Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-19: Abdullah bin Mas'ud "Sang Pencerah Umat"
r4K7PU6Ejmw • 2016-11-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah tidak henti-hentinya kita
panjatkan puja dan puji kita ke hadirat
Allah Subhanahu wa taala. zat yang
paling pantas untuk dipuji, dicintai,
ditunduki, dan ditakuti. Dan memang kita
sedang mengejar segala kebutuhan kita
dengan mengucapkan kalimat mulia.
Alhamdulillah. Jug kita panjatkan salam
hormat kita kepada Nabi Besar Muhammad
sallallahu ala alihi wasahbihi
wasallam sebagai bentuk kepatuhan kepada
sang pencipta yang telah menjadikannya
ibadah buat kita orang-orang yang
beriman.
Seperti biasa saudaraku seiman, kita
bertemu sebulan sekali dalam serial
sahabat. Dan pada siang ini semoga Allah
berkahi kita akan
membahas seorang tokoh
inspiratif, sahabat dan juga kaum
muslimin pencerah umat Abdullah Ibn
Mas'ud radhiallahu taala
anhu. Seseorang yang telah terlintas
atau tersebutkan sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Pada saat dia sedang
naik ke atas sebuah pohon di Kota
Madinah, kemudian tertiuplah angin yang
kencang sehingga kedua betisnya
tersingkap karena poster tubuh yang
kurus dan kecil.
Akhirnya tanpa menyadari banyak di
antara sahabat menertawakan betisnya
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhum
ajmain. Maka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Apakah kalian menertawakan
betisnya Ibnu
Mas'ud demi zat yang jiwaku dalam
genggamannya? Sesungguhnya betis Ibnu
Mas'ud yang kecil ini yang kalian sedang
lihat lebih berat daripada gunung Uhud
ditimbangan pada hari kiamat.
Kemudian juga sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang
masyhur, "Siapa yang ingin mengambil
Al-Qur'an dalam keadaan murni
sebagaimana ia telah diturunkan, maka
hendaklah dia membaca dan mengikuti
bacaan Ibnu Ummul Abd atau Abdullah Ibn
Mas'ud." Dari dua buah hadis ini,
Teman-teman sekalian, jadi muncul sebuah
pertanyaan. Siapa Abdullah bin Mas'ud
ini? Bagaimana bisa baginda Nabi
sallallahu alaihi wasallam menyebutkan
kedua betisnya ditimpangan hari kiamat
lebih berat daripada gunung Uhud? Dan
bagaimana bisa Nabi sallallahu alaihi
wasallam menobatkan dia menjadi sumber
inspiratif umat dan juga pencerah umat
Islam dalam mengambil
Al-Qur'an. Abdullah bin Mas'ud,
saudaraku seiman, adalah Abdullah bin
Mas'ud bin Ghafil
Al-Khuzali dan biasanya dikenal dengan
Ibn Ummu Abd.
Dan Ummu Ab sebenarnya adalah nama
ibunya karena ayahnya meninggal di masa
jahiliah Mas'ud dalam keadaan kufur
tentunya. Dan ibunya sempat hidup di
masa Islam dan masuk Islam maka dia
dikenal dengan Ibnu Ummu Abd. Kemudian
berubah setelah Islam dikembalikan ke
nama ayahnya Abdullah Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhum
ajmain. Tentu Allah subhanahu wa taala
karuniai dia beberapa orang anak. Tapi
yang paling masyhur anaknya adalah
Abdurrahman. Makanya dia diberikan
julukan Abu
Abdurrahman. Abdullah bin Mas'ud ini,
saudaraku seiman, dulunya di Makkah
orang yang tidak mampu dan dia
pengembala kambing. Tepatnya dia menjadi
penggembala kambing di seseorang tokoh
Makkah yang bernama Uqba bin Abi Muaid.
Tentunya Uqbah meninggal dalam keadaan
kufur ya. Kalau tidak salah dia juga
salah satu korban yang mati di
Badr. Nabi sallallahu alaihi wasallam,
Teman-teman sekalian, sebelumnya
berbicara masalah Abdullah bin Mas'ud
dan sahabat-sahabat yang mulia
ini telah mencetak manusia-manusia
mencetak Al-Qur'an tapi bukan di
lembaran seperti kita sekarang. Nabi
sallallahu alaihi wasallam mencetak
Al-Qur'an, Teman-teman sekalian, di hati
manusia sehingga kader umat ini lahir.
Dan ini sebenarnya yang kita butuhkan
sekarang. Lembaran-lembaran kertas
memang dibutuhkan dari satu sisi supaya
bisa dibaca seperti buku atau Al-Qur'an
dalam bentuk mushaf. Tapi sayangnya
tidak dicetak di dalam hati. Ada sebuah
statement ditulis oleh penulis ini yang
menarik bagi saya. Saya pikir itu sangat
bagus. Saya bacakan di halaman 175 bagi
yang pegang bukunya. Dikatakan Nabi
sallallahu alaihi wasallam telah
mencetak puluhan naskah Al-Qur'an bahkan
ratusan bahkan ribuan dan jutaan. Beliau
tidak mencetaknya dengan tinta di atas
kertas, tapi beliau mencetaknya dengan
tinta cahaya di atas lempengan hati
manusia. Kalimat ini punya bobot ya
secara ilmiah. Maksudnya apa,
Teman-teman sekalian? Lebih penting
Al-Qur'an itu ditanamkan dalam hati.
Bacaannya kah, tadaburnya kah, memahami
artinya, mengambil hukumnya, mengamalkan
ilmunya, dan menghafalnya. daripada
sibuk mencetaknya saja di kertas atau
sibuk meletakkan dalam bentuk kertas
atau buku yang kita taruh di lemari kita
di rumah. Itu boleh. Tetapi ini yang
penting. Karena banyaknya orang di
antara kita gonta-ganti beli mushaf,
beli Quran sebentar warna merah,
sebentar warna hitam, sebentar warna
ini. Tapi tidak pernah dibaca, tidak
pernah diambil hukumnya, tidak pernah
diamalkan karena tidak ditanamkan dalam
hati. Yang penting itu diukir dalam
hati, saudaraku seiman. Dan itu luar
biasa. Nabi sallallahu alaihi wasallam
mencetak para sahabat seperti itu.
Al-Qur'an tertanam dalam hati mereka.
Kata penulis, "Itulah iman." Kalau
Al-Qur'an sudah masuk dalam hati
seseorang, maka itu dinamakan iman. Jika
akarnya tertanam dengan kokoh dan
pengaruhnya terhadap jiwa akan menjadi
sangat kuat, ia memberikan kepada
pemiliknya keyakinan yang tidak
tergoyahkan.
Kalau antum sudah ambil Al-Qur'an mulai
ditanamkan di dalam hati bahwasanya ini
adalah kitabullah, membacanya adalah
ibadah, menghafalnya adalah ibadah,
kemudian resapi dalam hati dan diamalkan
itu lebih penting daripada kertas. Itu
akan memunculkan bagi pemiliknya
keyakinan yang tidak tergoyahkan,
harapan yang tidak pernah padam, selalu
motivasinya adalah optimis dan bukan
pesimis. motivasi yang tidak akan pernah
berhenti dan tekad kuat yang tidak akan
pernah mengendor. Ia menguasai dunia
bagi orang yang hatinya sudah ada Quran
dia ia menguasai dunia tapi dunia tidak
akan mampu menguasainya. Mengumpulkan
harta tapi harta itu tidak
memperhambakannya. Segala kenikmatan
meliputinya tapi kenikmatan itu tidak
menjadikannya sombong. Ujian menerpahnya
tapi ujian itu tidak mengalahkannya.
Tekanan-tekanan kehidupan hanya menambah
tekad di atas tekadnya dan kekuatan di
atas kekuatannya. Layaknya emas murni di
mana panasnya api semakin menambah
kejernian dan
kemurniannya. Lalu beliau mengatakan,
"Aku bertanya pada kalian semua pembaca
dengan nama Allah. Siapa yang percaya
bahwa sekelompok orang yang berjumlah
sedikit memakai perlengkapan minim dari
Jazirah Arab? Bajunya
sederhana, alas kakinya sederhana, Perse
dan Romawi sangat berkembang pesat pada
saat itu. Mereka tidak mengenal filsafat
Yunani, tidak pula modernitas Romawi.
tidak mempunyai hikmah India, tidak
memiliki keahlian Cina, bisa menguasai
kendali dunia, mengambil alih kekuasaan
kaisar dan meruntuhkan kekuatan Kisra,
menebarkan agama baru dan peradaban baru
di alam semesta hanya dalam kurang dari
1/4at abad.
Kata beliau, jadi kesimpulan disampaikan
adalah sahabat-sahabat yang kita bahas
termasuk Abdullah bin Mas'ud nanti ini
orang yang ciri khasnya teman-teman
sekalian disebutkan cirinya di sini ada
di halaman 177. Dia berbadan kurus,
orangnya pendek, kulitnya coklat gelap,
wajahnya sangat
sederhana. Tapi di sisi lain dia
menjalankan sunah dengan berpakaian
bagus dan berbau wangi. Dia menjadi
hakim di Kufa dan baitul Mal pada masa
Umar bin Khattab dan juga awal
pemerintahan Utsman bin Affan. kecil
fisiknya tidak berpengaruh masalah itu.
Dan semua itu terjadi karena memang
Al-Qur'an telah tertanam dalam hati dan
terukir dalam hatinya bukan hanya
sekedar lembaran kertas dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam tanamkan
masalah itu. Nanti akan kita sebutkan,
Teman-teman sekalian, bagaimana sih
Abdullah bin Mas'ud sampai bisa
menguasai Al-Qur'an. Ya, dan luar biasa
menjadi tokoh Al-Qur'annya sahabat Nabi
sallallahu alaihi wasallam suruh semua
sahabat yang hidup pada masa itu ambil
Al-Qur'an dari Abdullah bin Mas'ud.
Karena orangnya sangat luar biasa.
Bagaimana dia bisa menanamkan dalam
hatinya Al-Qur'an itu sendiri? Abdullah
bin Mas'ud terkenal sebagai seorang imam
ulama, imam ulama,
sahabat, fakih, dan juga ahli fikih. Dia
sendiri fakih. Maaf, dia dia ahli fikih
atau fqih ya. Dia menguasai hukum-hukum
dan juga zuhudnya umat ini. Dia memiliki
banyak sekali manaqib,
kelebihan-kelebihan. Namun sebelum
menyebutkan manaqibnya, teman-teman
sekalian, kita akan masuk tentang kisah
masuk Islamnya dulu.
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu
pernah menjadi penggembala
kambing oleh salah satu tokoh Makkah
bernama Uqbah bin Abi Muaid dan Ibnu
Mas'ud orang yang sangat tulus bekerja
penggembala
kambing. Lalu kemudian dia menceritakan
suatu hari sebab masuk
Islamnya aku pernah menggembalakan
dombanya Ibnu Muaid atau tadi dikatakan
Uqba bin Abi Muaid.
Kemudian lewatlah dari di gembalaan kami
itu atau di gembalaanku itu Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersama Abu
Bakar sebelum masuk Islam. Lalu kemudian
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Hai anak muda, apakah
engkau memiliki susu?" Maka dia
mengatakan, "Aku tidak memiliki domba
yang bisa mengeluarkan
susu." Jadi ada sebenarnya kambing, tapi
tidak ada susunya. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Tunjukkan kepadaku
kambing betina yang belum pernah
melahirkan." Justru di sini adalah
mukjizat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka Abdullah bin Mas'ud
mengatakan, "Saya pun mendekatkan seekor
domba betina yang belum digauli oleh
pejantannya, belum pernah hamil."
Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam
pun
memegang bagian putingnya tiba-tiba
mengembang kemudian diisi dengan susu
yang banyak. Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersama dengan Abu Bakar dan
aku pun ikut meminumnya. Setelah
selesai, Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan kepada puting kambing itu,
"Mengempislah." Maka tiba-tiba saja
mengempis dan seakan-akan belum pernah
mengeluarkan susu
sebelumnya. Melihat kejadian tersebut,
Abdullah bin Mas'ud tertarik dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam lalu
bertanya, "Siapa Anda ini ya? Siapa yang
bersama dengan Anda Abu Bakar?" Lalu
Nabi sallallahu alaihi wasallam
perkenalkan diri. Lalu Abdul Mas'ud pun
tercengang mendengarkan kalau ini adalah
seorang nabi. Lalu tanpa menunggu dia
pun langsung mencari tempat Nabi
sallallahu alaihi wasallam menanyakan
alamat lalu datang kemudian mengatakan,
"Ya Rasulullah ajarkanlah kepadaku
tentang perkataan yang Anda sedang
bawa." Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam pun mengajarkan sambil berkata,
"Engkau adalah anak yang terpelajar."
Atau makna lainnya, "Kamu orang cerdas,
kamu bisa belajar. silakan belajar Islam
itu. Lalu Abdullah bin Mas'ud pun
syahadat dan beliau mengatakan, "Aku
telah mengambil 70 surah langsung dari
mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam
dan tidak ada seorang pun yang
menyaingiku." Ini kalau Nabi kisah masuk
Islamnya radhiallahu anhu. Dan kita akan
masuk teman-teman ke manaqib dan banyak
sekali manaqibnya nih. Saya waktu tulis
seperti sudah habis sebenarnya tinta
pulpen untuk menulis manaqibnya atau
kelebihan orang ini luar biasa.
radhiallahu anhu. Sahabat Nabi yang
mulia secara fisik ya bisa dikatakan
sedang atau bahkan kurang. Tetapi beliau
menjadi ulamanya sahabat. Yang pertama
teman-teman dia adalah orang yang keenam
masuk Islam. Dan ini sebuah fadilah
orang yang keenam masuk Islam. Kemudian
yang kedua, dia telah menghadiri semua
peperangan baginda Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan sudah cukup saja
kalau dia sempat menghadiri Badr tahun 2
Hijriah. Dan kita sudah tahu semua yang
hadir di Badr ya dijamin surga dan
diampuni segala kesalahannya kalaupun
mereka melakukan setelah selesai
Badr. Kemudian juga dia menghadiri
perang Yarmuk sampai di zaman Umar bin
Khattab. Dan pada saat itu dia menjadi
penanggung jawab terhadap pembagian
gimah.
Dan ini juga kedudukan yang sangat
tinggi karena ini harus membutuhkan
amanah. Dan perang Yarmuk kita sudah
tahu terjadi di tahun 15 Hijriah pada
saat ekspansi Islam ke negeri Syam. Dan
ini sudah saya jelaskan di kisah Umar
radhiallahu anhu ajmain. Kemudian yang
ketiga, beliau juga bertugas secara
khusus dan ini sebuah pelajaran juga
teman-teman sekalian kalau Nabi
sallallahu alaihi wasallam itu memiliki
pelayan-pelayan dan tidak salah kalau
seorang muslim memiliki banyak orang
yang melayaninya. Nabi sallallahu alaihi
wasallam itu punya pelayan khusus yang
menyiapkan sendalnya pada saat beliau
mau keluar sallallahu alaihi wasallam.
Dan ini bukan istrinya, dari para
sahabat. Ada yang menyiapkan siwaknya,
ada yang menyiapkan pelana kuda dan
untanya, ada yang menyiapkan ee tempat
duduknya sallallahu alaihi wasallam, ada
yang menyiapkan
pakaiannya. Jadi, Nabi sallallahu alaihi
wasallam memiliki banyak pelayan. Salah
satu pelayan Nabi sallallahu alaihi
wasallam yang selalu siap untuk mengurus
siwak, sendal dan juga air wudunya Nabi
sallallahu alaihi wasallam adalah
Abdullah bin Mas'ud. Dan ini disebutkan
di buku kita di halaman 176
riwayatnya. Tentu teman-teman sekalian
mungkin antum mengatakan siwak sendal
apa kelebihannya? Ini bukan siwak
sendalnya seseorang di antara kita ya,
tapi siwak dan sendal Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ini berarti kemuliaan
bisa melayani manusia terbaik, umat
manusia. Umat manusia ini semuanya. Dan
Nabi.
Bahkan Ias almuzani radhiallahu anhu
rahimahullah. Seorang ulama tabiin
pernah
diberikan apel dari tangannya Anas ibn
Malik radhiallahu anhu. Sahabat Nabi.
Anas ibn Malik pembantunya Nabi. Ya, ini
sudah pernah kita jelaskan biografinya
dulu sudah lewat tentunya. Anas bin
Malik membantu Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan beliau pernah memberikan
hadiah di akhir hidupnya gitu kan
sebelum meninggal dunia karena umurnya
sampai 100 tahunan dipanjangkan umurnya
oleh Allah subhanahu wa taala sesuai
dengan doa Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Lalu salah satu yang bertemu
dengannya muridnya namanya Iyas
Almuzani. Tabiin yang masyhur dengan
ilmunya dan kecerdasannya. Pernah
dikasih apel oleh Anas ibn Malik. Lalu
Ias Almuzani seorang ulama e tabiin.
Orang-orang tahu dia siapa? Seorang
alim. Lalu dia mengambil apel tersebut
dan mencium apel itu. Lalu kemudian
murid-muridnya bertanya, "Kenapa Anda
mencium apel itu?" Dia bilang,
"Bagaimana saya tidak menciumnya? Saya
mendapatkan apel dari tangan yang pernah
bersentuhan dengan tangannya Rasulullah
sallallahu alaihi
wasallam." Begitu luar biasanya mereka
memuliakan Nabi sallallahu alaihi
wasallam, gitu kan. Artinya memang ini
luar biasa ni karunia luar biasa. Nah,
apalagi ini Abdullah bin Mas'ud punya
tugas. Setiap mau wudu, setiap mau pakai
sendal, setiap mau bersiwak dia yang
bertugas. Nabi gak kasih yang lainnya,
khusus dia saja yang urus itu. Maka
siwak Nabi sallallahu alaihi wasallam
dia yang potongin, dia yang bersihin,
diambilkan siwak baru, sendalnya selalu
dia yang bersihin, dia yang tata. Setiap
kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau
keluar, maka itu sebuah karunia. Berarti
di mana pun Nabi sallallahu alaihi
wasallam melangkah, dia dapat pahalanya.
Karena dia yang siapin sendalnya. Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersiwak
dengan menggunakan itu ada pahalanya.
Abdullah Masud juga panen wudu. Setiap
kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau
salat maka dia yang siapkan air wudunya.
Dia panen salat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam adalah nabi serta imam kaum
muslimin pada saat itu. Jadi ini fadilah
memang bukan hanya sekedar masalah
siapain sandal atau tempat wudu, tapi
semua ada
fadilahnya. Kemudian yang keempat
teman-teman sekalian, dia dan Hudzaifah
ibn Yaman. Banyak di antara kita hanya
mengenal Hudzaifah saja yang sebagai
shahibus sir Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dia pemilik ee rahasianya Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Padahal
sebenarnya kalau dalam riwayat-riwayat
yang masyhur, dua orang yang menjadi
pemegang rahasia Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan ini juga pelajaran,
Teman-teman, kalau kita bisa mencari
orang yang terpercaya untuk kita
sampaikan masalah-masalah kita dan dia
mengetahuinya. Siapa tahu satu waktu
meninggal dunia, maka dia bisa
menyampaikan kepada orang-orang lain
yang memang perlu mengetahui berita itu
seperti masalah hutang dan seterusnya.
Dikatakan ada riwayat yang menjelaskan
bahwasanya dia Abdullah bin Mas'ud dan
Hudzaifah bin Yaman adalah dua orang
yang terkenal
sebagai pemilik rahasia Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Di antaranya hadis yang masyhur yang
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
kepada beliau
Masud
hijab. Kamu selalu dapat izin dari aku
hai Abdullah bin Masud untuk masuk ke
rumahku. Pokoknya selama hijab diangkat,
pintu dibuka, kamu bisa masuk. Tidak
ketuk pun silakan masuk. Dipercaya oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Silakan. Begitu hijab saya angkat, rumah
saya buka, kamu orang boleh masuk gak?
Musa izin gak seperti yang lainnya. Dan
engkau boleh mendengarkan semua yang
berhubungan dengan rahasiaku sampai aku
melarangmu. Kata Abu Musa al-Asyir
radhiallahu anhu, "Aku dan adikku atau
kakakku pernah masuk dari Yaman menuju
ke Madinah dan kami tinggal di Madinah.
Maka kami selalu melihat Abdullah bin
Mas'ud bolak-balik masuk ke rumah Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersama
ibunya sampai kami mengira Abdullah bin
Masud adalah salah satu keluarga Nabi
sallallahu alaihi wasallam. saking
dipercayai oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam, tentu tidak mungkin orang
sembarangan masukkan orang di rumahnya
apalagi rumah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Allah menurunkan dalam
Al-Qur'an harus minta izin dulu baru
boleh masuk ke rumah orang. Tapi Nabi
sallallahu alaihi wasallam memberikan
kepada Abdul Mas'ud kelebihan
itu. Yang kelima, Teman-teman sekalian,
kelebihan dia adalah dia orang yang
sangat mirip dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam dalam segala seluk-beluk
perilakunya dan ibadahnya.
Sebagaimana Hudzaifah bin Yaman
radhiallahu anhu mengatakan, "Inna
asbahanasian
fan." Sesungguhnya orang yang paling
mirip baik itu perilaku ataupun keadaan
wasamtan atau khusyuk dan kekhusyukan
dalam ibadah wa hadan dan
petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Labnu
ummi abdin hatta yakhruja. Hatta yakruj
ya eh hatta yakruja
baiti orang yang paling mirip dengan
Nabi sallallahu alaihi wasallam baik
perilaku dan keadaan serta kekhusyukan
dalam ibadah dan segala macam
petunjuk-petunjuk yang kami ketahui dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah
Ibnu Ummi Abd. Ummi Abd nama ibunya.
Dinisbatkan Ibnu Mas'ud ke situ karena
memang ayahnya meninggal dalam masa
jahiliah. Dan setelah itu dikembalikan
ke Abdullah bin Mas'ud. Contentnya
sebagaimana saya bilang tadi kami
mengetahui dia orang yang paling mirip
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dari pertama dia keluar rumahnya sampai
dia kembali lagi ke rumahnya. La nadri
ma yasna fi ahlihi idza khala. Yang kami
tidak tahu dari Abdullah bin Mas'ud
hanya kalau dia pulang ke rumahnya apa
yang dia lakukan. Tapi kalau di luar
jalannya, pakaiannya, cara berbicaranya,
ibadahnya semuanya mirip Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan tidak ada yang
menyerupai dia. Riwayat ini riwayat
sahih riwayatkan Imam Bukhari.
Kemudian juga dikatakan dalam riwayat
yang
lain, alim sahabah an ibnu masudin
akrabunasu wasilatan linabi sallallahu
alaihi wasallam. Hadis sahih riwayat
Imam Ahmad. Semua sahabat sepakat
bahwasanya Abdullah bin Mas'ud adalah
orang yang paling
dekat secara contoh perilaku ibadah
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Sehingga para sahabat berlumba-lumba
untuk mencontohi perilakunya.
Padahal belum waktu itu masih muda ya,
masih banyak sahabat yang lebih
tua. Yang keenam, dia adalah salah satu
dari enam orang yang telah turun firman
Allah
kepadanya yang bunyinya azubillahim
minasyaitanirrajim. Ayat ini tentunya
turun ee apa? Surah Al-An'am, surah
nomor 6 ayat 52 turun pada saat Nabi
sallallahu alaihi wasallam sedang duduk
bersama enam orang sahabat ini. Salah
satunya adalah Abdullah bin Mas'ud.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
yaduna bilqati waliduna wajha maika min
hisabihim minai w min hisabika alaihim
minairum fatakuna
minalimin. Waktu Nabi sallallahu alaihi
wasallam lagi duduk dengan enam orang
ini, datang beberapa tokoh-tokoh Quraisy
yang kaya-kaya. Abu Jahal, Abu Lahab
datang semuanya dan mereka berkata, "Hai
Muhammad, maukah apakah kamu mau kami
dengar apa yang kamu sampaikan? Kami
jadi pengikutmu." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Tentu saja." Kata
mereka, "Apa?" Keluarkan orang-orang
ini, ini orang-orang semua budak-budak,
orang miskin, keluarkan dari depanmu.
Maka kami akan duduk
mendengarkan. Waktu itu sempat Nabi
sallallahu alaihi wasallam berpikir
untuk membdirikan enam orang ini, gitu
kan. Kemudian diganti oleh tokoh-tokoh
Quraisy. Namun Nabi sallallahu alaihi
wasallam batalkan karena turun firman
Allah ini dalam surah Al-An'am, surah
nomor 6 ayat 52. Dan janganlah engkau
hai Muhammad
memberdir orang-orang yang selalu
menyebut-nyebut nama Tuhan mereka
berzikir di pagi dan sore hari hanya
untuk mengejar rida dan wajahnya Allah.
Artinya ikhlas karena Allah. Tidak perlu
kamu pikir tentang masalah hisab mereka
dan kamu tidak bertanggung jawab dengan
itu dan juga hisabmu terhadap mereka.
Kamu tidak perlu menyalahkan mereka,
tidak perlu juga mereka kamu usir atau
kamu pindahkan.
Maka akhirnya gara-gara kamu
mempertimbangkan ada tokoh-tokoh Quraisy
yang mau datang, kamu akan
memberhentikan atau mendirikan mereka,
maka kau termasuk orang-orang yang
zalim. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam pada saat itu, "Duduklah." Dan
akhirnya ditolak tokoh-tokoh Quraisy
untuk duduk. Kecuali kalau mereka mau
bergabung, silakan. Karena mereka tidak
mau bergabung sama orang-orang yang
dianggap budak pada saat itu atau
pelayan-pelayan.
Begitu juga teman-teman sekalian yang
ketujuh adalah beliau salah satu salah
satu-satunya sahabat, maaf satu-satunya
sahabat yang telah mengambil 70 surah
Al-Qur'an. Kita tahu ada 114 surah, 70
surah dan jumlahnya sangat banyak ini.
Yang langsung diambil dari lisan baginda
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Langsung diambil dari lisan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan ini
sebuah karunia. Makanya beliau berkata,
"Aitun Nabi sallallahu alaihi wasallam
faqulu." Aku pernah mendatangi satu hari
Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah
masuk Islam maka aku mengatakanimni
minal a al Islam. Ajarkan kepadaku
tentang agama yang Anda bawa atau agama
Islam. Qa sallallahu alaihi wasallam,
"Innaka gulamun muam." Sesungguhnya kau
anak muda yang cerdas dan mau belajar. Q
faak fi suratan launz fiha ahad. Maka
aku mengambil dari mulut Nabi sallallahu
alaihi wasallam 70 surah secara langsung
yang tidak ada seorang pun bisa
mengalahkanku di 70 surah
itu atau menyaingiku.
Tentunya juga teman-teman
sekalian beliau punya
kelebihan yang kedelapan adalah orang
yang pertama membaca Al-Qur'an di
hadapan Quraisy secara terang-terangan
walaupun beliau sempat dipukulin sampai
berdarah-darah. Dan itu disebutkan
kisahnya di halaman 180 sampai
181 di mana Abdullah bin Mas'ud pernah
melihat orang-orang Quraisy ya pada saat
melihat kaum muslimin selalu memukulnya.
Lalu beberapa sahabat berkata satu sama
yang lain, "Siapa kira-kira yang berani
membaca Al-Qur'an di hadapan mereka?
Siapa tahu mereka akhirnya bisa
tersentuh." Maka Abdullah bin Mas'ud
mengatakan, "Aku."
Para sahabat bilang, "Hai Abdullah bin
Mas'ud, ada orang-orang yang lebih besar
badannya saja tidak berani. Bagaimana
kamu berani?" Kata Abdullah bin Masud,
"Saya akan melakukannya." Maka dia pun
pergi ke belakang makam Ibrahim. Lalu
dia membaca di waktu duha surah
Ar-Rahman yang memang sudah turun di
Makkah pada saat itu. Mulai dia membaca
Ar-Rahman alamal Quran, khalaqal insan,
terus dibaca ayat tersebut dengan suara
keras. Orang-orang Makkah melihat ini
bukan tokoh Quraisy. Ini seorang pegawai
ya dianggap itu orang miskin, susah ya.
Bahkan sebagian ee ada arar yang
menyebutkan dia dulunya mantan budaknya
Uqbah bin Abi Muaid. Itu ada yang
mengatakan dia penggembala kambingnya.
Maka Abdullah bin Mas'ud pun dikerumuni
oleh orang-orang Quraisy. Lalu mereka
berkata, "Apa yang kamu baca hai Ibnu
Ummu Abd?" Maka dia mengatakan,
"Al-Qur'an." Lalu orang-orang Quraisy
pun menyerang menyerangnya sampai ya
membuat kulitnya terkelupas. Dan Ibnu
Mas'ud pun terus membaca tanpa
mempedulikan walaupun wajahnya sudah
dipenuhi dengan darah sampai dia
menyelesaikan akhir surah yang turun
dari Ar-Rahman. Kemudian dia kembali ke
Darul Arqam dan ternyata para sahabat
merasa kasihan melihatnya karena
wajahnya penuh dengan darah tadi. Lalu
mereka berkata, "Hai Ibnu Mas'ud,
cukuplah. Jangan engkau ulangi lagi.
Kata Ibnu Mas'ud waktu itu menghadap
wajahnya ke arah Nabi sallallahu alaihi
wasallam lalu mengatakan, "Ya
Rasulullah, kalau seandainya Anda mau
besok aku akan
mengulanginya." Jadi, ini menandakan
sebuah fadilah yang luar biasa.
Bagaimana pada saat itu masih banyak
orang yang takut memperdengarkan
Al-Qur'an, tapi dia datang dengan poster
tubuh yang kecil tapi keimanan yang
kuat. Dia membaca Al-Qur'an di depan
mereka.
Kemudian teman-teman sekalian, salah
satu kisah yang unik adalah bagaimana ee
fadilah atau manaqib yang kesembil. Dia
adalah salah satu yang membunuh Abu
Jahal. Abu Jahal tentu ini disebutkan di
halaman 184 kalau yang pegang
bukunya. Saya pernah sebutkan
teman-teman sekalian tentang kematian
Abu Jahal di perang Badr. Abu Jahal
adalah seorang raja Makkah kalau kita
bisa bahasakan waktu itu ya. Walaupun
memang di Makkah banyak kepala-kepala
suka yang memimpin dan dia punya julukan
di Makkah Abu Hakam, dia sempat hadir di
perang
Badr memang terbunuh di situ. Ada
riwayat yang menjelaskan dia mati karena
tebas pedangnya anak, adik kakak Muadz
Muawid. Dua orang anak muda Ansar kalau
masih ingat ceritanya. Yang mendatangi
Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhum
ajmain. Lalu adiknya berkat, kakaknya
berkata, "Hai paman, mana Abu Jahal?"
Kata Abdurrahman, "Nanti kalau saya
lihat, kenapa kau cari dia?" Kata
Muawid, e, kata Muad, "Si kakak, saya
ingin membunuhnya. Saya mengetahui kalau
dia orang yang paling suka menyakiti
Nabi sallallahu alaihi wasallam di
Mekah." Kata Abdurrahman nanti kalau
saya lihat saya akan tunjukkan. Kemudian
datang Muawwid, si adiknya di sebelah
kirinya Abdurrahman dan berkata, "Hai
paman, dia tidak dengar kakaknya tadi
ngomong apa tanpa disengaja nih." Dia
mengatakan, "Hai paman, mana Abu Jahal?"
Kata Abdurrahman, "Kenapa kau tanya?"
"Ini perang lagi berkecamuk ya?"
Lalu kata kata anak Muawid ini si adik
dan ini pada saat itu Muad berumur 16,
si Muawid umur 15. Lalu kata Muawid,
"Saya tahu dia dengar, saya dengar dia
paling banyak menyiksa Nabi sallallahu
alaihi wasallam di Makkah. Saya ingin
membunuhnya." Kata Abdurrahman, "Baiklah
saya akan tunjukkan kalau sudah
terlihat." Kata Abdurrahman, "Begitu
saya lihat Abu Jahal dari jauh semuanya
besi dari kepalanya sampai kaki kudanya.
Bukan kaki dia saja, semua kudanya pun
dilapisi dengan besi dan terlihat cuma
matanya. Saya mengatakan itulah Abu
Jahal. Kata Abdurrahman, "Demi Allah,
belum selesai kalimat saya mengatakan
jahal, maka keduanya melecit seperti
anak panah yang lepas dari busurnya.
Kemudian menembus barisan pasukan yang
membela Abu Jahal sampai keduanya
menebaskan pedangnya. Dan akhirnya
Muawiz mati terbunuh." Si adik mati
syahid di situ. Dan Muad sempat
melarikan diri tapi setelah menebaskan
pedangnya di paha Abu Jahal dan
berdarah. Dan Abu Jahal pun jatuh. Ada
riwayat yang menjelaskan Abu Jahal mati
karena ini. Abu Jahal mati karena
tebasan ini dan perang Badr dimenangkan
karena Abu Jahal jatuh. Dan Muad
akhirnya keluar dari medan perang karena
dia rasa tangannya sempat kena tebas dan
dia sempat ikat dengan imamahnya tangan
kanannya tapi ee dia merasa mengganggu.
Dicabutlah imamah itu. Kemudian
tangannya diinjak dengan kakinya dicabut
telapak tangannya atau lengan lengannya
sebelah kanan. Lalu dia masuk medan
perang dengan tangan kiri sampai dia
terbunuh mati syahid. Dan waktu itu
umurnya 15 dan 16 tahun. Ini luar biasa
iman mereka. Riwayat ini ada ada riwayat
lain, Teman-teman, yang menceritakan
tentang tokoh kita Abdullah bin Mas'ud
radhiallahu anhu. Abdullah bin Mas'ud
ini dulu dikenal sekali sebagai
penggembala kambing dan memang
penggembala kambing dianggap remeh
sekali oleh orang-orang Quraisy. Ini
dianggap seorang pegawai yang tidak
perlu dihormati gitu kan. Nah, Abdullah
Masud terkenal. Uqbah bin Abi Muaid
masih kelasnya di Quraisy di bawahnya
Abu Jahal gitu kan. Abu Jahal waktu
jatuh penuh dengan darah gitu kan karena
dia debu ma penuh dengan debu dan
kakinya berdarah. Abdullah bin Mas'ud
mendengar Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan siapa yang bisa
membunuh Abu
Jahal maka Abdullah bin Mas'ud maka dia
akan dapat begini dan begitu. Abdullah
bin Mas'ud lalu tidak banyak bicara
pergi masuk ke medan perang mencari mana
Abu Jahal nih. Dia tahu Abu Jahal
ternyata karena dia sudah jatuh berdarah
dan pasukannya banyak melarikan diri,
Abu Jahal tinggal sendiri. Abdullah bin
Mas'ud badannya kecil. Abu Jahal besar
sekali. Abu Jahal itu terkenal postur
tubuhnya sangat besar. Dia dengan
beberapa tokoh-tokoh Quraisy termasuk
Umayyah bin Khalaf. Orang yang sangat
besar. Sampai-sampai waktu dia jatuh
dari kudanya dia enggak bisa berdiri
lagi karena besarnya gemuknya badannya.
Maka Abdullah bin Mas'ud naik di atas
dadanya karena kecilnya lalu berkata,
"Hai musuh Allah, saatnya kau mati." Abu
Jahal karena sombongnya dia lihat, dia
bilang, "Bukankah kau si pengegembala
kambing?" Itu kata Abdullah bin Mas'ud,
"Iya, saya penggembala kambing. Hai
musuh Allah, gitu yang akan memenggal
lehermu." Sempat Abu Jahal ini saking
sombongnya dan meninggal dalam keadaan
kufur. W naudubillah. Dia mengatakan,
"Sungguh kau sudah menduduki sebuah
gunung yang besar." Artinya, salah duduk
kamu. Ini bukan di sini tempatnya.
Bukan. Bukan kau yang bunuh saya. Gitu
kan. Maka Abdullah bin Mas'ud pun
mengambil pedangnya lalu mengiris
memotong leher Abu Jahal dan membawanya
ke hadapan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Baik teman-teman, muncul
pertanyaan kecil. Kenapa kok membunuh
Abu Jahal sebuah nilai istimewa?
Musuhnya Allah. Satu-satunya orang kafir
di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam
yang diberikan julukan Firaunnya umat
ini Abu Jahal gitu kan.
Dan makin jahat orang-orang kafir itu
maka makin besar pahala kalau
membunuhnya gitu. Ini kita bicara di
kanca peperangan gitu kan. Maka punya
fadilah tersendiri. Misal ada seorang
pesatriah dia ahli pedang, dia ahli
perang segala macam. Maka ada muslim
yang membunuhnya. Ini beda dengan
membunuh prajurit biasa. Kedudukannya
berbeda, pahalanya pun berbeda. Apalagi
ini Abu Jahal dan setelah dia meninggal
betul-betul memang pasukan Quraisy
terkalahkan. Maka fadilah membunuh Abu
Jahal ada. Dan itu yang disebutkan
Abdullah bin Mas'ud melakukan itu kepada
Abu
Jahal. Tentu di sini disebutkan oleh
Alhafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari
dalam Sahih Bukhari menjelaskan tentang
masalah kejadian ini. Mengatakan semua
dari kalangan kesimpulannya ya semua di
kalangan sahabat yang terlibat ini Muad,
Muawid dan Abdullah bin Mas'ud semuanya
ini terlibat dalam pembunuhan Abu Jahal.
Kalau kita
gabungkan kedua sahabat tadi yang masih
muda memang sempat melukai Abu Jahal dan
mereka pasti akan mendapatkan pahala itu
dan Abdullah bin Mas'ud yang
mengeksekusi
terakhir yang ke-10 teman-teman sekalian
dia adalah salah satu dari empat orang
yang diperintahkan oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam untuk mengambil
Al-Qur'an darinya. Dan ini kalau yang
pegang bukunya ada di halaman 185 tapi
saya bacakan hadisnya. Kata baginda Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Istaqriul
qurana min arbaah." Istaqraul qurana min
arbaah. Kalian harus belajar baca stor
bacaan, stor hafalan Al-Qur'an dari
empat orang. Disebutkan yang pertama min
Abdillah bin Mas'ud. Dari Abdullah bin
Mas'ud. Maka dimulai dari dia. Kemudian
Salim, Maula Abi Hudzaifah. Sudah kita
pernah sebut biografinya orang ini.
Kemudian datang yang ketiga, Ubay bin
Ka'ab. Dan yang keempat, Muad bin Jabal.
Hadis Bukhari, hadis Muslim, dan juga
hadis riwayat Tirmidzi. Dan ini sebuah
fadilah. Berarti memang semua sahabat
waktu itu harusnya mengambil Al-Qur'an
yang paling pertama dari Abdullah bin
Mas'ud. Bahkan ada riwayat yang
menjelaskan ketiga sahabat yang lain pun
ini seperti Muad bin Jabal, Salim Mul
Abi Hudzaifah dan Ubay bin Ka'ab juga
seringki mengambil bacaan dari Abdullah
bin Mas'ud. Artinya semua Al-Qur'an
sekarang yang menyebar di kita itu
dipanen pahalanya Abdullah bin Mas'ud
karena dia duduk bersama Nabi sallallahu
alaihi wasallam dia fokus mempelajarinya
dan ini tadi saya janjikan teman-teman
bagaimana dia bisa ya tertanam Al-Qur'an
dalam dirinya karena dia datang kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam secara
langsung dia paksakan waktunya ya ee dan
dia kerahkan energinya lalu belajar
Al-Qur'an lalu dia hafal sehingga dia
menjadi pioner di situ. Dan ini sebuah
poin yang banyak diluputkan oleh orang
kita. Kalau menjadi pionir, kita lakukan
satu perbuatan baik sama orang lain
sama-sama dapat pahala sama-sama. Tapi
kalau kita pionirnya menjadi contohnya,
suri tauladannya, maka kita bisa panen
pahala orang lain. Dan ini berarti,
Teman-teman, sebuah fadilah. Karena
semua sahabat belajar Al-Qur'an dari
Abdullah bin Mas'ud mengambil langsung
dari beliau dan beliau mengambil 70
surah tidak terkecuali semuanya langsung
dari mulut Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan diajarkan kepada para
sahabat. Artinya masih tersisa kurang
lebih beberapa surah saja yang memang
masih bergabung di antara sahabat dalam
masalah mengambil dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian Abdullah bin
Mas'ud juga berkata, "Wallahilladzi la
ilaha ghairuh." Demi Allah yang tidak
ada Tuhan yang berhak disembah kecuali
dia. Ma unzilat suratun min kitabillah.
Tidak pernah turun satu surah dari
kitabnya Allah Al-Qur'an. Illa anaamu
aina unzilat. kecuali sayalah orang yang
paling tahu di mana
diturunkan. Wa walima eh walima unzilat.
Dan kenapa
diturunkan? Wala unzilat ayat min
kitabillah illa ana aamu mimman unzilat.
Dan tidak pernah ada ayat Al-Qur'an
turun kecuali saya tahu. Saya paling
tahu ke siapa turunnya ayat itu. Siapa
yang dimaksud? Walauamu
ahadanam minni bitabillah. Kalau
seandainya saya tahu ada orang yang
lebih paham daripada saya berhubungan
dengan Al-Qur'an tabluhul ibil yang bisa
dijangkau dengan perjalanan unta lqibtu
ilai maka pasti saya akan datang
mendatanginya. Dan ini juga sebuah hal,
Teman-teman sekalian, bukan bukan
kesombongan kalau misal memang kita
menguasai sebuah bidang. Misal kita
menguasai sekali bidang IT atau ilmu
tertentu misalnya, memang kita ahlinya
tahu, di situ kita kuasai dan kita
ikhlas karena Allah belajar. Tidak ada
salahnya kita mengatakan saya menguasai
bidang ini. Itu bukan ria, bukan aib,
dan bukan asal tidak diikuti dengan
sifat sombong. Karena pernyataan ini
bisa saja membuat orang lain jadi paham.
Dia harus ambil dari kita. diambil dari
perkataan Ibnu Mas'ud yang mengatakan,
"Demi Allah, saya orang yang paling tahu
ayat Al tidak ada surah turun dalam
Al-Qur'an kecuali saya yang paling tahu
di mana turun, turunnya kenapa dan untuk
siapa, gitu kan. Dan kalau saya tahu ada
orang lebih tahu dari saya, maka saya
pasti akan
mendatanginya." Juga beliau berkata,
"Wallahi laqad aktu min fi rasulillahi
sallallahu alaihi wasallam bidan was
surah." Demi, demi Allah, aku
benar-benar telah mengambil langsung
dari mulut baginda Nabi sallallahu
alaihi wasallam 70 sekian surah. Wallahi
laqad alima ashabu rasulillahi
sallallahu alaihi wasallam. Dan demi
Allah seluruh sahabat-sahabat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam mengetahui
anni min alamihim bikitabillah. Saya
orang yang paling paham dari e di antara
mereka dari kitabnya Allah. Wama ana
bikhairihim. Walaupun saya bukan orang
terbaik mereka.
Jadi ini sebuah fadilah dan ini tidak
ada sahabat yang memungkirinya.
Bagaimana dia mengakui dia orang yang
paling paham kitabullah untuk
mempromosikan diri supaya bisa
orang-orang datang belajar. Apalagi Nabi
sallallahu alaihi wasallam memang
menyuruh mengambil Al-Qur'an dari
dia. Beliau juga mengatakan atau maaf
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Man ahab yaqra al quran gadan
gadan kama unzila falyaqra qiraatu ummu
abdi." Ummu ummi abd. Nabi sallallahu
alaihi wasallam pernah lewat waktu
Abdullah ibn Mas'ud lagi salat. Rupanya
bacaannya terdengar sedikit keluar
bacaan Qurannya dan dia membaca dengan
tartil. Pelan-pelan dibaca.
Alif lam mim
berhenti. Pelan-pelan. Waktu itu dia
baca surah Annisa. Saya kasih contoh aja
tadi. Maka waktu itu Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda waktu lagi
lewat Abdullah Masud lagi salat. Cuma
didengar oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kata beliau, "Siapa yang ingin
mengambil Al-Qur'an ya seperti murni
turun, seperti saya dengar dari Jibril,
begitu pas bacaannya, suaranya, maka dia
mengambil seperti bacaannya Ibnu Mas'ud
atau Ibnu Ummi
Abd juga. Nabi sallallahu alaihi
wasallam, teman-teman pernah menangis
mendengarkan bacaan Abdullah bin Mas'ud
Al-Qur'an karena indahnya suaranya,
karena tartil dalam membaca Al-Qur'an.
Dan ini semua fadilah. Tidak boleh orang
buru-buru dalam membaca
Al-Qur'an. Disebutkan dalam kisah itu
disebutkan kalau teman-teman pegang
bukunya ada di halaman
188 saya akan sebutkan. Abdullah bin
Mas'ud berkata, "Saya pernah mendatangi
Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu
beliau mengatakan, "Iqra alaiyal Quran."
Baca Al-Qur'an untuk saya. Hai Abdullah
bin Mas'ud. Qullu ya Rasulullah aqra
alaika wa alaikal unzil. Apakah ya
Rasulullah saya baca untuk Anda
sementara untuk Anda turun Quran itu
Anda sudah dengar dari Jibril? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, q inni asahi
asma giri. Saya ingin sekali mendengar
dari orang selain saya. Maksudnya dari
manusia. Faq alaihi suratanisa. Maka aku
pun membacakan surah Annisa. Hatta
balagtu sampai saya mencapai firman
Allah. Auzubillahiminasyaitanirjim.
Bagaimana hai Muhammad bila kami
datangkan kau pada hari kiamat untuk
menjadi saksi terhadap umat-umat manusia
dan kami bagaimana kalau kami
mendatangkan kalian hai kaum muslimin
dan kami datangkan juga kau hai Muhammad
menjadi saksi buat umat-umat sebelum
kalian.
biijli. Maka tanpa sengaja Nabi
sallallahu alaihi wasallam menyentuh
kakiku dengan kaki beliau. Faid
aahuan, maka saya melihat kedua mata
Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
keluar mengeluarkan air mata. Dan ini
kata para ulama tidak pernah ada
disebutkan kalau ada sahabat yang
seperti ini yang memang Nabi sallallahu
alaihi wasallam dengarkan ayat lalu
menangis dan ini sebuah fadilah sendiri.
Kemudian yang ke-11 teman-teman, dia
juga mustajab
doa. Orang yang kalau berdoa selalu
diterima oleh Allah Subhanahu wa taala.
Dan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam
memerintahkan agar berpegang pada
wasiatnya Abdullah bin Mas'ud. Apa saja
yang dia sampaikan ambil selalu apa yang
disampaikan ambil hukumnya.
Disebutkan di dalam sebuah
riwayat, Ibnu Mas'ud membaca doa,
"Allahumma inni asaluka imanan la
yartad." Ya Allah, aku memohon keimanan
yang tidak pernah goyah waiman
lafad dan nikmat yang tidak pernah
terputus-putus. Wauraqati nabiika
shallallahu alaihi wasallam fi a jinanil
khuld.
Dan saya selalu bersama dengan nabimu,
menemani nabimu di surga yang tertinggi
dan
kekal. Faqala Nabi sallallahu alaihi
wasallam,
"Udustajabuak." Berdoalah semamu wahai
Ibnu Mas'ud pasti akan diterima darimu.
Berarti ada fadilah di sini dia mustajab
doa karena apa saja yang dia bilang maka
diterima oleh Allah subhanahu wa taala.
Nabi sallallahu alaihi wasallam juga
berkata dalam hadis yang sahih riwayat
Hakim, riwayat Tirmidzi juga
diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
Setelah saya meninggal, ambil
hukum-hukum dari dua orang sahabatku
ini, Abu Bakar dan
Umar. Ammar. Dan juga lengkapkan
petunjuk-petunjuk itu dengan mengikuti
Ammar. Ammar bin Yasir radhiallahu anhu.
Nanti akan ada bahasan sendiri tentang
beliau. Watakuqu biahdi Ibnu Mas'ud. Dan
berpegang teguhlah pada wasiatnya Ibnu
Mas'ud. dari para sahabat untuk terjadi
fitnah, terjadi fitnah yang sangat besar
di zaman Utsman bin Affan dan
seterusnya. Mereka selalu meminta wasiat
dari Abdullah ibn Mas'ud radhiallahu
anhu gitu kan. Bagaimana tentu fitnah
Utsman ee terjadi terbunuhnya itu
sebelum sebelum ee bin Mas'ud sudah
meninggal sebelumnya. Karena ee fitnah
itu terjadi di tahun 36 Hijriah.
Sementara Ibnu Mas'ud meninggal tahun 32
Hijriah. Tapi sahabat pada saat melihat
ada masalah, mereka selalu kembali ke
Ibnu Mas'ud karena tahu ini adalah
pemilik wasiat. Apa saja wasiat itu
gini, Teman-teman. Kalau misalnya kita
butuh sesuatu, nasihat apapun, orang
yang paling layak kita datangi orang
yang paling dewasa. Dan itu diistilahkan
dalam agama dengan orang ahli wasiat,
orang yang suka memberikan nasihat dan
tepat nasihatnya karena kedewasaan dan
pengalamannya. Maka Abdullah bin Mas'ud
dijadikan sebagai hukum syari untuk
mengambil wasiat darinya.
Abdullah bin Mas'ud, Teman-teman
sekalian, terkenal sekali. Poin yang
ke-12 adalah dengan
waraknya. Dan wara ini artinya orang
yang sangat dekat dan menjaga hubungan
indahnya atau baiknya dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan itu ada
disebutkan di halaman 191.
Di
antaranya Masruk rahimahullah, salah
satu tabiin berkata, "Seorang laki-laki
berkata tentang Abdullah ibn Mas'ud,
betapa inginnya aku termasuk ashabul
yamin, golongan kanan, termasuk
orang-orang yang didekatkan kepada
Allah." Maka Abdullah berkata kepadanya,
"Lakin hauna rajulun wadda annahu idza
mata la yubat."
Tapi ketahuilah ada laki-laki di
sebelahmu, maksudnya yang sedang bicara
dia sendiri Abdullah Mas'ud yang ingin
jika dia mati agar tidak dibangkitkan.
Dan ini nama wara namanya. Artinya dia
wara itu bergabung antara merendah diri,
antara dalamnya ilmu, dalamnya iman.
Bukan dia memungkiri tentang
kebangkitan, tapi dia bilang kalau kau
berharap nanti kalau kau mati menjadi
ashabul yamin, orang yang selamat masuk
surga, saya juga sebenarnya berharap.
Tapi saya kalau dikasih pilihan, saya
berharap tidak dibangkitkan karena takut
jangan sampai jangan menjadi ashabul
yamin itu atau saya tidak jadi
mereka. Hasan Basri menukil mengatakan
Abdullah bin Masud pernah berkata
laqinal jannatiar. Kalau seandainya saya
diberdirikan antara surga dan
nerakailali lalu dikatakan
kepadaku, takun
ahabika ramadan. Kalau kamu hari kiamat
dibangkitkan hai Ibnu Mas'ud lalu
kemudian disuruh pilih surga neraka atau
kau menjadi tanah, yang mana kau harus
pilih? Karena kalau kau masuk surga
butuh konsekuensi mana amalmu. Kalau kau
masuk neraka juga akan dihitung amalmu.
Mana yang kau pilih? Pilih dua-duanya
dipertimbangkan dulu amalmu atau kau
jadi tanah? Lah ahbabtu an akuna ramada.
Maka pada saat itu saya lebih baik
memilih menjadi tanah. Maksudnya adalah
jangan sampai nanti saya pilih surga
ternyata amal saya tidak cukup bukan
tidak mau masuk surga. Ini bentuk wara,
bentuk ya perendahan diri seorang
Abdullah bin Mas'ud kepada hukum-hukum
Allah.
Abu Wail rahimahullah juga berkata,
Abdullah bin Mas'ud berkata, "Aku
berharap Allah mengampuni satu dosa dari
dosa-dosaku dan nasabku tidak ketahui."
Tidak diketahui. Ini semua
kalimat-kalimat warak. Artinya, aku
berharap kalau semua dosaku ada, lalu
aku beristigfar kepada Allah dan aku
tahu ada satu saja dosa yang dimaafkan
oleh Allah, itu sudah cukup. Aku sudah
luar biasa bersyukur kepada Allah. Bukan
maksudnya tidak mau diampuni dosanya,
bukan. Tapi dia tidak tahu. Sekarang dia
tinggal harus menjalankan karena
merendahnya. Dia mengatakan, "Aku
berharap kalau ada dosaku yang Allah
sudah ampuni, aku bersyukur. Apalagi
kalau diampuni semuanya. Dan aku
berharap nasabku tidak diketahui."
Artinya, jangan sampai aku terkenal,
akhirnya nanti aku jadi lupa
daratan. Aun bin Abdillah dari
saudaranya Ubaidillah rahimahumullah
berkata, "Jika orang-orang telah tidur
maka Abdullah berdiri untuk salat.
Kemudian aku mendengar dengungan seperti
suara lebah karena bacaan
Al-Qur'annya. Ini semua contoh-contoh
warak. Tentu warak banyak sekali
contohnya, Teman-teman sekalian. Seperti
juga orang menjaga kesucian, kehormatan
dengan Allah. Jangan sampai melanggar
bukan yang haram tapi yang makruh.
Seperti misalnya antum berusaha untuk
tidak makan berdiri dan minum berdiri,
maka namanya wara. Berusaha untuk tidak
melihat yang haram walaupun itu tidak
disengaja. Itu juga adalah wara.
Semuanya sama gitu kan. Dan ini
bagian-bagian daripada wara itu Abdullah
bin Mas'ud terkenal dengan
kewaraannya juga. Abdullah bin Mas'ud
ini fadilah yang ke-12 memiliki ya sifat
tawadu dan tawadu dengan wara ada
bedanya sedikit. Kalau tawadu lebih
banyak kepada masalah fisik, merendah ya
merendah secara fisik. Dan itu
disebutkan juga panjang lebar di halaman
192 sampai 194. Saya pilihkan di antara
tawadunnya dinukil dari Hubaib bin Abi
Tsabit.
rahimahullah. Ia berkata, "Pada suatu
hari Ibnu Mas'ud keluar lalu orang-orang
mengikutinya." Ibnu Mas'ud berkata
kepada mereka, "Apa keperluan kalian
ikuti saya?" Dia keluar dari rumahnya,
orang-orang pada ikut semua karena
orang-orang tahu dia ulama. Mau dengar
sesuatu mungkin mau lihat, mau temanin,
gitu. Maka mereka menjawab, "Tidak, kami
hanya ingin berjalan denganmu." Maka
Abdullah bin Mas'ud berkata, "Pulanglah
kalian. Karena hal itu adalah kehinaan
bagi orang yang mengikuti dan fitnah
bagi orang yang diikuti. Sangat tidak
mau untuk diikuti oleh orang-orang kalau
bukan karena masalah khusus mau bertanya
masalah hukum. Jadi dia tidak mau nanti
dikena oh ramai itu orang semua tahu ini
dalam Abdullah Masud dia hindari itu.
Kecuali memang dalam keadaan-keadaan
dalam majelis-majelisnya di masjid.
Seperti ada riwayat juga menyebutkan
beliau buka majelis di masjid maka orang
ramai datang itu dibiarkan. Tapi kalau
khusus dia keluar dari rumahnya lalu
diikuti orang, dia sangat tidak mau. Dan
dia mengatakan, "Pulanglah. Kalau itu
saja niatnya mau temani saya jalan,
pulanglah. Karena itu akan menjadi
fitnah." Ya, itu akan menjadi kehinaan
bagi orang yang ngikuti. Kalau kalian
akan terhina seakan-akan diri kalian
butuh orang bodoh. Padahal sebenarnya
tidak. Dan juga akan jadi fitnah bagi
orang yang diikuti. Dan ini bentuk
tawaduk, merendah.
Alhit bin Suwaid rahimahullah berkata,
Abdullah berkata, "Seandainya kalian
mengetahui apa yang aku ketahui dari
diriku, niscaya kalian akan menaburkan
pasir ke kepalaku." Maksud orang yang
sangat luar biasa ibadahnya, tapi dan
kedudukannya di sisi sahabat, apalagi
dalam Islam. Tapi beliau mengatakan
supaya tidak ada kesombongan. Kalau
seandainya kalian tahu apa yang aku tahu
tentang diriku, artinya banyaknya
kesalahan-kesalahanku, maka kalian akan
letakkan pasir di kepalaku. Bukan cuma
ikuti, maka kalian akan letakkan pasir
supaya orang jangan terlalu fanatik
dengan beliau radhiallahu
anhu. Kemudian disebutkan juga,
teman-teman sekalian di dalam buku kita
ini beberapa riwayat yang menjelaskan
sambungan dari gabungan masalah wara dan
tawadu itu. Di antaranya Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhu sangat mencintai Nabi
sallallahu alaihi wasallam, menghargai
beliau dan takut menyampaikan suatu
perkataan dari beliau dengan menambah
satu kata atau dengan mengurangi satu
huruf. Salah satu waraknya, takutnya e
atau menjaga hubungannya dengan Allah
dan merendahnya di hadapan Allah
Subhanahu wa taala dan juga Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, dia sangat
takut menyampaikan kalau kalau
penyampaian hadis kalau ditambah satu
kata saja. Dari Masuk rahimahullah
disebutkan pada suatu hari Abdullah bin
Mas'ud menyampaikan hadis kepada kami.
Dia berkata, Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam bersabda, tiba-tiba dia
gemetar dan bajunya pun ikut gemetar.
Maksudnya terlihat dia kayak orang
menangis gitu kan. Kemudian berkatalah
dia seperti itu atau mirip dengan itu ya
atau mungkin seperti sekarang dikatakan
a kama qalan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tapi sambil gemetar. Dia takut
jangan sampai dia salah menyebutkan dari
hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Amr bin Maimun rahimahullah juga
berkata, "Aku pulang dan pergi ke rumah
Abdullah bin Mas'ud selama 1 tahun untuk
belajar dan selama itu aku tidak
mendengarnya menyampaikan satu hadis
dari Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Namun pada suatu hari dia
menyampaikan sebuah hadis maka lidahnya
berucap. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, tiba-tiba dia
ketakutan sehingga aku melihat keringat
menetes dari keningnya. Kemudian dia
menambahkan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda seperti itu. Maksudnya
saking merendahnya dia takut salah, dia
jaga waraknya jangan sampai salah. Maka
dia hati-hati sekali sampai mau
menyampaikan hadis itu
keringatan. Alqama bin Qais rahimahullah
berkata, "Abdullah bin Mas'ud
menyampaikan hadis, "Setiap Kamis sore
aku tidak mendengarnya di setiap sore
berkata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda kecuali satu kali."
Maka aku melihatnya, ternyata dia
bersandar ke sebuah tongkat dan
tongkatnya itu bergetar dan bergoncang.
Maksudnya setiap Kamis dia sampaikan
hadis dan aku tidak pernah mendengarkan
satu hadis saja yang disampaikan
Abdullah bin Masud. Dia mengatakan
misalnya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Kecuali saya
menemukan tongkatnya gemetar dan dia pun
ketakutan jangan sampai apa yang
disampaikan itu salah. Jangan sampai
disampaikan itu salah." Ini juga
teman-teman di dinukil dari banyak
riwayat-riwayat ulama tabiin seperti
Imam Malik rahimahullah bagaimana beliau
kalau ingin menyampaikan hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam beliau selalu
mandi dulu lalu menggunakan baju yang
paling bersih gitu kan. Ini termasuk
yang ditunjukkan seperti yang juga
Abdullah bin Mas'ud mereka saking
menghormatinya. Kalau Abdul Masud tadi
sangat takutnya jangan sampai salah.
Kalau Imam Malik malah saking gembiranya
menyampaikan dan beliau selalu mandi dan
menggunakan baju bagus, wangi-wangian
setiap mau menyampaikan hadis. Kalau ada
yang minta isi pengajian di sini, Imam.
Kata Imam Malik, "Baiklah, sebentar."
Beliau pulang ke rumah mandi, ganti baju
baru, pakai minyak wangi paling bagus
baru datang ke majelis. Lalu ditanya
sama muridnya, "Kenapa Anda lakukan?"
Dia bilang, "Saya akan menyampaikan
penyampaian Nabi sallallahu alaihi
wasallam." Gitu kan sampai seperti itu.
Dan banyak di antara tabiin melakukan
hal-hal yang kurang lebih serupa. Mereka
berhati-hati sekali, Teman-teman
sekalian. Makanya jangan kalau kita
ambil dari riwayat Abdullah bin Mas'ud,
jangan sampaikan kecuali yang jelas
sudah kita ketahui. Kalau riwayat Imam
Malik, kalaupun ki
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:49:42 UTC
Categories
Manage