Transcript
jzlNnu_iZ4k • Minhajul Muslim #59: Bab Ibadah, Pasal Ke-8, Sujud Sahwi, Tata Cara Shalat, dan Shalat Berjamaah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0554_jzlNnu_iZ4k.txt
Kind: captions
Language: id
kita mengucapkan Alhamdulillah dengan
penuh keyakinan sebagai orang beriman
akan janji Allah Allah tidak pernah
memungkiri janjinya dan dia telah
menjanjikan kepada kita dengan
sebenar-benar janjinya Kalau kalimat
Alhamdulillah pasti akan menambah segala
kebutuhan kita juga kita panjatkan
selawat dan Taslim salam hormat kita
kepada utusan Allah dengan tujuan
mengejar apa yang dijikan juga oleh
Allah subhanahu wa taala dari 10 kali
tambahan Rahmat
sehingga kita bisa mendapatkan rahmat
tersebut dengan harapan tentu dengan
rahmat ini kita akan masuk ke dalam
surga Allah subhanahu wa taala Maka
sangat wajar kalau kita selalu
membacakan juga selawat dan Taslim
kepada nabi besar Muhammad sallallahu
alai alihi wasahbihi
wasallam kita sudah membahas teman-teman
sekalian pada pertemuan sebelumnya apa
yang diwajibkan dalam salat apa yang
disunahkan apa yang makruh dan apa yang
membatalkan salat ya dan semua sudah
kita bahas panjang lebar dengan
poin-poinnya dan Insyaallah kita akan
masuk pada malam ini materi kelima
tentang sujud sahwi dan sahwi artinya
kelalaian Bila seseorang lalai dalam
salatnya Mungkin dia lupa Berapa rakaat
dia sudah salat atau ada salah satu dari
kewajiban salat yang dia
lalaikan maka ini dianjurkan untuk
menutup dengan sujud sahwi dan dilakukan
dengan dua cara kalau seandainya
seseorang lagi salat dan dia ingat
kesalahannya itu dalam salat sebelum dia
salam dia sudah ingat Oh tadi saya lalai
tiga atau empat rakaat nih maka dia pun
akhirnya memilih tiga rakaat ya setelah
itu dia Sujud sahwi sebelum salam tapi
kalau seseorang sudah terlanjur bubar
salatnya sudah selesai kemudian ada yang
mengingatkan dia tadi sepertinya Anda
baru salat dua dua rakaat atau tiga
rakaat tadi magrib baru dua rakaat sudah
salam Oh begitu baik terima kasih kita
berdiri tapi kita sudah sempat berzikir
aktivitas mungkin berdiri ngobrol sama
orang baru teringat atau kita diingatkan
maka kita langsung berdiri menambah
rakaat yang kurang setelah itu sampai
salam ya Setelah salam baru sujud syahwi
Jadi kalau teringat kesalahan dalam
salat sujud sahwinya dalam salat
sementara salat sebelum salam tapi kalau
kita ingat setelah bubar salat maka
salam dulu baru Sujud sahwi kata Syekh
Abu Bakar
rahimahullah bagi seorang muslim yang
lupa dalam salatnya sehingga ia menambah
jumlah rakaat atau sujud baik menambah
jumlah rakaat dari tiga menjadi empat ya
ataupun dia menambah sujud lebih dari
dua kali dia sujud atau yang lainnya
maka ia wajib melakukan sujud Sahwi
Perhatikan kalimat wajib berarti bukan
pilihan sebagai penambal kekurangan
dalam salat nya yang dilakukannya
sebanyak dua kali sujud itu setelah
salatnya sempurna kemudian setelah itu
ia salam begitu juga bagi seseorang yang
meninggalkan suatu sunah
muakadah sunah yang sangat ditekankan
dalam salat itu bisa kembali ke materi
kita sebelumnya maka ia wajib melakukan
sujud Sahwi sebelum salam juga bagi
seseorang yang meninggalkan tasyahud
pada pertengahan salat Tasyahud awal
musyarakat kedua di tasyahud langsung di
dia berdiri dia tidak sempat tasyahud
dan dia tidak ingat sama sekali atau
ingatnya setelah ia berdiri maka ia
tidak perlu melakukan tasyahud tetapi
sebagai penggantinya ia wajib melakukan
sujud sebelum mengucapkan
salam juga bagi seseorang yang
mengucapkan salam padahal Salatnya belum
selesai misalnya salat magrib baru dua
rakaat Dia kira sudah tiga rakaat
langsung dia salam lalu makmumnya
Ingatkan atau ada yang Ingatkan Dia Atau
Dia teringat
juga bagi seseorang yang mengucapkan
salam padahal Salatnya belum selesai
maka ia wajib melanjutkan dan
menyempurnakan salatnya dan setelah itu
melakukan sujud Setelah salam ya Jadi
kalau orang ingat tadi saya bilang
setelah selesai salat dia sudah tutup
salatnya dia sudah salam maka baru dia
ingat di sini dia sujud syahwinya
Setelah salam tapi kalau dia ingat dalam
salatnya maka sujud syahwinya sebelum
salam dasar hukum tentang sujud sahwi
adalah Sabda Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam serta perbuatan beliau
di mana beliau Sallallahu Alaihi
Wasallam pernah melakukan salam padahal
salat baru dua rakaat Kemudian beliau
diberitahu tentang hal tersebut maka
beliau pun segera melanjutkan dan
menyempurnakan salatnya lalu Beliau
melakukan sujud Setelah salam ini
disebutkan dalam riwayat Tirmidzi saya
sudah Sebutkan ini ya waktu e pertemuan
kita sebelumnya Kalau nabi alaih
wasallam pernah mengimami salat asar
kemudian baru dua rakaat beliau sudah
salam tapi enggak ada sahabat yang
ngomong sama sekali DII mereka diam
adabnya mereka tidak berani mengingatkan
nabi dan tradisi Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Setelah salam pasti pergi ke
pintu masjid Nunggu siapa sahabat yang
butuh konsultasi berbicara segala macam
ada satu sahabat dari badwi berdiri
langsung mengatakan Ya Rasulullah Apakah
salat sekarang diqar menjadi dua rakaat
asarnya kembali kepada hukum asal salat
karena hukum pertama waktu Isra mraj
salat semuanya dua-dua rakaat subuh dua
zuhur dua asar dua magrib dua Isya dua
nanti setelah hijrah ke Madinah baru
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam diberi
kan tambahan-tambahan tersebut makanya
setiap transisi dari rakaat kedua ke
rakaat ketiga kita biasanya takbir lagi
karena itu tambahan sahabat ini
mengatakan Ya Rasulullah Apakah salat
diqasar kembali Atau Anda lupa kata nabi
Sallahu Alaihi Wasallam tidak ada
perintah qasar salat dan saya juga tidak
lupa beliau sangat yakin kalau sudah
empat rakaat lalu dalam riwayat yang
lain Nabi Sallallahu alaii wasallam
pegang tangan sahabat ini lalu masuk ke
masjid kebetulan Belum bubar jemaahnya
ditanya Apakah betul orang ini bilang
tadi saya Sema salat du rakat kata
mereka benar ya Rasulullah langsung Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam masuk ke
tempat Mihrab Imam takbir semua jemaah
juga takbir tambah dua rakaat tersisa
tapi karena sudah terlanjur ngobrol
berdiri maka Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam salam dulu baru Sujud sahwi ya
karena sudah terlanjur diingat setelah
salat Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam pernah berdiri pada rakaat
kedua tanpa tasyahud juga pernah terjadi
kasus yang lain lebih dulu jadi di rakat
kedua beliau lupa tasyahudnya langsung
berdiri sa akan-akan rakaat ketiga lalu
Beliau melakukan sujud Sahwi sebelum
salam Kenapa Karena ingatnya pada saat
dalam salat ser beliau bersabda
ahukumaman aranj
[Musik]
jika salah seorang diantara kalian ragu
dalam salatnya dan ia tidak mengetahui
Apakah salatnya itu rakaat atau rakaat
maka hendaklah ia membuang
keragu-raguannya dan berpegang teguh
pada jumlah rakaat yang
diyakininya kemudian Ia melakukan sujud
dua kali sebelum salam jika ia telah
melakukan rakaat salat sebanyak lima
rakaat misalnya dia ragu tiga atau empat
lalu dia pilih tiga memang sunahnya kita
memilih yang lebih
sedikit pilih tiga kalau seandainya dia
pilih tiga ternyata sudah empat dan
salatnya menjadi lima rakaat sujud
tersebut menggenapkan rakaat
salatnya dan jika ia telah melakukan
rakaat salat untuk menyempurnakan rakaat
keempat sebanyak empat rakaat maka kedua
sujud tersebut adalah membuat setan
marah jadi kalau seandainya orang ragu
tiga atau empat nih sunahnya memilih
tiga
kan berarti dia Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam mengatakan kalau dia pilih tiga
ternyata itu sudah empat berarti kan
Nanti dia jadi lima rakaat Karena kan
dia mundur satu rakaat kan tiga semusnya
sudah empat sekarang ditambah lagi sama
dia dua rakaat ya rakaat ketiga sama
rakat keempat maka berarti salatnya jadi
lima rakaat kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam menandakan berarti salatnya
sudah diterima karena minimal rakaat
empat kalau kita ragu tiga atau empat
dan kita pilih empat ternyata dia tiga
maka kita kurang gitu kan seperti itulah
makanya disuruh pilih yang lebih sedikit
kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan
kalau seandainya dia yakin itu at rakaat
dan sudah betul EMP rakaat maka Sujud
sahwi yang membuat dia ragu tadi membuat
setan marah ya makna lain sebenarnya
Tariman lyaitan itu penghinaan buat
setan karena setan telah buat dia lalai
maka Allah subhanahu wa taala membuat
sujud itu menutupi kelalaian salatnya
jadi ada pahala yang kurang Allah
berikan dengan sujud
Sahwi Adapun bagi seorang makmum yang
lupa di belakang Imam maka ia tidak
wajib melakukan sujud Sahwi menurut
mayoritas ulama kalau makmum lalai
imamnya tetap ingat misalnya Isya 4
rakaat makmum karena merasa ada Imam
merasa santai ya sudah Imam salam saya
salam Imam tiga rakat ketiga saya rakat
ketiga dia sudah tidak tidak tahu rakaat
ke berapa ikut saja Imam ini tidak wajib
Sujud sahwi Tapi tentu dia kehilangan
pahala yang banyak
ya kecuali kalau imamnya yang lupa maka
ia wajib melakukan sujud
bersamanya kalaupun misalnya kita salat
magrib bersama Imam sudah tiga rakaat
nih pas rakaat ketiga imamnya berdiri
lagi kita wajib ikut walaupun kita sudah
tahu kita mengatakan Subhanallah dia
tidak mau dengar ya sudah ikut saja
jangan salam duluan Kalau salam duluan
berarti kita membatalkan salat berjamaah
kita ya tidak boleh salam sebelum imam
kemudian kalau Imam tiba-tiba dia Sujud
sahwi dia bimbang tadi sudah benar engak
ya Kita juga harus ikut sujud syahwi
walaupun kita Yakin jumlah
rakaatnya ya di sini dikatakan Adapun
bagi makmum yang lupa di belakang Imam
maka ia tidak wajib melakukan sujud
Sahwi menurut mayoritas ulama kecuali
imamnya yang lupa maka ia wajib
melakukan sujud bersama imamnya karena
ia wajib mengikuti imam dan karena
adanya hubungan di antara salatnya
dengan salat imamnya para sahabat juga
pernah Sujud sahwi bersama Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam di mana saat
beliau Lupa maka beliau akan melakukan
sujud atau setiap kali nabi lupa Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan
sujud ada putnut nomor 770 di situ hadis
ini diriwayatkan oleh Tirmidzi nomor 365
berkenaan dengan salat Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam di mana pada
saat rakaat kedua beliau langsung
berdiri tanpa duduk lebih dulu untuk
tasyahud Seraya berkata setelah
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
menyelesaikan salatnya maka beliau
melakukan sujud dua kali Kemudian beliau
salam dan para sahabat pun melakukan
sujud bersama beliau karena beliau lupa
melakukan duduk meskipun riwayat ini
memiliki cacat akan tapi mayoritas ulama
mengamalkannya karena berdasarkan Sabda
Rasulullah Sallahu alaii wasallam dalam
hadis Bukhari nomor 722 latalifu Alaihi
jangan kalian melakukan tindan tindakan
yang bertentangan dengan perbuatan Imam
ya Jadi kalau imam yang lah ya sudah
kita ikut
saja kemudian kita masuk teman-teman
sekalian ke materi keenam tentang tata
cara salat Saya yakin ini teman-teman
sudah tahu semuanya tapi ini bagian
daripada substansial bahasan kita hanya
saja kadang-kadang Subhanallah Saya
melihat masih ada saja ikhwah yang
keliru allahuam di bagian akhwat ya
musalahnya tapi di antara ikhwah
kadang-kadang sayaat penampilannya sudah
orang-orang ikut yang ikut pengajian
tapi pengaturan safnya masih belum rapi
ya badannya masih belum tegak tangannya
masih belum bersedekah yang benar gitu
kan rukuknya masih membungkuk ya tidak
mengikuti sunah Nabi wasallam ini semua
sujud juga kadang-kadang ya tidak
memberikan haknya duduk di antara dua
sujud tasyahudnya Sal ini masih banyak
dilalaikan padahal sebenarnya ini hal
yang mendasar sekali Syekh Abu Bakar
rahimahullah berkata materi keenam tata
cara pelaksanaan salat tata cara
pelaksanaan salat adalah sebagai berikut
Jika waktu salat tiba dimulai dengan
hendaklah seorang muslim berdir dalam
keadaan suci dirinya Suci maksudnya
berwudu badannya juga suci dari najis
bajunya Suci juga tempatnya Suci menutup
auratnya makna menutup aurat sudah
pernah kita Jelaskan tidak boleh
memperlihatkan anggota tubuh yang
dilarang untuk Perlihatkan dan tidak
boleh menggunakan pakaian ketat ya
karena pakaian ketat kalau dipakai sama
saja Dia sedang membuka auratnya Ya
diambil daripada sabda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam
golongan ya dari umatku yang belum Aku
lihat mereka adalah orang-orang yang
ahli neraka dan tidak akan cium bau
surga yang pertama adalah golongan
orang-orang yang membawa cambuk-cambuk
yang mencambuki orang-orang secara zalim
ini biasa pengawal-pengawal kepala suku
raja segala macam mereka mau berikan
Jalan rajanya maka mereka pukulin orang
ini enggak boleh dan yang kedua adalah
wanita yang berpakaian tapi telanjang
ya rambut mereka atau kepala mereka
seperti punuk punuk unta ya cenderung ke
kanan dan ke kiri ya jadi kepala mereka
seperti punuk unta kalau punuk unta Saya
pernah Jelaskan ya Ada kumbalan lemak di
punggungnya unta Biasanya kalau dia
berlari goyang-goyang ya Nah biasanya
ada orang yang seperti itu keadaannya
wanita mereka tidak akan mencium bau
surga dan tidak akan masuk surga ya di
sini sabda Nabi was mengatakan mereka
berpakaian tapi tel Ang ini maknanya
ketat membentuk paha membentuk betis
membentuk ee perut membentuk dada dan
seterusnya Ini akhirnya membuat bentuk
lengkukan tubuhnya ada ini makna juga
menutup aurat di sini harus ditutup
tidak boleh seperti itu harus longgarlah
ya dan menghadap kiblat menghadap kiblat
ini kalau di depan Ka'bah wajib pas ya
kalau kita di lingkaran Ka'bah itu wajib
pas makanya sejadah Ka'bah diatur
sedemikian lupa melingkar tapi kalau
kita di di luar Ka'bah atau di luar
Masjidil Haram arah kita ke Masjidil
Haram makanya Allah subhanahu wa taala
mengatakan dalam al-qur'an itu fawalli
wajhaka satral Masjidil Haram Arahkan
wajahmu Hai Muhammad dan suruh umatmu ke
arah masjidil haram karena kita kalau di
luar tidak bisa mungkin pas di Ka'bah
100% ya Sehingga Masjidil Haram yang
menjadi
patokan lalu iqamahlah ya jika iqamah
telah selesai Hendaklah ia mengangkat
kedua tangannya nya Hingga sejajar
dengan kedua bahunya sambil berniat
melakukan salat sambil mengucapkan
Allahu akbar sudah masyhur tangan semua
jari-jar rapat sejajar dengan
bahu kemudian meletakkan kedua tangannya
pada dadahnya dadah di sini Sebagian
ulama mengatakan diulu hati awal Dada ya
kemudian meletakkan kedua tangannya pada
dadanya dengan meletakkan tangan kanan
di atas tangan kirinya kemudian membaca
doa iftitah dan ini sudah kita Jelaskan
sunah muakkadah ya kemudian membaca
Bismillahirrahmanirrahim dengan suara
pelan kudan membaca al-fatihah
alhamdulillah rabbil alamin dengan suara
keras
ya sampai
waladdallin Hendaklah ia mengucapkan
Amin baik sendirian ataupun
berjamaaah ini juga ada hadis Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Siapa yang
aminnya bersama dengan Amin aminnya
malaikat karena pas Imam mengatakan
waladhallin ataupun kita sendiri
mengatakan waladhallin itu kan doa
ihdinasiratal mustaqim sampai waladholin
itu malaikat mengatakan Amin yang di
sekitar kita siapa yang aminnya tepat
dengan aminnya malaikat maka diampuni
dosanya yang telah Lalu bagaimana itu
allahuam kuasa Allah kita ikhtiar
saja kemudian membaca surah atau
beberapa ayat al-qur'an yang dianggap
mudah baginya Dan ini boleh menyambung
dari ayat ke ayat lain atau surah ke
surah lain ya di mulai misalnya kita
membaca beberapa ayat di akhir Albaqarah
lalu kita sambung dengan awal Al Imran
misalnya ya atau kalau selesai satu
surah kita sambung surah yang lain nabi
sallallahui wasallam pernah salat malam
membaca Albaqarah kemudian melanjut
dengan Al Imran dilanjut terus sampai
Annisa kemudian mengangkat kedua tangan
sejajar lagi dengan bahu serta melakukan
rukuk sambil mengucapkan Allahu akbar
kemudian meletakkan Kedua telapak tangan
pada kedua lutut dengan
menggenggamnya Seraya meratakan tulang
punggungnya dengan tidak mend mengakkan
kepalanya ke atas dan tidak juga
menundukkan sekali Saya pernah Jelaskan
para pertemuan yang sebelumnya punggung
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam rata
sampai kalau ditaruh wadah air di
atasnya tidak tumpah saya sudah ajarkan
kemarin ya pakai cermin coba belajar di
luar salat untuk praktik masalah itu
dikatakan tetapi Jadi tidak boleh
mendongak ke atas kepalanya tidak boleh
juga terlalu turun tetapi meratakannya
sejajar dengan tulang punggungnya dan
pada saat rukuk hendaklah yanga membaca
Subhana
rabbiyalim Maha Suci rabku Yang Maha
Agung sebanyak tiga kali atau lebih
kemudian bangkit ini sudah saya jelaskan
ya bisa sampai 10 atau 11 kali kemudian
bangkit dari rukuk sambil mengangkat
kedua tangannya lagi sejajar dengan bahu
sambil mengatakan Sami Allahu liman
hamidah Allah mendengar Bagi siapapun
yang memujinya kemudian i'tidal artinya
berdiri dengan tegak sampai terasa
tulang berakang ketarik dada kita
terbusung ke depan dan
membacabana
diban mub wahai Rabb kami bagimu segala
puji aku memujimu dengan pujian yang
banyak yang baik dan penuh dengan berkah
sebenarnya kita mengatakan Rabbana wakal
hamd cukup tapi di sini Syekh Abu Bakar
rahimahullah menggabungkan dua riwayat
di antaranya riwayat Tirmidzi para Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam bilang
samiallahu liman hamidah tiba-tiba ada
makmum yang mengatakan Hamdan katstiran
thayiban mubarakan Fi puji-pujian yang
banyak sekali
yang baik dan sempurna serta penuh
dengan berkah untuk Allah maka nabi sah
wasam tanya Siapa tadi yang baca itu sat
angkat tangan saya Rasulullah kata nabi
salluai wasallam tadi waktu kau baca
saya diperlihatkan oleh Allah malaikat
berebut mencatatnya karena Mulianya
kalimat tersebut maka di sini
digabungkan kemudian sujud sambil
mengucapkan Allahu Akbar ketika sujud
Hendaklah ia bersujud dengan anggota
atau tujuh anggota tubuhnya yaitu muka
masuk dalamnya hidung dan dahi kemudian
dua telapak tangan 1 2 3 kedua lutut
berarti 4 l dan Kedua telapak kaki 6 dan
tu dengan menempelkan dahinya serta
hidungnya di atas tanah tempat sujud
sambil membaca Subhana rabbiyal ala Maha
Suci Rabb yang Maha Tinggi karang-
kadang-adang ada orang ininya saja yang
sujud ya hidungnya enggak kena ke tanah
maka dia harus meletakkan semuanya ini
dibaca sebanyak tiga kali atau lebih
Jika dia berdoa mohon kebaikan saat
sujud maka itu dipandang lebih baik
setelah itu Bangkit Dari Sujud sambil
membaca Allahu akbar lalu duduk iftirasy
sudah kita jelaskan iftirasy artinya
menduduki telapak kaki kiri ya dan
menjadikan telapak kaki kanan berdiri ya
kita dudukin telapak kiri dengan
meletakkan bokongnya di atas telapak
kaki kiri serta menegakkan kaki kanannya
sambil membaca rbigfirli warhamni
Wahdini warzuqni tentu ini lafaznya
banyak liat ini mungkin lebih dari enam
atau tujuh lafaz berbeda-beda tapi ini
di antaranya wahai rabbku ampunilah
dosaku sayangilah aku Berilah aku
petunjuk dan berilah aku rezeki kemudian
sujud sebagaimana yang dilakukan
sebelumnya kemudian berdiri untuk
melakukan rakaat kedua dan melakukan
hal-hal seperti yang dilakukannya pada
rakaat pertama kemudian tasyahud Jika
jumlah rakaat salatnya dua rakaat
seperti salat subuh maka ia membaca
tasyahud serta selawat atas Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian
salam sambil mengucap
assalamualaikum warahmatullah ini boleh
bisa juga Asalamualaikum saja bisa juga
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan menoh ke sebelah kanan
dan salam kembali sambil menoleh ke
sebelah kiri kita sudah tahu itu
Asalamualaikum warahmatullah nabi
sahuaii wasallam kalau salam sampai pipi
putih pipi beliau kelihat oleh makmum
tidak usah badannya ikut ya kepalanya
saja ada orang ikut
badannya itu menoleh orang
ya kemudian sujud tadi sudah disebutkan
sedangkan Jika jumlah rakaat salatnya
tersebut bukan salat yang jumlahnya dua
rakaat hendaklah setelah membaca
tasyahud Ashadu Alla ilahaillallah wa
Asyhadu anna muhammadar rasulullah ia
berdiri Kembali jadi tidak baca selawat
di Tasyahud awal ini saya sudah jelaskan
pertemuan sebelumnya ada dua khilaf
pendapat ulama ada yang mengatakan
Tasyahud awal boleh baca sampai selesai
selawat innaka Hamidun Majid bedanya
Tasyahud awal dengan akhir Tasyahud
akhir diikuti dengan 23 tiga macam doa
di antaranya Allah inuika minabi jahanam
dan seterusnya Ya ada juga pendapat yang
dipegang oleh Syekh Abu Bakar
rahimahullah tidak Tasyahud awal cuma
sampai syahadat saja Ashadu Alla
ilahaillallah wa anna muhammadar
rasulullah selawat sampai akhir ini
tidak dibaca di Tasyahud awal nanti di
Tasyahud akhir kata beliau sedangkan
Jika jumlah rakaat salatnya tersebut
bukan salat yang jumlahnya dua rakaat
hendaklah setelah membaca tasyahud ia
berdiri kembali sambil mengucapkan
takbir dan mengangkat kedua a tangannya
sejajar dengan kedua bahunya rakaat
kedua ke rakaat ketiga lalu
menyempurnakan salatnya dengan
mengerjakan hal-hal seperti yang
dilakukan pada rakaat sebelumnya hanya
saja dalam hal bacaan cukup hanya
membaca al-fatihah saja setelah Mas
rakat ketiga rakaat keempat hanya baca
al-fatihah sunah Nabi Sallallahu alaihi
wasallam begitu surah hanya di rakaat
pertama sama kedua setelah selesai
hendaklah I duduk tawarruk tawarruk
berarti bokongnya duduk di tanah dengan
meletakkan bokongnya di atas sana atau
tempat duduk dengan meletakkan juga kaki
kanannya disertai dengan menempelkan
bagian dalam dari jari-jari kaki
kanannya ke tanah ya atau ininya
jari-jarinya
dilipat sehingga semuanya dianggap sujud
kepada Allah subhanahu wa taala ser
membaca tasyahud dan selawat atas
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
lalu memohon perlindungan kepada Allah
subhanahu wa taala dari azab neraka
jahanam azab neraka azab kubur fitnah
hidup dan fitnah mati dan fitnah Dajal
kemudian mengucapkan salam dengan suara
yang keras Seraya membaca Asalamualaikum
warahmatullah sambil menorek ke sebelah
kanan dan mengucapkan salam untuk yang
kedua kalinya sambil menorek ke sebelah
kiri Meskipun tidak ada siapa-siapa
tentu ini sudah Makruf ya tentang
masalah tata cara salat dan sudah banyak
buku diterjemahkan berhubungan dengan
masalah ini Tapi saya berharap
teman-teman tidak menganggap
remihnya sekarang kita masuk ke materi
K7 masalah hukum salat berjamaah masalah
Imamah syarat menjadi imam ya ya
kemudian juga
masbuk hukum makmum yang telat dalam
salat Apa yang harus dilakukan dimulai
dulu dengan poin a masalah salat
berjamaah hukum salat berjamaah salat
berjamaah merupakan perbuatan sunah yang
sangat dianjurkan sekali bagi setiap
mukmin yang tidak memiliki uzur untuk
tidak menghadirinya sebelum saya
lanjutkan dalilnya ada dua pendapat di
sini kalau Imam Ahmad dan Imam Malik
rahimahumullah termasuk Imam Abu Hanifah
mewajibkan salat berjamaah mewajib kan
di masjid wajib bagi laki-laki kecuali
ada uzur hujan deras sekali banjir sakit
lupa ketiduran ya musafir ini semua baru
boleh tapi kalau Imam Syafi'i
rahimahullah mengatakan salat berjamaah
di Masjid sunah muakkadah bahkan fardu
kifayah artinya kalau sudah ada yang
salat sudah enggak ada masalah yang lain
gugur yang penting jangan tidak ada yang
salat sama sekali di masjid gitu kan Ini
khilaf di antara ulama dan Imam ee Syekh
Abu Bakar rahimahullah cenderung dalam
hal ini dengan pendapat imam Syafi'i
makanya beliau mengatakan salat
berjamaah di Masjid adalah sunah yang
sangat ditekankan berdasarkan hadis Nabi
Sallallahu Alaihi
wasallamq Fatul
jamaatiahw alai
faikumamaahama tidaklah ada tiga orang
di suatu desa atau suatu kampung di mana
mereka tidak mendirikan salat berjemah
di dalamnya melainkan setan akan
menguasai mereka karena itu hendaklah
kamu mendirikan salat berjamaah karena
serigala hanya akan memangsa seekor
kambing yang menyendiri atau terpisah
dari kelompoknya hadis ini riwayat Ahmad
nomor
21.203 dan hadis ini juga menjelaskan
teman-teman kepada kita kita dianjurkan
selalu kalau ke mana-mana usahakan
berdua atau lebih kecuali darurat sekali
terutama masalah Safar kata Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam kalau kalian
yang sedang Safar tahu ya bahayanya atau
godaan setan pada saat sedang sendirian
untuk berbuat maksiat Maksudnya ya maka
tidak akan ada lagi yang Safar sendirian
ya bukan berarti ditakut-takuti ya
setannya datang cekik keluar tangan dari
kamar mandi enggak ada bukan itu yang
dimaksud tapi setannya bisa menguasai
dia untuk buat maksiat Antum dalam hotel
sendirian ada di Eropa tinggal telepon
Panggil pelacur naudubillah kan bisa
terjadi Antum sendirian ada godaan ini
ada diskotik mau masuk mau lihat setan
godanya gitu Kalau orang Saleh digoda
supaya kamu tahu ya tidak buat dosa
nanti di dalam baru digodok sama setan
ya Jadi enggak
boleh di sini Nabi Sallallahu alaii
wasallam memastikan kita kalau sendiri
jalan walaupun kita pakai kopia pakai
baju koko pakai gamis ada sedikit risi
ya kadang- risi kalau sendirian jalan di
mana Tapi kalau sudah dua orang yang
pakai kopi dan gamis kalau sudah orang
kalau sudah 10 orang beda kalau ada
komunitas setan lebih sulit menggodanya
makanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan Sungguhnya Serigala Mas setan
di sini ya hanya akan memangsa domba
yang menyendiri Juga sabda Nabi su
wasallami laq hamamtu
aninuhtiaumuk demi zat yang jiwaku Ber
di tangannya suguh aku ingin sekali
menyuruh supaya kayu bakar dikumpulkan
lalu dinyalakan kemudian aku menyuruh
seseorang mengomandankan azan salat
serta menyuruh seseorang supaya
mengimami salat orang-orang kemudian aku
pergi mendatangi rumah orang-orang yang
tidak ikut salat berjamaah lalu membakar
rumah mereka hadis ini riwayat Bukhari
nomor 644 dan 600 dan imam muslim 651
hadis ini yang dipegangi oleh Imam Ahmad
rahimahullah tentang wajibnya salat
berjamaah di Masjid karena tidak mungkin
nabi sallallahui wasallam mengancam akan
membakar rumah orang-orang yang tidak
salat berjamaah kecuali memang ini
kewajiban ya
kewajiban Juga sabda Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam tujukan
kepada seseorang laki-laki buta yaitu
Ibnu Ummul maktum muadzinnya nabi yang
berkata kepada Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Ya Rasulullah aku tidak
mempunyai seorang penuntun yang akan
menuntunku ke masjid Bahkan dalam
riwayat Bukhari Muslim kata nabi kata
orang itu ya Rasulullah tidak ada
penuntun saya ke masjid saya buta di
antara rumah Rumah saya jauh di antara
rumah saya sama masjid banyak binatang
buas karena masih padang pasir bisa
menerkam saya apakah boleh saya salat
sendiri di rumah awalnya Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam mengatakan iya silakan
di sini dikatakan Ya Rasulullah aku
tidak mempunyai seorang penuntun yang
akan menuntun ke masjid kemudian
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
memberinya ruksah keringanan silakan
salat di rumahmu ya padanya dikasih
keringanan untuk tidak ikut menunikan
salat jemaah tapi ketika orang itu mau
keluar dari masjid turun Wahyu Nabi
Sallallahu alaii wasallam panggil
kembali lalu mengatakan hal tasmaun Nida
hal Tasma Nida B faqala Naam Q faajib
Apa kau dengar azan dari rumahmu buta
Jauh enggak ada pemandu banyak binatang
buas ya bukan hanya tikus kayak Antum
tikus banyak lari-lari jalanan ini
binatang buas serigala harimau nerkam ya
Antum tikus saya sudah
takut maka dikatakan di sini Iya ya
Rasulullah kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam penuhi panggilan itu pergi
masjid Apapun alasan yang tidak ada
tidak diterima hadis riwayat Muslim
nomor 653
Abdullah Bin Masud juga radallahuh
menuturkan wqun
Wu m
mafqiq sungguh aku telah melihat
orang-orang di antara kami pada saat
zaman Nabi Sallahu wasallam Dan tidaklah
ada yang mengabaikan salat berjamaah di
Masjid melainkan pasti munafik itu di
zaman nabi yang kemunafikannya telah
diketahui dengan jelas artinya seluruh
orang beriman tahu kalau ini munafik
baru dia enggak ada di masjid kalau
orang beriman pasti hadir ke masjid
sampai kata di sini terkadang seorang
laki-laki datang dengan dipapah dua
orang dia sakit tetap ditopang dua orang
ya untuk menghadiri salat berjamaah
hingga ia berdiri di suatu
barisan Atau Dia memegang pundak
temannya sambil salat ya makanya Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam peduli sekali
dengan ini teman-teman begitu selesai
salam dicari dilihat
sahabat-sahabatnya mana Si Fulan kenapa
enggak hadir salat berjamaah siapa
tetang ya saya Rasulullah cari tahu
segera kalau sakit dijenguk gitu kan
Kalau ada apa-apa langsung dicari tahu
gak boleh diawasi oleh Nabi Sahi
wasallam dan nabi sahuaii wasallam
diberikan keutamaan oleh Allah subhanahu
wa taala beliau kalau jadi imam bisa
lihat makmumnya walaupun lagi menghadap
ke depan tapi ini khususiatun nabi hanya
nabi jangan
ngaku-ngaku Nabi sallu Al wasallam
mengatakan luruskan saf kalian karena
aku bisa melihat kalian sementara aku
jadi Imam Allah memperlihatkan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam makmumnya di
belakang jadi tahu kalau ada yang miring
ada yang ngantuk ada yang ini nabi tahu
ya yang kedua itu hukum salat berjamaah
saya sudah jelaskan tadi khilaf ulama
tapi pendapat jumhur ulama wajib kecuali
orang punya uzur Syari ya jadi usahakan
dan kita sudah tahu hadis Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam yang mulia
dihasankan oleh para ulama Siapa yang
tidak ketinggalan Takbiratul Ihram Imam
40 40 hari dia akan dijamin selamat dari
sifat kemunafikan Insyaallah tidak akan
pernah dusta seumur hidupnya nya tidak
akan khianat amanah tidak akan ingkari
janji selama dia 40 hari subuh zuhur
asar magrib Isya jadi ini sebulan
setengah Antum harus Atur jadwal sebulan
setengah tidak ke mana-mana Safar cari
Kalau yang kos-kosan di sebelah masjid
azan langsung salat tinggal nyebrang ke
sebelah minimal sekali seumur hidup ini
siap siap baik
alhamdulillah Yang kedua keutamaan salat
berjamaah apa yang saya dapatkan sih
kalau saya salat berjamaah
Adapun keutamaan salat berjama itu
banyak sekali dan pahalanya sangat besar
hal itu sebagaimana disabdakan oleh
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
salatul
jamaati Dar salat berjamaah itu lebih
utama daripada salat sendirian dengan
perbedaan 27 derajat hadis ini
diriwayatkan oleh Bukhari nomor 645 dan
imam muslim
650 juga Rasulullah su wasallam bersabda
Ya jadi 27 derajat ini berarti derajat
di ya surga
seseorang dilakukan secara berjah
keutamaannya melebihi salat yang
dilakukan di rumahnya atau di pasarnya
dengan perbedaan 27 derajat hal itu
dikenakan sebnya dij
besahalaah seor Diara m ber kemudian ia
menyempurnakan wudunya kemudian ia pergi
ke masjid dan di sini juga perlu digaris
bawahi berarti afdaliah salat berjamaah
pun lebih besar pahalanya kalau wudu di
rumah baru ke masjid ya walaupun di
masjid ada tempat wudu tapi itu darurat
kalau kita batal wudu tiba-tiba kebelet
baru kita kalau gak wudu di rumah
semuanya dan saya sudah pernah ajarkan
teman-teman kalau mau tidak batal wudu
usahakan tidak biasa bercanda dengan
buang angin ini jadikan bahan bercanda
pernah saya bilang gitu pegang kuping
temannya
bunyi bercanda gak boleh bercanda masal
nanti l control nanti ada orang begitu
saya pernah bertamu di rumah orang
Subhanallah Lagi duduk
ngobrol keluarkan angin saya sampai
kaget tapi orang sudah gak bisa ngawasin
dirinya dan itu akhirnya berhubungan
sekali engak bisa jaga wudu ya kalau
kita terbiasa teman-teman sekalian kita
hanya di waktunya di tempatnya maka
Insyaallah wudunya terjaga ya ada orang
Subhanallah dari salat subuh dia tunggu
sampai syurug duha dia pergi kantor
zuhur asar sampai magrib Isya enggak
batal wudunya Aduh Subhanallah dijaga
wudunya ada orang begitu Tinggal masuk
salat saja kalaupun batal dia langsung
wudu lagi
diperbaharui itu karena dikatakan sini
salah satu penyebab meninggikan 27
derajat tadi karena seseorang berwudu di
rumahnya kemudian dia menyempurnakan
kemudian pergi ke masjid makna pergi ke
masjid berarti dia wudu dulu di rumahnya
dengan maksud semata-mata untuk
melaksanakan salat maka tidaklah ia
melangkahkan kakinya selangkah melainkan
Allah akan mengangkatnya satu derajat
serta menghapuskan darinya satu dosa
hingga ia memasuki masjid setelah ia
masuk masjid pun maka ia senantiasa
berada dalam salatnya selama salat itu
yang menahannya atau tidak keluar dari
masjid Jadi kalau antum tadi di sini ada
yang dari magrib kemudian niat tunggu
sampai isya Pengajian misalnya
maka jeda antara magrib Isya walaupun
Antum lagi ngobrol di sana lagi buka
puasa Di sana lagi ya mungkin ada hajat
apa tetap Antum dihitung salat karena
niatnya ingin menunggu
Isya seseorang tetap dihitung berada
dalam salat Ya selama yang menahannya
adalah salat tidak keluar dari masjid
dan para malaikat plus lagi akan memohon
ampun bagi salah seorang di antara kamu
selama ia berada di tempat duduknya di
mana ia mengerjakan salat padanya ya
Jadi kalau bisa lebih baik tidak pindah
maka lebih baik lagi Seraya mereka
berdoa ya Allah berilah ampunan baginya
Ya Allah sayangilah dia selama ia tidak
berhadas Hadat ini keluar angin tadi
batal wudu ya Malu di masjid itu ya di
sana keluarin angin sini keluarin angin
jadi bau semua
masjid baik poin t jumlah minimal dalam
salat jemaah jumlah minimal orang yang
menunaikan salat adalah dua orang di
mana yang satu menjadi imam dan satu
lagi menjadi makmum semakin banyak
jumlah jemah mengikuti suatu salat
jemaah Maka hal itu semakin dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala
berdasarkan Sabda Rasulullah Sallallahu
Alaihi
wasallamatulul
wahdauul Wana aku ahbuallahi taala salat
seseorang yang dikerjakan bersama
seseorang pahalanya lebih banyak
daripada salat sendirian dan salat yang
dikerjakan bersama dua orang jadi tiga
orang sama Imam pahalanya lebih banyak
daripada salat dikerjakan cuman sama
seseorang ya Mus cuma berdua dan semakin
banyak jumlah jemaahnya niscaya semakin
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala
hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad
nomor
20.759 Abu Daud 554 annasai 843 dan Ibnu
Hibban nomor 2056 kata ulama hadis yang
dimaksud dengan Allah lebih mencintai
maksudnya Allah bisa saja
memberikan lebih banyak Rahmat
pengampunan dan kelipat gandaan pahala
salat jemaah dilakukan di masjid lebih
utama dan masjid yang jauh jaraknya
lebih utama lagi daripada masjid yang
lebih dekat berdasarkan sabda Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam innaami ajran
abaduhum ilaiha
mamsya Sesungguhnya orang yang paling
besar pahalanya adalah orang yang paling
jauh jarak perjalanannya ke masjid untuk
menghadiri salat berjamaah hadis ini
riwayat Muslim nomor 600 62 makanya Abu
Hurairah radhiallahu Anhu itu selalu
jadwalin kalau dia mau pergi salat dia
tahu waktunya masih ada sekian lama
mungkin kalau kita zuhur jam 12 Dia jam
11.00 sudah jalan keliling Madinah ajak
orang salat sampai terakhir pulang putar
ke masjid supaya k langk kakinya banyak
sekaligus juga
berdakwah kemudian yang empat kehadiran
kaum wanita dalam salat berjemaah
Bolehkah hadir di masjid bagi kaum
wanita dibolehkan untuk menghadiri salat
berjamaah di Masjid jika dipandang aman
dari fitnah dan tidak dikhawatirkan
adanya gangguan berdasarkan sabda Nabi
Sallallahu alhi
wasamah Jangan pernah kalian melarang
para wanita dari hamba-hamba Allah
mendatangi masjid-masjid Allah hadis ini
riwayat Ahmad nomor
9362 Abu Daud
565 akan tetapi salatnya seorang wanita
di rumahnya lebih utama juga berdasarkan
sabda Nabi
Wasallam ketika mereka pergi ke masjid
hendaklah mereka tidak tidak memakai
minyak wangi jika mereka memakai minyak
wangi maka tidak dibolehkan bagi mereka
menghadiri salat berjamaah di Masjid
berdasarkan sabda Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam ayuraatin asabat bakuran Fala
tashad Ma Fala tashad maahal Isya Al
akhirah ini F tashhad maana ya F tashad
maanal Isya Al akhirah wanita manapun
yang memakai wangi-wangian maka
hendaklah tidak hadir bersama kami dalam
mengerjakan salat Isya berjamaah Itu
yang pegang buku diganti itu ya tulisan
bahasa Arab maaha diganti maana hanya
diganti Nun ya itu maksudnya salat
bersama
kami J di sini jelas sekali kalau wanita
lebih Afdal di rumahnya tapi dia diboleh
ke masjid terutama Kalau tidak ada
fitnah dalam Komplek Perumahan
jalan-jalan Terang gu kan yang dimaksud
di sini bisa fitnah teman-teman seperti
negara-negara non mususlim ya
denggara-engara Non mususlim itu bisa
jadi fitnah nantinya bisa digangguin
tengah jalan bisa segala macam atu gelap
banyak perampok
ya kemudian juga akan tetapi kata beliau
salat seorang wanita dikerjakan di
rumahnya lebih utama berdasarkan sabda
Nabi Sallallahu alaih
wasallamyutun Khairun lahunna dan
rumah-rumah mereka lebih baik bagi
mereka maksudnya kaum wanita
diriwayatkan Abu Daud nomor 567 tapi
yang jelas boleh ya bukan tidak boleh
salat di masjid bahkan Zainab
radhiallahu anha anak Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam itu terkenal suka sekali
keluar kalau malam sepertiga malam ke
masjid beliau ke masjid Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam maka Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam pernah masuk masjid mau
salat tahajud bukan salat wajib salat
sunah lalu Beliau lihat dari tiang ini
ke tiang sana ada tali beliau tanya apa
ini kenapa ada tali lalu kata
orang-orang di masjid Zainab Ya
Rasulullah Maksudnya anak anda jadi
rupanya dia kalau ngantuk Zainab Ini
pegang tali itu supaya enggak tidur kata
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam turunkan
tali ini kalau seseorang di antara
kalian mau ibadah jangan paksakan kalau
masih ngantuk Tidurlah dulu ya di sini
kalau ngantuk benar ya bukan ngantuk
Yang dibuat-buat ya kalau betul-betul
capek letih perjalanan jauh ya susah
maka itu jangan dipaksakan kata Nabi
Sallallahu alai wasallam dalam hadis
lain jangan paksakan salat kalian kalau
sedang mengantuk jangan sampai diaingin
meminta Rahmat malah dia minta azab buat
dirinya misal dia mengatakan Ya Allah
ampuni tapi dia mengatakan Ya Allah
hukum Saya mungkin karena mengantuknya
ya ini kalau mengantuk benar Jangan
dijadikan ini sebagai alasan Wahai
hamba-hamba Allah
sadarlah yang kelima pergi dan berjalan
menghadiri salat berjamaah ya makin
besar juhudnya upayanya makin besar
pahalanya kayak jalan kaki itu lebih
besar pahalanya
dibandingkan ya berkendaraan walaupun
kendaraan boleh kayak zaman sekarang
motor sudah menjadi sebuah fasilitas ya
apalagi mesjinnya jauh maka bisa
menggunakan motor enggak ada masalah
karena ada juga sahabat-sahabat yang ke
masjid Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
menggunakan unta menggunakan kuda Ya
bagi seseorang yang keluar dari rumahnya
menuju masjid disunahkan mendahulukan
kaki kanannya sambil membaca doa
Bismillahi tawakaltu alallahi W Haula W
quata illa Billah Dengan nama Allah aku
bertawakal menyerahkan diri kepadanya
dan tidak ada Day dan kekuatan kecuali
milik Allah Allah
Ya Allah akuohon Kepu agar Jangan sampai
aku menyesatkan Aku Atau
disesatkan aku tergerincir dalam dosa
atau Aku menggerincirkan orang
lain atau aku berbuat kezaliman atau Aku
dizalimi Atau aku berbuat kebodohan atau
aku dibodohi tentu ini- sealian sampaii
sebenarnya do ya keluar rumah tapi Syekh
Abu Bakar rahimahullah karena beliau
tahu bukunya akan dibaca banyak oleh
orang awam maka beliau menyatukan banyak
riwayat dengan tujuan sekalian dapat
keutamaan kemudian disunahkan kata
beliau membaca Allah inni
asukaain lam akuja as w b atau as
n
yaah Nom
778 sebut nama Allah aku bertawakal
kepada Allah tidak ada daya dan kekuatan
kecuali milik Allah Ya Allah aku
berlindung kepadamu jangan dari tersesat
dan disesatkan tergelincir ke dalam dosa
dan digelincirkan berbuat zalim atau
dizalimi dan berbuat bodoh atau dibodohi
Ya Allah aku memohon dengan bertawasul
kepadamu dengan hak orang-orang yang
memohon kepadamu serta hak langkah
kakiku ini Sesungguhnya aku tidak keluar
dalam keadaan kufur nikmat tidak dalam
keadaan sombong tidak dalam keadaan Ria
dan tidak dalam cari ketenaran tapi aku
keluar karena merasa takut terhadap
murkmu serta mencari keridaanmu aku
memohon kepadaMu Agar engkau
menyelamatkan diriku dari azab neraka
dan mengampuni semua dosa-dosaku karena
tidak ada yang dapat mengampuni dosa
kecuali engkau ya Allah berikanlah
cahaya pada hatiku makna cahaya dalam
hati ini sejalan dengan riwayat lain ya
yang kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam siapapun yang berbuat amal
saleh Allah titikkan dalam hatinya
cahaya satu titik cahaya kalau dia Buat
amal saleh lagi satu cahaya lagi terus
begitu sampai hati nya terangbenderang
dan kalau Saud terang dia akan bisa
menerangi orang lain ya kemudian lidahku
sehingga tidak mengucapkan kecuali
kebaikan pendengaranku juga diberikan
cahaya sehingga kita merasa pekah dan
tidak mau lagi dengar yang berbawa
maksiat begitu dengar musik Enggak enak
rasanya dengar gosip enggak enak karena
sudah terlanjur telinganya ada cahaya
keimanan penglihatanku matanya sudah
terjaga oleh Allah dijaga oleh Allah
subhanahu wa taala sehingga kalau
dilihat yang haram matanya teralihkan ya
itu dimakna dengan cahaya dan dari
samping kananku cahaya samping kiriku
cahaya di depanku cahaya di atasku
Cahaya Di Belakangku cahaya dan di
atasku cahaya dan di bawahku juga cahaya
kemudian jadikanlah atau agungkanlah
cahaya pada diriku tentu ini doanya
cukup panjang ya Ada banyak riwayat yang
menggabungkan dikatakan dan jadikanlah
juga di tulangku di otot-ototku di
darahku ya di wajahku dan di Rambutku
serta di kuburanku cahaya itu doa pergi
menuju ke masjid artinya semua godaan
setan dari semua penjuru karena iblis
berjanji sama Allah saya akan
menyesatkan Adam dan keturunannya dari
kanannya dari kirinya dari depannya dari
belakang dari atas dari bawah semuanya
maka kita meminta agar dari semua Sisi
ada cahaya yang membuat setan tidak bisa
masuk kepada kita nah itu yang dimaksud
dengan permohonan cahaya ini dan ini
termasuk doa yang sangat mulia dibaca
kalau orang menuju ke masjid belum hafal
coba diterapin dihafal dua potong nanti
ditambah lagi tiga empat potong nanti
Insyaallah terb hafal dengan sendirinya
kemudian hendaklah ia berjalan dengan
penuh ketenangan dan kemantapan tidak
tergesa-gesa sesuai dengan sabda Nabi
sahui wasallam
ikum
bakinahraktumu watakum
fatimu Jika kamu bermaksud menghadiri
salat hendaklah kamu berjalan dengan
penuh ketenangan maka apa yang kamu
dapatkan dari salat hendaklah kamu
menunaikannya kalau kau datang dapat
rakaat sempurna Alhamdulillah kalau cuma
satu rakaat enggak apa-apa sedangkan apa
Yang Terlewatkan darimu hendaklah kamu
menyempurnakannya hadisnya riwayat
Bukhari nomor
908 kemudian saat itu saat ia sampai di
masjid dan akan memasukinya Hendaklah ia
mendahulukan kaki kanannya sambil
membaca doa berikut ini bismillah
auzubillahilim wabiwajihil Karim
waslihil qadim
minasyaitanirjim sampai sini adalah
riwayat Imam Ibnu Majah atau Ibnu Majah
nomor 400 66 Allahi Al Nab muhammadini
was
allahfirliunubi waahli
abwabahmatik kalau ringkasnya bismillah
wasalatu wasalamu ala rasulillah
allahahli abwab rahmatik ya artinya
dengan nama Allah aku berlindung kepada
Allah yang Maha Agung dan dengan
wajahnya Yang Maha mulia dengan
kekuasaannya yang abadi dari Gan setan
yang terkutuk Ya Allah curahkanlah
rahmat dan kesejahteraan kepada nabi
kami Muhammad dan kelu
Ya Allah ampunilah dosadosaku serta
bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu
makna Rahmat di sini kalau kita masuk ke
dalam masjid supaya selalu yang dalam
masjid ini terpikir ya terlakukan
semuanya perbuatan baik hendaklah tidak
langsung duduk sehingga melaksanakan
salat tahiat masjid terlebih dahulu
sunah du rakaat berdasarkan
sabdabiahorang
diaraanukjendlah sehingga dia salat
sunah dua rakaat dulu hadis ini
diriwayatkan oleh Bukhari nomor 1167 dan
imam muslim 714 Ya tentu di sini
teman-teman kalau kita masuk masjid
sudah terlanjur ada salat qobliah
seperti misalnya salat qobliyah zuhur ya
sudah kita Nait qobliyah zuhur sudah
terpenuhi juga salat tahiyat masjidnya
ya dan atau kalau kita masuk masjid
sudah salat wajib Ya sudah sudah gugur
Tadi masalah salat tahiyat masjid karena
intinya masuk masjid menghormatinya
dengan salat baik wajib ataupun sunah
kecuali kata beliau Jika ia memasukinya
saat terbit atau terbenam matahari Jika
ia memasukinya pada saat waktu itu atau
seperti itu maka ia langsung duduk ser
tidak perlu salat sunah dua rakaat
terlebih dahulu karena Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam telah
melarang menunaikan salat pada kedua
waktu tersebut ini khilaf di antara
ulama masalah ini ada yang mengatakan
boleh salat ada yang mengatakan tidak
boleh nah yang dibolehkan kalau ada
dalil khususnya seperti tahiyat masjid
seperti salat jenazah ya salat wudu dan
salat taubat ini dikecualikan juga sama
dengan salat gerhana
ini semua dikecualikan karena dalilnya
membolehkan masalah itu ada juga yang
mengatakan secara mutlak enggak boleh
udah masuk masjid habis asar langsung
aja masuk duduk enggak
apa-apa kemudian ketika ia hendak keluar
dari masjid Hendaklah ia keluar dengan
kaki Cuma tiga orang yang
jawab yang
lain nanti mau suruh maruan pasang di
tangga masjid
kamera pakai CCTV kaki kanan atau kaki
kiri nih masuk dan keluar nih
kemudian membaca doa dengan lafaz
waftahli abwab rahmatik diganti tadi
sama tadi dengan doa masuk masjid tapi
diganti dengan waftah ABW Bukalah
untukku pintu-pintu karuniamu makna
karunia adalah rezeki ya adalah rezeki
wuam baik itu saja karena sudah jam 9
lewat mudah-mudahan bermanfaat
Insyaallah subhanakallahum wabihamdika
asadua ilaha
illagfirukaubuik wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
foreign