Transcript
r4K7PU6Ejmw • Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-19: Abdullah bin Mas'ud "Sang Pencerah Umat"
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0040_r4K7PU6Ejmw.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah tidak henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji kita ke hadirat Allah Subhanahu wa taala. zat yang paling pantas untuk dipuji, dicintai, ditunduki, dan ditakuti. Dan memang kita sedang mengejar segala kebutuhan kita dengan mengucapkan kalimat mulia. Alhamdulillah. Jug kita panjatkan salam hormat kita kepada Nabi Besar Muhammad sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam sebagai bentuk kepatuhan kepada sang pencipta yang telah menjadikannya ibadah buat kita orang-orang yang beriman. Seperti biasa saudaraku seiman, kita bertemu sebulan sekali dalam serial sahabat. Dan pada siang ini semoga Allah berkahi kita akan membahas seorang tokoh inspiratif, sahabat dan juga kaum muslimin pencerah umat Abdullah Ibn Mas'ud radhiallahu taala anhu. Seseorang yang telah terlintas atau tersebutkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Pada saat dia sedang naik ke atas sebuah pohon di Kota Madinah, kemudian tertiuplah angin yang kencang sehingga kedua betisnya tersingkap karena poster tubuh yang kurus dan kecil. Akhirnya tanpa menyadari banyak di antara sahabat menertawakan betisnya Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhum ajmain. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Apakah kalian menertawakan betisnya Ibnu Mas'ud demi zat yang jiwaku dalam genggamannya? Sesungguhnya betis Ibnu Mas'ud yang kecil ini yang kalian sedang lihat lebih berat daripada gunung Uhud ditimbangan pada hari kiamat. Kemudian juga sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam yang masyhur, "Siapa yang ingin mengambil Al-Qur'an dalam keadaan murni sebagaimana ia telah diturunkan, maka hendaklah dia membaca dan mengikuti bacaan Ibnu Ummul Abd atau Abdullah Ibn Mas'ud." Dari dua buah hadis ini, Teman-teman sekalian, jadi muncul sebuah pertanyaan. Siapa Abdullah bin Mas'ud ini? Bagaimana bisa baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan kedua betisnya ditimpangan hari kiamat lebih berat daripada gunung Uhud? Dan bagaimana bisa Nabi sallallahu alaihi wasallam menobatkan dia menjadi sumber inspiratif umat dan juga pencerah umat Islam dalam mengambil Al-Qur'an. Abdullah bin Mas'ud, saudaraku seiman, adalah Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil Al-Khuzali dan biasanya dikenal dengan Ibn Ummu Abd. Dan Ummu Ab sebenarnya adalah nama ibunya karena ayahnya meninggal di masa jahiliah Mas'ud dalam keadaan kufur tentunya. Dan ibunya sempat hidup di masa Islam dan masuk Islam maka dia dikenal dengan Ibnu Ummu Abd. Kemudian berubah setelah Islam dikembalikan ke nama ayahnya Abdullah Ibnu Mas'ud radhiallahu anhum ajmain. Tentu Allah subhanahu wa taala karuniai dia beberapa orang anak. Tapi yang paling masyhur anaknya adalah Abdurrahman. Makanya dia diberikan julukan Abu Abdurrahman. Abdullah bin Mas'ud ini, saudaraku seiman, dulunya di Makkah orang yang tidak mampu dan dia pengembala kambing. Tepatnya dia menjadi penggembala kambing di seseorang tokoh Makkah yang bernama Uqba bin Abi Muaid. Tentunya Uqbah meninggal dalam keadaan kufur ya. Kalau tidak salah dia juga salah satu korban yang mati di Badr. Nabi sallallahu alaihi wasallam, Teman-teman sekalian, sebelumnya berbicara masalah Abdullah bin Mas'ud dan sahabat-sahabat yang mulia ini telah mencetak manusia-manusia mencetak Al-Qur'an tapi bukan di lembaran seperti kita sekarang. Nabi sallallahu alaihi wasallam mencetak Al-Qur'an, Teman-teman sekalian, di hati manusia sehingga kader umat ini lahir. Dan ini sebenarnya yang kita butuhkan sekarang. Lembaran-lembaran kertas memang dibutuhkan dari satu sisi supaya bisa dibaca seperti buku atau Al-Qur'an dalam bentuk mushaf. Tapi sayangnya tidak dicetak di dalam hati. Ada sebuah statement ditulis oleh penulis ini yang menarik bagi saya. Saya pikir itu sangat bagus. Saya bacakan di halaman 175 bagi yang pegang bukunya. Dikatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam telah mencetak puluhan naskah Al-Qur'an bahkan ratusan bahkan ribuan dan jutaan. Beliau tidak mencetaknya dengan tinta di atas kertas, tapi beliau mencetaknya dengan tinta cahaya di atas lempengan hati manusia. Kalimat ini punya bobot ya secara ilmiah. Maksudnya apa, Teman-teman sekalian? Lebih penting Al-Qur'an itu ditanamkan dalam hati. Bacaannya kah, tadaburnya kah, memahami artinya, mengambil hukumnya, mengamalkan ilmunya, dan menghafalnya. daripada sibuk mencetaknya saja di kertas atau sibuk meletakkan dalam bentuk kertas atau buku yang kita taruh di lemari kita di rumah. Itu boleh. Tetapi ini yang penting. Karena banyaknya orang di antara kita gonta-ganti beli mushaf, beli Quran sebentar warna merah, sebentar warna hitam, sebentar warna ini. Tapi tidak pernah dibaca, tidak pernah diambil hukumnya, tidak pernah diamalkan karena tidak ditanamkan dalam hati. Yang penting itu diukir dalam hati, saudaraku seiman. Dan itu luar biasa. Nabi sallallahu alaihi wasallam mencetak para sahabat seperti itu. Al-Qur'an tertanam dalam hati mereka. Kata penulis, "Itulah iman." Kalau Al-Qur'an sudah masuk dalam hati seseorang, maka itu dinamakan iman. Jika akarnya tertanam dengan kokoh dan pengaruhnya terhadap jiwa akan menjadi sangat kuat, ia memberikan kepada pemiliknya keyakinan yang tidak tergoyahkan. Kalau antum sudah ambil Al-Qur'an mulai ditanamkan di dalam hati bahwasanya ini adalah kitabullah, membacanya adalah ibadah, menghafalnya adalah ibadah, kemudian resapi dalam hati dan diamalkan itu lebih penting daripada kertas. Itu akan memunculkan bagi pemiliknya keyakinan yang tidak tergoyahkan, harapan yang tidak pernah padam, selalu motivasinya adalah optimis dan bukan pesimis. motivasi yang tidak akan pernah berhenti dan tekad kuat yang tidak akan pernah mengendor. Ia menguasai dunia bagi orang yang hatinya sudah ada Quran dia ia menguasai dunia tapi dunia tidak akan mampu menguasainya. Mengumpulkan harta tapi harta itu tidak memperhambakannya. Segala kenikmatan meliputinya tapi kenikmatan itu tidak menjadikannya sombong. Ujian menerpahnya tapi ujian itu tidak mengalahkannya. Tekanan-tekanan kehidupan hanya menambah tekad di atas tekadnya dan kekuatan di atas kekuatannya. Layaknya emas murni di mana panasnya api semakin menambah kejernian dan kemurniannya. Lalu beliau mengatakan, "Aku bertanya pada kalian semua pembaca dengan nama Allah. Siapa yang percaya bahwa sekelompok orang yang berjumlah sedikit memakai perlengkapan minim dari Jazirah Arab? Bajunya sederhana, alas kakinya sederhana, Perse dan Romawi sangat berkembang pesat pada saat itu. Mereka tidak mengenal filsafat Yunani, tidak pula modernitas Romawi. tidak mempunyai hikmah India, tidak memiliki keahlian Cina, bisa menguasai kendali dunia, mengambil alih kekuasaan kaisar dan meruntuhkan kekuatan Kisra, menebarkan agama baru dan peradaban baru di alam semesta hanya dalam kurang dari 1/4at abad. Kata beliau, jadi kesimpulan disampaikan adalah sahabat-sahabat yang kita bahas termasuk Abdullah bin Mas'ud nanti ini orang yang ciri khasnya teman-teman sekalian disebutkan cirinya di sini ada di halaman 177. Dia berbadan kurus, orangnya pendek, kulitnya coklat gelap, wajahnya sangat sederhana. Tapi di sisi lain dia menjalankan sunah dengan berpakaian bagus dan berbau wangi. Dia menjadi hakim di Kufa dan baitul Mal pada masa Umar bin Khattab dan juga awal pemerintahan Utsman bin Affan. kecil fisiknya tidak berpengaruh masalah itu. Dan semua itu terjadi karena memang Al-Qur'an telah tertanam dalam hati dan terukir dalam hatinya bukan hanya sekedar lembaran kertas dan Nabi sallallahu alaihi wasallam tanamkan masalah itu. Nanti akan kita sebutkan, Teman-teman sekalian, bagaimana sih Abdullah bin Mas'ud sampai bisa menguasai Al-Qur'an. Ya, dan luar biasa menjadi tokoh Al-Qur'annya sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam suruh semua sahabat yang hidup pada masa itu ambil Al-Qur'an dari Abdullah bin Mas'ud. Karena orangnya sangat luar biasa. Bagaimana dia bisa menanamkan dalam hatinya Al-Qur'an itu sendiri? Abdullah bin Mas'ud terkenal sebagai seorang imam ulama, imam ulama, sahabat, fakih, dan juga ahli fikih. Dia sendiri fakih. Maaf, dia dia ahli fikih atau fqih ya. Dia menguasai hukum-hukum dan juga zuhudnya umat ini. Dia memiliki banyak sekali manaqib, kelebihan-kelebihan. Namun sebelum menyebutkan manaqibnya, teman-teman sekalian, kita akan masuk tentang kisah masuk Islamnya dulu. Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu pernah menjadi penggembala kambing oleh salah satu tokoh Makkah bernama Uqbah bin Abi Muaid dan Ibnu Mas'ud orang yang sangat tulus bekerja penggembala kambing. Lalu kemudian dia menceritakan suatu hari sebab masuk Islamnya aku pernah menggembalakan dombanya Ibnu Muaid atau tadi dikatakan Uqba bin Abi Muaid. Kemudian lewatlah dari di gembalaan kami itu atau di gembalaanku itu Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama Abu Bakar sebelum masuk Islam. Lalu kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Hai anak muda, apakah engkau memiliki susu?" Maka dia mengatakan, "Aku tidak memiliki domba yang bisa mengeluarkan susu." Jadi ada sebenarnya kambing, tapi tidak ada susunya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tunjukkan kepadaku kambing betina yang belum pernah melahirkan." Justru di sini adalah mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Saya pun mendekatkan seekor domba betina yang belum digauli oleh pejantannya, belum pernah hamil." Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam pun memegang bagian putingnya tiba-tiba mengembang kemudian diisi dengan susu yang banyak. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama dengan Abu Bakar dan aku pun ikut meminumnya. Setelah selesai, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada puting kambing itu, "Mengempislah." Maka tiba-tiba saja mengempis dan seakan-akan belum pernah mengeluarkan susu sebelumnya. Melihat kejadian tersebut, Abdullah bin Mas'ud tertarik dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu bertanya, "Siapa Anda ini ya? Siapa yang bersama dengan Anda Abu Bakar?" Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam perkenalkan diri. Lalu Abdul Mas'ud pun tercengang mendengarkan kalau ini adalah seorang nabi. Lalu tanpa menunggu dia pun langsung mencari tempat Nabi sallallahu alaihi wasallam menanyakan alamat lalu datang kemudian mengatakan, "Ya Rasulullah ajarkanlah kepadaku tentang perkataan yang Anda sedang bawa." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pun mengajarkan sambil berkata, "Engkau adalah anak yang terpelajar." Atau makna lainnya, "Kamu orang cerdas, kamu bisa belajar. silakan belajar Islam itu. Lalu Abdullah bin Mas'ud pun syahadat dan beliau mengatakan, "Aku telah mengambil 70 surah langsung dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam dan tidak ada seorang pun yang menyaingiku." Ini kalau Nabi kisah masuk Islamnya radhiallahu anhu. Dan kita akan masuk teman-teman ke manaqib dan banyak sekali manaqibnya nih. Saya waktu tulis seperti sudah habis sebenarnya tinta pulpen untuk menulis manaqibnya atau kelebihan orang ini luar biasa. radhiallahu anhu. Sahabat Nabi yang mulia secara fisik ya bisa dikatakan sedang atau bahkan kurang. Tetapi beliau menjadi ulamanya sahabat. Yang pertama teman-teman dia adalah orang yang keenam masuk Islam. Dan ini sebuah fadilah orang yang keenam masuk Islam. Kemudian yang kedua, dia telah menghadiri semua peperangan baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan sudah cukup saja kalau dia sempat menghadiri Badr tahun 2 Hijriah. Dan kita sudah tahu semua yang hadir di Badr ya dijamin surga dan diampuni segala kesalahannya kalaupun mereka melakukan setelah selesai Badr. Kemudian juga dia menghadiri perang Yarmuk sampai di zaman Umar bin Khattab. Dan pada saat itu dia menjadi penanggung jawab terhadap pembagian gimah. Dan ini juga kedudukan yang sangat tinggi karena ini harus membutuhkan amanah. Dan perang Yarmuk kita sudah tahu terjadi di tahun 15 Hijriah pada saat ekspansi Islam ke negeri Syam. Dan ini sudah saya jelaskan di kisah Umar radhiallahu anhu ajmain. Kemudian yang ketiga, beliau juga bertugas secara khusus dan ini sebuah pelajaran juga teman-teman sekalian kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam itu memiliki pelayan-pelayan dan tidak salah kalau seorang muslim memiliki banyak orang yang melayaninya. Nabi sallallahu alaihi wasallam itu punya pelayan khusus yang menyiapkan sendalnya pada saat beliau mau keluar sallallahu alaihi wasallam. Dan ini bukan istrinya, dari para sahabat. Ada yang menyiapkan siwaknya, ada yang menyiapkan pelana kuda dan untanya, ada yang menyiapkan ee tempat duduknya sallallahu alaihi wasallam, ada yang menyiapkan pakaiannya. Jadi, Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki banyak pelayan. Salah satu pelayan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang selalu siap untuk mengurus siwak, sendal dan juga air wudunya Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah Abdullah bin Mas'ud. Dan ini disebutkan di buku kita di halaman 176 riwayatnya. Tentu teman-teman sekalian mungkin antum mengatakan siwak sendal apa kelebihannya? Ini bukan siwak sendalnya seseorang di antara kita ya, tapi siwak dan sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini berarti kemuliaan bisa melayani manusia terbaik, umat manusia. Umat manusia ini semuanya. Dan Nabi. Bahkan Ias almuzani radhiallahu anhu rahimahullah. Seorang ulama tabiin pernah diberikan apel dari tangannya Anas ibn Malik radhiallahu anhu. Sahabat Nabi. Anas ibn Malik pembantunya Nabi. Ya, ini sudah pernah kita jelaskan biografinya dulu sudah lewat tentunya. Anas bin Malik membantu Nabi sallallahu alaihi wasallam dan beliau pernah memberikan hadiah di akhir hidupnya gitu kan sebelum meninggal dunia karena umurnya sampai 100 tahunan dipanjangkan umurnya oleh Allah subhanahu wa taala sesuai dengan doa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu salah satu yang bertemu dengannya muridnya namanya Iyas Almuzani. Tabiin yang masyhur dengan ilmunya dan kecerdasannya. Pernah dikasih apel oleh Anas ibn Malik. Lalu Ias Almuzani seorang ulama e tabiin. Orang-orang tahu dia siapa? Seorang alim. Lalu dia mengambil apel tersebut dan mencium apel itu. Lalu kemudian murid-muridnya bertanya, "Kenapa Anda mencium apel itu?" Dia bilang, "Bagaimana saya tidak menciumnya? Saya mendapatkan apel dari tangan yang pernah bersentuhan dengan tangannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Begitu luar biasanya mereka memuliakan Nabi sallallahu alaihi wasallam, gitu kan. Artinya memang ini luar biasa ni karunia luar biasa. Nah, apalagi ini Abdullah bin Mas'ud punya tugas. Setiap mau wudu, setiap mau pakai sendal, setiap mau bersiwak dia yang bertugas. Nabi gak kasih yang lainnya, khusus dia saja yang urus itu. Maka siwak Nabi sallallahu alaihi wasallam dia yang potongin, dia yang bersihin, diambilkan siwak baru, sendalnya selalu dia yang bersihin, dia yang tata. Setiap kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau keluar, maka itu sebuah karunia. Berarti di mana pun Nabi sallallahu alaihi wasallam melangkah, dia dapat pahalanya. Karena dia yang siapin sendalnya. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersiwak dengan menggunakan itu ada pahalanya. Abdullah Masud juga panen wudu. Setiap kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau salat maka dia yang siapkan air wudunya. Dia panen salat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah nabi serta imam kaum muslimin pada saat itu. Jadi ini fadilah memang bukan hanya sekedar masalah siapain sandal atau tempat wudu, tapi semua ada fadilahnya. Kemudian yang keempat teman-teman sekalian, dia dan Hudzaifah ibn Yaman. Banyak di antara kita hanya mengenal Hudzaifah saja yang sebagai shahibus sir Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia pemilik ee rahasianya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Padahal sebenarnya kalau dalam riwayat-riwayat yang masyhur, dua orang yang menjadi pemegang rahasia Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini juga pelajaran, Teman-teman, kalau kita bisa mencari orang yang terpercaya untuk kita sampaikan masalah-masalah kita dan dia mengetahuinya. Siapa tahu satu waktu meninggal dunia, maka dia bisa menyampaikan kepada orang-orang lain yang memang perlu mengetahui berita itu seperti masalah hutang dan seterusnya. Dikatakan ada riwayat yang menjelaskan bahwasanya dia Abdullah bin Mas'ud dan Hudzaifah bin Yaman adalah dua orang yang terkenal sebagai pemilik rahasia Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya hadis yang masyhur yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada beliau Masud hijab. Kamu selalu dapat izin dari aku hai Abdullah bin Masud untuk masuk ke rumahku. Pokoknya selama hijab diangkat, pintu dibuka, kamu bisa masuk. Tidak ketuk pun silakan masuk. Dipercaya oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Silakan. Begitu hijab saya angkat, rumah saya buka, kamu orang boleh masuk gak? Musa izin gak seperti yang lainnya. Dan engkau boleh mendengarkan semua yang berhubungan dengan rahasiaku sampai aku melarangmu. Kata Abu Musa al-Asyir radhiallahu anhu, "Aku dan adikku atau kakakku pernah masuk dari Yaman menuju ke Madinah dan kami tinggal di Madinah. Maka kami selalu melihat Abdullah bin Mas'ud bolak-balik masuk ke rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama ibunya sampai kami mengira Abdullah bin Masud adalah salah satu keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam. saking dipercayai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, tentu tidak mungkin orang sembarangan masukkan orang di rumahnya apalagi rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah menurunkan dalam Al-Qur'an harus minta izin dulu baru boleh masuk ke rumah orang. Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan kepada Abdul Mas'ud kelebihan itu. Yang kelima, Teman-teman sekalian, kelebihan dia adalah dia orang yang sangat mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam segala seluk-beluk perilakunya dan ibadahnya. Sebagaimana Hudzaifah bin Yaman radhiallahu anhu mengatakan, "Inna asbahanasian fan." Sesungguhnya orang yang paling mirip baik itu perilaku ataupun keadaan wasamtan atau khusyuk dan kekhusyukan dalam ibadah wa hadan dan petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Labnu ummi abdin hatta yakhruja. Hatta yakruj ya eh hatta yakruja baiti orang yang paling mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam baik perilaku dan keadaan serta kekhusyukan dalam ibadah dan segala macam petunjuk-petunjuk yang kami ketahui dari Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah Ibnu Ummi Abd. Ummi Abd nama ibunya. Dinisbatkan Ibnu Mas'ud ke situ karena memang ayahnya meninggal dalam masa jahiliah. Dan setelah itu dikembalikan ke Abdullah bin Mas'ud. Contentnya sebagaimana saya bilang tadi kami mengetahui dia orang yang paling mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dari pertama dia keluar rumahnya sampai dia kembali lagi ke rumahnya. La nadri ma yasna fi ahlihi idza khala. Yang kami tidak tahu dari Abdullah bin Mas'ud hanya kalau dia pulang ke rumahnya apa yang dia lakukan. Tapi kalau di luar jalannya, pakaiannya, cara berbicaranya, ibadahnya semuanya mirip Nabi sallallahu alaihi wasallam dan tidak ada yang menyerupai dia. Riwayat ini riwayat sahih riwayatkan Imam Bukhari. Kemudian juga dikatakan dalam riwayat yang lain, alim sahabah an ibnu masudin akrabunasu wasilatan linabi sallallahu alaihi wasallam. Hadis sahih riwayat Imam Ahmad. Semua sahabat sepakat bahwasanya Abdullah bin Mas'ud adalah orang yang paling dekat secara contoh perilaku ibadah kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga para sahabat berlumba-lumba untuk mencontohi perilakunya. Padahal belum waktu itu masih muda ya, masih banyak sahabat yang lebih tua. Yang keenam, dia adalah salah satu dari enam orang yang telah turun firman Allah kepadanya yang bunyinya azubillahim minasyaitanirrajim. Ayat ini tentunya turun ee apa? Surah Al-An'am, surah nomor 6 ayat 52 turun pada saat Nabi sallallahu alaihi wasallam sedang duduk bersama enam orang sahabat ini. Salah satunya adalah Abdullah bin Mas'ud. Auzubillahiminasyaitanirrajim. yaduna bilqati waliduna wajha maika min hisabihim minai w min hisabika alaihim minairum fatakuna minalimin. Waktu Nabi sallallahu alaihi wasallam lagi duduk dengan enam orang ini, datang beberapa tokoh-tokoh Quraisy yang kaya-kaya. Abu Jahal, Abu Lahab datang semuanya dan mereka berkata, "Hai Muhammad, maukah apakah kamu mau kami dengar apa yang kamu sampaikan? Kami jadi pengikutmu." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tentu saja." Kata mereka, "Apa?" Keluarkan orang-orang ini, ini orang-orang semua budak-budak, orang miskin, keluarkan dari depanmu. Maka kami akan duduk mendengarkan. Waktu itu sempat Nabi sallallahu alaihi wasallam berpikir untuk membdirikan enam orang ini, gitu kan. Kemudian diganti oleh tokoh-tokoh Quraisy. Namun Nabi sallallahu alaihi wasallam batalkan karena turun firman Allah ini dalam surah Al-An'am, surah nomor 6 ayat 52. Dan janganlah engkau hai Muhammad memberdir orang-orang yang selalu menyebut-nyebut nama Tuhan mereka berzikir di pagi dan sore hari hanya untuk mengejar rida dan wajahnya Allah. Artinya ikhlas karena Allah. Tidak perlu kamu pikir tentang masalah hisab mereka dan kamu tidak bertanggung jawab dengan itu dan juga hisabmu terhadap mereka. Kamu tidak perlu menyalahkan mereka, tidak perlu juga mereka kamu usir atau kamu pindahkan. Maka akhirnya gara-gara kamu mempertimbangkan ada tokoh-tokoh Quraisy yang mau datang, kamu akan memberhentikan atau mendirikan mereka, maka kau termasuk orang-orang yang zalim. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu, "Duduklah." Dan akhirnya ditolak tokoh-tokoh Quraisy untuk duduk. Kecuali kalau mereka mau bergabung, silakan. Karena mereka tidak mau bergabung sama orang-orang yang dianggap budak pada saat itu atau pelayan-pelayan. Begitu juga teman-teman sekalian yang ketujuh adalah beliau salah satu salah satu-satunya sahabat, maaf satu-satunya sahabat yang telah mengambil 70 surah Al-Qur'an. Kita tahu ada 114 surah, 70 surah dan jumlahnya sangat banyak ini. Yang langsung diambil dari lisan baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Langsung diambil dari lisan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini sebuah karunia. Makanya beliau berkata, "Aitun Nabi sallallahu alaihi wasallam faqulu." Aku pernah mendatangi satu hari Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah masuk Islam maka aku mengatakanimni minal a al Islam. Ajarkan kepadaku tentang agama yang Anda bawa atau agama Islam. Qa sallallahu alaihi wasallam, "Innaka gulamun muam." Sesungguhnya kau anak muda yang cerdas dan mau belajar. Q faak fi suratan launz fiha ahad. Maka aku mengambil dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam 70 surah secara langsung yang tidak ada seorang pun bisa mengalahkanku di 70 surah itu atau menyaingiku. Tentunya juga teman-teman sekalian beliau punya kelebihan yang kedelapan adalah orang yang pertama membaca Al-Qur'an di hadapan Quraisy secara terang-terangan walaupun beliau sempat dipukulin sampai berdarah-darah. Dan itu disebutkan kisahnya di halaman 180 sampai 181 di mana Abdullah bin Mas'ud pernah melihat orang-orang Quraisy ya pada saat melihat kaum muslimin selalu memukulnya. Lalu beberapa sahabat berkata satu sama yang lain, "Siapa kira-kira yang berani membaca Al-Qur'an di hadapan mereka? Siapa tahu mereka akhirnya bisa tersentuh." Maka Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Aku." Para sahabat bilang, "Hai Abdullah bin Mas'ud, ada orang-orang yang lebih besar badannya saja tidak berani. Bagaimana kamu berani?" Kata Abdullah bin Masud, "Saya akan melakukannya." Maka dia pun pergi ke belakang makam Ibrahim. Lalu dia membaca di waktu duha surah Ar-Rahman yang memang sudah turun di Makkah pada saat itu. Mulai dia membaca Ar-Rahman alamal Quran, khalaqal insan, terus dibaca ayat tersebut dengan suara keras. Orang-orang Makkah melihat ini bukan tokoh Quraisy. Ini seorang pegawai ya dianggap itu orang miskin, susah ya. Bahkan sebagian ee ada arar yang menyebutkan dia dulunya mantan budaknya Uqbah bin Abi Muaid. Itu ada yang mengatakan dia penggembala kambingnya. Maka Abdullah bin Mas'ud pun dikerumuni oleh orang-orang Quraisy. Lalu mereka berkata, "Apa yang kamu baca hai Ibnu Ummu Abd?" Maka dia mengatakan, "Al-Qur'an." Lalu orang-orang Quraisy pun menyerang menyerangnya sampai ya membuat kulitnya terkelupas. Dan Ibnu Mas'ud pun terus membaca tanpa mempedulikan walaupun wajahnya sudah dipenuhi dengan darah sampai dia menyelesaikan akhir surah yang turun dari Ar-Rahman. Kemudian dia kembali ke Darul Arqam dan ternyata para sahabat merasa kasihan melihatnya karena wajahnya penuh dengan darah tadi. Lalu mereka berkata, "Hai Ibnu Mas'ud, cukuplah. Jangan engkau ulangi lagi. Kata Ibnu Mas'ud waktu itu menghadap wajahnya ke arah Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu mengatakan, "Ya Rasulullah, kalau seandainya Anda mau besok aku akan mengulanginya." Jadi, ini menandakan sebuah fadilah yang luar biasa. Bagaimana pada saat itu masih banyak orang yang takut memperdengarkan Al-Qur'an, tapi dia datang dengan poster tubuh yang kecil tapi keimanan yang kuat. Dia membaca Al-Qur'an di depan mereka. Kemudian teman-teman sekalian, salah satu kisah yang unik adalah bagaimana ee fadilah atau manaqib yang kesembil. Dia adalah salah satu yang membunuh Abu Jahal. Abu Jahal tentu ini disebutkan di halaman 184 kalau yang pegang bukunya. Saya pernah sebutkan teman-teman sekalian tentang kematian Abu Jahal di perang Badr. Abu Jahal adalah seorang raja Makkah kalau kita bisa bahasakan waktu itu ya. Walaupun memang di Makkah banyak kepala-kepala suka yang memimpin dan dia punya julukan di Makkah Abu Hakam, dia sempat hadir di perang Badr memang terbunuh di situ. Ada riwayat yang menjelaskan dia mati karena tebas pedangnya anak, adik kakak Muadz Muawid. Dua orang anak muda Ansar kalau masih ingat ceritanya. Yang mendatangi Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhum ajmain. Lalu adiknya berkat, kakaknya berkata, "Hai paman, mana Abu Jahal?" Kata Abdurrahman, "Nanti kalau saya lihat, kenapa kau cari dia?" Kata Muawid, e, kata Muad, "Si kakak, saya ingin membunuhnya. Saya mengetahui kalau dia orang yang paling suka menyakiti Nabi sallallahu alaihi wasallam di Mekah." Kata Abdurrahman nanti kalau saya lihat saya akan tunjukkan. Kemudian datang Muawwid, si adiknya di sebelah kirinya Abdurrahman dan berkata, "Hai paman, dia tidak dengar kakaknya tadi ngomong apa tanpa disengaja nih." Dia mengatakan, "Hai paman, mana Abu Jahal?" Kata Abdurrahman, "Kenapa kau tanya?" "Ini perang lagi berkecamuk ya?" Lalu kata kata anak Muawid ini si adik dan ini pada saat itu Muad berumur 16, si Muawid umur 15. Lalu kata Muawid, "Saya tahu dia dengar, saya dengar dia paling banyak menyiksa Nabi sallallahu alaihi wasallam di Makkah. Saya ingin membunuhnya." Kata Abdurrahman, "Baiklah saya akan tunjukkan kalau sudah terlihat." Kata Abdurrahman, "Begitu saya lihat Abu Jahal dari jauh semuanya besi dari kepalanya sampai kaki kudanya. Bukan kaki dia saja, semua kudanya pun dilapisi dengan besi dan terlihat cuma matanya. Saya mengatakan itulah Abu Jahal. Kata Abdurrahman, "Demi Allah, belum selesai kalimat saya mengatakan jahal, maka keduanya melecit seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Kemudian menembus barisan pasukan yang membela Abu Jahal sampai keduanya menebaskan pedangnya. Dan akhirnya Muawiz mati terbunuh." Si adik mati syahid di situ. Dan Muad sempat melarikan diri tapi setelah menebaskan pedangnya di paha Abu Jahal dan berdarah. Dan Abu Jahal pun jatuh. Ada riwayat yang menjelaskan Abu Jahal mati karena ini. Abu Jahal mati karena tebasan ini dan perang Badr dimenangkan karena Abu Jahal jatuh. Dan Muad akhirnya keluar dari medan perang karena dia rasa tangannya sempat kena tebas dan dia sempat ikat dengan imamahnya tangan kanannya tapi ee dia merasa mengganggu. Dicabutlah imamah itu. Kemudian tangannya diinjak dengan kakinya dicabut telapak tangannya atau lengan lengannya sebelah kanan. Lalu dia masuk medan perang dengan tangan kiri sampai dia terbunuh mati syahid. Dan waktu itu umurnya 15 dan 16 tahun. Ini luar biasa iman mereka. Riwayat ini ada ada riwayat lain, Teman-teman, yang menceritakan tentang tokoh kita Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu. Abdullah bin Mas'ud ini dulu dikenal sekali sebagai penggembala kambing dan memang penggembala kambing dianggap remeh sekali oleh orang-orang Quraisy. Ini dianggap seorang pegawai yang tidak perlu dihormati gitu kan. Nah, Abdullah Masud terkenal. Uqbah bin Abi Muaid masih kelasnya di Quraisy di bawahnya Abu Jahal gitu kan. Abu Jahal waktu jatuh penuh dengan darah gitu kan karena dia debu ma penuh dengan debu dan kakinya berdarah. Abdullah bin Mas'ud mendengar Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan siapa yang bisa membunuh Abu Jahal maka Abdullah bin Mas'ud maka dia akan dapat begini dan begitu. Abdullah bin Mas'ud lalu tidak banyak bicara pergi masuk ke medan perang mencari mana Abu Jahal nih. Dia tahu Abu Jahal ternyata karena dia sudah jatuh berdarah dan pasukannya banyak melarikan diri, Abu Jahal tinggal sendiri. Abdullah bin Mas'ud badannya kecil. Abu Jahal besar sekali. Abu Jahal itu terkenal postur tubuhnya sangat besar. Dia dengan beberapa tokoh-tokoh Quraisy termasuk Umayyah bin Khalaf. Orang yang sangat besar. Sampai-sampai waktu dia jatuh dari kudanya dia enggak bisa berdiri lagi karena besarnya gemuknya badannya. Maka Abdullah bin Mas'ud naik di atas dadanya karena kecilnya lalu berkata, "Hai musuh Allah, saatnya kau mati." Abu Jahal karena sombongnya dia lihat, dia bilang, "Bukankah kau si pengegembala kambing?" Itu kata Abdullah bin Mas'ud, "Iya, saya penggembala kambing. Hai musuh Allah, gitu yang akan memenggal lehermu." Sempat Abu Jahal ini saking sombongnya dan meninggal dalam keadaan kufur. W naudubillah. Dia mengatakan, "Sungguh kau sudah menduduki sebuah gunung yang besar." Artinya, salah duduk kamu. Ini bukan di sini tempatnya. Bukan. Bukan kau yang bunuh saya. Gitu kan. Maka Abdullah bin Mas'ud pun mengambil pedangnya lalu mengiris memotong leher Abu Jahal dan membawanya ke hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Baik teman-teman, muncul pertanyaan kecil. Kenapa kok membunuh Abu Jahal sebuah nilai istimewa? Musuhnya Allah. Satu-satunya orang kafir di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam yang diberikan julukan Firaunnya umat ini Abu Jahal gitu kan. Dan makin jahat orang-orang kafir itu maka makin besar pahala kalau membunuhnya gitu. Ini kita bicara di kanca peperangan gitu kan. Maka punya fadilah tersendiri. Misal ada seorang pesatriah dia ahli pedang, dia ahli perang segala macam. Maka ada muslim yang membunuhnya. Ini beda dengan membunuh prajurit biasa. Kedudukannya berbeda, pahalanya pun berbeda. Apalagi ini Abu Jahal dan setelah dia meninggal betul-betul memang pasukan Quraisy terkalahkan. Maka fadilah membunuh Abu Jahal ada. Dan itu yang disebutkan Abdullah bin Mas'ud melakukan itu kepada Abu Jahal. Tentu di sini disebutkan oleh Alhafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari dalam Sahih Bukhari menjelaskan tentang masalah kejadian ini. Mengatakan semua dari kalangan kesimpulannya ya semua di kalangan sahabat yang terlibat ini Muad, Muawid dan Abdullah bin Mas'ud semuanya ini terlibat dalam pembunuhan Abu Jahal. Kalau kita gabungkan kedua sahabat tadi yang masih muda memang sempat melukai Abu Jahal dan mereka pasti akan mendapatkan pahala itu dan Abdullah bin Mas'ud yang mengeksekusi terakhir yang ke-10 teman-teman sekalian dia adalah salah satu dari empat orang yang diperintahkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk mengambil Al-Qur'an darinya. Dan ini kalau yang pegang bukunya ada di halaman 185 tapi saya bacakan hadisnya. Kata baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Istaqriul qurana min arbaah." Istaqraul qurana min arbaah. Kalian harus belajar baca stor bacaan, stor hafalan Al-Qur'an dari empat orang. Disebutkan yang pertama min Abdillah bin Mas'ud. Dari Abdullah bin Mas'ud. Maka dimulai dari dia. Kemudian Salim, Maula Abi Hudzaifah. Sudah kita pernah sebut biografinya orang ini. Kemudian datang yang ketiga, Ubay bin Ka'ab. Dan yang keempat, Muad bin Jabal. Hadis Bukhari, hadis Muslim, dan juga hadis riwayat Tirmidzi. Dan ini sebuah fadilah. Berarti memang semua sahabat waktu itu harusnya mengambil Al-Qur'an yang paling pertama dari Abdullah bin Mas'ud. Bahkan ada riwayat yang menjelaskan ketiga sahabat yang lain pun ini seperti Muad bin Jabal, Salim Mul Abi Hudzaifah dan Ubay bin Ka'ab juga seringki mengambil bacaan dari Abdullah bin Mas'ud. Artinya semua Al-Qur'an sekarang yang menyebar di kita itu dipanen pahalanya Abdullah bin Mas'ud karena dia duduk bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam dia fokus mempelajarinya dan ini tadi saya janjikan teman-teman bagaimana dia bisa ya tertanam Al-Qur'an dalam dirinya karena dia datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam secara langsung dia paksakan waktunya ya ee dan dia kerahkan energinya lalu belajar Al-Qur'an lalu dia hafal sehingga dia menjadi pioner di situ. Dan ini sebuah poin yang banyak diluputkan oleh orang kita. Kalau menjadi pionir, kita lakukan satu perbuatan baik sama orang lain sama-sama dapat pahala sama-sama. Tapi kalau kita pionirnya menjadi contohnya, suri tauladannya, maka kita bisa panen pahala orang lain. Dan ini berarti, Teman-teman, sebuah fadilah. Karena semua sahabat belajar Al-Qur'an dari Abdullah bin Mas'ud mengambil langsung dari beliau dan beliau mengambil 70 surah tidak terkecuali semuanya langsung dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam dan diajarkan kepada para sahabat. Artinya masih tersisa kurang lebih beberapa surah saja yang memang masih bergabung di antara sahabat dalam masalah mengambil dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Abdullah bin Mas'ud juga berkata, "Wallahilladzi la ilaha ghairuh." Demi Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali dia. Ma unzilat suratun min kitabillah. Tidak pernah turun satu surah dari kitabnya Allah Al-Qur'an. Illa anaamu aina unzilat. kecuali sayalah orang yang paling tahu di mana diturunkan. Wa walima eh walima unzilat. Dan kenapa diturunkan? Wala unzilat ayat min kitabillah illa ana aamu mimman unzilat. Dan tidak pernah ada ayat Al-Qur'an turun kecuali saya tahu. Saya paling tahu ke siapa turunnya ayat itu. Siapa yang dimaksud? Walauamu ahadanam minni bitabillah. Kalau seandainya saya tahu ada orang yang lebih paham daripada saya berhubungan dengan Al-Qur'an tabluhul ibil yang bisa dijangkau dengan perjalanan unta lqibtu ilai maka pasti saya akan datang mendatanginya. Dan ini juga sebuah hal, Teman-teman sekalian, bukan bukan kesombongan kalau misal memang kita menguasai sebuah bidang. Misal kita menguasai sekali bidang IT atau ilmu tertentu misalnya, memang kita ahlinya tahu, di situ kita kuasai dan kita ikhlas karena Allah belajar. Tidak ada salahnya kita mengatakan saya menguasai bidang ini. Itu bukan ria, bukan aib, dan bukan asal tidak diikuti dengan sifat sombong. Karena pernyataan ini bisa saja membuat orang lain jadi paham. Dia harus ambil dari kita. diambil dari perkataan Ibnu Mas'ud yang mengatakan, "Demi Allah, saya orang yang paling tahu ayat Al tidak ada surah turun dalam Al-Qur'an kecuali saya yang paling tahu di mana turun, turunnya kenapa dan untuk siapa, gitu kan. Dan kalau saya tahu ada orang lebih tahu dari saya, maka saya pasti akan mendatanginya." Juga beliau berkata, "Wallahi laqad aktu min fi rasulillahi sallallahu alaihi wasallam bidan was surah." Demi, demi Allah, aku benar-benar telah mengambil langsung dari mulut baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam 70 sekian surah. Wallahi laqad alima ashabu rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Dan demi Allah seluruh sahabat-sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengetahui anni min alamihim bikitabillah. Saya orang yang paling paham dari e di antara mereka dari kitabnya Allah. Wama ana bikhairihim. Walaupun saya bukan orang terbaik mereka. Jadi ini sebuah fadilah dan ini tidak ada sahabat yang memungkirinya. Bagaimana dia mengakui dia orang yang paling paham kitabullah untuk mempromosikan diri supaya bisa orang-orang datang belajar. Apalagi Nabi sallallahu alaihi wasallam memang menyuruh mengambil Al-Qur'an dari dia. Beliau juga mengatakan atau maaf kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man ahab yaqra al quran gadan gadan kama unzila falyaqra qiraatu ummu abdi." Ummu ummi abd. Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah lewat waktu Abdullah ibn Mas'ud lagi salat. Rupanya bacaannya terdengar sedikit keluar bacaan Qurannya dan dia membaca dengan tartil. Pelan-pelan dibaca. Alif lam mim berhenti. Pelan-pelan. Waktu itu dia baca surah Annisa. Saya kasih contoh aja tadi. Maka waktu itu Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda waktu lagi lewat Abdullah Masud lagi salat. Cuma didengar oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata beliau, "Siapa yang ingin mengambil Al-Qur'an ya seperti murni turun, seperti saya dengar dari Jibril, begitu pas bacaannya, suaranya, maka dia mengambil seperti bacaannya Ibnu Mas'ud atau Ibnu Ummi Abd juga. Nabi sallallahu alaihi wasallam, teman-teman pernah menangis mendengarkan bacaan Abdullah bin Mas'ud Al-Qur'an karena indahnya suaranya, karena tartil dalam membaca Al-Qur'an. Dan ini semua fadilah. Tidak boleh orang buru-buru dalam membaca Al-Qur'an. Disebutkan dalam kisah itu disebutkan kalau teman-teman pegang bukunya ada di halaman 188 saya akan sebutkan. Abdullah bin Mas'ud berkata, "Saya pernah mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu beliau mengatakan, "Iqra alaiyal Quran." Baca Al-Qur'an untuk saya. Hai Abdullah bin Mas'ud. Qullu ya Rasulullah aqra alaika wa alaikal unzil. Apakah ya Rasulullah saya baca untuk Anda sementara untuk Anda turun Quran itu Anda sudah dengar dari Jibril? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, q inni asahi asma giri. Saya ingin sekali mendengar dari orang selain saya. Maksudnya dari manusia. Faq alaihi suratanisa. Maka aku pun membacakan surah Annisa. Hatta balagtu sampai saya mencapai firman Allah. Auzubillahiminasyaitanirjim. Bagaimana hai Muhammad bila kami datangkan kau pada hari kiamat untuk menjadi saksi terhadap umat-umat manusia dan kami bagaimana kalau kami mendatangkan kalian hai kaum muslimin dan kami datangkan juga kau hai Muhammad menjadi saksi buat umat-umat sebelum kalian. biijli. Maka tanpa sengaja Nabi sallallahu alaihi wasallam menyentuh kakiku dengan kaki beliau. Faid aahuan, maka saya melihat kedua mata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya keluar mengeluarkan air mata. Dan ini kata para ulama tidak pernah ada disebutkan kalau ada sahabat yang seperti ini yang memang Nabi sallallahu alaihi wasallam dengarkan ayat lalu menangis dan ini sebuah fadilah sendiri. Kemudian yang ke-11 teman-teman, dia juga mustajab doa. Orang yang kalau berdoa selalu diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam memerintahkan agar berpegang pada wasiatnya Abdullah bin Mas'ud. Apa saja yang dia sampaikan ambil selalu apa yang disampaikan ambil hukumnya. Disebutkan di dalam sebuah riwayat, Ibnu Mas'ud membaca doa, "Allahumma inni asaluka imanan la yartad." Ya Allah, aku memohon keimanan yang tidak pernah goyah waiman lafad dan nikmat yang tidak pernah terputus-putus. Wauraqati nabiika shallallahu alaihi wasallam fi a jinanil khuld. Dan saya selalu bersama dengan nabimu, menemani nabimu di surga yang tertinggi dan kekal. Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Udustajabuak." Berdoalah semamu wahai Ibnu Mas'ud pasti akan diterima darimu. Berarti ada fadilah di sini dia mustajab doa karena apa saja yang dia bilang maka diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga berkata dalam hadis yang sahih riwayat Hakim, riwayat Tirmidzi juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Setelah saya meninggal, ambil hukum-hukum dari dua orang sahabatku ini, Abu Bakar dan Umar. Ammar. Dan juga lengkapkan petunjuk-petunjuk itu dengan mengikuti Ammar. Ammar bin Yasir radhiallahu anhu. Nanti akan ada bahasan sendiri tentang beliau. Watakuqu biahdi Ibnu Mas'ud. Dan berpegang teguhlah pada wasiatnya Ibnu Mas'ud. dari para sahabat untuk terjadi fitnah, terjadi fitnah yang sangat besar di zaman Utsman bin Affan dan seterusnya. Mereka selalu meminta wasiat dari Abdullah ibn Mas'ud radhiallahu anhu gitu kan. Bagaimana tentu fitnah Utsman ee terjadi terbunuhnya itu sebelum sebelum ee bin Mas'ud sudah meninggal sebelumnya. Karena ee fitnah itu terjadi di tahun 36 Hijriah. Sementara Ibnu Mas'ud meninggal tahun 32 Hijriah. Tapi sahabat pada saat melihat ada masalah, mereka selalu kembali ke Ibnu Mas'ud karena tahu ini adalah pemilik wasiat. Apa saja wasiat itu gini, Teman-teman. Kalau misalnya kita butuh sesuatu, nasihat apapun, orang yang paling layak kita datangi orang yang paling dewasa. Dan itu diistilahkan dalam agama dengan orang ahli wasiat, orang yang suka memberikan nasihat dan tepat nasihatnya karena kedewasaan dan pengalamannya. Maka Abdullah bin Mas'ud dijadikan sebagai hukum syari untuk mengambil wasiat darinya. Abdullah bin Mas'ud, Teman-teman sekalian, terkenal sekali. Poin yang ke-12 adalah dengan waraknya. Dan wara ini artinya orang yang sangat dekat dan menjaga hubungan indahnya atau baiknya dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan itu ada disebutkan di halaman 191. Di antaranya Masruk rahimahullah, salah satu tabiin berkata, "Seorang laki-laki berkata tentang Abdullah ibn Mas'ud, betapa inginnya aku termasuk ashabul yamin, golongan kanan, termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah." Maka Abdullah berkata kepadanya, "Lakin hauna rajulun wadda annahu idza mata la yubat." Tapi ketahuilah ada laki-laki di sebelahmu, maksudnya yang sedang bicara dia sendiri Abdullah Mas'ud yang ingin jika dia mati agar tidak dibangkitkan. Dan ini nama wara namanya. Artinya dia wara itu bergabung antara merendah diri, antara dalamnya ilmu, dalamnya iman. Bukan dia memungkiri tentang kebangkitan, tapi dia bilang kalau kau berharap nanti kalau kau mati menjadi ashabul yamin, orang yang selamat masuk surga, saya juga sebenarnya berharap. Tapi saya kalau dikasih pilihan, saya berharap tidak dibangkitkan karena takut jangan sampai jangan menjadi ashabul yamin itu atau saya tidak jadi mereka. Hasan Basri menukil mengatakan Abdullah bin Masud pernah berkata laqinal jannatiar. Kalau seandainya saya diberdirikan antara surga dan nerakailali lalu dikatakan kepadaku, takun ahabika ramadan. Kalau kamu hari kiamat dibangkitkan hai Ibnu Mas'ud lalu kemudian disuruh pilih surga neraka atau kau menjadi tanah, yang mana kau harus pilih? Karena kalau kau masuk surga butuh konsekuensi mana amalmu. Kalau kau masuk neraka juga akan dihitung amalmu. Mana yang kau pilih? Pilih dua-duanya dipertimbangkan dulu amalmu atau kau jadi tanah? Lah ahbabtu an akuna ramada. Maka pada saat itu saya lebih baik memilih menjadi tanah. Maksudnya adalah jangan sampai nanti saya pilih surga ternyata amal saya tidak cukup bukan tidak mau masuk surga. Ini bentuk wara, bentuk ya perendahan diri seorang Abdullah bin Mas'ud kepada hukum-hukum Allah. Abu Wail rahimahullah juga berkata, Abdullah bin Mas'ud berkata, "Aku berharap Allah mengampuni satu dosa dari dosa-dosaku dan nasabku tidak ketahui." Tidak diketahui. Ini semua kalimat-kalimat warak. Artinya, aku berharap kalau semua dosaku ada, lalu aku beristigfar kepada Allah dan aku tahu ada satu saja dosa yang dimaafkan oleh Allah, itu sudah cukup. Aku sudah luar biasa bersyukur kepada Allah. Bukan maksudnya tidak mau diampuni dosanya, bukan. Tapi dia tidak tahu. Sekarang dia tinggal harus menjalankan karena merendahnya. Dia mengatakan, "Aku berharap kalau ada dosaku yang Allah sudah ampuni, aku bersyukur. Apalagi kalau diampuni semuanya. Dan aku berharap nasabku tidak diketahui." Artinya, jangan sampai aku terkenal, akhirnya nanti aku jadi lupa daratan. Aun bin Abdillah dari saudaranya Ubaidillah rahimahumullah berkata, "Jika orang-orang telah tidur maka Abdullah berdiri untuk salat. Kemudian aku mendengar dengungan seperti suara lebah karena bacaan Al-Qur'annya. Ini semua contoh-contoh warak. Tentu warak banyak sekali contohnya, Teman-teman sekalian. Seperti juga orang menjaga kesucian, kehormatan dengan Allah. Jangan sampai melanggar bukan yang haram tapi yang makruh. Seperti misalnya antum berusaha untuk tidak makan berdiri dan minum berdiri, maka namanya wara. Berusaha untuk tidak melihat yang haram walaupun itu tidak disengaja. Itu juga adalah wara. Semuanya sama gitu kan. Dan ini bagian-bagian daripada wara itu Abdullah bin Mas'ud terkenal dengan kewaraannya juga. Abdullah bin Mas'ud ini fadilah yang ke-12 memiliki ya sifat tawadu dan tawadu dengan wara ada bedanya sedikit. Kalau tawadu lebih banyak kepada masalah fisik, merendah ya merendah secara fisik. Dan itu disebutkan juga panjang lebar di halaman 192 sampai 194. Saya pilihkan di antara tawadunnya dinukil dari Hubaib bin Abi Tsabit. rahimahullah. Ia berkata, "Pada suatu hari Ibnu Mas'ud keluar lalu orang-orang mengikutinya." Ibnu Mas'ud berkata kepada mereka, "Apa keperluan kalian ikuti saya?" Dia keluar dari rumahnya, orang-orang pada ikut semua karena orang-orang tahu dia ulama. Mau dengar sesuatu mungkin mau lihat, mau temanin, gitu. Maka mereka menjawab, "Tidak, kami hanya ingin berjalan denganmu." Maka Abdullah bin Mas'ud berkata, "Pulanglah kalian. Karena hal itu adalah kehinaan bagi orang yang mengikuti dan fitnah bagi orang yang diikuti. Sangat tidak mau untuk diikuti oleh orang-orang kalau bukan karena masalah khusus mau bertanya masalah hukum. Jadi dia tidak mau nanti dikena oh ramai itu orang semua tahu ini dalam Abdullah Masud dia hindari itu. Kecuali memang dalam keadaan-keadaan dalam majelis-majelisnya di masjid. Seperti ada riwayat juga menyebutkan beliau buka majelis di masjid maka orang ramai datang itu dibiarkan. Tapi kalau khusus dia keluar dari rumahnya lalu diikuti orang, dia sangat tidak mau. Dan dia mengatakan, "Pulanglah. Kalau itu saja niatnya mau temani saya jalan, pulanglah. Karena itu akan menjadi fitnah." Ya, itu akan menjadi kehinaan bagi orang yang ngikuti. Kalau kalian akan terhina seakan-akan diri kalian butuh orang bodoh. Padahal sebenarnya tidak. Dan juga akan jadi fitnah bagi orang yang diikuti. Dan ini bentuk tawaduk, merendah. Alhit bin Suwaid rahimahullah berkata, Abdullah berkata, "Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui dari diriku, niscaya kalian akan menaburkan pasir ke kepalaku." Maksud orang yang sangat luar biasa ibadahnya, tapi dan kedudukannya di sisi sahabat, apalagi dalam Islam. Tapi beliau mengatakan supaya tidak ada kesombongan. Kalau seandainya kalian tahu apa yang aku tahu tentang diriku, artinya banyaknya kesalahan-kesalahanku, maka kalian akan letakkan pasir di kepalaku. Bukan cuma ikuti, maka kalian akan letakkan pasir supaya orang jangan terlalu fanatik dengan beliau radhiallahu anhu. Kemudian disebutkan juga, teman-teman sekalian di dalam buku kita ini beberapa riwayat yang menjelaskan sambungan dari gabungan masalah wara dan tawadu itu. Di antaranya Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu sangat mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam, menghargai beliau dan takut menyampaikan suatu perkataan dari beliau dengan menambah satu kata atau dengan mengurangi satu huruf. Salah satu waraknya, takutnya e atau menjaga hubungannya dengan Allah dan merendahnya di hadapan Allah Subhanahu wa taala dan juga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, dia sangat takut menyampaikan kalau kalau penyampaian hadis kalau ditambah satu kata saja. Dari Masuk rahimahullah disebutkan pada suatu hari Abdullah bin Mas'ud menyampaikan hadis kepada kami. Dia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, tiba-tiba dia gemetar dan bajunya pun ikut gemetar. Maksudnya terlihat dia kayak orang menangis gitu kan. Kemudian berkatalah dia seperti itu atau mirip dengan itu ya atau mungkin seperti sekarang dikatakan a kama qalan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi sambil gemetar. Dia takut jangan sampai dia salah menyebutkan dari hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Amr bin Maimun rahimahullah juga berkata, "Aku pulang dan pergi ke rumah Abdullah bin Mas'ud selama 1 tahun untuk belajar dan selama itu aku tidak mendengarnya menyampaikan satu hadis dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Namun pada suatu hari dia menyampaikan sebuah hadis maka lidahnya berucap. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, tiba-tiba dia ketakutan sehingga aku melihat keringat menetes dari keningnya. Kemudian dia menambahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda seperti itu. Maksudnya saking merendahnya dia takut salah, dia jaga waraknya jangan sampai salah. Maka dia hati-hati sekali sampai mau menyampaikan hadis itu keringatan. Alqama bin Qais rahimahullah berkata, "Abdullah bin Mas'ud menyampaikan hadis, "Setiap Kamis sore aku tidak mendengarnya di setiap sore berkata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda kecuali satu kali." Maka aku melihatnya, ternyata dia bersandar ke sebuah tongkat dan tongkatnya itu bergetar dan bergoncang. Maksudnya setiap Kamis dia sampaikan hadis dan aku tidak pernah mendengarkan satu hadis saja yang disampaikan Abdullah bin Masud. Dia mengatakan misalnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Kecuali saya menemukan tongkatnya gemetar dan dia pun ketakutan jangan sampai apa yang disampaikan itu salah. Jangan sampai disampaikan itu salah." Ini juga teman-teman di dinukil dari banyak riwayat-riwayat ulama tabiin seperti Imam Malik rahimahullah bagaimana beliau kalau ingin menyampaikan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau selalu mandi dulu lalu menggunakan baju yang paling bersih gitu kan. Ini termasuk yang ditunjukkan seperti yang juga Abdullah bin Mas'ud mereka saking menghormatinya. Kalau Abdul Masud tadi sangat takutnya jangan sampai salah. Kalau Imam Malik malah saking gembiranya menyampaikan dan beliau selalu mandi dan menggunakan baju bagus, wangi-wangian setiap mau menyampaikan hadis. Kalau ada yang minta isi pengajian di sini, Imam. Kata Imam Malik, "Baiklah, sebentar." Beliau pulang ke rumah mandi, ganti baju baru, pakai minyak wangi paling bagus baru datang ke majelis. Lalu ditanya sama muridnya, "Kenapa Anda lakukan?" Dia bilang, "Saya akan menyampaikan penyampaian Nabi sallallahu alaihi wasallam." Gitu kan sampai seperti itu. Dan banyak di antara tabiin melakukan hal-hal yang kurang lebih serupa. Mereka berhati-hati sekali, Teman-teman sekalian. Makanya jangan kalau kita ambil dari riwayat Abdullah bin Mas'ud, jangan sampaikan kecuali yang jelas sudah kita ketahui. Kalau riwayat Imam Malik, kalaupun kita sudah ketahui, maka perindahlah penampilan dalam menyampaikan apa yang Nabi sallallahu alaihi wasallam sampaikan. Dalam riwayat lain dikatakan Abdullah bin Mas'ud memang selalu mendahulukan akhirat dari dunia dan ini juga termasuk dalam ee sebuah warak ya bagian daripada warak itu. Dari Ah aljusyami rahimahullah berkata, "Kami menemui Ibnu Mas'ud sementara tiga orang putranya berada di dekatnya. Mereka tampan seolah-olah mereka adalah emas yang berkilau. Maka dia berkata kepada kami, "Sepertinya kalian iri kepadaku karena anak-anak ini. Maka aku, maka kami berkata, "Benar demi Allah, dengan anak-anak seperti mereka itulah seorang muslim akan iri hati." Lalu Abdullah bin Mas'ud mengangkat kepalanya ke atap rumahnya yang kecil. Di sana ada burung alap-alap yang bersarang dan bertelur. Maka dia berkata, "Demi zat yang jiwaku berada di tangannya, aku mengibaskan tanganku dari tanah kubur. Dari tanah kubur mereka lebih aku sukai daripada jatuhnya sarang burung alap-alap ini dan telurnya pecah." Maksudnya Abdullah bin Mas'ud karena ilmunya kata sebagian ulama maka banyak wanita yang menawarkan diri untuk menikah. Maka menikah dengan seorang wanita yang sangat cantik dan terkenal dengan kelebihan fisiknya. Maka dari wanita ini lahir tiga orang anak dan tiga-tiganya sangat tampan gitu mengikuti ibunya. Maka ada beberapa orang muridnya yang datang dan melihat anak-anak itu duduk di dekat rumah dan sangat tampan, kulitnya putih, bersih dan mereka lihat ayahnya Abdul Masud punya kekurangan fisik. Maka mereka lihat Abdullah ibn Mas'ud mengatakan, "Seakan-akan kalian iri melihat anak-anak ini." Mereka mengatakan iya. Terus terang kami bingung melihat bagaimana kejadian ini bisa terjadi. Abdullah bin Mas'ud memberikan ilmu kepada mereka bahwasanya ini bukan bukan bukan bukan bukan milik saya, bukan dari saya. Status saja sebagai ayah yang memberikan adalah Allah. Jadi beliau merendah di sini dan beliau mengatakan lihat sambil lihat ke atap rumahnya ada sarang burung. Kalau saya, kalau saya pribadi saya lebih suka dan lebih mudah bagi saya di dalam timbangan amal nanti hari kiamat. Kalau saya membersihkan kuburan anak-anak saya ini, artinya kalau mereka mati itu masih lebih ringan daripada untuk saya daripada sarang burung ini jatuh, telurnya pecah lalu induk burung itu merasa kehilangan anaknya. Maksudnya ini bentuk kerendahan. Artinya anak-anak ini walaupun kalian lihat punya kegagahan, kelebihan, tapi bagi saya tidak ada nilainya, biasa saja. Dan saya lebih berhati-hati, bertanggung jawab depan Allah kalau seandainya telur burung ini sampai pecah. Dari Kais bin Jubair rahimahullah, beliau berkata, Abdullah radhiallahu anhu berkata, "Betapa menikmatnya dua hal yang dibenci, kematian dan kemiskinan." Ya, aku bersumpah demi Allah, yang ada hanyalah kecukupan dan juga kemiskinan. Aku tidak peduli dengan yang mana saja aku diuji. Karena hak Allah pada masing-masing dari keduanya adalah wajib. Kecukupan mengharuskan adanya empat, kasihan dan membantu fakir miskin. Sedangkan kemiskinan mengharuskan adanya kesabaran. Artinya di sini bentuk berendahnya Abdullah bin Mas'ud berkata, "Oh, maaf ikhwah merapat ya, tolong maju karena di belakang masih ada yang belum dapat tempat. Abdullah bin Mas'ud rahimah radhiallahu anhu. Beliau menyampaikan kalimat ini artinya coba merendah dan coba berusaha. Yang akhwat juga tolong, akhwatnya juga di belakang tolong merapat karena di belakang di luar akhwatnya sudah ada yang tidak dapat tempat. Tolong merapat kerja samamanya. Makasih. Abdullah bin Masud radhallahu anhu mengatakan di sini sebagai bentuk kerendahan. Saya sangat suka dengan kemiskinan dan juga kecukupan ya. Maaf kematian dan kemiskinan. Kematian dan kemiskinan. Jadi banyak orang yang benci dengan dua hal ini. Takut mati, takut miskin. Abdullah Mas'ud malah mengatakan, "Saya sangat suka dengan dua hal ini, kematian dan kemiskinan. Karena kematian itu akan selalu membuat seseorang berhati-hati dalam dalam melangkah sehingga dia hanya menikmati apa yang diperintahkan, apa yang dihalalkan, dan meninggalkan dilarang. Dan kemiskinan akan merasa akan mengetahui nilai daripada nikmat yang sedang diberikan sehingga dua lahan ini semestinya jangan dibenci. Seperti itulah kurang lebih wasiat Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhum. Abdullah bin Mas'ud, Teman-teman sekalian, memiliki kedudukan yang sangat tinggi di kalangan para sahabat ya. Sebagaimana juga di kalangan Nabi sallallahu di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Sebagaimana sudah kita sebutkan hadisnya tentang masalah ee apa namanya? Ee betis yang lebih berat daripada dari gunung Uhud di timbangan amal hari kiamat. Disuruh ambil Al-Qur'an darinya, disuruh ambil wasiat darinya. Ini semua adalah kelebihan yang dimiliki. Tapi ada fadilah yang lain adalah ee yang ke-14, Teman-teman sekalian, setelah kita jelaskan tadi tawaduknya poin 13 dan poin 12 waranya, maka poin ke-14 adalah kedudukannya di sisi para sahabat dan bagaimana para sahabat memuji keilmuan Abdullah bin Mas'ud. Disebutkan di halaman 194, Ibnu Mas'ud di zaman Khalifah Umar bin Khattab ditunjuk menjadi penulis surat ke penduduk Kufa. Kemudian isi surat itu disuruhlah Abdullah bin Mas'ud bawa ke sana ke negeri Kufa. Dan Kufa ini, Teman-teman, di Irak wilayah yang banyak sekali fitnah pada saat itu. Jadi banyak fitnah dan kita tahu terbunuhnya ee kasus ee perang Jamal, perang unta terjadi antara Ali dengan Aisyah radhiallahu anha radhiallahu anhum ajmain, antara Ali sama Muawiyah. Semua terjadi karena penduduk wilayah Irak, terutama Kufa ini. Ini jadi masalah. Maka butuh orang yang luar biasa bisa menguasai mereka, bisa menasihati mereka. Umar bin Khattab waktu itu dengan sangat tegas dia cari orang siapa kira-kira yang paling tepat. Dipilihah Abdullah bin Mas'ud lalu isi suratnya kepada penduduk Kufa. Sesungguhnya aku telah mengutus Amar kepada kalian sebagai gubernur. Ammar bin Yas jadi gubernur gitu kan. Dan Ibnu Mas'ud sebagai pendidik dan pendukung pengawas. Keduanya termasuk sahabat Muhammad yang terpilih dan termasuk sahabat yang ikut dalam perang Badr. Dengarkanlah kata-kata mereka berdua dan teladanilah keduanya. Aku mementingkan kalian dengan Abdullah bin Mas'ud daripada diriku sendiri. Kata para ulama, Umar bin Khattab melihat bukan dia yang pergi ke sana padahal dia khalifah dan dia mampu melakukannya dan dia adalah contoh yang baik. Tapi dia menunjuk Abdullah bin Mas'ud sebagai pengajar di situ, pengawas dan harus diikutin. Ammar ibn Yasir pun sebagai gubernur mengikuti Abdullah bin Mas'ud dalam keputusan kalau kita seperti hakim. Dan Umar mengatakan, "Aku lebih mendahulukan Abdullah bin Mas'ud dari diriku sendiri." Orang-orang Kupa sangat mencintai Abdullah bin Mas'ud setelah dia datang dan akhirnya mereka mengambil ilmu. Dan setelah Abdullah bin Mas'ud datang, terjadi perubahan total di Kufa karena dia datang dengan ilmunya. Dan suatu hari disebutkan Zaid ibn Wahab rahimahullah berkata, "Aku sedang duduk bersama Umar bin Khattab." Tiba-tiba Ibnu Mas'ud datang dan hadirin hampir-hampir menutupinya dan menghalangi Umar bin Khattab. Umar bin Khattab lagi duduk khalifah. Dia datang dari Kufa. Pas tiba di Madinah mau salaman sama Umar, tiba-tiba orang kerumunin semua. Umar bin Khattab ditinggalkan pada saat itu oleh orang-orang mengurumuni Abdullah bin Mas'ud. Karena dia pendek pada saat itu ya kondisinya pendek fisiknya. Maka Umar bin Khattab sempat tersenyum ketika melihatnya. Umar mulai berbicara kepadanya dan wajahnya berbinar karena gembira melihat Abdullah bin Mas'ud. Orang ini secara fisik punya kekurangan tapi luar biasa dikerumuni sama orang, disukain dan seterusnya. Maka pada saat itu Umar pun bercanda dengannya sementara dia berdiri di hadapannya. Kemudian Ibnu Mas'ud beranjak pergi. Maka Umar memandang ke arahnya sambil berkata. Umar berkata, "Kunaifun mulia ilman." Dalam riwayat lain dikatakan, "Qunaifun muli fikhan." Sungguh orang yang baru keluar ini, ketahuilah dia bejana yang penuh dengan ilmu dan yang lain dikatakan dia bejana yang penuh dengan pemahaman. Dan ini perkataan Umar. Dan perlu kita tahu teman-teman waktu kita bahas masalah Umar bin Khattab, saya pernah jelaskan baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah mimpi dalam hadis Bukhari Muslim melihat Umar berpakaian yang panjang gitu kan. Maka kata para sahabat, "Ya Rasulullah, apa anda takwilkan?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ilmu, ilmu di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam, orang banyak datang kepada Umar bin Khattab bertanya. Di zaman Abu Bakar juga begitu. Dia jadi penasihatnya Abu Bakar. Di zaman khilafahnya dia menjadi penentu keputusan. Tapi khusus Abdullah bin Mas'ud ditunjuk oleh Umar mendahului dirinya. Bahkan dia memuji Abdullah bin Mas'ud. Dan ini sebuah kelebihan yang luar biasa yang dimiliki oleh Abdullah Ibn Mas'ud radhiallahu anhum ajmain. Kata penulis, "Silakan Anda renungi peristiwa yang menakjukkan berikut ini." Dari As-Sya'bi rahimahullah. Ini tempatnya As-Syu'bi ya. Ia berkata, "Mereka menyebutkan bahwa Umar bin Khattab bertemu dengan sekelompok musafir dalam suatu perjalanan. Di antara mereka ada terdapat Abdullah bin Mas'ud. Lalu Umar memerintahkan seseorang untuk bertanya. sengaja mau menguji dalam kafilah itu yang mau pergi. Umar tahu di situ ada Abdullah bin Mas'ud. Coba uji keadaan ilmiahnya gitu. Maka dia bertanya orang itu yang diutus oleh Umar bertanya, "Dari mana kalian?" Lalu Abdullah menjawab, "Kami datang dari jalan yang lebar." Maka Umar bertanya, "Kalian hendak ke mana?" Abdullah menjawab, "Ke baitul attiq." Ke Ka'bah. Umar berkata lagi, "Di antara mereka terdapat seorang ulama." Lalu ee maaf orang itu bertanya, "Kalian mau ke mana?" Kata Abdullah, "Ke baitil Atiq." Lalu orang ini kembali dan berkata pada Umar, "Jawabannya seperti ini, Amirul Mukminin." Lalu Umar bertanya, "Apakah di antara mereka ada ulama?" Lalu Umar memerintahkan seseorang lagi suruh bertanya, "Al-Qur'an apa yang paling agung?" Coba tes lagi tanyain. Maka Abdullah menjawab, Abdullah bin Mas'ud ada di situ. Dia mengatakan, "Allahu la ilaha illa hual hayyul qayyum ayat kursi surah Albaqarah 255. Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali dia dan dia selalu hidup dan mengurusi makhluknya. Lalu Umar berkata lagi, suruh bertanya lagi, Al-Qur'an apa yang paling kokoh sekali? Ayat apa yang paling kokoh? Kalau kita pelajari kita akan bisa hidup tentram. Maka Abdul Mas'ud bertanya menjawab mengatakan surah An-Nahl ayat 90. Azubillahiminasyaitanirrajim. Innallah yamur billi wal ihsan. Sesungguhnya Allah menyuruh selalu berlaku adil dan berbuat kebajikan. Umar bertanya lagi, orang ini ada di situ lalu disuruh lagi Umar. Umar tanya, Umar suruh tanya lagi. Tanyakan lagi pada mereka Al-Qur'an apa yang paling menyeluruh? Maka Ibnu Mas'ud yang menjawab surah Alzalzalah ayat 7 sampai ayat 8. [Musik] Azubillahiminasyaitanirjimqinir yaralqinar yarah. Siapa yang mengerjakan kebajikan sebesar pun maka pasti dia akan melihatnya. Ini ayat yang paling luas, menyeluruh. Apapun amal baik yang kamu kerjakan, kecil atau besar, sembunyi atau terang-terangan, pasti kau akan lihat. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah, maka pasti dia akan melihatnya. Umar lalu berkata pada orang itu utusannya, tanyakan lagi. Tanyakan kepada mereka Al-Qur'an apa yang paling menakutkan? Ayat apa yang paling wajar untuk ditakuti? Dan orang ini bolak-balik ya dari kafilah itu dia tanya Abdullah Masud tidak tahu kalau yang bertanya Umar bin Khattab. Umar yang memutusnya. Orang ini balik lagi menyampaikan jawaban lalu kemudian bertanya lagi begitu terus. Umar bilang, "Tanyakan lagi ayat Al-Qur'an apa yang paling menakutkan?" Maka Abdullah bin Mas'ud menjawab surah Annisa ayat 123. Auzubillahim minasyaitanirrajim. Laisa biamaniikum wa amani ahlil kitab mayamal suan yujza bih. Alay. Pahala dari Allah itu bukanlah angan-angan dan bukan pula angan-angan ahli kitab. Allah pasti akan kasih. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatannya. Itu artinya tidak ada perbuatan buruk yang tidak ada balasannya. Umar berkata lagi, tanyakan kepada mereka, Al-Qur'an apa yang paling besar memberikan harapan? Setelah kita tahu buat dosa segala macam, apa kira-kira ayat yang paling membuat kita punya harapan lagi? Abdullah menjawab lagi dalam surah Az-Zumar ayat 53. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Qul ya ibadiina asfahillah alayat. Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampaui batas kata Allah terhadap diri mereka dosanya sudah susah untuk dihitung berat sekali. Mungkin semua dia sudah lakukan sudah membunuh sudah judi, sudah berzina sudah berdusta segala macam. Janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. Lanjutan ayat, "Innallahu jamiah." Karena Allah mengampuni semua dosa-dosa. Maka Umar berkata, "Tanyakan kepada mereka, apakah ada di antara mereka Abdullah bin Mas'ud?" Maka mereka pun kelompoknya Abdullah Mas'ud ini mengatakan, "Iya, yang menjawab tadi adalah Abdullah Ibnu Mas'ud." Maka kata Umar, "Pantas bisa terjawab." Ya, dari Habbab bin Juain rahimahullah, beliau berkata, "Ketika Ali datang ke Kufa, jadi di antara sahabat ini ada yang terkenal memang ulamanya ya, Umar bin Khattab, Abu Bakar, e Utsman, Ali. Ini empat khulafa rasyidin sudah jelas mereka adalah ee orang-orang yang terkenal dengan ulamanya sahabat. Tapi ada yang lainnya Abdullah bin Masud, Abdullah bin Umar dan seterusnya. Nah, empat orang ini Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali di antara empat khulafa yang paling suka ee lebih mendalami ilmunya dan mengetes ilmunya apakah dia sudah paham atau mungkin ada di antara sahabat yang masih mau menyampaikan sesuatu. Umar sama Ali dua orang ini tadi sudah kita sebutkan Umar bagaimana dia mengetes Abdullah bin Mas'ud dan berusaha untuk mengorek ilmu darinya gitu. Apakah memang ada yang dia belum tahu dan Abdullah bin Mas'ud bisa tahu gitu kan. Mungkin kalau dia tanya langsung selalu Abdullah bin Mas'ud menolak. Kalau Umar mengatakan, "Hai Ibnu Mas'ud, sampaikanlah kepada saya apa yang kau ketahui." Ya, Amirul Mukminin, Anda lebih tahu dari saya. Tapi kalau dia gunakan orang lain, selalu ada jawaban gitu kan. Maka Ali bin Abi Thalib juga melakukan hal yang sama dan Ali sama Umar terkenal. Mungkin karena itulah ya. Kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah berkata, "Hai Umar, hai Ali, kalau kau bertemu, kalau kalian berdua bertemu dengan Uwais al-Qarni, mintalah agar beristigfar kepada Allah." Karena dua orang ini selalu penasaran. Dan majelis mereka setelah jadi khalifah selalu mencari cerita-cerita unik. Mana cerita unik nih? Cerita-cerita dari orang mana yang unik yang kira-kira sesuai relevansinya dengan aplikasi ayat dan hadis. Ali bin Abi Thalib dikatakan dari Habbab Ibin Juwain rahimahullah ketika Ali datang ke Kufa, dia didatangi oleh kawan-kawan Ibnu Mas'ud. Maksudnya murid-muridnya Ali bertanya tentangnya kepada mereka sehingga mereka merasa bahwa Ali sedang menguji mereka. Jadi al selalu tanya murid-muridnya, "Bagaimana menurut kalian ini? Bagaimana ayat ini? Bagaimana hadis ini?" Dan murid-muridnya semua menjawab sampai murid Abdullah bbin Mas'ud mengira Ali sedang menguji mereka. Ali berkata, "Aku berkata tentangnya seperti apa yang mereka katakan dan lebih baik lagi dia membaca Al-Qur'an, menghalalkan halalnya dan mengharamkan haramnya seorang yang fakih dalam agama dan seorang yang mengetahui tentang sunah." Lalu Ali bin Abi Thalib mengatakan, "Aku sebenarnya bertanya tentang ini semua karena aku tahu bahwasanya dia Ibnu Mas'ud lebih baik daripada aku. Dia membaca Al-Qur'an, menghalalkan halalnya, mengharamkan haramnya seorang yang fakih dalam agama dan seseorang yang paling mengetahui tentang sunah." Dari pengakuan Ali bin Abi Thalib yang terkenal dengan ulamanya, sahabat memuji Abdullah ibn Mas'ud. Abu Ahwas juga meriwayatkan rahimahullah, "Kami datang kepada Abu Musa lalu aku mendapati Abdullah bin Mas'ud dan Abu Mas'ud berada di dekatnya." Abu Musa al-Asy'ari sempat jadi gubernur tadi kita sudah sebutkan di Kufa. Abdullah bin Mas'ud sebagai penasihat. Ketika itu mereka sedang melihat mushaf. Lalu kami berbincang sesaat. Kemudian Abdullah beranjak. Maka Abu Mas'ud berkata, "Demi Allah, aku tidak mengetahui Rasulullah sallallahu alaihi wasallam meninggalkan seseorang yang lebih mengetahui kitab Allah daripada orang yang baru beranjak." Ini maksudnya adalah Abdullah Ibn Mas'ud. Dan ini kesaksian sahabat Nabi yang namanya Abu Mas'ud radhiallahu anhum ajmain. Dari Tamim ibn Hazlam rahimahullah, dia berkata, "Aku bergaul dengan sahabat-sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar. Aku tidak melihat seseorang yang lebih zuhud terhadap dunia dan lebih berharap akhirat di mana aku sangat ingin menjadi sepertinya daripada dirimu wahai Ibnu Mas'ud. Tamim bin Hazlam adalah tabiin yang masyhur, ulama besar. Dia selalu dia dia bilang, "Saya sempat hidup sama Abu Bakar sama Umar. Saya akui memang keilmuan mereka. Tapi kalau saya disuruh pilih," kata dia, "Maka saya berharap." Ya, saya tidak pernah berharap menjadi manusia dari sahabat Nabi kecuali seperti kamu. Ditunjuk Abdullah bin Mas'ud. Padahal ini ulama besarnya tabiin yang bertemu dengan Abu Bakar sama Umar. Masuk rahimahullah juga berkata, "Aku mengambil ilmu secara langsung dari sahabat-sahabat Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Aku mendapati ilmu mereka berakhir. Yang paling selalu menjawab pertanyaan, yang paling paham tentang Al-Qur'an dan sunah berakhir pada enam orang. Umar, Ali, Abdullah ibn Mas'ud, Ubay bin Ka'ab, Abu Darda, dan Zaid ibn Harit, Zaid ibn Tsabit. Kemudian aku mengambil secara langsung dari enam orang itu, maka aku melihat ilmu mereka berenam berakhir pada dua orang, Ali dan Abdullah bin Mas'ud. Jadi kalau sudah mentok pun dengan nama orang itu, masih ada yang ingin saya tanyakan belum paham kata Masuk. Masruk seorang ulama tabiin. Maka saya kembali kepada dua orang dan pasti dua orang ini memiliki jawabannya. Masruk juga rahimahullah berkata, "Aku bergaul dengan sahabat-sahabat Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Di antara mereka ada yang seperti telaga kecil yang menghilangkan dahaga satu orang. Di antara mereka ada yang seperti telaga yang menghilangkan dahaga dua orang. Di antara mereka ada yang seperti telaga yang menghilangkan dahaga 100 orang. Dan di antara mereka ada yang seperti telaga yang jika air hujan turun maka ia menampungnya sehingga orang-orang mengambil air secara keseluruhan darinya. Dan aku melihat Ibnu Mas'ud adalah seluruh telaga-telaga itu. Jadi tidak pernah ada masalah agama yang tidak dipahami oleh dia. Radhiallahu anhu. Dari Abu Ishak rahimahullah berkata, "Aku mendengar Abul Ahwas rahimahullah berkata, "Aku melihat Abu Musa dan Abu Mas'ud." Ketika Ibnu Mas'udin Abdullah bin Mas'ud wafat, salah seorang dari keduanya berkata kepada yang lain, "Apakah menurutmu dia meninggal ee apakah dia menurutmu dia meninggalkan orang seperti dirinya?" Maka kawannya menjawab, "Sepertinya tidak." Jadi Abu Mas'ud berkata kepada temannya Abu Musa al-Asy'ari. Dua-duanya sahabat Nabi. Abu Musa al-Asy'ari pada saat itu gubernur Kufa, Abu Mas'ud lagi datang ke sana. Abdullah bin Mas'ud jadi penasihat di Kufa. Meninggallah Abdullah bin Mas'ud tahun 32 Hijriah. Maka dua-duanya waktu dimakamkan Abdullah bin Mas'ud berkata satu sama yang lain, "Ada enggak orang kira-kira yang seperti orang yang meninggal ini sekarang yang dia tinggalkan? Muridnya kah, temannya kah?" Maka mereka saling menjawab satu sama yang lain? Sepertinya tidak. Karena dia diizinkan menemui Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sementara kita tidak dan dia hadir sementara kita tidak hadir. Maksudnya pada saat wahyu turun kebanyakan Abdullah bin Mas'ud hadir. Yang dimaksud tadi dengan 70 surah itu pas turun Abdullah bin Mas'ud ada di situ langsung mendengarkan dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam. Selanjutnya teman-teman sekalian adalah fadilah yang luar biasa tentang masalah ilmunya, keluasan ilmunya. Dan ini ee adalah fadilah yang ke-15 atau manaqib yang ke-15 ya. Kalimat-kalimat yang memenuhi hati dengan cahaya kata penulis atau kalimat-kalimat mutiara dari Ibnu Mas'ud menandakan keluasan ilmunya. Disebutkan teman-teman sekalian dari Ma'an rahimahullah, seorang ulama tabiin berkata, Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata, "Sesungguhnya hati mempunyai semangat dan kesungguhan dan sesungguhnya hati mempunyai kemalasan dan penolakan." Dua-dua ada di dalam hati manusia. Maka manfaatkanlah pada saat ia lagi semangat dan bersungguh-sungguh. Dan biarkan dia. Jangan diikutin kalau dia lagi malas dan menolak. Ini kalimat hikmah. Artinya pada saat lagi semangat mau nuntut ilmu, mau semangat salat malam, maksimalkan di situ. Itu nanti akan merenggangkan waktu di mana dia malas. Jadi lama baru dia malas gitu. Asal kita istikamah. Kalaupun dia malas jangan ikutin bisikannya. Sebuah kalimat hikmah. Dari Aun bin Abdillah juga rahimahullah. Salah satu ulama tabiin juga berkata, Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata, "Laal ilmu bikatrati riwayah wakinal ilmal khasyah." Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat, banyak menukil riwayat-riwayat, tetapi ilmu yang sebenarnya adalah munculnya rasa takut kepada Allah. Almundzir rahimahullah berkata, "Beberapa orang berbadan kekar datang kepada Abdullah bin Mas'ud sehingga orang-orang mengagumi kekuatan leher dan kesehatan fisik mereka. Maka Abdullah berkata, "Sesungguhnya kalian melihat orang kafir termasuk orang yang paling sehat jasmaninya dan paling sakit hatinya. Sedangkan kalian melihat seorang mukmin termasuk orang yang paling sehat hatinya dan mungkin sakit jasmaninya." Demi Allah, seandainya hati kalian sakit dan jasmani kalian sehat, niscaya kalian lebih rendah di mata Allah daripada kumbang. Kumbang kan ringan sekali. Maksudnya adalah ada orang kekar-kekar badannya datang semuanya berotot luar biasa sampai orang kagum melihat fisiknya yang bagus dan kekar dengan leher-lehernya yang kuat. Biasa orang binaragawan atau orang yang kekar seperti itu. Maka Abdullah bin Mas'ud menunggangi keadaan waktu orang-orang lagi pada kagum. Ini luar biasa nih kuat badannya, fisiknya. Allah kasih kelebihan dan seterusnya. Abdullah bin Masud mengatakan menunggangi keadaan. Lalu mereka beliau menasihati mengatakan kalian akan temukan orang yang paling begini badannya kebanyakan seperti ini. Bukan beliau larang ya, tapi beliau ingin titip pesan di situ. Kebanyakan orang yang begini itu adalah orang-orang kafir. Orang mukmin jarang kalian temukan seperti itu. Ada, tapi jarang. Kebanyakan orang-orang kafir kalian akan temukan fisiknya jasmaninya paling sehat tapi ruhnya mereka sangat kurus ya kan. Dan kalian temukan orang mukmin terbalik. Mungkin fisiknya biasa-biasa saja, tapi kalian temukan rohnya sangat sehat ya. Sehingga kapan dibutuhkan jihad, dibutuhkan peman mereka bisa lakukan. Dan ketahuilah kalau fisik kalian sehat tapi ruh kalian kurus gitu kan, maka kalian di mata Allah lebih rendah dan lebih ringan daripada kumbang. Nasihat dari Abdullah bin Mas'ud artinya supaya orang merendah dan berpikir tentang masalah mendahulukan gemuknya ruh daripada gemuknya fisik. Seperti teman-teman sekarang hadir di majelis ilmu. Apa gunanya teman-teman ini sekarang apa yang sedang dilakukan duduk di majelis ilmu seperti ini? Itu sama dengan ini untuk ruh ya, ini untuk ruh kita. Ini sama dengan kalau kita lagi makan kalau lapar untuk mengenyangkan jasmani, jasad gitu kan. Nah, ini sekarang kita sedang memberikan makan ruh kita. Jadi teman-teman kalau orang gemuk rohnya, sehat kekar rohnya dan itu tidak ada tidak ada yang bisa menggemukkan dan menyehatkan kecuali ilmu. Kalau sudah berilmu bobotnya kuat maka ruhnya akan kuat gitu kan. Maka semua yang dihadapi oleh jasmani bisa dihadapi. Sakit, fisik, kalau ruhnya kuat bisa dihadapi. Cobaan bisa dihadapin, apa saja bisa dihadapin sama dia. Tapi kalau jasmaninya kuat tapi ruhnya kempes, sakit, banyak sekali hal yang dia tidak bisa hadapin. Tidak bisa dihadapin cobaan. Walaupun dia kuat tapi mudah menangis, mudah putus asa. Ya. Dan ini sebuah nasihat yang luar biasa agar seseorang selalu memfokus fokus untuk menggemukkan rohnya nanti diikuti dengan jasadnya. Abdullah juga radhiallahu anhu mengatakan di setiap kebahagiaan ada kesedihan. Ketahuilah itu pasti partner. Jangan pernah mengkhayal teman-teman. Selalu bahagia, senang terus, ketawa terus. Enggak. Kita hari ini kata apa? Besok ada sedih sebagaimana ada muda, ada tua gitu kan. Ada malam ada siang. Ada hidup ada mati. Ada dunia ada akhirat. Kata Abdullah Mas'ud, "Ketahuilah di setiap kebahagiaan kalau sekarang kita bahagia nanti ada kesedihan. Sebuah rumah tidak berisi kebahagiaan kecuali diisi pula dengan kesedihan." Itu pasti terjadi. Kalimat mutiara. Jadi jangan sampai terus kita mengkhayal akan selalu ketawa, senang. Enggak. Sehingga akhirnya pada saat senang kita bersyukur, kalau ada cobaan kita tidak bersabar atau tidak, kita tidak bersyukur juga gitu kan. Ini peringatan dari Adahq ibn Muzain rahimahullah berkata, Abdullah juga radhiallahu anhu berkata, "Tidak seorang pun dari kalian kecuali dia adalah tamu dan hartanya adalah pinjaman. Kalian di dunia ini tamu semuanya buka mata bangun, waktu baru lahir sudah ada semua nih. Sudah ada udaranya, ada cahayanya, ada, pohon-pohonnya, ada ada semua kehidupan. Tinggal hidup jalan gitu kan. Kemudian menikmati apa yang ada. Ini semua kata Abdullah bin Mas'ud tidak seorang pun dari kalian kecuali dia adalah tamu sebenarnya di sini. Dan apa yang dia milikin hartanya pinjaman dari sang pencipta Allah. Tamu pasti pergi dan pinjaman harus dikembalikan kepada pemiliknya. Apapun itu, mobil, harta, semua kita akan tinggalkan. Meninggal akan dikembalikan. Allah wariskan kepada siapa yang Allah ingin wariskan gitu kan. Ditentukan kendaraannya, mobilnya. segala macam ee rumahnya akan diwariskan. Tinggal dia kembali kepada Allah, tamu akan kembali. Ini juga kalimat mutiara dari beliau radhiallahu anhu. Dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud, anaknya Abdullah bin Mas'ud yang pertama yang saya bilang Abdurrahman dan ini terkenal juga sebagai seorang ahli ilm yang belajar dari ayahnya. Dari ayahnya bahwasanya Ibnu Mas'ud ya didatangi oleh seorang laki-laki lalu berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, katakan kepadaku beberapa kalimat yang menyeluruh dan bermanfaat." Nasihat ya, aku mau tahu. Tapi kalimat ini usahakan pendek cuma padat. Semuanya berisi nasihat yang bermanfaat, menyeluruh. Kata Abdullah, "La tusrik billahi wul maal qurani haitual waman jaaka bilhaqi faqbal minhu waidan bagud alaihi habiban qiban." Nasihat yang luar biasa. Beliau katakan, "Janganlah engkau mempersekutukan Allah dengan sesuatu minta apa-apa. Takut bergantung hanya kepada Allah. Enggak ada jimat, enggak ada pohon keramat, enggak ada kuburan yang yang dikultuskan langsung kepada Allah. Jangan sekutukan Allah dengan suatu. Dan berjalanlah bersama Al-Qur'an di mana ia berjalan." Artinya semua perilakumu, gerak-gerikmu sesuai dengan Al-Qur'an. Kalau kau mau jalan, mau pakaian, mau bergaul, mau mencari pendapatan, apa saja selalu hubungkan dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an bolehkan lakukan. Tidak jangan. Orang yang datang kepadamu dengan membawa kebenaran, terimalah kebenaran itu darinya. Sekalipun dia orang jauh yang engkau benci, jauh dan kau tidak suka dia tapi ucapannya benar, terima. Dan orang yang datang kepadamu membawa kebatilan, jelas-jelas yang dia sampaikan itu adalah maksiat kepada Allah. Tolaklah kebatilan itu darinya sekalipun dia orang dekat dan engkau sangat mencintainya. Artinya jalanlah di atas hukum Allah benar-benar salah-salah. Abdullah juga radah anhu berkata dalam nasihat yang lain. Alhaqqu sakilun mariun wal batilu khafifun wabiun warubba syahwatin turitu haznan thwila. Kebenaran itu memang berat namun nikmat. Benar kita benar sering diserang orang dan sebagainya berat tapi nikmat kita coba pertahankan akan kenikmatan sedangkan kebatilan itu ringan gampang menipu orang dan seterusnya namun menyakitkan maksudnya efeknya nanti menyakitkan betapa banyak syahwat yang mengakibatkan kesedihan yang berkepanjangan makna kalimat beliau yang terakhir adalah semua dosa yang dilakukan akan mendatangkan penyesalan dan itu akan panjang makin banyak dosa dilakukan maka makin panjang panjang hukumannya. Saya pernah bilang, Teman-teman, satu orang zina 1 jam misalnya, maka sudah cukup Allah coba dia dengan 2 bulan sakit, 3 bulan sakit. Padahal tadi akibat dari 1 bulan eh 1 jam berbuat dosa. Mungkin dia melihat yang haram satu kali. Sudah cukup Allah Subhanahu wa taala membuat matanya buram sekian tahun misalnya. Jadi akibatnya besar. Kata beliau ingin menitipkan pesan di sini. Berapa banyak orang yang tidak menyadari bahwasanya akibat dari syahwat yang salah karena berbuat haram mengakibatkan kesedihan yang berkepanjangan. Makna yang lain sebagian ulama nanggapi, semua dosa akan mendatangkan sumpek, sedih, kehilangan sesuatu sesuai dengan kadar dosa yang dia lakukan. Makin sering diulangi beda orang yang berzina sekali dengan orang berzina 10 kali. Maka yang 10 kali lebih berat kesedihannya akan datang menimpa dia. Dan ini sebuah kalimat hikmah yang luar biasa. Artinya, Teman-teman, kalau seandainya memang kita tahu maksiat itu akan mendatangkan efek buruk, untuk apa kita lakukan? Enggak ada manfaatnya sama sekali. Di mata Allah dibenci, ada ancamannya, dan pasti efeknya kesedihan. Ini sudah sunatullah. Dan Abdullah bin Mas'ud adalah orang yang disuruh oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam kita ambil wasiat dari ini wasiatnya. Ini wasiatnya. Jangan berbuat dosa karena efek jerahnya lebih besar daripada perbuatannya. Jadi tidak ada gunanya. Dan itu kesedihan paling sedikit kesedihan yang berkepanjangan. Ambas bin Ukba rahimahullah salah satu juga ulama tabiin muridnya Abdullah Mas'ud berkata, Abdullah bin Mas'ud pernah berkata, "Wallahi alladzi la ilaha illa huu ma ala wajhil ardhiun ahwaju sijni minisan." Nasihat yang lain, demi Allah tidak ada. Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah atau diibadahi dengan benar selain Dia. Tidak ada di muka bumi ini yang paling berhak dan paling harus dipenjarakan dalam waktu yang lama daripada lidah seseorang. Artinya bicara yang penting. Kalau enggak diam. Sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang beriman pada Allah dan akhir dia harus mengucapkan yang benar atau dia diam." Dan ini nasihat juga. Berapa banyak orang masuk neraka karena lisannya sibuk berbicara ini, berbicara itu tidak ada ilmu, enggak ada manfaat sampai hanya masuk ke gunjing, ke fitnah dan seterusnya. Wasiat beliau tidak ada sesuatu demi Allah. Ini wasiat beliau yang kita dianjurkan Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk ambil yang lebih pantas dipenjarakan lebih lama daripada lisan seseorang. Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud anaknya kembali mengatakan rahimahullah dan ayahnya radhiallahu anhu. Ia berkata, "Ayahku pernah berkata zina fiatin uzina biakiha." Ketahuilah jika zina dan riba telah mewabah di suatu kampung atau tempat maka tidak lain kecuali tanda kebinasaannya. Ini Allah mustaan kita sekarang luar biasa ya. Nah, teman-teman sekalian, apapun yang menjadi penyebab umat-umat sebelum kita disiksa, ada semua sama kita nih. Kaum Luth disiksa karena apa? Homoseksual. Di mana-mana homoseksual bahkan banci-banci di orbit. Baik. Ada kaum saleh karena curang di timbangan. Berapa banyak orang yang curang dengan kita sekarang di tingkat-tinggal di pasar. Banyak orang mungkiri perintah-perintah nabinya. Nabi Nuh dibinasakan. Banyak orang yang mungkiri perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam dan hampir semua penyebab disiksanya kaum sebelum kita ada sama kita ni sekarang. Jadi sampai para ulama mengatakan kalau bukan rahmatnya Allah pada umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam mungkin sudah binasa atau bukan mungkin orang-orang saleh di antara mereka yang mempertahankan kemurnian ajaran Islam maka mungkin sudah dibinasakan. Bayangkan Abdullah bin Mas'ud mewasiatkan buat umat dan beliau adalah sumber inspirasinya umat ini, pencerah umat ini. Sebagaimana Nabi bilang, "Ambil wasit dari Ibnu Mas'ud. Kalau zina dan riba tersebar di satu kaum, pasti sudah terizinkan, sudah terbuka dari langit pintu untuk membinasakannya. Dan ini kita lihat Allah Taan, riba di mana-mana, kemudian juga zina di mana-mana. Berarti kalau kita hilangkan dua masalah ini, kita hilangkan riba dan hilangkan zina. Artinya kalaupun ada terjadi adalah segelintir orang yang juga tetap dikejar untuk diingatkan, maka insyaallah kehancuran akan diangkat. Tidak jadi terjadi. Kemudian selanjutnya Abu Ubaidah rahimahullah berkata, Abdullah juga berkata, "Barang siapa di antara kalian yang bisa menjadikan harta simpanannya di langit bukan di bumi, sehingga tidak dimakan rayap atau tidak dijangkau oleh pencuri, hendaklah ia melakukannya. Karena hati seseorang itu selalu bersama dengan harta simpanannya." Bahasa yang tinggi sekali. Artinya siapa yang siapa yang mau betul-betul hartanya tersimpan, aman, enggak akan ada pencuri yang ambil, enggak akan dimakan oleh rayap. Kalau zaman dulu mereka tidak punya tempat simpanan, taruh di atap rumah biasanya dimakan oleh rayap juga. Kalau ada ee kertas atau seterusnya, surat-surat wasiat itu bisa dimakan oleh rayap. Taruhlah di langit. Maksudnya infakkan di jalan Allah, maka sama saja kamu sedang nabung di langit, tidak akan dijangkau oleh pencuri, tidak akan pernah juga dimakan oleh rayap. Maka lakukanlah karena hati seseorang selalu bersama dengan harta simpanannya. Dari Al-Qasim rahimahullah berkata, "Seorang laki-laki berkata kepada Abdullah bin Mas'ud, "Wahai Abu Abdurrahman, berikanlah aku wasiat." Karena memang Nabi suruh kita ambil wasiat darinya. Jadi nasihat-nasihatnya apa? Abdullah berkata, "Liasa liasa baituk wfu lisanak wabikritik." Hendaklah engkau selalu merasa cukup dengan rumahmu yang sudah ada sekarang. Sudah ada rumahmu, kontrak atau tidak, selalu merasa bersyukur dan cukup gitu ya. Boleh dikembangkan, tapi jangan sampai pungkiri nikmat itu. Kemudian tahanlah lidahmu, jangan berbicara kecuali yang bermanfaat saja buat kamu. Dan menangislah ketika mengingat kesalahan-kesalahanmu. Abdullah bin Yazid juga berkata dari Abdullah radhiallahu anhu, dia berkata, "Salat kalian lebih lama dan kesungguhan kalian lebih kuat daripada para dari para sahabat Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Tetapi mereka lebih utama daripada kalian." I Masud ditanya dengan apa? Dia menjawab, "Mereka lebih zuhud terhadap dunia dan lebih mengharapkan akhirat daripada kalian." Jadi, Abdullah Masud, lihat para tabiin, murid-muridnya kalau salat luar biasa, sedekah luar biasa. Bahkan Abdullah Masud memberikan kesaksian, "Kalian lebih banyak loh ini sebenarnya perilakunya dari para sahabat Nabi." Saya lihat dua-dua generasi ini, tapi mereka melebihi kalian. Apa kelebihannya? Karena mereka lebih zuhud dengan dunia. Artinya mereka tidak mengejar dunia itu menjadi target dan juga mereka lebih mengharapkan akhirat. Artinya nasihatnya buat orang yang datang setelah para sahabat hati-hati dengan masalah dunia ini. Jangan sampai bunuh-membunuh, rebut-merebut karena jabatan, karena harta, warisan, dan seterusnya. Tapi dahulukanlah akhirat, zuhudlah. Ya, karena itu semua tidak ada yang dibawa ke akhirat. Riwayat yang lain menyebutkan dari Zadan dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu, ia berkata, "Seorang hamba dihadirkan di hari kiamat." Kata beliau maksud nasihatnya, maka dikatakan kepadanya, "Tunaikanlah amanah yang pernah dipikulkan kepadamu." Lalu dia menjawab, "Dari mana wahai Rabbku? Dari mana aman itu saya bisa jalankan? Aman itu sudah saya tinggalkan di dunia. Sementara dunia telah pergi. Lalu dunia itu diwujudkan dalam bentuknya pada saat dia mengambilnya di dasar neraka jahanam. Jadi Allah datangkan dunia ini karena neraka jahanam jauh lebih besar berlipat-lipat. Bumi ini dibandingkan dengan neraka seperti pasir gitu kan atau dibandingkan surga seperti pasir dunia ini semuanya gitu jadi sangat besar. Allah mengatakan tentang surga dalam Alimran 133illah. Bergegaslah kalian kepada pengampunan Tuhan kalian dan kejarlah surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Jadi kata ulama, langit ini saja sudah seperti luar biasa dibandingkan bumi. Bumi seperti debu yang kecilnya diperkecil sekian juta kali lagi. Maka surga neraka jauh lebih besar daripada itu. Kata beliau di sini nanti hari kiamat ya akan ada orang yang dia dikasih amanah di dunia dia enggak jalankan amanah itu. Apa saja amanah? Banyak luas ini, Teman-teman. Aman. Misalnya teman-teman bilang ada teman kita datang lalu dia mengatakan saya mau cerita tapi jangan ceritain orang lain. Ya kita mengatakan iya itu amanah. Bukan cuma amanah itu selalu uang yang dititip. Enggak. Sekarang kita sewa mobil rental mobil baik. Kesepakatan akadnya ini kondisinya baik ya, Pak. Begini dan seterusnya. Bensinnya begini ukurannya amanah. Kita betul sewa tapi itu amanah. Kembalikan utuh. Kontrak rumah sewa utuh. Kalau kita sewa kondisi temboknya tidak lembab, setelah kita mau keluar terkupas, tanggung jawab amanah gitu kan. Semua itu amanah. Banyak sekali teman-teman sekalian amanah yang dibengkalikan oleh banyak orang. Dia tidak sadar kalau itu adalah amanahnya gitu kan. Maka hari kiamat kata beliau Mas Mesud akan didatangkan orang-orang yang yang melalaikan amanah ini atau mengkhianatinya. Lalu dikatakan kepadanya, "Tunaikanlah amanah itu." Lalu dia menjawab, "Dari mana wahai Rabbku? Sementara amanah sudah saya tinggalkan waktu di dunia." tidak sempat saya lakukan. Lalu dia itu diwujudkan dalam bentuknya utuh karena dia lebih kecil dari debu dibandingkan neraka. Itu bumi silakan dunia itu. Maka dia pun turun ke neraka untuk mengambilnya. Dia bisa mengambil bumi pada saat itu. Jadi dimudahkan dia untuk mengambilnya. Pada saat dia mengambilnya dari dasar neraka ya dia mengambil ke atas. Dia meletakkannya di pundaknya dan membawanya naik. Tapi ketika dia merasa lelah e dia telah merasa berhasil membawanya keluar darinya. tiba-tiba ia dijatuhkan dan dia juga jatuh ee menyusulnya selama-lama. Tiba-tiba amanah itu, bumi dan amanahnya jatuh yang dia tidak jalankan jatuh ke neraka dan dia pun jatuh sehingga dia disiksa di dalam api neraka. Tut Abdullah bin Mas'ud adalah sahabat Nabi. Beliau orang yang sangat ee saleh, sangat menjaga ee apa namanya yang disampaikan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sampai tadi kita sudah sebutkan, "Hati-hati sekali dalam mengucapkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam." Maka ini kata ulama bukan mustahil perkataan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya memang Abdullah bin Mas'ud tidak menyebutkan nama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi ini adalah wasiatnya yang beliau kemas dengan bahasanya. Dari Abul Ahwas juga rahimahullah muridnya Abdullah Masud yang masyhur dengan keilmuannya ulama tabiin berkata, "Laqidan ahadukumulan aman wa kafara kafarum laudin faqdu bilitalah fitnah." Wasiatnya, "Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian bertaklid, mencontohi dan menciplak kepada orang lain dalam masalah agama. Kecuali memang yang diajarkan saja, bukan orangnya, tapi apa yang diajarkan. Jika orang itu beriman maka dia ikut beriman. Jika orang itu kafir dia ikut kafir. Karena dia taklid buta gitu kan. Sampai-sampai kalau taklid buta ini atau menciplak atau membela dengan fanatik buta. Kalaupun orang yang sedang difanatiki ini itu salah, dia akan berusaha membelanya karena fanatik buta. Kata beliau, "Jangan lakukan itu. Jika kalian memang harus meneladani, maka teladanilah orang yang sudah meninggal." Maksudnya para sahabat, ya. Karena orang yang masih hidup tidak bisa dijamin terhindar dari fitnah. Jadi kalau kita menjadikan suri toladan adalah orang yang jelas sudah meninggal. Sahabat Nabi yang jelas-jelas dapat jaminan surga itu yang kita contohi ya. Ini penting sekali teman-teman dan saya sudah bilang membaca serial sahabat penting. Kalau perlu jadikan sebagai PR harian. Harus harian. Sebelum tidur antum baca mulai dari 25 nabi dan rasul. Karena tidak ada yang mengalahkan kedudukan nabi-nabi dan rasul setiap malam. Nanti malam mulai hari Adam alaihi salam, Idris alaih salam besok, kemudian Hud, Saleh dan seterusnya sampai 25 Nabi bahasa kisah-kisah ringkas saja. Kemudian baru masuk ke sahabat, wajibkan setiap malam. Karena mereka adalah orang-orang yang paling pantas dicontohi, bukan orang yang lain. Gitu kan. Saya kalau istri saya lagi ngomong, cerita tentang apalah ada orang sukseslah dan seterusnya, saya mengatakan bukan itu contoh. Contoh adalah Ummul Mukminin. Kamu contohin Aisyah, contohin Hafsah, baca kisah mereka. Itu contoh. Karena sahabat saya juga mencontohi Rasulullah. Kita contohi semua Rasulullah sallam. Tapi laki-laki mencontohi laki-laki Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar. saya contohi mereka. Itu yang itu keberhasilan. Kalau kita baca kisah tentang seseorang ee maaf tokoh tertentu yang memang dianggap ada kesusan dunianya, mungkin finansial, mungkin kedudukan dan seterusnya. Ini belum ada jaminan dari fitnah. Dia masih bisa menjerumuskan kita. Karena kalau kita fanatik buta pada mereka, maka secara otomatis kita bisa membenarkan perilaku yang salah. Wasiat selanjutnya adalah Abdurrahman ibn Yazid rahimahullah berkata, Abdullah radhiallahu anhu berkata, "Engkau jangan menjadi seperti bunglong bunglon." Mereka bertanya, "Apa maksudnya?" Dia menjawab atau dia berkata, "Aku bersama orang-orang." Maksudnya Abdullah bin Mas'ud berkata, "Yang dimaksud dengan bunglon ini adalah orang yang berkata, "Aku bersama orang-orang. Jika mereka mendapatkan petunjuk, aku mendapatkan petunjuk. Jika mereka sesat, aku juga sesat." Hendaklah salah seorang dari kalian melatih dirinya sehingga dia atau sehingga jika orang-orang menjadi kafir, dia tidak ikut-ikutan menjadi kafir. Artinya ada orang kita dengar ceramahnya mungkin seorang dai, seorang ustaz, tapi dia manusia bisa salah. Jangan sampai karena dia salah kemudian fanatik buta, kita lalu tidak urusan kesalahannya atau tidak ya ee kita lalu kemudian membenarkan perilakunya. Seperti itu kurang lebih maknanya. Sulaiman bin Mahran rahimahullah, salah satu ulama tabiin yang masyhur berkata, "Ketika pada suatu hari Abdullah bin Mas'ud bersama rekan-rekannya, lewatlah seorang Arab Badui lalu ia bertanya, "Di atas apa mereka berkumpul?" Orang Badui ini tidak tahu kalau ada Abdullah bin Mas'ud. Dia mengatakan, "Di atas apa kalian berkumpul?" Maka Abdul Mas'ud menjawab, "Di atas warisan Muhammad sallallahu alaihi wasallam, yaitu ilmu." Maka mereka sedang membagi-bagikannya di antara mereka. Maksudnya orang Arab Badu mengatakan, "Untuk apa kalian kumpul nih? Lagi bahas apa?" Kata beliau, "Warisannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Maksudnya ilmu. Dan kami sedang membagi-bagi ilmu itu satu sama yang lain. Dan ini warisan yang paling bagus. Khuzail bin Syurahbil berkata rahimahullah, salah satu ulama tabi juga dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu, ia berkata, "Barang siapa yang menginginkan akhirat dia mengorbankan dunianya dan barang siapa yang menginginkan dunia dia mengorbankan akhiratnya." Wahai manusia, korbankanlah yang fanah demi yang baqa atau yang kekal." Maksudnya dunia boleh dikejar. Allah mengatakan dalam Alqasas 77,illahiminasyaitanirjim wqallah akibaka minad dunya. Kejarlah apa yang Allah janjikan di akhirat nanti dan jangan lupakan bagimu dari dunia. Tetapi bukan dunianya yang didahulukan, akhiratnya. Kalaupun kita mau makan, kita mau minum, apapun aktivitas dunia ini, tapi kalau di akhirat ini dilarang dan akan dihisab berat, jangan dilakukan. Dahulukan akhirat. Seperti pepatah mengatakan, "Dahulukan akhirat, maka dunia akan ikut." Dan siapa yang mendahulukan dunia akhiratnya akan luput akan hilang. Kata beliau, "Wahai manusia, korbankan yang fana. Kalau bertemu antara akhirat sama dunia, tinggalkan yang fana ini dan demi mengejar yang kekal." Dari Abdurrahman ibn Hujairah rahimahullah, salah satu ulama tabiin juga bahwa Ibnu Mas'udin radhiallahu anhu berkata ketika duduk, "Sesungguhnya kalian berada dalam umur yang berkurang dan perbuatan yang dijaga dengan bergantinya malam dan siang." Jadi, beliau menasihati murid-muridnya, "Sesungguhnya kalian sekarang dalam keadaan umur yang sedang berkurang." Ini lagi duduk ini waktu berjalan, umur kalian sedang berkurang. Dan perbuatan yang dijaga dengan bergantinya malam dan siang. Harus rutin dijaga amal-amal karena malam dan siang selalu ada perintah untuk mengerjakan ibadah. Dan kematian bisa datang tiba-tiba. Barang siapa yang menanam kebaikan niscaya memetik kebahagiaan. Barang siapa yang menanam keburukan niscaya memetik penyesalan. Setiap penanam akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia tanam. Orang lamban tidak akan direbut bagiannya. Orang yang tamak tidak mendapatkan apa yang tidak ditakdirkan kepadanya. Barang siapa yang diberi kebaikan, maka Allah adalah pemberinya. Barang siapa yang dilindungi dari keburukan, maka Allah yang melindunginya. Orang-orang yang bertakwa adalah para pemimpin. Para fuqaha adalah pembimbing. Dan bergaul dengan mereka adalah tambahan kebajikan. Kesimpulan yang beliau sampaikan adalah beliau mengatakan di sini kalimatnya bobotnya banyak sekali ya. Sesungguhnya kalian berada dalam umur yang berkurang. Hati-hati umur kalian pendek loh. Ini bertambah berarti makin dekat dengan kematian. Perbuatan selalu dijaga. Jangan lupa, jangan lalai malam dan siang mengikutinya. Kematian bisa menjemput kalian sakit atau sehat. Barang siapa yang menanam kebaikan, hari ini dia buat kebaikan, dia akan petik kebahagiaan nanti di surga. Barang siapa menanam keburukan, niscaya memetik penyesalan. Maksudnya di neraka akan ada siksaan. Setiap penanam akan mendapatkan apa yang dia tanam. Orang lamban tidak akan direbut bagiannya. Ketahuilah urusan dunia ini. Kalau ada orang lamban bergerak, lalu ada orang lain yang dapat bagian itu, bukan berarti karena bagiannya diambil. Enggak. Tidak ada hubungannya. Semua yang sudah diputuskan Allah akan sampai kepada dia. Orang yang tamak tidak mendapatkan apa yang tidak ditakdirkan kepadanya. Orang yang rakus tetap yang sampai ke dia. Apa yang sudah ditentukan tidak akan lebih daripada itu. Ini mirip dengan perkataan Hasan Basri rahimahullah yang mengatakan, "Sesungguhnya aku selalu tenang karena aku tahu rezekiku tidak akan diambil oleh orang lain dan juga aku tenang karena aku tahu umurku, ajalku tidak akan diterlambatkan atau dimajukan." It semua terjadi. Barang siapa diberikan kebaikan maka Allah adalah pemberinya. Kalau ada di antara kita, Teman-teman, dapat istri, dapat suami yang baik misalnya, atau Allah takdirkan dapat pekerjaan, dapat apa saja kesehatan, maka itu karena Allah yang memberikan. Jangan merasa itu prestasi kita. Dan barang siapa dilindungi dari keburukan, siapa yang tidak tidak jadi tabrakan, tidak jadi sakit, ya dan seterusnya ada gejala dia rasa sakit tapi tiba-tiba sembuh, maka Allahlah yang melindunginya. Jangan pernah merasa punya andil apapun di situ. Orang-orang bertakwa adalah para pemimpin. Pasti Allah akan jadikan pemimpin. Makin bertakwa, makin tunduk sama Allah, Allah akan pilih jadi pemimpin. Para fuqaha, para ulama-ulama adalah pembimbing, orang-orang yang harus kita jadikan sebagai guru kita. Dan bergaul dengan mereka adalah tambahan kebaikan. Yang terakhir teman-teman sekalian nasihat Abdullah bin Masud adalah beliau mengatakan bimaallahu takun. [Musik] Ridalah selalu merasa cukup dengan apa yang telah Allah bagikan kepadamu. Kalau ini Allah kasih tangannya begini, kulitnya begini, rambutnya begini, alhamdulillah. Mau keriting, mau lurus, mau putih kulitnya, rambutnya tadi mau putih kulitnya, mau coklat, mau hitam, mau poster tubuhnya tinggi pendek, ridalah. Kata Ibnu Mas'ud dengan apa yang Allah bagikan kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya. Kau pasti orang paling bahagia. Jauhilah perkara-perkara haram, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling bersih hatinya. Karena hal-hal yang haram merusak hati. Dan laksanakan apa yang diwajibkan atasmu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling ahli ibadah. Mestnya orang yang paling dekat untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala. Inilah teman-teman sekalian, banyak sekali kita sebutkan wasiat sebenarnya dan tidak banyak disebutkan kiprahnya di peperangan kecuali tadi di perang Badr yang membunuh Abdullah bin ee yang membunuh Abu Jahal tapi memang lebih banyak kepada ilmu, nasihat-nasihat dan wasiatnya. Dan itu yang ditulis di buku kita. Dan banyak juga kalau kita baca ee di manaun tulisan Abdullah bin Mas'ud akan sama isinya adalah wasiat-wasiat tentang masalah ilmu. Dan kita akan masuk teman-teman sekalian kepada adurus wal ibar pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil nanti akan kita sebutkan. Tetapi teman-teman sekalian kita akan sebutkan dulu masalah berpisahnya atau meninggalnya Abdullah bin Mas'ud. Kata penulis, "Setelah kehidupan panjang yang penuh dengan ilmu, rasa takut kepada Allah, jihad, pengorbanan, perjuangan, kasih sayang, dan tawadu, Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu berbaring di atas ranjang kematian. Tiba saatnya untuk menyusul Al Habib alaihiusalatu wasalam Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang sangat dia cintai selama ini dan selama ini pula dia belajar darinya." Ketika Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu di atas ranjang kematian, Utsman bin Affan datang menjenguknya. Dari Abu Zabah, Zabyah rahimahullah berkata, "Abdullah bin Mas'ud sakit lalu Utsman menjenguknya." Karena Utsman bin e Abdullah bin Mas'ud mati di zaman khilafahnya Utsman bin Affan. Dan sempat dia menjadi ee penasihat melanjutkan wasiatnya Umar bin Khattab di Kufa. Lalu Utsman bertanya padanya, "Apa yang paling engkau kuluhkan wahai Abdullah?" Abdullah bin Mas'ud menjawab, "Dosa-dosaku." Utsman bertanya, "Apa yang engkau inginkan?" Abdullah bin Masud menjawab, "Rahmat Rabbku." Utsman berkata, "Bagaimana jika aku memanggil seorang tabib untukmu?" Abdullah bin Masud menjawab, "Thabib hanya akan membuatku sakit." Utsmanya, bertanya lagi, "Bagaimana jika aku memberikan harta bagianmu?" Ibnu Mas'ud mengatakan, "Aku tidak memerlukannya." Dan ini teman-teman sekalian menandakan bahwasanya beliau sangat zuhud dan tidak membutuhkan hal-hal yang berhubungan dengan masalah duniawi. Sudah tertanam dalam jiwanya kepuasan tersendiri dalam menjalankan atau menerima apa yang sudah Allah bagikan. Kita tutup, Teman-teman sekalian. Dan ini yang paling penting dalam hal yang bisa kita sebutkan dalam pertemuan kita ini adalah adurus wal ibar, pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil agar menambah keimanan kita. Yang pertama, Teman-teman, jujurlah dalam beriman dan jadikan para sahabat sebagai contoh, maka hidupmu akan bahagia. Karena mereka telah mencontohkan bagaimana beriman kepada Allah. Sementara pada zaman dulu, Teman-teman sekalian, keadaan masih lebih sederhana dari sekarang. Transportasinya, tempat tinggalnya, pakaiannya, ya keilmuannya. dari sisi keilmuan maksudnya adalah teknologi dan seterusnya masih lebih sederhana. Tapi mereka bisa beriman kepada Allah dengan kesederhanaan itu dan mereka dengan keyakinannya berhasil mendapatkan jaminan surga. Maka jujurlah beriman sebagaimana mereka berjujur pasti sebagaimana mereka jujur pasti kita akan mendapatkan hasilnya. Kemudian teman-teman sekalian yang kedua bolehnya seseorang untuk memiliki banyak sekali pegawai orang yang berkhidmat dengannya. Diambil daripada kasus bagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam menjadikan Abdullah bin Mas'ud sebagai pelayan khususnya dalam masalah siwak, wudu tadi dan sandalnya. Berarti dibolehkan dan tidak berlebih berlebihan. Jadi kalau kita temukan ada orang masyaallah punya kelebihan harta lalu kemudian kita lihat dia luar biasa gitu. Luar biasanya itu banyak orang di rumahnya, banyak pegawainya itu bukan aib. Dia mampu. Bahkan sebagian ulama mengatakan siapa yang punya kemampuan harta lalu dia pekerjakan orang dan dia mampu memberikan kepada mereka upah maka itu ada nilai pahala sendiri. Karena dia menghidupi sekian banyak keluarga. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam melakukan itu. Ini sekaligus teman-teman menjelaskan tentang juga poin penting dalam masalah zuhud. Kalau zuhud itu bukan berarti menyusahkan diri. Seperti banyak orang mengatakan pakai baju kotor, kemudian ee makan roti kering, kemudian harus bekerja sendiri semuanya. Ini enggak benar. Kita manusia-manusia sosial dan Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah terbaik. Beliau memiliki banyak orang yang membantunya. Sampai Nabi sendiri sallallahu alaihi wasallam memiliki orang khusus yang mentaruh pelana di kudanya. Kuda untuk berperang yang taruh sendiri namanya Kirkir ya. Salah satu orang dulu ada pegawai Nabi sallallahu alaihi wasallam begitu. Ada sahabat-sahabat yang khusus ya untuk membawa unta Nabi sallallahu alaihi wasallam dan membawa para istri Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau menuju ke satu tempat gitu kan. Maka itu dinamakan Anjasyah. Ada satu orang dan banyak sekali orang-orang yang bekerja pembantu Nabi sallallahu alaihi wasallam. kita tahu ada Anas bin Malik gitu kan, ada Abdullah bin Mas'ud dan ada yang lain-lainnya yang juga berkhidmah dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Itu tidak masalah, itu dibolehkan dalam syariat. Ini pelajaran itu. Yang kedua, Teman-teman. Yang ketiga, bagaimana seseorang itu harus berpegang teguh dan berani membela kebenaran. Ya, masuk dalamnya seperti satu waktu kalau terlintas kesempatan dalam hidup kita, ada peperangan-peperangan yang membela agama Islam harus kita ikut. Gak boleh kita tidak ikut. Kita lihat kisah para sahabat selalu dikatakan dia menghadiri perang ini, dia menghadiri perang itu. Untuk apa ulama nukil kepada kita itu? Untuk menjelaskan Nabi sallallahu alaihi wasallam juga selama semasa hidupnya ada semua hal yang dilewatin ada dari peperangan, dari masa tenang, dari ee transaksi jual beli, dari apa saja gitu kan. Pertanyaan tolong dikumpul dulu dikasih kepada teman-teman ikhwah sendir sesuai dengan tema baru dikasih ke saya. Jadi di sini ada hal itu perlu kita menanamkan keberanian dalam hal membela agama dan juga menjelaskan kebenaran di depan orang-orang kafir. Sebagaimana Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu membaca surah Ar-Rahman di depannya para orang-orang kafir dan mereka menggebukinya, memukulnya sampai berdarah-darah dalam kondisi fisik mereka kecil dan keyakinan dia bahwasanya mati tidak akan datang kecuali sudah saatnya ajal datang. Yang keempat, Teman-teman sekalian, fadilah membunuh orang kafir di medan perang. Sebagaimana tadi disebutkan tentang kelebihan atau fadilah yang didapatkan oleh Abdullah bin Mas'ud karena membunuh Abu Jahal. Ada hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi ee orang mukmin yang membunuh kafir di medan perang tidak akan bersatu di neraka. Tidak akan bersatu di neraka. Yaitu kan. Dan ini tanda fadilah. Ada juga hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mengatakan, "Maukah saya tunjukkan amal yang lebih baik daripada kalian masuk ke medan perang, kalian membunuh atau kalian dibunuh." Itu juga ada fadilah tersendiri. Tentu ada adabnya, ya. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kalau kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik." Jadi kita enggak ada mutilasi, tapi perlu ada keberanian untuk membela agama Allah. Ada orang begitu mendengarkan sesuatu yang berhubungan dengan membela agama Allah, terus dia sembunyi gitu kan. Enggak. dia harus ada di situ. Tampil di kapan dibutuhkan dia tahu itu kebenaran. Ini bentuk pembenaran terhadap janji Allah yang disebutkan kalau orang mati maka akan mati syahid dan seterusnya. Karena kita mau di medan perang atau di rumah kalau datang ajar akan mati. Lalu kenapa tidak mati yang baik? Seperti itulah. Dan Abdullah bin Masud telah membuktikan kepada kita hadir di semua peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam termasuk di perang Yarmuk di zaman Umar bin Khattab waktu melawan Romawi. Kemudian yang kelima, fadilah menuntut ilmu. Sebagaimana Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Saya telah mendengarkan 70 surah langsung dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam." Artinya, begitu turun langsung saya dengar. Paling pertama dengar saya. Dan demi Allah, tidak ada yang lebih mengetahui dari saya di mana turun. untuk siapa turun gitu kan surah itu dan di ee kenapa diturunkan gitu. Kalau saya tahu seseorang lebih tahu dari saya tentang Al-Qur'an, maka saya yang bisa dijangkau dengan unta, artinya transportasi, saya akan menuju ke sana untuk belajar dari dia. Ada fadilah menuntut ilmu. Dan ilmu memang, Teman-teman sekalian tidak bisa dilewatkan karena ilmu ini adalah makanan ruh sebagaimana sudah saya jelaskan tadi. Kemudian yang keenam, patuh kepada Allah akan menjadi penyebab doa mustajab. Dan setiap muslim harusnya mengkhususkan doa di waktu-waktu dalam hidupnya. Seperti teman-teman, saya ketemu dengan ee salah satu dosen kami yang kami hormati, Dr. Ali di Madinah. Ee semoga Allah jaga beliau. Ee salah satu yang dia nasihati kepada saya kemarin baru ketemu ya beberapa waktu yang lalu saja ee waktu ada daurah di Jawa Timur saya sempat ketemu. Kemudian saya bilang, "Syekh, apa wasiat antum?" Apa nih? Ini kita juga walaupun sudah sering isi pengajian butuh nasihat. Apa nasihat antum? Jadi saya minta wasiat. Beliau mengatakan sama saya, "Ya Khalid, titipkan di setiap kesempatan kamu setiap hari titipkan doa." Titipkan doa. Doa itu selalu dibaca di setiap kesempatan yang berhubungan minta kesehatan badan, minta keselamatan untuk keluarga, minta kesehatan untuk anak-anak, minta diluaskan rezeki, minta segala macam. Dan jangan tunggu kamu membaca doa kalau kamu sudah kepepet. Sicipkan doa. Dan kita tahu di sini Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu menitipkan doa setiap hari tadi. Ya Allah, aku minta kepadamu iman yang tidak pernah rusak atau turun. Tidak pernah turun. Dan aku minta kepadamu nikmat yang tidak pernah terputus. Dan aku minta agar selalu menjadi pendamping Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam di surga tertinggi yang kekal. Kata para ulama, siapa yang mengamalkan doa Abdullah bin Masud, Allah iman wart ya nab Muhammad wasil ya. Maka dia akan mendapatkan apa yang seperti dia minta. Artinya dia minta supaya imannya enggak pernah kendor. Abdullah bin Masud tidak pernah ditemukan dalam satu riwayat pun mengatakan kalau iman saya sempat turun atau ada sahabat mengatakan kami pernah melihat Abdullah Masud lalai dan seterusnya. Tidak pernah. Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma pernah menyebutkan masalah itu. Abdullah Masud tidak pernah menyebutkan. Misalnya Abdullah bin Umar mengatakan, "Saya betul-betul mengetahui kalau saya sedang melakukan dosa ya pada saat saya diharamkan oleh Allah salat 1 bulan, gitu kan. Jadi pernah beliau mengatakan, "Saya pernah melakukan satu kesalahan yang saya tahu maka saya terharamkan untuk salat berjamaah subuh di masjid 1 bulan." Gitu kan. Tapi Abud tidak pernah menyebutkan itu. Tentu di sini bukan kita membandingkan dua sahabat ini, tapi bagaimana sisipan doa penting, Teman-teman sekalian. Begitu Abdullah Masud minta agar iman tidak pernah rapu, tidak pernah turun, Allah kabulkan. Minta nikmat tidak pernah terputus, maka juga begitu. Jadi selalu nikmat dari nikmat ke nikmat, dari nikmat ke nikmat itu selalu kita minta. Ada mirip dengan ini doa sebelum salam. Allah asaliman laf. Ya Allah, aku selalu minta nikmat yang tidak pernah terputus-putus dari nikmat ke nikmat, dari nikmat ke nikmat sampai saya mati. Dan juga sesuatu menyejukkan pandangan mataku selamanya sampai aku meninggal. Ini doa teman-teman dibaca sebelum salam. Kemudian juga yang selanjutnya adalah yang ketujuh, fadilah wara. Wara artinya menjaga kesucian hubungan sama Allah. Ada orang enggak ada orang tetap saja dia menjaga hubungannya sama Allah. Haram haram, halal. Mau dia lagi safar, tugas kantor ke mana, di hotel sendirian, tidak pernah berbuat dosa. Dijaga sama dia. Dijaga. Dia tahu hubungannya sama Allah subhanahu wa taala. Ini wara. Kemudian juga selalu merasa takut kepada Allah subhanahu wa taala. Dan ini adalah hasil atau ee buah ya dari ilmu. Kalau orang punya ilmu, Teman-teman, dia akan terawasi. Dia safar, dia ke mana-mana, dia tetap akan merasa terawasi oleh Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana Abdullah bin Mas'ud selalu kalau lagi safar, lagi berjalan sama siapapun di antara para tabiin selalu saja menunggangi momen-momen tertentu karena punya ilmu untuk menasihati orang lain. Kemudian yang kedelapan, Teman-teman sekalian adalah fadilat tawadu, merendah. Jadi jangan selalu merasa diri lebih daripada orang lain. Gak. Kata Hasan Basri rahimahullah, "Kalau kau lihat orang lebih tua daripada kamu di hadapanmu, maka katakan dia lebih tua maka lebih banyak amalnya dari saya." Dan kalau kau lihat orang yang lebih muda di hadapanmu, katakan dia lebih mudah, maka dia lebih sedikit dosanya. Sehingga kita selalu merendah. Abdullah bin Mas'ud tadi dengan rendahnya luar biasa. Sampai dia mengatakan, "Kalau ya saya disuruh mili antara surga dan neraka dengan tanah, maka saya berharap jadi tanah. Kalau memang harus ditimbang amal saya ketakutan nih walaupun dia sebenarnya maunya surga. Maka itu bentuk ya merendah dan tawadu radhiallahu anhum. Kemudian yang kesembilan, Teman-teman, dianjurkan untuk selalu memilih pilihan yang terbaik untuk menjadi guru. Ya, jadi memilih guru yang terbaik. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam mewasiatkan kita menjadikan Abdullah bin Mas'ud sebagai guru kita. Jadi walaupun kita tidak sempat hidup bersama beliau, tapi seperti tadi wasiat-wasiatnya itu kita dianjurkan ambil sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ambillah petunjuk dari dua orang ini setelah aku meninggal Abu Bakar dan Umar. Dan selalulah berpegang duga dengan petunjuknya Ammar dan juga ambil wasiatnya Abdullah bin Mas'ud. Minta nasihatnya." Maka nasihatnya tadi sudah banyak kita bacakan. Yang ke-10, Teman-teman. dianjurkan agar seseorang pemimpin itu memilih setiap kali ingin memperbaiki satu wilayah selain memilih pemimpin di wilayah itu kayak kita bupati, camat, lurah atau gubernur dan seterusnya ini orang-orang yang beriman dan juga dianjurkan untuk diikutkan bersama dia seorang pengajar, seorang alim ulama. Ini Umar bin Khattab punya ciri khas. Setiap kali mengutus satu gubernur, pasti ada satu sahabat yang lebih berilmu diut-utus sama dia. Dan ternyata gubernur pun harus minta nasihat dari dia. Atau pemimpin wilayah itu harus seperti dari kasus Abu Musa al-Asy'ari waktu diutus radhiallahu anhu. Maka oleh Umar bin Khattab dijadikan pendampingnya adalah Abdullah bin Mas'ud. Ya. Kemudian yang ke-11, Teman-teman sekalian, bolehnya seseorang itu memuji orang yang dipercaya, tapi bukan di hadapannya. Seperti misal tadi kasus Umar bin Khattab memuji Abdullah bin Mas'ud. Begitu sudah jalan Umar bin Khattab bercanda nih sama Abdullah bin Masud sambil tertawa-tawa. Kemudian Abdullah Masud waktu pergi mengatakan apa? bejana yang penuh dengan ilmu dan mengatakan bejana yang penuh dengan fikih gitu kan. Artinya orang ini luar biasa ilmu darinya. Jadi boleh kita memuji orang lain tapi jangan di hadapannya. Karena kalau di hadapan ini berbahaya ini ada larangan. Ada hadis Bukhari Muslim berbunyi, "Pernah ada sahabat melihat orang sahabat yang lain salatnya khusyuk sekali. Lalu dia berkata, "Sungguh luar biasa salatnya orang ini." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kalau kau ucapkan di hadapannya, kau telah membinasakannya." Enggak boleh kita puji di depannya dia, gitu kan. di belakang enggak ada masalah kita sebutkan dan ini dibolehkan. Kemudian yang terakhir, Teman-teman, yang ke-12 adalah bagaimana seseorang memaksimalkan waktunya selama di dunia ini dengan amal saleh. Karena penyesalan akan ada terakhir dan juga tidak akan bermanfaat penyesalan itu baginya. Maka berbuatlah sebelum kau menyesal dan selalulah paksakan dirimu dalam perbuatan amal baik itu serta meninggalkan kesalahan. Karena mati kalau datang maka tidak akan pernah melihat keadaanmu sehat atau sakit, kaya atau miskin, muda ataupun tua. Ini ini sebuah pelajaran gitu kan. Maka teman-teman sekalian, kita semua ini saya dan Anda semua sedang berjalan ke liang lahad. Jangan selalu mengkhayal. Seakan-akan kita tidak akan mati berlebih-lebihan gitu kan. Orang yang meyakini dia akan meninggal dunia, dia akan selalu berhati-hati. Dia tidak usah berlebih-lebihan dengan dunia ini. Ada masalah dianggap kecil bagi dia. Karena dia tahu ada akhirat. Kehilangan suatu dunia pun dia tahu ini adalah fah akan ditinggalkan. Maka itu penting sekali. Dan Abdullah bin Mas'ud selalu menggunakan nasihat-nasihatnya untuk mengingatkan ke arah sana. Allahuamall. Ini yang kita bisa bahas, Teman-teman sekalian. Semoga apa yang kita bahas hari ini bermanfaat buat kita tentunya. Dan kalau ada yang pertanyaan, silak punya pertanyaan, silakan dikumpulkan. dan sesuai dengan temanya. Sebelum saya jawab, Teman-teman, ada yang sempat bertanya kepada saya di kisah sahabat yang lalu tentang seorang sahabiat yang bernama Khaula binti Azur ya radhiallahu anha. Di sini dikatakan wanita berjubah hitam yang ikut berperang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kalau yang saya temukan, saya pernah janjikan, saya bilang saya akan coba pelajari dulu. Saya telah temukan kisah-kisahnya sahabat yang mulia ini. Beliau bukan ee berjuang ee berjubah hitam di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Jadi beliau pernah ikut beberapa peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian beliau ee menyiapkan makanan dan minuman. Tapi kisah yang masyhur dari sahabiat ini, Khaulah binti Azur radhiallahu anha adalah kisah pada saat diperang ikut perang bersama Khalid bin Walid. Ya, sebagian riwayat menyebutkan ini kalau tidak salah di peperangan Riddah. melawan ee Musairam alkadzab Asudul Unsi ini ee di zaman Abu Bakar radhiallahu anhu. Maka ini Khaula sempat ikut ya dan pada saat dia ikut juga dia pernah ikut di peperangan merawan Romawi ya di Yarmuk tahun 15 Hijriah di zaman Umar bin Khattab. Pada saat itu dia masuk dalam pasukan Khal bin Walid. Dan memang orang-orang kagum melihat dia karena ada kakak kandung dia laki-laki ditawan oleh musuh pada saat itu. Maka dia pun mendengar dari orang-orang mujahid, dia lagi siapin makanan para mujahidin. Kalau kakaknya lagi ditawan, maka dia langsung memakai e dia memang pakai cadar. Lalu dia sengaja melilitkan banyak jubah di bagian depan badannya supaya kelihatan atau tidak kelihatan perempuan. Lalu dia kemudian masuk di kanca peperangan dan sempat melawan banyak sekali musuh. Dan akhirnya banyak musuh yang terbunuh di tangan dia dari pasukan Romawi dan berhasil membebaskan kakaknya. Khalid bin Walid sempat mendekatinya kemudian mengatakan, "Siapa kamu ini?" Karena Habib Wid kenal pasukannya tadi disusun semua laki-laki biasanya tidak ada yang pakai cadar. Ini ditutup wajahnya sama dia. Tapi tidak kelihatan seperti perempuan karena badannya ramping. Disebutkan dalam ciri khasnya sahabiat ini orangnya ramping dan tinggi. Gitu kan. Kemudian dia mengatakan ee wahai panglima, menjauhlah dari saya. gitu kan. Karena sesungguhnya Anda jauh lebih baik daripada saya. Tidak usah dianggap saya ini punya kelebihan. Saya terdesak melakukan ini. Anda memang panglima yang terkenal. Tidak layak Anda menemani saya. Saya hanyalah seorang wanita. Saya adalah Khaula binti Azur. Ya. Maka pada saat itu pun Khalid bin Walid terkagum-kagum melihat dia dan berhasil ee ee membantu Khaula binti Azur untuk membebaskan kakaknya dari tawanan. Itu intinya kisahnya. Kemudian ada kisah yang lain, sahabah juga ditanya tentang Nila binti Alfarafisyah. Sebenarnya bukan Nila, tapi Nailah ya. Ini istrinya Utsman bin Affan radhiallahu anha. Dan ini adalah ee orang yang sangat muda. Dan ini istri terakhir Utsman bin Affan radhiallahu anhum ajmain. Naila ini dia menikah sama Utsman bin Affan di umurnya dia 18 tahun. Utsman bin Affan 81 tahun. Jadi terbalik nih 18 dibalik gitu ya. Ini memang terkenal sekali dan wanita ini sangat cantik, sangat muda, dan sangat cantik mau menikah dengan Utsman. Kenapa? Dia memahami hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, "Nikahkanlah anak-anak perempuan kalian dengan Utsman bin Affan." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Karena saya nikahkan dia dengan kedua anak saya, Ummu Kalsum dan Ruqayyah karena wahyu dari langit." Maka wanita ini menikah. Setelah menikah, Utsman bin Affan tahu dirinya sudah 81 tahun gitu kan. Dia mengatakan, "Wahai istriku, apa kau tidak merasa malu, tidak merasa kecil hati melihat saya dengan sangat tua seperti ini? 81 tahun sudah luar biasa gitu kan. Sudah ada yang keriput, sudah ada perubahan semua. Saya bukan muda seperti dulu." Kata kata ee istrinya Naila mengatakan, "Saya tidak pernah tidak pernah merasa kecil hati. Bahkan saya merasa sebuah kebanggaan karena saya bisa menikah dengan Anda dan ini karena bentuk keimanan kepada Allah. Dan ini menandakan keimanan dan ini dibutuhkan sebenarnya. Kemudian dia memang sempat membela pada saat Utsman bin Affan akan dibunuh maka dia menutupi Utsman bin Affan dengan badannya sampai jarinya terputus ya sempat dipotong oleh para pemberontak tapi dia tetap kekar. Dan setelah dia, setelah Utsman bin Affan meninggal, sempat Muawiyah bin Abi Sufyan melamarnya karena dia masih muda waktu itu. Sufyan eh Muawiy bin Abi Sufyan adalah sepupunya Utsman bin Affan. Tapi karena cintanya sama suaminya, dia mengatakan kalau saya tidak bisa menerima lamaran setelah Utsman bin Affan karena saya sangat mencintainya. Ini kisah Nailah yang sempat dititipkan pada pertemuan yang lalu dan alhamdulillah sudah saya jawab amanahnya ya atau saya sudah jalankan amanah yang saya sudah sampaikan gitu. Saya akan bilang, "Saya mau jawab waktu itu ya. Saya pernah membaca pernah terjadi perselisihan antara Abdullah bin Masud dan Utsman. Apakah benar cerita itu? Apa penyebabnya? Saya tidak pernah tahu itu. Wallahualam. Saya tidak pernah mengetahui. Tapi insyaallah mudah-mudahan saya coba cari ya. Saya coba cari karena kita semua penuntut ilmu dan bukan aib kita mengatakan kita tidak tahu. Saya coba cari. Insyaallah kalau memang ada ceritanya saya akan sampaikan pada serial sahabat kita yang akan datang. Tapi yang kita temukan Abdullah bin Mas'ud sangat dihormati oleh para sahabat termasuk Utsman bin Affan. Karena Utsman bin Affan melanjutkan wasiatnya Umar untuk menunjuk dia sebagai penasihat gubernur di di Kufa setelah Umar bin Khattab meninggal. Tolong ceritakan saat Abdullah bin Mas'ud bersumpah atas nama Allah dengan Quran surah Luqman ayat 6 tentang perkataan yang tidak berguna yaitu menyatakan Abdullah Mas'ud itu adalah nyanyian. Itu tentang hukum ya. Abdullah bin Mas'ud pernah ditanya tentang tafsir ya e surah Luqman ayat 6 yang bunyinya azubillahiminasyaitanirjim waminasilillah. Ada sebagian orang memperjualkan perkataan-perkataan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Maka beliau mengatakan demi Allah yang dimaksud adalah musik. Kata Abdullah bin Mas'ud. Dan kita tahu ini wasiat. Abdullah Mas'ud adalah pencerahnya umat. Kita harus dengar wasiatnya. Dan beliau paling paham tentang Al-Qur'an. Makanya tidak bisa kalau ada yang mengatakan, "Oh, musik boleh hukumnya begini." Masih di khilafiah. Khilafiah dari mana? Enggak ada khilafiah. Abdullah bin Mas'ud sudah bersumpah atas nama Allah. Demi Allah yang dimaksud adalah musik. Jelas sekali gitu kan? Kecuali memang ada hadis yang menjelaskan pengecualian kayak masalah pukulan ee beberapa alat musik ya yang dibuat dari kulit itu di zaman ee di acara perkawinan dan ee bagi wanita dan juga di hari raya gitu. Selain daripadanya tidak dibenarkan. Dan memang teman-teman sekalian sudah pernah saya bahasakan kalau musik tidak akan pernah ketemu dengan Al-Qur'an. Disebutkan bahwa Abdullah bin Mas'ud adalah ulama tafsirnya sahabat karena pemahamannya yang fqih. Adakah standar seseorang bisa dikatakan seorang ulama yang mana bisa kita ikuti fatwanya mengingat penuhnya syubhat dan fitnah di zaman sekarang? Mohon pencerahannya. Tentu saja ada standarisasi ulama gitu kan. Standarisasi ulama itu ee di antaranya yang paling pertama sekali ya paling pertama kalau kita kembali kepada tata cara tata cara para ulama-ulama dulu dipelajari tentang biografinya. Siapa orang ini? Dia pernah belajar di mana nih? Siapa gurunya? Siapa muridnya? Dan bagaimana pendapat ulama di zamannya tentang dia? Itu yang saya tahu. Seperti disebutkan dalam Tahzibut Tahzib dalam siarah alam Nubala. Buku-buku yang mulia itu kalau kita temukan selalu untuk ee mengetahui orang ini bisa dipercaya enggak? Diambil hadisnya atau tidak. Maka mereka cari tahu dulu biografinya. Siapa orang ini? Siapa dia? Siapa ayahnya? Siapa kakeknya. Benar enggak dia apa yang dia informasikan ini tentang dia pernah sekolah di mana? Dia pernah belajar sama siapa? Guru-gurunya, murid-muridnya, bagaimana perkataan ulama di zamannya? Maka itu berarti sudah standar yang pertama gitu kan. Tentu yang kedua teman-teman adalah dia mengamalkan ilmunya dan tidak berlaku bagi orang-orang yang cuma mendapat guru julukan biasa. Karena istilah alim itu ada dua. Bisa alim rabbani atau alim su. Alim yang buruk. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan gitu kan. Bahwasanya akan muncul nanti di akhir zaman di tengah-tengah umatku alim yang buruk. Alim su. Dia tidak mengerti agama tapi dapat gelar alim atau ulama. Lalu kemudian dia menyesatkan orang dan dia juga sesat. Ya, itu ini ada. Tapi yang kita ambil adalah orang-orang yang mempraktikkan ilmu itu. Dan subhanallah memang beda, Teman-teman. Saya coba melihat para guru-guru kami, para ulama-ulama yang coba kita jadikan sebagai rujukan. Kalau di antara mereka ada yang praktikin ilmunya, dipraktikin ilmu itu dengan yang tidak praktikin ilmu, beda sekali bekasnya. Dia kalau berbicara berbekas bagi kita walaupun sebenarnya bahasan sama gitu kan. Saya punya seorang ee guru yang saya hormati di Madinah sampai sekarang masih hidup dan pengajar di Masjid Nabawi. Masyaallah, ada beberapa orang. Saya lihat rata-rata hidup mereka itu karena dalam kehidupan sehari-hari ya saya menziarahi rumahnya, saya berinteraksi sering telepon-teleponan orang ke Indonesia kadang-kadang saya antar dengan kendaraan saya. Saya temukan memang orang-orang ini praktiknya luar biasa. Di antara mereka ada yang pada saat datang ke Indonesia itu membayarkan tiket semua temannya. Dia sedekah, dia bayar tiket teman-temannya. nginap di hotel, dia dari belakang sampaiin saya Khalid bayarin semuanya dibayarin semua kamarnya. Jadi ini dia praktikin ilmunya. Ada di antara mereka pada saat safar ya sudah masing-masing bayar atau mungkin seseorang di antara kita enggak dia praktikin ilmu. Maka orang-orang seperti ini contoh saja dalam sedekah dia bukan cuma mengatakan sedekahlah, lakukanlah tapi dia praktikin. Maka bekasnya ada. saya temukan kalau beliau berbicara saya merasa lebih berbekas dibandingkan ada lagi pernah dosen seseorang dosen dia kadang-kadang kalau berbicara masih ada hal-hal yang bercanda kalau menurut saya kadang-kadang berlebihan gitu kan dan ada hal yang pernah dia lakukan sampai membuat saya tidak kurang nyaman ya itu adalah aib sebenarnya tapi saya tidak saya tidak perlu sampaikan tapi saya subhanallah lihat dia kalau bicara tentang hukum agama saya merasa berbeda dan akhirnya saya tidak jadikan beliau sebagai tempat untuk bertanya gitu ya ya setelah saya lihat bagaimana ee perilaku-perilaku pada saat datang ke Indonesia. Jadi memang kita lihat mereka praktikin ilmu itu kelihatan warnya, kelihatan zuhudnya, kelihatan tatbiq ya pelaksanaan terhadap agama itu. Alah ini ada. Tentu kalau kita bicara itu cuma bicara tentang kelas ulama umumnya ya. Dan ulama itu biasanya memang lebih banyak fokus ke bidang-bidangnya. Seperti ada ahli fikih, ada ahli sejarah, ada ahli akidah. Memang begitu biasanya. Kecuali orang itu betul-betul menguasai seperti kalangan sahabat. Semua bidang dikuasai itu luar biasa. Ya itu Allah yang saya tahu. Apakah Abdullah bin Mas'ud memiliki keturunan? Ada. Sudah saya bilang tadi kan keturunannya cukup banyak ya. Tapi yang paling masyhur adalah Abdurrahman. Makanya dipanggil julukan dengan Abu Abdurrahman. Manakah yang lebih utama dan lebih tinggi kapasitas keilmuannya tentang Al-Qur'an antara Abdullah bin Mas'ud dan Abdullah bin Abbas? Bukankah Abdullah bin Abbas didoakan Nabi sallallahu alaihi wasallam agar fqih dan ahli takwil Quran dan dijuluki Albahar, Samudra Ilmu? Dan terdapat tafsir Ibnu Abbas yang sangat masyhur dan tidak ada kitab tafsir Ibnu Mas'ud. Kalau kita lihat dari riwayat-riwayat, dua-duanya insyaallah punya kedudukan. Tapi kita tidak mengatakan mana yang lebih utama atau mana lebih tinggi. Tapi dari pernyataan Abdullah bin Mas'ud dan tidak ada yang pungkiri masar itu di kalangan sahabat kalau beliau mengambil 70 surah Al-Qur'an. Dan Ibnu Mas'ud lebih fokus ke masalah ee surah-surah itu di mana turun gitu kan. Ke siapa turun tadi kan disebutkan begitu ya. Kemudian apa tujuannya turun? Kalau Abdullah bin Abbas lebih ke masalah ee ee hukum fikihnya. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan sambil pegang dadanya nanti kita bahas. Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma dikatakan Allahumma faqqihu fiddin. Ya Allah berikan dia pemahaman dalam agama secara global. Berarti masuk dalam Al-Qur'an, masuk dalam sunah, masuk dalam segala macam. Abdullah bin Mas'ud lebih fokus ke masalah Al-Qur'an. Masalah Abdullah bin Abbas punya tafsir memang itu karena ada ee desakan dari beberapa muridnya Abdullah bin Mas'ud. Memang tidak ada pada saat itu bahasa-bahasa dari orang-orang di sekitarnya untuk menyusun sebuah tulisan dan itu memang karunia Allah diberikan kepada Abdullah bin Abbas. Tapi bukan berarti ini lebih baik dari yang satunya. Mudah-mudahan semuanya memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah Subhanahu wa taala. Mengapa Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali kedudukannya lebih tinggi dari Abdullah bin Mas'ud? Padahal Abdullah bin Mas'ud adalah sahabat yang paling tahu Al-Qur'an dan sangat luas ilmunya. Apakah ini menunjukkan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali jasa dan ibadahnya lebih banyak dan keikhlasan mereka lebih luas, lebih luar biasa daripada Abdullah bin Mas'ud? Mohon penjelasannya, Ustaz. Baik. Yang dibawa dicoret. Ini tentu karunia dari Allah ya yang menyampaikan kepada kita kalau Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalha, Zubair dan 10 orang jaminan surga ini dan Abdullah bin Masud tidak masuk dapat jaminan surga situ. Itu itu Nabi sallallahu alaihi wasallam menebutkan dan kita mengatakan orang-orang ini lebih baik daripada Abdullah bin Mas'ud karena memang pengakuan Nabi sallallahu alaihi wasallam ada wahyu yang menyampaikan dan pengakuan para sahabat. Abdullah bin Mas'ud dianggap sebagai ulamanya muslimin. Makanya dia juga mengatakan, "Saya telah menerima 70 surah Al-Qur'an langsung dari mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam dan tidak ada yang lebih mengetahuinya daripada saya." Artinya orang-orang akan mengambil ilmu dari saya dari masalah itu. Tapi saya bukan terbaiknya sahabat. Saya bukan terbaiknya sahabat. Karena memang 10 orang jamanah surga yang sudah kita bahas di jilid pertama buku kita tidak masuk Abdullah bin Mas'ud. Tapi bukan berarti mengurangi kadar kedudukan beliau radhiallahu anhum ajmain. Apakah sahabat yang doanya mustajab pernah berdoa untuk umat Muhammad setelah mereka atau berdoa untuk kita? Saya Allahuam tidak pernah temukan secara khusus ya. Apakah memang Abdullah bin Mas'ud pernah menyebutkan agar umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam nanti akan datang diselamatkan dari fitnah? Allahuam. Ya, karena memang ada sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan, "Nanti akan kalian menghadapi fitnah-fitnah seperti malam yang gelap selaku meninggal." Dan para sahabat memahami masalah itu. Artinya akan ada masalah-masalah yang dihadapi. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ketahuilah kalau fitnah sedang terjadi. Orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri, ya. Dan orang yang ee di rumah lebih baik daripada orang yang di luar. Dan kalau kalian temuin, maka patahkanlah pedang-pedang kalian." Maksudnya kalau terjadi fitnah di antara kaum muslimin saling bunuh-membunuh maka jangan ikut-ikutan dan sahabat tahu itu akan terjadi. Sahabat pada tahu itu akan terjadi. Allahuam. Ya, saya tidak pernah temukan riwayatnya. Bagaimana langkah-langkah untuk meningkatkan sifat wara tawadu dalam kehidupan sehari-hari? Seperti Abdullah bin Mas'ud tadi sampaikan. Jadi kasusnya adalah nuntut ilmu. Nuntut ilmu. Ilmu ini, Teman-teman, luas sekali. Kata para ulama, ilmu agama ini seperti titik putih yang kecil di tembok yang hitam. Dari jauh kita seperti putih, tapi kelihatan kecil karena temboknya warna hitam semua. Ini kehidupan dunia hitam dia titik putih bercahaya. Tapi kalau kita masuk ke dalam titik itu, kita akan temukan dia sebuah lautan yang luas. Maka keluarlah statement mereka mengatakan ilmu agama kalau kau berikan seluruh hidupmu untuknya dia hanya memberikan kepadamu setengahnya karena ilmu tidak bisa kita tinggalkan ilmu ini. Yang kedua, amalkan ilmu. Berapa lama sudah kita atau berapa kali kita dengar tentang salat malam, tentang sodqah, tentang salat duha, tentang bakti orang tua? Sudah diamalin belum? Banyak orang sudah tahu hukumnya. Kalau kita bilang muslimin mungkin di jalan salat tahajud, oh iya saya juga pernah dengar. Tapi enggak diamalin. Ilmu amalkan. Kemudian bentuk komunitas itu insyaallah akan lebih bisa untuk warak dan zuhud. Saat kita merasa risi waktu dipuji, disanjung seseorang di hadapan orang banyak, apakah itu termasuk tawadu atau wara? Iya. Tentu saja kalau memang ada orang memuji kita lalu kemudian kita mengatakan sudahlah jangan disebutkan atau kita merasa risih. Itu sebuah tanda tawadu, merendah. Malah sebaliknya sombong kalau seseorang begitu dipuji malah dia busungkan dadanya gitu. Malah dia tunjukkan kalau dia hebat malah dia yang ceritakan sendiri. Nah, ini hal yang bertolak belakang. Insyaallah termasuk masalah tawadu. Apa yang harus kita ucapkan saat ada orang yang memuji kita di depan kita kepada orang di depan orang banyak? Apakah kita perlu menyangkalnya? Apakah kita apa apakah jika kita menyangkalnya termasuk apa ini? termasuk orang yang tidak mensyukuri ketetapan Allah. Baik, tentu saja boleh kita menyangkalnya dan menyangkalnya dengan cara bukan berarti mengatakan ah itu tidak benar. Bukan. Kita mengatakan sudahlah itu karunia Allah. Kita alihkan pembicaraan itu yang boleh. Tapi menyangkalnya dengan mengatakan itu tidak benar itu tidak boleh juga. Karena kita tidak boleh menyangkal sesuatu yang benar. Bolehkah kita beristigfar dalam hati saat ada orang yang memuji agar tidak ada kesombongan dan kebanggaan diri? Setahu saya istigfar adalah zikir. Zikir ibadah badan. Hati ikuti dengan keikhlasan. Tapi lisan kita mengucapkan astagfirullah dengan lisan gitu. Astagfirullah dengan lisan. Tentu semestinya setiap muslim memahami teman-teman ya. Tidak boleh kita puji orang di hadapan orang lain. Kha puji di belakang. Itu yang penting yang tadi Umar bin Khattab sudah tunjukkan bisa Umar bilang kan nih sudah datang bejana penuh dengan ilmu Abdullah bin Mas'ud tapi tidak bilang bercanda sama Abdullah Mas'ud begitu pergi baru dia katakan orang ini luar biasa ini bejana yang penuh dengan ilmu. Ambil ilmu dari dia. Penuh dengan fikih yang seperti itu. Jadi lebih baik setiap muslim harus paham. Jangan puji saudaranya di hadapannya. Mengenai Abdullah bin Mas'ud yang tidak ingin menambah atau mengurangi satu kata dari hadis. Apakah ketika memberikan nasihat dengan hadis kita harus seperti itu? Bagaimana jika sedikit lupa? Tentu saja ya sebaiknya begitu ya. Abdullah bin Mas'ud sempat mengatakan atau seperti yang dikatakan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan ini ulama hadis sudah katakan kalau seseorang sempat ragu dengan lafaz hadis dia boleh mengatakan a kama qalan nabiyu sallallahu alaihi wasallam atau seperti yang dikatakan atau disabdakan oleh Nabi sallallahu ala alihi wasahbihi wasallam. Jadi boleh kita mengatakan itu ya, boleh kita menukil tetapi jangan sampai kita tidak yakin ini bukan kita yakin ini bukan hadis atau lebih cenderung kepada keyakinan bukan hadis tetap kita sampaikan itu jangan. Karena kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, man kadaba alai mutaamidan minanar. Siapa yang berbohong tentang saya gitu kan, maka dia sengaja secara sengaja katakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda tapi Nabi tidak bersabda maka dia pilih tempatnya di neraka. Was Ibnu Mas'ud kepada anaknya adalah membaca surah Al-Waqiah setiap malam agar terhindar dari kefakiran. Apakah wasiat ini benar? Kenapa kita diperintahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk mengitu wasiat Ibnu Mas'ud? Saya tidak pernah temukan ini. Apakah ada wasiat Ibnu Mas'ud untuk anaknya baca Al-Waqia'h setiap malam? Allahuam. Di buku kita juga tidak dibahas. Dan selama saya kumpulin data-data tentang Ibnu Mas'ud, saya belum pernah temukan wasiat ini. Gitu kan. Wallahuam. Dan saya temukan riwayat-riwayat yang berbicara tentang bahwasanya al-waqi' bisa mendatangkan rezeki ya atau menghilangkan kefakiran ini masih dilemahkan oleh para ulama hadis ya. Tapi Al-Waqia'ah surah mulia dalam Al-Qur'an. Surah mulia dalam Al-Qur'an yang sahih tentang masalah almulk yang bisa menyelamatkan dari fitnah kubur gitu kan. Al-kahfi yang bisa menerangi wajah antara kita dengan Ka'bah di malam Jumat dan selamat dari fitnah Dajjal di hari Jumat. Nah, itu semua riwayat-riwayat yang sahih. Tapi tetap surah-surah ini surah mulia ya. ini insyaallah coba saya cari tahu siapa tahu memang riwayat ini benar karena keterbatasan ilmu insyaallah juga ini jadi PR saya di pertemuan akan datang saya coba ee bahas nanti. Kenapa kita harus mengambil wasiat Ibnu Mas'ud? Ya ituu perintah baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sama saja. Kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam? Kenapa kita harus yakin 10 orang dijamin masuk surga? Berarti jamuk surga. Karena Nabi sampaikan dan teman-teman sekalian apa yang Nabi sallallahu alaihi wasallam sampaikan masuk akal atau tidak masuk akal, mudah dicerna atau tidak mudah dicerna tetap saja itu harus diyakini. Allahuam bissawab. Alhamdulillah pas waktunya ya. Jadi supaya tidak ada yang bertanya lagi ya. Baik, kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala teman-teman sekalian. Semoga apa yang kita bahas hari ini bermanfaat buat kita semua dan semoga Allah mengikhlaskan niat kita sehingga apapun yang kita pelajari bisa bermanfaat dan dijadikan sebagai tambahan amal di hari kiamat nanti. Kita berdoa kepada sang pencipta Allah agar seluruh amal yang pernah kita kerjakan diterima olehnya dan yang akan kita kerjakan dan semua dosa yang pernah kita lakukan juga dimaafkan dan diganti dengan kemakmurannya menjadi pahala. Kita berdoa agar Jakarta secara khusus diberikan pemimpin yang adil yang beriman kepada Allah. Amin. Dan semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan momen yang telah dijadikan atau telah terjadi di Jakarta ini sebagai sebab penyatuan kaum muslimin. Dan semoga Allah ee mengikhlaskan semua niat yang telah membela Al-Qur'an dan juga menjadikan itu sebagai tambahan amal mereka di hari kiamat. Allah juga tinggikan derajat semua muslimin yang berusaha untuk mempertahankan Al-Qur'an dari kehinaan dan juga semoga Allah Subhanahu wa taala memberikan hidayah orang-orang yang belum tersentuh untuk itu. Serta semoga Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan diberikan hidayah untuk kembali kepada Al-Qur'an dan sunah dan Islam. Kemudian semoga Indonesia menjadi contoh bagi negara yang lain. Kita juga mendoakan saudara kita di Palestina, di Syria, di Yaman, di Irak, di Myanmar, di Aqsa, di mana pun mereka berada sedang tertindas. Semoga Allah ikhlaskan niat mereka, terima para syuhada mereka, muliakan Islam di tangan mereka dan tangan kita semua. Dan semoga Allah partisipasikan kita bersama mereka di pahala baik dengan doa atau duga dengan jiwa kita. Dan semoga Allah yang saya yakin sedang melihat kita karena memang Dia maha melihat, yang sedang mendengar kita karena memang Dia Maha mendengar dan juga maha mengetahui karena nikmat Dia mengetahui segala satunya agar menyatukan kita semua yang hadir di sini dan yang mengikuti juga ceramah-ceramah kita di YouTube ini agar disatukan di surga firdausnya tanpa hisab. mana yang satukan kita di majelis ilmu yang mulia ini. Walaupun benar dari Allah kalau saudar dari saya mohon dimaafkan. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahaillallah. Astagfirullah atubu ilaih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah.