Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-19: Abdullah bin Mas'ud "Sang Pencerah Umat"
r4K7PU6Ejmw • 2016-11-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah tidak henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji kita ke hadirat Allah Subhanahu wa taala. zat yang paling pantas untuk dipuji, dicintai, ditunduki, dan ditakuti. Dan memang kita sedang mengejar segala kebutuhan kita dengan mengucapkan kalimat mulia. Alhamdulillah. Jug kita panjatkan salam hormat kita kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam sebagai bentuk kepatuhan kepada sang pencipta yang telah menjadikannya ibadah buat kita orang-orang yang beriman. Seperti biasa saudaraku seiman, kita bertemu sebulan sekali dalam serial sahabat. Dan pada siang ini semoga Allah berkahi kita akan membahas seorang tokoh inspiratif, sahabat dan juga kaum muslimin pencerah umat Abdullah Ibn Mas'ud radhiallahu taala anhu. Seseorang yang telah terlintas atau tersebutkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Pada saat dia sedang naik ke atas sebuah pohon di Kota Madinah, kemudian tertiuplah angin yang kencang sehingga kedua betisnya tersingkap karena poster tubuh yang kurus dan kecil. Akhirnya tanpa menyadari banyak di antara sahabat menertawakan betisnya Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhum ajmain. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Apakah kalian menertawakan betisnya Ibnu Mas'ud demi zat yang jiwaku dalam genggamannya? Sesungguhnya betis Ibnu Mas'ud yang kecil ini yang kalian sedang lihat lebih berat daripada gunung Uhud ditimbangan pada hari kiamat. Kemudian juga sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam yang masyhur, "Siapa yang ingin mengambil Al-Qur'an dalam keadaan murni sebagaimana ia telah diturunkan, maka hendaklah dia membaca dan mengikuti bacaan Ibnu Ummul Abd atau Abdullah Ibn Mas'ud." Dari dua buah hadis ini, Teman-teman sekalian, jadi muncul sebuah pertanyaan. Siapa Abdullah bin Mas'ud ini? Bagaimana bisa baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan kedua betisnya ditimpangan hari kiamat lebih berat daripada gunung Uhud? Dan bagaimana bisa Nabi sallallahu alaihi wasallam menobatkan dia menjadi sumber inspiratif umat dan juga pencerah umat Islam dalam mengambil Al-Qur'an. Abdullah bin Mas'ud, saudaraku seiman, adalah Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil Al-Khuzali dan biasanya dikenal dengan Ibn Ummu Abd. Dan Ummu Ab sebenarnya adalah nama ibunya karena ayahnya meninggal di masa jahiliah Mas'ud dalam keadaan kufur tentunya. Dan ibunya sempat hidup di masa Islam dan masuk Islam maka dia dikenal dengan Ibnu Ummu Abd. Kemudian berubah setelah Islam dikembalikan ke nama ayahnya Abdullah Ibnu Mas'ud radhiallahu anhum ajmain. Tentu Allah subhanahu wa taala karuniai dia beberapa orang anak. Tapi yang paling masyhur anaknya adalah Abdurrahman. Makanya dia diberikan julukan Abu Abdurrahman. Abdullah bin Mas'ud ini, saudaraku seiman, dulunya di Makkah orang yang tidak mampu dan dia pengembala kambing. Tepatnya dia menjadi penggembala kambing di seseorang tokoh Makkah yang bernama Uqba bin Abi Muaid. Tentunya Uqbah meninggal dalam keadaan kufur ya. Kalau tidak salah dia juga salah satu korban yang mati di Badr. Nabi sallallahu alaihi wasallam, Teman-teman sekalian, sebelumnya berbicara masalah Abdullah bin Mas'ud dan sahabat-sahabat yang mulia ini telah mencetak manusia-manusia mencetak Al-Qur'an tapi bukan di lembaran seperti kita sekarang. Nabi sallallahu alaihi wasallam mencetak Al-Qur'an, Teman-teman sekalian, di hati manusia sehingga kader umat ini lahir. Dan ini sebenarnya yang kita butuhkan sekarang. Lembaran-lembaran kertas memang dibutuhkan dari satu sisi supaya bisa dibaca seperti buku atau Al-Qur'an dalam bentuk mushaf. Tapi sayangnya tidak dicetak di dalam hati. Ada sebuah statement ditulis oleh penulis ini yang menarik bagi saya. Saya pikir itu sangat bagus. Saya bacakan di halaman 175 bagi yang pegang bukunya. Dikatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam telah mencetak puluhan naskah Al-Qur'an bahkan ratusan bahkan ribuan dan jutaan. Beliau tidak mencetaknya dengan tinta di atas kertas, tapi beliau mencetaknya dengan tinta cahaya di atas lempengan hati manusia. Kalimat ini punya bobot ya secara ilmiah. Maksudnya apa, Teman-teman sekalian? Lebih penting Al-Qur'an itu ditanamkan dalam hati. Bacaannya kah, tadaburnya kah, memahami artinya, mengambil hukumnya, mengamalkan ilmunya, dan menghafalnya. daripada sibuk mencetaknya saja di kertas atau sibuk meletakkan dalam bentuk kertas atau buku yang kita taruh di lemari kita di rumah. Itu boleh. Tetapi ini yang penting. Karena banyaknya orang di antara kita gonta-ganti beli mushaf, beli Quran sebentar warna merah, sebentar warna hitam, sebentar warna ini. Tapi tidak pernah dibaca, tidak pernah diambil hukumnya, tidak pernah diamalkan karena tidak ditanamkan dalam hati. Yang penting itu diukir dalam hati, saudaraku seiman. Dan itu luar biasa. Nabi sallallahu alaihi wasallam mencetak para sahabat seperti itu. Al-Qur'an tertanam dalam hati mereka. Kata penulis, "Itulah iman." Kalau Al-Qur'an sudah masuk dalam hati seseorang, maka itu dinamakan iman. Jika akarnya tertanam dengan kokoh dan pengaruhnya terhadap jiwa akan menjadi sangat kuat, ia memberikan kepada pemiliknya keyakinan yang tidak tergoyahkan. Kalau antum sudah ambil Al-Qur'an mulai ditanamkan di dalam hati bahwasanya ini adalah kitabullah, membacanya adalah ibadah, menghafalnya adalah ibadah, kemudian resapi dalam hati dan diamalkan itu lebih penting daripada kertas. Itu akan memunculkan bagi pemiliknya keyakinan yang tidak tergoyahkan, harapan yang tidak pernah padam, selalu motivasinya adalah optimis dan bukan pesimis. motivasi yang tidak akan pernah berhenti dan tekad kuat yang tidak akan pernah mengendor. Ia menguasai dunia bagi orang yang hatinya sudah ada Quran dia ia menguasai dunia tapi dunia tidak akan mampu menguasainya. Mengumpulkan harta tapi harta itu tidak memperhambakannya. Segala kenikmatan meliputinya tapi kenikmatan itu tidak menjadikannya sombong. Ujian menerpahnya tapi ujian itu tidak mengalahkannya. Tekanan-tekanan kehidupan hanya menambah tekad di atas tekadnya dan kekuatan di atas kekuatannya. Layaknya emas murni di mana panasnya api semakin menambah kejernian dan kemurniannya. Lalu beliau mengatakan, "Aku bertanya pada kalian semua pembaca dengan nama Allah. Siapa yang percaya bahwa sekelompok orang yang berjumlah sedikit memakai perlengkapan minim dari Jazirah Arab? Bajunya sederhana, alas kakinya sederhana, Perse dan Romawi sangat berkembang pesat pada saat itu. Mereka tidak mengenal filsafat Yunani, tidak pula modernitas Romawi. tidak mempunyai hikmah India, tidak memiliki keahlian Cina, bisa menguasai kendali dunia, mengambil alih kekuasaan kaisar dan meruntuhkan kekuatan Kisra, menebarkan agama baru dan peradaban baru di alam semesta hanya dalam kurang dari 1/4at abad. Kata beliau, jadi kesimpulan disampaikan adalah sahabat-sahabat yang kita bahas termasuk Abdullah bin Mas'ud nanti ini orang yang ciri khasnya teman-teman sekalian disebutkan cirinya di sini ada di halaman 177. Dia berbadan kurus, orangnya pendek, kulitnya coklat gelap, wajahnya sangat sederhana. Tapi di sisi lain dia menjalankan sunah dengan berpakaian bagus dan berbau wangi. Dia menjadi hakim di Kufa dan baitul Mal pada masa Umar bin Khattab dan juga awal pemerintahan Utsman bin Affan. kecil fisiknya tidak berpengaruh masalah itu. Dan semua itu terjadi karena memang Al-Qur'an telah tertanam dalam hati dan terukir dalam hatinya bukan hanya sekedar lembaran kertas dan Nabi sallallahu alaihi wasallam tanamkan masalah itu. Nanti akan kita sebutkan, Teman-teman sekalian, bagaimana sih Abdullah bin Mas'ud sampai bisa menguasai Al-Qur'an. Ya, dan luar biasa menjadi tokoh Al-Qur'annya sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam suruh semua sahabat yang hidup pada masa itu ambil Al-Qur'an dari Abdullah bin Mas'ud. Karena orangnya sangat luar biasa. Bagaimana dia bisa menanamkan dalam hatinya Al-Qur'an itu sendiri? Abdullah bin Mas'ud terkenal sebagai seorang imam ulama, imam ulama, sahabat, fakih, dan juga ahli fikih. Dia sendiri fakih. Maaf, dia dia ahli fikih atau fqih ya. Dia menguasai hukum-hukum dan juga zuhudnya umat ini. Dia memiliki banyak sekali manaqib, kelebihan-kelebihan. Namun sebelum menyebutkan manaqibnya, teman-teman sekalian, kita akan masuk tentang kisah masuk Islamnya dulu. Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu pernah menjadi penggembala kambing oleh salah satu tokoh Makkah bernama Uqbah bin Abi Muaid dan Ibnu Mas'ud orang yang sangat tulus bekerja penggembala kambing. Lalu kemudian dia menceritakan suatu hari sebab masuk Islamnya aku pernah menggembalakan dombanya Ibnu Muaid atau tadi dikatakan Uqba bin Abi Muaid. Kemudian lewatlah dari di gembalaan kami itu atau di gembalaanku itu Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama Abu Bakar sebelum masuk Islam. Lalu kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Hai anak muda, apakah engkau memiliki susu?" Maka dia mengatakan, "Aku tidak memiliki domba yang bisa mengeluarkan susu." Jadi ada sebenarnya kambing, tapi tidak ada susunya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tunjukkan kepadaku kambing betina yang belum pernah melahirkan." Justru di sini adalah mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Saya pun mendekatkan seekor domba betina yang belum digauli oleh pejantannya, belum pernah hamil." Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam pun memegang bagian putingnya tiba-tiba mengembang kemudian diisi dengan susu yang banyak. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama dengan Abu Bakar dan aku pun ikut meminumnya. Setelah selesai, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada puting kambing itu, "Mengempislah." Maka tiba-tiba saja mengempis dan seakan-akan belum pernah mengeluarkan susu sebelumnya. Melihat kejadian tersebut, Abdullah bin Mas'ud tertarik dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu bertanya, "Siapa Anda ini ya? Siapa yang bersama dengan Anda Abu Bakar?" Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam perkenalkan diri. Lalu Abdul Mas'ud pun tercengang mendengarkan kalau ini adalah seorang nabi. Lalu tanpa menunggu dia pun langsung mencari tempat Nabi sallallahu alaihi wasallam menanyakan alamat lalu datang kemudian mengatakan, "Ya Rasulullah ajarkanlah kepadaku tentang perkataan yang Anda sedang bawa." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pun mengajarkan sambil berkata, "Engkau adalah anak yang terpelajar." Atau makna lainnya, "Kamu orang cerdas, kamu bisa belajar. silakan belajar Islam itu. Lalu Abdullah bin Mas'ud pun syahadat dan beliau mengatakan, "Aku telah mengambil 70 surah langsung dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam dan tidak ada seorang pun yang menyaingiku." Ini kalau Nabi kisah masuk Islamnya radhiallahu anhu. Dan kita akan masuk teman-teman ke manaqib dan banyak sekali manaqibnya nih. Saya waktu tulis seperti sudah habis sebenarnya tinta pulpen untuk menulis manaqibnya atau kelebihan orang ini luar biasa. radhiallahu anhu. Sahabat Nabi yang mulia secara fisik ya bisa dikatakan sedang atau bahkan kurang. Tetapi beliau menjadi ulamanya sahabat. Yang pertama teman-teman dia adalah orang yang keenam masuk Islam. Dan ini sebuah fadilah orang yang keenam masuk Islam. Kemudian yang kedua, dia telah menghadiri semua peperangan baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan sudah cukup saja kalau dia sempat menghadiri Badr tahun 2 Hijriah. Dan kita sudah tahu semua yang hadir di Badr ya dijamin surga dan diampuni segala kesalahannya kalaupun mereka melakukan setelah selesai Badr. Kemudian juga dia menghadiri perang Yarmuk sampai di zaman Umar bin Khattab. Dan pada saat itu dia menjadi penanggung jawab terhadap pembagian gimah. Dan ini juga kedudukan yang sangat tinggi karena ini harus membutuhkan amanah. Dan perang Yarmuk kita sudah tahu terjadi di tahun 15 Hijriah pada saat ekspansi Islam ke negeri Syam. Dan ini sudah saya jelaskan di kisah Umar radhiallahu anhu ajmain. Kemudian yang ketiga, beliau juga bertugas secara khusus dan ini sebuah pelajaran juga teman-teman sekalian kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam itu memiliki pelayan-pelayan dan tidak salah kalau seorang muslim memiliki banyak orang yang melayaninya. Nabi sallallahu alaihi wasallam itu punya pelayan khusus yang menyiapkan sendalnya pada saat beliau mau keluar sallallahu alaihi wasallam. Dan ini bukan istrinya, dari para sahabat. Ada yang menyiapkan siwaknya, ada yang menyiapkan pelana kuda dan untanya, ada yang menyiapkan ee tempat duduknya sallallahu alaihi wasallam, ada yang menyiapkan pakaiannya. Jadi, Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki banyak pelayan. Salah satu pelayan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang selalu siap untuk mengurus siwak, sendal dan juga air wudunya Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah Abdullah bin Mas'ud. Dan ini disebutkan di buku kita di halaman 176 riwayatnya. Tentu teman-teman sekalian mungkin antum mengatakan siwak sendal apa kelebihannya? Ini bukan siwak sendalnya seseorang di antara kita ya, tapi siwak dan sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini berarti kemuliaan bisa melayani manusia terbaik, umat manusia. Umat manusia ini semuanya. Dan Nabi. Bahkan Ias almuzani radhiallahu anhu rahimahullah. Seorang ulama tabiin pernah diberikan apel dari tangannya Anas ibn Malik radhiallahu anhu. Sahabat Nabi. Anas ibn Malik pembantunya Nabi. Ya, ini sudah pernah kita jelaskan biografinya dulu sudah lewat tentunya. Anas bin Malik membantu Nabi sallallahu alaihi wasallam dan beliau pernah memberikan hadiah di akhir hidupnya gitu kan sebelum meninggal dunia karena umurnya sampai 100 tahunan dipanjangkan umurnya oleh Allah subhanahu wa taala sesuai dengan doa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu salah satu yang bertemu dengannya muridnya namanya Iyas Almuzani. Tabiin yang masyhur dengan ilmunya dan kecerdasannya. Pernah dikasih apel oleh Anas ibn Malik. Lalu Ias Almuzani seorang ulama e tabiin. Orang-orang tahu dia siapa? Seorang alim. Lalu dia mengambil apel tersebut dan mencium apel itu. Lalu kemudian murid-muridnya bertanya, "Kenapa Anda mencium apel itu?" Dia bilang, "Bagaimana saya tidak menciumnya? Saya mendapatkan apel dari tangan yang pernah bersentuhan dengan tangannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Begitu luar biasanya mereka memuliakan Nabi sallallahu alaihi wasallam, gitu kan. Artinya memang ini luar biasa ni karunia luar biasa. Nah, apalagi ini Abdullah bin Mas'ud punya tugas. Setiap mau wudu, setiap mau pakai sendal, setiap mau bersiwak dia yang bertugas. Nabi gak kasih yang lainnya, khusus dia saja yang urus itu. Maka siwak Nabi sallallahu alaihi wasallam dia yang potongin, dia yang bersihin, diambilkan siwak baru, sendalnya selalu dia yang bersihin, dia yang tata. Setiap kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau keluar, maka itu sebuah karunia. Berarti di mana pun Nabi sallallahu alaihi wasallam melangkah, dia dapat pahalanya. Karena dia yang siapin sendalnya. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersiwak dengan menggunakan itu ada pahalanya. Abdullah Masud juga panen wudu. Setiap kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau salat maka dia yang siapkan air wudunya. Dia panen salat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah nabi serta imam kaum muslimin pada saat itu. Jadi ini fadilah memang bukan hanya sekedar masalah siapain sandal atau tempat wudu, tapi semua ada fadilahnya. Kemudian yang keempat teman-teman sekalian, dia dan Hudzaifah ibn Yaman. Banyak di antara kita hanya mengenal Hudzaifah saja yang sebagai shahibus sir Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia pemilik ee rahasianya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Padahal sebenarnya kalau dalam riwayat-riwayat yang masyhur, dua orang yang menjadi pemegang rahasia Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini juga pelajaran, Teman-teman, kalau kita bisa mencari orang yang terpercaya untuk kita sampaikan masalah-masalah kita dan dia mengetahuinya. Siapa tahu satu waktu meninggal dunia, maka dia bisa menyampaikan kepada orang-orang lain yang memang perlu mengetahui berita itu seperti masalah hutang dan seterusnya. Dikatakan ada riwayat yang menjelaskan bahwasanya dia Abdullah bin Mas'ud dan Hudzaifah bin Yaman adalah dua orang yang terkenal sebagai pemilik rahasia Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya hadis yang masyhur yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada beliau Masud hijab. Kamu selalu dapat izin dari aku hai Abdullah bin Masud untuk masuk ke rumahku. Pokoknya selama hijab diangkat, pintu dibuka, kamu bisa masuk. Tidak ketuk pun silakan masuk. Dipercaya oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Silakan. Begitu hijab saya angkat, rumah saya buka, kamu orang boleh masuk gak? Musa izin gak seperti yang lainnya. Dan engkau boleh mendengarkan semua yang berhubungan dengan rahasiaku sampai aku melarangmu. Kata Abu Musa al-Asyir radhiallahu anhu, "Aku dan adikku atau kakakku pernah masuk dari Yaman menuju ke Madinah dan kami tinggal di Madinah. Maka kami selalu melihat Abdullah bin Mas'ud bolak-balik masuk ke rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama ibunya sampai kami mengira Abdullah bin Masud adalah salah satu keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam. saking dipercayai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, tentu tidak mungkin orang sembarangan masukkan orang di rumahnya apalagi rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah menurunkan dalam Al-Qur'an harus minta izin dulu baru boleh masuk ke rumah orang. Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan kepada Abdul Mas'ud kelebihan itu. Yang kelima, Teman-teman sekalian, kelebihan dia adalah dia orang yang sangat mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam segala seluk-beluk perilakunya dan ibadahnya. Sebagaimana Hudzaifah bin Yaman radhiallahu anhu mengatakan, "Inna asbahanasian fan." Sesungguhnya orang yang paling mirip baik itu perilaku ataupun keadaan wasamtan atau khusyuk dan kekhusyukan dalam ibadah wa hadan dan petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Labnu ummi abdin hatta yakhruja. Hatta yakruj ya eh hatta yakruja baiti orang yang paling mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam baik perilaku dan keadaan serta kekhusyukan dalam ibadah dan segala macam petunjuk-petunjuk yang kami ketahui dari Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah Ibnu Ummi Abd. Ummi Abd nama ibunya. Dinisbatkan Ibnu Mas'ud ke situ karena memang ayahnya meninggal dalam masa jahiliah. Dan setelah itu dikembalikan ke Abdullah bin Mas'ud. Contentnya sebagaimana saya bilang tadi kami mengetahui dia orang yang paling mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dari pertama dia keluar rumahnya sampai dia kembali lagi ke rumahnya. La nadri ma yasna fi ahlihi idza khala. Yang kami tidak tahu dari Abdullah bin Mas'ud hanya kalau dia pulang ke rumahnya apa yang dia lakukan. Tapi kalau di luar jalannya, pakaiannya, cara berbicaranya, ibadahnya semuanya mirip Nabi sallallahu alaihi wasallam dan tidak ada yang menyerupai dia. Riwayat ini riwayat sahih riwayatkan Imam Bukhari. Kemudian juga dikatakan dalam riwayat yang lain, alim sahabah an ibnu masudin akrabunasu wasilatan linabi sallallahu alaihi wasallam. Hadis sahih riwayat Imam Ahmad. Semua sahabat sepakat bahwasanya Abdullah bin Mas'ud adalah orang yang paling dekat secara contoh perilaku ibadah kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga para sahabat berlumba-lumba untuk mencontohi perilakunya. Padahal belum waktu itu masih muda ya, masih banyak sahabat yang lebih tua. Yang keenam, dia adalah salah satu dari enam orang yang telah turun firman Allah kepadanya yang bunyinya azubillahim minasyaitanirrajim. Ayat ini tentunya turun ee apa? Surah Al-An'am, surah nomor 6 ayat 52 turun pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam sedang duduk bersama enam orang sahabat ini. Salah satunya adalah Abdullah bin Mas'ud. Auzubillahiminasyaitanirrajim. yaduna bilqati waliduna wajha maika min hisabihim minai w min hisabika alaihim minairum fatakuna minalimin. Waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam lagi duduk dengan enam orang ini, datang beberapa tokoh-tokoh Quraisy yang kaya-kaya. Abu Jahal, Abu Lahab datang semuanya dan mereka berkata, "Hai Muhammad, maukah apakah kamu mau kami dengar apa yang kamu sampaikan? Kami jadi pengikutmu." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tentu saja." Kata mereka, "Apa?" Keluarkan orang-orang ini, ini orang-orang semua budak-budak, orang miskin, keluarkan dari depanmu. Maka kami akan duduk mendengarkan. Waktu itu sempat Nabi sallallahu alaihi wasallam berpikir untuk membdirikan enam orang ini, gitu kan. Kemudian diganti oleh tokoh-tokoh Quraisy. Namun Nabi sallallahu alaihi wasallam batalkan karena turun firman Allah ini dalam surah Al-An'am, surah nomor 6 ayat 52. Dan janganlah engkau hai Muhammad memberdir orang-orang yang selalu menyebut-nyebut nama Tuhan mereka berzikir di pagi dan sore hari hanya untuk mengejar rida dan wajahnya Allah. Artinya ikhlas karena Allah. Tidak perlu kamu pikir tentang masalah hisab mereka dan kamu tidak bertanggung jawab dengan itu dan juga hisabmu terhadap mereka. Kamu tidak perlu menyalahkan mereka, tidak perlu juga mereka kamu usir atau kamu pindahkan. Maka akhirnya gara-gara kamu mempertimbangkan ada tokoh-tokoh Quraisy yang mau datang, kamu akan memberhentikan atau mendirikan mereka, maka kau termasuk orang-orang yang zalim. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu, "Duduklah." Dan akhirnya ditolak tokoh-tokoh Quraisy untuk duduk. Kecuali kalau mereka mau bergabung, silakan. Karena mereka tidak mau bergabung sama orang-orang yang dianggap budak pada saat itu atau pelayan-pelayan. Begitu juga teman-teman sekalian yang ketujuh adalah beliau salah satu salah satu-satunya sahabat, maaf satu-satunya sahabat yang telah mengambil 70 surah Al-Qur'an. Kita tahu ada 114 surah, 70 surah dan jumlahnya sangat banyak ini. Yang langsung diambil dari lisan baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Langsung diambil dari lisan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini sebuah karunia. Makanya beliau berkata, "Aitun Nabi sallallahu alaihi wasallam faqulu." Aku pernah mendatangi satu hari Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah masuk Islam maka aku mengatakanimni minal a al Islam. Ajarkan kepadaku tentang agama yang Anda bawa atau agama Islam. Qa sallallahu alaihi wasallam, "Innaka gulamun muam." Sesungguhnya kau anak muda yang cerdas dan mau belajar. Q faak fi suratan launz fiha ahad. Maka aku mengambil dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam 70 surah secara langsung yang tidak ada seorang pun bisa mengalahkanku di 70 surah itu atau menyaingiku. Tentunya juga teman-teman sekalian beliau punya kelebihan yang kedelapan adalah orang yang pertama membaca Al-Qur'an di hadapan Quraisy secara terang-terangan walaupun beliau sempat dipukulin sampai berdarah-darah. Dan itu disebutkan kisahnya di halaman 180 sampai 181 di mana Abdullah bin Mas'ud pernah melihat orang-orang Quraisy ya pada saat melihat kaum muslimin selalu memukulnya. Lalu beberapa sahabat berkata satu sama yang lain, "Siapa kira-kira yang berani membaca Al-Qur'an di hadapan mereka? Siapa tahu mereka akhirnya bisa tersentuh." Maka Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Aku." Para sahabat bilang, "Hai Abdullah bin Mas'ud, ada orang-orang yang lebih besar badannya saja tidak berani. Bagaimana kamu berani?" Kata Abdullah bin Masud, "Saya akan melakukannya." Maka dia pun pergi ke belakang makam Ibrahim. Lalu dia membaca di waktu duha surah Ar-Rahman yang memang sudah turun di Makkah pada saat itu. Mulai dia membaca Ar-Rahman alamal Quran, khalaqal insan, terus dibaca ayat tersebut dengan suara keras. Orang-orang Makkah melihat ini bukan tokoh Quraisy. Ini seorang pegawai ya dianggap itu orang miskin, susah ya. Bahkan sebagian ee ada arar yang menyebutkan dia dulunya mantan budaknya Uqbah bin Abi Muaid. Itu ada yang mengatakan dia penggembala kambingnya. Maka Abdullah bin Mas'ud pun dikerumuni oleh orang-orang Quraisy. Lalu mereka berkata, "Apa yang kamu baca hai Ibnu Ummu Abd?" Maka dia mengatakan, "Al-Qur'an." Lalu orang-orang Quraisy pun menyerang menyerangnya sampai ya membuat kulitnya terkelupas. Dan Ibnu Mas'ud pun terus membaca tanpa mempedulikan walaupun wajahnya sudah dipenuhi dengan darah sampai dia menyelesaikan akhir surah yang turun dari Ar-Rahman. Kemudian dia kembali ke Darul Arqam dan ternyata para sahabat merasa kasihan melihatnya karena wajahnya penuh dengan darah tadi. Lalu mereka berkata, "Hai Ibnu Mas'ud, cukuplah. Jangan engkau ulangi lagi. Kata Ibnu Mas'ud waktu itu menghadap wajahnya ke arah Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu mengatakan, "Ya Rasulullah, kalau seandainya Anda mau besok aku akan mengulanginya." Jadi, ini menandakan sebuah fadilah yang luar biasa. Bagaimana pada saat itu masih banyak orang yang takut memperdengarkan Al-Qur'an, tapi dia datang dengan poster tubuh yang kecil tapi keimanan yang kuat. Dia membaca Al-Qur'an di depan mereka. Kemudian teman-teman sekalian, salah satu kisah yang unik adalah bagaimana ee fadilah atau manaqib yang kesembil. Dia adalah salah satu yang membunuh Abu Jahal. Abu Jahal tentu ini disebutkan di halaman 184 kalau yang pegang bukunya. Saya pernah sebutkan teman-teman sekalian tentang kematian Abu Jahal di perang Badr. Abu Jahal adalah seorang raja Makkah kalau kita bisa bahasakan waktu itu ya. Walaupun memang di Makkah banyak kepala-kepala suka yang memimpin dan dia punya julukan di Makkah Abu Hakam, dia sempat hadir di perang Badr memang terbunuh di situ. Ada riwayat yang menjelaskan dia mati karena tebas pedangnya anak, adik kakak Muadz Muawid. Dua orang anak muda Ansar kalau masih ingat ceritanya. Yang mendatangi Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhum ajmain. Lalu adiknya berkat, kakaknya berkata, "Hai paman, mana Abu Jahal?" Kata Abdurrahman, "Nanti kalau saya lihat, kenapa kau cari dia?" Kata Muawid, e, kata Muad, "Si kakak, saya ingin membunuhnya. Saya mengetahui kalau dia orang yang paling suka menyakiti Nabi sallallahu alaihi wasallam di Mekah." Kata Abdurrahman nanti kalau saya lihat saya akan tunjukkan. Kemudian datang Muawwid, si adiknya di sebelah kirinya Abdurrahman dan berkata, "Hai paman, dia tidak dengar kakaknya tadi ngomong apa tanpa disengaja nih." Dia mengatakan, "Hai paman, mana Abu Jahal?" Kata Abdurrahman, "Kenapa kau tanya?" "Ini perang lagi berkecamuk ya?" Lalu kata kata anak Muawid ini si adik dan ini pada saat itu Muad berumur 16, si Muawid umur 15. Lalu kata Muawid, "Saya tahu dia dengar, saya dengar dia paling banyak menyiksa Nabi sallallahu alaihi wasallam di Makkah. Saya ingin membunuhnya." Kata Abdurrahman, "Baiklah saya akan tunjukkan kalau sudah terlihat." Kata Abdurrahman, "Begitu saya lihat Abu Jahal dari jauh semuanya besi dari kepalanya sampai kaki kudanya. Bukan kaki dia saja, semua kudanya pun dilapisi dengan besi dan terlihat cuma matanya. Saya mengatakan itulah Abu Jahal. Kata Abdurrahman, "Demi Allah, belum selesai kalimat saya mengatakan jahal, maka keduanya melecit seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Kemudian menembus barisan pasukan yang membela Abu Jahal sampai keduanya menebaskan pedangnya. Dan akhirnya Muawiz mati terbunuh." Si adik mati syahid di situ. Dan Muad sempat melarikan diri tapi setelah menebaskan pedangnya di paha Abu Jahal dan berdarah. Dan Abu Jahal pun jatuh. Ada riwayat yang menjelaskan Abu Jahal mati karena ini. Abu Jahal mati karena tebasan ini dan perang Badr dimenangkan karena Abu Jahal jatuh. Dan Muad akhirnya keluar dari medan perang karena dia rasa tangannya sempat kena tebas dan dia sempat ikat dengan imamahnya tangan kanannya tapi ee dia merasa mengganggu. Dicabutlah imamah itu. Kemudian tangannya diinjak dengan kakinya dicabut telapak tangannya atau lengan lengannya sebelah kanan. Lalu dia masuk medan perang dengan tangan kiri sampai dia terbunuh mati syahid. Dan waktu itu umurnya 15 dan 16 tahun. Ini luar biasa iman mereka. Riwayat ini ada ada riwayat lain, Teman-teman, yang menceritakan tentang tokoh kita Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu. Abdullah bin Mas'ud ini dulu dikenal sekali sebagai penggembala kambing dan memang penggembala kambing dianggap remeh sekali oleh orang-orang Quraisy. Ini dianggap seorang pegawai yang tidak perlu dihormati gitu kan. Nah, Abdullah Masud terkenal. Uqbah bin Abi Muaid masih kelasnya di Quraisy di bawahnya Abu Jahal gitu kan. Abu Jahal waktu jatuh penuh dengan darah gitu kan karena dia debu ma penuh dengan debu dan kakinya berdarah. Abdullah bin Mas'ud mendengar Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan siapa yang bisa membunuh Abu Jahal maka Abdullah bin Mas'ud maka dia akan dapat begini dan begitu. Abdullah bin Mas'ud lalu tidak banyak bicara pergi masuk ke medan perang mencari mana Abu Jahal nih. Dia tahu Abu Jahal ternyata karena dia sudah jatuh berdarah dan pasukannya banyak melarikan diri, Abu Jahal tinggal sendiri. Abdullah bin Mas'ud badannya kecil. Abu Jahal besar sekali. Abu Jahal itu terkenal postur tubuhnya sangat besar. Dia dengan beberapa tokoh-tokoh Quraisy termasuk Umayyah bin Khalaf. Orang yang sangat besar. Sampai-sampai waktu dia jatuh dari kudanya dia enggak bisa berdiri lagi karena besarnya gemuknya badannya. Maka Abdullah bin Mas'ud naik di atas dadanya karena kecilnya lalu berkata, "Hai musuh Allah, saatnya kau mati." Abu Jahal karena sombongnya dia lihat, dia bilang, "Bukankah kau si pengegembala kambing?" Itu kata Abdullah bin Mas'ud, "Iya, saya penggembala kambing. Hai musuh Allah, gitu yang akan memenggal lehermu." Sempat Abu Jahal ini saking sombongnya dan meninggal dalam keadaan kufur. W naudubillah. Dia mengatakan, "Sungguh kau sudah menduduki sebuah gunung yang besar." Artinya, salah duduk kamu. Ini bukan di sini tempatnya. Bukan. Bukan kau yang bunuh saya. Gitu kan. Maka Abdullah bin Mas'ud pun mengambil pedangnya lalu mengiris memotong leher Abu Jahal dan membawanya ke hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Baik teman-teman, muncul pertanyaan kecil. Kenapa kok membunuh Abu Jahal sebuah nilai istimewa? Musuhnya Allah. Satu-satunya orang kafir di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam yang diberikan julukan Firaunnya umat ini Abu Jahal gitu kan. Dan makin jahat orang-orang kafir itu maka makin besar pahala kalau membunuhnya gitu. Ini kita bicara di kanca peperangan gitu kan. Maka punya fadilah tersendiri. Misal ada seorang pesatriah dia ahli pedang, dia ahli perang segala macam. Maka ada muslim yang membunuhnya. Ini beda dengan membunuh prajurit biasa. Kedudukannya berbeda, pahalanya pun berbeda. Apalagi ini Abu Jahal dan setelah dia meninggal betul-betul memang pasukan Quraisy terkalahkan. Maka fadilah membunuh Abu Jahal ada. Dan itu yang disebutkan Abdullah bin Mas'ud melakukan itu kepada Abu Jahal. Tentu di sini disebutkan oleh Alhafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari dalam Sahih Bukhari menjelaskan tentang masalah kejadian ini. Mengatakan semua dari kalangan kesimpulannya ya semua di kalangan sahabat yang terlibat ini Muad, Muawid dan Abdullah bin Mas'ud semuanya ini terlibat dalam pembunuhan Abu Jahal. Kalau kita gabungkan kedua sahabat tadi yang masih muda memang sempat melukai Abu Jahal dan mereka pasti akan mendapatkan pahala itu dan Abdullah bin Mas'ud yang mengeksekusi terakhir yang ke-10 teman-teman sekalian dia adalah salah satu dari empat orang yang diperintahkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk mengambil Al-Qur'an darinya. Dan ini kalau yang pegang bukunya ada di halaman 185 tapi saya bacakan hadisnya. Kata baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Istaqriul qurana min arbaah." Istaqraul qurana min arbaah. Kalian harus belajar baca stor bacaan, stor hafalan Al-Qur'an dari empat orang. Disebutkan yang pertama min Abdillah bin Mas'ud. Dari Abdullah bin Mas'ud. Maka dimulai dari dia. Kemudian Salim, Maula Abi Hudzaifah. Sudah kita pernah sebut biografinya orang ini. Kemudian datang yang ketiga, Ubay bin Ka'ab. Dan yang keempat, Muad bin Jabal. Hadis Bukhari, hadis Muslim, dan juga hadis riwayat Tirmidzi. Dan ini sebuah fadilah. Berarti memang semua sahabat waktu itu harusnya mengambil Al-Qur'an yang paling pertama dari Abdullah bin Mas'ud. Bahkan ada riwayat yang menjelaskan ketiga sahabat yang lain pun ini seperti Muad bin Jabal, Salim Mul Abi Hudzaifah dan Ubay bin Ka'ab juga seringki mengambil bacaan dari Abdullah bin Mas'ud. Artinya semua Al-Qur'an sekarang yang menyebar di kita itu dipanen pahalanya Abdullah bin Mas'ud karena dia duduk bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam dia fokus mempelajarinya dan ini tadi saya janjikan teman-teman bagaimana dia bisa ya tertanam Al-Qur'an dalam dirinya karena dia datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam secara langsung dia paksakan waktunya ya ee dan dia kerahkan energinya lalu belajar Al-Qur'an lalu dia hafal sehingga dia menjadi pioner di situ. Dan ini sebuah poin yang banyak diluputkan oleh orang kita. Kalau menjadi pionir, kita lakukan satu perbuatan baik sama orang lain sama-sama dapat pahala sama-sama. Tapi kalau kita pionirnya menjadi contohnya, suri tauladannya, maka kita bisa panen pahala orang lain. Dan ini berarti, Teman-teman, sebuah fadilah. Karena semua sahabat belajar Al-Qur'an dari Abdullah bin Mas'ud mengambil langsung dari beliau dan beliau mengambil 70 surah tidak terkecuali semuanya langsung dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam dan diajarkan kepada para sahabat. Artinya masih tersisa kurang lebih beberapa surah saja yang memang masih bergabung di antara sahabat dalam masalah mengambil dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Abdullah bin Mas'ud juga berkata, "Wallahilladzi la ilaha ghairuh." Demi Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali dia. Ma unzilat suratun min kitabillah. Tidak pernah turun satu surah dari kitabnya Allah Al-Qur'an. Illa anaamu aina unzilat. kecuali sayalah orang yang paling tahu di mana diturunkan. Wa walima eh walima unzilat. Dan kenapa diturunkan? Wala unzilat ayat min kitabillah illa ana aamu mimman unzilat. Dan tidak pernah ada ayat Al-Qur'an turun kecuali saya tahu. Saya paling tahu ke siapa turunnya ayat itu. Siapa yang dimaksud? Walauamu ahadanam minni bitabillah. Kalau seandainya saya tahu ada orang yang lebih paham daripada saya berhubungan dengan Al-Qur'an tabluhul ibil yang bisa dijangkau dengan perjalanan unta lqibtu ilai maka pasti saya akan datang mendatanginya. Dan ini juga sebuah hal, Teman-teman sekalian, bukan bukan kesombongan kalau misal memang kita menguasai sebuah bidang. Misal kita menguasai sekali bidang IT atau ilmu tertentu misalnya, memang kita ahlinya tahu, di situ kita kuasai dan kita ikhlas karena Allah belajar. Tidak ada salahnya kita mengatakan saya menguasai bidang ini. Itu bukan ria, bukan aib, dan bukan asal tidak diikuti dengan sifat sombong. Karena pernyataan ini bisa saja membuat orang lain jadi paham. Dia harus ambil dari kita. diambil dari perkataan Ibnu Mas'ud yang mengatakan, "Demi Allah, saya orang yang paling tahu ayat Al tidak ada surah turun dalam Al-Qur'an kecuali saya yang paling tahu di mana turun, turunnya kenapa dan untuk siapa, gitu kan. Dan kalau saya tahu ada orang lebih tahu dari saya, maka saya pasti akan mendatanginya." Juga beliau berkata, "Wallahi laqad aktu min fi rasulillahi sallallahu alaihi wasallam bidan was surah." Demi, demi Allah, aku benar-benar telah mengambil langsung dari mulut baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam 70 sekian surah. Wallahi laqad alima ashabu rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Dan demi Allah seluruh sahabat-sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengetahui anni min alamihim bikitabillah. Saya orang yang paling paham dari e di antara mereka dari kitabnya Allah. Wama ana bikhairihim. Walaupun saya bukan orang terbaik mereka. Jadi ini sebuah fadilah dan ini tidak ada sahabat yang memungkirinya. Bagaimana dia mengakui dia orang yang paling paham kitabullah untuk mempromosikan diri supaya bisa orang-orang datang belajar. Apalagi Nabi sallallahu alaihi wasallam memang menyuruh mengambil Al-Qur'an dari dia. Beliau juga mengatakan atau maaf kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man ahab yaqra al quran gadan gadan kama unzila falyaqra qiraatu ummu abdi." Ummu ummi abd. Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah lewat waktu Abdullah ibn Mas'ud lagi salat. Rupanya bacaannya terdengar sedikit keluar bacaan Qurannya dan dia membaca dengan tartil. Pelan-pelan dibaca. Alif lam mim berhenti. Pelan-pelan. Waktu itu dia baca surah Annisa. Saya kasih contoh aja tadi. Maka waktu itu Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda waktu lagi lewat Abdullah Masud lagi salat. Cuma didengar oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata beliau, "Siapa yang ingin mengambil Al-Qur'an ya seperti murni turun, seperti saya dengar dari Jibril, begitu pas bacaannya, suaranya, maka dia mengambil seperti bacaannya Ibnu Mas'ud atau Ibnu Ummi Abd juga. Nabi sallallahu alaihi wasallam, teman-teman pernah menangis mendengarkan bacaan Abdullah bin Mas'ud Al-Qur'an karena indahnya suaranya, karena tartil dalam membaca Al-Qur'an. Dan ini semua fadilah. Tidak boleh orang buru-buru dalam membaca Al-Qur'an. Disebutkan dalam kisah itu disebutkan kalau teman-teman pegang bukunya ada di halaman 188 saya akan sebutkan. Abdullah bin Mas'ud berkata, "Saya pernah mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu beliau mengatakan, "Iqra alaiyal Quran." Baca Al-Qur'an untuk saya. Hai Abdullah bin Mas'ud. Qullu ya Rasulullah aqra alaika wa alaikal unzil. Apakah ya Rasulullah saya baca untuk Anda sementara untuk Anda turun Quran itu Anda sudah dengar dari Jibril? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, q inni asahi asma giri. Saya ingin sekali mendengar dari orang selain saya. Maksudnya dari manusia. Faq alaihi suratanisa. Maka aku pun membacakan surah Annisa. Hatta balagtu sampai saya mencapai firman Allah. Auzubillahiminasyaitanirjim. Bagaimana hai Muhammad bila kami datangkan kau pada hari kiamat untuk menjadi saksi terhadap umat-umat manusia dan kami bagaimana kalau kami mendatangkan kalian hai kaum muslimin dan kami datangkan juga kau hai Muhammad menjadi saksi buat umat-umat sebelum kalian. biijli. Maka tanpa sengaja Nabi sallallahu alaihi wasallam menyentuh kakiku dengan kaki beliau. Faid aahuan, maka saya melihat kedua mata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya keluar mengeluarkan air mata. Dan ini kata para ulama tidak pernah ada disebutkan kalau ada sahabat yang seperti ini yang memang Nabi sallallahu alaihi wasallam dengarkan ayat lalu menangis dan ini sebuah fadilah sendiri. Kemudian yang ke-11 teman-teman, dia juga mustajab doa. Orang yang kalau berdoa selalu diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam memerintahkan agar berpegang pada wasiatnya Abdullah bin Mas'ud. Apa saja yang dia sampaikan ambil selalu apa yang disampaikan ambil hukumnya. Disebutkan di dalam sebuah riwayat, Ibnu Mas'ud membaca doa, "Allahumma inni asaluka imanan la yartad." Ya Allah, aku memohon keimanan yang tidak pernah goyah waiman lafad dan nikmat yang tidak pernah terputus-putus. Wauraqati nabiika shallallahu alaihi wasallam fi a jinanil khuld. Dan saya selalu bersama dengan nabimu, menemani nabimu di surga yang tertinggi dan kekal. Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Udustajabuak." Berdoalah semamu wahai Ibnu Mas'ud pasti akan diterima darimu. Berarti ada fadilah di sini dia mustajab doa karena apa saja yang dia bilang maka diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga berkata dalam hadis yang sahih riwayat Hakim, riwayat Tirmidzi juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Setelah saya meninggal, ambil hukum-hukum dari dua orang sahabatku ini, Abu Bakar dan Umar. Ammar. Dan juga lengkapkan petunjuk-petunjuk itu dengan mengikuti Ammar. Ammar bin Yasir radhiallahu anhu. Nanti akan ada bahasan sendiri tentang beliau. Watakuqu biahdi Ibnu Mas'ud. Dan berpegang teguhlah pada wasiatnya Ibnu Mas'ud. dari para sahabat untuk terjadi fitnah, terjadi fitnah yang sangat besar di zaman Utsman bin Affan dan seterusnya. Mereka selalu meminta wasiat dari Abdullah ibn Mas'ud radhiallahu anhu gitu kan. Bagaimana tentu fitnah Utsman ee terjadi terbunuhnya itu sebelum sebelum ee bin Mas'ud sudah meninggal sebelumnya. Karena ee fitnah itu terjadi di tahun 36 Hijriah. Sementara Ibnu Mas'ud meninggal tahun 32 Hijriah. Tapi sahabat pada saat melihat ada masalah, mereka selalu kembali ke Ibnu Mas'ud karena tahu ini adalah pemilik wasiat. Apa saja wasiat itu gini, Teman-teman. Kalau misalnya kita butuh sesuatu, nasihat apapun, orang yang paling layak kita datangi orang yang paling dewasa. Dan itu diistilahkan dalam agama dengan orang ahli wasiat, orang yang suka memberikan nasihat dan tepat nasihatnya karena kedewasaan dan pengalamannya. Maka Abdullah bin Mas'ud dijadikan sebagai hukum syari untuk mengambil wasiat darinya. Abdullah bin Mas'ud, Teman-teman sekalian, terkenal sekali. Poin yang ke-12 adalah dengan waraknya. Dan wara ini artinya orang yang sangat dekat dan menjaga hubungan indahnya atau baiknya dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan itu ada disebutkan di halaman 191. Di antaranya Masruk rahimahullah, salah satu tabiin berkata, "Seorang laki-laki berkata tentang Abdullah ibn Mas'ud, betapa inginnya aku termasuk ashabul yamin, golongan kanan, termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah." Maka Abdullah berkata kepadanya, "Lakin hauna rajulun wadda annahu idza mata la yubat." Tapi ketahuilah ada laki-laki di sebelahmu, maksudnya yang sedang bicara dia sendiri Abdullah Mas'ud yang ingin jika dia mati agar tidak dibangkitkan. Dan ini nama wara namanya. Artinya dia wara itu bergabung antara merendah diri, antara dalamnya ilmu, dalamnya iman. Bukan dia memungkiri tentang kebangkitan, tapi dia bilang kalau kau berharap nanti kalau kau mati menjadi ashabul yamin, orang yang selamat masuk surga, saya juga sebenarnya berharap. Tapi saya kalau dikasih pilihan, saya berharap tidak dibangkitkan karena takut jangan sampai jangan menjadi ashabul yamin itu atau saya tidak jadi mereka. Hasan Basri menukil mengatakan Abdullah bin Masud pernah berkata laqinal jannatiar. Kalau seandainya saya diberdirikan antara surga dan nerakailali lalu dikatakan kepadaku, takun ahabika ramadan. Kalau kamu hari kiamat dibangkitkan hai Ibnu Mas'ud lalu kemudian disuruh pilih surga neraka atau kau menjadi tanah, yang mana kau harus pilih? Karena kalau kau masuk surga butuh konsekuensi mana amalmu. Kalau kau masuk neraka juga akan dihitung amalmu. Mana yang kau pilih? Pilih dua-duanya dipertimbangkan dulu amalmu atau kau jadi tanah? Lah ahbabtu an akuna ramada. Maka pada saat itu saya lebih baik memilih menjadi tanah. Maksudnya adalah jangan sampai nanti saya pilih surga ternyata amal saya tidak cukup bukan tidak mau masuk surga. Ini bentuk wara, bentuk ya perendahan diri seorang Abdullah bin Mas'ud kepada hukum-hukum Allah. Abu Wail rahimahullah juga berkata, Abdullah bin Mas'ud berkata, "Aku berharap Allah mengampuni satu dosa dari dosa-dosaku dan nasabku tidak ketahui." Tidak diketahui. Ini semua kalimat-kalimat warak. Artinya, aku berharap kalau semua dosaku ada, lalu aku beristigfar kepada Allah dan aku tahu ada satu saja dosa yang dimaafkan oleh Allah, itu sudah cukup. Aku sudah luar biasa bersyukur kepada Allah. Bukan maksudnya tidak mau diampuni dosanya, bukan. Tapi dia tidak tahu. Sekarang dia tinggal harus menjalankan karena merendahnya. Dia mengatakan, "Aku berharap kalau ada dosaku yang Allah sudah ampuni, aku bersyukur. Apalagi kalau diampuni semuanya. Dan aku berharap nasabku tidak diketahui." Artinya, jangan sampai aku terkenal, akhirnya nanti aku jadi lupa daratan. Aun bin Abdillah dari saudaranya Ubaidillah rahimahumullah berkata, "Jika orang-orang telah tidur maka Abdullah berdiri untuk salat. Kemudian aku mendengar dengungan seperti suara lebah karena bacaan Al-Qur'annya. Ini semua contoh-contoh warak. Tentu warak banyak sekali contohnya, Teman-teman sekalian. Seperti juga orang menjaga kesucian, kehormatan dengan Allah. Jangan sampai melanggar bukan yang haram tapi yang makruh. Seperti misalnya antum berusaha untuk tidak makan berdiri dan minum berdiri, maka namanya wara. Berusaha untuk tidak melihat yang haram walaupun itu tidak disengaja. Itu juga adalah wara. Semuanya sama gitu kan. Dan ini bagian-bagian daripada wara itu Abdullah bin Mas'ud terkenal dengan kewaraannya juga. Abdullah bin Mas'ud ini fadilah yang ke-12 memiliki ya sifat tawadu dan tawadu dengan wara ada bedanya sedikit. Kalau tawadu lebih banyak kepada masalah fisik, merendah ya merendah secara fisik. Dan itu disebutkan juga panjang lebar di halaman 192 sampai 194. Saya pilihkan di antara tawadunnya dinukil dari Hubaib bin Abi Tsabit. rahimahullah. Ia berkata, "Pada suatu hari Ibnu Mas'ud keluar lalu orang-orang mengikutinya." Ibnu Mas'ud berkata kepada mereka, "Apa keperluan kalian ikuti saya?" Dia keluar dari rumahnya, orang-orang pada ikut semua karena orang-orang tahu dia ulama. Mau dengar sesuatu mungkin mau lihat, mau temanin, gitu. Maka mereka menjawab, "Tidak, kami hanya ingin berjalan denganmu." Maka Abdullah bin Mas'ud berkata, "Pulanglah kalian. Karena hal itu adalah kehinaan bagi orang yang mengikuti dan fitnah bagi orang yang diikuti. Sangat tidak mau untuk diikuti oleh orang-orang kalau bukan karena masalah khusus mau bertanya masalah hukum. Jadi dia tidak mau nanti dikena oh ramai itu orang semua tahu ini dalam Abdullah Masud dia hindari itu. Kecuali memang dalam keadaan-keadaan dalam majelis-majelisnya di masjid. Seperti ada riwayat juga menyebutkan beliau buka majelis di masjid maka orang ramai datang itu dibiarkan. Tapi kalau khusus dia keluar dari rumahnya lalu diikuti orang, dia sangat tidak mau. Dan dia mengatakan, "Pulanglah. Kalau itu saja niatnya mau temani saya jalan, pulanglah. Karena itu akan menjadi fitnah." Ya, itu akan menjadi kehinaan bagi orang yang ngikuti. Kalau kalian akan terhina seakan-akan diri kalian butuh orang bodoh. Padahal sebenarnya tidak. Dan juga akan jadi fitnah bagi orang yang diikuti. Dan ini bentuk tawaduk, merendah. Alhit bin Suwaid rahimahullah berkata, Abdullah berkata, "Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui dari diriku, niscaya kalian akan menaburkan pasir ke kepalaku." Maksud orang yang sangat luar biasa ibadahnya, tapi dan kedudukannya di sisi sahabat, apalagi dalam Islam. Tapi beliau mengatakan supaya tidak ada kesombongan. Kalau seandainya kalian tahu apa yang aku tahu tentang diriku, artinya banyaknya kesalahan-kesalahanku, maka kalian akan letakkan pasir di kepalaku. Bukan cuma ikuti, maka kalian akan letakkan pasir supaya orang jangan terlalu fanatik dengan beliau radhiallahu anhu. Kemudian disebutkan juga, teman-teman sekalian di dalam buku kita ini beberapa riwayat yang menjelaskan sambungan dari gabungan masalah wara dan tawadu itu. Di antaranya Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu sangat mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam, menghargai beliau dan takut menyampaikan suatu perkataan dari beliau dengan menambah satu kata atau dengan mengurangi satu huruf. Salah satu waraknya, takutnya e atau menjaga hubungannya dengan Allah dan merendahnya di hadapan Allah Subhanahu wa taala dan juga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, dia sangat takut menyampaikan kalau kalau penyampaian hadis kalau ditambah satu kata saja. Dari Masuk rahimahullah disebutkan pada suatu hari Abdullah bin Mas'ud menyampaikan hadis kepada kami. Dia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, tiba-tiba dia gemetar dan bajunya pun ikut gemetar. Maksudnya terlihat dia kayak orang menangis gitu kan. Kemudian berkatalah dia seperti itu atau mirip dengan itu ya atau mungkin seperti sekarang dikatakan a kama qalan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi sambil gemetar. Dia takut jangan sampai dia salah menyebutkan dari hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Amr bin Maimun rahimahullah juga berkata, "Aku pulang dan pergi ke rumah Abdullah bin Mas'ud selama 1 tahun untuk belajar dan selama itu aku tidak mendengarnya menyampaikan satu hadis dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Namun pada suatu hari dia menyampaikan sebuah hadis maka lidahnya berucap. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, tiba-tiba dia ketakutan sehingga aku melihat keringat menetes dari keningnya. Kemudian dia menambahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda seperti itu. Maksudnya saking merendahnya dia takut salah, dia jaga waraknya jangan sampai salah. Maka dia hati-hati sekali sampai mau menyampaikan hadis itu keringatan. Alqama bin Qais rahimahullah berkata, "Abdullah bin Mas'ud menyampaikan hadis, "Setiap Kamis sore aku tidak mendengarnya di setiap sore berkata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda kecuali satu kali." Maka aku melihatnya, ternyata dia bersandar ke sebuah tongkat dan tongkatnya itu bergetar dan bergoncang. Maksudnya setiap Kamis dia sampaikan hadis dan aku tidak pernah mendengarkan satu hadis saja yang disampaikan Abdullah bin Masud. Dia mengatakan misalnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Kecuali saya menemukan tongkatnya gemetar dan dia pun ketakutan jangan sampai apa yang disampaikan itu salah. Jangan sampai disampaikan itu salah." Ini juga teman-teman di dinukil dari banyak riwayat-riwayat ulama tabiin seperti Imam Malik rahimahullah bagaimana beliau kalau ingin menyampaikan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau selalu mandi dulu lalu menggunakan baju yang paling bersih gitu kan. Ini termasuk yang ditunjukkan seperti yang juga Abdullah bin Mas'ud mereka saking menghormatinya. Kalau Abdul Masud tadi sangat takutnya jangan sampai salah. Kalau Imam Malik malah saking gembiranya menyampaikan dan beliau selalu mandi dan menggunakan baju bagus, wangi-wangian setiap mau menyampaikan hadis. Kalau ada yang minta isi pengajian di sini, Imam. Kata Imam Malik, "Baiklah, sebentar." Beliau pulang ke rumah mandi, ganti baju baru, pakai minyak wangi paling bagus baru datang ke majelis. Lalu ditanya sama muridnya, "Kenapa Anda lakukan?" Dia bilang, "Saya akan menyampaikan penyampaian Nabi sallallahu alaihi wasallam." Gitu kan sampai seperti itu. Dan banyak di antara tabiin melakukan hal-hal yang kurang lebih serupa. Mereka berhati-hati sekali, Teman-teman sekalian. Makanya jangan kalau kita ambil dari riwayat Abdullah bin Mas'ud, jangan sampaikan kecuali yang jelas sudah kita ketahui. Kalau riwayat Imam Malik, kalaupun ki
Resume
Categories