Transcript
r1tJyowMp8A • Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-17: Sa'ad bin Mu'adz
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0090_r1tJyowMp8A.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah selalu kita panjatkan puja dan puji kita ke hadirat Allah Subhanahu wa taala. Zat yang maha kuat, maha perkasa, maha adil yang telah menciptakan semua yang di langit, semua yang di bumi, semua yang di kedalaman lautan terjangkau atau tidak terjangkau oleh mata manusia. Karena memang kata rahasianya adalah lailahaillallah la ma'buda bihaqqin illallah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah di langit dan di bumi kecuali Allah. Dan zat yang maha tinggi dan maha pemurah ini telah menggantungkan segala kebutuhan kita dengan memuji namanya. Alhamdulillah. Maka sangat wajar kalau kita selalu memanjatkan puji syukur ini kepad-Nya. Dan kita panjatkan selawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi ali wasahbihi wasallam. Manusia terbaik yang telah dipilih oleh sang pencipta Allah. Dan sang pencipta Allah bersama malaikatnya juga mengucapkan salam hormat kepada beliau serta telah ditutup risalah kenabian dan kerasulan dan membaca selawat untuk beliau dijadikan ibadah oleh sang pencipta. Seperti biasa teman-teman sekalian sebulan sekali semoga Allah berkahi. Dan di Sabtu kedua ini kita membahas lanjutan serial sahabat dan kita masuk pada sore hari ini menjelang magrib insyaallah. Sahabat yang mulia Sa'ad bin Muad radhiallahu anhu. Kita akan memulai bahasan kita ini dengan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat Saad bin Muad radhiallahu anhu meninggal dunia. Kata beliau pada saat melihat jenazahnya, "Hzalladzi taharakahul arsya wihat lahu abwabusamaahidahu alfam minal malaikah. Hadis sahih. Inilah laki-laki yang arsy Allah bergoncang karena kematiannya. Pintu-pintu langit dibuka untuknya dan 70.000 malaikat hadir atau menghadiri jenazahnya. Sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ini sudah cukup memberikan gambaran kepada kita tentang siapa figur yang akan kita bahas. Belum pernah ada satuun di kalangan sahabat ridwanullahi alaihim yang memiliki kelebihan seperti ini. Pada saat meninggal, arsynya Allah bergoncang dan juga seluruh pintu langit dibuka untuknya serta dihadiri jenazahnya dengan 70.000 malaikat. Dan akan kita sebutkan nanti pada masa pada pada saat membahas kematiannya radhiallahu anhu. Gimana para sahabat merasa jenazahnya sangat ringan. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bagaimana tidak sementara para malaikat berlumba-lumba memikul jenazahnya radhiallahu anhum." Dari sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ini, Teman-teman sekalian, kita seperti apa yang diucapkan oleh penulis sebenarnya di sini. Dia mengatakan, "Betul-betul kita membahas sebuah atau seseorang yang tidak tidak bisa lagi pena menulis tentang sejarahnya, tidak bisa lagi kata-kata mengukir sejarah hidupnya. Manusia yang luar biasa. Arsynya Allah bisa bergoncang dengan kematiannya." Sesuatu yang luar biasa. Kalimat ini bobotnya sangat berat kalau dalam bahasa Arab. Ya, mungkin karena kita tidak terbiasa di Indonesia menggunakan bahasa-bahasa seperti ini sehingga kita tidak terlalu menganggapnya punya bobot. Tapi bagi orang Arab, ada beberapa kalimat yang punya bobot tinggi. Seperti dibahasakan misalnya wa anta anta, sementara kamu itu adalah kamu. Maksudnya kamu ini siapa? Orang yang punya kelebihan yang sangat banyak. Mungkin dalam bahasa Indonesia tidak dipakai. Tapi kalau orang Arab mengatakan pada temannya seperti ini, berarti temannya itu luar biasa. Sama juga dengan kalimat-kalimat seperti ini. Kalimat yang sangat tinggi sekali. Waktu dia meninggal, arsynya Allah tergoncang, pintu-pintu langit dibuka. Kemudian juga dihadiri oleh 70.000 malaikat. jenazahnya. Belum lagi nanti akan banyak sekali yang kita sebutkan kelebihan-kelebihan radhiallahu anhu di mana kuburan tidak menjepit tubuhnya dan juga sapu tangannya lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya nanti di surga. Baik, kita akan mulai teman-teman sekalian dengan sahabat yang mulia Sa'ad bin Muadz yang berasal dari suku Aus di Madinah dan beliau adalah kepala suku Aus. Kepala suku Aus. Dan Aisyah radhiallahu anha memuji mengatakan salatun min banil as'al. Asy'al adalah istilah bagi suku Aus dan Khazraj atau lebih dekat suku Aus sendiri. Karena yang kita sering baca dalam Al-Qur'an, Muhajirin wal Anshar. Kalimat Muhajirin adalah istilah bagi sahabat yang hijir dari Makkah dan Ansar adalah yang bermukim di Madinah. Ini Anshar punya dua suku induk Aus dan Khazraj. Aus terkenal dengan keberaniannya dalam peperangan. Khazraj terkenal dengan pertaniannya ee kehebatan mereka dalam mengelola perkebunan kurma dan seterusnya. Tapi yang jelas beliau ini adalah kepala suku Aus. Kata Aisyah radha anha, "Tiga orang dari suku Aus ini la ahadan afdola minhum." Tidak ada orang yang mengalahkan mereka. Tentu informasi dari Aisyah anha ini adalah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena Aisyah menyampaikan kepada umat tentang apa yang Nabi sampaikan kepada beliau dan beliau sampaikan kepada kita tentang kedudukan tiga orang ini. Sa'ad ibin Muad yang paling pertama Sa'ad ibn Muad yang kedua wa Usaid ibn Hudhair dan Usayid bin Hudhair wa Abbad ibn Bir. Dan Abbad ibin Bir. Dan ini bagi teman-teman yang pegang buku ada di halaman 134. Juga Ibnu Qayyim mengatakan, "Fil ansari Sa'ad bin Muad bimanzilati Abu Bakar Siddiq fil Muhajirin." Di kalangan ansar di Madinah ada orang yang bernama Sa'ad bin Muad. Kedudukannya sama dengan Abu Bakar Assiddiq dari kalangan Muhajirin. Sabbanasu lahu sabbunasu lahu la yadurru jihaduh. Semua cacian orang terhadapnya tidak akan berpengaruh dan mengubah jihadnya di jalan Allah. La yadur jihadu fibilillah wasyahadatu fi akhir hayatihi. Dan juga mati syahid di akhir hidupnya. Muqadam maqdamullahi waasulih fauq rid makhluk. Dan selalu mendahulukan Allah dan rasulnya di atas rid makhluk-makhluk. Hakama bihukmillahi minuqi sabwat. Dan dialah satu-satunya hamba Allah yang telah berhukum. Maksudnya dari kalangan selain nabi-nabi yang telah berhukum sebuah hukum yang tepat seperti hukumnya Allah dari latas tujuh atau di atas tujuh lapis langit. W Jibril nazala liyukbir mautihi. Dan begitu pula Jibril turun untuk memberitahukan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang kematiannya. Walid tahall lahul arsy. Dan karena itulah arsynya Allah bergoncang karenanya. Teman-teman sekalian, Saad bin Muad memiliki banyak sekali peran. Tapi kita akan mulai dengan masuk Islamnya. Pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam mengutus Mus'ab ibn Umir radhiallahu anhu, sebagaimana sudah kita pernah bahas panjang lebar kisah Musab radhiallahu anhu, salah satu dai Nabi sallallahu alaihi wasallam ke Madinah dan juga pemimpin pemegang panji di perang Uhud yang terbunuh mati syahid. Beliau sama Hamzah radhiallahu anhu ajmain adalah manusia yang termuliakan di perang Uhud. Pada saat lagi datang ke sana ee Muad bin Jabar radhallahu anhu, lalu beliau berdakwah dan termasuk yang beliau sudah dakwah adalah Saad ibn As'ad ibn eh maaf Sa'ad ibn Zurarah ya atau As'ad ibn Zurarah tepatnya As'ad ibn Zurarah radhiallahu anhu. Asad bin Zurarah ini sepupunya Sa'ad ibin Muad. Asad Ibn Zurarah ini asal teman-teman tahu beliaulah orang yang pertama setelah masuk Islam mendirikan Jumat pertama di Madinah dan beliau mendirikan Jumat pertama di rumahnya karena belum ada masjid. Nabi sallallahu alaihi wasallam masih di Makkah dan pada saat itu berkumpul 40 orang di rumahnya bersama beliau lalu beliau mendirikan salat dan dari situ ulama mengeluarkan sebuah hukum syar'i. Kalau belum ada masjid kemudian ada orang mau mewakafkan rumahnya jadi masjid maka bisa jadi masjid tiba-tiba gitu kan. Karena memang dia boleh mewakafkannya. Seperti kita punya sebuah masjid sudah tidak rumah sudah tidak dihuni lalu kita mengatakan ini jadi masjid aja diniatkan begitu karena Allah lalu dijadikan sebagai tempat salat lima waktu dikumandankan azan maka menjadi hukum masjid. Walaupun dari awal belum diganti menjadi masjid karena terambil atau salah satunya hukumnya diambil dari perilaku Asad Ibnu Zurar radhiallahu anhu. Asad ini masuk Islam di tangan Musab bin ibn Umair. Kemudian dia mendirikan Jumat pertama 40 orang. Tetapi yang perlu digaris bawahi ee ulama meluruskan tentang pemahaman sebagian orang mengatakan kalau Jumat syaratnya harus 40 orang. Karena Asad bin Zurarah melakukannya 40 orang. Padahal ulama hadis membahas mengatakan 40 orang itu karena pada saat itu memang cuma 40 orang yang ikut Jumat ya. Sementara pendapat yang kuat Jumat itu bisa dilakukan walaupun bersama dua orang saja hukum salat berjamaah. Tentu ini pendapat ya. Ini pendapat di antara ulama. Kalau ada yang mengatakan memang tetap berpegang pada 40 orang itu adalah hak mereka gitu kan. Tetapi di sini kita menyampaikan khilaf di antara para ulama. Baik. Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Asad bin Zurarah membawa Musa bin Umir ke kampung Bani Abdil As'al atau suku Aus tadi dan juga kampung Bani Zafar. Ya, Saad bin Muad adalah sepupu As'ad ibn Zurarah. Kemudian As'ad pun mengajak Mus'ab masuk ke dalam kebungkun milik Bani Zafar. Kemudian di sana ada sebuah sumur namanya Marak. Terjadilah dialog antara Musab ibn Umair radhiallahu anhu dai Nabi sallallahu alaihi wasallam yang didampingi oleh Asad ibn Zurarah dengan orang-orang suku Asy'al ini. Enggak lama kemudian cukup banyak sekali di antara mereka yang tertarik dengan dakwah Mus'ab. Musa menyampaikan agar mereka tidak menyekutukan Allah, memperkenalkan siapa itu Allah. Bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sudah jelas disebutkan dalam Taurat dan Injil. Ciri-cirinya seperti ini. Dan dia akan ee dia telah membawa kebenaran. Inilah ajarannya. Waktu itu ada dua suku kepimpinan suku Asy'al atau Aus Asad eh Sa'ad ibn Muad yang akan jadi tokoh kita ini dengan Usaid bin Khudhair. Sa'ad bin Muad berkata kepada Usaid, "Wahai Usaid, karena Usaid wakilnya, wahai Usaid, sungguh celaka kita kalau kita membiarkan orang itu," Maksudnya Musa bin Umair datang lalu mempengaruhi suku kita kepada ajaran agama yang baru yang kita belum tahu sama sekali. Pergilah dan hardiklah keduanya. Berhentikan. Si Musa bin Umair dan sepupu saya sendiri yang bernama Asad bin Zurara. Kalau bukan karena saya punya hubungan kerabat dengan As'ad, maka saya otomatis akan menghukumnya langsung. Maka Usai bin Khudir pun mengambil tomb tombak kecilnya. Kemudian dia pun datang ke sana. Begitu masuk ke dalam ke sumur tadi, sumur marak itu. Di sekitar situ mereka duduk dan Musab lagi menyampaikan tentang agama Allah yang dibawa oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka berkatalah eh Usai dari jauh, "Wahai kalian," ditunjuklah kepada Musab dan As'ad. Apakah kalian tidak takut dan tidak malu membawa ajaran yang tidak jelas kepada kami kemudian mengajak kaum kami tanpa izin kami? Kalau kalian tidak berhenti, maka saya akan menghukum kalian. Maksudnya dia akan membunuh Musab dan As'ad. Maka kata As'ad bin Zurarah, bisik pada Mus'ab, "Hai Mus'ab, ini salah satu pimpinan suku Asy'al, suku Aus nih. Kalau dia bisa terpengaruh denganmu, maka di belakangnya banyak sukunya." Kata Mus'ab. Dan ini pelajaran nanti kita akan ambil dalam pelajaran-pelajaran kita bagaimana dai itu sangat hikmah, hakim ya, bijaksana dalam menyampaikan dakwah dan sabar serta dia tidak tergesa-gesa. Maka dia mengatakan Musa mengatakan kepada Usaid, "Wahai Usaid, bagaimana kalau seandainya kau duduk dulu dengar apa yang saya sampaikan? Kalau yang saya sampaikan menarik buat kamu, maka ambillah kena kebenaran sebuah informasi. Tapi kalau seandainya saya sampaikan sesuatu yang buruk menurut kamu, ya sudah kamu bisa tolak. dan saya pun akan berhenti, tidak akan tinggal di kota ini. Maka kata Usaid, pilihan yang bijaksana. Baiklah. Ditancapkan tombaknya. Kemudian dia duduk sambil mendengar. Baru mendengar beberapa saat, kata As'ad bin Zurarah, "Demi Allah, kami melihat cahaya Islam di wajahnya." Karena dia sangat tenang, dia mendengarkan, dia khusyuk. Seperti orang di majelis ilmu kadang-kadang memang kelihatan orang yang mau mengambil ilmu, dia konsentrasi, dia enggak tidur, dia enggak sibuk dengan kegiatan yang lain. Memang dia mau cari ilmunya. apa manfaatnya tanpa melihat siapa yang berbicara. Karena yang penting ada manfaat apa yang saya dapatkan karena ini sebenarnya maslahatnya buat individu, buat masing-masing kita. Maka setelah itu dia pun berkata, "Usaid, demi Allah ini sesuatu yang indah. Bagaimana caranya saya menganut agama kalian?" Maka kata Musab dan As'ad, "Engkau berwudu, engkau mandi, maaf, engkau mandi, kemudian engkau mengucapkan syahadat lalu engkau salat dua rakaat yang akan kami pandu." Maka Usaid pun melakukannya setelah dia mandi, kemudian dia ee mulai ee mengucapkan syahadat. Setelah syahadat dipandu untuk salat dua rakaat. Kemudian dia mengatakan, "Sesungguhnya di belakang saya ada seseorang yang merupakan pimpinan Asy'al. Saya ini hanya wakilnya. Kalau dia berhasil kalian pengaruhi masuk ke agama Islam ini, maka pasti semua sukunya akan masuk Islam dan saya akan mengirim dia kepada kalian. Pergilah Usaid pulang membawa tombaknya kembali gitu kan. Lalu dia kembali ke sukunya. Sudah ditunggu oleh Saad bin Muad. Waktu Said Muad masih dalam keadaan kafir. Lalu dia mengatakan kepada sukunya, "Demi Allah usaid kembali kepada kalian bukan seperti wajah pertama dia pergi. Tadinya dia emosi. Sekarang malah kena kenapa kelihatan kok sangat tenang gitu. Kemungkinan besar kata ulama menanggapi riwayat ini mengatakan sudah ada cahaya Islam. Karena orang kalau sudah syahadat walaupun berkulit hitam ada cahaya keimanan, ada cahaya keislaman. Maka dia pun berkata, kata ee As'ad eh maaf kata Sa'ad bin Muad, "Hai Usaid, demi Allah kau telah kembali dengan wajah bukan seperti kau pergi. Ada apa sebenarnya? Apa kau sudah menghardik keduanya?" Kata Usaid, "Iya saya sudah menghardi keduanya gitu kan. Saya sudah mengingatkan, tapi saya disuruh duduk untuk mendengar. Maka saya pun duduk mendengar dan saya melihat tidak ada bahaya dari keduanya. Hanya saja yang kamu harus tahu selain kamu yang tidak menyukai mereka, ada Bani Haritah, ada satu suku lagi. Memang suku ini saingannya suku Asy'al gitu kan. Mereka dari luar kota Madinah. Kemungkinan mereka akan datang dan membunuh As'ad ibn Zurarah sepupumu karena dianggap mengembawa ajaran baru sebagaimana kau sangka. Kalau kau tidak membelahnya, maka dipastikan nanti mereka akan membunuhnya. Maka Saad bin Muad radhiallahu anhu mengambil tombak di tangan Usaid lalu kemudian menuju ke suku ee ke sumur marak tadi. Waktu tiba di sana tidak ada suku Haritah gitu kan. Cuma memang sebuah informasi suku Haritah akan datang. Usai tidak berbohong. Memang suku Haritah yang terkenal mau e menghardik Asad ibn Zurarah. Kenapa membawa masuk ke Madinah? Musab ibn Umair. Ringkas cerita teman-teman sekalian datanglah ke sana. Lalu setelah dia lihat tidak ada apa-apa, Saad bin Muad melihat tidak ada apa-apa, maka Saad bin Muad mengetahui kalau wakilnya tadi si Usaid hanya mau dia datang. Lalu dia pun menghardik mengatakan, "Kalian berdua berhentilah menyampaikan ajaran yang tidak kami jel tidak tidak kami ketahui dan jangan pengaruhi orang. Kalau tidak saya akan menghukum kalian berdua." Lalu ee Asad bin Zurar membisikkan mengatakan, "Inilah yang dimaksud oleh Usaid, kepala suku Asy'al. Kalau dia masuk Islam di tanganmu hai Mus'ab, maka pasti sukunya semua akan masuk Islam." Maka Musa mengatakan, "Wahai ya Saad, bagaimana kalau seandainya engkau memuliakan majelis kami dengan duduk kemudian engkau dengarkan? Kalau yang kami sampaikan baik menurut kamu, terimalah. Karena ini sebuah informasi dan kau tidak rugi apa-apa. Tapi kalau sesuatu yang ini yang kami sampaikan adalah buruk bagi kamu, maka berhentilah. Ya, ee kami akan berhenti dan kami akan keluar dari kota kamu ini." Maka kata Saad, "Sungguh pendapat yang bijaksana." Baiklah, ditancapkan tombaknya. Lalu dia dengar sama kejadian sama Usaid tadi. Baru beberapa saat saja dia duduk. Kata Asad bin Zurarah, "Demi Allah, kami melihat keislaman di wajahnya." Lalu dia pun bertanya, "Bagaimana caranya untuk menganut agama ini?" Maka dipandulah oleh Musab dan As'ad mengatakan, "Engkau mandi, engkau mandi." Kemudian engkau mengucapkan syahad, lalu engkau salat dua rakaat yang akan kami pandu. Lalu dia pun melakukannya. Setelah selesai, maka Saad radhiallahu anhu tidak pakai tunggu. Dia lalu kemudian kembali ke sukunya. Lalu dia bertanya kepada sukunya. Berkata, "Wahai Bani Abdil As'al, apakah kalian mengetahui apa yang kalian ketahui tentang diriku?" Mereka menjawab, "Engkau adalah sayid atau pemimpin kami. Engkau orang yang paling kuat silaturahimnya, paling baik pendapatnya, paling berkah jiwanya di antara kami. Orang yang paling baik, orang yang paling sempurna. Pokoknya kamu pimpinan kami. Kata Saad, "Sesungguhnya perkataan kalian semua laki-laki dan perempuan adalah haram atasku hingga kalian semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Dan ini adalah sebuah fadilah yang sangat besar bagaimana seorang muslim tidak menunda untuk berdakwah. Dan ini juga akan menjadi manaqibnya Sa'ad radhiallahu anhu. Begitu beliau syahadat, beliau tahu kebenaran, maka beliau langsung menerima dan langsung mempraktikkan. Dan beliau mengatakan tadi kalimat ini bobotnya berat. Maksudnya punya bobot yang sangat baik di kalangan orang-orang Arab. Wajahku dan wajah kalian haram atau perkataanku dan perkataan kalian haram sampai kalian melakukan begini dan begitu. Makanya kata Saad radallahu anhu, "Perkataan kalian laki-laki dan perempuan haram, gak boleh bicara sama saya sampai kalian semua beriman pada Allah dan Rasul-Nya." Maka dalam riwayat ini dikatakan kata Sa'ad eh Musab Musab Ibn Umir radhiallahu anhu dan As'ad ibn Zurarah berkata, "Demi Allah sore tidak datang di perkampungan Bani Asy'al kecuali semua orang baik laki-laki maupun wanita telah masuk Islam sehingga tidak ada satu perkampungan dari perkampungan-perkampungan orang-orang Ansar kecuali di sana sudah ada laki-laki dan perempuan yang beriman." Dan ini disebutkan dari halaman 134, kisahnya panjang lebar sampai halaman 137 tentang bagaimana masuk Islamnya Sa'ad ibn Muad radhiallahu anhu. Semenjak masuk Islam, Saad pun terlihat beliau selalu berbahagia dan selalu hadir di samping Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan beliau selalu saja berusaha untuk mengambil ilmu, petunjuk dan juga akhlaknya. Dan beliau mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam di atas segala-galanya. Karena beliau telah berikrar di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam akan mengorbankan seluruh hartanya dan juga keluarganya bahkan sukunya untuk membela Nabi sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Sekarang kita masuk teman-teman sekalian ke manakib kelebihannya ee Sa'ad bin Muad radhiallahu anhu. Dan ini juga ee kita akan titik beratkan ke beberapa poin saja tapi garis-garis induknya. Yang pertama tentu pujian Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi tentang saat ee masalah keimanannya, bagaimana arsynya Allah goncang. Dan nanti akan kita bahas masalah arsy goncang. Itu pendapat Imam Nawawi tentang menukil beberapa pendapat ulama apa yang dimaksud dengan tergoncang arsynya Allah. Kemudian juga dibukakan baginya pintu-pintu pintu-pintu langit. Artinya rohnya langsung diterima oleh Allah dan juga dihadiri jenazahnya dengan 10.000 atau 70.000 malaikat. Kemudian yang kedua manaqibnya adalah selain pujian Nabi sallallahu alaihi wasallam untuknya, maka perkataan yang sangat luar biasa pada saat akan terjadi perang Badar. Jadi perang Badar Teman-teman terjadi di tahun 2 Hijriah. Sebabnya adalah ada kafilah Quraisy. Ini sudah pernah saya sampaikan di beberapa yang lalu, tapi saya ulangi lagi karena kejadiannya hampir sama. Ada ee beberapa kepala suku Quraisy di antaranya Abu Sufyan, Abu Lahab, Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf gitu kan. Alalid bin Uqbah ya, Uqbah bin Amir dan seterusnya. Orang-orang ini ee pada saat banyak sahabat-sahabat Nabi hijrah ke Madinah, mereka kepala-kepala suku ini memperebutkan harta-harta muslimin. Dibagi di antara mereka. Setelah diperebutkan lalu dijual oleh mereka, rumahnya dijual, masyarakat Makkah yang lain beli, mereka dapat duit banyak dari hasil rampasan hartanya muslimin. Ternyata uang-uang mereka yang dari muslimin ini dipakai untuk belanja barang-barang di negeri Syam. Di dampingi oleh Abu Sufyan dan waktu itu didampingi di di kafilah ini didampingi dengan 200 pasukan berkuda. Pergilah mereka ke sana. Nabi sallallahu alaihi wasallam dengar tentang kasus kafilah ini dari uang muslimin dan mereka di sini memang harta itu milik pimpinan-pimpinan Quraisy. Maka beliau pun mengiklankan di Madinah, "Siapa yang ingin keluar silakan tapi tidak ada paksaan." Waktu itu bukan paksaan jihad yang fardu ain. Siapa yang mau keluar silakan ikut dengan saya untuk menghalang kafilah Quraisy. Banyak di antara sahabat yang belum ikut pada saat itu karena baru-baru masuk Islam. Jadi kurang lebih terkumpul 313 orang ee 314 31 bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka keluarlah ke sana dengan pakaian yang sangat sederhana. Banyak di antara mereka tidak pakai baju besi. Banyak tidak bawa perisai. Banyak tidak bawa topi besi. Mereka hanya sekedar keluar dengan pedang. Karena yang dihadangi cuma kafilah. Dianggap sesuatu yang ringan gitu. Karena 200 orang yang jaga. Sementara pasukan muslimin 314 orang gitu kan. Apalagi dipimpin oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Keluarlah mereka. Tata Abu Sufyan dengan hikmah Allah mengetahui keluarnya tersebut keluar Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi. Lalu dia segera mengirim surat ke Abu Jahal di Makkah. Lalu kemudian dia mengajak Abu Jahal untuk memotivasi masyarakat Mekah membentuk pasukan. Semua kepala suku memotivasi sukunya. Akhirnya terbentuklah pasukan kurang lebih 1000 orang pada saat itu. 1000 orang. Keluarlah pasukan ini menuju ke wilayah Badr dan pasca vila Quraisy lewat di Badr. Jadi kalau saya gambarkan posisinya ada sebuah gunung di Badr itu kalau yang lebih dekat dengan Madinah namanya udwatid dunya. Kalau yang lebih jauh dari Madinah di seberang, di sebelah gunung itu namanya Udwatil Kuswah, gitu kan. Maka ee keadaan ini gunung ini ada dua sisi gunung dan di antara gunung ini di bagian belakang ada sebuah lembah yang memutari gunung tersebut kemudian bertemu titiknya di depan gunung. Ini Allah sebutkan dalam Al-Qur'an tentang kejadian perang ini. Kata Allahubillahyaitanirjim antum bilun wahum bilum. Ingatlah kejadian pada saat kalian hai kaum muslimin berada di udwatid dunya di sisi gunung yang lebih dekat dengan Madinah dan pasukan Quraisy berada di udwatil Kuswa di sebelah sisinya gunung. Tapi mereka tidak saling tahu nih kalau ada pasukan di sebelah. Warqbu asfal minkum. Maksudnya kafilah yang dipimpin Abu Sufyan itu melewati lembah yang dekat dengan kalian, tapi tidak ada yang saling ketemu. Pasukan Quraisy tidak tahu kalau kafilah Abu Sufyan lewat di dekatnya, ya lembah. Mereka juga tidak tahu ada pasukan muslimin. Pasukan muslimin tidak tahu kalau di sebelah ada pasukan Quraisy. Tidak tahu juga kalau kafilah Abu Sufyan lewat di situ. Dan Abu Sufyan tidak tahu kalau dua pasukannya sudah ada di top posisi situ. Dan kata para ulama tafsir memang betul-betul perang Badar Allah Subhanahu wa taala punya campur tangan di situ untuk menjadikan perang itu terjadi. Ringkas cerita Abu Sufyan selamat. Abu Sufyan pun mengirim surat ke Makkah tapi pasukan sudah terlanjur keluar gitu kan. Kalau kami sudah selamat dan seterusnya dikirim surat lagi ke pasukan orang-orang Quraisy. Abu Jahal bilang, "Kita enggak boleh kembali. Walaupun kafirah sudah selamat, kita sudah sampai di sini, sudah dekat nih. Kita harus serang Madinah." Nabi sallallahu alaihi wasallam juga dengan hikmah Allah mendapatkan informasi kalau Quraisy sudah ada. Gitu kan. Terjadilah beberapa kasus waktu pada saat itu ee yang saya tidak jelaskan sekarang tentang perang Badar cukup panjang. Antum bisa ikutin di ceramah tentang sirah nabawiyah, perang Badar. Bagaimana ee Abu Sufyan bisa tahu kalau ada pasukan muslimin kena dari kotoran unta mereka? Karena ee satu-satunya ee masyarakat Arab pada saat itu yang memberikan makan unta mereka kurma hanya penduduk Madinah gitu kan. Karena kurma dianggap makanan mahal pada saat itu dan makanan kelasnya banyak dan memang makanan yang favorit ya. Mereka tidak berikan makanan itu kepada hewan mereka. Tapi orang Madinah karena banyak sekali kebun kurmanya jadi mereka memberikan kurma makanan unta mereka. Nah, di kotorannya unta itu keluar biji-biji kurma. Abu Sufyan pada saat itu waktu dia mau menyelisi menyisir lokasi di sekitar situ, dia menemukan ada kotoran-kotoran unta yang di sekitar gunung itu. Dan ditemukan kotoran unta itu pada saat dikorek-korek sama dia keluar ada biji-biji kurma. Maka dari situ dia tahu kalau ini adalah unta pasukan muslimin. Gitu kan. Dia pun akhirnya berjaga-jaga. Si Abu Jahal, Abu Jahal ini yang keluar. Abu Sufyan sudah selamat tadi. Abu Jahal yang keluar. Kemudian Abu Jahal pun ya memberitahukan pasukannya kalau di sini sudah ada muslimin. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga dapat wahyu kalau memang sudah ada pasukan Quraisy di sebelah. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam kumpul dengan para sahabat. Ini sekarang keluar kita targetnya kan kafilah. Kafilah Allah beritakan sudah selamat. Kalau kita kejar sudah jauh. Enggak keburuk. Mereka sampai ke Makkah kita belum sempat mengejarnya. Kemudian pasukan Quraisy keluar 1000 orang sudah ada di sebelah gunung kita nih. Sebelah kita. Kita kalau naik gunung ini nengok ke belakang sebelah sudah kelihatan. Artinya kita juga tinggal muar kita sudah bisa perang sama mereka. Allah memberikan pilihan pada kalian. Bagaimana? Berikan pendapat kalian. Maka pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan masalah itu, berdirilah Abu Bakar radhallahu anhu mengatakan, "Ya Rasulullah, kami ini beriman kepada Anda dalam segala hal, suka dan duka. Maka bawalah kami ke mana saja Anda mau kami berperang kami ikut kejar kafilah kami ikut lawan pasukan Quraisy kami ikut pulang ke Madinah kami ikut bebas. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan terima kasih kepada Abu Bakar. Lalu Abu Bakar disuruh duduk. Bagaimana pendapat kalian? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Umar lagi berdiri mengucapkan kalimat yang sama dengan Abu Bakar. Kalimat motivasi yang ya Rasulullah bawa ke man ke mana saja kami. Kami siap. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Baik terima kasih. Suruh duduk Umar. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam tanya lagi, "Hai muslimin, berikan pendapat." Berdiri lagi Miqdad. Ini semua sahabat-sahabat yang mulia. Miqdad mengatakan juga kalimat yang sama. Nabi sallallahu alaihi wasallam masih saja. Karena ini semua orang-orang ini dari orang Muhajirin. Orang Muhajirin wajar mau melawan. Kenapa? Karena memang ini musuh mereka dari Makkah secara kejiwaan begitu ya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam ingin yang yang menjawab ini sekarang orang-orang Anshar yang tadinya akadnya dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam di Makkah waktu Baiat Aqabah pertama sekali orang-orang ansar ini masuk Islam di Makkah itu mereka sepakat membela Nabi sallallahu alaihi wasallam di Madinah di kota mereka di luar kota ini belum ada kesepakatan akad nih. Mereka siap berkorban untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam menyambut Nabi sallallahu alaihi wasallam di Madinah. Kalau Madinah diserang, mereka mengorbankan jiwa mereka. Tapi di luar Madinah belum ada akad, belum ada kesepakatan. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Hai muslimin, hai manusia, berikan pendapat." Waktu itu Sa'ad bin Muad radhiallahu anhu pimpinan orang Anshar. Dan beliau suku Aus ini secara khusus suku terkenal militernya Madinah pada saat itu. Suku militer Khazraj tadi saya bilang lebih banyak kepada petani-petaninya gitu kan, pedagang-pedagangnya. Maka berdiri Saad bin Muad mengatakan, "Ya Rasulullah, sepertinya Anda ini menyinggung kami. Sepertinya Anda ini menyinggung kami." Dan ini disebutkan banyak sekali riwayat. Saya akan bacakan di sini, Teman-teman sekalian supaya lebih jelas. Maka Sa'ad bin Muad pun pemegang panji orang-orang Anshar sekaligus panglima mereka mengerti maksud Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka dia berkata, "Demi Allah, sepertinya Anda menginginkan kami wahai utusan Allah." Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Benar, ini enggak gampang. Orang dari Madinah tidak ada hubungannya sama harta, tidak ada hubungannya sama orang-orang Mekah, terus kemudian disuruh perang apalagi masih awal-awal Islam. Ini baru tahun 2 Hijriah. Baru 1 tahun yang lalu isinya Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk ke Madinah gitu kan. Maka beliau mengatakan, "Kami telah beriman kepada Anda. Kami bersaksi bahwasanya apa yang Anda bawa adalah kebenaran. Kami telah memberikan Anda janji dan ireng dan mematuhi. Maka majulah wahai utusan Allah karena apa yang Anda ee kepada apa yang Anda inginkan. Demi zat yang telah mengutus Anda dengan kebenaran. Seandainya Anda membawa kami ke lautan lalu lalu Anda menyeberanginya, niscaya kami akan menyeberangi bersama Anda. Tidak seorang pun dari kami akan tertinggal. Kami tidak takut jika esok hari bertemu dengan musuh kami. Kami adalah orang-orang yang sabar dalam pada saat perang dan teguh di medan laga. Semoga Allah memperlihatkan apa yang menenangkan Anda. Maka bergeraklah bersama kami di atas keberkahan dari Allah. Jadi tentu pola bicaranya bukan seperti ini ya. ini dikanc peperangan dan sebagian ulama ada yang menukil dalam buku-buku sejarah mengatakan kalau ee Sa'ad bin Muad dengan semangat mengatakan kalimat ini dengan e intonasi suara yang sangat luar biasa memberikan motivasi buat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan muslimin terutama sukunya untuk ikut berperang. Dalam riwayat yang lain bahwasanya Sa'ad bin Muad berkata kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Mungkin engkau mungkin Anda khawatir orang-orang Ansar akan berkeyakinan bahwa kewajiban mereka hanyalah menolong Anda di negeri mereka. Sungguh aku berkata atas nama orang-orang Ansar dan aku menjawab juga atas nama mereka, "Berangkatkanlah ke mana pun Anda inginkan. Sambunglah ikatan orang yang yang Anda inginkan. Putuskanlah ikatan orang yang Anda inginkan. Ambillah dari harta kami apa yang Anda inginkan. Berikanlah kepada kami apa yang Anda inginkan. Apa yang Anda ambil dari kami lebih kami cintai daripada Anda tinggalkan. Perintah apapun yang Anda katakan, keputusan kami selalu mengikuti perintah Anda. Demi Allah, seandainya Anda berjalan hingga Anda tiba di ujung bumi ini, niscaya kami akan mengikuti Anda. Demi Allah, seandainya Anda membawa kami ke lautan lalu Anda meraunginya, niscaya kami akan mengikuti Anda. Tentu statement ini, Teman-teman sekalian, adalah statement yang sangat bermakna pada saat itu. Kenapa? Karena dari 314 pasukan Nabi sallallahu alaihi wasallam itu setengahnya orang Anshar. Setengahnya orang Anshar. Artinya kalau mereka pada saat itu mengatakan kami tidak mau ikut maka bukan sebuah pelanggaran. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajak musyawarah dan target keluar tadinya kafilah. Tapi Sa'ad bin Muad radallahu memberikan sebuah kalimat yang jelas. Bukan cuma menghadapi Quraisy, ya Rasulullah. Bawa kami ke ujung bumi, kami akan ikut. Ke lautan menyeberang kami akan turun dan tidak ada satu orang pun di antara kami yang berkhianat. Dan kita tahu ada sistem kesukuan. Kalau kepala suku sudah berbicara A, maka semua berbicara A. Itu sudah menjadi sebuah sistem kesukuan di manaun itu, gitu kan. Dan ini pimpinan suku sudah berbicara, maka semuanya ikut dengan Saad bin Muad radhiallahu anhu. Maka mendengar perkataan tersebut, Nabi sallallahu alaihi wasallam pun sangat gembira dan beliau mengucapkan kalimat yang luar biasa. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan dalam hadis sahih, "Siru wa absyiru fainnallah taala qad waani thifataini." Wallahi laka alana anua. Demi Allah seolah-olah kata beliau di sini, "Jalanlah kalau begitu dan berbahagialah. Kita sekarang maju, kita menyeberang nih ke posisi pasukan musuh." Maka sesungguhnya Allah bergeraklah dan berbahagialah karena sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku salah satu dari dua golongan. Bisa saja kita mendapatkan kafilah atau kita memenangkan peperangan dengan orang-orang Quraisy walaupun jumlah mereka lebih banyak. Dan ketahuilah demi Allah seolah-olah aku sekarang sedang diperlihatkan tempat kematian musuh-musuh ini. Jadi memang nanti setelah perang Badar kita lihat bahwasanya banyak sekali orang-orang Quraisy yang terbunuh pada saat itu. Banyak sekali terbunuh di perang Badar. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam mengumpulkan jenazah mereka sambil berkata di depan para sahabat, "Apakah kalian sudah tahu? Sudah, apakah kalian sudah melihat dan mendapatkan apa yang Tuhan kalian ancamkan?" Lalu kata Umar, "Ya Rasulullah, ah mereka jenazah apa yang mereka dengarkan nih?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sungguh demi Umar, demi zat yang ubun-ubunku dalam genggamannya, mereka lebih dengar apa yang aku ucapkan ini daripada kau mendengarkan ucapanku sekarang. Hanya saja mereka tidak bisa menjawabnya." Artinya Allah Subhanahu wa taala memberikan mukjizat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Suara beliau diantar dan didengarkan kepada ruh-ruhnya orang kafir tersebut. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ketahuilah kepada orang-orang jenazahnya, orang-orang kafir, sesungguhnya aku telah mendapatkan apa yang Tuhanku janjikan." Artinya Allah berikan kemenangan. Tapi saksi bahasan kita di sini, kita tidak bicara masalah kipra peperangan karena tidak dinukil dalam buku kita dan buku-buku yang lain tentang pengaruh ee atau peperangan secara khusus Sa'ad ibn Muad Radu di kanca peperangan. Di kanca peperangan. Tapi kalau masih ingat ee tentu banyak sekali di antara suku-suku beliau yang ee berpengaruh sekali dalam peperangan. Seperti di perang Badar yang menyebabkan Abu Jahal terbunuh adalah dua orang anaknya Afra gitu kan. Muad dan Muawwid radhiallahu anhu ajmain. Ini dari suku Asy'al memang. Setelah setelah mendengarkan motivasi dari Saad bin Muadz akan mendukung peperangan, maka kedua anak muda ini pun segera maju ke depan dan mengatakan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Anda sudah mendengarkan apa yang dikatakan oleh kepala suku kami, maka kami akan ikut bersama Anda." Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam pun menggerakkan pasukan. Dan pada saat terjadi peperangan atau terjadi e kecambuk peperangan, maka Muad dengan Muawid ini yang mengatakan kepada Abdurrahman bin Auf. Saya pernah sampaikan kisah ini di kisah Abdurrahman bin Auf. "Wahai paman, mana Abu Jahal?" Ditanya kenapa kalian tanya? Karena dia dulu paling banyak menyakiti Nabi sallallahu alaihi wasallam. "Kami ingin membunuhnya." Yang satu mengatakan saya ingin membunuhnya. Yang satu juga mengatakan saya Muad dan Muawid. Lalu dua-duanya lalu menyerang Abu Jahal pada satu itu. Dan ini dari suku Asy'al itu sendiri. Baik. Selanjutnya perkataan di Badar ini juga dinukil oleh para ulama dan dalam buku kita juga ini dinukil tentang bagaimana prinsip dasar dan perkataan yang sangat kokoh dari Saad bin Muad radhallahu anhu dalam mempertahankan agama Allah. Di antaranya terjadi pada saat ee kisah dengan suku Gatafan ya, suku Gatafan yang ee bergabung di perang Ahzab itu bisa dilihat di halaman 140 sampai 151. Tentu ini panjang tapi saya akan ee bahasakan e sampaikan kepada anda kepada antum insyaallah. Baik. Ada dua suku Yahudi di Khaibar namanya Kainuqa dan Nadir. Dua suku ini berusaha untuk memotivasi orang-orang Arab. Ada lebih dari 20 suku Arab pada saat itu untuk memerangi Madinah. berhasil mereka dan mereka menunjuk Quraisy untuk jadi pemimpin dan Abu Sufyan jadi pimpinannya. Terjadilah perang Ahzab namanya. Surah nomor 33 dalam Al-Qur'an. Ahzab jamak daripada hizib yang berarti kelompok-kelompok gitu kan. Salah satu dari 20 suku Arab yang bergabung ada satu suku namanya Gatafan. Gatafan ini suku dipimpin oleh orang yang sangat bodoh sampai kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, pimpinan mereka ini adalah orang yang sangat bodoh. Ya, orang yang sangat bodoh tapi dia selalu dipatuhi. Dan ee suku ini dipimpin oleh Uyainah bin Husin namanya. Uyainah bin Husin dan Al-Harit bin Auf. Uyainah ini orangnya bodoh sekali. Sampai kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ghabiyu muta. Gabi ini orang yang bodoh sekali tapi selalu dipatuhi yang akan mengangkat 10.000 pedang di belakangnya. Waktu bergabung dengan pasukan Ahzab, Gatafan ini mendominasi dari 10.000 R pasukan yang bergabung di Ahzab 4.000 dari Gatafan. Suku-suku lain ini 20 suku ini semuanya terpecah di 6.000-nya. Jadi mereka sangat besar. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengirim informasi di malam hari ada sahabat yang turun dari Khandak dari parit kemudian mendatangi suku Gatfan ini diam-diam lalu menemui Uyayinya bin Hasan dan juga tadi salah satunya Al-Harit bin Auf. Lalu dia mengatakan, "Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ingin bertemu kalian, mau negosiasi. Mau ketemu enggak?" "Oke, mau." Baik. Diturunkanlah tangga pada saat itu dibuat dari tali. Kemudian mereka turun malam hari ee mengindap-ngindap kemudian sampai masuk ke Madinah. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam temui mereka. Nabi sallallahu alaihi wasallam negosiasi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Di depan dua orang pimpinan Ansar, Saad ibn Muad yang pimpinan Aus ini dan ada Saad ibn Ubadah. Ini pimpinan suku Khazraj, orang-orang tadi perkebunan. Orang-orang perkebutan, ini pimpinannya dua-duanya. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wahai Uyainah, pulanglah bawa pasukanmu yang 4.000 itu gak usah ikut-ikutan menyerang Madinah dan kami akan memberikan untukmu sepertiga dari hasil ee Madinah. Hasil Madinah kami berikan kepada kamu sepertiganya. Kalau kami panen kurma, kami akan berikan kepada kamu." Peternakannya juga begitu sepertiganya. Negosias gitu kan. Silakan kamu ambil, tapi syaratnya kamu bubar. Jangan ikut di sini. Pada saat itu Ujainah karena dia orangnya sangat tamak, dia mengatakan, "Tidak, saya enggak mau. Saya ee akan bergabung dengan pasukan Quraisy, gitu ya. Saya akan merebut Madinah. Kamu tidak punya kekuatan." Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat mengatakan, "Bagaimana kalau setengah Madinah, setengah Madinah kau ambil?" gitu kan. Yang penting kamu bubar. Dia bilang, "Tidak. Saya enggak mau." Gitu kan. Kalaupun saya mau ambil, maka saya akan ambil seluruh hasil Madinah. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu merasa orang ini luar biasa tamaknya. Beliau pun menghadap kepada Sa'ad bin Muad dan Sa'ad bin Ubadah. Dua-dua orang ini, dua pimpinan Ansar ini. Bagaimana pendapat kalian? Sa'ad ibn Ubadah tahu kalau pimpinan perang di Madinah adalah Sa'ad ibn Muad. Jadi dia tidak bicara. Dia dia kepala suku Khazraj, banyak e petani, pengebun gitu kan. Lalu dia bilang, "Silakan Saad bin Muad sampaikan." Maka beliau pun berkata pada saat itu, Saad Ibnu Muad berkata, "Wahai Rasulullah, dulu maksudnya sebelum masuk Islam, suku Gatafan ini sama-sama kami dalam kemusyrikan." Depannya Uyainah dan Al-Harit, dua-dua pimpinannya. Ini dua ini, ini dua orang ini. Dan sukunya dulu Gatafan ini dulu sama-sama kami di masa jahiliah. Mereka sama sekali tidak pernah bisa makan sebutir kurma pun dari Madinah. sebutir kurma dari Madinah kecuali menjadi tamu kami atau beli transaksi jual beli. Dulu di zaman jahiliah mereka tidak berani sama sekali menyerang Madinah dan tidak pernah bisa mengambil satu butir kurma dari Madinah kecuali jadi tamu. Maksudnya terhormat datang dilayani atau transaksi jual beli. Bagaimana setelah kami beriman kepada Anda? Allah mengutus kepada Anda kepada kami. Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kami telah meyakini tentang kebenaran Islam dan Anda membimbing kami. Lalu kami mau memberikan harta kami kepada mereka. Maka kami tidak perlu itu semua. Demi Allah kami tidak akan memberikan apapun kepada mereka kecuali pedang sehingga Allah menetapkan di antara kami dengan mereka. Dalam riwayat lain dikatakan Sa'ad bin Muad sempat berkata, "Ya Rasulullah, saya ingin tanya, apakah yang Anda sampaikan negosiasi sama Gatafan ini?" Wahyu dari langit sehingga kami batuh dan kami tidak bisa tidak punya tidak punya pilihan lain atau memang sebenarnya strategi perang yang Anda sampaikan? Ini adabnya Saad bin Muad tanya dulu dalam riwayat ini yang benar, ini yang riwayat yang lebih kuat. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Strategi perang ini bukan wahyu." Maka kata Saad bin Muad, "Kalau begitu ya Rasulullah, izinkanlah jemaah Ikhwan tolong maju ngerapat. Ada penyampaian dari panitia. Tolong merapat lebih rapat. Tolong karena di belakang sudah penuh. Silakan ke depan dulu. Ya, bisa merapat ke kiri kanan dan di daerah gorden pemisah hijabnya jangan disandarin kalau ada yang sampai ke sana. Jangan sampai gordennya jatuh ke tempat akhwatnya. Baik, merapat. jazakumullah [Musik] khair. Maka dalam riwayat dia mengatakan Saad bin Muad mengatakan sebagai adab terhadap Nabi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya Rasulullah, apakah ini wahyu sehingga kami tidak punya pilihan lain atau ini adalah strategi perang? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Strategi perang." Strategi perang gitu. Maka kata Saad bin Muad, "Kalau begitu ya Rasulullah, ketahuilah suku Gatafan ini di depan pimpinannya dan dua orang ini ditunjuk dua orang pimpinan mereka gitu kan yang sudah pakai baju perang yang memang menganggap mereka akan menang karena 10.000 orang akan menyerang Madinah dan 10.000 semua penunggang kuda. Kalau kita sekarang 10.000 tank gitu kan. Maka dua orang ini walaupun dengan baju perangnya tidak pernah memakan sebutir kurma dari tempat kami kecuali karena jadi tamu. Itu pun kalau kami kami mau jamu sebagai tamu atau transaksi jual beli. Bagaimana setelah kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan Anda membawa agama Islam ini kepada kami dengan kemuliaan lalu kami akan memberikan kepada mereka? Demi Allah ya Rasulullah kalau ini strategi perang kami tidak akan memberikan kepada mereka satu butir kurma. Bukan setengah penghasilan Madinah satu butir gunung kami tidak akan kasih. Dan antara kami dengan mereka ditunjuk dua orang itu pimpinannya hanya pedang ya Rasulullah. Enggak ada lagi main-main. Walaupun Madinah waktu itu terdesak sekali ya kondisi perang Ahzab teman-teman. Kalau antum ikuti ceramah di YouTube tentang perang Ahzab panjang lebar saya ceritain tentang ayat-ayat yang turun dan segalanya itu kondisinya Madinah mencekam sekali pada saat itu karena pasukan Ahzab sudah sampai di Kota Madinah. Dan kalau posisinya kalau sekarang kota Madinah itu pasukan sudah dalam Madinah. Karena lokasi perang Khandak itu sebenarnya berada di kota Madinah. Berada di kota Madinah dan mereka sudah sampai ke dalam dan ini tinggal parit dan beberapa gunung-gunung yang membentengi Madinah saja gitu kan. Dengan hikmah Allah terjadi kemenangan pada saat itu. Jadi memang mencekam sekali sampai Umar mengatakan radhiallahu anhu, "Kami pada saat orang-orang Quraisy lagi menyerang pernah karena mereka mengepung selama 43 hari." 44 45 hari mereka mengepung Madinah itu pernah satu hari karena mereka kecewa beberapa hari sampai puluhan hari mereka tidak bisa masuk. Satu hari pernah mereka menyuruh kuda-kuda mereka untuk menyentakkan kaki-kakinya di pinggir parit sehingga tanahnya pada merosot semua ke dalam gitu kan. Karena kan dalamnya 7 m, lebarnya sekitar 15 m. Besar sekali khandaknya. Maka mereka buat itu 10.000 Ibu kuda semua secara serentak menggetak-gentakkan kaki mereka sehingga ee berjatuhanlah tanah sehingga menutupi parit itu. Kata Umar, "Kami pun sibuk menolak mereka, menolak musuh itu sambil melemparin dengan batu, melemparin dengan panah, melemparin dengan tombak dari pagi sampai malam." Ya, dari pagi sampai malam sampai seseorang di antara kami hanya berhenti salat lalu kembali lagi melawan orang-orang Quraisy, gitu kan. Dan pada saat itu Umar bin Khattab mengatakan, "Saya tidak salat. Saya tidak salat. Saya belum salat asar kecuali beberapa saat sebelum magrib." Lalu setelah selesai pas malam Quraisy akhirnya sudah keletihan mereka berhenti. Tapi tanah-tanah parit sudah banyak yang masuk di parit itu kan. Dan ini keesokan paginya pasukan Quraisy sudah bisa menyerang Madinah karena sudah sulit untuk dikeluarkan lagi tanahnya kan. Malam itulah Allah datangkan badai yang dingin. Yang jelas pada saat itu sulit sekali mencekam kota Madinah. Semua laki-laki tidak boleh pulang ke rumahnya. Nabi sallallahu alaihi wasallam instruksikan semua laki-laki tidak boleh tinggal kecuali orang yang tua atau sakit. Semua harus ada di parit. Dan kalau meja ini kita ibaratkan Madinah maka Quraisy di tempat posisi antum ini ujung meja ini adalah paritnya gitu ya. Jadi sudah depan mata ini parit sudah tertutup enggak bisa masuk. Ini sudah kota. Di tengah-tengah kota semua wanita dan anak-anak kecil serta orang tua sudah ditaruh di satu benteng. Dan ini benteng di paling belakang kota Madinah. Di sebelahnya suku Quraidah. Nanti akan kita jelaskan masalah suku Quraidah. Karena perannya Saad bin Muad di dua, suku Gatafan dan suku Quraidah. Yang jelas pada saat itu, Teman-teman semu sangat mencekam. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam negosiasi bukan karena Nabi pengecut tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam melakukan strategi perang. Artinya kalau bisa nego dikasih ya ini kasih nego gitu kan. Tapi setelah mendengar kalimatnya Saad radhiallahu anhu dan Saad berdiri sambil menunjuk wajahnya Uyainah bin Husin dan Harit bin Auf. Beliau mengatakan, "Pulanglah kalian berdua kembali ke pasukan karena antara kami dengan kalian hanya pedang. Percuma enggak bakalan negosiasi. Selama ini bukan wahyu kami enggak akan negosiasi. Enggak ada satu butir kurma pun kalian bisa makan dari Madinah. Pulang! Suruh pulang." Maka pulanglah dua-duanya ini. Gitu kan. Pulanglah dua-duanya. Baik. Pada saat itu, Teman-teman sekalian, pendapat yang disampaikan oleh Sa'ad bin Muad ini pendapat yang betul-betul luar biasa. Artinya, Uyainah bin Husin ini pada saat kembali dan dia bahasakan itu kepada orang-orang Quraisy, orang Quraisy bisa tambah yakin kalau memang perang saja, enggak ada negosiasi gitu kan. Apalagi ini 4.000 pasukan mendominasi 40%-nya. Ala kulihal pada saat itu akhirnya kembali mereka semuanya kembali. Dan ulama mengatakan ini betul-betul jiwa kesatriah di mana keberanian, kepahlawanan dan penolakan untuk terhina dari diri Saad bin Muadz Radhiallahu anhu. Dan ulama hampir seluruhnya mengatakan dari statement-statement yang tegas seperti inilah yang membuat Allah subhanahu wa taala meninggikan derajatnya saat yang sampai arsynya Allah goncang nanti pada saat dia meninggal. Karena keputusannya selalu mutlak agama Allah benar-benar salah-salah selesai gitu. sampai mati pun kita tidak akan menyerah. Seperti itulah kurang lebih. Maka pada saat itu pun semuanya kembali ya semuanya kembali. Si Uyayin bin Hus kembali gitu kan ke pasukannya. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan semoga Allah menjagamu hai Saad atas keputusanmu ini dan semoga Allah merahmatimu. Perlu kita garis bawahi teman-teman sekalian. Setiap kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mengucapkan kepada seorang sahabat semoga Allah merahmatimu itu berarti kau akan mati. Jadi itu isyarat kalau orang itu akan mati syahid gitu kan. Maka perkataan ini waktu didengar oleh Saad, Saad tersenyum lalu mengatakan, "Alhamdulillah ya Rasulullah wajabat." Artinya itu akan diijabah sama Allah. Itu yang saya mau mati syahid gitu kan. Akhirnya pasukan ahzab kembali. Tentunya kita tidak bicara tentang perang Ahzab. Dan pada saat itu ada satu namanya Naim Ibin Mas'ud yang akhirnya malam itu juga malam itu juga waktu Quraisy sudah berhasil menjatuhkan tanah-tanahnya waktu Gatafan kembali kan Gatafan kembali ini orang-orang Quraisy akhirnya mulai melakukan itu. Ternyata pengaruh mungkin dari Gatafan ini yang dipermalukan tadi akhirnya mereka gerakkan Quraisy. Quraisy mulai menyerang dengan ee kaki-kaki kuda mereka keesokan paginya. Maka besok ini hari ketiganya sudah bisa diserang Madinah. Malam itu dengan hikmah Allah Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa agar diberikan kemenangan dan Allah Subhanahu wa taala ijabah. Pada saat itu sangat dingin sekali. Maka ee ada satu orang Quraisy namanya Naib ibn Mas'ud masuk Islam malam itu pimpinan Quraisy. Entah bagaimana hikmahnya dia lihat tanah sudah mulai tertimbun di handak di parit. Dia turun lalu dia lempar kertas suratnya, kulit binatangnya ke arah kemahnya muslimin. Isinya saya ingin bertemu dengan Muhammad. Maka dia turunkan pamit dengan Nabi sallallahuaihi. Nabi Sallahi Wasallam mengatakan, "Izinkan." diizinkanlah. Naik dia ke atas. Kenapa Naim? Saya tertarik dengan agama Islam. Asyhadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullah. Malam itu tuh yang besok sudah jelas-jelas akan diserang Madinah ini. Ini parit sudah tertimbun. Dan subhanallah hikmahnya kan besoknya malam itu kan mereka dikalahkan dengan angin kan gitu. Itu besoknya kalaupun pasukan Quraisy pulang dan muslimin harus menimbun kembali ini pekerjaan yang lama. Tapi hikmahnya waktu mereka sentakkan dengan kuda mereka dan parit sudah tertutup mereka muslimin gak perlu nimbun lagi paritnya gitu kan. Sudah tertimbun dengan sendirinya gitu ya. Naim masuk ke sana langsung syahadat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Apa yang membuat masuk Islam hai Naim?" ini dia keluar dengan baju perangnya dari Makkah mau nyerang Madinah dan orang Quraisy akan mendapatkan 40% dari hasil Madinah. Kalau nanti menang Quraisy karena dia pemimpin dia akan ambil 40% sisanya dibagi untuk suku-suku lain. Pokoknya Madinah dipecah-pecah lah. Naim bilang, "Saya tertarik." Rupanya dia selama di Ahzab di di pemahnya itu sering dengar tilawah Al-Qur'annya sahabat kalau malam mereka melihat bagaimana sabarnya. Hikmah Ilahi dapat hidayah dia. Baik dia masuk ke sana. syahadat. Lalu dia mengatakan, "Ya Rasulullah, jangan ragukan keislaman saya. Anda tahu siapa saya?" Pimpinan Quraisy ini, kepala kepala suku, Teman-teman. Aib besar kalau mereka bohong. Walaupun dalam peperangan mereka tidak mau bohong gitu kan. Anda sudah tahu siapa saya? Ini bukan kedustaan. Saya masuk Islam benar-benar perintahkan kepada saya apa saja saya siap lakukan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Hai naim, kau satu orang gitu kan. Tapi kalau kau mau kacaukan mereka. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kacauin mereka, silakan buat apa saja." "Ya Rasulullah, tapi kalau begitu saya harus berbohong nih. Saya kalau kacuin mereka ini ada yang harus saya lakukan. Saya harus memutar balik fakta." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Peperangan silakan gitu kan. Karena kita sudah tahu hadis Nabi kan ada tiga hal yang boleh berbohong." Tapi bohongnya ini memang untuk strategi perang bukan bukan bukan bukan bohong yang seperti negatif biasa orang lakukan. Maka Naim pun kembali kembali ke pasukan Quraisy. Dia kumpul. Dia bilang, "Ayo kumpul semua orang-orang Quraisy." Kumpul semua. Kumpul semua. Lalu dia mengatakan, "Hai Quraisy." Eh, maaf. Dia pertama bukan ke Quraisy. Dia ke suku Quraidah. Jadi kalau ini meja Madinah ini depan semuanya parit. Di ujung parit sebelah sana itu ada bentengnya suku Quraidah, suku Yahudi. Jadi, Qinuqa dan Nadir yang sudah diusir dari Madinah itu yang membentuk pasukan Ahzab dari luar. Ini suku Quraidah di pinggir sana. Ini satu-satunya jalan untuk masuk kan. Nanti kita akan bahas Quraidah sebentar. Yang jelas teman-teman sekalian, Quraidah ini pintu masuk dan besok Quraisy sudah sepakat ini pasukan lewat parit. Ada juga yang lewat bentengnya Quraidah untuk masuk ke Madinah. Jadi besok ini sudah kemenangan gitu kan. Yang terjadi Naim datang ke Quraidah lalu teriak dari depan, "Saya mau ketemu pimpinan kalian." Mereka lihat Naim. Naim ini orang nomor dua setelah Abu Sufyan. Jadi Abu Sufyan mati. Naim ini yang pegang pimpinan gitu kan. Maka si Naim ini kemudian bilang ketemu sama orang-orang Quraidah, "Apakah kalian berpikir eh perlu kalian tahu orang-orang Quraisy ini sudah jenuh 40 hari lebih tidak pernah berhasil menembus Madinah gitu kan. Melalui kalian pun besok mungkin bisa berhasil mungkin tidak." Tapi ketahuilah kalau Quraisy sempat pulang ke Makkah, pasukan Ahzab bubar, kalian akan habis dibantai sama muslimin karena kalian berkhianat. Karena Quraidah ini punya akad kesepakatan dengan Nabi membela Madinah tidak akan berkhianat. Karena dua suku teman mereka Kainuqa dan Nadir sudah diusir dari Madinah karena berkhianat kan gitu. Maka kata Naim, "Kalau kalian kami pulang semua ini, kalian akan habis dibantai oleh muslimin." gitu. Ini bahaya kalian tidak akan bisa membela diri. Betul juga. Apa saran kamu? Kata orang-orang Quraisy, "Apa saran kamu?" Dia bilang, "Saran saya ambil 10 orang Quraisy. 10 orang Quraisy minta pimpinan mereka bergabung di pasukan kalian untuk nyerang besok. Supaya kalau Quraisy lari mereka tidak berani lari karena ada 10 pimpinannya di sini." Kata orang-orang Qurazah, "Benar juga. Baiklah kalau gitu kita akan lakukan." Naim bilang, "Baik saya pamit." Pamit. Dia keluar. Dia enggak nunggu nih. Dia keluar dia kembali ke pasukan Ahzab. Ketemu Abu Sufyan. Ada berita penting. Ayo kumpul semua, kumpul semua. Kumpul semua. Lalu kata Naim, "Bagaimana kedudukan kalian? Kedudukan saya di sisi kalian." "Oh, kau pimpinan kami. Kamu begini, kamu begitu. Siapa yang tidak percaya? Kalian tahu kan bagaimana musuhnya saya sama Muhammad?" Oh, iya. Ini orang paling musuh gitu kan. Keluar dari Makkah mau berperang. Baiklah, saya akan bawa berita gembira. Ketahuilah Quraidah telah berkhianat. Quraidah telah berkhianat. Mereka mau memperbaharui akadnya dengan Muhammad. Karena mereka takut kalau kalian pergi mereka akan dibantai sebagai bukti mereka sebentar lagi akan datang meminta dari kalian 10 orang pimpinan kalian yang ikut dengan mereka yang untuk mereka jadikan tumbal serahkan ke kaum muslimin gitu kan. Maka Abu Sufyan jeli. Abu Sufyan bilang begini, "Sebentar dulu Naim. Saya akan ke Quraidah. Pastikan dia jeli, dia enggak mau langsung percaya. Baiklah kata Naim, "Silakan pergilah ke sana." Pak Amit ketemu. Begitu ketemu, si Qurais sudah terpengaruh dengan perkataan naim. Abu Sufyan juga sudah terpengaruh. Cuma ini mempertemukan saya dengan hikmah Allah. Si Abu Sufyan bilang, "Besok kita akan nyerang." Ya, ingat pintu gerbang kalian jangan ditahan. Kita sudah akan kirim pasukan masuk ke sini. Kami juga dari parit gitu kan. Orang-orang kurang, "Sebentar dulu. Kalau kami dari dalam benteng kami gampang. Kami mudah, tinggal keluar buka benteng bisa nyerang. Tapi harus ada dari pasukan kalian yang ikut. Kirimlah kepada kami 10 orang pimpinan kalian yang bergabung di sini." Gitu kan. Abu Sufyan bilang, "Berti naim benar nih." Kembali dia. Abu Sufyan kembali malam ini bubar pulang semua gitu kan. Enggak ada peperangan besok. Qura sudah berkhianat, berarti kita cuma lewat parit gitu kan. Lewat sana enggak bisa. Padahal ini memang jembatan langsung masuk ke dalam Madinah kan. Waktu itu pun akhirnya berkumpul dan semua orang sudah bicara pulang-pulang orang semua berbulan. Ternyata memang orang-orang Quraisy ini sudah sumpek 45 hari menggemubungkan. Pada saat Abu Sufyan bilang bubar semua, semuanya bubar gitu kan. Waktu mereka lagi kemas-kemas, Allah datangkan badai angin yang kencang, sangat dingin membongkar semua kemah-kemah mereka, hewan-hewan mereka terbongkar gitu kan. Akhirnya terbongkarlah mereka pulang semuanya. Waktu mereka pulang, mereka balik semuanya. Maka Quraidah pun akhirnya terpengaruh dengan perkataan tadi. Kayaknya betul nih kita akhirnya sekarang sudah menghadapi muslimin gitu kan. Keputusannya ada sebentar. Nah, keputusan Quraidah ada di tangan Sa'ad bin Muad. Kita akan jelaskan sebentar gitu kan. Tapi akhirnya tidak jadi perang Ahzab. Dan berawal dari masalah tadi kasus Naim ee Gatafan yang ditolak oleh Saad bin Muad. Kemudian terjadilah kasus Naim Ibnu Mas'ud radhiallahu anhum ajmain. Baik, ini yang disebutkan dalam buku kita. Tapi sebagian besar kisahnya saya tambahkan supaya lebih jelas. Kemudian juga ada peran yang sangat besar dalam mengambil keputusan untuk suku Quraidah tadi. Suku Quraidah ini, Teman-teman sekalian, waktu Ahzab sudah bubar semua, sudah selesai peperangan. Mereka punya 700 personil perang. Ini semua prajurit pilihan 700 orang. Jumlah orang yang ada di benteng itu tidak kurang dari 3.000 4.000 orang termasuk perempuan dan anak-anaknya. Maka 700 orang ini memang pasukan khususnya. Perlu diketahui teman-teman sekalian, suku Quraidah sempat berkhianat sebelumnya. Bagaimana khianatnya? Mereka punya akad dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waktu suku Kainuqa dan Nadir diusir dari Madinah. Maka mereka tulis akad, mereka tidak akan ikut-ikutan lagi. Mereka tidak akan memerangi muslimin. Mereka tidak akan berkhianat. Mereka tidak akan membiarkan pasukan musuh masuk dan dan seterusnya. Sempat Nabi sallallahu alaihi wasallam curiga dengan suku Quraidah sebelum terjadi tadi masuk Islamnya naim. Kita review kembali kisahnya. Maka sempat Nabi sallallahu alaihi wasallam curiga dengan suku eh Quraidah. Ini ada apa Quraidah ni? Diutuslah Saad ibn Muad dengan Saad Ibn Ubadah. Dua orang tadi yang memang berhadapan dengan Gatafan gitu kan, Suh Gatafan pergi ke sana. Waktu mereka tiba di depan benteng ternyata ternyata di dalam benteng ini ada kepala suku Kainuqa dan Nadir tepatnya suku Nadir namanya Huyay bin Akhtab. Ini siapa ini? Ini sebenarnya mertuanya Nabi ya, karena anaknya Nabi. Anaknya dinikahi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, Sofiah. Tapi dia meninggal di perang ee diinggal dalam keadaan kafir di peperang pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam menyerang Khaibar. Dia waktu itu datang ke suku Quraidzah. Lalu dia bilang, "Hai Quraidah, buka pintumu." Gitu kan. Kepala sukunya enggak mau buka. Enggak, jangan dimasuk. Jangan dengar apapun kalimat dari orang ini. Dia telah berkhianat dari Muhammad. Nanti kita juga diajak berkhianat. Tapi akhirnya tetap aja dia negosiasi. Saya cuma mau masuk. Dengarkan. Kalau baik kau ambil, kalau enggak enggak usah. gitu ya. Baiklah. Dibukakan pintu gambar. Lalu kemudian dia terus memotivasi si oyang ini memotivasi kepala suku Korido. Ayo untuk apa kamu gak berkhianat? Ini saya sudah bawa 10.000 orang pasukan. Pasukan Muhammad aja, pasukan Madinah waktu itu yang siap perang mungkin sekitar kalau digumpul semua 5.000 orang lah gitu kan. Ini ahzab double. Ini pasti menang. Kita sudah menang. Maka harus kamu berkhianat. Berkhianatlah mereka. Proses khianatnya adalah pada malam itu mereka merobek kesepakatan dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu mereka menancapkan dengan pisau di ujung bentengnya. Jadi orang muslimin kalau lewat lihat oh itu kesepakatan sudah dirobek. Kesannya begitulah. Pada malam itu karena lagi baru ditancapin mereka tidak ee belum diiklankan ke muslimin. Ada di antara mereka mungkin sekitar 10 orang ee pasukan-pasukan spesialnya khususnya gitu. Prajurit khususnya yang ahli dalam menjati benteng segala. Mereka bilang begini aja, di sebelah benteng kita, benteng Quraidah di sebelahnya ada satu benteng. Benteng ini yang ditaruh seluruh wanita muslimin, seluruh harta muslimin, anak-anak kecil, orang tua, semua di situ ditaruh. Jadi kalau pasukan kalah ini masih ada benteng untuk berlindung gitu. Kita naik ke atas benteng kemudian kita cek di situ. Naiklah kelilinglah mereka 10 orang ini. Tante Nabi sallallahu alaihi wasallam bernama Sofiah radhiallahu anha ibunya Zubair bin Awwam gitu kan. Yang Zubair Awam sangat luar biasa keberanian ini dibina oleh Sofiah. Sofiah bilang kepada Hasan ibin Tsabit penyairnya Nabi umurnya sudah 80 tahun sekarang waktu itu. Hai Hasan, ini beberapa orang itu mata-mata Yahudi semuanya mahir berperang. Lawanlah dia. Kata Hasan, "Saya orang tua dan saya penyair. Saya tidak bisa perang. gitu kan. Maka Sofiah pun memakai baju perang laki-laki. Kemudian beliau berdiri di dekat benteng melihat di Jadi kalau benteng itu tinggi zaman dulu kan di atas ada tempat untuk naiknya. Dia sembunyi di situ. Maka naiklah ada satu orang dari 10 orang Yahudi ini naik memantau dulu. Begitu naik oleh Sofiah sudah disiapin satu ee besi bendera ya yang biasa dipakai untuk pasang bendera. Kemudian juga ee dia memegang satu pisau kecil ya. Kemudian pada saat ee prajur Yahudi ini naik, dipukul kepalanya dengan besi itu, lalu kemudian oleh Sofia dipotong lehernya gitu kan. Jadi luar biasa dia langsung memotong leher orang Yahudi ini. Tentu keadaannya bukan kayak sekarang ya. Kita enggak bisa bayangkan posisi pada saat itu luar biasa. Wanita pun mungkin yang tidak berani jadi berani. Karena ini kalau 10 orang berhasil masuk dan memberitahukan kepada Quraidah, maka satu satu benteng ini diambil perempuan-perempuannya segala muslimat dan akhirnya mengganggu konsentrasi Nabi dan sahabat yang lagi melawan di depan parit gitu ya. Maka diambil kemudian Sofia naik ke ujung benteng mengangkat kepalanya kepala Yahudi tadi tu mengangkat kepalanya yang dipotong itu diangkat kemudian dilempar ke bawah. Begitu orang-orang Yahudi yang se orang lihat kepala temannya terputus gitu kan, maka mereka bilang, "Kayaknya benteng ini penuh dengan prajurit gitu kan." Padahal tidak ada orang, gak ada perempuan, laki-l gak ada laki-laki gak ada maksudnya orang-orang tua enggak ada prajurit. Akhirnya mereka tidak jadi menyerang benteng pada malam itu. Itu hikmah Ilahi perannya Sofirana. Bagaimana bisa menahan itu? Yang jelas, Teman-teman sekalian, keesokan paginya orang-orang Yahudi sudah mau membuka benteng dan seterusnya. Datanglah Sa'ad bin Muad dan Sa'ad bin Ubadah diutus oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Coba lihat keadaannya suku Quraidah ada pengkhianatan gak? Begitu mereka mendekat dekat benteng lalu berteriak, "Hai Quraidah, sekutu kami memang sekutunya orang-orang Ansar ya, terutama bersekutu ee sama ee Khazraj di pertanian, di perkebunan sekutu dengan Aus di militernya, gitu kan. Baik. Ee kata kata Saad bin Muad, "Hai Quraidah, sekutu kami, bukalah pintu gerbang kalian." Maka tiba-tiba dari atas prajurit-prajurit biasa ya, bukan bukan pimpinan sugih teriak-teriak, "Kalian mau apa?" Enggak ada urusan sama kami. Urusan kalian sama kami hanya pedang. Kami akan berperang melawan kalian dan seterusnya. Kata Saad bin Ubadah, "Hai Quraidah, berkhianatkah?" gitu kan. Maka kami akan menyerang kalian, kami akan mencaci maki kalian, kami akan gini dan seterusnya. Kata mereka, "Kami bukan cuma berkhianat. Kami akan merebut seluruh harta-harta kalian." Kata orang-orang orang-orang Quraidah. Lalu kata Saad bin Muad memegang tangan Saad bin Abub Badah. Tidak usah, tidak usah dibalas. Sudahlah kita sudah tahu keputusannya. Tunggu saja, Allah akan datangkan keputusan yang tepat buat mereka. Garis bawahi kalimat ini ya. Allah akan ambilkan keputusan tepat buat mereka. Nanti ini ada hubungannya dengan keputusan Sa'ad bin Muadz untuk membunuh 700 pasukannya Quraidah nanti pada saat mereka sudah terkalahkan. Maka kembalilah keduanya. Setelah kembali tentu kembalilah kepada kisah naim tadi. Terjadi semuanya pembebasan ee pasukan Ahzab bubar segalanya. Sekarang tinggal masalah kasus Quraidah. Nabi sallallahu alaihi wasallam pun langsung pada saat pulang ke rumah beliau sallallahu alaihi wasallam setelah ahzab bubar semua di pagi hari di waktu duha semuanya kelihatan dari dari seepi ee parit ternyata sudah bubar semuanya tidak ada lagi ahzab tidak ada pasukan kemah mereka hancur semua kendi-kendi mereka pecah dilihat pasukan sudah enggak ada maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pulang ke rumah dalam riwayat Bukhari dikatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian mandi ya kemudian terdengarlah suara Dahy al Kalbi radhiallahu anh yang mengetuk rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada dua riwayat. Riwayat yang pertama dihiyal kalbi mengatakan waktu Aisyah membuka pintu, "Wahai Aisyah, di mana Rasulullah?" Kata beliau, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam lagi membersihkan tubuhnya karena sudah berhari-hari menghadapi peperangan, beliau pun membersihkan tubuhnya. Kata dia, "Beritakanlah kalau Dihya ingin ketemu." Itu riwayat yang pertama. Riwayat yang kedua, Nabi sallallahu alaihi wasallam mendengar suara Dihya dari depan sambil mengatakan, "Ya Rasulullah." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam spontan menutup kembali badannya sebelum mencuci badan beliau sallallahu alaihi wasallam. memandi menutup kembali dengan baju perang dan Aisyah mengatakan saya pun kaget dan mengatakan ya Rasulullah ada apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dia adalah Jibril. Jibril menjelma menjadi Dihyal Qalbi radhiallahu anhu. Kemudian waktu dibuka pintu kata ee Jibril kata Jibril alaihi wasallam yang menjemah wai Muhammad apakah kalian sudah membuka baju-baju perang kalian sementara kami para malaikat belum membuka baju-baju kami sampai kami tiba di sana ditunjuk bentengnya Quraidah gitu kan perintah Allah gitu kan. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam segera iklankan, iklankan. Tidak ada muslimin yang boleh istirahat malam itu juga kecuali di Quraidah. Datang ke sana semuanya. Maaf pagi itu tidak ada yang boleh istirahat kecuali semuanya di Quraidah semuanya pergi ke sana. Nabi sallallahu alaihi wasallam jalan sampai kata para sahabat kami pun melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam bergegas dengan cepat menuju ke sana gitu kan. Lalu setiap tiga di tiba di satu suku Ansar ada cabang-cabang suku. Ditanya apakah ada orang yang lewat di sini? Mereka mengatakan dihyal kalbi menggunakan kuda yang besar. dan ada ee pelanahnya di diselimuti dengan beluduru warna biru. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Itu Jibril segera kejarlah ke sana. Segera kejarlah ke sana. Kejar di sana." Seluruh muslimin disuruh gabung di Quraidah pada saat itu. Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Jangan ada yang salat asar pada saat itu, kecuali di Quraidah. Kalaupun telat, jalan ke sana karena cukup jauh di ujung Madinah. Iklankan semua." Maka sahabat semua pada jalan. Ada yang sempat salat asar di di perjalanan, ada yang salat asar pas tiba di sana, belum salat asar sudah magrib gitu kan. Mereka sampai di sana malam harinya. Maka Nabi mereka berkata, "Ya Rasulullah, ada di antara kami yang belum salat asar." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang sudah salat asar baginya sudah benar. Siapa yang belum salat asar maka salatlah." Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Jangan, jangan salat asar kecuali di Quraidah." Seperti itulah. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengepung Quraidah 25 hari. Mereka ketakutan sendiri. Pada saat mereka ketakutan, Teman-teman sekalian, maka mereka akhirnya patuh dengan hukum Allah. Beberapa sahabat sempat teriak mengatakan, "Hai yahud, mengalahlah dengan hukum-hukum Allah dan hukum Rasul-Nya." Lalu mereka berkata, "Apa kira-kira hukum Nabi kalian?" Ada satu orang Anshar mengatakan, "Tentulah kalian akan dipenggal." Gitu kan karena berkhianat. Gitu kan. Lalu mereka ketakutan, mereka tidak mau. Kalau gitu kami enggak mau turun, gitu kan. Kami enggak mau membuka pintu bentengnya. Lalu kata seorang Ansar lagi, "Yang lain, lalu kalian mau terima hukumnya siapa kalau bukan hukumnya Nabi sallallahu alaihi wasallam." Mereka mengatakan hukumnya Saad ibn Muad. Siapa Saad bin Muad? Ini pimpinan Aus. Aus sekutunya Quraidah gitu kan. Mereka tidak tahu kalau nanti Saad bin Muad ini malah menyusahkan mereka gitu. Kami mau turun tapi bukan pada hukum Muhammad. Hukumnya Sa'ad bbin Muad. Baiklah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam panggil Sa'ad bbin Muad. Waktu itu perlu juga kita ketahui tadi ada yang belum saya ceritakan teman-teman. Waktu pasukan Ahzab lagi melempar, lagi menjatuhkan tanah-tanah di pinggir parit tadi. Muslimin memanahi dengan panah, melempar dengan tombak. Juga ada di antara mereka yang memanahi muslimin. Nah, salah satu panah Quraisy sempat kena di daerah lengan sebelah kanan ya. Sebelah kanannya Sa'ad bin Muad. Jadi dia pakai baju perang, tapi baju perang, baju besi itu cuma setengah saja. Ada biasanya orang pakai utuh sampai di tangan. Ini enggak punyanya dia sampai setengah. Sampai Aisyah mengatakan, "Aku sempat melihat Saad ibn Muad lewat di depan rumahnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian di sisi kanannya tangannya tidak dilapisi dengan besi dan aku khawatir kalau itu akan mencederinya." Ternyata memang anak panah Quraisy ada meleset dan kena di tangan kanannya Sa'ad bbin Muad lalu mengeluarkan darah yang sangat banyak. Karena letihnya Saad bbin Muad waktu itu sangat letih karena pendarahan yang banyak. Nabi sallallahu alaihi wasallam suruh membuat kemah di di seit dekat masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu khusus untuk istirahatnya saat di situ. Jadi saat tidak usah ikut ke Quraidah gitu kan. Tapi waktu orang-orang Quraidah minta Saad yang memberi hukum, Nabi sallallahu alaihi wasallam kirim, "Coba panggil Saad bisa enggak dia datang?" Maka Saad datang waktu dipanggil Nabi sallallahu alaihi wasallam memanggil Anda. Dia bilang, "Baiklah saya datang kalau Rasulullah yang panggil." Beliau dikatakan dalam riwayat ditidurkan di atas keledainya itu dalam kondisi lemah sekali gitu kan. Sampai tiba di sana maka Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "Berdirilah untuk tuan-tuan, untuk tuan kalian." Maka para orang-orang Anshar pun berdiri dan Muhajirin pun juga berdiri. Waktu melihat saat datang dan melewati sukunya, suku Asy'al namanya. Karena ini sekutu orang-orang Quraidah. Kata mereka, "Wahai Saad, mereka adalah sekutu kita. Maafkanlah." Ya, karena keputusan di tangannya dia nih. Maafkanlah. Gitu kan. Atau ringankanlah hukumannya karena mereka sudah mengalah. Maka kata Saad pada saat itu tidak bicara apa-apa. Beliau tetap jalan sampai tiba di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan semua depan kaumnya. Lalu dia mengucapkan kalimat nanti terakhir baru dipahamin. Dia mengatakan telah tiba saatnya untuk saat tidak peduli lagi terhadap perkataan orang dalam keutusannya untuk meridakan Allah. Ini keputusan. Orang belum paham kalimatnya dia ini. Dia ulangi lagi. Sudah tiba saatnya saat akan tidak mempedulikan perkataan orang dalam mengambil keputusan yang membuat rida Allah. sampai tiga kali. Baiklah. Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wahai Saad, sesungguhnya mereka ingin turun terhadap di atas hukummu. Hakimilah mereka." Saat karena adabnya dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam, dia mengatakan, "Ya Rasulullah, Anda lebih pantas mengambil sebuah keputusan." Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tidak, hai saat. Untuk saat ini Allah memerintahkan kamu, perintah dari langit sekarang kamu yang disuruh ambil keputusan." Lalu saat melihat ke sukunya, mayoritas pasukan orang-orang Ansar sekarang yang jadi masalah dalam kotanya gitu kan. Maka dia bilang, dia tahu ada beberapa orang-orang sukunya ini yang mungkin partner bisnis sama orang-orang Yahud Yahudi Quraidah ini nanti mereka berat dan segalanya. Dia bilang, "Ya Rasulullah, saya ingin tanya satu hal dulu. Boleh? Silakan. Apakah di sini suku-sukuku ini semua sukuku di sini rida kalau aku mengambil sebuah keputusan? Iya, tentu saja kami rida. Kata sukunya. Lihat lagi orang-orang orangorang muhajirin. Wahai muslimin, saudaraku, apakah kalian rida dengan keputusan kalau aku ambil keputusan? Iya, kami rida. Enggak satu pun kami di antara kami yang akan menolak. Lalu dia balik arah Nabi sallallahu alaihi wasallam di hadapan beliau. Lalu ada kemahnya Nabi di sebelah kanannya Saad. ee saat tidak mau kesannya kayak menggurui Nabi atau melampaui Nabi. Maka beliau mengatakan, "Apakah pemilik kemah ini juga rida kalau saya mengambil keputusan?" Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak dikatakan, "Apakah Nabi setuju enggak? Apakah pemilik kemah ini juga setuju kalau saya ambil keputusan?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Iya, Hai Saad. Kalau begitu, hai muslimin, keputusan saya semua laki-lakinya Quraidah dibunuh semuanya. Semua perempuan dan anak-anaknya jadi tawanan perang, jadi sahaya gitu kan. Hartanya dibagi sebagai ganimah, selesai keputusannya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam tutup takbir. Allahu Akbar. Kau telah berhukum dengan hukumnya Allah dari langit ketujuh. Allah sebenarnya mau keputusan itu, tapi kau keluarkan dari mulutmu hukum yang Allah inginkan tadi. Maka ini sebuah keputusan yang luar biasa. Dari saat keluar semuanya pasukan Quraidah ini waktu lewat gitu kan dia ulangi lagi kata-katanya. Saat sudah tiba saatnya untuk saat tidak mempedulikan celaan orang untuk mendapat rida Allah. Selesai lewatlah orang-orang Quraidah diikat semua laki-lakinya 700 orang itu perempuannya semua dibagilah hartanya segala macam tinggal 700 orang. Ada beberapa orang tentu yang selamat ya. Ada di kajian sirah saya sempat sampaikan itu ada saya lupa sekarang namanya ada satu orang yang pada saat dia lagi dipegang oleh muslimin, dia lihat ada satu ibu muslimah lewat dan dia kenal. Dia sering transaksi jual beli sama ibu itu. Lalu dia teriak, "Hai ibu, saya mau disembelih." gitu. Maafin saya, lindungin saya, gitu. Maka ibu itu pun mengatakan kepada pasukan muslimin, "Sebentar saya mau lindungin orang ini." Dibawa ke Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya Rasulullah, ini lindungan saya." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Silakan ambil." Gitu kan. Maka orang itu pun syahadat. Orang syahadat. Setelah dia syahadat, dia bilang, "Alhamdulillah, gara-gara syahadat saya enggak jadi dibunuh." Kisah pada saat itu tentunya. Yang jelas ada beberapa orang yang ada kisah-kisah unik kalau antum ikutin di sirah itu ada kisah tentang perang Bani Quraizah. Panjang lebar ceritanya. Karena ini masih ada pelajaran-pelajaran yang kita ee bahas nanti, jadi saya tidak bisa bahas semua. Ringkas cerita, dikumpullah 700 orang itu kemudian dibawa 10 orang lalu dibunuh gitu kan. Hukuman terhadap pengkhianatan. Mungkin orang teman-teman sekalian kalau dengar sepintas kisah ini, wah muslimin juga membantai. Gitu kan. Kasusnya ini bukan masalah membantai, Teman-teman sekalian. Kasusnya kalau Quraidah malam itu hari itu membuka bentengnya satu Madinah habis. Dan perlu kita garis bawahi muslimin waktu itu pusatnya di Madinah. Artinya kalau habis semua, habis semua ini pengkhianatan mereka bukan pengkhianatan yang biasa. Itu yang pertama. Yang kedua, pada saat lagi mau diajak negosiasi oleh Saad bin Muad dan Sa'ad ibn Ubadah, mereka malah sengaja menancapkan kesepakatan yang disobek, ditempelin pakai pisau di temboknya, ya kan. Kemudian mereka menantang Saad ibin Muad dan Saad ibn Ubadah. Lebih-lebih lagi yang mereka tantang Sa'ad ibn Muad yang akhirnya mereka tidak sadar. Mereka mengatakan, "Kami mau berhukum dengan Saad." Akhirnya Saad ambil keputusan itu. Gitu kan. Dan ada yang unik, Teman-teman. Waktu mereka mau dibunuh, proses pembunuhan sebenarnya Nabi sallallahu alaihi wasallam membuka peluang. Siapa yang mau masuk Islam silakan atau yang mau mengalah silakan. Artinya mengalah dalam arti kata, "Ya sudahlah saya minta maaf, saya begini, saya begini, berikan saya keamanan." Nabi sallallahu alaihi wasallam maafkan. Ada beberapa orang yang Nabi sallallahu alaihi wasallam maafkan tapi yang memang membangkang enggak mau. Mereka anggap mereka mati syahid. Orang-orang Yahudi ini anggap kalau dibunuh oleh muslimin, mati syahid masuk surga gitu kan. Sampai ada di antara mereka waktu itu Nabi ada satu ada satu sahabat melindungi satu orang. Sinilah saya lindungi kamu. Dia bilang, "Baik, terima kasih. Istri anak saya saya lindungi. Harta saya saya lindungi. Ya Rasulullah, ini lindungan saya." Karena dalam peperangan kan istiar namanya. Kalau seorang muslim, muslimah juga sama, perempuan muslimah kalau dia melindungi satu orang kafir, dia bilang, "Ini di bawah naungan saya." Enggak boleh ada yang ganggu. Ini dalam hukum Islam memang begitu. Orang yang biasa pun boleh melindungi siapapun orang kafir. Jadi ini bukan masalah kasus bantai-bantai bukan gitu kan. Memang yang dibunuh tuh yang membangkang. Memang mereka anggap mati kalau tidak ya kita melawan. Mereka mau menganggap seperti mati syahid. Maka orang ini sahabat ini melindungi. Baiklah saya lindungi kamu sama keluargamu. Sudah pas dilindungin dia tanya, "Bagaimana dengan teman saya?" Si fulan ada temannya. Temannya ini terkenal dia yang merobek surat kesepakatan akad dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata sahabatnya, "Tidak bisa kalau orang itu pasti dibunuh." Kata orang ini, "Kalau gitu enggak usah lindungi saya. Saya mau masuk surga bersama [Musik] itu." Akhirnya dibunuh juga. Jadi memang yang terbunuh ini, Teman-teman, bukan masalah kasus pembantaiannya, tapi kasusnya memang mereka pengkhianat dan mereka memang dasarnya maunya itu memang maunya dibunuh karena masih dibuka peluang untuk meminta maaf. Kan ada di antara mereka minta maaf, minta keamanan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Itu lain gitu kan. Selanjutnya teman-teman sekalian adalah yang keempat dari manaqib ya, dari ee keutamaan Saad radhiallahu anhu. Setelah tadi yang pertama hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwasanya arsynya Allah goncang dan seterusnya. Kemudian perkataan yang mulia di perang Badr sehingga terjadi peperangan Badr mendukung. Kemudian yang ketiga tadi adalah kejadian Gatafan dan juga kejadian Quraidah. Ini sebenarnya kita bisa jadikan poin-poin sendiri ya, tapi saya masukkan masukkan saja. Kemudian poin yang keempat adalah bagaimana kemuliaan diri dan ee apa namanya yang sifatnya abadi dan kemuliaan yang dikenang oleh kaum muslimin pada saat mati karena bergeraknya arsy Allah. Ini kita lihat. Dan juga ee dipikulnya jenazahnya oleh para malaikat. Ini ada kisahnya di halaman 145 sampai 148. Saya akan bacakan riwayatnya, Teman-teman sekalian. Nabi sallallahu alaihi wasallam di sini dikatakan oleh penulis pada saat melihat jenazah saat dia berkata Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda jazakallahuiran min sayidil faqad anj waahu wunjizannakallahuakallahu waadaka sekali kau ambil keputusan maka mereka semua patuh engkau telah menunaikan apa yang telah engkau janjikan niscaya Allah akan menunaikan apa yang dia janjikan kepadamu kemudian nabi Nabi sallallahu alaihi wasallam juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim. Ihtazza arsyur rahman limauti Saad ibin Muad. Arsynya Arrahman bergoncang karena kematian Sa'ad ibn Muad. Asma binti Yazid radhiallahu anha berkata, "Ketika Saad bin Muad wafat, ibunya menangis. Maka Nabi wasam bersabda, wahul. Mengapa air matamu tidak berhenti dalam kesedihan wahai ibunya? Saad, sementara anakmu adalah orang yang paling pertama Allah tersenyum padanya. Ya. Dan juga arsynya Allah bergoncang karena meninggalnya. Al-Haitami menyebutkan dalam Majm dan juga At-Tabarain dan rawi-rawiinya semuanya sahih dan al-Hakim juga azzahabi mensahihkannya. Ulama lain juga berkata, "Yud dengan bergoncang arsynya Allah adalah bergoncangnya para pemikulnya dari kalangan malaikat dan malaikat-malaikat lain." Di sini mudhaf atau kata yang disandarkan tidak disebutkan, yaitu malaikat pemikur arsy. Tetapi memang ini pendapat di antara ulama yang mengatakan. Yang lain juga berkata, "Yud dengan bergoncang sini adalah kebahagiaan dan penerimaan. Di antaranya perkataan orang-orang Arab yang berkata, "Fulanun yahtazul lil makarimi." Fulan bergerak karena kemuliaannya. Bukan berarti badannya yang bergoyang atau bergerak. Tetapi maksud mereka adalah ketenangan fulan kepadanya dan kecenderungan kepadanya. Dan ini pendapat-pendapat ulama. Al-Harbi juga berkata, "Ini adalah bahasa kinayah atau kiasan yang mengungkapkan luar biasanya kematian Saad. Orang-orang Arab biasa menisbatkan sesuatu yang besar kepada sesuatu yang paling besar. Sehingga mereka berkata, "Bumi menjadi gelap ketika kematian fulan dan kiamatnya sudah tiba." Mest-ar biasa berbicara begitu. Kalau ada orang punya kedudukan yang besar, maka mereka mengatakan bumi jadi gelap dengan matinya orang ini atau seakan-akan kiamat sudah terjadi. Ya, karena dianggap orang ini punya kedudukan. Ini juga bisa berarti maknanya. Imam Azzahabi berkata rahimahullah, arsy adalah makhluk yang ditundukkan. Jika Allah menghendakinya untuk bergoncang, maka ia bergoncang dengan kehendak Allah. Allah memberikan kepadanya rasa cinta kepada saat sebagaimana Allah memberikan e perasaan kepada Uhud terhadap kecintaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, jadi pendapat Imam Azzahabi wallahuam yang lebih banyak cenderung dipegangi oleh para ulama bahwasanya memang bergetarnya arsy Allah ini ya karena Allah subhanahu wa taala menginginkannya bergoncang, bergerak pada saat itu dan itu karena rasa cinta kepada saat ya. Sebagaimana firman Allah penulis mengatakan di sini diangkat surah surah Saba ayat 10. Auzubillahiminasyaitanirrajim ya jibali awibi maah. Sebagaimana Allah berfirman tentang Daud, "Wahai gunung-gunung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud." Padahal kita tahu gunung-gunung tidak bisa bertasbih, tapi kuasa Allah Subhanahu wa taala, Allah bisa melakukan itu. Kemudian juga dikatakan surah al-Isra ayat 44, Allah berfirman, "Azubillahiminasyaitanirrajim." "Tusabbihu lahusamawatus wal ard alayah." Langit yang tujuh dan bumi juga bertasbih kepada Allah. Kita tidak pernah bisa mendengarkan tasbih tersebut. Kemudian dalam surah Al-Isra ayat 44 juga dikatakan wain min illa yusabbihu bihamdih. Tidak ada sesuatu kecuali ia bertasbih dengan memujinya. Di dalam Sahih Bukhari, Ibnu Mas'ud berkata radhiallahu anhu, "Kami mendengar tasbih makanan yang sedang dimakan." Dan ini adalah bab yang sangat luas. Dalam arti kata, Teman-teman sekalian, kita hanya mau menekankan bahwasanya memang kalimat daripada bergetar arsynya Allah ini tidak ada satuun perkataan di sini dari para ulama yang mengatakan Allahnya yang bergetar gitu kan. Karena tidak mungkin kita mengucapkan kalimat ini tidak santun kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi arsy adalah ciptaan Allah. He. Dan sudah diberikan tadi gambaran bisa karena perintah Allah, bisa karena kecintaan Arsy kepada Allah, bisa karena apa saja ya mungkin pemikul arsynya yang bergoncang karena malaikat-malaikat itu mencintai saat dan seterusnya. Dan dalam satu riwayat Ibnu Umar meriwayatkan dinisbatkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dikatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda ihtazal arsyubi liqaillahi sa'ad. Arsy bergoncang karena mencintai perjumpaan Allah dengan Saad. Dan ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad dan Hakim dan beliau mensahihkannya. Dan Allah. Kesimpulan dari semua apa yang disampaikan ini yang lebih kuat adalah pendapat yang dipegangi oleh ee para ulama yang terakhir sekali bahwasanya dikatakan arsynya Allah bergoncang karena mencintai karena Allah mencintai menjumpai Saad radhiallahu anhu. Baik, ini adalah kejadian manaqib. Kemudian juga manaqib yang lain yang kelima adalah masalah hadirnya malaikat pada saat dia meninggal untuk mengurus jenazahnya dan memikul ee memikul jenazahnya. Disebutkan dari Mahmud bin Labib radhiallahu anhu, beliau berkata, "Ketika tulang lengan saat terkena anak panah lalu dia sakit karenanya tadi lengan kanannya, maka mereka membawanya kepada seorang wanita yang bernama Rufaidah yang biasa mengobati luka. Jika Nabi sallallahu alaihi wasallam melewati saat beliau menyapanya mengatakan, "Bagaimana keadaanmu sore ini? Bagaimana keadaanmu pagi ini?" Maka saat menjawab sampai tiba satu e menjawabnya sampai tiba satu malam di mana kaum di mana kaumnya memindahkannya dan sakitnya semakin parah. Maka kaum Saad pun membawanya ke Bani Abdil As'al di perkampungan mereka. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam datang menjenguk saat lalu dikatakan kepada beliau, "Kaumnya telah membawanya pulang." Maksudnya Nabi kunjungi dia di masjid, dikiemah dekat masjid tapi ternyata sudah enggak ada. dibawa pulang ke kaumnya. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam berangkat dan kami mengikuti beliau. Kata Mahmud ibn Labib, beliau pun berjalan dengan cepat sampai tali sendal kami terputus karena cepatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam berjalan. Jadi pada saat sudah diangkat dari khemahnya di dekat masjid, dibawa ke rumahnya di perkampungannya, Nabi sallallahu alaihi wasallam segera mengejar ke sana. Ada alasannya kenapa dikejar ni. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam buru-buru sampai para sahabat karena mengejar Nabi sallallahu alaihi wasallam, sendal-sendal mereka terputus. Hal ini disampaikan oleh para sahabat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka beliau bersabda, "Ya Rasulullah, kenapa Anda buru-buru begini? Kenapa sampai begini sampai sendal-sendal pada putus, debu-debu pada berterbangan?" Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inni akubu anasbiqana ilaihil malaikatu gasat." "Aku khawatir para malaikat mendahului kita memandikannya sebagaimana mereka memandikan Handalah." Dan ini hadis sahih ya. Ini menandakan teman-teman sekalian, pada saat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah tahu kalau saat begitu tiba di sukunya sudah meninggal dunia. Sudah meninggal dunia. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam buru-buru. Kenapa? Karena beliau ingin memandikan jenazahnya Saad ibn Muad. Dan beliau berkata, "Saya khawatir jangan sampai kalau kita telat tiba di sana, malah malaikat yang mengurus jenazahnya." Di dalam sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam yang lain dikatakan bahwasanya kami bertanya kata para sahabat, kami bertanya wahai Rasulullah, kami tidak membawa seorang mayit yang paling ringan dibandingkan dia si saat ini. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, maamnauhu waq minal malaikati wa lam yahbitu qlaumihim qal maakum. Bagaimana tidak ringan jenazahnya? Jadi waktu sahabat angkat itu kayak ringan sekali. Sebagian asar menyebutkan seperti jenazah itu kalau mau dipindahkan ke tangan yang lain seperti sebuah kapas ya yang sangat ringan sehingga mudah pindah di pundak-pundak para sahabat. Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, kami belum pernah mengangkat jenazah, bagaimana kalau jenazah kemudian seperti kapas sangat ringan gitu kan." Seperti ini. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bagaimana tidak ringan? Sedangkan para malaikat dengan jumlah sekian dan sekian telah turun. Mereka tidak turun sebelum hari ini. Mereka memikul saat bersama kalian." Dan ini bisa dilihat punt nomor 16 diriwayatkan Ibnu Sad dan dihasankan oleh ee Arnaud ya dalam Asyiar. Ada riwayat lain menyebutkan juga bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Hal abdus alladzi taharak lahul ars wautihat abwabusamaahidahu alf minal malaikah lamanzil ardhi qalik laqadmatanmahu." Ya, ini diriwayatkan oleh Annasai dalam kitabul janaiz dan juga ee disahihkan oleh Albani dalam sahihul jami. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam waktu nunjuk jenazahnya saat, "Ini adalah hamba saleh di mana Arsy bergetar karenanya pintu-pintu langit dibuka untuk menerima rohnya. 70.000 malaikat menghadiri jenazahnya. Mereka tidak turun ke bumi sebelum ini. Kuburnya menghimpit lalu dilapangkan untuknya." Dan ini menandakan memang hadirnya 70.000 malaikat yang mengurus jenazah Saad radhiallahu anhu. Tadi ada riwayat tadi disebutkan tentu Handalah. Kalau teman-teman masih mengingat riwayat Handal kan di salah satu peperangan Handal ini baru menikah. Baru menikah kemudian dia menikah malam hari dia belum berhubungan biologis sama pasangannya kecuali habis subuh. Habis salat subuh di masjid bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dia pun ee kembali dan menggauli istrinya ya layaknya suami istri. Baru selesai berhubungan dia belum sempat mandi junub. Tiba-tiba ada kubandan perang jihad. Maka Handalah pun ikut. Belum sempat mandi junub. Gitu kan. Pada saat dia masuk di medan perang, dia terbunuh oleh musuh. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat melihat jenazah Handal lalu sempat mengalihkan wajah beliau. Lalu para sahabat mengatakan, "Kenapa ya Rasulullah?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Saya melihat malaikat memandikannya." Ada riwayat lain mengatakan, "Saya melihat istrinya dari bidadari menjemputnya." Jadi dia karena belum dimandikan maka dimandikan oleh malaikah. Ini sebuah kemuliaan tentunya disebutkan tentang Saad radhiallahu anhu dan beliau adalah pimpinan kita ya salah satu pimpinan sahabat ridwanullahi alaihim yang mulia. Sesungguhnya kuburnya hamba saleh ini waktu saat sudah dikuburkan menyempit hingga Allah melapangkannya untuknya. Artinya memang kuburan saat saja terhimpit seperti itu, apalagi kuburan kita. tapi tidak sampai merusak jasad orang-orang beriman. Ini yang dimaksud dengan kalimat tadi. Imam Azzahabi coba menukil kepada kita tentang masalah sempitnya kuburan sad ini bukan bukan termasuk azab kubur sama sekali bukan. Tapi ia adalah sesuatu yang dirasakan oleh seorang mukmin sebagaimana dia merasakan sakitnya kehilangan anak dan kawan ee akrabnya di dunia. Sebagaimana dia merasakan rasa sakit dari penyakitnya, rasa sakit ketika rohnya keluar dari jasadnya. Rasa sakit ketika dia diuji dan ditanya dalam kuburan. Rasa sakit karena tangisan keluarganya atasnya. Rasa sakit pada saat dia bangkit dari kuburnya. Rasa sakit pada saat dia keluar berdiri menyaksikan ketakutan di padang mahsyar. Rasa sakit ketika melewati api neraka dan sepertinya. Maksudnya tidak harus sakit fisik. Ya. Jadi di sini yang dimaksud himpitan adalah bukan azab kubur, tetapi sesuatu yang dirasakan oleh seorang mukmin yang alami sebagaimana dia rasakan banyak hal-hal dalam kehidupan dia. Ini bukan berarti sudah ada siksaan karena peringatan dari Allah. Sama dengan kasus tadi ee saat bukan berarti dikatakan kuburannya menghimpit berarti dia akan berarti siksaan kubur. Tidak. Tapi dia adalah sebuah peringatan bahwasanya semua orang akan dihimpit oleh kuburannya. Tapi orang mukmin tidak akan sampai rusak jasadnya. Surah almukmin juga ayat 18 berbunyi minasyaitanirjimati alayah. Berihlah mereka peringatan hai Muhammad dengan hari yang dekat. Ketika itu hari menyesak hati hati menyesak sampai di kerongkongan. Apakah ini maknanya hatinya seseorang naik sampai ke kerongkongannya? Jawabannya tidak. Tetapi yang dimaksud adalah peringatan tentang susahnya pada hari itu sampai seakan-akan hati seseorang mendesak sampai ke kerongkongannya. Tentu di sini ada peringatan-peringatan dari ee penulis. Di antaranya beliau mengatakan mungkin Anda mengira bahwa orang yang beruntung tidak akan mengalami ketakutan di dua alam, dunia dan akhirat dan tidak mengalami kecemasan dan kekhawatiran, maka itu tidak benar. Tapi orang mukmin bisa merasakan kecemasan dan kekhawatiran. khawatir nanti jangan sampai dia disiksa sama Allah. Khawatir jangan sampai amalnya belum diterima. Itu adalah sesuatu yang positif. Makanya ahli sunah wal jamaah sepakat kita menyembah Allah dalam keadaan antara khauf dan raja, antara takut khawatir dengan azabnya Allah, khawatir amal-amalnya masih kurang pahalanya dan juga raja berharap rahmatnya Allah subhanahu wa taala. Sebagai penutup dalam poin manaqib ini, Teman-teman sekalian, adalah bagaimana meninggalnya tokoh kita Saad radhiallahu anhu. Ada ee sebuah riwayat menjelaskan kepada kita atau dua buah riwayat. Yang pertama diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Albara ibn Azib radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah diberi hadiah sebuah jubah dari sutra. Maka para sahabat merabahnya dan sangat lembut karena e sutra yang sangat mahal gitu kan. Walaupun Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak memakai itu karena sutra tidak boleh dipakai bagi laki-laki. Tapi para sahabat kagum melihat karena hadiah itu sangat mewah ditaruh di sebuah tempat yang mewah. Mereka kagum pada kelembutannya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, Muadir minha waan. Apakah kalian kagum dengan kelembutan sutra ini? Sapu tangannya Saad bin Muad di surga lebih baik dan lebih lembut daripada ini. Padahal Saad bin Muad sudah lama meninggal. Ini kejadian sudah lama. Beberapa tahun kemudian barulah Nabi sallallahu alaihi wasallam mendapatkan hadiah sutra. Maka Nabi masih menyebutkan sapu tangannya Saad dan sapu tangan sesuatu yang paling sederhana bagi dalam pakaian seseorang. Dia hanya dipakai untuk membersihkan keringat, membersihkan kotoran hidung kan gitu dia sesuatu bukan yang di yang dipamer atau diperlihatkan. Maka kalau itu saja di surga lebih baik daripada sutra di dunia. Dan ini menandakan kelebihan bagi saat. Dalam riwayat yang lain dikatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam diberi hadiah sebuah jubah dari sutra. Beliau tidak membolehkan sutra bagi laki-laki dan beliau pun tentu tidak memakainya. Lalu orang-orang takjub kepada sutra itu. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Walladzi nafsu Muhammadun bi muadin jannah ahsanu min. Demi zat yang Muhammad, jiwa Muhammad dalam tangannya atau genggamannya, sungguh sapu tangannya Sa'ad ibn Muad di surga lebih baik daripada ini." Hadis sahih riwayat Imam Muslim. Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam Sahih Muslim, para ulama berkata bahwa hadis ini merupakan isyarat kepada kedudukan saat yang agung di surga. Sesungguhnya pakaiannya yang paling rendah sekalipun di sana di surga lebih baik daripada itu. Sapu tangan adalah sesuatu yang paling remeh karena digunakan untuk mengelap yang kotor dan biasanya diremehkan. Maka selainnya lebih baik. Hadis ini juga menunjukkan surga. Menetapkan surga bagi saat. Artinya dijamin saat mati syahid dan masuk ke dalam surga. Di antara wasiat saat yang mulia pada saat akan meninggal dunia, beliau mengatakan kepada kaumnya, "Ada tiga hal. Pada ketiganya aku kuat dan pada selainnya aku lemah." Artinya, tiga hal ini aku selalu pegang dan aku tidak pernah tinggalkan. Yang pertama, aku tidak pernah melakukan satu salat sejak aku masuk Islam lalu aku berbicara kepada diriku sendiri sampai aku menyelesaikannya. Paham maksudnya? Ya, artinya selama aku masuk Islam, semenjak itu, semenjak pertama kali aku salat sampai sekarang aku mau meninggal, belum pernah aku bicara dengan diriku sendiri. Artinya konsentrasi, khusyuk, full dengan bacaan, gerakan dan bacaan semuanya full sampai aku menyelesaikannya. Tidak pernah satu kalipun mengkhayal, berpikir ke mana-mana. Itu yang dilakukan oleh Saad radhiallahu anhu dan ini kesaksian beliau untuk dirinya. Yang kedua, aku tidak mengantarkan jenazah lalu aku berbicara kepada diriku dengan selain yang dikatakan oleh jenazah itu atau dikatakan kepadanya sampai ia dikuburkan. Maksudnya sebelum jenazah meninggal yang dia ucapkan agar masuk surga apa? Lailahaillallah gitu kan. Jadi kata Saad kalau saya ngantar jenazah lisan saya tidak pernah berhenti mengucapkan kalimat yang diucapkan oleh jenazah ini sebelum mati. Lailahaillallah g kan dikatakan itu jenazah ini atau yang dikatakan kepadanya sampai dikuburkan maksudnya orang-orang menyebutkan kebaikan kan di antara sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau ada jenazah lewat kita harus mengucapkan kebaikan karena dalam riwayat Bukhari Muslim pernah ada jenazah lewat lalu para sahabat mengatakan ee orang ini begini dan begitu disebutkan keburukannya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wajabat ini jadi terjadi loh. Jangan kalian ucapkan itu karena kalian adalah kesaksi saksi-saksi Allah di muka bumi. Lalu lewat orang yang satu dipuji-puji kebaikannya. Si fulan ini begini begitu dipuji-puji." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wajabat terjadi. Sesungguhnya kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi." Jadi kalau ada jenazah lewat kita dianjurkan untuk menyebutkan kebaikan gitu kan. Walaupun ada kekurangan orang itu, apa yang baik yang kita tahu kita sebutin kebaikannya. Karena kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Uzkuru mahasina mautakum." Sebutkanlah kebaikan-kebaikan jenazah kalian. Maka saat memiliki satu kata kunci, selain kalau salat selalu konsentrasi dari takbir, lisannya, gerakannya, semua ucapan dan gerakannya semua sempurna. Enggak ada satu kalipun mengkhayal sampai dia menyelesaikannya. Gak pernah berbicara dengan dirinya sendiri. Enggak pernah bisa digoda oleh setan. Yang kedua, kalau ngantar jenazah enggak pernah ngomong sama siapapun. selalu mengucapkan mengulangi kalimat lailahaillallah itu sendiri buat dirinya atau mengucapkan pujian buat si jenazah. Yang ketiga, aku tidak mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda kecuali aku mengetahui bahwasanya itu benar dan aku jadikan itu sebagai prinsip hidupku. Kata Ibnu Musayyab rahimahullah, salah satu ulama tabiin, "Aku tidak mengira sifat-sifat ini terkumpul pada orang kecuali para nabi. Hanya saja Allah Subhanahu wa taala memuliakan saat dengan kalimat-kalimat seperti ini." Baik, sekarang teman-teman sekalian kita tutup pertemuan kita dengan pelajaran-pelajaran yang kita ambil dari kehidupan saat. Yang pertama adanya kemuliaan Islam dan dai. Menjadi dai. Kenapa kita bahas ini, Teman-teman sekalian? Karena kita lihat saat yang sangat mulia ini masuk Islam di tangan siapa tadi? Mus'ab ibn Umair. Siapa ini dainya Nabi sallallahu alaihi wasallam? Saya pernah sebutkan di kisah Mus'ab ibn Umair pada beberapa pertemuan yang lalu, Teman-teman sekalian. Kalau Saad ibn Muad yang sampai arsynya Allah goncang, sampai malaikat hadir di hidupannya, di kematiannya 70.000 gitu kan, itu masuk Islam di tangannya Mus'ab. Berarti Musab panen pahalanya enggak? Panen pahalanya. Maka ini sebuah kemuliaan, Teman-teman, bagi dai. Dan Islam itu sendiri adalah kebenaran sehingga tidak perlu ragu sama sekali untuk menyebarkannya. Dan tugas seorang dai adalah memahami ilmu yang benar. sesuai wahyu Al-Qur'an dan sunah dan menyampaikannya dengan keikhlasan. Selebihnya adalah haknya Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana perilaku Saad ee Musab ibn Muhair yang mengatakan kepada Saad bin Muadz, "Hai hai, hai Saad, duduklah, dengarkanlah. Kalau baik kamu ambil cuma sekedar informasi. Kalau buruk kamu boleh meninggalkan atau kami meninggalkan tempat ini." Dan ini sebuah retorika dakwah yang sangat bijaksana. Kemudian yang kedua, Teman-teman, dalam berdakwah kita juga harus menyentuh semua lini. Berdakwah kepada orang awam, masyarakat biasa, tokoh-tokoh masyarakat, pedagang, siapa saja. Jangan dakwahnya eksklusif hanta hanya untuk orang tertentu. Ini pengajian ini enggak boleh orang lain hadir, cuma si fulan, si fulan, gak bisa. Atau yang sudah terlanjur ikut pengajian lama ini, yang sudah ikut pengajian sahabat dari bulan-bulan lalu itu yang boleh hadir. Yang lain enggak boleh ya. Nah, ini enggak bisa. Enggak ada eksklusif. buka silakan untuk siapa saja mau datang gitu kan. Sebarkan itu karena memang dakwah itu penting untuk siapa saja dan memang untuk siapa saja. Yang ketiga dakwah dan kebenaran dan tidak boleh ditunda. Seperti kasus Sa'ad ibn Muad tadi radhiallahu anhu. Begitu masuk Islam pada saat sudah syahadat langsung dia pulang ke kaumnya langsung ajak syahadat. Enggak pakai ditunda lagi gitu kan. Ini penting teman-teman sekalian. Dan ini sudah sering saya ulangi. Kalau yang hadir di hari Rabu pengajian kita di masjid kita ini, itu selalu saya sampaikan dan saya ingatkan kalau antum memiliki teman-teman kantor, kerabat, tetangga nonmuslim, jangan tunda untuk sampaikan Islam. Jangan tunda. Datangin baik-baik, sudah salaman, sudah kenalan, mungkin berikan sedikit hadiah. Kemudian baru kita tawarkan, bagaimana pendapat Bapak kalau perempuan mungkin akhwat kita sana? Bagaimana pendapat Ibu tentang Islam? Kami muslimin apa pendapatnya? Tanya. tanya lagi di pesawat, lagi di kereta api, lagi di bus, ada orang di sebelah kita. Tentu ini saya sarankan sesama jenis ya. Kalau lawan jenis nanti malah terbuka fitnah. Kita bicara sama-sama jenis lalu kemudian tanya yang pertanyaan pertama cuma satu, bagaimana pendapat Anda tentang Islam? Bagaimana pendapatnya selama ini tentang Islam? Biarkan dia menyampaikan semuanya apa yang dia ketahui. Mau buruk, mau baik, dengarin aja. Kalau setelah diceritakan buruk dan baiknya, kemudian baru kita menjelaskan apa yang kita ketahui tentang Islam. Tugas kita cuma menyampaikan orang semua teman-teman yang masuk Islam itu kalau kita dengar kisahnya 90% sesuatu yang tidak masuk di akal kita. Karena dengar azan merinding, karena melihat muslimin, karena mendengar qulallahu ahad yang saya rasa antum sudah dengar dari kecil gitu kan. Tapi ini luar biasa bagaimana mereka bisa masuk Islam dan ini penting dan akhirnya saat memanen pahala seluruh sukunya karena masuk Islam setelah dia masuk Islam dan menyebarkan dakwah. Yang keempat teman-teman pelajaran adalah perlunya seseorang itu kokoh di atas kebenaran dan Islam serta sangat yakin dengan janji Allah dan Rasul-Nya. Teman-teman sekalian, antum hadir di masjid ini yang masyaallah jumlahnya sampai sekian banyak. Ini bukan ini jangan dijadikan sebagai sering saya bilang jangan cuma testimoni saya mau tes aja deh dengar ceramah atau cuma seremoni ngeramin-ramin dengan teman-teman saya aja. Enggak. Datang ke sebuah lakukan sebuah perbuatan teman-teman dengan sebuah target. Harus ada target apa yang saya dapatkan gitu kan. Dan selalu kalau majelis ilmu itu kita buka diri kita untuk mengambil yang positif. Ada yang negatif jangan diambil. Tapi yang kalau yang positif silakan ambil gitu kan. Jadi kan sebagai pegangan apalagi kalau semuanya masyaallah kebaikan kenapa enggak diambil dan itu perlu kita harus tahu teman-teman sekalian yakin. Dan bukan cuman itu. Kalau kita sudah yakin tentang kisah Saad dan kisah sahabat-sahabat Nabi yang lain yang sudah kita jelaskan, penyampaian-penyampaian tentang hukum-hukum syari yang kita sudah yakin dengan dalilnya teman-teman sekalian itu tinggal dipraktikin. Demi Allah tinggal tunggu mati kita bersama-sama dengan mereka. Ingat para sahabat teman-teman, kalau mau meninggal seseorang di antara mereka itu mereka datang satu sama yang lain dan mereka saling berkata apa? Berita gembira buat kamu. Temannya mau mati dia bilang, "Berita gembira buat kamu." Kita kadang-kadang kalau orang sudah mau mati kasihan ya apalah kita bilang gitu kan. Kalau mereka enggak, berita gembira buat kamu. Kenapa berita gembira? Mereka bilang apa? Sebentar lagi kau akan menemui semua hasil perbuatanmu yang baik-baik. kamu akan masuk, kamu akan bertemu dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, kamu akan bertemu dengan sahabat-sahabatnya dan orang-orang saleh, dan kau akan masuk ke surgamu yang dijanjikan. Apa maksudnya kalimat ini, Teman-teman? Dia mereka memotivasi temannya mau mati. Ini janji Allah semua benar. Kamu mati ini kamu dahului kami mendapatkan itu semua. Cuma sabar sampai mati, Teman-teman. Kehidupan kita sebenarnya orang mukmin bukan di sini, di sana, di akhirat. kehidupan abadi. Selanjutnya, Teman-teman sekalian, yang kelima adalah bagaimana cintanya para sahabat terhadap kematian dan rindunya mereka terhadap kematian tersebut, terutama bila dikumandankan jihad oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kita bisa melihat bagaimana perkataan Saad pada saat mengatakan wajabat ya sungguh telah benar ya Rasulullah. Waktu Nabi mengatakan, "Semoga Allah merahmatimu." Saad juga sempat berkata dalam perkataannya pada saat dia kena anak panah, dia mengatakan, "Ya Allah, kalau seandainya setelah hari ini masih ada upaya Quraisy menyerang Nabi ya Muhammad sallallahu alaihi wasallam, maka hidupkan saya." Kalau setelah hari ini masih ada upaya Quraisy seperti perang Ahzab, karena perang Quraidah itu masih dekat sekali dengan Ahzab gitu kan. Beberapa hari saja. Kalau masih terjadi penyerangan Quraisy, "Ya Allah panjangkan umur saya karena aku akan membela nabimu." Tapi kalau sudah tidak lagi pertemuan dengan Quraisy, artinya Islam akan menyerang Quraisy dan akan menang setelah hari ini. Dan memang itu betul terjadi karena nanti setelah perang Ahzab, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan Quraisy tidak akan bisa memerangi kita lagi. Mulai hari ini kita akan memerangi mereka gitu kan. Sampai pembebasan kota Makkah. Kata Saad, "Ya Allah, matikanlah saya setelah Engkau memberikan ya penyejuk mataku terhadap suku Quraidah." Artinya, setelah saya mengambil keputusan suku Quraidah baru matikan saya Allah gitu. Maka Allah Subhanahu wa taala pun menerima perkataan atau permintaan saat. Tapi bagaimana mereka menghadapi kematian dengan sangat tenang? Ya, saya menceritakan bagaimana akhir hidup mereka selalu cerita matinya. Seperti Abu Bakar itu mau meninggal, beliau tinggal menulis wasiat menyuruh Utsman, "Hai Utsman, tulislah." gitu kan. Sampai akhirnya namanya Umar yang ditulis. Lalu Abu Bakar dengan sangat gembira pada saat itu, "Sudahlah saya sudah memilikan yang terbaik buat umat ini." Lalu kemudian beliau meninggal dengan sangat tenang. Abu Bakar suruhnya masuk surga. Umar juga begitu. Pada saat mau meninggal beliau waktu mau meninggal beliau mengatakan, "Mintalah izin kepada Aisyah Ummul Mukminin supaya saya bisa dikubur bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam dan Abu Bakar. Kalau diizinkan alhamdulillah. Kalau tidak kalau saya mati hari ini, kuburkan saya di kuburannya muslimin. Lalu kemudian beliau meninggal juga pada hari itu. Dan kematiannya begitu saja. Orang beriman sudah yakin dengan apa yang Allah janjikan. Enggak ada keraguan, enggak ada ketakutan, gitu kan. Karena sudah pasti semua enggak boleh ada keraguan dalam masalah ini, Teman-teman sekalian. Membedakan tingkat keimanan seorang mukmin di keyakinannya. Makanya Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kami enggak bisa menyaing e kami berbuat ibadah yang dibuat oleh Abu Bakar. salat kami salat, puasa kami puasa, jihad kami jihad, semuanya kami kerjakan. Tapi kami tidak bisa menyaingi Abu Bakar di keyakinannya. Enggak bisa sama sekali. Luar biasa keyakinannya. Allah, Rasulnya mengatakan a a bb. janji pasti. Jadi jalan di muka bumi ini, Teman-teman, kalau keyakinan kita ada janji Allah yang benar di akhirat sana, apa saja kita akan tempuh. Yang penting kebenaran sampai kita mati pun iya kan gitu. Itu yang membuat mereka semangat dalam menghadapi jihad, membela agama. Enggak ada urusannya. Kalau ajal saya mati mau diranjang atau mau di medan perang tetap akan mati gitu kan. Maka tinggal isi dengan hal-hal apa yang Allah ridai dan kita akan panen di sana. Ini semua janji pasti. Enggak boleh ada keraguan dalam masalah itu. Yang ketujuh, bagaimana keputusan Saad radhiallahu anhu karena selalu saja bersesuai dengan apa yang Allah dan Rasulnya ridai. Maka sampai menghasilkan arsynya Allah bergoncang. Yang kedelapan. adanya perawat wanita dalam Islam. Ini sedikit saya sisipkan karena tadi kita sebutkan waktu saat sempat luka dan keluar darah dirawat oleh seorang wanita bernama Rufaidah. Dan dia adalah seorang perawat yang seringki diajak oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam peperangan. Karena ada beberapa nama-nama wanita memang yang menjadi perawat. Dan ulama juga menjadikan ini sebagai salah satu dalil bolehnya kalau orang perawatan, pengobatan maksud saya pengobatan dengan oleh lawan jenis gitu kan. Ini sesuatu yang harus darurat kecuali kita masih mendapatkan sesama jenis yang ada alhamdulillah. Tapi kalau tidak maka hukum syarinya boleh dan itu bisa disebut bisa dibaca tadi di halaman 149. Kemudian yang ke ee 10, bagaimana para malaikat bisa hadir di kematian orang-orang beriman dan itu bukan mustahil terjadi kepada selain saat khusus untuk malaikat hadir ya mungkin bisa karena kita tahu misalnya ada firman Allah Subhanahu wa taala yang menyebutkan tentang orang-orang mukmin kalau meninggal sepertiillahasyaitan alaihimikatu itu alla khufahun. Pada saat orang-orang mukmin meninggal maka akan turun malaikat-malaikat kepada mereka dan berkata, "Janganlah kalian sedih dan jangan kalian susah." Gitu kan. Dalam sebuah hadis disebutkan Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Malaikat akan memperlihatkan seluruh amal-amal salehnya yang diterima sehingga dia sangat rindu ingin bertemu dengan Allah. Allah pun rindu bertemu dengannya." Jadi, ada malaikat memang hadir dan memang salah satu hal yang paling mendasar, yang paling pertama dilihat hal ghaib. ya, oleh mata seorang ee manusia itu pada saat kematian melihat malaikat. Pada saat kematian melihat malaikat. Kemudian juga Nabi sallallahu alaihi wasallam telah memberikan ee kesaksian tentang kesalehan ee Sa'ad bin Muad yang semestinya kitanya ini tidak ragu dalam mencontohi kehidupannya. Dan ini adalah sebuah pelajaran juga yang tidak boleh dilewatkan oleh seorang yang beriman. sehingga mereka tinggal mengikuti saja bagaimana mengikuti langkah-langkah saat dalam kehidupannya dengan membaca sejarahnya. Tentu kalau kita sekarang serta juga adanya jaminan surga bagi saat. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan tentang sapu tangannya bahwasanya sapu tangan saat di surga lebih baik daripada sutra ini. Dan ini Imam Nawawi mengatakan berarti memang saat mendapatkan jaminan surga. Allahuam. Ini semua pelajaran-pelajaran teman-teman sekalian yang bisa kita ambil dari tokoh kita Saad bin Muad. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita mudah untuk mencontohi beliau dan juga menjadikan kita orang-orang yang selalu mencontohi para sahabat ridwanullahi alaihim yang merupakan pendamping Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan pastilah mereka adalah orang-orang pilihan Allah. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah menjaga ajaranku dengan menjaga para sahabatku ridwanullahi alaihim." Fafadal kalau ada pertanyaan. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya mau bertanya tentang sahabiat. Adakah sahabat yang bernama Khaula binti Azur, wanita berjubah hitam yang ikut berperang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan Nila binti Alfarisa, istri Utsman bin Affan yang berani membela Utsman dengan pedang dari kaum kafir. Saya sangat penasaran karena sepanjang saya mengikuti tausiah sirah nabawiyah dan sirah sahabat, tidak pernah mendengar nama ini. Tapi nama ini saya dengar dari teman saya. Saya tidak pernah tahu, maaf tentang ini, saya tidak pernah tahu. Kalau disebutkan masalah ciri jubahnya atau memang membela Utsman bin Affan ini, saya tidak tahu. Insyaallah mudah-mudahan ya. Saya coba cek nanti kemudian saya akan kasih jawaban kalau tidak ada halangan di kisah ee sahabat yang ee ke-17 nanti insyaallah atau ke-18. Sejauh mana kedekatan Saad radhiallahu anhu dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana kisah perkenalan dan persahabatan Saad dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Tadi sudah kita singgung ya. Secara umum ulama mengatakan saat tentu sangat dekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga dia selalu menghadiri majelis ilmunya, selalu menghadiri peperangannya dan saat termasuk menghadiri semua peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam termasuk ee yang terakhir adalah Quraidah. Yang terakhir adalah Quraidah. Dan itu tandanya beliau adalah seorang sahabat. Kalau apakah ada perilaku khusus ini tidak pernah ada penyebutan. Wallahualam. Saya tidak tahu kalau ada penyebutan khusus. Jika segitu hebatnya Arsy bergoncang karena meninggalnya saat, bagaimana ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam meninggal tidak ada penyampaian kepada kita? Tentu kita tercukupkan dengan dalil, ikhwat dan akhwat sekalian. Ya, kalau saat saja begitu, apalagi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, ya itu sudah sulit untuk digambarkan. Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak pernah mencampaikan kepada kita, "Kalau saya meninggal nanti arsya Allah akan goncang." Karena penyampaian bahwasanya arsy yang Allah goncang itu penyampaian dari Jibril Alaih Salam. Dalam sebuah riwayat yang sahih, pada saat saat sudah dibawa pulang oleh kaumnya pulang ke sukunya, maka Jibril pun datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan mengatakan, "Hai Muhammad, sesungguhnya saat telah meninggal, saat telah wafat dan arsynya Allah bergoncang untuknya serta dihadiri oleh para malaikat." Penyampaian dari Jibril alaihi salam. Tentu saja kita tidak memungkiri kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam lebih mulia gitu kan. lebih mulia. Dan kita sedang berbicara orang yang dibawa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita bicara tentang sahabat, mereka dibawa para nabi tentunya. Saya pernah jelaskan di awal bahasan kita tentang para sahabat. Kita sedang membahas tokoh-tokoh sahabat dan mereka dibawa para nabi-nabi. Dan saya harap teman-teman doakan insyaallah mudah-mudahan saya mampu Allah subhanahu wa taala memudahkan saya akan membahas 25 Nabi dan Rasul sebagai pelengkap bahasan kita insyaallah. Jadi nanti kita akan bahas 25 nabi dan rasul dari Nabi Adam sampai Muhammad alaihi wasallam. Kita akan bahas panjang lebar juga seperti kita bahas para sahabat ini dengan tablig akbar tentu ya. Jadi insyaallah akan melengkapi nanti setelah selesai buku tentang sahabat ini empat jilid kita akan masuk ke kisah sahabiat nanti. Apakah ada riwayat yang menyebutkan tentang ciri-ciri fisik dari sahabat Sa'ad bin Muad? Iya ada. Saya tadi betul tidak menyampaikan itu. Jadi Saad bin Muad terkenal orangnya tinggi besar berwarna putih, dan berposter tubuh kekar. Memang sangat kekar. Sampai kata Aisyah radhu anha, "Saya pernah berjalan dan saya mendengarkan suara telapak kaki yang sangat kuat gitu kan, kokoh di belakang saya. Ternyata saya balik, saya menemukan dia adalah Saad ibn Muad pada saat perang Ahzab. Dia lagi jalan dan pada saat itulah Aisyah mengatakan, "Saya melihat di sisi kanannya ada yang ya terbuka." Maka pada saat itu pun ee anak panah kena ya. Dan saya takut nanti anak panah kena ke tangan beliau radhiallahu anhu. Dan alhamdulillah ala kullial Allah sudah mudahkan kita membahas sahabat yang mulia ini. Dan kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala semoga semua amal yang pernah kita kerjakan diterima olehnya dan semoga semua dosa yang pernah kita kerjakan sekecil dan sebesar apapun juga dimaafkan dan diganti menjadi pahala. Semoga semua sisa umur kita ke depan diberkahi di keluarga, di harta, di ilmu, dan puncaknya kita akan masuk ke dalam surga firdaus tanpa hisab. Dan kita selalu doakan saudara kita di Palestina, di Syria, di Yaman, di Irak, di Myanmar, di Asya, di mana pun mereka berada sedang tertindas. Semoga Allah ikhlaskan mereka, niat mereka terima para syuhada mereka, muliakan Islam di tangan mereka dan tangan kita semua. Dan semoga Allah partisipasikan kita bersama mereka di pahala baik dengan doa dan juga dengan jiwa kita. Dan kita memohon kepada Allah dengan kemakmurahannya agar menjadikan negara kita ini negara yang Islam, negara yang mengikuti hukum-hukum dan syariatnya, diberikan pemimpin-pemimpin yang adil dan kaum muslimin dan mukminin yang kuat imannya. dan juga menjadi contoh bagi negara-negara Islam yang lain. Dan terakhir teman-teman sekalian, semoga Allah menyatukan kita semua di surga firdausnya tanpa hisab. Amin. Satukan kita di majelis ilmu yang mulia ini. Kalau benar dari Allah, para saudara saya mohon dimaafkan. Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla ilahaillallahi wabarakatuh.