Bulughul Maram #75 – Kitab Nikah, Bab al-Hadhanah (Pengasuhan Anak)
Rkw0UGtd-J8 • 2019-03-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah segala puji dan Puja kehadirat Allah subhanahu wa taala yang selalu kita ucapkan dalam setiap keadaan kita dan juga kita panjatkan selawat dan Taslim kepada nabi besar Muhammad sallallahu Al alihi wasahbihi wasallam sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah dan sebagai bentuk cinta kita Kepada beliau lanjutkan bahasan kitab Ul Maram yang ditulis Ibnu Hajar rahimahullah dan kita masih berhubungan dengan masalah rumah tangga bahasan yang terakhir sudah kita bahas masalah bab nafkah dan kita akan masuk pada siang ini bab ke-14 masalah hadanah atau pengasuhan anak atau Hak asuh anak seperti biasa teman-teman sekalian kronologisnya adalah atau mukadimahnya kalau Allah subhanahu wa taala mengaruniakan kita anak memang Allah juga membebankan pada kita untuk mengejar pahala dari dia dengan cara menjalankan tugas yang Allah bebankan kepada kita untuk dia seperti misalnya makanannya minumannya pakaiannya pendidikan dan ini semua butuh ekstra kesabaran pengorbanan ya Dan kita harus betul-betul mempelajari tentang fase-fase anak-anak itu ada fase Di mana mereka bermain ada fase Mereka ee belajar ada fase Di mana mereka mulai beranjak dewasa dan punya program-program hidup n anak itu aset amal jariah ka Ali Bin Abi Thalib Radiallahu sudah menitik beratkan mengatakan didik anak kalian dengan 7 tahun dikali 3 7 tahun pertama penuh dengan kelemahlembutan jadi teman-teman yang Allah Sedang berikan amanah anak berapun jumlahnya di bawah 7 tahun anak-anak ini tidak bisa diam memang aktif mereka mau tahu apa saja berjalan berlari ya menjatuhkan ini menjatuhkan itu tuh Bi tapi bagaimana tinggal kita mengarahkan agar tidak jatuh pada hal-hal yang EE berbahaya bagi dia seperti bermain pisau misalnya ataubenda-benda tajam gitu kan lebih baik lagi kalau di umur-umur ini kita sibukkan diri banyak komunikasi dengan anak komunikasi ini penting sekali mereka Paham atau tidak paham kayak umur baru 2 tahun 3 tahun walaupun omongannya belum lancar setahun 2 tahun 3 tahun ini juga fase di mana kita ajak berbicara ajarkan dia ucapan-ucapan yang benar gu kan Berikan dia makanan dengan menggunakan tangan kanan begitu juga pada saat disuapi dengarkan dia mengatakan bismillah setelah selesai mengatakan Alhamdulillah ya nak sudah makan ajarkan itu pakai baju dengan mulai tangan kanan dulu melepaskan dengan kiri sunah-sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bisa diterapkan Ucapkan salam padanya pada saat bertemu tersenyum dengan dia banyak hal yang bisa kita lakukan 7 tahun pertama ini adalah 7 tahun masa mereka bermain-main ya bermain -main maka tidak boleh ada kekerasan di situ di sini ee ada riwayat yang menjelaskan Nabi Sallallahu alaih wasallam pernah sujud di salat asar lama sekali saking lamanya para sahabat yang meriwayatkan kisah ini mengatakan kami mengira terjadi sesuatu pada nabi sallallahu alaihi wasallam mungkin nabi meninggal sakit setelah itu nabi sallahui wasam angkat kepala lalu tahiyat lalu salam baru kami tahu Setelah salam ternyata di pundak nabi salluaii wasallam ada Hasan dan Husin jadi sangking sayangnya nabi sallalluaih wasallam waktu itu Hasan Husein di bawah 7 tahun maka naik di pundak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lagi salat Nabi sengaja enggak ganggu dibiarin padahal lagi salat berjamaah dan imami salat wajib berjamaah dan mengimami masyarakat ya tapi itu terjadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga pernah menggendong cucunya yang lain umamah pada saat salat sampai Imam Bukhari membabkan khusus bab bolehnya menggendong anak pada saat salat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah salat lebih mempercepat salatnya sampai para sahabat mengatakan Ya Rasulullah Anda salat Tidak seperti biasanya biasanya Anda salat cukup lama kenapa ini cepat kata nabi su wasallam tadi aku dengar suara tangisan bayi di saf wanita dan aku khawatir itu mengganggu Ibunya maka aku pun mempercepat salat jadi nabi S wasallam mengajarkan bagaimana bermuamalah dengan anak bukan semuanya emosional marah dipukul dicubit semuanya hardikan kekerasan-kekerasan ini teman-teman akan mendidik jiwa dia menjadi buruk ya tidak boleh sama sekali harusnya adil terhadap anak-anak itu ikan dalam Islam sampai pernah eh Basyir radhiallahu Anhu ayahnya numan bin Basyir radiallah majmain itu dia lihat numan ini anak yang Bakti tampan ramas Ayah suka sama dia beda dengan saudaranya yang lain maka langsung ayahnya Basyir datang kepada Nabi S wasam mengatakan Ya Rasulullah Saya mau kasih numan ini harta-harta saya Saya mau anda jadi saksi maka kata nabiui wasallam Apa kau akan memberikan saja at semua saudaranya Kata dia kata SY Basyir numan saja ya Rasulullah kata nabi Sallahu alaii wasallam cari orang lain sebagai saksi saya enggak mau Kecuali Kamu berlaku adil pada seluruh anak-anakmu walaupun ini lebih kau cintai lebih Bakti tetap harus sama rata adil terhadap mereka lalu Nabi Sallallahu wasallam ajarkan atau sampaikan sebabnya apa manfaatnya kalau kita adil dengan anak-anak semua kita sama ratakan maka kata nabi Sallahu alaih wasallam tanya kepada Basyir kau mau enggak anak-anakmu semua sama bak ya semuanya baik dengan kamu dia bilang iya ya Rasulullah kata Nabi Sallallahu alaii wasallam kalau gitu Adillah pada mereka Adillah pada mereka berikan Ini berikan juga yang ini walaupun beda jenis tapi mungkin nilainya sama misalnya maka itu semua masuk dalam pendidikan Islam ya Banyak sekali metode pendidikan anak dalam Islam dan itu ee ada bedah buku Insyaallah di ee Cempaka Putih setiap Kamis siang ya Kamis pagi sebenarnya sekitar jam 10 .30 pagi sampai menjelang zuhur judulnya beginilah mendidik anak itu masih di awal-awal bab saya bedah itu maka itu Insyaallah juga akan di-upload di YouTube nanti tentang panjang lebar bagaimana pendidikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Islam secara global tentang masalah pendidikan anak itu sendiri yang jelas memang Ibnu Hajar pun membabkan khusus ini tentang masalah pengasuhan anak karena memang pentingnya masalah anak tersebut sampai pada tingkat kalau terjadi percerian antara kedua orang tua anak-anak tetap harus harus punya hak hadana namanya pengasuhannya di tangan siapa siapa orang yang paling berhak memegang atau mendidik anak tersebut hadis pertama dalam Bab kita ini adalah hadis nomor 984 dari Abdullah bin Amr Radiallahu anhumaatanat Ya Rasulullah in lahu lahuq wa hijri lahu AB qah rasulullahi Sallahu Alaihi Wasallam anti ahaqqu bihi maam tankihi hadis ini diriwayatkan Ahmad dan Abu Daud serta disahihkan oleh al-hakim Ahmad menyebutkan Imam Ahmad menyebutkan di jilid du dalam musadnya halaman 182 Abu Daud jilid 2 halaman 283 alhakim dalam mustadrak Jid 2 halaman 207 artinya ada seorang wanita berkata kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wahai Rasulullah perutku ini dulu adalah wadah bagi anakku payuda adalah sumber minumnya dan pangkuanku adalah tempat berlindungnya dan sesungguhnya bapaknya mentalakku dan dia ingin mengambilnya dariku maka Rasulullah su wasam bersabda kepadanya kamu lebih berhak atasnya selama kau belum menikah hadis ini memberikan pelajaran bagaimana kalau terjadi perceraian Siapa yang lebih berhak untuk mengasuh anak ini seringkiali terjadi masalah ya Bahkan sering dibahas secara nasional di Indonesia bahkan internasional di dunia ini tentang Siapa orang tua yang lebih berhak mengasuh anak Pada saat kedua orang tua cerai walaupun sudah kita bahas dalam Bab talak ini cerai harus dijahui semaksimal mungkin kecuali dalam keadaan darurat benar-benar baru mungkin dilaksanakan kalau tidak maka sebaiknya jangan apalagi kalau sudah ada anak-anak karena kesihan secara kejiwaan biar bagaimana kita sebagai anak kalau melihat kedua orang tua kita masih bersama dengan suka dukanya Walaupun mungkin kadang-kadang ada dukanya tapi tap kita merasa orang tua kita ada di hadapan mata tapi kalau tidak berpisa apalagi ini sudah nikah ini juga sudah nikah punya anak lagi dan dan seterusnya maka akan kasesihan anak-anak ini melihat dia harus ke mana Ke rumah ibunya ada suaminya ke rumah Ayahnya Ada juga istrinya ya maka dia serba salah kadang-kadang ya hanya ada anak-anak kalau memang di lingkungan yang sehat dia bisa tumbuh sehat tapi kalau lingkungan yang buruk ini bisa kacau semuanya ya bisa kacau semuanya tapi yang jelas hadis ini teman-teman m berikan gambaran kepada kita dari hadis ini diambil pelajaran kalau anak-anak masih kecil dan kemudian cerai suami istri maka yang berhak membasuh adalah ibu ya Ini juga ada beberapa riwayat menjelaskan ee faktor umur 6 atau 7 tahun ya kalau di bawah itu maka ee anak itu ikut ibunya karena dianggap dia dalam pengasuhan ibunya tapi kalau di atas 6 atau 7 tahun atau 7 tahun lah ya Sinut tamyiz namanya itu disebutkan juga dalam banyak buku-buku fikih maka di atas itu boleh dikasih pilihan ditanya anak itu mau ikut ayahmu atau mau ikut ibumu Siapa yang dia pilih Ya sudah sebagaimana ada riwayat menjelaskan masalah itu di sini Hak asuh anak di bawah 7 tahun kurang lebih di tangan Ibu kalau terjadi perceraian kecuali si Ibu menikah kalau sudah menikah maka anak itu boleh di suruh pilih ikut ayahnya atau ikut ibunya Nah apalagi kalau anak perempuan misalnya dia anak perempuan kemudian baru beranjak umur 7 tahun menjelang mulai meranjak mau mendekati masa baligh lalu kemudian ada Ayah tirihnya kalau Ayah tirya ini orang bertakwa kepada Allah bagus kalau enggak Berapa banyak anak tiri akhirnya diganggu oleh ayah tirihnya dan seterusnya ya walaupun itu mahram hadis 985 Dari Abu Hurairah radhiallahu anhuatanat Ya Rasulullah ini yriua waq Nain Abi inabah atau inabah fajuha FAQ nabiu Ali wasallam ya gulam H abuka Wi ummukud biadi ayihi faak biadi umiqat Bih bahwasanya seorang wanita berkata Wahai Rasulullah suamiku ingin pergi membawa anakku saya sudah terjadi percerian nih anakku sekarang Mau dibawa juga padahal anakku itu telah memberi manfaat kepadaku dia mengambilkan air untukku dari sumur Abu inabah lalu lalu suamiku datang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda nak ini Bapakmu dan ini Ibumu peganglah tangan salah satu dari keduanya sekehendakmu maka anak itu memegang tangan ibunya lalu ibunya pun membawanya pergi hadis ini riwayat Muslim dan Imam yang EMP serta disahihkan oleh at-tirmidzi hadis ini riwayat Imam Ahmad di jilid 2 halaman 246 Abu Daud jilid 2 halaman 283 annasai Jid 6 Halaman 185 dan timidzi Jid 3 halaman 638 IB rumaja jelid 2 halaman 787 hadis ini juga memberikan pelajaran mirip dengan hadis pertama tadi tapi di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan pilihan memberikan pilihan ya anak itu mau ikut ayahmu atau mau ikut ibumu Siapa yang kau pilih pegang tangannya maka anak itu pun memegang tangan ibunya lalu Pergilah ya walaupun sebenarnya teman-teman sekalian ini menyedihkan ya Kalau akhirnya saya bilang tadi anak-anak harus lihat ibunya di sini Ayahnya di sini Berapa banyak orang cerai begitu akhirnya anak-anak ikut sama ibunya semua misalnya sampai besar setiap mau ketemu ayahnya susah gitu ya Ayahnya harus minta izin harus cari waktunya harus cari tempatnya ayahnya juga kalau mau ke rumah situ Enggak enak ya apalagi kalau si Ibu ini sudah menikah sama laki-laki lain anak-anak secara kejiwaan terganggu oleh karena itu teman-teman saya kembali ke bab talak itu hariya ingat talak itu dilakukan kalau memang darurat sekali terutama kalau sudah punya anak kalau belum punya anak mungkin masih lebih ringan tapi kalau sudah punya anak ini luar luar biasa kesihan mereka karena itu amanah dari Allah subhanahu wa taala hadis 986 dari rafi' IBN Sinan radhiallahu Anhu annahu aslama WA Wa abattimraatu an tuslim faqad Nabi Shallallahu alhi wasallam umma nahiatan Wal AB nahiya waakadiya bainahumaala Ila Ummi faqala allahummahdihiala Ila abihi faakhadahu bahwasanya Dia masuk islam Rafi IBN Sinan radhiallahu Anhu sahabat nabi laki-laki ini ya sementara istrinya menolak masuk Islam lalu Nabi Sallallahu alaih wasallam meminta sang ibu duduk di salah satu sudut Maksudnya di depan sebelah kanan misalnya dan bapak dudukudut yang lain dan menudukkan anak di antara keduanya Lalu anak tersebut cenderung kepada ibunya mau ikut ibunya tapi ibunya kafirah Maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa ya Allah berilah petunjuk kepada anak ini atau kepadanya Lalu anak tersebut tiba-tiba cenderung kepada bapaknya maka bapaknya pun membawanya pergi hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud Jid 2 halaman 2 73 annasai jilid 6 Halaman 185 dan disahihkan oleh alhakim di jilid 2 halaman 206 hadis ini memberikan gambaran kepada kita bahwasanya kalau terjadi perceraian antara muslim laki-laki dengan istrinya yang kafirah Ya tentu tidak dianggap pernikahan sah kalau terbalik perempuannya muslimah suaminya misalnya kafir ini enggak terjadi ya kecuali kalau dari awal mereka kafir sama kafir kemudian dapat Hidayah si istri itu berbeda lagi di hukumnya tapi kalau muslimah dasarnya kemudian nikah sama laki-laki kafir ini sudah dianggap bukan pernikahan dan anak yang lahir anak haram gitu kan Tapi kalau terjadi misalnya seperti Rafi IBN Sinan radhiallahu Anhu Dia masuk islam istrinya kafir dia juga kafir tadinya tapi dia masuk Islam istrinya dia aaj enggak mau ributlah mereka nih mau cerai sekarang Anaknya ada Gimana caranya maka mereka melapor kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nabi Sallahu Alaihi Wasallam Letakkan anak itu di tengah-tengah di antara mereka ini ayahmu ini ibumu Siapa yang kopi ini anak itu pegang tangan ibunya lebih cenderung sama ibunya lalu Nabi Sallallahu alaii wasallam Doakan ya Allah berikan dia hidayah karena kalau dia ikut Ibunya bisa kafir juga nih maka akhirnya anak itu pun condong kepada ayahnya maka ayahnya pun mengambilnya hadis ini menjelaskan kepada kita teman-teman hukum yang lain beda dengan dua hadis atau beberapa hadis sebelumnya bahwasanya kalau orang tua muslim sama kafir maka didahulukan si muslim dan tidak dibolehkan membiarkan anak yang muslim ya yang lahir dalam keadaan Fitrah Islam lalu dibawa oleh orang tuanya yang kafir secara mutlak dan ini harus pemerintah setempat pun turun tangan pemerintah yang muslim harusnya turun tangan gitu kan dan bagaimana caranya dia ya mengambil ee alih pendidikan anak itu demi keselamatannya nanti di dunia dan juga di akhirat hadis 987 dari albara IBN azib radhiallahu Anhu an Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Qada fibnati hamzata likalatiha waqal Al khalatu bimanzilatil UM bahwasanya nabi sallallahui wasallam memutuskan Putri Hamzah untuk bibinya dan beliau bersabda Bibi berkedudukan sama dengan ibu hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari di J 3 halaman 242 jadi Hamzah radhiallah Anhu punya anak perempuan ya tapi nanti sebentar saya jelaskan ada riwayat lain pula diriwayatkan Imam Ahmad dari hadis Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu bahwasanya Nabi Sallallahu alhi wasam bersabda alariuhaal Wal anak perempuan itu bersama bibinya atau saudara perempuan Ibu karena bibi itu sama dengan ibu hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad jilis 1 halaman 98 hadis ini menjelaskan teman-teman waktu Hamzah radhiallahu Anhu meninggal dunia istri Hamzah juga meninggal tapi dia punya anak perempuan gitu kan maka anak perempuan ini siapa yang Didik sekarang di antara kerabatnya Siapa orang yang paling pantas mendidik anak Pada saat kedua orang tua meninggal maka riwayat ini menjelaskan kepada kita adalah tante dari Ibu Tante dari ibu ini pernah saya jelaskan hukum syarinya ya kalau di secara kedudukan Kalau bertemu antara tante dari ayah dan tante dari Ibu Tante dari ibu didahulukan bahasa Arabnya pun berbeda kalau saudari ayah bahasa Arabnya ammah ammatun ya kalau saudari dari ibu khalatun khalah dipanggil beda khala ini saudari Ibu secara hukum Syari lebih tinggi tinggi daripada Amah saudarinya Ayah beda dengan saudara Ayah laki-laki Paman dari ayah dengan paman dari ibu kalau ini bertemu maka saudara dari ayah didahulukan diistilahan dengan am sementara ini khal ya di sini Hamzah meninggal dunia lalu istrinya juga meninggal sekarang bagaimana anak ini ada anak perempuan maka Nabi Sallallahu Alaihi wasam putuskan Putri Hamzah dididik oleh bibinya dari ibunya ya dan beliau bersabda Bibi berkedudukan sama dengan ibu ya padahal sebenarnya Hamzah Ini paman nabi kalau dialihkan ke keluarga Hamzah berarti keluarga Nabi otomatis tapi lebih dahulukan kepada keluarga Ibu karena memang ee masa kecil itu lebih dahahulukan Ibu Dan kalau Ibu tidak ada berarti saudarinya Begitu juga dengan riwayat setelahnya Ali Bin Abi Thalib berkata radhiallahu Anhu anak perempuan itu bersama bibinya atau saudari perempuan ee dari ibunya dan sesuai dengan sabda Nabi sahu wasallam tadi Tante Dar ibu sama kedudukannya dengan ibu itu Sendiri J kalau teman-teman punya ibu sudah meninggal maka yang pengganti ibu untuk kita berbakti adalah saudarinya ya Tante dari ibu itu Bakti sama dia datang seperti ibu kita persis kecuali kalau Ibu masih hidup kita dahulukan Ibu tentunya tapi kalau Ibu sudah meninggal berapun saudari ibu kita itu tempat kita berbakti seperti ibu kita sendiri datang jenguk kunjungin segala macam pokoknya buat seperti Bakti sama ibu ya kalau ayah itu saudaranya Paman makanya Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu seringkali hampir tiap hari datang ke pangkuan Abbas lalu menangis-nangis sambil mengatakan Paman ridalah denganku kasihanilah aku maafkan aku karena memang dia tahu Abbas adalah saudara ayahnya Abu Thalib walaupun ayahnya Abu Thalib meninggal dalam keadaan kafir tapi ini pamannya dan ini adalah pengganti ayahnya maka seperti itulah kita berbakti ya hadis 988 dan ini dua hadis terakhir dalam Bab hadalah sama 989 Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu Beliau berkata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda idza Ata ahadakum khadimuhu bit'am Fain lam yujlis yujlishu maah falyunawilhu luqmatan a luqmatain hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari di jilid tiga halaman 197 dan imam muslim menjadi tiga halaman 1284 yang berarti Apabila salah seorang dari kalian didatangi oleh pelayannya yang membawa makanan apabila dia tidak mempersilakan pelayan tersebut duduk bersamanya maka hendaklah dia mengambilkan satu atau dua suap untuknya saya pribadi teman-teman belum tahu Apa alasan Ibnu Hajar rahimahullah memasukkan hadis ini dalam bab hadanah ini kan hak asu anak tapi di sini bahab tentang masalah pembantu ya mungkin yang beliau maksudkan adalah di sini dimasukkan tentang masalah pentingnya mengurus dan memberikan makanan dan minuman kepada orang yang sudah dekat dengan kita mungkin dari hadis ini kalau pembantu saja begini apalagi anak sendiri begitu loh mungkin kemungkinan besar yang paling dekat ke situ karena di sini kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Apabila salah seorang dari kanan didatangi oleh pelayannya pembantunya yang membawa makanan apabila dia tidak mempersilakan pelayan tersebut duduk bersamanya maka hendaklah dia mengambilkan satu atau dua suap untuknya atau Dia memberikan bagiannya ya ini hadis kemungkinan besar tadi saya bilang maknanya adalah kalau pembantu saja seperti itu apalagi anak apalagi anak yang dasarnya memang bagian dari darah daging kita makanya berbagi makanan dengan anak adalah ibadah yang sangat besar saya sudah pernah Ingatkan hadis Bukhari yang ibu datang kepada Aisyah kemudian duduk dan membawa dua anaknya lalu dibagikan kurma oleh Aisyah radhiallahu anhum ajmain begitu Ibu ini asyik ng sama Aisyah rupanya kurma anaknya sudah habis lalu dia pun memotong kurma yang ada padanya karena kedua anaknya masih minta dikasih Padahal dia lagi pengin makan akhirnya Aisyah mengatakan saya kagum dengan sikap ibu ini sampai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam datang saya ceritakan kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam perbuatan ibu itu pada anaknya bagiin saja kurma kesukaannya itu sudah cukup membawa dia masuk ke dalam surga beda dengan ibu-ibu akhir zaman di zaman sekarang luar biasa taruh makanannya lagi berasap-asap Jangan sentuh Awas Ibu pukul tangannya bakhil sama anaknya sendiri Ini dia lagi pengin dikasih anaknya dulu ada juga kadang-kadang begitu ayahnya ini makanan Ayah enggak boleh anaknya pegang ya akhi dan Ukhti kalau Peru sebelum masuk di mulga kasih mereka cukup hadis tadi Mulia sekali sampai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bilang perbuatan ibu itu cukup dia potong kurma dibagi dua kasih anaknya dua-dua Walaupun dia pengin membawa dia masuk ke dalam surga Berapa banyak kesempatan ini kita kasih anak kita anak saya sering minta Ustaz wajar anak-anak minta Allah subhanahu wa taala yang membuat mereka begitu supaya Antum dapat pahala dari situ teman-teman kita harus bisa belajar bersangka baik sama Allah sangka baik bahkan kejadian yang kita anggap paling buruk pun dalam hidup kita sangka baik sama Allah Allah kadang-kadang mendatangkan sebuah kejadian yang menurut kita mungkin buruk tapi Allah lebih tahu itu baik buat kita kita tidak pernah tahu apa yang terjadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah sedih menangis dengan meninggalnya Abu Thalib keadaan kafir nabi sedih tapi itu keputusan Allah Allah lebih tahu tahu teman-teman Nabi Nuh alaiam waktu anaknya mau tenggelam nabi sempat bilang Wah anakku naik ke sini selamatkan dirimu ya tapi dia tidak mau dia bilang sayaa ke atas gunung yang bisa menyelamatkan Saya dari air Nabi bilungk Ada orang bisa Selamat hari ini dari murkahnya Allah nih tapi tidak mau maka datanglah banjir di antara keduanya maka tenggelamlah si anak tersebut Nabi Nuh Alaihi Salam sedih dia mengatakan Min ahli Ya Allah ini sesungguhnya anakku dari bagian dari tubuhku ini kan Dan Janjimu pasti benar saya sangat yakin nanti tidak mengganggu keimananku tapi bagaimana anak saya ini masih bisa diselamatin engak Allah subhahu wa taala lalu menegur wahai Nuh Jangan pernah berani-berani kau tanya kata Allah kepadaku tentang sesuatu yang kau tidak punya ilmu di situ inni uiduka an takuna Minal jahilin dan aku ingin menyelamatkan kau jangan kau menjadi orang bodoh hai Nuh Allah lebih tahu kenapa Anaknya Nabi Nuh nabi didakwahi anaknya Setiap hari dia sayang dia cinta Nak jangan nak nanti masuk neraka ujung-ujungnya Allah tutup dengan itu maka Allah bilang jangan kau coba-coba mengajariku Hai Nuh ya saya tidak mau aku tidak mau engkau menjadi orang jahil Nabi Nuh alaihi salam dalam sebuah arar dikatakan tidak mau angkat matanya ke langit berdoa karena malu sama Allah takut Allah bilang karena saya tidak mau kau jadi orang jahil ya iblis itu sebagian arar menyebutkan kalau dia Jin yang beriman terbukti waktu Allah subhanahu wa taala bilang Kenapa kau tidak sujud dengan apa yang Aku perintahkan dia enggak bilang engkau bukan Tuhanku ya Allah Enggak dia bilang karena aku lebih baik ya Allah engkau ciptakan aku dari api dia dari tanah dia yakini Allah sebagai Tuhan tapi Subhanallah takdir Allah berbeda Allah subhanahu wa taala membolak-balikkan hati orang sesuai dengan kehendaknya kita tidak tahu bukan kita sangka buruk sama Allah g kan nabi Muhammad sallallahu wasallam mengatakan sering dalam doanya ya m Wahai yang membolak-balikkan hati manusia tokohkan aku di atas agamamu kata Aisyah radhiallahu anha karena sering dengar ini nabi ucapin Ya Rasulullah anda sudah diampuni dosa Anda yang lalu dan akan datang Kenapa Anda suka ulang-ulangin doa Ini kata nabi Sallahu Alaihi Wasallam wahai Aisyah apa yang bisa menjaminku sementara hati manusia berada di antara jari-jari Allah dia bolak-balikkan sesuai dengan yang dia inginkan Allah lebih tahu teman-teman kalau seandainya Allah mudahkan kita beristigfar berarti Allah mau kita tbat kalau Allah mudahkan kita berdoa dan menyesali keadaan berarti Allah mau kita tobat kalau Allah tidak mau kita tidak bisa berdoa Allah kalau tidak mau teman-teman Antum tidak akan hadir di sini tidak akan dengar pengajian Saya juga tidak akan datang di sini tapi Allah ingin kebaikan ini buat kita sangka baik kalaupun terjadi suatu berat kenda penyakit kronis kena fitnah sangka baik dengan Allah ada sesuatu yang Allah inginkan dari mana Antum tahu teman-teman ternyata dengan itu semua dosa kita diampuni sekian puluh tahun mungkin derjat tinggi di kita bisa dapatkan yang tidak cukup dengan amal kita dan segala macam hal yang harus kita pahami berhubungan dengan masalah ini hadis terakhir teman-teman sekalian 989 dari Ibnu Umar radhiallahu anhum dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda til maratu Fi hir sajanath Hatta matat fakalatinarakalatinar fiha la Hiya atamtha wasqatha ID Hiya habasatha W Hiya takatha tak Min khil ARD hadis ini riwayat Bukhari jilid 4 halaman 215 dan imam muslim jilid 4 halaman 1760 seorang wanita diazab kata nabi Sui wasallam karena seekor kucing wanita itu mengurungnya hingga mati sehingga wanita tersebut masuk neraka karena kucing itu dia tidak memberinya makan dan tidak pula minum dan pada saat dia mengurungnya dia tidak memberinya makan dan minum pada saat mengurungnya dan tidak melepaskannya Makan Serangga Tanah ini juga Sama teman-teman saya juga mendapatkan Kenapa Imam Ibnu Hajar rahimahullah menulis ee hadis tentang wanita ini mati e masuk neraka gara-gara membunuh kucing dengan bab hadalah ini kan bab membasuh mendidik anak ya hak asu anak tapi sama jawaban saya dengan yang sebelumnya kemungkinan besar Ibnu Hajar rahimahullah ingin menyampaikan kalau sama kucing saja begini apalagi anak ya karena banyak orang Subhanallah bengkalaikan anaknya tidak mau tahu anaknya makan apa minum apa bahkan ada orang kas besar sekali sama anaknya tiap hari dipukulin jadi anak ini juga nanti jadi preman kalau besar mukul-mukulin orang gitu kan karena anak-anak tergantung kebiasaan yang dia terdidik dengannya ada-adang anak-anak Subhanallah mungkin sudah tidak ada senyumnya masih anak-anak tapi mukanya sudah seperti tua karena beban hidup yang luar biasa balik ke ayahnya marah balik ke ibunya marah mau buat ini salah buat itu salah sampai tidak ada yang bisa dilakukan Ya saya bilang sama istri saya tentang anak-anak anak lagi main sana main sini ini anak-anak enggak bisa diam memang enggak bisa diam memang sudah begini alamnya ya kita bermain sama mereka dan saya buktikan ini loh Coba lihat ya saya ambilin buku Misalnya kisah tentang Nabi ayo sini y abarti ceritain ya Saya ceritain nih duduk mereka duduk dengar ya nabi Apa nabi Ini nabi dipilih mau nabi siapa nih Nabi Adam Nabi Syuaib Nabi Idris minimal nama nabi-nabi mereka sudah tahu misalnya Oh nabi ini Baik saya bacain misalnya tuh lihat anak-anak diam asal kita carikan aktivitas mereka tu kadang kadang demo sana sini tumpahin bedak di sana pecahin gelas di sini karena orang tuanya enggak mau perhatian sama dia mau diajak main orang tuanya Orang tuanya cuek sudahsudah sanasana pegang handphone sibuk nonton ya remot TV yang dipegang anaknya enggak dipedulikan anaknya berpikir apa nih yang bisa ganggu Ibu saya nih Ha ah itu ada gelas jatuhin perang Kenapa nak Wah Oh ternyata pecahin gelas nih baru dia mau bicara sama saya pecahin lag lagi sana pecin lagi sini nah iya padahal sebenarnya dia cuma Cari perhatian mungkin marah kita dianggap sama dia kasih sayang ya Ini juga mirip dengan saya pernah bilang teman-teman kalaupun Gemes sama anaknya jangan digigit-gigit ya Nanti dia jadi penggigit nanti karena Rupanya dia dia menganggap gigit itu kasih sayang saya bicaranya karena saya pernah coba sama anak saya karena Masyaallah ada lucu gitu saya ajak main saya coba gigit dia gigit juga adiknya l Iya saya pulang pengajian di Sin saya bilang ini anak gigit adiknya begini-begini Oh ini memang saya kemarin gigit dia soalnya Mungkin dia Jadikan pelajaran bagi dia tuh kasih sayang kan dia enggak ngerti anak 3 tahun 2 tahun 2 tahun masih belum ngerti apa-apa gitu tapi Subhanallah begitulah baik kita kembali ke bahasan ini teman-teman ini adalah bentuk kasih sayang kalau kucing saja kita tidak boleh kurung seperti ini apalagi anak ya ada orang Subhanallah paksakan anaknya masih kecil dia duduk manis di rumah anak-anaknya disuruh mengemis semuanya ya makan dari sana mencuri Wah segala macam hal yang tidak baik dianya malah berbuat hal-hal juga yang tidak baik makanya tidak boleh teman-teman sekalian tentu hadis ini banyak sekali pelajarannya di antaranya adalah tidak boleh menyiksa makhluk Allah subhanahu wa taala tanpa uzur ya yang boleh kita bunuh itu dibunuh kalau tidak tidak boleh sudah P kita Jelaskan ada memang jenis hewan yang boleh dibunuh di wilayah Haram atau di luar haram ya di Makkah Madinah atau di luar Makkah Madinah Nabi sahu Al wasallam Sebutkan lima ular tikus kalajeng ular tikus Raja Wali burung gagak sama ee kalajengking ya bingat saya itu terus kemudian ada juga eh hadis lain menjelaskan cecak maka di hadis yang lima tadi itu Maaf eh ular tikus anjing buas ya Raja Wali sama burung gagak riwayat juga mengatakan burung gagak yang dadanya berwarna putih ini lima hewan dalam satu hadis hadis yang lain masalah kalajengking ya dan kalau jengking ini memang dianjurkan sama ular terutama dari enam tadi yang saya Sebutkan lima ini tikus ular ya kemudian anjing buas Raja Wali burungraaja Wali dan burung gagak ini teman-teman dibunuh di wilayah haram dan di luar haram ada riwayatin juga mengatakan kala jengking tapi dari enam jenis hewan ini itu ada dua dibunuh walaupun dalam salat yang kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dua hewan buruk ya bunuhlah dia dalam keadaan salat atau tidak ular dan kala jengking Nabi Sallallahu alaii wasallam pernah lagi duduk kemudian ada kalajengking datang menyengat kaki Nabi Sallallahu alaii wasallam l nabi sallallahuhi wasallam marah sambil mengatakan Semoga Allah melaknat hewan ini karena dia tidak bisa membedakan mana nabi dan bukan nabi nabi pun disengat gitulah ya Nah kemudian juga ada hadis lain masalah Cecak Ya kalau ini berbeda tapi itu pun walaupun kita dibolehkan membunuh kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah menyuruh kalian berbuat kebaikan dalam segala hal dalam segala hal ya Maka kalau kalianemb bunuh bunuhlah dengan cara yang baik kalau kalian menyembelih menyembelih dengan cara yang baik ya dikutuk kepalanya mati Ya sudah enggak usah ini nih tikusnya siram air panas ya ada orang begitu di apalah di segala macam disiksa enggak boleh ya karena kita membunuh dengan cara baik sampai ulama membahas masalah bunuh cecak yang dapat 100 pahala itu ulama Urutkan kalau orang pukul cecak sekali terus mati 100 pahala kalau dua kali berkurang pahalanya terus begitu karena tidak boleh menyiksa hewan itu hadis ini juga menjelaskan kepada kita kalaupun kita pelihara hewan maka harus diberikan makan dan minum Nah itu ada pahalanya sendiri sebagaimana kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di setiap denyut nyawa ada pahala dalam hadis Bukhari Ya semua denyut pahala e semua denyut kehidupan ada pahala bahkan kita tahu ada kisah Bani Israil yang haus lalu turun di sumur lalu kemudian dia keluar dia lihat anjing mengeluarkan lidahnya sampai ke tanah karena hausnya lalu dia turun mengatakan anjing ini telah merasakan haus bagaimana saya rasakan tadi dia turun sepatunya dibuka dimasukin air lalu kemudian dia gigit kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam digigit sepatu itu dengan mulutnya lalu dia panjat sumur itu sampai ke atas lalu diminumkanlah anjing tersebut Allah berterima kasih padanya maka Allah ampuni dosanya riwayat lain dikatakan Masuklah ke dalam surga Begitu juga dengan kisah seorang pelacur melakukan hal yang sama jadi memang pada hewan-hewan pun ada pahala ya J kita bisa mendapatkan pahala dari seluruh makhlukNya Allah subhanahu wa taala bahkan ulama mengatakan dari tumbuh-tumbuhan pun sama dan kita tidak boleh Isang sengaja merusak membuat kerusakan di muka bumi teman-teman kalau lagi bernaung di bawah pohon pohonnya Rindang enggak usah sambil iseng cabut-cabutin daunnya kecuali antum mau makan mungkin ada apa mungkin itu di tempat umum tidak ada orang punya ada buahnya mungkin tapi kalau enggak perlu enggak usah gitu sengaja dirusak sengaja ini karena itu juga makhlukNya Allah subhanahu wa taala intinya semua ada pahala kalau kita berbuat baik dan kalau kita berbuat buruk maka akan ada hukumannya di ini gara-gara membunuh satu kucing dengan cara mengurungnya tidak diberi makan dan minum Akhirnya sampai mati maka masuk neraka gara-gara itu allahuamab baik begitu saya teman-teman sekalian subhanakallahum wabihamdika asadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories