Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-17: Sa'ad bin Mu'adz
r1tJyowMp8A • 2017-08-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah selalu kita panjatkan puja dan puji kita ke hadirat Allah Subhanahu wa taala. Zat yang maha kuat, maha perkasa, maha adil yang telah menciptakan semua yang di langit, semua yang di bumi, semua yang di kedalaman lautan terjangkau atau tidak terjangkau oleh mata manusia. Karena memang kata rahasianya adalah lailahaillallah la ma'buda bihaqqin illallah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah di langit dan di bumi kecuali Allah. Dan zat yang maha tinggi dan maha pemurah ini telah menggantungkan segala kebutuhan kita dengan memuji namanya. Alhamdulillah. Maka sangat wajar kalau kita selalu memanjatkan puji syukur ini kepad-Nya. Dan kita panjatkan selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi ali wasahbihi wasallam. Manusia terbaik yang telah dipilih oleh sang pencipta Allah. Dan sang pencipta Allah bersama malaikatnya juga mengucapkan salam hormat kepada beliau serta telah ditutup risalah kenabian dan kerasulan dan membaca selawat untuk beliau dijadikan ibadah oleh sang pencipta. Seperti biasa teman-teman sekalian sebulan sekali semoga Allah berkahi. Dan di Sabtu kedua ini kita membahas lanjutan serial sahabat dan kita masuk pada sore hari ini menjelang magrib insyaallah. Sahabat yang mulia Sa'ad bin Muad radhiallahu anhu. Kita akan memulai bahasan kita ini dengan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat Saad bin Muad radhiallahu anhu meninggal dunia. Kata beliau pada saat melihat jenazahnya, "Hzalladzi taharakahul arsya wihat lahu abwabusamaahidahu alfam minal malaikah. Hadis sahih. Inilah laki-laki yang arsy Allah bergoncang karena kematiannya. Pintu-pintu langit dibuka untuknya dan 70.000 malaikat hadir atau menghadiri jenazahnya. Sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ini sudah cukup memberikan gambaran kepada kita tentang siapa figur yang akan kita bahas. Belum pernah ada satuun di kalangan sahabat ridwanullahi alaihim yang memiliki kelebihan seperti ini. Pada saat meninggal, arsynya Allah bergoncang dan juga seluruh pintu langit dibuka untuknya serta dihadiri jenazahnya dengan 70.000 malaikat. Dan akan kita sebutkan nanti pada masa pada pada saat membahas kematiannya radhiallahu anhu. Gimana para sahabat merasa jenazahnya sangat ringan. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bagaimana tidak sementara para malaikat berlumba-lumba memikul jenazahnya radhiallahu anhum." Dari sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ini, Teman-teman sekalian, kita seperti apa yang diucapkan oleh penulis sebenarnya di sini. Dia mengatakan, "Betul-betul kita membahas sebuah atau seseorang yang tidak tidak bisa lagi pena menulis tentang sejarahnya, tidak bisa lagi kata-kata mengukir sejarah hidupnya. Manusia yang luar biasa. Arsynya Allah bisa bergoncang dengan kematiannya." Sesuatu yang luar biasa. Kalimat ini bobotnya sangat berat kalau dalam bahasa Arab. Ya, mungkin karena kita tidak terbiasa di Indonesia menggunakan bahasa-bahasa seperti ini sehingga kita tidak terlalu menganggapnya punya bobot. Tapi bagi orang Arab, ada beberapa kalimat yang punya bobot tinggi. Seperti dibahasakan misalnya wa anta anta, sementara kamu itu adalah kamu. Maksudnya kamu ini siapa? Orang yang punya kelebihan yang sangat banyak. Mungkin dalam bahasa Indonesia tidak dipakai. Tapi kalau orang Arab mengatakan pada temannya seperti ini, berarti temannya itu luar biasa. Sama juga dengan kalimat-kalimat seperti ini. Kalimat yang sangat tinggi sekali. Waktu dia meninggal, arsynya Allah tergoncang, pintu-pintu langit dibuka. Kemudian juga dihadiri oleh 70.000 malaikat. jenazahnya. Belum lagi nanti akan banyak sekali yang kita sebutkan kelebihan-kelebihan radhiallahu anhu di mana kuburan tidak menjepit tubuhnya dan juga sapu tangannya lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya nanti di surga. Baik, kita akan mulai teman-teman sekalian dengan sahabat yang mulia Sa'ad bin Muadz yang berasal dari suku Aus di Madinah dan beliau adalah kepala suku Aus. Kepala suku Aus. Dan Aisyah radhiallahu anha memuji mengatakan salatun min banil as'al. Asy'al adalah istilah bagi suku Aus dan Khazraj atau lebih dekat suku Aus sendiri. Karena yang kita sering baca dalam Al-Qur'an, Muhajirin wal Anshar. Kalimat Muhajirin adalah istilah bagi sahabat yang hijir dari Makkah dan Ansar adalah yang bermukim di Madinah. Ini Anshar punya dua suku induk Aus dan Khazraj. Aus terkenal dengan keberaniannya dalam peperangan. Khazraj terkenal dengan pertaniannya ee kehebatan mereka dalam mengelola perkebunan kurma dan seterusnya. Tapi yang jelas beliau ini adalah kepala suku Aus. Kata Aisyah radha anha, "Tiga orang dari suku Aus ini la ahadan afdola minhum." Tidak ada orang yang mengalahkan mereka. Tentu informasi dari Aisyah anha ini adalah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena Aisyah menyampaikan kepada umat tentang apa yang Nabi sampaikan kepada beliau dan beliau sampaikan kepada kita tentang kedudukan tiga orang ini. Sa'ad ibin Muad yang paling pertama Sa'ad ibn Muad yang kedua wa Usaid ibn Hudhair dan Usayid bin Hudhair wa Abbad ibn Bir. Dan Abbad ibin Bir. Dan ini bagi teman-teman yang pegang buku ada di halaman 134. Juga Ibnu Qayyim mengatakan, "Fil ansari Sa'ad bin Muad bimanzilati Abu Bakar Siddiq fil Muhajirin." Di kalangan ansar di Madinah ada orang yang bernama Sa'ad bin Muad. Kedudukannya sama dengan Abu Bakar Assiddiq dari kalangan Muhajirin. Sabbanasu lahu sabbunasu lahu la yadurru jihaduh. Semua cacian orang terhadapnya tidak akan berpengaruh dan mengubah jihadnya di jalan Allah. La yadur jihadu fibilillah wasyahadatu fi akhir hayatihi. Dan juga mati syahid di akhir hidupnya. Muqadam maqdamullahi waasulih fauq rid makhluk. Dan selalu mendahulukan Allah dan rasulnya di atas rid makhluk-makhluk. Hakama bihukmillahi minuqi sabwat. Dan dialah satu-satunya hamba Allah yang telah berhukum. Maksudnya dari kalangan selain nabi-nabi yang telah berhukum sebuah hukum yang tepat seperti hukumnya Allah dari latas tujuh atau di atas tujuh lapis langit. W Jibril nazala liyukbir mautihi. Dan begitu pula Jibril turun untuk memberitahukan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang kematiannya. Walid tahall lahul arsy. Dan karena itulah arsynya Allah bergoncang karenanya. Teman-teman sekalian, Saad bin Muad memiliki banyak sekali peran. Tapi kita akan mulai dengan masuk Islamnya. Pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam mengutus Mus'ab ibn Umir radhiallahu anhu, sebagaimana sudah kita pernah bahas panjang lebar kisah Musab radhiallahu anhu, salah satu dai Nabi sallallahu alaihi wasallam ke Madinah dan juga pemimpin pemegang panji di perang Uhud yang terbunuh mati syahid. Beliau sama Hamzah radhiallahu anhu ajmain adalah manusia yang termuliakan di perang Uhud. Pada saat lagi datang ke sana ee Muad bin Jabar radhallahu anhu, lalu beliau berdakwah dan termasuk yang beliau sudah dakwah adalah Saad ibn As'ad ibn eh maaf Sa'ad ibn Zurarah ya atau As'ad ibn Zurarah tepatnya As'ad ibn Zurarah radhiallahu anhu. Asad bin Zurarah ini sepupunya Sa'ad ibin Muad. Asad Ibn Zurarah ini asal teman-teman tahu beliaulah orang yang pertama setelah masuk Islam mendirikan Jumat pertama di Madinah dan beliau mendirikan Jumat pertama di rumahnya karena belum ada masjid. Nabi sallallahu alaihi wasallam masih di Makkah dan pada saat itu berkumpul 40 orang di rumahnya bersama beliau lalu beliau mendirikan salat dan dari situ ulama mengeluarkan sebuah hukum syar'i. Kalau belum ada masjid kemudian ada orang mau mewakafkan rumahnya jadi masjid maka bisa jadi masjid tiba-tiba gitu kan. Karena memang dia boleh mewakafkannya. Seperti kita punya sebuah masjid sudah tidak rumah sudah tidak dihuni lalu kita mengatakan ini jadi masjid aja diniatkan begitu karena Allah lalu dijadikan sebagai tempat salat lima waktu dikumandankan azan maka menjadi hukum masjid. Walaupun dari awal belum diganti menjadi masjid karena terambil atau salah satunya hukumnya diambil dari perilaku Asad Ibnu Zurar radhiallahu anhu. Asad ini masuk Islam di tangan Musab bin ibn Umair. Kemudian dia mendirikan Jumat pertama 40 orang. Tetapi yang perlu digaris bawahi ee ulama meluruskan tentang pemahaman sebagian orang mengatakan kalau Jumat syaratnya harus 40 orang. Karena Asad bin Zurarah melakukannya 40 orang. Padahal ulama hadis membahas mengatakan 40 orang itu karena pada saat itu memang cuma 40 orang yang ikut Jumat ya. Sementara pendapat yang kuat Jumat itu bisa dilakukan walaupun bersama dua orang saja hukum salat berjamaah. Tentu ini pendapat ya. Ini pendapat di antara ulama. Kalau ada yang mengatakan memang tetap berpegang pada 40 orang itu adalah hak mereka gitu kan. Tetapi di sini kita menyampaikan khilaf di antara para ulama. Baik. Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Asad bin Zurarah membawa Musa bin Umir ke kampung Bani Abdil As'al atau suku Aus tadi dan juga kampung Bani Zafar. Ya, Saad bin Muad adalah sepupu As'ad ibn Zurarah. Kemudian As'ad pun mengajak Mus'ab masuk ke dalam kebungkun milik Bani Zafar. Kemudian di sana ada sebuah sumur namanya Marak. Terjadilah dialog antara Musab ibn Umair radhiallahu anhu dai Nabi sallallahu alaihi wasallam yang didampingi oleh Asad ibn Zurarah dengan orang-orang suku Asy'al ini. Enggak lama kemudian cukup banyak sekali di antara mereka yang tertarik dengan dakwah Mus'ab. Musa menyampaikan agar mereka tidak menyekutukan Allah, memperkenalkan siapa itu Allah. Bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sudah jelas disebutkan dalam Taurat dan Injil. Ciri-cirinya seperti ini. Dan dia akan ee dia telah membawa kebenaran. Inilah ajarannya. Waktu itu ada dua suku kepimpinan suku Asy'al atau Aus Asad eh Sa'ad ibn Muad yang akan jadi tokoh kita ini dengan Usaid bin Khudhair. Sa'ad bin Muad berkata kepada Usaid, "Wahai Usaid, karena Usaid wakilnya, wahai Usaid, sungguh celaka kita kalau kita membiarkan orang itu," Maksudnya Musa bin Umair datang lalu mempengaruhi suku kita kepada ajaran agama yang baru yang kita belum tahu sama sekali. Pergilah dan hardiklah keduanya. Berhentikan. Si Musa bin Umair dan sepupu saya sendiri yang bernama Asad bin Zurara. Kalau bukan karena saya punya hubungan kerabat dengan As'ad, maka saya otomatis akan menghukumnya langsung. Maka Usai bin Khudir pun mengambil tomb tombak kecilnya. Kemudian dia pun datang ke sana. Begitu masuk ke dalam ke sumur tadi, sumur marak itu. Di sekitar situ mereka duduk dan Musab lagi menyampaikan tentang agama Allah yang dibawa oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka berkatalah eh Usai dari jauh, "Wahai kalian," ditunjuklah kepada Musab dan As'ad. Apakah kalian tidak takut dan tidak malu membawa ajaran yang tidak jelas kepada kami kemudian mengajak kaum kami tanpa izin kami? Kalau kalian tidak berhenti, maka saya akan menghukum kalian. Maksudnya dia akan membunuh Musab dan As'ad. Maka kata As'ad bin Zurarah, bisik pada Mus'ab, "Hai Mus'ab, ini salah satu pimpinan suku Asy'al, suku Aus nih. Kalau dia bisa terpengaruh denganmu, maka di belakangnya banyak sukunya." Kata Mus'ab. Dan ini pelajaran nanti kita akan ambil dalam pelajaran-pelajaran kita bagaimana dai itu sangat hikmah, hakim ya, bijaksana dalam menyampaikan dakwah dan sabar serta dia tidak tergesa-gesa. Maka dia mengatakan Musa mengatakan kepada Usaid, "Wahai Usaid, bagaimana kalau seandainya kau duduk dulu dengar apa yang saya sampaikan? Kalau yang saya sampaikan menarik buat kamu, maka ambillah kena kebenaran sebuah informasi. Tapi kalau seandainya saya sampaikan sesuatu yang buruk menurut kamu, ya sudah kamu bisa tolak. dan saya pun akan berhenti, tidak akan tinggal di kota ini. Maka kata Usaid, pilihan yang bijaksana. Baiklah. Ditancapkan tombaknya. Kemudian dia duduk sambil mendengar. Baru mendengar beberapa saat, kata As'ad bin Zurarah, "Demi Allah, kami melihat cahaya Islam di wajahnya." Karena dia sangat tenang, dia mendengarkan, dia khusyuk. Seperti orang di majelis ilmu kadang-kadang memang kelihatan orang yang mau mengambil ilmu, dia konsentrasi, dia enggak tidur, dia enggak sibuk dengan kegiatan yang lain. Memang dia mau cari ilmunya. apa manfaatnya tanpa melihat siapa yang berbicara. Karena yang penting ada manfaat apa yang saya dapatkan karena ini sebenarnya maslahatnya buat individu, buat masing-masing kita. Maka setelah itu dia pun berkata, "Usaid, demi Allah ini sesuatu yang indah. Bagaimana caranya saya menganut agama kalian?" Maka kata Musab dan As'ad, "Engkau berwudu, engkau mandi, maaf, engkau mandi, kemudian engkau mengucapkan syahadat lalu engkau salat dua rakaat yang akan kami pandu." Maka Usaid pun melakukannya setelah dia mandi, kemudian dia ee mulai ee mengucapkan syahadat. Setelah syahadat dipandu untuk salat dua rakaat. Kemudian dia mengatakan, "Sesungguhnya di belakang saya ada seseorang yang merupakan pimpinan Asy'al. Saya ini hanya wakilnya. Kalau dia berhasil kalian pengaruhi masuk ke agama Islam ini, maka pasti semua sukunya akan masuk Islam dan saya akan mengirim dia kepada kalian. Pergilah Usaid pulang membawa tombaknya kembali gitu kan. Lalu dia kembali ke sukunya. Sudah ditunggu oleh Saad bin Muad. Waktu Said Muad masih dalam keadaan kafir. Lalu dia mengatakan kepada sukunya, "Demi Allah usaid kembali kepada kalian bukan seperti wajah pertama dia pergi. Tadinya dia emosi. Sekarang malah kena kenapa kelihatan kok sangat tenang gitu. Kemungkinan besar kata ulama menanggapi riwayat ini mengatakan sudah ada cahaya Islam. Karena orang kalau sudah syahadat walaupun berkulit hitam ada cahaya keimanan, ada cahaya keislaman. Maka dia pun berkata, kata ee As'ad eh maaf kata Sa'ad bin Muad, "Hai Usaid, demi Allah kau telah kembali dengan wajah bukan seperti kau pergi. Ada apa sebenarnya? Apa kau sudah menghardik keduanya?" Kata Usaid, "Iya saya sudah menghardi keduanya gitu kan. Saya sudah mengingatkan, tapi saya disuruh duduk untuk mendengar. Maka saya pun duduk mendengar dan saya melihat tidak ada bahaya dari keduanya. Hanya saja yang kamu harus tahu selain kamu yang tidak menyukai mereka, ada Bani Haritah, ada satu suku lagi. Memang suku ini saingannya suku Asy'al gitu kan. Mereka dari luar kota Madinah. Kemungkinan mereka akan datang dan membunuh As'ad ibn Zurarah sepupumu karena dianggap mengembawa ajaran baru sebagaimana kau sangka. Kalau kau tidak membelahnya, maka dipastikan nanti mereka akan membunuhnya. Maka Saad bin Muad radhiallahu anhu mengambil tombak di tangan Usaid lalu kemudian menuju ke suku ee ke sumur marak tadi. Waktu tiba di sana tidak ada suku Haritah gitu kan. Cuma memang sebuah informasi suku Haritah akan datang. Usai tidak berbohong. Memang suku Haritah yang terkenal mau e menghardik Asad ibn Zurarah. Kenapa membawa masuk ke Madinah? Musab ibn Umair. Ringkas cerita teman-teman sekalian datanglah ke sana. Lalu setelah dia lihat tidak ada apa-apa, Saad bin Muad melihat tidak ada apa-apa, maka Saad bin Muad mengetahui kalau wakilnya tadi si Usaid hanya mau dia datang. Lalu dia pun menghardik mengatakan, "Kalian berdua berhentilah menyampaikan ajaran yang tidak kami jel tidak tidak kami ketahui dan jangan pengaruhi orang. Kalau tidak saya akan menghukum kalian berdua." Lalu ee Asad bin Zurar membisikkan mengatakan, "Inilah yang dimaksud oleh Usaid, kepala suku Asy'al. Kalau dia masuk Islam di tanganmu hai Mus'ab, maka pasti sukunya semua akan masuk Islam." Maka Musa mengatakan, "Wahai ya Saad, bagaimana kalau seandainya engkau memuliakan majelis kami dengan duduk kemudian engkau dengarkan? Kalau yang kami sampaikan baik menurut kamu, terimalah. Karena ini sebuah informasi dan kau tidak rugi apa-apa. Tapi kalau sesuatu yang ini yang kami sampaikan adalah buruk bagi kamu, maka berhentilah. Ya, ee kami akan berhenti dan kami akan keluar dari kota kamu ini." Maka kata Saad, "Sungguh pendapat yang bijaksana." Baiklah, ditancapkan tombaknya. Lalu dia dengar sama kejadian sama Usaid tadi. Baru beberapa saat saja dia duduk. Kata Asad bin Zurarah, "Demi Allah, kami melihat keislaman di wajahnya." Lalu dia pun bertanya, "Bagaimana caranya untuk menganut agama ini?" Maka dipandulah oleh Musab dan As'ad mengatakan, "Engkau mandi, engkau mandi." Kemudian engkau mengucapkan syahad, lalu engkau salat dua rakaat yang akan kami pandu. Lalu dia pun melakukannya. Setelah selesai, maka Saad radhiallahu anhu tidak pakai tunggu. Dia lalu kemudian kembali ke sukunya. Lalu dia bertanya kepada sukunya. Berkata, "Wahai Bani Abdil As'al, apakah kalian mengetahui apa yang kalian ketahui tentang diriku?" Mereka menjawab, "Engkau adalah sayid atau pemimpin kami. Engkau orang yang paling kuat silaturahimnya, paling baik pendapatnya, paling berkah jiwanya di antara kami. Orang yang paling baik, orang yang paling sempurna. Pokoknya kamu pimpinan kami. Kata Saad, "Sesungguhnya perkataan kalian semua laki-laki dan perempuan adalah haram atasku hingga kalian semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Dan ini adalah sebuah fadilah yang sangat besar bagaimana seorang muslim tidak menunda untuk berdakwah. Dan ini juga akan menjadi manaqibnya Sa'ad radhiallahu anhu. Begitu beliau syahadat, beliau tahu kebenaran, maka beliau langsung menerima dan langsung mempraktikkan. Dan beliau mengatakan tadi kalimat ini bobotnya berat. Maksudnya punya bobot yang sangat baik di kalangan orang-orang Arab. Wajahku dan wajah kalian haram atau perkataanku dan perkataan kalian haram sampai kalian melakukan begini dan begitu. Makanya kata Saad radallahu anhu, "Perkataan kalian laki-laki dan perempuan haram, gak boleh bicara sama saya sampai kalian semua beriman pada Allah dan Rasul-Nya." Maka dalam riwayat ini dikatakan kata Sa'ad eh Musab Musab Ibn Umir radhiallahu anhu dan As'ad ibn Zurarah berkata, "Demi Allah sore tidak datang di perkampungan Bani Asy'al kecuali semua orang baik laki-laki maupun wanita telah masuk Islam sehingga tidak ada satu perkampungan dari perkampungan-perkampungan orang-orang Ansar kecuali di sana sudah ada laki-laki dan perempuan yang beriman." Dan ini disebutkan dari halaman 134, kisahnya panjang lebar sampai halaman 137 tentang bagaimana masuk Islamnya Sa'ad ibn Muad radhiallahu anhu. Semenjak masuk Islam, Saad pun terlihat beliau selalu berbahagia dan selalu hadir di samping Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan beliau selalu saja berusaha untuk mengambil ilmu, petunjuk dan juga akhlaknya. Dan beliau mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam di atas segala-galanya. Karena beliau telah berikrar di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam akan mengorbankan seluruh hartanya dan juga keluarganya bahkan sukunya untuk membela Nabi sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Sekarang kita masuk teman-teman sekalian ke manakib kelebihannya ee Sa'ad bin Muad radhiallahu anhu. Dan ini juga ee kita akan titik beratkan ke beberapa poin saja tapi garis-garis induknya. Yang pertama tentu pujian Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi tentang saat ee masalah keimanannya, bagaimana arsynya Allah goncang. Dan nanti akan kita bahas masalah arsy goncang. Itu pendapat Imam Nawawi tentang menukil beberapa pendapat ulama apa yang dimaksud dengan tergoncang arsynya Allah. Kemudian juga dibukakan baginya pintu-pintu pintu-pintu langit. Artinya rohnya langsung diterima oleh Allah dan juga dihadiri jenazahnya dengan 10.000 atau 70.000 malaikat. Kemudian yang kedua manaqibnya adalah selain pujian Nabi sallallahu alaihi wasallam untuknya, maka perkataan yang sangat luar biasa pada saat akan terjadi perang Badar. Jadi perang Badar Teman-teman terjadi di tahun 2 Hijriah. Sebabnya adalah ada kafilah Quraisy. Ini sudah pernah saya sampaikan di beberapa yang lalu, tapi saya ulangi lagi karena kejadiannya hampir sama. Ada ee beberapa kepala suku Quraisy di antaranya Abu Sufyan, Abu Lahab, Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf gitu kan. Alalid bin Uqbah ya, Uqbah bin Amir dan seterusnya. Orang-orang ini ee pada saat banyak sahabat-sahabat Nabi hijrah ke Madinah, mereka kepala-kepala suku ini memperebutkan harta-harta muslimin. Dibagi di antara mereka. Setelah diperebutkan lalu dijual oleh mereka, rumahnya dijual, masyarakat Makkah yang lain beli, mereka dapat duit banyak dari hasil rampasan hartanya muslimin. Ternyata uang-uang mereka yang dari muslimin ini dipakai untuk belanja barang-barang di negeri Syam. Di dampingi oleh Abu Sufyan dan waktu itu didampingi di di kafilah ini didampingi dengan 200 pasukan berkuda. Pergilah mereka ke sana. Nabi sallallahu alaihi wasallam dengar tentang kasus kafilah ini dari uang muslimin dan mereka di sini memang harta itu milik pimpinan-pimpinan Quraisy. Maka beliau pun mengiklankan di Madinah, "Siapa yang ingin keluar silakan tapi tidak ada paksaan." Waktu itu bukan paksaan jihad yang fardu ain. Siapa yang mau keluar silakan ikut dengan saya untuk menghalang kafilah Quraisy. Banyak di antara sahabat yang belum ikut pada saat itu karena baru-baru masuk Islam. Jadi kurang lebih terkumpul 313 orang ee 314 31 bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka keluarlah ke sana dengan pakaian yang sangat sederhana. Banyak di antara mereka tidak pakai baju besi. Banyak tidak bawa perisai. Banyak tidak bawa topi besi. Mereka hanya sekedar keluar dengan pedang. Karena yang dihadangi cuma kafilah. Dianggap sesuatu yang ringan gitu. Karena 200 orang yang jaga. Sementara pasukan muslimin 314 orang gitu kan. Apalagi dipimpin oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Keluarlah mereka. Tata Abu Sufyan dengan hikmah Allah mengetahui keluarnya tersebut keluar Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi. Lalu dia segera mengirim surat ke Abu Jahal di Makkah. Lalu kemudian dia mengajak Abu Jahal untuk memotivasi masyarakat Mekah membentuk pasukan. Semua kepala suku memotivasi sukunya. Akhirnya terbentuklah pasukan kurang lebih 1000 orang pada saat itu. 1000 orang. Keluarlah pasukan ini menuju ke wilayah Badr dan pasca vila Quraisy lewat di Badr. Jadi kalau saya gambarkan posisinya ada sebuah gunung di Badr itu kalau yang lebih dekat dengan Madinah namanya udwatid dunya. Kalau yang lebih jauh dari Madinah di seberang, di sebelah gunung itu namanya Udwatil Kuswah, gitu kan. Maka ee keadaan ini gunung ini ada dua sisi gunung dan di antara gunung ini di bagian belakang ada sebuah lembah yang memutari gunung tersebut kemudian bertemu titiknya di depan gunung. Ini Allah sebutkan dalam Al-Qur'an tentang kejadian perang ini. Kata Allahubillahyaitanirjim antum bilun wahum bilum. Ingatlah kejadian pada saat kalian hai kaum muslimin berada di udwatid dunya di sisi gunung yang lebih dekat dengan Madinah dan pasukan Quraisy berada di udwatil Kuswa di sebelah sisinya gunung. Tapi mereka tidak saling tahu nih kalau ada pasukan di sebelah. Warqbu asfal minkum. Maksudnya kafilah yang dipimpin Abu Sufyan itu melewati lembah yang dekat dengan kalian, tapi tidak ada yang saling ketemu. Pasukan Quraisy tidak tahu kalau kafilah Abu Sufyan lewat di dekatnya, ya lembah. Mereka juga tidak tahu ada pasukan muslimin. Pasukan muslimin tidak tahu kalau di sebelah ada pasukan Quraisy. Tidak tahu juga kalau kafilah Abu Sufyan lewat di situ. Dan Abu Sufyan tidak tahu kalau dua pasukannya sudah ada di top posisi situ. Dan kata para ulama tafsir memang betul-betul perang Badar Allah Subhanahu wa taala punya campur tangan di situ untuk menjadikan perang itu terjadi. Ringkas cerita Abu Sufyan selamat. Abu Sufyan pun mengirim surat ke Makkah tapi pasukan sudah terlanjur keluar gitu kan. Kalau kami sudah selamat dan seterusnya dikirim surat lagi ke pasukan orang-orang Quraisy. Abu Jahal bilang, "Kita enggak boleh kembali. Walaupun kafirah sudah selamat, kita sudah sampai di sini, sudah dekat nih. Kita harus serang Madinah." Nabi sallallahu alaihi wasallam juga dengan hikmah Allah mendapatkan informasi kalau Quraisy sudah ada. Gitu kan. Terjadilah beberapa kasus waktu pada saat itu ee yang saya tidak jelaskan sekarang tentang perang Badar cukup panjang. Antum bisa ikutin di ceramah tentang sirah nabawiyah, perang Badar. Bagaimana ee Abu Sufyan bisa tahu kalau ada pasukan muslimin kena dari kotoran unta mereka? Karena ee satu-satunya ee masyarakat Arab pada saat itu yang memberikan makan unta mereka kurma hanya penduduk Madinah gitu kan. Karena kurma dianggap makanan mahal pada saat itu dan makanan kelasnya banyak dan memang makanan yang favorit ya. Mereka tidak berikan makanan itu kepada hewan mereka. Tapi orang Madinah karena banyak sekali kebun kurmanya jadi mereka memberikan kurma makanan unta mereka. Nah, di kotorannya unta itu keluar biji-biji kurma. Abu Sufyan pada saat itu waktu dia mau menyelisi menyisir lokasi di sekitar situ, dia menemukan ada kotoran-kotoran unta yang di sekitar gunung itu. Dan ditemukan kotoran unta itu pada saat dikorek-korek sama dia keluar ada biji-biji kurma. Maka dari situ dia tahu kalau ini adalah unta pasukan muslimin. Gitu kan. Dia pun akhirnya berjaga-jaga. Si Abu Jahal, Abu Jahal ini yang keluar. Abu Sufyan sudah selamat tadi. Abu Jahal yang keluar. Kemudian Abu Jahal pun ya memberitahukan pasukannya kalau di sini sudah ada muslimin. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga dapat wahyu kalau memang sudah ada pasukan Quraisy di sebelah. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam kumpul dengan para sahabat. Ini sekarang keluar kita targetnya kan kafilah. Kafilah Allah beritakan sudah selamat. Kalau kita kejar sudah jauh. Enggak keburuk. Mereka sampai ke Makkah kita belum sempat mengejarnya. Kemudian pasukan Quraisy keluar 1000 orang sudah ada di sebelah gunung kita nih. Sebelah kita. Kita kalau naik gunung ini nengok ke belakang sebelah sudah kelihatan. Artinya kita juga tinggal muar kita sudah bisa perang sama mereka. Allah memberikan pilihan pada kalian. Bagaimana? Berikan pendapat kalian. Maka pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan masalah itu, berdirilah Abu Bakar radhallahu anhu mengatakan, "Ya Rasulullah, kami ini beriman kepada Anda dalam segala hal, suka dan duka. Maka bawalah kami ke mana saja Anda mau kami berperang kami ikut kejar kafilah kami ikut lawan pasukan Quraisy kami ikut pulang ke Madinah kami ikut bebas. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan terima kasih kepada Abu Bakar. Lalu Abu Bakar disuruh duduk. Bagaimana pendapat kalian? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Umar lagi berdiri mengucapkan kalimat yang sama dengan Abu Bakar. Kalimat motivasi yang ya Rasulullah bawa ke man ke mana saja kami. Kami siap. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Baik terima kasih. Suruh duduk Umar. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam tanya lagi, "Hai muslimin, berikan pendapat." Berdiri lagi Miqdad. Ini semua sahabat-sahabat yang mulia. Miqdad mengatakan juga kalimat yang sama. Nabi sallallahu alaihi wasallam masih saja. Karena ini semua orang-orang ini dari orang Muhajirin. Orang Muhajirin wajar mau melawan. Kenapa? Karena memang ini musuh mereka dari Makkah secara kejiwaan begitu ya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam ingin yang yang menjawab ini sekarang orang-orang Anshar yang tadinya akadnya dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam di Makkah waktu Baiat Aqabah pertama sekali orang-orang ansar ini masuk Islam di Makkah itu mereka sepakat membela Nabi sallallahu alaihi wasallam di Madinah di kota mereka di luar kota ini belum ada kesepakatan akad nih. Mereka siap berkorban untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam menyambut Nabi sallallahu alaihi wasallam di Madinah. Kalau Madinah diserang, mereka mengorbankan jiwa mereka. Tapi di luar Madinah belum ada akad, belum ada kesepakatan. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Hai muslimin, hai manusia, berikan pendapat." Waktu itu Sa'ad bin Muad radhiallahu anhu pimpinan orang Anshar. Dan beliau suku Aus ini secara khusus suku terkenal militernya Madinah pada saat itu. Suku militer Khazraj tadi saya bilang lebih banyak kepada petani-petaninya gitu kan, pedagang-pedagangnya. Maka berdiri Saad bin Muad mengatakan, "Ya Rasulullah, sepertinya Anda ini menyinggung kami. Sepertinya Anda ini menyinggung kami." Dan ini disebutkan banyak sekali riwayat. Saya akan bacakan di sini, Teman-teman sekalian supaya lebih jelas. Maka Sa'ad bin Muad pun pemegang panji orang-orang Anshar sekaligus panglima mereka mengerti maksud Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka dia berkata, "Demi Allah, sepertinya Anda menginginkan kami wahai utusan Allah." Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Benar, ini enggak gampang. Orang dari Madinah tidak ada hubungannya sama harta, tidak ada hubungannya sama orang-orang Mekah, terus kemudian disuruh perang apalagi masih awal-awal Islam. Ini baru tahun 2 Hijriah. Baru 1 tahun yang lalu isinya Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk ke Madinah gitu kan. Maka beliau mengatakan, "Kami telah beriman kepada Anda. Kami bersaksi bahwasanya apa yang Anda bawa adalah kebenaran. Kami telah memberikan Anda janji dan ireng dan mematuhi. Maka majulah wahai utusan Allah karena apa yang Anda ee kepada apa yang Anda inginkan. Demi zat yang telah mengutus Anda dengan kebenaran. Seandainya Anda membawa kami ke lautan lalu lalu Anda menyeberanginya, niscaya kami akan menyeberangi bersama Anda. Tidak seorang pun dari kami akan tertinggal. Kami tidak takut jika esok hari bertemu dengan musuh kami. Kami adalah orang-orang yang sabar dalam pada saat perang dan teguh di medan laga. Semoga Allah memperlihatkan apa yang menenangkan Anda. Maka bergeraklah bersama kami di atas keberkahan dari Allah. Jadi tentu pola bicaranya bukan seperti ini ya. ini dikanc peperangan dan sebagian ulama ada yang menukil dalam buku-buku sejarah mengatakan kalau ee Sa'ad bin Muad dengan semangat mengatakan kalimat ini dengan e intonasi suara yang sangat luar biasa memberikan motivasi buat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan muslimin terutama sukunya untuk ikut berperang. Dalam riwayat yang lain bahwasanya Sa'ad bin Muad berkata kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Mungkin engkau mungkin Anda khawatir orang-orang Ansar akan berkeyakinan bahwa kewajiban mereka hanyalah menolong Anda di negeri mereka. Sungguh aku berkata atas nama orang-orang Ansar dan aku menjawab juga atas nama mereka, "Berangkatkanlah ke mana pun Anda inginkan. Sambunglah ikatan orang yang yang Anda inginkan. Putuskanlah ikatan orang yang Anda inginkan. Ambillah dari harta kami apa yang Anda inginkan. Berikanlah kepada kami apa yang Anda inginkan. Apa yang Anda ambil dari kami lebih kami cintai daripada Anda tinggalkan. Perintah apapun yang Anda katakan, keputusan kami selalu mengikuti perintah Anda. Demi Allah, seandainya Anda berjalan hingga Anda tiba di ujung bumi ini, niscaya kami akan mengikuti Anda. Demi Allah, seandainya Anda membawa kami ke lautan lalu Anda meraunginya, niscaya kami akan mengikuti Anda. Tentu statement ini, Teman-teman sekalian, adalah statement yang sangat bermakna pada saat itu. Kenapa? Karena dari 314 pasukan Nabi sallallahu alaihi wasallam itu setengahnya orang Anshar. Setengahnya orang Anshar. Artinya kalau mereka pada saat itu mengatakan kami tidak mau ikut maka bukan sebuah pelanggaran. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajak musyawarah dan target keluar tadinya kafilah. Tapi Sa'ad bin Muad radallahu memberikan sebuah kalimat yang jelas. Bukan cuma menghadapi Quraisy, ya Rasulullah. Bawa kami ke ujung bumi, kami akan ikut. Ke lautan menyeberang kami akan turun dan tidak ada satu orang pun di antara kami yang berkhianat. Dan kita tahu ada sistem kesukuan. Kalau kepala suku sudah berbicara A, maka semua berbicara A. Itu sudah menjadi sebuah sistem kesukuan di manaun itu, gitu kan. Dan ini pimpinan suku sudah berbicara, maka semuanya ikut dengan Saad bin Muad radhiallahu anhu. Maka mendengar perkataan tersebut, Nabi sallallahu alaihi wasallam pun sangat gembira dan beliau mengucapkan kalimat yang luar biasa. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan dalam hadis sahih, "Siru wa absyiru fainnallah taala qad waani thifataini." Wallahi laka alana anua. Demi Allah seolah-olah kata beliau di sini, "Jalanlah kalau begitu dan berbahagialah. Kita sekarang maju, kita menyeberang nih ke posisi pasukan musuh." Maka sesungguhnya Allah bergeraklah dan berbahagialah karena sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku salah satu dari dua golongan. Bisa saja kita mendapatkan kafilah atau kita memenangkan peperangan dengan orang-orang Quraisy walaupun jumlah mereka lebih banyak. Dan ketahuilah demi Allah seolah-olah aku sekarang sedang diperlihatkan tempat kematian musuh-musuh ini. Jadi memang nanti setelah perang Badar kita lihat bahwasanya banyak sekali orang-orang Quraisy yang terbunuh pada saat itu. Banyak sekali terbunuh di perang Badar. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam mengumpulkan jenazah mereka sambil berkata di depan para sahabat, "Apakah kalian sudah tahu? Sudah, apakah kalian sudah melihat dan mendapatkan apa yang Tuhan kalian ancamkan?" Lalu kata Umar, "Ya Rasulullah, ah mereka jenazah apa yang mereka dengarkan nih?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sungguh demi Umar, demi zat yang ubun-ubunku dalam genggamannya, mereka lebih dengar apa yang aku ucapkan ini daripada kau mendengarkan ucapanku sekarang. Hanya saja mereka tidak bisa menjawabnya." Artinya Allah Subhanahu wa taala memberikan mukjizat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Suara beliau diantar dan didengarkan kepada ruh-ruhnya orang kafir tersebut. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ketahuilah kepada orang-orang jenazahnya, orang-orang kafir, sesungguhnya aku telah mendapatkan apa yang Tuhanku janjikan." Artinya Allah berikan kemenangan. Tapi saksi bahasan kita di sini, kita tidak bicara masalah kipra peperangan karena tidak dinukil dalam buku kita dan buku-buku yang lain tentang pengaruh ee atau peperangan secara khusus Sa'ad ibn Muad Radu di kanca peperangan. Di kanca peperangan. Tapi kalau masih ingat ee tentu banyak sekali di antara suku-suku beliau yang ee berpengaruh sekali dalam peperangan. Seperti di perang Badar yang menyebabkan Abu Jahal terbunuh adalah dua orang anaknya Afra gitu kan. Muad dan Muawwid radhiallahu anhu ajmain. Ini dari suku Asy'al memang. Setelah setelah mendengarkan motivasi dari Saad bin Muadz akan mendukung peperangan, maka kedua anak muda ini pun segera maju ke depan dan mengatakan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Anda sudah mendengarkan apa yang dikatakan oleh kepala suku kami, maka kami akan ikut bersama Anda." Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam pun menggerakkan pasukan. Dan pada saat terjadi peperangan atau terjadi e kecambuk peperangan, maka Muad dengan Muawid ini yang mengatakan kepada Abdurrahman bin Auf. Saya pernah sampaikan kisah ini di kisah Abdurrahman bin Auf. "Wahai paman, mana Abu Jahal?" Ditanya kenapa kalian tanya? Karena dia dulu paling banyak menyakiti Nabi sallallahu alaihi wasallam. "Kami ingin membunuhnya." Yang satu mengatakan saya ingin membunuhnya. Yang satu juga mengatakan saya Muad dan Muawid. Lalu dua-duanya lalu menyerang Abu Jahal pada satu itu. Dan ini dari suku Asy'al itu sendiri. Baik. Selanjutnya perkataan di Badar ini juga dinukil oleh para ulama dan dalam buku kita juga ini dinukil tentang bagaimana prinsip dasar dan perkataan yang sangat kokoh dari Saad bin Muad radhallahu anhu dalam mempertahankan agama Allah. Di antaranya terjadi pada saat ee kisah dengan suku Gatafan ya, suku Gatafan yang ee bergabung di perang Ahzab itu bisa dilihat di halaman 140 sampai 151. Tentu ini panjang tapi saya akan ee bahasakan e sampaikan kepada anda kepada antum insyaallah. Baik. Ada dua suku Yahudi di Khaibar namanya Kainuqa dan Nadir. Dua suku ini berusaha untuk memotivasi orang-orang Arab. Ada lebih dari 20 suku Arab pada saat itu untuk memerangi Madinah. berhasil mereka dan mereka menunjuk Quraisy untuk jadi pemimpin dan Abu Sufyan jadi pimpinannya. Terjadilah perang Ahzab namanya. Surah nomor 33 dalam Al-Qur'an. Ahzab jamak daripada hizib yang berarti kelompok-kelompok gitu kan. Salah satu dari 20 suku Arab yang bergabung ada satu suku namanya Gatafan. Gatafan ini suku dipimpin oleh orang yang sangat bodoh sampai kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, pimpinan mereka ini adalah orang yang sangat bodoh. Ya, orang yang sangat bodoh tapi dia selalu dipatuhi. Dan ee suku ini dipimpin oleh Uyainah bin Husin namanya. Uyainah bin Husin dan Al-Harit bin Auf. Uyainah ini orangnya bodoh sekali. Sampai kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ghabiyu muta. Gabi ini orang yang bodoh sekali tapi selalu dipatuhi yang akan mengangkat 10.000 pedang di belakangnya. Waktu bergabung dengan pasukan Ahzab, Gatafan ini mendominasi dari 10.000 R pasukan yang bergabung di Ahzab 4.000 dari Gatafan. Suku-suku lain ini 20 suku ini semuanya terpecah di 6.000-nya. Jadi mereka sangat besar. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim informasi di malam hari ada sahabat yang turun dari Khandak dari parit kemudian mendatangi suku Gatfan ini diam-diam lalu menemui Uyayinya bin Hasan dan juga tadi salah satunya Al-Harit bin Auf. Lalu dia mengatakan, "Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ingin bertemu kalian, mau negosiasi. Mau ketemu enggak?" "Oke, mau." Baik. Diturunkanlah tangga pada saat itu dibuat dari tali. Kemudian mereka turun malam hari ee mengindap-ngindap kemudian sampai masuk ke Madinah. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam temui mereka. Nabi sallallahu alaihi wasallam negosiasi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Di depan dua orang pimpinan Ansar, Saad ibn Muad yang pimpinan Aus ini dan ada Saad ibn Ubadah. Ini pimpinan suku Khazraj, orang-orang tadi perkebunan. Orang-orang perkebutan, ini pimpinannya dua-duanya. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wahai Uyainah, pulanglah bawa pasukanmu yang 4.000 itu gak usah ikut-ikutan menyerang Madinah dan kami akan memberikan untukmu sepertiga dari hasil ee Madinah. Hasil Madinah kami berikan kepada kamu sepertiganya. Kalau kami panen kurma, kami akan berikan kepada kamu." Peternakannya juga begitu sepertiganya. Negosias gitu kan. Silakan kamu ambil, tapi syaratnya kamu bubar. Jangan ikut di sini. Pada saat itu Ujainah karena dia orangnya sangat tamak, dia mengatakan, "Tidak, saya enggak mau. Saya ee akan bergabung dengan pasukan Quraisy, gitu ya. Saya akan merebut Madinah. Kamu tidak punya kekuatan." Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat mengatakan, "Bagaimana kalau setengah Madinah, setengah Madinah kau ambil?" gitu kan. Yang penting kamu bubar. Dia bilang, "Tidak. Saya enggak mau." Gitu kan. Kalaupun saya mau ambil, maka saya akan ambil seluruh hasil Madinah. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu merasa orang ini luar biasa tamaknya. Beliau pun menghadap kepada Sa'ad bin Muad dan Sa'ad bin Ubadah. Dua-dua orang ini, dua pimpinan Ansar ini. Bagaimana pendapat kalian? Sa'ad ibn Ubadah tahu kalau pimpinan perang di Madinah adalah Sa'ad ibn Muad. Jadi dia tidak bicara. Dia dia kepala suku Khazraj, banyak e petani, pengebun gitu kan. Lalu dia bilang, "Silakan Saad bin Muad sampaikan." Maka beliau pun berkata pada saat itu, Saad Ibnu Muad berkata, "Wahai Rasulullah, dulu maksudnya sebelum masuk Islam, suku Gatafan ini sama-sama kami dalam kemusyrikan." Depannya Uyainah dan Al-Harit, dua-dua pimpinannya. Ini dua ini, ini dua orang ini. Dan sukunya dulu Gatafan ini dulu sama-sama kami di masa jahiliah. Mereka sama sekali tidak pernah bisa makan sebutir kurma pun dari Madinah. sebutir kurma dari Madinah kecuali menjadi tamu kami atau beli transaksi jual beli. Dulu di zaman jahiliah mereka tidak berani sama sekali menyerang Madinah dan tidak pernah bisa mengambil satu butir kurma dari Madinah kecuali jadi tamu. Maksudnya terhormat datang dilayani atau transaksi jual beli. Bagaimana setelah kami beriman kepada Anda? Allah mengutus kepada Anda kepada kami. Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kami telah meyakini tentang kebenaran Islam dan Anda membimbing kami. Lalu kami mau memberikan harta kami kepada mereka. Maka kami tidak perlu itu semua. Demi Allah kami tidak akan memberikan apapun kepada mereka kecuali pedang sehingga Allah menetapkan di antara kami dengan mereka. Dalam riwayat lain dikatakan Sa'ad bin Muad sempat berkata, "Ya Rasulullah, saya ingin tanya, apakah yang Anda sampaikan negosiasi sama Gatafan ini?" Wahyu dari langit sehingga kami batuh dan kami tidak bisa tidak punya tidak punya pilihan lain atau memang sebenarnya strategi perang yang Anda sampaikan? Ini adabnya Saad bin Muad tanya dulu dalam riwayat ini yang benar, ini yang riwayat yang lebih kuat. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Strategi perang ini bukan wahyu." Maka kata Saad bin Muad, "Kalau begitu ya Rasulullah, izinkanlah jemaah Ikhwan tolong maju ngerapat. Ada penyampaian dari panitia. Tolong merapat lebih rapat. Tolong karena di belakang sudah penuh. Silakan ke depan dulu. Ya, bisa merapat ke kiri kanan dan di daerah gorden pemisah hijabnya jangan disandarin kalau ada yang sampai ke sana. Jangan sampai gordennya jatuh ke tempat akhwatnya. Baik, merapat. jazakumullah [Musik] khair. Maka dalam riwayat dia mengatakan Saad bin Muad mengatakan sebagai adab terhadap Nabi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya Rasulullah, apakah ini wahyu sehingga kami tidak punya pilihan lain atau ini adalah strategi perang? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Strategi perang." Strategi perang gitu. Maka kata Saad bin Muad, "Kalau begitu ya Rasulullah, ketahuilah suku Gatafan ini di depan pimpinannya dan dua orang ini ditunjuk dua orang pimpinan mereka gitu kan yang sudah pakai baju perang yang memang menganggap mereka akan menang karena 10.000 orang akan menyerang Madinah dan 10.000 semua penunggang kuda. Kalau kita sekarang 10.000 tank gitu kan. Maka dua orang ini walaupun dengan baju perangnya tidak pernah memakan sebutir kurma dari tempat kami kecuali karena jadi tamu. Itu pun kalau kami kami mau jamu sebagai tamu atau transaksi jual beli. Bagaimana setelah kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan Anda membawa agama Islam ini kepada kami dengan kemuliaan lalu kami akan memberikan kepada mereka? Demi Allah ya Rasulullah kalau ini strategi perang kami tidak akan memberikan kepada mereka satu butir kurma. Bukan setengah penghasilan Madinah satu butir gunung kami tidak akan kasih. Dan antara kami dengan mereka ditunjuk dua orang itu pimpinannya hanya pedang ya Rasulullah. Enggak ada lagi main-main. Walaupun Madinah waktu itu terdesak sekali ya kondisi perang Ahzab teman-teman. Kalau antum ikuti ceramah di YouTube tentang perang Ahzab panjang lebar saya ceritain tentang ayat-ayat yang turun dan segalanya itu kondisinya Madinah mencekam sekali pada saat itu karena pasukan Ahzab sudah sampai di Kota Madinah. Dan kalau posisinya kalau sekarang kota Madinah itu pasukan sudah dalam Madinah. Karena lokasi perang Khandak itu sebenarnya berada di kota Madinah. Berada di kota Madinah dan mereka sudah sampai ke dalam dan ini tinggal parit dan beberapa gunung-gunung yang membentengi Madinah saja gitu kan. Dengan hikmah Allah terjadi kemenangan pada saat itu. Jadi memang mencekam sekali sampai Umar mengatakan radhiallahu anhu, "Kami pada saat orang-orang Quraisy lagi menyerang pernah karena mereka mengepung selama 43 hari." 44 45 hari mereka mengepung Madinah itu pernah satu hari karena mereka kecewa beberapa hari sampai puluhan hari mereka tidak bisa masuk. Satu hari pernah mereka menyuruh kuda-kuda mereka untuk menyentakkan kaki-kakinya di pinggir parit sehingga tanahnya pada merosot semua ke dalam gitu kan. Karena kan dalamnya 7 m, lebarnya sekitar 15 m. Besar sekali khandaknya. Maka mereka buat itu 10.000 Ibu kuda semua secara serentak menggetak-gentakkan kaki mereka sehingga ee berjatuhanlah tanah sehingga menutupi parit itu. Kata Umar, "Kami pun sibuk menolak mereka, menolak musuh itu sambil melemparin dengan batu, melemparin dengan panah, melemparin dengan tombak dari pagi sampai malam." Ya, dari pagi sampai malam sampai seseorang di antara kami hanya berhenti salat lalu kembali lagi melawan orang-orang Quraisy, gitu kan. Dan pada saat itu Umar bin Khattab mengatakan, "Saya tidak salat. Saya tidak salat. Saya belum salat asar kecuali beberapa saat sebelum magrib." Lalu setelah selesai pas malam Quraisy akhirnya sudah keletihan mereka berhenti. Tapi tanah-tanah parit sudah banyak yang masuk di parit itu kan. Dan ini keesokan paginya pasukan Quraisy sudah bisa menyerang Madinah karena sudah sulit untuk dikeluarkan lagi tanahnya kan. Malam itulah Allah datangkan badai yang dingin. Yang jelas pada saat itu sulit sekali mencekam kota Madinah. Semua laki-laki tidak boleh pulang ke rumahnya. Nabi sallallahu alaihi wasallam instruksikan semua laki-laki tidak boleh tinggal kecuali orang yang tua atau sakit. Semua harus ada di parit. Dan kalau meja ini kita ibaratkan Madinah maka Quraisy di tempat posisi antum ini ujung meja ini adalah paritnya gitu ya. Jadi sudah depan mata ini parit sudah tertutup enggak bisa masuk. Ini sudah kota. Di tengah-tengah kota semua wanita dan anak-anak kecil serta orang tua sudah ditaruh di satu benteng. Dan ini benteng di paling belakang kota Madinah. Di sebelahnya suku Quraidah. Nanti akan kita jelaskan masalah suku Quraidah. Karena perannya Saad bin Muad di dua, suku Gatafan dan suku Quraidah. Yang jelas pada saat itu, Teman-teman semu sangat mencekam. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam negosiasi bukan karena Nabi pengecut tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam melakukan strategi perang. Artinya kalau bisa nego dikasih ya ini kasih nego gitu kan. Tapi setelah mendengar kalimatnya Saad radhiallahu anhu dan Saad berdiri sambil menunjuk wajahnya Uyainah bin Husin dan Harit bin Auf. Beliau mengatakan, "Pulanglah kalian berdua kembali ke pasukan karena antara kami dengan kalian hanya pedang. Percuma enggak bakalan negosiasi. Selama ini bukan wahyu kami enggak akan negosiasi. Enggak ada satu butir kurma pun kalian bisa makan dari Madinah. Pulang! Suruh pulang." Maka pulanglah dua-duanya ini. Gitu kan. Pulanglah dua-duanya. Baik. Pada saat itu, Teman-teman sekalian, pendapat yang disampaikan oleh Sa'ad bin Muad ini pendapat yang betul-betul luar biasa. Artinya, Uyainah bin Husin ini pada saat kembali dan dia bahasakan itu kepada orang-orang Quraisy, orang Quraisy bisa tambah yakin kalau memang perang saja, enggak ada negosiasi gitu kan. Apalagi ini 4.000 pasukan mendominasi 40%-nya. Ala kulihal pada saat itu akhirnya kembali mereka semuanya kembali. Dan ulama mengatakan ini betul-betul jiwa kesatriah di mana keberanian, kepahlawanan dan penolakan untuk terhina dari diri Saad bin Muadz Radhiallahu anhu. Dan ulama hampir seluruhnya mengatakan dari statement-statement yang tegas seperti inilah yang membuat Allah subhanahu wa taala meninggikan derajatnya saat yang sampai arsynya Allah goncang nanti pada saat dia meninggal. Karena keputusannya selalu mutlak agama Allah benar-benar salah-salah selesai gitu. sampai mati pun kita tidak akan menyerah. Seperti itulah kurang lebih. Maka pada saat itu pun semuanya kembali ya semuanya kembali. Si Uyayin bin Hus kembali gitu kan ke pasukannya. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan semoga Allah menjagamu hai Saad atas keputusanmu ini dan semoga Allah merahmatimu. Perlu kita garis bawahi teman-teman sekalian. Setiap kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mengucapkan kepada seorang sahabat semoga Allah merahmatimu itu berarti kau akan mati. Jadi itu isyarat kalau orang itu akan mati syahid gitu kan. Maka perkataan ini waktu didengar oleh Saad, Saad tersenyum lalu mengatakan, "Alhamdulillah ya Rasulullah wajabat." Artinya itu akan diijabah sama Allah. Itu yang saya mau mati syahid gitu kan. Akhirnya pasukan ahzab kembali. Tentunya kita tidak bicara tentang perang Ahzab. Dan pada saat itu ada satu namanya Naim Ibin Mas'ud yang akhirnya malam itu juga malam itu juga waktu Quraisy sudah berhasil menjatuhkan tanah-tanahnya waktu Gatafan kembali kan Gatafan kembali ini orang-orang Quraisy akhirnya mulai melakukan itu. Ternyata pengaruh mungkin dari Gatafan ini yang dipermalukan tadi akhirnya mereka gerakkan Quraisy. Quraisy mulai menyerang dengan ee kaki-kaki kuda mereka keesokan paginya. Maka besok ini hari ketiganya sudah bisa diserang Madinah. Malam itu dengan hikmah Allah Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa agar diberikan kemenangan dan Allah Subhanahu wa taala ijabah. Pada saat itu sangat dingin sekali. Maka ee ada satu orang Quraisy namanya Naib ibn Mas'ud masuk Islam malam itu pimpinan Quraisy. Entah bagaimana hikmahnya dia lihat tanah sudah mulai tertimbun di handak di parit. Dia turun lalu dia lempar kertas suratnya, kulit binatangnya ke arah kemahnya muslimin. Isinya saya ingin bertemu dengan Muhammad. Maka dia turunkan pamit dengan Nabi sallallahuaihi. Nabi Sallahi Wasallam mengatakan, "Izinkan." diizinkanlah. Naik dia ke atas. Kenapa Naim? Saya tertarik dengan agama Islam. Asyhadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullah. Malam itu tuh yang besok sudah jelas-jelas akan diserang Madinah ini. Ini parit sudah tertimbun. Dan subhanallah hikmahnya kan besoknya malam itu kan mereka dikalahkan dengan angin kan gitu. Itu besoknya kalaupun pasukan Quraisy pulang dan muslimin harus menimbun kembali ini pekerjaan yang lama. Tapi hikmahnya waktu mereka sentakkan dengan kuda mereka dan parit sudah tertutup mereka muslimin gak perlu nimbun lagi paritnya gitu kan. Sudah tertimbun dengan sendirinya gitu ya. Naim masuk ke sana langsung syahadat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Apa yang membuat masuk Islam hai Naim?" ini dia keluar dengan baju perangnya dari Makkah mau nyerang Madinah dan orang Quraisy akan mendapatkan 40% dari hasil Madinah. Kalau nanti menang Quraisy karena dia pemimpin dia akan ambil 40% sisanya dibagi untuk suku-suku lain. Pokoknya Madinah dipecah-pecah lah. Naim bilang, "Saya tertarik." Rupanya dia selama di Ahzab di di pemahnya itu sering dengar tilawah Al-Qur'annya sahabat kalau malam mereka melihat bagaimana sabarnya. Hikmah Ilahi dapat hidayah dia. Baik dia masuk ke sana. syahadat. Lalu dia mengatakan, "Ya Rasulullah, jangan ragukan keislaman saya. Anda tahu siapa saya?" Pimpinan Quraisy ini, kepala kepala suku, Teman-teman. Aib besar kalau mereka bohong. Walaupun dalam peperangan mereka tidak mau bohong gitu kan. Anda sudah tahu siapa saya? Ini bukan kedustaan. Saya masuk Islam benar-benar perintahkan kepada saya apa saja saya siap lakukan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasal
Resume
Categories