Transcript
sCK2pu2MlHI • Dosa-Dosa Besar #122 – Berdusta Dengan Mimpi – Khalid Basalamah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0657_sCK2pu2MlHI.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah. Segala puji dan puja ke hadirat Allah subhanahu wa taala juga selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Kita akan melanjutkan bahasan dosa-dosa besar. Semoga Allah Subhanahu wa taala selamatkan kita dari itu. Dan kita masuk insyaallah malam ini dosa besar ke-122 tentang masalah berdusta dalam mimpi. Saudaraku seiman, kita tahu bersama-sama dan kita tentu pernah lalui dalam hidup kita bahkan mungkin sering sekali kita mimpi. Dan mimpi ini dijadikan oleh sebagian ulama sebagai dalil akal atau secara akal tentang buktinya ada alam ghab. Di antaranya Syekh Abu Bakar Jazair rahimahullah menjelaskan masalah itu dalam buku beliau ee tentang masalah mimpi itu bagian daripada bukti adanya alam gaib. Karena kita dalam kondisi tidur tapi melihat diri kita seperti naik di atas tunggangan. Kalau kita mungkin kendaraan sekarang, mungkin naik pesawat, ngobrol sama orang, makan, kemudian juga ada hal-hal yang kadang-kadang yang kita tidak sukai ya, mungkin berkelahi dan yang lainnya. Maka semua ini bisa dirasakan efeknya. Pada saat orang bangun kadang-kadang masih dirasakan efeknya, sementara dia sendiri ada di ranjangnya. Berarti ini secara akal dan bisa kita rasakan setiap saat ada sesuatu yang gaib. Selain daripada tentu banyak hal-hal yang kita bisa rasakan tapi tidak terlihat seperti perasaan kita. Rasa suka, rasa sedih, marah, lapar, haus, kita bisa rasa tapi tidak kelihatan. Maka ini semua bukti-bukti nyata tentang adanya alam ghaib secara akal gitu kan. Bahwasannya ada hal-hal di sekitar kita, kita enggak bisa lihat dengan mata tetapi bisa dirasakan. Tapi itu bukan hal yang akan kita bahas pada malam ini. Yang kita akan bahas fokus adalah tentang masalah mimpi itu sendiri. Dari sisi dalil-dalil syari'i bagaimana agama memandang tentang masalah mimpi. Lalu kita masuk ke bahasan kita. Haramnya berdusta dalam mimpi itu atau menyampaikan mimpi kepada orang lain. Saudaraku sean mimpi ini dibagi tiga oleh Nabi alaihialatu wasalam. Mimpi itu dibagi tiga oleh Nabi alaihialatu wasalam. Disebutkan di dalam sebuah riwayat yang sahih dari sahabat Nabi yang mulia Auf ibn Malik radhiallahu anhu dan hadis ini sahih diriwayatkan Ibnu Majah dan Ibnu Abi Syaibah. Kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam ee bersabda mimpi dibagi atau terbagi menjadi tiga kriteria. Yang pertama mimpi buruk dan menakutkan juga menyedihkan. Dan kata Nabi, pastikan itu dari setan. Saya ulangi, mimpi yang pertama ini mimpi buruk yang kita tidak suka, menakutkan dan menyedihkan. Semua itu dari setan. Yang kedua, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan mimpi yang menggelisahkan seseorang karena terus saja terbawa walaupun dia sudah bangun. Dan ini biasanya disebabkan karena gejolak yang sedang ada di benaknya, baik di hati ataupun di pikirannya. Misal dia ee sedang berpikir untuk membuka sebuah usaha. Terus kemudian dia berpikir untuk meminjam uang dari seseorang atau ee dia berpikir untuk memodel tertentu tokohnya. Kemudian dia mimpi melihat itu. Itu karena terbawa dengan perasaan dia. Ya. Kemudian yang ketiga adalah mimpi yang merupakan petunjuk dan merupakan cabang dari mukjizat kenabian atau dikenal dengan rukyah sodqah. Juga dalam hadis yang lain, hadis yang sahih riwayat Bukhari, Abu Hurairah meriwayatkan radhiallahu anhu bahwasanya Nabi alaihialatu wasalam bersabda, "Mimpi itu tiga macam. Bisikan hati." Maksudnya tadi di hadis yang sebelumnya poin nomor dua ini ya. Bisikan hati artinya apa? yang sedang terlintas di benak dia yang terlalu dia pikirkan sehingga terbawa dalam mimpinya. Kalau dia lagi pengin sekali makan makanan tertentu dan dia tidak dapat, akhirnya datang dalam mimpi. Mungkin yang bujang-bujang pengin sekali nikah sama seseorang, tapi dia mengkhayal, tidak bisa dijangkau, lalu mimpi menikah sama orang itu. Hah. Itu bisikan-bisikan hati. Yang kedua, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ditakut takuti oleh setan. Ini mirip tadi dengan hadis yang sebelumnya bagian yang pertama ya. Cuma di sini ya terbalik. Dan yang ketiga, kabar gembira dari Allah. Kabar gembira dari Allah atau tadi mirip juga dengan hadis sebelumnya. Dia adalah bagian ketiga atau dikenal dengan rukyah sodqah. Teman-teman sekalian, beranjak daripada sabda Nabi alaihialatu wasalam tadi, dua buah hadis yang sahih ini, maka para ulama hadis merincikan mengatakan bahwasanya mimpi yang pertama yang dianggap dari setan atau mimpi dari setan, tidak perlu seseorang menceritakannya apalagi ditakwilkan atau ditafsirkan. Semua yang membuat antum sedih, membuat antum gelisah, enggak usah cerita, tutup mulutnya. Mau sama pasangan hidupkah, mau sama teman di kantor, mau sama sahabat, gak usah diceritain. Nanti kita sebutkan bagaimana tipsnya supaya tidak berpengaruh mimpi itu pada kita. Sebagaimana riwayat Jabir radhiallahu anhu dalam hadis yang sahih. Hadis ini diriwayatkan Imam Muslim bahwasanya seseorang laki-laki pernah datang kepada baginda Nabi alaihialatu wasalam. Kemudian orang ini berkata, "Ya Rasulullah, aku mimpi melihat kepalaku dipenggal. Lalu kemudian kepalaku itu menggelinding dengan cepat dan aku berusaha mengejarnya untuk memegangnya." Apa yang dimaksud dengan itu, ya Rasulullah? Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam tertawa dan mengatakan, "Apabila setan mempermainkanmu dalam mimpimu, maka janganlah kau menceritakannya." Dan kata Jabir radhiallahu anhu, "Setelah itu saya pernah mendengar Nabi sallallahu alaihi wasallam sampaikan di atas mimbar, bila seseorang di antara kalian dipermainkan oleh setan dalam mimpinya, maka janganlah dia ceritakan." Jadi apapun sifatnya kalau sedih segala macam tidak perlu sama sekali diceritakan. Tipsnya supaya mimpi itu tidak berpengaruh pada kita yang merupakan gangguan setan tadi. Cukup banyak riwayat yang menjelaskan tapi saya sebutkan dulu poin-poinnya. Yang pertama, begitu antum mimpi buruk, mimpi jatuh dari jurang, mimpi digigit hewan, atau yang sejenisnya, antum mimpi ya apalah yang menyedihkan berpisah dengan pasangan. Padahal sebenarnya antum tidak ada apa-apa dan segala macam hal sehingga antum merasa sedih, terbebani atau antum melihat pasangan antum selingkuh pada sebenarnya tidak. Setan permainkan. Maka poin pertama pada saat bangun baca istiadah tiga kali. Satu kali meluda ke sebelah kiri tiga kali azubillahiminasyaitanirrajim lalu tiup ke sebelah kiri ditiup ya ditiup bukan meluda besar ya sehingga nanti pasangan antum kena nanti marah dia. Yang kedua memohon kepada Allah agar dilindungi dari keburukannya. Ya, walaupun istiadah sudah mewakili poin kedua ini. Nanti kita akan dengarkan hadisnya. Kemudian yang ketiga, jangan diceritakan pada orang-orang termasuk pasangan hidup kita. Suami istri pun gak usah cerita kapan itu menyedihkan, kapan itu mengganggu hubungan rumah tangga, kapan itu ee memberikan. Bahkan seringkiali ada suami istri, mereka tidak ada apa-apa, tapi salah satunya dimimpikan menikah sama orang lain, bercerai, ribut. Atau kadang-kadang ada juga orang mimpi sosok orang saleh, tapi dia mimpi orang itu malah menjadi penjahat. Ya, permainan setan. Dan banyak contoh yang ulama sebutkan dalam masalah ini. Sau tidak masuk di akal, selesai. Ya, itu sesuai dengan hadis Nabi alaihialatu wasalam. Apabila kalian bermimpi buruk, ya apabila kalian mengalami mimpi buruk, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, hendaklah meludah ke sebelah kiri tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dampak buruk mimpi tersebut. Kemudian jangan ceritakan kepada orang lain mimpi itu atau jangan ceritakan mimpi tersebut pada siapapun. Maka mimpi itu kalau dia lakukan tiga hal tadi, baca istiazah, meluda sebelah kiri tiga kali, tidak ceritakan sama orang, maka dampak buruk ee mimpi tersebut tidak akan mengganggunya atau maka mimpi itu tidak akan memberi dampak buruk kepadanya. Hadis riwayat Bukhari Muslim. Hadis sahih ini. Dan Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Terkadang ada orang yang menafsirkan mimpi itu dengan tafsir buruk." Ya, jadi makanya antum tidak boleh cerita kepada sembarang orang. Apalagi kalau itu mimpi tadi yang buruk, yang menyedihkan, yang tidak enak. Karena kalau kita cerita sama orang, Imam Nawawi mengatakan dalam syarah Sahih Muslim menjelaskan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam ini di jilid 15 halaman 18 ya. Terkadang ada orang menafsirkan mimpi itu dengan tafsir buruk sebagaimana yang digambarkan dalam mimpi itu. Misalnya orang pincang, apalah jatuh e cerai. Lalu dia bicara sembarangan sama orang sehingga orang itu mulai menafsirkan. Nanti kita akan jelaskan ya, bukan tidak boleh menafsirkan mimpi, tapi harus ahlinya. Enggak boleh sembarangan orang. Kapan dia bilang, "Oh, sepertinya begini bisa terjadi itu dengan takdir Allah Subhanahu wa taala." Ini Imam Nawawi mengatakan, "Teradang ada orang yang menafsirkan mimpi itu dengan tafsir buruk sebagaimana yang digambarkan dalam mimpi itu. Meskipun masih banyak kemungkinan, masih bisa terjadi yang lain, tapi orang ini sok tahu, lalu dia menafsirkannya karena diceritakan oleh temannya." Tafsir buruk itu terjadi dengan takdir Allah Taala. Karena mimpi yang dialami seseorang ibarat sesuatu yang terbang. Artinya ketika mimpi itu memiliki dua kemungkinan. makna kemudian ditafsirkan pada salah satu maknanya maka akan terjadi sesuai yang mendekati sifat tersebut. Oleh karena itu tadi kita dilarang untuk menceritakan ya dan tadi sudah kita jelaskan bagaimana seorang sahabat yang menggambarkan kepalanya terputus. Ya, kalau kita tidak paham riwayat ini, Teman-teman sekalian, maka kita akan berpikir negatif. Oh, kepala saya dipenggal, apakah saya akan dibunuh orang? Kan bisa berpikiran begitu. Tapi ternyata Nabi sallallahu alaihi wasallam menganggap itu permainan setan. Sementara mimpi yang kedua tadi itu mimpi yang pertama ya. Mimpi yang kedua adalah mimpi yang tadi bisikan hati. Maksudnya kita berbicara riwayat pertama yang saya sebutkan. Kalau di riwayat kedua ini disebutkan kriteria yang pertama yang bisikan-bisikan hati yang kita cenderung mau makan, kita cenderung suka sama orang. Masuk dalamnya masalah ini biasanya mimpi junub ya. Terlalu suka sama seseorang berlebihan akhirnya dia mimpi biologis di situ. Hah. Bahkan kadang-kadang ada orang bangga dia bilang, "Ya, paling tidak mimpinya." Kenapa antum ketawa? pernah ngalami. Maka ia juga melakukan hal yang sama. Seperti poin pertama tadi, dia baca istiadah, dia meluda tiga kali sebelah kiri kemudian dia tidak menceritakan kepada orang lain sebagaimana hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian yang ketiga, mimpi yang ketiga adalah rukyah sodqah tadi ya. Mimpi yang benar yang datangnya dari Allah Subhanahu wa taala. Nah, ini berbeda hukumnya. Misal semua yang menggembirakan. Semua yang menggembirakan seperti misalnya dan tidak ada kemaksiatan ya dalam arti kata gembira. di sini memang menggembirakan positif seperti antum melihat ee mengunjungi atau tawaf di Ka'bah, masuk ke surga ya ee ikut berjihad ya atau sedang salat berjamaah atau mimpi mengisi pengajian atau hadir di pengajian semua itu masuk dalam rukyah sodqah mimpi yang benar dan ini masuk dalam sabda Nabi alaihialatu wasalam. Wasallam. Tentang masalah rukyah sodqah. Banyak sekali hadisnya. Di antaranya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan mimpi yang benar atau rukyah sodqah adalah bagian cabang dari 46 cabang mukjizat kenabian. Hadis Bukhari. Riwayat yang lain, mimpi yang benar dari orang beriman yang menggembirakan dia. Dalam arti kata di dalam mimpi itu dia gembira karena dia melakukan ketaatan kepada Allah apapun sifatnya. Ya. Maka itu bagian daripada 70 cabang mukjizat kenabian. Katanya Nabi sudah tidak ada. Tapi seringki Allah memberikan informasi dari mimpi orang-orang yang beriman ini. Ya, ini banyak contohnya. Seperti misalnya mimpi sahabat Nabi dulu yang bernama Abdullah pada saat awal Nabi sallallahu alaihi wasallam hijrah ke Madinah. Kemudian muslimin belum memiliki azan, ya, belum ada azan salat waktu itu. Dan ini terjadi tahun kedua Hijriah sebelum perang Badr. Maka pada saat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh para sahabat, "Coba cari sesuatu yang kita bisa jadikan sebagai simbol untuk datang salat. Ada yang berpikir untuk pakai trompetnya orang Yahudi. Ada yang terpikir untuk memakai loncengnya Nasrani. Ada macam-macam rencananya. Hari itu mereka menyebar mencari, besok mereka masing-masing menawarkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rupanya Abdullah ini mimpi. Dia tidur, dia mimpi. Dia melihat ada orang jalan bawa lonceng. Kemudian dia bertanya, "Ya, maukah kau jual lonceng itu untukku dalam mimpi?" Kemudian orang itu pun berkata, "Untuk apa?" Dia mengatakan, "Kami mau gunakan untuk panggilan salat kami." Lalu orang itu berkata, "Maukah kau saya tunjukkan lebih baik daripada lonceng ini? kata dia tentu saja. Lalu orang itu mengajarkan lafaz azan seperti sudah kita tahu Allahu Akbar Allahu Akbar sampai Lailahaillallah. Setelah itu dia bangun lalu dia datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya Rasulullah saya mimpi begini. Maka Nabi alaihi salalatu wasalam mengatakan mimpimu baik tapi ajarkanlah azan itu, lafaz-lafaz itu kepada Bilal. Karena dia suaranya lebih bagus dari suaramu. Ya. Maka jadilah Bilal muadzin Nabi alaihialatu wasalam. Ini contoh dan cukup banyak tentunya contoh-contoh rukyah sodqah ya. Rukyah sodqah cukup banyak. Dan Imam Malik mengatakan tidak seluruh mimpi patut diceritakan hanya mimpi-mimpi baik saja dan termasuk sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Memang diceritakan mimpi itu. Kalau mimpi baik ya sunah Nabi boleh kita ceritakan. Oh, saya mimpi mendatangi ini dan itu. Misalnya saya datang ke Makkah, saya menunjungi masjid Nabi, saya melihat ini dan itu, itu semuanya adalah bagian dari mimpi yang baik. Termasuk mimpi bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nanti kita sebutkan juga di poin-poin kita itu semua mimpi yang baik ini terutama dari para nabi. Kalau mimpi Nabi semuanya rukyah sodqah. Kalau mimpi Nabi semuanya rukyah sodqah. Artinya semuanya petunjuk dari Allah. Kalau kita tadi selain nabi masih dibagi tiga kriterianya kan. Tapi kalau nabi-nabi semuanya mimpi baik. Jadi bahkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mengatakan dalam hadis Bukhari, "Sesungguhnya wahyu datang kepadaku terkadang dalam bentuk mimpi, ya terkadang dalam bentuk suara lonceng yang keras terkadang ya masuk ke dalam benak hatiku dan terkadang aku diajak bicara langsung oleh malaikat Jibril." Maka mimpi para nabi semuanya benar dan itu petunjuk. Kisah masyhur tentang mimpi nabi-nabi ini di antaranya Nabi Ibrahim Alaih Salam yang masyhur pada saat mau menyembelih anaknya Ismail Alaih Salam yang Allah sebutkan dalam surah Asssaffat surah nomor 37 ayat 102 sampai 105. Kalau yang punya program Al-Qur'an di handphone dibuka ini. Assfat surah 37 ayat 102 sampai 105. Ubillahitjimma q ya bun inni arami qalajiduni insyaallahu minobirin. itu Assfat 102 yang artinya pada saat Ismail sudah sampai umur dewasa, maka Ibrahim ayahnya alaih salam berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat mimpi, ya di dalam mimpiku itu aku melihat aku menyembelihmu. Maka lihatlah bagaimana pendapatmu." Kalau tadi ingat riwayat sahabat tadi, riwayat Jabir, sahabat mimpi lahirnya di penggal ya. Lalu Nabi bilang apa? Itu dari setan. Tapi itu tidak berlaku untuk para nabi-nabi. Kalau nabi benar. Makanya saya sengaja datangkan ini untuk menjelaskan pengecualian. Kalau kita mimpi kepala kita dipenggal, itu berarti dari setan. Sudah selesai. Kita ambil riwayat Jabir tadi, hadis yang sahih itu. Tapi kalau nabi-nabi itu berarti benar. Makanya Ibrahim Alaih Salam menanyakan kepada anaknya Ismail Alaihi Salam. Dan Allah ceritakan dalam Al-Qur'an, bagaimana pendapatmu? Dia mengatakan, "Wahai ayahku tercinta, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, maka pastilah engkau akan mendapatkan aku dengan izin Allah, termasuk orang-orang sabar." Perhatikan kalimat Nabi Ismail alaihi salam yang mengatakan, "Ya abati falma tummar." Kalimatar. Wahai ayahku tercinta, kerjakan kepadamu apa yang diperintahkan. Kata ulama tafsir, Ismail alaihi salam sangat paham mimpi ayahnya Ibrahim karena dia nabi. Berarti benar, berarti perintah Allah. Setan enggak bakal datang menggoda nabi-nabi. Enggak ada permainan setan ke nabi-nabi. Mereka tidak bisa itu. 103-nya. Falamma aslama watallahu lil jabin. Pada saat keduanya sudah menyerahkan diri pasrah dengan keputusan Allah dalam mimpi tadi harus disembelih. Ibrahim harus menyembelih anaknya Ismail alaihiatu salalam dan sudah diletakkan di atas pelipisnya. Maksudnya sudah ditidurkan dan sudah akan disembelih lehernya. 104-nya berbunyi, "Waadainahu ay ibrahim." Maka pada saat itu benar-benar mereka sudah ikhlas dua-duanya. Ismail sudah pasrahkan lehernya. Ibrahim sudah mengayunkan pedangnya. Sudah mau disembelih anaknya. Ujian Allah berat pada saat itu. Jadi bukan cuma sekedar baru niat lalu Allah sudah beritahukan kalau itu hanya cobaan. Gak. Sampai betul-betul Ismail dan Ibrahim sudah dua-dua pasrah. Falamma aslama nyerahkan diri sudah watahu lil jamin sudah diletakkan dan akan disembelih. Maka kami memanggil wahai Ibrahim 105-nya qadqar rukya garis bawahi kalimat rukyah. QQ rukya innaalika najzil muhsinin. Wahai Ibrahim, engkau telah mempercayai mimpi itu. Ya, maka kamu atau ee begitulah kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan. Jadi, ini salah satu contoh rukyah sodqah para nabi-nabi yang benar dan disebutkan dalam Al-Qur'an. Begitu juga yang masyhur kisah Nabi Yusuf Alaih Salam ya. dalam surah Yusuf yang dia mengatakan dalam surah Yusuf, "Wahai ayahku, aku melihat 11 bintang, bulan dan matahari sujud kepadaku." Ya. Maka ee pada saat itu Yaakub Alaih Salam ayahnya Yusuf alaihialatu wasalam menakwilkan mimpi itu sambil mengatakan, "Jangan pernah kau ceritakan itu pada saudara-saudaramu." Ya. Lalu ditakwilkanlah dalam sebuah riwayat dijelaskan kalau 11 orang itu adalah saudara-saudaranya Nabi Yusuf Alaih Salam. Bulan adalah ibunya, matahari adalah ayahnya. Ya kan? Tapi ini juga disebutkan intinya ada mimpi dan itu kita sudah tahu ada surah Yusuf menjelaskan masalah itu ya. Kemudian juga mimpi Nabi alaihialatu wasalam banyak sekali banyak mimpi Nabi sallallahu alaihi wasallam seringkiali beliau mimpi. Bahkan salah satu tradisi Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau seringki habis salat subuh pasti bertanya kepada sahabat-sahabat. Ada enggak seseorang dan yang mimpi semalam? ditanya kalau ada sahabat yang ceritakan, "Ya Rasulullah, saya mimpi begini." Nabi takwilkan. Tapi kalau dari setan, kayak tadi sahabat, Nabi bilang itu permainan setan. Ya, cuma memang Nabi sallallahu alaihi wasallam memang ahlinya di situ. Memang beliau mendapatkan wahyu untuk menakwilkannya. Ya, contoh misalnya mimpi Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah ee pada saat akan terjadi perang Uhud waktu pasukan Quraisy keluar 3.000 orang dari Makkah menuju ke Madinah dan sudah dekat dengan pintu gerbang Madinah. Maka ee Nabi alaihi wasallam merembukkan, bermusyawarah dengan para sahabat. Apa yang harus kita lakukan? Para sahabat Nabi yang tidak sempat ikut di perang Badar lalu mendengar perang Badar yang tahun 2 Hijriah. Sementara perang Uhud tahun 3 Hijriah itu ada malaikat yang datang para syuhadanya mati dan berbicara dengan Allah. Pemimpin-pemimpin Quraisy banyak yang terbunuh. Mereka yang tidak sempat hadir di Badr semangat. Ya Rasulullah kita keluar saja gitu lawan mereka. Apalagi kami enggak punya peluang kemarin di Badr. Sebagian sahabat mengatakan, "Ya Rasulullah, bagaimana pendapat Anda?" Nabi mengatakan kalau saya cenderung bertahan di dalam benteng. Kalau dalam benteng, maka otomatis musuh muda dihadapi karena benteng-benteng zaman dulu tuh tinggi 10 sampai 15 m bahkan lebih. Lalu dilumurin dengan minyak sehingga musuh enggak mudah untuk naik. Kadang-kadang juga kalau mereka tempelkan tangga disiram lagi dengan air panas ya atau apalah lahar yang panas yang di dipanasin lalu dilemparkan ke musuh-musuh gitu. Tapi rupanya mayoritas sahabat berharap Nabi sallallahu alaihi wasallam keluar. Maka Nabi pun berdiri masuk ke rumahnya alaihi wasallam lalu beliau pakai baju perang. Rupanya beberapa sahabat di antaranya Hamzah dan yang lainnya radhiallahu anhum ajmain itu lalu berkata, "Sepertinya kita terlalu memaksakan pendapat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Terlalu maksain pendapat. Sekarang kita ke rumahnya Nabi saja. Kemudian kita bilang aja sama Nabi gitu. Kita bilang sama Nabi, "Enggak apa-apa dia bertahan di Madinah aja." Mereka tunggu. Begitu Nabi sallallahu alaihi wasallam keluar sudah dengan pakai topi besi, baju besi sudah dengan perisai dengan pedang. Lalu mereka mengatakan, "Ya Rasulullah, sepertinya kami memaksakan pendapat pada Anda. Kalau Anda mau bertahan di Madinah, silakan." Maka keluarlah sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam yang masyhur, "Tidak layak bagi seorang nabi kalau sudah mengenakan baju perang, melepasnya kembali sampai Allah berikan petunjuknya. Dia menang atau dia kalah dari musuhnya." Dan ini ciri seorang muslim. Kalau sudah berazam, bertekad dan itu kebaikan, tawakal alallah. Enggak boleh ragu-ragu. Jalan selama itu kebaikan, jalan. Maka pada saat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Aku melihat mimpi." Aku melihat mimpi. Kata para sahabat, "Apa mimpi Anda, Rasulullah?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Aku melihat ada retakan di pedangku. Kemudian aku juga melihat ada sapi yang disembelih. Dan aku melihat aku masuk ke dalam sebuah benteng yang kokoh." Kata para sahabat, "Apa takwilnya, ya Rasulullah?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kalau pedang yang retak itu berarti ada sahabatku yang terbunuh. Kalau sapi yang disembelih, berarti ada kerabatku yang mati. Dan ee benteng yang kotor adalah kota Madinah." Dan betul terjadi seperti yang Nabi alaihialatu wasalam takwilkan masalah itu. Dan cukup banyak tentu contoh-contoh yang berhubungan dengan masalah itu. Orang-orang juga pernah ada seorang wanita datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan beliau menakwilkan itu ya mimpinya. Tapi ini Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau memang layak untuk menakwilkan mimpi. Ada seorang wanita mengatakan, "Ya Rasulullah, saya mimpi." Ya, ada anak kecil atau ada bagian dari anggota tubuh Anda. Maaf, ada bagian dari anggota tubuh Anda di rumahku. Kata ibu itu. Kebetulan ibu ini dia memang suka meng ee apa? menjual jasa ASI. Ya, maka dia mengatakan, "Ya Rasulullah, aku mimpi semalam melihat bagian dari tubuh Anda ada di rumah kami." Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Itu menandakan Fatimah akan melahirkan anak beliau sallallahu alaihi wasallam radhiallahu anha." Fatimah Zahra akan melahirkan anak laki-laki dan dia nanti anak itu atau cucuku akan disusui olehmu. Maka terjadilah seperti yang disampaikan oleh Nabi alaihialatu wasalam. Nabi sallallahu alaihi wasallam menekankan dalam sebuah hadis yang sahih, apabila seseorang dari kalian melihat mimpi yang menggembirakan, mimpi yang benar, hendaklah ia mengucapkan alhamdulillah dan ceritakan ke orang lain. Tadi saya bilang mimpi tawaf di Ka'bah, mimpi masuk surga boleh kita sampaikan. Bahkan bagian dari sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam kita menyampaikan. Tapi ingat ya, mimpi yang menggembirakan dan baik. Kapan itu menyedihkan, menyusahkan, atau masalah aib orang, maka itu semua dari setan. Lakukan tadi poin-poin yang sudah kita jelaskan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Apabila seseorang dari kalian melihat mimpi yang menggembirakan, maka hendaklah ia mengucapkan alhamdulillah dan ceritakan ke orang lain. Sebaliknya, bila mimpinya buruk, ya menyedihkan atau memunculkan ee dukacitanya ya. Maka pastikan itu dari setan. Karena itu ia hendak mengucapkan istiadah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Dan jangan menceritakan pada orang lain karena mimpi itu tidak akan mendatangkan mudarat padanya. Hadis ini riwayat Bukhari. Ya, ulama merincikan tentang masalah permainan setan tadi yang dilarang untuk menceritakan juga ini yang paling sering dalam rumah tangga itu dimimpikan selingkuh dihnya atau pasangannya selingkuh supaya terjadi cekcok. Kapan antum mimpi ini baca istiadah azubillahiminasyaitanirrajim meludah sebelah kiri tiga kali. Kemudian jangan ceritakan termasuk sama pasangan kita. Kapan antum terpancing? Bangun tengah malam korek. Saya mimpi tadi. Kamu jalan sama ini dan itu. Ya pasti benar. Ini handphone saya periksa. Ini dia jadi setan manusia ya yang mendukung setan jin. Ini kalau ada setan jin di sini marah sama kita nih. Kita bongkar kedoknya ya. Jadi gak boleh cerita. Itu contoh ulama mengatakan dalam masalah rumah tangga yang paling sering dimimpikan perselingkuhan atau tadi mimpi junub ya. Kalau orang mimpi junub sesekali mungkin masuk akal. Tapi kalau ada orang rutin seminggu sekali, ini tanda tanya ini. Nah, maka itu contoh. Begitu juga ulama memberikan contoh dalam ee rumah tangga ini kalau ada wanita muslimah hamil, kadang-kadang setan bermain memimpikan bayinya keluar. atau bayinya hilang padahal sebenarnya tidak ada. Selama itu tidak terjadi real di depan mata kita, berarti permainan setan. Karena itu menyedihkan, kan? Sehingga kalau dia sedih betul-betul berpengaruh pada janinnya. Begitu juga contoh dalam persahabatan untuk merusak ukhuwah islamiah. Dibuatlah mimpi macam-macam oleh setan ini. Dimimpikan temannya mencuri barangnya, dimimpikan temannya selingkuh dengan pasangannya, dimimpikan ini dan itu. Ini semua setan. Dan jangan ceritakan sama teman kita, jangan ceritakan sama pasangan kita. Itu contoh-contoh ya. Dan cukup banyak contoh dalam masalah ini. Kita teman-teman akan masuk sekarang ke poin juga tentang khusus ya ee bagian dari bahasan kita mimpi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini sangat berhubungan dengan masalah bahasan kita. Ada sebuah hadis Bukhari. Ada sebuah hadis Bukhari yang menjelaskan tentang masalah itu. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam melalui Abu Hurairah radhiallahu anhu, "Waman roani fil manam faqad roani haqqo atauqan fainnasitana la yatamsalu fi surati waman kadaba alaiya mutaammidan falyatabawa maqadahu minanar." Abu Hurairah berkata radu anhu dalam hadis Bukhari Muslim ini, Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang melihatku dalam mimpinya, maka sungguh ia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai bentukku. Barang siapa yang berdusta atasku secara sengaja, maka ia telah mengambil tempat duduknya dalam neraka. Dalam hadis ini ada beberapa penjelasan yang perlu tidak diberatkan dulu. Seseorang yang melihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam mimpi, maka sesungguhnya ia benar-benar telah melihatnya. Tapi dengan syarat apabila ciri-ciri sifat fisik Nabi sallallahu alaihi wasallam yang telahkan dalam riwayat-riwayat yang sahih juga sudah dirincikan oleh para ulama sama ya. Hal itu pertanda bahwasanya dia memang melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana seringkiali disebutkan ada beberapa sahabat seperti Anas Ibn Malik, Jabir bin Abdillah, beberapa sahabat-sahabat mengatakan waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah meninggal seringki melihat dalam mimpi. Termasuk kisah Utsman bin Affan radhiallahu anhu pada saat beliau mau dibunuh ya di akhir hidupnya lagi baca Quran itu dia lagi puasa radhiallahu anhu. Malam harinya dia mimpi. Kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Hai Utsman, bersabarlah karena engkau akan berbuka puasa bersama kami." J melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam datang dan berbicara dengan Utsman bin Affan. Maka sebelum azan magrib, habis asar, datanglah para orang-orang yang tidak benar ini lalu memukul. Ya, entah siapa yang membunuh Utsman karena di zaman itu saja masih tanda tanya siapa yang tempatnya membunuh. Dan para sahabat belum menemukan siapa pelaku yang langsungnya. Karena banyaknya orang yang masuk ke rumah pada saat itu. Maka terbunuhlah radhiallahu anhu dan darahnya tertumpah di Al-Qur'an yang beliau pegang pas di ayat fasayakfikahumullah yang artinya Allah akan membalas kalian. Tapi contohnya di sini adalah para sahabat mimpi. Begitu juga dengan para tabiin. Dinukil mereka ada yang mimpi. Ibnu Hajar juga menyebutkan sebuah riwayat yang dengan sanad sahih dari Ibnu Sirin. Apabila ada seseorang mengisahkan kepadanya bahwa ia melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam mimpi, maka Ibnu Sirin berkata, "Sebutkanlah padaku ciri-ciri sifat yang engkau lihat tersebut." Jadi kalau ada orang datang kepada ee Muhammad bin Sirin ini ahli takwil mimpinya tabiin. Jadi kalau dalam takbir mimpi enggak ada yang mengalahkan beliau. Maka kalau ada orang bilang, "Saya mimpi lihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Maka beliau tanya, "Coba sebutkan ciri-cirinya. Jika orang tersebut menyebutkan sifat yang tidak dikenal oleh Ibnu Sirin, maka Ibnu Sirin berkata, "Sesungguhnya engkau tidak melihatnya." Ya. Ya. Begitu juga diriwayatkan Ibnu Hajar tentang riwayat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dengan sanad yang baik. Ibnu Qulaib berkata, "Aku katakan kepada Ibnu Abbas, aku melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam mimpi. Ibnu Abbas radhiallahu anhuma lalu berkata, "Sebutkanlah ciri sifat-sifatnya padaku." Lalu Ibnu Qulaib berkata, "Aku sebutkan Hasan bin Ali lalu aku serupakan dengannya." Maka Ibnu Abbas mengatakan, "Benar engkau telah melihatnya. Karena yang paling mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah Hasan cucunya radhiallahu anhu. Ciri-ciri Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah masyhur. Alisnya tebal, hitam seperti busur panah ya. Kemudian dahinya, pipinya ini lebar ya. Wajah beliau alaihi wasallam maksudnya tidak tidak bulat, tidak oval. Kemudian beliau memiliki kulit yang sangat putih. Saking putihnya sampai pipi beliau kemerah-merahan, rambutnya hitam pekat ya. kemudian ee berombak dan seringkiali dibiarkan sampai kuping ataupun pundak alaihiatu wasalam. Beliau punya dadah pundak yang lebar dan anggota tubuh beliau jenggotnya panjang sampai ke dada atau katif diistilahkan. Dan juga di bagian tangan, di bagian dada beliau sallallahu alaihi wasallam itu ada di bagian kaki di betis itu banyak bulu ya alatu wasalam. Dan poster tubuh beliau jarbuk. Jarbu tidak terlalu tinggi, besar dan tidak juga terlalu kecil. Saya sedang ya tentu di sini sedangnya adalah yang dimaksud badannya bagus oleh sallallahu alaihi wasallam karena poster tubuh beliau sangat ideal. Maka kalau ada orang mimpi lalu mengatakan saya lihat Rasulullah ditanya bagaimana kulitnya hitam berarti bohong enggak benar. Atau rambutnya keriting berarti enggak benar. Atau badannya kurus berarti enggak benar. Termasuk sebagian ulama mengatakan makna dari sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ini, "Siapa yang melihatku, makna melihatku melihat utuh." Ya. Jadi kalau ada orang cuma lihat pundaknya, ada orang cuma lihat tangannya, itu kan maka tidak masuk dalam kategori itu. Karena ada orang biasa bilang begitu, "Saya lihat dalam mimpi Rasulullah cuma saya lihat tangannya, cuma saya lihat punggungnya." Berarti ulama bilang itu belum melihat. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam bilang dalam hadis ini, "Siapa yang melihat aku," maksudnya dengan mata kepala, lihat utuh ciri-cirinya. Makanya tadi dinukil Ibnu Sirin, Ibnu Abbas ya. Ini semua pada saat orang bilang lihat Nabi ditanya sama dia, "Coba sebutkan cirinya." Kenapa disebutkan ciri? Maksudnya sama enggak ini kulitnya, rambutnya segala macam. Kalau sama baru dikatakan dia melihatnya. Tentu ada sebagian ulama mengatakan tentang masalah apa yang menyebabkan orang itu bisa melihat Nabi alaihialatu wasalam. Ya, yang pertama ditekankan oleh para ulama adalah cintanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan cinta kepada sunah beliau. Karena beliau sendiri berkata dalam sebuah riwayat Bukhari Muslim kepada seseorang sahabat Abdullah bin Mas'ud mengatakan seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam lalu bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai satu kaum dan ia tidak berjumpa dengan mereka?" Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Seorang manusia akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya." Ya, juga ada sahabat yang masyhur dalam riwayat Bukhari mengatakan, "Ya Rasulullah, ee aku minta satu hajat." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Apa itu?" "Aku ingin bersamamu di surga." Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ada hajat yang lain?" "Tidak ada." Nabi tanya sampai tiga kali. "Tidak ada." Lalu kemudian berkatalah Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bantulah aku dengan memperbanyak ya memperbanyak untuk ee apa? Sujud, ya. Memperbanyak sujud." Kemudian dalam hadis Bukhari juga disebutkan ini disebutkan dalam buku Adabul Mufrad bahwasanya Jubair bin Nufair meriwayatkan dari bapaknya ia berkata, "Pada suatu hari kami duduk di dekat Miqdad bin al-Aswad. Lalu seseorang lewat sambil berkata kepada Miqdad, kebaikanlah bagi dua mata ini yang melihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Ya, maksudnya dia memuji sahabat yang sempat lihat Nabi dengan matanya. Itu kemuliaan. Lalu Zubair menanggapi, "Demi Allah, kami berkeinginan melihat apa yang engkau lihat dan menyaksikan apa yang engkau saksikan." Ya, kata sebagian ulama hadis, artinya kalau orang itu betul-betul ingin melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam dari hatinya tulus, bisa kemungkinan Allah perlihatkan dia. Tapi ingat dengan ciri-ciri yang benar tadi. Karena dikuatkan dengan riwayat yang lain sebuah hadis yang berbunyi dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. "Bah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Umatku yang amat ya mencintaiku atau yang sangat mencintaiu adalah manusia yang datang setelahku. Ya, salah seorang dari mereka berkeinginan seandainya ia dapat melihatku meskipun mengorbankan keluarga dan hartanya. Artinya dia betul-betul rindu ingin melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahkan kalau perlu seluruh hartanya, apapun yang dia miliki semuanya diserahkan, diinfakkan demi untuk bisa melihat Nabi alaihi salalatu wasalam. Tetapi ulama batasi juga di sini, Teman-teman, bukan berarti ada amalan-amalan khusus seperti banyak buku-buku begitu. Baca selawat sampai 10.000 kali segala macam ini belum pernah dinukil ya. Walaupun baca selawat mulia, bagus sekali tapi yang dinukil oleh ulama tadi karena ada dalilnya poin-poin yang sudah kita sebutkan. Baik kita tutup teman-teman sekalian dengan inti bahasan kita. apa yang kita sampaikan tadi tentang mimpi dan hukum-hukumnya dan berbagai macam dalil ini perlu kita garis bawahi bahwasanya harus benar kalau ada seseorang dia menceritakan karena temannya cerita, "Oh, dia mimpi lihat Rasulullah, si fulan lihat surga, dia juga ingin cerita." Maka ini dia bohong masuk dalam kategori dosa besar. Itu yang jadi bahasan. Saya bacakan cuma sedikit saja. Kata Syekh Muhammad di sini, "Sebagian orang ada yang sengaja membikin-bikin cerita mimpi yang tidak dialaminya untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk mendapatkan keistimewaan, popularitas, menumpuk materi, ya, atau menakut-nakuti orang yang sedang bermusuhan dengannya." Banyak orang awam memiliki kepercayaan tertentu terhadap mimpi sehingga mereka amat tergantung dengannya. Orang-orang yang macam inilah yang banyak menjadi korban penipuan soal mimpi. Makanya tadi kita berikan kriteria yang tiga itu ya. Jadi ambil kesimpulan semua yang menyedihkan tidak enak jangan dipercaya. Sudah baca istiadah. Jangan cerita orang karena ini yang banyak ditunggangi oleh orang-orang yang tidak benar. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memberi ancaman keras kepada orang yang suka mengada-ngadakan mimpi yang tidak pernah mereka lihat. Sebagaimana sabda beliau dalam hadis Bukhari di jilid 6 halaman 540. Ini cuma dua buah hadis saja. Yang pertama adalah sabda Nabi wasam inil inilah rasulillahiallahu alaihi wasallam maam yakl. Sesungguhnya di antara kebohongan terbesar adalah seseorang yang mengaku bernasab kepada selain bapaknya. Dia tahu bapaknya si A gak dia nasabkan kepada si B. Ini sudah pernah kita bahas di dosa-dosa besar. Tidak boleh dan ini bisa kufur. Atau bercerita tentang mimpi yang tak pernah ia lihat dan meriwayat atau meriwayatkan atas Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sesuatu yang tidak pernah beliau katakan. Ini termasuk paling besar. Jadi ada tiga hal dalam hadis ini. Salah satunya adalah mimpi yang tidak pernah dilihat. Penutupan bahasan kita adalah hadis yang selanjutnya riwayat Imam Bukhari jilid 12 halaman 427. Kata baginda Nabi alaihiatu wasalam, "Man tahallama biulmin lam yarahu kulli faay yaqida bain syairatain walan yaf'al." Barang siapa yang menceritakan mimpi yang ia yang tidak ia lihat, maka ia dibebani mengikat dua biji gandum dan tentu ia tidak akan mampu melakukannya. Kata Syekh Muhammad, "Mengikat biji gandum adalah sesuatu yang mustahil." Biji gandum digabungkan tidak mungkin. Tetapi balasan itu setimpal dengan perbuatannya. Kata sebagian ulama, maksudnya adalah dia akan disiksa pada hari kiamat dan tersibukkan dengan itu. Kalau dia tidak bisa lakukan, maka akan dihukum dan dicambuk oleh para malaikat. Dan ini termasuk ancaman yang berat. Wallahuam. Subhanakallahumma wabi bihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]