Transcript
6ZLg6eL9wEk • Kitab Riyadush Shalihin 1.37: Seimbang Dalam Ketaatan (Bagian-1)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2569_6ZLg6eL9wEk.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufiqi wtinani asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin
dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan dari
pembahasan kitab Riyadus Shihin bab
ke-13 bab al-iqtisad fit Thaah. yaitu
bab tentang seimbang dalam menjalankan
ketaatan itu tidak tidak malas namun
juga tidak berlebih-lebihan ya. Tidak
malas namun juga tidak berlebih-lebihan.
Pada bab lalu telah kita bahas tentang
ee semangat untuk ee bermujahan
bermujahadah serius dalam beribadah,
semangat, kemudian juga banyaknya jalan
kebaikan. Namun ingat ketika datang
ayat-ayat dan hadis-hadis yang me
memotivasi untuk banyak beramal, bukan
berarti kita harus beribadah
berlebih-lebihan. Tetap harus ada
keseimbangan dengan tidak melalaikan
hak-hak yang lain. Oleh karenanya
dikatakan Islam itu proporsional ya,
masing-masing ada porsinya. Jika seorang
berlebih-lebihan dalam satu porsi maka
dia akan menumbalkan yang lainnya.
Tib. Di sini Al Imam Nawawi
rahimahullahu taala membawakan
dua beberapa ayat kemudian membawakan
hadis-hadis.
Pertama firman Allah qalallahu taala
Allah berfirman, "Tha ma anzalna alaikal
qurana litasqo." Thaha, kami tidak
turunkan kepada engkau Al-Qur'an agar
kau sengsara.
Thaha ini namanya ee namanya huruf
muqat'ah, yaitu huruf-huruf yang
disebutkan di beberapa di awal beberapa
surat yang dibaca dengan muqatah, yaitu
dibaca per huruf bukan dibaca sebagai
suatu kata. Seperti thaha kita tidak
baca thh, tapi kita baca th ha. Seperti
yasin kita tidak baca yas tapi kita baca
ya sinin. Alif lam mim tidak kita baca
alam, tapi alif lam lam mim. yang hikmah
dari huruf muqatah sebagaimana dijelas
oleh Ibnu Katsir rahimahullahu taala
untuk menjelaskan bahwasanya Al-Qur'an
ini diturunkan dengan bahasa Arab yang
kalian bangga-banggakan wahai kaum
Quraisy yang huruf-hurufnya terdiri
huruf hijaiyah di antaranya thha yasin
alif lam mim alif lam ra ha mim qof nun
dan berbagai macam ee hadis huruf-huruf
muqatah yang dibaca sebagai huruf bukan
sebagai Apa kata?
Karena kita tahu di antara mukjizat yang
Allah berikan kepada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam adalah
mukjizat Al-Qur'an. Karena Nabi
sallallahu alaihi wasallam diutus ketika
itu sedang viral orang-orang yang
berbangga-bangga dengan bahasa Arab.
Mereka berbangga-bangga dengan syair.
Mereka menghormati para penyair. Bahkan
mereka adakan lomba tentang syair dan
mereka hebat-hebat dalam syair-syair.
Maka Allah menurunkan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam Al-Qur'an
yang dia bukan syair tetapi dia sangat
indah. Sangat indah dan Allah tantang
orang-orang Arab untuk bisa mendatangkan
semisal Al-Qur'an.
Kalau memang Al-Qur'an ini bukan dari
Muhammad, bukan bukan dari Allah tapi
karangan Muhammad, harusnya mereka bisa
bikin karena Muhammad hanya satu orang
dari ribuan orang Arab yang ahli bahasa.
Muhammad hanya satu orang. Kalau
Al-Qur'an karangan Muhammad tentu mereka
akan bisa niru Al-Qur'an tetapi ternyata
mereka tidak mampu. Yang mendatangkan
mendatangkan semisal Al-Qur'an. Allah
berfirman,
bimli bair.
Katakanlah seandainya seluruh jin dan
manusia berkumpul bersatu padu untuk
mendatangkan semisal Al-Qur'an, mereka
tidak bakalan mampu. Kemudian ketika
ditantang untuk datang Al-Qur'an
seutuhnya mereka tidak mampu, Allah
tantang dengan 10 surat. Ya, asri suarin
mustaratin. Datangkanlah 10 surat kalau
kalian mampu. Enggak usah tu Al-Qur'an
10 surat seperti Al-Qur'an mereka pun
tidak mampu. Ketika mereka tidak mampu
mendatangkan 10 surat, Allah tantang
satu surat. Wauntum fiib mimma nazalna
abadina btin mlih w syuhadaakum min
dunillah inum shodiqin. Faillam tafalu
walan tafalu fattaquar.
Kalau kalian ragu tentang apa yang aku
turunkan kepada Muhammad itu kalian
bilang ini karangan Muhammad. Kalian
bilang ini Muhammad belajar dari
orang-orang terdahulu. Kalian bilang ada
orang-orang kerja sama bikin Quran
seperti kerja sama dengan Muhammad. Maka
kata Allah datangkanlah satu surat saja
ya. Kalau memang kalian benar-benar
jujur dalam tuduhan kalian. Faillam
taf'alu walan taf'alu. Jika kalian tidak
mampu dan kalian tidak bakalan mampu
maka takutlah kepada neraka jahanam. Ini
di antara salah satu mukjizat
atau mukjizat yang paling indah, yang
paling hebat adalah mukjizat Al-Qur'an.
Sebagaimana kita ketahui, setiap nabi
diberikan mukjizat sesuai dengan yang
sedang viral di zamannya. Sesuai dengan
yang viral di zamannya. Seperti misalnya
di zaman Nabi Musa Alaih Salam yang lagi
viral adalah sihir. Maka Allah
memberikan mukjizat kepada Nabi Musa
Alaih Salam yang di yang mirip sihir
tapi bukan sihir. Dia asli di mana
tongkat berubah menjadi ular ya.
Kemudian air bisa laut bisa terbelah,
tangan Nabi Musa bisa keluar apa
namanya? Cahaya.
bukan sihir. Makanya para penyihir tahu
ketika berduel dengan Nabi Musa
bahwasanya apa yang dibawa oleh Nabi
Musa itu bukan sihir tapi dia asli. Ini
dari Allah Subhanahu wa taala. Karena
tongkat benar-benar berubah menjadi
ular. Bukan ilusi, bukan halusinasi,
bukan khayalan, tapi benar-benar tongkat
yaitu unsur kayu berubah menjadi unsur
daging. Kenapa yang di ee mukjizat yang
diberikan Nabi Musa alaihi salam seperti
itu? Karena yang lagi viral adalah apa?
sihir
di zaman Nabi Isa Alaih Salam yang lagi
viral adalah pengobatan orang-orang ahli
mengobati. Maka Allah berikan kepada
Nabi Isa Alaih Salam ee mukjizat yang
tidak bisa dilakukan oleh para dokter
atau para tabib di zaman itu. Ada
penyakit yang mereka tidak sembuhkan
yaitu penyakit buta kalau disentuh oleh
Nabi Isa, maka orang tersebut bisa
melihat kembali. Kemudian penyakit sopak
kalau disentuh Nabi Isa bisa sembuh
kembali bahkan menghidupkan yang mati.
Wail mautaidillah.
Aku hidupkan yang mati dengan izin Allah
Subhanahu wa taala. Bukan penyakit lagi.
Orang mati bisa hidup lagi. Ini ee yang
lagi viral ketika itu adalah pengobatan.
Maka Nabi Isa diberikan mukjizat yang
lebih daripada sekedar pengobatan.
Seperti di zaman Nabi Yusuf Alaih Salam
yang lagi viral adalah tafsir mimpi.
Orang-orang bangga bisa menafsirkan
mimpi. Tetapi mereka ketika menafsirkan
mimpi
kadang benar kadang salah. Kalau benar
pun tidak 100%. Maka Allah berikan ilmu
kepada Nabi Yusuf Alaih Salam. Kalau
beliau menafsirkan mimpi 100% benar.
100% benar. Dan tidak pernah ee salah ya
ee tafsir Nabi Yusuf Alaih Salam. Maka
jadilah dia mulia karena dia mampu
menafsirkan tafsir sang raja yang ketika
sang raja mimpi dengan mimpi yang aneh,
kata sang raja, "Ada tujuh sapi kurus
makan tujuh sapi gemuk dan ada tujuh
bulir yang hijau gandum dan tujuh bulir
gandum yang kuning." Ketika ditanyakan
kepada para pembesar-pembesar ahli
tafsir, "Ya ayyuhal malaftuni fi rukyaya
intuntum liryaun."
Tafsirkanlah mimpiku. Apa kata para
pembesar-pembesar? Qolu adg ahlam. Kami
tidak bisa menafsirkan yang seperti adg.
Adgas itu bahasa Arab maknanya adalah
kumpulan dari ee rumput-rumput yang
kering bermacam-macam. Sehingga
dikumpulkan disebut dengan daghat atau
adgath. Seakan-akan para para pembesar
tersebut mengatakan, "Mimpi Anda, raja
tidak ada alurnya. Tidak ada apa alur
carut-marut." Carut marut seperti ada
rumput hijau, rumput kuning, rumput
alang-alang, rumput ini carut-marut.
sehingga kami tidak bisa menebak alurnya
itu apa. Ya, karena mimpi itu ada
alurnya. Ketika mereka semua tidak mampu
untuk menebak atau mentakwil mimpi sang
raja, di situlah nampak keutamaan siapa?
Nabi Yusuf. Karena ilmu yang diberikan
oleh Allah kepada Nabi Yusuf adalah ilmu
yang mukjizat. Ya. E waamtani apa? Rbi
qod ataitani minal mulki. Ya. Dan engkau
engkau telah berikan kekuasaan, engau
berikan takwil ahadis. Engkau memberikan
aku ilmu untuk menafsirkan mimpi-mimpi
dari Allah Subhanahu wa taala sehingga
tafsirnya benar 100%. Demikian juga di
zaman Nabi Saleh, kita mundur lagi
belakang yang lagi viral adalah
unta-unta. Mereka hidup di suatu padang
di situ orang-orang Arab di zaman itu
entah berapa ribu-ribu tahun yang lalu.
Mereka yang menjadi pusat perhatian
mereka adalah apa? Unta. Harta yang
mereka saling suk paling sukai adalah
apa? Unta. Maka Allah datangkan mukjizat
terkait dengan unta. Tapi unta ini
menakjubkan. Dia keluar dari batu, bukan
dari induknya, bukan dari air, bukan
dari hutan. Kalau dari hutan dibilang
unta ucul ya. Kalau dari laut mungkin
dibilang ikan paus berubah jadi unta.
Dia berasal dari suatu yang bukan sumber
kehidupan. Dari batu. Kalau dari laut
sumber kehidupan. Dari hutan sumber
kehidupan. Dari batu.
Batu. Kalau dari pohon orang bilang
sumber kehidupan ini dari batu. batu
pecah keluar unta tersebut dan
menakjubkan unta tersebut langsung
bunting. Gak adanya padahal gak ada
suaminya. Eh gak ada apa ee gak ada apa
jantannya. Enggak ada jantannya.
Tahu-tahu buntin. Tahu-tahu bunting. Ya,
tahu-tahu bunting. Subhanallah. langsung
gede, langsung punya langsung bunting.
Menakjubkan unta ini. Makanya Nabi Nabi
Saleh berkata, "Hadi naqatullahi lakum
ayah farauha takul fi ardillahi w
tamasuha bisuin." Inilah unta Allah. Ini
unta spesial Allah siapkan sebagai bukti
Nabi Saleh adalah seorang nabi. Di
antara karena yang lagi viral unteng, di
antaranya lagi viral juga di zaman eh
Nabi Hud. Nabi Hud yang lagi viral
kekuatan. Wazadakum eh bastatan. ee wada
kata apa namanya kata Allah Subhanahu wa
taala ee
kepada orang-orang kaum Hud yaitu kaum
Ad bahwasanya mereka diberi tubuh yang
kuat ya
wazadakum fil kh khalqi bastah ya kata
Allah ingatlah orang-orang sebelum
kalian tentang nenek moyang kalian dari
Nabi Nuh dan Allah berikan kelebihan
kepada kalian itu tubuh yang kuat
dibandingkan nenek moyang yang kalian.
Sehingga para ahli tafsir berselisih
berapa tinggi kaum Ad, yaitu kaumnya
Nabi Hud Alaih Salam. Apakah mereka
tinggi-tinggi sekian sekian sekian?
Khilaf di kalangan para ulama. Sehingga
mereka sangat kuat. Bahkan disebutkan
kalau satu orang ingin ngebisi satu
kampung, kirim satu orang aja. Satu
orang a datang ngabisi satu kompleks
habis semua. Karena badannya begitu apa?
Kuat. Tetapi Nabi Hud Alaih Salam
diberikan mukjizat di mana Nabi Nabi Hud
alaih salam tantang mereka. Ya kata
mereka ketika mengejek Nabi Hudikum
aktiha
ini. Mustaqim. Ketika mereka ngejek Nabi
Lut, Nabi Hud, kata mereka, "Wahai Hud,
menurut kami engkau itu sudah kalalat
karena ee kutukan dari sebagian
tuhan-tuhan kami. Mungkin kau gila,
mungkin kau sakit." Kata Nabi Hudang
mereka,
"Faqiduni jamian." Kalian semua yang
jagoan-jagoan semua ini, ayo bikin makar
sama saya. Celakakan saya seluruhnya
kalian kumpul semua celak saya.
Tunzirunak gak usah ragu-ragu gak usah
tunggu tunda-tunda sekarang. Celakakan
saya.
Inwakalikum.
Aku bertawakal kepada Allah. Rabbku dan
rab kalian.
Tidak ada satu makhluk pun kecuali Allah
pegang ubun-ubunnya. Ini alati mustaqim.
Sesungguhnya Allah di atas jalan yang
benar. Ternyata mereka tidak mampu
mengalahkan Nabi Hud sen sendirian. Dia
sendirian. Mau saya. Maka di antara
hikmah Allah Subhanahu wa taala, Allah
menjadikan mukjizat terkait setiap nabi
adalah ee mengenai perkara yang sedang
viral di zamannya. Yang sedang viral di
zamannya. Nah, di zaman Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam yang viral
adalah apa? Syair-syair. Mereka
berbangga-banggaan dengan syair-syair
mereka, dengan balagah mereka, dengan
ahli bahasa Arab mereka yang itu sedang
viral. Maka Allah berikan mukjizat
kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam berupa Al-Qur'an yang bukan
syairamnah
inua illaikru wa quranu mubin. Kami
tidak pernah mengajarkan dia syair.
Tidak kami pernah kami tidak pernah kata
Allah kami tidak pernah mengajari
Muhammad syair. Wama yambagila dan tidak
pantas dia untuk bersyair. Tapi yang dia
baca adalah Al-Qur'an bukan syair.
Sehingga orang Arab kebingungan tidak
bisa membuat seperti apa. Al-Qur'an
bukan syiir tapi kalau dibaca indah,
didengar menarik luar biasa. Dibaca-baca
tidak pernah membosankan. Semakin dibaca
ulang semakin nyaman. Syair baca sekali
dua kali bosan.
Al-Qur'an tidak demikian. Maka beliau
bilang, "Ini dari mana ini kalau bukan
dari Allah Subhanahu wa taala." Makanya
orang yang jujur mereka ketika mendengar
Quran mereka langsung masuk Islam karena
mereka tahu ini bukan manusia yang bikin
saking hebatnya susunan Al-Qur'anul
Karim. Ya. Ya. Dan di antara
keistimewaan mukjizat Al-Qur'an.
Al-Qur'an adalah satu-satunya mukjizat
yang kekal sampai hari kiamat kelak.
Mukjizat-mukjizat nabi-nabi sebelumnya
hanya terkait pada zamannya. Tiib. Siapa
yang bisa melihat mukjizat tongkat jadi
ular? Cuma kaum Nabi Musa.
Air laut terbelah. Yang bisa lihat
siapa? Kaum Nabi Musa di zaman itu. Kita
enggak bisa cuma dengar cerita, ya.
Enggak. Yang bisa lihat unta Nabi Saleh,
siapa yang lihat di zaman itu?
Yang bisa lihat Nabi Isa menyembuhkan
orang sakit, menghidupkan orang mati,
siapa yang lihat? Orang di zaman itu.
Kita cuma dengar apa cerita. Tapi
mukjizat Al-Qur'an kita semua bisa
merasakan sampai hari kiamat. Allah
pilihkan mukjizat kepada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Mukjizat
yang abadi karena dia nabi terakhir,
karena dia adalah rasul terakhir
sehingga mukjizatnya harus terus abadi
sampai hari hari kiamat. Ya kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, min nabiin
waq
minal aytiu
amil
inu
wahyan ya yutla alya yaq nabi sallallahu
alaihi wasallam ya kata nabi sallah
wasam tidak seorang nabi pun kecuali dia
diberikan ayat-ayat tanda-tanda
kebesaran Allah bukti sebagai nabi yang
cukup membuat orang beriman setiap nabi
punya mukjizat adapun aku aku diberikan
kan wahyu yang dibaca
ya dan aku berharap pengikutku yang
paling banyak pada hari kiamat. Makanya
di antara istimewanya mukjizat Nabi
Muhammad dia berupa wah wahyu yang
dibaca sampai hari kiamat. Kenapa harus
kekal abadi sampai hari kiamat? Karena
dia rasul yang yang terakhir. Makanya
dalam banyak Al-Qur'an dalam dalam
banyak surat di awal surat Allah buka
dengan huruf-huruf yang terpotong-potong
namanya huruf mugattahataah. Alif lam
mim. Alif lam mim shad. Alif lam ro ha
mim. Kaf ha ya ain shad. Nun yasin.
Apaagi
ya? Ta sin dan seterusnya. Itu kenapa?
Untuk menunjukkan bahwasanya wahai
orang-orang Arab yang akan dibacakan
setelah ini adalah bahasa Arab yang
kalian ahli dalam bahasa tersebut. yang
bahasa ini Al-Qur'an ini tidak keluar
dari huruf hijaiyah, tidak ada huruf
baru. Semuanya huruf hijaiyah yang biasa
kalian ucapkan, yang biasa kalian
ungkapkan, yaitu alif ba jim ha dan
seterusnya. Namun kalian tidak mampu
mendatangkan semisal apa? Al-Qur'an.
Jadi yang ini Allah contohnya thaha.
Makanya setelah itu Allah sering
sebutkan tentang Al-Qur'an. Thaha ma
anzalna alaikal Qur'an. Setelah Allah
menyebutkan huruf muqatah, biasanya
Allah sebutkan tentang Al-Qur'an seperti
alif lam mim dzalikal kitabu la. Alif
lam mim inilah kitab laiba fih. Seperti
Allah berfirman, alif lam shad. Kitabun
unzila ilaika fala yakun fi shodika
harajun. Kitab yang kami turunkan kepada
engkau.
Yasin wal quranil hakim. Ya. Jadi setiap
Allah sebutkan huruf muqatah biasanya
setelah itu Allah sebutkan tentang apa?
Al-Qur'an.
Jadi pendapat yang benar, Thaha itu
bukan nama Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Thaha itu bukan nama Nabi.
Tapi Thaha adalah tadi huruf muqatah.
Memang ada pendapat yang mengatakan
Thaha itu nama nabi. Oke. Ya, makanya
banyak orang sekarang kasih nama anak
mereka Muhammad Thaha. I karena mereka
menganggap Thaha adalah nama anak nabi.
Ada pendapat itu pendapat kita tidak
maksudnya tidak merendahkan pendapat
tersebut itu pendapat. Tapi yang lebih
tepat, Thaha bukan nama nabi. Nanti
kalau kita bilang Thaha nama nabi, ah
mereka bilang juga Yasin. Yasin juga
nama nabi. Yasin wal quranil hakim.
Innaka laminal mursalin. Seakan-akan
Allah sedang panggil Nabi, Allah buka
dengan Yasin, yaitu wahai Yasin. Padahal
enggak. Kalau gitu nanti nama Nabi juga
alif lam mim shad dong. Alif lam mim
shad. Kitabun unzila ilaika. kitab yang
kami turunkan kepada kepada engkau. Ya,
kalau Yasin nama nabi, Thaha nama Nabi,
alif lam mim sad juga nama nama Nabi.
Yang benar itu bukanlah nama Nabi, tapi
huruf-huruf muqatah yang dibaca dalam
bentuk huruf bukan sebagai kata dengan
hikmahnya utamanya adalah untuk
menunjukkan Al-Qur'an ini dari bahasa
Arab yang terdiri atas huruf-huruf
hijaiyah yang kalian kuasai, namun
kalian tidak mampu untuk membuat yang
semisal Al-Qur'an. TB ini pembahasan
tentang Tha. Kita lanjutkan. Ma
anzalnaikalq.
Tidaklah kami turunkan kepada engkau
Al-Quran agar kau sengsara, tetapi litas
agar kau bahagia. Ini dalil bahwasanya
Al-Qur'an adalah kitab kebahagiaan.
Kitab kebahagiaan sangat mudah,
logikanya sederhana.
Al-Qur'an adalah obat bagi hati.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya
ayuhan qatum jaumikum
lima."
Telah datang wahai manusia kepada kalian
wejangan dari Rabb kalian wasifaur dan
obat penyakit hati. Yang buat kita tidak
bahagia apa? Penyakit hati. Hasad bikin
bikin tidak bahagia. Lihat orang kaya
kita yang sakit hati. Lihat orang lebih
ganteng kita jengkel. Lihat orang
istrinya lebih cantik kita jengkel.
Lihat orang istrinya banyak, tambah
jengkel lagi. Lihat orang rumah jadi
hasad mulu. Hasad mulu perempuan lihat,
lihat temannya lebih cantik jengkel.
Tahu-tahu nangis. Kenapa kok lebih
cantik dari saya? Lihat temannya bawa
tas branded dia
dia juga sedih. Kenapa tas dia branded.
Kalau ketahuan KW dia ke jejek. Ah KW
ternyata. Ya. Jadi jadi hasad ini semua
apa? Hasad. Hasad bikin orang sengsara.
Dendam bikin sengsara. Enggak lupa-lupa
jengkel sama orang itu. Tunggu kapan
orang itu mati. Enggak mati-mati. Malah
semakin sehat, malah semakin sukses.
Tambah jengkel enggak? Tambah jengkel.
Kita penginnya dia cepat mati tapi dia
enggak mati-mati. Dendam seperti itu.
Ya, dendam tidak memaafkan juga
menyakiti hati. Jadi ee tamak tamak
menyakiti hati tidak pernah puas, tidak
pernah qanaah.
Seperti kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam kepada Hakim bin Nizam, "Innaal
hulwatun khirah." "Wahai hakim,
sesungguhnya harta ini adalah manis dan
hijau."
Dalam riwayat nafs siapa yang mengambil
harta dengan jiwa yang baik, tidak
tamak, burik laahu f dia akan diberkahi
oleh Allah pada harta tersebut. Itu
cukup dia bahagia qanaah. Waman akahu
biisrofin nafs. Siapa yang mengambil
harta dengan tamak lam yubar lahu fi.
Dia tidak akan diberkahi pada hari
tersebut.
W yasba maka dia seperti orang yang
makan enggak pernah kenyang. Orang
enggak pernah kenyang menderita. Orang
dapat harta banyak tapi dia enggak
pernah puas dia menderita. Dia tersiksa
terus pengin cari pengin cari pengin
cari harta enggak pernah puas. Penyakit
hati. Maka ini semua penyakit hati ini
mengganggu kebahagiaan. Bikin orang
sengsara. bikin orang seng sengsara.
Orang kalau pelit, pelit penyakit hati
enggak? Sengsara enggak? Orang pelit
sengsara.
Ada apa namanya? Gelas pecah dia. Aduh,
mahal sekali. Gelas pecah cuma 5.000,
dia sakit hati. Kenapa? Di saking
pelitnya. Saking pelitnya sengsara.
Orang sprit sengsara. Sampai ada
istrinya tabrakan. Naik mobil tabrakan.
Yang ditanya gimana mobilnya?
Bukan kamu bagaimana mobilnya gimana?
Aman enggak?
Iya, mobil aman tapi saya sudah mati.
Maksudnya saking pelitnya yang dia tanya
apa?
Hartanya anaknya ini kisah seorang
pelit. Anaknya kacamatanya pecah dia
marah. Kacamata pecah jatuh kacamata
pecah biasa. Tapi karena pelit dia
sengsara. Sehingga kalau ada hartanya
sedikit hilang dia sengsara. Maka saya
bilang semua penyakit hati itu bikin
apa? Sengsara. Dia sengsara dan bikin
istrinya juga sengsara. Kalau orang
pelit yang sengsara siapa? Bukan dia aja
yang sengsara. Orang sekitarnya juga
apa? Sengsara. Istrinya sengsara,
anaknya sengsara, kakaknya sengsara,
adiknya sengsara, tetangganya sengsara,
orang tuanya sengsara. Sengsara menular
bikin. Oleh karenanya
secara logika sederhana semua penyakit
hati menghilangkan kebahagiaan,
mendatangkan kesengsaraan. Maka orang
kalau ingin hidup bahagia baca Quran.
Quran itu mengobati penyakit hati. Dan
boleh seorang baca Quran selain ingin
mendapat pahala dari baca setiap ayat
juga berniat untuk mengobati jiwanya.
Kalau dia suka emosi, tidak suka
memaafkan, dia coba baca Quran dengan
niat, "Ya Allah, obatilah penyakit
hatiku agar aku bukan jadi orang
pendendam, bukan orang pemarah. Ya
Allah, aku ini pelit. Jagalah,
perbaikilah hatiku agar aku jadi orang
yang dermawan." Ya, ya Allah, kenapa aku
tamak? Subhanallah, kenapa tamak?
seperti ini, sudah punya ini, sudah
punya ini, sudah masih tamak, tidak
puas. Ya Allah, obatilah penyakit
hatiku. Ya Allah, kenapa aku hasad sama
dia?
Hasad, kenapa saya rusak sama dia?
Kenapa ya Allah sembuhkanlah hatiku?
Jadi, orang yang sedih berkepanjangan,
penyakit hati bukan penyakit hati juga.
Orang sedih enggak berhenti-berhenti
sakit kasihan dengan baca Quran semuanya
itu bisa berkurang bahkan hilang. Oleh
karenanya Al-Qur'an adalah syifa lima
fisur kata Allah adalah obat penyakit
penyakit hati. Oleh karenanya Allah
tidak akan turun, tidaklah turun
Al-Qur'an kepada engkau wahai Rasulullah
litask untuk kau sengsara, tetapi
litasat agar kau bahagia. Maka saya
sering bilang bahagia itu mudah. Bangun
malam, baca Quran, menangis, kau
bahagia. Kau bahagia. Sengsara mudah.
Malam nonton film Korea, ketawa ketiwi,
tidur besok hati seng sengsara. Mudah.
Tinggal pilih. Benar enggak, Ibu-ibu?
Benar. Benar. Benar. Tinggal mau
sengsara atau bahagia.
Kalau ibadah kelezatannya kelezatan
ibadah. Kalau orang sudah sampai
kelezatan ibadah, kelezatan bawa
kebahagiaan. Tapi kalau maksiat ada
kelezatan. Tapi kelezatan mendatangkan
apa? Keseng kesengsaraan. Hati menjadi
kering. Hati menjadi kering. Menjadi
kering. Pikirannya sudah enggak beres.
Menjadi ee kecanduan dan macam-macam.
Tib. Apa wajah pendalilan dari ayat ini
yang dibawakan oleh Imam Nawawi
rahimahullah dalam kitab bab al-iiktisad
fit Thaah yaitu keseimbangan dalam
menjalankan ketaatan. Maksudnya
seakan-akan Imam Nawawi rahimahullah
wallahu taala alam bab ingin mengatakan
Al-Qur'an itu bukan bukan bukan
diturunkan untuk kau sengsara. Gak
mungkin Al-Qur'an menyuruh engkau
beribadah sampai kau sengsara, sampai
puasa sampai tidak buka-buka.
Salat malam tidak tidur setiap hari.
Tidak seperti itu. Al-Qur'an itu ibadah
berlebihan bikin orang seng sengsara
gak. Gak seperti itu. Tidak seperti itu.
Ya, Al-Qur'an turun tidak membawa
syariat yang buat seorang seng sengsara,
terjerumus, terjatuh dalam kesulitan
yang sangat besar. Tidak demikian. Maka
ini dalil yang pas. Imam Nawawi
membawakan Al-Qur'an itu diturunkan
bukan untuk membuat engkau sengsara.
Jadi kalau ada orang bikin ibadah
ternyata bikin sengsara dia dan bikin
saraw sekitarnya itu bukan syariat yang
benar. bukan syariat yang benar. Ya,
misalnya ada orang selalu semangat
ibadah sehingga pergi ibadah terus
enggak pernah pulang ke rumah. Siapa
yang sengsara? Istrinya.
Istrinya ipar-iparnya sengsara,
mertuanya juga sengsara. Lihat kasihan
anaknya ditelantarkan seperti itu ya.
Anak-anaknya juga sengsara, enggak
pernah ketemu bapaknya. Bapaknya sedang
enjoy happy ibadah katanya. Ini enggak
benar ya. Ini Al-Qur'an tidak seperti
itu. Turun untuk menyengsarakan orang.
Tidak, tidak.
Orang kemudian ee berlebihan dalam
ibadah maka tidak benar karena pasti ada
porsi yang ditumbalkan. Tib ayat kedua
waqala taala Allah berfirman,
"Yuridullahu bikumul yusro wala yuridu
bikumul usr." Allah ingin kemudahan bagi
kalian dan Allah tidak ingin kesulitan
bagi kalian. Ayat ini terkait puasa ya.
um maridarin
minamin ukuridullahumus
yaitu Allah yang menyampaikan siapa yang
sedang safar atau sakit maka dia boleh
berbuka dia boleh berbuka dan diganti
pada hari-hari yang yang lain ya kenapa
Allah ingin kemudahan Allah tidak pengin
kesu kesulitan jangan kau sakit kau
maksa puasa jangan kau safar berat kau
maksa pua puasa oleh karenanya ee ee
Allah mengisyaratkan bahwasanya Allah
ingin kemudahan. Makanya yang sakit
boleh berbuka nanti ganti hari yang
lain. Kemudian yang bersafar karena
sulit dia boleh tidak puasa, ganti hari
yang yang lain. Dan ini meskipun ayat
turut turut turun terkait dengan puasa,
namun dia umum. Seperti Allah ma ja'ala
alaikum fiddini min haraj.
Allah tidak pernah menjadikan kesulitan
dalam agama kalian. Ya ayat ini memang
tentang puasa tapi dia bersifat umum.
Yuridullahu bikumul yusro. Allah ingin
kemudahan bagi kalian. W yudri bikumul.
Allah tidak ingin kesulitan bagi kalian.
Maka ini dalil bahwasanya
kesulitan almasyaqqah. Kesulitan
bukanlah suatu yang diinginkan oleh
syariat. Jadi masyaqah ada dua
kesulitan. Ada dua kesulitan terkait
dengan ibadah. Ada dua. Pertama adalah
kesulitan yang memang itu kelaziman
ibadah. Yang memang syariat ingin kau
jalani sebagai bukti kau sebagai hamba.
Seperti seorang mau ke masjid, ya jalan
kaki ke masjid. Ada kesulitan seorang
bangun subuh untuk salat subuh ada
kesulitan dia lagi tidur enak terus dia
lawan rasa kantuknya demi untuk
melaksanakan salat subuh di masjid. Maka
ini ada tapi ini kesulitan memang
dimaksudkan
dan karena itu kelaziman dari
melaksanakan suatu ibadah. Seperti orang
haji dia harus ini capek, letih, tawaf.
Itu kesulitan yang melazimi suatu apa?
Ibadah. Kesulitan itu berpahala.
Keletihan itu semuanya berpahala.
Seorang mencari nafkah untuk anak istri
sulit atau tidak? Sulit ya kerja
diomelin bos, dibawa terik matahari,
memerah otak, memerah keringat untuk
mencari nafkah buat anak-anak, buat
istrinya. E dia capek, letih, tetapi itu
dapat pahala dan itu kelaziman dari
suatu ibadah seperti ini ya. Rasa letih
yang dirasakan, kesulitan yang dijalani,
semuanya berpahala. Semakin sulit
semakin banyak pahala. Tapi bukan
kesulitan yang dia cari. Ini kesulitan
yang tidak dia inginkan. Tapi pasti a
pasti ada. Paham? Di situlah Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika
menghibur Aisyah radhiallahu taala anha.
Aisyah radhiallahu taala anha ketika dia
haji dia letih apalagi dia sedang haid
ya. Dia sedih orang-orang sedang umrah
dia tidak bisa umrah. Maka Rasul sahu
alaihi wasallam menghiburnya dengan
berkata,
"Ajruki ala qadri nasabik." Sungguhnya
pahalamu sesuai dengan kadar
keletihanmu. Artinya seorang misalnya
dia hajian, tahu-tahu dia naik
bis-bisnya macet, dia harus jalan. ini
dia sengaja mencari susah atau memang
susah itu datang tidak yang tidak mau
dia tidak mau susah tersebut tapi susah
tersebut tetap da datang kalau dia tetap
menjalani jalan kaki maka pahalanya
semakin besar karena dia tidak bisa
hindari dia tidak bisa hindari
paham sama seperti orang sakit orang
sakitnya tidak pengin sakit tapi Allah
kasih sakit misalnya sehingga kadang
bertahun-tahun semakin berat rasa
sakitnya semakin banyak pahalanya
semakin banyak apa pahalanya dia tidak
pengin sakit tapi sakit itu datang tidak
bisa dihindari dia kalau bisa apa
namanya nya ee kemahnya di samping
lempar jamarat tinggal buka korden terus
lempar ya kalau bisa cuma kan
kenyataannya enggak bisa ada yang 2
kilo, ada yang 3 kilo, ada yang 5 kilo,
ada yang salah jalan jadi 10 kilo.
Beneran ada yang salah jalan? Begitu
salah jalan keluar diputar-putar, wah 10
kilo. Bolak-balik 20 kilo. Allahu Akbar.
Bukannya dia itu, tapi pahalanya lebih
besar karena dia tidak senga sengaja.
Dia tidak mencari kesulitan tersebut.
Kalau boleh jamarat di pinggir jendela
kita pengin setannya sudah siap si
tinggal dilempar.
Tapi kan tidak. Nah itu namanya
kesulitan yang tidak dicari tetapi dia
datang kalau kita jalani kita dapat
pahala. Semakin sulit semakin besar apa?
Pahala. Ini kesulitan namanya masyaqah
lazimah alazimah. Kesulitan yang
melazimkan lazim melazimi suatu apa?
Ibadah ya. Melazim suatu ibadah.
Antum nikah sama istri ya ada ada
kesulitan enggak?
Ada ya minyak maunya sih istri cantik,
salehah, nurut, makan bubur ayam sudah
enggak ngomel lagi. Kan maunya gitu.
Dibelikan emas imitasi senang.
Tapi kan siapa yang istrinya kayak gitu?
Ternyata ini maunya ini. Itu kelaziman
antum sabar dapat pahala.
Bukan cari susah, tapi itu kelaziman
dari suatu ibadah seperti ini. Ini dapat
pahala. Masyaqah. Yang kedua yang tidak
diingat syariat tidak pengin kau cari
susah. Misalnya, "Ah, ini lagi musim
panas, saya pengin puasa di musim
panas." Saya enggak pengin puasa di
musim dingin. Lah, Bahlul.
Ngapain kau puasa? Sengaja puasa musim
apa? Panas. Saya pengin puasa tapi saya
pengin berjemur di matahari supaya lebih
semangat, lebih capek, lebih lapar,
lebih haus. Biar pahalanya besar.
Bahlul. Iya. Rasul Allah tidak pernah
suruh seperti itu. Paham? Seperti itu.
Ada dua melamar dua akhwat. Yang satu
salehah, cantik
kaya. Ah saya pengin ini dah. Ini aja
yang yang jelek yang ngomel biar
pahalanya banyak. Bus
kan setiap hari diomelin jadi sabar
pahala terus setiap hari. Enggak kok.
Jangan cari masalah. Kalau masalah
datang hadapi. Paham?
Jangan cari masalah.
cari-cari.
Iya. Jadi cari-cari kita enggak
cari-cari masalah ya.
Iya. Ada misalnya mau mau ke mana itu
jalan lebih dekat, jalan lebih jauh. Ah,
saya pengin jalan lebih jauh. Jangan
yang lebih dekat diat aja ya. Ngapain? E
jadi tidak dalam syariat tidak disuruh
kita cari masa masalah. Makanya makanya
ketika ukhtu Uqba bin Amir bernazar, dia
ingin bernazar berhaji jalan kaki. Maka
disampaikan kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dia mengatakan,
"Litarkab, sampaikan kepada saudarimu
wahai Uqbah untuk dia berhaji dengan
naik kendaraan." Faallah ganiun anzi
uktika nafsaha. Allah tidak butuh dengan
sikap saudarimu yang menyiksa dirinya.
Allah tidak butuh. Kamu haji-haji aja
ngapain bernazar harus haji jalan kaki
setengah mati? Ya ngapain ya? Seorang
saya pengin hajian ee naik sepeda tiib.
naik sepeda. Kalau enggak punya uang,
mungkin naik sepeda lah ya. Tapi kalau
cari susah, ngapain cari susah? Ada
pesawat. Kalau enggak punya uang, okelah
dengan naik sepeda lebih murah dan
dibolehkan silakan.
Tapi kalau ingin susah-susah, enggak.
Syariat tidak menyuruh kau untuk susah.
Syariat tidak menyuruh kau untuk apa? Su
susah. Naik pesawat nanti sampai jeda
naik sepeda
lebih ringan. Tapi leh sepeda di
Indonesia mau hajian. pernah pertama
apakah kalau kalau kau punya uang ya
janganlah kalau enggak punya uang ya
mungkin apakah juga dibolehkan dalam
peraturan itu maksud saya intinya kita
tidak suruh mencari su susah tapi kalau
ada ke sana ada melazimi suatu ibadah
kita hadapi. Kita hadapi. Yuriullahu
bikumul yusro wala yuridu bikumul usro.
Allah tidak ingin kesulitan bagi kalian.
Allah ingin kemudahan bagi kalian.
Tib. Kita lanjutkan ee
hadis yang pertama.
Hadis Aisyah an Aisyata radhiallahu
taala anha anan Nabi sallallahu alaihi
wasallam dakala alaiha waaha imroatun.
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam masuk ke
rumah Aisyah dan kebetulan ada seorang
wanita di rumah Aisyah yaitu tamu atau
siapa. Rasulullah bertanya, "Man hadihi?
Siapa wanita ini?" "Siapa itu tamu?"
"Siapa?" Qalat hadzi fulanah.
Ya, ini adalah si fulan ya. Taduru min
shattiha ya
atau tuzkaru min shattiha. Wanita ini
disebut-sebut karena salatnya yang
begitu banyak. Salatnya banyak ya. dan
semangat sekali salat. Maka Rasulullah
ketika disebut itu salatnya banyak,
sering salat, sering salat, sering
salat, terkenal, sering salat saking
kebanyakan salatnya.
Sampai akhirnya Rasulullah berkata,
"Mah, mah itu sudah maksudnya mah itu
menunjukkan berhenti." Berhenti, ya
berhenti. Maksudnya terlalu berlebihan.
Wanita ini ibadahnya terlalu berlebihan.
Kata Nabi, "Mah, alaikum bimaquun."
Hendaknya kalian melakukan ibadah yang
kalian mampui.
Fainnallaha la yamaluh.
Eh,
fallahi la yamalullah hatta tamallu.
Demi Allah, Allah tidak bosan kepada
kalian sampai kalian yang bosan.
Wakana
eh
ahabuddin ilaihi mawahibuhu alaih. Dan
agama yang paling disukai oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam yaitu
ibadah yang seorang mendawaminya yaitu
melaziminya. Ya. Nabi sallallahu alaihi
wasallam Aisyah bercerita tentang ada
seorang wanita yang dipuji karena
salatnya terlalu banyak dan
berlebih-lebihan. Dan Rasulullah tahu
ukuran wanita seperti dia asalnya tidak
mampu.
Ini terlalu berlebihan. Ini terlalu
berlebihan. Akhirnya Rasul lihat ini
wanita Rasulullah tahu kemampuan seorang
apa? Wanita. Mungkin disebutkan ibadah
dia sangat banyak berlebihan di luar
kemampuan seorang apa? Wanita. Maka
Rasul mahmah ya itu berhenti. Berhenti.
Enggak usah seperti itu. Kemudian
Rasulullah kasih solusi. Alaikum bima
tun yaitu carilah amalan yang kalian
mampu.
Kenapa? Kalau kalian maksakan diri
melakukan ibadah yang sangat sulit, yang
sangat sulit, akhirnya kalian suatu-sat
berhenti.
Akhirnya ibadah tersebut bukan membawa
kelezatan dalam ibadah, tapi
membosankan, meletihkan. Aduh, harus
gini lagi, harus gini lagi. Capek. Jadi
orang ngerjakan ibadah dengan apa? Rasa
jengkel, rasa bosan. Kita bukan
malaikat. Malaikat beribadat apa bosan?
Wahum la yas'amun. Mereka ibadat tidak
pernah bosan. Ya. Wala yafturun. La
yafturun. Mereka tidak pernah letih
ketika beribadah. Yusabbihunila nahar
laurun.
Para malaikat beribadah siang malam
tidak ada letihnya dan mereka siap
ibadah tidak ada capeknya, tidak ada
bosannya. Kita gak kita disuruh ngaji
terus. Coba kalau saya duduk sama antum
sampai magrib, antum bosan enggak? Pasti
lihat, "Ustaz kok enggak
selesai-selesai?" Ya iyalah kita manusia
ini aja sebentar lagi sudah
kita lemah manusia ya.
Pegal
pegal ya. Imam salat lama juga kita
jengkel kan jengkel. He
imamnya cuek aja. Batuk mau mampus
muntah darah dia dia cuek aja. Jadi kita
manusia tidak tidak kuat seperti
malaikat. Maka Rasulullah anjurkan
ibadah yang paling disukai oleh Allah
itu yang kontinue. Jangan maksakan diri
banyak-banyak akhirnya terpu terputus.
Makanya Rasul mengatakan fallallahi
fallallahi la yamalullah hatta tamalu.
Demi Allah tidak bosan sampai kalian
bosan. Kalau bosan Allah juga bosan.
Maksudnya kalau kalian bosan beribadah,
Allah akhirnya hentikan ibadah pahala
buat ka kalian. Allah hentikan ibadah
pahala buat apa kalian. Tapi kalau
kalian semangat terus, Allah tidak
pernah berhenti dari berikan tidak
pernah bosan berikan pahala bagi kalian
dan Allah menyambut kalian tidak pernah
bosan. Tapi kalau kalian sendiri bosan,
ya sudah selesai apa namanya ee pahala
terut.
Maka ee
maka seorang ya ketika beribadah ya
hendaknya dia tidak berlebihan
sampai akhirnya dia terputus dari
ibadahnya tersebut. nya.
Nah, dari sini kita tahu bahwasanya
seorang bisa saja ibadahnya banyak
setelah melalui tahapan-tahapan.
Misalnya ada orang dia salat malam,
salat malam 2 jam. Mungkin ada orang
salat malam 2 jam, ada salam 3 jam, ada
tapi dia tidak langsung 3 jam. Dia tentu
melalui tahapan-tahapan dia hafal Quran
mulai dia mulai dari salat 1/4 jam tiap
malam kemudian dia merasa lezat dia
naikkan lagi jadi setengah setengah jam.
Naikkan lagi 1 jam. Ee kemudian dia
continue. Ada yang lebih semangat lagi.
Mungkin dia sudah kaya raya, kemudian
istri sudah pada matik, anak enggak ada
yang diurus. Anak-anak usaha semua yang
pegang duit saja ngapain? Ya sudah salat
malam aja. Salat malam besok pagi puasa.
Enggak ada kegiatan ya. Enggak ada
kegiatan. Dan dia merasa lezat ini
enggak ada masalah.
Tapi dia sudah melalui apa? Tahapan-taha
tahapan. Karena ada sebagian orang baca
para salaf, "Ih, salatnya langsung dia
ikut." Itu salaf.
Dia sudah melalui tahapan lama sehingga
mencapai pada kamu baru ngaji langsung
pengin seperti apa? Salaf. Akhirnya
terjungkal tidak mampu. Terputus di
tengah jalan. Paham? Tawakalnya tidak
sekuat tawakal para salaf. Para sahabat
saja Nabi cegah. Ketika Abu Bakar
Assiddiq yang bersedekah dengan seluruh
hartanya, kata Rasulullah, "Silakan."
Rasulullah tidak pernah larang Abu Bakar
Assiddiq sedekah dengan seluruh
hartanya. Kenapa? Rasulullah tahu Abu
Bakar Siddiq imannya seperti apa dan
kekuatan dia, pengalaman berdagang
seperti apa? Dia jago berdagang.
tawakalnya seperti apa. Tapi ketika
sahabat lain pengin sedekah seluruhnya,
Rasulullah larang. Jangan. Rasulullah
jangan. Rasul bilang, "Jangan." Kenapa?
Di mereka tidak sama dengan siapa? Abu
Abu Bakar.
Umar juga tidak nekad ketika dilihat Abu
Bakar sumbangkan seluruh hartanya. Umar
cuma setengah. Umar tidak bilang, "Wah,
saya juga mau seluruhnya." Dia tahu diri
juga. Dia tahu diri juga kemampuan.
Jangan sampai dia cuma begitu sekali
aja. Kemudian selanjutnya enggak bisa.
Kalau Abu Bakar mampu berulang-ulang
bersedekah dengan seluruh hartanya.
Jadi kalau kita baca misalnya sejarah
salaf yang luar biasa itu mereka sudah
menulis banyak taha tahapan.
Tapi intinya ini kaidah umum. Kata
Rasulullah ketika dicerita tentang
wanita ini wanita kemampuannya seberapa?
Kenapa salatnya begitu banyak? Ini
melebihi kapasitas seorang wanita. Belum
lagi mungkin wanita punya suami.
Rasulullah tahu kalau dia salatnya
seperti ini, kapan suaminya mau diurus?
Mungkin Rasulullah tahu wanita ini punya
anak-anak. Kalau dia salatnya sebanyak
ini, kapan anaknya mau di diurus? Maka
Rasulullah bilang, "Mah, sudah berhenti,
berhenti." Ngapain ibadah seperti itu?
Allah tidak menyuruh ibadah berlebihan
seperti itu. Maka Rasulullah kasih
solusi, "Alaikum bima tquun." Lakukan
ibadah yang kalian mampu, yaitu kalian
mampu ngurus istri, ngurus anak,
kerjaan, dan ada waktu ibadah. Kalian
bisa bagi waktu itu yang kalian lakukan
sehingga bisa konine.
Bisa kontinue. Itu cara yang terbaik.
Karena ahabul amaliallah adwuha inqal
amalan yang paling dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala adalah yang paling
berkesinambungan meskipun sedikit.
Hadis berikutnya
anasin radhiallahu taala anhu qala
anas jaa salat rahtin ila buyuti azwaji
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Anas bin Malik radhiallahu taala anhu
berkata, "Datang tiga orang
kepada ke rumah istri-istri Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Ya, tiga
orang ini disebutkan orang-orang rajin
ibadah. Kalau enggak salah salah satunya
adalah Ali bin Abi Thalib. Kemudian
kalau tidak salah juga ee salah satunya
Utsman bin Mad'un radhiallahu taala
anhum. Satunya lagi siapa? Ini orang
yang semangat ibadah. Tiga orang ini.
Tiga orang semangat iba ibadah.
Mereka datang ke rumah istri-istri Nabi
buat apa? Yasaluna an ibadatin Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Untuk
bertanya kepada ibadah Nabi itu ketika
di rumah.
Karena ibadah Nabi di masjid mereka
lihat, ibadah Nabi ketika safar mereka
lihat. Tapi Nabi kalau di rumah ngapain?
Mereka pengin tahu.
Maka yang tahu istri-istri Nabi. Karena
mereka enggak pernah lihat bagaimana
Nabi ngapain di rumah. Maka mereka
datang tiga orang ini yang semangat
ibadah ini kepada istri Nabi bertanya
tentang ibadah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Falamma akhbaru atau falamma
ukhbiru kaahum taquha. Ketika dikabarkan
Nabi begini ibadahnya, salat, tidur atau
tidur dulu baru salat. Nabi puasa
kemudian ee berbuka tidak berapa
kemudian puasa lagi. Rasulullah
ibadahnya biasa. Maksudnya bercampur
dengan kegiatan rumah tangganya. Ya.
Ketika dikabarkan tentang ibadah Nabi,
maka mereka anggap seakan-akan sedikit.
Sedikit bukan meremehkan Nabi, tapi
mereka membandingkan kita ini banyak
dosa. Nabi yang diampuni dosanya seperti
itu. Apalagi kita kalau kita kalau gitu
kesimpulannya kita harus lebih banyak
daripada Nabi. Ingat perkataan mereka.
Kaanahum taqalu seakan-akan mereka
menganggap sedikit ibadah Nabi bukan
karena meremehkan ibadah Nabi, tapi
mereka menganggap mereka kurang ba.
Waqalu aina nahnu minan nabi sallallahu
alaihi wasallam. Apa bandingan kita
dengan Rasulullah sahu alaih wasallam?
Qufir lahu ma taqdamaambihi w taak.
Kalau Rasulull sallahu alaihi wasallam
sudah dijamin diampuni dosa-dosa yang
telah lalu maupun akan datang itu pun
ibadahnya sekian. Nah, apalagi kita
misalnya Nabi saja ibadahnya misalnya 30
tetapi dia ibadah 30 karena status dia
sudah diampuni dosa yang telah lalu
maupun yang akan datang dij surga. Pintu
surga tidak akan terbuka kecuali Nabi
yang mengetuknya. Kalau Nabi ibadahnya
30, kita harusnya 120 gampangnya.
Kira-kira demikian. Kenapa kita harus
lebih banyak? Karena kita dosa kita
lebih banyak dan kita tidak ada yang
jamin. Kalau Nabi ibadahnya semua pasti
diterima, kita belum tentu. Sehingga
logika ini membuat mereka beranalogi
kalau gitu ibadah kita harus lebih ba
banyak. Logikanya logis atau tidak
logis? Logis. Nabi jamin surga segitu
ibadahnya pasti semua diterima segitu.
Nah, kita ibadah belum tentu diterima.
Kemudian apa?
Dosa banyak
suka metsos.
Akun juga banyak. Akun asli satu, akun
palsu tiga.
Kalau begitu ibadah kita harus lebih ba
lebih banyak. Logika logis tapi tidak
benar. Maka
qala ahaduhum salah satu berkata,
"Ama ana fausol laila abadan." Adapun
saya, saya akan salat semalam suntuk
selama-lamanya.
Waqal akar. Adapun satunya berkata, "Wa
asumah wtir, aku akan puasa setiap hari
setahun penuh tidak berbuka kecuali
mungkin Idul Fitri, Idul Adha
ya atau hari tasyrik. Selain itu puasa
tidak akan berbuka. Semangat. Waqal
akharu satu berkata, "Ana aazilunisa
fala tazwaju abadan." Saya akan ceraikan
seluruh wanita-wanita saya. Saya tidak
mau nikah selama. Wanita bikin sumpek,
tidak bisa bikin ibadah. Mau salat malam
enggak jadi salat malam. Baca Quran
suruh cari duit. Coba kalau enggak punya
istri santai-santai.
Maksudnya dia menganggap kalau punya
istri menghalangi dari iba
ibadah. Maka dia berkesimpulan, kalau
gitu saya tidak mau punya is istri.
Kalau saya punya istri saya tinggalin
semuanya.
Ini idenya cemerlang atau tidak
cemerlang? Kalau ditinjau dari kuantitas
ibadah.
Dan logikanya benar. Nabi saja ibadahnya
di di pasti masuk surga ibadahnya
segitu. Kita yang enggak jelas harusnya
lebih ba lebih banyak.
Faja Rasul sahu alaihi wasallam ilaihim.
Ternyata hal ini sampai kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam
tidak berkata, "Ayo semangat-semangat."
Insyaallah bisa semangat enggak?
Rasulullah malah bantah mereka satu
persatu. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Antumulladzina qultum kad wa
kad." Kalian yang berkata demikian
demikian.
Rasulullah bantah ama wallahi inni
aksakum lillah waqum lahu. Aku ini yang
lebih khusyuk kepada Allah daripada
kalian dan aku yang paling bertakwa di
antara kalian kepada Allah. Wakni asum
tapi saya puasa dan saya berbuka. Saya
bukan puasa tiap hari. Waoli waqu saya
salat malam tapi saya tidur dulu. Saya
tidur juga. Waazwajunisa. Dan saya bukan
menikahi satu wanita. Saya menikahi para
wanita. Sembilan istri Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah
tutup peringatannya dengan sabdanya,
sunnati falaisa minni. Siapa yang benci
sunahku maka bukan bagian dari dariku.
Bukan bagian dariku. Dari sini dipahami
bahwasanya ragibaan itu benci. Benci
kepada sunah Nabi bukan hanya bikin
bidah menyaingi sunah Nabi. Tapi di
antara bentuk benci kepada sunah Nabi
merasa sunah Nabi itu kurang pas, kurang
cukup.
Kayaknya enggak pas ditambah.
Itu di antara bentuk benci kepada sunah
Nabi. Bukan cuma benci kepada sunah
Nabi. Kita benci seperti orang, "Ah, apa
itu jenggot enggak suka sama sunah Nabi.
Apa itu wanita pakai cadar?" Padahal itu
sunah ajaran siapa? Na Nabi. Ya. Apa?
Ngapain salat ke masjid? Ngapain di
rumah juga itu namanya benci kepada
sunah Nabi. Ada orang cingkrangan. Apa
itu? Itu benci. Itu namanya benci. Benci
bukan cuma begitu aja. Di antara bentuk
benci kepada sa Nabi tidak merasa cukup
dengan apa yang Nabi a ajar sehingga
kayaknya kurang. yang seperti para
sahabat ini kan mereka tidak tidak
menganggap ee salat Nabi salah, tidak.
Tetapi menurut mereka ku kurang sehingga
mereka mau tambahin karena menurut
mereka lebih afdal bagi mereka. Ternyata
Nabi vonus itu namanya bentuk benci.
Oleh karenanya praktik-praktik bidah
idofiah bidah itu ada dua. Ada bidah
yang benar-benar bidah, bikin ibadah
baru
seperti misalnya bikin salat rebu
wekasan. Ini benar-benar bidah. Enggak
ada Nabi ajarkan salat rebuah apa?
Wkasan. Dan itu bidah syirik bercampur
bidah. Karena salat tersebut dibangun di
atas meyakini hari Rabu tersebut hari
sial. Dan meyakini hari sial adalah
tathayyur. Dan tathayyur adalah apa?
Syirik. Kemudian untuk menolak bala
tersebut milikinlah salat baru namanya
salat rebu wah namanya ee bidah
tersendiri ya. Tapi ada namanya bidah
idofiah. Itu asalnya ada ibadah tapi
diotak-atik, dirubah-rubah. Seperti
salat malam dibuat model baru semalam
suntuk misalnya terus-terusan.
Puasa disunahkan enggak? Sunah tapi
pengin puasa setiap hari. Ini namanya
bidah idofiah ya. Dan ini banyak zikir.
Ada satu zikir tambah-tambahin. Jadi
zikirnya bervariasi. Padahal contohnya
Nabi cuma sekian. Ini namanya bidah
tambahan. itu asal ibadahnya ada tapi di
otak otak atik ditambah-tambahin
dikurang-kurangi di dimekarkan ya ini
namanya bidah apa bidah idofiah. Siapa
yang melakukan bidah idofiah tidak
mencukupkan apa yang Nabi lakukan itu
sebenarnya benci kepada sunah Nabi.
Seperti orang yang umrah. Umrah jelas
ada tawaf, ada sai, semua orang tahu.
Tapi dia tambah setelah sai, dia salat
dua rakaat setelah sai. Padahal gak ada
salat dua rakaat setelah apa? Sai. Yang
ada dua rakaat setelah tawaf. Dia tambah
itu berarti dia merasa kayaknya kurang
ser kurang cocok. Sehingga perlu
ditambah namanya mengotak-ngatik sunah
Nabi. Orang ngotakngatik dengan
ditambah-tambahin disebut benci kepada
sunah Nabi. Seperti mereka tiga orang
ini. Salat malam disyariatkan enggak?
Tapi dia pengin salat malam semalam
suntuk dan tidak pernah berhenti. Puasa
disyariatkan enggak puasa. Tapi dia
pengin puasa setiap hari tidak pernah
putus. Ini nambah-nambahin
ya. Maka Rasulullah mengatakan raiba
sunnati. Siapa yang benci dengan sunahku
falaisa menimukan dariku. Oleh karenanya
seperti zaman sekarang orang kayaknya
dia pengin kayaknya enggak pas itu benci
sama sunah Nabi. Kok sunahnya begini?
Kok enggak pas? Kok begini? Kok begini?
Misalnya wanita protes. Kenapa sunah
Nabi, ajaran Nabi wanita harus pakai
mahram? Enggak perlu menyulitkan, harus
pakai mahram. Ini namanya, ini namanya
gak suka sama sunah Nabi. Kalau kau
melanggar, melanggar aja. Gak usah
protes sama sunah Nabi. Kok begini? Kok
loh Nabi bikin syariat seperti itu
karena baik untuk kamu agar wanita
terjaga. Bayangkan kalau kau bersafar
sama mahram yang ngangin kau yang yang
ngangkatin koper mahrammu. Yang belikan
nasi kuning mahrammu. Paham?
Yang bantu-bantu kamu kalau ada laki
yang goda dia yang jaga.
Yang ngurus-ngurusin yang berat-berat
kamu dimuliakan. Ada pengawal
gampangannya. Mahram itu kan pengawal
pribadi gampangannya. Itu kebaikan atau
keburukan?
Kebaikan.
Merepotkan sekarang biaya. Ya sudah
kalau kamu mau melanggar, melanggar aja.
Jangan bilang, "Napain sih pakai
mahram-mahram. Itu namanya benci sama
sunah Nabi." Enggak boleh. Ini ada salah
satu bentuk benci sama sunah sunah Nabi.
J dis sampaikan bahwasanya mahram itu
fungsinya dua. Di antaranya menjaga ee
fisik wanita tersebut agar tidak diambil
hartanya, tidak diapa-apain, tidak
dirampas atau dibunuh dan macam. Dan
juga menjaga batinnya agar dia tidak ada
yang menggodanya dan tidak tergoda.
Karena sering terjadi namanya cinta
lokasi. I enggak?
jalan. Terima kasih. Coba perempuan naik
kereta lagi ngomel-ngomel sama suaminya.
Dia kabur naik kereta. Tahu-tahu ketemu
laki-laki lagi ngomel sama istrinya.
Wih, kayaknya takdirin di sini tuh.
Hidayah dari setan bukan dari Allah.
Pacaran kan. Cinta lokasi. Cinta lokasi
bisa terjadi. Sangat mudah terjadi. Satu
lirikan mata bisa bikin orang jatuh
cinta. Apalagi dua kali
ngelihat. Eh, enggak sengaja ngelihat.
Ingat tiga kali
sudah selesai cinta loka lokasi. Tapi
kalau ada mahram kan enggak ada yang
jaga. Orang mauoda juga gak enak dan
seterusnya. Maksud saya kalau kita tidak
bisa menjalankan gak usah protes.
Bilang aja aduh saya belum bisa. Jangan
benci kepada sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Jangan benci. Kita
terbentuk benci kepada sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Perhatikan
di sini.
Maka ee hadis ini menunjukkan
seorang tidak boleh beribadah
berlebih-lebihan.
Kalau siapa perah berlebih-lebihan
merubah-rubah sunah Nabi
ditambah-tambahin, maka dia akan repot
sen sendiri. Dia akan repot sendiri ya.
Seperti Imam Nawawi membahas tentang
salat malam Nisfu Syakban 100 rakaat.
Dia bilang bidah munkarah.
Oh, ibadah salat malam silakan.
Kebetulan malam Nisfu Syakban ada yang
mengatakan hadisnya hasan mulia boleh.
Tapi tidak perlu kemudian mengkhususkan
salat 100 ra rakaat.
Gak ada. Gak ada sunahnya. Ini bidah.
Kata Imam Nawawi rahimahullahu taala.
Bidah mungkarah berlebih-lebihan terus
rakaat terus enggak enggak ada
contohnya.
Enggak ada contohnya. Maka seorang
berusaha terikat dengan ajaran
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah yang menunjukkan yang lebih
baik.
Apa yang dan Rasulullah yang paling
bertakwa. Rasulullah yang paling takut
kepada Allah. Dia yang paling tahu
ibadah yang terbaik apa. Makanya Allah
kirim Nabi untuk mempraktikkan yang
terbaik.
Allah kirim Nabi untuk praktikkan yang
terbaik. Kita tinggal mengikuti
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Jangan sampai terbayang ibadah saya
lebih hebat daripada Nabi atau ibadah
Nabi kurang maka saya harus sempurnakan.
Karena ini adalah bentuk dari benci
terhadap sunah Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam.
Akhirnya Rasul Sallahi Wasam bantah
mereka satu demi demi satu ya karena apa
yang mereka lakukan semua adalah bentuk
berlebih-lebihan. Dan kalau sudah mereka
melakukan seperti itu pasti ada hak-hak
yang tertumbalkan.
Hak istri tertumbalkan. Hak anak
tertumbalkan. Ya, coba kalau orang tiap
hari puasa gak pernah berbuka. Kapan mau
jalan-jalan sama istri? Mau bercumbuhan
sama istri salat malam enggak pernah
tidur ya. Besok sudah pasti capek.
Manusia malam enggak tidur, semalam
suntuk, besok pasti ca capek. Terus
kapan cari nafkah? Kapan didik
anak-anak?
Maka pasti ada yang ditumbalkan. Ya, ada
orang semangat-semangat anaknya dia
serahkan sama orang. Ya, ya enggak
benarlah. Anak-anak butuh kasih sayang
orang tuanya. Ya, pergi ke mana-mana
istrinya di dicuekin. Ada orang pergi
istrinya dicuekin. Kata dia, "Tenang,
kalau saya pergi istri saya sudah Allah
yang urus."
Benar Allah yang ngurus, tapi yang susah
tetangganya. Anaknya sakit telepon sana,
tetangganya ngantarin pulang-pulang
sudah selesai. Benar sudah selesai.
Allah yang ngurus. Tapi kok bikin repot
orang?
Bikin repot orang. Ini kisah nyata. Saya
pernah ketemu dengan seorang dua suami
istri haji ya. Laki-laki perempuan ya.
Istrinya mengeluh ya. Mengeluh dia
karena suaminya cuek. Cuek sama dia ya.
cuek sama sama dia. Jadi dia pergi
Masjid Nabawi harusnya bareng kan nemani
istri. Namanya suami istri suaminya
enggak mau suaminya sudah kamu pergi
sendiri sendiri. Waktunya pulang.
Istrinya bilang, "Ayo pulang waktunya."
Enggak. Kamu pulang sendiri. Kasihan
istrinya dicuekin. A pulang sendiri.
Akhirnya ada turour. Istrinya apa?
Istrinya akhirnya tur sendiri. Kan
kasihan.
Ketika kita ngobrol, dia bilang, "Saya
ini selalu Allah kasih jalan." Dia
sampai begitu ujub. Ini laki-laki ini
saya ini Allah selalu kasih jalan.
Akhirnya ada yang nyeletuk, "Oh, gimana
kemarin saja salah bis?" Jadi, kenapa
dia salah bis? Ketika dia pulang, bisnya
sudah pergi tur, akhirnya dia
clungak-celungok, plongak-plongok gitu.
Ada yang kasihan, "Pak, mau ke mana? Bis
saya sudah pergi." "Eh, sudah, sini
aja." Dia bilang, "Itu bukan salah bis.
Allah siapkan bis buat saya." Coba. Jadi
cara berpikirnya selalu begitu.
Padahal kan ngerepotin orang berpisah
dari istri. Tapi dia bilang itu Allah
siapkan bis buat apa saya. Satu lagi
gimana selalu benar terus kemarin saja
tas hilang. Iya hilang tapi kan kembali
lagi. Iya tapi yang nyari kita semua
tahu enggak?
Kalau duduk manis kita yang nyari. Ini
kan cara berpikir yang salah. Orang
jangan ngerjain orang kalau kalau kau
duduk terus tasmu terbang sendiri. Wali
ini yang wali-wali yang nyari semua ini.
Wali-wali yadin, wali-wali murid
cari-cari semua.
Jadi cara berpikirnya aneh.
Terlalu mengkhayal sehingga dia
menganggap dia seperti orang hebat
merepotkan banyak orang. Sampai istrinya
datang sama saya, "Ustaz, suami saya
saya apa namanya tidak pernah mendatangi
saya. Saya pernah tanya, "Mas, kamu kok
enggak datangi saya?" Saya kan kangen.
Kamu itu Nabi Ibrahim aja tinggalin
istrinya 40 tahun.
Kamu bukan Ibrahim, saya juga bukan
Hajar.
Jadi cara berpikir itu subhanallah. Jadi
dia merasa benar terus susah. Kalau
orang seperti ini ibadah kelewat batas
pasti ada yang ditumbalkan. Dan Islam
tidak ngajarkan demikian. Islam tidak
mengajarkan demi demikian. Ya, akhi,
istri punya hak, anak punya hak, tamu
punya hak, ya. Dan banyak yang punya
punya hak. Bab demikian saja apa yang
saya sampaikan. Insyaallah kita
lanjutkan
pada kesempatan yang yang lain ya. Tap
demikian saja mohon maaf banyak
pertanyaan saya tidak bisa jawab karena
keterbatasan ilmu. Semoga apa yang kita
sampaikan bisa kita amalkan. Wabillahi
taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.