Transcript
Rkw0UGtd-J8 • Bulughul Maram #75 – Kitab Nikah, Bab al-Hadhanah (Pengasuhan Anak)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0561_Rkw0UGtd-J8.txt
Kind: captions
Language: id
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Waalaikumsalam alhamdulillah wasalatu
wasalamu ala rasulillah segala puji dan
Puja kehadirat Allah subhanahu wa taala
yang selalu kita ucapkan dalam setiap
keadaan kita dan juga kita panjatkan
selawat dan Taslim kepada nabi besar
Muhammad sallallahu Al alihi wasahbihi
wasallam sebagai bentuk kepatuhan kepada
Allah dan sebagai bentuk cinta kita
Kepada
beliau lanjutkan bahasan kitab Ul Maram
yang ditulis Ibnu Hajar rahimahullah dan
kita masih berhubungan dengan masalah
rumah
tangga bahasan yang terakhir sudah kita
bahas masalah bab
nafkah dan kita akan masuk pada siang
ini bab ke-14 masalah hadanah atau
pengasuhan anak atau Hak asuh
anak seperti biasa teman-teman sekalian
kronologisnya adalah atau mukadimahnya
kalau Allah subhanahu wa taala
mengaruniakan kita anak memang Allah
juga membebankan pada kita untuk
mengejar pahala dari dia dengan cara
menjalankan tugas yang Allah bebankan
kepada kita untuk dia seperti misalnya
makanannya minumannya pakaiannya
pendidikan dan ini semua butuh ekstra
kesabaran pengorbanan ya Dan kita harus
betul-betul mempelajari tentang
fase-fase anak-anak itu ada fase Di mana
mereka bermain ada fase Mereka ee
belajar ada fase Di mana mereka mulai
beranjak dewasa dan punya
program-program hidup n anak itu aset
amal jariah ka Ali Bin Abi Thalib
Radiallahu sudah menitik beratkan
mengatakan didik anak kalian dengan 7
tahun dikali 3 7 tahun pertama penuh
dengan kelemahlembutan jadi teman-teman
yang Allah Sedang berikan amanah anak
berapun jumlahnya di bawah 7 tahun
anak-anak ini tidak bisa diam memang
aktif mereka mau tahu apa saja berjalan
berlari ya menjatuhkan ini menjatuhkan
itu tuh Bi
tapi bagaimana tinggal kita mengarahkan
agar tidak jatuh pada hal-hal yang EE
berbahaya bagi dia seperti bermain pisau
misalnya ataubenda-benda tajam gitu kan
lebih baik lagi kalau di umur-umur ini
kita sibukkan diri banyak komunikasi
dengan anak komunikasi ini penting
sekali mereka Paham atau tidak paham
kayak umur baru 2 tahun 3 tahun walaupun
omongannya belum lancar setahun 2 tahun
3 tahun ini juga fase di mana kita ajak
berbicara ajarkan dia ucapan-ucapan yang
benar gu kan Berikan dia makanan dengan
menggunakan tangan kanan begitu juga
pada saat disuapi dengarkan dia
mengatakan bismillah setelah selesai
mengatakan Alhamdulillah ya nak sudah
makan ajarkan itu pakai baju dengan
mulai tangan kanan dulu melepaskan
dengan kiri sunah-sunah Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bisa diterapkan Ucapkan
salam padanya pada saat bertemu
tersenyum dengan dia banyak hal yang
bisa kita
lakukan 7 tahun pertama ini adalah 7
tahun masa mereka bermain-main ya
bermain -main maka tidak boleh ada
kekerasan di situ di sini ee ada riwayat
yang menjelaskan Nabi Sallallahu alaih
wasallam pernah sujud di salat asar lama
sekali saking lamanya para sahabat yang
meriwayatkan kisah ini mengatakan kami
mengira terjadi sesuatu pada nabi
sallallahu alaihi wasallam mungkin nabi
meninggal sakit setelah itu nabi
sallahui wasam angkat kepala lalu
tahiyat lalu salam baru kami tahu
Setelah salam ternyata di pundak nabi
salluaii wasallam ada Hasan dan Husin
jadi sangking sayangnya nabi sallalluaih
wasallam waktu itu Hasan Husein di bawah
7 tahun maka naik di pundak Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam lagi salat
Nabi sengaja enggak ganggu dibiarin
padahal lagi salat berjamaah dan imami
salat wajib berjamaah dan mengimami
masyarakat ya tapi itu terjadi Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam juga pernah
menggendong cucunya yang lain umamah
pada saat salat sampai Imam Bukhari
membabkan khusus bab bolehnya
menggendong anak pada saat salat Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam pernah salat
lebih mempercepat salatnya sampai para
sahabat mengatakan Ya Rasulullah Anda
salat Tidak seperti biasanya biasanya
Anda salat cukup lama kenapa ini cepat
kata nabi su wasallam tadi aku dengar
suara tangisan bayi di saf wanita dan
aku khawatir itu mengganggu Ibunya maka
aku pun mempercepat salat jadi nabi S
wasallam mengajarkan bagaimana
bermuamalah dengan anak bukan semuanya
emosional marah dipukul dicubit semuanya
hardikan kekerasan-kekerasan ini
teman-teman akan mendidik jiwa dia
menjadi buruk ya tidak boleh sama sekali
harusnya adil terhadap anak-anak itu
ikan dalam Islam sampai pernah eh Basyir
radhiallahu Anhu ayahnya numan bin
Basyir radiallah majmain itu dia lihat
numan ini anak yang Bakti tampan ramas
Ayah suka sama dia beda dengan
saudaranya yang lain maka langsung
ayahnya Basyir datang kepada Nabi S
wasam mengatakan Ya Rasulullah Saya mau
kasih numan ini harta-harta saya Saya
mau anda jadi saksi maka kata nabiui
wasallam Apa kau akan memberikan saja at
semua saudaranya Kata dia kata SY Basyir
numan saja ya Rasulullah kata nabi
Sallahu alaii wasallam cari orang lain
sebagai saksi saya enggak mau Kecuali
Kamu berlaku adil pada seluruh
anak-anakmu walaupun ini lebih kau
cintai lebih Bakti tetap harus sama rata
adil terhadap mereka lalu Nabi
Sallallahu wasallam ajarkan atau
sampaikan sebabnya apa manfaatnya kalau
kita adil dengan anak-anak semua kita
sama ratakan maka kata nabi Sallahu
alaih wasallam tanya kepada Basyir kau
mau enggak anak-anakmu semua sama bak ya
semuanya baik dengan kamu dia bilang iya
ya Rasulullah kata Nabi Sallallahu alaii
wasallam kalau gitu Adillah pada mereka
Adillah pada mereka berikan Ini berikan
juga yang ini walaupun beda jenis tapi
mungkin nilainya sama misalnya maka itu
semua masuk dalam pendidikan Islam ya
Banyak sekali metode pendidikan anak
dalam Islam dan itu ee ada bedah buku
Insyaallah di ee Cempaka Putih setiap
Kamis siang ya Kamis pagi sebenarnya
sekitar jam 10 .30 pagi sampai menjelang
zuhur judulnya beginilah mendidik anak
itu masih di awal-awal bab saya bedah
itu maka itu Insyaallah juga akan
di-upload di YouTube nanti tentang
panjang lebar bagaimana pendidikan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam dan Islam
secara global tentang masalah pendidikan
anak itu sendiri yang jelas memang Ibnu
Hajar pun membabkan khusus ini tentang
masalah pengasuhan anak karena memang
pentingnya masalah anak tersebut sampai
pada tingkat kalau terjadi percerian
antara kedua orang tua anak-anak tetap
harus harus punya hak hadana namanya
pengasuhannya di tangan siapa siapa
orang yang paling berhak memegang atau
mendidik anak tersebut hadis pertama
dalam Bab kita ini adalah hadis nomor
984 dari Abdullah bin Amr Radiallahu
anhumaatanat Ya Rasulullah
in
lahu lahuq wa hijri
lahu
AB qah rasulullahi Sallahu Alaihi
Wasallam anti ahaqqu bihi maam
tankihi hadis ini diriwayatkan Ahmad dan
Abu Daud serta disahihkan oleh al-hakim
Ahmad menyebutkan Imam Ahmad menyebutkan
di jilid du dalam musadnya halaman 182
Abu Daud jilid 2 halaman 283 alhakim
dalam mustadrak Jid 2 halaman 207
artinya ada seorang wanita berkata
kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
wahai
Rasulullah perutku ini dulu adalah wadah
bagi anakku payuda adalah sumber
minumnya dan pangkuanku adalah tempat
berlindungnya dan sesungguhnya bapaknya
mentalakku dan dia ingin mengambilnya
dariku maka Rasulullah su wasam bersabda
kepadanya kamu lebih berhak atasnya
selama kau belum
menikah hadis ini memberikan pelajaran
bagaimana kalau terjadi perceraian Siapa
yang lebih berhak untuk mengasuh anak
ini seringkiali terjadi masalah ya
Bahkan sering dibahas secara nasional di
Indonesia bahkan internasional di dunia
ini tentang Siapa orang tua yang lebih
berhak mengasuh anak Pada saat kedua
orang tua cerai walaupun sudah kita
bahas dalam Bab talak ini cerai harus
dijahui semaksimal mungkin kecuali dalam
keadaan darurat benar-benar baru mungkin
dilaksanakan kalau tidak maka sebaiknya
jangan apalagi kalau sudah ada anak-anak
karena kesihan secara kejiwaan biar
bagaimana kita sebagai anak kalau
melihat kedua orang tua kita masih
bersama dengan suka dukanya Walaupun
mungkin kadang-kadang ada dukanya tapi
tap kita merasa orang tua kita ada di
hadapan mata tapi kalau tidak berpisa
apalagi ini sudah nikah ini juga sudah
nikah punya anak lagi dan dan seterusnya
maka akan kasesihan anak-anak ini
melihat dia harus ke mana Ke rumah
ibunya ada suaminya ke rumah Ayahnya Ada
juga istrinya ya maka dia serba salah
kadang-kadang ya hanya ada anak-anak
kalau memang di lingkungan yang sehat
dia bisa tumbuh sehat tapi kalau
lingkungan yang buruk ini bisa kacau
semuanya ya bisa kacau semuanya tapi
yang jelas hadis ini teman-teman m
berikan gambaran kepada kita dari hadis
ini diambil pelajaran kalau anak-anak
masih kecil dan kemudian cerai suami
istri maka yang berhak membasuh adalah
ibu ya Ini juga ada beberapa riwayat
menjelaskan ee faktor umur 6 atau 7
tahun ya kalau di bawah itu maka ee anak
itu ikut ibunya karena dianggap dia
dalam pengasuhan ibunya tapi kalau di
atas 6 atau 7 tahun atau 7 tahun lah ya
Sinut tamyiz namanya itu disebutkan juga
dalam banyak buku-buku fikih maka di
atas itu boleh dikasih pilihan ditanya
anak itu mau ikut ayahmu atau mau ikut
ibumu Siapa yang dia pilih Ya sudah
sebagaimana ada riwayat menjelaskan
masalah
itu di sini Hak asuh anak di bawah 7
tahun kurang lebih di tangan Ibu kalau
terjadi perceraian kecuali si Ibu
menikah kalau sudah menikah maka anak
itu boleh di suruh pilih ikut ayahnya
atau ikut ibunya Nah apalagi kalau anak
perempuan misalnya dia anak perempuan
kemudian baru beranjak umur 7 tahun
menjelang mulai meranjak mau mendekati
masa baligh lalu kemudian ada Ayah
tirihnya kalau Ayah tirya ini orang
bertakwa kepada Allah bagus kalau enggak
Berapa banyak anak tiri akhirnya
diganggu oleh ayah tirihnya dan
seterusnya ya walaupun itu
mahram hadis 985 Dari Abu Hurairah
radhiallahu
anhuatanat Ya Rasulullah ini
yriua waq Nain
Abi inabah atau inabah fajuha FAQ nabiu
Ali wasallam ya gulam H abuka Wi ummukud
biadi ayihi faak biadi umiqat Bih
bahwasanya seorang wanita berkata Wahai
Rasulullah suamiku ingin pergi membawa
anakku saya sudah terjadi percerian nih
anakku sekarang Mau dibawa juga padahal
anakku itu telah memberi manfaat
kepadaku dia mengambilkan air untukku
dari sumur Abu
inabah lalu lalu suamiku datang Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda nak
ini Bapakmu dan ini Ibumu peganglah
tangan salah satu dari keduanya
sekehendakmu maka anak itu memegang
tangan ibunya lalu ibunya pun membawanya
pergi hadis ini riwayat Muslim dan Imam
yang EMP serta disahihkan oleh
at-tirmidzi hadis ini
riwayat Imam Ahmad di jilid 2 halaman
246 Abu Daud jilid 2 halaman 283 annasai
Jid 6 Halaman 185 dan timidzi Jid 3
halaman 638 IB rumaja jelid 2 halaman
787 hadis ini juga memberikan pelajaran
mirip dengan hadis pertama tadi tapi di
sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
memberikan pilihan memberikan pilihan ya
anak itu mau ikut ayahmu atau mau ikut
ibumu Siapa yang kau pilih pegang
tangannya maka anak itu pun memegang
tangan ibunya lalu Pergilah ya walaupun
sebenarnya teman-teman sekalian ini
menyedihkan ya Kalau akhirnya saya
bilang tadi anak-anak harus lihat ibunya
di sini Ayahnya di sini Berapa banyak
orang cerai begitu akhirnya anak-anak
ikut sama ibunya semua misalnya sampai
besar setiap mau ketemu ayahnya susah
gitu ya Ayahnya harus minta izin harus
cari waktunya harus cari tempatnya
ayahnya juga kalau mau ke rumah situ
Enggak enak ya apalagi kalau si Ibu ini
sudah menikah sama laki-laki lain
anak-anak secara kejiwaan terganggu oleh
karena itu teman-teman saya kembali ke
bab talak itu hariya ingat talak itu
dilakukan kalau memang darurat sekali
terutama kalau sudah punya anak kalau
belum punya anak mungkin masih lebih
ringan tapi kalau sudah punya anak ini
luar luar biasa kesihan mereka karena
itu amanah dari Allah subhanahu wa
taala hadis 986 dari rafi' IBN Sinan
radhiallahu Anhu annahu aslama WA Wa
abattimraatu an tuslim faqad Nabi
Shallallahu alhi wasallam umma nahiatan
Wal AB nahiya waakadiya
bainahumaala Ila Ummi faqala
allahummahdihiala Ila abihi
faakhadahu bahwasanya Dia masuk islam
Rafi IBN Sinan radhiallahu Anhu sahabat
nabi laki-laki ini ya sementara istrinya
menolak masuk Islam lalu Nabi Sallallahu
alaih wasallam meminta sang ibu duduk di
salah satu sudut Maksudnya di depan
sebelah kanan misalnya dan bapak
dudukudut yang lain dan menudukkan anak
di antara keduanya Lalu anak tersebut
cenderung kepada ibunya mau ikut ibunya
tapi ibunya kafirah Maka Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam berdoa ya Allah berilah
petunjuk kepada anak ini atau kepadanya
Lalu anak tersebut tiba-tiba cenderung
kepada bapaknya maka bapaknya pun
membawanya pergi hadis ini diriwayatkan
oleh Abu Daud Jid 2 halaman 2 73 annasai
jilid 6 Halaman 185 dan disahihkan oleh
alhakim di jilid 2 halaman
206 hadis ini memberikan gambaran kepada
kita bahwasanya kalau terjadi perceraian
antara muslim laki-laki dengan istrinya
yang kafirah Ya tentu tidak dianggap
pernikahan sah kalau terbalik
perempuannya muslimah suaminya misalnya
kafir ini enggak terjadi ya kecuali
kalau dari awal mereka kafir sama kafir
kemudian dapat Hidayah si istri itu
berbeda lagi di hukumnya tapi kalau
muslimah dasarnya kemudian nikah sama
laki-laki kafir ini sudah dianggap bukan
pernikahan dan anak yang lahir anak
haram gitu kan Tapi kalau terjadi
misalnya seperti Rafi IBN Sinan
radhiallahu Anhu Dia masuk islam
istrinya kafir dia juga kafir tadinya
tapi dia masuk Islam istrinya dia aaj
enggak mau ributlah mereka nih mau cerai
sekarang Anaknya ada Gimana caranya maka
mereka melapor kepada Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam nabi Sallahu Alaihi
Wasallam Letakkan anak itu di
tengah-tengah di antara mereka ini
ayahmu ini ibumu Siapa yang kopi ini
anak itu pegang tangan ibunya lebih
cenderung sama ibunya lalu Nabi
Sallallahu alaii wasallam Doakan ya
Allah berikan dia hidayah karena kalau
dia ikut Ibunya bisa kafir juga nih maka
akhirnya anak itu pun condong kepada
ayahnya maka ayahnya pun mengambilnya
hadis ini menjelaskan kepada kita
teman-teman hukum yang lain beda dengan
dua hadis atau beberapa hadis
sebelumnya bahwasanya kalau orang tua
muslim sama kafir maka didahulukan si
muslim dan tidak dibolehkan membiarkan
anak yang muslim ya yang lahir dalam
keadaan Fitrah Islam lalu dibawa oleh
orang tuanya yang kafir secara mutlak
dan ini harus pemerintah setempat pun
turun tangan pemerintah yang muslim
harusnya turun tangan gitu kan dan
bagaimana caranya dia ya mengambil ee
alih pendidikan anak itu demi
keselamatannya nanti di dunia dan juga
di
akhirat hadis
987 dari albara IBN azib radhiallahu
Anhu an Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
Qada fibnati hamzata
likalatiha waqal Al khalatu bimanzilatil
UM bahwasanya nabi sallallahui wasallam
memutuskan Putri Hamzah untuk
bibinya dan beliau bersabda Bibi
berkedudukan sama dengan ibu hadis ini
diriwayatkan oleh Imam Bukhari di J 3
halaman
242 jadi Hamzah radhiallah Anhu punya
anak perempuan ya tapi nanti sebentar
saya jelaskan ada riwayat lain pula
diriwayatkan Imam Ahmad dari hadis Ali
Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu
bahwasanya Nabi Sallallahu alhi wasam
bersabda
alariuhaal Wal anak perempuan itu
bersama bibinya atau saudara perempuan
Ibu karena bibi itu sama dengan ibu
hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad jilis
1 halaman
98 hadis ini menjelaskan teman-teman
waktu Hamzah radhiallahu Anhu meninggal
dunia istri Hamzah juga meninggal tapi
dia punya anak perempuan gitu kan maka
anak perempuan ini siapa yang Didik
sekarang di antara kerabatnya Siapa
orang yang paling pantas mendidik anak
Pada saat kedua orang tua meninggal maka
riwayat ini menjelaskan kepada kita
adalah tante dari Ibu Tante dari ibu ini
pernah saya jelaskan hukum syarinya ya
kalau di secara
kedudukan Kalau bertemu antara tante
dari ayah dan tante dari Ibu Tante dari
ibu didahulukan bahasa Arabnya pun
berbeda kalau saudari ayah bahasa
Arabnya ammah ammatun ya kalau saudari
dari ibu khalatun khalah dipanggil beda
khala ini saudari Ibu secara hukum Syari
lebih tinggi tinggi daripada Amah
saudarinya Ayah beda dengan saudara Ayah
laki-laki Paman dari ayah dengan paman
dari ibu kalau ini bertemu maka saudara
dari ayah didahulukan diistilahan dengan
am sementara ini khal
ya di sini Hamzah meninggal dunia lalu
istrinya juga meninggal sekarang
bagaimana anak ini ada anak perempuan
maka Nabi Sallallahu Alaihi wasam
putuskan Putri Hamzah dididik oleh
bibinya dari ibunya ya dan beliau
bersabda Bibi berkedudukan sama dengan
ibu ya padahal sebenarnya Hamzah Ini
paman nabi kalau dialihkan ke keluarga
Hamzah berarti keluarga Nabi otomatis
tapi lebih dahulukan kepada keluarga Ibu
karena memang ee masa kecil itu lebih
dahahulukan Ibu Dan kalau Ibu tidak ada
berarti saudarinya Begitu juga dengan
riwayat setelahnya Ali Bin Abi Thalib
berkata radhiallahu Anhu anak perempuan
itu bersama bibinya atau saudari
perempuan ee dari ibunya
dan sesuai dengan sabda Nabi sahu
wasallam tadi Tante Dar ibu sama
kedudukannya dengan ibu itu Sendiri J
kalau teman-teman punya ibu sudah
meninggal maka yang pengganti ibu untuk
kita berbakti adalah
saudarinya ya Tante dari ibu itu Bakti
sama dia datang seperti ibu kita persis
kecuali kalau Ibu masih hidup kita
dahulukan Ibu tentunya tapi kalau Ibu
sudah meninggal berapun saudari ibu kita
itu tempat kita berbakti seperti ibu
kita sendiri datang jenguk kunjungin
segala macam pokoknya buat seperti Bakti
sama ibu ya kalau ayah itu saudaranya
Paman makanya Ali Bin Abi Thalib
radhiallahu Anhu seringkali hampir tiap
hari datang ke pangkuan Abbas lalu
menangis-nangis sambil mengatakan Paman
ridalah denganku kasihanilah aku maafkan
aku karena memang dia tahu Abbas adalah
saudara ayahnya Abu Thalib walaupun
ayahnya Abu Thalib meninggal dalam
keadaan kafir tapi ini pamannya dan ini
adalah pengganti ayahnya maka seperti
itulah kita berbakti ya hadis 988 dan
ini dua hadis terakhir dalam Bab hadalah
sama
989 Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu
Beliau berkata Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda idza Ata
ahadakum khadimuhu bit'am Fain lam
yujlis yujlishu maah falyunawilhu
luqmatan a
luqmatain hadis ini diriwayatkan oleh
Imam
Bukhari di jilid tiga halaman
197 dan imam muslim menjadi tiga halaman
1284 yang
berarti Apabila salah seorang dari
kalian didatangi oleh pelayannya yang
membawa makanan apabila dia tidak
mempersilakan pelayan tersebut duduk
bersamanya maka hendaklah dia
mengambilkan satu atau dua suap
untuknya saya pribadi teman-teman belum
tahu Apa alasan Ibnu Hajar rahimahullah
memasukkan hadis ini dalam bab hadanah
ini kan hak asu anak tapi di sini bahab
tentang masalah pembantu ya mungkin yang
beliau maksudkan adalah di sini
dimasukkan tentang masalah pentingnya
mengurus dan memberikan makanan dan
minuman kepada orang yang sudah dekat
dengan kita mungkin dari hadis ini kalau
pembantu saja begini apalagi anak
sendiri begitu loh mungkin kemungkinan
besar yang paling dekat ke situ karena
di sini kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Apabila salah seorang dari
kanan didatangi oleh pelayannya
pembantunya yang membawa makanan apabila
dia tidak mempersilakan pelayan tersebut
duduk bersamanya maka hendaklah dia
mengambilkan satu atau dua suap untuknya
atau Dia memberikan bagiannya ya ini
hadis kemungkinan besar tadi saya bilang
maknanya adalah kalau pembantu saja
seperti itu apalagi anak apalagi anak
yang dasarnya memang bagian dari darah
daging kita makanya berbagi makanan
dengan anak adalah ibadah yang sangat
besar saya sudah pernah Ingatkan hadis
Bukhari yang ibu datang kepada Aisyah
kemudian duduk dan membawa dua anaknya
lalu dibagikan kurma oleh Aisyah
radhiallahu anhum ajmain begitu Ibu ini
asyik ng sama Aisyah rupanya kurma
anaknya sudah habis lalu dia pun
memotong kurma yang ada padanya karena
kedua anaknya masih minta dikasih
Padahal dia lagi pengin makan akhirnya
Aisyah mengatakan saya kagum dengan
sikap ibu ini sampai Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam datang saya ceritakan
kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
perbuatan ibu itu pada anaknya bagiin
saja kurma kesukaannya itu sudah cukup
membawa dia masuk ke dalam surga beda
dengan ibu-ibu akhir
zaman di zaman sekarang luar biasa taruh
makanannya lagi berasap-asap Jangan
sentuh Awas Ibu pukul tangannya bakhil
sama anaknya
sendiri Ini dia lagi pengin dikasih
anaknya dulu ada juga kadang-kadang
begitu ayahnya ini makanan Ayah enggak
boleh anaknya pegang ya akhi dan Ukhti
kalau Peru sebelum masuk di mulga kasih
mereka cukup hadis tadi Mulia sekali
sampai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
bilang perbuatan ibu itu cukup dia
potong kurma dibagi dua kasih anaknya
dua-dua Walaupun dia pengin membawa dia
masuk ke dalam surga Berapa banyak
kesempatan ini kita kasih anak kita anak
saya sering minta Ustaz wajar anak-anak
minta Allah subhanahu wa taala yang
membuat mereka begitu supaya Antum dapat
pahala dari situ teman-teman kita harus
bisa belajar bersangka baik sama Allah
sangka baik bahkan kejadian yang kita
anggap paling buruk pun dalam hidup kita
sangka baik sama Allah Allah
kadang-kadang mendatangkan sebuah
kejadian yang menurut kita mungkin buruk
tapi Allah lebih tahu itu baik buat kita
kita tidak pernah tahu apa yang terjadi
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah
sedih menangis dengan meninggalnya Abu
Thalib keadaan kafir nabi sedih tapi itu
keputusan Allah Allah lebih tahu tahu
teman-teman Nabi Nuh alaiam waktu
anaknya mau tenggelam nabi sempat
bilang Wah anakku naik ke sini
selamatkan dirimu ya tapi dia tidak mau
dia
bilang sayaa ke atas gunung yang bisa
menyelamatkan Saya dari air Nabi
bilungk Ada orang bisa Selamat hari ini
dari murkahnya Allah nih tapi tidak
mau maka datanglah banjir di antara
keduanya maka tenggelamlah si anak
tersebut Nabi Nuh Alaihi Salam sedih dia
mengatakan Min ahli Ya Allah ini
sesungguhnya anakku dari bagian dari
tubuhku ini
kan Dan Janjimu pasti benar saya sangat
yakin nanti tidak mengganggu keimananku
tapi bagaimana anak saya ini masih bisa
diselamatin engak Allah subhahu wa taala
lalu menegur
wahai Nuh Jangan pernah berani-berani
kau tanya kata Allah kepadaku tentang
sesuatu yang kau tidak punya ilmu di
situ inni uiduka an takuna Minal jahilin
dan aku ingin menyelamatkan kau jangan
kau menjadi orang bodoh hai Nuh Allah
lebih tahu kenapa Anaknya Nabi Nuh nabi
didakwahi anaknya Setiap hari dia sayang
dia cinta Nak jangan nak nanti masuk
neraka ujung-ujungnya Allah tutup dengan
itu maka Allah bilang jangan kau
coba-coba mengajariku Hai Nuh ya saya
tidak mau aku tidak mau engkau menjadi
orang jahil Nabi Nuh alaihi salam dalam
sebuah arar dikatakan tidak mau angkat
matanya ke langit berdoa karena malu
sama Allah takut Allah bilang karena
saya tidak mau kau jadi orang jahil ya
iblis itu sebagian arar menyebutkan
kalau dia Jin yang beriman terbukti
waktu Allah subhanahu wa taala bilang
Kenapa kau tidak sujud dengan apa yang
Aku perintahkan dia enggak bilang engkau
bukan Tuhanku ya Allah Enggak dia bilang
karena aku lebih baik ya Allah engkau
ciptakan aku dari api dia dari tanah dia
yakini Allah sebagai Tuhan tapi
Subhanallah takdir Allah berbeda Allah
subhanahu wa taala membolak-balikkan
hati orang sesuai dengan kehendaknya
kita tidak
tahu bukan kita sangka buruk sama Allah
g kan nabi Muhammad sallallahu wasallam
mengatakan sering dalam doanya ya
m Wahai yang membolak-balikkan hati
manusia tokohkan aku di atas agamamu
kata Aisyah radhiallahu anha karena
sering dengar ini nabi ucapin Ya
Rasulullah anda sudah diampuni dosa Anda
yang lalu dan akan datang Kenapa Anda
suka ulang-ulangin doa Ini kata nabi
Sallahu Alaihi Wasallam wahai Aisyah apa
yang bisa menjaminku sementara hati
manusia berada di antara jari-jari Allah
dia bolak-balikkan sesuai dengan yang
dia inginkan Allah lebih tahu
teman-teman kalau seandainya Allah
mudahkan kita beristigfar berarti Allah
mau kita tbat kalau Allah mudahkan kita
berdoa dan menyesali keadaan berarti
Allah mau kita tobat kalau Allah tidak
mau kita tidak bisa berdoa Allah kalau
tidak mau teman-teman Antum tidak akan
hadir di sini tidak akan dengar
pengajian Saya juga tidak akan datang di
sini tapi Allah ingin kebaikan ini buat
kita sangka baik kalaupun terjadi suatu
berat kenda penyakit kronis kena fitnah
sangka baik dengan Allah ada sesuatu
yang Allah inginkan dari mana Antum tahu
teman-teman ternyata dengan itu semua
dosa kita diampuni sekian puluh tahun
mungkin derjat tinggi di kita bisa
dapatkan yang tidak cukup dengan amal
kita dan segala macam hal yang harus
kita pahami berhubungan dengan masalah
ini hadis terakhir teman-teman sekalian
989 dari Ibnu Umar radhiallahu anhum
dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
beliau bersabda
til maratu Fi hir sajanath Hatta matat
fakalatinarakalatinar fiha la Hiya
atamtha wasqatha ID Hiya habasatha W
Hiya takatha tak Min khil ARD hadis ini
riwayat Bukhari jilid 4 halaman
215 dan imam muslim jilid 4 halaman
1760 seorang wanita diazab kata nabi Sui
wasallam karena seekor kucing wanita itu
mengurungnya hingga mati sehingga wanita
tersebut masuk neraka karena kucing itu
dia tidak memberinya makan dan tidak
pula minum dan pada saat dia
mengurungnya dia tidak memberinya makan
dan minum pada saat mengurungnya dan
tidak melepaskannya Makan Serangga
Tanah ini juga Sama teman-teman saya
juga mendapatkan Kenapa Imam Ibnu Hajar
rahimahullah menulis ee hadis tentang
wanita ini mati e masuk neraka gara-gara
membunuh kucing dengan bab hadalah ini
kan bab membasuh mendidik anak ya hak
asu anak tapi sama jawaban saya dengan
yang sebelumnya kemungkinan besar Ibnu
Hajar rahimahullah ingin menyampaikan
kalau sama kucing saja begini apalagi
anak ya karena banyak orang Subhanallah
bengkalaikan anaknya tidak mau tahu
anaknya makan apa minum apa bahkan ada
orang kas besar sekali sama anaknya tiap
hari dipukulin jadi anak ini juga nanti
jadi preman kalau besar mukul-mukulin
orang gitu kan karena anak-anak
tergantung kebiasaan yang dia terdidik
dengannya ada-adang anak-anak
Subhanallah mungkin sudah tidak ada
senyumnya masih anak-anak tapi mukanya
sudah seperti tua karena beban hidup
yang luar biasa balik ke ayahnya marah
balik ke ibunya marah mau buat ini salah
buat itu salah sampai tidak ada yang
bisa dilakukan Ya saya bilang sama istri
saya tentang anak-anak anak lagi main
sana main sini ini anak-anak enggak bisa
diam memang enggak bisa diam memang
sudah begini alamnya ya kita bermain
sama mereka dan saya buktikan ini loh
Coba lihat ya saya ambilin buku Misalnya
kisah tentang Nabi ayo sini y abarti
ceritain ya Saya ceritain nih duduk
mereka duduk dengar ya nabi Apa nabi Ini
nabi dipilih mau nabi siapa nih Nabi
Adam Nabi Syuaib Nabi Idris minimal nama
nabi-nabi mereka sudah tahu misalnya Oh
nabi ini Baik saya bacain misalnya tuh
lihat anak-anak diam asal kita carikan
aktivitas mereka tu kadang kadang demo
sana sini tumpahin bedak di sana pecahin
gelas di sini karena orang tuanya enggak
mau perhatian sama
dia mau diajak main orang tuanya Orang
tuanya cuek sudahsudah sanasana pegang
handphone sibuk nonton ya remot TV yang
dipegang anaknya enggak dipedulikan
anaknya berpikir apa nih yang bisa
ganggu Ibu saya nih Ha ah itu ada gelas
jatuhin perang Kenapa nak Wah Oh
ternyata pecahin gelas nih baru dia mau
bicara sama saya pecahin lag lagi sana
pecin lagi sini nah iya padahal
sebenarnya dia cuma Cari perhatian
mungkin marah kita dianggap sama dia
kasih sayang ya Ini juga mirip dengan
saya pernah bilang teman-teman kalaupun
Gemes sama anaknya jangan digigit-gigit
ya Nanti dia jadi penggigit nanti karena
Rupanya dia dia menganggap gigit itu
kasih sayang saya bicaranya karena saya
pernah coba sama anak saya karena
Masyaallah ada lucu gitu saya ajak main
saya coba gigit dia gigit juga adiknya
l Iya saya pulang pengajian di Sin saya
bilang ini anak gigit adiknya
begini-begini Oh ini memang saya kemarin
gigit dia soalnya Mungkin dia Jadikan
pelajaran bagi dia tuh kasih sayang kan
dia enggak ngerti anak 3 tahun 2 tahun 2
tahun masih belum ngerti apa-apa gitu
tapi Subhanallah begitulah baik kita
kembali ke bahasan ini teman-teman ini
adalah bentuk kasih sayang kalau kucing
saja kita tidak boleh kurung seperti ini
apalagi anak ya ada orang Subhanallah
paksakan anaknya masih kecil dia duduk
manis di rumah anak-anaknya disuruh
mengemis semuanya ya makan dari sana
mencuri Wah segala macam hal yang tidak
baik dianya malah berbuat hal-hal juga
yang tidak baik makanya tidak boleh
teman-teman sekalian tentu hadis ini
banyak sekali pelajarannya di antaranya
adalah tidak boleh menyiksa makhluk
Allah subhanahu wa taala tanpa uzur ya
yang boleh kita bunuh itu dibunuh kalau
tidak tidak boleh sudah P kita Jelaskan
ada memang jenis hewan yang boleh
dibunuh di wilayah Haram atau di luar
haram ya di Makkah Madinah atau di luar
Makkah Madinah Nabi sahu Al wasallam
Sebutkan lima ular tikus kalajeng ular
tikus Raja Wali burung gagak sama ee
kalajengking ya bingat saya itu terus
kemudian ada juga eh hadis lain
menjelaskan
cecak maka di hadis yang lima tadi itu
Maaf eh ular tikus anjing buas ya Raja
Wali sama burung gagak riwayat juga
mengatakan burung gagak yang dadanya
berwarna putih ini lima hewan dalam satu
hadis hadis yang lain masalah
kalajengking ya dan kalau jengking ini
memang dianjurkan sama ular terutama
dari enam tadi yang saya Sebutkan lima
ini tikus ular ya kemudian anjing buas
Raja Wali burungraaja Wali dan burung
gagak ini teman-teman dibunuh di wilayah
haram dan di luar haram ada riwayatin
juga mengatakan kala jengking tapi dari
enam jenis hewan ini itu ada dua dibunuh
walaupun dalam salat yang kata Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam dua hewan
buruk ya bunuhlah dia dalam keadaan
salat atau tidak ular dan kala jengking
Nabi Sallallahu alaii wasallam pernah
lagi duduk kemudian ada kalajengking
datang menyengat kaki Nabi Sallallahu
alaii wasallam l nabi sallallahuhi
wasallam marah sambil mengatakan Semoga
Allah melaknat hewan ini karena dia
tidak bisa membedakan mana nabi dan
bukan nabi nabi pun disengat gitulah ya
Nah kemudian juga ada hadis lain masalah
Cecak Ya kalau ini berbeda tapi itu pun
walaupun kita dibolehkan membunuh kata
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah
menyuruh kalian berbuat kebaikan dalam
segala hal dalam segala hal ya Maka
kalau kalianemb bunuh bunuhlah dengan
cara yang baik kalau kalian menyembelih
menyembelih dengan cara yang baik ya
dikutuk kepalanya mati Ya sudah enggak
usah ini nih tikusnya siram air panas ya
ada orang begitu di apalah di segala
macam disiksa enggak boleh ya karena
kita membunuh dengan cara baik sampai
ulama membahas masalah bunuh cecak yang
dapat 100 pahala itu ulama Urutkan kalau
orang pukul cecak sekali terus mati 100
pahala kalau dua kali berkurang
pahalanya terus begitu karena tidak
boleh menyiksa hewan
itu hadis ini juga menjelaskan kepada
kita kalaupun kita pelihara hewan maka
harus diberikan makan dan minum Nah itu
ada pahalanya sendiri sebagaimana kata
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di
setiap denyut nyawa ada pahala dalam
hadis Bukhari Ya semua denyut pahala e
semua denyut kehidupan ada pahala bahkan
kita tahu ada kisah Bani Israil yang
haus lalu turun di sumur lalu kemudian
dia keluar dia lihat anjing mengeluarkan
lidahnya sampai ke tanah karena hausnya
lalu dia turun mengatakan anjing ini
telah merasakan haus bagaimana saya
rasakan tadi dia turun sepatunya dibuka
dimasukin air lalu kemudian dia gigit
kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
digigit sepatu itu dengan mulutnya lalu
dia panjat sumur itu sampai ke atas lalu
diminumkanlah anjing tersebut Allah
berterima kasih padanya maka Allah
ampuni dosanya riwayat lain dikatakan
Masuklah ke dalam surga Begitu juga
dengan kisah seorang pelacur melakukan
hal yang sama jadi memang pada
hewan-hewan pun ada pahala ya J kita
bisa mendapatkan pahala dari seluruh
makhlukNya Allah subhanahu wa taala
bahkan ulama mengatakan dari
tumbuh-tumbuhan pun sama dan kita tidak
boleh Isang sengaja merusak membuat
kerusakan di muka bumi teman-teman kalau
lagi bernaung di bawah pohon pohonnya
Rindang enggak usah sambil iseng
cabut-cabutin daunnya kecuali antum mau
makan mungkin ada apa mungkin itu di
tempat umum tidak ada orang punya ada
buahnya mungkin tapi kalau enggak perlu
enggak usah gitu sengaja dirusak sengaja
ini karena itu juga makhlukNya Allah
subhanahu wa taala intinya semua ada
pahala kalau kita berbuat baik dan kalau
kita berbuat buruk maka akan ada
hukumannya di ini gara-gara membunuh
satu kucing dengan cara mengurungnya
tidak diberi makan dan minum Akhirnya
sampai mati maka masuk neraka gara-gara
itu
allahuamab baik begitu saya teman-teman
sekalian subhanakallahum wabihamdika
asadu alla ilaha illa anta astagfiruka
wa atubu ilaik wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh