Perjalanan Menuju Pulang - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
P5OLJbJFH1s • 2025-09-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu
ala taufiqihi wamtinanih asadu alla
ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwanih allahumma sholli alaihi
wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita akan bahas
topik ee perjalanan menuju pulang yaitu
ke kampung akhirat. Ya, sebagaimana kita
ketahui Allah Subhanahu wa taala
menciptakan
Adam Alaih Salam
dan Allah memang ingin agar Adam tinggal
di bumi. Oleh karenanya Allah berfirman,
rbuka lil malaikati inni jailun fil
ardhi khalifah qajaalu fihaidu fiha dan
seterusnya. Dalam surah Albaqarah ketika
Allah ber ketika Rabbmu berkata ya pada
para malaikat, "Sesungguhnya aku akan
menjadikan khalifah di atas muka bumi."
Maksudnya Adam dan keturunannya. Jadi
Allah sudah kabarkan Allah akan ciptakan
menjadikan Adam di bumi. Tetapi ketika
Allah menciptakan Adam, ternyata Allah
ciptakannya di langit.
Tidak langsung ke mana? ke ke bumi.
Tapi intinya Adam akan turun ke bumi.
Maka Allah
ciptakan Adam di langit. Kemudian
terjadi apa yang terjadi? Maka Allah
ciptakan Hawa setelah itu. Ya,
setelah ada Adam, Allah ciptakan Hawa
sebelum Adam dan Hawa masuk ke dalam
surga.
Wna ya adus walna ya adamun anta wujukal
jannah. Dan kami berkata, "Wahai Adam,
masuklah engkau ke dalam surga bersama
istrimu." Ya,
karena percuma masuk surga tapi gak ada
istri.
Kasihan kan jomblo.
Makanya dikatakan dalam buku tafsir,
arrafiq qobla thriq, teman sebelum
menempuh perjalanan.
Maka masuklah Adam dalam surga bersama
istrinya. Dan Allah ingatkan
tentang bahaya iblis ya. Inakaujika
fala yukak minal jannati fatq.
Sesungguhnya iblis adalah musuhmu dan
bagi istrimu. Jangan sampai dia
mengeluarkan kalian berdua dari surga
yang kalian nikmati. Fatasyqoh. Maka
kalian pun akan engkau akan sengsara.
Kemudian Allah sebutkan tentang nikmat
surga. Inakaha
w kau tidak akan pernah lapar di surga.
Kalau makan pun bukan karena lapar, tapi
karena senang-senang.
Ya w dan kau akan selalu memakai pakaian
tidak akan telanjang. Waaka fiha wha dan
kau akan ee tidak kepanasan di sana,
sejuk, menyenangkan dan kau tidak akan
kehausan. Tidak akan kehausan dan tidak
akan kepanasan.
Tapi Allah mengatakan, "Jangan dekati
sebuah pohon
syajarah. Jangan kalian mendekati ya
pohon ini." Akhirnya sebagaimana kita
ketahui, iblis pun menggoda Adam.
Fawaswahi
ya adamuka
yabla. Maka setan pun menggoda Adam dan
dia mengatakan, "Wahai Adam, maukah aku
tunjukkan kepada engkau ya tentang pohon
keabadian syajaratul khuldi." Yaitu
kalau kau enakkan di surga, nyaman, tapi
kalau kau ingin abadi, makan buah itu.
Namanya orang kalau dapat nikmat pengin
kenikmatannya apa? Berkesinambungan.
Sementara Allah ketika kasih tahu nikmat
kepada Adam, Allah tidak bilang kau akan
kekal atau tidak.
Dari sisi inilah iblis menggoda Adam.
Ada poin yang masih Adam penasaran
penasaran
apakah dia memang akan kekal atau tidak.
Maka iblis merayu, "Kau nyaman kan di
surga? Kalau gitu makanlah syajaratil
khuldi." Makanlah dari pohon keabadian.
Aladuluk alulb.
Dan dapat kekuasaan yang tidak akan
sirna. Ya, akhirnya faakala minha
akhirnya mereka berdua makan Adam dan
apa? Hawa. Fabadat lahumaatuma.
Kemudian kelihatanlah aurat mereka
berdua
alaihima jannah. Mulailah mereka
mengambil daun-daun pohon di surga
kemudian mereka tutupin. Akhirnya Allah
mengatakan, "Turunlah kalian berdua ke
bumi."
Perhatikan di sini kalau kita ber Allah
ketika ingin menciptakan Adam, Allah
bilang ke malaikat, "Adam diciptakan
untuk tinggal di mana?" "Dumi." Tapi
ternyata Allah ciptakan Adam di langit
dan Allah suruh Adam masuk surga
terlebih dahulu. Setelah merasakan
kenikmatan surga, kemudian Adam
melakukan kesalahan dan dia minta ampun.
Waas adamahu fagwa. Dia bermaksiat
kepada Allah subhanahu wa taala. Tumma
jtabahubuhu fataba alaihi wahada.
Kemudian Allah terima tobatnya dan Allah
beri petunjuk kepadanya dan kemudian
Allah turunkan dia karena kesalahannya.
Akhirnya Adam tinggal di di bumi. Agar
kita sadar bahwasanya bumi ini hanyalah
tempat semen sementara. bahwasanya
kampung seorang mukmin yang sungguhnya
atau kampung manusia sungguhnya adalah
sur surga yang pernah ditempati oleh
nenek moyang mereka semua yaitu Adam dan
Hawa. Maka dari sinilah mulai kisah
perjalanan menuju pulang. Bahwasanya
kita di dunia ini sedang bersafar
menuju ke kampung sesungguhnya yaitu
kampung apa? Akhirat. Yaitu surga yang
pernah ditempati oleh Adam. Dan ini
pendapat mayoritas ulama bahwasanya
surga
yang pernah ditempati oleh Adam dan Hawa
nenek moyang kita itulah surga yang akan
didatangi oleh kaum mukminin ketika
mereka masuk surga. Bukan surga yang
berbeda. Adapun dalil akan ini di
antaranya ya dalam hadis kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam yajmaullahu
tabaraka wa taalaas Allah mengumpulkan
pada hari kiamat seluruh manusia
mukminuna tuzlahumul jannah. Maka
berkumpullah kaum mukminin sehingga
surga didekatkan kepada mereka. Allah
mengatakan
baid dan surga didekatkan sebagai bentuk
pemuliaan kepada kaum mukminin sehingga
mereka enggak usah capek-capek surga
yang didekatkan oleh Allah kepada
mereka. Fatuna Adam. Maka orang-orang
beriman sudah dipersilakan masuk surga.
Maka mereka datang kepada Adam. Mereka
berkata, "Ya abana, wahai ayah kami,
wahai nenek moyang kami. Istaftih lanal
jannah.
Mintalah agar dibawakan surga bagi kita.
Adam didatangi manusia dan diminta agar
minta
para penjaga surga membuka pintu surga.
Apa kata Adam? Fakul, wahal akakum minal
jannati illaatu abikum Adam. Bukankah
yang mengeluarkan kalian dari surga
adalah kesalahan nenek moyang kalian?
Adam itu Adam ingin bilang, "Bagaimana
saya mau buka surga? Saya yang
mengeluarkan kalian dari sur surga. Ini
surga yang dulu saya pernah tempati.
Kemudian saya keluar, gimana saya mau
buka lagi? Saya tidak layak. Karena yang
membuat kalian keluar dari surga adalah
siapa? Kesalahanku. Seakan-akan Adam
berkata, "Sandinya tidak bersalah,
kalian akan tinggal di surga. Tapi
karena saya bersalah, maka saya keluar
dari surga dan akhirnya pun kalian
keluar dari surga." Ini dijadikan dalil
oleh para ulama bahwasanya surga yang
pernah ditempati Adam itulah surga yang
akan didatangi oleh kaum kaumminin.
Dalam hadis yang lain
ee
Musa berkata, "Terjadi debat antara Nabi
Musa dengan Nabi Adam.
Ya Rabbi arina Adam alladzi akhrojana wa
nafsahu minal jannah.
Ya Rabb tunjukkanlah kepada kami Adam
yang telah mengeluarkan kami dan dirinya
dari surga. Faarahullahu Adam. Maka
Allah munculkan Adam kepada Nabi Musa.
Anta abuna Adam. Kata Musa alaihi salam,
"Engkau
bapak kami, nenek moyang kami Adam."
Faqah Adam. Naam. Iya, saya nenek moyang
kalian.
Musa berkata, "Antalladzi
nafahallahu fika min ruhih." Apakah
engkaulah Adam yang Allah telah
meniupkan ruhnya? Ruh, yaitu dari ruh
yang Allah ciptakan kepadamu menjadi
spesial. Waamal asmaha. Dan Allah
mengajarkan engkau seluruh nama-nama.
Waar malaikata fasajaduaka dan Allah
perintahkan malaikat sujud kepadamu. Qam
kata Adam benar. Kemudian Musa berkata,
akanafsaka minal jannah. Apa yang
membuat engkau mengeluarkan kami dan
dirimu dari surga?
Adam bertanya, "Man anta? Siapa kamu ini
nanya-nanya? Siapa engkau?"
Ana Musa. Saya Musa
cucumu
Musa cucunya Adam kan ada. Anta nabiyu
bani israil alladzi kamakallahu min
waril hijab. Engkaukah nabi Bani Israil
yang Allah berbicara langsung di balik
hijab, di balik tabir, di tanpa malaikat
langsung berbicara langsung. Lam yaj'al
bainaka wainahu rasulan min khalqihi.
Allah tidak mengambil rasul antara
ee
engkau dengan dengan
Allah Subhanahu wa taala. Itu Allah
bicara langsung.
Qa naam benar.
Q afama wajta anika kana fi kitabillahi
qla ukhlaq. Tidakkah kau dapati dalam
kitabullah dalam Taurat ya bahwasanya
aku akan tinggal di dunia dan terjadi
apa yang terjadi sebelum aku diciptakan?
Maksudnya aku tidak tahu takdir
bahwasanya saya bakalan turun ke mana?
Ke bumi. Bahwasanya saya akan dicipta di
langit tapi melanggar turun ke bumi.
Naam. Saya sudah tahu.
Terus kenapa kau cela aku pada perkara
yang sudah Allah tetapkan sebelum aku
diciptakan?
Qa Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Rasulullah ketika menceritakan
kisah diskusi atau debat antara Adam dan
Musa, kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Idalik fahajja adamu Musa
fahajja adamu Musa Adam menang debat
daripada Musa. Adam mengalahkan Musa
dalam diskusi tersebut
sisinya di sini, sisi pendalilan dari
hadis ini di mana Musa berkata, "W fama
hamalaka ala an akhroata wa nafsaka
minal jannah." Apa yang buat engkau
mendorongmu untuk mengeluarkan kami dan
engkau dari sur surga? Ya, artinya Musa
seakanan berkata, "Kita akhirnya tidak
tinggal di surga ya karena engkau melang
melanggar." Kalau surga yang dituju oleh
kaum mukminin adalah surga yang lain,
maka tidak pas Musa
mencela Adam. Tapi karena surga yang
tujuh adalah sama. Surga yang dituju
oleh orang beriman, itulah surga yang
pernah ditempati oleh Nabi Adam. Maka di
situlah kemudian Musa Alaih Salam
mencela Nabi Adam Alaihi Salam. Ya.
Kemudian juga di antara dalil bahwasanya
surga adalah surga yang sama. Ya.
Ee bahwasanya Allah berfirman, "Ihbitu
ba'dukum liba'din adu." Allah menyuruh
Adam untuk turun di atas muka bumi. Dan
juga bukan cuma
Adam dan Hawa, demikian juga iblis yang
menggoda mereka dan jadilah mereka
saling bermusuhan. Dan iblis dulu
tinggalnya di mana? Di langit. Dia
gaulnya sama malaikat.
Jadi iblis ini jin yang sangat saleh di
zamannya, sangat berilmu. Saking dia
saleh dan sangat berilmu, maka dia
gaulnya dengan para para malaikat.
Kedudukannya tinggi. Makanya ketika
Allah berfirman,
"Qulna lil malaikatjudu liadama fasajadu
illa iblis." Ketika kami berkata kepada
malaikat, "Sujudlah kepada Adam."
Seluruh malaikat sujud kecuali siapa?
Iblis. Akan-akan iblis dalam rombongan
malaikat dan malaikat tempatnya di mana?
di langit atau di bumi? Di la di langit.
Jadi, iblis
gaulnya sama malaikat di langit dan
iblis menggoda Adam juga di mana? Di
langit. Yang menunjukkan surga yang
pernah Adam tempati letaknya di mana? Di
di langit. Kemudian mereka semua disuruh
turun oleh Allah Subhanahu wa taala di
mana Iblis
kesibukannya adalah menggoda Adam Alaih
Salam. Ini semua ee dalil bahwasanya
surga yang pernah ditempati Adam itulah
surga yang akan dimasukin oleh kaum
mukminin di kemudian hari di akhirat
kelak. Tentu ada pembahasan ada yang
mengatakan, "Ya Ustaz, bukankah waktu
Adam surga ada yang dilarang?
Adapun surga yang akan didatangi tidak
ada yang terlarang." Katanya semua boleh
dimakan kecuali apa? sajarat sebuah
pohon yang dinamakan iblis dengan pohon
khul khuldi namanya surga padahal tidak
demikian
dan bukankah kalau di surga pasti abadi
kenapa Adam tidak abadi intinya ini
pembahasan yang benar bahwasanya tetap
saja surganya sama ya hanya saja Adam
ketika masuk ke surga awal bukan sebagai
balasan amal salehnya karena dia memang
belum beramal saleh langsung masukkan ke
surga adapun dia tidak boleh makan
sebuah buah pohon di situ dari buah
sebuah pohon di situ ya karena Allah
memang sedang mengujinya ya. Sebagaimana
kalau nanti orang-orang masuk surga
laki-laki perempuan, tidak boleh juga
sebagian laki-laki kemudian mendekati
istri dari anggota surga yang lain.
Enggak boleh. Dia hanya boleh main sama
bidadari, enggak boleh sama istri yang
istri orang yang lain. Ya, tetap saja
ada aturan. Tetap saja ada aturan.
Demikian juga penghuni surga
bertingkat-tingkat. Tidak boleh yang di
bawah kemudian main-main ke atas enggak
mau pulang.
Enak di sini bidadarinya lebih cantik.
Saya enggak mau turun. Enggak bisa juga.
Jadi tetap ada aturan, tetap ada atur
aturan. Ya, intinya ini pendapat
mayoritas ulama bahwasanya surga yang
pernah ditempati Adam itulah surga yang
kita disuruh untuk menuju ke surga
tersebut. Kita disuruh untuk kembali ke
kampung yang sesungguhnya kampung
akhirat, Darul Akhirat. Dari sini
ternyata kita ini semua adalah
musafirun. sedang bersafar
dan banyak
destinasi-destinasi yang harus kita
lewati.
Dimulai dari janin, destinasi pertama.
Setelah itu destinasi di alam dunia yang
sedang kita hadapi ini, destinasi
berikutnya adalah alam barzakh.
Destinasi berikutnya adalah
almahsyar, padang mah M mahsyar. Di
Padang Mahsyar sehari seperti 50.000
tahun. Kemudian penghujungnya terakhir
fariqun fil jannah wa fariquun fisir.
Sekelompok di surga dan sekelompok di
neraka.
Maka ternyata kita semua sedang safar.
Destinasi pertama sudah kita lewati alam
janin. Sekarang kita destinasi yang
kedua. Destinasi yang kedua ini di alam
dunia ini tidak lama ditinjau dari
destinasi yang berikutnya.
Kita dihidup di dunia 60 sampai 70
tahun. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam, amaru umati bain sittin
waqalluhum man yajuzuik.
Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun.
Hanya sedikit yang melampaui 70 tahun.
Rata-rata kita meninggal 60 sampai 7 70.
Apalagi kita hobi makan gorengan
bisa jadi lebih cepat.
[Musik]
Tapi gorengan
repot
terus
yang lebih dari 70 sedikit tapi ditinjau
kita tinjau destinasi berikutnya alam
barzakh berapa tahun? Bisa ribuan tahun,
bisa ratusan tahun seorang meninggal di
alam barzakh. Ilaqiam sa sampai hari
kiamat. Entah berapa tahun di antara
nenek moyang kita ada yang sudah ribuan
tahun di alam barzakh. Ada yang
beratusan tahun. Jelas jauh lebih lama
daripada keberadaan dia di atas muka
bumi ini.
Kemudian setelah itu dibangkitkan di
padang mahsyar yang sehari seperti
50.000 tahun. Fi yauminana miqdaruhu
alfanah. di hari yang ukurannya seperti
50.000 tahun. Setelah itu surga dan
neraka abadi
tanpa ada penghujung.
Dari sini kita tahu bahwasanya destinasi
kita di Indonesia dibandingkan dengan
lamanya di alam barzakh, lamanya di alam
padang mahsyar, kemudian surga dan
neraka, maka 60 70 sangat sebentar.
Sangat sebentar. Tetapi sebentar inilah
yang merupakan tempat kita mengumpulkan
bet bekal sebanyak-banyaknya.
menuju kepada destinasi berikutnya yang
sangat membutuhkan bekal tersebut.
Jadi, kita sedang musafir dan kita
sedang mengumpulkan bekal yang banyak
untuk masuk pada destinasi-destinasi
berikutnya.
Dan di antara ayat yang mengisyaratkan
akan hal ini, firman Allah Subhanahu wa
taala tentang haji. Kata Allah subhanahu
wa taala, "Watazwadu fainhairad taqwa."
Berbekallah kalian kalau kalian berhaji.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Jangan
berhaji tanpa bekal. Harus ada bekal
agar tidak merepotkan orang lain." Kalau
kalian punya bekal, harus buat bekal.
Kalau kalian memang ahli, punya hirfah,
punya keahlian untuk kerja, silakan
haji. Yang penting bisa cari nafkah
sendiri. Jangan minta-minta sama orangor
lain. Jangan mengharap belas kasih orang
lain. Bahkan bekal bukan cuma bekal
untuk perjalanan haji, bekal untuk yang
ditinggalkan anak, istri. Kata Allah,
"Watazwadu." Setelah itu Allah
berfirman, "Fahairadi takwa." Dan
sebaik-baik bekal adalah ketakwaan.
Sebagian ahli tafsir seperti Al-Qurtubi
dalam tafsirnya mengatakan ini isyarat
setelah Allah menyebutkan perjalanan
dunia, safar dunia, safar dari rumah
menuju Ka'bah untuk haji, Allah
isyaratkan ada safar yang lebih dahsyat.
Safar menuju hari akhirat yang
membutuhkan takwa. Maka Allah isyaratkan
dengan firmannya, fahair
taqwa. Sebaik-baik bekal yaitu dalam
safar menuju akhirat adalah ketak
ketakwaan.
Kita safar biasa butuh bekal apalagi
safar menuju apa? Akhirat.
Makanya banyak ayat mengingatkan
bahwasanya hidup ini cuma sebentar.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wilatud
dunya illa lahu wibar
akal hayawan lau yamun." "Tidaklah
kehidupan dunia ini hanyalah permainan
dan senda gurau, yaitu sebentar."
Orang main-main sebentar tahu-tahu orang
senda gurauk kemudian masuk dalam
keseriusan sebentar aja seperti orang
main-main sebentar.
Wa inadaral akhirat laahiyal hayawan.
Sesungguhnya kehidupan akhirat itulah
yang benar-benar kehidupan yang
sesungguhnya.
Dan banyak ayat Allah menamakan dunia
hanyalah sebentar. Ingat, sebentar itu
gunakanlah untuk mencari bekal. Jangan
terpedaya. Ini bukan tempat kampungmu.
Kampungmu di alam lain. Ini hanya
sekedar tempat mampir untuk cari bekal
menuju destinasi yang sangat lama.
Destinasi-destinasi berikutnya.
Seperti firman Allah Subhanahu wa taala.
Wahai Rasulullah, janganlah kau
panjangkan matamu kepada kenikmatan
dunia yang aku berikan kepada sebagian
mereka. Zahr duniaun, yaitu mawar
kehidupan dunia. Linaftinahum f yang
kami memfitnah atau menguji mereka
dengan mawar dunia tersebut. Allah
menamakan kenikmatan dunia dengan mawar,
yaitu mawar itu indah, dilihat,
berwarna-warni, harum tapi cepat layu.
Cepat apa? Layu. Sebentar sudah layu.
Keluarin mawar sebentar lagi sudah layu.
Dunia seperti itu.
Dunia itu cepat layu. Sebentar.
Warizbika khair ab. Adapun rezeki Rabbmu
yang Allah siapkan di kampung akhiratmu
di surga khairu abq lebih baik dan lebih
kekal.
Jadi mereka salah seakan-akan Allah
mengata mereka salah terlalu ter
ngumpulin harta dunia banyak-banyak lupa
untuk bekal di akhirat padahal dunia
akan ditinggalkan.
Dunia akan di ditinggalkan.
Allah menyatakan juga bagaimana cepatnya
destinasi dunia ini. Kata Allahun
[Musik]
kata Allah, "Berilah perumpamaan kepada
mereka tentang kehidupan dunia." Seperti
apa kehidupan ini? seperti anzalnah
minama seperti air hujan yang kami
turunkan dari langitul
ard kemudian bercampur dengan tumbuhan
di atas muka bumi maka tumbuh jadi hijau
kata Allah setelah itu faasbahauh
tiba-tiba kemudian ditiup ya asbimanuh
tiba-tiba menjadi kering tumbuhan yang
kering ditiup angin berterbangan
di sini kata alalusi dalam ruhul maani
ini dia mengatakan Allah menggunakan
kata faasbaha
hasyiman tadruhur riah yang tumbuhan
hijau tadi yang ditumbuhkan oleh air
hujan hijau menarik dengan berbagai
macam ee warnanya tiba-tiba fa tiba-tiba
menjadi daun yang kering ditiup angin
Allah menggunakan kata fa itu
menunjukkan
urutan tanpa jedah urutan tanpa jedah
yaitu hijau lalu Allah tidak mengatakan
kemudian kalau kemudian ada jeda waktu.
Tapi Allah menggunakan fa bukan tsumma
untuk menunjukkan bahwasanya dunia ini
cepat lalu. Cepat la cepat layu. Tadinya
hijau tahu-tahu jadi apa? Jadi kering.
Makanya dunia disebut dengan mata. Mata
adalah semua kesenangan yang akan
expire. Namanya apa? Mata. Mata itu
bahasa Arab artinya barang yang
digunakan yang akan rusak, yang akan
selesai penggunaannya.
Kesenangan yang ada expired-nya. Makanya
berkatalah mukmin ahli Firaun,
waqana yaumil
ya inat dunya waal akul qar.
Kata seorang dari Bani Israil dari
keluarga eh dari keluarga Firaun dari
suku Kibti yang dia beriman kepada Nabi
Musa. Namun dia menyembunyikan imannya
takut dibunuh oleh Firaun dan bala
tentaranya. Maka dia nasihati dia
berkata, "Ya, yauni
ahdikum sabilar rasyad." Wahai kaumku
ikuti aku. Aku akan tunjukkan kepada
jalan yang baik. Yai, innama hadil hayat
dunya mata. Wahai kaumku, sesungguhnya
kehidupan ini hanyalah mata. hanyalah
kesenangan yang akan apa? Expireed.
Wa inadul akhirah wa inal akhirata hiya
darul qarar. Dan akhirat itulah tempat
menetap yang sesungguhnya. Darul qarar
tempat untuk iqamah, untuk tinggal yang
sesungguhnya. Bukan dunia ini. Dunia
hanya dilewati
sebentar. Di sini Allah menamakan
kehidupan dunia dengan mata. Dalam ayat
yang lain, mataun qalil, kesenangan yang
sebentar.
Dan kita tahu dunia memang sebentar.
Kalau bukan kita yang sebentar,
yang kita punya barang-barang yang
sebentar. Tidak ada dunia ini yang
abadi. Semuanya mata.
Semua kenikmatan yang kita rasakan tidak
ada yang abadi. Mobil akan rusak, rumah
akan runtuh. Kalau rumahnya belum
runtuh, kita yang mati dulu.
Makanya Rasulullah mengatakan, "Adunya
mata." Dunia itu semuanya kesenangan,
tetapi bisa expire. Kemudian kata
Rasulullah, wirunat,
"Sebanyak sebaik-baik kesenangan yang
bisa expire adalah istri yang salehah."
Istri salehah bisa expire enggak? Bisa
enggak? Bapak-bapak
takut jawabnya. Ini yang bilang Nabi.
Nabi sallallahu alaihi wasallam bilang,
"Adunya mata." Dunia itu mata. Mata itu
kesenangan yang bisa apa? Sirna. Akan
ada expire-nya. Akan selesai bahasa kita
ya. Bahasa sederhana. Kemudian
Rasulullah mengatakan, "Whari matun
alath. Sebaik-baik kesenangan dunia yang
akan expired adalah istri yang salehah.
Istri saleh itu lebih menyenangkan
daripada mobil mewah, daripada rumah
mewah, daripada teman-teman main golf,
main tenis meja, main motor gede, semua
kalah sama istri yang salehah."
Makanya kalau ada laki-laki suka main
golof, enggak suka di rumah, itu masalah
dia.
Ada laki-laki kerjanya main moge, motor
gede, enggak pernah pulang ke rumah,
berarti dia belum merasakan kenikmatan
istri yang salehah. Kalau orang punya di
rumah ada istri saleh, dia pengin pulang
terus, pengin video call terus. Benar
atau tidak, Bapak-bapak?
Jangan-jangan enggak pernah merasakan
tiib. Saya tanya tadi, wanita salehah,
maratus salehah itu bisa expire enggak?
Bisalah, jelas bisa.
dia mati ya
bisa meninggal ya kalau bidadari
non expired.
Jadi ini semua menunjukkan bahwasanya
destinasi dunia cuma sebentar. Ini harus
kita benar-benar
bukan cuma sekedar teori harus kita
resapi dalam hati kemudian kita
aplikasikan. Dan itulah wasiat-wasiat
Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada
para sahabatnya. Di antara hadis yang
masyhur yang mengisyaratkan bahwasanya
kita ini hanyalah musafir yang sedang
berada di sininasi yang sebentar aja
adalah hadis Ibnu Mas'ud radhiallahu
taala anhu. Nam Nabi sallallahu alaihi
wasallam ala hasirin. Rasul sahu alaihi
wasallam tidur di atas hasir. Hasir itu
tikar yang terbuat dari daun kurma. Daun
kurma disalin di suula menjadi apa?
Jadi tikar. Tikar sederhana.
Sehingga ketika Nabi sallallahu alaihi
wasallam tidur di situ, faar al jambihi,
maka ada bekas tikar di lambung Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka Ibnu
Mas'ud melihat, maka Ibnu Mas'ud kasih
ide. Kata kata beliau, "Ya Rasulullah,
lautna lakahan."
[Musik]
Ya Rasulullah, bagaimana kalau kita
bikin firas untuk engkau? Yaitu kasur
dari apa namanya?
Kapas ya. sehingga dari kapuk sehingga
lebih nyaman untuk ditiduri.
Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam
mengomentari ide dari Ibnu Mas'ud
tersebut, dia mengatakan, "Mali walid
dunya." Apa urusanku dengan dunia?
Innama matsali waalud dunya.
Sesungguhnya perumpamaanku dengan dunia
istahtajarah.
Seperti seorang pengembara yang sedang
mengembara kemudian mampir di bawah
sebuah pohon untuk tidur sebentar.
Tidur di bawah pohon. Apa bisa lama?
Enggak bisa lama. Cuma untuk istirahat
supaya siap-siap punya energi untuk
melanjutkan perjalanan yang jauh.
Kemudian dia pergi meninggalkan pohon
tersebut. Di sini Rasul sahu alaihi
wasallam mengibaratkan orang kita ini
beliau ibaratkan diri beliau. Saya ini
seperti pengembara
yang sedang mampir sebentar di atas di
bawah sebuah pohon. Kalau cuma sebentar
di pohon, ngapain mau bikin tempat tidur
yang mewah-mewah cuma sebentar?
kemudian meninggalkan pohon tersebut.
Oleh karenanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika dia ngomong demikian dia
komitmen
bahwasanya dia adalah orang yang paling
zuhud terhadap dunia. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Dalam
sebagian riwayat disebutkan juga oleh
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, seorang
wanita datang ke rumah Nabi, di rumah
Aisyah mendapati tikar Nabi, maka dia
bawakan kasur yang lebih bagus buat
Nabi, hadiah. Ketika Nabi pulang, Nabi
bilang, "Dari mana?" Aisyah bilang,
"Dari hadiah dari orang." Kata Nabi,
"Kembalikan." "Kalau saya pengin dunia,
Allah akan kasih saya jadikan
gunung-gunung menjadi apa?" "Emas."
Rasulullah suruh kembalikan. Maka
Rasulullah jadilah imamuz zahidin,
imamnya orang paling zuhud. Karena dia
mengatakan apa? Mali walid dunia. Apa
urusanku dengan dunia? Saya cuma perlu
sedikit untuk perjalanan berikutnya ke
destinasi yang lebih lebih panjang. Oleh
karenanya di antara
ee dalailin nubuwah, di antara bukti
bahwasanya Nabi adalah seorang nabi itu
di antara mukjizat kalau bahasa kita.
Mukjizat Nabi adalah komitmen Nabi dalam
kezuhudan.
Nabi selalu zuhud dari awal hidupnya
sampai akhirnya. Kalau Nabi bukanlah
seorang nabi, mungkin sekali dia
senang-senang, mungkin sesekali dia
jalan-jalan, mungkin sesekali dia naik
moge kalau ada moge.
Rasulullah tidak pernah sama sekali. Dan
ini dalil dia sama sekali tidak ingin
dunia. Sama sekali tidak ingin dunia.
Dia tidak ingin dunia sama sekali.
Makanya saya sering sampaikan hadis
tentang
Fatimah. Ketika Fatimah minta pembantu
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
karena Fatimah miskin, dia harus kerja.
Kemudian dia me me apa namanya? memutar
roha yaitu alat penggulung ee gandum
sampai tangannya majalat yaduha sampai
tangannya menjadi pecah-pecah dan ngapal
ya tidak halus lagi sebagaimana wanita
yang biasanya kemudian dia tahanat dia
pun menumbuk apa namanya biji-biji kurma
untuk dijadikan makanan bagi ternak
kerjaan beliau Fatimah kemudian dia
membuat adonan kemudian dia membuat roti
dia bakar di tungku hatta ararat fi
wajiha sampai wajahnya nya kena panasnya
api tidak halus seperti wanita-wanita
zaman sekarang minikur pidikur ya
apalagi ee apa istilahnya kalau wajah
tuh
si king care
apalagi adik sila buat wajah apa faal
faal faal faal masyaallah
glowing kelincong eh kinclong
wajah beliau kena api
Kemudian ee
ee apa namanya?
menyapu rumahnya hattauha
sampai bajunya penuh dengan debu.
Kemudian dia angkat air
hattaat
fi raqabatiha ya atau fi unukiha.
Diangkat air dengan kirbah sampai ada
bekas di lehernya. Itu Fatimah
wanita penghuni surga.
Sayyidatu Ahlil Jannah, pemimpin wanita
surga. Siapa? Fatimah. Kerja di rumah
seperti itu. Miskin. Suaminya Ali bin
Abi Thalib juga miskin.
Maka wajar enggak kalau minta pembantu?
Wajar enggak? Wajar.
Bapaknya
pemimpin Kota Madinah. Kalau dalam
peperangan dapat gonimah yang banyak.
Maka akhirnya dia minta kepada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Tadinya datang minta malu. Akhirnya
Rasulullah bilang, "Ada apa nak?" Kata
dia, "Enggak. Saya cuma mau salam sama
engkau pulang lagi. Malu minta pembantu
malu." Akhirnya kedua dia ketemu Nabi,
minta membantu. Ternyata Nabi enggak
ada. Dia sampaikan ke Aisyah. Akhirnya
Aisyah kasih tahu Nabi. Nabi sallallahu
alaihi wasallam datang ke Fatimah.
Ternyata Rasulullah tidak kasih
pembantu. Rasulullah bilang apa?
Bagaimana saya mau kasih pembantu? Budak
sementara ahlusah kelaparan. Ada sahabat
banyak yang kelaparan di belakang
masjid.
tinggal di mulhak dengan masjid ya.
Maka mending budak ini saya jual
kemudian hasilnya saya sedekahkan buat
orang-orang miskin. malah disuruh zikir.
Kata Nabi awaitukuma awaitumahallah
wahmadahu
kalau kalian berdua mau tidur maka
bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33
kali, bertakbirlah 34 kali. Faalika
khairun min khadim. itu lebih baik
daripada pembantu. Enggak dikasih
pembantu.
Saya bilang kalau saya di posisi Nabi
sementara Fatimah putri paling bungsu
minta pembantu, saya kasih 10.
Bagaimana tidak, Fatimah putri paling
bungsu dan saudara-saudaranya semuanya
meninggal.
Keluarga Nabi dan Khadijah dengan enam
anak yang tersisa cuma Nabi dengan Fa
Fatimah. Sampai Fatimah diberi gelar
ummu abiha, ibu bapaknya sendiri.
Artinya apa? Karena Fatimah ketika semua
sudah meninggal, dia menempati kedudukan
Khadijah. Dia yang ngurus Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kalau Nabi
sakit, dia jenguk Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ketika Nabi dalam perang Uhud,
beliau terluka. Yang ngurus bukan
istri-istri Nabi. Yang ngurus Fatimah
radhiallahu taala anha. Dia yang
membersihkan luka di wajah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah
sangat sayang kepadanya.
Bukankah ketika Rasulullah di Makkah
kemudian Rasulull sahu alaihi wasallam
diganggu oleh Uqbah bin Abi Muaid?
Rasulullah sedang sujud. Maka Ukbah bin
Abi Mua taruh kotoran salal jazur, yaitu
isi perut unta. Usus-ususnya kotorannya
taruh di atas pundak Nabi. Nabi sujud
enggak bergeming. Maka ada yang lapor
sama Fatimah. Fatimah, ayahmu digitukan.
Maka Fatimah datang, Fatimah bersihkan.
Antum bayangkan
antum seorang dai lagi dimak hina-hina
orang. Dan ketika itu Abu Jahal Cas lagi
ketawa-ketawa, terbahak-bahak sampai
badan merekaan saking terbahak-bahak.
Terus putri kita datang si kecil
bersihkan itu benar-benar luar biasa.
Setelah itu Fatimah sendiri masih remaja
di hadapin Abu Jahal Cias. Dia maki
mereka habis-habisan.
Setelah Rasulullah habis salat
Rasulullah angkat tangan. Allahumma
alaika bi Quraisy. Ya Allah binasakan
Quraisy. Uh mereka takut. Uh
jarang-jarang Nabi mendoakan keburukan.
Biasanya Nabi mengatakan berilih hidayah
kepada mereka ini. Enggak.
Kata Nabi, "Allahumma alaika bi
Quraisy." Ya Allah binasakan Quraisy.
"Allahumma alaika bi Abi Jahal. Ya Allah
binasakan Abu Jahal." Mereka semua
dengar doa Nabi. Alaika bi Uqbah bin Abi
Muaid. Rasulullah sebutkan tujuh orang
binasakan si fulan, si fulan, si fulan,
si fulan. Semuanya tewas di perang
perang Badar.
Tapi siapa yang menolong Nabi ketika
itu? Putrinya Fatimah radhiallahu anha.
Ah, siuk kecil ini sekarang minta
pembantu.
Kira-kira kalau kita jadi nabi kasih
berapa pembantu? 20.
Tapi Nabi ternyata tidak. Dia ngajarkan
kepada putrinya untuk zuhud. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Isbiri ya
Fatimah inna khaironisa allati nafaat
ahlaha." Sabarlah wahai Fatimah.
Sesungguhnya sebaik-baik wanita adalah
yang bermanfaat bagi keluarganya. Yang
kerja ngurus rumah ini semua pahala. Ini
semua apa? pahala.
Maka Nabi adalah orang yang paling
komitmen untuk zuhud karena dia tidak
menganggap dunia ini sebagai sesuatu.
Dia tahu destinasi dunia cuma sebentar.
Karenanya di ketika para ulama
mengomentari hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam, hadis Abu Hurairah, ma
aban Nabi sallallahu alaihi wasallam qat
ini sahahu akalahu wainahuokahu. Rasul
sahu alaihi wasallam tidak pernah
mencela makanan sedikit pun. Kalau dia
suka dia makan. Kalau enggak dia enggak,
dia biarin aja. Tidak pernah komentar
kata para ulama tidak pernah mengatakan
terlalu asin.
Tidak pernah mengatakan kurang asin.
Kata mereka, "Kenapa Nabi tidak pernah
ngomen dari makanan? Karena bukanlah
pikiran dia ngurusin makanan."
Kalau kita sehari berapa kali komentar
makanan?
Komentar mulu
kurang banyak.
[Musik]
kurang kurang asin, kurang inilah kurang
anulah
sampai makanan gratis pun kita komentari
kurang ini, kurang ini. Tapi habis
[Musik]
menakjubkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kenapa tidak pernah komentar
makan disebut? Karena beliau tidak
pernah mikirin dunia sehingga apa yang
ada beliau makan. Ada yang ada. Kalau
enak beliau makan, enggak suka ya
sudahlah. Bukan bukan kesibukan ngurusin
apa? Makanan.
Kalau kita masyaallah kuliner sana sini
sana ya kita jauh ya
maksud saya Nabi ketika bilang dunia apa
urusan dunia beliau benar-benar apa
komitmen
maila faqala la Rasul sahu alaihi
wasallam tidak pernah diminta suatu
bilang enggak ada enggak Rasulullah
kalau ada pasti kasih karena dunia ini
enggak ada nilainya bagi bagi dia. Dia
mengatakan, "Seandainya saya punya emas
sebesar gunung Uhud tidak lewat 3 hari
kecuali sudah habis. Saya akan sedekah
ke sana ke sana ke sana."
Kecuali saya sisakan sedikit untuk bayar
hutang kalau saya punya hutang. Kalau
enggak saya habiskan.
Itu Nabi sallallahu alaihi wasallam
sampai ketika beliau meninggal apa kata
Aisyah? Laqfi Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam
w min baiti w fi baiti minaiin yau
kabidin illa satru syairin firin li
ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam
meninggal dunia tidak ada ssisa suatu
apapun yang bisa dimakan oleh makhluk
bernyawa yaitu manusia enggak bisa makan
hewan enggak bisa makan kecuali hanya
sedikit gandum yang saya simpan di rakku
itu saja peninggalan Nabi sallallahu
alaihi wasallam enggak ada
kita masyaallah buka oh ada Indomie satu
karton
buka kulkas masih banyak ada telur omega
jadi lapar nih
masyaallah
enggak tinggal buka pencet aja apa aja
bisa masyaallah Rasulullah
benar-benar zuhud karena dia tidak
anggap dunia
apa kata Aisyah radhiallahu taala anha
Roainal hilal tummal hilal tummal hilal.
Kami melihat hilal hilal hilal fi
syahrain w uqida fi buyuti azwaj Nabi
sallallahu alaihi wasallamar. Dan tidak
ada api dinyalakan di rumah istri-istri
Nabi selama 2 bulan berturut-turut
itu enggak ada api nyala. Kalau enggak
ada api nyala berarti apa? Enggak ada
teh panas, enggak ada enggak ada kopi
panas, enggak ada sayur panas, enggak
ada enggak ada roti, enggak ada api yang
nyala. Apa yang mau dimasak?
Maka ditanya, "Wama thaamukum ya ummah,
apa yang engkau makan ya wahai ibunda
alaswadani." Cuma kurma dan air putih.
Terkadang sebagian kaum ansar
meminjamkan untanya atau kambingnya,
kami perah susunya kami kembalikan. 2
bulan enggak ada makan
masakan yang dimasak sama sekali. Gak
rebusan, enggak gorengan.
Dan Nabi bertahan sama istrinya
demikian. Oleh karenanya ketika istrinya
sempat kejadian minta tambahan uang
dapur,
maka Rasulullah bilang, "Kita cerai,
enggak bisa. Mau hidup sama saya harus
sabar."
Disebutkan ini namanya ee ayatut takyir
dalam surat Al-Ahzab. Ketika suatu hari
Rasulullah banyak futuhat, banyak
peperangan dapat ghanimah.
mengatakan gonima tersebut didapatkan
oleh sebagian sahabat kemudian diberikan
kepada istri-istri mereka maka
istri-istri Nabi melihat ada istri-istri
sahabat yang dapat harta agak banyak
maka mereka sepakat minta tambahan uang
dapur bahasa kita
kepada Nabi. Maka Nabi pun sedih. Maka
Nabi tinggal di Masyrubah satu tempat
yang sederhana.
Semua rumah istrinya dia tidak datang
sama sekali. Hampir sebulan
sembilan istrinya dia tidak datang sama
sekali. Kenapa? Ini bersepakat minta
tambahan uang uang dapur. Sampai sahabat
nangis. Antum bayangkan antum punya
ustaz, istrinya empat, ustaznya tidur di
masjid. Nangis enggak? Antum ada yang
bilang, "Rasain lu" katanya.
Sahabat nangis ketika itu karena mereka
peduli dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ini cerai atau tidak? Istri
sembilan enggak ada yang didatangi.
Rasulullah tunggu petunjuk dari Allah
Subhanahu wa taala. Ini istri-istri
minta uang tambahan uang dapur
keluar dari batasan zuhud. Dia tentu
tidak minta banyak-banyak tapi untuk
bisa sama Nabi punya standar tinggi.
Maka turunlah firman Allah Subhanahu wa
taala dalam surah Al-Ahzab. Ya ya ayan
nabi azwajika inun
katakanlah nabi katakan kepada
istri-istrimu kalau kalian ingin
kehidupan dunia dan perhiasannya
kemarilah saya kasih setelah itu kita
cerai baik-baikah
akhirah
muhsin ajr tapi kalau kalian ingin
akhirat ingin surga maka Allah siapkan
ganjaran yang besar bagi orang baik di
antara kalian.
Semua bilang, "Kami ingin bersama engkau
wahai Rasulullah." Aisyah datang. Kata
Rasulullah, "Pilih mana?" Kata Aisyah,
"Tentu pilih engkau ya Rasulullah." Kata
Rasulullah, "Tunggu dulu musyawarah sama
bapak ibumu." Enggak perlu ya
Rasulullah. Enggak ada
musyawarah-musyawarah. Saya pilih
engkau. Subhanallah.
Akhirnya mereka jadi semakin mulia.
Karena untuk hidup bersama Nabi harus
zuhud.
Zuhud.
Makanya ikhwan kita ya mungkin tidak
bisa suut seperti Nabi. Tapi kalau ada
api tidak nyala di rumah 1 bulan sabar.
Yang penting ada
enggak maksudnya? Subhanallah. Lihat
Rasulullah sederhana miskin.
Dan Nabi berdoa Allahumarzuq ala
Allahumarzuq ala Muhammadin kutan.
Allahum jaal rizq ali Muhammadinutan. Ya
Allah jadikanlah rezeki keluarga
Muhammad kutan. Kutan yaitu kafafan
sekedarnya.
Saya sampai sekarang belum berani doa
dengan doa itu. Belum berani saya. Demi
Allah saya belum berani.
Entah saya kuat, entah istri saya kuat,
anak saya kuat, saya belum tentu kuat.
Saya cuma minta kebahagiaan.
Tapi minta, "Ya Allah, jadikanlah rezeki
keluarga kami pas-pasan, berat." Itu doa
Nabi
tidak berlebihan, tidak kekurangan
pas-pasan.
Makanya Nabi hidup sangat seder
sederhana
sallallahu alaihi wasallam. Kenapa dia
tahu dunia hanyalah sebentar?
Makanya ketika ketika Nabi sedang di
kamar Masrubah tadi karena ninggalin
istri-istrinya, Umar datang. Umar lihat
enggak ada apa-apa di kamar. Cuma ada
kalau enggak salah idam atau yang
tergantung itu ee apa namanya? Udum
yaitu kulit yang disamat. Enggak ada
apa-apa tidur di atas
apa namanya tikar. Maka Rasulullah
mengatakan Umar berkata, "Ya Rasulullah,
Persia Romawi mereka kafir tapi mereka
diberi kekayaan.
Doakanlah umatmu agar Allah berikan
ya ke dunia." Maka Rasulullah marah.
Afiakin anta ya ibn khattab. Kau ragu
ibn Khattab. Mereka adalah kaum yang
Allah segerakan dunia bagi mereka.
Walanal akhirat. Untuk kita adalah
akhirat.
Inilah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Rumahnya sederhana.
Sampai Aisyah tidur di depan. Rasulullah
tidak ada space untuk salat. Rasulullah
tidur di salat di depan depannya ada
Aisyah. Kalau Rasulullah mau sujud,
Rasulullah korek kakinya Aisyah dipegang
agar Aisyah melipat kakinya. Enggak ada
space.
Jadi dipegang kakinya, Aisyah lipat bar
Rasulullah sujud. Kalau Rasulullah sudah
berdiri, Aisyah julurkan kaki lagi.
Kalau mau sujud dipegang lagi. Kenapa?
Enggak ada space. Rumah cuma sempit
entah 6* 4 berapa kita rumah masyaallah
gede-gede
tapi enggak salat malam.
Rasulullah sendiri berkata dalam
hadisnya, "Arbaun minas sa'adah." Di
antara empat sebab kebahagiaan kata
Nabi, "Baitun wasi',
rumah yang luas." Benar, orang punya
rumah luas sebab kebahagiaan, tapi Nabi
sendiri tidak milih rumah luas. Dia
milih rumah yang sem sempit. Tapi itu
rumah bahagia. Kenapa? Karena dibacakan
Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi. Kata
Allah, "Wadkurna ma yutla fi buyutikunna
min ayatillahi wal hikmah. Wahai
istri-istri Nabi, ingatlah apa yang
dibacakan di rumah kalian berupa
ayat-ayat Allah dan hadis-hadis Nabi.
Itulah sumber kebahagiaan. Meskipun
rumah kecil tapi kalau dipenuhi dengan
ayat-ayat Allah maka bahagia. Rumah
besar
tapi enggak ada ayat-ayat Allah
sumber kesengsaraan. Sumber
kesengsaraan. Tib ini sekedar saya tadi
istrat ya ituu saya bahas tentang
bagaimana Nabi zuhud karena dia tahu
bahwasanya dunia ini hanyalah semen
sementara. Ini komitmen bukan sekedar
kita. Kita mungkin ngomong, pandai
ngomong praktiknya kita tidak belum bisa
seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dan di antara bukti kenabian Nabi,
Rasulullah komitmen dengan kezuhudannya.
Tidak pernah sekali-sekali
senang-senang. Enggak pernah. Maksudnya
bermaun enggak pernah sama sekali karena
begini di dunia tidak ada nilainya.
Kemudian hadis yang menunjukkan makna
ini bahwasanya kita semua sedang
musafir. Hadis masyhur hadis Ibnu Umar
radhiallahu taala anhuma. Ak Nabi
sallallahu alaihi wasallam bimayya
Rasulullah pegang pundak Umar Ibnu Umar
masih muda dipegang pundaknya Rasulullah
kasih nasihat kepada seorang pemuda
yang ketika itu mungkin dia belum nikah
Ibnu Umar kata Rasul sahu alaihi
wasallam kun fid dunya kaaka goribun
abiruil
kata Nabi, "Wahai Ibnu Umar jadilah kau
di dunia ini kaaka goribun seakan-akan
kau orang asing abiril atau seorang yang
sekedar numpang lewat Musafir yang
numpang lewat. Rasulullah kasih dua
pilihan. Pilihan pertama lebih ringan.
Jadilah kau seperti orang asing. Apa itu
orang asing? Orang asing orang pergi ke
kotanya orang dia tidak punya keluarga,
enggak punya kenalan, enggak punya
kerabat, enggak punya teman yang
mengayominya hanyalah orang asing.
Sehingga dia tidak banyak gaul dengan
orang-orang, tidak terpukau dengan
rumah-rumah mewah. Karena dia orang
asing, dia ada kerjaan sedikit kemudian
dia pergi. Beda kalau orang setempat dia
pengin lama di situ, punya kenalan,
ketawa-ketiwi, main sana main sini. Gak.
Orang asing apa, enggak ada yang kenal
dia. Enggak ada orang panggil untuk
makan gorengan pagi hari. Enggak ada.
Enggak ada yang ngajak makan malam.
Enggak ada. Enggak ada yang ngajak
ngobrol. Enggak ada. Karena orang asing
enggak ada yang kenal dia. Sehingga
bagaimana orang asing? Orang asing kan
tidak nyaman situ. Dia hanya sekedar
secukupnya. Ada keperluan kemudian apa?
pergi.
Seb mengatakan isyarat bahwasanya
janganlah kau hasad. Kau hanya sebentar
di situ. Kau orang asing dan kau akan
kembali ke kampungmu. Dunia ini asing
bagimu. Kampungmu di surga. Maka
ambillah kebutuhanmu
dan jangan terpedaya dengan rumah yang
mewat, mobil yang indah.
Kayak orang asing. Orang asing mana
hasad sama orang. Dia enggak hasad.
Karena ini bukan kampung dia. Dia hasad
di sana. Kalau ada orang di kampungnya
kaya, dia hasad.
Tapi kalau cuma di kampung orang lain,
dia gak hasad karena tidak ada yang
kenal dia.
Rasulah ajarin, "Kamu kalau dunia enggak
usah hasad. Kalau di akhirat hasadlah
supaya kau lebih tinggi surgamu di
akhirat. Supaya kau lebih cantik
bidadarimu di akhirat. Supaya kau lebih
kaya di akhirat."
Jadi kalau antum lagi di luar naik motor
butut ya, terus ada mobil mewah lewat,
hm nanti di akhirat lihat gitu dong.
Belum tentu. Belum tentu kok bos di
sini, bos di sana juga. Lihat nanti ya
gitu baca Quran semangat saingan hasad
di akhirat bukan di sini. Di sini gak
perlu hasad-hasatan.
Kita orang asing kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Dan orang asing tidak banyak gaul. Gaul
secukupnya. Secukupnya. Jangan
buang-buang waktu. Terlalu banyak grup
WhatsApp. Grup sampai 20 habis waktu.
Grup 1, grup 2, grup 3, grup 4, grup 5
sampai grup 2 20
sehingga maslahat kita yang sesungguhnya
kita abaikan. Kemudian Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam kasih pilihan kedua yang
lebih berat au atau di sini ditafsirkan
oleh para ulama bal dengan idrab.
Maksudnya bahkan kalau bisa berpindahlah
pada tahap berikutnya. Ini seperti Allah
Subhanahu wa taala wa arsalnahu ila
miati alfin yazidun.
Dan Allah mengut mengutus Nabi Yunus
Alaih Salam kepada 100.000 orang. A
yazidun atau lebih. A di sini bukan
artinya atau au di sinya bal bahkan
lebih dari 100 rib. Jadi au terkadang
maknanya bal. Kalau Allah mengatakan
100.000 atau lebih seakan-akan Allah
ragu enggak. Yang benar au di sini
maknanya adalah bal yazidun. Yaitu Yunus
Alaih Salam di zaman dia punya pengikut
lebih dari 100.000.
Dan ini jumlah yang besar di zaman
dahulu. Nabi Yunus Alaih Salam sama
ketika Nabi berkata, "Kun fid dunya
kaanaka gorib." Jadilah kau di dunia
seperti orang yang asing. Oke, itu pun
sudah susah. Itu pun sudah susah.
Kita di dunia susah menjadi seperti
orang asing. Pilihan yang lebih berat
lagi kata Allah, kata Nabi, abirilin aal
abiril. Bahkan kalau kau bisa, jadilah
seperti orang yang cuma numpang lewat.
Kalau orang asing masih tinggal, masih
ada tinggal sehari, 2 hari, 3 hari,
sebulan. Kalau numpang lewat cuma mampir
terus jalan lagi.
Dia mampir buang hajat atau makan siang
kemudian melanjutkan
perjalanan-perjalanan masih panjang.
Seakan-akan Nabi mengatakan, "Jadilah
kau orang di dunia. Ambil secukupmu saja
untuk duniamu. Secukupnya untuku
melanjutkan perjalanan yang jauh.
Perbanyak akhirat. Kalau mau bekal,
bekal yang banyak untuk apa? Akhirat.
untuk dunia secukupnya saja. Dia
mengatakan tadi
seperti aku seperti pengembara yang
mampir sebentar di bawah sebuah pohon
untuk tidur sebentar kemudian
melanjutkan perjalanan. Ini lebih berat
lagi. Para ulah menafsirkan itu seorang
yang numpang lewat apa emang dia mau
ambil dunia banyak-banyak? Enggak bisa.
Dia banyak-banyak dia enggak bisa jalan
cuma numpang lewat. Dia ambil secukupnya
aja karena dia mau pergi. Secukupnya
paling buang hajat makan lanjut lagi.
Tidak dalam banyak-banyak.
Ini lebih berat lagi.
Kita di dunia kalau bisa ngambil
sebanyak-banyaknya, sebanyak-banyaknya
kita lemah.
Dari sini
inilah perjalanan kita
menuju kampung akhirat, menuju kampung
kita yang sesungguhnya bagi orang
beriman. Kampungnya tadi sur surga. Dan
perlu kita sadari bahwasanya destinasi
kita di dunia hanyalah sebentar dengan
sangat sebentar. Tetapi sebentar ini
ternyata adalah penentu untuk destinasi
berikutnya. Siapa yang di destinasi ini
menjadi orang saleh, maka dia akan
bahagia pada destinasi berikutnya. Siapa
yang di dunia ini ternyata dia enggak
benar, bekal akhiratnya sedikit, maka
dia akan sengsara pada destinasi
berikutnya.
Suatu bait syair yang dinisbahkan kepada
Ali Zainal Abidin. Beliau berkata,
"Safari baidun wazadu la yuballighani.
mautlubuni. Safarku masih panjang kata
dia. Masih panjang
dunia alam barzakh,
padang mahsyar safarku panjang. Wazadu
la yuballighani. Sementara bekalku tidak
akan buat aku bisa sampai sedikit.
Wauwatifat. Sementara kekuatanku semakin
melemah. Wal maut yatlubuni. Sementara
kematian terus mengejarku.
Kata seorang penyair, "Tazwat minat taqo
finnaka tadri jannalisual fajri."
Berbekallah dengan ketakwaan.
Sesungguhnya kau tidak tahu jika telah
tiba malam hari, apa kau bisa hidup
sampai besok hari? Apa kau bisa hidup
sampai terbit fajar? Gak ada yang tahu.
Wakam min shahihin mata min ghairi
illatin wakam min saqimin asahina
minadahri. Betapa banyak orang sehat
tahu-tahu meninggal dunia tanpa sakit se
sebelumnya. Banyak sekali. Banyak
sekali.
Banyak mati tiba-tiba
lagi ngobrol tah-tahu mati. Ada begitu
ngomel
lagi sehat-sehat ketabrak mobil ada lagi
segar-segarnya pesawat meledak banyak
kita enggak tahu.
Jadi berbekallah dan fahair watazawadu
fainna khairadi taqwa. Berbekallah dan
sebaik-baik bekal adalah ketakwaan.
Maasyiral muslimin wal muslimat. Oleh
karenanya
ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa
taala dan para bapak-bapak yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Inilah destinasi kita. hendaknya kita
serius. Nah, kita tinjau destinasi
berikutnya sangat berat.
Kita akan masuk dari alam barzakh. Dan
alam barzakh ya saya sampaikan secara
singkat saja tentang destinasi-destinasi
kita. Setelah kita di dunia, selesai
waktunya
kita masuk di alam barzakh. Di alam
barzakh ada tiga kejadian. Yang pertama
namanya adalah ee himpitan alam barzakh
ya. Ya, himpitan alam barzakh. Setiap
orang akan merasakan himpitan tersebut.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
eh domatul qabr lau naja minha lanaja
Saad bin Muad radhiallahu anhu. Kalau
ada orang selamat dari himbitan tersebut
maka pasti selamat Saad bin Muad. Tapi
Saad bin Muad saja yang meninggal ihtaza
Asyurrahman sampai Arsy Allah bergetar
ketika saat meninggal. Karena mulianya
saat itu pun mengalami himpitan di alam
barzakh. Itu adalah suatu hal yang
dilewati seperti orang sakit di dunia
akan dia lewati seperti sakaratul maut
ada rasa sakit sebelumnya sama ketika
masuk alam barzah juga ada himpitan alam
barzakh. Setelah itu akan ada namanya
fitnah kubur. Fitnah kubur ditanya oleh
malaikat munkar dan dan nakir. Aswadani
azraqani berwarna hitam dan biru. Yuqolu
liahadiduhuma munkar wal akhar nakir.
Yang satu dikatakan mungkar, yang
satunya namanya nakir. Dan mungkar
artinya suatu yang ee apa namanya?
Asing, yang aneh, bentuknya aneh,
mengerikan. Nama Mungkar dan Nakir
menunjukkan penampakan kedua malaikat
tersebut sangat mengerikan. Maka
dikatakan aswadani azraqani, hitam dan
biru. Mengerikan. Dan kita tahu dalam
hadis-hadis bagaimana ada orang diazab
kubur gara-gara tidak bersih ketika
kencing dan ada orang diazab kubur
gara-gara dia namimah, mengadu domba.
Dalam sebagian riwayat gara-gara dia
gibah. Gara-gara dia gibah. Kata Rasul
sahu alaih wasallam, w yuadabani fi
kabirin bal kabir.
Mereka berdua diazab bukan karena
perkara besar. Yaitu menurut menurut
mereka ini perkara ringan. Padahal dia
besar di sisi Allah Subhanahu wa taala.
Kalau diazab kubur gara-gara cuma tidak
bersih kencing atau namima atau gibah.
Bagaimana lagi dengan dosa-dosa yang
yang lain
mengerikan. Setelah itu dibangkitkan
maka kemudian akan di
kumpulkan di padang mahsyar
watudunams mata didudukkan dalam jarak
satu 1 mil
panas keringat bercucuran panas dari
mata yang dekat dan sempitnya manusia
panas sehingga ada yang keringatnya
sampai kedua kakinya ada keringatnya
sampai di lututnya ada keringatnya
sampai pinggangnya ada keringat sampai
mulutnya Ya, kata Al-Ghazali
rahimahullahu taala, "Siapa yang di
dunia sering keringat karena Allah, dia
akan sedikit keringatnya kepada hari
itu." Dia keringat karena berdakwah, dia
keringat karena menyambung silaturahmi,
dia keringat karena urusan umat, dia
keringat karena salat malam, dia
keringat karena puasa, maka akan sedikit
keringatnya. Siapa yang tidak pernah
berkeringat karena Allah, maka dia akan
sengsara pada hari tersebut.
Kemudian setelah itu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
sujud kemudian minta agar Allah segera
datang memulai persidangan. Wajauka wal
malakanofaan. Maka datanglah Allah. Saya
singkatin aja sebenarnya panjang ya.
Masing-masing punya pembahasan
tersendiri. Allah datang dan diiringi
oleh para malaikat. Maka Allah mulai
persidangan. Semua yang bermasalah akan
disidangkan oleh Allah. Jangankan
manusia, hewan yang bermasalah akan
disidang oleh Allah subhanahu wa taala.
Kata Rasul wasam,
ahliha
sungguh kalian akan mengembalikan hak
manusia hari kiamat kelak yaumalqiamah.
Jangankan kalian manusia hewan kambing
yang tidak bertanduk, pernah ditanduk
sama kambing nakal yang bertanduk, dia
akan mengkisos kambing yang bertanduk.
Makanya dalam hadis Abu Dzar ketika
Rasul sahu alaihi wasallam melihat ada
dua ekor kambing yang saling
tanduk-tandukan,
tantatihan, maka Rasulullah berkata
ya lima tantatihan. Kenapa dua kambing
tersebut saling tanduk-tandukan? Kata
Abu Dzar, "La adri, aku tidak tahu."
Kata Rasul sahu alaih wasallam,
"Walakinallaha yadri." Tapi Allah tahu
kenapa mereka dua saling tanduk-tandukan
bainahuma yaumalqiamah. Dan Allah akan
menyidang mereka berdua pada hari
kiamat. yaitu Rasulullah ingin bilang,
"Jangan kalian hewan aja di sidang,
apalagi kalian."
Awalu yuqinasidma.
Kemudian rasul, "Yang pertama kali di
sidang urusan darah." Ngeri urusan darah
yang pernah bunuh, yang pernah ini, yang
pernah mukul itu pertama di sidang.
Sampai orang yang pernah dibunuh dia
berdiri pegang tangan yang pembunuhnya
sambil satu tangannya memegang
kepalanya. Kemudian kepalanya berbicara,
"Ya Rabbi had qatalani, ya Rabbku, dia
telah bunuh saya."
Allah tanya, "Kenapa kau bunuh dia?"
Kalau karena jihad, karena fisabilillah,
selamat. Kalau enggak binasa hari
tersebut semua akan disidang. Hatta
latmah satu tamparan, satu kata-kata.
Zalim kepada orang semua akan di
disidang. Semua akan di disidang.
Makanya hati-hati. Jangan zalimin orang.
Jangan makan harta orang lain.
Jangan menjatuhkan harga diri orang
orangor lain. Jangan pernah mukul orang
lain. Jangan pernah punya andil dalam
memukul orang lain. Jangan sama sekali.
Kita dizalimi enggak ada masalah. Kita
dizalimi. Kita akan ambil hak kita di
akhirat. Tapi kalau kita yang menzalimi,
kita binasa. Kita binasa. Kata Rasulull
sahu alaihi wasallam, "Adzulmu
dululumatun yaumalqiamah." Bahwasanya
kezaliman adalah kegelapan yang
bertumpuk-tumpuk pada hari kiamat kelak.
Orang akan sengsara pada hari tersebut.
orang-orang yang yang zalim. Orang yang
zalim
mengerikan
tapi orang yang baik a
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:17:23 UTC
Categories
Manage