Transcript
nw83FVGks2E • Deadly Sins #140 – Prohibition of Following Wrong Prejudices – Khalid Basalamah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0933_nw83FVGks2E.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah
selalu saja kita memuji Allah atas
segala nikmat yang dilimpahkan kepada
kita. Termasuk bisanya kita hadir
bersama-sama di majelis ilmu ini yang
semoga kita memohon kepada Allah
Subhanahu wa taala mengikhlaskan niat
kita dan menjadikan ini sebagai tambahan
amal kita. Dan semoga dengan syukur ini
Allah Subhanahu wa taala selalu mengisi
hidup kita dengan umur yang tersisa
diikuti dengan ilmu dan juga amal-amal
saleh. Juga selanjutnya kita panjatkan
selawat dan taslim kepada Nabi Besar
Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi
wasallam. Di mana beliaulah yang telah
membawa kepada kita hukum halal haramnya
Allah sehingga kita punya panduan hidup.
Dan tentu ini sebagai bentuk kepatuhan
kepada Allah yang telah memerintahkan
kita untuk mengucapkannya. Dan kita
berharap juga dibalas oleh Allah seperti
yang sudah dijanjikan yaitu satu kali
salam hormat akan dibalas dengan 10 kali
tambahan rahmat.
Melanjutkan bahasan dosa-dosa besar.
Semoga Allah subhanahu wa taala
menyelamatkan kita darinya. Dan kita
masuk di halaman 59 malam ini dari buku
kita bab majaa fi za'amu.
Bab tentang tanda kutip mereka
menyangka.
Atau kalau kita berikan judul bab
larangan mengikuti prasangka yang salah
atau keliru.
Di sini penulis mengangkat dalil seperti
biasa saya akan bacakan dulu baru
insyaallah kita rincikan. Semoga Allah
berkahi. Yang diangkat pertama adalah
surah Annur oleh penulis ayat 15.
Azubillahiminasyaitanirrajim.
maum bihi il maumia
wahuallahiim
ingatlah di waktu kalian menerima berita
bohong itu dari mulut ke mulut dan
kalian katakan dengan mulut kalian apa
yang kalian tidak ketahu
ee atau kalian mengucapkan atau kalian
katakan dengan mulut kalian
apa yang tidak kalian ketahui sedikit
juga atau sedikit pun dan kalian
menganggapnya sesuatu yang ringan saja
padahal dia besar di sisi Allah.
Tentu Annur ayat 15 ini tidak asing bagi
kita, Teman-teman sekalian karena ini
menceritakan tentang kisah ifq.
Kisah tentang fitnah yang tersebar.
bahwasanya Ummul Mukminin ibunda
terhormat Aisyah radhiallahu anha
berzina dengan sahabat yang mulia Safwan
yang sudah pernah kita ceritakan masalah
itu tentunya di mana ini berita bohong
gitu kan. Tetapi disayangkan pada saat
itu banyak di antara muslimin bahkan
menjadi berita yang hot news waktu itu
di Madinah.
Saya pakai istilah ini karena di
Indonesia sudah biasa pakai ini bukan
karena mau dianggap bisa bahasa Inggris
ya.
Jadi betul-betul pada saat itu berita
itu dijadikan sebagai bahan pembicaraan
sebulan,
tidak berhenti, gitu kan. Dan yang
uniknya orang-orang yang sangat dekat
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam
ikut-ikutan
membenarkan mereka berkata, mereka
berkata dengan bahasa-bahasa seperti
itu. Sampai ipar Nabi sallallahu alaihi
wasallam Hamna binti Jahasy ya ini ipar
Nabi sallallahu alaihi wasallam
saudaranya Zainab binti Jahassy.
Akhirnya dicambuk 80 derah karena
beritabarin berita yang tidak benar
karena prasangkanya. Begitu juga dengan
ee
penyair Nabi sallallahu alaihi wasallam
ya.
Kemudian juga salah satu sahabat Nabi
yang lain sepupunya Abu Bakar,
Hasan bin Tsabit dan juga eh Musrih bin
Abi Musrih. Dan ketiganya akhirnya
dicambuk pada saat itu. Dan kita sudah
tahu ada justru orang yang dipuji oleh
Allah Subhanahu wa taala yaitu Abu Ayyub
al-Anshari dengan istrinya Ummu Ayyub
radhiallahu anhum ajmain. Karena pada
saat Abu Ayyub atau Ummu Ayyub bertanya,
"Wahai Abu Ayyub, bagaimana
pendapatmu dengan isu atau berita gosip
yang tersebar itu?" Maksudnya benar
enggak nih? Maka kata Abu Ayyub, kalimat
yang bijak mendidik istrinya, "Saya mau
tanya, kira-kira menurut kamu bisa
enggak saya ini sebagai suami yang kau
kenal selama ini melakukan perbuatan
itu?" Kata Ummu Ayyub, "Tidak mungkin.
Dan dia sangat tahu suaminya sangat jauh
dari perselingkuhan dan zina. Lalu
kemudian Abu Ayyub tanya lagi,
"Kira-kira kamu sebagai istri bisa
lakukan itu?" Dia mengatakan, "Tidak,
demi Allah." Kata Ummu Ayyub, kata Abu
Ayyub, kalimat bijaksana. Dia
mengatakan, "Ketahuilah Safwan lebih
baik dari aku dan Aisyah lebih baik
daripada kamu." Artinya kalau kita saja
enggak mungkin lakukan, apalagi mereka.
Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam
memang naik di atas mimbar dan berkata
pada saat itu, "Kenapa ada orang yang
menyakiti aku di keluargaku?" Maksudnya
Aisyah yang aku tidak pernah tahu
kecuali kebaikan. Dan kenapa ada yang
menuduh juga sahabatku yang tidak pernah
aku tahu kecuali kebaikan dan tidak
pernah masuk ke dalam rumahku kecuali
bersamaku. Artinya tidak pernah Safwan
datang nyelonong tiba-tiba sendirian
ketemu Aisyah. Dari dulu enggak pernah.
Kalau masuk rumahku pun bersama-sama
aku. Tapi subhanallah orang kemakan
berita itu dan kebanyakan orang tidak
memastikan.
Begitu ada gosip tersebar,
prasangka-prasangka langsung saja
diterima.
Maka Allah Subhanahu wa taala menurunkan
ayat Al-Qur'an ini membela Ummul
Mukminin Aisyah radhiallahu anha dan
Safwan. Dan ini akan ditilawahkan oleh
orang beriman sampai hari kiamat. Dan
setiap kali kita baca Annur ayat 15 ini
kita akan tahu oh kisahnya Aisyah sama
Safwan yang dituduh berzina ternyata
salah gitu kan. Dan terus akan ada
rentetan tiga orang sahabat yang
akhirnya dicambuk karena dianggap mereka
sebarin berita dusta. Makanya Allah
bilang, "Ingatlah." Maksudnya pelajari
itu. Kita yang tidak hadir pada saat
itu, pelajari, renungi itu yang pernah
terjadi. Jangan terulang lagi. Allah
bilang, "Di waktu kalian menerima berita
bohong itu dari mulut ke mulut dan
kalian katakan dengan mulut kalian apa
yang tidak kalian ketahui sedikit juga,
kalian tidak lihat." Itu memang lihat
Aisyah zina sama Safwan? Gitu kan? Gak.
Mereka enggak tahu. Mereka enggak lihat.
Hanya kebetulan Aisyah lalu ana berada
di atas unta Safwan karena ingin
diselamatkan dan dibawa karena
tertinggal dari pasukan. Lalu dari jauh
tersebar gosip itu. Kata Abdullah bin
Abi Sal kepala munafik, "Mana bisa
laki-laki sama perempuan berdua lalu
selamat."
Tapi dia pintar. Dia enggak bilang
berzina. Dia cuma bilang selamat. Ya
maksudnya di sini adalah berzina tapi
dia enggak kasih isyarat langsung atau
dia tidak bahasa langsung. Maka dia
tidak kena hukuman cambuk gitu kan.
Maka Allah mengatakan, "Sayangnya kalian
menganggap itu adalah hal yang ringan.
Padahal di sisi Allah sangat besar."
Coba renungi teman-teman. Ini ada hadis
Nabi yang pernah kita sampaikan riba itu
72 atau 73 tingkatan. Yang paling rendah
seperti orang berzinai, menzinai ibunya
sendiri.
Jadi kalau kita kasih angka 1 sampai
angka 73 atau 72 tingkatan, yang paling
rendah riba seperti orang zina sama
ibunya. Dan yang paling tingginya
tingkat 703 itu adalah mencoreng
kehormatan seorang muslim. Jadi sama
level riba tertinggi
sama dengan sat 1 dirham riba sama
dengan 36 kali berzina. Itu luar biasa.
Atau sama saja kalau antum gosipin
seseorang muslim ya benar terlepas benar
atau salah.
Kalau salah berarti gosip, gibah. Kalau
benar berarti fitnah, kan gitu. Maka itu
sudah cukup kita mendapatkan pada satu
panen dosa sama dengan 73 kali berzina
dengan ibu sendiri. Karena satu kali
riba itu yang paling rendah sama dengan
sekali berzina sama ibu sendiri. Tapi
itu 73 tingkatan. Berarti sama dengan 73
kali. Hanya menceritakan sesuatu
prasangka-prasangka walaupun itu benar
pun boleh. Apalagi kalau tidak ada.
juga beliau mengangkat dalil surah
al-Hujurat ayat 6 yang bunyinya
azubillahiminasyaitanirrajim
ya ayyuhalladina amanu in jaakum fasiqu
binabin fatabayanuibuhalatinusbihu
ma faumim
hai orang-orang beriman jika datang
kepada kalian orang yang fasik
membawa suatu berita fasik itu enggak
jelas statusnya orang in siapa gurunya
lingkungan di mana dia hidup bagaimana
tanggapan keluarganya, bagaimana
teman-temannya menilainya, gitu ya.
Maka periksalah baik-baik, periksa
dengan teliti agar kalian tidak
menimpakan satu musibah kepada satu kaum
tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kalian menyesal atas
perbuatan kalian itu. Makna menyesal ini
kalimat santun dari Allah Subhanahu wa
taala. Artinya kalian akan saya hukum
dengan berat nih. Jadi hanya sekedar
nerima, gosip. Makanya teman-teman kalau
ada informasi yang sampai kepada kita
yang kita lakukan beberapa hal. Yang
pertama sekali tanya dulu ini ada
hubungannya sama saya? Enggak. Enggak
ada hubungannya sama antum? Anggap tidak
dengar
cukup ingkar mungkar. Ya Allah perbaiki.
Ya Allah berikan hidayah. Kalau hubungan
sama antum nama-nama nama antum
dibawa-bawa oke. Kalau enggak jangan
ikut-ikutan. Enggak usah masuk ke zona
orang lain. Masih banyak urusan kita
yang harus kita selesaikan.
Kemudian setelah itu, kalaupun ada
hubungan sama kita, tabayun,
cross check dulu. Cross check pun itu
betul-betul mendengarkan informasi dan
melihat bukti-bukti.
Karena orang fasik itu salah satu
cirinya mereka kalau menyebarkan gosip
mereka punya argumentasi bukan tidak
punya. Setan membantu mereka membuat
argumentasi itu
seakan-akan betul-betul dia gambarkan di
depan kita kalau ini benar orang
melakukannya. Apa Allah sebutkan tentang
ciri orang munafik dalam surah munafik?
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
sendiri bisa terpengaruh dengan mereka
karena mengatur retorika, menyusun
data-data palsu segala macam untuk
menyesatkan atau menyalahkan orang yang
sedang dia tuduh. Allah mengatakanillah
minasyaitanim
waum
ada dua cirinya orang munafik
penampilannya paras wajahnya pakaiannya
semua bagus menarik kalau dilihat plus
kalau dia berkata, "Kau akan mendengar
hai Muhammad ke retorika yang disusun
karena mereka tuh dusta."
Makanya teman-teman crossek dan cross
check itu bukan hanya sekedar data-data.
Sumber yang sedang menyampaikan kita ini
orangnya. Benar enggak nih?
Kalau kalau zaman dulu ulama hadis untuk
menilai orang itu layak jadi rujukan
dalam sanad hadis dipelajari, dicari
tahu siapa guru-gurunya dulu.
Makanya kalau kita lihat di buku-buku
yang menjelaskan tentang biografi para
perawi hadis itu dicari di situ ada
guru-gurunya siapa saja fulan, fulan,
fulan, fulan, fulan. Kalau dia sudah
sampai pada tingkat orang yang ahli
hadis, ditulis itu murid-muridnya siapa?
Fulan, fulan, fulan, fulan. Plus apa
pendapat ulama tentang dia?
Itu baru orang itu bisa diterima
informasinya. Kita sekarang subhanallah
enggak tahu orang ini dari mana asalnya.
siapa gurunya ya. Bahkan mungkin kalau
kita tanya keluarganya mungkin dia buruk
di keluarganya
keluarganya sendiri mungkinnya buruk
tapi subhanallah banyak orang mengambil
informasi dari dia. Itulah yang luar
biasa di sini dan akhirnya akan menyesal
karena kalau dia salah bagaimana dia
perbaiki? Apalagi kalau meninggal belum
sempat minta maaf. Ini sulit gitu kan.
Juga hadis yang diangkat oleh penulis
ini semua masih baru kita baca dalilnya
ya. Akan lebih dalam kita bahas
insyaallah sebentar. Abu Mas'ud atau
Hudzaifah secara marfu disebutkan dari
Abu Mas'ud atau Hudzaifah radhiallahu
anhuma secara marfu. Bisa matiatur rajul
za'amu. Sejelek-jelek kendaraan
seseorang dalam berbicara, berinteraksi,
tanda kutip mereka menyangka.
Ya, kayaknya begini. Sepertinya orang
itu bilang ya. Hadis ini riwayat Abu
Daud dengan sanad sahih.
Dan dalam riwayat Imam Muslim dari Abu
Hurairah radhiallahu anhu secara marfu
dikatakan kafa bil mar kadiban
ayuhaddisa bikulli ma sami. Cukuplah
seseorang itu dianggap berdusta dengan
mengatakan semua apa yang dia dengar.
Dan tentu hadis ini semuanya adalah
hadis-hadis yang sahih. Ya,
hadis ini riwayat Muslim di ee nomor li
ya. Di sini cuma ditulis nomor lima saja
ya.
Kebanyakan sekarang teman-teman sekalian
yang terjadi adalah ini yang terjadi di
lapangan yang kita bisa lihat depan mata
kita orang-orang fasik ini yang tersebar
di tengah masyarakat kaum muslimin
penampilannya seperti kita kaum
muslimin.
Mama dia juga muslim tetapi dia
menunggangi penampilan-penampilan
islami. Ah kalau bahasa pengajian kita
ikhwah akhwat.
Tapi masuk di taklim untuk menipu orang
dengan performance-nya dia, untuk
menarik perhatian orang untuk bindam
begitu. Saya sering sekali ketemu ikhwah
itu, "Ustadz, bagaimana ya ana
menghadapi ada orang yang menipu ana?"
Kenapa, akhi? Kasusnya kasusnya
penampilannya kalau salat di saf pertama
berjenggot.
Ya, kalau pengajian selalu di depan di
grup suka kirim jadwal-jadwal pengajian.
Luar biasa aktifnya. Jadi pada saat dia
tawarkan proyek, ana percaya.
Ya, seperti itulah mereka menjual
penampilan mereka. Begitu berjalan waktu
subhanallah semua manipulasi.
Dan itu berapa kali saya dibahasakan
dengan ikhwah yang jemput pengajian itu
hari dibahasakan itu sama mereka di
mobil. Ada yang cerita ini, ada yang
cerita itu hampir semua gitu kan, hampir
semuanya. Dan saya pun menemukan banyak
kasus seperti itu ya. Ada beberapa orang
yang pernah bergabung dengan kami. Saya
tahu betul luar biasa penampilannya,
tapi luar biasa juga penipuannya.
Iya. Jadi karena ketahuan berbuat salah,
akhirnya menyebarkan isu untuk menutupi
kesalahannya.
Ini subhanallah keburukan di atas
keburukan gitu kan. Dan lupa kalau Allah
azza wajalla maha melihat, maha
mengetahui dan akan ada hukumannya. Yang
paling tepat teman-teman kita kalau buat
salahuin kesalahan perbaiki selesai. ini
enggak ketahuan, kesalahan malah sengaja
cari jalan untuk menyerang orang itu.
Padahal dia salah dan makin ya kalau
kalau dalam bahasa Arab dikatakan tanah
basah makin disiram air tanpa beceklah
gitu kan. Seperti itulah. Baik
teman-teman, kita akan masuk lebih dalam
membahas masalah materi kita malam ini.
Kalau saya melihat wallahuam ada dua hal
yang kita bisa titik beratkan dalam
bahasan kita ini. Yang pertama
tentang masalah larangan mengikuti gosip
informasi atau prasangka yang tersebar
yang berhubungan dengan masalah agama
dulu. Masalah agama ini dilarang ketat
ya, tidak boleh. Jangan terpengaruh
dengan jumlah orang yang banyak atau
pengikut yang banyak. Intinya kebenaran
atau bukan kebenaran yang disampaikan
seperti itulah. Kalau disampaikan
kebenaran qallah qala rasul dan dengan
dalil orang banyak hadir alhamdulillah.
Tapi ada juga orang tidak hanya karena
pintar berbicara, hanya karena ee apa?
ngelucon hanya karena ini dan itu
akhirnya orang jadi banyak ikutin.
Kita perhatikan sama-sama tafsir surah
Al-An'am surah nomor 6 ayat 116 sampai
saya bacakan dulu. Ubillahirim
akilahum
yakun inam
wamtadin.
Jika kamu hai Muhammad mengikuti
kebanyakan orang-orang yang di muka bumi
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari
jalan Allah. Kalau hanya karena kau
tidak enak sama orang, oh ini mayoritas
di sini kita minoritas.
Walaupun mereka batil, salah, lalu
diikuti, niscaya mereka akan
menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka
tidak lain hanyalah mengikuti prasangka
belaka. Dan mereka tidak lain hanyalah
mengira-ngira saja. Sesungguhnya Rabbmu,
dialah yang lebih mengetahui tentang
orang yang tersesat dari jalannya dan
dia lebih mengetahui tentang orang yang
mendapatkan petunjuk.
Maknanya ini Allah Subhanahu wa taala
berkata kata ahli tafsir, "Ketahuilah
wahai Rasulullah, sesungguhnya jika kamu
menuruti kebanyakan orang di muka bumi,
niscaya mereka akan menyesat kamu dari
jalan Allah." Artinya seandainya wahai
Muhammad ya engkau mendengarkan,
mengambil dan mengikuti pendapat atau
saran-saran orang yang selain dari wahyu
yang sudah diturunkan kepadamu, maka
mereka akan menyesatkanmu secara nyata
dari jalan Allah.
Penyebabnya adalah sebagian besar dari
mereka tidak memiliki pengetahuan dan
ilmu yang hak. Seluruh apa yang mereka
ucapkan berasal dari hawa nafsu dan
bisikan setan saja. Ya, tentu ini banyak
contoh-contohnya. Kita akan masuk nanti
ya insyaallah.
Ibnu Katsir berkata,
"Allah subhanahu wa taala memberitahukan
tentang keadaan sebagian besar penduduk
bumi dari anak keturunan Adam berada
dalam kesesatan.
Artinya kalau dipertemukan jumlah orang
yang benar dengan orang yang sesat,
lebih banyak orang yang sesat. Itu
firman Allah menyebutkan masalah itu.
Dan kebanyakan manusia memang dasarnya
banyak yang menolak ajaran Allah
Subhanahu wa taala. Sampai-sampai
mereka yang berpegang pada agama ini
dianggap asing. Nah, dianggap asing.
Kalau diingatkan aneh gitu ya. Tidak
ikuti perkembanganlah, tidak modern lah,
garis keraslah, segala macam hal.
Syekh Sa'di berkata dalam tafsir beliau,
"Sesungguhnya sebagian besar dari mereka
telah menyimpang dalam agama
amalan-amalan dan ilmu-ilmu mereka.
Agama mereka telah rusak. Amalan mereka
mengikuti hawa nafsu mereka. Dan
ilmu-ilmu mereka tidak didasari atas
penelitian untuk mencari kebenaran dan
tidak bisa menjalankan atau tidak bisa
mendapatkan jalan yang lurus."
Syekh Utsimin rahimahullah berkata dalam
salah satu statementnya, "Sesungguhnya
jumlah yang banyak bisa menjadi suatu
kesesatan.
Allah azza waalla berfirman yang
artinya, "Dan jika kamu menuruti
kebanyakan orang-orang di muka bumi, hai
Muhammad, niscaya mereka akan
menyesatkanmu dari jalan Allah." Dan
dari sisi lain, dengan jumlah yang
banyak, seseorang bisa tertipu dengannya
dan dia menyangka bahwa dia tidak akan
terkalahkan dan pasti menang. Ini juga
termasuk sebab dari kesesatan itu
sendiri.
Ada ayat-ayat yang mirip-mirip dengan
ini. Seperti misalnya Allah berfirman
dalam surah Yusuf
surah nomor 12 ayat 103 yang bunyinya
azubillahiminasyaitanirrajim
w aksarunasi walau harta bimukminin.
Dan sebagian manusia tidak akan beriman
walaupun kau berusaha menginginkannya
hai Muhammad.
Juga seperti surah Yusuf masih sama
surahnya tapi ayatnya 106 tadi 103.
yminu akar billahi illa wahum musyrikun
dan sebagian besar dari manusia itu
tidak beriman kepada Allah melainkan
mereka dalam keadaan mempersekutukan
Allah dengan sesembahan-sesembahan yang
lain
dan sekian banyak tentunya ee
dalil-dalil berhubungan dengan masalah
itu juga dalam hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang berbunyi,
"Ditunjukkan kepadaku umat-umat kemudian
lewatlah seorang nabi bersama satu orang
pengikut saja.
Ada seorang nabi dengan dua orang
pengikut dan ada seorang nabi bersama
beberapa orang pengikut dan ada seorang
nabi yang tidak ada satuun pengikutnya.
Kan dalam sebuah hadis riwayat al-Hakim
disebutkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Allah mengutus 124
124.000 nabi di antaranya 313 rasul."
Yang wajib kita imani dan tahu
ceritanya, nama-namanya adalah 25 nabi
dan rasul dalam rukun iman kita. Berarti
masih banyak 124.000. Cuma 25 saja yang
kita wajib ketahui. Berarti masih banyak
kita tidak tahu kisah mereka. Memang
Allah katakan pun dalam Al-Qur'an
tentang nabinya Muhammad sallallahu
alaihi wasallam itu ada di antara mereka
yang sudah kami kisahkan hai Muhammad,
ada di antara mereka yang belum kami
kisahkan kepadamu.
Maka ada nabi-nabi dikatakan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Hari kiamat
datang tidak ada pengikutnya walaupun
satu. Ada yang cuma diikuti satu orang
dan diikuti dua orang tapi kebenaran
bersama mereka." Itu yang dimaksud di
sini. Jadi kita harus mengetahui dan
memahami masalah ini.
Contoh misalnya
yang sering disebarkan kalau kita lihat
misal ahli kitab ada firman Allah
Subhanahu wa taala yang disebutkan dalam
surah An-Nisa surah nomor 4 ayat 157.
Ini contoh apa yang kita jelaskan tadi.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
Annisa 157.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Waquum inna qal masih isn maryam
rasulallah w qaluhu wuhu wakinubha lahum
wa inadinau fii lafiak min ma lahum bihi
min ilmin ill wu yakina barallahu ilaih
alayah dan karena ucapan mereka
orang-orang nasrani ada yang mengatakan
sesungguhnya kami maaf orang-orang ee
pada zaman itu telah berkata ini dari
kalangan Yahudi berkata, "Sesungguhnya
kami telah membunuh Almasih Isa putra
Maryam. Rasul Allah. Padahal mereka
tidak membunuhnya dan tidak juga
menyalibnya.
Tetapi diserupakan dengan Isa. Bagi
mereka. Allah ciptakan makhluk manusia
mirip sama Nabi Isa. Jadi mereka kira
mereka telah membunuh dan mensalib Nabi
Isa. Sesungguhnya orang-orang berselisih
paham tentang pembunuhan Isa.
Benar-benar dalam keragu-raguan tentang
orang yang dibunuh itu. Mereka tidak
mempunyai keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu kecuali mengikuti prasangka
belaka. Mereka tidak pula yakin bahwa
yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tapi
sesungguhnya Allah telah mengangkatnya
ke langit. Jadi ternyata Allah
menjelaskan itu kalau Nabi Isa alaihi
salam tidak dibunuh oleh mereka. Tetapi
isu ini diyakini dengan sekian banyak
orang. Seluruh Yahudi yakin sudah
membunuh Nabi Isa. Dan orang-orang
Nasrani juga ada yang mengatakan betul
Isa itu disalib sampai mereka membuat
patung-patung Isa disalib. Jadi hanya
kena prasangka. Contoh saja ini dalam
masalah keyakinan ya.
Begitu juga dengan orang-orang musyrik.
Kalau tadi ahli kitab, orang-orang
musyrik ya di surah Al-An'am surah nomor
6 ayat 148
ya. Saya tertarik sekali melihat kemarin
ada cuplikan dikirim oleh teman-teman di
grup ustaz-ustaz kemarin ee ada satu
pendeta kalau enggak salah dari Afrika
Selatan atau dari mana dia? Dia
bahasanya jelas juga dalam bahasa
Inggris dia berbahasa dan kalau enggak
salah sudah ada teks bahasa Indonesianya
bagaimana dia menghancurkan patung
Bunda Maryam gitu kan. Dia bilang banyak
orang sembah ini. Banyak orang taruh di
rumahnya banyak orang begini dan begitu.
Siapa ini? Dia tunjuk. Dia berikan
kesadaran. Kalau saya lihat ikuti sampai
akhir cuplikan ini sebenarnya mereka
mulai menyadari masalah itu dan diambil
palu dipukul kepalanya patung itu sampai
hancur.
Dia juga pernah datangkan cuplikan lain
gambarnya yang dianggap Nabi Isa. Dia
bilang, "Siapa yang yakin kalau ini Nabi
Isa dan seterusnya?" Diluruskan
pemahaman itu. Dan itu sebenarnya benar
harusnya seperti itu. Tapi mayoritas
umat Nasrani ikuti itu. Ya, sampai
mereka pasang di rumah-rumah mereka,
pasang di gereja mereka dan ngomong sama
patung itu kan.
Contoh orang-orang musyrik berkata ini
contoh yang lain tadi itu ahli kitab
ini. Orang-orang musyrik berkata dalam
surah Al-An'am surah nomor 6 ayat 148
yang bunyinya
azubillahiminasyaitanirrajim.
Sayaqulina asraku laallahu ma asrakna
wuna w haramna minalika
kadabadina minqimtaquanaumanaumun.
Orang-orang yang mempersekutukan Rabb
akan mengatakan, "Orang musyrik Makkah
dan semua orang yang berbuat
kemusyrikan, jika Allah menghendaki,
niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak
mempersekutukannya dan tidak pula kami
mengharamkan barang sesuatu apapun."
Demikian pulalah orang-orang sebelum
mereka telah mendustakan para rasul
sampai mereka merasakan siksaan kami."
Artinya orang-orang musyrik Makkah dulu
bilang sama Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Hai Muhammad, kalau betul apa
yang kau sampaikan, Allah tidak akan
sesatkan kami. Allah tidak akan buat
kami untuk sembah berhala." Padahal
datangnya Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam mengingatkan mereka dari
Allah. Dan mereka sembah berhala itu
justru dari setan. Mereka balik sekarang
faktanya untuk membenarkan apa yang
mereka lakukan. Mereka mengatakan, "Hai
Muhammad, kalau seandainya benar yang
kau bilang, Allah tidak akan buat kami
sesat." Katakanlah, "Hai Muhammad,
adakah kalian mempunyai sesuatu
pengetahuan sehingga dapat kami
mengemukakannya kepada kami? Atau bisa
kalian kemukakan kepada kami bahwasanya
ini benar Tuhan kalian." Allah suruh
patung-patung itu ada yang 360 di depan
Ka'bah, kalian tidak mengikuti kecuali
prasangka belaka. "Oh, ini dulu Bapak
kami sembah. Oh, dulu begini dan begini.
Dan kalian tidak lain hanyalah
berdusta," kata Allah.
Dan sekian banyak tentunya contoh-contoh
berhubungan dengan masalah ini karena
melihat waktu saya tidak bahas semuanya.
Kemudian teman-teman sekalian
sama juga dengan prasangka Yahudi dan
Nasrani yang disebutkan dalam surah
Albaqarah surah nomor 2 ayat 111.
Jadi mereka mengatakan kata
Allahubillahirrajim
jann hudan tilka amanium.
Mereka kaum Yahudi dan Nasrani berkata,
"Sekali-kali tidak akan masuk surga
kecuali orang-orang yang beragama Yahudi
atau Nasrani. Demikianlah hanya
angan-angan mereka yang kosong belaka."
Katakanlah hai Muhammad, tunjukkanlah
bukti kebenaranmu jika kamu adalah
orang-orang yang benar. Dan ini Allah
Subhanahu wa taala terus saja
menjelaskan tentang masalah hal ini
untuk meneruskan pemahaman orang.
Ada poin penting di sini yang perlu kita
titik beratkan, Teman-teman sekalian.
Berhubungan dengan poin pertama inilah
orang banyak mengikuti
prasangka-prasangka agama. Apalagi
kadang-kadang hanya kena melihat, "Oh,
masanya banyak, oh pengikutnya banyak,
oh mayoritas penduduk bumi ini memang
berkeyakinan begitu, boleh-boleh saja
dan seterusnya." Ini tidak bukan itu
jadi patokan. Karena Nabi sallallahu
alaihi wasallam sudah mengatakan badal
islam garibanudu gariban bada guraba.
Islam itu asing pada saat awal datang.
Orang-orang Makkah bingung apa ini
Muhammad dakwahkan enggak boleh sembah
berhala, enggak boleh begini, enggak
boleh begitu. Maka dia juga akan kembali
asing satu waktu. Beruntunglah
orang-orang yang asing itu. Lalu pernah
ditanya Nabi sallallahu alaihi wasallam
di dalam hadis yang lain dan sahih,
siapa orang-orang yang asing itu ya
Rasulullah? Beliau mengatakan,"Ununasi
suin eh ya suinim
aksar mimuhum."
Mereka adalah orang-orang saleh yang
jumlahnya sedikit di antara orang-orang
buruk yang jumlahnya banyak. Orang yang
menyelisihi mereka lebih banyak daripada
orang yang menuruti mereka.
Mubarak bin Fad meriwayatkan dari Hasan
Basri berkata bahwasanya beliau pernah
berkata, "Seandainya ada seseorang yang
mendapati kaum salaf generasi pertama
kemudian dia dibangkitkan pada hari
ini." Jadi kita perlu garis bawahi ya,
Hasan Basri dikenal dengan julukan anak
susunya Nabi. Sebenarnya dia tidak
pernah disusui oleh Ummul Mukminin, tapi
ibunya Hasan Bashri itu adalah hamba
sahayanya Ummu Salamah. Jadi waktu Hasan
Basri lahir setelah Nabi sallallahu
alaihi wasallam meninggal makanya dia
masuk generasi tabiin. Waktu Nabi
sallallahu alaihi wasallam meninggal
Hasan Basri lahir dan ibunya adalah
sahayanya Ummu Salamah. Jadi selalu
berkhidmah dengan Ummu Salamah di rumah
gitu kan. Waktu dia melahirkan pernah
Ummu Salamah suruh agar ee ibunya Hasan
Basri beli sesuatu di pasar di Madinah.
Nah, waktu dia lagi pergi pasar Hasan
Basra itu bayi nangis. Maka oleh Ummu
Salamah disusuin tapi enggak ada asinya.
Kalau Ummu Salam waktu itu tidak ada ASI
gitu kan. Maka keluar jejulukan Hasan
Basri ini anak susu Nabi karena Ummul
Mukminin pernah gituin gitu kan. Itu
kedudukannya tinggi. Sampai dia
menggambarkan waktu saya masih kecil
dulu saya sering bermain di rumah Ummul
Mukminin ibu-ibu orang-orang beriman,
istri-istri Nabi sambil meloncat dan
memegang atapnya. Jadi beliau memang
sangat dekat dengan rumah kenabian gitu.
Perhatikan apa kata Hasan Basri. Luar
biasa. Beliau mengatakan gini.
Seandainya ada seseorang yang mendapati
kaum generasi awal, maksudnya para
sahabat kalau hidup di zaman kita
sekarang, maka mereka tidak akan
mengenal sedikit pun dari Islam kalian
ini. Padahal itu zaman tabiin.
Jadi kalau ada sahabat yang hidup
sekarang ini, mereka tidak akan kenal
apa yang kalian buat ini. Kemudian
beliau meletakkan tangannya di pipinya
sambil mengatakan kecuali salat kalian.
itu di zaman tabiin. Artinya,
Teman-teman, ini sisi yang lain. Kita
lebih dalam masuk sekarang kita bahas
perkara kaum muslimin. Kalau tadi kan
contoh-contoh orang musyrik, ahli kitab.
Sekarang kita masuk perkara muslimin.
Apakah kita masuk dalam poin ini juga?
Dalam arti kata banyak di antara kita
tidak sadari kalau dia salah. Itu kan
karena melihat masa atau mengikuti apa
saja yang orang tunjukkan, "Oh, ini
ramai-ramai ya sudah gitu kan. Padahal
sebenarnya berbeda. Perhatikan perkataan
yang lain.
Abu Darda radhiallahu anhu pernah
berkata, "Seandainya dari Abu Darda
sahabat Nabi." Dia bilang waktu dia
lihat tabiin, generasi yang belajar dari
para sahabat di masa itu, ya. Jadi masih
sangat dekat sahabat yang ikut berperang
sama Nabi. Mereka hidup dan belajar. Apa
kata Abu Darda? Seandainya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam keluar kepada
kalian di saat ini zaman tabiin, maka
beliau tidak mengenal apa-apa yang dulu
dikerjakan oleh beliau dan para
sahabatnya kecuali salat kalian saja.
Artinya banyak yang kalian kerjakan
aneh-aneh nih. Enggak pernah dari zaman
Nabi. Kalau Nabi hidup, Nabi akan tolak
nih. Dari mana kalian bawa ajaran ini?
Gitu kan. Zaman sekarang kalau kita
ingatin, oh ini Wahabi garis keras, wah
ini macam-macam salah ini salah itu
enggak mau. Sudah oke baik. Silakan
kerjakan. Yang penting tugas kami
menyampaikan ini. Perkataan sahabat loh
ya. Ala-aai'i berkata, seorang tabiin
yang masyhur,
"Bagaimana jika Nabi sallallahu alaihi
wasallam keluar di zaman ini Auza'i
ini." Jadi, sudah belajar dari sahabat.
Dia bicara juga sama tabi tabiin,
generasi setelahnya. Dia bilang kalau
kalau ini ya kalau Abu Darda, sahabat
Nabi dan juga Nabi sallallahu alaihi
wasallam ada di zaman kita nih generasi
ketiga setelah sahabat, setelah Nabi ya.
Maka Nabi akan bilang apa nih? Gitu kan
pada saat itu ya. Lalu Isa bin Yunus
generasi yang datang lagi setelahnya
bilang lagi sama murid-muridnya tidak
tahu kalau Auzai hidup di zaman sekarang
bilang apa. Jadi mereka menukil itu gitu
kan. Maka saya juga berkata di majelis
kita ini, kalau Rasulullah hidup di
zaman sekarang dan para sahabat Allahuam
apa yang akan dikatakan.
Karena banyaknya aliran aliran ini
aliran itu. Tuhan kita satu Allah. Nabi
kita satu Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Kiblat kita satu Ka'bah. Kitab
kita satu rujukan Al-Qur'an. Kenapa
perselisihan ini gitu kan? Karena kalau
diingatkan harus ada dalilnya. Ah,
enggak perlu kan bagus. Nah, ini bahasa
kan bagus. Ini yang jadi masalah ini.
Bagus di matam mata Rasulullah ini gitu
diingatkan Wahabi lagi. Predikat Wahabi
yang paling banyak nih, paling gampang
dilempar gitu kan. Akhirnya enggak mau
dengar. Ini perkataan orang zaman dulu.
Ini statement ada semua gitu kan. Ini
hati-hati. Kemudian yang luar biasa
teman-teman coba renungi hadis ini. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam terpecah
Yahudi 71 golongan. Terpecah Nasrani 72
golongan. Terpecah umatku.
Perhatikan umatku
dari kita 73 lebih banyak daripada
Yahudi dan Nasrani. Apa kata Nabi?
Semuanya
di neraka. Bukan saya yang bilang ini.
Berarti 73 itu masuk neraka dulu tuh.
Itu kata Nabi. Bukan kata kita ini kalau
diingatkan, "Wah, ini garis keras lagi.
Ini hadis Nabi baca." Makanya
loh. Iya kadang-kadang lucu gitu loh
kalau diingatkan itu. Waduh luar biasa.
Nabi bilang, "Umatku 73 semua di neraka
kecuali satu." Kata Nabi ada satu.
Enggak pakai masuk neraka. Surga
langsung. Lalu kata para sahabat, "Siapa
mereka ya Rasulullah?" Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Ada banyak
riwayat ya. Di antara riwayat mereka
adalah aljamaah." Perhatikan kalimat
ini.
Aljamaah artinya komunitas gitu kan.
Komunitas. Nah, banyak orang di zaman
kita sekarang menafsirkan dan memaknakan
kalimat aljamaah adalah jemaah muslimin.
Jadi kalau mayoritas umat Islam lagi
buat-buat apa? Oh, berarti enggak
apa-apa kan ramai-ramai.
Bukan itu, akhi dan ukhti. Aljamaah yang
dimaksud adalah tidak lepas daripada
hadis yang lain. Karena hadis yang sama
terpecah umat ini dan semua masuk
neraka. Itu Nabi katakan waktu ditanya,
"Siapa yang satu itu?" Kata beliau,
"Makana ana alaihi wa ashabi." Orang
yang mengikuti aku dan sahabatku.
Berarti aljamaah adalah nabi dan
sahabat,
bukan jemaah yang sekarang. G loh. Paham
enggak sih?
Lah iya geregetan gitu.
Oh, ini karena jemaah muslimin
ramai-ramai enggak apa-apa. La haula
wala quwwata illa billah. Jadi kalau
masing-masing buat itu, oh enggak
apa-apa kan ramai-ramai tuh.
Aljamaah nabi dan sahabat. Berarti
jemaah generasi awal. Makanya tadi
perkataan para Abu Darda dan tabiin itu,
kalau Nabi hidup sekarang heran lihat
apa yang kalian buat nih. Itu sudah
dikatakan gitu. Kok aneh benar enggak
paham.
Baik.
Dan dikatakan juga di sini aljamaah
selain kelompok yang pertama itu juga
dikuatkan dengan hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Hadis irbat yang
masyhur. Berpeganglah pada sunahku,
sunah khulafa rasyidin setelahku Abu
Bakar, Umar, Utsman, Ali berpegang teguh
walaupun dengan gigi geraham kalian.
Hati-hati dengan amal-amal yang
dibuat-buat. Ini Nabi yang bilang hadis.
Karena itu akan membawa orang pada
perbuatan baru dalam agama. Perbuatan
baru agama itu adalah perbuatan yang
salah, sesat dan pasti sesat akan bawaan
dalam api neraka. Nabi sebutkan suruh
ikuti siapa? Beliau dengan sahabat.
Berarti inilah yang dimaksud dengan
aljamaah itu. Jadi bukan jemaah muslimin
gitu kan. Karena kalau kita berpegang
jemaah muslimin berarti kalau orang lagi
di Iran ikuti pemahaman Syiah kan
mayoritas muslimin berarti enggak
apa-apa. Sudah caci maki aja sahabat
Quran kurang kan begitu. karena
mayoritas orang lakukan bukan itu. Jadi
ini harus diluruskan pemahaman ini
karena ini penting sekali untuk digaris
bawahi tentunya ya. Kemudian yang kedua
teman-teman sekalian
dan ini masuk dalam bahasan kita dari
selain menyangka dan mengikuti pemahaman
yang salah dalam masalah agama juga yang
kedua adalah ee berprasangka secara umum
kepada kaum muslimin tanpa ada arah yang
jelas. Ini yang kita bisa biasa
bahasakan dengan suudzan, sangka buruk
itu ya. Nah, ini teman-teman sekalian
juga perlu di ee luruskan masalah ini
atau perlu ditekankan kembali walaupun
saya yakin ini teman-teman tidak tidak
akan apa tidak asing lagilah dengan ini
ya. Tapi kita jelaskan misal contoh
ee Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda dalam sebuah hadis Bukhari
Muslim. Iyakum wadon fainnadonna akzabul
hadis.
Hati-hati kalian dengan prasangka
karena prasangka adalah sedusta-dusta
pernyataan.
Terus dirinicikan oleh para ulama hadis,
bagaimana sih yang dimaksud dengan
prasangka itu? Masuk dalamnya orang yang
bicara tanpa ilmu. Masuk dalamnya orang
yang membela tanpa ilmu. Hanya karena
temannya, keluarganya. Oh, itu kan saya
percaya. Udah langsung main percaya aja
tanpa dia cross check juga gitu kan.
atau dia berbicara kemudian sengaja
mencari-cari kesalahan dan memata-matai
kaum muslimin
masuk semua dalam masalah ini dan ini
bahaya ini zan dan berbahaya.
Ada satu hal yang unik, Teman-teman
sekalian. Ini perlu kita garis bawahi,
ya. Karena kalau kita buka pintu ini,
ya, artinya boleh deh prasangka, enggak
masalah. Hanya karena ini teman saya,
hanya karena ini datangkan hujah.
Walaupun orang itu, Teman-teman,
mendatangkan hujah, ingat dua hal tadi
yang kita sudah ingatkan. Pertama,
pastikan fasik bukan sumbermu. Sumber
informasi ini fasik. Enggak cari tahu
tentang gurunya, cari tahu tentang
keluarganya. Apa kata orang tentang dia?
Kalau diaqah, terpercaya, oke sudah
masuk poin pertama. Yang kedua, kita pun
kalau sudah terlibat, Teman-teman, harus
menjalankan hadis Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kalau datang kepadamu
seseorang yang telah copot satu matanya,
jangan kau percaya.
Dia nangis-nangis di mataku dipukul gini
gini. Jangan kau percaya sampai kau
lihat rivalnya. Mungkin rivalnya
lawannya dua-dua matanya sudah copot.
Itu hadis Nabi loh itu. Oh enggak. Saya
enggak perlu tabayun. Kenapa? Karena kan
sudah jelas ini ada buktinya tertulis.
Bisa orang buat palsu. Zaman sekarang
apa yang enggak bisa? Foto diedit,
tulisan dibuat, wah segala macam hal itu
bahaya
teman-teman. Kalau ada aib seorang
muslim, tugas kita apa?
Nutupi. Nasihati. Tutupi. Kan gitu. Coba
kita renungi kisah ini. Kisah unik. Ini
kisah Umar radhiallahu anhu di zaman
Umar bin Khattab radhiallu anhu lagi
jadi khalifah. Beliau pernah jalan-jalan
sama Abdullah bin Mas'ud di kota Madinah
malam hari. Seperti biasa tradisi beliau
radhiallahu anhu itu selalu
keliling-keliling mencari-cari. Mungkin
ada yang butuh bantuan, mungkin ada.
Seperti itulah. Intinya teman-teman
sekalian pada saat itu dia lewat Umar
bin Khattab lewat di sebuah rumah lagi
ada masih menyala sumbuhnya. Kalau zaman
sekarang kita lampu ya. Kemudian Umar
bilang pada Abdullah bin Mas'ud, "Kamu
tunggu di sini." Dengan hikmah Allah,
dia suruh tunggu. Akhirnya Abdullah
Masud tunggu enggak ikut. Umar ngintip
dari jendelanya rumah itu. Ternyata di
dalamnya terlihat ada seorang yang sudah
tua, rambutnya putih, jenggotnya putih,
lagi minum khamar.
Dan di depannya ada seorang wanita,
budak hamba sahaya yang disuruh menari
dan juga menyanyi.
Umar enggak pakai nunggu masuk dobrak
pintunya. Kamu ini sudah tua, enggak ada
pemandangan lebih buruk daripada hari
ini yang saya lihat. Kata Umar, "Kenapa
harus berbuat seperti ini?" Maksudnya
minum khamar lalu minum-minuman lalu
menyuruh perempuan ini menari-menari
depanmu. Apa kata orang itu? Spontan.
Dia bilang, "Wahai amirul mukminin, yang
Anda lakukan lebih buruk daripada
perbuatan saya." Kata Umar, "Kenapa?"
"Pertama Anda memata-matai saya." Dan
Allah mengatakan, "Wala tajassesu."
Jangan memata-matai. Dan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabda, "La
tajassas." La tajassus, jangan
memata-matai. Yang kedua, Anda masuk
rumah saya tanpa izin.
Umar tiba-tiba dengar itu, tundukin
kepalanya radhiallahu anhu, keluar dari
rumah orang itu. Dan semenjak hari itu
Umar menghardik dirinya. "Hai Umar,
kenapa kau memata-matai muslimin? Ini
Umar bin Khattab khalifah. Bayangin
aja."
Setelah dia dengar itu, Umar terus saja
merenungi kalimat itu dan pulang dalam
kondisi beliau merasa bersalah betul
sama orang ini. Kenapa harus saya tahu
salahnya orang? Dan apalagi dengan cara
memata-mata. Beda kalau kita ketemu di
jalan, dia lagi pegang kham wajar di
rumahnya. Apa urusannya?
Apa urusannya? Sementara ada hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi
dalam hadis Bukhari Muslim. Pernah kita
jelaskan itu dalam bab dosa-dosa besar.
Dosa-dosa besar juga. Kalau seandainya
ada seseorang yang sengaja mengintipmu
di rumah, sengaja lihat, cari
kesalahanmu, maka kalau seandainya kau
congkel matanya atau kau lempar dengan
batu, tidak, kau tidak berdosa. Tidak
bolehnya, gitu kan. Tapi rentetannya
ini, Teman-teman, kalau orang sudah
mendengarkan berita dari orang fasik,
orang buruk ya tidak tidak jelas siapa
ini orang dan tidak jelas statusnya gitu
kan, gurunya siapa, dia, bagaimana
pandangan lingkungan atau masyarakat
sekitar atau keluarganya, maka otomatis
akan ada memata-matai pasti akan ke
situ. Berlanjut kisahnya teman-teman
sekalian. Beberapa hari setelah itu Umar
bin Khattab lagi duduk di majelisnya.
Datang orang ini.
Si kakek tua tadi datang. Dia duduk di
belakang. Umar lihat. Umar lihat. Waktu
dilihat oleh Umar, Umar langsung panggil
dia. Ke sinilah. Maka orang ini datang
dalam kondisi ketakutan. Dia khawatir
nanti Umar akan bongkar aibnya segala
macam. Gemetar dia. Lalu Umar panggil,
"Duduk di sebelah saya." Duduk di
sebelahnya. Apa kata Umar? membisikkan
orang itu. "Wahai saudaraku, ketahuilah
aku berjanji tidak akan pernah
menceritakan apa aku lihat malam itu."
Umar merasa berdosa. "Ya, aku berjanji
padamu, aku tidak akan pernah ceritakan
pada orang lain." Termasuk Abdullah bin
Mas'ud, orang yang sedang temani Umar
pada malam itu. Maka orang itu nangis.
Lalu dia mengatakan, "Wahai amirul
mukminin, demi Allah perlu saya
sampaikan semenjak malam itu Anda datang
ke rumah saya, saya meninggalkan kemak
saya itu dan akan saya tinggalkan
selamanya.
Saling menutupi. Bukan malahan di
kembangkan di ayo. Hah. Ini lagi api
siram bensin. Kesempatan nih ya. Makin
dipanas-panasi karena makin banyak
follower. Wah luar biasa ya. Makin
banyak orang yang ini, makin banyak
orang itu. Ini enak nih. Ini berita yang
panas bisa diangkat nih. Kan gitu tidak
berpikir teman-teman. Dan ini bahaya.
Ingat selalu hadis tadi yang kita
sebutkan dia ya menggosipin orang
menceritakan apalagi memang walaupun itu
ada ya karena kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam apakah kalian tahu apa
itu gibah? Kata para sahabat Allah dan
rasulnya lebih tahu. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam kau
menyebutkan sesuatu yang dia tidak suka
disebutkan. Dia enggak mau diceritakan
itu walaupun itu aib. Maka kata para
sahabat, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau
benar ada pada dia?" Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kalau ada
padanya kau telah menggibahnya. Kalau
tidak ada padanya kau telah
menzaliminya.
Jadi, Teman-teman yang saya ingin titik
beratkan di sini. Kalau seandainya ya
kita tidak ada hubungannya dengan
masalah itu dan makin kita tidak tahu
permasalahan seseorang makin bagus.
Karena kalau kita tahu masalah dia itu
makin melebar nanti ke mana-mana.
Seperti saya pernah bilang, jangan jadi
pahlawan kesiangan. Tiba-tiba kalau lagi
santai buka kontak. Siapa nih kira-kira
yang punya masalah nih? Ya, telepon, ada
masalah apa? Cerita aja enggak apa-apa.
Dia sendiri masalahnya banyak.
Bilang gitu. Akhirnya dengar ceritanya,
"Oh, istri saya begini begini, suami
saya begini." Oh, memang tuh enggak
baik. Cerai aja. Nah, kan jadi masalah.
Dia masuk ke alam orang ini. Ini masalah
ini. Enggak boleh ambil hikmah dari
kisahnya Umar tadi radhiallahu anhu.
Beliau sendiri merasa bersalah. Padahal
amirul mukminin. Apalagi cuma kita.
Apalagi cuma dengar. Hati-hati
teman-teman, tanggung jawabnya berat
hari kiamat. Ingat sebagai penutup hadis
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
siapa yang punya masalah dengan
saudaranya di dunia ini, selesaikan
segera. Sebelum datang hari kiamat,
tidak ada lagi manfaatnya dirham dan
dinar. Enggak ada lagi negosiasi. Kita
kalau di dunia ini, maafin saya enggak,
saya enggak mau kecuali kau bayar sejuta
nih. Sejuta masih bisa. Di dunia, di
akhirat enggak ada. Gak laku rupiah,
dolar, euro, enggak laku, emas, perak,
enggak ada yang mau gitu. Kata para
sahabat, "Apa di sana ya Rasulullah?
amal salehmu atau dosanya dia.
Amal salehmu, salatmu segala manana
dibayar. Kalau masih kurang dosanya kau
tanggung dia zina kau yang dihukum.
Nauzubillah. Untuk apa ini? Untuk apa
gitu kan. Maka ini semua karena beranjak
daripada prasangka-prasangka. Allahuam.
Semoga Allah jaga kita.
Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilai. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.