Transcript
IkmJc94h4nA • Riyadhush Shalihin #16 - Bab Sabar (Part 4)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0144_IkmJc94h4nA.txt
Kind: captions
Language: id
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah
tidak hantti-hentinya kita memuji Tuhan
kita Allah atas segala nikmat yang
dilimpahkan kepada kita dan juga kita
panjatkan salam hormat kita selawat dan
Taslim k nabi besar Muhammad sallallahu
ala alihi wasahbihi wasallam sebagaimana
Allah telah memerintahkannya kepada kita
melanjutkan bahasan kita dari kitab
Riyadus shihin di bab sabar dan Pagi ini
kita lanjutkan hadis nomor
32 hadis ini Berbunyi dari Anas
radhiallahu Anhu Beliau
berkata Mar nabi Shallahu Alaihi
wasam
qrinq itqah
was
amq in nabiahu alhi innahun Nabi
Shallallahu Alaihi Wasallam faatat Baban
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam falam
tajidahu bawwabin faqat lam Arifka
faqala
innamrumatil
Ula Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
pernah melewati seorang wanita yang
sedang menangis di samping sebuah
kuburan
maka beliau bersabda takutlah engkau
kepada Allah dan
Bersabarlah maka wanita itu pun menjawab
Pergilah Dariku karena engkau tidak
ditimpa seperti
musibahku wanita itu tidak mengenali
Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam maka dikatakan kepadanya kepada
wanita itu oleh seorang sahabat bahwa
orang itu adalah nabi beliau adalah nabi
maka perempuan itu atau dia langsung
mendatangi pintu rumah nabi alaihiatu
wasalam dia tidak menemukan penjaga
pintu lalu dia berkata maaf Waktu
itu saya tidak mengenali anda atau aku
tidak mengenali anda maka Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda
Sesungguhnya sabar itu adalah pada saat
pertama Musibah menimpa hadis ini mutta
alai kita kuatkan dulu dengan tambahan
di bawahnya yang
riwayat lain dalam riwayat Imam muslim
ada
tambahan bahwasanya dia si wanita tadi
menangisi anaknya yang meninggal
dunia hadis ini seperti biasa kita akan
coba mengambil beberapa hukum atau
hikmah dari hadisnya
pelajaran yang
pertama hukum bolehnya wanita menziarahi
kubur hukum tentangleh ya wanita
menziarahi kubur
ya dan larangan hadis Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam yang berbunyi Allah
melaknat
wanita-wanita yang menziarahi kubur
hadis ini disebutkan di
Makkah di fase awal Islam Karena pada
saat itu sulit sekali membedakan kuburan
orang Islam sama kuburan orang
kafir dan jumlah umat Islam sangat
sedikit terlebih lagi banyak
muslim-muslim pada saat itu orang tuanya
meninggal dalam keadaan
kafir di fase
Mekah setelah hijrah ke
Madinah ada hadis-hadis nabi sahu wasam
yang berhubungan dengan masalah ziarah
kubur misalnya berbunyi beliau bersabda
Sallallahu Alaihi Wasallam
kunu Diah aku pernah melarang kalian
ziarah kubur maka sekarang ziarahilah
karena dia akan mengingatkan kalian
kepada
kematian hadis ini umum berarti wanita
pun sudah boleh walaupun awalnya di
Makkah dilarang ya hadis ini Yang
sekarang kita bahas hadis Bukhari Muslim
juga membuktikan masalah itu karena
kasusnya adalah wanita ini sedang
menangis di sebelah kuburan
anaknya dan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam tidak tidak menegur masalah dia
ziarah
kubur tapi peringatan nabi berbeda bukan
mengatakan pada wanita ini jangan kamu
datangin kubur bukan itu tapi yang
diingatkan adalah tidak boleh nangis di
kuburan karena teguran Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam di sini lihat
setelahnya pelajaran yang kedua
adalah bolehnya seseorang
mengingatkan orang lain yang sedang
salah lakukan kesalahan dan kalimat yang
paling tepat adalah bertakwalah kepada
Allah bertakwa artinya ikuti
hukumnya Apa yang kamu lakukan ini
sesuaikan dengan syariat Allah makanya
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata
kepada wanita ini
ittaqillah bertakwalah kepada
Allah perbuatan yang kamu lakukan ini
keliru yang kelirunya bukan ziarah
kuburnya ya tapi nangisnya di
kuburan kemudian peringatan nabi juga
setelah bertakwalah kepada
Allah sabarlah dan ini saksi bahasan
kita dan sabar sudah kita ulang-ulangi
definisinya ialah seseorang menerima
takdir Allah kemudian ikhtiar mencari
jalan
keluar Saya sudah sering kasih contoh
itu kalau orang bangun tidur sakit maka
dia
sabar Bagaimana sabar yang dimaksudkan
di sini terima takdir Allah karena Allah
sudah takdirkan dia sakit tinggal dia
ikhtiar minum obat ya minum air hangat
apalah istirahat yang cukup maka itu
sabar dan tidak masuk dalam sabar kalau
orang tidak ikhtiar sama sekali ini
keliru ini malah bisa masuk dalam Bab
putus asa dan ini imamzahabi masukkan
dalam kategori dosa
besar kemudian wanita ini
ini karena dalam musibah yang sangat
berat bagi Dia anaknya meninggal dan dia
merasa
kehilangan sampai-sampai dia tidak
mengenali Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam waktu Nabi ingatkan dia
bertakwalah kepada Allah sabarlah Ha ibu
dia bilang Pergilah dari aku karena kau
tidak mengetahui atau tidak merasakan
musibahku dan perkataan sahabiat ini
betul-betul karena dia tidak mengenal
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagian
ulama mengatakan yang dimaksud tidak
mengenal di sini adalah ada kurang lebih
dua penjelasan poin pertama kemungkinan
besar memang banyak di antara sahabiat
nabi itu tidak mengenal secara utuh
wajah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
karena mereka tidak Kalau bertemu tidak
bertatapan
wajah umumnya kalaupun mereka di saf
wanita di belakang gitu dan zaman dulu
tidak ada foto tidak ada segala macam
walaupun orang hidup Sekota belum tentu
bisa mengenal utuh wajah artin melihat
sepintas dari jauh melihat dari samping
Iya G tapi untuk bertatap-tatapan itu
bisa dikatakan jarang sekali terjadi
bahkan kebanyakan para sahabiat datang
ke rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
bertemu dengan para ummahatil
mukminin ini bisa kemungkinan yang
menyebabkan disebutkan hadis ini
wanitaita itu tidak mengenalnya tidak
mengenal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
sebab yang lain adalah
karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
sedang berada bukan di hadapan wanita
ini tapi sedang berada di sekitarnya
wanita ini cuma dengar suara saja tidak
tahu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
yang menegurnya gitu dan allahuam
pendapat yang kedua ini lebih dirajihkan
atau dikuatkan oleh para ulama artinya
wanita ini lagi nangis di kuburan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam lihat nabi
langsung tegur wanita ini tidak melihat
ke arah suara itu makanya waktu Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan
Bersabarlah
bertakwalah kepada Allah sabarlah dia
mengatakan Pergilah dari aku tanpa
melihat ke arah Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam karena kau belum merasakan apa
yang saya rasakan seperti
itulah maka seorang sahabat menegur dan
mengatakan yang sedang menegur kamu itu
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
tapi nabi sudah
pulang dan terbukti wanita ini adalah
mukminah dan baik sebenarnya hanya
karena dia merasa Terpukul dengan
meninggalnya anaknya dia mendatangi
rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
kemudian memohon maaf dari kejadian
tersebut dan ini pelajaran kita yang
ketiga adalah permintaan maaf dari
kesalahan adalah
ibadah permintaan maaf dari kesalahan
adalah ibadah dan itu bukan Aib banyak
orang Subhanallah dengan egonya enggak
mau minta maaf misal orang tua pada anak
karena merasa dia orang tua gak usah
minta maaf sama anak ini keliru walaupun
anak kita kecil Kalau kita yang salah
minta
maaf kepada pembantu p suopir p
pegawai siapa saja kalau memang kita
salah minta maaf karena dihisab Allah
hari kiamat tidak ada lagi urusannya ini
orang tua atau anak yang salah siapa
dihukum atau atasan dengan bawahan ya
apalagi kalau pemilik hak itu tidak mau
memaafkan kita pada hari kiamat malah
lebih
berat makanya meminta maaf bagian
daripada
ibadah dan Allah menyebutkan dalam
Alquran aubillah
minasyaitanirimin Allah memuji
orang-orang yang suka memaafkan dan
sebagai ulama tafsir mengatakan masuk
dalamnya juga orang yang meminta maaf
dan Allah suka dengan orang-orang yang
berbuat
kebaikan kemudian pelajaran yang keempat
ya terbukanya pintu rumah Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Dan ini juga
pelajaran sebenarnya kepada para
pemimpin terbukanya pintu rumah Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam untuk siapa
saja dari kaum
muslimin terbukti wanita ini datang
menemui Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
dan rumah beliau tidak ada
penjaganya Makanya wanita ini langsung
saja salam dan masuk lalu kemudian
berbicara dengan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam sambil mengatakan maaf tadi
saya tidak mengenal
Anda dan yang terakhir dan ini inti
daripada pelajaran hadis adalah sabda
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini
pelajaran yang ke
berapa yang kelima
ya
inamatil Ul ini intinya sebenarnya kata
Nabi Sallallahu Ali wasallam
sesungguhnya sabar yang kamu butuhkan
itu
sebenarnya di awal kejadian
musibah karena orang merasa Terpukul
justru di awal
kejadian kalau sudah berlalu 2 hari 3
hari seminggu sebulan setahun berbeda
dengan kondisi pada saat awal sekali
orang menghadapi kematian awal sekali
orang menghadapi kehilangan gitu kan
karena beransur-ansur dengan berjalannya
waktu pasti perasaan sedih itu sudah
hilang dan hadis ini atau poin yang
kelima ini penting
sekali justru Puncak pahala sabar di
awal
kejadian dan keluh kesah yang
disampaikan oleh seseorang muslim muslim
atau muslimah hanya boleh kepada Allah
atau kepada
ahlinya Jadi enggak boleh kita kelukisa
kepada semua orang karena pahala
sabarnya
hilang misal kalau kita lagi sakit kita
berdoa kepada Allah agar disembuhkan
lalu kita Konsultasi sama dokter itu
ahlinya tapi bukan tetangga semuanya
diceritakan masalah penyakit kita semua
teman di kantor
semua keluarga enggak perlu ya karena
akan mengurangi kadar pahala
ya tapi kita bicara sama ahlinya kalau
ada orang memang yang datang dan kita
tahu orang ini bijak dia bisa memberikan
saran-saran misalnya dari masalah kita
ya silakan masuk dalam kategori ahli
gitu termasuk juga berbicara atau
konsultasi dengan para ulama sehingga
mengetahui Bagaimana solusi dalam agama
itu adalah jalan keluar tapi kalimat ini
penting sekali poin kelima
sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
sesungguhnya sabar itu justru dibutuhkan
di awal
kejadian di situlah Puncak
pahalanya kalau sabar di situ Terima
kemudian ikhtiar Ya kurang lebih Kalau
bahasa saya sederhana begini ada masalah
solusi bukan lagi tanyain Kenapa terjadi
enggak ada gunanya sudah
terjadi kita jalan ban mobil kita kempes
udah kempes gak ada anya lagi bicara
kenapa bisa
terjadi lama itu solusinya apa mana
bengkel terdekat Siapa yang bisa bantu
saya terjadi kebakaran solusi Bagaimana
caranya telepon pemadam kebakaran
memadamkan api itu kalau api
berkobar-kobar kita teriak-teriak saja
rumahnya habis
suaranya habis enggak ada
gunanya maka yang terbaik dalam masalah
masalah yang sedang kita hadapi adalah
apa jalan keluarnya makanya Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan
kalau sudah terjadi sesuatu pada kalian
ucapkan qaddarallahu Maya
faal Allah telah menakdirkan dan Allah
lakukan apa yang dia inginkan kalau
sudah terjadi kita belum Kalau belum
terjadi kita punya ikhtiar kita punya
cara untuk bisa
menghentikannya misal badai atau hujan
keras kita mau keluar atau enggak keluar
belum terjadi kita masih bisa pilih
Enggak usah keluar tapi kalau kita lagi
di jalan kemudian hujan deras ahah
solusinya apa ya enggak ada gunanya
Kenapa mengatakan Kenapa hujannya tadi
tadi panas percuma mengubah keadaan
Enggak kan maka Kebanyakan orang lambat
dalam mengambil sebuah keputusan Justru
karena masalah ini sederhana tapi
akhirnya membuat masalahnya
berlarut-larut karena dia tidak langsung
cari poin solusi kata nabi na S wasallam
kalau terjadi sesuatu pada kalian sudah
terjadi
ucapkanadarallahu W
faal dihafal itu ya pendek sekali kok
itu qadarallahu wya
faal wyaa
fa'al qadarallah artinya Allah telah
menakdirkan
ini
faal
dan apa yang dia ininkan dia kerjakan
Allah kalau mau ambil keputusan Ya Allah
ambil
keputusan wya
fa'al Allah telah menakdirkan dan ia
mengerjakan apa yang dia
inginkan artinya itu keputusan Allah
lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
melanjutkan mengatakan dan janganlah
seseorang di antara kalian mengatakan
kalau
seandainya karena kalau seandainya
membuka pintu
setan rumah kita sudah kemasukan pencuri
solusinya
apa
telepon siapa yang bisa bantu aparat
keamanan buat ekstra nanti e security
misalnya jadi enggak ada gunanya kita
mengatakan Kok bisa dia masuk
Ang buang waktu untuk itu kata nabi
sallallahuaihi wasallam jangan buka
pintu kalau
seandainya karena pintu kalau se karena
kalau seandai karena kalimat kalau
seandainya membuka pintu setan kita
bangun
flu kalau seandainya AC Semalam saya
enggak dinginin saya enggak flu udah flu
sekarang ada gunanya enggak ada gunanya
ambil pelajaran nanti lain kali jangan
terlalu didinginkan sudah selesai karena
sudah terjadi
kan keluar tidak sempat sarapan lapar di
jalanan solusi beli makanan gak usah
ribut lagi coba tadi saya makan di rumah
ada makanan di kulkas padahal begini dan
begitu ini
panjang dan ini sering terjadi pada
ibu-ibu ini maaf jangan
tersinggung makanya harus
diperbaiki dominan perasaan itu harus
bisa diperbaiki disesuaikan dengan
syariat Ya kan kalau kita terlalu lama
berpikir berpikirnya Kenapa terjadi dan
bukan apa jalan keluarnya Maka akan
banyak mengambil waktu umur kita dan
tidak menemukan jalan keluar makanya ada
orang sedihnya berlarut-larut sampai
berbulan-bulan sampai bertahun-tahun
sampai stres sampai gila gara-gara
Masalah sebenarnya bisa diselesaikan
kalau dia langsung kepada solusi
terlebih lagi memang pahalanya sangat
besar kalau kita sabar justru di
awal
kejadian selanjutnya hadis nomor 33 Dari
Abu Hurairah radhiallahu Anhu bahwa
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabdaakahu
taala
unah hadis ini diriwayatkan oleh Imam
Bukhari Rasulullah su wasallam bersabda
Allah Taala Allah yang Maha Tinggi
berfirman Hadis Qudsi tidak ada balasan
bagi hambu yang Mukmin apabila aku
mencabut nyawa orang yang dia cintai Dar
penduduk dunia kemudian dia mengharapkan
pahala melainkan
surga dan Memang sesuatu yang berat bagi
seseorang adalah kalau menghadapi
kematian orang yang
dicintai terlebih lagi kalau orang ini
tidak membekali diri dengan ilmu Syari
tentu kalau orang punya bekal ilmu Syari
baik karena dia tahu semua orang yang
meninggal itu bukan hilang justru
kematian awal dari
segalanya Bukan Akhir dari segalanya ya
orang kalau mati berarti dia sudah
memulai awal segalanya karena sudah
masuk dalam kehidupan yang sebenarnya
kehidupan yang
abadi cuman masalahnya memang di sana
sudah tidak ada
perbaikan surga atau neraka masuk surga
akan abadi nikmat
selamanya yang menentukan di sini di
dunia Jadi sebenarnya kematian awal dari
segalanya bukan bukan akhir orang mukmin
paham masalah itu dan subhanallah
memahami tentang masalah kematian ini
akan terjadi dan merupakan awal
segalanya akan memotivasi seorang muslim
atau muslimah selama hidup di dunia
berbuat kebaikan n memang tidak ada
waktu Sampai kapan kita mau
berlalai-lalai ini waktu yang sudah
berlalu Kemarin gak bisa diperbaiki
enggak bisa
di-review kalau tadi subuh orang tidak
salat dia enggak bisa perbaiki Gimana
caranya dia memperbaiki kalau dia
sengaja meninggalkan dan dia baru tahu
sekarang ternyata hukumnya wajib
misalnya maka sudah menjadi kekosongan
dalam buku amalnya walaupun dosa itu dia
bisa Taubat tapi beda pahalanya dengan
orang yang sudah mengerjakan subuh tadi
kan itu gak bisa diperbaiki susah sekali
Kalau amal saleh yang ketinggal susah
untuk dikejar itu kita tinggal bisa
mengerjakan hari ini dan
besok Oleh karena itu seseorang kalau
sadar ada kematian dan ada kehidupan
Abadi di sana dan mati adalah awal
segalanya yang sifatnya kekal maka dia
akan termotivasi untuk memperbanyak amal
saleh selama di dunia dan tidak ada
waktu untuk berlalai-lalai lagi sudahlah
yang berlalu sudah tapi sekarang ke
depan ini harus semuanya baik dan
menjadi orang baik sebuah prestasi ya
jadi orang yang saleh dan Saleh prestasi
dan sudah sering saya ingatkan tidak
usah malu dengan penilaian orang Enggak
penting kok kata Abdullah bin Umar
radahu anhuma engkau tetap dalam keadaan
benar Selama engkau di atas kebenaran
walaupun kau
sendiri walaupun sendiri enggak usah
pusing apalagi kalau memang banyak
orang-orang Saleh seperti kita jadi
enggak perlu kita malu dengan mereka
gitu
kan dan hadis ini juga memberikan
pelajaran kepada kita beberapa pelajaran
yang pertama
adalah besarnya balasan orang yang sabar
dalam musibahnya
yang kedua balasan bagi orang yang sabar
karena
kematian
surga dianya dapat jaminan
surga makanya
sebagian Salafus Saleh
dulu kalau seandainya ada kerabatnya
meninggal dunia dan teman-temannya pada
datang
bertziah maka di depan itu mereka sudah
ucapkan kalau kalian datang untuk
bersedih Janganlah datang tapi kalau
kalian datang untuk menggembirakanku
menyampaikan kepadaku berita gembira
karena anak istri atau suaminya
meninggal dalam keadaan baik maka
silakan
masuk jadi mereka memahami bahwasanya
kematian orang yang ditinggal itu
jaminan surga buat dia dan tentu kalau
orang-orang yang ditinggal Ini juga
dalam keadaan baik sudah pasti jaminan
masuk surga gitu kan Makanya para
sahabat kalau ada di antara mereka yang
mau menghadapi kematian lagi sakit parah
misalnya ya lagi sakit keras itu yang
datang berziarah ke situ lagi Jenguk
orang sakit berkata berita gembira
sebentar lagi Kamu akan meninggalkan
dunia fana ini menuju kehidupan abadi
jadi mereka enggak bilang oh ini sudah
mau meninggal apa segala sedih Enggak
malah mereka saling memotivasi satu sama
yang lain para sahabat kalau mau
meninggal dikatakan kepada mereka berita
gembira sebentar lagi kamu akan ketemu
dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam dan orang-orang saleh dan kau
akan abadi yang perlu dikhawatirkan
justru kalau orang itu meninggal dalam
keadaan kafir karena memang awal
kehidupan segalanya di sana bisa kekal
di neraka gitu maka harus hati-hati
tentunya jadi penentuan jalan di sana di
sini sekarang dan sekali lagi jangan
terpengaruh dengan lisannya orang dan
selalu tanya diri kita Bapak Ibu
sekalian Sampai kapan kita mau laleh ini
Sampai kapan kita menganggap Reme
perintah agama Nanti aja Nanti aja ini
nanti aja sampai kapan nih orang sudah
dicatat semua buku amalnya kita masih
kosong dan tidak bisa diperbaiki
loh jadi harus bisa berubah men jadi
lebih baik dan itu prestasi gak ada
orang yang berubah lebih Saleh atau
salhah kemudian dinilai buruk di
masyarakat itu enggak ada kok kecuali
orang-orang yang memang dasarnya berbeda
dengan alam kita itu Ya maksudnya adalah
orang yang Saleh pasti disukai juga
dengan orang yang Saleh gitu kan orang
yang baik disukai oleh orang yang baik
yang tidak suka sama orang baik adalah
orang yang buruk sebagaimana orang baik
tidak suka sama orang buruk kan gitu
Jadi kalau misalnya ibu-ibu sudah mulai
tutup aurat sudah mulai salat sudah
mulai memperkadaan Lalu ada orang yang
tidak suka dengan perilaku kita berarti
orang itu buruk sebenarnya karena kita
sedang memperbaiki diri tapi kalau ada
orang merasa cocok dengan perbuatan kita
itu berarti dia orang baik karena
perbuatan baik ini dinilai baik oleh dia
kan gitu jadi enggak usah peduli
sebenarnya dengan perkataan orang
terjadinya perubahan-perubahan bukan aib
itu sama sekali bukan aib malah sebuah
prestasi yang sangat baik
ya itu yang pertama besarnya balasan
orang yang masuk ke dalam surga eh orang
yang besar kena musibah Kemudian yang
kedua tadi balasan orang yang sabar
karena kematian orang yang dicintai
Adalah surga dan yang ketiga yang bisa
diambil adalah
Semua orang pasti akan melalui
kematian tidak ada yang tidak meninggal
jangankan kita para nabi-nabi meninggal
juga orang-orang sebelum kita banyak
orang-orang yang sehat banyak orang yang
sakit banyak orang yang kaya banyak
orang yang miskin banyak laki-laki
banyak perempuan banyak orang tua banyak
anak-anak bapak ibu Saya yakin tidak
asing mungkin rata-rata sudah punya unan
anak-anak itu kita lihat sekarang
Bukankah dulu kita seperti mereka kita
kan sama dengan mereka dulu anak-anak
Alam Mereka ini pola hidup pola pikir di
umur itu sudah kita
laluin sekarang ada regenerasi cuma
karena bertahap jadi kadang-kadang
manusia enggak sadarin keberadaan mereka
menandakan mereka akan menggantikan
posisi
kita sebagaimana Dulu waktu kita kecil
kita melihat nenek kita kan ada Kakek
kita ada mana mereka sekarang mereka
meninggal kita sekarang sedang
regenerasi kita akan pindah ke tahap itu
anak-anak kita pindah ke tahap kita
begitu terus dan ini sudah sedang
berjalan prosesnya mulainya ada rambut
putih mulainya melemahnya tubuh mulainya
ada keriput itu semua peringatan Nabi
Daud Alaihi Salam seringki dikunjungi
oleh malaikat maut dalam sebuah arar
atau riwayat
disebutkan lalu Nabi Daud mengatakan
Alaihi Salam kalau kau datang untuk
menjemput nyawaku maka berikanlah aku
tanda kata dia
Baiklah satu waktu lama sekali malaikat
maut enggak datangi Nabi Daud Alaihi
Salam lama pada saat dia datang Daud
Alaihi Salam bertanya ya Untuk apa kamu
datang kata malaikat maut cabut nyawahmu
Bukankah saya sudah minta tanda kata
malaikat maut Bukankah rambutmu sudah
memutih Hai Daud Bukankah kulitmu sudah
berubah menjadi keriput mana tetanggamu
Si Fulan semua itu
tanda-tanda jadi Tanda itu bukan berarti
datangnya peringatan dari Allah depan
mata bahasa jelas Kamu akan mati besok
ya
enggak Tapi semua ini jadi tanda gitu
kan semua ini bisa menjadi tanda
orang-orang tua yang sudah pernah kita
lihat waktu kita masih kecil mereka
sudah meninggal semua kita lagi menuju
ke situ mau enggak mau dan kita juga
akan melalui proses yang sama anak kita
membesar punya cucu terus begitu pindah
ke tahapan yang sama kita meninggal
Mereka lagi yang menggantikan kita terus
begitu sampai takdir Allah tentang hari
kiamat datang berarti kita sed menuju ke
liang lahad masing-masing sampai kapan
mau laleh ini sampai kapan kita mau
tunda salat sampai kapan kita enggak mau
puasa sampai kapan kita enggak mau zakat
Sampai Kapan Sampai kapan semua
pelanggaran agama yang masih dilakukan
padahal sebenarnya menjadi orang yang
baik itu prestasi sekali lagi dan tidak
usah terpengaruh dengan bisikan-bisikan
setan jin dan manusia nanti kalau begini
kamu begini misalnya ya nanti dikira
terlalu Alim nanti dikira begini nanti
dikira begitu Itu semua adalah perkataan
yang tidak perlu
diikuti ini pelajaran dari hadis nomor
33 dan kita masuk ke hadis nomor
34 dari Aisyah radhiallahu anha
annaha saalat rasulullahi Shallallahu
Alaihi
wasallamun faakbar
annahuanaaban yabatullahu taala Al Yasya
faalahullahu rahmatan Lil
mmininaisa Min abdin yak Funi fayamutu
Fi baladihiiran muhtasiban yalamu anahu
lausib Yamu anahuusibu illa ma
kataballahu lah illaana lahulu AJR
syahid
hadis ini juga riwayat
Bukhari bahwasanya Aisyah radhiallahu
anha bertanya kepada rasulullahi
Sallallahu Alaihi Wasallam tentang wabah
taun atau wabah penyakit pes ya maka
beliau menjawab Nabi Sallallahu Al
wasallam menjawab ia adalah azab atau
siksaan Allah yang dikirim oleh Allah
yang Maha Tinggi kepada orang-orang yang
dia
kehendaki tetapi Allah menjadikannya
sebagai rahmat bagi kaum Mukminin
di mana tidak ada seorang hamba yang
tinggal di daerah yang terjangkit W
wabah taun kemudian dia tinggal dia
tetap tinggal di negerinya dengan sabar
dan mengharap pahala serta mengetahui
bahwa tidak akan ada yang menimpanya
melainkan apa yang tah ditentukan oleh
Allah untuknya kecuali dia akan
mendapatkan seperti pahala orang yang
mati
syahid hadis ini memberikan pelajaran
kepada kita banyak sekali yang pertama
adalah tentang adanya penyakit
taun penyakit pes tadi ya ada yang
mengatakan juga ini kusta ya atau yang
sejenisnya biasanya Penyakit ini menular
sekali dan Memang agak menyiksa artinya
orangnya menjadi kurus kadang-kadang ada
bagian anggota tubuhnya yang ya jatuh ya
dan seterusnya ini penyakit yang memang
ee berat ya tetapi Penyakit ini memang
disebutkan dalam
hadis azab bagi orang-orang kafir dan
dia rahmat bagi orang
beriman dia rahmat bagi orang
beriman penyakit tha taun ini tentu ini
masih di pelajaran pertama ya tentang
adanya penyakit taun
penyakit tahun ini
eh sering terjadi
tiba-tiba kadang-kadang tanpa
sebab sebagaimana hadis Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam yang
berbunyi tidak akan terjadi kiamat
kecuali ada sekelompok umatku yang kena
penyakit taun g
kan dan itu terjadi pernah di zaman Umar
Bin Khattab radhiallahu Anhu banyak
sahabat yang kena ini
Tetapi dia rahmat bagi orang beriman
karena kalau dia sabar Dalam Hadis
disebutkan akan mendapatkan pahala orang
mati
syahid kemudian juga ada hadis Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi
kalau kalian mendengarkan ta
tawun ada di sebuah wilayah kota
Negeri maka janganlah kalian masuk di
dalamnya dan kalau kalian berada di
dalam
jangan kalian keluar
darinya Maksudnya di sini tununnya
supaya jangan menular ya kalau kita
dengar di sana ada penyakit itu jangan
masuk kalau kita sudah terlanjur di
dalam jangan
keluar pernah di zaman Umar Bin Khattab
radiahu Anhu Beliau pernah
jalan dengan beberapa orang sahabat dan
Muslimin umumnya kemudian mau masuk ke
satu
wilayah ternyata terdengar di wilayah
itu ada penyakit
taun lalu Umar berkata kepada para
sahabat yang masih hidup waktu
itu siapa yang punya berita tentang ini
dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam k
waktu itu Umar belum belum mengetahui
hadis ini Kemudian ada beberapa sahabat
yang mengatakan wahai Amirul Mukminin
Kenapa kita harus
lari masuk aja ada penyakit enggak ada
penyakit kita masuk saja kalau kena ya
sudah takdirnya Allah Kalau enggak kena
ya sudah takdirnya nya Allah seperti
itulah kata Umar Bin Khattab ini
pelajaran penting saya lari dari takdir
Allah ke takdir Allah yang
lain saya sekarang belum terjadi seperti
contoh kita mau keluar hujan lebat belum
keluar kita kan masih punya ikhtiar
boleh keluar boleh enggak ya
konsekuensinya ada sebelum terjadi beda
kalau sudah terjadi tadi kan ini belum
terjadi maka bahasa Umar ini maksudnya
adalah takdir ikhtiar ini sekarang kan
sudah pernah saya jelaskan ya masalah
takdir mutlak dan takdir
ikhtiar masa belum yakin belum Udah
biasa
ini
langganan takdir keputusan Allah ada
mutlak ada
ikhtiar kalau kita bahas masalah takdir
Allah keputusan Allah yang tercatat di
lauhil mahfuz di atas langit sana tidak
akan pernah berubah
takdir ini supaya memahami mudah
memahaminya ada takdir mutlak mutlak ini
artinya tidak ada campur tangan kita di
situ enggak ada sama sekali campur
tangan kita di situ seperti misalnya
paras wajah kita ya Ini mata kita
jumlahnya dua seperti ini alisnya begini
Berapa jumlah bulu matanya bulu alisnya
segala macam fungsi-fungsi anggota tubuh
semua ini ya itu mutlak Allah yang
tentuin kita enggak bisa milih itu Siapa
orang tua kita kita lahir ini Ibumu ini
ayahmu kita enggak bisa milih kemudian
fenomena alam ya pohon mangga daunnya
seperti itu buahnya seperti itu enggak
bisa diubah gitu kan kemudian juga
pergantian siang malam
musim-musim ya semuanya semua sistem
fenomena alam ini itu juga takdir mutlak
dan masuk dalamnya adalah
kematian mutlak kita mati di mana
Dalam keadaan apa kita enggak tahu
sampai kata nabi sahu wasallam kalau
seandainya Allah ingin seorang hamba
meninggal di sebuah tempat Allah akan
buat dia punya hajat di tempat
itu kalau Allah mau kita mati di Amerika
Sebelum meninggal Kita akan punya hajat
penting ke sana kita akan ke sana lalu
mati di sana itu mutlak kita bukan
campur tangan enggak ada urusannya kita
di
situ yang kedua takdir Allah juga
ditentukan mahfuz tapi ini ikhtiar
sesuai dengan ikhtiar hamba itu Allah
yang ciptakan semuanya gitu kan tapi
misalnya ikhtiar kita kayak makan minum
ya menikah berteman ya itu kan ikhtiar
kita ya Sekarang semua kita
masing-masing tadi sebelum hadir sini
milih baju masing-masing kan saya pilih
baju ini ee teman-teman di sini memilih
bajunya masing-masing itu kan ikhtiar
tadi Mungkin ada yang hararapan Apa ada
yang nasi goreng ada yang telur ada yang
susu ada yang kopi ada yang teh ikhtiar
dia perilaku
sehari-hari ya yang kita lakukan makan
minum pakaian berteman menikah ya
berbisnis memilih jurusan kuliah semua
kan ikhtiar kita nah ini juga takdirnya
Allah Tetapi Allah mencatatnya di lauhil
mahfuz sesuai dengan keluasan ilmunya
Allah kalau Si fulan-fululan ini semua
akan memilih perbuatan itu selama dia
hidup seperti misal kita hadir dalam
majelis ini Ini sebenarnya sudah dicatat
di lohil Mahfud pada hari ini akan ada
majelis di sini yang hadir Fulan Fulan
Fulan
Fulan Tapi itu bukan sebuah paksaan dari
Allah enggak Allah sudah tahu bahwasanya
mereka akan pilih perbuatan itu kita ini
semua akan milih hari ini ke
sini Tapi sebelum kita lahir Allah sudah
tahu itu
sampai kita mati ini semua Allah sudah
tahu apa yang kita
lakukan kalau ditanya Apakah Allah
sekarang sudah tahu siapa penghuni surga
neraka jawabannya
Iya tapi Allah bukan memaksakan dia
masuk neraka enggak Allah menentukan
takdir dia yang bersifat
perilaku-perilaku dia
sehari-hari sesuai dengan pilihan dia
masing-masing makanya Allah subhanahu wa
taala berfirman dalam alquranillah
Siapa yang mau beriman silakan Siapa
yang mau kafir
silakan Allah enggak paksa dia boleh
milih tapi ada konsekuensi beriman masuk
surga kafir masuk neraka sudah
diturunkan peringatan peringatan dalam
Wahyu itu ikhtiar dia kan Gu Jadi semua
sekali lagi keputusan Allah mutlak ya
Semua ini adalah takdir Allah karena
Allah yang ciptakan kita dan
perilaku-perilaku kita tapi Allah
membedak menjelaskan ini baik ini buruk
zina buruk nikah baik gitu lah Allah
jelasin mana makanan halal mana makanan
haram dijelasin semua mana pergaulan
boleh mana pergaulan tidak boleh dipandu
semuanya gitu
kan jadi di sini ikhtiar-ikhtiar kita
adalah pilihan kita sendiri termasuk
masalah menikah itu ya Jadi kalau
misalnya ada si A si B si C saya pilih
nikah sama si B Itu kan ikhtiar saya
Allah subhanahu wa taala memudahkan
saja kita tinggal mengikuti panduan Oh
ternyata si A si B si C ini si A si B
ini yang paling Saleh atau yang paling
Salehah maka saya memilih dia itu
panduan dari Allah itu bisa tapi kalau
dia ikhtiarnya enggak deh saya enggak
mau Enggak penting masalah salehnya yang
penting adalah kaynya yang penting
adalah ininya ya ikhtiar
dia makanya dalam surah alanfal Allah
berfirman aubillah minasyaitanirimq ah
Bul
Ilma ini Kalau tidak salah di ayat
terakhir
ya Dan Allah telah meliputi segala
sesuatu dengan keluasan
ilmunya Maksudnya di situ adalah masalah
ini
ya masalah Allah subhanahu wa taala
sudah mengetahui semuanya makanya dalam
hadis yang lain dikatakan awal yang
Allah ciptakan pena kemudian Allah
katakan Tulislah semua takdir dari awal
sampai akhir
semua
tercatat jadi perkataan Umar Bin Khattab
tadi mengatakan saya lari dari takdir
Allah ke takdir Allah yang lain
maksudnya
ikhtiarnya kan saya masih punya ikhtiar
ini penyakit nih enggak boleh saya
bilang enggak apa-apa deh saya jerumusin
sana kena kena enggak enggak enggak bisa
karena itu ikhtiar kita kan gitu beda
kalau memang sudah lahir jenis kelam n
laki-laki atau perempuan Ya sudah mutlak
itu Allah sudah pilihin selesai seperti
itulah maka pada saat itu ada beberapa
sahabat yang tidak sepaham dengan Umar
Bin Khattab mereka masuk dan mereka kena
penyakit taun
itu kemudian pada saat sebagian sahabat
sempat masuk ke wilayah itu Ada orang
datang dari belakang
kafilah datang mengatakan kepada Umar ya
Amirul Mukminin Saya punya informasi
dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
tapi beberapa orang sudah masuk ke
dalam kata Umar Sampaikanlah Dia bilang
saya mendengarkan Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda kalau kalian
dengar taun di sebuah lokasi janganlah
kalian masuk ke dalamnya dan kalau
kalian ada di dalam jangan kalian keluar
kata Umar Alhamdulillah yang telah
memandu saya pada kebenaran ya dia punya
ikhtiar dia punya ikhtiar apalagi
sebelum kita mengambil sebuah keputusan
kita istikharahkan itu pasti ada
petunjuk dari Allah misal kita mau nikah
sama seseorang meang kita istikharah
pasti ada jawaban dari Allah jawabannya
misal kita dapatkan informasi buruk
tentang dia atau dia melakukan satu
perbuatan yang aneh ya yang memang
melanggar agama Ya itu sudah peringatan
dari Allah karena enggak
mungkin Allah subhanahu wa taala tanda
kutip ini ya menurunkan tangan dari
langit memberhentikan kita dari satu
kesalahan atau menyuruh kita berbuat
kebaikan Allah dengan Kem murahnya
menurunkan kitab suci Alqur'an mengutus
Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi
Wasallam inilah sunahnya panduan semua
sudah ada supaya satu panduan semuanya
silakan ikuti
gitu jadi sudah jelas
semuanya ini pelajaran kita yang pertama
dari hadis tentang adanya penyakit taun
dan bagaimana kalau dia ada di satu
lokasi kita enggak boleh ke sana Dan
kalau kita sudah terlanjur kena wabah
itu atau ada di lokasi situ tidak boleh
keluar pelajaran yang kedua
adalah pahala yang besar bagi orang yang
terkena taun dan dia sabar
yaitu pahala
Syahid ya makanya dalam sebuah hadis
yang lain disebutkan orang yang mati
membela agama Allah mendingikan kalimat
laallah mati syahid maksudnya perang
orang yang mati kebakaran Syahid orang
yang kena penyak
Syahid ya kemudian orang yang tenggelam
Syahid orang yang terjungkal dari
kendaraannya tunggangannya Syahid wanita
yang meninggal masa melahirkan Syahid
orang yang meninggal meninggal membela
kehormatannya hartanya ada perampok yang
datang
Syahid jel atau ada
orangbunuh ada
orang bunuh maka juga Syahid ya atau
tidak orang tidak tahu seperti misalnya
ada sahabat nabi namanya hudzaifah bin
Yaman rad radhiallahu anhuma hudzaifah
sahabat Ali Yaman ayahnya juga sahabat
Ali Yaman sama hudzaifah dua-duanya
hadir di Perang Uhud tapi alyaman ini
karena sudah tua dia enggak ikut perang
awalnya jadi sahabat tahunya alyaman
lagi nunggu di benteng di Madinah gitu
kan Tapi alyaman bilang sama ada
temannya sama-sama orang tua
berapa sisa umur kita sekarang dia
bilang sama temannya enggak ada lagi
kecuali tinggal hitungan hari ini sudah
tua dua-duanya Kenapa kita tinggal di
sini Mereka sekarang di medan perang ini
tinggal tunggu dibunuh musuh mati syahid
ayo kita keluar kata si alyaman sama ada
satu sahabatnya dia gitu kan orang tua
jadi pasukan muslimin tidak tahu kalau
alyaman nanti hadir di medan perang maka
alyaman ini pun pakai baju perang
kemudian dia masuk ke kanc peperangan
waktu masuk di kancai peperangan karena
datang dari luar Kanca peperangan orang
Islam pikir ini orang kafir yang
menyerang maka dibunuh oleh pasukan
muslimin hudzaifah sempat bilang ayahku
haai muslimin tapi orang enggak dengar
karena dikancam peperangan lagi
berkecamuk karena tadinya kan di pasukan
mereka saling kenal siapa yang keluar
ini orang dan zaman dulu orang pakai
besi semua tinggal matanya aja orang
enggak kenal siapa orang ini gitu Mak
mak terbunuhlah alyaman tapi Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam menghitung
dia mati
syahid walaupun terbunuh di tangan
muslimin Karena dia sudah niat keluar
berperang terbunuh secara salah di sini
ya orang tidak sengaja dan yang
membunuhnya juga tidak berdosa tetapi
tetap Nabi Sallallahu alhi wasallam
membayar diahnya dan waktu hudaifah
menerima dia- dia itu seperti tebusan ya
kalau ada orang membunuh orang lain maka
walaupun sengaja tidak sengaja dia harus
membayar semacam ee nilai tertentu dari
kepada keluarganya orang itu ya tentu
ini berbeda-beda
keputusannya eh tergantung pemerintah
setempat menetapkan berapa itu ya kalau
gak salah di Saudi itu kalau orang
membunuh dinya 100.000 riyal sekarang
sekitar 350 juta 360 juta yang harus
dibayar kepada kerabat orang yang EE
dibunuh tadi ya maka Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam pun memberikan diahnya
narena ini adalah terbunuh secara salah
pemerintah yang bayar Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bayar kepada hudaifah
hudaifah
sodekahkan tapi di sini saksi bahasan
Kita sebenarnya adalah alyaman pun mati
syahid sementara yang terbunuh di tangan
muslimin cuma memang tidak diketahui dan
sudah dikancam
Peperangan Dan ini Fadilah yang sangat
besar tentu orang mati syahid adalah
fadilahnya besar masuk surga tanpa hisab
enggak ada lagi fitnah kuburan ya enggak
ada lag timbangan Amal hari kiamat
tinggal khilaf di antara ulama Apakah
semua orang mati syahid hukumnya sama
dengan orang mati syahid di Kanca
peperangan artinya bisa memberikan
syafaat 70 keluarganya karena ada hadis
yang berbunyi orang yang mati di jalan
Allah berperang dia bisa memberikan
syafaat 70 keluarganya dia bisa tunjuk
Fulan kamu kamu kamu ikut saya gitu
selama memang keluarganya atau
kenalannya itu mati dalam keadaan Islam
Walaupun ada banyak
dosanya kuasa Allah itu
makanya para Sahabat saling mewasiatkan
satu sama yang lain kalau mereka mau
pergi berperang J misalnya dia jalan
sama sahabatnya dia mengatakan kalau
saya mati duluan Semoga saya mati syahid
Dia bilang saya akan berikan satu
syafaat saya kepada kamu nanti kamu akan
ikut sama saya ke surga tapi kalau kau
mati duluan jangan lupakan syafaatmu
untukku saling mewasiatkan mereka karena
ini sebuah jaminan Nah tinggal khilaf di
antara ulama Apakah semua orang mati
syahid mendapat bisa memberikan 70
syafaat Kel anya pendapat yang paling
kuat mengatakan tidak kecuali orang yang
mati di medan perang artinya orang yang
meninggal kena penyakit taun orang yang
meninggal karena tenggelam tadi atau
kebakaran yang lain ini itu dapat dapat
kedudukan di surga apapun yang
dijanjikan untuk orang mati syahid tapi
dia tidak bisa memberikan 70 syafaat
keluarganya karena 70 keluarga ini
hadisnya dikhususkan untuk orang yang
mati di medan perang
mati di medan
perang Tentu juga ada cara untuk
mendapatkan pahala Syahid ini walaupun
misalnya seseorang di antara kita tidak
ikut berperang tidak meninggal dalam
punya penyakit taun tidak karena
terjungkal dari tunggangan atau tabrakan
tidak karena kebakaran atau tenggelam
atau seterusnya atau melahirkan misalnya
kalau perempuan dengan cara kita niatkan
dengan ikhlas dalam hati supaya kalau
mati mati syahid
sebagaimana hadis nabi sallallahu alhi
wasallam yang sahih berbunyi manabahad
bidqagahahiluhada W Fir Siapa yang
memohon dengan tulus dalam hatinya untuk
mati syahid maka Allah akan berikan dia
kedudukan orang mati syahid di surga
Walaupun dia mati di atas
seranjangnya jadi harus menjadi target
dan selalu berdoa kepada Allah agar
Allah tutup hidup kita dengan mati
syahid karena pasti orang akan mati kan
cuma mati terbaik adalah Syahid dan saya
sudah pernah Jelaskan orang kalau mati
tidak ada lagi hubungannya dia dengan
apa yang sedang orang yang sedang hidup
di antara kita melihat apa yang terjadi
misal ada orang tabrakan kepalanya
hancur ada orang tenggelam di lautan
dimakan ikan badannya enggak ditemukan
sedikit pun potongan tubuhnya atau
meledak di pesawat enggak ditemukan
potongan badannya semua ini mungkin bagi
kita yang masih hidup seram ya tapi bagi
dia dia sudah tidak rasa itu lagi karena
orang yang mati semuanya merasakan satu
saja Apa itu sakaratil maut cuma itu
proses malaikat mencabut ruhnya Kalau
dia orang beriman maka akan mudah Kalau
dia orang fasik atau kafir akan sulit
itu saja poinnya jadi orang yang
ditabrak kereta api Enggak lagi bilang
aduh kepala saya sakit enggak ada
lagi atau orang yang ditusuk sama musuh
Oh iya Perut saya sakit ditusah dia udah
enggak rasa itu lagi gitu kan dia cuma
tahu malaikat dia cabut butruhnya
selesai urusan dia sama
itu masalah fisiknya nanti diapakan sama
musuh mau dibakar mau diapa enggak ada
urusan jadi kita jangan tertipu dengan
apa yang terlihat sehingga banyak orang
khawatir mati syahid gara-gara fenomena
yang terjadi kar sebenarnya tidak ada
hubungannya sama sekali ya inilah yang
membuat para sahabat benar-benar berani
dalam kanc peperangan karena mereka
Paham masalah ini mereka Paham masalah
ini seorang sahabat yang mulia namanya
Anas radhiallahu anhu
tidak sempat hadir di kanc peperangan
Badar karena Perang Badar tadinya bukan
niatnya untuk perang niatnya untuk
Menghadang kafilah
Quraisy kafilah dagangnya Quraisy mau
dihadang mau dikembalikan mau diambil
mau dikembalikan kepada para
sahabat yang Muhajir dari Mekah
orang-orang Hajir dari Mekah untuk
dikembalikan hak-haknya diambil oleh
orang Quraisy di Mekah yang jelas pada
saat itu keluarnya pilihan bukan
kewajiban ada seorang sahabat namanya
Anas radhiallahu Anhu Anas IBN nadar ya
seorang sahabat yang mulia dia merasa
menyesal karena waktu pulang Nabi
Sallallahu alaii wasallam dari Perang
Badar dengan 314 orang 314 orang ini 313
orang 314 sama Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam pulang dari Badar membawa
kemenangan dan tokoh-tokoh Quraisy
banyak yang mati maka kata Anas kalau
seandainya setelah hari ini ada
peperangan lagi Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dengan dengan Quraisy Saya akan
membuktikan kepada Allah kalau saya
memang ingin mati syahid maka terjadilah
1 tahun kemudian perang Badr tahun 2
Hijriah Perang Uhud tahun 3 Hijriah di
Perang Uhud pasukan muslimin sempat
Terpukul dan banyak jadi korban kurang
lebih 70 orang mati gitu kan pada saat
itu tersebar berita di Kanca uhud kalau
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terbunuh
karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
sempat jatuh dalam sebuah lubang
kemudian ada seorang yang bernama Ibnu
kamiah memukul pundak Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam dengan pedang ke kanan
dan ke kiri sampai kata Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam Saya merasakan
sakitnya selama sebulan ya karena luar
biasa kerasnya pukulan tersebut Lalu
tersebar berita kalau Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam telah mati terbunuh para
sahabat kendor semuanya pada saat itu
sampai Umar Bin Khattab pun radhiallahu
anhum ajmain yang terkenal dengan
kekuatan imannya mengatakan saya waktu
dengar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mati terbunuh maka saya pun terduduk di
kancai peperangan dan melepaskan pedang
saya sudah pasrah aja deh sudah nabi
mati masih baru pertama hijrah ke
Madinah gitu kan Ini isu saja sebenarnya
maka kata Umar Bin Khattab saya pun
dengan beberapa sahabat duduk terduduk
kita sudah kayak putus asa gitu artinya
tanda kutip di sini ya merasa sedih
lewatlah Anas IBN nadar menuju ke arah
musuh musuh jumlahnya 2000 orang sekian
Anas Ibin naran lewat sendirian Umar
tanya dengan dia picu kudahanya kata
Umar Hai Anas mau ke mana kamu Anas
berhenti ditariktarik kudanya lalu dia
bilang ke musuh Loh kok bisa dia bilang
iya saya mencium bau surga di sana
tinggal maju dibunuh oleh Musa masuk
surga kata Umar tapi kan Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam sudah mati
kata Umar Bin Khattab Anas bin nadar
mengucapkan kalimat yang membangkitkan
semangat kami kembali dia mengatakan
kalau memang Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam mati di di di medan
perang ini maka berdirilah mati
bersamanya kata Umar tidak pernah
terlintas sebelumnya kalimat itu maka
kami pun jadi semangat kembali dan kami
berusaha mengikuti Anas dan kami tidak
mampu mengikutinya sampai pada saat
selesai perang tidak ditemukan sedikit
pun potongan tubuhnya Anas kecuali
jarinya ada potongan jarinya badannya ke
mana-mana sabit-sabit oleh musuh gitu
kan sampai ditemukan potongan jarinya
yang ditahu oleh adik perempuannya
tapi apa yang membuat dia berani sampai
badannya tercap pun seperti itu karena
dia paham kalau sudah proses kematian
mau di rumah mau di Kanca peperangan mau
bagaimanapun keadaannya ya atau sebab
terjadinya kematian tersebut tidak ada
hubungannya dengan roh yang sedang
keluar bisa ditangkap pesannya ya Ya
jadi itu yang penting karena banyak
orang takut mati itu sementara dia
sebuah pintu yang menuju kepada
kehidupan Abadi ya
dan di situ dijanjikan pahala yang besar
karena ketidakpahaman saja tadi kalau
dia paham ternyata kondisi fisiknya
tidak ada hubungannya dengan proses
kematiannya maka tidak ada masalah buat
dia seperti itulah
memahaminya baik ini bahasan kita
Insyaallah
eh saya lanjutkan dengan poin t hadis
nomor 35 sekalian satu
lagi dari Anas radhiallahu Anhu Beliau
berkata saya mendengar Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda
Innallaha Azza wajall qal
Sesungguhnya Allah kata Rasulullah kata
Rasulullah kata Anas bin Malik R berkata
saya mendengarkan Rasulullah sahu wasam
bersabda Sesungguhnya Allah yang Maha
Tinggi berfirman jika aku menguji
hambaku dengan dua yang
dicintainya kemudian dia bersabar maka
aku akan mengganti keduanya itu
mengganti
keduanya itu untuknya dengan Sur
maksud beliau dua yang dicintai adalah
kedua matanya hadis riwayat
Bukhari hadis ini memberikan pelajaran
kepada kita tentang pentingnya sabar ini
juga poin pertama ya pentingnya sabar
dalam setiap cobaan Apun itu sifatnya
bahkan Sebagian ulama Salaf menganggap
perlunya sabar bila lagi jalan kesentuh
kakinya dengan
batu perlunya sabar pada saat mau keluar
ternyata cuaca gelap perlunya sabar pada
saat mungkin membeli baju baru ternyata
robek perlunya sabar pada saat mau makan
dan sabar karena makanan belum siap dari
hal yang kecil sampai kepada hal yang
besar dan tidak mungkin orang sabar pada
hal yang besar sebelum melatih dirinya
terbiasa sabar pada hal yang kecil itu
penting sabar kita lagi Bear rumah olang
sabar belum dibukain Ya sudah sampai
kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
kalau kalian sedang mengunjungi rumah
saudara kalian muslim ya ketuklah tiga
kali setelah tiga kali Pulanglah
mungkin saudaranya tidak mau
diganggu adabnya ada ada orang
Masyaallah Bear rumahnya orang 10 kali
kali Padahal Belnya sudah besar
gembrang-gembrang
pintunya itu bukan penasaran salah
enggak boleh
jadi sabar sabar yang besar dengan
kematian dengan hilangnya anggota tubuh
ya ini akan bisa dilalui kalau kita
sudah mulai sabar dengan hal-hal yang
kecil karena hadis kita ini menyebutkan
tentang salah satu anggota tubuh yang
hilang butanya mata
Ya kalau orang buta matanya tiba-tiba
kemudian dia sabar maka balasannya
surga jadi semua orang yang buta itu
asal ikhlas maka mereka dapat pahala
mereka dapat surga ada jaminan
surga tentu yang kedua pelajarannya
adalah jaminan surga bagi orang yang
buta kalau yang bertanya Bagaimana
dengan tuli Bagaimana dengan bisu ya
mungkin semoga saja masuk dalam hadis
ini tapi disebutkan
mata karena
ada masalah berat bagi seseorang kalau
matanya bermasalah
Jadi kalau dia buta walaupun
pendengarannya tajam
walaupun bisa berbicara tidak bisu
fisiknya sempurna tetap susah tapi kalau
matanya melihat walaupun yang lain
terganggu tetap lebih ringan makanya
mata di sini disebutkan Sebagian ulama
mengatakan bisa masuk dalam semua cobaan
Apun yang sifatnya fisik kita terganggu
kalau sabar misalnya pincang kaki harus
diamputasi apalah segala macam ya Maka
kalau dia sabar tetap akan mendapatkan
pahala Insyaallah cuma kalau mata ini
secara khusus disebutkan
mendapatkan surga wallahuam
eh kita tutup dengan berdoa kepada Allah
Subhan taah semoga majelis kita
diberkahi olehnya dan dijadikan sebagai
tambahan amal kita pada hari kiamat dan
Semoga semua dosa yang pernah kita
kerjakan tidak terkecuali diganti dengan
kemahaurahan Allah menjadi pahala dan
Semoga Indonesia menjadi negara yang
aman tentram damai seluruh umat Islam
berada di bawah nauan ukhuwah islamiah
ibadah mereka kembali kepada wahyu
Alquran dan sunah serta semua wilayah
Indonesia diberikan pemimpin muslim yang
adil yang kembali kepada al-quran dan
sunah serta Semoga Indonesia menjadi
contoh bagi negara-negara yang lain Dan
kita selalu mendoakan saudara kita di
Palestin di Syria di Yaman di irakq di
Myanmar di Ahsa di mana pun mereka
berada sedang tertindas Semoga Allah
ikhlaskan niat mereka terima para
syuhada mereka muliakan Islam di tangan
mereka dan tangan kita semua dan semoga
allahtis pasihkan kita bersama mereka di
pahala baik dengan doa dengan harta juga
dengan jiwa kita dan semoga Allah
menyatukan kita di surga firdausnya
tanpa hisab mana S kita di majelis ilmu
yang mulia ini P di Allah kepada saudara
saya mohon dimaafkan subhanakallahum W
biihamdika Ashadu alla ilaha illa anta
astagfiruka wa atubu ilai
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam