Transcript
hGB2VdxdPlY • Kitab As-Syamail Al-Muhammadiah #11: Teladan Nabi Dalam Berpakaian
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2566_hGB2VdxdPlY.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala insani wasyukrullahu
ala taufqi wtinani asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan allahumma shli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwani.
Eh, kita lanjutkan bahasan kita masih
dalam bab majaa fi libasi rasulillah
sallallahu alaihi wasallam. Bab tentang
pakaian Nabi sallallahu alaihi wasallam
itu bagaimana pakaian-pakaian yang
digunakan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Ee
yang pertama
hadis
dari Ummu Salamah radhiallahu taala anha
qalat
kana ahabba ila rasul sahu alaihi
wasallam yalbasuhu alqamis
bahwasanya pakaian yang paling disukai
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam
Rasulullah pakai itu qamis ya qamis
yaitu baju ya kita sekarang katakan
gamis ya ee ini pakai yang disukai oleh
orang-orang Arab ketika itu. dan gamis
secara umum ada dua, ada yang panjang
seperti yang biasa kita lihat yang
sekarang saya sedang pakai juga sampai
di ee
di dekat mata kaki itu di kaki dan ada
yang setengah badan. setengah badan
sebagian orang-orang Arab menggunakan
komis tapi sampai setengah badan
kemudian di bawahnya kasih sarung ya ee
tapi dua-duanya disebut dengan ee gomis
ya atau komis
ini pakaian yang ee mudah ee dipakai dan
juga menutup ya ee dan apa namanya ini
adalah baju yang disukai oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Tentunya ada baju yang lain seperti
Rasulull Shi wasallam juga memakai rida.
Rida itu ee seperti baju umrah, baju
ihram ya. Satu dias rida yang kemudian
di bawah izar. Ya, ini dua dua lembar
kain. Yang satu digunakan di atas, yang
satu di bawah. Itu salah satu juga dari
baju yang biasa dipakai oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya. Di
antaranya juga baju ee gamis ya.
Tib. Hadis berikutnya.
an Asma binti Yazid
qolat kana kumu komisi Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam il rusq dari
Asma binti Yazid radhiallahu anhuma
beliau berkata eh kana kumu kumuis Rasul
sahu alaih wasallam il rusak bahwasanya
dulu ee ujung baju Nabi, komis Nabi
sallallahu alaihi wasallam sampai
rusak-rusak tuh ini menya rusak ya jadi
maksudnya baju Nabi Tapi tidak sampai
begini, tidak sampai di apalagi sampai
menutup apa jari ya, tapi sampai sini
sampai rusak ya.
Ya, artinya tidak berlebihan ya karena
baju secukupnya aja dan kalau baju
sampai ke sini susah juga untuk kegiatan
apalagi sampai panjang menutup jari
maka panjangnya
lengan baju ya tidak sampai melebihi
rusuk ya. Kalau kita ingin pakai jubah
atau gomis, usahakan potong sampai rusuk
ya. Tidak sampai melebihi rusuk ee
pergelangan tangan. Tidak melalui
pergelangan tangan. Ee karena kalau
melihi pergelangan tangan akan
mempersulit kegiatan ya.
Adapun ee
wanita maka terserah. Adapun laki-laki
maka cukup sampai sini. Ya,
demikian juga kita tahu bahwasanya Nabi
sallallahu alaihi wasallam ee sarungnya
juga di atas mata mata kaki juga tidak
berlebihan. Kalau berlebihan juga sulit
untuk melakukan ee kegiatan. Berbeda
dengan wanita. Waka wanita memang hukum
asalnya menutup tubuh sehingga tidak
mengapa jilbabnya menutup tangan bahkan
menutup kaki ya. Adapun lelaki
ee secukup baju cukup cuma sampai sini
ya cukup yang itu sudah baik sehingga
dia beraktivitas dengan dengan mudah.
Tayib.
Ee kita lanjutkan hadis berikutnya. An
Muawiyata ibni Qurrah an abihi. Dari
Muawiyah bin Qurah dari ayahnya q atitu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
fihtin mininata
linubaihu. Kata Muawiyah bin Qar, "Aku
mendatangi Rasul sahu al wasallam
bersama sekelompok orang dari Muzainah.
Rohtun itu sekelompok maksudnya
jumlahnya 3 sampai 10. 3 sampai 10 atau
3 sampai 9. Sekelompok orang itu
beberapa orang. Kami datang untuk
membaiat Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Wa inna qamisahu lamutlaqun."
Dan komis Nabi sallallahu alaihi
wasallam terlepas. Yaitu gamis Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sini ada
zir, ada kancing waktu itu waktu dia
datang menemui Nabi bukan seteleting
tapi kancing dulu. Leteng dulu enggak
ada kancing kancingnya lepas jadi
terbuka. Kancingnya terbuka begini
terbuka. Nah, tentu gamis ada
kancingnya. Ee ketika dia bertemu dengan
Nabi, kancing Nabi lagi ee terbuka.
Kancing Nabi lagi terbuka.
Qata Muawiyah bin Qur, "Faadi
jambi fi jai aku pun masukkan tanganku
di jaib sini." Jadi dia masukkan
tangannya di ini namanya jaib ya. Kalau
sekarang bahasa Arab orang bilang jaib
itu kantong. Padahal jaib aslinya itu
ini. Inilah kerah ini namanya jaib
lubang. Lubang apa? Lubang gemis. Ee itu
namanya ee jib ya.
Eh fadalu yadi fi jaqis. Aku masukkan
tanganku di sini ya. Famasastu al
khatam. Lalu aku masukkan dan aku
memegang khatam. Itu tanda kenabian Nabi
yang berada di antara dua bahu Nabi atau
dua belikat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kita sudah tahu Nabi ee
terkadang menyengaja
orang-orang yang melihat ee
khatamnya yaitu ee tanda kenabiannya
seperti Salman Alaf Farisi radhiallahu
anhu ketika datang ke belakang Nabi,
Nabi tahu dia pengin lihat. Maka Nabi
pun me membukanya. Mungkin saja orang
ini sengaja masukkan tangan dalam rangka
untuk memegang Rasulullah. Biarkan Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam biarkan
tangannya masuk ke dalam badan Nabi
kemudian menyentuh
ee khatam atau
tanda kenabian Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Ya. Tib. Di sini
sebagian orang memahami bahwasanya sunah
ketika memakai khamis adalah membuka
e kancingnya. Jadi enggak dikancingi.
Sebagaimana dalam hadis Muawiyah bin
Qurah ini radhiallahu taala anhu ya.
Namun dibantah oleh para ulama yang lain
bahwasanya itu kondisi tertentu tidak
disebutkan Nabi selalu membuka
kancingnya.
Dan kancing dibuat buat apa? Buat
dikancingilah. Ya namanya buat ada
kancing ya buat kancingi baju. Tapi Nabi
ketika itu memang lagi sedang terbuka.
Entah kenapa apakah Nabi kepanasan
atau Nabi ingin sengaja agar si sahabat
ini bisa masukkan tangannya untuk
memegang ee tanda kenabian Nabi
sallallahu alaihi wasallam atau ada
kondisi tertentu Rasulullah mungkin lagi
gerah lagi apa, kita enggak tahu. Tapi
tidak dijadikan dalil umum bahwasanya di
antara sunah memakai baju adalah membuka
kancing ya. Memakai gamis, membuka
kancing bagian atas. Kita kadang sengaja
buka kacing bukan karena sengaja, tapi
karena ada keperluan. Mungkin lagi
gerah, lagi banyak kegiatan ya adalah
pengin ISIS ingin kena angin ya.
Sehingga ee kita membuka ee kerah baju
atau ee kancing baju ya. Oleh karena
dahulu sempat ada sekelompok orang yang
senangnya begitu kalau pakai baju
kancinya dibuka. Mereka memahami ini
adalah sunah ya. Ee tapi saya katakan
tadi sebenarnya mengatakan ini bukan
sunah tapi hanya kondisi tertentu dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak
secara mutlak. Tidak secara mutlak ya.
Karena dalam hadis lain tidak disebutkan
Nabi sengaja membuka kancingnya.
Wallahuam bisawab.
Ee berikutnya
anas ibn Malikin radhiallahu anhu.
Jadi Anas bin Malik radhiallahu taala
anhu.
ee
anan Nabi sallallahu alaihi wasallam
kana syakian
adalah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
suatu hari dalam kondisi sakit. Syakian
maksudnya sakit ya. Fakharaja wahua
yattakiu ya.
Maka beliau keluar wahua yattaqiu.
Keluar dari rumah dalam kondisi
bersandar ala Usama bin Zaid.
bersandar kepada Usama bin Zaid itu
Rasul sahu alaih wasallam bertelekat
atau dipapah oleh Usama bin Zaid.
Eh kemudian alaihibun
qitriyun ini jadi perhatian ke sini
beliau memakai baju qitri.
Apa yang maksud sini? Nanti kita akan
bahas qad tawasyaha bihi yau rasul sahu
alaihi wasallam tawasyah yau rasul sahu
alaihi wasallam menggunakan kain
tersebut dengan di ditaruh di atas
pundak beliau bukan pakai baju seperti
jubah begini tapi kain tersebut di
diputar di leher beliau dan dimasukkan
ke tangan beliau ada yang mengatakan
seperti orang pakai ihram ya orang pakai
ihram kemudian tangan dimasukkan sebelah
ee apa kanan terbuka, kiri tertutup ya
seperti itu. Fasal bihim. Kemudian Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam salat dengan
pakaian tersebut mengimami para sahabat.
Ya,
Tib. Ini dalil tentang bagaimana
semangat Nabi sallallahu alaihi wasallam
untuk salat berjamaah meskipun dalam
kondisi sakit.
Dalam kondisi sakit ya. Ee dalam riwayat
yang lain dalam riwayat Daru Qutni eh
kharaja baina Usama bin Zaid wal Fadl
bin Abbas. Rasulullah sahu alaihi
wasallam dipapah oleh dua orang. Usama
bin Zaid radhiallahu anhuma dan Fadl bin
Abbas radhiallahu taala anhuma. Ya. Dan
dua-duanya
orang dekat dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Usama bin Zaid hibbu
hibbi Rasulillah. Ayahnya Zaid bin
Haritah dulu pernah jadi anak angkat
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah sangat sayang kepadanya dan
Usama juga sangat Rasulullah sayangi.
Maka disebut dijuluki dengan hibbu hibbi
Rasulillah. yaitu yang dicintai oleh
Nabi, anaknya yang dicintai oleh Nabi.
Jadi, bapaknya dan dia dicintai oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam dan dia
dekat dengan Nabi. Ya, makanya
Rasulullah sahu alaihi wasallam ketika
haji ee pernah membonceng Usama bin Zaid
kalau tidak salah dari ketika dari ee
Arafah menuju Muzdalifah. Demikian juga
ketika
orang-orang Quraisy ketika ada wanita
makhumiyah mencuri dan ingin dipotong
tangannya, mereka ingin kasih syafaat,
minta syafaat agar Nabi tidak jadi
potong tangan wanita ini. Kata mereka,
"Siapa yang berani bicara hal ini?
Menyampaikan hal ini kepada Nabi kata
mereka, Usama bin Zaid." Kita ngomong
lewat Usama bin Zaid. Akhirnya Usama bin
Zaid utarakan dan akhirnya Nabi marah.
Ya atas fi hadin min hududillah. Kata
Nabi, "Wahai Usama, kau ingin memberi
syafaat agar menjatuhkan hukum had?"
Maka Rasulullah marah. Tapi maksud
menjadi perhatian kita, Usama dekat
dengan Nabi. Ya, sehingga orang-orang
ketika ingin mengomong sama Nabi, mereka
menjadikan Usama sebagai perantara.
E demikian Fadl bin Abbas adalah sepupu
Nabi. Ya kan Alabbas bin Abdul Muthalib
sama Nabi. Abdullah bin Abbas sepupu
Nabi. Fadil bin Abbas sepupu Nabi.
Sehingga mereka ini orang dekat sama
Nabi. Maka Nabi ketika keluar dari
rumahnya yang memapah Nabi dua orang
Usama bin Zaid dan ee Fadl bin Abbas ya.
Ee yaitu ketika Rasulullah sedang sakit
yang di dalam sakit itu Rasulull Sallahu
Alaihi Wasallam meninggal dunia ya.
Ee dan hal ini, hadis ini dikuatkan
dalam riwayat al Imam Bukhari, riwayat
Tirmidzi dalam riwayat Bukhari
bahwasilah Rasulullah pakai baju ini
ketika salat yang di mana akhirnya dia
meninggal.
Eh dalam Sahih Bukhari dan Ibnu Abbas
beliau berkata radhiallahu anhu
radhiallahu anhuma kharaja rasulahi
wasallam fi mathi waaihifatun mutagan
bihi rasul sahu alaih wasallam keluar
di dalam kondisi sakit menggunakan kain
yang dia lilitkan jadi bukan pakai
pakaian yang dia pakai tapi ada kain
yang dia lilitkan ke tubuhnya mutagatian
bi dia menutup tubuhnya dengan pakaian
tersebut Ibnu Hajar ketika mengomentari
di sini beliau berkata, "Mutawahisan
ee
mutawasiyihan murtadian. Mutawasiyihan
murtadan itu menggunakannya tawasyuh
yaitu dengan menggunakannya melemparkan
di atas pundak bukan baju seperti kita.
Jadi lemparkan di di atas pundak dilit
ya. Dan ini dikaitkan dengan hadis yang
sedang kita bahas yaitu Rasulullah sahu
alaihi wasallam salat ketika sakit dan
di situlah beliau meninggal ee meninggal
dunia.
Bahkan datang dalam riwayat ee saya
bacakan dari syarah mula alqari ee dari
diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad dari
riwayat Abi Damr Alaihi dari Humaid.
Beliau berkata, akir shatin shall was
albin
wahidin mutawah bihi qidan.
Salat terakhir yang Rasulullah mengimami
para sahabat Rasul wasallam keluar
menggunakan baju ee mutawasihan dengan
baju yang beliau taruh di
atas pundak ya ee satu kain beliau
letakkan kemudian dalam kondisi duduk.
Itulah akhir terakhir salat Rasulull
sahu alaihi wasallam mengi para sahabat.
Ya, setelah itu kemudian ee beliau
meninggal meninggal dunia. Itu salat
yang terakhir. Wallahuam bawabir.
Itu beliau salat dalam kondisi ee duduk
ya.
Tayib. Intinya di sini Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam tidak memakai pakai
jubah tetapi memakai kain yang beliau
lilitkan di atas pundak beliau. Kemudian
beliau keluar di papah kemudian beliau
salat. Dan kemungkinan beliau salat
dalam kondisi duduk mungkin karena untuk
keluar aja beliau dipapah.
Sehingga maksudnya padahal jarak dari
rumah ke masjid kan dekat tinggal
beberapa langkah sudah sampai di masjid.
Tapi ketika dipapah menunjukkan Rasul
sahu alaihi wasallam sulit, kesulitan
dan kemungkinan besar beliau salat dalam
kondisi duduk. Wallahuam bawab. Ya.
Dan di sini yang diperhatian kita adalah
beliau memakai baju qitriyun. Kitriun
ini ee ada dua penafsiran ya.
Ada yang makanan kitriun adalah pakaian
ee dinisbah kepada kitr. Kitr yaitu
salah satu jenis pakaian dari Yaman.
Pakaian dari Yaman yang mukhaatah ada
garis-garisnya.
Jadi garis-garis ada ahmar wa aswad w
abyad. Ada garis ee hitam, merah, dan
putih. Yaitu ada garis-garisnya. Ini
kain tertentu ada garis-garisnya ya.
menunjukkan bahwasanya Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam tidak selalu pakaiannya
murni polos seperti ini kan polos. Kalau
ini terkadang pakaian Nabi
bergaris-garis seperti baju kitr ini ya.
Ini ee dikatakan dinisbahkan kepada
qitar dan ada pendapat mengatakan
bahwasanya qitri yaitu pakaian
didatangkan dari Bahrain yaitu kainnya
didatangkan dari ee
ee Bahrain ya.
Terbuat kata Ibnu Hajar dari golidil
qutn wahwihi dari kain katun yang yang
tebal ya yang tebal.
Ee intinya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
terkadang pakai baju dengan model tadi
ya dengan bajunya terkadang tidak polos
tetapi ada garis-garis garis-garisnya.
Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
mengimami para sahabat dengan pakaian
tersebut.
Tib kita lanjutkan.
Hadis berikutnya an Abi Said Alkhudri.
Abi Said alkhudri radhiallahu taala anhu
qala kana rasul sahu al wasallam
ajadan sammahu bismi
adalah Rasulullah sahu al wasallam jika
memakai baju baru
samahu bismihi Rasulullah menyebutkan
model pakaian tersebut imamat apakah
imamah auisan ataukah gamis au ridaan
atau
selendangma yaakl kemudian berkata
Allahum lakal hamdu kamaani
ya Allah segala puji bagimu sebagaimana
engkau telah memakan aku baju ini.
Asaluka khairahu wirir masuni alahu. Aku
mohon kepada engkau kebaikan baju ini.
Wiruni alahu dan kebaikan yang dibuat eh
tujuan dibuat baju ini. Wubika minarin.
Aku berlindung kepada engkau dari
keburukan baju ini.
dan keburukan yang dibuat karena baju
ini ya.
Ee jadi ini di antara sunah kalau kita
pakai baju baru kita berdoa, kita berdoa
dan kita sebutkan misalnya kita
mengatakan Allahumma lakal hamdu kama
kausani eh kasutanihi ya atau kama
kasautani hadil imamah misalnya. Ya
Allah, segala puji bagimu yang telah
memberikan aku, membuat aku bisa memakai
sorban ini. Kalau imamah, imamah sorban
atau kalau kita pakai gamis, ya. Segala
puji bagi Engkau ya Allah sebagaimana
Engkau telah menjadikan aku bisa memakai
baju gamis ini atau rida, selendang atau
sarung. Sebutin eh segala puji bagi
Engkau ya Allah.
ataual
sebagaimana kau telah membuat aku bisa
memakai sarung ini atau selendang ini.
Baru kita berdoa, "Aalukau, aku mohon
kepada engkau kebaikan pakaian ini,
selendang ini atau sarung ini atau jubah
ini atau ee gamis ini atau sorban ini
atau songkok ini semua yang pakaian kita
pakai. Kita berdoa wirahu ya sesuatu
yang kita pakai dan kebaikan yang dibuat
untuknya.
Dan aku berlindung kepada engkau dari
keburukannya keburukan yang dibuat ee
darinya. Ya. Tib. Ini salah satu nikmat
berpakaian
yang terkadang kita lupakan ya. Padahal
nikmat pakaian itu luar biasa ya. Nikmat
pak. Kita sering merasakan nikmat makan,
nikmat minum. Karena kita sering
merasakan kelaparan. Kelaparan sehari
bisa dua kali, tiga kali kita makan
sehingga kita merasakan nikmat tersebut.
Namun nikmat pakaian sering kita
lupakan. Padahal Nabi sallallahu alaihi
wasallam muji Allah dalam berpakaian
dalam makan dan minum. Ya, semuanya
digunakan untuk memuji Allah subhanahu
wa taala.
Padahal nikmat pakaian nikmat yang luar
biasa. Ya, sampai dalam satu hadis Allah
berfirman dalam hadis qudsi
ee kata Allah, "Ya ibadi kullukum arin
illa man kasautuhu." Wahai
hamba-hambaku, kalian hukum asalnya
kalian seluruh adalah telanjang kecuali
yang aku beri pakaian.
Fastuni aksukum mintalah pakaian dariku,
maka aku akan berikan pakaian kepada
kalian. Lihatlah bagaimana sebagian
saudara-saudara kita yang mungkin
pakaian cuma satu lembar, ada yang
mungkin tidak punya pakaian. sampai
kalau ada pakaian bekas mereka
rebut-rebutkan pakaian bekas tersebut ya
kita alhamdulillah dikasih pakaian kita
pakaian lebih dari satu pakaian banyak
ya kalau kita lihat bagaimana para
sahabat dahulu sampai ada yang punya
pakaian cuma satu saya para ulama bahas
bagaimana hukum salat dengan pakaian
satu yang lilit-lilit dibahas oleh para
ulama sekarang enggak perlu dibahas
pakaian banyak dulu sampai dibahas dalam
buku-buku fikih karena mungkin dulu
orang gak punya pakaian seperti kisah
seorang yang ada wanita datang kepada
Nabi kemudian menawarkan dirinya ee
sawwab
Ada rasul sahu alaihi wasallam lihat
Rasulullah tidak tertarik. Kemudian ada
sahabat berkata, "Ya Rasulullah, am
takun laka biha hajah fazaiwaajni
fazawajniha." Ya Rasulullah, kalau kau
tidak perlu tidak mau nikah sama dia,
nikahkan aku dengannya. Rasulullah
mengatakan, "Kau punya mahar apa?" Kata
dia, "Izari, saya punya sarung buat
mahar." Kata Nabi, "Kau punya sarung
yang lain?" Kata dia, "Enggak ada."
Subhanallah. Dia enggak punya sarung
kecuali yang dia pakai. Artinya dulu
orang benar-benar miskin. Pakaian aja
bisa terhitung dengan jari.
Ya, sekarang alhamdulillah nikmat Allah
berikan ya. Tapi kita harusnya ini
maksudnya nikmat yang harus kita
syukuri. Kalau makanan sama kita antara
kita dengan hewan. Pakaian berbeda.
Hewan tidak pakai pakaian. Ini nikmat
khusus Allah berikan kepada manusia di
mana manusia ber memiliki memakai
pakaian. Oleh karenanya ee kalau seorang
ketika memakai pakaian dia memuji Allah
apalagi pakaian baru dengan doa ini,
maka subhanallah ee ee nikmat yang Allah
berikan kepadanya dia hadirkan dapat
pahala besar. Jangan lupa doanya
alhamdulilladzi
Allahumma lakal hamdu kama kasautani
hadzi hadalqamis misalnya. Ya Allah
segala puji bagimu ya sebagaimana Engkau
berikan aku bisa pakai pakaian ini.
Asalukau wirahu. Aku mohon kebaikannya
dan kebaikan eh tujuan dibuat baju ini.
Wubika minarhi aku berlindung kepada
keburukan pakaianu.
Dan keburukan pakaian yang ee tujuan
digunakan. Apa maksudnya kebaikan
pakaian ini? Maksudnya tujuan kebaikan
baju ini supaya dia tahan lama tidak
cepat rusak. Sebah menafsirkan tidak
cepat rusak. Kemudian kebaikan tujuan
dibuat tujuan apa? Pakaian tujuan
pakaian itu dua untuk menutup aurat dan
untuk berhias. Ya. Ya bani Adam qod
anzalna alaikum libas yuwaratikum waris.
Kata Allah subhanahu wa taala, "Wahai
anak Adam, wahai bani Adam, sungguh kami
telah menurunkan kepada kalian libas
pakaianum
waris yang bisa menutup aurat kalian dan
sebagai perhiasan."
Ya, makanya Allah mengatakan
pakailah perhiasan kalian itu baju
kalian. Pakaian disebut zina karena itu
di antara fungsinya untuk berhias.
Seorang tampil lebih menarik dengan
pakaian tersebut dan fungsi pertama tadi
ya itu fungsi kedua. Fungsi pertama
menutup aurat. Ini membedakan antara
bani Adam dengan hewan. Bani Adam ada
spesial hewan yang telanjang enggak ada
masalah. Memang mereka asalnya
telanjang. pakai pakaian malah gerah
mungkin hewan manusia ee di antara
kasihnya pakai pakaian dan fungsinya
khairi masuni alahu aku memohon kepada
Engkau ya Allah kebaikan dibuatnya
pakaian ini itu agar pakaian ini bisa
menjalankan fungsinya fungsi pakaian
tersebut adalah menutup aurat dan untuk
ee berhias untuk berhias dan ee berharap
baju tersebut tahan lama sehingga kita
bisa pakai lama sehingga sehingga
meringankan hisab kita dan juga
berpahala ya ee kita pakai pakaian
seperti ini. Kemudian wudubika minar
minyarrihi dan aku berlindung kepada
Engkau ya Allah dari keburukannya. Itu
jangan sampai pakai ini cepat rusak atau
malah enggak enggak enggak bagus ya.
dan keburukan tujuan dibuat pakaian
mungkin pakaian terkadang dibuat untuk
hal yang tidak benar untuk sombong untuk
syuhrah untuk tampil beda, untuk angkuh
karena pakai ini juga sarana untuk bisa
sombong, bisa angkuh untuk pamer
kekayaan.
Ya, ini ee ditafsirkan oleh para ulama
dengan makna tersebut ya.
Ee
di antaranya ee jangan sampai menjadi
lupa diri karena sibuk dengan pakaian.
Di antara hal yang tidak baik ya.
Yang tidak baik yang kita berlindung
darinya ya.
tadi di antaranya pakaian tersebut
ternyata ee tidak menutup aurat tapi
akhirnya ada aurat yang terlihat pakaian
tidak atau pakaian yang menimbulkan
kesombongan, keangkuhan atau pakaian
yang syuhrah. Pakaian yang yang syuhrah
atau pakaian yang membuat kita lupa
diri, lupa untuk bersyukur karena
terlalu sibuk dengan kekayaan keindahan
pakaian tersebut sehingga kita lupa
bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ini
di antara hal-hal buruk yang bisa timbul
dari pakaian. Bukankah Rasulullah telah
jelaskan bahwasanya ada seorang
dibenamkan oleh Allahun
yamsani
eh terkara seorang berjalan dia pakai
dua lembar kain dan dia kagum ujub
dengan dirinya karena dia pakai pakaian
yang indah
bihil ard tiba-tiba Allah benamkan dalam
dalam bumiaaljalu
yaumilqiam maka Allah goyangkan dia
disiksa sampai hari kiamat kenapa
sebabnya dia sombong karena pakaian
tersebut ee Allah sebut tentang Qarun
fakaraja alahi fi zinatihi. Qarun keluar
menemui kaumnya dengan kemewahannya ya
dengan pakaian yang indah. Pakaiannya
bisa bikin sombong, bisa bikin angkuh.
Semua yang dipakai oleh manusia bisa
bikin sombong. Maka wallah doa ini ya
meskipun terkait dengan pakaian mungkin
saja bisa terkait dengan yang lain kita
pakai. Orang pakai dompet, pakai jam
kan. Ini juga punya potensi pakai jam
untuk sombong, angkuh, apalagi jamnya
mahal ya. Ee apa saja mungkin pakai
kacamata yang keren apa bisa saja. Kalau
dari zaman Nabi tidak ada kacamata,
tidak ada jam. Ya, mungkin kita bisa
gunakan doa ini dengan illah sama-sama
jamiah, sama-sama dipakai. Sama-sama
dipakai. ee di antara tujuannya ee bisa
menimbulkan kesombongan dan bisa
menimbulkan keangkuhan dan ada manfaat
yang lain yang disyariatkan atau
dibolehkan. Ya,
dari sini bahwasanya kita juga ee
bersyukur bisa dikasih pakai-pakaian.
Kalau orang tidak pakai pakaian malukan
ya orang dibuka pakaiannya, dipermalukan
oleh orang. Maka disebutkan di antara
kisah Imam Ahmad rahimahullahu taala. Al
Imam Ahmad ketika dia disiksa, dicambuk,
Al Imam Ahmad melihat ke atas, dia lihat
ke arah langit. Saya sempat baca sejarah
Imam Ahmad. Ketika dia dicambuk sampai
dipukul kena bajunya, kena celananya,
dihantam sekujur tubuhnya. Ketika dia
sempat melihat ke atas, maka setelah
selesai, yaitu sudah tidak disiksa lagi,
ada yang bertanya kepada beliau, "Wahai
Imam Ahmad, saya melihat karena disihat
disiksa di hadapan orang. Saya melihat
ketika Anda disiksa, Anda melihat ke
atas. Apa yang Anda lakukan?" Jadi saya
berdoa, kata dia, saya berdoa kepada
Allah agar Allah tidak membuka auratku
karena khawatir pukul apa celana
kemudian robek lepas. Dia berdoa kepada
Allah, "Ya Allah tutuplah auratku
sehingga aku tidak tetap terjaga."
Subhanallah. Nikmat pakaian. Nikmat
pakaian.
Kalau orang tidak ada pakaian, ngeri
dilihat orang banyak orang memalukan.
Ya, oleh karenanya
pakaian itu membedakan antara manusia
dengan hewan. yang Allah bedakan tadi.
Ya bani Adam q anzalna alikum libasa.
Wahai anak Adam, sungguh kami telah
turunkan kepada kalian pakaian. Nah,
datang orang-orang
orang-orang kafir yang ingin memberi
kesan bahwasanya
membuka aurat adalah modernisasi, adalah
kemajuan. Yang menutup aurat itu adalah
orang yang terbelakang, mutakhalif.
sehingga mereka menggambarkan kalau
semakin maju, semakin buka aurat,
semakin nampak menampakkan keindahan
tubuh itu semakin modern, semakin
berpikir maju. Padahal itu adalah
kemunduran ya. Hewan tidak pakai baju.
Kalau orang-orang dulu kalau gambar
manusia purba, monyetnya pakai baju. Ya,
itu apa? Identik dengan orang-orang
tinggal di hutan tidak pakai baju. Itu
yang itu yang salah menunjukkan
kemunduran. sekarang ada mau dibalik
fitrah manusia ingin menunjukkan
bahwasanya tidak pakai baju adalah suatu
kemajuan tentu ini adalah ketololan dan
ee kebodohan. Maka jangan sampai seorang
muslim dan muslimah
terpedaya dengan hal ini. Namun hal ini
menjadi indah. Kenapa? Karena dihiasi
oleh setan. Karena di antara salah satu
proyek utama setan, propaganda setan
adalah agar orang membuka auratnya. Apa
kata Allah Subhanahu wa taala? Ya bani
Adam
ya Allah sebutkan bagaimana nikmat
pakaian kepada anak Adam. Kemudian Allah
berfirman,
"Wahai anak Adam, janganlah kalian
terfitnah oleh setan sebagaimana setan
iblis telah berhasil memfitnah nenek
moyang kalian." Setanumas
setan mencabut baju mereka berdua
agar mereka melihat aurat mereka berdua.
Jadi memang setan bertujuan agar kita
buka aurat dan banyak orang tidak punya
malu buka aurat, pamer aurat. Dia sudah
terpedaya oleh setan. Ingat berpakaian
adalah nikmat. Nikmat yang harus kita
rasakan. Nikmat yang harus kita rasakan.
Kemudian
di antara faedah juga kalau kita sudah
merasakan nikmat pakaian yang nutup
aurat ya Allah ingatkan.
Jadi dalam ayat tersebut mengatakan
baniam
wahai anak Adam sungguh kami telah
berikan kepada kalian pakaian yang
menutup aurat kalian dan memberi
perhiasan bagi kalian.
Namun ingat pakaian ketakwaan lebih
baik. Benar. Jangan lupa hanya
memperhatikan penampilan luar menutup
aurat. Ingat, kita juga harus
mengindahkan
iman kita, bagian dalam tubuh kita
dengan ketakwaan. Menghias diri dengan
apa? Ketakwaan.
Ada pakaian zahir, ada pakaian batin.
Pakaian batin adalah pakaian ketakwaan.
Pakaian ketakwaan. Tayib. ee
Mula Ali Alqari dalam syarahnya
menyebutkan beberapa doa
terkait dengan baju baru. Doa baju baru
tadi ini di antaranya
ee
rabbana allahumma lakal hamdu kamaanii
asalukau
wirahuika.
Ini doa kalau kita pakai pakaian baru.
Ee demikian juga dalam hadis yang lain
secara marfu dari riwayat Ibnu Majah dan
Al-Hakim
ada doa juga diriwayatkan oleh Tirmidzi
dan dihasan oleh Tirmidzi dari hadis
Umar secara marfu.
Kata Umar kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Man labisaan jadidan."
Siapa yang pakai baju baru? Faqala.
Kemudian dia berkata, "Ini doa pakai
baju baru." Alhamdulillahilladziani
bihi aurati. Segala puji bagi Allah yang
telah memberikan aku pakaian ini yang
dengan ini aku bisa nutup auratku
dan aku bisa berhias dengan pakaian di
alam kehidupanku. Ya.
Kemudian
akqiillahiillahiillahian.
Kemudian dia pergi ke pakaian yang sudah
lama kemudian dia sedekahkan maka dia
akan berada dalam jaga penjagaan Allah.
Dan dalam ee sitrillah yaitu Allah akan
menutupi aibnya masih hidup ataupun
sudah meninggal dunia. Ini hadis
diriwayatkan oleh Ibnu Majah Alhakim dan
disahihkan oleh Ibnu oleh Hakim dan
dihasankan oleh At-Tirmidzi. Ee maknanya
demikian. Jadi kalau seorang pakai baju
baru yang dia dua dilakukan. Pertama dia
berdoa dengan berkata,
"Alhamdulillahilladzi kasani maari bihi
aurati waajammal bihi hayati." Yang
maknanya Allah segala puji bagi engkau
yang telah aku bisa gunakan pakai ini
untuk menutup auratku dan aku bisa
berhias dalam kehidupanku. Kemudian dia
pergi ke baju lama, baju yang usang
kemudian dia sedekahkan maka Allah akan
menjaga dia dan Allah akan menutup
auratnya. Tayib.
Kemudian juga ee
di antara faedahnya
kalau dia memuji Allah. Dalam hadis
riwayat Hakim Mustadrak dari hadis
Aisyah rasuah wasam bersabda,
dinarinallahiu.
Ini hadis riwayat Hakim.
Eh, kata alhakimanuk.
Saya tidak tahu ada dalam sanadnya ada
perawi yang dipermasalahkan. Wallahuam
tentang kesahihan hadis. Tapi makna
hadis ini, "Tidaklah seorang hamba
membeli suatu baju dengan harga 1 dinar
atau setengah dinar kemudian dipuji
Allah kecuali sebelum bajunya sampai ke
dia pakai baju belum sampai bajunya ke
kedua lututnya kecuali Allah akan
mengampuni dosa-dosanya." Ini apa?
Faedah doa kalau pakai baju baru.
Minimal muji Allah. Kalau mungkin kita
enggak alhamdulillah mungkin bahasa
Indonesia Allah alhamdulillah segala
puji baju baru. Dengan baju ini aku bisa
menutup auratku. Dengan baju ini aku
bisa berhias. dalam kehidupanku. Ya
Allah, aku meminta kebaikan baju ini dan
kebaikan yang yang dibuat untuk baju ini
dan aku berindu dari keburukan dan
keburukan apa yang dibuat untuk baju
ini. Insyaallah diampuni dosa-dosanya
oleh Allah subhanahu wa taala. Ini doa
kalau pakai baju baru. Bagaimana kalau
pakai baju biasa tidak baru? Datang
dalam sebagian riwayat
saya bacakan ya. Ee
dalam hadis kata Rasulull sallallahu
alaihi wasallam, "Waman labisa tsubban."
Siapa yang pakai baju kemudian dia
berkata, "Alhamdulillah.
Siapa yang pakai baju pakai baju baju
bukan baju baru. Setiap pakai baju dia
berdoa, "Alhamdadani,
segala puji bagi orang yang telahikan
aku baju ini
dan berikan aku rezeki baju ini
tanpa upaya dan tanpa kekuatan dariku."
Maka akan diampuni dosa-dosanya. Sama
seperti kita minum kan, doa minum, kita
berdoa alhamdulillah doa makan dan
minum. Alhamdulillah
min. Segala puji bagi Allah yang berikan
aku makan atau minuman ini dan beri
rezeki kepadaku makan atau minuman ini
tanpa daya dan upaya dariku. Tapi
diganti atau amanihi dengan kasani.
Alhamdulilladzi kasani
segala puji bagi Allah yang telah
memberikan membuat aku bisa mengenakan
baju ini dan memberikan dan berzik
kepadaku
tanpa ada upaya dan dayaku dariku maka
akan diampuni dosa-dosanya. ini baju
secara umum setiap pakai baju dalam
hadis yang lain juga ya. Ini hadis tadi
saya sebutkan ee ee ini hadis riwayat ee
Tirmidzi dan juga riwayat ee Ibnu Majah
ee riwayat Tirmidzi, riwayat Ibnu Majah,
riwayat Hakim dan riwayat Abu Daud.
Jadi kita ada dua tadi ikhwan, doa kalau
pakai baju baru dan doa setiap pakai
baju. Di antara doa baju baru tadi
disebutkan dua doa. Alhamdulilladzi eh
rabbana allahum lakal hamdu kama
kasautanihi.
Eh itu had kita sebutkan ya asalukairu
alahu wubikau.
Atau tadi kita berdoa dengan hadis dalam
hadis Umar eh alhamdulillah
bihi.
Ini dua doa. Adapun kalau kita pakai
baju biasa, alhamdillah.
Seorang terbiasa berdoa kepada Allah
Subhanahu wa taala sehingga dia
senantiasa bersyukur kepada Allah dalam
segala nikmat, nikmat makanan, nikmatan,
nikmat. Kita sering lalai, kita sering
lupa, kita sering jarang memuji Allah
subhanahu wa taala. Ya, padahal kita
bisa puji Allah dalam segala hal. Di
antaranya memuji Allah ketika memakai
pakaian TB.
Ee kita lanjutkan
hadis mungkin terakhir karena waktu
sudah hadis ya. An Anasin binni Malikin
radhiallahu anhu dari Anas bin Malik
qala kana ahababi Rasul wasallam
yalbasuhu alhibarah
adalah baju yang paling disukai oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah
alhibarah.
Alhibarah.
Alhibarah dengan wazan inabah. Alhibarah
ini baju yang disukai oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Ee al-hibarah
ada yang mengatakan dari tahbir. Tahbir
maknanya adalah tajmil atau karena baju
itu baju yang indah sehingga membuat
orang memakainya menjadi indah. Ya,
seperti
sabda atau ketika Nabi mendengar bacaan
Abu Musa al-Asyari radhiallahu taala
anhu
eh Rasulullah berkata kepada Musa
alasari radhiallahu anhu.
Wahai Abu Musa, seandainya kau lihat aku
tadi malam, aku dengar kau baca Quran
laq utizmaran minamir Ali Daud. Sungguh
kau diberikan suara yang indah dari
suara-suara indah keluarga Daud. Itu
Musa Alasari kalau baca Quran indah.
Sampai Nabi dengerin subhanallah. Nabi
dengerin. Nabi bilang, "Kau telah Nabi
puji dia. Nabi bilang, "Subhanallah, kau
diberikan suara yang indah wahai Abu
Musa al-Asyari." Apa kata Abu Musa
alasari? Lau alimtuartuh tahbiran. Kalau
saya tahu kau dengar saya, saya akan
baguskan lagi bacaanku.
Saya akan baguskan lagi bacaanku untuk
menyenangkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. itu boleh kita baca Quran
dengan bagus bukan riak tapi untuk
menyenangkan orang yang mendengarkan
karena Allah subhanahu wa taala. Seorang
seorang imam membaguskan bacaannya agar
makmum nyaman ketika jadi makmum. Bukan
untuk ri tetapi agar makmum nyaman
karena Allah subhanahu wa taala. Tidak
mengapa. Yang tidak boleh kalau kita
ingin dipuji itu ri ya. Di sini kata
kata eh Abu Mus Asyari la alimuhuakau.
Kalau tahbiran kalau aku tahu kau dengar
semalam aku tahu kau lagi dengerin saya
ya Rasulullah saya akan baguskan
bacaanku. Saya akan indah-indahkan
bacaanku. Ya artinya Nabi menjelaskan
bahwasanya ee ee Musa menggunakan kata
takbir. Tahbir artinya mengindahkan.
Maka alhibarah pakaian yang disukai oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam ini
pakaian mukhatab yaitu ada
garis-garisnya
bilaunil ahmar ail aswad ada warna
hitamnya ada warna ee merahnya ya
ada yang mengatakan naun min burudil
yaman butut khumar
yaitu pakaian dari Yaman dengan ada
garis-garis merahnya ya rubah ee ee
kilahi as dikatakan
hiya asabium
tus minal
eh ahab
eh dia adalah pakaian yang paling baik
yang terbuat dari kain katun makanya
disukai oleh orang-orang
ada yang mengatakan kh wahya minabi
ahlil jannah ada yang mengatakan karena
warnanya hijau dan ketahu penghuni surga
pakai baju warna hijau. Qal al qurtubi.
Alqurtubi berkata sumyat hibrah hibarah
liannaha tuhabir a tuzayyin wat tahbir
attahsin. Dikatakan pakai ini dengan
hibrah hibarah bukan hibrah. Hibarah
karena dia tuhabir yaitu mengindahkan.
Karena tahbir maknanya tahsin ya. Di
antaranya firman Allah fahum fi radotin
yuhbarun. Mereka di surga yuhbarun yaitu
diindahkan. Ya. Dan ini ee
pakaian yang disukai, sangat disukai
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ada yang mengatakan liannahu laisa fi
katiru
zina. Ya, tidak banyak apa namanya
banyak hias-hiasan situ nak. Waliannaha
aksaril wasak. Karena tidak cepat kotor
ya.
Ee dan ini dalil bahwasanya bolehnya
menggunakan pakaian hibarah dan juga
boleh pakaian pakai pakaian yang
bergaris-garis. Kata Ibnu Hajar, wuhu
fati makruh. Adapun ketika salat
hukumnya makruh. Namun ini perlu dibahas
kembali ya. Tapi intinya di sini Nabi
sallallahu alaihi wasallam suka pakai
pakaian hibarah, pakaian yang indah.
Bahkan kalau boleh dikatakan ini pakaian
paling bagus dari Yaman terbuat dari
Kutun. Ini dalil bahwasanya Rasul sahu
alaihi wasallam pakai pakaian yang ada.
Terkadang ada pakaian bagus, terkadang
ada pakaian biasa, terkadang pakaian
sederhana. Rasulullah pakai pakaian yang
dia punya. Ya. Ya. Rasulullah suka
dengan pakai pakaian yang ya ya yang
yang beliau punya. Dan ini dalil boleh
seorang memakai pakaian yang bagus ya
sesuai dengan aturan selama tidak
syuhrah, tidak berlebihan dalam rangka
untuk mengindahkan dirinya. Karena
memang di antara tujuan dari ee
di antara tujuan dari berpakaian adalah
untuk ee berpenampilan bagus.
Berpenampilan bagus. Siap lagi seorang
diberi rezeki oleh Allah subhanahu wa
taala tidak mengapa dia pakai pakaian
yang bagus selama tidak berlebihan
selama tidak syrah tidak berlebihan
tidak menarik perhatian biasa-biasa saja
tetapi bagus membuat ee penampilan
menjadi indah maka ee tidak mengapa.
Dari sini sebagian ulama menggabungkan
dalam sebagian riwayat Rasulullah
dikatakan yang paling beliau suka adalah
gamis berwarna putih
ya
eh aby ya bahkan Rasul mengatbasuikumul
kata Rasul sahu alaihi wasallam pakailah
pakaian yang warna putih dari kalian
Rasulullah suka pakai baju putih dan
dalam riwayat ini Rasul sahu alaihi
wasallam suka pakai baju dari hibarah
maka ee Eh,
Ibnu Qayyim menjamakkan beliau berkata,
"Wakana ahabbu alwani ilaihi albayad wal
hibarah." Kata Ibnu Qayyim, "Baju yang
paling disukai oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam berwarna putih dan
berwarna hibar." Itu garis-garis,
garis-garis ya. Wallahuam bisawab. Ee
mungkin sampai di sini saja ee mengenai
baju merah insyaallah pada pertemuan
berikutnya ee karena ada pembahasan
panjang insyaallahu taala. Demikian saya
mohon maaf. Wabillahfayah.
Alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.