Sirah Nabawiyah #23 : Perang Tabuk [Part 1] - Khalid Basalamah
ls9I8tc8B-0 • 2018-04-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah,
puja dan puji kita...
selalu kita panjatkan ke hadirat
Sang Pencipta, Allah.
Satu-satunya Pencipta,
Pemilik, Penguasa...
semua yang di langit, semua yang di bumi,
dan semua yang di kedalaman lautan.
Maha Kuat, Maha Adil,
Maha Bijaksana.
Maha Luas rahmat-Nya bagi orang-orang
yang beriman dan patuh,
dan juga...
Maha Berat siksaan-Nya...
bagi orang-orang yang
durhaka dan kafir.
Dia dengan keMaha Murahan-Nya
telah menggantungkan segala...
roda kehidupan di muka bumi ini
dengan memuji nama-Nya, Alhamdulillah.
Maka jadilah orang yang selalu menjadikan
bibirnya basah dengan kalimat yang mulia ini.
Juga kita panjatkan selanjutnya salam hormat kita
penuh dengan cinta dan rindu kepada...
panduan,
panutan semua orang beriman.
Penutup para nabi dan rasul.
Manusia yang telah disempurnakan
jalur nasabnya, fisik, dan ilmunya
oleh Sang Pencipta, Allah,
secara langsung.
Dan juga,
Sang Pencipta, Allah, memerintahkan kita
untuk menjadikannya sebagai suri teladan.
Semua kehidupan manusia terbaik ini
adalah kemenangan, ketenteraman jiwa,
dan juga...
kebahagiaan.
Mengucapkan satu kali
salam hormat kepadanya...
akan dibalas oleh Allah
sepuluh kali tambahan rahmat
yang berarti pengampunan dosa,
peninggian derajat,
dan juga pemenuhan
segala kebutuhan.
Maka jadilah orang-orang yang selalu mengucapkan
shalawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad
shallallahu ala alihi wa sahbihi wasallam.
Setelah beberapa bulan
sempat terputus kajian kita
karena satu dan dua hal dari
teman-teman Masjid Istiqomah,
dan Alhamdulillah kita bisa
melanjutkannya pada hari ini.
Siang ini sampai
menjelang Ashar, insyaAllah.
Dan nanti malam juga,
Maghrib sampai...
menjelang jam 8 malam.
Dan insyaAllah dilanjutkan
besok pagi juga,
untuk menyelesaikan sisa
daripada kajian Sirah kita.
Terakhir sekali, saudaraku seiman,
kita sudah membahas...
Perang Hunain.
Dan...
pada penutupan saya sempat mengatakan
kita akan menjelaskan...
pelajaran-pelajaran...
yang bisa diambil
dari Perang Hunain.
Dan ini sekaligus tentu
menjelaskan tentang...
kejadian-kejadian atau hal-hal
yang berhubungan dengan masalah...
peperangan Nabi ﷺ sebelumnya;
Perang Mekkah
(Pembebasan Kota Mekkah),
kemudian Perang Thaif,
atau Thaif yang datang
setelah Perang Hunain itu.
Pelajaran pertama, saudaraku seiman,
yang bisa diambil dari Perang Hunain,
dan ini tentu melengkapkan
bahasan sebelumnya.
Pada kesempatan ini, kita akan
membahas Perang Tabuk,
yang terjadi pada tahun 9 Hijriah.
Tapi, ini sisa bahasan kita
dari Perang Hunain,
sudah panjang lebar kita paparkan
pada pertemuan yang sebelumnya.
Pelajaran yang pertama adalah...
janji Allah benar,
dan tidak mungkin luput.
Sebab Allah ﷻ telah berfirman
dalam banyak ayat-Nya, di antaranya:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Dalam ayat lain:
وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا
"Allah tidak akan pernah
memungkiri janji-janji-Nya."
Dan juga Allah...
"Siapakah yang lebih jujur daripada Allah
dari sisi pernyataan?"
Jadi Allah ﷻ
sudah pastikan.
Dan juga, dalam banyak ayat yang lain,
diantaranya:
وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا
"Kalian tidak akan pernah temukan adanya perubahan
dari sistem yang telah Allah buat."
Beriman, beramal saleh,
diberikan kemenangan.
Kufur, maka akan dihukum.
Dan Ini tidak akan berubah
sunnatullah ini.
Maka janji Allah benar.
Setelah...
kesusahan yang menimpa kaum Muslimin
di Mekkah selama 13 tahun,
yang jadi pengikut baginda Nabi ﷺ
dalam buku-buku sejarah dikatakan 153 orang.
Itu pun 83 orang
hijrah ke Ethiopia...
sampai Perang Khaibar,
baru kembali ke Madinah.
Jadi kurang lebih sampai tahun ke-5 Hijriah
baru kembali ke Madinah.
Yang beriman pada Nabi ﷺ tinggal
di Mekkah hanya 70 orang.
Itu pun dengan siksaan, dengan hinaan,
dan segala macam hal.
Sampai akhirnya terjadilah
hijrah yang mulia...
ke Madinah di awal
tahun Hijriah.
Masih tahun pertama Nabi ﷺ
hijrah ke Madinah,
maka sudah mulai ada...
upaya Nabi ﷺ mengembangkan agama
Islam ini dengan mendirikan...
sebuah negara di Madinah
dengan sistem yang Nabawi,
atau mengikuti sistem
yang Nabi ﷺ terima...
dari wahyu.
Kemudian dikatakan sistem Nabawiyah,
atau Nabi ﷺ yang memimpin sendiri.
Kemudian juga, dengan tentu
sudah saya jelaskan,
pendirian dua masjid:
Masjid Quba dan Masjid Nabawi.
Kemudian mu'akhah (persaudaraan)
antara Muhajirin dan Anshar,
lalu kemudian mu'ahadah (kesepakatan)
dengan orang-orang kafir di Madinah
agar sama-sama membela Madinah.
Lalu terjadilah prosesi selama...
lima tahun, enam tahun pertama saja,
sampai delapan tahun.
Kalau kita bahasakan sampai
Perang Hunain terjadi,
Itu Nabi ﷺ kita lihat
dalam delapan tahun,
menutupi semua...
hal-hal yang dianggap
pada saat itu...
di Mekkah “belum dicapai”.
Terjadinya penyerangan-penyerangan
atau peperangan-peperangan dari Nabi ﷺ.
Ada Perang Badar.
janjian sama orang kafir menuju ke sana,
lalu menyerang orang kafir.
Tadinya kafilah,
lalu kemudian tidak jadi.
Akhirnya bertemu dengan pasukan
kafir Quraisy dan dimenangkan.
Perang Uhud, pada saat
akan diserang Madinah.
Kemudian di awal peperangan,
Nabi ﷺ menang dengan kaum Muslimin.
Dan Ini cuma selisih tahun 2 Hijriah, Badar.
Tahun 3 Hijriah...
Perang Uhud.
Kemudian terjadi kekalahan
di akhir peperangan
karena sebagian pemanah Nabi ﷺ
turun dari bukit.
Lalu kemudian Nabi ﷺ membentuk...
pasukan yang sama...
satu hari setelah
kejadian Perang Uhud.
Di hari Sabtu,
di tahun 3 Hijriah,
hari Ahadnya,
Nabi ﷺ langsung mengejar
Quraisy kembali
dengan orang-orang
yang luka parah.
Pada saat itu tidak boleh ada
pasukan baru yang bergabung.
Orang yang kemarin ikut di Uhud
dan semuanya luka-luka parah.
Sampai ada di antara mereka
memiliki 70 luka di badannya.
Menyerang sampai terjadi dikenal
dengan Perang Hamra al-Asad.
Dan akhirnya orang-orang Quraisy tidak berani
bertemu dengan Nabi ﷺ karena kaget:
<i>“Masa orang yang luka
masih mau menyerang?”</i>
Setelah itu terjadi history
lagi berlanjut: Perang Khandaq,
di mana orang Quraisy berusaha
menyerang Nabi عليه الصلاة والسلام.
Kemudian terjadilah pengepungan
selama 43 atau 45 hari,
sampai akhirnya Allah ﷻ
usir mereka dengan angin yang kencang,
dan Muslimin memenangkan peperangan.
Kita lihat setelah Peperangan Ahzab
atau Perang Khandaq ini,
—dalam surah Al-Ahzab, Allah sebutkan, surah nomor 33—
Allah ﷻ
memerintahkan Nabi ﷺ...
menyapu bersih, menyisir semua suku Arab
dan suku Yahudi,
atau orang-orang Yahudi,
yang berusaha untuk...
ikut di Perang Ahzab.
Maka...
dari prosesi tahun ke-5 Hijriah itu,
Perang Khandaq sampai...
terjadinya pembebasan Kota Mekkah
di tahun 8 Hijriah,
dan juga Perang Hunain
dan Perang Thaif ini,
kita lihat di situ Nabi ﷺ
setiap dua bulan sekali...
kalau ditarik secara...
akumulasi semuanya,
setiap dua bulan sekali pasti ada jihad.
Terus Nabi ﷺ menghukum
suku-suku yang berusaha...
mengganggu Nabi ﷺ.
Dan dalam prosesi
penyerangan-penyerangan itu,
Nabi عليه الصلاة والسلام juga...
melakukan Umratul Qadha,
masuk ke Mekkah dengan kemuliaan
setelah di Hudaibiyah ditahan.
Kemudian juga Nabi عليه الصلاة والسلام...
menyerang Mekkah karena
terjadi pengkhianatan
oleh orang Quraisy
atau sekutu Quraisy pada saat itu.
sampai akhirnya Nabi عليه الصلاة والسلام...
berhasil menaklukkan Mekkah tanpa perlawanan,
dan menyerang Kota Thaif.
Sebelum menyerang Kota Thaif, terjadi Perang Hunain
yang jadi bahasan kita pada pertemuan sebelumnya.
Tapi kalau kita rentet histori semua,
termasuk nanti Perang Tabuk yang akan kita bahas,
dan sampai akhirnya
Nabi ﷺ meninggal dunia,
seluruh Jazirah Arab
telah masuk Islam.
Ini semua rentetan
yang kita lihat:
13 tahun masa himpit di Mekkah,
diganti oleh Allah ﷻ
dengan 10 tahun di Madinah,
masa ekspansi dan penguasaan Islam.
Jadi, janji Allah tidak akan luput.
Cuma butuh kesabaran.
Butuh kesabaran dalam berdakwah,
dalam menyampaikan kebenaran, dalam menyampaikan agama.
Dan tidak akan mungkin berubah,
agama Islam agama yang benar.
<i>"الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى عَلَيْهِ"</i>
Islam itu selalu unggul,
dan tidak akan pernah ada yang mengunggulinya.
Tidak akan pernah berubah syariat
Allah ﷻ,
yang berubah adalah kitanya.
Para pengikut dan penganutnya
yang kadang-kadang...
memiliki pemikiran-pemikiran
yang keluar dari wahyu.
Sehingga akhirnya...
membuat ada perubahan wajah,
atau perubahan penampilan,
tapi sebenarnya dia bukan
menggambarkan Islam.
Dia menggambarkan tentang
diri dia sendiri.
Sementara Islam tidak
akan pernah berubah.
Ini pelajaran pertama yang harus kita ambil,
teman-teman sekalian.
Jadi, janji Allah tidak akan luput,
sebagaimana kita lihat...
di dalam kehidupan Nabi ﷺ.
Yang kedua:
setiap muslim harus ikhtiar.
Betul, poin pertama:
janji Allah benar.
orang mukmin akan menang,
orang mukmin akan bahagia,
orang mukmin akan begini dan begitu.
Betul.
Dan pernah saya sebutkan di sini, teman-teman sekalian,
dalil-dalil syar'i ada 17 manfaat menjadi orang saleh.
Ayat-ayat Al-Qur'an semuanya.
diberikan rezeki, diberikan keturunan,
diberikan kemenangan, diberikan kepemimpinan.
Banyak manfaatnya.
Tapi ini butuh ikhtiar.
Ini butuh ikhtiar.
Nabi عليه الصلاة والسلام
dijanji kemenangan.
Perang Khaibar dijanjikan kemenangan.
Kemudian waktu pulang
dari Hudaibiyah.
Kemudian pembebasan Kota Mekkah dijanjikan.
Peperangan Hunain setelahnya,
dijanjikan kemenangan.
Nabi عليه الصلاة والسلام...
pulang dari kesepakatan Hudaibiyah,
masih membentuk pasukan di Madinah.
Dan kemudian menyerang Khaibar.
Itu pun mengepung Khaybar
40 hari sekian.
43 hari mengepung benteng pertama Khaybar,
belum bisa ditembus.
Dan tangan Nabi ﷺ, jari kelingking beliau,
itu sempat terkena anak panah Yahudi.
Sahabat sempat kelaparan,
sampai-sampai akhirnya mereka...
menangkap keledai...
lalu mereka memasaknya.
Yang keluarlah hukum
pengharaman keledai...
yang hidup bersama manusia, ya.
Keledai yang berwarna
coklat atau abu-abu.
beda dengan zebra
yang dasarnya halal.
Maka terjadilah pengharaman tersebut.
Lalu Nabi ﷺ juga mengharamkan
semua yang bertaring.
Karena sahabat kelaparan,
akhirnya mereka mau makan.
Terjadi cobaan-cobaan,
tapi akhirnya menang.
Cuma ada ikhtiar itu.
Artinya, teman-teman sekalian,
kita kalau melalui dunia ini...
dengan sakit, dengan cobaan,
gangguan orang.
Ada kesalahan kita, lalu kita meminta maaf.
Atau kita benar, kita memaafkan.
Itu...
sistem kehidupan.
Tapi ujung-ujungnya
orang beriman pasti...
menang, gitu kan.
Yang penting dia
di rel yang benar.
Maka butuh ikhtiar.
Nabi ﷺ ikhtiar.
Walaupun sudah dijanjikan kemenangan,
tetap ikhtiar.
Beberapa peperangan Nabi ﷺ digambarkan,
beliau kadang...
bahkan berijtihad
dalam strategi perang.
Seperti kasus waktu Perang Badr.
Kalau masih ingat,
kita review beberapa...
bahasan kita yang sebelumnya,
bagaimana Nabi ﷺ sempat meletakkan pasukan
di tengah-tengah lokasi Perang Badr,
yang akhirnya terjadi
kecamuk perang.
Lalu ada beberapa sahabat
datang mengatakan,
<i>“Wahai Rasulullah...</i>
<i>kami ingin bertanya.</i>
<i>Apakah ini Anda meletakkan pasukan
di tengah-tengah lokasi medan perang ini...</i>
<i>wahyu,</i>
<i>sehingga kami tidak bisa
lagi mengubahnya,</i>
<i>atau ijtihad dari Anda?”</i>
Kata Nabi ﷺ,
<i>“Ini ijtihad dari saya, strategi perang.”</i>
Kata sahabat:
<i>“Bisakah kami berikan masukan, ya Rasulullah?</i>
<i>Kami punya pengalaman dalam peperangan.”</i>
Kata Nabi ﷺ,
<i>“Baiklah.”</i>
Kata beberapa sahabat dari Anshar:
<i>“Bagaimana kalau pasukan kita tarik mundur
sampai ke dekat sumur?</i>
<i>Sehingga...</i>
<i>pasukan bisa minum kalau haus.</i>
<i>Musuh juga kalau mau menyerang,
kita punya benteng di bagian belakang kita.</i>
<i>Tidak bisa serang dari belakang.</i>
<i>Banyak hal yang dilakukan."</i>
Lalu Nabi ﷺ mengatakan,
<i>“Pendapat yang baik.”</i>
Beliau terima masukan itu.
Jadi memang ada ijtihad, ada upaya.
Ijtihad ini bisa benar, bisa salah.
Maka ini juga termasuk yang...
diambil pelajaran.
Ada ikhtiar-ikhtiar.
Yang penting, ikhtiar kita benar
sesuai dengan agama
Allah ﷻ.
Ini pelajaran penting.
Pelajaran yang ketiga,
teman-teman sekalian:
Haramnya lari dari kancah perperangan.
Tidak boleh.
Ini termasuk dosa besar.
Dan ini terjadi
di Perang Hunain.
Waktu pasukan Khalid bin Walid,
kalau masih ingat dengan Bani Sulaim.
Waktu Nabi ﷺ mau menyerang Mekkah,
ada Bani Sulaim 1.000 orang,
semua penunggang kuda,
ikut bersama pasukan Muslimin.
Tembus Mekkah,
mereka tetap utuh,
tidak ada yang mati.
Kemudian, waktu menyerang...
suku Hawazim di Perang Hunain
—Hunain sebuah lembah
antara Mekkah sama Thaif.
waktu menyerang ke sana,
Nabi ﷺ menyuruh...
suku Sulaim bersama Khalid bin Walid turun duluan
di lembah Hunain.
Ternyata di bawah sudah
diserang tiba-tiba.
Akhirnya, Khalid bin Walid pun luka seluruh tubuhnya
dan sempat pingsan, رضي الله عنه.
Beberapa suku Sulaim menjadi korban dan kocar-kacir,
pasukan Muslimin pada lari.
Sampai Nabi ﷺ waktu turun
di lembah Hunain,
menemukan tidak ada orang.
Yang ada tinggal korban-korban para sahabat.
Yang lainnya pada lari.
Beberapa buku sejarah menjelaskan,
ada di antara sahabat yang baru masuk Islam (muallaf),
sekitar 2.000 orang jumlah mereka.
Karena pasukan Muslimin dari
Madinah 10.000, ini 2.000.
2.000 ini ada yang lari
sampai mendekati Mekkah,
karena mereka belum terbiasa
dengan peperangan.
Maka Nabi ﷺ tetap kokoh
waktu itu di Hunain...
dengan 100 orang saja.
Sampai turun Jibril عليه السلام
menyampaikan...
kalau 100 orang ini,
dijamin rezekinya.
Di dunia dan juga di surga.
Dijamin masuk surga 100 orang tersebut.
Ini tentu sahabat-sahabat yang berkumpul
sahabat-sahabat yang mulia:
Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali...
beberapa sahabat-sahabat Nabi yang lain,
semuanya banyak yang berkumpul pada saat itu.
Di situ termasuk
Muawiyah bin Abi Sufyan,
Harithah bin Nu’man,
dan beberapa...
ridwanallahi 'alaihim, sahabat Nabi
yang mulia ini tetap mereka di sana.
Dan ini pelajaran,
teman-teman sekalian.
Ternyata...
orang-orang yang lari
dari kancah peperangan itu...
dihardik, disalahkan.
Dan Nabi ﷺ mengatakan
tujuh induk dosa besar:
syirik, sihir, durhaka sama orang tua,
kemudian...
lari dari kancah peperangan di antaranya.
Jadi, nggak boleh.
Orang Muslim kalau masuk
di medan perang,
maka kasusnya cuma dua:
target pertama mati syahid.
Dan kalau mati semua pasukan,
tidak ada kekalahan namanya.
Itu menang, karena itu targetnya:
mati syahid, masuk surga.
Atau mereka membawa kemenangan
pada saat pulang.
Tidak ada lagi yang lainnya.
Makanya ini hukumnya tidak boleh,
teman-teman sekalian.
Ini juga pelajaran dari Hunain.
Pelajaran yang keempat:
tidak boleh mentasymit
atau mensyamata musuh.
Tidak boleh menganggap remeh musuh.
Karena waktu itu
jumlah Muslimin...
itu 12.000.
Jumlah pasukan...
suku Hawazin 12.000.
Belum pernah selama peperangan
Muslimin sebelumnya,
jumlah berimbang seperti ini.
Belum pernah.
Di Perang Badr, kita tahu:
314 lawan 1.000.
Di Perang Uhud:
700 lawan 3.000.
Di Perang Khandaq...
itu 1.000 sahabat di Khandaq...
itu melawan 10.000.
Kemudian di Perang Khaybar,
menyerang Khaybar pada saat itu,
pasukan Muslimin 1.400 orang.
Khaibar berisi 10.000
pasukan Yahudi.
Selalu jumlahnya tidak berimbang.
Selalu mereka lebih banyak.
Waktu penyerangan Kota Mekkah,
10.000 pasukan Muslimin keluar.
Mekkah itu terdiri dari...
kurang lebih 200.000 penduduk
pada saat itu.
Pasukannya mereka besar sekali,
puluhan ribu orang.
Tapi juga, Muslimin menang.
Nah, di Perang Hunain...
rupanya berimbang.
Karena 10.000 tetap utuh pasukan Muslimin,
tidak ada yang korban.
Kemudian ada 2.000 muallaf
baru datang, jadi 12.000.
Semua sahabat waktu itu umumnya, ya.
"Umumnya".
Tanda kutip.
Bukan semuanya,
tapi "umumnya",
mereka menganggap...
bukan niat sombong, tapi...
sampai Abu Bakar pun dikatakan,
saya sudah sebutkan riwayatnya
pada pertemuan lain,
mengatakan:
<i>“Ya Rasulullah,</i>
<i>kita tidak akan dikalahkan dengan jumlah seperti ini,
karena belum pernah pasukan seperti ini.”</i>
Statement ini saja yang banyak
disampaikan oleh para sahabat.
Merasa...
bangga dengan jumlah yang banyak
dan musuh tidak akan kalahkan.
Sudah masuk dalam istilah syamatah.
Ternyata gara-gara itu,
Allah ﷻ...
memberikan kekalahan
di awal peperangan.
Kocar-kacir pasukan muslimin.
Sampai karena Nabi ﷺ
kokoh pada saat itu,
dan yang mengumpulkan
sampai 100 orang,
itu termasuk suaranya
Abbas رضي الله عنه.
Paman Nabi ﷺ,
yang berteriak mengatakan:
<i>“Hai Muslimin!</i>
<i>ini Rasulullah!
Jangan kalian lari!”</i>
Tetap saja banyak yang lari.
Lalu Nabi ﷺ mengatakan:
<i>“Panggil mereka!
Bilang, ‘Hai Ahlu Syajarah,</i>
<i>mana orang yang membaiat
di bawah pohon</i>
<i>pada saat terjadi
kesepakatan Hudaibiyah?’”</i>
Lalu kemudian berkumpullah...
100 sahabat.
Karena Nabi ﷺ tetap kokoh
dengan 100 orang itu,
sampai akhirnya berhasil mengalahkan...
12.000 pasukan...
memukul-mukul pasukan Hawazin.
Dan itu disebabkan juga
karena turunnya malaikat.
Dan saya sudah ceritakan bagaimana proses
turunnya malaikat di Lembah Hunain.
Para sahabat mengatakan:
<i>“Kami menyaksikan langit
berwarna hitam,</i>
<i>dan kami melihat banyak sekali
seperti lebah yang berwarna hitam</i>
<i>itu banyak yang jatuh menyerang
pasukan orang-orang kafir.</i>
<i>Dan kami pun sempat terkena,
tapi kami tidak bisa...</i>
<i>sampai sesuatu di antara kita,</i>
atau, <i>di antara kami,</i>
<i>sulit untuk melepaskan
dari baju dan...</i>
<i>dari tangannya karena banyaknya...</i>
<i>semacam lebah hitam itu.”</i>
Tapi orang-orang kafir
melihat itu bukan lebah.
Mereka melihat itu adalah...
pasukan yang berwarna putih.
Dan itu diceritakan oleh
beberapa orang-orang...
suku Hawazin yang
akhirnya masuk Islam
setelah kekalahan mereka.
Ringkas cerita tentunya
pada saat itu,
Nabi ﷺ akhirnya diberikan bantuan
oleh Allah ﷻ dengan...
dengan kekuatan,
tapi setelah kokoh dan sabar.
Awalnya, terjadinya kekalahan
karena masalah...
syamata ini.
Dan saya sudah pernah jelaskan, teman-teman,
bukan cuma pasukan musuh.
Dan di antara doa Nabi ﷺ juga:
Dan jangan sampai ada...
syamata terhadap musuh.
Juga kita tidak boleh syamata
kepada siapa saja.
kepada Muslim, non-Muslim,
anggap remeh mereka.
Yang masih ingat statement
Umar bin Khattab:
<i>“Kalau ada perempuan lewat
sementara perutnya besar,</i>
<i>dan saya katakan,
‘Ih, perutnya besar.'</i>
<i>Bisa saja perut saya
juga jadi besar.”</i>
Karena tidak maunya...
mensyamata orang lain.
Ini pelajaran, teman-teman.
Dan ini penyebab kalah terkalahkan Muslimin
di awal Perang Hunain.
Yang kelima:
turunnya para malaikat.
Dan ada dua peperangan...
yang ikut serta malaikat.
Tapi yang satu ikut serta langsung,
yang satunya cuma hadir.
Yang ikut berperang,
di Perang Badr.
Dan sudah kita bacakan panjang lebar
dalam surah Al-Anfal,
pada saat menjelaskan Perang Badr.
Bagaimana memang mereka datang,
dan Nabi ﷺ di penutupan Perang Badr
sempat mengatakan:
<i>“Apakah kalian mau melihat</i>
<i>atau membedakan mana korban kalian
dan mana korban...</i>
<i>malaikat?”</i>
Para sahabat mengatakan,
<i>“Tentu, ya Rasulullah.”</i>
Kata Nabi ﷺ:
<i>“Yang kalian temukan di tebasan
kepala musuh itu ada luka bakar...</i>
<i>dan jari-jari mereka terpotong,
itulah korban para malaikat.”</i>
Allah sebutkan dalam
surah Al-Anfal
bagaimana Allah ﷻ menyuruh...
memenggal leher-leher orang kafir
dan memotong jari-jari mereka...
kepada para malaikat-malaikat-Nya.
Dan juga ada sahabat
yang mengatakan:
<i>“Saya pernah...</i>
<i>saya waktu di Badr...</i>
<i>akan menebas leher seorang kafir,
karena pedangnya sudah lepas.</i>
<i>Begitu saya mau ayunkan pedang saya,
kepalanya sudah terpental sendiri.”</i>
Karena adanya...
ikut serta malaikat.
Ada sahabat yang mendengar
panggilan nama-nama yang asing,
tidak ada di kalangan sahabat.
Lalu mereka bertanya,
<i>“Ya Rasulullah...</i>
<i>kami dengar ada suara begini.”</i>
Kata Nabi ﷺ:
<i>“Itu malaikat yang memanggil...</i>
<i>sahabat-sahabatnya
untuk menyerang.”</i>
Ringkas cerita, mereka hadir
pada saat itu.
Di Perang Hunain,
hadir juga para malaikat.
Tetapi mereka tidak ikut
dalam peperangan.
Hanya muncul,
dan dengan munculnya sudah cukup
membuat suku Hawazin jadi...
bubar dan kocar-kacir.
Bubar dan kocar-kacir.
Jadi ini ada keterlibatan malaikat
dalam peperangan Nabi عليه الصلاة والسلام.
Sebagian ulama mengatakan,
bukan mustahil di setiap medan jihad,
Allah ﷻ berikan pertolongan
dengan datangnya para malaikat.
Tapi umumnya...
kaum mukminin tidak
melihat mereka.
Karena, mereka sudah tahu,
mereka sudah beriman.
Sebagian ulama misalnya, memberikan contoh saja
agar kita bisa lebih paham poin ini.
Kenapa sekarang yang banyak
mengadakan penelitian...
di langit...
di udara...
dengan pesawat terbang...
melihat bulan,
bintang-bintang,
yang di bumi...
penelitian tentang hewan-hewan,
tumbuh-tumbuhan, segala macam,
di dalam laut,
kenapa kebanyakan
orang non-Muslim?
Kenapa bukan orang Islam?
Maka ulama memberikan rincian,
mengatakan:
<i>“Sederhana saja,</i>
<i>karena umat Islam sudah
yakin kepada Allah.”</i>
Maka apa saja yang mereka
lihat atau tidak lihat,
mereka sudah katakan:
<i>“Ini adalah ciptaan Allah.
Dan Laa ilaaha illallah.”</i>
Orang-orang kafir ini
justru karena ragu,
Allah buat mereka
mengadakan penelitian.
Penutupannya nanti adalah
mereka yakin:
<i>“Oh, ternyata ini luar biasa.
Pasti ada penciptanya.”</i>
Dan itu betul.
Terjadilah seperti itu.
Kita lihat banyak sekali para ilmuwan atheis
yang akhirnya masuk Islam.
Karena mereka tadinya tidak yakin,
awalnya tidak yakin,
lama-lama jadi yakin karena
penelitian-penelitian mereka.
Dan ini juga termasuk...
pelajaran yang bisa kita...
ambil dari masalah
Perang Hunain.
Yang ke berapa sekarang?
Yang keenam?
Yang keenam.
Siang-siang sudah
mulai ngantuk.
Baik, yang keenam.
Afwan, cuma bercanda tadi, ya.
Yang keenam...
adalah halalnya ghanimah.
Dan itu merupakan
hak muslimin.
Sebagaimana kita tahu,
dari seluruh peperangan Nabi ﷺ,
ada dua peperangan yang
sangat banyak ghanimah.
Di Perang Khaibar,
dan di Perang Hunain.
Ini paling banyak
ghanimah-nya.
Di Perang Hunain itu,
seluruh suku Hawazin...
perempuannya...
orang tuanya,
dan anak-anaknya...
semuanya jadi ghanimah.
Karena...
pimpinan mereka...
itu menyuruh seluruh perempuan
dan anak-anak kecil ikut.
Kalau masih ingat kisahnya dulu.
Masih ingat nggak?
Anggap ingat.
Walaupun sudah lupa.
Jadi...
pimpinannya mereka mengatakan,
<i>"Harus semua perempuan bawa!"</i>
Jadi semua pasukan Hawazin itu...
harus bawa istrinya
dan anak-anaknya,
dengan alasan supaya
mereka tidak lari...
dari kancah peperangan.
Akhirnya...
tadinya 12.000,
menjadi 30.000 orang...
pasukan.
Tapi mereka tidak berperang,
mereka di akhir pasukan.
Waktu pasukan laki-lakinya pada lari semua,
ini jadi ghanimah semua.
Harta rampasan perang.
Kemudian...
juga termasuk unta,
emas-emas mereka, semuanya.
Harta waktu itu kaum musyrikin,
semua direbut oleh kaum muslimin,
dan itu banyak sekali.
Dan Nabi ﷺ sempat menyimpannya di...
daerah bernama Ji’ranah
(atau Birranah—Ji’ranah lebih tepat).
Yang akhirnya Nabi ﷺ setelah itu...
berihram dan masuk umrah lagi...
ke Mekkah setelah...
selesai pembagian ghanimah.
Dan ada kasus, kalau teman-teman
masih ingat masalah itu,
bagaimana Nabi ﷺ sengaja menyimpan
ghanimah tersebut dan tidak membagikannya.
Yang berarti keputusan ghanimah
ada di tangan pemimpin.
Maka Nabi ﷺ tidak bagi, sengaja.
Menunggu kurang lebih 10 hari.
Dengan harapan...
orang-orang...
suku Hawazin ini yang sudah
kalah dalam peperangan,
mereka berlindung
di benteng-benteng Thaif mereka...
dan Nabi ﷺ sempat
mengepung kota Thaif.
Kemudian Allah belum izinkan
untuk dibuka.
Nabi ﷺ berharap mereka datang.
Minta kembali...
apa namanya...
keluarga mereka, anak-anak mereka, harta mereka.
Minta, dan mereka masuk Islam.
Tapi Nabi ﷺ tunggu lama,
nggak datang-datang.
Maka Nabi ﷺ membagi-bagi
pada saat itu.
Dibagilah semua ghanimah ini,
termasuk bagi para muallaf
yang baru masuk Islam
dari orang-orang Badui.
Karena ada di antara mereka yang...
datang lalu mengatakan,
<i>"Hai Muhammad, saya minta...</i>
<i>satu kambing."</i>
—orang Badui.
Kata Nabi ﷺ:
<i>"Itu lembah...</i>
<i>penuh dengan kambing.
Ambillah semuanya."</i>
Sampai orang itu kaget:
<i>"Jangan kau olok-olok saya, Muhammad."</i>
<i>"Tidak...</i>
<i>ambil."</i>
Dalam riwayat dikatakan...
saking tidak percayanya,
dia disuruh ambil sekian ratus ekor kambing,
orang baru masuk Islam.
Ada riwayat menjelaskan bahkan
orang ini belum syahadat.
kemudian dikasih oleh Nabi ﷺ.
Tapi riwayat yang paling kuat
dia sudah syahadat, ya.
Karena orang yang menerima
ghanimah adalah...
kaum muslimin.
Maka dia syahadat,
kemudian dia minta kambing.
Nabi ﷺ suruh ambil ratusan.
Dia bilang:
<i>"Waktu saya jalan menuju ke kambing-kambing tersebut,
saya mengira akan ada orang yang menghalangiku."</i>
Ternyata semua sahabat minggir, kasih dia.
Dia jalan sampai dia pulang ke sukunya,
lalu dia teriak di depan pintu gerbang sukunya:
<i>"Hai kaumku! Berimanlah kepada Muhammad,</i>
<i>karena dia mengajarkan agama
yang tidak akan membuat kita...</i>
<i>kelaparan."</i>
Artinya, ini ada harta
yang sangat banyak.
Maka mereka ramai-ramai
masuk Islam.
Dan setelah masuk Islam,
Nabi ﷺ terus membagikan kepada mereka...
harta rampasan, terus.
Saking banyaknya...
sampai dibagikan kepada seluruh...
orang-orang Badui yang baru datang,
tambah pasukan muslimin,
masih ada banyak
yang tertinggal dari...
ghanimah tersebut.
Dan ini...
halal bagi kaum muslimin untuk...
menikmatinya.
Dan ada sebuah pelajaran
penting juga di sini.
Ternyata...
setelah pembagian ghanimah...
ada utusan dari suku Hawazin
dari benteng Thaif
yang sudah dikepung oleh Nabi ﷺ
dan tidak berhasil...
ditembus, karena Allah belum izinkan.
Datang, baru minta.
<i>"Hai Muhammad...</i>
<i>walaupun kalian belum berhasil
menembus benteng kami, Thaif,</i>
<i>tapi apalagi enaknya hidup?</i>
<i>Kami nggak punya istri,
kami nggak punya anak.</i>
<i>orang-orang tua kami pun...</i>
<i>harta kami,
semuanya diambil.</i>
<i>Sudah nggak ada lagi.</i>
<i>Kami harus mulai dari
nol lagi semuanya.</i>
<i>Maka lakukanlah sesuatu."</i>
Kata Nabi ﷺ:
<i>"Saya menunggu selama 10 hari,
kalian tidak muncul.</i>
<i>Sekarang...</i>
<i>baru kalian mau bicara?</i>
<i>Saya sudah bagi kepada orang.
Ini sudah di tangan-tangan orang semuanya.</i>
<i>Nggak mungkin."</i>
Dia bilang:
<i>"Tolonglah, hai Muhammad. Bantulah kami."</i>
Mereka bukan mau masuk Islam, ya.
Mereka cuma ucapkan itu.
<i>"Tolonglah kami."</i>
Minta tolong.
Ini dalam kondisi kafir.
Maka Nabi ﷺ mengatakan:
<i>"Baik.</i>
<i>Mana yang kalian lebih sukai:</i>
<i>keluarga...</i>
<i>atau harta?</i>
<i>Pilih salah satunya.</i>
<i>Dua-duanya nggak mungkin."</i>
Maka mereka bilang:
<i>"Tentu tidak ada yang lebih mahal
daripada keluarga.</i>
<i>Kami ingin istri, anak kami kembali.</i>
<i>Kalau harta nggak bisa lagi.</i>
<i>Harta nggak apa-apa,
bisa dicari."</i>
Kata Nabi ﷺ,
<i>"Baiklah.</i>
<i>Semua yang di bawah tangan saya, punya kalian."</i>
Yang Nabi ﷺ punya bagiannya,
dikembalikan semua.
<i>“Dan saya akan kumpulkan orang-orang,
nanti kalian sampaikan keluh kesah kalian.”</i>
Dikumpulkanlah pasukan muslimin...
12.000 orang.
Lalu Nabi ﷺ mengatakan:
<i>“Hai Muslimin...</i>
<i>sesungguhnya telah datang
utusan Hawazin</i>
<i>dan mereka ingin berbicara.</i>
<i>Sampaikanlah."</i>
Maka mereka mengatakan,
<i>“Hai manusia...</i>
<i>kasihanilah kepada kami.</i>
<i>Walaupun kalian belum
menembus benteng kami,</i>
<i>tapi apa lagi enaknya hidup?</i>
<i>Tidak ada keluarga, tidak ada istri,
tidak ada anak, tidak ada orang tua.</i>
<i>Harta kami sudahlah,</i>
<i>tapi keluarga kami.”</i>
Rupanya...
mereka terdiam.
Para sahabat terdiam.
Mau kembalikan atau tidak,
ini sudah hak milik sekarang.
Ghanimah.
Maka Nabi ﷺ memulai statement mengatakan:
<i>“Semua yang di bawah tanganku, milik kalian.</i>
<i>Keluarga kalian semua kembali:
istri, anak, semua jadi hak milik kalian.</i>
<i>Tidak ada lagi...</i>
<i>perbudakan.</i>
<i>Tapi kalau harta...</i>
<i>tidak bisa,”</i>
kata Nabi ﷺ.
Maka rupanya ada sahabat-sahabat
pada berdiri, nih.
<i>“Di tangan saya juga, saya serahkan
karena menghormati Nabi ﷺ.”</i>
Di sana berdiri, di sana berdiri, di sana berdiri.
Banyak sahabat...
mengizinkan semua agar dikembalikan.
Kecuali ada beberapa orang,
sudah saya jelaskan itu.
Kepala suku Ghatafan, ya.
Masih ingat?
Anggap ingat.
Dia nggak mau.
Bin Muhsin.
Dia nggak mau.
Dia mengatakan:
<i>“Ya Rasulullah, ini sudah milik saya.
Saya nggak mau.”</i>
Lalu Nabi ﷺ nego sama dia,
<i>“Kembalikanlah.</i>
<i>Saya akan ganti.”</i>
Lalu dia...
karena baru masuk Islam (muallaf),
nggak ngerti.
dia nego sama Nabi.
Dia bilang:
<i>“Berapa negonya, ya Rasulullah?”</i>
Artinya:
<i>“Satu perempuan dan satu anak-anak
ini mau ditukar berapa?”</i>
Kata Nabi ﷺ,
<i>“Setiap jiwa, empat ekor unta.”</i>
Dia bilang,
<i>“Baiklah.”</i>
Negosiasi.
Akhirnya ditukarlah
dengan unta-unta.
Sampai akhirnya,
kembalilah seluruh...
wanita dan anak-anak dari...
suku Hawazin.
Lalu mereka kembali.
Mereka kembali membawa itu,
tapi harta mereka sudah menjadi...
milik Muslimin.
Dan ini tentu sudah kita panjang lebar jelaskan
history-nya pada pertemuan sebelumnya.
Tapi ini pelajarannya...
yang kita ambil,
adanya ghanimah.
Dan Nabi ﷺ mengatakan:
<i>“Sesungguhnya...</i>
telah diberikan kepadaku enam hal
yang tidak diberikan kepada Nabi sebelumku.
Di antaranya adalah...
dihalalkan bagiku ghanimah.”
Jadi, harta rempasan perang.
Dan Nabi ﷺ juga...
mengatakan dalam riwayat
yang lain, kalau...
ada...
kalau zaman dulu, di zaman
nabi-nabi terdahulu,
kalau mereka berperang...
maka akan...
dikumpulkan ghanimah,
lalu nabi tersebut berdoa.
Lalu datanglah petir dari langit
menyambar ghanimah tersebut,
karena haram bagi mereka.
<i>“Dan telah terhalalkan untukku dan umatku.”</i>
Jadi ini semua...
pelajaran-pelajaran
yang kita ambil.
Pelajaran selanjutnya,
yang ketujuh adalah...
belum diizinkannya Nabi ﷺ
membebaskan Kota Thaif.
Dan ini menandakan kemenangan full...
memang dari Allah ﷻ.
Jadi, setelah pembebasan Kota Mekkah...
terus menang Muslimin
di Lembah Hunain...
rupanya pasukan...
orang-orang musyrik ini
larinya ke Kota Thaif.
Dan Kota Thaif sempat dikepung...
oleh Nabi ﷺ.
Itu juga dikepung puluhan hari.
Sampai Nabi ﷺ menyuruh menancapkan...
anak-anak panah dan tombak-tombak ke tanah,
sehingga menjadi penghalang jalan
orang-orang dari Kota Thaif,
nggak bisa lari keluar.
Tapi rupanya mereka punya
perbekalan makanan banyak di dalam.
Akhirnya...
Allah ﷻ
menjelaskan dalam Al-Qur’an
kalau Allah belum mengizinkan...
untuk membuka Kota Thaif.
Maka Nabi ﷺ pun pulang.
Ada sahabat yang sempat semangat,
karena waktu di Lembah Hunain mereka lari,
sekarang mereka kembali lagi.
<i>“Ya Rasulullah, izinkan kami menyerang.”</i>
Kata Nabi ﷺ,
<i>“Percuma. Allah belum izinkan.</i>
Sudah turun ayat.
Jangan, tidak usah diserang.”
Tapi mereka tetap saja mengatakan,
<i>“Coba, ya Rasulullah. Kami ingin dapat…”</i>
Nabi bilang,
<i>“Silakan, tapi tidak akan bisa tembus.”</i>
Ternyata betul.
Mereka coba menyerang,
beberapa kali, Kota Thaif,
atau Benteng Thaif,
mereka tidak berhasil.
Sampai akhirnya...
mereka semuanya pulang.
Dan terakhir itu adalah...
bagaimana Umar bin Khattab...
bertengkar mulut dengan...
satu orang pimpinan Thaif.
Dia dari atas benteng,
Umar bin Khattab dari bawah.
Pimpinan Thaif terus mengatakan:
<i>“Kalian percuma!</i>
<i>Walaupun kalian...</i>
<i>mengepung kami sekian tahun,
tidak akan bisa menembus benteng kami.</i>
<i>Kalian tidak punya kekuatan!”</i>
Apalah, dicaci maki Muslimin.
Umar bin Khattab mengatakan:
<i>“Demi Allah, kami akan tinggal di sini
walaupun sekian tahun.</i>
<i>Kalian hanya seperti biawak
yang tahu sembunyi di lubangnya.”</i>
Mendengar statement tersebut,
rupanya Abu Bakar mendengar
Nabi ﷺ mengatakan:
<i>“Telah turun wahyu melarang kita.</i>
<i>Ini nggak bisa dibuka, Thaif.”</i>
Maka...
Abu Bakar pun datang kepada Umar
dan mengatakan:
<i>“Hai Umar, berhentilah dari...</i>
<i>perdebatanmu itu, karena...</i>
<i>sudah turun wahyu.</i>
<i>Kita sudah disuruh pulang."</i>
Lalu kata Umar:
<i>“Apakah ini engkau dengar dari Nabi ﷺ?”</i>
Kata Abu Bakar,
<i>“Iya.”</i>
Maka Umar pun akhirnya memberhentikan
dan pulang bersama...
kaum Muslimin.
Ini pelajaran-pelajaran,
teman-teman sekalian.
Dan tentu saja...
sejarah tidak akan pernah bisa didustakan.
Kemenangan Muslimin sudah
kelihatan di depan mata
dan akan terjadi bila kita
kembali kepada agama kita.
Kita masuk sekarang,
teman-teman sekalian, ke...
Perang Tabuk.
Tepatnya terjadi di bulan Rajab
tahun 9 Hijriah.
Setelah pulang dari...
Perang Hunain,
tiba di Madinah,
عليه الصلاة والسلام,
beliau pun...
ingin menunjukkan kekuatan Islam.
Dan kejayaan Islam,
serta menyebarluaskan agama Allah ini.
Jadi...
Jazirah Arab sudah dianggap selesai.
Khaibar sudah takluk,
Yahudi sudah kalah,
Mekkah juga sudah takluk.
Ini dua kekuatan Jazirah Arab pada saat itu
yang berkuasa ditaklukkan.
Maka Nabi ﷺ menganggap
sudah selesai.
Maka Nabi ﷺ...
setelah itu menerima
utusan-utusan para suku Arab
dan mereka semuanya banyak
yang masuk Islam.
Dan...
Nabi ﷺ langsung pada saat itu
menyusun pasukan.
Jadi kita lihat ya,
bagaimana baginda Nabi ﷺ
sangat memuliakan jihad ini.
Seperti tidak ada waktu
untuk istirahat.
Baru pulang jihad, jihad lagi.
Pulang jihad, jihad lagi.
Karena memang saat itu
ekspansi Islam.
Bagaimana diekspansikan Islam...
ke seluruh muka bumi ini.
Sebagaimana Allah menjelaskan,
beliau diutus untuk rahmatan lil 'aalamin.
Maka Nabi ﷺ pada saat itu
mengiklankan lagi akan menyerang Tabuk.
Dan Tabuk ini, teman-teman sekalian,
lokasinya cukup jauh dari Madinah.
Dari Madinah...
mungkin sekarang jaraknya...
mungkin sekitar 300–500 kilo lah.
Kalau saya tidak salah,
sekitar begitu.
Yang jelas, wilayahnya namanya Tabuk
dan sekarang masuk...
di dalam negara Saudi.
Dulu ini dikuasai
oleh Romawi.
Jadi ini benteng Romawi
yang ada di Jazirah Arab.
Nabi ﷺ ingin menunjukkan
kekuatan Muslimin.
Dan ada dua peperangan Nabi ﷺ
yang beliau juga iklankan resmi.
Selama ini, Nabi ﷺ
kalau berperang...
nggak diiklankan resmi.
Nabi cuma bilang,
<i>“Kita akan jihad, ikutlah!”</i>
Maka semua sahabat siap-siap.
Sahabat juga termasuk orang-orang
yang sangat patuh dengan Nabi ﷺ.
Dijelaskan mau ke mana...
ya sudah.
Nggak dijelaskan,
mereka diam.
Mereka ikut saja
dengan pasukan.
Nabi suruh ke kanan, ke kiri,
ikut saja.
Tapi ada dua peperangan Nabi ﷺ
yang diiklankan terang-terangan.
Perang Khaibar,
waktu mau menyerang benteng Yahudi,
karena Nabi ﷺ sudah
dijanjikan kemenangan.
Dan yang kedua adalah...
Perang Tabuk ini.
ini juga diiklankan resmi
oleh Nabi عليه الصلاة والسلام.
Tentu ada sebabnya, ya.
Kalau Perang Khaibar, untuk menunjukkan
bahwasannya Yahudi akan kalah,
dan ayat Al-Qur’an
telah turun.
Kalau Perang Tabuk,
karena jaraknya yang sangat jauh...
pada saat itu dan butuh memang pengorbanan...
kaum Muslimin, ya.
agar mereka...
mempersiapkan diri.
Baik, perlu digarisbawahi,
teman-teman sekalian.
jihad yang dikumandangkan oleh Nabi ﷺ
di Perang Tabuk ini...
wajib...
untuk semua laki-laki Muslim.
Sebelumnya, ada peperangan
yang Nabi ﷺ kasih pilihan.
Ada yang dikasih udzur,
tapi di Perang Tabuk ini...
wajib semuanya ikut.
Maka...
tidak ada udzur ini.
Maksudnya...
harus ada udzur syar’i
yang betul-betul baru bisa.
Orang buta matanya...
dalam Al-Qur’an dikatakan
ada orang pincang, ya.
Orang yang betul-betul udzur,
tidak bisa sama sekali.
Para kaum wanita, orang tua,
dan seterusnya ini mungkin.
anak-anak kecil.
Tapi yang lain ini,
nggak bisa lagi.
Wajib.
Perang Tabuk ini, teman-teman,
diberikan nama juga...
dengan Perang 'Usrah,
atau perang yang sulit, ya.
Kenapa dikatakan 'Usrah, ini sulit?
karena memang dia...
dilakukan di musim panas.
Puncak musim panas.
Ini lawannya Perang Khandaq.
Perang Khandaq itu perang...
parit, atau Perang Ahzab,
itu terjadi di puncak musim dingin.
Tapi ini, di puncak musim panas.
Dan di musim panas ini perlu kita
garis bawahi, teman-teman sekalian.
kalau makin panas, maka...
buah kurma makin bagus kualitasnya.
Jadi kalau antum pas lagi umrah
atau lagi haji pas puncak musim panas,
itu buah kurma paling
bagus kualitasnya.
Dan ada kurma-kurma yang keluar yang mungkin tidak keluar
di selain musim-musim panas itu.
Jadi kualitasnya sangat bagus.
Nah kebetulan,
pendapatan Muslimin...
atau penduduk Madinah secara khusus,
atau Jazirah Arab secara umum,
itu dari kurma.
Ini musim panas puncak.
Dan tepatnya, beberapa hari lagi
akan panen kurma.
Jadi akan panen.
Dan panen ini berarti akan panen makanan,
penuh gudang-gudang persiapan makanan mereka,
dan juga akan kaya
karena akan di...
dijual.
Dan kurma ini termasuk buah yang...
bisa bertahan lama sampai setahun, dua tahun,
tidak rusak kalau kurma-kurma kering.
Maka ini keuntungan
yang sangat besar.
Tapi Subhanallah...
justru cobaan Allah
datang di situ.
Disuruh mereka jihad...
dan wajib...
di musim panas,
lagi panas sekali.
Orang kalau pergi perang bukan kayak
kita sekarang pergi ta'lim.
Pakai baju kaos.
Maksudnya kain kaos maksud saya, ya.
Pakai kain yang tipis,
kita santai saja.
Tapi ini pergi perang
pakai baju besi...
tebal...
pakai topi besi.
Panas, gitu.
Ini musim panas.
Tambah lagi...
mereka semua adalah pedagang...
petani kebun, petani kurma.
Baik pemilik ataupun
petaninya sendiri.
Baik dia pemilik kebunnya
atau petaninya, pekerjanya.
Dan mereka akan panen sebentar lagi.
Disuruh jihad.
Istri-istri mereka
tidak ada yang bisa...
cabut, naik ke atas pohon,
turunkan buah kurma.
Ini berarti...
kalau tidak diambil,
matang di pohon, bisa rusak.
Jatuh pun dipungut,
maka mereka mungkin tidak tahu sortir.
Ini kerjanya laki-laki semuanya.
Tapi Subhanallah,
pada saat itu...
memang Allah ﷻ
datangkan cobaannya.
Ini sudah puncak...
mendekati meninggalnya Nabi ﷺ.
Ini terjadi tahun 9 Hijriah.
Nabi ﷺ tinggal setahun saja...
setahun sekian bulan itu
sudah meninggal dunia,
عليه الصلاة والسلام.
Maka di sini puncak-puncaknya,
bagaimana Allah ﷻ menguji.
Dan...
Perang Tabuk ini walaupun nanti Muslimin
melawan Romawi, saudaraku seiman...
sebenarnya yang terjadi adalah
perang antara Muslimin...
dengan kaum munafikin.
Di sini nanti kita lihat bagaimana Perang Tabuk ini
membongkar kedok orang-orang munafik.
Dan kita juga bisa mengambil
pelajaran yang sangat besar
bagaimana di tengah-tengah kita...
di zaman sekarang pun,
atau di zaman yang akan datang pun,
munafik akan selalu ada.
Dan di sini banyak sekali...
pembongkaran tentang kedok-kedok mereka
di Perang Tabuk ini.
Orang-orang munafik dan orang-orang Badui
yang masih lemah imannya,
mereka pada berdatangan
kepada Nabi ﷺ.
Karena jihad wajib sekarang.
Nggak ada lagi udzur.
Kecuali dia...
sakit, betul-betul
ada udzur syar’i-nya.
Kalau nggak, nggak boleh.
Maka mereka...
mencari-cari alasan agar bisa
tidak ikut jihad.
Salah satu ada di antara mereka yang meminta...
pertama sekali meminta izin
agar tidak jihad...
seorang munafik,
namanya Al-Jad ibn Qais.
Nama ini, kalau teman-teman review kembali,
bukan nama yang asing.
Waktu kesepakatan Hudaibiyah terjadi,
antara Muslimin
dengan orang-orang...
musyrik Mekkah,
ada 1.400 orang sahabat.
Tepatnya, ahli sejarah mengatakan
1.400 dengan Nabi ﷺ,
maka sahabatnya 1.399.
Semuanya Nabi ﷺ jamin masuk surga,
kecuali satu orang.
Karena mereka semuanya datang
membaiat Nabi di bawah pohon:
<i>“Ya Rasulullah, saya hidup, mati, untuk agama Islam.”</i>
Disuruh perang—ya, iya.
Disuruh pulang—ya, iya.
Pada saat itu bisa serang Mekkah,
bisa pulang ke Madinah.
Setelah 1.397 sahabat semuanya
membaiat Nabi dan bersalaman,
ada sahabat, Utsman bin Affan,
lagi di Mekkah ditahan oleh Abu Sufyan.
Kemudian Nabi ﷺ memegang tangan...
kiri beliau dengan tangan kanan
sambil mengatakan:
<i>“Ini tangannya Utsman.”</i>
Jadi sudah 1.398 sahabat.
Karena jumlah mereka 1.399,
yang satu ini rupanya munafik.
Itulah Al-Jad bin Qais ini.
Dia berusaha sembunyi-sembunyi
di belakang unta.
Maka Nabi ﷺ mengatakan dalam
statement yang masyhur:
<i>"Tidak ada seorang pun yang membaiat
di bawah pohon ini kecuali masuk surga.</i>
<i>Pasti masuk surga.</i>
<i>Kecuali yang sembunyi
di belakang unta merah."</i>
Nah, itu Al-Jad bin Qais.
Dia yang di situ.
Subhanallah, dia sudah tahu,
dia dengar hadits ini.
Gara-gara dia munafik...
kemudian dia tidak mau membaiat pada saat itu,
tidak dijamin surga baginya.
Di perang ini, kembali lagi dia
dengan kemunafikannya.
Dia orang yang paling pertama...
minta izin dengan Nabi ﷺ.
Dan statement-nya
nggak masuk di akal.
Dia bilang,
<i>"Ya Rasulullah...</i>
<i>Anda akan menuju ke...</i>
<i>wilayah Romawi.</i>
<i>Dan tidak ada satu pun bangsa Arab...</i>
<i>yang tidak mengenal bagaimana aku
sangat mudah terkena fitnah wanita."</i>
Jadi dia buka kedoknya,
kalau dia ini...
ya apalah bahasa kita sekarang...
"playboy."
<i>"Nggak ada satu pun orang bangsa Arab
yang tidak kenal saya...</i>
<i>yang mudah kena fitnah wanita.</i>
<i>Dan saya takut kena
fitnahnya wanita...</i>
<i>orang Romawi.</i>
<i>Wanita bule ini saya takut kena fitnah."</i>
Seperti itulah.
Bahasanya dia.
<i>"Maka izinkan saya, ya Rasulullah.</i>
<i>Saya nggak mau ikut jihad."</i>
Alasannya gara-gara takut
kena fitnah wanita.
Orang pergi jihad bukan
mau lihat perempuan.
Tapi Subhanallah,
dia bahasanya begitu.
Nabi عليه الصلاة والسلام...
akhirnya mengizinkan dia,
tapi ada alasan.
Ya, Nabi ﷺ ada alasan mengizinkan.
Pertama, Nabi ﷺ menganggap...
orang ini sudah dikenal munafik.
Dia pun ikut tidak ada gunanya.
Tidak bermanfaat nanti buat dia.
Kasus waktu 300 orang ikut
di Perang Uhud,
kalau masih ingat,
tadi kan jumlahnya muslimin 1.000.
700 orang, orang mu'min.
300 orang, orang munafik.
Buat masalah mereka.
Begitu pergi ke Uhud,
mereka pulang tuh, 300.
Dan mereka sebarkan berita,
<i>"Untuk apa kita melawan?</i>
<i>Lebih baik kita dalam benteng."</i>
Seperti itulah.
Nanti kita lihat juga di Perang Tabuk,
mereka buat begitu, tuh.
Menahan-nahan pasukan muslimin
untuk berperang.
Dari sisi lain...
Nabi ﷺ berijtihad.
Berijtihad:
<i>"Mungkin orang ini punya udzur, ya sudahlah."</i>
Diizinkan oleh Nabi ﷺ.
Nanti kita lihat bagaimana ayat
mengingatkan masalah itu, ya.
Nanti kita akan banyak membaca Surah At-Taubah
pada kesempatan ini, insyaAllah.
Allah ﷻ membongkar
atau membuka kebohongan Al-Jad bin Qais ini
dalam Surah At-Taubah...
surah nomor 9,
ayat 49.
Surah nomor 9,
ayat 49.
Yang bunyinya,
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ:
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى وَلَا تَفْتِنِّىٓ ۚ أَلَا فِى ٱلْفِتْنَةِ سَقَطُوا۟ ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَـٰفِرِينَ
<i>Ada di antara mereka yang berkata
kepadamu, wahai Muhammad,</i>
<i>"Berilah aku izin,</i>
<i>untuk tidak ikut
berperang di Tabuk</i>
<i>dan jangan...</i>
<i>kamu menjadikan aku
terjerumus dalam fitnah,’</i>
maksudnya fitnah wanita.
<i>"Ketahuilah, bahwa mereka telah
terjerumus dalam fitnah,"</i> kata Allah.
<i>"Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar
meliputi orang-orang kafir."</i>
Ada penjelasan para ulama tafsir,
ada beberapa orang munafik yang tidak mau
ikut berperang ke Tabuk,
atau daerah kekuasaan Romawi,
dengan berdalih khawatir akan tergoda
oleh wanita-wanita Romawi.
Berhubungan dengan itu,
turunlah ayat ini...
untuk membukakan rahasia mereka,
dan menjelaskan bahwa keengganan mereka
pergi berperang itu adalah...
karena kelemahan iman mereka,
dan bukan karena takut fitnah wanita.
Allah yang Maha Perkasa
juga mengingatkan Nabi-Nya...
tentang keputusan mengizinkan
kaum munafik untuk tidak ikut.
Jadi ada selain Al-Jad bin Qais
juga yang datang.
<i>"Ya Rasulullah, izinkan."</i>
Oleh Nabi ﷺ diizinkan semua.
Allah mengingatkan itu
dalam Al-Qur'an.
Bahkan Allah ﷻ...
memastikan kalau itu...
perbuatan yang...
tidak diinginkan oleh
Allah ﷻ.
Lalu Allah memaafkan Nabi-Nya
عليه الصلاة والسلام.
Kita dengarkan di sini bagaimana Allah ﷻ
menyebutkan dalam Surah At-Taubah,
surah sama tadi,
surah nomor 9, ayat 43.
Allah ﷻ berfirman:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
عَفَا ٱللَّهُ عَنكَ لِمَ أَذِنتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَتَعْلَمَ ٱلْكَـٰذِبِينَ
<i>Semoga Allah memaafkanmu, hai Muhammad.</i>
<i>Mengapa kamu memberi izin kepada mereka
untuk tidak ikut berperang,</i>
<i>sebelum jelas bagimu...</i>
<i>orang-orang yang benar
dalam udzurnya,</i>
<i>dan sebelum kamu mengetahui
orang-orang yang berdusta?"</i>
Tapi di sini Nabi عليه الصلاة والسلام
sudah dimaafkan oleh Allah ﷻ.
Di antara kaum munafikin ada juga
yang beralasan bahwa ini musim panas.
<i>"Janganlah pergi!"</i>
Nanti kita akan jelaskan,
ini adalah statement-nya...
Abdullah bin Abi Salul, ya.
Kepala munafikin.
<i>"Oleh karena itu, jangan keluar jihad!"</i>
Allah juga membongkar dan
menceritakan statement mereka.
Turun ayat.
Sebelum terjadi peperangan ini,
ayat terus turun.
Sudah membongkar,
<i>"Ini orang-orang tidak mau ikut karena dusta semua, nih."</i>
Dalam surah At-Taubah, sama,
surah nomor 9 ayat 81.
Allah berfirman.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَـٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓا۟ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُوا۟ لَا تَنفِرُوا۟ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ
<i>Orang-orang yang ditinggal...</i>
<i>tidak ikut berperang
dari kalangan munafikin,</i>
<i>mereka gembira...</i>
<i>dengan tinggalnya mereka
di belakang Rasulullah ﷺ,</i>
maksudnya tidak ikut pasukan.
<i>Dan mereka tidak suka berjihad
dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah,</i>
<i>dan mereka berkata,</i>
<i>"Janganlah kamu berangkat pergi berperang
dalam panas terik seperti ini."</i>
<i>Katakanlah, hai Muhammad,
kepada mereka,</i>
<i>"Api neraka Jahannam itu
lebih sangat panas."</i>
<i>Jika mereka mengetahui.</i>
Jadi, ini Allah ﷻ bongkar.
Jadi makanya nanti saya bilang...
seperti yang saya sebutkan,
teman-teman sekalian.
dan kita juga lihat dalam closing
Perang Tabuk nanti...
penutupannya...
memang ini adalah pembongkaran
kedok orang-orang munafik.
Sampai umumnya ulama mengatakan:
<i>"Perang Tabuk...</i>
<i>sebenarnya hakikatnya bukan antara
muslimin sama orang Romawi,"</i>
karena memang tidak terjadi peperangan
di antara mereka nanti.
Dan kita akan jelaskan sebabnya,
kenapa Romawi tidak mau
melawan Nabi ﷺ.
Dan akhirnya di situ terjadilah...
keributan antara muslimin
dengan orang-orang munafik.
Dari sisi lain,
ada di antara kaum mukminin...
yang mendatangi Nabi ﷺ,
justru terbalik.
Kalau orang munafik izin supaya...
tidak ikut perang.
Kaum mukminin justru menangis,
minta supaya bisa ikut perang.
Tapi mereka miskin.
Ada di antara mereka yang sangat miskin,
tidak punya kemampuan membiayai diri mereka...
untuk berangkat jihad.
Maka mereka berkata
kepada Nabi ﷺ.
di antaranya ada satu sahabat
yang disebutkan dalam buku sejarah:
Salim bin Umair رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ.
Ada beberapa sahabat Nabi yang lain,
tapi ini yang paling masyhur disebutkan namanya.
Dan ini yang ayat Al-Qur'an
turun pada dia ini.
Salim bin Umair رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ.
Jadi dia mengatakan,
mereka mengatakan, beberapa orang:
<i>"Ya Rasulullah...</i>
<i>kami ingin jihad.</i>
<i>Mintalah agar...</i>
<i>muslimin menyumbang buat kami."</i>
Supaya ada yang biayai.
Karena perjalanan butuh makan,
butuh minum,
butuh kuda, butuh pedang, butuh perisai.
Nggak ada duit.
Nggak ada sama sekali uang.
Maka Nabi ﷺ waktu itu mengumumkan...
mengiklankan secara terang-terangan sadaqah.
<i>"Bersadaqahlah. Kumpulin. Ini jihad.</i>
<i>Perjalanan jauh, Muslimin banyak
butuh makanan, butuh bekal.</i>
<i>Harus ada sadaqah."</i>
Terdapat ada sahabat...
dan ini kita lihat bagaimana
peran orang munafik lagi, ya.
Mereka, Subhanallah...
bukan cuma tinggal di rumahnya,
Hadir dalam majelis Nabi ﷺ,
hadir dalam peperangan Nabi ﷺ,
pergi bersama dengan hajinya...
dan umrahnya Nabi ﷺ.
Jadi mereka hadir,
tapi ini connect satu
sama yang lain, nih.
Ini menginformasikan
teman-teman yang di sana,
lalu mereka ngatur strategi untuk
mencari kesalahan muslimin.
Ini sudah terjadi
di zaman dulu.
Jadi jangan heran
kalau sekarang cari...
macam-macam untuk umat Islam
jadi bentrok ini,
itu sudah biasa.
Ciri orang munafik
dari dulu itu.
Di sini dikatakan...
waktu Nabi ﷺ bilang,
<i>"Sadaqahlah."</i>
Resume
Read
file updated 2026-02-14 05:10:33 UTC
Categories
Manage