular ya. Kemudian air bisa laut bisa terbelah, tangan Nabi Musa bisa keluar apa namanya? Cahaya. bukan sihir. Makanya para penyihir tahu ketika berduel dengan Nabi Musa bahwasanya apa yang dibawa oleh Nabi Musa itu bukan sihir tapi dia asli. Ini dari Allah Subhanahu wa taala. Karena tongkat benar-benar berubah menjadi ular. Bukan ilusi, bukan halusinasi, bukan khayalan, tapi benar-benar tongkat yaitu unsur kayu berubah menjadi unsur daging. Kenapa yang di ee mukjizat yang diberikan Nabi Musa alaihi salam seperti itu? Karena yang lagi viral adalah apa? sihir di zaman Nabi Isa Alaih Salam yang lagi viral adalah pengobatan orang-orang ahli mengobati. Maka Allah berikan kepada Nabi Isa Alaih Salam ee mukjizat yang tidak bisa dilakukan oleh para dokter atau para tabib di zaman itu. Ada penyakit yang mereka tidak sembuhkan yaitu penyakit buta kalau disentuh oleh Nabi Isa, maka orang tersebut bisa melihat kembali. Kemudian penyakit sopak kalau disentuh Nabi Isa bisa sembuh kembali bahkan menghidupkan yang mati. Wail mautaidillah. Aku hidupkan yang mati dengan izin Allah Subhanahu wa taala. Bukan penyakit lagi. Orang mati bisa hidup lagi. Ini ee yang lagi viral ketika itu adalah pengobatan. Maka Nabi Isa diberikan mukjizat yang lebih daripada sekedar pengobatan. Seperti di zaman Nabi Yusuf Alaih Salam yang lagi viral adalah tafsir mimpi. Orang-orang bangga bisa menafsirkan mimpi. Tetapi mereka ketika menafsirkan mimpi kadang benar kadang salah. Kalau benar pun tidak 100%. Maka Allah berikan ilmu kepada Nabi Yusuf Alaih Salam. Kalau beliau menafsirkan mimpi 100% benar. 100% benar. Dan tidak pernah ee salah ya ee tafsir Nabi Yusuf Alaih Salam. Maka jadilah dia mulia karena dia mampu menafsirkan tafsir sang raja yang ketika sang raja mimpi dengan mimpi yang aneh, kata sang raja, "Ada tujuh sapi kurus makan tujuh sapi gemuk dan ada tujuh bulir yang hijau gandum dan tujuh bulir gandum yang kuning." Ketika ditanyakan kepada para pembesar-pembesar ahli tafsir, "Ya ayyuhal malaftuni fi rukyaya intuntum liryaun." Tafsirkanlah mimpiku. Apa kata para pembesar-pembesar? Qolu adg ahlam. Kami tidak bisa menafsirkan yang seperti adg. Adgas itu bahasa Arab maknanya adalah kumpulan dari ee rumput-rumput yang kering bermacam-macam. Sehingga dikumpulkan disebut dengan daghat atau adgath. Seakan-akan para para pembesar tersebut mengatakan, "Mimpi Anda, raja tidak ada alurnya. Tidak ada apa alur carut-marut." Carut marut seperti ada rumput hijau, rumput kuning, rumput alang-alang, rumput ini carut-marut. sehingga kami tidak bisa menebak alurnya itu apa. Ya, karena mimpi itu ada alurnya. Ketika mereka semua tidak mampu untuk menebak atau mentakwil mimpi sang raja, di situlah nampak keutamaan siapa? Nabi Yusuf. Karena ilmu yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Yusuf adalah ilmu yang mukjizat. Ya. E waamtani apa? Rbi qod ataitani minal mulki. Ya. Dan engkau engkau telah berikan kekuasaan, engau berikan takwil ahadis. Engkau memberikan aku ilmu untuk menafsirkan mimpi-mimpi dari Allah Subhanahu wa taala sehingga tafsirnya benar 100%. Demikian juga di zaman Nabi Saleh, kita mundur lagi belakang yang lagi viral adalah unta-unta. Mereka hidup di suatu padang di situ orang-orang Arab di zaman itu entah berapa ribu-ribu tahun yang lalu. Mereka yang menjadi pusat perhatian mereka adalah apa? Unta. Harta yang mereka saling suk paling sukai adalah apa? Unta. Maka Allah datangkan mukjizat terkait dengan unta. Tapi unta ini menakjubkan. Dia keluar dari batu, bukan dari induknya, bukan dari air, bukan dari hutan. Kalau dari hutan dibilang unta ucul ya. Kalau dari laut mungkin dibilang ikan paus berubah jadi unta. Dia berasal dari suatu yang bukan sumber kehidupan. Dari batu. Kalau dari laut sumber kehidupan. Dari hutan sumber kehidupan. Dari batu. Batu. Kalau dari pohon orang bilang sumber kehidupan ini dari batu. batu pecah keluar unta tersebut dan menakjubkan unta tersebut langsung bunting. Gak adanya padahal gak ada suaminya. Eh gak ada apa ee gak ada apa jantannya. Enggak ada jantannya. Tahu-tahu buntin. Tahu-tahu bunting. Ya, tahu-tahu bunting. Subhanallah. langsung gede, langsung punya langsung bunting. Menakjubkan unta ini. Makanya Nabi Nabi Saleh berkata, "Hadi naqatullahi lakum ayah farauha takul fi ardillahi w tamasuha bisuin." Inilah unta Allah. Ini unta spesial Allah siapkan sebagai bukti Nabi Saleh adalah seorang nabi. Di antara karena yang lagi viral unteng, di antaranya lagi viral juga di zaman eh Nabi Hud. Nabi Hud yang lagi viral kekuatan. Wazadakum eh bastatan. ee wada kata apa namanya kata Allah Subhanahu wa taala ee kepada orang-orang kaum Hud yaitu kaum Ad bahwasanya mereka diberi tubuh yang kuat ya wazadakum fil kh khalqi bastah ya kata Allah ingatlah orang-orang sebelum kalian tentang nenek moyang kalian dari Nabi Nuh dan Allah berikan kelebihan kepada kalian itu tubuh yang kuat dibandingkan nenek moyang yang kalian. Sehingga para ahli tafsir berselisih berapa tinggi kaum Ad, yaitu kaumnya Nabi Hud Alaih Salam. Apakah mereka tinggi-tinggi sekian sekian sekian? Khilaf di kalangan para ulama. Sehingga mereka sangat kuat. Bahkan disebutkan kalau satu orang ingin ngebisi satu kampung, kirim satu orang aja. Satu orang a datang ngabisi satu kompleks habis semua. Karena badannya begitu apa? Kuat. Tetapi Nabi Hud Alaih Salam diberikan mukjizat di mana Nabi Nabi Hud alaih salam tantang mereka. Ya kata mereka ketika mengejek Nabi Hudikum aktiha ini. Mustaqim. Ketika mereka ngejek Nabi Lut, Nabi Hud, kata mereka, "Wahai Hud, menurut kami engkau itu sudah kalalat karena ee kutukan dari sebagian tuhan-tuhan kami. Mungkin kau gila, mungkin kau sakit." Kata Nabi Hudang mereka, "Faqiduni jamian." Kalian semua yang jagoan-jagoan semua ini, ayo bikin makar sama saya. Celakakan saya seluruhnya kalian kumpul semua celak saya. Tunzirunak gak usah ragu-ragu gak usah tunggu tunda-tunda sekarang. Celakakan saya. Inwakalikum. Aku bertawakal kepada Allah. Rabbku dan rab kalian. Tidak ada satu makhluk pun kecuali Allah pegang ubun-ubunnya. Ini alati mustaqim. Sesungguhnya Allah di atas jalan yang benar. Ternyata mereka tidak mampu mengalahkan Nabi Hud sen sendirian. Dia sendirian. Mau saya. Maka di antara hikmah Allah Subhanahu wa taala, Allah menjadikan mukjizat terkait setiap nabi adalah ee mengenai perkara yang sedang viral di zamannya. Yang sedang viral di zamannya. Nah, di zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang viral adalah apa? Syair-syair. Mereka berbangga-banggaan dengan syair-syair mereka, dengan balagah mereka, dengan ahli bahasa Arab mereka yang itu sedang viral. Maka Allah berikan mukjizat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam berupa Al-Qur'an yang bukan syairamnah inua illaikru wa quranu mubin. Kami tidak pernah mengajarkan dia syair. Tidak kami pernah kami tidak pernah kata Allah kami tidak pernah mengajari Muhammad syair. Wama yambagila dan tidak pantas dia untuk bersyair. Tapi yang dia baca adalah Al-Qur'an bukan syair. Sehingga orang Arab kebingungan tidak bisa membuat seperti apa. Al-Qur'an bukan syiir tapi kalau dibaca indah, didengar menarik luar biasa. Dibaca-baca tidak pernah membosankan. Semakin dibaca ulang semakin nyaman. Syair baca sekali dua kali bosan. Al-Qur'an tidak demikian. Maka beliau bilang, "Ini dari mana ini kalau bukan dari Allah Subhanahu wa taala." Makanya orang yang jujur mereka ketika mendengar Quran mereka langsung masuk Islam karena mereka tahu ini bukan manusia yang bikin saking hebatnya susunan Al-Qur'anul Karim. Ya. Ya. Dan di antara keistimewaan mukjizat Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah satu-satunya mukjizat yang kekal sampai hari kiamat kelak. Mukjizat-mukjizat nabi-nabi sebelumnya hanya terkait pada zamannya. Tiib. Siapa yang bisa melihat mukjizat tongkat jadi ular? Cuma kaum Nabi Musa. Air laut terbelah. Yang bisa lihat siapa? Kaum Nabi Musa di zaman itu. Kita enggak bisa cuma dengar cerita, ya. Enggak. Yang bisa lihat unta Nabi Saleh, siapa yang lihat di zaman itu? Yang bisa lihat Nabi Isa menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, siapa yang lihat? Orang di zaman itu. Kita cuma dengar apa cerita. Tapi mukjizat Al-Qur'an kita semua bisa merasakan sampai hari kiamat. Allah pilihkan mukjizat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Mukjizat yang abadi karena dia nabi terakhir, karena dia adalah rasul terakhir sehingga mukjizatnya harus terus abadi sampai hari hari kiamat. Ya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, min nabiin waq minal aytiu amil inu wahyan ya yutla alya yaq nabi sallallahu alaihi wasallam ya kata nabi sallah wasam tidak seorang nabi pun kecuali dia diberikan ayat-ayat tanda-tanda kebesaran Allah bukti sebagai nabi yang cukup membuat orang beriman setiap nabi punya mukjizat adapun aku aku diberikan kan wahyu yang dibaca ya dan aku berharap pengikutku yang paling banyak pada hari kiamat. Makanya di antara istimewanya mukjizat Nabi Muhammad dia berupa wah wahyu yang dibaca sampai hari kiamat. Kenapa harus kekal abadi sampai hari kiamat? Karena dia rasul yang yang terakhir. Makanya dalam banyak Al-Qur'an dalam dalam banyak surat di awal surat Allah buka dengan huruf-huruf yang terpotong-potong namanya huruf mugattahataah. Alif lam mim. Alif lam mim shad. Alif lam ro ha mim. Kaf ha ya ain shad. Nun yasin. Apaagi ya? Ta sin dan seterusnya. Itu kenapa? Untuk menunjukkan bahwasanya wahai orang-orang Arab yang akan dibacakan setelah ini adalah bahasa Arab yang kalian ahli dalam bahasa tersebut. yang bahasa ini Al-Qur'an ini tidak keluar dari huruf hijaiyah, tidak ada huruf baru. Semuanya huruf hijaiyah yang biasa kalian ucapkan, yang biasa kalian ungkapkan, yaitu alif ba jim ha dan seterusnya. Namun kalian tidak mampu mendatangkan semisal apa? Al-Qur'an. Jadi yang ini Allah contohnya thaha. Makanya setelah itu Allah sering sebutkan tentang Al-Qur'an. Thaha ma anzalna alaikal Qur'an. Setelah Allah menyebutkan huruf muqatah, biasanya Allah sebutkan tentang Al-Qur'an seperti alif lam mim dzalikal kitabu la. Alif lam mim inilah kitab laiba fih. Seperti Allah berfirman, alif lam shad. Kitabun unzila ilaika fala yakun fi shodika harajun. Kitab yang kami turunkan kepada engkau. Yasin wal quranil hakim. Ya. Jadi setiap Allah sebutkan huruf muqatah biasanya setelah itu Allah sebutkan tentang apa? Al-Qur'an. Jadi pendapat yang benar, Thaha itu bukan nama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Thaha itu bukan nama Nabi. Tapi Thaha adalah tadi huruf muqatah. Memang ada pendapat yang mengatakan Thaha itu nama nabi. Oke. Ya, makanya banyak orang sekarang kasih nama anak mereka Muhammad Thaha. I karena mereka menganggap Thaha adalah nama anak nabi. Ada pendapat itu pendapat kita tidak maksudnya tidak merendahkan pendapat tersebut itu pendapat. Tapi yang lebih tepat, Thaha bukan nama nabi. Nanti kalau kita bilang Thaha nama nabi, ah mereka bilang juga Yasin. Yasin juga nama nabi. Yasin wal quranil hakim. Innaka laminal mursalin. Seakan-akan Allah sedang panggil Nabi, Allah buka dengan Yasin, yaitu wahai Yasin. Padahal enggak. Kalau gitu nanti nama Nabi juga alif lam mim shad dong. Alif lam mim shad. Kitabun unzila ilaika. kitab yang kami turunkan kepada kepada engkau. Ya, kalau Yasin nama nabi, Thaha nama Nabi, alif lam mim sad juga nama nama Nabi. Yang benar itu bukanlah nama Nabi, tapi huruf-huruf muqatah yang dibaca dalam bentuk huruf bukan sebagai kata dengan hikmahnya utamanya adalah untuk menunjukkan Al-Qur'an ini dari bahasa Arab yang terdiri atas huruf-huruf hijaiyah yang kalian kuasai, namun kalian tidak mampu untuk membuat yang semisal Al-Qur'an. TB ini pembahasan tentang Tha. Kita lanjutkan. Ma anzalnaikalq. Tidaklah kami turunkan kepada engkau Al-Quran agar kau sengsara, tetapi litas agar kau bahagia. Ini dalil bahwasanya Al-Qur'an adalah kitab kebahagiaan. Kitab kebahagiaan sangat mudah, logikanya sederhana. Al-Qur'an adalah obat bagi hati. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya ayuhan qatum jaumikum lima." Telah datang wahai manusia kepada kalian wejangan dari Rabb kalian wasifaur dan obat penyakit hati. Yang buat kita tidak bahagia apa? Penyakit hati. Hasad bikin bikin tidak bahagia. Lihat orang kaya kita yang sakit hati. Lihat orang lebih ganteng kita jengkel. Lihat orang istrinya lebih cantik kita jengkel. Lihat orang istrinya banyak, tambah jengkel lagi. Lihat orang rumah jadi hasad mulu. Hasad mulu perempuan lihat, lihat temannya lebih cantik jengkel. Tahu-tahu nangis. Kenapa kok lebih cantik dari saya? Lihat temannya bawa tas branded dia dia juga sedih. Kenapa tas dia branded. Kalau ketahuan KW dia ke jejek. Ah KW ternyata. Ya. Jadi jadi hasad ini semua apa? Hasad. Hasad bikin orang sengsara. Dendam bikin sengsara. Enggak lupa-lupa jengkel sama orang itu. Tunggu kapan orang itu mati. Enggak mati-mati. Malah semakin sehat, malah semakin sukses. Tambah jengkel enggak? Tambah jengkel. Kita penginnya dia cepat mati tapi dia enggak mati-mati. Dendam seperti itu. Ya, dendam tidak memaafkan juga menyakiti hati. Jadi ee tamak tamak menyakiti hati tidak pernah puas, tidak pernah qanaah. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Hakim bin Nizam, "Innaal hulwatun khirah." "Wahai hakim, sesungguhnya harta ini adalah manis dan hijau." Dalam riwayat nafs siapa yang mengambil harta dengan jiwa yang baik, tidak tamak, burik laahu f dia akan diberkahi oleh Allah pada harta tersebut. Itu cukup dia bahagia qanaah. Waman akahu biisrofin nafs. Siapa yang mengambil harta dengan tamak lam yubar lahu fi. Dia tidak akan diberkahi pada hari tersebut. W yasba maka dia seperti orang yang makan enggak pernah kenyang. Orang enggak pernah kenyang menderita. Orang dapat harta banyak tapi dia enggak pernah puas dia menderita. Dia tersiksa terus pengin cari pengin cari pengin cari harta enggak pernah puas. Penyakit hati. Maka ini semua penyakit hati ini mengganggu kebahagiaan. Bikin orang sengsara. bikin orang seng sengsara. Orang kalau pelit, pelit penyakit hati enggak? Sengsara enggak? Orang pelit sengsara. Ada apa namanya? Gelas pecah dia. Aduh, mahal sekali. Gelas pecah cuma 5.000, dia sakit hati. Kenapa? Di saking pelitnya. Saking pelitnya sengsara. Orang sprit sengsara. Sampai ada istrinya tabrakan. Naik mobil tabrakan. Yang ditanya gimana mobilnya? Bukan kamu bagaimana mobilnya gimana? Aman enggak? Iya, mobil aman tapi saya sudah mati. Maksudnya saking pelitnya yang dia tanya apa? Hartanya anaknya ini kisah seorang pelit. Anaknya kacamatanya pecah dia marah. Kacamata pecah jatuh kacamata pecah biasa. Tapi karena pelit dia sengsara. Sehingga kalau ada hartanya sedikit hilang dia sengsara. Maka saya bilang semua penyakit hati itu bikin apa? Sengsara. Dia sengsara dan bikin istrinya juga sengsara. Kalau orang pelit yang sengsara siapa? Bukan dia aja yang sengsara. Orang sekitarnya juga apa? Sengsara. Istrinya sengsara, anaknya sengsara, kakaknya sengsara, adiknya sengsara, tetangganya sengsara, orang tuanya sengsara. Sengsara menular bikin. Oleh karenanya secara logika sederhana semua penyakit hati menghilangkan kebahagiaan, mendatangkan kesengsaraan. Maka orang kalau ingin hidup bahagia baca Quran. Quran itu mengobati penyakit hati. Dan boleh seorang baca Quran selain ingin mendapat pahala dari baca setiap ayat juga berniat untuk mengobati jiwanya. Kalau dia suka emosi, tidak suka memaafkan, dia coba baca Quran dengan niat, "Ya Allah, obatilah penyakit hatiku agar aku bukan jadi orang pendendam, bukan orang pemarah. Ya Allah, aku ini pelit. Jagalah, perbaikilah hatiku agar aku jadi orang yang dermawan." Ya, ya Allah, kenapa aku tamak? Subhanallah, kenapa tamak? seperti ini, sudah punya ini, sudah punya ini, sudah masih tamak, tidak puas. Ya Allah, obatilah penyakit hatiku. Ya Allah, kenapa aku hasad sama dia? Hasad, kenapa saya rusak sama dia? Kenapa ya Allah sembuhkanlah hatiku? Jadi, orang yang sedih berkepanjangan, penyakit hati bukan penyakit hati juga. Orang sedih enggak berhenti-berhenti sakit kasihan dengan baca Quran semuanya itu bisa berkurang bahkan hilang. Oleh karenanya Al-Qur'an adalah syifa lima fisur kata Allah adalah obat penyakit penyakit hati. Oleh karenanya Allah tidak akan turun, tidaklah turun Al-Qur'an kepada engkau wahai Rasulullah litask untuk kau sengsara, tetapi litasat agar kau bahagia. Maka saya sering bilang bahagia itu mudah. Bangun malam, baca Quran, menangis, kau bahagia. Kau bahagia. Sengsara mudah. Malam nonton film Korea, ketawa ketiwi, tidur besok hati seng sengsara. Mudah. Tinggal pilih. Benar enggak, Ibu-ibu? Benar. Benar. Benar. Tinggal mau sengsara atau bahagia. Kalau ibadah kelezatannya kelezatan ibadah. Kalau orang sudah sampai kelezatan ibadah, kelezatan bawa kebahagiaan. Tapi kalau maksiat ada kelezatan. Tapi kelezatan mendatangkan apa? Keseng kesengsaraan. Hati menjadi kering. Hati menjadi kering. Menjadi kering. Pikirannya sudah enggak beres. Menjadi ee kecanduan dan macam-macam. Tib. Apa wajah pendalilan dari ayat ini yang dibawakan oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab bab al-iiktisad fit Thaah yaitu keseimbangan dalam menjalankan ketaatan. Maksudnya seakan-akan Imam Nawawi rahimahullah wallahu taala alam bab ingin mengatakan Al-Qur'an itu bukan bukan bukan diturunkan untuk kau sengsara. Gak mungkin Al-Qur'an menyuruh engkau beribadah sampai kau sengsara, sampai puasa sampai tidak buka-buka. Salat malam tidak tidur setiap hari. Tidak seperti itu. Al-Qur'an itu ibadah berlebihan bikin orang seng sengsara gak. Gak seperti itu. Tidak seperti itu. Ya, Al-Qur'an turun tidak membawa syariat yang buat seorang seng sengsara, terjerumus, terjatuh dalam kesulitan yang sangat besar. Tidak demikian. Maka ini dalil yang pas. Imam Nawawi membawakan Al-Qur'an itu diturunkan bukan untuk membuat engkau sengsara. Jadi kalau ada orang bikin ibadah ternyata bikin sengsara dia dan bikin saraw sekitarnya itu bukan syariat yang benar. bukan syariat yang benar. Ya, misalnya ada orang selalu semangat ibadah sehingga pergi ibadah terus enggak pernah pulang ke rumah. Siapa yang sengsara? Istrinya. Istrinya ipar-iparnya sengsara, mertuanya juga sengsara. Lihat kasihan anaknya ditelantarkan seperti itu ya. Anak-anaknya juga sengsara, enggak pernah ketemu bapaknya. Bapaknya sedang enjoy happy ibadah katanya. Ini enggak benar ya. Ini Al-Qur'an tidak seperti itu. Turun untuk menyengsarakan orang. Tidak, tidak. Orang kemudian ee berlebihan dalam ibadah maka tidak benar karena pasti ada porsi yang ditumbalkan. Tib ayat kedua waqala taala Allah berfirman, "Yuridullahu bikumul yusro wala yuridu bikumul usr." Allah ingin kemudahan bagi kalian dan Allah tidak ingin kesulitan bagi kalian. Ayat ini terkait puasa ya. um maridarin minamin ukuridullahumus yaitu Allah yang menyampaikan siapa yang sedang safar atau sakit maka dia boleh berbuka dia boleh berbuka dan diganti pada hari-hari yang yang lain ya kenapa Allah ingin kemudahan Allah tidak pengin kesu kesulitan jangan kau sakit kau maksa puasa jangan kau safar berat kau maksa pua puasa oleh karenanya ee ee Allah mengisyaratkan bahwasanya Allah ingin kemudahan. Makanya yang sakit boleh berbuka nanti ganti hari yang lain. Kemudian yang bersafar karena sulit dia boleh tidak puasa, ganti hari yang yang lain. Dan ini meskipun ayat turut turut turun terkait dengan puasa, namun dia umum. Seperti Allah ma ja'ala alaikum fiddini min haraj. Allah tidak pernah menjadikan kesulitan dalam agama kalian. Ya ayat ini memang tentang puasa tapi dia bersifat umum. Yuridullahu bikumul yusro. Allah ingin kemudahan bagi kalian. W yudri bikumul. Allah tidak ingin kesulitan bagi kalian. Maka ini dalil bahwasanya kesulitan almasyaqqah. Kesulitan bukanlah suatu yang diinginkan oleh syariat. Jadi masyaqah ada dua kesulitan. Ada dua kesulitan terkait dengan ibadah. Ada dua. Pertama adalah kesulitan yang memang itu kelaziman ibadah. Yang memang syariat ingin kau jalani sebagai bukti kau sebagai hamba. Seperti seorang mau ke masjid, ya jalan kaki ke masjid. Ada kesulitan seorang bangun subuh untuk salat subuh ada kesulitan dia lagi tidur enak terus dia lawan rasa kantuknya demi untuk melaksanakan salat subuh di masjid. Maka ini ada tapi ini kesulitan memang dimaksudkan dan karena itu kelaziman dari melaksanakan suatu ibadah. Seperti orang haji dia harus ini capek, letih, tawaf. Itu kesulitan yang melazimi suatu apa? Ibadah. Kesulitan itu berpahala. Keletihan itu semuanya berpahala. Seorang mencari nafkah untuk anak istri sulit atau tidak? Sulit ya kerja diomelin bos, dibawa terik matahari, memerah otak, memerah keringat untuk mencari nafkah buat anak-anak, buat istrinya. E dia capek, letih, tetapi itu dapat pahala dan itu kelaziman dari suatu ibadah seperti ini ya. Rasa letih yang dirasakan, kesulitan yang dijalani, semuanya berpahala. Semakin sulit semakin banyak pahala. Tapi bukan kesulitan yang dia cari. Ini kesulitan yang tidak dia inginkan. Tapi pasti a pasti ada. Paham? Di situlah Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika menghibur Aisyah radhiallahu taala anha. Aisyah radhiallahu taala anha ketika dia haji dia letih apalagi dia sedang haid ya. Dia sedih orang-orang sedang umrah dia tidak bisa umrah. Maka Rasul sahu alaihi wasallam menghiburnya dengan berkata, "Ajruki ala qadri nasabik." Sungguhnya pahalamu sesuai dengan kadar keletihanmu. Artinya seorang misalnya dia hajian, tahu-tahu dia naik bis-bisnya macet, dia harus jalan. ini dia sengaja mencari susah atau memang susah itu datang tidak yang tidak mau dia tidak mau susah tersebut tapi susah tersebut tetap da datang kalau dia tetap menjalani jalan kaki maka pahalanya semakin besar karena dia tidak bisa hindari dia tidak bisa hindari paham sama seperti orang sakit orang sakitnya tidak pengin sakit tapi Allah kasih sakit misalnya sehingga kadang bertahun-tahun semakin berat rasa sakitnya semakin banyak pahalanya semakin banyak apa pahalanya dia tidak pengin sakit tapi sakit itu datang tidak bisa dihindari dia kalau bisa apa namanya nya ee kemahnya di samping lempar jamarat tinggal buka korden terus lempar ya kalau bisa cuma kan kenyataannya enggak bisa ada yang 2 kilo, ada yang 3 kilo, ada yang 5 kilo, ada yang salah jalan jadi 10 kilo. Beneran ada yang salah jalan? Begitu salah jalan keluar diputar-putar, wah 10 kilo. Bolak-balik 20 kilo. Allahu Akbar. Bukannya dia itu, tapi pahalanya lebih besar karena dia tidak senga sengaja. Dia tidak mencari kesulitan tersebut. Kalau boleh jamarat di pinggir jendela kita pengin setannya sudah siap si tinggal dilempar. Tapi kan tidak. Nah itu namanya kesulitan yang tidak dicari tetapi dia datang kalau kita jalani kita dapat pahala. Semakin sulit semakin besar apa? Pahala. Ini kesulitan namanya masyaqah lazimah alazimah. Kesulitan yang melazimkan lazim melazimi suatu apa? Ibadah ya. Melazim suatu ibadah. Antum nikah sama istri ya ada ada kesulitan enggak? Ada ya minyak maunya sih istri cantik, salehah, nurut, makan bubur ayam sudah enggak ngomel lagi. Kan maunya gitu. Dibelikan emas imitasi senang. Tapi kan siapa yang istrinya kayak gitu? Ternyata ini maunya ini. Itu kelaziman antum sabar dapat pahala. Bukan cari susah, tapi itu kelaziman dari suatu ibadah seperti ini. Ini dapat pahala. Masyaqah. Yang kedua yang tidak diingat syariat tidak pengin kau cari susah. Misalnya, "Ah, ini lagi musim panas, saya pengin puasa di musim panas." Saya enggak pengin puasa di musim dingin. Lah, Bahlul. Ngapain kau puasa? Sengaja puasa musim apa? Panas. Saya pengin puasa tapi saya pengin berjemur di matahari supaya lebih semangat, lebih capek, lebih lapar, lebih haus. Biar pahalanya besar. Bahlul. Iya. Rasul Allah tidak pernah suruh seperti itu. Paham? Seperti itu. Ada dua melamar dua akhwat. Yang satu salehah, cantik kaya. Ah saya pengin ini dah. Ini aja yang yang jelek yang ngomel biar pahalanya banyak. Bus kan setiap hari diomelin jadi sabar pahala terus setiap hari. Enggak kok. Jangan cari masalah. Kalau masalah datang hadapi. Paham? Jangan cari masalah. cari-cari. Iya. Jadi cari-cari kita enggak cari-cari masalah ya. Iya. Ada misalnya mau mau ke mana itu jalan lebih dekat, jalan lebih jauh. Ah, saya pengin jalan lebih jauh. Jangan yang lebih dekat diat aja ya. Ngapain? E jadi tidak dalam syariat tidak disuruh kita cari masa masalah. Makanya makanya ketika ukhtu Uqba bin Amir bernazar, dia ingin bernazar berhaji jalan kaki. Maka disampaikan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia mengatakan, "Litarkab, sampaikan kepada saudarimu wahai Uqbah untuk dia berhaji dengan naik kendaraan." Faallah ganiun anzi uktika nafsaha. Allah tidak butuh dengan sikap saudarimu yang menyiksa dirinya. Allah tidak butuh. Kamu haji-haji aja ngapain bernazar harus haji jalan kaki setengah mati? Ya ngapain ya? Seorang saya pengin hajian ee naik sepeda tiib. naik sepeda. Kalau enggak punya uang, mungkin naik sepeda lah ya. Tapi kalau cari susah, ngapain cari susah? Ada pesawat. Kalau enggak punya uang, okelah dengan naik sepeda lebih murah dan dibolehkan silakan. Tapi kalau ingin susah-susah, enggak. Syariat tidak menyuruh kau untuk susah. Syariat tidak menyuruh kau untuk apa? Su susah. Naik pesawat nanti sampai jeda naik sepeda lebih ringan. Tapi leh sepeda di Indonesia mau hajian. pernah pertama apakah kalau kalau kau punya uang ya janganlah kalau enggak punya uang ya mungkin apakah juga dibolehkan dalam peraturan itu maksud saya intinya kita tidak suruh mencari su susah tapi kalau ada ke sana ada melazimi suatu ibadah kita hadapi. Kita hadapi. Yuriullahu bikumul yusro wala yuridu bikumul usro. Allah tidak ingin kesulitan bagi kalian. Allah ingin kemudahan bagi kalian. Tib. Kita lanjutkan ee hadis yang pertama. Hadis Aisyah an Aisyata radhiallahu taala anha anan Nabi sallallahu alaihi wasallam dakala alaiha waaha imroatun. Rasul Sallahu Alaihi Wasallam masuk ke rumah Aisyah dan kebetulan ada seorang wanita di rumah Aisyah yaitu tamu atau siapa. Rasulullah bertanya, "Man hadihi? Siapa wanita ini?" "Siapa itu tamu?" "Siapa?" Qalat hadzi fulanah. Ya, ini adalah si fulan ya. Taduru min shattiha ya atau tuzkaru min shattiha. Wanita ini disebut-sebut karena salatnya yang begitu banyak. Salatnya banyak ya. dan semangat sekali salat. Maka Rasulullah ketika disebut itu salatnya banyak, sering salat, sering salat, sering salat, terkenal, sering salat saking kebanyakan salatnya. Sampai akhirnya Rasulullah berkata, "Mah, mah itu sudah maksudnya mah itu menunjukkan berhenti." Berhenti, ya berhenti. Maksudnya terlalu berlebihan. Wanita ini ibadahnya terlalu berlebihan. Kata Nabi, "Mah, alaikum bimaquun." Hendaknya kalian melakukan ibadah yang kalian mampui. Fainnallaha la yamaluh. Eh, fallahi la yamalullah hatta tamallu. Demi Allah, Allah tidak bosan kepada kalian sampai kalian yang bosan. Wakana eh ahabuddin ilaihi mawahibuhu alaih. Dan agama yang paling disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam yaitu ibadah yang seorang mendawaminya yaitu melaziminya. Ya. Nabi sallallahu alaihi wasallam Aisyah bercerita tentang ada seorang wanita yang dipuji karena salatnya terlalu banyak dan berlebih-lebihan. Dan Rasulullah tahu ukuran wanita seperti dia asalnya tidak mampu. Ini terlalu berlebihan. Ini terlalu berlebihan. Akhirnya Rasul lihat ini wanita Rasulullah tahu kemampuan seorang apa? Wanita. Mungkin disebutkan ibadah dia sangat banyak berlebihan di luar kemampuan seorang apa? Wanita. Maka Rasul mahmah ya itu berhenti. Berhenti. Enggak usah seperti itu. Kemudian Rasulullah kasih solusi. Alaikum bima tun yaitu carilah amalan yang kalian mampu. Kenapa? Kalau kalian maksakan diri melakukan ibadah yang sangat sulit, yang sangat sulit, akhirnya kalian suatu-sat berhenti. Akhirnya ibadah tersebut bukan membawa kelezatan dalam ibadah, tapi membosankan, meletihkan. Aduh, harus gini lagi, harus gini lagi. Capek. Jadi orang ngerjakan ibadah dengan apa? Rasa jengkel, rasa bosan. Kita bukan malaikat. Malaikat beribadat apa bosan? Wahum la yas'amun. Mereka ibadat tidak pernah bosan. Ya. Wala yafturun. La yafturun. Mereka tidak pernah letih ketika beribadah. Yusabbihunila nahar laurun. Para malaikat beribadah siang malam tidak ada letihnya dan mereka siap ibadah tidak ada capeknya, tidak ada bosannya. Kita gak kita disuruh ngaji terus. Coba kalau saya duduk sama antum sampai magrib, antum bosan enggak? Pasti lihat, "Ustaz kok enggak selesai-selesai?" Ya iyalah kita manusia ini aja sebentar lagi sudah kita lemah manusia ya. Pegal pegal ya. Imam salat lama juga kita jengkel kan jengkel. He imamnya cuek aja. Batuk mau mampus muntah darah dia dia cuek aja. Jadi kita manusia tidak tidak kuat seperti malaikat. Maka Rasulullah anjurkan ibadah yang paling disukai oleh Allah itu yang kontinue. Jangan maksakan diri banyak-banyak akhirnya terpu terputus. Makanya Rasul mengatakan fallallahi fallallahi la yamalullah hatta tamalu. Demi Allah tidak bosan sampai kalian bosan. Kalau bosan Allah juga bosan. Maksudnya kalau kalian bosan beribadah, Allah akhirnya hentikan ibadah pahala buat ka kalian. Allah hentikan ibadah pahala buat apa kalian. Tapi kalau kalian semangat terus, Allah tidak pernah berhenti dari berikan tidak pernah bosan berikan pahala bagi kalian dan Allah menyambut kalian tidak pernah bosan. Tapi kalau kalian sendiri bosan, ya sudah selesai apa namanya ee pahala terut. Maka ee maka seorang ya ketika beribadah ya hendaknya dia tidak berlebihan sampai akhirnya dia terputus dari ibadahnya tersebut. nya. Nah, dari sini kita tahu bahwasanya seorang bisa saja ibadahnya banyak setelah melalui tahapan-tahapan. Misalnya ada orang dia salat malam, salat malam 2 jam. Mungkin ada orang salat malam 2 jam, ada salam 3 jam, ada tapi dia tidak langsung 3 jam. Dia tentu melalui tahapan-tahapan dia hafal Quran mulai dia mulai dari salat 1/4 jam tiap malam kemudian dia merasa lezat dia naikkan lagi jadi setengah setengah jam. Naikkan lagi 1 jam. Ee kemudian dia continue. Ada yang lebih semangat lagi. Mungkin dia sudah kaya raya, kemudian istri sudah pada matik, anak enggak ada yang diurus. Anak-anak usaha semua yang pegang duit saja ngapain? Ya sudah salat malam aja. Salat malam besok pagi puasa. Enggak ada kegiatan ya. Enggak ada kegiatan. Dan dia merasa lezat ini enggak ada masalah. Tapi dia sudah melalui apa? Tahapan-taha tahapan. Karena ada sebagian orang baca para salaf, "Ih, salatnya langsung dia ikut." Itu salaf. Dia sudah melalui tahapan lama sehingga mencapai pada kamu baru ngaji langsung pengin seperti apa? Salaf. Akhirnya terjungkal tidak mampu. Terputus di tengah jalan. Paham? Tawakalnya tidak sekuat tawakal para salaf. Para sahabat saja Nabi cegah. Ketika Abu Bakar Assiddiq yang bersedekah dengan seluruh hartanya, kata Rasulullah, "Silakan." Rasulullah tidak pernah larang Abu Bakar Assiddiq sedekah dengan seluruh hartanya. Kenapa? Rasulullah tahu Abu Bakar Siddiq imannya seperti apa dan kekuatan dia, pengalaman berdagang seperti apa? Dia jago berdagang. tawakalnya seperti apa. Tapi ketika sahabat lain pengin sedekah seluruhnya, Rasulullah larang. Jangan. Rasulullah jangan. Rasul bilang, "Jangan." Kenapa? Di mereka tidak sama dengan siapa? Abu Abu Bakar. Umar juga tidak nekad ketika dilihat Abu Bakar sumbangkan seluruh hartanya. Umar cuma setengah. Umar tidak bilang, "Wah, saya juga mau seluruhnya." Dia tahu diri juga. Dia tahu diri juga kemampuan. Jangan sampai dia cuma begitu sekali aja. Kemudian selanjutnya enggak bisa. Kalau Abu Bakar mampu berulang-ulang bersedekah dengan seluruh hartanya. Jadi kalau kita baca misalnya sejarah salaf yang luar biasa itu mereka sudah menulis banyak taha tahapan. Tapi intinya ini kaidah umum. Kata Rasulullah ketika dicerita tentang wanita ini wanita kemampuannya seberapa? Kenapa salatnya begitu banyak? Ini melebihi kapasitas seorang wanita. Belum lagi mungkin wanita punya suami. Rasulullah tahu kalau dia salatnya seperti ini, kapan suaminya mau diurus? Mungkin Rasulullah tahu wanita ini punya anak-anak. Kalau dia salatnya sebanyak ini, kapan anaknya mau di diurus? Maka Rasulullah bilang, "Mah, sudah berhenti, berhenti." Ngapain ibadah seperti itu? Allah tidak menyuruh ibadah berlebihan seperti itu. Maka Rasulullah kasih solusi, "Alaikum bima tquun." Lakukan ibadah yang kalian mampu, yaitu kalian mampu ngurus istri, ngurus anak, kerjaan, dan ada waktu ibadah. Kalian bisa bagi waktu itu yang kalian lakukan sehingga bisa konine. Bisa kontinue. Itu cara yang terbaik. Karena ahabul amaliallah adwuha inqal amalan yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa taala adalah yang paling berkesinambungan meskipun sedikit. Hadis berikutnya anasin radhiallahu taala anhu qala anas jaa salat rahtin ila buyuti azwaji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Anas bin Malik radhiallahu taala anhu berkata, "Datang tiga orang kepada ke rumah istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam." Ya, tiga orang ini disebutkan orang-orang rajin ibadah. Kalau enggak salah salah satunya adalah Ali bin Abi Thalib. Kemudian kalau tidak salah juga ee salah satunya Utsman bin Mad'un radhiallahu taala anhum. Satunya lagi siapa? Ini orang yang semangat ibadah. Tiga orang ini. Tiga orang semangat iba ibadah. Mereka datang ke rumah istri-istri Nabi buat apa? Yasaluna an ibadatin Nabi sallallahu alaihi wasallam. Untuk bertanya kepada ibadah Nabi itu ketika di rumah. Karena ibadah Nabi di masjid mereka lihat, ibadah Nabi ketika safar mereka lihat. Tapi Nabi kalau di rumah ngapain? Mereka pengin tahu. Maka yang tahu istri-istri Nabi. Karena mereka enggak pernah lihat bagaimana Nabi ngapain di rumah. Maka mereka datang tiga orang ini yang semangat ibadah ini kepada istri Nabi bertanya tentang ibadah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Falamma akhbaru atau falamma ukhbiru kaahum taquha. Ketika dikabarkan Nabi begini ibadahnya, salat, tidur atau tidur dulu baru salat. Nabi puasa kemudian ee berbuka tidak berapa kemudian puasa lagi. Rasulullah ibadahnya biasa. Maksudnya bercampur dengan kegiatan rumah tangganya. Ya. Ketika dikabarkan tentang ibadah Nabi, maka mereka anggap seakan-akan sedikit. Sedikit bukan meremehkan Nabi, tapi mereka membandingkan kita ini banyak dosa. Nabi yang diampuni dosanya seperti itu. Apalagi kita kalau kita kalau gitu kesimpulannya kita harus lebih banyak daripada Nabi. Ingat perkataan mereka. Kaanahum taqalu seakan-akan mereka menganggap sedikit ibadah Nabi bukan karena meremehkan ibadah Nabi, tapi mereka menganggap mereka kurang ba. Waqalu aina nahnu minan nabi sallallahu alaihi wasallam. Apa bandingan kita dengan Rasulullah sahu alaih wasallam? Qufir lahu ma taqdamaambihi w taak. Kalau Rasulull sallahu alaihi wasallam sudah dijamin diampuni dosa-dosa yang telah lalu maupun akan datang itu pun ibadahnya sekian. Nah, apalagi kita misalnya Nabi saja ibadahnya misalnya 30 tetapi dia ibadah 30 karena status dia sudah diampuni dosa yang telah lalu maupun yang akan datang dij surga. Pintu surga tidak akan terbuka kecuali Nabi yang mengetuknya. Kalau Nabi ibadahnya 30, kita harusnya 120 gampangnya. Kira-kira demikian. Kenapa kita harus lebih banyak? Karena kita dosa kita lebih banyak dan kita tidak ada yang jamin. Kalau Nabi ibadahnya semua pasti diterima, kita belum tentu. Sehingga logika ini membuat mereka beranalogi kalau gitu ibadah kita harus lebih ba banyak. Logikanya logis atau tidak logis? Logis. Nabi jamin surga segitu ibadahnya pasti semua diterima segitu. Nah, kita ibadah belum tentu diterima. Kemudian apa? Dosa banyak suka metsos. Akun juga banyak. Akun asli satu, akun palsu tiga. Kalau begitu ibadah kita harus lebih ba lebih banyak. Logika logis tapi tidak benar. Maka qala ahaduhum salah satu berkata, "Ama ana fausol laila abadan." Adapun saya, saya akan salat semalam suntuk selama-lamanya. Waqal akar. Adapun satunya berkata, "Wa asumah wtir, aku akan puasa setiap hari setahun penuh tidak berbuka kecuali mungkin Idul Fitri, Idul Adha ya atau hari tasyrik. Selain itu puasa tidak akan berbuka. Semangat. Waqal akharu satu berkata, "Ana aazilunisa fala tazwaju abadan." Saya akan ceraikan seluruh wanita-wanita saya. Saya tidak mau nikah selama. Wanita bikin sumpek, tidak bisa bikin ibadah. Mau salat malam enggak jadi salat malam. Baca Quran suruh cari duit. Coba kalau enggak punya istri santai-santai. Maksudnya dia menganggap kalau punya istri menghalangi dari iba ibadah. Maka dia berkesimpulan, kalau gitu saya tidak mau punya is istri. Kalau saya punya istri saya tinggalin semuanya. Ini idenya cemerlang atau tidak cemerlang? Kalau ditinjau dari kuantitas ibadah. Dan logikanya benar. Nabi saja ibadahnya di di pasti masuk surga ibadahnya segitu. Kita yang enggak jelas harusnya lebih ba lebih banyak. Faja Rasul sahu alaihi wasallam ilaihim. Ternyata hal ini sampai kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak berkata, "Ayo semangat-semangat." Insyaallah bisa semangat enggak? Rasulullah malah bantah mereka satu persatu. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Antumulladzina qultum kad wa kad." Kalian yang berkata demikian demikian. Rasulullah bantah ama wallahi inni aksakum lillah waqum lahu. Aku ini yang lebih khusyuk kepada Allah daripada kalian dan aku yang paling bertakwa di antara kalian kepada Allah. Wakni asum tapi saya puasa dan saya berbuka. Saya bukan puasa tiap hari. Waoli waqu saya salat malam tapi saya tidur dulu. Saya tidur juga. Waazwajunisa. Dan saya bukan menikahi satu wanita. Saya menikahi para wanita. Sembilan istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah tutup peringatannya dengan sabdanya, sunnati falaisa minni. Siapa yang benci sunahku maka bukan bagian dari dariku. Bukan bagian dariku. Dari sini dipahami bahwasanya ragibaan itu benci. Benci kepada sunah Nabi bukan hanya bikin bidah menyaingi sunah Nabi. Tapi di antara bentuk benci kepada sunah Nabi merasa sunah Nabi itu kurang pas, kurang cukup. Kayaknya enggak pas ditambah. Itu di antara bentuk benci kepada sunah Nabi. Bukan cuma benci kepada sunah Nabi. Kita benci seperti orang, "Ah, apa itu jenggot enggak suka sama sunah Nabi. Apa itu wanita pakai cadar?" Padahal itu sunah ajaran siapa? Na Nabi. Ya. Apa? Ngapain salat ke masjid? Ngapain di rumah juga itu namanya benci kepada sunah Nabi. Ada orang cingkrangan. Apa itu? Itu benci. Itu namanya benci. Benci bukan cuma begitu aja. Di antara bentuk benci kepada sa Nabi tidak merasa cukup dengan apa yang Nabi a ajar sehingga kayaknya kurang. yang seperti para sahabat ini kan mereka tidak tidak menganggap ee salat Nabi salah, tidak. Tetapi menurut mereka ku kurang sehingga mereka mau tambahin karena menurut mereka lebih afdal bagi mereka. Ternyata Nabi vonus itu namanya bentuk benci. Oleh karenanya praktik-praktik bidah idofiah bidah itu ada dua. Ada bidah yang benar-benar bidah, bikin ibadah baru seperti misalnya bikin salat rebu wekasan. Ini benar-benar bidah. Enggak ada Nabi ajarkan salat rebuah apa? Wkasan. Dan itu bidah syirik bercampur bidah. Karena salat tersebut dibangun di atas meyakini hari Rabu tersebut hari sial. Dan meyakini hari sial adalah tathayyur. Dan tathayyur adalah apa? Syirik. Kemudian untuk menolak bala tersebut milikinlah salat baru namanya salat rebu wah namanya ee bidah tersendiri ya. Tapi ada namanya bidah idofiah. Itu asalnya ada ibadah tapi diotak-atik, dirubah-rubah. Seperti salat malam dibuat model baru semalam suntuk misalnya terus-terusan. Puasa disunahkan enggak? Sunah tapi pengin puasa setiap hari. Ini namanya bidah idofiah ya. Dan ini banyak zikir. Ada satu zikir tambah-tambahin. Jadi zikirnya bervariasi. Padahal contohnya Nabi cuma sekian. Ini namanya bidah tambahan. itu asal ibadahnya ada tapi di otak otak atik ditambah-tambahin dikurang-kurangi di dimekarkan ya ini namanya bidah apa bidah idofiah. Siapa yang melakukan bidah idofiah tidak mencukupkan apa yang Nabi lakukan itu sebenarnya benci kepada sunah Nabi. Seperti orang yang umrah. Umrah jelas ada tawaf, ada sai, semua orang tahu. Tapi dia tambah setelah sai, dia salat dua rakaat setelah sai. Padahal gak ada salat dua rakaat setelah apa? Sai. Yang ada dua rakaat setelah tawaf. Dia tambah itu berarti dia merasa kayaknya kurang ser kurang cocok. Sehingga perlu ditambah namanya mengotak-ngatik sunah Nabi. Orang ngotakngatik dengan ditambah-tambahin disebut benci kepada sunah Nabi. Seperti mereka tiga orang ini. Salat malam disyariatkan enggak? Tapi dia pengin salat malam semalam suntuk dan tidak pernah berhenti. Puasa disyariatkan enggak puasa. Tapi dia pengin puasa setiap hari tidak pernah putus. Ini nambah-nambahin ya. Maka Rasulullah mengatakan raiba sunnati. Siapa yang benci dengan sunahku falaisa menimukan dariku. Oleh karenanya seperti zaman sekarang orang kayaknya dia pengin kayaknya enggak pas itu benci sama sunah Nabi. Kok sunahnya begini? Kok enggak pas? Kok begini? Kok begini? Misalnya wanita protes. Kenapa sunah Nabi, ajaran Nabi wanita harus pakai mahram? Enggak perlu menyulitkan, harus pakai mahram. Ini namanya, ini namanya gak suka sama sunah Nabi. Kalau kau melanggar, melanggar aja. Gak usah protes sama sunah Nabi. Kok begini? Kok loh Nabi bikin syariat seperti itu karena baik untuk kamu agar wanita terjaga. Bayangkan kalau kau bersafar sama mahram yang ngangin kau yang yang ngangkatin koper mahrammu. Yang belikan nasi kuning mahrammu. Paham? Yang bantu-bantu kamu kalau ada laki yang goda dia yang jaga. Yang ngurus-ngurusin yang berat-berat kamu dimuliakan. Ada pengawal gampangannya. Mahram itu kan pengawal pribadi gampangannya. Itu kebaikan atau keburukan? Kebaikan. Merepotkan sekarang biaya. Ya sudah kalau kamu mau melanggar, melanggar aja. Jangan bilang, "Napain sih pakai mahram-mahram. Itu namanya benci sama sunah Nabi." Enggak boleh. Ini ada salah satu bentuk benci sama sunah sunah Nabi. J dis sampaikan bahwasanya mahram itu fungsinya dua. Di antaranya menjaga ee fisik wanita tersebut agar tidak diambil hartanya, tidak diapa-apain, tidak dirampas atau dibunuh dan macam. Dan juga menjaga batinnya agar dia tidak ada yang menggodanya dan tidak tergoda. Karena sering terjadi namanya cinta lokasi. I enggak? jalan. Terima kasih. Coba perempuan naik kereta lagi ngomel-ngomel sama suaminya. Dia kabur naik kereta. Tahu-tahu ketemu laki-laki lagi ngomel sama istrinya. Wih, kayaknya takdirin di sini tuh. Hidayah dari setan bukan dari Allah. Pacaran kan. Cinta lokasi. Cinta lokasi bisa terjadi. Sangat mudah terjadi. Satu lirikan mata bisa bikin orang jatuh cinta. Apalagi dua kali ngelihat. Eh, enggak sengaja ngelihat. Ingat tiga kali sudah selesai cinta loka lokasi. Tapi kalau ada mahram kan enggak ada yang jaga. Orang mauoda juga gak enak dan seterusnya. Maksud saya kalau kita tidak bisa menjalankan gak usah protes. Bilang aja aduh saya belum bisa. Jangan benci kepada sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jangan benci. Kita terbentuk benci kepada sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Perhatikan di sini. Maka ee hadis ini menunjukkan seorang tidak boleh beribadah berlebih-lebihan. Kalau siapa perah berlebih-lebihan merubah-rubah sunah Nabi ditambah-tambahin, maka dia akan repot sen sendiri. Dia akan repot sendiri ya. Seperti Imam Nawawi membahas tentang salat malam Nisfu Syakban 100 rakaat. Dia bilang bidah munkarah. Oh, ibadah salat malam silakan. Kebetulan malam Nisfu Syakban ada yang mengatakan hadisnya hasan mulia boleh. Tapi tidak perlu kemudian mengkhususkan salat 100 ra rakaat. Gak ada. Gak ada sunahnya. Ini bidah. Kata Imam Nawawi rahimahullahu taala. Bidah mungkarah berlebih-lebihan terus rakaat terus enggak enggak ada contohnya. Enggak ada contohnya. Maka seorang berusaha terikat dengan ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah yang menunjukkan yang lebih baik. Apa yang dan Rasulullah yang paling bertakwa. Rasulullah yang paling takut kepada Allah. Dia yang paling tahu ibadah yang terbaik apa. Makanya Allah kirim Nabi untuk mempraktikkan yang terbaik. Allah kirim Nabi untuk praktikkan yang terbaik. Kita tinggal mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jangan sampai terbayang ibadah saya lebih hebat daripada Nabi atau ibadah Nabi kurang maka saya harus sempurnakan. Karena ini adalah bentuk dari benci terhadap sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya Rasul Sallahi Wasam bantah mereka satu demi demi satu ya karena apa yang mereka lakukan semua adalah bentuk berlebih-lebihan. Dan kalau sudah mereka melakukan seperti itu pasti ada hak-hak yang tertumbalkan. Hak istri tertumbalkan. Hak anak tertumbalkan. Ya, coba kalau orang tiap hari puasa gak pernah berbuka. Kapan mau jalan-jalan sama istri? Mau bercumbuhan sama istri salat malam enggak pernah tidur ya. Besok sudah pasti capek. Manusia malam enggak tidur, semalam suntuk, besok pasti ca capek. Terus kapan cari nafkah? Kapan didik anak-anak? Maka pasti ada yang ditumbalkan. Ya, ada orang semangat-semangat anaknya dia serahkan sama orang. Ya, ya enggak benarlah. Anak-anak butuh kasih sayang orang tuanya. Ya, pergi ke mana-mana istrinya di dicuekin. Ada orang pergi istrinya dicuekin. Kata dia, "Tenang, kalau saya pergi istri saya sudah Allah yang urus." Benar Allah yang ngurus, tapi yang susah tetangganya. Anaknya sakit telepon sana, tetangganya ngantarin pulang-pulang sudah selesai. Benar sudah selesai. Allah yang ngurus. Tapi kok bikin repot orang? Bikin repot orang. Ini kisah nyata. Saya pernah ketemu dengan seorang dua suami istri haji ya. Laki-laki perempuan ya. Istrinya mengeluh ya. Mengeluh dia karena suaminya cuek. Cuek sama dia ya. cuek sama sama dia. Jadi dia pergi Masjid Nabawi harusnya bareng kan nemani istri. Namanya suami istri suam
Resume
Requeue
Categories