Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-22: Bilal bin Rabah "Muadzin Nabi ﷺ"
RqAWv4WxdJM • 2017-07-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuham warahmatullahi wakuh Alhamdulillah selalu kita ucapkan kalimat Mulia ini kepada zat yang maha Mulia zat yang selalu mengurus dan mengawasi serta memenuhi kebutuhan hamba-hambanya Allah satu-satunya yang telah menciptakan mengurus mengawasi semua yang di langit dan semua yang di bumi tanpa ada sekutu bersamanya dia telah menggantungkan dengan kemahaurahannya kebutuhan kita dengan kalimat sederhana tapi penuh dengan berkah Alhamdulillah maka seringsinglah mengucapkan kalimat Mulia ini kita panjatkan salam hormat Kita penuh dengan Kerinduan penghormatan kepada manusia terbaik manusia yang telah membawa kepada kita hukum halal haramnya samping Allah sehingga kita punya panduan hidup manusia yang telah dipilih oleh sang pencipta untuk menutup risalah kenabian dan kerasulan dan juga diperintahkan olehnya untuk semua manusia dan jin menjadikan manusia terbaik ini sebagai Suri tauladannya menciplak hidupnya Apun yang dia kerjakan dari perilaku keseharian sampai ibadah kepada Sang Pencipta Allah wajib untuk diikuti Allah bersama malaikatnya mengucapkan juga salam hormat kepada manusia terbaik ini dan dijadikan ibadah untuk orang-orang beriman Maka sangat wajar kalau kita selalu membacakan selawat dan Taslim kepada nabi besar Muhammad shallallallahu ala alihi wasahbihi wasallam seperti biasa teman-teman sekalian Sebulan sekali Allah bila Allah mudahkan dan semoga Allah berkahi kita membahas serial sahabat dan pada hari ini kita membahas seorang sahabat yang mulia Bilal bin Abi Rabah atau Bilal bin Rabah riwayat lain mengatakan Bilal bin Riah seorang sahabat yang menjadi simbol keadilan dan kesempurnaan Islam tidak ada rasisme tidak ada perbedaan antara orang yang berkulit hitam dan kulit putih jenjang sosial ekonomi atau jabatan apapun kalau sekarang titel-titel pendidikan tidak akan berpengaruh di mata Allah tapi yang berpengaruh adalah ketaatannya dan keimanannya dijadikan oleh Allah subhanahu wa taala untuk menjadi simbol Islam dalam masalah ini walaupun ada orang-orang lain juga dari sahabat yang berkulit hitam tetapi Bilal kita sudah ketahui namanya tersebar ke seluruh dunia hampir tidak ada orang yang mempelajari sejarah nabi yang tidak mengenal Kisah Bilal manusia yang terbaik ini yang sudah dipilih setelah para nabi-nabi di kalangan sahabat ridwanullahi alaih adalah manusia yang juga juga menjadi simbol keberanian dalam membela agama Allah simbol orang-orang yang mencintai jihad mencintai kesabaran juga menjadi orang yang telah dijamin surga oleh Baginda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan tidak mudah untuk mukkan jaminan surga dalam arti katakan masuk ke dalam surga tanpa hisab dan sudah Mashur hadis di mana Nabi Sallallahu Alaihi wasallamendengar Arkan suara terompah sendalnya Bilal di surga berjalan di hadapan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka nabi pun bertanya kepada Bilal Apa yang kau lakukan maka Bilal pun sambil menangis mengatakan Aku hanya mengerjakan dua rakaat salat setiap kali selesai bersuci atau salat sunah wudu yang biasa sudah dikenal dalam buku-buku fikih kita orang inilah teman-teman sekalian yang Umar Bin Khattab di zaman Jahiliyah dulu sempat menjadi salah satu tuannya yang memang memerintahkannya menyuruhnya Lalu setelah islam mengucapkan kalimat yang mulia yang sudah masyhur Umar mengatakan setelah Islam untuk menunjukkan bahwasanya Islam mendahulukan keimanan dan ketakwaan dan bukan paras Waja juga poster tubuh Abu Bakar adalah pemimpin kami atau Sayid kami yang telah memerdekakan Sayid kami Tuan kami juga Bilal Umar memanggil bilal yang tadinya dipanggil sebagai seorang budak di masa jahiliah setelah islam dipanggil menjadi tuan saudaraku seiman Berbicara masalah Bilal bin Rabah atau sebagian riwayat menyebutkan Bilal bin Riah ayahnya Rabah tidak tersebutkan dalam buku-buku sejarah tentang keberadaannya tapi ibunya bernama hamamah seorang wanita berkulit hitam dari negeri habasyah yang membawa anaknya dari negeri habasyah Bilal untuk menuju ke Makkah dan pada saat itu memang mereka dalam keterbudakan diperjualbikan dan Bilal sempat tinggal di Makkah atau tinggal di Makkah dari masa kecilnya sampai berumur 30 tahun lalu dia menganut Islam Bilal tepatnya lahir 43 tahun sebelum hijrah dalam arti kata dia berumur 30 tahun masuk ke dalam agama Islam julukannya di Makkah disebutkan dengan Ibnu Sauda atau anak yang berkulit hitam dan ini bentuk penghinaan sebenarnya oleh masyarakat Makkah karena mereka menganggap orang berkulit hitam adalah orang yang nomor dua atau nomor tig di masyarakat itu sendiri juga ini dikarenakan sebagian ahli sejarah mengatakan karena ibunya yang berkulit hitam Maka anaknya pun dapat julukan seperti ini IBN artinya anak Sauda artinya hitam dan ini muannas atau istilah bagi wanita maksudnya ibunya anak wanita yang berkulit hitam dia sempat menjadi budak di beberapa suku di Makkah termasuk suku abdiddar lalu kemudian terakhir sekali jatuh di tangan Umayyah IBN khalaf Bilal Anhu awalnya adalah seorang budak diperjual belikan dan dia disukai oleh tuan-tuannya karena orangnya sangat kuat amanah tidak pernah mengeluh dan juga tidak pernah menganggap remeh sesama budak di Makkah maka dia dicintai oleh tuan-tuannya majikannya sampai Bilal termasuk orang yang diperebutkan oleh orang-orang Mekah untuk diperbeli atau dibeli termasuk Umayyah bin khalaf terakhir mengambilnya dan Umayyah bin khalaf adalah orang terkaya Makkah baru Kemudian datang setelahnya Abu Jahal dan teman-temannya yang lain maka Bilal bekerja menjadi budak di seorang yang paling kaya di Makkah pada saat itu Bilal juga dicintai oleh kalangan budak karena dia tidak pernah merasa dirinya lebih daripada budak yang lain sebelum masuk Islam memang orangnya memiliki Akhlak Yang Mulia selalu berbuat baik karena di zaman jahiliah para Bud itu saling berbangga satu sama yang lain merasa dirinya kalau kerja di orang kaya maka budak-budak yang di tempat orang miskin dianggap remeh Bahkan mereka buat sewenangwenang menyiksa dan seterusnya tapi Bilal tidak melakukan itu maka dia dicintai di kalangan majikan dan dicintai juga di kalangan budak-buda kisah awal masuk Islamnya Bilal Bilal pada saat itu melihat Bagaimana kondisi Makkah bagaimana orang-orang sangat zalim dia dan teman-temannya para Budha bisa dipukulap saat bisa disiksa bisa ditumpahkan darahnya tidak ada yang bisa menuntut budak pada saat itu halal darahnya boleh dibunuh boleh dipukul bahkan Terkadang mereka disiksa oleh majikannya hanya karena salah masak saja atau hanya karena lupa membawa air itu sudah cukup untuk bisa ditumpahkan darahnya kezaliman yang luar biasa Bilal saksikan tiap hari bahkan seringkiali disuruh oleh tuannya Dia disuruh siksa budak-budak yang lain kalau mereka tidak mau patuh walaupun Bilal tidak mengerjakan itu dia berusaha menghindar dan mencari segala macam alasan agar tidak menyiksa budak budak yang lain sisi yang lain Bilal juga melihat kondisi ibadahnya orang-orang Makkah mereka menyembah berhala para budak disuruh mengukir patung-patung para budak dipukulin P Budha disuruh untuk menyembah patung secara paksa bahkan para Budha diperintahkan hal-hal yang sangat memilukan ya memilukan ini dalam arti kata tidak diperlakukan dengan pranusiaan misal tidak diberi makan dalam 2 hari misal diambil hak paksanya anaknya diambil misalnya atau bahkan ada yang dikebiri dan segala macam perbuatan buruk yang dilakukan Bilal juga melihat para majikan menyembah berhala Padahal mereka tahu ada Ka'bah mereka yakin ada Tuhan namanya Allah dan Bilal sangat paham masalah ini sebelum Islam Kenapa mereka sembah berhala Apa gunanya cuma dia tidak berani menanyakan pada majikannya karena hukumannya bisa dibunuh semua ini bergejolak di dalam jiwa Bilal radhiallahu Anhu sampai dia mendengar ada seseorang penduduk Makkah dari tuannya Makkah yang dikenal dengan jalur nasabnya yang suci orang kayanya Makkah dihormati tokoh masyarakat dialah nabi Muhammad sallallahu alai alihi wasahbihi wasallam pada saat beliau menyampaikan tentang kenabiannya maka berbondong-bondong orang banyak datang di antaranya Bilal radhiallahu Anhu melihat kejadian tadi teman-teman sekalian keyakinan orang-orang Mekah kemudian kondisi penghinaan terhadap para Budha maka Bilal mendengar nabi su wasallam menyampaikan kalau dia seorang nabi utusan Allah dan Bilal dengar juga dari orang-orang yang ada di Bilal mendengar dari orang orang yang ada di Makkah kalau ada Tuhan namanya Allah dia sudah dengar tapi dia tidak tahu bagaimana cara beribadah maka dia pun datang ke majelis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di rumah Darul Arqam kemudian mendengarkan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di antara yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sampaikan semua apa yang selama ini dia bimbang terjawab dalam satu kali pertemuan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam larang untuk menyekutukan Allah Syirik enggak boleh menyembah-nyembah berhala Allah itu yang menciptakan langit dan bumi dan depan mata kita ada Ka'bah sebagai faktanya orang Makkah pun meyakini itu benda-benda patung mereka yang mereka yang ukir mereka yang buat Bilal spontan pada saat itu menemukan langsung menangkap poinnya kemudian juga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan dalam Islam tidak ada perbedaan antara orang Arab dengan orang Ajam Bilal orang Ajam pada saat itu karena istilah Arab dan Ajam Ajam artinya semua selain Suku Arab ini bukan bentuk penghinaan tapi istilah supaya mudah memahami pada saat itu dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga menggunakan istilah ini dalam Sabda beliau la farqa Baina arabiin wa ajamin illa bittaqwa tidak ada perbedaan antara orang Arab dan orang Ajam kecuali dengan ketakwaan terus Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menekankan tentang masalah Islam tidak boleh berzina tidak boleh mencuri ya dan sampai akhirnya dikatakan tidak boleh membunuh secara zalim akhirnya Bilal jadi tangkap poin semua yang jadi masalah yang dihadapi selama ini terjawab ini ajaran agama yang luar biasa Walaupun dia seorang Budha tidak boleh sama sekali dihina dipukul bahkan ada hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Siapa yang sengaja menghukum budaknya tanpa kesalahan maka dia akan dihukum oleh Allah pada hari kiamat kalau dia potong tangannya kalau dia pukul misalnya atau dia bunuh tanpa sebab maka hari kiamat Allah juga akan qisos dia nanti maka tanpa ragu Bilal pun akhirnya mengucapkan syahadat pada hari yang bersamaan teman-teman sekalian Bilal pun mulai dari sana pulang terlambat dari Darul Arqam maka tuannya Umayyah marah ditanya dari mana kau Bilal Kenapa kau tidak datang kenapa kau tidak ada saya lagi cari Tana ragu teman-teman sekalian Bilal tidak sembunyikan keislamannya karena ada orang di Makkah menyembunyikan keislaman dan pada saat itu dibolehkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam orang menyembunyikan Islamnya karena takut disiksa boleh tidak masalah tapi ada di antara sahabat-sahabat yang luar biasa tidak mau sembunyikan ini kebenaran selesai mau disiksa mau dibunuh di hari pertama Islam siap untuk hadapi semua itu dan ini satu hal yang luar biasa pada pribadi orang seperti bilal yang semustinya dia penuh dengan ketakutan budak bisa dibunuh setiap saat enggak ada orang yang membelanya dia mengatakan saya dari rumah Muhammad dan sudah mengikuti ajarannya maka Bilal maka Umayyah spontan marah Umayyah orang yang sangat benci dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dia segrup dengan Abu Jahal dengan Abu Lahab Bilal spontan langsung dicambukin pada saat itu dipukulin dicabut bajunya sampai berdarah-darah Umayyah pun memanggil teman-temannya semua ayo kita ramai-ramai siksa Bilal budak saya sudah ikut-ikutan masuk Islam maka mereka pun ramai-ramai menyiksanya datang menyiksanya dan sampai pada saat Umayyah sudah capek menyiksanya penuh dengan luka-luka di badan Bilal dan terus saja Bilal mengucapkan kalimat Mulia ahad ahad artinya Esah Esa Allah Maha Esa Allah Maha Esa karena itu yang dia tangkap tidak boleh mencukut dengan Allah dan nanti setelah hijrah ke Madinah sempat Umar Bin Khattab tanya Bilal dan beberapa sahabat kenapa engkau memilih kalimat ahad ahad Kenapa bukan kalimat lain Kenapa bukan Allah misalnya kata Bilal karena saya tahu kalimat itu yang paling membuat mereka benci justru saya ucapkan biar saya merasakan Biar dia tahu itu adalah ini keyakinan saya maka mereka pun Umayyah kalau sudah capek teman-teman sekalian dia mengikatkan rantai di leher Bilal mengikat tangannya radhiallahu Anhu kemudian diseret di jalan dan diiklankan Siapa saja yang mau siksa yang memukul bahkan membunuh Bilal halal enggak ada hukumannya enggak ada diahnya enggak ada gantian denda kalau dia tidak dia dia budak orang umum kemudian dibunuh orang lain maka tuannya bisa minta diahnya dendahnya pada saat itu sekitar 100 ekor unta maka buaya mengiklankan ini boleh disiksa silakan Bunuh saja enggak ada masalah semua anak kecil lemparin batu ada yang lemparin kotoran ada yang pukulin kepalanya segala macam luar biasa siksaan yang terjadi sudah capek sudah letih di siang hari dari pagi sampai menjelang siang menjelang sore menjelang siang hari siang bolong capek disiksa maksudnya Umayah dan orang-orang sudah selesai menyiksanya tapi Allah belum mengatkan ajalnya maka Umayyah pun menemui Bilal di tengah jalan dalam kondisi semua badannya luka berdarah-darah capek letih dia pun menyuruh lagi budak-budak yang lain suruh mengikat tangan dan kaki Bilal di kiri kanan ikat dengan rantai biasanya mereka menggunakan besi yang bulat dan besi Bulat itu diikat dengan rantai diikat ukuran pergelangan tangan kiri kanan dan kaki kemudian ditarik oleh setiap tangan dan kaki dua orang budak ditarik dengan keras sehingga seluruh otot-otot Bilal dan tulangnya radhiallahu Anhu tertarik dengan keras kemudian diseret di padang pasir yang panas dan pada saat itu pun dikerumuni oleh orang-orang bukan satu orang bukan Umayyah kita bayangkan kalau kita di posisi sahabat yang mulia ya tuan yang layak kita katakan Tuan kita sebagaimana Umar mengatakan tuannya Umar Bilal radhiallahu anhu dengan sangat tabah sabar dia mengatakan tetap ahad ahad kata Umayah wahai Bilal tinggalkan kalimat itu kembali kepada tuhan-tuhanku maka aku akan lepaskan kamu Bilal tetap mengatakan ahad ahad terus saja tidak peduli dengan perkataan itu maka Umayah karena malah Dia menyuruh memanaskan Batu yang besar dibakar api yang besar kemudianaruh di atasnyaatu sampaiatu itueman jadi bukanumaatu biasang bakar dengan api sampai panas dan batu sifatnya bisa menyimpan kita tahu batu kalau dikena matahari dia kita dudukin panas kalau dia kena misalnya musim dingin karena angin yang dingin dia juga bisa dingin seperti itu dia menyimpan beberapa saat suhu yang ada maka batu ini sangat panas lalu diangkat dengan beberapa orang menggunakan wadah besi sampai diletakkan di atas dada Bilal radhiallahu Anhu dalam kondisi panas dan sampai membakar kulit-kulitnya radhiallahu Anhu sebagian riwayat mengatakan sampai otot-ototnya koyak ya berdarah semuanya tapi Bilal tetap mengatakan ahad ahad kuasa Allah semua kesulitan ada kemudahan fainnamal Usri Yusra di setiap kes akan ada kemudahan Allah subhanahu wa taala perdengarkan Abu Bakar tentang kajian ini Abu Bakar seorang tokoh Makkah yang sudah kita tahu kisahnya dan kedermawannya dan keimanan yang luar biasa dan ini sudah kita bahas di serial sahabat yang pertama Beberapa bulan yang lalu atau tahun yang lalu kurang lebih beliau orang yang sangat Dermawan mendengar Bilal lagi disiksa berikut juga dengan beberapa sahabat nabi yang lain yang tetap mengiklankan keislamannya seperti suhaibar Rumi kemudian eh juga sumayyah dan Yasir ya tapi sumayyah dan Yasir sempat terbunuh sebelum ditebus oleh Abu Bakar lalu Abu Bakar pun datang menebus Bilal dan suaib tapi kita jadikan bahasan kita adalah Bilal dia pun datang Lalu mengatakan kepada Umayyah wahai Umayyah Kenapa k engau siksa Budha ini apa masalahnya dia meninggalkan agama nenek moyangnya kata Abu Bakar dia cuma beriman kepada Allah dan meninggalkan berhala-berhala tidak ada hakmu untuk menyiksanya dia bilang ini budak saya hak saya kalau kau mau beli ambil saja maka kata Abu Bakar Saya akan beli berapa kau akan jual Dia bilang saya akan jual walaupun kau hanya bayar dengan satu ukiah satu ukiah kurang lebih satu genggam Apa sajalah mau gandum mau kurma mau Kismis mau emas pokoknya bayar satu ukiah maka Abu Bakar Baik saya beli dikasih satu ukiah kata Bil kata kata Umayyah wahai Abu Bakar Kalau kau mau beli lebih murah dari satu ukiah maka saya tetap akan jual kata Abu Bakar wahai Umayyah kalau kau jual sampai 1000 ukia pun Saya akan beli jadi dibalas itu Tapi tentu setelah dibayar lalu kemudian loh Iya karena si Umayyah mengucapkan kalimat itu setelah dia terima uangnya dia Curang dia sudah mengucapkan setelah bilang satu ukiah Abu Bakar k satu ukiah Setelah dia terima baru dia bilang kalau seandainya kau mau beli lebih sedikit dari ini saya akan jual Git ya Tapi uang sudah diterima Abu Bakar bilang kalau kau tawarkan saya 1.000 Uki saya akan bayar tapi Abu Bakar jujur dengan itu artinya betul-betul dia mau bebaskan dan Abu Bakar dan an setiap saat setiap hari membebaskan banyak sahabat sampai ayahnya Abi quuhafah waktu itu orang yang buta matanya lalu kemudian mengatakan maaf e waktu itu belum buta matanya waktu mau hijrah Abu Bakar baru buta Abu khafah radhiallahu Anhu Ayah Abu Bakar masuk Islam di pembiasan kota Makkah tapi yang jelas pada saat itu abu khaafah mengatakan wahai anakku Abu Bakar Kenapa kau Kenapa kau hanya membebaskan budak yang sudah luka-luka engak berguna buat kamu kan budak dipakai tenaganya kata Abu Bakar Saya tidak bebaskan untuk saya pakai saya tidak saya tidak beli untuk saya pakai tapi saya beli untuk saya bebaskan karena Allah maka terbebaskanlah Bilal pada saat itu dan bilal dalam agama Islam dikatakan Bilal bin Rabah Maula Abu Bakar maksud daripada Maula adalah penisbatan pembebasan budak kepada orang yang bebaskan dan kalau si budak memiliki kekayaan dia mati maka si tuannya yang membebaskan mendapatkan warisan ya itu ada hukum sendiri pernah kita Jelaskan pada saat menjelaskan suhaib Rumi radhiallahu anhum ajmain yang jelas pada saat itu bebaslah Abu Bakar eh maaf bebaslah Bilal kemudian Bilal pun diberikan kesempatan oleh Abu Bakar untuk belajar Islam sebebas-bebasnya dan Abu Bakar melindunginya maka jadilah Bilal pada saat itu orang yang terus saja belajar dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan mendalami agama Islam di dalam sebuah riwayat disebutkan Atha al-khurasani Atha alkhurasani salah satu Ulama di khurasan levelnya Said IBN musayyab levelnya Atha bin Abi Rabah ya levelnya Abdullah bin Mubarak ulama besar at khurasani berkata pada saat ya Dia berkata aku duduk di samping Ibnu musayyib Ya maksudnya said I BN musayyib radallah rahimahumullah ulama-ulama tabiin lalu dia mengingat Bilal Dia berkata Bilal kokoh mempertahankan agamanya dia disiksa karena Allah lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melihatnya dan bersabda kalau Kami mempunyai harta yang cukup niscaya kami membeli Bilal lalu Abu Bakar menemui al-abbas Paman Nabi Sallallahu Ali wasallam kemudian berkata padanya belilah Bilal untukku Karena pada saat itu Abbas memiliki kedudukan dan juga Abbas memegang beberapa harta Abu Bakar yang diinvestasikan maka Abbas pun akhirnya dalam riwayat ini membeli Bilal riwayat lain dikatakan Abu Bakar yang membelinya secara langsung dari Qais rahimahullah juga disebutkan riwayat lain ia berkata Abu Bakar membeli bilal yang ditimpa batu oleh majikannya dengan harga 5 Uki emas majikannya berkata kalau engkau tidak mau kecuali membelinya dengan satu ukias saja niscaya Kami tetap menjualnya kepadamu maka Abu Bakar menjawab Kalau kalian tidak mau menjualnya kecuali dengan 100 ukiah niscaya aku tetap membelinya ini riwayat yang lain yang menjelaskan tentang prosesi pembebasan Bilal dan ini yang diucapkan oleh Umar tadi saya bilang perkataan yang mulia Abu Bakar sayiduna waqa bilalan Sayyidina Abu Bakar adalah pemimpin kami Tuan kami dan juga dia telah memerdekakan Sayid atau tuan atau pemimpin kami Bilal Bilal terus saja dihormati teman-teman sekalian oleh para sahabat juga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam didukkan sebagai sahabat yang mulia sebagaimana kita akan lihat nanti bagaimana peran-peran dan kiprahnya setelah hijrah ke Madinah tapi khusus perilaku Abu Bakar ini pada saat dia tebus Bilal tadi ini Allah turunkan ayat al-qur'an dalam surah allail ayat 19 sampai 21 yang bunyinyazubillahasyaitirim dan tidak ada seorang pun yang memberikan satu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya Tetapi dia memberikan itu semata-mata karena mencari wajah rabnya yang Maha Tinggi daniscaya kelak dia akan mendapatkan kesenangan yang sempurna Kata ahli tafsir disepakati ayat-ayat iniun tentang Abu bakariddiqadahutika diaeli Bilal danemekakannya di jalan Allah jadi dimaksud dengan dan tidak ada seorang pun yang memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya maksudnya Abu Bakar waktu dia beli lima ukiah emas tadi Bilal dia enggak berharap balasan Bilal sudah luka-luka ya sudah lemah bisa meninggal tapi dia tidak berharap balasan untuk itu tapi dia memberikan semata-mata karena mencari wajah rabbnya yang Maha Tinggi dan niscaya dia kelak akan mendapatkan kesenangan sempurna kata ulama tafsir Allah jamin Abu Bakar masuk surga gara-gara perbuatan itu salah satunya Karena dia melakukan pembebasan Buddha ini sebagaimana nanti kita akan jelaskan dalam pelajaran kita Fadilah membebaskan budak al-qur'an pernah turun teman-teman sekalian karena kedudukan Bilal disebutkan dalam sebuah riwayat dari Saad radhiallahu Anhu Dia berkata kami berenam bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka orang-orang musyrikin berkata Kepada beliau usirlah mereka darimu sehingga mereka tidak berbuat lancang terhadap kami pada saat itu yang ada enam orang itu adalah aku Abdullah bin Mas'ud maksudnya Saad tadi berkata Ya Bilal seorang laki-laki dari suku huzail dan dua laki-laki lain maka Allah menurunkan firman Allah kepada kami berenam surah al-an'am ayat 52 sampai 53 yang bunyinya diriwayatkan imam muslim tentunya nomor hadisnya 2413 dalam Fadil sahabah keutamaan para sahabat dan Ibnu Majah juga Sebutkan dalam kitab zuhud nomor 4128zubillahasyaitanirim Wah bilun waj Ma hisab W his wahuaiahuakirin terjemahannya dan janganlah engkau hai Muhammad mengusir orang-orang yang menyuruh rabnya di pagi dan petang hari dan ayat ini turun kepada en orang termasuk Bilal artinya allah mengikrarkan Dari langitu sana dari atas langit kalau Bilal termas se orang yang rutin berzikir dan mengingat Tuhannya di pagi dan petang hari mereka mengharapkan Wajahnya Allah engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu yang menyebabkan engkau berhak mengusir mereka sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim artinya orang-orang Quraisy tadinya minta Hai Muhammad ini orang-orang budakbudak semua keluarkan kami duduk dengarkan ceramahmu maka sebelum Nabi sahu wasam mengambil utusan Allah turunkan ayat ini jangan pernah pindahkan orang-orang itu karena orang-orang itu adalah orang-orang yang berzikir kepada Allah jangan ikuti hawa nafsunya orang-orang kafir demikianlah kami telah menguji sebagian mereka orang-orang kaya dengan sebagian yang lain orang-orang miskin agar mereka orang-orang kaya berkata orang-orang semacam Inikah di antara kita yang diberi Anugerah oleh Allah Allah berfirman Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang siapa di antara mereka yang bersyukur Allah subhanahu wa taala teman-teman sekalian marah dengan kemarahan Abu Bilal ini ada riwayat menjelaskan masalah itu saking dekatnya dengan Allah Azza waalla semua yang disampaikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dinikmati dikerjakan semua yang dilarang ditinggalkan dan dia berpegang teguh pada itu sampai-sampai kemarahan Bilal bisa mengundang kemarahan Allah disebutkan di dalam sebuah riwayat dan bagi yang memegang bukunya tentunya disebutkan di halaman 245 ada hadis dibn nomor 14 riwayat Imam muslim nomor 2504 dan nasai dalam hadis nomor 172 dari aiz bin Amr radhiallahu Anhu bahwa Abu Sufyan datang kepada Salman suhaib dan Bilal yang sedang bersama beberapa orang mereka berkata demi allah pedang-pedang allah belum ambil haknya dari musuh-musuh Allah maksudnya adalah Abu Sufyan pada saat itu ketangkap ya mau ketangkap dalam peperangan lalu Bilal Salman suhaib tiga orang ini tadinya dianggap sebagai orang yang rendahan oleh orang-orang Quraisy termasuk Abu Sufyan waktu itu Abu Sufyan belum masuk Islam maka ketiganya berkata demi allah pedang-pedang allah belum mengambil haknya dari musuh-musuh Allah artinya Abu Sufyan ini semesuhnya juga dihukum nih enggak bisa enggak kalau ketangkap Kita harus bunuh nih gitu waktu itu tidak ketangkap tentunya maka Abu Bakar berkata kepada mereka Abu Bakar berkata kepada Bilal suhaib dan Salman Apakah kalian mengatakan demikian kepada Sayid atau pemimpin dan Syekh pemuka orang-orang Quraisy maksudnya Abu Sufyan Kenapa kalian bilang begitu kalau ketemu Mau saya penggal lehernya mau kami bunuh gitu kan lalu Abu Bakar datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan mengabarkan kepadanya tentang kejadian itu maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam malah menegur Abu Bakar apa kata nabi Sallahu alaii wasallam dalam hadis sahih ini ya Abu Bakar laallaka abgahum lain kunta abghattahum laqad abgbak wahai Abu Bakar kalau seandainya engkau telah membuat ketiga orang itu Bilal Salman dan suhaib marah maka niscaya engkau telah membuat Tuhanmu marah Allah marah jadi bukan karena kasus Abu Sufyan Ya tapi ini menandakan Fadilah dan kedekatan ketiga sahabat ini termasuk Bilal salah satunya kepada Allah subhanahu wa taala maka Abu Bakar pun segerah kembali kepada tiga orang sahabat dan berkata Wahai saudara-saudaraku Apakah aku telah membuat kalian marah mereka menjawab tidak Semoga Allah mengampunimu wahai saudara kami ini tentu jawaban lalu Abu Bakar pun berterima kasih dan memeluk mereka karena memang ini jelas penyampaian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah akan murka dengan kemurkaannya teman-teman sekalian apa yang kira-kira diharapkani bagi seorang mukmin mengalahkan surga kalau di antara kita yang hadir sini teman-teman sudah tahu tentang surga dan tahu tentang neraka minimal bacalah kalau di YouTube ada ceramah saya membedah buku lengkap judulnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam cerita tentang surga dan neraka coba ikutin Kalau tidak salah neraka surga kita bahas sekitar 30 32 pasal neraka pun begitu panjang lebar tentang tanahnya istananya segala macam satu hal yang sulit untuk dibayangkan memang betul-betul seperti yang Allah sampaikan maunat Wun War sebagaimana nabi sallallahui wasallam mengatakan penyampaian dari Tuhannya Allah Surga itu semuanya akan dilihat tidak pernah mata lihat semua yang didengar tidak pernah telinga dengar dan semua yang ada di dalamnya sedikit pun sekecil Apun sampai ulama hadis mengatakan sebutir pasirnya pun tidak akan pernah terlintas di hati man manusia sesuatu yang luar biasa tidak ada capek enggak ada letih enggak ada gangguan orang untuk masuk ke sana butuh upaya yang berat Ya memaksakan diri tanda kutip dalam ibadah selalu berpegang tuguh pada hal yang dibolehkan selalu mengingkar-mungkar selalu meninggalkan kelar yang hal-hal yang dilarang butuh juhud butuh upaya dan semua orang mukmin merindukan surga tapi beda dengan bilidal teman-teman sekalian radhiallahu Anhu surga yang rindu pak anya dan ini disampaikan oleh Nabi Sallallahu Al alihi wasahbihi wasallam disebutkan di dalam sebuah riwayat di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh atabarani dalam kitab alkabir dari Ibnu mas'udin radhiallahu Anhu dan juga albazzar meriwayatkan dari Bilal dan Abu Hurairah radhiallahu anhum dan disahihkan oleh Syekh Albani dalam shahihul Jami disebutkan bahwasanya suatu hari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masuk ke rumah Bilal masuk ke rumah Bilal berkunjung dan di sisinya ada sekantong kurma di sisi Bilal nabi sallallahu alaihi wasallam bertanya apa ini wahai Bilal maka Bilal menjawab wahai Rasulullah aku menyimpannya Untuk Anda dan untuk tamu-tamu Anda katanya mau datang ke rumah saya jadi saya simpankan maka beliau bersabda Apakah engkau tidak takut ia menjadi uap api neraka Hai Bilal infakkan saja enggak usah tunggu saya kalau sudah niat sodekah keluarin enggak usah tunggu saya wahai Bilal infakkan dan jangan pernah takut miskin dari pemilik Arsy dari pemilik Arsy hadis ini tadi riwayat tabarani dan ini yang dimaksud dengan hadis ini dihubungkan dengan hadis yang lain sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dan nomor 3798 kitab almanakib dan hakim menyebutkan nomor 137 dan disahihkan dan disepakati oleh azzahabi mendengar perintah nabi su wasam tadi Bilal enggak pakai tungguh berdiri disedekahkan ke orang lain Lalu apa kata nabi S wasam setelah itu beliau lalu menyampaikan berita gembira kepada Bilal sambil berkata J aliin waar wa Bilal sungguh Surga itu merindukan orang kita semua merindukan ini surga yang Rindu Bertemu Dengannya ini bukan cuma sekedar jaminan masuk surga teman-teman sekalian artinya sampai surga sudah memohon kepada Allah agar meminta tiga orang ini segera dimasukkan ini adalah Ali bin Abi Thalib Ammar IBN Yasir dan Bilal bin Rabah radiallah an dan Bilal salah satunya bisa dibayangkan Bagaimana kalau surga sampai merindukannya kata penulis di sini saya Coba bacakan tulisannya cukup bagus Bagaimana kedua kaki Bilal radhiallahu Anhu bisa menopang tubuhnya setelah meraih berita gembira tersebut untuk berjalan di muka bumi di antara manusia belum lama dari ini Bilal hanyalah seorang hamba sahaya habasyah Tapi saat ini dia sudah menjadi orang terkenal di muka bumi bahkan di langit sampai-sampai surga pun merindukannya semua itu hanya karena keimanan dan ketakwaan kepada Allah banyak orang dari kalalan elit Para pemilik kedudukan kekuasaan dan kekayaan tidak mendapatkan sepersep dari kemuliaan Abadi yang telah dilaii oleh Bilal seorang hamba sahaya habasyah bahkan banyak pahlawan sejarah yang tidak meraih sebagian dari ketenaran sejarah yang telah diraih oleh Bilal kulitnya yang legam nasab dan kedudukannya yang dianggap rendah dan remehnya jadi di mata manusia layaknya seorang hamba sahaya tidak menghalanginya ketika dia masuk Islam sebagai agamanya untuk meraih kedudukan tinggi yang dengan kejujuran keyakinan kesucian dan keluruhannya membuatnya layak mendapatkannya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga menguatkan tentang janji surga ini dengan menyampaikan kepada Bilal langsung Kalau mendengarkan terompas sendalnya di surga kita dengarkan riwayat yang menyebutkan masalah itu dan hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad nomor 360 Tirmidzi nomor 3689 dan hakim menyebutkan nomor 285 serta Hakim mengatakan sahih sesuai syarat Bukhari Muslim dan keduanya Bukhari Muslim Tidak meriwayatkan tapi disepakati oleh azzahabi dengan kesahihannya di sini dikatakan dari buraidah radhiallahu Anhu ia berkata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memanggil Bilal di depan para sahabat beliau pun bersabda kepadanya ya Bilal wahai Bilal apa yang engkau lakukan sampai kau bisa dahului aku di surga bukan cuma masuk surga dahului langkah kakinya Nabi di surga ini lafaz hadis begitu wahai Bilal Apa yang kau lakukan Sampai engkau mendahuluiku di surga innialul jann baru am waktu saya semalam dimasukkan ke dalam surga saya saya mendengar suara terompah sendalmu di depanku lalu kemudian saya dibawa setelah itu ke sebuah Istan yang sangat mewah dan istana itu berbentuk persegi Q lalu aku berkata kepada para malaikat pemiliknya siapa istana ini mereka berkata maka dijawab ini pemiliknya salah seorang dari umat muhammaduhi wasam Muhammad maka saya pun mengatakan saya Muhammad siapa kira-kira akan dapatkan dari umatku inialahiliknya salah seorang dari turunan arababun maka nabi wasam mengatakan saya juga turunan Arab untuk siapa kira-kira istana ini is para malaikat mengatakan seorang laki-laki dari Quraisy saya juga dari suku Quraisy untuk siapa istana yang mewah ini karena mewah sekali untuk Umar bin KH Bil ya rasah maka Bilal punatakan ya rasah yang saya lakan perah saya azan karena perintah nabi Dia suruh jadi muadzin kemudian saya salat dua rakaat kemudian saya wudu kecuali saya salat dua rakaat Maaf dikatakan saya tidak pernah azan kecuali saya salat dua rakaat setelahnya W Asani hadatun Q illa tawaduaha dan kalaupun saya batal wudu maka saya selalu wudu lagi lalu mengerjakan salat faqala rasulullahi Shallallahu Alaihi Wasallam bihadza Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda karena inilah kau mendahuluiku banyak ulama Hadis merincikan masalah makna hadis ini yang pertama bukan berarti Bilal lebih baik daripada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena tidak mungkin ada orang mengalahkan Baginda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mustahil itu tapi di sini yang dimaksud dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam engkau mendahuluiku artinya ada satu amal yang kau dahului mengerjakan maka kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Apa yang kau kerjakan Bilal menjawab setiap kali aku selesai azan pasti salat dua rakaat setiap kali aku batal wudu aku wudu lagi aku salat dua rakaat maka nabi mengatakan dengan Inilah kau mendahuluiku makna hadis kata Sebagian ulama adalah Bilal mengerjakan surat sunah wudu waktu itu sementara belum ada perintah enggak ada perintah untuk gak ada perintah untuk itu dia berusaha mengerjakannya dan ini teman-teman tidak masuk dalam perbuatan bidah Kenapa karena Nabi Sallallahu Al wasam masih hidup dikatakan bidah kalau nabi sudah meninggal selama nabi masih hidup ini tidak masuk dalam perbuatan bidah karena Wahyu lagi turun terbukti perilaku ini dibenarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena sesuai dengan Wahyu sebagaimana juga kalau ada perilaku-perilaku Sahabat tidak s dengan Wahyu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tegur disuruh tinggalkan gitu kan jadi maknanya adalah salat sunah wudu ini memang belum saya kerjakan Kurang lebih begitu Salah satu maknanya berarti di sini bukan Bilal mendahului Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di surga berarti dia lebih mulia enggak Tapi maksudnya adalah perilaku yang Kau kerjakan Bilal salat sunah wudu itu itu kau mendahuluiku dalam mengerjakannya dan ini sekali lagi bukan bidah Kenapa karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masih hidup kalau nabi masih hidup tidak ada perbuatan bidah karena bidah adalah apa yang tidak dicontohkan yang tidak diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat dan para sahabat gitu kan setelah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal hadis yang lain atau riwayat yang lain Maaf riwayat yang lain diriwayatkan Imam Bukhari nomor 1149 dan Muslim nomor 2458 Abu Hurairah radhiallahu Anhu meriwayatkan bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada Bilal pada saat salat subuh selesai salat subuh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan di depan orang semua ya bilalu hadditni biarja amalin amiltahu fil Islam wahai Bilal beritahukan kepadaku Amalan apa yang paling bisa diharapkan Dalam Islam yang telah engkau amalkan yang paling besar pahalanya menurut kamu karena aku sempat diperdengarkan bunyi gerakan sepatu atau sepasang sandalmu di depanku di surga maka Bilal berkata Bilal menjawab Aku tidak mengamalkan satu amalan yang menurutku paling bisa diharapkan bisa paling menyelamatkan aku melebihi bahwa aku tidak bersuci di malam atau siang hari maksudnya wudu kecuali dengan bersuci tersebut Aku mengerjakan salat yang telah ditentukan Bagiku Untuk melakukan salat tersebut maksudnya adalah yang dimudahkan untukku untuk mengerjakan artinya beliau mengikuti selalu habis wudu salat dua rakaat dan ini yang sudah umum disebutkan oleh para ulama tentang masalah masalah sunah wudu riwayat yang lain diriwayatkan Imam Bukhari nomor 3679 dan imam muslim 2457 dari Jabir bin Abdillah radhiallah Anhu ia berkata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda raituni dakaltul jannata Fa Ana birati Abi thhuf falu q faqala h Bilal waritu qran bifini jariatun faqulu Liman had Li Umar faaru anulaha fauru ilaihiakuirak faqala Umar biabi wa Ummi ya rasulullaha agar kata nabi su Ali Wasallam aku diperlihatkan dalam mimpi masuk ke dalam surga Sebagian ulama mengatakan diperlihatkan nyata walaupun mimpi karena mimpi para nabi kenyataan bukan seperti mimpi kita ya makanya salah satu mukjizat nabi adalah rukyah melihat mimpi Nabi Ibrahim Alaihi Salam wtu mau menyembelih Ismail lihat mimpi menyembelih anaknya makanya dia mengatakan dalam alquranzubillah minasyaitanirrajim inni Ar Fi Manami wahai anakku kata Ibrahim Ibrahim kepada Ismail alaihialam aku lihat dalam mimpiku aku menyembelihmu coba lihat Bagaimana pendapatmu maka Ismail menyuruh ayahnya untuk melakukannya jadi mimpi para nabi bukan mimpi seperti kita mimpi di sini artinya nyata ya aku masuk ke dalam surga ternyata aku bertemu dengan arumis rumis radhiallahu anha sahabiat yang luar biasa rumais nama lainnya Inya adalah gumaisa binti milhan dan ini sudah kita sebutkan di tablig akbar kita yang sebelumnya sebelum Bilal kita sempat bahas siapa Abi talhah radhiallahu Anhu Abu talhah istrinya namanya Rumaisa ya ibunya Anas IBN Malik dan sudah kita sebutkan Rumaisa dapat jaminan surga di sini kata nabi sahu Ali wasallam aku melihat aku bertemu dalam di surga itu dengan Arum Istri Abu thhah dan aku mendengar bunyi gerakan sendal maka aku bertanya kepada malaikat sendal Siapa itu siapa gerakan siapa ini lalu malaikat menjawab Bilal lalu aku melihat sebuah istana di halamannya ada seorang gadis maka aku bertanya milik siapa istana ini maka malaikat menjawab milik Umar Bin Khattab aku sempat ingin masuk Melihat istana itu tapi aku teringat kecemburuanmu wahai Umar Umar Bin Khattab lagi di depan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi Umar Bin Khattab cemburunya sangat luar biasa Jadi ini adalah istrinya dari bidadari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan saya takut kalau saya masuk lalu saya diingat cemburumu Hai Umar maka kau cemburu padaku maka kata Umar ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rasulullah maksudnya ayah dan ibuku lebih kau lebih mulia daripada ayah dan ibuku apakah pantas Bagiku Untuk cemburu kepadamu artinya itu Aku tidak mungkin cemburu tapi saksi bahasa an kita adalah bagaimana Bilal di sini dipastikan terdengar suara telapak kakinya di surga artinya ada jaminan sudah masuk surga sementara orangnya masih hidup di dunia dan kata ulama tiga orang atau ee ada 13 orang atau lebih dari 13 orang tapi 13 orang yang pasti disebutkan namanya dari 10 orang sahabat ini yang dij masuk surga Abu Bakar Umar Utsman Ali thalh Zubair Abdurrahman IBN Auf Saad bin Abi waqqas Said bin Zaid Abu Ubaidah bin jarrah ini semua Ditambah lagi dengan tiga orang yang sudah pasti disebutkan tadi ya Ammar kemudian juga Bilal dan ditambah dengan Rumaisa tentu ada yang lain tapi 13 orang ini dapat jaminan langsung dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Artinya mereka masih hidup sudah dipastikan di dalam surga penulis berkata semua ini termasuk buah dari mendawamkan atau penjagaan bahasa Indonesianya penjagaan bahasa Arabnya mendawamkan artinya rutinitasnya mendawamkan amal saleh balasan suatu amal sesuai dengan jenis amal itu sendiri Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul Bari rahimahullah sahih Bukhari karena Bilal berjalan di hadapan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mengumandankan azan dia meraih yang sepadan dengannya di surga namun hal ini tidak berarti bahwa Bilal masuk surga mendahului Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena Bilal adalah pengikut beliau sepertinya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengisyaratkan kons kistensi Bilal di atas apa yang dia pegang selama ini dalam hidupnya dan tetap dekat kedudukannya dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ta sini menunjukkan keutamaan besar bagi bilal yang tidak disebutkan untuk sahabat nabi yang lain Jadi tidak disebutkan kalau terompa sendalnya terdengar kecuali Bilal saja di antara sub bahasan yang disebutkan di sini adalah hijrah yang penuh dengan berkah Bilal pada saat sudah masuk Islam pun masih sering disiksa oleh orang kafir Quraisy Tapi dia sekarang lebih Kokoh lagi apalagi dia sudah menjadi orang yang merdeka dan dilindungi oleh tuannya sendiri Abu Bakar radhiallahu anhum ajmain dikatakan oleh penulis ini saya bacakan dulu hijrah yang penuh dengan berkah ketika Allah mengizinkan nabinya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk melakukan hijrah yang penuh berkah ke Madinah Bilal radhiallahu Anhu berhijrah bersama orang-orang yang berhijrah dari kalangan sahabat dia tinggal dalam perlindungan orang-orang Ansar yang disanjung oleh Allah dalam FirmanNya alhasyr ayat 9 azubillahinasyaitirjim wallina tabawaudal imana minqblihim yuhibbuna hajara ilaihim wajiduna fiuriim hajatan mimma utuira anusim Wana bihim dan orang-orang orang Ansar dari suku aus dan hazraj di Madinah yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum kedatangan mereka para Muhajirin mereka mencintai orang-orang yang berghijrah berhijrah kepada mereka dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka atau para Muhajirin dan mereka mengutamakan para Muhajirin atas diri mereka sendiri orang-orang Ansar mengitar atau memaksakan diri mendahulukan orang-orang Muhajirin Meskipun mereka juga memerlukannya dan siapa yang dijaga dirinya dirinya dari sifat kekikiran mereka itu adalah orang-orang yang beruntung Bilal masuk dalam naungan perlindungan ini Allah menyelamatkan muslimin di antaranya Bilal untuk ternaungi dengan suku Ansar yang luar biasa mereka suka Itsar Itsar itu memaksakan diri untuk orang lain sampai di antara orang-orang Ar mereka pernah kedatangan satu orang Muhajir kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Siapa yang mau menjadikan ini sebagai tamunya orang miskin dari Ansar mengatakan saya ya Rasulullah dipanggil ke rumah lalu dia tanya istrinya ada makanan bisa kita hidangkan buat tamu kata diaok istrinya bilang cuma ada makanan anak kita bayi makanan anak kecil enggak ada lagi dia bilang baik buatkan hidangkan buat tamu lalu padamkan lampu rumah supaya tamu tahu kita akan tidur lalu kemudian dihidangkan buat tamu tamunya pikir tuan rumahnya tidur dihidangkan makanan maka dia makan sampai habis sampai pagi akhirnya mereka kelaparan waktu sahabat ini pergi ke masjid kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah kagum dengan perilaku kalian semalam Allah tahu masalah itu jadi orang-orang Ansar punya kedudukan luar biasa maka Bilal jauh lebih aman sekarang dan lebih tentram dalam mengerjakan ibadahnya pada saat itu Bilal sempat wtu tiba di Madinah terserang penyakit demam dia dan Abu Bakar terserang penyakit demam dan orang-orang Ansar mengurus keduanya seperti mengurus diri mereka sendiri masuk ke sub judulin teman-teman sekalian awal mula azan artinya berkah buat Bilal awal mula azan judul Kita Bilal muadzin Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nanti kita akan sebutkan Mulianya Azan ini teman-teman sekalian luar biasa dari Ibnu Umar kata penulis ini awal mula radhiallahu anhuma ia berkata ketika kaum muslimin tiba di Madinah Mereka pun berkumpul mereka menunggu salat tanpa ada panggilan khusus untuknya belum ada azan waktu itu belum ada azan Ibnu Umar meriwayatkan radhiallahu anhuma ia berkata ketika kaum muslimin tiba di Madinah mereka berkumpul mereka menunggu salat tanpa ada panggilan khusus untuk itu suatu hari mereka berbincang-bincang tentang itu sebagian dari mereka berkata gunakan saja lonceng seperti loncengnya orang-orang Nasrani sebagian yang lain berkata gunakan saja trompet seperti yang digunakan oleh orang-orang Yahudi maka Umar berkata Mengapa kalian tidak memilih seseorang untuk menyerukan salat maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan wahai Bilal berdirilah dan serukan panggilan salat awal mula azan mempunyai kisah menarik hati untuk mengingatnya seperti disebutkan oleh Ibnu ishaak rahimahullah berkata ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah menetap di Madinah saudara-saudaranya orang-orang Muhajirin berkumpul Kepada beliau urusan orang-orang Ansar menyatu perkara Islam telah stabil Jadi maksudnya Muhajirin sudah aman tinggal bersama Nabi di Madinah di Makkah enggak ada lagi orang yang muslim diselamatkan semua di Madinah urusan Ansar bersatu maksudnya sebelum Islam masuk ke Madinah aus dan khazraj yang nanti digelar dengan Ansar dalam Islam dulu berperang karena orang-orang Yahudi tiga suku Yahudi di Madinah kainuqa Nadir dan quraidah ini mengadu domba aus dan khazraj supaya perang terus nih tapi setelah islam datang enggak ada lagi enggak ada lagi permusuhan di antara mereka dan perkara Islam sudah stabil salat ditegakkan zakat diwajib kan puasa ditetapkan hukuman had pencuri dipotong tangannya dan yang sejenisnya ditegakkan yang halal dan yang haram ditetapkan Islam bersemayam kokoh di antara mereka orang-orang Ansar adalah orang-orang yang telah tinggal di Madina dan mereka telah beriman ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tiba di Madinah kaum muslimin berkumpul Kepada beliau untuk menunaikan salat ketika waktu hampir tiba tanpa ada panggilan khusus ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tiba di Madinah beliau berniat menggunakan trompet seperti trompet orang-orang Yahudi yang mereka gunakan dalam rangka memanggil salat tetapi kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak menyukainya Kemudian beliau memerintahkan membuat lonceng lonceng ini dipahat agar bisa dipukul sebagai tanda bagi kaum muslimin bahwa waktu salat telah tiba ketika itu akan dilakukan dan belum sempat dipakai launceng ini baru dibuat lonceng itu tiba-tiba saja Abdullah bin Zaid bin t'labah bin Abdur Rabbi salah satu sahabat dari Ansar dari bani al-hit bin alkazraj khazraj suku asli Anshar bermimpi tentang azan lalu dia datang kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan berkata Kepada beliau wahai Rasulullah tadi malam dalam mimpi seseorang mengelilingiku mengelilingiku seseorang laki-laki melewatiku dia memakai dua kain hijau dan membawa lonceng di tangannya aku berkata kepada maksudnya Abdullah rad anu mimpi yang melihat ini wahai hamba Allah Apakah engkau mau menjual lonceng ini untukku dia bertanya apa yang akan engkau lakukan dengannya maka aku berkata kami menggunakannya untuk memanggil salat maka orang itu pun mengatakan Maukah engkau aku tunjukkan yang lebih baik daripada lonceng ini aku berkata aku bertanya apa itu lalu orang itu mengajarkan kepadaku Rasulullah kalimat Allahu Akbar Allahu Akbar asyhadu alla ilahaillallah Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu anna muhammadar rasulullah asyhadu anna muhammadar rasulullah Hayya alas Shah Hayya alas Shah Hayya Alal Falah Hayya Alal Falah Allahu akbar Allahu akbar Lailahaillallah ketika Abdullah mengabarkan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau langsung bersabda innaha larukya Haq insyaallah Ma Bilal faqahu Ma Sesungguhnya ia adalah mimpi yang benar Insyaallah berdirilah kepada Bilal dan ajarkan dia lafaz azan itu agar dia yang azan karena Bilal lebih nyaring dan lebih bagus suaranya darimu ketika Bilal mengumangkan azan Umar Bin Khattab dan para sahabat yang lain terbangun dari tidur Kemudian mereka menuju ke masjid lalu Umar berkata kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wahai nabi Allah demi zat yang mengutusmu dengan kebenaran sungguh aku juga bermimpi seperti ini maka Rasulullah sallallahuaihi Wasallam mengatakan segala puji bagi Allah atas semua itu dan ini hadis diriwayatkan Abu Daud nomor 499 dalam kitabus salah Dan albukhari juga menyebutkan dalam khalqu afalil Ibad halaman 4 Del ad-arimi menyebutkan nomor 1187 dan masih banyak yang lainnya di antaranya Ibnu khuzaimah albaihaqi semua menyebutkan dan juga azzahabi mensahihkan hadis ini juga annawawi meriwayatkannya yang jelas hadis ini menceritakan tentang historinya awalnya belum ada azan lalu kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tadinya mau mengikuti Yahudi dan Nasrani Tapi belum sempat maka Allah berikan petunjuk melalui mimpi sahabat yang mulia Abdullah bin Zaid bin tsabah radhiallahu Anhu di sini juga pelajaran teman-teman sekalian kalau orang yang azan walaupun fadilahnya besar sebagaimana kita akan sebutkan juga ada syarat-syaratnya orang yang azan suaranya lantang suaranya bagus penyebutan lafaznya Benar Jadi bukan hanya sekedar mengejar fadilahnya karena fadilahnya besar sekali nanti akan kita sebutkan dalam pelajaran kita nanti akan ada manakib kelebihan atau atau keutamaan Bilal kemudian ada durus Wal ibar pelajaran-pelajaran bisa kita ambil gitu di sini teman-teman Sekalian di antaranya adalah seseorang harus suaranya lantang dan bagus tentu suara itu bisa dilatih ulama sepakat mengatakan tidak ada Allah ciptakan manusia suaranya buruk tapi Allah menciptakan masing-masing dengan volume frekuensi yang bagus semuanya cuman bagaimana dia melatihnya ada yang berat ada yang sedang ada yang ringan semua itu bisa diatur tergantung bagaimana orang melatihnya sebagaimana tubuh manusia elastis bisa dia gemukkan bisa dia kuruskan tergantung bagaimana dia melatihnya atau membiasakannya pada sebuah pola makanan ataupun olahraga jadi di sini teman-teman boleh tapi latih diri dulu Kecuali kalau sudah tidak ada muadzin maka kita boleh ya azan kita berusaha semaksimal mungkin memberikan hak-hak huruf-hurufnya nyaring suara nya dan juga tentu suaranya yang merdu ada satu kejadian yang tidak perlu atau tidak bisa dilepaskan dari Bilal radhiallahu Anhu yaitu bagaimana dia membunuh mantan majikannya Umayyah bin khalaf ini ada kisah teman-teman cukup panjang saya coba rangkumkan kisah dalam riwayat Bukhari berawal dari pertemuan antara Saad radhiallahu Anhu dengan Umayyah bin khalaf saat ini seorang sahabat yang mulia dari pimpinan Ansar kepala suku aus Kalau saya tidak salah di sini kemudian dia bersahabat dengan Umayyah dari sebelum masuk Islam kalau Umayyah bin khalaf yang majikannya Bilal ini pergi ke Madinah jadi tamu di rumah Saad kalau Saad ke Makkah jadi tamu di rumahnya Umayyah sahabat dekat setelah masuk Islam dan semua sahabat hijrah ke Madinah sudah hijrah semuanya di Makkah enggak ada lagi muslim kalau ada ketahuan dibunuh ada beberapa yang masih tinggal tapi mereka sembunyikan Islamnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun dan para sahabat tidak mengetahui keberadaan
Resume
Categories