Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-22: Bilal bin Rabah "Muadzin Nabi ﷺ"
RqAWv4WxdJM • 2017-07-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuham warahmatullahi wakuh
Alhamdulillah selalu kita ucapkan
kalimat Mulia ini kepada zat yang maha
Mulia zat yang selalu mengurus dan
mengawasi serta memenuhi kebutuhan
hamba-hambanya Allah satu-satunya yang
telah menciptakan mengurus mengawasi
semua yang di langit dan semua yang di
bumi tanpa ada sekutu bersamanya dia
telah menggantungkan dengan
kemahaurahannya kebutuhan kita dengan
kalimat sederhana tapi penuh dengan
berkah
Alhamdulillah maka seringsinglah
mengucapkan kalimat Mulia ini kita
panjatkan salam hormat Kita penuh dengan
Kerinduan
penghormatan kepada manusia terbaik
manusia yang telah membawa kepada kita
hukum halal haramnya samping Allah
sehingga kita punya panduan hidup
manusia yang telah dipilih oleh sang
pencipta untuk menutup risalah kenabian
dan kerasulan dan juga diperintahkan
olehnya untuk semua manusia dan jin
menjadikan manusia terbaik ini sebagai
Suri tauladannya menciplak hidupnya Apun
yang dia kerjakan dari perilaku
keseharian sampai ibadah kepada Sang
Pencipta Allah wajib untuk
diikuti Allah bersama malaikatnya
mengucapkan juga salam hormat kepada
manusia terbaik ini dan dijadikan ibadah
untuk orang-orang beriman Maka sangat
wajar kalau kita selalu membacakan
selawat dan Taslim kepada nabi besar
Muhammad shallallallahu ala alihi
wasahbihi
wasallam seperti biasa teman-teman
sekalian Sebulan sekali Allah bila Allah
mudahkan dan semoga Allah berkahi kita
membahas serial sahabat dan pada hari
ini kita membahas seorang sahabat yang
mulia Bilal bin Abi Rabah atau Bilal bin
Rabah riwayat lain mengatakan Bilal bin
Riah seorang sahabat yang menjadi simbol
keadilan dan kesempurnaan Islam tidak
ada rasisme tidak ada perbedaan antara
orang yang berkulit hitam dan kulit
putih jenjang sosial
ekonomi atau jabatan apapun kalau
sekarang titel-titel pendidikan tidak
akan berpengaruh di mata Allah tapi yang
berpengaruh adalah ketaatannya dan
keimanannya
dijadikan oleh Allah subhanahu wa taala
untuk menjadi simbol Islam dalam masalah
ini walaupun ada orang-orang lain juga
dari sahabat yang berkulit hitam tetapi
Bilal kita sudah ketahui namanya
tersebar ke seluruh dunia hampir tidak
ada orang yang mempelajari sejarah nabi
yang tidak mengenal Kisah Bilal manusia
yang terbaik ini yang sudah dipilih
setelah para nabi-nabi di kalangan
sahabat ridwanullahi alaih adalah
manusia yang juga juga menjadi simbol
keberanian dalam membela agama Allah
simbol orang-orang
yang mencintai jihad mencintai kesabaran
juga menjadi orang yang telah dijamin
surga oleh Baginda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam dan tidak mudah untuk
mukkan jaminan surga dalam arti katakan
masuk ke dalam surga tanpa hisab dan
sudah Mashur hadis di mana Nabi
Sallallahu Alaihi wasallamendengar Arkan
suara terompah sendalnya Bilal di surga
berjalan di hadapan Nabi Sallallahu
Alaihi
Wasallam maka nabi pun bertanya kepada
Bilal Apa yang kau lakukan maka Bilal
pun sambil menangis mengatakan Aku hanya
mengerjakan dua rakaat salat setiap kali
selesai bersuci atau salat sunah wudu
yang biasa sudah dikenal dalam buku-buku
fikih kita orang inilah teman-teman
sekalian yang Umar Bin Khattab di zaman
Jahiliyah dulu sempat menjadi salah satu
tuannya yang memang memerintahkannya
menyuruhnya Lalu setelah islam
mengucapkan kalimat yang
mulia yang sudah masyhur Umar mengatakan
setelah Islam untuk menunjukkan
bahwasanya Islam mendahulukan keimanan
dan ketakwaan dan bukan paras Waja juga
poster tubuh Abu Bakar adalah pemimpin
kami atau Sayid kami yang telah
memerdekakan Sayid kami Tuan kami juga
Bilal Umar memanggil bilal yang tadinya
dipanggil sebagai seorang budak di masa
jahiliah setelah islam dipanggil menjadi
tuan saudaraku seiman Berbicara masalah
Bilal bin Rabah
atau sebagian riwayat menyebutkan Bilal
bin
Riah ayahnya Rabah tidak tersebutkan
dalam buku-buku sejarah tentang
keberadaannya tapi ibunya bernama
hamamah
seorang wanita berkulit hitam dari
negeri habasyah yang membawa anaknya
dari negeri habasyah Bilal untuk menuju
ke Makkah dan pada saat itu memang
mereka dalam
keterbudakan
diperjualbikan dan
Bilal sempat tinggal di Makkah atau
tinggal di Makkah dari masa kecilnya
sampai berumur 30 tahun lalu dia
menganut Islam Bilal tepatnya lahir 43
tahun sebelum hijrah dalam arti kata
dia berumur 30 tahun masuk ke dalam
agama Islam julukannya di Makkah
disebutkan dengan Ibnu Sauda atau anak
yang berkulit hitam dan ini bentuk
penghinaan sebenarnya oleh masyarakat
Makkah karena mereka menganggap orang
berkulit hitam adalah orang yang nomor
dua atau nomor tig di masyarakat itu
sendiri juga ini dikarenakan sebagian
ahli sejarah mengatakan karena ibunya
yang berkulit hitam Maka anaknya pun
dapat julukan seperti ini IBN artinya
anak Sauda artinya hitam dan ini muannas
atau istilah bagi wanita maksudnya
ibunya anak wanita yang berkulit hitam
dia sempat menjadi budak di beberapa
suku di Makkah termasuk suku abdiddar
lalu kemudian terakhir sekali jatuh di
tangan Umayyah IBN
khalaf Bilal
Anhu awalnya adalah seorang budak
diperjual belikan dan dia disukai oleh
tuan-tuannya karena orangnya sangat kuat
amanah tidak pernah mengeluh dan juga
tidak pernah menganggap remeh sesama
budak di Makkah maka dia dicintai oleh
tuan-tuannya majikannya sampai Bilal
termasuk orang yang diperebutkan oleh
orang-orang Mekah untuk diperbeli atau
dibeli termasuk Umayyah bin khalaf
terakhir mengambilnya
dan Umayyah bin khalaf adalah orang
terkaya Makkah baru Kemudian datang
setelahnya Abu Jahal dan teman-temannya
yang lain maka Bilal bekerja menjadi
budak di seorang yang paling kaya di
Makkah pada saat
itu Bilal juga dicintai oleh kalangan
budak karena dia tidak pernah merasa
dirinya lebih daripada budak yang lain
sebelum masuk Islam memang orangnya
memiliki Akhlak Yang Mulia selalu
berbuat baik karena di zaman jahiliah
para Bud itu saling berbangga satu sama
yang lain merasa dirinya kalau kerja di
orang kaya maka budak-budak yang di
tempat orang miskin dianggap remeh
Bahkan mereka buat sewenangwenang
menyiksa dan seterusnya tapi Bilal tidak
melakukan itu maka dia dicintai di
kalangan majikan dan dicintai juga di
kalangan
budak-buda kisah awal masuk Islamnya
Bilal Bilal pada saat itu melihat
Bagaimana kondisi Makkah bagaimana
orang-orang sangat zalim dia dan
teman-temannya para Budha bisa dipukulap
saat bisa disiksa bisa ditumpahkan
darahnya tidak ada yang bisa menuntut
budak pada saat itu halal darahnya boleh
dibunuh boleh dipukul bahkan Terkadang
mereka disiksa oleh majikannya hanya
karena salah masak saja atau hanya
karena lupa membawa air itu sudah cukup
untuk bisa ditumpahkan darahnya
kezaliman yang luar
biasa Bilal saksikan tiap hari bahkan
seringkiali disuruh oleh tuannya Dia
disuruh siksa budak-budak yang lain
kalau mereka tidak mau patuh walaupun
Bilal tidak mengerjakan itu dia berusaha
menghindar dan mencari segala macam
alasan agar tidak menyiksa budak budak
yang
lain sisi yang lain Bilal juga melihat
kondisi ibadahnya orang-orang
Makkah mereka menyembah berhala para
budak disuruh mengukir patung-patung
para budak dipukulin P Budha disuruh
untuk menyembah patung secara
paksa bahkan para Budha diperintahkan
hal-hal yang sangat memilukan
ya memilukan ini dalam arti kata tidak
diperlakukan dengan pranusiaan misal
tidak diberi makan dalam 2 hari misal
diambil hak paksanya anaknya diambil
misalnya atau bahkan ada yang dikebiri
dan segala macam perbuatan buruk yang
dilakukan Bilal juga melihat para
majikan menyembah berhala Padahal mereka
tahu ada Ka'bah mereka yakin ada Tuhan
namanya Allah dan Bilal sangat paham
masalah ini sebelum Islam Kenapa mereka
sembah berhala Apa gunanya cuma dia
tidak berani menanyakan pada majikannya
karena hukumannya bisa
dibunuh semua ini bergejolak di dalam
jiwa Bilal radhiallahu Anhu sampai dia
mendengar ada seseorang penduduk Makkah
dari tuannya Makkah yang dikenal dengan
jalur nasabnya yang suci orang kayanya
Makkah dihormati tokoh masyarakat dialah
nabi Muhammad sallallahu alai alihi
wasahbihi wasallam pada saat beliau
menyampaikan tentang kenabiannya maka
berbondong-bondong orang banyak datang
di antaranya Bilal radhiallahu Anhu
melihat kejadian tadi teman-teman
sekalian keyakinan orang-orang Mekah
kemudian kondisi penghinaan terhadap
para Budha maka Bilal mendengar nabi su
wasallam menyampaikan kalau dia seorang
nabi utusan
Allah dan Bilal dengar juga dari
orang-orang yang ada
di Bilal mendengar dari orang orang yang
ada di Makkah kalau ada Tuhan namanya
Allah dia sudah dengar tapi dia tidak
tahu bagaimana cara
beribadah maka dia pun datang ke majelis
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di rumah
Darul Arqam kemudian mendengarkan dari
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di
antara yang Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam sampaikan semua apa yang selama
ini dia bimbang terjawab dalam satu kali
pertemuan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam larang untuk menyekutukan Allah
Syirik enggak boleh menyembah-nyembah
berhala Allah itu yang menciptakan
langit dan bumi dan depan mata kita ada
Ka'bah sebagai faktanya orang Makkah pun
meyakini itu benda-benda patung mereka
yang mereka yang ukir mereka yang buat
Bilal spontan pada saat itu menemukan
langsung menangkap poinnya kemudian juga
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan dalam Islam tidak ada
perbedaan antara orang Arab dengan orang
Ajam Bilal orang Ajam pada saat itu
karena istilah Arab dan Ajam Ajam
artinya semua selain Suku Arab ini bukan
bentuk penghinaan tapi istilah supaya
mudah memahami pada saat itu dan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam juga
menggunakan istilah ini dalam Sabda
beliau la farqa Baina arabiin wa ajamin
illa
bittaqwa tidak ada perbedaan antara
orang Arab dan orang Ajam kecuali dengan
ketakwaan terus Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam menekankan tentang masalah
Islam tidak boleh berzina tidak boleh
mencuri ya dan sampai akhirnya dikatakan
tidak boleh membunuh secara zalim
akhirnya Bilal jadi tangkap poin semua
yang jadi masalah yang dihadapi selama
ini terjawab ini ajaran agama yang luar
biasa Walaupun dia seorang Budha tidak
boleh sama sekali dihina dipukul bahkan
ada hadis Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Siapa yang sengaja menghukum
budaknya tanpa kesalahan maka dia akan
dihukum oleh Allah pada hari kiamat
kalau dia potong tangannya kalau dia
pukul misalnya atau dia bunuh tanpa
sebab maka hari kiamat Allah juga akan
qisos dia nanti maka tanpa ragu Bilal
pun akhirnya mengucapkan syahadat
pada hari yang bersamaan teman-teman
sekalian Bilal pun mulai dari sana
pulang terlambat dari Darul Arqam maka
tuannya Umayyah marah ditanya dari mana
kau
Bilal Kenapa kau tidak datang kenapa kau
tidak ada saya lagi cari Tana ragu
teman-teman sekalian Bilal tidak
sembunyikan
keislamannya karena ada orang di Makkah
menyembunyikan keislaman dan pada saat
itu dibolehkan oleh Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam orang menyembunyikan
Islamnya karena takut disiksa boleh
tidak masalah tapi ada di antara
sahabat-sahabat yang luar biasa tidak
mau sembunyikan ini kebenaran selesai
mau disiksa mau dibunuh di hari pertama
Islam siap untuk hadapi semua itu dan
ini satu hal yang luar biasa pada
pribadi orang seperti bilal yang
semustinya dia penuh dengan ketakutan
budak bisa dibunuh setiap saat enggak
ada orang yang
membelanya dia mengatakan saya dari
rumah Muhammad dan sudah mengikuti
ajarannya maka Bilal maka Umayyah
spontan marah Umayyah orang yang sangat
benci dengan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dia segrup dengan Abu Jahal
dengan Abu Lahab Bilal spontan langsung
dicambukin pada saat itu dipukulin
dicabut bajunya sampai berdarah-darah
Umayyah pun memanggil teman-temannya
semua ayo kita ramai-ramai siksa Bilal
budak saya sudah ikut-ikutan masuk Islam
maka mereka pun ramai-ramai menyiksanya
datang menyiksanya dan sampai pada saat
Umayyah sudah capek menyiksanya penuh
dengan luka-luka di badan Bilal dan
terus saja Bilal mengucapkan kalimat
Mulia ahad ahad artinya Esah Esa Allah
Maha Esa Allah Maha Esa karena itu yang
dia tangkap tidak boleh mencukut dengan
Allah dan nanti setelah hijrah ke
Madinah sempat Umar Bin Khattab tanya
Bilal dan beberapa sahabat kenapa engkau
memilih kalimat ahad ahad Kenapa bukan
kalimat lain Kenapa bukan Allah misalnya
kata Bilal karena saya tahu kalimat itu
yang paling membuat mereka benci justru
saya ucapkan biar saya merasakan Biar
dia tahu itu adalah ini keyakinan saya
maka mereka pun Umayyah kalau sudah
capek teman-teman sekalian dia
mengikatkan rantai di leher Bilal
mengikat
tangannya radhiallahu Anhu kemudian
diseret di jalan dan diiklankan Siapa
saja yang mau siksa yang memukul bahkan
membunuh Bilal halal enggak ada
hukumannya enggak ada diahnya enggak ada
gantian denda kalau dia tidak dia dia
budak orang umum kemudian dibunuh orang
lain maka tuannya bisa minta diahnya
dendahnya pada saat itu sekitar 100 ekor
unta maka buaya mengiklankan ini boleh
disiksa silakan Bunuh saja enggak ada
masalah semua anak kecil lemparin batu
ada yang lemparin kotoran ada yang
pukulin kepalanya segala macam luar
biasa siksaan yang terjadi sudah capek
sudah letih di siang hari dari pagi
sampai menjelang siang menjelang sore
menjelang siang hari siang bolong capek
disiksa maksudnya Umayah dan orang-orang
sudah selesai menyiksanya tapi Allah
belum mengatkan ajalnya maka Umayyah pun
menemui Bilal di tengah jalan dalam
kondisi semua badannya luka
berdarah-darah capek letih dia pun
menyuruh lagi budak-budak yang lain
suruh mengikat tangan dan kaki Bilal di
kiri kanan ikat dengan rantai biasanya
mereka menggunakan besi yang bulat dan
besi Bulat itu diikat dengan rantai
diikat ukuran pergelangan tangan kiri
kanan dan kaki kemudian ditarik oleh
setiap tangan dan kaki dua orang budak
ditarik dengan keras sehingga seluruh
otot-otot Bilal dan tulangnya
radhiallahu Anhu tertarik dengan keras
kemudian diseret di padang pasir yang
panas dan pada saat itu pun dikerumuni
oleh orang-orang bukan satu orang bukan
Umayyah kita bayangkan kalau kita di
posisi sahabat yang mulia ya tuan yang
layak kita katakan Tuan kita sebagaimana
Umar mengatakan tuannya Umar Bilal
radhiallahu anhu dengan sangat tabah
sabar dia mengatakan tetap ahad ahad
kata Umayah wahai Bilal tinggalkan
kalimat itu kembali kepada tuhan-tuhanku
maka aku akan lepaskan kamu Bilal tetap
mengatakan ahad ahad terus saja tidak
peduli dengan perkataan itu maka Umayah
karena malah Dia menyuruh memanaskan
Batu yang
besar dibakar api yang besar
kemudianaruh di atasnyaatu sampaiatu
itueman jadi bukanumaatu biasang bakar
dengan api sampai panas dan batu
sifatnya bisa menyimpan kita tahu batu
kalau dikena matahari dia kita dudukin
panas kalau dia kena misalnya musim
dingin karena angin yang dingin dia juga
bisa dingin seperti itu dia menyimpan
beberapa saat suhu yang ada maka batu
ini sangat panas lalu diangkat dengan
beberapa orang menggunakan wadah besi
sampai diletakkan di atas dada Bilal
radhiallahu Anhu dalam kondisi panas dan
sampai membakar kulit-kulitnya
radhiallahu Anhu sebagian riwayat
mengatakan sampai otot-ototnya koyak ya
berdarah semuanya tapi Bilal tetap
mengatakan ahad ahad kuasa
Allah semua kesulitan ada kemudahan
fainnamal Usri Yusra di setiap kes akan
ada kemudahan Allah subhanahu wa taala
perdengarkan Abu Bakar tentang kajian
ini Abu Bakar seorang tokoh Makkah yang
sudah kita tahu kisahnya dan
kedermawannya dan keimanan yang luar
biasa dan ini sudah kita bahas di serial
sahabat yang pertama Beberapa bulan yang
lalu atau tahun yang lalu kurang lebih
beliau orang yang sangat Dermawan
mendengar Bilal lagi disiksa berikut
juga dengan beberapa sahabat nabi yang
lain yang tetap mengiklankan
keislamannya seperti suhaibar Rumi
kemudian eh juga sumayyah dan Yasir ya
tapi sumayyah dan Yasir sempat terbunuh
sebelum ditebus oleh Abu Bakar lalu Abu
Bakar pun datang menebus Bilal dan suaib
tapi kita jadikan bahasan kita adalah
Bilal dia pun datang Lalu mengatakan
kepada Umayyah wahai Umayyah Kenapa k
engau siksa Budha ini apa masalahnya dia
meninggalkan agama nenek moyangnya kata
Abu Bakar dia cuma beriman kepada Allah
dan meninggalkan berhala-berhala tidak
ada hakmu untuk menyiksanya dia bilang
ini budak saya hak saya kalau kau mau
beli ambil saja maka kata Abu Bakar Saya
akan beli berapa kau akan jual Dia
bilang saya akan jual walaupun kau hanya
bayar dengan satu
ukiah satu ukiah kurang lebih satu
genggam Apa sajalah mau gandum mau kurma
mau Kismis mau emas pokoknya bayar satu
ukiah maka Abu Bakar Baik saya beli
dikasih satu ukiah kata Bil kata kata
Umayyah wahai Abu Bakar Kalau kau mau
beli lebih murah dari satu
ukiah maka saya tetap akan jual kata Abu
Bakar wahai Umayyah kalau kau jual
sampai 1000 ukia pun Saya akan beli jadi
dibalas itu Tapi tentu setelah dibayar
lalu
kemudian loh Iya karena si Umayyah
mengucapkan kalimat itu setelah dia
terima uangnya dia Curang dia sudah
mengucapkan setelah bilang satu ukiah
Abu Bakar k satu ukiah Setelah dia
terima baru dia bilang kalau seandainya
kau mau beli lebih sedikit dari ini saya
akan jual Git ya Tapi uang sudah
diterima Abu Bakar bilang kalau kau
tawarkan saya 1.000 Uki saya akan bayar
tapi Abu Bakar jujur dengan itu artinya
betul-betul dia mau bebaskan dan Abu
Bakar dan an setiap saat setiap hari
membebaskan banyak sahabat sampai
ayahnya Abi quuhafah waktu itu orang
yang buta matanya lalu kemudian
mengatakan maaf e waktu itu belum buta
matanya waktu mau hijrah Abu Bakar baru
buta Abu khafah radhiallahu Anhu Ayah
Abu Bakar masuk Islam di pembiasan kota
Makkah tapi yang jelas pada saat itu abu
khaafah mengatakan wahai anakku Abu
Bakar Kenapa kau Kenapa kau hanya
membebaskan budak yang sudah
luka-luka engak berguna buat kamu kan
budak dipakai tenaganya kata Abu Bakar
Saya tidak bebaskan untuk saya pakai
saya tidak saya tidak beli untuk saya
pakai tapi saya beli untuk saya bebaskan
karena Allah maka terbebaskanlah Bilal
pada saat itu dan bilal dalam agama
Islam dikatakan Bilal bin Rabah Maula
Abu Bakar maksud daripada Maula adalah
penisbatan pembebasan budak kepada orang
yang bebaskan dan kalau si budak
memiliki kekayaan dia mati maka si
tuannya yang membebaskan mendapatkan
warisan ya itu ada hukum sendiri pernah
kita Jelaskan pada saat
menjelaskan suhaib Rumi radhiallahu
anhum
ajmain yang jelas pada saat itu bebaslah
Abu Bakar eh maaf bebaslah Bilal
kemudian Bilal pun diberikan kesempatan
oleh Abu Bakar untuk belajar Islam
sebebas-bebasnya dan Abu Bakar
melindunginya maka jadilah Bilal pada
saat itu orang yang terus saja belajar
dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan
mendalami agama
Islam di dalam sebuah riwayat disebutkan
Atha al-khurasani Atha alkhurasani salah
satu Ulama di khurasan levelnya Said IBN
musayyab levelnya Atha bin Abi Rabah ya
levelnya Abdullah bin Mubarak ulama
besar at khurasani berkata pada saat ya
Dia berkata aku duduk di samping Ibnu
musayyib Ya maksudnya said I BN musayyib
radallah rahimahumullah ulama-ulama
tabiin lalu dia mengingat Bilal Dia
berkata Bilal kokoh mempertahankan
agamanya dia disiksa karena Allah lalu
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
melihatnya dan bersabda kalau Kami
mempunyai harta yang cukup niscaya kami
membeli Bilal lalu Abu Bakar menemui
al-abbas Paman Nabi Sallallahu Ali
wasallam kemudian berkata padanya
belilah Bilal untukku Karena pada saat
itu Abbas memiliki kedudukan dan juga
Abbas memegang beberapa harta Abu Bakar
yang diinvestasikan maka Abbas pun
akhirnya dalam riwayat ini membeli Bilal
riwayat lain dikatakan Abu Bakar yang
membelinya secara
langsung dari Qais rahimahullah juga
disebutkan riwayat lain ia berkata Abu
Bakar membeli bilal yang ditimpa batu
oleh majikannya dengan harga 5 Uki emas
majikannya berkata kalau engkau tidak
mau kecuali membelinya dengan satu ukias
saja niscaya Kami tetap menjualnya
kepadamu maka Abu Bakar menjawab Kalau
kalian tidak mau menjualnya kecuali
dengan 100 ukiah niscaya aku tetap
membelinya ini riwayat yang lain yang
menjelaskan tentang prosesi pembebasan
Bilal dan ini yang diucapkan oleh Umar
tadi saya bilang perkataan yang mulia
Abu Bakar sayiduna waqa bilalan
Sayyidina Abu Bakar adalah pemimpin kami
Tuan kami dan juga dia telah
memerdekakan Sayid atau tuan atau
pemimpin kami
Bilal Bilal terus saja dihormati
teman-teman sekalian oleh para sahabat
juga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
didukkan sebagai sahabat yang mulia
sebagaimana kita akan lihat nanti
bagaimana peran-peran dan kiprahnya
setelah hijrah ke Madinah tapi khusus
perilaku Abu Bakar ini pada saat dia
tebus Bilal tadi ini Allah turunkan ayat
al-qur'an dalam surah allail ayat 19
sampai 21 yang
bunyinyazubillahasyaitirim
dan tidak ada seorang pun yang
memberikan satu nikmat kepadanya yang
harus dibalasnya Tetapi dia memberikan
itu semata-mata karena mencari wajah
rabnya yang Maha Tinggi daniscaya kelak
dia akan mendapatkan kesenangan yang
sempurna Kata ahli tafsir disepakati
ayat-ayat
iniun tentang Abu
bakariddiqadahutika diaeli Bilal
danemekakannya di jalan Allah jadi
dimaksud dengan dan tidak ada seorang
pun yang memberikan suatu nikmat
kepadanya yang harus dibalasnya
maksudnya Abu Bakar waktu dia beli lima
ukiah emas
tadi Bilal dia enggak berharap balasan
Bilal sudah luka-luka ya sudah lemah
bisa meninggal tapi dia tidak berharap
balasan untuk itu tapi dia memberikan
semata-mata karena mencari wajah rabbnya
yang Maha Tinggi dan niscaya dia kelak
akan mendapatkan kesenangan sempurna
kata ulama tafsir Allah jamin Abu Bakar
masuk surga gara-gara perbuatan itu
salah satunya Karena dia melakukan
pembebasan Buddha ini sebagaimana nanti
kita akan jelaskan dalam pelajaran kita
Fadilah membebaskan
budak
al-qur'an pernah turun teman-teman
sekalian karena kedudukan
Bilal disebutkan dalam sebuah riwayat
dari Saad radhiallahu Anhu Dia berkata
kami
berenam bersama Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam maka orang-orang
musyrikin berkata Kepada beliau usirlah
mereka darimu sehingga mereka tidak
berbuat lancang terhadap kami pada saat
itu yang ada enam orang itu adalah aku
Abdullah bin Mas'ud maksudnya Saad tadi
berkata Ya Bilal seorang laki-laki dari
suku huzail dan dua laki-laki lain maka
Allah menurunkan firman Allah kepada
kami
berenam surah al-an'am ayat 52 sampai 53
yang bunyinya diriwayatkan imam muslim
tentunya nomor hadisnya
2413 dalam Fadil sahabah keutamaan para
sahabat dan Ibnu Majah juga Sebutkan
dalam kitab zuhud nomor
4128zubillahasyaitanirim
Wah
bilun waj Ma hisab W
his
wahuaiahuakirin terjemahannya dan
janganlah engkau hai Muhammad mengusir
orang-orang yang menyuruh rabnya di pagi
dan petang hari dan ayat ini turun
kepada en orang termasuk Bilal artinya
allah mengikrarkan Dari langitu sana
dari atas langit kalau Bilal termas se
orang yang rutin berzikir dan mengingat
Tuhannya di pagi dan petang hari mereka
mengharapkan Wajahnya Allah engkau tidak
memikul tanggung jawab sedikit pun
terhadap perbuatan mereka dan mereka
tidak memikul tanggung jawab sedikit pun
terhadap perbuatanmu yang menyebabkan
engkau berhak mengusir mereka sehingga
engkau termasuk orang-orang yang zalim
artinya orang-orang Quraisy tadinya
minta Hai Muhammad ini orang-orang
budakbudak semua keluarkan kami duduk
dengarkan
ceramahmu maka sebelum Nabi sahu wasam
mengambil utusan Allah turunkan ayat ini
jangan pernah pindahkan orang-orang itu
karena orang-orang itu adalah
orang-orang yang berzikir kepada Allah
jangan ikuti hawa nafsunya orang-orang
kafir demikianlah kami telah menguji
sebagian mereka orang-orang kaya dengan
sebagian yang lain orang-orang miskin
agar mereka orang-orang kaya berkata
orang-orang semacam Inikah di antara
kita yang diberi Anugerah oleh Allah
Allah berfirman Tidakkah Allah lebih
mengetahui tentang siapa di antara
mereka yang bersyukur
Allah subhanahu wa taala teman-teman
sekalian marah dengan kemarahan Abu
Bilal ini ada riwayat menjelaskan
masalah itu saking dekatnya dengan Allah
Azza waalla semua yang disampaikan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam dinikmati
dikerjakan semua yang dilarang
ditinggalkan dan dia berpegang teguh
pada itu sampai-sampai kemarahan Bilal
bisa mengundang kemarahan Allah
disebutkan di dalam sebuah riwayat
dan bagi yang memegang bukunya tentunya
disebutkan di halaman
245 ada
hadis dibn nomor 14 riwayat Imam muslim
nomor
2504 dan nasai dalam hadis nomor
172 dari aiz bin Amr radhiallahu Anhu
bahwa Abu Sufyan datang kepada Salman
suhaib dan Bilal yang sedang bersama
beberapa orang mereka berkata demi allah
pedang-pedang allah belum ambil haknya
dari musuh-musuh Allah maksudnya adalah
Abu Sufyan pada saat itu ketangkap ya
mau ketangkap dalam peperangan lalu
Bilal Salman suhaib tiga orang ini
tadinya dianggap sebagai orang yang
rendahan oleh orang-orang Quraisy
termasuk Abu Sufyan waktu itu Abu Sufyan
belum masuk Islam maka ketiganya berkata
demi allah pedang-pedang allah belum
mengambil haknya dari musuh-musuh Allah
artinya Abu Sufyan ini semesuhnya juga
dihukum nih enggak bisa enggak kalau
ketangkap Kita harus bunuh nih gitu
waktu itu tidak ketangkap tentunya maka
Abu Bakar berkata kepada mereka Abu
Bakar berkata kepada Bilal suhaib dan
Salman Apakah kalian mengatakan demikian
kepada Sayid atau pemimpin dan Syekh
pemuka orang-orang Quraisy maksudnya Abu
Sufyan Kenapa kalian bilang begitu kalau
ketemu Mau saya penggal lehernya mau
kami bunuh gitu kan lalu Abu Bakar
datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dan mengabarkan kepadanya
tentang kejadian itu maka Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam malah menegur
Abu Bakar apa kata nabi Sallahu alaii
wasallam dalam hadis sahih ini ya Abu
Bakar laallaka
abgahum lain kunta abghattahum laqad
abgbak wahai Abu Bakar kalau seandainya
engkau telah membuat ketiga orang itu
Bilal Salman dan suhaib marah maka
niscaya engkau telah membuat Tuhanmu
marah Allah marah jadi bukan karena
kasus Abu Sufyan Ya tapi ini menandakan
Fadilah dan kedekatan ketiga sahabat ini
termasuk Bilal salah satunya kepada
Allah subhanahu wa taala maka Abu Bakar
pun segerah kembali kepada tiga orang
sahabat dan berkata Wahai
saudara-saudaraku Apakah aku telah
membuat kalian marah mereka menjawab
tidak Semoga Allah mengampunimu wahai
saudara
kami ini tentu jawaban lalu Abu Bakar
pun berterima kasih dan memeluk mereka
karena memang ini jelas penyampaian Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Allah akan
murka dengan
kemurkaannya teman-teman sekalian apa
yang kira-kira diharapkani bagi seorang
mukmin mengalahkan surga kalau di antara
kita yang hadir sini teman-teman sudah
tahu tentang surga dan tahu tentang
neraka minimal bacalah kalau di YouTube
ada ceramah saya membedah buku lengkap
judulnya Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam cerita tentang surga dan neraka
coba ikutin Kalau tidak salah neraka
surga kita bahas sekitar 30 32 pasal
neraka pun begitu panjang lebar tentang
tanahnya istananya segala macam satu hal
yang sulit untuk dibayangkan memang
betul-betul seperti yang Allah sampaikan
maunat Wun War sebagaimana nabi
sallallahui wasallam mengatakan
penyampaian dari Tuhannya Allah Surga
itu semuanya akan dilihat tidak pernah
mata lihat semua yang didengar tidak
pernah telinga dengar dan semua yang ada
di dalamnya sedikit pun sekecil Apun
sampai ulama hadis mengatakan sebutir
pasirnya pun tidak akan pernah terlintas
di hati man manusia sesuatu yang luar
biasa tidak ada capek enggak ada letih
enggak ada gangguan orang untuk masuk ke
sana butuh upaya yang berat Ya
memaksakan diri tanda kutip dalam ibadah
selalu berpegang tuguh pada hal yang
dibolehkan selalu mengingkar-mungkar
selalu meninggalkan kelar yang hal-hal
yang dilarang butuh juhud butuh
upaya dan semua orang mukmin merindukan
surga tapi beda dengan bilidal
teman-teman sekalian radhiallahu Anhu
surga yang rindu pak anya dan ini
disampaikan oleh Nabi Sallallahu Al
alihi wasahbihi wasallam disebutkan di
dalam sebuah
riwayat di dalam sebuah hadis yang
diriwayatkan oleh atabarani dalam kitab
alkabir dari Ibnu mas'udin radhiallahu
Anhu dan juga albazzar meriwayatkan dari
Bilal dan Abu Hurairah radhiallahu anhum
dan disahihkan oleh Syekh Albani dalam
shahihul
Jami disebutkan
bahwasanya suatu hari Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam masuk ke rumah Bilal
masuk ke rumah Bilal berkunjung dan di
sisinya ada sekantong
kurma di sisi Bilal nabi sallallahu
alaihi wasallam bertanya apa ini wahai
Bilal maka Bilal menjawab wahai
Rasulullah aku menyimpannya Untuk Anda
dan untuk tamu-tamu Anda katanya mau
datang ke rumah saya jadi saya simpankan
maka beliau bersabda Apakah engkau tidak
takut ia menjadi uap api neraka Hai
Bilal infakkan saja enggak usah tunggu
saya kalau sudah niat sodekah keluarin
enggak usah tunggu saya wahai Bilal
infakkan dan jangan pernah takut miskin
dari pemilik Arsy dari pemilik Arsy
hadis ini tadi riwayat tabarani dan ini
yang dimaksud dengan hadis ini
dihubungkan dengan hadis yang lain
sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi
dan nomor
3798 kitab almanakib dan hakim
menyebutkan nomor 137 dan disahihkan dan
disepakati oleh
azzahabi mendengar perintah nabi su
wasam tadi Bilal enggak pakai tungguh
berdiri disedekahkan ke orang lain Lalu
apa kata nabi S wasam setelah itu beliau
lalu menyampaikan berita gembira kepada
Bilal sambil
berkata
J aliin waar wa Bilal sungguh Surga itu
merindukan orang kita semua merindukan
ini surga yang Rindu Bertemu Dengannya
ini bukan cuma sekedar jaminan masuk
surga teman-teman sekalian artinya
sampai surga sudah memohon kepada Allah
agar meminta tiga orang ini segera
dimasukkan ini adalah Ali bin Abi Thalib
Ammar IBN Yasir dan Bilal bin Rabah
radiallah an dan Bilal salah satunya
bisa dibayangkan Bagaimana kalau surga
sampai
merindukannya kata penulis di sini saya
Coba bacakan tulisannya cukup bagus
Bagaimana kedua kaki Bilal radhiallahu
Anhu bisa menopang tubuhnya setelah
meraih berita gembira tersebut untuk
berjalan di muka bumi di antara
manusia belum lama dari ini Bilal
hanyalah seorang hamba sahaya habasyah
Tapi saat ini dia sudah menjadi orang
terkenal di muka bumi bahkan di langit
sampai-sampai surga pun
merindukannya semua itu hanya karena
keimanan dan ketakwaan kepada Allah
banyak orang dari kalalan elit Para
pemilik kedudukan kekuasaan dan kekayaan
tidak mendapatkan sepersep dari
kemuliaan Abadi yang telah dilaii oleh
Bilal seorang hamba sahaya habasyah
bahkan banyak pahlawan sejarah yang
tidak meraih sebagian dari ketenaran
sejarah yang telah diraih oleh
Bilal kulitnya yang legam nasab dan
kedudukannya yang dianggap rendah dan
remehnya jadi di mata manusia layaknya
seorang hamba sahaya tidak
menghalanginya ketika dia masuk Islam
sebagai agamanya untuk meraih kedudukan
tinggi yang dengan kejujuran keyakinan
kesucian dan keluruhannya membuatnya
layak
mendapatkannya Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam juga menguatkan tentang janji
surga ini dengan menyampaikan kepada
Bilal langsung Kalau mendengarkan
terompas sendalnya di surga kita
dengarkan riwayat yang menyebutkan
masalah itu dan hadis ini diriwayatkan
oleh Ahmad nomor 360 Tirmidzi nomor
3689 dan hakim menyebutkan nomor
285 serta Hakim mengatakan sahih sesuai
syarat Bukhari Muslim dan keduanya
Bukhari Muslim Tidak meriwayatkan tapi
disepakati oleh azzahabi dengan
kesahihannya di sini dikatakan dari
buraidah radhiallahu Anhu ia berkata
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
memanggil Bilal di depan para sahabat
beliau pun bersabda kepadanya ya Bilal
wahai Bilal apa yang engkau lakukan
sampai kau bisa dahului aku di surga
bukan cuma masuk surga dahului langkah
kakinya Nabi di surga ini lafaz hadis
begitu wahai Bilal Apa yang kau lakukan
Sampai engkau mendahuluiku di surga
innialul jann
baru am waktu saya semalam dimasukkan ke
dalam surga saya saya mendengar suara
terompah sendalmu di
depanku lalu kemudian saya dibawa
setelah itu ke sebuah Istan yang sangat
mewah dan istana itu berbentuk
persegi Q lalu aku berkata kepada para
malaikat pemiliknya siapa istana
ini mereka
berkata maka dijawab ini
pemiliknya salah seorang dari umat
muhammaduhi
wasam Muhammad maka saya pun mengatakan
saya
Muhammad siapa kira-kira akan dapatkan
dari
umatku
inialahiliknya salah seorang dari
turunan
arababun maka nabi wasam mengatakan saya
juga turunan
Arab untuk siapa kira-kira istana ini
is para malaikat mengatakan seorang
laki-laki dari
Quraisy saya juga dari suku
Quraisy untuk siapa istana yang mewah
ini karena mewah
sekali untuk Umar bin KH Bil ya
rasah maka Bilal punatakan ya rasah yang
saya lakan perah saya azan karena
perintah nabi Dia suruh jadi muadzin
kemudian saya salat dua rakaat kemudian
saya wudu kecuali saya salat dua
rakaat Maaf dikatakan saya tidak pernah
azan kecuali saya salat dua rakaat
setelahnya W Asani hadatun Q illa
tawaduaha dan kalaupun saya batal wudu
maka saya selalu wudu lagi lalu
mengerjakan salat faqala rasulullahi
Shallallahu Alaihi Wasallam bihadza
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabda karena inilah kau
mendahuluiku banyak ulama Hadis
merincikan masalah makna hadis ini yang
pertama bukan berarti Bilal lebih baik
daripada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
karena tidak mungkin ada orang
mengalahkan Baginda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam mustahil itu tapi di
sini yang dimaksud dengan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam engkau
mendahuluiku artinya ada satu amal yang
kau dahului
mengerjakan maka kata Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam Apa yang kau kerjakan
Bilal menjawab setiap kali aku selesai
azan pasti salat dua rakaat setiap kali
aku batal wudu aku wudu lagi aku salat
dua rakaat maka nabi mengatakan dengan
Inilah kau mendahuluiku makna hadis kata
Sebagian ulama adalah Bilal mengerjakan
surat sunah wudu waktu itu sementara
belum ada perintah enggak ada perintah
untuk
gak ada perintah untuk itu dia berusaha
mengerjakannya dan ini teman-teman tidak
masuk dalam perbuatan bidah Kenapa
karena Nabi Sallallahu Al wasam masih
hidup dikatakan bidah kalau nabi sudah
meninggal selama nabi masih hidup ini
tidak masuk dalam perbuatan bidah karena
Wahyu lagi turun terbukti perilaku ini
dibenarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam karena sesuai dengan Wahyu
sebagaimana juga kalau ada
perilaku-perilaku Sahabat tidak s dengan
Wahyu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
tegur disuruh tinggalkan gitu kan jadi
maknanya adalah salat sunah wudu ini
memang belum saya kerjakan Kurang lebih
begitu Salah satu maknanya berarti di
sini bukan Bilal mendahului Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam di surga
berarti dia lebih mulia enggak Tapi
maksudnya adalah perilaku yang Kau
kerjakan Bilal salat sunah wudu itu itu
kau mendahuluiku dalam mengerjakannya
dan ini sekali lagi bukan bidah Kenapa
karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
masih hidup kalau nabi masih hidup tidak
ada perbuatan bidah karena bidah adalah
apa yang tidak dicontohkan yang tidak
diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dan para sahabat dan para
sahabat gitu kan setelah Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam meninggal
hadis yang
lain atau riwayat yang lain Maaf riwayat
yang lain diriwayatkan Imam Bukhari
nomor
1149 dan Muslim nomor
2458 Abu Hurairah radhiallahu Anhu
meriwayatkan bahwa Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda kepada Bilal
pada saat salat subuh selesai salat
subuh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan di depan orang semua ya
bilalu hadditni biarja amalin amiltahu
fil Islam wahai Bilal beritahukan
kepadaku Amalan apa yang paling bisa
diharapkan Dalam Islam yang telah engkau
amalkan yang paling besar pahalanya
menurut
kamu karena aku sempat diperdengarkan
bunyi gerakan sepatu atau sepasang
sandalmu di depanku di
surga maka Bilal berkata
Bilal menjawab Aku tidak mengamalkan
satu amalan yang menurutku paling bisa
diharapkan bisa paling menyelamatkan aku
melebihi bahwa aku tidak bersuci di
malam atau siang hari maksudnya
wudu kecuali dengan bersuci tersebut Aku
mengerjakan salat yang telah ditentukan
Bagiku Untuk melakukan salat tersebut
maksudnya adalah yang dimudahkan untukku
untuk mengerjakan artinya beliau
mengikuti selalu habis wudu salat dua
rakaat dan ini yang sudah umum
disebutkan oleh para ulama tentang
masalah masalah sunah
wudu riwayat yang lain diriwayatkan Imam
Bukhari nomor
3679 dan imam muslim
2457 dari Jabir bin Abdillah radhiallah
Anhu ia berkata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam bersabda raituni dakaltul
jannata Fa Ana
birati Abi
thhuf
falu q faqala h
Bilal waritu qran
bifini jariatun faqulu Liman had Li Umar
faaru anulaha fauru
ilaihiakuirak faqala Umar biabi wa Ummi
ya
rasulullaha agar kata nabi su Ali
Wasallam aku diperlihatkan dalam mimpi
masuk ke dalam surga Sebagian ulama
mengatakan diperlihatkan nyata walaupun
mimpi karena mimpi para nabi kenyataan
bukan seperti mimpi kita
ya makanya salah satu mukjizat nabi
adalah rukyah melihat mimpi Nabi Ibrahim
Alaihi Salam wtu mau menyembelih Ismail
lihat mimpi menyembelih anaknya makanya
dia mengatakan dalam
alquranzubillah minasyaitanirrajim inni
Ar Fi Manami
wahai anakku kata Ibrahim Ibrahim kepada
Ismail alaihialam aku lihat dalam
mimpiku aku
menyembelihmu coba lihat Bagaimana
pendapatmu maka Ismail menyuruh ayahnya
untuk melakukannya jadi mimpi para nabi
bukan mimpi seperti kita mimpi di sini
artinya nyata ya aku masuk ke dalam
surga ternyata aku bertemu dengan
arumis rumis radhiallahu anha sahabiat
yang luar biasa rumais nama lainnya Inya
adalah
gumaisa binti milhan dan ini sudah kita
sebutkan di tablig akbar kita yang
sebelumnya sebelum Bilal kita sempat
bahas
siapa Abi talhah radhiallahu Anhu Abu
talhah istrinya namanya
Rumaisa ya ibunya Anas IBN Malik dan
sudah kita sebutkan Rumaisa dapat
jaminan surga di sini kata nabi sahu Ali
wasallam aku
melihat aku bertemu dalam di surga itu
dengan Arum
Istri Abu thhah dan aku mendengar bunyi
gerakan sendal maka aku bertanya kepada
malaikat sendal Siapa itu siapa gerakan
siapa ini lalu malaikat menjawab Bilal
lalu aku melihat sebuah istana di
halamannya ada seorang gadis maka aku
bertanya milik siapa istana ini maka
malaikat menjawab milik Umar Bin Khattab
aku sempat ingin masuk Melihat istana
itu tapi aku teringat kecemburuanmu
wahai Umar Umar Bin Khattab lagi di
depan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
jadi Umar Bin Khattab cemburunya sangat
luar biasa Jadi ini adalah istrinya dari
bidadari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan saya takut kalau saya masuk
lalu saya diingat cemburumu Hai Umar
maka kau cemburu padaku maka kata
Umar ayah dan ibuku menjadi tebusanmu
wahai Rasulullah maksudnya ayah dan
ibuku lebih kau lebih mulia daripada
ayah dan
ibuku apakah pantas Bagiku Untuk cemburu
kepadamu artinya itu Aku tidak mungkin
cemburu tapi saksi bahasa an kita adalah
bagaimana Bilal di sini dipastikan
terdengar suara telapak kakinya di surga
artinya ada jaminan sudah masuk surga
sementara orangnya masih hidup di dunia
dan kata ulama tiga orang atau ee ada 13
orang atau lebih dari 13 orang tapi 13
orang yang pasti disebutkan namanya dari
10 orang sahabat ini yang dij masuk
surga Abu Bakar Umar Utsman Ali thalh
Zubair Abdurrahman IBN Auf Saad bin Abi
waqqas Said bin Zaid Abu Ubaidah bin
jarrah ini semua Ditambah lagi dengan
tiga orang yang sudah pasti disebutkan
tadi ya Ammar kemudian juga Bilal dan
ditambah dengan
Rumaisa tentu ada yang lain tapi 13
orang ini dapat jaminan langsung dari
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Artinya
mereka masih hidup sudah dipastikan di
dalam
surga penulis berkata semua ini termasuk
buah dari
mendawamkan atau penjagaan bahasa
Indonesianya penjagaan bahasa Arabnya
mendawamkan artinya rutinitasnya
mendawamkan amal saleh balasan suatu
amal sesuai dengan jenis amal itu
sendiri Ibnu Hajar mengatakan dalam
Fathul Bari rahimahullah sahih Bukhari
karena Bilal berjalan di hadapan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam untuk
mengumandankan azan dia meraih yang
sepadan dengannya di surga namun hal ini
tidak berarti bahwa Bilal masuk surga
mendahului Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam karena Bilal adalah pengikut
beliau sepertinya Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam mengisyaratkan kons kistensi
Bilal di atas apa yang dia pegang selama
ini dalam hidupnya dan tetap dekat
kedudukannya dengan Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam Ta sini menunjukkan
keutamaan besar bagi bilal yang tidak
disebutkan untuk sahabat nabi yang lain
Jadi tidak disebutkan kalau terompa
sendalnya terdengar kecuali Bilal
saja di antara sub bahasan yang
disebutkan di sini adalah hijrah yang
penuh dengan berkah Bilal pada saat
sudah masuk Islam pun masih sering
disiksa oleh orang kafir Quraisy Tapi
dia sekarang lebih Kokoh lagi apalagi
dia sudah menjadi orang yang merdeka dan
dilindungi oleh tuannya sendiri Abu
Bakar radhiallahu anhum
ajmain dikatakan oleh penulis ini saya
bacakan dulu hijrah yang penuh dengan
berkah ketika Allah mengizinkan nabinya
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
untuk melakukan hijrah yang penuh berkah
ke Madinah Bilal radhiallahu Anhu
berhijrah bersama orang-orang yang
berhijrah dari kalangan sahabat dia
tinggal dalam perlindungan orang-orang
Ansar yang disanjung oleh Allah dalam
FirmanNya alhasyr ayat 9
azubillahinasyaitirjim wallina
tabawaudal imana minqblihim yuhibbuna
hajara ilaihim wajiduna fiuriim hajatan
mimma
utuira anusim Wana
bihim dan orang-orang orang Ansar dari
suku aus dan hazraj di
Madinah yang telah menempati kota
Madinah dan telah beriman sebelum
kedatangan mereka para Muhajirin mereka
mencintai orang-orang yang berghijrah
berhijrah kepada mereka dan mereka tidak
menaruh keinginan dalam hati mereka
terhadap apa yang diberikan kepada
mereka atau para Muhajirin dan mereka
mengutamakan para Muhajirin atas diri
mereka sendiri orang-orang Ansar
mengitar atau memaksakan diri
mendahulukan orang-orang Muhajirin
Meskipun mereka juga memerlukannya dan
siapa yang dijaga dirinya dirinya dari
sifat kekikiran mereka itu adalah
orang-orang yang
beruntung Bilal masuk dalam naungan
perlindungan ini Allah menyelamatkan
muslimin di antaranya Bilal untuk
ternaungi dengan suku Ansar yang luar
biasa mereka suka Itsar Itsar itu
memaksakan diri untuk orang lain sampai
di antara orang-orang Ar mereka pernah
kedatangan satu orang Muhajir kemudian
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan Siapa yang mau menjadikan ini
sebagai tamunya orang miskin dari Ansar
mengatakan saya ya Rasulullah dipanggil
ke rumah lalu dia tanya istrinya ada
makanan bisa kita hidangkan buat tamu
kata diaok istrinya bilang cuma ada
makanan anak kita bayi makanan anak
kecil enggak ada lagi dia bilang baik
buatkan hidangkan buat tamu lalu
padamkan lampu rumah supaya tamu tahu
kita akan tidur lalu kemudian
dihidangkan buat tamu tamunya pikir tuan
rumahnya tidur dihidangkan makanan maka
dia makan sampai habis sampai pagi
akhirnya mereka kelaparan waktu sahabat
ini pergi ke masjid kata Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam Allah kagum dengan
perilaku kalian semalam Allah tahu
masalah itu jadi orang-orang Ansar punya
kedudukan luar biasa maka Bilal jauh
lebih aman sekarang dan lebih tentram
dalam mengerjakan ibadahnya pada saat
itu Bilal sempat wtu tiba di Madinah
terserang penyakit demam dia dan Abu
Bakar terserang penyakit demam dan
orang-orang Ansar
mengurus keduanya seperti mengurus diri
mereka
sendiri masuk ke sub judulin teman-teman
sekalian awal mula azan artinya berkah
buat Bilal awal mula azan judul Kita
Bilal muadzin Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam nanti kita akan sebutkan
Mulianya Azan ini teman-teman sekalian
luar
biasa dari Ibnu Umar kata penulis ini
awal mula radhiallahu anhuma ia berkata
ketika kaum muslimin tiba di Madinah
Mereka pun berkumpul mereka menunggu
salat tanpa ada panggilan khusus
untuknya belum ada azan waktu itu belum
ada azan Ibnu Umar meriwayatkan
radhiallahu anhuma ia berkata ketika
kaum muslimin tiba di
Madinah mereka berkumpul mereka menunggu
salat tanpa ada panggilan khusus untuk
itu suatu hari mereka berbincang-bincang
tentang itu
sebagian dari mereka berkata gunakan
saja lonceng seperti loncengnya
orang-orang
Nasrani sebagian yang lain berkata
gunakan saja trompet seperti yang
digunakan oleh orang-orang Yahudi maka
Umar berkata Mengapa kalian tidak
memilih seseorang untuk menyerukan salat
maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan wahai Bilal berdirilah dan
serukan panggilan
salat awal mula azan mempunyai kisah
menarik hati untuk
mengingatnya seperti disebutkan oleh
Ibnu
ishaak rahimahullah berkata ketika
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
telah menetap di Madinah
saudara-saudaranya orang-orang Muhajirin
berkumpul Kepada beliau urusan
orang-orang Ansar menyatu perkara Islam
telah stabil Jadi maksudnya Muhajirin
sudah aman tinggal bersama Nabi di
Madinah di Makkah enggak ada lagi orang
yang muslim diselamatkan semua
di Madinah urusan Ansar bersatu
maksudnya sebelum Islam masuk ke Madinah
aus dan khazraj yang nanti digelar
dengan Ansar dalam Islam dulu berperang
karena orang-orang Yahudi tiga suku
Yahudi di Madinah kainuqa Nadir dan
quraidah ini mengadu domba aus dan
khazraj supaya perang terus nih tapi
setelah islam datang enggak ada lagi
enggak ada lagi permusuhan di antara
mereka dan perkara Islam sudah stabil
salat ditegakkan zakat diwajib kan puasa
ditetapkan hukuman had pencuri dipotong
tangannya dan yang sejenisnya ditegakkan
yang halal dan yang haram ditetapkan
Islam bersemayam kokoh di antara mereka
orang-orang Ansar adalah orang-orang
yang telah tinggal di Madina dan mereka
telah beriman ketika Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam tiba di
Madinah kaum muslimin berkumpul Kepada
beliau untuk menunaikan salat ketika
waktu hampir tiba tanpa ada panggilan
khusus ketika Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam tiba di Madinah beliau
berniat menggunakan trompet seperti
trompet orang-orang Yahudi yang mereka
gunakan dalam rangka memanggil salat
tetapi kemudian Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam tidak menyukainya Kemudian
beliau memerintahkan membuat lonceng
lonceng ini dipahat agar bisa dipukul
sebagai tanda bagi kaum muslimin bahwa
waktu salat telah
tiba ketika itu akan dilakukan dan belum
sempat dipakai launceng ini baru dibuat
lonceng itu tiba-tiba saja Abdullah bin
Zaid bin t'labah bin Abdur Rabbi salah
satu sahabat dari Ansar dari bani al-hit
bin alkazraj khazraj suku asli Anshar
bermimpi tentang azan lalu dia datang
kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam dan berkata Kepada beliau wahai
Rasulullah tadi malam dalam mimpi
seseorang
mengelilingiku mengelilingiku seseorang
laki-laki melewatiku dia memakai dua
kain hijau dan membawa lonceng di
tangannya aku berkata kepada
maksudnya Abdullah rad anu mimpi yang
melihat ini wahai hamba Allah Apakah
engkau mau menjual lonceng ini untukku
dia bertanya apa yang akan engkau
lakukan dengannya maka aku berkata kami
menggunakannya untuk memanggil salat
maka orang itu pun mengatakan Maukah
engkau aku tunjukkan yang lebih baik
daripada lonceng ini aku berkata aku
bertanya apa itu lalu orang itu
mengajarkan kepadaku Rasulullah kalimat
Allahu Akbar Allahu Akbar asyhadu alla
ilahaillallah Ashadu Alla ilahaillallah
Ashadu anna muhammadar rasulullah
asyhadu anna muhammadar rasulullah Hayya
alas Shah Hayya alas Shah Hayya Alal
Falah Hayya Alal Falah Allahu akbar
Allahu akbar
Lailahaillallah ketika Abdullah
mengabarkan kepada Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam beliau langsung bersabda
innaha larukya Haq insyaallah
Ma Bilal
faqahu Ma Sesungguhnya ia adalah mimpi
yang benar Insyaallah berdirilah kepada
Bilal dan ajarkan dia lafaz azan itu
agar dia yang azan karena Bilal lebih
nyaring dan lebih bagus suaranya
darimu ketika Bilal mengumangkan azan
Umar Bin Khattab dan para sahabat yang
lain
terbangun dari tidur Kemudian mereka
menuju ke masjid lalu Umar berkata
kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
wahai nabi Allah demi zat yang
mengutusmu dengan kebenaran sungguh aku
juga bermimpi seperti ini maka
Rasulullah sallallahuaihi Wasallam
mengatakan segala puji bagi Allah atas
semua itu dan ini hadis diriwayatkan Abu
Daud nomor
499 dalam kitabus salah Dan albukhari
juga menyebutkan dalam khalqu afalil
Ibad halaman 4 Del ad-arimi menyebutkan
nomor
1187 dan masih banyak yang lainnya di
antaranya Ibnu khuzaimah albaihaqi semua
menyebutkan dan juga azzahabi
mensahihkan hadis ini juga annawawi
meriwayatkannya yang jelas hadis ini
menceritakan tentang
historinya awalnya belum ada
azan lalu kemudian Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam tadinya mau mengikuti
Yahudi dan Nasrani Tapi belum sempat
maka Allah berikan petunjuk melalui
mimpi sahabat yang mulia Abdullah
bin Zaid bin tsabah radhiallahu Anhu di
sini juga pelajaran teman-teman sekalian
kalau orang yang azan walaupun
fadilahnya besar sebagaimana kita akan
sebutkan juga ada syarat-syaratnya orang
yang azan suaranya
lantang suaranya bagus penyebutan
lafaznya Benar Jadi bukan hanya sekedar
mengejar fadilahnya karena fadilahnya
besar sekali nanti akan kita sebutkan
dalam pelajaran kita nanti akan ada
manakib kelebihan atau atau keutamaan
Bilal kemudian ada durus Wal ibar
pelajaran-pelajaran bisa kita ambil
gitu di sini teman-teman Sekalian di
antaranya adalah seseorang harus
suaranya lantang dan bagus tentu suara
itu bisa dilatih ulama sepakat
mengatakan tidak ada Allah ciptakan
manusia suaranya buruk tapi Allah
menciptakan masing-masing dengan volume
frekuensi yang bagus semuanya cuman
bagaimana dia melatihnya ada yang berat
ada yang sedang ada yang ringan semua
itu bisa diatur tergantung bagaimana
orang melatihnya sebagaimana tubuh
manusia elastis bisa dia gemukkan bisa
dia kuruskan tergantung bagaimana dia
melatihnya atau membiasakannya pada
sebuah pola makanan ataupun olahraga
jadi di sini teman-teman boleh tapi
latih diri dulu Kecuali kalau sudah
tidak ada muadzin maka kita boleh ya
azan kita berusaha semaksimal mungkin
memberikan hak-hak huruf-hurufnya
nyaring suara nya dan juga tentu
suaranya yang
merdu ada satu kejadian yang tidak perlu
atau tidak bisa dilepaskan dari Bilal
radhiallahu Anhu yaitu bagaimana dia
membunuh mantan
majikannya Umayyah bin
khalaf ini ada kisah teman-teman cukup
panjang saya coba rangkumkan kisah dalam
riwayat
Bukhari berawal dari pertemuan antara
Saad radhiallahu Anhu dengan Umayyah bin
khalaf saat ini seorang sahabat yang
mulia dari pimpinan Ansar kepala suku
aus Kalau saya tidak salah di sini
kemudian dia bersahabat dengan Umayyah
dari sebelum masuk Islam kalau Umayyah
bin khalaf yang majikannya Bilal ini
pergi ke Madinah jadi tamu di rumah Saad
kalau Saad ke Makkah jadi tamu di
rumahnya Umayyah sahabat dekat setelah
masuk Islam dan semua sahabat hijrah ke
Madinah sudah hijrah semuanya di Makkah
enggak ada lagi muslim kalau ada
ketahuan dibunuh ada beberapa yang masih
tinggal tapi mereka sembunyikan Islamnya
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun dan
para sahabat tidak mengetahui keberadaan
Resume
Read
file updated 2026-02-14 08:08:04 UTC
Categories
Manage