Transcript
r1tJyowMp8A • Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-17: Sa'ad bin Mu'adz
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0090_r1tJyowMp8A.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah selalu kita panjatkan puja
dan puji kita ke hadirat Allah Subhanahu
wa taala. Zat yang maha kuat, maha
perkasa, maha adil yang telah
menciptakan semua yang di langit, semua
yang di bumi, semua yang di kedalaman
lautan terjangkau atau tidak terjangkau
oleh mata manusia. Karena memang kata
rahasianya adalah
lailahaillallah la ma'buda bihaqqin
illallah. Tidak ada Tuhan yang berhak
disembah di langit dan di bumi kecuali
Allah. Dan zat yang maha tinggi dan maha
pemurah ini telah menggantungkan segala
kebutuhan kita dengan memuji namanya.
Alhamdulillah. Maka sangat wajar kalau
kita selalu memanjatkan puji syukur ini
kepad-Nya. Dan kita panjatkan selawat
dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad
sallallahu alaihi ali wasahbihi
wasallam. Manusia terbaik yang telah
dipilih oleh sang pencipta Allah. Dan
sang pencipta Allah bersama malaikatnya
juga mengucapkan salam hormat kepada
beliau serta telah ditutup risalah
kenabian dan kerasulan dan membaca
selawat untuk beliau dijadikan ibadah
oleh sang
pencipta. Seperti biasa teman-teman
sekalian sebulan sekali semoga Allah
berkahi. Dan di Sabtu kedua ini kita
membahas lanjutan serial sahabat dan
kita masuk pada sore hari ini menjelang
magrib insyaallah. Sahabat yang mulia
Sa'ad bin Muad radhiallahu
anhu. Kita akan memulai bahasan kita ini
dengan sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam pada saat Saad bin Muad
radhiallahu anhu meninggal
dunia. Kata beliau pada saat melihat
jenazahnya, "Hzalladzi taharakahul arsya
wihat lahu
abwabusamaahidahu alfam minal malaikah.
Hadis sahih. Inilah laki-laki yang
arsy Allah bergoncang karena
kematiannya. Pintu-pintu langit dibuka
untuknya dan 70.000 malaikat hadir atau
menghadiri jenazahnya.
Sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam
ini sudah cukup memberikan gambaran
kepada kita tentang siapa figur yang
akan kita bahas. Belum pernah ada satuun
di kalangan sahabat ridwanullahi alaihim
yang memiliki kelebihan seperti ini.
Pada saat meninggal, arsynya Allah
bergoncang dan juga seluruh pintu langit
dibuka untuknya serta dihadiri
jenazahnya dengan 70.000 malaikat. Dan
akan kita sebutkan nanti pada masa pada
pada saat membahas kematiannya
radhiallahu anhu. Gimana para sahabat
merasa jenazahnya sangat ringan. Maka
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Bagaimana tidak sementara para malaikat
berlumba-lumba memikul jenazahnya
radhiallahu
anhum." Dari sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam ini, Teman-teman
sekalian, kita seperti apa yang
diucapkan oleh penulis sebenarnya di
sini. Dia mengatakan, "Betul-betul kita
membahas sebuah atau seseorang yang
tidak tidak bisa lagi pena menulis
tentang sejarahnya, tidak bisa lagi
kata-kata mengukir sejarah hidupnya.
Manusia yang luar biasa. Arsynya Allah
bisa bergoncang dengan kematiannya."
Sesuatu yang luar biasa. Kalimat ini
bobotnya sangat berat kalau dalam bahasa
Arab. Ya, mungkin karena kita tidak
terbiasa di Indonesia menggunakan
bahasa-bahasa seperti ini sehingga kita
tidak terlalu menganggapnya punya bobot.
Tapi bagi orang Arab, ada beberapa
kalimat yang punya bobot tinggi. Seperti
dibahasakan misalnya wa anta anta,
sementara kamu itu adalah kamu.
Maksudnya kamu ini siapa? Orang yang
punya kelebihan yang sangat banyak.
Mungkin dalam bahasa Indonesia tidak
dipakai. Tapi kalau orang Arab
mengatakan pada temannya seperti ini,
berarti temannya itu luar biasa. Sama
juga dengan kalimat-kalimat seperti ini.
Kalimat yang sangat tinggi sekali. Waktu
dia meninggal, arsynya Allah tergoncang,
pintu-pintu langit dibuka. Kemudian juga
dihadiri oleh 70.000 malaikat.
jenazahnya. Belum lagi nanti akan banyak
sekali yang kita sebutkan
kelebihan-kelebihan radhiallahu anhu di
mana kuburan tidak menjepit tubuhnya dan
juga sapu tangannya lebih baik daripada
dunia dan seluruh isinya nanti di
surga. Baik, kita akan mulai teman-teman
sekalian dengan sahabat yang mulia Sa'ad
bin Muadz yang berasal dari suku Aus di
Madinah dan beliau adalah kepala suku
Aus. Kepala suku
Aus. Dan Aisyah radhiallahu anha memuji
mengatakan salatun min banil as'al.
Asy'al adalah istilah bagi suku Aus dan
Khazraj atau lebih dekat suku Aus
sendiri. Karena yang kita sering baca
dalam Al-Qur'an, Muhajirin wal Anshar.
Kalimat Muhajirin adalah istilah bagi
sahabat yang hijir dari Makkah dan Ansar
adalah yang bermukim di Madinah. Ini
Anshar punya dua suku induk Aus dan
Khazraj. Aus terkenal dengan
keberaniannya dalam peperangan. Khazraj
terkenal dengan
pertaniannya ee kehebatan mereka dalam
mengelola perkebunan kurma dan
seterusnya. Tapi yang jelas beliau ini
adalah kepala suku
Aus. Kata Aisyah radha anha, "Tiga orang
dari suku Aus ini la ahadan afdola
minhum." Tidak ada orang yang
mengalahkan mereka. Tentu informasi dari
Aisyah anha ini adalah dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Karena
Aisyah menyampaikan kepada umat tentang
apa yang Nabi sampaikan kepada beliau
dan beliau sampaikan kepada kita tentang
kedudukan tiga orang ini. Sa'ad ibin
Muad yang paling pertama Sa'ad ibn Muad
yang kedua wa Usaid ibn Hudhair dan
Usayid bin Hudhair wa Abbad ibn Bir. Dan
Abbad ibin Bir. Dan ini bagi teman-teman
yang pegang buku ada di halaman 134.
Juga Ibnu Qayyim
mengatakan, "Fil ansari Sa'ad bin Muad
bimanzilati Abu Bakar Siddiq fil
Muhajirin." Di kalangan ansar di Madinah
ada orang yang bernama Sa'ad bin Muad.
Kedudukannya sama dengan Abu Bakar
Assiddiq dari kalangan
Muhajirin. Sabbanasu lahu sabbunasu lahu
la yadurru jihaduh. Semua cacian orang
terhadapnya tidak akan berpengaruh dan
mengubah jihadnya di jalan
Allah. La yadur jihadu fibilillah
wasyahadatu fi akhir hayatihi. Dan juga
mati syahid di akhir
hidupnya. Muqadam maqdamullahi waasulih
fauq rid makhluk. Dan selalu
mendahulukan Allah dan rasulnya di atas
rid makhluk-makhluk. Hakama bihukmillahi
minuqi sabwat. Dan dialah satu-satunya
hamba Allah yang telah berhukum.
Maksudnya dari kalangan selain nabi-nabi
yang telah berhukum sebuah hukum yang
tepat seperti hukumnya Allah dari latas
tujuh atau di atas tujuh lapis langit. W
Jibril nazala liyukbir mautihi. Dan
begitu pula Jibril turun untuk
memberitahukan kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam tentang kematiannya.
Walid tahall lahul arsy. Dan karena
itulah arsynya Allah bergoncang
karenanya.
Teman-teman sekalian, Saad bin Muad
memiliki banyak sekali peran. Tapi kita
akan mulai dengan masuk
Islamnya. Pada saat Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengutus Mus'ab ibn Umir
radhiallahu anhu, sebagaimana sudah kita
pernah bahas panjang lebar kisah Musab
radhiallahu anhu, salah satu dai Nabi
sallallahu alaihi wasallam ke Madinah
dan juga pemimpin pemegang panji di
perang Uhud yang terbunuh mati syahid.
Beliau sama Hamzah radhiallahu anhu
ajmain adalah manusia yang termuliakan
di perang Uhud.
Pada saat lagi datang ke sana ee Muad
bin Jabar radhallahu anhu, lalu beliau
berdakwah dan termasuk yang beliau sudah
dakwah adalah Saad ibn As'ad ibn eh maaf
Sa'ad ibn Zurarah ya atau As'ad ibn
Zurarah tepatnya As'ad ibn Zurarah
radhiallahu anhu. Asad bin Zurarah ini
sepupunya Sa'ad ibin
Muad. Asad Ibn Zurarah ini asal
teman-teman tahu beliaulah orang yang
pertama setelah masuk Islam mendirikan
Jumat pertama di Madinah dan beliau
mendirikan Jumat pertama di rumahnya
karena belum ada masjid. Nabi sallallahu
alaihi wasallam masih di Makkah dan pada
saat itu berkumpul 40 orang di rumahnya
bersama beliau lalu beliau mendirikan
salat dan dari situ ulama mengeluarkan
sebuah hukum syar'i. Kalau belum ada
masjid kemudian ada orang mau mewakafkan
rumahnya jadi masjid maka bisa jadi
masjid tiba-tiba gitu kan. Karena memang
dia boleh mewakafkannya. Seperti kita
punya sebuah masjid sudah tidak rumah
sudah tidak dihuni lalu kita mengatakan
ini jadi masjid aja diniatkan begitu
karena Allah lalu dijadikan sebagai
tempat salat lima waktu dikumandankan
azan maka menjadi hukum masjid. Walaupun
dari awal belum diganti menjadi masjid
karena terambil atau salah satunya
hukumnya diambil dari perilaku Asad Ibnu
Zurar radhiallahu anhu. Asad ini masuk
Islam di tangan Musab bin ibn Umair.
Kemudian dia mendirikan Jumat pertama 40
orang. Tetapi yang perlu digaris
bawahi ee ulama meluruskan tentang
pemahaman sebagian orang mengatakan
kalau Jumat syaratnya harus 40 orang.
Karena Asad bin Zurarah melakukannya 40
orang. Padahal ulama hadis membahas
mengatakan 40 orang itu karena pada saat
itu memang cuma 40 orang yang ikut Jumat
ya. Sementara pendapat yang kuat Jumat
itu bisa dilakukan walaupun bersama dua
orang saja hukum salat berjamaah. Tentu
ini pendapat ya. Ini pendapat di antara
ulama. Kalau ada yang mengatakan memang
tetap berpegang pada 40 orang itu adalah
hak mereka gitu kan. Tetapi di sini kita
menyampaikan khilaf di antara para
ulama. Baik. Ibnu Ishaq meriwayatkan
bahwa Asad bin Zurarah membawa Musa bin
Umir ke kampung Bani Abdil As'al atau
suku Aus tadi dan juga kampung Bani
Zafar. Ya, Saad bin Muad adalah sepupu
As'ad ibn Zurarah. Kemudian As'ad pun
mengajak Mus'ab masuk ke dalam kebungkun
milik Bani Zafar. Kemudian di sana ada
sebuah sumur namanya Marak. Terjadilah
dialog antara Musab ibn Umair
radhiallahu anhu dai Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang didampingi oleh
Asad ibn Zurarah dengan orang-orang suku
Asy'al ini. Enggak lama kemudian cukup
banyak sekali di antara mereka yang
tertarik dengan dakwah Mus'ab. Musa
menyampaikan agar mereka tidak
menyekutukan Allah, memperkenalkan siapa
itu Allah. Bagaimana Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam sudah jelas
disebutkan dalam Taurat dan Injil.
Ciri-cirinya seperti ini. Dan dia akan
ee dia telah membawa kebenaran. Inilah
ajarannya.
Waktu itu ada dua suku kepimpinan suku
Asy'al atau Aus Asad eh Sa'ad ibn Muad
yang akan jadi tokoh kita ini dengan
Usaid bin
Khudhair. Sa'ad bin Muad berkata kepada
Usaid, "Wahai Usaid, karena Usaid
wakilnya, wahai Usaid, sungguh celaka
kita kalau kita membiarkan orang itu,"
Maksudnya Musa bin Umair datang lalu
mempengaruhi suku kita kepada ajaran
agama yang baru yang kita belum tahu
sama sekali. Pergilah dan hardiklah
keduanya. Berhentikan. Si Musa bin Umair
dan sepupu saya sendiri yang bernama
Asad bin Zurara. Kalau bukan karena saya
punya hubungan kerabat dengan As'ad,
maka saya otomatis akan menghukumnya
langsung.
Maka Usai bin Khudir pun mengambil tomb
tombak kecilnya. Kemudian dia pun datang
ke sana. Begitu masuk ke dalam ke sumur
tadi, sumur marak itu. Di sekitar situ
mereka duduk dan Musab lagi menyampaikan
tentang agama Allah yang dibawa oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Maka berkatalah eh Usai dari jauh,
"Wahai kalian," ditunjuklah kepada Musab
dan As'ad. Apakah kalian tidak takut dan
tidak malu membawa ajaran yang tidak
jelas kepada kami kemudian mengajak kaum
kami tanpa izin kami?
Kalau kalian tidak berhenti, maka saya
akan menghukum kalian. Maksudnya dia
akan membunuh Musab dan As'ad. Maka kata
As'ad bin Zurarah, bisik pada Mus'ab,
"Hai Mus'ab, ini salah satu pimpinan
suku Asy'al, suku Aus nih. Kalau dia
bisa terpengaruh denganmu, maka di
belakangnya banyak
sukunya." Kata Mus'ab. Dan ini pelajaran
nanti kita akan ambil dalam
pelajaran-pelajaran kita bagaimana dai
itu sangat hikmah, hakim ya, bijaksana
dalam menyampaikan dakwah dan sabar
serta dia tidak tergesa-gesa. Maka dia
mengatakan Musa mengatakan kepada Usaid,
"Wahai Usaid, bagaimana kalau seandainya
kau duduk dulu dengar apa yang saya
sampaikan? Kalau yang saya sampaikan
menarik buat kamu, maka ambillah kena
kebenaran sebuah informasi. Tapi kalau
seandainya saya sampaikan sesuatu yang
buruk menurut kamu, ya sudah kamu bisa
tolak. dan saya pun akan berhenti, tidak
akan tinggal di kota ini. Maka kata
Usaid, pilihan yang bijaksana. Baiklah.
Ditancapkan tombaknya. Kemudian dia
duduk sambil mendengar. Baru mendengar
beberapa saat, kata As'ad bin Zurarah,
"Demi Allah, kami melihat cahaya Islam
di wajahnya." Karena dia sangat tenang,
dia mendengarkan, dia khusyuk. Seperti
orang di majelis ilmu kadang-kadang
memang kelihatan orang yang mau
mengambil ilmu, dia konsentrasi, dia
enggak tidur, dia enggak sibuk dengan
kegiatan yang lain. Memang dia mau cari
ilmunya. apa manfaatnya tanpa melihat
siapa yang berbicara. Karena yang
penting ada manfaat apa yang saya
dapatkan karena ini sebenarnya
maslahatnya buat individu, buat
masing-masing
kita. Maka setelah itu dia pun berkata,
"Usaid, demi Allah ini sesuatu yang
indah. Bagaimana caranya saya menganut
agama kalian?" Maka kata Musab dan
As'ad, "Engkau berwudu, engkau mandi,
maaf, engkau mandi, kemudian engkau
mengucapkan syahadat lalu engkau salat
dua rakaat yang akan kami
pandu." Maka Usaid pun melakukannya
setelah dia mandi, kemudian dia ee mulai
ee mengucapkan syahadat. Setelah
syahadat dipandu untuk salat dua rakaat.
Kemudian dia mengatakan, "Sesungguhnya
di belakang saya ada seseorang yang
merupakan pimpinan Asy'al. Saya ini
hanya wakilnya. Kalau dia berhasil
kalian pengaruhi masuk ke agama Islam
ini, maka pasti semua sukunya akan masuk
Islam dan saya akan mengirim dia kepada
kalian. Pergilah Usaid pulang membawa
tombaknya kembali gitu kan. Lalu dia
kembali ke sukunya. Sudah ditunggu oleh
Saad bin Muad. Waktu Said Muad masih
dalam keadaan kafir. Lalu dia mengatakan
kepada sukunya, "Demi Allah usaid
kembali kepada kalian bukan seperti
wajah pertama dia pergi. Tadinya dia
emosi. Sekarang malah kena kenapa
kelihatan kok sangat tenang gitu.
Kemungkinan besar kata ulama menanggapi
riwayat ini mengatakan sudah ada cahaya
Islam. Karena orang kalau sudah syahadat
walaupun berkulit hitam ada cahaya
keimanan, ada cahaya
keislaman. Maka dia pun berkata, kata ee
As'ad eh maaf kata Sa'ad bin Muad, "Hai
Usaid, demi Allah kau telah kembali
dengan wajah bukan seperti kau pergi.
Ada apa sebenarnya? Apa kau sudah
menghardik keduanya?" Kata Usaid, "Iya
saya sudah menghardi keduanya gitu kan.
Saya sudah mengingatkan, tapi saya
disuruh duduk untuk mendengar. Maka saya
pun duduk mendengar dan saya melihat
tidak ada bahaya dari
keduanya. Hanya saja yang kamu harus
tahu selain kamu yang tidak menyukai
mereka, ada Bani Haritah, ada satu suku
lagi. Memang suku ini saingannya suku
Asy'al gitu kan. Mereka dari luar kota
Madinah. Kemungkinan mereka akan datang
dan membunuh As'ad ibn Zurarah sepupumu
karena dianggap mengembawa ajaran baru
sebagaimana kau sangka. Kalau kau tidak
membelahnya, maka dipastikan nanti
mereka akan membunuhnya. Maka Saad bin
Muad radhiallahu anhu mengambil tombak
di tangan Usaid lalu kemudian menuju ke
suku ee ke sumur marak tadi. Waktu tiba
di sana tidak ada suku Haritah gitu kan.
Cuma memang sebuah informasi suku
Haritah akan datang. Usai tidak
berbohong. Memang suku Haritah yang
terkenal mau e menghardik Asad ibn
Zurarah. Kenapa membawa masuk ke
Madinah? Musab ibn Umair. Ringkas cerita
teman-teman sekalian datanglah ke sana.
Lalu setelah dia lihat tidak ada
apa-apa, Saad bin Muad melihat tidak ada
apa-apa, maka Saad bin Muad mengetahui
kalau wakilnya tadi si Usaid hanya mau
dia datang. Lalu dia pun menghardik
mengatakan, "Kalian berdua berhentilah
menyampaikan ajaran yang tidak kami jel
tidak tidak kami ketahui dan jangan
pengaruhi orang. Kalau tidak saya akan
menghukum kalian berdua." Lalu ee Asad
bin Zurar membisikkan mengatakan,
"Inilah yang dimaksud oleh Usaid, kepala
suku Asy'al. Kalau dia masuk Islam di
tanganmu hai Mus'ab, maka pasti sukunya
semua akan masuk Islam."
Maka Musa mengatakan, "Wahai ya Saad,
bagaimana kalau seandainya engkau
memuliakan majelis kami dengan duduk
kemudian engkau dengarkan? Kalau yang
kami sampaikan baik menurut kamu,
terimalah. Karena ini sebuah informasi
dan kau tidak rugi apa-apa. Tapi kalau
sesuatu yang ini yang kami sampaikan
adalah buruk bagi kamu, maka
berhentilah. Ya, ee kami akan berhenti
dan kami akan keluar dari kota kamu
ini." Maka kata Saad, "Sungguh pendapat
yang bijaksana." Baiklah, ditancapkan
tombaknya. Lalu dia dengar sama kejadian
sama Usaid tadi. Baru beberapa saat saja
dia duduk. Kata Asad bin Zurarah, "Demi
Allah, kami melihat keislaman di
wajahnya." Lalu dia pun bertanya,
"Bagaimana caranya untuk menganut agama
ini?" Maka dipandulah oleh Musab dan
As'ad mengatakan, "Engkau
mandi, engkau mandi." Kemudian engkau
mengucapkan syahad, lalu engkau salat
dua rakaat yang akan kami pandu. Lalu
dia pun melakukannya. Setelah selesai,
maka Saad radhiallahu anhu tidak pakai
tunggu. Dia lalu kemudian kembali ke
sukunya. Lalu dia bertanya kepada
sukunya.
Berkata, "Wahai
Bani Abdil As'al, apakah kalian
mengetahui apa yang kalian ketahui
tentang diriku?" Mereka menjawab,
"Engkau adalah sayid atau pemimpin kami.
Engkau orang yang paling kuat
silaturahimnya, paling baik pendapatnya,
paling berkah jiwanya di antara kami.
Orang yang paling baik, orang yang
paling sempurna. Pokoknya kamu pimpinan
kami. Kata Saad, "Sesungguhnya perkataan
kalian semua laki-laki dan perempuan
adalah haram atasku hingga kalian semua
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Dan
ini adalah sebuah fadilah yang sangat
besar bagaimana seorang muslim tidak
menunda untuk berdakwah. Dan ini juga
akan menjadi manaqibnya Sa'ad
radhiallahu anhu. Begitu beliau
syahadat, beliau tahu kebenaran, maka
beliau langsung menerima dan langsung
mempraktikkan. Dan beliau mengatakan
tadi kalimat ini bobotnya berat.
Maksudnya punya bobot yang sangat baik
di kalangan orang-orang Arab. Wajahku
dan wajah kalian haram atau perkataanku
dan perkataan kalian haram sampai kalian
melakukan begini dan begitu. Makanya
kata Saad radallahu anhu, "Perkataan
kalian laki-laki dan perempuan haram,
gak boleh bicara sama saya sampai kalian
semua beriman pada Allah dan Rasul-Nya."
Maka dalam riwayat ini dikatakan kata
Sa'ad eh Musab Musab Ibn Umir
radhiallahu anhu dan As'ad ibn Zurarah
berkata, "Demi Allah sore tidak datang
di perkampungan Bani Asy'al kecuali
semua orang baik laki-laki maupun wanita
telah masuk Islam sehingga tidak ada
satu perkampungan dari
perkampungan-perkampungan orang-orang
Ansar kecuali di sana sudah ada
laki-laki dan perempuan yang beriman."
Dan ini disebutkan dari halaman 134,
kisahnya panjang lebar sampai halaman
137 tentang bagaimana masuk Islamnya
Sa'ad ibn Muad radhiallahu anhu.
Semenjak masuk Islam, Saad pun terlihat
beliau selalu berbahagia dan selalu
hadir di samping Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan beliau selalu saja
berusaha untuk mengambil ilmu, petunjuk
dan juga akhlaknya. Dan beliau mencintai
Nabi sallallahu alaihi wasallam di atas
segala-galanya. Karena beliau telah
berikrar di hadapan Nabi sallallahu
alaihi wasallam akan mengorbankan
seluruh hartanya dan juga keluarganya
bahkan sukunya untuk membela Nabi
sallallahu ala alihi wasahbihi
wasallam. Sekarang kita masuk
teman-teman
sekalian ke manakib kelebihannya ee
Sa'ad bin Muad radhiallahu anhu. Dan ini
juga ee kita akan titik beratkan ke
beberapa poin saja tapi garis-garis
induknya. Yang pertama tentu pujian Nabi
sallallahu alaihi wasallam tadi tentang
saat ee masalah keimanannya, bagaimana
arsynya Allah goncang. Dan nanti akan
kita bahas masalah arsy goncang. Itu
pendapat Imam Nawawi tentang menukil
beberapa pendapat ulama apa yang
dimaksud dengan tergoncang arsynya
Allah. Kemudian juga dibukakan baginya
pintu-pintu pintu-pintu langit. Artinya
rohnya langsung diterima oleh Allah dan
juga dihadiri jenazahnya dengan 10.000
atau 70.000 malaikat.
Kemudian yang kedua manaqibnya adalah
selain pujian Nabi sallallahu alaihi
wasallam untuknya,
maka perkataan yang sangat luar biasa
pada saat akan terjadi perang
Badar. Jadi perang Badar Teman-teman
terjadi di tahun 2
Hijriah. Sebabnya adalah ada kafilah
Quraisy. Ini sudah pernah saya sampaikan
di beberapa yang lalu, tapi saya ulangi
lagi karena kejadiannya hampir sama.
Ada ee beberapa kepala suku Quraisy di
antaranya Abu Sufyan, Abu Lahab, Abu
Jahal, Umayyah bin Khalaf gitu kan.
Alalid bin Uqbah ya, Uqbah bin Amir dan
seterusnya. Orang-orang ini ee pada saat
banyak sahabat-sahabat Nabi hijrah ke
Madinah, mereka kepala-kepala suku ini
memperebutkan harta-harta muslimin.
Dibagi di antara mereka.
Setelah diperebutkan lalu dijual oleh
mereka, rumahnya dijual, masyarakat
Makkah yang lain beli, mereka dapat duit
banyak dari hasil rampasan hartanya
muslimin. Ternyata uang-uang mereka yang
dari muslimin ini dipakai untuk belanja
barang-barang di negeri Syam. Di
dampingi oleh Abu Sufyan dan waktu itu
didampingi di di kafilah ini didampingi
dengan 200 pasukan berkuda. Pergilah
mereka ke sana. Nabi sallallahu alaihi
wasallam dengar tentang kasus kafilah
ini dari uang muslimin dan mereka di
sini memang harta itu milik
pimpinan-pimpinan Quraisy. Maka beliau
pun mengiklankan di Madinah, "Siapa yang
ingin keluar silakan tapi tidak ada
paksaan." Waktu itu bukan paksaan jihad
yang fardu ain. Siapa yang mau keluar
silakan ikut dengan saya untuk
menghalang kafilah Quraisy. Banyak di
antara sahabat yang belum ikut pada saat
itu karena baru-baru masuk Islam. Jadi
kurang lebih terkumpul 313 orang ee 314
31 bersama Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Mereka keluarlah ke sana
dengan pakaian yang sangat sederhana.
Banyak di antara mereka tidak pakai baju
besi. Banyak tidak bawa perisai. Banyak
tidak bawa topi besi. Mereka hanya
sekedar keluar dengan pedang. Karena
yang dihadangi cuma kafilah. Dianggap
sesuatu yang ringan gitu. Karena 200
orang yang jaga. Sementara pasukan
muslimin 314 orang gitu kan. Apalagi
dipimpin oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Keluarlah mereka. Tata Abu
Sufyan dengan hikmah Allah mengetahui
keluarnya tersebut keluar Nabi
sallallahu alaihi wasallam tadi. Lalu
dia segera mengirim surat ke Abu Jahal
di Makkah. Lalu kemudian dia mengajak
Abu Jahal untuk memotivasi masyarakat
Mekah membentuk pasukan. Semua kepala
suku memotivasi sukunya. Akhirnya
terbentuklah pasukan kurang lebih 1000
orang pada saat itu. 1000 orang.
Keluarlah pasukan ini menuju ke wilayah
Badr dan pasca vila Quraisy lewat di
Badr. Jadi kalau saya gambarkan
posisinya ada sebuah gunung di Badr itu
kalau yang lebih dekat dengan Madinah
namanya udwatid dunya. Kalau yang lebih
jauh dari Madinah di seberang, di
sebelah gunung itu namanya Udwatil
Kuswah, gitu
kan. Maka ee keadaan ini gunung ini ada
dua sisi gunung dan di antara gunung ini
di bagian belakang ada sebuah lembah
yang memutari gunung tersebut kemudian
bertemu titiknya di depan gunung.
Ini Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an tentang kejadian perang ini.
Kata
Allahubillahyaitanirjim antum bilun
wahum
bilum. Ingatlah kejadian pada saat
kalian hai kaum muslimin berada di
udwatid dunya di sisi gunung yang lebih
dekat dengan Madinah dan pasukan Quraisy
berada di udwatil Kuswa di sebelah
sisinya gunung. Tapi mereka tidak saling
tahu nih kalau ada pasukan di sebelah.
Warqbu asfal minkum. Maksudnya kafilah
yang dipimpin Abu Sufyan itu melewati
lembah yang dekat dengan kalian, tapi
tidak ada yang saling ketemu. Pasukan
Quraisy tidak tahu kalau kafilah Abu
Sufyan lewat di dekatnya, ya lembah.
Mereka juga tidak tahu ada pasukan
muslimin. Pasukan muslimin tidak tahu
kalau di sebelah ada pasukan Quraisy.
Tidak tahu juga kalau kafilah Abu Sufyan
lewat di situ. Dan Abu Sufyan tidak tahu
kalau dua pasukannya sudah ada di top
posisi situ. Dan kata para ulama tafsir
memang betul-betul perang Badar Allah
Subhanahu wa taala punya campur tangan
di situ untuk menjadikan perang itu
terjadi. Ringkas cerita Abu Sufyan
selamat. Abu Sufyan pun mengirim surat
ke Makkah tapi pasukan sudah terlanjur
keluar gitu kan. Kalau kami sudah
selamat dan seterusnya dikirim surat
lagi ke pasukan orang-orang Quraisy. Abu
Jahal bilang, "Kita enggak boleh
kembali. Walaupun kafirah sudah selamat,
kita sudah sampai di sini, sudah dekat
nih. Kita harus serang Madinah." Nabi
sallallahu alaihi wasallam juga dengan
hikmah Allah mendapatkan informasi kalau
Quraisy sudah ada. Gitu kan. Terjadilah
beberapa kasus waktu pada saat itu ee
yang saya tidak jelaskan sekarang
tentang perang Badar cukup panjang.
Antum bisa ikutin di ceramah tentang
sirah nabawiyah, perang Badar. Bagaimana
ee Abu Sufyan bisa tahu kalau ada
pasukan muslimin kena dari kotoran unta
mereka? Karena ee satu-satunya ee
masyarakat Arab pada saat itu yang
memberikan makan unta mereka kurma hanya
penduduk Madinah gitu kan. Karena kurma
dianggap makanan mahal pada saat itu dan
makanan kelasnya banyak dan memang
makanan yang favorit ya. Mereka tidak
berikan makanan itu kepada hewan mereka.
Tapi orang Madinah karena banyak sekali
kebun kurmanya jadi mereka memberikan
kurma makanan unta mereka. Nah, di
kotorannya unta itu keluar biji-biji
kurma. Abu Sufyan pada saat itu waktu
dia mau menyelisi menyisir lokasi di
sekitar situ, dia menemukan ada
kotoran-kotoran unta yang di sekitar
gunung itu. Dan ditemukan kotoran unta
itu pada saat dikorek-korek sama dia
keluar ada biji-biji kurma. Maka dari
situ dia tahu kalau ini adalah unta
pasukan muslimin. Gitu kan. Dia pun
akhirnya berjaga-jaga. Si Abu Jahal, Abu
Jahal ini yang keluar. Abu Sufyan sudah
selamat tadi. Abu Jahal yang keluar.
Kemudian Abu Jahal pun ya memberitahukan
pasukannya kalau di sini sudah ada
muslimin. Nabi sallallahu alaihi
wasallam juga dapat wahyu kalau memang
sudah ada pasukan Quraisy di sebelah.
Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam
kumpul dengan para sahabat. Ini sekarang
keluar kita targetnya kan kafilah.
Kafilah Allah beritakan sudah selamat.
Kalau kita kejar sudah jauh. Enggak
keburuk. Mereka sampai ke Makkah kita
belum sempat mengejarnya. Kemudian
pasukan Quraisy keluar 1000 orang sudah
ada di sebelah gunung kita nih. Sebelah
kita. Kita kalau naik gunung ini nengok
ke belakang sebelah sudah kelihatan.
Artinya kita juga tinggal muar kita
sudah bisa perang sama mereka. Allah
memberikan pilihan pada kalian.
Bagaimana? Berikan pendapat kalian. Maka
pada saat Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyampaikan masalah itu,
berdirilah Abu Bakar radhallahu anhu
mengatakan, "Ya
Rasulullah, kami ini beriman kepada Anda
dalam segala hal, suka dan duka. Maka
bawalah kami ke mana saja Anda mau kami
berperang kami ikut kejar kafilah kami
ikut lawan pasukan Quraisy kami ikut
pulang ke Madinah kami ikut bebas. Maka
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan terima kasih kepada Abu
Bakar. Lalu Abu Bakar disuruh duduk.
Bagaimana pendapat kalian? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Umar lagi
berdiri mengucapkan kalimat yang sama
dengan Abu Bakar. Kalimat motivasi yang
ya Rasulullah bawa ke man ke mana saja
kami. Kami siap. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Baik terima kasih.
Suruh duduk Umar. Kemudian Nabi
sallallahu alaihi wasallam tanya lagi,
"Hai muslimin, berikan pendapat."
Berdiri lagi Miqdad. Ini semua
sahabat-sahabat yang mulia. Miqdad
mengatakan juga kalimat yang sama. Nabi
sallallahu alaihi wasallam masih saja.
Karena ini semua orang-orang ini dari
orang Muhajirin. Orang Muhajirin wajar
mau melawan. Kenapa? Karena memang ini
musuh mereka dari Makkah secara kejiwaan
begitu ya. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam ingin yang yang menjawab ini
sekarang orang-orang Anshar yang tadinya
akadnya dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam di Makkah waktu Baiat Aqabah
pertama sekali orang-orang ansar ini
masuk Islam di Makkah itu mereka sepakat
membela Nabi sallallahu alaihi wasallam
di
Madinah di kota mereka di luar kota ini
belum ada kesepakatan akad nih. Mereka
siap berkorban untuk Nabi sallallahu
alaihi wasallam menyambut Nabi
sallallahu alaihi wasallam di Madinah.
Kalau Madinah diserang, mereka
mengorbankan jiwa mereka. Tapi di luar
Madinah belum ada akad, belum ada
kesepakatan. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Hai muslimin, hai
manusia, berikan
pendapat." Waktu itu Sa'ad bin Muad
radhiallahu anhu pimpinan orang Anshar.
Dan beliau suku Aus ini secara khusus
suku terkenal militernya Madinah pada
saat itu. Suku militer Khazraj tadi saya
bilang lebih banyak kepada
petani-petaninya gitu kan,
pedagang-pedagangnya.
Maka berdiri Saad bin Muad mengatakan,
"Ya Rasulullah, sepertinya Anda ini
menyinggung kami. Sepertinya Anda ini
menyinggung kami." Dan ini disebutkan
banyak sekali riwayat. Saya akan bacakan
di sini, Teman-teman sekalian supaya
lebih jelas. Maka Sa'ad bin Muad pun
pemegang panji orang-orang Anshar
sekaligus panglima mereka mengerti
maksud Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka dia berkata, "Demi Allah,
sepertinya Anda menginginkan kami wahai
utusan Allah." Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Benar, ini enggak
gampang. Orang dari Madinah tidak ada
hubungannya sama harta, tidak ada
hubungannya sama orang-orang Mekah,
terus kemudian disuruh perang apalagi
masih awal-awal Islam. Ini baru tahun 2
Hijriah. Baru 1 tahun yang lalu isinya
Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk ke
Madinah gitu kan. Maka beliau
mengatakan, "Kami telah beriman kepada
Anda. Kami bersaksi bahwasanya apa yang
Anda bawa adalah kebenaran. Kami telah
memberikan Anda janji dan ireng dan
mematuhi. Maka majulah wahai utusan
Allah karena apa yang Anda ee kepada apa
yang Anda inginkan. Demi zat yang telah
mengutus Anda dengan kebenaran.
Seandainya Anda membawa kami ke lautan
lalu lalu Anda menyeberanginya, niscaya
kami akan menyeberangi bersama Anda.
Tidak seorang pun dari kami akan
tertinggal. Kami tidak takut jika esok
hari bertemu dengan musuh kami. Kami
adalah orang-orang yang sabar dalam pada
saat perang dan teguh di medan laga.
Semoga Allah memperlihatkan apa yang
menenangkan Anda. Maka bergeraklah
bersama kami di atas keberkahan dari
Allah. Jadi tentu pola bicaranya bukan
seperti ini ya. ini dikanc peperangan
dan sebagian ulama ada yang menukil
dalam buku-buku sejarah mengatakan kalau
ee Sa'ad bin Muad dengan semangat
mengatakan kalimat ini dengan e intonasi
suara yang sangat luar biasa memberikan
motivasi buat Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan muslimin terutama sukunya
untuk ikut berperang. Dalam riwayat yang
lain bahwasanya Sa'ad bin Muad berkata
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Mungkin engkau mungkin Anda khawatir
orang-orang Ansar akan berkeyakinan
bahwa kewajiban mereka hanyalah menolong
Anda di negeri mereka. Sungguh aku
berkata atas nama orang-orang Ansar dan
aku menjawab juga atas nama mereka,
"Berangkatkanlah ke mana pun Anda
inginkan. Sambunglah ikatan orang yang
yang Anda inginkan. Putuskanlah ikatan
orang yang Anda inginkan. Ambillah dari
harta kami apa yang Anda inginkan.
Berikanlah kepada kami apa yang Anda
inginkan. Apa yang Anda ambil dari kami
lebih kami cintai daripada Anda
tinggalkan. Perintah apapun yang Anda
katakan, keputusan kami selalu mengikuti
perintah Anda. Demi Allah, seandainya
Anda berjalan hingga Anda tiba di ujung
bumi ini, niscaya kami akan mengikuti
Anda. Demi Allah, seandainya Anda
membawa kami ke lautan lalu Anda
meraunginya, niscaya kami akan mengikuti
Anda. Tentu statement ini, Teman-teman
sekalian, adalah statement yang sangat
bermakna pada saat itu. Kenapa? Karena
dari
314 pasukan Nabi sallallahu alaihi
wasallam itu setengahnya orang Anshar.
Setengahnya orang Anshar. Artinya kalau
mereka pada saat itu mengatakan kami
tidak mau ikut maka bukan sebuah
pelanggaran. Karena Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengajak musyawarah dan
target keluar tadinya kafilah. Tapi
Sa'ad bin Muad radallahu memberikan
sebuah kalimat yang jelas. Bukan cuma
menghadapi Quraisy, ya Rasulullah. Bawa
kami ke ujung bumi, kami akan ikut. Ke
lautan menyeberang kami akan turun dan
tidak ada satu orang pun di antara kami
yang berkhianat. Dan kita tahu ada
sistem kesukuan. Kalau kepala suku sudah
berbicara A, maka semua berbicara A. Itu
sudah menjadi sebuah sistem kesukuan di
manaun itu, gitu kan. Dan ini pimpinan
suku sudah berbicara, maka semuanya ikut
dengan Saad bin Muad radhiallahu anhu.
Maka mendengar perkataan tersebut, Nabi
sallallahu alaihi wasallam pun sangat
gembira dan beliau mengucapkan kalimat
yang luar biasa. Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan dalam hadis sahih,
"Siru wa absyiru fainnallah taala qad
waani thifataini." Wallahi laka alana
anua.
Demi Allah seolah-olah kata beliau di
sini, "Jalanlah kalau begitu dan
berbahagialah. Kita sekarang maju, kita
menyeberang nih ke posisi pasukan
musuh." Maka sesungguhnya Allah
bergeraklah dan berbahagialah karena
sesungguhnya Allah telah menjanjikan
kepadaku salah satu dari dua golongan.
Bisa saja kita mendapatkan kafilah atau
kita memenangkan peperangan dengan
orang-orang Quraisy walaupun jumlah
mereka lebih banyak. Dan ketahuilah demi
Allah seolah-olah aku sekarang sedang
diperlihatkan tempat kematian
musuh-musuh ini. Jadi memang nanti
setelah perang Badar kita lihat
bahwasanya banyak sekali orang-orang
Quraisy yang terbunuh pada saat itu.
Banyak sekali terbunuh di perang Badar.
Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengumpulkan jenazah mereka sambil
berkata di depan para sahabat, "Apakah
kalian sudah tahu? Sudah, apakah kalian
sudah melihat dan mendapatkan apa yang
Tuhan kalian ancamkan?"
Lalu kata Umar, "Ya
Rasulullah, ah mereka jenazah apa yang
mereka dengarkan nih?" Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Sungguh
demi Umar, demi zat yang ubun-ubunku
dalam genggamannya, mereka lebih dengar
apa yang aku ucapkan ini daripada kau
mendengarkan ucapanku sekarang. Hanya
saja mereka tidak bisa menjawabnya."
Artinya Allah Subhanahu wa taala
memberikan mukjizat kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Suara beliau
diantar dan didengarkan kepada
ruh-ruhnya orang kafir tersebut. Dan
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Ketahuilah kepada
orang-orang jenazahnya, orang-orang
kafir, sesungguhnya aku telah
mendapatkan apa yang Tuhanku janjikan."
Artinya Allah berikan
kemenangan. Tapi saksi bahasan kita di
sini, kita tidak bicara masalah kipra
peperangan karena tidak dinukil dalam
buku kita dan buku-buku yang lain
tentang pengaruh ee atau peperangan
secara khusus Sa'ad ibn Muad Radu di
kanca peperangan. Di kanca peperangan.
Tapi kalau masih ingat ee tentu banyak
sekali di antara suku-suku beliau yang
ee berpengaruh sekali dalam peperangan.
Seperti di perang Badar yang menyebabkan
Abu Jahal terbunuh adalah dua orang
anaknya Afra gitu kan. Muad dan Muawwid
radhiallahu anhu ajmain. Ini dari suku
Asy'al memang. Setelah setelah
mendengarkan motivasi dari Saad bin
Muadz akan mendukung peperangan, maka
kedua anak muda ini pun segera maju ke
depan dan mengatakan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Anda sudah
mendengarkan apa yang dikatakan oleh
kepala suku kami, maka kami akan ikut
bersama Anda." Lalu Nabi sallallahu
alaihi wasallam pun menggerakkan
pasukan. Dan pada saat terjadi
peperangan atau terjadi e kecambuk
peperangan, maka Muad dengan Muawid ini
yang mengatakan kepada Abdurrahman bin
Auf. Saya pernah sampaikan kisah ini di
kisah Abdurrahman bin Auf. "Wahai paman,
mana Abu Jahal?" Ditanya kenapa kalian
tanya? Karena dia dulu paling banyak
menyakiti Nabi sallallahu alaihi
wasallam. "Kami ingin membunuhnya." Yang
satu mengatakan saya ingin membunuhnya.
Yang satu juga mengatakan saya Muad dan
Muawid. Lalu dua-duanya lalu menyerang
Abu Jahal pada satu itu. Dan ini dari
suku Asy'al itu
sendiri. Baik.
Selanjutnya perkataan di Badar ini juga
dinukil oleh para ulama dan dalam buku
kita juga ini dinukil tentang bagaimana
prinsip
dasar dan perkataan yang sangat kokoh
dari Saad bin Muad radhallahu anhu dalam
mempertahankan agama Allah. Di antaranya
terjadi pada saat ee kisah dengan suku
Gatafan ya, suku Gatafan yang ee
bergabung di perang Ahzab itu bisa
dilihat di halaman 140 sampai 151. Tentu
ini panjang tapi saya akan ee bahasakan
e sampaikan kepada anda kepada antum
insyaallah.
Baik. Ada dua suku Yahudi di Khaibar
namanya Kainuqa dan Nadir. Dua suku ini
berusaha untuk memotivasi orang-orang
Arab. Ada lebih dari 20 suku Arab pada
saat itu untuk memerangi Madinah.
berhasil mereka dan mereka menunjuk
Quraisy untuk jadi pemimpin dan Abu
Sufyan jadi pimpinannya. Terjadilah
perang Ahzab namanya. Surah nomor 33
dalam Al-Qur'an. Ahzab jamak daripada
hizib yang berarti kelompok-kelompok
gitu kan. Salah satu dari 20 suku Arab
yang bergabung ada satu suku namanya
Gatafan. Gatafan ini suku dipimpin oleh
orang yang sangat bodoh sampai kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, pimpinan
mereka ini adalah orang yang sangat
bodoh. Ya, orang yang sangat bodoh tapi
dia selalu dipatuhi.
Dan ee suku ini dipimpin oleh Uyainah
bin Husin namanya. Uyainah bin Husin dan
Al-Harit bin Auf. Uyainah ini orangnya
bodoh sekali. Sampai kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, ghabiyu
muta. Gabi ini orang yang bodoh sekali
tapi selalu dipatuhi yang akan
mengangkat 10.000 pedang di
belakangnya. Waktu bergabung dengan
pasukan Ahzab, Gatafan ini mendominasi
dari 10.000 R pasukan yang bergabung di
Ahzab 4.000 dari
Gatafan. Suku-suku lain ini 20 suku ini
semuanya terpecah di 6.000-nya. Jadi
mereka sangat besar. Maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam
mengirim informasi di malam hari ada
sahabat yang turun dari Khandak dari
parit kemudian mendatangi suku Gatfan
ini diam-diam lalu menemui Uyayinya bin
Hasan dan juga tadi salah satunya
Al-Harit bin Auf. Lalu dia mengatakan,
"Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
ingin bertemu kalian, mau negosiasi. Mau
ketemu enggak?" "Oke, mau." Baik.
Diturunkanlah tangga pada saat itu
dibuat dari tali. Kemudian mereka turun
malam hari ee mengindap-ngindap kemudian
sampai masuk ke Madinah. Lalu Nabi
sallallahu alaihi wasallam temui mereka.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
negosiasi. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Di depan dua orang pimpinan
Ansar, Saad ibn Muad yang pimpinan Aus
ini dan ada Saad ibn Ubadah. Ini
pimpinan suku Khazraj, orang-orang tadi
perkebunan. Orang-orang perkebutan, ini
pimpinannya dua-duanya. Lalu kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Wahai
Uyainah, pulanglah bawa pasukanmu yang
4.000 itu gak usah ikut-ikutan menyerang
Madinah dan kami akan memberikan untukmu
sepertiga dari hasil ee Madinah. Hasil
Madinah kami berikan kepada kamu
sepertiganya. Kalau kami panen kurma,
kami akan berikan kepada kamu."
Peternakannya juga begitu sepertiganya.
Negosias gitu kan. Silakan kamu ambil,
tapi syaratnya kamu bubar. Jangan ikut
di sini. Pada saat itu Ujainah karena
dia orangnya sangat tamak, dia
mengatakan, "Tidak, saya enggak mau.
Saya ee akan bergabung dengan pasukan
Quraisy, gitu ya. Saya akan merebut
Madinah. Kamu tidak punya kekuatan."
Nabi sallallahu alaihi wasallam sempat
mengatakan, "Bagaimana kalau setengah
Madinah, setengah Madinah kau ambil?"
gitu kan. Yang penting kamu bubar. Dia
bilang, "Tidak. Saya enggak mau." Gitu
kan. Kalaupun saya mau ambil, maka saya
akan ambil seluruh hasil Madinah.
Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
pada saat itu merasa orang ini luar
biasa tamaknya. Beliau pun menghadap
kepada Sa'ad bin Muad dan Sa'ad bin
Ubadah. Dua-dua orang ini, dua pimpinan
Ansar ini. Bagaimana pendapat
kalian? Sa'ad ibn Ubadah tahu kalau
pimpinan perang di Madinah adalah Sa'ad
ibn Muad. Jadi dia tidak bicara. Dia dia
kepala suku Khazraj, banyak e petani,
pengebun gitu kan. Lalu dia bilang,
"Silakan Saad bin Muad sampaikan."
Maka beliau pun berkata pada saat itu,
Saad Ibnu Muad berkata, "Wahai
Rasulullah,
dulu maksudnya sebelum masuk Islam, suku
Gatafan ini sama-sama kami dalam
kemusyrikan." Depannya Uyainah dan
Al-Harit, dua-dua pimpinannya. Ini dua
ini, ini dua orang ini. Dan sukunya dulu
Gatafan ini dulu sama-sama kami di masa
jahiliah. Mereka sama sekali tidak
pernah bisa makan sebutir kurma pun dari
Madinah. sebutir kurma dari Madinah
kecuali menjadi tamu kami atau beli
transaksi jual beli. Dulu di zaman
jahiliah mereka tidak berani sama sekali
menyerang Madinah dan tidak pernah bisa
mengambil satu butir kurma dari Madinah
kecuali jadi tamu. Maksudnya terhormat
datang dilayani atau transaksi jual
beli. Bagaimana setelah kami beriman
kepada Anda? Allah mengutus kepada Anda
kepada kami. Kami telah beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya dan kami telah
meyakini tentang kebenaran Islam dan
Anda membimbing kami. Lalu kami mau
memberikan harta kami kepada mereka.
Maka kami tidak perlu itu semua. Demi
Allah kami tidak akan memberikan apapun
kepada mereka kecuali pedang sehingga
Allah menetapkan di antara kami dengan
mereka.
Dalam riwayat lain
dikatakan Sa'ad bin Muad sempat berkata,
"Ya Rasulullah, saya ingin tanya, apakah
yang Anda sampaikan negosiasi sama
Gatafan ini?" Wahyu dari langit sehingga
kami batuh dan kami tidak bisa tidak
punya tidak punya pilihan lain atau
memang sebenarnya strategi perang yang
Anda
sampaikan? Ini adabnya Saad bin Muad
tanya dulu dalam riwayat ini yang benar,
ini yang riwayat yang lebih kuat. Maka
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Strategi perang ini bukan wahyu." Maka
kata Saad bin Muad, "Kalau begitu ya
Rasulullah,
izinkanlah jemaah Ikhwan tolong maju
ngerapat. Ada penyampaian dari panitia.
Tolong
merapat lebih rapat.
Tolong karena di belakang sudah penuh.
Silakan ke depan dulu.
Ya, bisa merapat ke kiri
kanan dan di daerah gorden pemisah
hijabnya jangan disandarin kalau ada
yang sampai ke sana. Jangan sampai
gordennya jatuh ke tempat akhwatnya.
Baik, merapat. jazakumullah
[Musik]
khair. Maka dalam riwayat dia mengatakan
Saad bin Muad mengatakan sebagai adab
terhadap Nabi kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ya Rasulullah, apakah
ini wahyu sehingga kami tidak punya
pilihan lain atau ini adalah strategi
perang? Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Strategi perang." Strategi
perang gitu. Maka kata Saad bin Muad,
"Kalau begitu ya Rasulullah, ketahuilah
suku Gatafan ini di depan pimpinannya
dan dua orang ini ditunjuk dua orang
pimpinan mereka gitu kan yang sudah
pakai baju perang yang memang menganggap
mereka akan menang karena 10.000 orang
akan menyerang Madinah dan 10.000 semua
penunggang kuda. Kalau kita sekarang
10.000 tank gitu kan.
Maka dua orang ini walaupun dengan baju
perangnya tidak pernah memakan sebutir
kurma dari tempat kami kecuali karena
jadi tamu. Itu pun kalau kami kami mau
jamu sebagai tamu atau transaksi jual
beli. Bagaimana setelah kami beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya dan Anda
membawa agama Islam ini kepada kami
dengan kemuliaan lalu kami akan
memberikan kepada mereka? Demi Allah ya
Rasulullah kalau ini strategi perang
kami tidak akan memberikan kepada mereka
satu butir kurma. Bukan setengah
penghasilan Madinah satu butir gunung
kami tidak akan kasih. Dan antara kami
dengan mereka ditunjuk dua orang itu
pimpinannya hanya pedang ya Rasulullah.
Enggak ada lagi main-main. Walaupun
Madinah waktu itu terdesak sekali ya
kondisi perang Ahzab teman-teman. Kalau
antum ikuti ceramah di YouTube tentang
perang Ahzab panjang lebar saya ceritain
tentang ayat-ayat yang turun dan
segalanya itu kondisinya Madinah
mencekam sekali pada saat itu karena
pasukan Ahzab sudah sampai di Kota
Madinah. Dan kalau posisinya kalau
sekarang kota Madinah itu pasukan sudah
dalam Madinah. Karena lokasi perang
Khandak itu sebenarnya berada di kota
Madinah. Berada di kota Madinah dan
mereka sudah sampai ke dalam dan ini
tinggal parit dan beberapa gunung-gunung
yang membentengi Madinah saja gitu kan.
Dengan hikmah Allah terjadi kemenangan
pada saat itu. Jadi memang mencekam
sekali sampai Umar mengatakan
radhiallahu anhu, "Kami pada saat
orang-orang Quraisy lagi menyerang
pernah karena mereka mengepung selama 43
hari." 44 45 hari mereka mengepung
Madinah itu pernah satu hari karena
mereka kecewa beberapa hari sampai
puluhan hari mereka tidak bisa masuk.
Satu hari pernah mereka menyuruh
kuda-kuda mereka untuk menyentakkan
kaki-kakinya di pinggir parit sehingga
tanahnya pada merosot semua ke dalam
gitu kan. Karena kan dalamnya 7 m,
lebarnya sekitar 15 m. Besar sekali
khandaknya. Maka mereka buat itu 10.000
Ibu kuda semua secara serentak
menggetak-gentakkan kaki mereka sehingga
ee berjatuhanlah tanah sehingga menutupi
parit itu. Kata Umar, "Kami pun sibuk
menolak mereka, menolak musuh itu sambil
melemparin dengan batu, melemparin
dengan panah, melemparin dengan tombak
dari pagi sampai malam." Ya, dari pagi
sampai malam sampai seseorang di antara
kami hanya berhenti salat lalu kembali
lagi melawan orang-orang Quraisy, gitu
kan. Dan pada saat itu Umar bin Khattab
mengatakan, "Saya tidak salat. Saya
tidak salat. Saya belum salat asar
kecuali beberapa saat sebelum magrib."
Lalu setelah selesai pas malam Quraisy
akhirnya sudah keletihan mereka
berhenti. Tapi tanah-tanah parit sudah
banyak yang masuk di parit itu kan. Dan
ini keesokan paginya pasukan Quraisy
sudah bisa menyerang Madinah karena
sudah sulit untuk dikeluarkan lagi
tanahnya kan. Malam itulah Allah
datangkan badai yang dingin. Yang jelas
pada saat
itu sulit sekali mencekam kota Madinah.
Semua laki-laki tidak boleh pulang ke
rumahnya. Nabi sallallahu alaihi
wasallam instruksikan semua laki-laki
tidak boleh tinggal kecuali orang yang
tua atau sakit. Semua harus ada di
parit. Dan kalau meja ini kita ibaratkan
Madinah maka Quraisy di tempat posisi
antum ini ujung meja ini adalah paritnya
gitu ya. Jadi sudah depan mata ini parit
sudah tertutup enggak bisa masuk. Ini
sudah kota. Di tengah-tengah kota semua
wanita dan anak-anak kecil serta orang
tua sudah ditaruh di satu benteng. Dan
ini benteng di paling belakang kota
Madinah. Di sebelahnya suku Quraidah.
Nanti akan kita jelaskan masalah suku
Quraidah. Karena perannya Saad bin Muad
di dua, suku Gatafan dan suku Quraidah.
Yang jelas pada saat itu, Teman-teman
semu sangat mencekam. Dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam negosiasi
bukan karena Nabi pengecut tapi Nabi
sallallahu alaihi wasallam melakukan
strategi perang. Artinya kalau bisa nego
dikasih ya ini kasih nego gitu kan. Tapi
setelah mendengar kalimatnya Saad
radhiallahu anhu dan Saad berdiri sambil
menunjuk
wajahnya Uyainah bin Husin dan Harit bin
Auf. Beliau mengatakan, "Pulanglah
kalian berdua kembali ke pasukan karena
antara kami dengan kalian hanya pedang.
Percuma enggak bakalan negosiasi. Selama
ini bukan wahyu kami enggak akan
negosiasi. Enggak ada satu butir kurma
pun kalian bisa makan dari Madinah.
Pulang! Suruh pulang." Maka pulanglah
dua-duanya ini. Gitu kan. Pulanglah
dua-duanya. Baik. Pada saat itu,
Teman-teman
sekalian, pendapat yang disampaikan oleh
Sa'ad bin Muad ini pendapat yang
betul-betul luar biasa. Artinya, Uyainah
bin Husin ini pada saat kembali dan dia
bahasakan itu kepada orang-orang
Quraisy, orang Quraisy bisa tambah yakin
kalau memang perang saja, enggak ada
negosiasi gitu kan. Apalagi ini 4.000
pasukan mendominasi
40%-nya. Ala kulihal pada saat itu
akhirnya kembali mereka semuanya
kembali. Dan ulama mengatakan ini
betul-betul jiwa kesatriah di mana
keberanian, kepahlawanan dan penolakan
untuk terhina dari diri Saad bin Muadz
Radhiallahu anhu. Dan ulama hampir
seluruhnya mengatakan dari
statement-statement yang tegas seperti
inilah yang membuat Allah subhanahu wa
taala meninggikan derajatnya saat yang
sampai arsynya Allah goncang nanti pada
saat dia meninggal. Karena keputusannya
selalu mutlak agama Allah benar-benar
salah-salah selesai gitu. sampai mati
pun kita tidak akan menyerah. Seperti
itulah kurang
lebih. Maka pada saat itu pun semuanya
kembali ya semuanya kembali. Si Uyayin
bin Hus kembali gitu kan ke pasukannya.
Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan semoga Allah menjagamu hai
Saad atas keputusanmu ini dan semoga
Allah
merahmatimu. Perlu kita garis bawahi
teman-teman sekalian. Setiap kali Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengucapkan
kepada seorang sahabat semoga Allah
merahmatimu itu berarti kau akan mati.
Jadi itu isyarat kalau orang itu akan
mati syahid gitu kan. Maka perkataan ini
waktu didengar oleh Saad, Saad tersenyum
lalu mengatakan, "Alhamdulillah ya
Rasulullah wajabat." Artinya itu akan
diijabah sama Allah. Itu yang saya mau
mati syahid gitu kan. Akhirnya pasukan
ahzab kembali. Tentunya kita tidak
bicara tentang perang Ahzab. Dan pada
saat itu ada satu namanya Naim Ibin
Mas'ud yang akhirnya malam itu juga
malam itu juga waktu Quraisy sudah
berhasil menjatuhkan tanah-tanahnya
waktu Gatafan kembali kan Gatafan
kembali ini orang-orang Quraisy akhirnya
mulai melakukan itu. Ternyata pengaruh
mungkin dari Gatafan ini yang
dipermalukan tadi akhirnya mereka
gerakkan Quraisy. Quraisy mulai
menyerang dengan ee kaki-kaki kuda
mereka keesokan paginya. Maka besok ini
hari ketiganya sudah bisa diserang
Madinah. Malam itu dengan hikmah Allah
Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa
agar diberikan kemenangan dan Allah
Subhanahu wa taala ijabah. Pada saat itu
sangat dingin
sekali. Maka ee ada satu orang Quraisy
namanya Naib ibn Mas'ud masuk Islam
malam itu pimpinan
Quraisy. Entah bagaimana hikmahnya dia
lihat tanah sudah mulai tertimbun di
handak di parit. Dia turun lalu dia
lempar kertas suratnya, kulit
binatangnya ke arah kemahnya muslimin.
Isinya saya ingin bertemu dengan
Muhammad. Maka dia turunkan pamit dengan
Nabi sallallahuaihi. Nabi Sallahi
Wasallam mengatakan, "Izinkan."
diizinkanlah. Naik dia ke atas. Kenapa
Naim? Saya tertarik dengan agama Islam.
Asyhadu alla ilahaillallah wa anna
muhammadar rasulullah. Malam itu tuh
yang besok sudah jelas-jelas akan
diserang Madinah ini. Ini parit sudah
tertimbun. Dan subhanallah hikmahnya kan
besoknya malam itu kan mereka dikalahkan
dengan angin kan gitu. Itu besoknya
kalaupun pasukan Quraisy pulang dan
muslimin harus menimbun kembali ini
pekerjaan yang lama. Tapi hikmahnya
waktu mereka sentakkan dengan kuda
mereka dan parit sudah tertutup mereka
muslimin gak perlu nimbun lagi paritnya
gitu kan. Sudah tertimbun dengan
sendirinya gitu ya. Naim masuk ke sana
langsung syahadat. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Apa yang membuat masuk
Islam hai Naim?" ini dia keluar dengan
baju perangnya dari Makkah mau nyerang
Madinah dan orang Quraisy akan
mendapatkan 40% dari hasil Madinah.
Kalau nanti menang Quraisy karena dia
pemimpin dia akan ambil 40% sisanya
dibagi untuk suku-suku lain. Pokoknya
Madinah dipecah-pecah
lah. Naim bilang, "Saya tertarik."
Rupanya dia selama di Ahzab di di
pemahnya itu sering dengar tilawah
Al-Qur'annya sahabat kalau malam mereka
melihat bagaimana sabarnya. Hikmah Ilahi
dapat hidayah dia. Baik dia masuk ke
sana. syahadat. Lalu dia mengatakan, "Ya
Rasulullah, jangan ragukan keislaman
saya. Anda tahu siapa saya?" Pimpinan
Quraisy ini, kepala kepala suku,
Teman-teman. Aib besar kalau mereka
bohong. Walaupun dalam peperangan mereka
tidak mau bohong gitu kan. Anda sudah
tahu siapa saya? Ini bukan kedustaan.
Saya masuk Islam benar-benar perintahkan
kepada saya apa saja saya siap lakukan.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Hai naim, kau satu orang gitu
kan. Tapi kalau kau mau kacaukan mereka.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Kacauin mereka, silakan buat apa saja."
"Ya Rasulullah, tapi kalau begitu saya
harus berbohong
nih. Saya kalau kacuin mereka ini ada
yang harus saya lakukan. Saya harus
memutar balik fakta." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Peperangan
silakan gitu kan. Karena kita sudah tahu
hadis Nabi kan ada tiga hal yang boleh
berbohong." Tapi bohongnya ini memang
untuk strategi perang bukan bukan bukan
bukan bohong yang seperti negatif biasa
orang lakukan. Maka Naim pun kembali
kembali ke pasukan Quraisy. Dia kumpul.
Dia bilang, "Ayo kumpul semua
orang-orang Quraisy." Kumpul semua.
Kumpul semua. Lalu dia mengatakan, "Hai
Quraisy." Eh, maaf. Dia pertama bukan ke
Quraisy. Dia ke suku Quraidah. Jadi
kalau ini meja Madinah ini depan
semuanya parit. Di ujung parit sebelah
sana itu ada bentengnya suku Quraidah,
suku Yahudi. Jadi, Qinuqa dan Nadir yang
sudah diusir dari Madinah itu yang
membentuk pasukan Ahzab dari luar. Ini
suku Quraidah di pinggir sana. Ini
satu-satunya jalan untuk masuk kan.
Nanti kita akan bahas Quraidah sebentar.
Yang jelas teman-teman sekalian,
Quraidah ini pintu masuk dan besok
Quraisy sudah sepakat ini pasukan lewat
parit. Ada juga yang lewat bentengnya
Quraidah untuk masuk ke Madinah. Jadi
besok ini sudah kemenangan gitu kan.
Yang terjadi Naim datang ke Quraidah
lalu teriak dari depan, "Saya mau ketemu
pimpinan kalian." Mereka lihat Naim.
Naim ini orang nomor dua setelah Abu
Sufyan. Jadi Abu Sufyan mati. Naim ini
yang pegang pimpinan gitu kan. Maka si
Naim ini kemudian bilang ketemu sama
orang-orang Quraidah, "Apakah kalian
berpikir eh perlu kalian tahu
orang-orang Quraisy ini sudah jenuh 40
hari lebih tidak pernah berhasil
menembus Madinah gitu kan. Melalui
kalian pun besok mungkin bisa berhasil
mungkin tidak." Tapi ketahuilah kalau
Quraisy sempat pulang ke Makkah, pasukan
Ahzab bubar, kalian akan habis dibantai
sama muslimin karena kalian berkhianat.
Karena Quraidah ini punya akad
kesepakatan dengan Nabi membela Madinah
tidak akan berkhianat. Karena dua suku
teman mereka Kainuqa dan Nadir sudah
diusir dari Madinah karena berkhianat
kan gitu. Maka kata Naim, "Kalau kalian
kami pulang semua ini, kalian akan habis
dibantai oleh muslimin." gitu. Ini
bahaya kalian tidak akan bisa membela
diri. Betul juga. Apa saran
kamu? Kata orang-orang Quraisy, "Apa
saran kamu?" Dia bilang, "Saran saya
ambil 10 orang Quraisy. 10 orang Quraisy
minta pimpinan mereka bergabung di
pasukan kalian untuk nyerang
besok. Supaya kalau Quraisy lari mereka
tidak berani lari karena ada 10
pimpinannya di sini." Kata orang-orang
Qurazah, "Benar juga. Baiklah kalau gitu
kita akan lakukan." Naim bilang, "Baik
saya pamit." Pamit. Dia keluar. Dia
enggak nunggu nih. Dia keluar dia
kembali ke pasukan Ahzab. Ketemu Abu
Sufyan. Ada berita penting. Ayo kumpul
semua, kumpul semua. Kumpul semua. Lalu
kata Naim, "Bagaimana kedudukan kalian?
Kedudukan saya di sisi kalian." "Oh, kau
pimpinan kami. Kamu begini, kamu begitu.
Siapa yang tidak percaya? Kalian tahu
kan bagaimana musuhnya saya sama
Muhammad?" Oh, iya. Ini orang paling
musuh gitu kan. Keluar dari Makkah mau
berperang. Baiklah, saya akan bawa
berita gembira. Ketahuilah Quraidah
telah
berkhianat. Quraidah telah berkhianat.
Mereka mau memperbaharui akadnya dengan
Muhammad. Karena mereka takut kalau
kalian pergi mereka akan dibantai
sebagai bukti mereka sebentar lagi akan
datang meminta dari kalian 10
orang pimpinan kalian yang ikut dengan
mereka yang untuk mereka jadikan tumbal
serahkan ke kaum muslimin gitu kan. Maka
Abu Sufyan jeli. Abu Sufyan bilang
begini, "Sebentar dulu Naim. Saya akan
ke Quraidah. Pastikan dia jeli, dia
enggak mau langsung percaya. Baiklah
kata Naim, "Silakan pergilah ke sana."
Pak Amit ketemu. Begitu ketemu, si
Qurais sudah terpengaruh dengan
perkataan naim. Abu Sufyan juga sudah
terpengaruh. Cuma ini mempertemukan saya
dengan hikmah Allah. Si Abu Sufyan
bilang, "Besok kita akan nyerang." Ya,
ingat pintu gerbang kalian jangan
ditahan. Kita sudah akan kirim pasukan
masuk ke sini. Kami juga dari parit gitu
kan. Orang-orang kurang, "Sebentar dulu.
Kalau kami dari dalam benteng kami
gampang. Kami mudah, tinggal keluar buka
benteng bisa nyerang. Tapi harus ada
dari pasukan kalian yang ikut. Kirimlah
kepada kami 10 orang pimpinan
kalian yang bergabung di sini." Gitu
kan. Abu Sufyan bilang, "Berti naim
benar
nih." Kembali dia. Abu Sufyan kembali
malam ini
bubar pulang semua gitu kan. Enggak ada
peperangan besok. Qura sudah berkhianat,
berarti kita cuma lewat parit gitu kan.
Lewat sana enggak bisa. Padahal ini
memang jembatan langsung masuk ke dalam
Madinah
kan. Waktu itu pun akhirnya berkumpul
dan semua orang sudah bicara
pulang-pulang orang semua berbulan.
Ternyata memang orang-orang Quraisy ini
sudah sumpek 45 hari menggemubungkan.
Pada saat Abu Sufyan bilang bubar semua,
semuanya bubar gitu kan. Waktu mereka
lagi kemas-kemas, Allah datangkan badai
angin yang kencang, sangat dingin
membongkar semua kemah-kemah mereka,
hewan-hewan mereka terbongkar gitu kan.
Akhirnya terbongkarlah mereka pulang
semuanya. Waktu mereka pulang, mereka
balik semuanya. Maka Quraidah pun
akhirnya terpengaruh dengan perkataan
tadi. Kayaknya betul nih kita akhirnya
sekarang sudah menghadapi muslimin gitu
kan. Keputusannya ada sebentar. Nah,
keputusan Quraidah ada di tangan Sa'ad
bin Muad. Kita akan jelaskan sebentar
gitu kan. Tapi akhirnya tidak jadi
perang Ahzab. Dan berawal dari masalah
tadi kasus Naim ee Gatafan yang ditolak
oleh Saad bin Muad. Kemudian terjadilah
kasus Naim Ibnu Mas'ud radhiallahu anhum
ajmain. Baik, ini yang disebutkan dalam
buku kita. Tapi sebagian besar kisahnya
saya tambahkan supaya lebih jelas.
Kemudian juga ada peran yang sangat
besar dalam mengambil keputusan untuk
suku Quraidah tadi. Suku Quraidah ini,
Teman-teman sekalian, waktu Ahzab sudah
bubar semua, sudah selesai
peperangan. Mereka punya 700 personil
perang. Ini semua prajurit pilihan 700
orang. Jumlah orang yang ada di benteng
itu tidak kurang dari 3.000 4.000
orang termasuk perempuan dan
anak-anaknya. Maka 700 orang ini memang
pasukan
khususnya. Perlu diketahui teman-teman
sekalian, suku Quraidah sempat
berkhianat sebelumnya. Bagaimana
khianatnya? Mereka punya akad dengan
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waktu
suku Kainuqa dan Nadir diusir dari
Madinah.
Maka mereka tulis akad, mereka tidak
akan ikut-ikutan lagi. Mereka tidak akan
memerangi muslimin. Mereka tidak
akan berkhianat. Mereka tidak akan
membiarkan pasukan musuh masuk dan dan
seterusnya. Sempat Nabi sallallahu
alaihi wasallam curiga dengan suku
Quraidah sebelum terjadi tadi masuk
Islamnya naim. Kita review kembali
kisahnya. Maka sempat Nabi sallallahu
alaihi wasallam curiga dengan suku eh
Quraidah. Ini ada apa Quraidah ni?
Diutuslah Saad ibn Muad dengan Saad Ibn
Ubadah.
Dua orang tadi yang memang berhadapan
dengan Gatafan gitu kan, Suh Gatafan
pergi ke sana. Waktu mereka tiba di
depan
benteng ternyata ternyata di dalam
benteng ini ada kepala suku Kainuqa dan
Nadir tepatnya suku Nadir namanya Huyay
bin Akhtab. Ini siapa ini? Ini
sebenarnya mertuanya Nabi ya, karena
anaknya Nabi. Anaknya dinikahi oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam, Sofiah. Tapi
dia meninggal di perang ee diinggal
dalam keadaan kafir di peperang pada
saat Nabi sallallahu alaihi wasallam
menyerang Khaibar. Dia waktu itu datang
ke suku Quraidzah. Lalu dia bilang, "Hai
Quraidah, buka pintumu." Gitu kan.
Kepala sukunya enggak mau buka. Enggak,
jangan dimasuk. Jangan dengar apapun
kalimat dari orang ini. Dia telah
berkhianat dari Muhammad. Nanti kita
juga diajak berkhianat. Tapi akhirnya
tetap aja dia negosiasi. Saya cuma mau
masuk. Dengarkan. Kalau baik kau ambil,
kalau enggak enggak usah. gitu ya.
Baiklah. Dibukakan pintu gambar. Lalu
kemudian dia terus memotivasi si oyang
ini memotivasi kepala suku Korido. Ayo
untuk apa kamu gak berkhianat? Ini saya
sudah bawa 10.000 orang pasukan. Pasukan
Muhammad aja, pasukan Madinah waktu itu
yang siap perang mungkin sekitar kalau
digumpul semua 5.000 orang lah gitu kan.
Ini ahzab double. Ini pasti menang. Kita
sudah menang. Maka harus kamu
berkhianat. Berkhianatlah mereka.
Proses khianatnya adalah pada malam itu
mereka merobek kesepakatan dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Lalu mereka
menancapkan dengan pisau di ujung
bentengnya. Jadi orang muslimin kalau
lewat lihat oh itu kesepakatan sudah
dirobek. Kesannya begitulah. Pada malam
itu karena lagi baru ditancapin mereka
tidak ee belum diiklankan ke
muslimin. Ada di antara mereka mungkin
sekitar 10 orang ee pasukan-pasukan
spesialnya khususnya gitu. Prajurit
khususnya yang ahli dalam menjati
benteng segala. Mereka bilang begini
aja, di sebelah benteng kita, benteng
Quraidah di sebelahnya ada satu benteng.
Benteng ini yang ditaruh seluruh wanita
muslimin, seluruh harta muslimin,
anak-anak kecil, orang tua, semua di
situ ditaruh. Jadi kalau pasukan kalah
ini masih ada benteng untuk berlindung
gitu.
Kita naik ke atas benteng kemudian kita
cek di situ. Naiklah kelilinglah mereka
10 orang ini. Tante Nabi sallallahu
alaihi wasallam bernama Sofiah
radhiallahu anha ibunya Zubair bin Awwam
gitu kan. Yang Zubair Awam sangat luar
biasa keberanian ini dibina oleh Sofiah.
Sofiah bilang kepada Hasan ibin Tsabit
penyairnya Nabi umurnya sudah 80 tahun
sekarang waktu itu. Hai Hasan, ini
beberapa orang itu mata-mata Yahudi
semuanya mahir berperang. Lawanlah dia.
Kata Hasan, "Saya orang tua dan saya
penyair. Saya tidak bisa perang. gitu
kan. Maka Sofiah pun memakai baju perang
laki-laki. Kemudian beliau berdiri di
dekat benteng melihat di Jadi kalau
benteng itu tinggi zaman dulu kan di
atas ada tempat untuk naiknya. Dia
sembunyi di situ. Maka naiklah ada satu
orang dari 10 orang Yahudi ini naik
memantau dulu. Begitu naik oleh Sofiah
sudah disiapin satu ee besi bendera ya
yang biasa dipakai untuk pasang bendera.
Kemudian juga ee dia memegang satu pisau
kecil ya. Kemudian pada saat ee prajur
Yahudi ini naik, dipukul kepalanya
dengan besi itu, lalu kemudian oleh
Sofia dipotong lehernya gitu kan. Jadi
luar biasa dia langsung memotong leher
orang Yahudi ini. Tentu keadaannya bukan
kayak sekarang ya. Kita enggak bisa
bayangkan posisi pada saat itu luar
biasa. Wanita pun mungkin yang tidak
berani jadi berani. Karena ini kalau 10
orang berhasil masuk dan memberitahukan
kepada Quraidah, maka satu satu benteng
ini diambil perempuan-perempuannya
segala muslimat dan akhirnya mengganggu
konsentrasi Nabi dan sahabat yang lagi
melawan di depan parit gitu ya. Maka
diambil kemudian Sofia naik ke ujung
benteng mengangkat kepalanya kepala
Yahudi tadi tu mengangkat kepalanya yang
dipotong itu diangkat kemudian dilempar
ke bawah. Begitu orang-orang Yahudi yang
se orang lihat kepala temannya terputus
gitu kan, maka mereka bilang, "Kayaknya
benteng ini penuh dengan prajurit gitu
kan." Padahal tidak ada orang, gak ada
perempuan, laki-l gak ada laki-laki gak
ada maksudnya orang-orang tua enggak ada
prajurit. Akhirnya mereka tidak jadi
menyerang benteng pada malam itu. Itu
hikmah Ilahi perannya Sofirana.
Bagaimana bisa menahan itu? Yang jelas,
Teman-teman sekalian, keesokan paginya
orang-orang Yahudi sudah mau membuka
benteng dan seterusnya. Datanglah Sa'ad
bin Muad dan Sa'ad bin Ubadah diutus
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Coba lihat keadaannya suku Quraidah ada
pengkhianatan gak? Begitu mereka
mendekat dekat benteng lalu berteriak,
"Hai Quraidah, sekutu kami memang
sekutunya orang-orang Ansar ya, terutama
bersekutu ee sama ee Khazraj di
pertanian, di perkebunan sekutu dengan
Aus di militernya, gitu kan. Baik. Ee
kata kata Saad bin Muad, "Hai Quraidah,
sekutu kami, bukalah pintu gerbang
kalian." Maka tiba-tiba dari atas
prajurit-prajurit biasa ya, bukan bukan
pimpinan sugih teriak-teriak, "Kalian
mau apa?" Enggak ada urusan sama kami.
Urusan kalian sama kami hanya pedang.
Kami akan berperang melawan kalian dan
seterusnya. Kata Saad bin Ubadah, "Hai
Quraidah, berkhianatkah?" gitu kan. Maka
kami akan menyerang kalian, kami akan
mencaci maki kalian, kami akan gini dan
seterusnya. Kata mereka, "Kami bukan
cuma berkhianat. Kami akan merebut
seluruh harta-harta kalian." Kata
orang-orang orang-orang Quraidah. Lalu
kata Saad bin Muad memegang tangan Saad
bin Abub Badah. Tidak usah, tidak usah
dibalas. Sudahlah kita sudah tahu
keputusannya. Tunggu saja, Allah akan
datangkan keputusan yang tepat buat
mereka. Garis bawahi kalimat ini ya.
Allah akan ambilkan keputusan tepat buat
mereka. Nanti ini ada hubungannya dengan
keputusan Sa'ad bin Muadz untuk membunuh
700 pasukannya Quraidah nanti pada saat
mereka sudah
terkalahkan. Maka kembalilah keduanya.
Setelah kembali tentu kembalilah kepada
kisah naim tadi. Terjadi semuanya
pembebasan ee pasukan Ahzab bubar
segalanya. Sekarang tinggal masalah
kasus Quraidah.
Nabi sallallahu alaihi wasallam pun
langsung pada saat pulang ke rumah
beliau sallallahu alaihi wasallam
setelah ahzab bubar semua di pagi hari
di waktu duha semuanya kelihatan dari
dari seepi ee parit ternyata sudah bubar
semuanya tidak ada lagi ahzab tidak ada
pasukan kemah mereka hancur semua
kendi-kendi mereka pecah dilihat pasukan
sudah enggak ada maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam pulang ke rumah dalam
riwayat Bukhari dikatakan Nabi
sallallahu alaihi wasallam kemudian
mandi ya kemudian terdengarlah
suara Dahy al Kalbi radhiallahu anh
yang mengetuk rumah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ada dua riwayat.
Riwayat yang pertama dihiyal kalbi
mengatakan waktu Aisyah membuka pintu,
"Wahai Aisyah, di mana Rasulullah?" Kata
beliau, Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam lagi membersihkan tubuhnya
karena sudah berhari-hari menghadapi
peperangan, beliau pun membersihkan
tubuhnya. Kata dia, "Beritakanlah kalau
Dihya ingin ketemu." Itu riwayat yang
pertama. Riwayat yang kedua, Nabi
sallallahu alaihi wasallam mendengar
suara Dihya dari depan sambil
mengatakan, "Ya Rasulullah." Maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam spontan
menutup kembali badannya sebelum mencuci
badan beliau sallallahu alaihi wasallam.
memandi menutup kembali dengan baju
perang dan Aisyah mengatakan saya pun
kaget dan mengatakan ya Rasulullah ada
apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
dia adalah Jibril. Jibril menjelma
menjadi Dihyal Qalbi radhiallahu anhu.
Kemudian waktu dibuka pintu kata ee
Jibril kata Jibril alaihi wasallam yang
menjemah wai Muhammad apakah kalian
sudah membuka baju-baju perang kalian
sementara kami para malaikat belum
membuka baju-baju kami sampai kami tiba
di sana ditunjuk bentengnya Quraidah
gitu kan perintah Allah gitu kan. Maka
Nabi sallallahu alaihi wasallam segera
iklankan, iklankan. Tidak ada muslimin
yang boleh istirahat malam itu juga
kecuali di Quraidah. Datang ke sana
semuanya. Maaf pagi itu tidak ada yang
boleh istirahat kecuali semuanya di
Quraidah semuanya pergi ke sana. Nabi
sallallahu alaihi wasallam jalan sampai
kata para sahabat kami pun melihat Nabi
sallallahu alaihi wasallam bergegas
dengan cepat menuju ke sana gitu kan.
Lalu setiap tiga di tiba di satu suku
Ansar ada cabang-cabang suku. Ditanya
apakah ada orang yang lewat di sini?
Mereka mengatakan dihyal kalbi
menggunakan kuda yang besar. dan ada ee
pelanahnya di diselimuti dengan beluduru
warna biru. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Itu Jibril segera kejarlah ke
sana. Segera kejarlah ke sana. Kejar di
sana." Seluruh muslimin disuruh gabung
di Quraidah pada saat itu. Sampai Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan,
"Jangan ada yang salat asar pada saat
itu, kecuali di Quraidah. Kalaupun
telat, jalan ke sana karena cukup jauh
di ujung Madinah. Iklankan semua." Maka
sahabat semua pada jalan. Ada yang
sempat salat asar di di perjalanan, ada
yang salat asar pas tiba di sana, belum
salat asar sudah magrib gitu kan. Mereka
sampai di sana malam harinya. Maka Nabi
mereka berkata, "Ya Rasulullah, ada di
antara kami yang belum salat asar." Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa
yang sudah salat asar baginya sudah
benar. Siapa yang belum salat asar maka
salatlah." Karena Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Jangan, jangan
salat asar kecuali di Quraidah." Seperti
itulah. Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengepung Quraidah 25 hari.
Mereka ketakutan sendiri. Pada saat
mereka ketakutan, Teman-teman sekalian,
maka mereka akhirnya patuh dengan hukum
Allah. Beberapa sahabat sempat teriak
mengatakan, "Hai yahud, mengalahlah
dengan hukum-hukum Allah dan hukum
Rasul-Nya." Lalu mereka berkata, "Apa
kira-kira hukum Nabi kalian?" Ada satu
orang Anshar mengatakan, "Tentulah
kalian akan dipenggal." Gitu kan karena
berkhianat. Gitu kan. Lalu mereka
ketakutan, mereka tidak mau. Kalau gitu
kami enggak mau turun, gitu kan. Kami
enggak mau membuka pintu bentengnya.
Lalu kata seorang Ansar lagi, "Yang
lain, lalu kalian mau terima hukumnya
siapa kalau bukan hukumnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Mereka
mengatakan hukumnya Saad ibn Muad. Siapa
Saad bin Muad? Ini pimpinan Aus. Aus
sekutunya Quraidah gitu kan. Mereka
tidak tahu kalau nanti Saad bin Muad ini
malah menyusahkan mereka gitu. Kami mau
turun tapi bukan pada hukum Muhammad.
Hukumnya Sa'ad bbin Muad. Baiklah kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam panggil
Sa'ad bbin Muad. Waktu itu perlu juga
kita ketahui tadi ada yang belum saya
ceritakan teman-teman. Waktu pasukan
Ahzab lagi melempar, lagi menjatuhkan
tanah-tanah di pinggir parit tadi.
Muslimin memanahi dengan panah, melempar
dengan tombak. Juga ada di antara mereka
yang memanahi
muslimin. Nah, salah satu panah Quraisy
sempat kena di daerah lengan sebelah
kanan ya. Sebelah kanannya Sa'ad bin
Muad. Jadi dia pakai baju perang, tapi
baju perang, baju besi itu cuma setengah
saja. Ada biasanya orang pakai utuh
sampai di tangan. Ini enggak punyanya
dia sampai setengah. Sampai Aisyah
mengatakan, "Aku sempat melihat Saad ibn
Muad lewat di depan rumahnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kemudian di
sisi kanannya tangannya tidak dilapisi
dengan besi dan aku khawatir kalau itu
akan mencederinya." Ternyata memang anak
panah Quraisy ada meleset dan kena di
tangan kanannya Sa'ad bbin Muad lalu
mengeluarkan darah yang sangat banyak.
Karena letihnya Saad bbin Muad waktu itu
sangat letih karena pendarahan yang
banyak. Nabi sallallahu alaihi wasallam
suruh membuat kemah di di seit dekat
masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Lalu khusus untuk istirahatnya saat di
situ. Jadi saat tidak usah ikut ke
Quraidah gitu kan. Tapi waktu
orang-orang Quraidah minta Saad yang
memberi hukum, Nabi sallallahu alaihi
wasallam kirim, "Coba panggil Saad bisa
enggak dia datang?" Maka Saad datang
waktu dipanggil Nabi sallallahu alaihi
wasallam memanggil Anda. Dia bilang,
"Baiklah saya datang kalau Rasulullah
yang panggil." Beliau dikatakan dalam
riwayat ditidurkan di atas keledainya
itu dalam kondisi lemah sekali gitu kan.
Sampai tiba di sana maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam berkata, "Berdirilah
untuk tuan-tuan, untuk tuan kalian."
Maka para orang-orang Anshar pun berdiri
dan Muhajirin pun juga berdiri. Waktu
melihat saat datang dan melewati
sukunya, suku Asy'al namanya. Karena ini
sekutu orang-orang Quraidah. Kata
mereka, "Wahai Saad, mereka adalah
sekutu kita. Maafkanlah." Ya, karena
keputusan di tangannya dia nih.
Maafkanlah. Gitu kan. Atau ringankanlah
hukumannya karena mereka sudah mengalah.
Maka kata Saad pada saat itu tidak
bicara apa-apa. Beliau tetap jalan
sampai tiba di hadapan Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan semua depan kaumnya.
Lalu dia mengucapkan kalimat nanti
terakhir baru dipahamin. Dia mengatakan
telah tiba saatnya untuk saat tidak
peduli lagi terhadap perkataan orang
dalam keutusannya untuk meridakan Allah.
Ini keputusan. Orang belum paham
kalimatnya dia ini. Dia ulangi lagi.
Sudah tiba saatnya saat akan tidak
mempedulikan perkataan orang dalam
mengambil keputusan yang membuat rida
Allah. sampai tiga kali. Baiklah. Lalu
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Wahai Saad,
sesungguhnya mereka ingin turun terhadap
di atas hukummu. Hakimilah mereka." Saat
karena adabnya dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam, dia mengatakan, "Ya
Rasulullah, Anda lebih pantas mengambil
sebuah keputusan." Lalu kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Tidak, hai
saat. Untuk saat ini Allah memerintahkan
kamu, perintah dari langit sekarang kamu
yang disuruh ambil keputusan."
Lalu saat melihat ke sukunya, mayoritas
pasukan orang-orang Ansar sekarang yang
jadi masalah dalam kotanya gitu kan.
Maka dia bilang, dia tahu ada beberapa
orang-orang sukunya ini yang mungkin
partner bisnis sama orang-orang Yahud
Yahudi Quraidah ini nanti mereka berat
dan segalanya. Dia bilang, "Ya
Rasulullah, saya ingin tanya satu hal
dulu. Boleh? Silakan.
Apakah di sini suku-sukuku ini semua
sukuku di sini rida kalau aku mengambil
sebuah
keputusan? Iya, tentu saja kami rida.
Kata sukunya. Lihat lagi orang-orang
orangorang muhajirin. Wahai muslimin,
saudaraku, apakah kalian rida dengan
keputusan kalau aku ambil keputusan?
Iya, kami rida. Enggak satu pun kami di
antara kami yang akan menolak. Lalu dia
balik arah Nabi sallallahu alaihi
wasallam di hadapan beliau. Lalu ada
kemahnya Nabi di sebelah kanannya Saad.
ee saat tidak mau kesannya kayak
menggurui Nabi atau melampaui Nabi. Maka
beliau mengatakan, "Apakah pemilik kemah
ini juga rida kalau saya mengambil
keputusan?" Nabi sallallahu alaihi
wasallam tidak dikatakan, "Apakah Nabi
setuju enggak? Apakah pemilik kemah ini
juga setuju kalau saya ambil keputusan?"
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Iya, Hai Saad. Kalau begitu, hai
muslimin, keputusan saya semua
laki-lakinya Quraidah
dibunuh semuanya.
Semua perempuan dan anak-anaknya jadi
tawanan perang, jadi sahaya gitu kan.
Hartanya dibagi sebagai ganimah, selesai
keputusannya. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam tutup takbir. Allahu
Akbar. Kau telah berhukum dengan
hukumnya Allah dari langit ketujuh.
Allah sebenarnya mau keputusan itu, tapi
kau keluarkan dari mulutmu hukum yang
Allah inginkan tadi. Maka ini sebuah
keputusan yang luar biasa. Dari saat
keluar semuanya pasukan Quraidah ini
waktu lewat gitu kan dia ulangi lagi
kata-katanya. Saat sudah tiba saatnya
untuk saat tidak mempedulikan celaan
orang untuk mendapat rida Allah. Selesai
lewatlah orang-orang Quraidah diikat
semua laki-lakinya 700 orang itu
perempuannya semua dibagilah hartanya
segala macam tinggal 700 orang. Ada
beberapa orang tentu yang selamat ya.
Ada di kajian sirah saya sempat
sampaikan itu ada saya lupa sekarang
namanya ada satu orang yang pada saat
dia lagi dipegang oleh muslimin, dia
lihat ada satu ibu muslimah lewat dan
dia kenal. Dia sering transaksi jual
beli sama ibu itu. Lalu dia teriak, "Hai
ibu, saya mau disembelih." gitu. Maafin
saya, lindungin saya, gitu. Maka ibu itu
pun mengatakan kepada pasukan muslimin,
"Sebentar saya mau lindungin orang ini."
Dibawa ke Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Ya Rasulullah, ini lindungan
saya." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Silakan ambil." Gitu kan.
Maka orang itu pun syahadat. Orang
syahadat. Setelah dia syahadat, dia
bilang, "Alhamdulillah, gara-gara
syahadat saya enggak jadi
dibunuh." Kisah pada saat itu tentunya.
Yang jelas ada beberapa orang yang ada
kisah-kisah unik kalau antum ikutin di
sirah itu ada kisah tentang perang Bani
Quraizah. Panjang lebar ceritanya.
Karena ini masih ada pelajaran-pelajaran
yang kita ee bahas nanti, jadi saya
tidak bisa bahas semua. Ringkas cerita,
dikumpullah 700 orang itu kemudian
dibawa 10 orang lalu dibunuh gitu kan.
Hukuman terhadap
pengkhianatan. Mungkin orang teman-teman
sekalian kalau dengar sepintas kisah
ini, wah muslimin juga membantai. Gitu
kan. Kasusnya ini bukan masalah
membantai, Teman-teman sekalian.
Kasusnya kalau Quraidah malam itu hari
itu membuka bentengnya satu Madinah
habis. Dan perlu kita garis bawahi
muslimin waktu itu pusatnya di Madinah.
Artinya kalau habis semua, habis semua
ini pengkhianatan mereka bukan
pengkhianatan yang
biasa. Itu yang pertama. Yang kedua,
pada saat lagi mau diajak negosiasi oleh
Saad bin Muad dan Sa'ad ibn Ubadah,
mereka malah sengaja
menancapkan kesepakatan yang disobek,
ditempelin pakai pisau di temboknya, ya
kan. Kemudian mereka menantang Saad ibin
Muad dan Saad ibn Ubadah. Lebih-lebih
lagi yang mereka tantang Sa'ad ibn Muad
yang akhirnya mereka tidak sadar. Mereka
mengatakan, "Kami mau berhukum dengan
Saad." Akhirnya Saad ambil keputusan
itu. Gitu kan. Dan ada yang unik,
Teman-teman. Waktu mereka mau dibunuh,
proses pembunuhan sebenarnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam membuka
peluang. Siapa yang mau masuk Islam
silakan atau yang mau mengalah silakan.
Artinya mengalah dalam arti kata, "Ya
sudahlah saya minta maaf, saya begini,
saya begini, berikan saya keamanan."
Nabi sallallahu alaihi wasallam maafkan.
Ada beberapa orang yang Nabi sallallahu
alaihi wasallam maafkan tapi yang memang
membangkang enggak mau. Mereka anggap
mereka mati syahid. Orang-orang Yahudi
ini anggap kalau dibunuh oleh muslimin,
mati syahid masuk surga gitu kan. Sampai
ada di antara mereka waktu itu Nabi ada
satu ada satu sahabat melindungi satu
orang. Sinilah saya lindungi kamu. Dia
bilang, "Baik, terima kasih. Istri anak
saya saya lindungi. Harta saya saya
lindungi. Ya Rasulullah, ini lindungan
saya." Karena dalam peperangan kan
istiar namanya. Kalau seorang muslim,
muslimah juga sama, perempuan muslimah
kalau dia melindungi satu orang kafir,
dia bilang, "Ini di bawah naungan saya."
Enggak boleh ada yang
ganggu. Ini dalam hukum Islam memang
begitu. Orang yang biasa pun boleh
melindungi siapapun orang kafir. Jadi
ini bukan masalah kasus bantai-bantai
bukan gitu kan. Memang yang dibunuh tuh
yang membangkang. Memang mereka anggap
mati kalau tidak ya kita melawan. Mereka
mau menganggap seperti mati syahid. Maka
orang ini sahabat ini melindungi.
Baiklah saya lindungi kamu sama
keluargamu. Sudah pas dilindungin dia
tanya, "Bagaimana dengan teman saya?" Si
fulan ada temannya. Temannya ini
terkenal dia yang merobek surat
kesepakatan akad dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kata sahabatnya, "Tidak
bisa kalau orang itu pasti dibunuh."
Kata orang ini, "Kalau gitu enggak usah
lindungi saya. Saya mau masuk surga
bersama
[Musik]
itu." Akhirnya dibunuh juga. Jadi memang
yang terbunuh ini, Teman-teman, bukan
masalah kasus pembantaiannya, tapi
kasusnya memang mereka pengkhianat dan
mereka memang dasarnya maunya itu memang
maunya dibunuh karena masih dibuka
peluang untuk meminta maaf. Kan ada di
antara mereka minta maaf, minta keamanan
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Itu lain gitu kan. Selanjutnya
teman-teman sekalian adalah yang keempat
dari manaqib ya, dari ee keutamaan Saad
radhiallahu anhu. Setelah tadi yang
pertama hadis Nabi sallallahu alaihi
wasallam bahwasanya arsynya Allah
goncang dan seterusnya. Kemudian
perkataan yang mulia di perang Badr
sehingga terjadi peperangan Badr
mendukung. Kemudian yang ketiga tadi
adalah kejadian Gatafan dan juga
kejadian Quraidah. Ini sebenarnya kita
bisa jadikan poin-poin sendiri ya, tapi
saya masukkan masukkan saja. Kemudian
poin yang keempat adalah bagaimana
kemuliaan
diri dan ee apa namanya yang sifatnya
abadi dan kemuliaan yang dikenang oleh
kaum muslimin pada saat mati karena
bergeraknya arsy Allah. Ini kita lihat.
Dan juga ee dipikulnya jenazahnya oleh
para malaikat. Ini ada kisahnya di
halaman 145 sampai
148. Saya akan bacakan riwayatnya,
Teman-teman sekalian.
Nabi sallallahu alaihi wasallam di sini
dikatakan oleh penulis pada saat melihat
jenazah saat dia berkata Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda jazakallahuiran
min sayidil faqad anj waahu
wunjizannakallahuakallahu waadaka sekali
kau ambil keputusan maka mereka semua
patuh engkau telah menunaikan apa yang
telah engkau janjikan niscaya Allah akan
menunaikan apa yang dia janjikan
kepadamu kemudian nabi Nabi sallallahu
alaihi wasallam juga bersabda dalam
hadis yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari Muslim. Ihtazza arsyur rahman
limauti Saad ibin Muad. Arsynya Arrahman
bergoncang karena kematian Sa'ad ibn
Muad. Asma binti
Yazid radhiallahu anha berkata, "Ketika
Saad bin Muad wafat, ibunya menangis.
Maka Nabi wasam
bersabda,
wahul. Mengapa air matamu tidak berhenti
dalam kesedihan wahai ibunya?
Saad, sementara anakmu adalah orang yang
paling pertama Allah tersenyum padanya.
Ya. Dan juga arsynya Allah bergoncang
karena meninggalnya. Al-Haitami
menyebutkan dalam Majm dan juga
At-Tabarain dan rawi-rawiinya semuanya
sahih dan al-Hakim juga azzahabi
mensahihkannya. Ulama lain juga berkata,
"Yud dengan bergoncang arsynya Allah
adalah bergoncangnya para pemikulnya
dari kalangan malaikat dan
malaikat-malaikat lain." Di
sini mudhaf atau kata yang disandarkan
tidak disebutkan, yaitu malaikat pemikur
arsy. Tetapi memang ini pendapat di
antara ulama yang mengatakan.
Yang lain juga berkata, "Yud dengan
bergoncang sini adalah kebahagiaan dan
penerimaan. Di antaranya perkataan
orang-orang Arab yang berkata, "Fulanun
yahtazul lil makarimi." Fulan bergerak
karena kemuliaannya. Bukan berarti
badannya yang bergoyang atau bergerak.
Tetapi maksud mereka adalah ketenangan
fulan kepadanya dan kecenderungan
kepadanya. Dan ini pendapat-pendapat
ulama. Al-Harbi juga berkata, "Ini
adalah bahasa kinayah atau kiasan yang
mengungkapkan luar biasanya kematian
Saad. Orang-orang Arab biasa menisbatkan
sesuatu yang besar kepada sesuatu yang
paling besar. Sehingga mereka berkata,
"Bumi menjadi gelap ketika kematian
fulan dan kiamatnya sudah tiba." Mest-ar
biasa berbicara begitu. Kalau ada orang
punya kedudukan yang besar, maka mereka
mengatakan bumi jadi gelap dengan
matinya orang ini atau seakan-akan
kiamat sudah terjadi. Ya, karena
dianggap orang ini punya kedudukan. Ini
juga bisa berarti maknanya. Imam
Azzahabi berkata rahimahullah, arsy
adalah makhluk yang ditundukkan. Jika
Allah menghendakinya untuk bergoncang,
maka ia bergoncang dengan kehendak
Allah. Allah memberikan kepadanya rasa
cinta kepada saat sebagaimana Allah
memberikan e perasaan kepada Uhud
terhadap kecintaan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ya, jadi pendapat Imam
Azzahabi wallahuam yang lebih banyak
cenderung dipegangi oleh para ulama
bahwasanya memang bergetarnya arsy Allah
ini ya karena Allah subhanahu wa taala
menginginkannya bergoncang, bergerak
pada saat itu dan itu karena rasa cinta
kepada saat ya. Sebagaimana firman Allah
penulis mengatakan di sini diangkat
surah surah Saba ayat 10.
Auzubillahiminasyaitanirrajim ya jibali
awibi maah. Sebagaimana Allah berfirman
tentang Daud, "Wahai gunung-gunung,
bertasbihlah berulang-ulang bersama
Daud." Padahal kita tahu gunung-gunung
tidak bisa bertasbih, tapi kuasa Allah
Subhanahu wa taala, Allah bisa melakukan
itu. Kemudian juga dikatakan surah
al-Isra ayat 44, Allah berfirman,
"Azubillahiminasyaitanirrajim."
"Tusabbihu lahusamawatus wal ard
alayah." Langit yang tujuh dan bumi juga
bertasbih kepada Allah. Kita tidak
pernah bisa mendengarkan tasbih
tersebut. Kemudian dalam surah Al-Isra
ayat 44 juga dikatakan wain min illa
yusabbihu bihamdih. Tidak ada sesuatu
kecuali ia bertasbih dengan
memujinya. Di dalam Sahih Bukhari, Ibnu
Mas'ud berkata radhiallahu anhu, "Kami
mendengar tasbih makanan yang sedang
dimakan." Dan ini adalah bab yang sangat
luas. Dalam arti kata, Teman-teman
sekalian, kita hanya mau menekankan
bahwasanya memang kalimat daripada
bergetar arsynya Allah ini tidak ada
satuun perkataan di sini dari para ulama
yang mengatakan Allahnya yang bergetar
gitu kan. Karena tidak mungkin kita
mengucapkan kalimat ini tidak santun
kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi
arsy adalah ciptaan Allah. He. Dan sudah
diberikan tadi gambaran bisa karena
perintah Allah, bisa karena kecintaan
Arsy kepada Allah, bisa karena apa saja
ya mungkin pemikul arsynya yang
bergoncang karena malaikat-malaikat itu
mencintai saat dan seterusnya. Dan dalam
satu riwayat Ibnu Umar meriwayatkan
dinisbatkan kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam dikatakan Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersabda
ihtazal arsyubi liqaillahi sa'ad. Arsy
bergoncang karena mencintai perjumpaan
Allah dengan Saad. Dan ini diriwayatkan
oleh Ibnu Sa'ad dan Hakim dan beliau
mensahihkannya. Dan Allah. Kesimpulan
dari semua apa yang disampaikan ini yang
lebih kuat adalah pendapat yang
dipegangi oleh ee para ulama yang
terakhir sekali bahwasanya dikatakan
arsynya Allah bergoncang karena
mencintai karena Allah mencintai
menjumpai Saad radhiallahu anhu. Baik,
ini adalah kejadian manaqib. Kemudian
juga manaqib yang lain yang kelima
adalah masalah hadirnya malaikat pada
saat dia meninggal untuk mengurus
jenazahnya dan memikul ee memikul
jenazahnya. Disebutkan dari Mahmud bin
Labib radhiallahu anhu, beliau berkata,
"Ketika tulang lengan saat terkena anak
panah lalu dia sakit karenanya tadi
lengan kanannya, maka mereka membawanya
kepada seorang wanita yang bernama
Rufaidah yang biasa mengobati luka. Jika
Nabi sallallahu alaihi wasallam melewati
saat beliau menyapanya mengatakan,
"Bagaimana keadaanmu sore ini? Bagaimana
keadaanmu pagi ini?" Maka saat menjawab
sampai tiba satu e menjawabnya sampai
tiba satu malam di mana kaum di mana
kaumnya memindahkannya dan sakitnya
semakin parah. Maka kaum Saad pun
membawanya ke Bani Abdil As'al di
perkampungan mereka. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam datang
menjenguk saat lalu dikatakan kepada
beliau, "Kaumnya telah membawanya
pulang." Maksudnya Nabi kunjungi dia di
masjid, dikiemah dekat masjid tapi
ternyata sudah enggak ada. dibawa pulang
ke kaumnya. Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam berangkat dan kami mengikuti
beliau. Kata Mahmud ibn Labib, beliau
pun berjalan dengan cepat sampai tali
sendal kami terputus karena cepatnya
Nabi sallallahu alaihi wasallam
berjalan. Jadi pada saat sudah diangkat
dari khemahnya di dekat masjid, dibawa
ke rumahnya di perkampungannya, Nabi
sallallahu alaihi wasallam segera
mengejar ke sana. Ada alasannya kenapa
dikejar ni. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam buru-buru sampai para sahabat
karena mengejar Nabi sallallahu alaihi
wasallam, sendal-sendal mereka terputus.
Hal ini disampaikan oleh para sahabat
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka beliau bersabda, "Ya Rasulullah,
kenapa Anda buru-buru begini? Kenapa
sampai begini sampai sendal-sendal pada
putus, debu-debu pada berterbangan?"
Maka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Inni akubu anasbiqana ilaihil
malaikatu
gasat." "Aku khawatir para malaikat
mendahului kita
memandikannya sebagaimana mereka
memandikan Handalah." Dan ini hadis
sahih ya. Ini menandakan teman-teman
sekalian, pada saat itu Nabi sallallahu
alaihi wasallam sudah tahu kalau saat
begitu tiba di sukunya sudah meninggal
dunia. Sudah meninggal dunia. Dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam buru-buru.
Kenapa? Karena beliau ingin memandikan
jenazahnya Saad ibn Muad. Dan beliau
berkata, "Saya khawatir jangan sampai
kalau kita telat tiba di sana, malah
malaikat yang mengurus jenazahnya."
Di dalam sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam yang lain
dikatakan
bahwasanya kami bertanya kata para
sahabat, kami bertanya wahai Rasulullah,
kami tidak membawa seorang mayit yang
paling ringan dibandingkan dia si saat
ini. Maka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam,
maamnauhu waq minal malaikati wa lam
yahbitu qlaumihim qal maakum. Bagaimana
tidak ringan jenazahnya? Jadi waktu
sahabat angkat itu kayak ringan sekali.
Sebagian asar menyebutkan seperti
jenazah itu kalau mau dipindahkan ke
tangan yang lain seperti sebuah kapas ya
yang sangat ringan sehingga mudah pindah
di pundak-pundak para sahabat. Mereka
bertanya, "Ya Rasulullah, kami belum
pernah mengangkat jenazah, bagaimana
kalau jenazah kemudian seperti kapas
sangat ringan gitu kan." Seperti ini.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Bagaimana tidak ringan? Sedangkan para
malaikat dengan jumlah sekian dan sekian
telah turun. Mereka tidak turun sebelum
hari ini. Mereka memikul saat bersama
kalian."
Dan ini bisa dilihat punt nomor 16
diriwayatkan Ibnu Sad dan dihasankan
oleh ee Arnaud ya dalam Asyiar.
Ada riwayat lain menyebutkan juga
bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam
bersabda, "Hal abdus alladzi taharak
lahul ars wautihat
abwabusamaahidahu alf minal malaikah
lamanzil ardhi qalik
laqadmatanmahu." Ya, ini diriwayatkan
oleh Annasai dalam kitabul janaiz dan
juga ee disahihkan oleh Albani dalam
sahihul jami. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam waktu nunjuk jenazahnya
saat, "Ini adalah hamba saleh di mana
Arsy bergetar karenanya pintu-pintu
langit dibuka untuk menerima rohnya.
70.000 malaikat menghadiri jenazahnya.
Mereka tidak turun ke bumi sebelum ini.
Kuburnya menghimpit lalu dilapangkan
untuknya." Dan ini menandakan memang
hadirnya 70.000 malaikat yang mengurus
jenazah Saad radhiallahu anhu. Tadi ada
riwayat tadi disebutkan tentu Handalah.
Kalau teman-teman masih mengingat
riwayat Handal kan di salah satu
peperangan Handal ini baru menikah. Baru
menikah kemudian dia menikah malam hari
dia belum berhubungan biologis sama
pasangannya kecuali habis subuh. Habis
salat subuh di masjid bersama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dia
pun ee kembali dan menggauli istrinya ya
layaknya suami istri. Baru selesai
berhubungan dia belum sempat mandi
junub. Tiba-tiba ada kubandan perang
jihad. Maka Handalah pun ikut. Belum
sempat mandi junub. Gitu kan. Pada saat
dia masuk di medan perang, dia terbunuh
oleh musuh. Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam pada saat melihat jenazah
Handal lalu sempat mengalihkan wajah
beliau. Lalu para sahabat mengatakan,
"Kenapa ya Rasulullah?" Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Saya
melihat malaikat memandikannya." Ada
riwayat lain mengatakan, "Saya melihat
istrinya dari bidadari
menjemputnya." Jadi dia karena belum
dimandikan maka dimandikan oleh
malaikah.
Ini sebuah kemuliaan tentunya disebutkan
tentang Saad radhiallahu anhu dan beliau
adalah pimpinan kita ya salah satu
pimpinan sahabat ridwanullahi alaihim
yang
mulia. Sesungguhnya kuburnya hamba saleh
ini waktu saat sudah dikuburkan
menyempit hingga Allah melapangkannya
untuknya. Artinya memang kuburan saat
saja terhimpit seperti itu, apalagi
kuburan kita. tapi tidak sampai merusak
jasad orang-orang beriman. Ini yang
dimaksud dengan kalimat tadi. Imam
Azzahabi coba menukil kepada kita
tentang masalah sempitnya kuburan sad
ini bukan bukan termasuk azab kubur sama
sekali bukan. Tapi ia adalah sesuatu
yang dirasakan oleh seorang mukmin
sebagaimana dia merasakan sakitnya
kehilangan anak dan kawan ee akrabnya di
dunia. Sebagaimana dia merasakan rasa
sakit dari penyakitnya, rasa sakit
ketika rohnya keluar dari jasadnya. Rasa
sakit ketika dia diuji dan ditanya dalam
kuburan. Rasa sakit karena tangisan
keluarganya atasnya. Rasa sakit pada
saat dia bangkit dari kuburnya. Rasa
sakit pada saat dia keluar berdiri
menyaksikan ketakutan di padang mahsyar.
Rasa sakit ketika melewati api neraka
dan sepertinya. Maksudnya tidak harus
sakit fisik. Ya. Jadi di sini yang
dimaksud himpitan adalah bukan azab
kubur, tetapi sesuatu yang dirasakan
oleh seorang mukmin yang alami
sebagaimana dia rasakan banyak hal-hal
dalam kehidupan dia. Ini bukan berarti
sudah ada siksaan karena peringatan dari
Allah. Sama dengan kasus tadi ee saat
bukan berarti dikatakan kuburannya
menghimpit berarti dia akan berarti
siksaan kubur. Tidak. Tapi dia adalah
sebuah peringatan bahwasanya semua orang
akan dihimpit oleh kuburannya. Tapi
orang mukmin tidak akan sampai rusak
jasadnya. Surah almukmin juga ayat 18
berbunyi
minasyaitanirjimati alayah. Berihlah
mereka peringatan hai Muhammad dengan
hari yang dekat. Ketika itu hari
menyesak hati hati menyesak sampai di
kerongkongan. Apakah ini maknanya
hatinya seseorang naik sampai ke
kerongkongannya? Jawabannya tidak.
Tetapi yang dimaksud adalah peringatan
tentang susahnya pada hari itu sampai
seakan-akan hati seseorang mendesak
sampai ke
kerongkongannya. Tentu di sini ada
peringatan-peringatan dari ee penulis.
Di antaranya beliau mengatakan mungkin
Anda mengira bahwa orang yang beruntung
tidak akan mengalami ketakutan di dua
alam, dunia dan akhirat dan tidak
mengalami kecemasan dan kekhawatiran,
maka itu tidak benar. Tapi orang mukmin
bisa merasakan kecemasan dan
kekhawatiran. khawatir nanti jangan
sampai dia disiksa sama Allah. Khawatir
jangan sampai amalnya belum diterima.
Itu adalah sesuatu yang positif. Makanya
ahli sunah wal jamaah sepakat kita
menyembah Allah dalam keadaan antara
khauf dan raja, antara takut khawatir
dengan azabnya Allah, khawatir
amal-amalnya masih kurang pahalanya dan
juga raja berharap rahmatnya Allah
subhanahu wa taala. Sebagai penutup
dalam poin manaqib ini, Teman-teman
sekalian, adalah bagaimana meninggalnya
tokoh kita Saad radhiallahu
anhu. Ada ee sebuah riwayat menjelaskan
kepada kita atau dua buah riwayat. Yang
pertama diriwayatkan oleh Imam Muslim
dari Albara ibn Azib radhiallahu anhu
bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam pernah diberi hadiah sebuah
jubah dari sutra. Maka para sahabat
merabahnya dan sangat lembut karena e
sutra yang sangat mahal gitu kan.
Walaupun Nabi sallallahu alaihi wasallam
tidak memakai itu karena sutra tidak
boleh dipakai bagi laki-laki. Tapi para
sahabat kagum melihat karena hadiah itu
sangat mewah ditaruh di sebuah tempat
yang mewah. Mereka kagum pada
kelembutannya. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam
bersabda,
Muadir minha
waan. Apakah kalian kagum dengan
kelembutan sutra ini? Sapu tangannya
Saad bin Muad di surga lebih baik dan
lebih lembut daripada ini. Padahal Saad
bin Muad sudah lama meninggal. Ini
kejadian sudah lama. Beberapa tahun
kemudian barulah Nabi sallallahu alaihi
wasallam mendapatkan hadiah sutra. Maka
Nabi masih menyebutkan sapu tangannya
Saad dan sapu tangan sesuatu yang paling
sederhana bagi dalam pakaian seseorang.
Dia hanya dipakai untuk membersihkan
keringat, membersihkan kotoran hidung
kan gitu dia sesuatu bukan yang di yang
dipamer atau diperlihatkan. Maka kalau
itu saja di surga lebih baik daripada
sutra di dunia. Dan ini menandakan
kelebihan bagi saat. Dalam riwayat yang
lain dikatakan Nabi sallallahu alaihi
wasallam diberi hadiah sebuah jubah dari
sutra. Beliau tidak membolehkan sutra
bagi laki-laki dan beliau pun tentu
tidak memakainya. Lalu orang-orang
takjub kepada sutra itu. Maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Walladzi nafsu Muhammadun
bi muadin jannah ahsanu min. Demi zat
yang Muhammad, jiwa Muhammad dalam
tangannya atau genggamannya, sungguh
sapu tangannya Sa'ad ibn Muad di surga
lebih baik daripada ini." Hadis sahih
riwayat Imam Muslim. Imam Nawawi
rahimahullah berkata dalam Sahih Muslim,
para ulama berkata bahwa hadis ini
merupakan isyarat kepada kedudukan saat
yang agung di surga. Sesungguhnya
pakaiannya yang paling rendah sekalipun
di sana di surga lebih baik daripada
itu. Sapu tangan adalah sesuatu yang
paling remeh karena digunakan untuk
mengelap yang kotor dan biasanya
diremehkan. Maka selainnya lebih baik.
Hadis ini juga menunjukkan surga.
Menetapkan surga bagi saat. Artinya
dijamin saat mati syahid dan masuk ke
dalam surga. Di antara wasiat saat yang
mulia pada saat akan meninggal dunia,
beliau mengatakan kepada kaumnya, "Ada
tiga hal. Pada ketiganya aku kuat dan
pada selainnya aku lemah." Artinya, tiga
hal ini aku selalu pegang dan aku tidak
pernah tinggalkan. Yang pertama, aku
tidak pernah melakukan satu salat sejak
aku masuk Islam lalu aku berbicara
kepada diriku sendiri sampai aku
menyelesaikannya. Paham maksudnya? Ya,
artinya selama aku masuk Islam, semenjak
itu, semenjak pertama kali aku salat
sampai sekarang aku mau meninggal, belum
pernah aku bicara dengan diriku sendiri.
Artinya konsentrasi, khusyuk,
full dengan bacaan, gerakan dan bacaan
semuanya full sampai aku
menyelesaikannya. Tidak pernah satu
kalipun mengkhayal, berpikir ke
mana-mana. Itu yang dilakukan oleh Saad
radhiallahu anhu dan ini kesaksian
beliau untuk dirinya. Yang kedua, aku
tidak mengantarkan jenazah lalu aku
berbicara kepada diriku dengan selain
yang dikatakan oleh jenazah itu atau
dikatakan kepadanya sampai ia
dikuburkan. Maksudnya sebelum jenazah
meninggal yang dia ucapkan agar masuk
surga apa? Lailahaillallah gitu kan.
Jadi kata Saad kalau saya ngantar
jenazah lisan saya tidak pernah berhenti
mengucapkan kalimat yang diucapkan oleh
jenazah ini sebelum mati.
Lailahaillallah g kan dikatakan itu
jenazah
ini atau yang dikatakan kepadanya sampai
dikuburkan maksudnya orang-orang
menyebutkan kebaikan kan di antara sunah
Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau
ada jenazah lewat kita harus mengucapkan
kebaikan karena dalam riwayat Bukhari
Muslim pernah ada jenazah lewat lalu
para sahabat mengatakan ee orang ini
begini dan begitu disebutkan
keburukannya. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Wajabat ini jadi
terjadi loh. Jangan kalian ucapkan itu
karena kalian
adalah kesaksi saksi-saksi Allah di muka
bumi. Lalu lewat orang yang satu
dipuji-puji kebaikannya. Si fulan ini
begini begitu dipuji-puji." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Wajabat
terjadi. Sesungguhnya kalian adalah
saksi-saksi Allah di muka bumi." Jadi
kalau ada jenazah lewat kita dianjurkan
untuk menyebutkan kebaikan gitu kan.
Walaupun ada kekurangan orang itu, apa
yang baik yang kita tahu kita sebutin
kebaikannya. Karena kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Uzkuru mahasina
mautakum." Sebutkanlah kebaikan-kebaikan
jenazah kalian. Maka saat memiliki satu
kata kunci, selain kalau salat selalu
konsentrasi dari takbir, lisannya,
gerakannya, semua ucapan dan gerakannya
semua sempurna. Enggak ada satu kalipun
mengkhayal sampai dia menyelesaikannya.
Gak pernah berbicara dengan dirinya
sendiri. Enggak pernah bisa digoda oleh
setan. Yang kedua, kalau ngantar jenazah
enggak pernah ngomong sama siapapun.
selalu mengucapkan mengulangi kalimat
lailahaillallah itu sendiri buat
dirinya atau mengucapkan pujian buat si
jenazah. Yang ketiga, aku tidak
mendengar Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda kecuali aku mengetahui
bahwasanya itu benar dan aku jadikan itu
sebagai prinsip hidupku. Kata Ibnu
Musayyab rahimahullah, salah satu ulama
tabiin, "Aku tidak mengira sifat-sifat
ini terkumpul pada orang kecuali para
nabi. Hanya saja Allah Subhanahu wa
taala memuliakan saat dengan
kalimat-kalimat seperti ini." Baik,
sekarang teman-teman sekalian kita tutup
pertemuan kita
dengan pelajaran-pelajaran yang kita
ambil dari kehidupan saat. Yang
pertama adanya
kemuliaan Islam dan dai. Menjadi dai.
Kenapa kita bahas ini, Teman-teman
sekalian? Karena kita lihat saat yang
sangat mulia ini masuk Islam di tangan
siapa tadi?
Mus'ab ibn Umair. Siapa ini dainya Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Saya pernah
sebutkan di kisah Mus'ab ibn Umair pada
beberapa pertemuan yang lalu,
Teman-teman sekalian. Kalau Saad ibn
Muad yang sampai arsynya Allah goncang,
sampai malaikat hadir di hidupannya, di
kematiannya 70.000 gitu kan, itu masuk
Islam di tangannya
Mus'ab. Berarti Musab panen pahalanya
enggak? Panen pahalanya. Maka ini sebuah
kemuliaan, Teman-teman, bagi
dai. Dan Islam itu sendiri adalah
kebenaran sehingga tidak perlu ragu sama
sekali untuk menyebarkannya. Dan tugas
seorang dai adalah memahami ilmu yang
benar. sesuai wahyu Al-Qur'an dan sunah
dan menyampaikannya dengan
keikhlasan. Selebihnya adalah haknya
Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana
perilaku Saad ee Musab ibn Muhair yang
mengatakan kepada Saad bin Muadz, "Hai
hai, hai Saad, duduklah, dengarkanlah.
Kalau baik kamu ambil cuma sekedar
informasi. Kalau buruk kamu boleh
meninggalkan atau kami meninggalkan
tempat ini." Dan ini sebuah retorika
dakwah yang sangat bijaksana.
Kemudian yang kedua, Teman-teman, dalam
berdakwah kita juga harus menyentuh
semua lini. Berdakwah kepada orang awam,
masyarakat biasa, tokoh-tokoh
masyarakat, pedagang, siapa saja. Jangan
dakwahnya eksklusif hanta hanya untuk
orang tertentu. Ini pengajian ini enggak
boleh orang lain hadir, cuma si fulan,
si fulan, gak bisa. Atau yang sudah
terlanjur ikut pengajian lama ini, yang
sudah ikut pengajian sahabat dari
bulan-bulan lalu itu yang boleh hadir.
Yang lain enggak boleh ya. Nah, ini
enggak bisa. Enggak ada eksklusif. buka
silakan untuk siapa saja mau datang gitu
kan. Sebarkan itu karena memang dakwah
itu penting untuk siapa saja dan memang
untuk siapa saja. Yang ketiga dakwah dan
kebenaran dan tidak boleh
ditunda. Seperti kasus Sa'ad ibn Muad
tadi radhiallahu anhu. Begitu masuk
Islam pada saat sudah syahadat langsung
dia pulang ke kaumnya langsung ajak
syahadat. Enggak pakai ditunda lagi gitu
kan. Ini penting teman-teman sekalian.
Dan ini sudah sering saya ulangi. Kalau
yang hadir di hari Rabu pengajian kita
di masjid kita ini, itu selalu saya
sampaikan dan saya ingatkan kalau antum
memiliki teman-teman kantor, kerabat,
tetangga nonmuslim, jangan tunda untuk
sampaikan Islam. Jangan tunda. Datangin
baik-baik, sudah salaman, sudah kenalan,
mungkin berikan sedikit hadiah. Kemudian
baru kita tawarkan, bagaimana pendapat
Bapak kalau perempuan mungkin akhwat
kita sana? Bagaimana pendapat Ibu
tentang Islam? Kami muslimin apa
pendapatnya? Tanya. tanya lagi di
pesawat, lagi di kereta api, lagi di
bus, ada orang di sebelah kita. Tentu
ini saya sarankan sesama jenis ya. Kalau
lawan jenis nanti malah terbuka fitnah.
Kita bicara sama-sama jenis lalu
kemudian tanya yang pertanyaan pertama
cuma satu, bagaimana pendapat Anda
tentang Islam? Bagaimana pendapatnya
selama ini tentang Islam? Biarkan dia
menyampaikan semuanya apa yang dia
ketahui. Mau buruk, mau baik, dengarin
aja. Kalau setelah diceritakan buruk dan
baiknya, kemudian baru kita menjelaskan
apa yang kita ketahui tentang Islam.
Tugas kita cuma menyampaikan orang semua
teman-teman yang masuk Islam itu kalau
kita dengar kisahnya 90% sesuatu yang
tidak masuk di akal kita. Karena dengar
azan merinding, karena melihat muslimin,
karena mendengar qulallahu ahad yang
saya rasa antum sudah dengar dari kecil
gitu kan. Tapi ini luar biasa bagaimana
mereka bisa masuk Islam dan ini penting
dan akhirnya saat memanen pahala seluruh
sukunya karena masuk Islam setelah dia
masuk Islam dan menyebarkan dakwah. Yang
keempat teman-teman pelajaran adalah
perlunya seseorang itu kokoh di atas
kebenaran dan Islam serta sangat yakin
dengan janji Allah dan Rasul-Nya.
Teman-teman sekalian, antum hadir di
masjid ini yang masyaallah jumlahnya
sampai sekian banyak. Ini bukan ini
jangan dijadikan sebagai sering saya
bilang jangan cuma testimoni saya mau
tes aja deh dengar ceramah atau cuma
seremoni ngeramin-ramin dengan
teman-teman saya aja. Enggak. Datang ke
sebuah lakukan sebuah perbuatan
teman-teman dengan sebuah target. Harus
ada target apa yang saya dapatkan gitu
kan. Dan selalu kalau majelis ilmu itu
kita buka diri kita untuk mengambil yang
positif. Ada yang negatif jangan
diambil. Tapi yang kalau yang positif
silakan ambil gitu kan. Jadi kan sebagai
pegangan apalagi kalau semuanya
masyaallah kebaikan kenapa enggak
diambil dan itu perlu kita harus tahu
teman-teman sekalian yakin. Dan bukan
cuman itu. Kalau kita sudah yakin
tentang kisah Saad dan kisah
sahabat-sahabat Nabi yang lain yang
sudah kita jelaskan,
penyampaian-penyampaian tentang
hukum-hukum syari yang kita sudah yakin
dengan dalilnya teman-teman sekalian itu
tinggal dipraktikin. Demi Allah tinggal
tunggu mati kita bersama-sama dengan
mereka. Ingat para sahabat teman-teman,
kalau mau meninggal seseorang di antara
mereka itu mereka datang satu sama yang
lain dan mereka saling berkata apa?
Berita gembira buat kamu. Temannya mau
mati dia bilang, "Berita gembira buat
kamu." Kita kadang-kadang kalau orang
sudah mau mati kasihan ya apalah kita
bilang gitu kan. Kalau mereka enggak,
berita gembira buat kamu. Kenapa berita
gembira? Mereka bilang apa? Sebentar
lagi kau akan menemui semua hasil
perbuatanmu yang baik-baik. kamu akan
masuk, kamu akan bertemu dengan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
kamu akan bertemu dengan
sahabat-sahabatnya dan orang-orang
saleh, dan kau akan masuk ke surgamu
yang dijanjikan. Apa maksudnya kalimat
ini, Teman-teman? Dia mereka memotivasi
temannya mau mati. Ini janji Allah semua
benar. Kamu mati ini kamu dahului kami
mendapatkan itu semua. Cuma sabar sampai
mati, Teman-teman. Kehidupan kita
sebenarnya orang mukmin bukan di sini,
di sana, di akhirat. kehidupan abadi.
Selanjutnya, Teman-teman sekalian, yang
kelima adalah bagaimana cintanya para
sahabat terhadap kematian dan rindunya
mereka terhadap kematian tersebut,
terutama bila dikumandankan jihad oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan
kita bisa melihat bagaimana perkataan
Saad pada saat mengatakan wajabat ya
sungguh telah benar ya Rasulullah. Waktu
Nabi mengatakan, "Semoga Allah
merahmatimu." Saad juga sempat berkata
dalam perkataannya pada saat dia kena
anak panah, dia mengatakan, "Ya Allah,
kalau
seandainya setelah hari
ini masih ada upaya Quraisy menyerang
Nabi ya Muhammad sallallahu alaihi
wasallam, maka hidupkan saya."
Kalau setelah hari ini masih ada upaya
Quraisy seperti perang Ahzab, karena
perang Quraidah itu masih dekat sekali
dengan Ahzab gitu kan. Beberapa hari
saja. Kalau masih terjadi penyerangan
Quraisy, "Ya Allah panjangkan umur saya
karena aku akan membela nabimu." Tapi
kalau sudah tidak lagi pertemuan dengan
Quraisy, artinya Islam akan menyerang
Quraisy dan akan menang setelah hari
ini. Dan memang itu betul terjadi karena
nanti setelah perang Ahzab, Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan
Quraisy tidak akan bisa memerangi kita
lagi. Mulai hari ini kita akan memerangi
mereka gitu kan. Sampai pembebasan kota
Makkah. Kata Saad, "Ya Allah, matikanlah
saya setelah Engkau memberikan ya
penyejuk mataku terhadap suku
Quraidah." Artinya, setelah saya
mengambil keputusan suku Quraidah baru
matikan saya Allah gitu. Maka Allah
Subhanahu wa taala pun menerima
perkataan atau permintaan saat. Tapi
bagaimana mereka menghadapi kematian
dengan sangat tenang? Ya, saya
menceritakan bagaimana akhir hidup
mereka selalu cerita matinya. Seperti
Abu Bakar itu mau meninggal, beliau
tinggal menulis wasiat menyuruh Utsman,
"Hai Utsman, tulislah." gitu kan. Sampai
akhirnya namanya Umar yang ditulis. Lalu
Abu Bakar dengan sangat gembira pada
saat itu, "Sudahlah saya sudah memilikan
yang terbaik buat umat ini." Lalu
kemudian beliau meninggal dengan sangat
tenang. Abu Bakar suruhnya masuk surga.
Umar juga begitu. Pada saat mau
meninggal beliau waktu mau meninggal
beliau mengatakan, "Mintalah izin kepada
Aisyah Ummul Mukminin supaya saya bisa
dikubur bersama Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan Abu Bakar. Kalau diizinkan
alhamdulillah. Kalau tidak kalau saya
mati hari ini, kuburkan saya di
kuburannya muslimin. Lalu kemudian
beliau meninggal juga pada hari itu. Dan
kematiannya begitu saja. Orang beriman
sudah yakin dengan apa yang Allah
janjikan. Enggak ada keraguan, enggak
ada ketakutan, gitu kan. Karena sudah
pasti semua enggak boleh ada keraguan
dalam masalah ini, Teman-teman sekalian.
Membedakan tingkat keimanan seorang
mukmin di
keyakinannya. Makanya Abdullah bin
Mas'ud berkata, "Kami enggak bisa
menyaing e kami berbuat ibadah yang
dibuat oleh Abu Bakar. salat kami salat,
puasa kami puasa, jihad kami jihad,
semuanya kami kerjakan. Tapi kami tidak
bisa menyaingi Abu Bakar di
keyakinannya. Enggak bisa sama sekali.
Luar biasa keyakinannya. Allah, Rasulnya
mengatakan a a bb. janji pasti. Jadi
jalan di muka bumi ini, Teman-teman,
kalau keyakinan kita ada janji Allah
yang benar di akhirat sana, apa saja
kita akan tempuh. Yang penting kebenaran
sampai kita mati pun iya kan gitu. Itu
yang membuat mereka semangat dalam
menghadapi jihad, membela agama. Enggak
ada urusannya. Kalau ajal saya mati mau
diranjang atau mau di medan perang tetap
akan mati gitu kan. Maka tinggal isi
dengan hal-hal apa yang Allah ridai dan
kita akan panen di sana. Ini semua janji
pasti. Enggak boleh ada keraguan dalam
masalah itu. Yang ketujuh,
bagaimana keputusan Saad radhiallahu
anhu karena selalu saja bersesuai dengan
apa yang Allah dan Rasulnya ridai. Maka
sampai menghasilkan arsynya Allah
bergoncang. Yang kedelapan.
adanya perawat wanita dalam
Islam. Ini sedikit saya sisipkan karena
tadi kita sebutkan waktu saat sempat
luka dan keluar darah dirawat oleh
seorang wanita bernama Rufaidah. Dan dia
adalah seorang perawat yang seringki
diajak oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam dalam peperangan. Karena ada
beberapa nama-nama wanita memang yang
menjadi perawat. Dan ulama juga
menjadikan ini sebagai salah satu dalil
bolehnya kalau orang perawatan,
pengobatan maksud saya pengobatan dengan
oleh lawan jenis gitu
kan. Ini sesuatu yang harus darurat
kecuali kita masih mendapatkan sesama
jenis yang ada alhamdulillah. Tapi kalau
tidak maka hukum syarinya boleh dan itu
bisa disebut bisa dibaca tadi di halaman
149.
Kemudian yang ke ee
10, bagaimana para malaikat bisa hadir
di kematian orang-orang beriman dan itu
bukan mustahil terjadi kepada selain
saat khusus untuk malaikat hadir ya
mungkin bisa karena kita tahu misalnya
ada firman Allah Subhanahu wa taala yang
menyebutkan tentang orang-orang mukmin
kalau meninggal
sepertiillahasyaitan alaihimikatu
itu alla
khufahun. Pada saat orang-orang mukmin
meninggal maka akan turun
malaikat-malaikat kepada mereka dan
berkata, "Janganlah kalian sedih dan
jangan kalian susah." Gitu kan. Dalam
sebuah hadis disebutkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda, "Malaikat akan
memperlihatkan seluruh amal-amal
salehnya yang diterima sehingga dia
sangat rindu ingin bertemu dengan Allah.
Allah pun rindu bertemu dengannya."
Jadi, ada malaikat memang hadir dan
memang salah satu hal yang paling
mendasar, yang paling pertama dilihat
hal ghaib. ya, oleh mata seorang ee
manusia itu pada saat kematian melihat
malaikat. Pada saat kematian melihat
malaikat. Kemudian juga Nabi sallallahu
alaihi wasallam telah memberikan ee
kesaksian tentang
kesalehan ee Sa'ad bin Muad yang
semestinya kitanya ini tidak ragu dalam
mencontohi kehidupannya. Dan ini adalah
sebuah pelajaran juga yang tidak boleh
dilewatkan oleh seorang yang beriman.
sehingga mereka tinggal mengikuti saja
bagaimana mengikuti langkah-langkah saat
dalam kehidupannya dengan membaca
sejarahnya. Tentu kalau kita sekarang
serta juga adanya jaminan surga bagi
saat. Karena Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan tentang sapu
tangannya bahwasanya sapu tangan saat di
surga lebih baik daripada sutra ini. Dan
ini Imam Nawawi mengatakan berarti
memang saat mendapatkan jaminan surga.
Allahuam. Ini semua pelajaran-pelajaran
teman-teman sekalian yang bisa kita
ambil dari tokoh kita Saad bin Muad.
Semoga Allah subhanahu wa taala
menjadikan kita mudah untuk mencontohi
beliau dan juga menjadikan kita
orang-orang yang selalu mencontohi para
sahabat ridwanullahi alaihim yang
merupakan pendamping Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan pastilah mereka
adalah orang-orang pilihan Allah.
Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Sesungguhnya Allah
telah menjaga ajaranku dengan menjaga
para sahabatku ridwanullahi alaihim."
Fafadal kalau ada
pertanyaan. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Saya mau
bertanya tentang sahabiat.
Adakah sahabat yang bernama Khaula binti
Azur, wanita berjubah hitam yang ikut
berperang bersama Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam dan Nila binti
Alfarisa, istri Utsman bin Affan yang
berani membela Utsman dengan pedang dari
kaum kafir. Saya sangat penasaran karena
sepanjang saya mengikuti tausiah sirah
nabawiyah dan sirah sahabat, tidak
pernah mendengar nama ini. Tapi nama ini
saya dengar dari teman saya. Saya tidak
pernah tahu, maaf tentang ini, saya
tidak pernah tahu. Kalau disebutkan
masalah ciri jubahnya atau memang
membela Utsman bin Affan ini, saya tidak
tahu. Insyaallah mudah-mudahan ya. Saya
coba cek nanti kemudian saya akan kasih
jawaban kalau tidak ada halangan di
kisah ee sahabat yang ee ke-17 nanti
insyaallah atau ke-18. Sejauh mana
kedekatan Saad radhiallahu anhu dengan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Bagaimana kisah perkenalan dan
persahabatan Saad dengan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam? Tadi sudah
kita singgung ya. Secara umum ulama
mengatakan saat tentu sangat dekat
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam
dan juga dia selalu menghadiri majelis
ilmunya, selalu menghadiri peperangannya
dan saat termasuk menghadiri semua
peperangan Nabi sallallahu alaihi
wasallam termasuk ee yang terakhir
adalah Quraidah. Yang terakhir adalah
Quraidah. Dan itu tandanya beliau adalah
seorang sahabat. Kalau apakah ada
perilaku khusus ini tidak pernah ada
penyebutan. Wallahualam. Saya tidak tahu
kalau ada penyebutan khusus.
Jika segitu hebatnya Arsy bergoncang
karena meninggalnya saat, bagaimana
ketika Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam meninggal tidak ada penyampaian
kepada kita? Tentu kita tercukupkan
dengan dalil, ikhwat dan akhwat
sekalian. Ya, kalau saat saja begitu,
apalagi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, ya itu sudah sulit untuk
digambarkan. Tapi Nabi sallallahu alaihi
wasallam tidak pernah mencampaikan
kepada kita, "Kalau saya meninggal nanti
arsya Allah akan goncang."
Karena penyampaian bahwasanya arsy yang
Allah goncang itu penyampaian dari
Jibril Alaih Salam. Dalam sebuah riwayat
yang sahih, pada saat saat sudah dibawa
pulang oleh kaumnya pulang ke sukunya,
maka Jibril pun datang kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam dan
mengatakan, "Hai Muhammad, sesungguhnya
saat telah meninggal, saat telah wafat
dan arsynya Allah bergoncang untuknya
serta dihadiri oleh para malaikat."
Penyampaian dari Jibril alaihi salam.
Tentu saja kita tidak memungkiri kalau
Nabi sallallahu alaihi wasallam lebih
mulia gitu kan. lebih mulia. Dan kita
sedang berbicara orang yang dibawa Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kita bicara
tentang sahabat, mereka dibawa para nabi
tentunya. Saya pernah jelaskan di awal
bahasan kita tentang para sahabat. Kita
sedang membahas tokoh-tokoh sahabat dan
mereka dibawa para nabi-nabi. Dan saya
harap teman-teman doakan insyaallah
mudah-mudahan saya mampu Allah subhanahu
wa taala memudahkan saya akan membahas
25 Nabi dan Rasul sebagai pelengkap
bahasan kita insyaallah. Jadi nanti kita
akan bahas 25 nabi dan rasul dari Nabi
Adam sampai Muhammad alaihi wasallam.
Kita akan bahas panjang lebar juga
seperti kita bahas para sahabat ini
dengan tablig akbar tentu ya. Jadi
insyaallah akan melengkapi nanti setelah
selesai buku tentang sahabat ini empat
jilid kita akan masuk ke kisah sahabiat
nanti. Apakah ada riwayat yang
menyebutkan tentang ciri-ciri fisik dari
sahabat Sa'ad bin Muad? Iya ada. Saya
tadi betul tidak menyampaikan itu. Jadi
Saad bin Muad terkenal orangnya tinggi
besar berwarna putih, dan berposter
tubuh kekar. Memang sangat kekar. Sampai
kata Aisyah radhu anha, "Saya pernah
berjalan dan saya mendengarkan suara
telapak kaki yang sangat kuat gitu kan,
kokoh di belakang saya. Ternyata saya
balik, saya menemukan dia adalah Saad
ibn Muad pada saat perang Ahzab. Dia
lagi jalan dan pada saat itulah Aisyah
mengatakan, "Saya melihat di sisi
kanannya ada yang ya terbuka." Maka pada
saat itu pun ee anak panah kena ya. Dan
saya takut nanti anak panah kena ke
tangan beliau radhiallahu anhu. Dan
alhamdulillah ala kullial Allah sudah
mudahkan kita membahas sahabat yang
mulia ini. Dan kita berdoa kepada Allah
subhanahu wa taala semoga semua amal
yang pernah kita kerjakan diterima
olehnya dan semoga semua dosa yang
pernah kita kerjakan sekecil dan sebesar
apapun juga dimaafkan dan diganti
menjadi pahala. Semoga semua sisa umur
kita ke depan diberkahi di keluarga, di
harta, di ilmu, dan puncaknya kita akan
masuk ke dalam surga firdaus tanpa
hisab. Dan kita selalu doakan saudara
kita di Palestina, di Syria, di Yaman,
di Irak, di Myanmar, di Asya, di mana
pun mereka berada sedang tertindas.
Semoga Allah ikhlaskan mereka, niat
mereka terima para syuhada mereka,
muliakan Islam di tangan mereka dan
tangan kita semua. Dan semoga Allah
partisipasikan kita bersama mereka di
pahala baik dengan doa dan juga dengan
jiwa kita. Dan kita memohon kepada Allah
dengan kemakmurahannya agar menjadikan
negara kita ini negara yang Islam,
negara yang mengikuti hukum-hukum dan
syariatnya, diberikan pemimpin-pemimpin
yang adil dan kaum muslimin dan mukminin
yang kuat imannya. dan juga menjadi
contoh bagi negara-negara Islam yang
lain. Dan terakhir teman-teman sekalian,
semoga Allah menyatukan kita semua di
surga firdausnya tanpa hisab. Amin.
Satukan kita di majelis ilmu yang mulia
ini. Kalau benar dari Allah, para
saudara saya mohon dimaafkan.
Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
ilahaillallahi wabarakatuh.