Transcript
r4K7PU6Ejmw • Kisah Sahabat Nabi ﷺ Ke-19: Abdullah bin Mas'ud "Sang Pencerah Umat"
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/khalidbasalamah/.shards/text-0001.zst#text/0040_r4K7PU6Ejmw.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah tidak henti-hentinya kita
panjatkan puja dan puji kita ke hadirat
Allah Subhanahu wa taala. zat yang
paling pantas untuk dipuji, dicintai,
ditunduki, dan ditakuti. Dan memang kita
sedang mengejar segala kebutuhan kita
dengan mengucapkan kalimat mulia.
Alhamdulillah. Jug kita panjatkan salam
hormat kita kepada Nabi Besar Muhammad
sallallahu ala alihi wasahbihi
wasallam sebagai bentuk kepatuhan kepada
sang pencipta yang telah menjadikannya
ibadah buat kita orang-orang yang
beriman.
Seperti biasa saudaraku seiman, kita
bertemu sebulan sekali dalam serial
sahabat. Dan pada siang ini semoga Allah
berkahi kita akan
membahas seorang tokoh
inspiratif, sahabat dan juga kaum
muslimin pencerah umat Abdullah Ibn
Mas'ud radhiallahu taala
anhu. Seseorang yang telah terlintas
atau tersebutkan sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Pada saat dia sedang
naik ke atas sebuah pohon di Kota
Madinah, kemudian tertiuplah angin yang
kencang sehingga kedua betisnya
tersingkap karena poster tubuh yang
kurus dan kecil.
Akhirnya tanpa menyadari banyak di
antara sahabat menertawakan betisnya
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhum
ajmain. Maka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Apakah kalian menertawakan
betisnya Ibnu
Mas'ud demi zat yang jiwaku dalam
genggamannya? Sesungguhnya betis Ibnu
Mas'ud yang kecil ini yang kalian sedang
lihat lebih berat daripada gunung Uhud
ditimbangan pada hari kiamat.
Kemudian juga sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang
masyhur, "Siapa yang ingin mengambil
Al-Qur'an dalam keadaan murni
sebagaimana ia telah diturunkan, maka
hendaklah dia membaca dan mengikuti
bacaan Ibnu Ummul Abd atau Abdullah Ibn
Mas'ud." Dari dua buah hadis ini,
Teman-teman sekalian, jadi muncul sebuah
pertanyaan. Siapa Abdullah bin Mas'ud
ini? Bagaimana bisa baginda Nabi
sallallahu alaihi wasallam menyebutkan
kedua betisnya ditimpangan hari kiamat
lebih berat daripada gunung Uhud? Dan
bagaimana bisa Nabi sallallahu alaihi
wasallam menobatkan dia menjadi sumber
inspiratif umat dan juga pencerah umat
Islam dalam mengambil
Al-Qur'an. Abdullah bin Mas'ud,
saudaraku seiman, adalah Abdullah bin
Mas'ud bin Ghafil
Al-Khuzali dan biasanya dikenal dengan
Ibn Ummu Abd.
Dan Ummu Ab sebenarnya adalah nama
ibunya karena ayahnya meninggal di masa
jahiliah Mas'ud dalam keadaan kufur
tentunya. Dan ibunya sempat hidup di
masa Islam dan masuk Islam maka dia
dikenal dengan Ibnu Ummu Abd. Kemudian
berubah setelah Islam dikembalikan ke
nama ayahnya Abdullah Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhum
ajmain. Tentu Allah subhanahu wa taala
karuniai dia beberapa orang anak. Tapi
yang paling masyhur anaknya adalah
Abdurrahman. Makanya dia diberikan
julukan Abu
Abdurrahman. Abdullah bin Mas'ud ini,
saudaraku seiman, dulunya di Makkah
orang yang tidak mampu dan dia
pengembala kambing. Tepatnya dia menjadi
penggembala kambing di seseorang tokoh
Makkah yang bernama Uqba bin Abi Muaid.
Tentunya Uqbah meninggal dalam keadaan
kufur ya. Kalau tidak salah dia juga
salah satu korban yang mati di
Badr. Nabi sallallahu alaihi wasallam,
Teman-teman sekalian, sebelumnya
berbicara masalah Abdullah bin Mas'ud
dan sahabat-sahabat yang mulia
ini telah mencetak manusia-manusia
mencetak Al-Qur'an tapi bukan di
lembaran seperti kita sekarang. Nabi
sallallahu alaihi wasallam mencetak
Al-Qur'an, Teman-teman sekalian, di hati
manusia sehingga kader umat ini lahir.
Dan ini sebenarnya yang kita butuhkan
sekarang. Lembaran-lembaran kertas
memang dibutuhkan dari satu sisi supaya
bisa dibaca seperti buku atau Al-Qur'an
dalam bentuk mushaf. Tapi sayangnya
tidak dicetak di dalam hati. Ada sebuah
statement ditulis oleh penulis ini yang
menarik bagi saya. Saya pikir itu sangat
bagus. Saya bacakan di halaman 175 bagi
yang pegang bukunya. Dikatakan Nabi
sallallahu alaihi wasallam telah
mencetak puluhan naskah Al-Qur'an bahkan
ratusan bahkan ribuan dan jutaan. Beliau
tidak mencetaknya dengan tinta di atas
kertas, tapi beliau mencetaknya dengan
tinta cahaya di atas lempengan hati
manusia. Kalimat ini punya bobot ya
secara ilmiah. Maksudnya apa,
Teman-teman sekalian? Lebih penting
Al-Qur'an itu ditanamkan dalam hati.
Bacaannya kah, tadaburnya kah, memahami
artinya, mengambil hukumnya, mengamalkan
ilmunya, dan menghafalnya. daripada
sibuk mencetaknya saja di kertas atau
sibuk meletakkan dalam bentuk kertas
atau buku yang kita taruh di lemari kita
di rumah. Itu boleh. Tetapi ini yang
penting. Karena banyaknya orang di
antara kita gonta-ganti beli mushaf,
beli Quran sebentar warna merah,
sebentar warna hitam, sebentar warna
ini. Tapi tidak pernah dibaca, tidak
pernah diambil hukumnya, tidak pernah
diamalkan karena tidak ditanamkan dalam
hati. Yang penting itu diukir dalam
hati, saudaraku seiman. Dan itu luar
biasa. Nabi sallallahu alaihi wasallam
mencetak para sahabat seperti itu.
Al-Qur'an tertanam dalam hati mereka.
Kata penulis, "Itulah iman." Kalau
Al-Qur'an sudah masuk dalam hati
seseorang, maka itu dinamakan iman. Jika
akarnya tertanam dengan kokoh dan
pengaruhnya terhadap jiwa akan menjadi
sangat kuat, ia memberikan kepada
pemiliknya keyakinan yang tidak
tergoyahkan.
Kalau antum sudah ambil Al-Qur'an mulai
ditanamkan di dalam hati bahwasanya ini
adalah kitabullah, membacanya adalah
ibadah, menghafalnya adalah ibadah,
kemudian resapi dalam hati dan diamalkan
itu lebih penting daripada kertas. Itu
akan memunculkan bagi pemiliknya
keyakinan yang tidak tergoyahkan,
harapan yang tidak pernah padam, selalu
motivasinya adalah optimis dan bukan
pesimis. motivasi yang tidak akan pernah
berhenti dan tekad kuat yang tidak akan
pernah mengendor. Ia menguasai dunia
bagi orang yang hatinya sudah ada Quran
dia ia menguasai dunia tapi dunia tidak
akan mampu menguasainya. Mengumpulkan
harta tapi harta itu tidak
memperhambakannya. Segala kenikmatan
meliputinya tapi kenikmatan itu tidak
menjadikannya sombong. Ujian menerpahnya
tapi ujian itu tidak mengalahkannya.
Tekanan-tekanan kehidupan hanya menambah
tekad di atas tekadnya dan kekuatan di
atas kekuatannya. Layaknya emas murni di
mana panasnya api semakin menambah
kejernian dan
kemurniannya. Lalu beliau mengatakan,
"Aku bertanya pada kalian semua pembaca
dengan nama Allah. Siapa yang percaya
bahwa sekelompok orang yang berjumlah
sedikit memakai perlengkapan minim dari
Jazirah Arab? Bajunya
sederhana, alas kakinya sederhana, Perse
dan Romawi sangat berkembang pesat pada
saat itu. Mereka tidak mengenal filsafat
Yunani, tidak pula modernitas Romawi.
tidak mempunyai hikmah India, tidak
memiliki keahlian Cina, bisa menguasai
kendali dunia, mengambil alih kekuasaan
kaisar dan meruntuhkan kekuatan Kisra,
menebarkan agama baru dan peradaban baru
di alam semesta hanya dalam kurang dari
1/4at abad.
Kata beliau, jadi kesimpulan disampaikan
adalah sahabat-sahabat yang kita bahas
termasuk Abdullah bin Mas'ud nanti ini
orang yang ciri khasnya teman-teman
sekalian disebutkan cirinya di sini ada
di halaman 177. Dia berbadan kurus,
orangnya pendek, kulitnya coklat gelap,
wajahnya sangat
sederhana. Tapi di sisi lain dia
menjalankan sunah dengan berpakaian
bagus dan berbau wangi. Dia menjadi
hakim di Kufa dan baitul Mal pada masa
Umar bin Khattab dan juga awal
pemerintahan Utsman bin Affan. kecil
fisiknya tidak berpengaruh masalah itu.
Dan semua itu terjadi karena memang
Al-Qur'an telah tertanam dalam hati dan
terukir dalam hatinya bukan hanya
sekedar lembaran kertas dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam tanamkan
masalah itu. Nanti akan kita sebutkan,
Teman-teman sekalian, bagaimana sih
Abdullah bin Mas'ud sampai bisa
menguasai Al-Qur'an. Ya, dan luar biasa
menjadi tokoh Al-Qur'annya sahabat Nabi
sallallahu alaihi wasallam suruh semua
sahabat yang hidup pada masa itu ambil
Al-Qur'an dari Abdullah bin Mas'ud.
Karena orangnya sangat luar biasa.
Bagaimana dia bisa menanamkan dalam
hatinya Al-Qur'an itu sendiri? Abdullah
bin Mas'ud terkenal sebagai seorang imam
ulama, imam ulama,
sahabat, fakih, dan juga ahli fikih. Dia
sendiri fakih. Maaf, dia dia ahli fikih
atau fqih ya. Dia menguasai hukum-hukum
dan juga zuhudnya umat ini. Dia memiliki
banyak sekali manaqib,
kelebihan-kelebihan. Namun sebelum
menyebutkan manaqibnya, teman-teman
sekalian, kita akan masuk tentang kisah
masuk Islamnya dulu.
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu
pernah menjadi penggembala
kambing oleh salah satu tokoh Makkah
bernama Uqbah bin Abi Muaid dan Ibnu
Mas'ud orang yang sangat tulus bekerja
penggembala
kambing. Lalu kemudian dia menceritakan
suatu hari sebab masuk
Islamnya aku pernah menggembalakan
dombanya Ibnu Muaid atau tadi dikatakan
Uqba bin Abi Muaid.
Kemudian lewatlah dari di gembalaan kami
itu atau di gembalaanku itu Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersama Abu
Bakar sebelum masuk Islam. Lalu kemudian
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Hai anak muda, apakah
engkau memiliki susu?" Maka dia
mengatakan, "Aku tidak memiliki domba
yang bisa mengeluarkan
susu." Jadi ada sebenarnya kambing, tapi
tidak ada susunya. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Tunjukkan kepadaku
kambing betina yang belum pernah
melahirkan." Justru di sini adalah
mukjizat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka Abdullah bin Mas'ud
mengatakan, "Saya pun mendekatkan seekor
domba betina yang belum digauli oleh
pejantannya, belum pernah hamil."
Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam
pun
memegang bagian putingnya tiba-tiba
mengembang kemudian diisi dengan susu
yang banyak. Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersama dengan Abu Bakar dan
aku pun ikut meminumnya. Setelah
selesai, Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan kepada puting kambing itu,
"Mengempislah." Maka tiba-tiba saja
mengempis dan seakan-akan belum pernah
mengeluarkan susu
sebelumnya. Melihat kejadian tersebut,
Abdullah bin Mas'ud tertarik dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam lalu
bertanya, "Siapa Anda ini ya? Siapa yang
bersama dengan Anda Abu Bakar?" Lalu
Nabi sallallahu alaihi wasallam
perkenalkan diri. Lalu Abdul Mas'ud pun
tercengang mendengarkan kalau ini adalah
seorang nabi. Lalu tanpa menunggu dia
pun langsung mencari tempat Nabi
sallallahu alaihi wasallam menanyakan
alamat lalu datang kemudian mengatakan,
"Ya Rasulullah ajarkanlah kepadaku
tentang perkataan yang Anda sedang
bawa." Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam pun mengajarkan sambil berkata,
"Engkau adalah anak yang terpelajar."
Atau makna lainnya, "Kamu orang cerdas,
kamu bisa belajar. silakan belajar Islam
itu. Lalu Abdullah bin Mas'ud pun
syahadat dan beliau mengatakan, "Aku
telah mengambil 70 surah langsung dari
mulut Nabi sallallahu alaihi wasallam
dan tidak ada seorang pun yang
menyaingiku." Ini kalau Nabi kisah masuk
Islamnya radhiallahu anhu. Dan kita akan
masuk teman-teman ke manaqib dan banyak
sekali manaqibnya nih. Saya waktu tulis
seperti sudah habis sebenarnya tinta
pulpen untuk menulis manaqibnya atau
kelebihan orang ini luar biasa.
radhiallahu anhu. Sahabat Nabi yang
mulia secara fisik ya bisa dikatakan
sedang atau bahkan kurang. Tetapi beliau
menjadi ulamanya sahabat. Yang pertama
teman-teman dia adalah orang yang keenam
masuk Islam. Dan ini sebuah fadilah
orang yang keenam masuk Islam. Kemudian
yang kedua, dia telah menghadiri semua
peperangan baginda Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan sudah cukup saja
kalau dia sempat menghadiri Badr tahun 2
Hijriah. Dan kita sudah tahu semua yang
hadir di Badr ya dijamin surga dan
diampuni segala kesalahannya kalaupun
mereka melakukan setelah selesai
Badr. Kemudian juga dia menghadiri
perang Yarmuk sampai di zaman Umar bin
Khattab. Dan pada saat itu dia menjadi
penanggung jawab terhadap pembagian
gimah.
Dan ini juga kedudukan yang sangat
tinggi karena ini harus membutuhkan
amanah. Dan perang Yarmuk kita sudah
tahu terjadi di tahun 15 Hijriah pada
saat ekspansi Islam ke negeri Syam. Dan
ini sudah saya jelaskan di kisah Umar
radhiallahu anhu ajmain. Kemudian yang
ketiga, beliau juga bertugas secara
khusus dan ini sebuah pelajaran juga
teman-teman sekalian kalau Nabi
sallallahu alaihi wasallam itu memiliki
pelayan-pelayan dan tidak salah kalau
seorang muslim memiliki banyak orang
yang melayaninya. Nabi sallallahu alaihi
wasallam itu punya pelayan khusus yang
menyiapkan sendalnya pada saat beliau
mau keluar sallallahu alaihi wasallam.
Dan ini bukan istrinya, dari para
sahabat. Ada yang menyiapkan siwaknya,
ada yang menyiapkan pelana kuda dan
untanya, ada yang menyiapkan ee tempat
duduknya sallallahu alaihi wasallam, ada
yang menyiapkan
pakaiannya. Jadi, Nabi sallallahu alaihi
wasallam memiliki banyak pelayan. Salah
satu pelayan Nabi sallallahu alaihi
wasallam yang selalu siap untuk mengurus
siwak, sendal dan juga air wudunya Nabi
sallallahu alaihi wasallam adalah
Abdullah bin Mas'ud. Dan ini disebutkan
di buku kita di halaman 176
riwayatnya. Tentu teman-teman sekalian
mungkin antum mengatakan siwak sendal
apa kelebihannya? Ini bukan siwak
sendalnya seseorang di antara kita ya,
tapi siwak dan sendal Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ini berarti kemuliaan
bisa melayani manusia terbaik, umat
manusia. Umat manusia ini semuanya. Dan
Nabi.
Bahkan Ias almuzani radhiallahu anhu
rahimahullah. Seorang ulama tabiin
pernah
diberikan apel dari tangannya Anas ibn
Malik radhiallahu anhu. Sahabat Nabi.
Anas ibn Malik pembantunya Nabi. Ya, ini
sudah pernah kita jelaskan biografinya
dulu sudah lewat tentunya. Anas bin
Malik membantu Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan beliau pernah memberikan
hadiah di akhir hidupnya gitu kan
sebelum meninggal dunia karena umurnya
sampai 100 tahunan dipanjangkan umurnya
oleh Allah subhanahu wa taala sesuai
dengan doa Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Lalu salah satu yang bertemu
dengannya muridnya namanya Iyas
Almuzani. Tabiin yang masyhur dengan
ilmunya dan kecerdasannya. Pernah
dikasih apel oleh Anas ibn Malik. Lalu
Ias Almuzani seorang ulama e tabiin.
Orang-orang tahu dia siapa? Seorang
alim. Lalu dia mengambil apel tersebut
dan mencium apel itu. Lalu kemudian
murid-muridnya bertanya, "Kenapa Anda
mencium apel itu?" Dia bilang,
"Bagaimana saya tidak menciumnya? Saya
mendapatkan apel dari tangan yang pernah
bersentuhan dengan tangannya Rasulullah
sallallahu alaihi
wasallam." Begitu luar biasanya mereka
memuliakan Nabi sallallahu alaihi
wasallam, gitu kan. Artinya memang ini
luar biasa ni karunia luar biasa. Nah,
apalagi ini Abdullah bin Mas'ud punya
tugas. Setiap mau wudu, setiap mau pakai
sendal, setiap mau bersiwak dia yang
bertugas. Nabi gak kasih yang lainnya,
khusus dia saja yang urus itu. Maka
siwak Nabi sallallahu alaihi wasallam
dia yang potongin, dia yang bersihin,
diambilkan siwak baru, sendalnya selalu
dia yang bersihin, dia yang tata. Setiap
kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau
keluar, maka itu sebuah karunia. Berarti
di mana pun Nabi sallallahu alaihi
wasallam melangkah, dia dapat pahalanya.
Karena dia yang siapin sendalnya. Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersiwak
dengan menggunakan itu ada pahalanya.
Abdullah Masud juga panen wudu. Setiap
kali Nabi sallallahu alaihi wasallam mau
salat maka dia yang siapkan air wudunya.
Dia panen salat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam adalah nabi serta imam kaum
muslimin pada saat itu. Jadi ini fadilah
memang bukan hanya sekedar masalah
siapain sandal atau tempat wudu, tapi
semua ada
fadilahnya. Kemudian yang keempat
teman-teman sekalian, dia dan Hudzaifah
ibn Yaman. Banyak di antara kita hanya
mengenal Hudzaifah saja yang sebagai
shahibus sir Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dia pemilik ee rahasianya Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Padahal
sebenarnya kalau dalam riwayat-riwayat
yang masyhur, dua orang yang menjadi
pemegang rahasia Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan ini juga pelajaran,
Teman-teman, kalau kita bisa mencari
orang yang terpercaya untuk kita
sampaikan masalah-masalah kita dan dia
mengetahuinya. Siapa tahu satu waktu
meninggal dunia, maka dia bisa
menyampaikan kepada orang-orang lain
yang memang perlu mengetahui berita itu
seperti masalah hutang dan seterusnya.
Dikatakan ada riwayat yang menjelaskan
bahwasanya dia Abdullah bin Mas'ud dan
Hudzaifah bin Yaman adalah dua orang
yang terkenal
sebagai pemilik rahasia Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Di antaranya hadis yang masyhur yang
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
kepada beliau
Masud
hijab. Kamu selalu dapat izin dari aku
hai Abdullah bin Masud untuk masuk ke
rumahku. Pokoknya selama hijab diangkat,
pintu dibuka, kamu bisa masuk. Tidak
ketuk pun silakan masuk. Dipercaya oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Silakan. Begitu hijab saya angkat, rumah
saya buka, kamu orang boleh masuk gak?
Musa izin gak seperti yang lainnya. Dan
engkau boleh mendengarkan semua yang
berhubungan dengan rahasiaku sampai aku
melarangmu. Kata Abu Musa al-Asyir
radhiallahu anhu, "Aku dan adikku atau
kakakku pernah masuk dari Yaman menuju
ke Madinah dan kami tinggal di Madinah.
Maka kami selalu melihat Abdullah bin
Mas'ud bolak-balik masuk ke rumah Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersama
ibunya sampai kami mengira Abdullah bin
Masud adalah salah satu keluarga Nabi
sallallahu alaihi wasallam. saking
dipercayai oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam, tentu tidak mungkin orang
sembarangan masukkan orang di rumahnya
apalagi rumah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Allah menurunkan dalam
Al-Qur'an harus minta izin dulu baru
boleh masuk ke rumah orang. Tapi Nabi
sallallahu alaihi wasallam memberikan
kepada Abdul Mas'ud kelebihan
itu. Yang kelima, Teman-teman sekalian,
kelebihan dia adalah dia orang yang
sangat mirip dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam dalam segala seluk-beluk
perilakunya dan ibadahnya.
Sebagaimana Hudzaifah bin Yaman
radhiallahu anhu mengatakan, "Inna
asbahanasian
fan." Sesungguhnya orang yang paling
mirip baik itu perilaku ataupun keadaan
wasamtan atau khusyuk dan kekhusyukan
dalam ibadah wa hadan dan
petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Labnu
ummi abdin hatta yakhruja. Hatta yakruj
ya eh hatta yakruja
baiti orang yang paling mirip dengan
Nabi sallallahu alaihi wasallam baik
perilaku dan keadaan serta kekhusyukan
dalam ibadah dan segala macam
petunjuk-petunjuk yang kami ketahui dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah
Ibnu Ummi Abd. Ummi Abd nama ibunya.
Dinisbatkan Ibnu Mas'ud ke situ karena
memang ayahnya meninggal dalam masa
jahiliah. Dan setelah itu dikembalikan
ke Abdullah bin Mas'ud. Contentnya
sebagaimana saya bilang tadi kami
mengetahui dia orang yang paling mirip
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dari pertama dia keluar rumahnya sampai
dia kembali lagi ke rumahnya. La nadri
ma yasna fi ahlihi idza khala. Yang kami
tidak tahu dari Abdullah bin Mas'ud
hanya kalau dia pulang ke rumahnya apa
yang dia lakukan. Tapi kalau di luar
jalannya, pakaiannya, cara berbicaranya,
ibadahnya semuanya mirip Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan tidak ada yang
menyerupai dia. Riwayat ini riwayat
sahih riwayatkan Imam Bukhari.
Kemudian juga dikatakan dalam riwayat
yang
lain, alim sahabah an ibnu masudin
akrabunasu wasilatan linabi sallallahu
alaihi wasallam. Hadis sahih riwayat
Imam Ahmad. Semua sahabat sepakat
bahwasanya Abdullah bin Mas'ud adalah
orang yang paling
dekat secara contoh perilaku ibadah
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Sehingga para sahabat berlumba-lumba
untuk mencontohi perilakunya.
Padahal belum waktu itu masih muda ya,
masih banyak sahabat yang lebih
tua. Yang keenam, dia adalah salah satu
dari enam orang yang telah turun firman
Allah
kepadanya yang bunyinya azubillahim
minasyaitanirrajim. Ayat ini tentunya
turun ee apa? Surah Al-An'am, surah
nomor 6 ayat 52 turun pada saat Nabi
sallallahu alaihi wasallam sedang duduk
bersama enam orang sahabat ini. Salah
satunya adalah Abdullah bin Mas'ud.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
yaduna bilqati waliduna wajha maika min
hisabihim minai w min hisabika alaihim
minairum fatakuna
minalimin. Waktu Nabi sallallahu alaihi
wasallam lagi duduk dengan enam orang
ini, datang beberapa tokoh-tokoh Quraisy
yang kaya-kaya. Abu Jahal, Abu Lahab
datang semuanya dan mereka berkata, "Hai
Muhammad, maukah apakah kamu mau kami
dengar apa yang kamu sampaikan? Kami
jadi pengikutmu." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Tentu saja." Kata
mereka, "Apa?" Keluarkan orang-orang
ini, ini orang-orang semua budak-budak,
orang miskin, keluarkan dari depanmu.
Maka kami akan duduk
mendengarkan. Waktu itu sempat Nabi
sallallahu alaihi wasallam berpikir
untuk membdirikan enam orang ini, gitu
kan. Kemudian diganti oleh tokoh-tokoh
Quraisy. Namun Nabi sallallahu alaihi
wasallam batalkan karena turun firman
Allah ini dalam surah Al-An'am, surah
nomor 6 ayat 52. Dan janganlah engkau
hai Muhammad
memberdir orang-orang yang selalu
menyebut-nyebut nama Tuhan mereka
berzikir di pagi dan sore hari hanya
untuk mengejar rida dan wajahnya Allah.
Artinya ikhlas karena Allah. Tidak perlu
kamu pikir tentang masalah hisab mereka
dan kamu tidak bertanggung jawab dengan
itu dan juga hisabmu terhadap mereka.
Kamu tidak perlu menyalahkan mereka,
tidak perlu juga mereka kamu usir atau
kamu pindahkan.
Maka akhirnya gara-gara kamu
mempertimbangkan ada tokoh-tokoh Quraisy
yang mau datang, kamu akan
memberhentikan atau mendirikan mereka,
maka kau termasuk orang-orang yang
zalim. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam pada saat itu, "Duduklah." Dan
akhirnya ditolak tokoh-tokoh Quraisy
untuk duduk. Kecuali kalau mereka mau
bergabung, silakan. Karena mereka tidak
mau bergabung sama orang-orang yang
dianggap budak pada saat itu atau
pelayan-pelayan.
Begitu juga teman-teman sekalian yang
ketujuh adalah beliau salah satu salah
satu-satunya sahabat, maaf satu-satunya
sahabat yang telah mengambil 70 surah
Al-Qur'an. Kita tahu ada 114 surah, 70
surah dan jumlahnya sangat banyak ini.
Yang langsung diambil dari lisan baginda
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Langsung diambil dari lisan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan ini
sebuah karunia. Makanya beliau berkata,
"Aitun Nabi sallallahu alaihi wasallam
faqulu." Aku pernah mendatangi satu hari
Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah
masuk Islam maka aku mengatakanimni
minal a al Islam. Ajarkan kepadaku
tentang agama yang Anda bawa atau agama
Islam. Qa sallallahu alaihi wasallam,
"Innaka gulamun muam." Sesungguhnya kau
anak muda yang cerdas dan mau belajar. Q
faak fi suratan launz fiha ahad. Maka
aku mengambil dari mulut Nabi sallallahu
alaihi wasallam 70 surah secara langsung
yang tidak ada seorang pun bisa
mengalahkanku di 70 surah
itu atau menyaingiku.
Tentunya juga teman-teman
sekalian beliau punya
kelebihan yang kedelapan adalah orang
yang pertama membaca Al-Qur'an di
hadapan Quraisy secara terang-terangan
walaupun beliau sempat dipukulin sampai
berdarah-darah. Dan itu disebutkan
kisahnya di halaman 180 sampai
181 di mana Abdullah bin Mas'ud pernah
melihat orang-orang Quraisy ya pada saat
melihat kaum muslimin selalu memukulnya.
Lalu beberapa sahabat berkata satu sama
yang lain, "Siapa kira-kira yang berani
membaca Al-Qur'an di hadapan mereka?
Siapa tahu mereka akhirnya bisa
tersentuh." Maka Abdullah bin Mas'ud
mengatakan, "Aku."
Para sahabat bilang, "Hai Abdullah bin
Mas'ud, ada orang-orang yang lebih besar
badannya saja tidak berani. Bagaimana
kamu berani?" Kata Abdullah bin Masud,
"Saya akan melakukannya." Maka dia pun
pergi ke belakang makam Ibrahim. Lalu
dia membaca di waktu duha surah
Ar-Rahman yang memang sudah turun di
Makkah pada saat itu. Mulai dia membaca
Ar-Rahman alamal Quran, khalaqal insan,
terus dibaca ayat tersebut dengan suara
keras. Orang-orang Makkah melihat ini
bukan tokoh Quraisy. Ini seorang pegawai
ya dianggap itu orang miskin, susah ya.
Bahkan sebagian ee ada arar yang
menyebutkan dia dulunya mantan budaknya
Uqbah bin Abi Muaid. Itu ada yang
mengatakan dia penggembala kambingnya.
Maka Abdullah bin Mas'ud pun dikerumuni
oleh orang-orang Quraisy. Lalu mereka
berkata, "Apa yang kamu baca hai Ibnu
Ummu Abd?" Maka dia mengatakan,
"Al-Qur'an." Lalu orang-orang Quraisy
pun menyerang menyerangnya sampai ya
membuat kulitnya terkelupas. Dan Ibnu
Mas'ud pun terus membaca tanpa
mempedulikan walaupun wajahnya sudah
dipenuhi dengan darah sampai dia
menyelesaikan akhir surah yang turun
dari Ar-Rahman. Kemudian dia kembali ke
Darul Arqam dan ternyata para sahabat
merasa kasihan melihatnya karena
wajahnya penuh dengan darah tadi. Lalu
mereka berkata, "Hai Ibnu Mas'ud,
cukuplah. Jangan engkau ulangi lagi.
Kata Ibnu Mas'ud waktu itu menghadap
wajahnya ke arah Nabi sallallahu alaihi
wasallam lalu mengatakan, "Ya
Rasulullah, kalau seandainya Anda mau
besok aku akan
mengulanginya." Jadi, ini menandakan
sebuah fadilah yang luar biasa.
Bagaimana pada saat itu masih banyak
orang yang takut memperdengarkan
Al-Qur'an, tapi dia datang dengan poster
tubuh yang kecil tapi keimanan yang
kuat. Dia membaca Al-Qur'an di depan
mereka.
Kemudian teman-teman sekalian, salah
satu kisah yang unik adalah bagaimana ee
fadilah atau manaqib yang kesembil. Dia
adalah salah satu yang membunuh Abu
Jahal. Abu Jahal tentu ini disebutkan di
halaman 184 kalau yang pegang
bukunya. Saya pernah sebutkan
teman-teman sekalian tentang kematian
Abu Jahal di perang Badr. Abu Jahal
adalah seorang raja Makkah kalau kita
bisa bahasakan waktu itu ya. Walaupun
memang di Makkah banyak kepala-kepala
suka yang memimpin dan dia punya julukan
di Makkah Abu Hakam, dia sempat hadir di
perang
Badr memang terbunuh di situ. Ada
riwayat yang menjelaskan dia mati karena
tebas pedangnya anak, adik kakak Muadz
Muawid. Dua orang anak muda Ansar kalau
masih ingat ceritanya. Yang mendatangi
Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhum
ajmain. Lalu adiknya berkat, kakaknya
berkata, "Hai paman, mana Abu Jahal?"
Kata Abdurrahman, "Nanti kalau saya
lihat, kenapa kau cari dia?" Kata
Muawid, e, kata Muad, "Si kakak, saya
ingin membunuhnya. Saya mengetahui kalau
dia orang yang paling suka menyakiti
Nabi sallallahu alaihi wasallam di
Mekah." Kata Abdurrahman nanti kalau
saya lihat saya akan tunjukkan. Kemudian
datang Muawwid, si adiknya di sebelah
kirinya Abdurrahman dan berkata, "Hai
paman, dia tidak dengar kakaknya tadi
ngomong apa tanpa disengaja nih." Dia
mengatakan, "Hai paman, mana Abu Jahal?"
Kata Abdurrahman, "Kenapa kau tanya?"
"Ini perang lagi berkecamuk ya?"
Lalu kata kata anak Muawid ini si adik
dan ini pada saat itu Muad berumur 16,
si Muawid umur 15. Lalu kata Muawid,
"Saya tahu dia dengar, saya dengar dia
paling banyak menyiksa Nabi sallallahu
alaihi wasallam di Makkah. Saya ingin
membunuhnya." Kata Abdurrahman, "Baiklah
saya akan tunjukkan kalau sudah
terlihat." Kata Abdurrahman, "Begitu
saya lihat Abu Jahal dari jauh semuanya
besi dari kepalanya sampai kaki kudanya.
Bukan kaki dia saja, semua kudanya pun
dilapisi dengan besi dan terlihat cuma
matanya. Saya mengatakan itulah Abu
Jahal. Kata Abdurrahman, "Demi Allah,
belum selesai kalimat saya mengatakan
jahal, maka keduanya melecit seperti
anak panah yang lepas dari busurnya.
Kemudian menembus barisan pasukan yang
membela Abu Jahal sampai keduanya
menebaskan pedangnya. Dan akhirnya
Muawiz mati terbunuh." Si adik mati
syahid di situ. Dan Muad sempat
melarikan diri tapi setelah menebaskan
pedangnya di paha Abu Jahal dan
berdarah. Dan Abu Jahal pun jatuh. Ada
riwayat yang menjelaskan Abu Jahal mati
karena ini. Abu Jahal mati karena
tebasan ini dan perang Badr dimenangkan
karena Abu Jahal jatuh. Dan Muad
akhirnya keluar dari medan perang karena
dia rasa tangannya sempat kena tebas dan
dia sempat ikat dengan imamahnya tangan
kanannya tapi ee dia merasa mengganggu.
Dicabutlah imamah itu. Kemudian
tangannya diinjak dengan kakinya dicabut
telapak tangannya atau lengan lengannya
sebelah kanan. Lalu dia masuk medan
perang dengan tangan kiri sampai dia
terbunuh mati syahid. Dan waktu itu
umurnya 15 dan 16 tahun. Ini luar biasa
iman mereka. Riwayat ini ada ada riwayat
lain, Teman-teman, yang menceritakan
tentang tokoh kita Abdullah bin Mas'ud
radhiallahu anhu. Abdullah bin Mas'ud
ini dulu dikenal sekali sebagai
penggembala kambing dan memang
penggembala kambing dianggap remeh
sekali oleh orang-orang Quraisy. Ini
dianggap seorang pegawai yang tidak
perlu dihormati gitu kan. Nah, Abdullah
Masud terkenal. Uqbah bin Abi Muaid
masih kelasnya di Quraisy di bawahnya
Abu Jahal gitu kan. Abu Jahal waktu
jatuh penuh dengan darah gitu kan karena
dia debu ma penuh dengan debu dan
kakinya berdarah. Abdullah bin Mas'ud
mendengar Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan siapa yang bisa
membunuh Abu
Jahal maka Abdullah bin Mas'ud maka dia
akan dapat begini dan begitu. Abdullah
bin Mas'ud lalu tidak banyak bicara
pergi masuk ke medan perang mencari mana
Abu Jahal nih. Dia tahu Abu Jahal
ternyata karena dia sudah jatuh berdarah
dan pasukannya banyak melarikan diri,
Abu Jahal tinggal sendiri. Abdullah bin
Mas'ud badannya kecil. Abu Jahal besar
sekali. Abu Jahal itu terkenal postur
tubuhnya sangat besar. Dia dengan
beberapa tokoh-tokoh Quraisy termasuk
Umayyah bin Khalaf. Orang yang sangat
besar. Sampai-sampai waktu dia jatuh
dari kudanya dia enggak bisa berdiri
lagi karena besarnya gemuknya badannya.
Maka Abdullah bin Mas'ud naik di atas
dadanya karena kecilnya lalu berkata,
"Hai musuh Allah, saatnya kau mati." Abu
Jahal karena sombongnya dia lihat, dia
bilang, "Bukankah kau si pengegembala
kambing?" Itu kata Abdullah bin Mas'ud,
"Iya, saya penggembala kambing. Hai
musuh Allah, gitu yang akan memenggal
lehermu." Sempat Abu Jahal ini saking
sombongnya dan meninggal dalam keadaan
kufur. W naudubillah. Dia mengatakan,
"Sungguh kau sudah menduduki sebuah
gunung yang besar." Artinya, salah duduk
kamu. Ini bukan di sini tempatnya.
Bukan. Bukan kau yang bunuh saya. Gitu
kan. Maka Abdullah bin Mas'ud pun
mengambil pedangnya lalu mengiris
memotong leher Abu Jahal dan membawanya
ke hadapan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Baik teman-teman, muncul
pertanyaan kecil. Kenapa kok membunuh
Abu Jahal sebuah nilai istimewa?
Musuhnya Allah. Satu-satunya orang kafir
di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam
yang diberikan julukan Firaunnya umat
ini Abu Jahal gitu kan.
Dan makin jahat orang-orang kafir itu
maka makin besar pahala kalau
membunuhnya gitu. Ini kita bicara di
kanca peperangan gitu kan. Maka punya
fadilah tersendiri. Misal ada seorang
pesatriah dia ahli pedang, dia ahli
perang segala macam. Maka ada muslim
yang membunuhnya. Ini beda dengan
membunuh prajurit biasa. Kedudukannya
berbeda, pahalanya pun berbeda. Apalagi
ini Abu Jahal dan setelah dia meninggal
betul-betul memang pasukan Quraisy
terkalahkan. Maka fadilah membunuh Abu
Jahal ada. Dan itu yang disebutkan
Abdullah bin Mas'ud melakukan itu kepada
Abu
Jahal. Tentu di sini disebutkan oleh
Alhafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari
dalam Sahih Bukhari menjelaskan tentang
masalah kejadian ini. Mengatakan semua
dari kalangan kesimpulannya ya semua di
kalangan sahabat yang terlibat ini Muad,
Muawid dan Abdullah bin Mas'ud semuanya
ini terlibat dalam pembunuhan Abu Jahal.
Kalau kita
gabungkan kedua sahabat tadi yang masih
muda memang sempat melukai Abu Jahal dan
mereka pasti akan mendapatkan pahala itu
dan Abdullah bin Mas'ud yang
mengeksekusi
terakhir yang ke-10 teman-teman sekalian
dia adalah salah satu dari empat orang
yang diperintahkan oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam untuk mengambil
Al-Qur'an darinya. Dan ini kalau yang
pegang bukunya ada di halaman 185 tapi
saya bacakan hadisnya. Kata baginda Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Istaqriul
qurana min arbaah." Istaqraul qurana min
arbaah. Kalian harus belajar baca stor
bacaan, stor hafalan Al-Qur'an dari
empat orang. Disebutkan yang pertama min
Abdillah bin Mas'ud. Dari Abdullah bin
Mas'ud. Maka dimulai dari dia. Kemudian
Salim, Maula Abi Hudzaifah. Sudah kita
pernah sebut biografinya orang ini.
Kemudian datang yang ketiga, Ubay bin
Ka'ab. Dan yang keempat, Muad bin Jabal.
Hadis Bukhari, hadis Muslim, dan juga
hadis riwayat Tirmidzi. Dan ini sebuah
fadilah. Berarti memang semua sahabat
waktu itu harusnya mengambil Al-Qur'an
yang paling pertama dari Abdullah bin
Mas'ud. Bahkan ada riwayat yang
menjelaskan ketiga sahabat yang lain pun
ini seperti Muad bin Jabal, Salim Mul
Abi Hudzaifah dan Ubay bin Ka'ab juga
seringki mengambil bacaan dari Abdullah
bin Mas'ud. Artinya semua Al-Qur'an
sekarang yang menyebar di kita itu
dipanen pahalanya Abdullah bin Mas'ud
karena dia duduk bersama Nabi sallallahu
alaihi wasallam dia fokus mempelajarinya
dan ini tadi saya janjikan teman-teman
bagaimana dia bisa ya tertanam Al-Qur'an
dalam dirinya karena dia datang kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam secara
langsung dia paksakan waktunya ya ee dan
dia kerahkan energinya lalu belajar
Al-Qur'an lalu dia hafal sehingga dia
menjadi pioner di situ. Dan ini sebuah
poin yang banyak diluputkan oleh orang
kita. Kalau menjadi pionir, kita lakukan
satu perbuatan baik sama orang lain
sama-sama dapat pahala sama-sama. Tapi
kalau kita pionirnya menjadi contohnya,
suri tauladannya, maka kita bisa panen
pahala orang lain. Dan ini berarti,
Teman-teman, sebuah fadilah. Karena
semua sahabat belajar Al-Qur'an dari
Abdullah bin Mas'ud mengambil langsung
dari beliau dan beliau mengambil 70
surah tidak terkecuali semuanya langsung
dari mulut Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan diajarkan kepada para
sahabat. Artinya masih tersisa kurang
lebih beberapa surah saja yang memang
masih bergabung di antara sahabat dalam
masalah mengambil dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian Abdullah bin
Mas'ud juga berkata, "Wallahilladzi la
ilaha ghairuh." Demi Allah yang tidak
ada Tuhan yang berhak disembah kecuali
dia. Ma unzilat suratun min kitabillah.
Tidak pernah turun satu surah dari
kitabnya Allah Al-Qur'an. Illa anaamu
aina unzilat. kecuali sayalah orang yang
paling tahu di mana
diturunkan. Wa walima eh walima unzilat.
Dan kenapa
diturunkan? Wala unzilat ayat min
kitabillah illa ana aamu mimman unzilat.
Dan tidak pernah ada ayat Al-Qur'an
turun kecuali saya tahu. Saya paling
tahu ke siapa turunnya ayat itu. Siapa
yang dimaksud? Walauamu
ahadanam minni bitabillah. Kalau
seandainya saya tahu ada orang yang
lebih paham daripada saya berhubungan
dengan Al-Qur'an tabluhul ibil yang bisa
dijangkau dengan perjalanan unta lqibtu
ilai maka pasti saya akan datang
mendatanginya. Dan ini juga sebuah hal,
Teman-teman sekalian, bukan bukan
kesombongan kalau misal memang kita
menguasai sebuah bidang. Misal kita
menguasai sekali bidang IT atau ilmu
tertentu misalnya, memang kita ahlinya
tahu, di situ kita kuasai dan kita
ikhlas karena Allah belajar. Tidak ada
salahnya kita mengatakan saya menguasai
bidang ini. Itu bukan ria, bukan aib,
dan bukan asal tidak diikuti dengan
sifat sombong. Karena pernyataan ini
bisa saja membuat orang lain jadi paham.
Dia harus ambil dari kita. diambil dari
perkataan Ibnu Mas'ud yang mengatakan,
"Demi Allah, saya orang yang paling tahu
ayat Al tidak ada surah turun dalam
Al-Qur'an kecuali saya yang paling tahu
di mana turun, turunnya kenapa dan untuk
siapa, gitu kan. Dan kalau saya tahu ada
orang lebih tahu dari saya, maka saya
pasti akan
mendatanginya." Juga beliau berkata,
"Wallahi laqad aktu min fi rasulillahi
sallallahu alaihi wasallam bidan was
surah." Demi, demi Allah, aku
benar-benar telah mengambil langsung
dari mulut baginda Nabi sallallahu
alaihi wasallam 70 sekian surah. Wallahi
laqad alima ashabu rasulillahi
sallallahu alaihi wasallam. Dan demi
Allah seluruh sahabat-sahabat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam mengetahui
anni min alamihim bikitabillah. Saya
orang yang paling paham dari e di antara
mereka dari kitabnya Allah. Wama ana
bikhairihim. Walaupun saya bukan orang
terbaik mereka.
Jadi ini sebuah fadilah dan ini tidak
ada sahabat yang memungkirinya.
Bagaimana dia mengakui dia orang yang
paling paham kitabullah untuk
mempromosikan diri supaya bisa
orang-orang datang belajar. Apalagi Nabi
sallallahu alaihi wasallam memang
menyuruh mengambil Al-Qur'an dari
dia. Beliau juga mengatakan atau maaf
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Man ahab yaqra al quran gadan
gadan kama unzila falyaqra qiraatu ummu
abdi." Ummu ummi abd. Nabi sallallahu
alaihi wasallam pernah lewat waktu
Abdullah ibn Mas'ud lagi salat. Rupanya
bacaannya terdengar sedikit keluar
bacaan Qurannya dan dia membaca dengan
tartil. Pelan-pelan dibaca.
Alif lam mim
berhenti. Pelan-pelan. Waktu itu dia
baca surah Annisa. Saya kasih contoh aja
tadi. Maka waktu itu Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda waktu lagi
lewat Abdullah Masud lagi salat. Cuma
didengar oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kata beliau, "Siapa yang ingin
mengambil Al-Qur'an ya seperti murni
turun, seperti saya dengar dari Jibril,
begitu pas bacaannya, suaranya, maka dia
mengambil seperti bacaannya Ibnu Mas'ud
atau Ibnu Ummi
Abd juga. Nabi sallallahu alaihi
wasallam, teman-teman pernah menangis
mendengarkan bacaan Abdullah bin Mas'ud
Al-Qur'an karena indahnya suaranya,
karena tartil dalam membaca Al-Qur'an.
Dan ini semua fadilah. Tidak boleh orang
buru-buru dalam membaca
Al-Qur'an. Disebutkan dalam kisah itu
disebutkan kalau teman-teman pegang
bukunya ada di halaman
188 saya akan sebutkan. Abdullah bin
Mas'ud berkata, "Saya pernah mendatangi
Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu
beliau mengatakan, "Iqra alaiyal Quran."
Baca Al-Qur'an untuk saya. Hai Abdullah
bin Mas'ud. Qullu ya Rasulullah aqra
alaika wa alaikal unzil. Apakah ya
Rasulullah saya baca untuk Anda
sementara untuk Anda turun Quran itu
Anda sudah dengar dari Jibril? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, q inni asahi
asma giri. Saya ingin sekali mendengar
dari orang selain saya. Maksudnya dari
manusia. Faq alaihi suratanisa. Maka aku
pun membacakan surah Annisa. Hatta
balagtu sampai saya mencapai firman
Allah. Auzubillahiminasyaitanirjim.
Bagaimana hai Muhammad bila kami
datangkan kau pada hari kiamat untuk
menjadi saksi terhadap umat-umat manusia
dan kami bagaimana kalau kami
mendatangkan kalian hai kaum muslimin
dan kami datangkan juga kau hai Muhammad
menjadi saksi buat umat-umat sebelum
kalian.
biijli. Maka tanpa sengaja Nabi
sallallahu alaihi wasallam menyentuh
kakiku dengan kaki beliau. Faid
aahuan, maka saya melihat kedua mata
Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
keluar mengeluarkan air mata. Dan ini
kata para ulama tidak pernah ada
disebutkan kalau ada sahabat yang
seperti ini yang memang Nabi sallallahu
alaihi wasallam dengarkan ayat lalu
menangis dan ini sebuah fadilah sendiri.
Kemudian yang ke-11 teman-teman, dia
juga mustajab
doa. Orang yang kalau berdoa selalu
diterima oleh Allah Subhanahu wa taala.
Dan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam
memerintahkan agar berpegang pada
wasiatnya Abdullah bin Mas'ud. Apa saja
yang dia sampaikan ambil selalu apa yang
disampaikan ambil hukumnya.
Disebutkan di dalam sebuah
riwayat, Ibnu Mas'ud membaca doa,
"Allahumma inni asaluka imanan la
yartad." Ya Allah, aku memohon keimanan
yang tidak pernah goyah waiman
lafad dan nikmat yang tidak pernah
terputus-putus. Wauraqati nabiika
shallallahu alaihi wasallam fi a jinanil
khuld.
Dan saya selalu bersama dengan nabimu,
menemani nabimu di surga yang tertinggi
dan
kekal. Faqala Nabi sallallahu alaihi
wasallam,
"Udustajabuak." Berdoalah semamu wahai
Ibnu Mas'ud pasti akan diterima darimu.
Berarti ada fadilah di sini dia mustajab
doa karena apa saja yang dia bilang maka
diterima oleh Allah subhanahu wa taala.
Nabi sallallahu alaihi wasallam juga
berkata dalam hadis yang sahih riwayat
Hakim, riwayat Tirmidzi juga
diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
Setelah saya meninggal, ambil
hukum-hukum dari dua orang sahabatku
ini, Abu Bakar dan
Umar. Ammar. Dan juga lengkapkan
petunjuk-petunjuk itu dengan mengikuti
Ammar. Ammar bin Yasir radhiallahu anhu.
Nanti akan ada bahasan sendiri tentang
beliau. Watakuqu biahdi Ibnu Mas'ud. Dan
berpegang teguhlah pada wasiatnya Ibnu
Mas'ud. dari para sahabat untuk terjadi
fitnah, terjadi fitnah yang sangat besar
di zaman Utsman bin Affan dan
seterusnya. Mereka selalu meminta wasiat
dari Abdullah ibn Mas'ud radhiallahu
anhu gitu kan. Bagaimana tentu fitnah
Utsman ee terjadi terbunuhnya itu
sebelum sebelum ee bin Mas'ud sudah
meninggal sebelumnya. Karena ee fitnah
itu terjadi di tahun 36 Hijriah.
Sementara Ibnu Mas'ud meninggal tahun 32
Hijriah. Tapi sahabat pada saat melihat
ada masalah, mereka selalu kembali ke
Ibnu Mas'ud karena tahu ini adalah
pemilik wasiat. Apa saja wasiat itu
gini, Teman-teman. Kalau misalnya kita
butuh sesuatu, nasihat apapun, orang
yang paling layak kita datangi orang
yang paling dewasa. Dan itu diistilahkan
dalam agama dengan orang ahli wasiat,
orang yang suka memberikan nasihat dan
tepat nasihatnya karena kedewasaan dan
pengalamannya. Maka Abdullah bin Mas'ud
dijadikan sebagai hukum syari untuk
mengambil wasiat darinya.
Abdullah bin Mas'ud, Teman-teman
sekalian, terkenal sekali. Poin yang
ke-12 adalah dengan
waraknya. Dan wara ini artinya orang
yang sangat dekat dan menjaga hubungan
indahnya atau baiknya dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan itu ada
disebutkan di halaman 191.
Di
antaranya Masruk rahimahullah, salah
satu tabiin berkata, "Seorang laki-laki
berkata tentang Abdullah ibn Mas'ud,
betapa inginnya aku termasuk ashabul
yamin, golongan kanan, termasuk
orang-orang yang didekatkan kepada
Allah." Maka Abdullah berkata kepadanya,
"Lakin hauna rajulun wadda annahu idza
mata la yubat."
Tapi ketahuilah ada laki-laki di
sebelahmu, maksudnya yang sedang bicara
dia sendiri Abdullah Mas'ud yang ingin
jika dia mati agar tidak dibangkitkan.
Dan ini nama wara namanya. Artinya dia
wara itu bergabung antara merendah diri,
antara dalamnya ilmu, dalamnya iman.
Bukan dia memungkiri tentang
kebangkitan, tapi dia bilang kalau kau
berharap nanti kalau kau mati menjadi
ashabul yamin, orang yang selamat masuk
surga, saya juga sebenarnya berharap.
Tapi saya kalau dikasih pilihan, saya
berharap tidak dibangkitkan karena takut
jangan sampai jangan menjadi ashabul
yamin itu atau saya tidak jadi
mereka. Hasan Basri menukil mengatakan
Abdullah bin Masud pernah berkata
laqinal jannatiar. Kalau seandainya saya
diberdirikan antara surga dan
nerakailali lalu dikatakan
kepadaku, takun
ahabika ramadan. Kalau kamu hari kiamat
dibangkitkan hai Ibnu Mas'ud lalu
kemudian disuruh pilih surga neraka atau
kau menjadi tanah, yang mana kau harus
pilih? Karena kalau kau masuk surga
butuh konsekuensi mana amalmu. Kalau kau
masuk neraka juga akan dihitung amalmu.
Mana yang kau pilih? Pilih dua-duanya
dipertimbangkan dulu amalmu atau kau
jadi tanah? Lah ahbabtu an akuna ramada.
Maka pada saat itu saya lebih baik
memilih menjadi tanah. Maksudnya adalah
jangan sampai nanti saya pilih surga
ternyata amal saya tidak cukup bukan
tidak mau masuk surga. Ini bentuk wara,
bentuk ya perendahan diri seorang
Abdullah bin Mas'ud kepada hukum-hukum
Allah.
Abu Wail rahimahullah juga berkata,
Abdullah bin Mas'ud berkata, "Aku
berharap Allah mengampuni satu dosa dari
dosa-dosaku dan nasabku tidak ketahui."
Tidak diketahui. Ini semua
kalimat-kalimat warak. Artinya, aku
berharap kalau semua dosaku ada, lalu
aku beristigfar kepada Allah dan aku
tahu ada satu saja dosa yang dimaafkan
oleh Allah, itu sudah cukup. Aku sudah
luar biasa bersyukur kepada Allah. Bukan
maksudnya tidak mau diampuni dosanya,
bukan. Tapi dia tidak tahu. Sekarang dia
tinggal harus menjalankan karena
merendahnya. Dia mengatakan, "Aku
berharap kalau ada dosaku yang Allah
sudah ampuni, aku bersyukur. Apalagi
kalau diampuni semuanya. Dan aku
berharap nasabku tidak diketahui."
Artinya, jangan sampai aku terkenal,
akhirnya nanti aku jadi lupa
daratan. Aun bin Abdillah dari
saudaranya Ubaidillah rahimahumullah
berkata, "Jika orang-orang telah tidur
maka Abdullah berdiri untuk salat.
Kemudian aku mendengar dengungan seperti
suara lebah karena bacaan
Al-Qur'annya. Ini semua contoh-contoh
warak. Tentu warak banyak sekali
contohnya, Teman-teman sekalian. Seperti
juga orang menjaga kesucian, kehormatan
dengan Allah. Jangan sampai melanggar
bukan yang haram tapi yang makruh.
Seperti misalnya antum berusaha untuk
tidak makan berdiri dan minum berdiri,
maka namanya wara. Berusaha untuk tidak
melihat yang haram walaupun itu tidak
disengaja. Itu juga adalah wara.
Semuanya sama gitu kan. Dan ini
bagian-bagian daripada wara itu Abdullah
bin Mas'ud terkenal dengan
kewaraannya juga. Abdullah bin Mas'ud
ini fadilah yang ke-12 memiliki ya sifat
tawadu dan tawadu dengan wara ada
bedanya sedikit. Kalau tawadu lebih
banyak kepada masalah fisik, merendah ya
merendah secara fisik. Dan itu
disebutkan juga panjang lebar di halaman
192 sampai 194. Saya pilihkan di antara
tawadunnya dinukil dari Hubaib bin Abi
Tsabit.
rahimahullah. Ia berkata, "Pada suatu
hari Ibnu Mas'ud keluar lalu orang-orang
mengikutinya." Ibnu Mas'ud berkata
kepada mereka, "Apa keperluan kalian
ikuti saya?" Dia keluar dari rumahnya,
orang-orang pada ikut semua karena
orang-orang tahu dia ulama. Mau dengar
sesuatu mungkin mau lihat, mau temanin,
gitu. Maka mereka menjawab, "Tidak, kami
hanya ingin berjalan denganmu." Maka
Abdullah bin Mas'ud berkata, "Pulanglah
kalian. Karena hal itu adalah kehinaan
bagi orang yang mengikuti dan fitnah
bagi orang yang diikuti. Sangat tidak
mau untuk diikuti oleh orang-orang kalau
bukan karena masalah khusus mau bertanya
masalah hukum. Jadi dia tidak mau nanti
dikena oh ramai itu orang semua tahu ini
dalam Abdullah Masud dia hindari itu.
Kecuali memang dalam keadaan-keadaan
dalam majelis-majelisnya di masjid.
Seperti ada riwayat juga menyebutkan
beliau buka majelis di masjid maka orang
ramai datang itu dibiarkan. Tapi kalau
khusus dia keluar dari rumahnya lalu
diikuti orang, dia sangat tidak mau. Dan
dia mengatakan, "Pulanglah. Kalau itu
saja niatnya mau temani saya jalan,
pulanglah. Karena itu akan menjadi
fitnah." Ya, itu akan menjadi kehinaan
bagi orang yang ngikuti. Kalau kalian
akan terhina seakan-akan diri kalian
butuh orang bodoh. Padahal sebenarnya
tidak. Dan juga akan jadi fitnah bagi
orang yang diikuti. Dan ini bentuk
tawaduk, merendah.
Alhit bin Suwaid rahimahullah berkata,
Abdullah berkata, "Seandainya kalian
mengetahui apa yang aku ketahui dari
diriku, niscaya kalian akan menaburkan
pasir ke kepalaku." Maksud orang yang
sangat luar biasa ibadahnya, tapi dan
kedudukannya di sisi sahabat, apalagi
dalam Islam. Tapi beliau mengatakan
supaya tidak ada kesombongan. Kalau
seandainya kalian tahu apa yang aku tahu
tentang diriku, artinya banyaknya
kesalahan-kesalahanku, maka kalian akan
letakkan pasir di kepalaku. Bukan cuma
ikuti, maka kalian akan letakkan pasir
supaya orang jangan terlalu fanatik
dengan beliau radhiallahu
anhu. Kemudian disebutkan juga,
teman-teman sekalian di dalam buku kita
ini beberapa riwayat yang menjelaskan
sambungan dari gabungan masalah wara dan
tawadu itu. Di antaranya Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhu sangat mencintai Nabi
sallallahu alaihi wasallam, menghargai
beliau dan takut menyampaikan suatu
perkataan dari beliau dengan menambah
satu kata atau dengan mengurangi satu
huruf. Salah satu waraknya, takutnya e
atau menjaga hubungannya dengan Allah
dan merendahnya di hadapan Allah
Subhanahu wa taala dan juga Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, dia sangat
takut menyampaikan kalau kalau
penyampaian hadis kalau ditambah satu
kata saja. Dari Masuk rahimahullah
disebutkan pada suatu hari Abdullah bin
Mas'ud menyampaikan hadis kepada kami.
Dia berkata, Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam bersabda, tiba-tiba dia
gemetar dan bajunya pun ikut gemetar.
Maksudnya terlihat dia kayak orang
menangis gitu kan. Kemudian berkatalah
dia seperti itu atau mirip dengan itu ya
atau mungkin seperti sekarang dikatakan
a kama qalan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tapi sambil gemetar. Dia takut
jangan sampai dia salah menyebutkan dari
hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Amr bin Maimun rahimahullah juga
berkata, "Aku pulang dan pergi ke rumah
Abdullah bin Mas'ud selama 1 tahun untuk
belajar dan selama itu aku tidak
mendengarnya menyampaikan satu hadis
dari Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Namun pada suatu hari dia
menyampaikan sebuah hadis maka lidahnya
berucap. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, tiba-tiba dia
ketakutan sehingga aku melihat keringat
menetes dari keningnya. Kemudian dia
menambahkan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda seperti itu. Maksudnya
saking merendahnya dia takut salah, dia
jaga waraknya jangan sampai salah. Maka
dia hati-hati sekali sampai mau
menyampaikan hadis itu
keringatan. Alqama bin Qais rahimahullah
berkata, "Abdullah bin Mas'ud
menyampaikan hadis, "Setiap Kamis sore
aku tidak mendengarnya di setiap sore
berkata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda kecuali satu kali."
Maka aku melihatnya, ternyata dia
bersandar ke sebuah tongkat dan
tongkatnya itu bergetar dan bergoncang.
Maksudnya setiap Kamis dia sampaikan
hadis dan aku tidak pernah mendengarkan
satu hadis saja yang disampaikan
Abdullah bin Masud. Dia mengatakan
misalnya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Kecuali saya
menemukan tongkatnya gemetar dan dia pun
ketakutan jangan sampai apa yang
disampaikan itu salah. Jangan sampai
disampaikan itu salah." Ini juga
teman-teman di dinukil dari banyak
riwayat-riwayat ulama tabiin seperti
Imam Malik rahimahullah bagaimana beliau
kalau ingin menyampaikan hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam beliau selalu
mandi dulu lalu menggunakan baju yang
paling bersih gitu kan. Ini termasuk
yang ditunjukkan seperti yang juga
Abdullah bin Mas'ud mereka saking
menghormatinya. Kalau Abdul Masud tadi
sangat takutnya jangan sampai salah.
Kalau Imam Malik malah saking gembiranya
menyampaikan dan beliau selalu mandi dan
menggunakan baju bagus, wangi-wangian
setiap mau menyampaikan hadis. Kalau ada
yang minta isi pengajian di sini, Imam.
Kata Imam Malik, "Baiklah, sebentar."
Beliau pulang ke rumah mandi, ganti baju
baru, pakai minyak wangi paling bagus
baru datang ke majelis. Lalu ditanya
sama muridnya, "Kenapa Anda lakukan?"
Dia bilang, "Saya akan menyampaikan
penyampaian Nabi sallallahu alaihi
wasallam." Gitu kan sampai seperti itu.
Dan banyak di antara tabiin melakukan
hal-hal yang kurang lebih serupa. Mereka
berhati-hati sekali, Teman-teman
sekalian. Makanya jangan kalau kita
ambil dari riwayat Abdullah bin Mas'ud,
jangan sampaikan kecuali yang jelas
sudah kita ketahui. Kalau riwayat Imam
Malik, kalaupun kita sudah ketahui, maka
perindahlah penampilan dalam
menyampaikan apa yang Nabi sallallahu
alaihi wasallam sampaikan.
Dalam riwayat lain dikatakan Abdullah
bin Mas'ud memang selalu mendahulukan
akhirat dari dunia dan ini juga termasuk
dalam ee sebuah warak ya bagian daripada
warak itu. Dari Ah aljusyami
rahimahullah berkata, "Kami menemui Ibnu
Mas'ud sementara tiga orang putranya
berada di dekatnya. Mereka tampan
seolah-olah mereka adalah emas yang
berkilau. Maka dia berkata kepada kami,
"Sepertinya kalian iri kepadaku karena
anak-anak ini. Maka aku, maka kami
berkata, "Benar demi Allah, dengan
anak-anak seperti mereka itulah seorang
muslim akan iri hati." Lalu Abdullah bin
Mas'ud mengangkat kepalanya ke atap
rumahnya yang kecil. Di sana ada burung
alap-alap yang bersarang dan bertelur.
Maka dia berkata, "Demi zat yang jiwaku
berada di tangannya, aku mengibaskan
tanganku dari tanah kubur. Dari tanah
kubur mereka lebih aku sukai daripada
jatuhnya sarang burung alap-alap ini dan
telurnya pecah." Maksudnya Abdullah bin
Mas'ud karena ilmunya kata sebagian
ulama maka banyak wanita yang menawarkan
diri untuk menikah. Maka menikah dengan
seorang wanita yang sangat cantik dan
terkenal dengan kelebihan fisiknya. Maka
dari wanita ini lahir tiga orang anak
dan tiga-tiganya sangat tampan gitu
mengikuti ibunya. Maka ada beberapa
orang muridnya yang datang dan melihat
anak-anak itu duduk di dekat rumah dan
sangat tampan, kulitnya putih, bersih
dan mereka lihat ayahnya Abdul Masud
punya kekurangan fisik. Maka mereka
lihat Abdullah ibn Mas'ud mengatakan,
"Seakan-akan kalian iri melihat
anak-anak ini." Mereka mengatakan iya.
Terus terang kami bingung melihat
bagaimana kejadian ini bisa terjadi.
Abdullah bin Mas'ud memberikan ilmu
kepada mereka bahwasanya ini bukan bukan
bukan bukan bukan milik saya, bukan dari
saya. Status saja sebagai ayah yang
memberikan adalah Allah. Jadi beliau
merendah di sini dan beliau
mengatakan lihat sambil lihat ke atap
rumahnya ada sarang burung. Kalau saya,
kalau saya pribadi saya lebih suka dan
lebih mudah bagi saya di dalam timbangan
amal nanti hari kiamat. Kalau saya
membersihkan kuburan anak-anak saya ini,
artinya kalau mereka mati itu masih
lebih ringan daripada untuk saya
daripada sarang burung ini jatuh,
telurnya pecah lalu induk burung itu
merasa kehilangan anaknya. Maksudnya ini
bentuk kerendahan. Artinya anak-anak ini
walaupun kalian lihat punya kegagahan,
kelebihan, tapi bagi saya tidak ada
nilainya, biasa saja. Dan saya lebih
berhati-hati, bertanggung jawab depan
Allah kalau seandainya telur burung ini
sampai pecah.
Dari Kais bin Jubair rahimahullah,
beliau berkata, Abdullah radhiallahu
anhu berkata, "Betapa menikmatnya dua
hal yang dibenci, kematian dan
kemiskinan." Ya, aku bersumpah demi
Allah, yang ada hanyalah kecukupan dan
juga kemiskinan. Aku tidak peduli dengan
yang mana saja aku diuji. Karena hak
Allah pada masing-masing dari keduanya
adalah wajib. Kecukupan mengharuskan
adanya empat, kasihan dan membantu fakir
miskin. Sedangkan kemiskinan
mengharuskan adanya kesabaran. Artinya
di sini bentuk berendahnya Abdullah bin
Mas'ud berkata,
"Oh, maaf ikhwah merapat ya, tolong maju
karena di belakang masih ada yang belum
dapat tempat.
Abdullah bin Mas'ud rahimah radhiallahu
anhu. Beliau menyampaikan kalimat ini
artinya coba merendah dan coba berusaha.
Yang akhwat juga tolong, akhwatnya juga
di belakang tolong merapat karena di
belakang di luar akhwatnya sudah ada
yang tidak dapat tempat. Tolong merapat
kerja samamanya. Makasih.
Abdullah bin Masud radhallahu anhu
mengatakan di sini sebagai bentuk
kerendahan. Saya sangat suka
dengan kemiskinan dan juga kecukupan
ya. Maaf kematian dan kemiskinan.
Kematian dan kemiskinan. Jadi banyak
orang yang benci dengan dua hal ini.
Takut mati, takut miskin. Abdullah
Mas'ud malah mengatakan, "Saya sangat
suka dengan dua hal ini, kematian dan
kemiskinan. Karena kematian itu akan
selalu membuat seseorang berhati-hati
dalam dalam melangkah sehingga dia hanya
menikmati apa yang diperintahkan, apa
yang dihalalkan, dan meninggalkan
dilarang. Dan kemiskinan akan merasa
akan mengetahui nilai daripada nikmat
yang sedang diberikan sehingga dua lahan
ini semestinya jangan dibenci. Seperti
itulah kurang lebih wasiat Abdullah bin
Mas'ud radhiallahu
anhum. Abdullah bin Mas'ud, Teman-teman
sekalian, memiliki kedudukan yang sangat
tinggi di kalangan para sahabat ya.
Sebagaimana juga di kalangan Nabi
sallallahu di hadapan Nabi sallallahu
alaihi wasallam ya. Sebagaimana sudah
kita sebutkan hadisnya tentang masalah
ee apa namanya? Ee betis yang lebih
berat daripada dari gunung Uhud di
timbangan amal hari kiamat. Disuruh
ambil Al-Qur'an darinya, disuruh ambil
wasiat darinya. Ini semua adalah
kelebihan yang dimiliki. Tapi ada
fadilah yang lain adalah ee yang ke-14,
Teman-teman sekalian, setelah kita
jelaskan tadi tawaduknya poin 13 dan
poin 12 waranya, maka poin ke-14 adalah
kedudukannya di sisi para sahabat dan
bagaimana para sahabat memuji keilmuan
Abdullah bin Mas'ud. Disebutkan di
halaman
194, Ibnu
Mas'ud di zaman Khalifah Umar bin
Khattab ditunjuk menjadi penulis surat
ke penduduk
Kufa. Kemudian isi surat itu disuruhlah
Abdullah bin Mas'ud bawa ke sana ke
negeri Kufa. Dan Kufa ini, Teman-teman,
di Irak wilayah yang banyak sekali
fitnah pada saat itu. Jadi banyak fitnah
dan kita tahu terbunuhnya ee kasus ee
perang Jamal, perang unta terjadi antara
Ali dengan Aisyah radhiallahu anha
radhiallahu anhum ajmain, antara Ali
sama Muawiyah. Semua terjadi karena
penduduk wilayah Irak, terutama Kufa
ini. Ini jadi masalah. Maka butuh orang
yang luar biasa bisa menguasai mereka,
bisa menasihati mereka. Umar bin Khattab
waktu itu dengan sangat tegas dia cari
orang siapa kira-kira yang paling tepat.
Dipilihah Abdullah bin Mas'ud lalu isi
suratnya kepada penduduk Kufa.
Sesungguhnya aku telah mengutus Amar
kepada kalian sebagai gubernur. Ammar
bin Yas jadi gubernur gitu kan. Dan Ibnu
Mas'ud sebagai pendidik dan pendukung
pengawas. Keduanya termasuk sahabat
Muhammad yang terpilih dan termasuk
sahabat yang ikut dalam perang Badr.
Dengarkanlah kata-kata mereka berdua dan
teladanilah keduanya. Aku mementingkan
kalian dengan Abdullah bin Mas'ud
daripada diriku sendiri. Kata para
ulama, Umar bin Khattab melihat bukan
dia yang pergi ke sana padahal dia
khalifah dan dia mampu melakukannya dan
dia adalah contoh yang baik. Tapi dia
menunjuk Abdullah bin Mas'ud sebagai
pengajar di situ, pengawas dan harus
diikutin. Ammar ibn Yasir pun sebagai
gubernur mengikuti Abdullah bin Mas'ud
dalam keputusan kalau kita seperti
hakim. Dan Umar mengatakan, "Aku lebih
mendahulukan Abdullah bin Mas'ud dari
diriku
sendiri." Orang-orang Kupa sangat
mencintai Abdullah bin Mas'ud setelah
dia datang dan akhirnya mereka mengambil
ilmu. Dan setelah Abdullah bin Mas'ud
datang, terjadi perubahan total di Kufa
karena dia datang dengan ilmunya. Dan
suatu hari disebutkan Zaid ibn Wahab
rahimahullah berkata, "Aku sedang duduk
bersama Umar bin Khattab." Tiba-tiba
Ibnu Mas'ud datang dan hadirin
hampir-hampir menutupinya dan
menghalangi Umar bin Khattab. Umar bin
Khattab lagi duduk khalifah. Dia datang
dari Kufa. Pas tiba di Madinah mau
salaman sama Umar, tiba-tiba orang
kerumunin semua. Umar bin Khattab
ditinggalkan pada saat itu oleh
orang-orang mengurumuni Abdullah bin
Mas'ud. Karena dia pendek pada saat itu
ya kondisinya pendek fisiknya. Maka Umar
bin Khattab sempat tersenyum ketika
melihatnya. Umar mulai berbicara
kepadanya dan wajahnya berbinar karena
gembira melihat Abdullah bin Mas'ud.
Orang ini secara fisik punya kekurangan
tapi luar biasa dikerumuni sama orang,
disukain dan seterusnya. Maka pada saat
itu Umar pun bercanda dengannya
sementara dia berdiri di hadapannya.
Kemudian Ibnu Mas'ud beranjak pergi.
Maka Umar memandang ke arahnya sambil
berkata. Umar berkata, "Kunaifun mulia
ilman." Dalam riwayat lain dikatakan,
"Qunaifun muli fikhan."
Sungguh orang yang baru keluar ini,
ketahuilah dia bejana yang penuh dengan
ilmu dan yang lain dikatakan dia bejana
yang penuh dengan pemahaman. Dan ini
perkataan Umar. Dan perlu kita tahu
teman-teman waktu kita bahas masalah
Umar bin Khattab, saya pernah jelaskan
baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam
pernah mimpi dalam hadis Bukhari Muslim
melihat Umar berpakaian yang panjang
gitu kan. Maka kata para sahabat, "Ya
Rasulullah, apa anda takwilkan?" Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ilmu,
ilmu di zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam, orang banyak datang kepada
Umar bin Khattab bertanya. Di zaman Abu
Bakar juga begitu. Dia jadi penasihatnya
Abu Bakar. Di zaman khilafahnya dia
menjadi penentu keputusan. Tapi khusus
Abdullah bin Mas'ud ditunjuk oleh Umar
mendahului dirinya. Bahkan dia memuji
Abdullah bin Mas'ud. Dan ini sebuah
kelebihan yang luar biasa yang dimiliki
oleh Abdullah Ibn Mas'ud radhiallahu
anhum
ajmain. Kata penulis, "Silakan Anda
renungi peristiwa yang menakjukkan
berikut ini." Dari As-Sya'bi
rahimahullah. Ini tempatnya As-Syu'bi
ya. Ia berkata, "Mereka menyebutkan
bahwa Umar bin Khattab bertemu dengan
sekelompok musafir dalam suatu
perjalanan. Di antara mereka ada
terdapat Abdullah bin Mas'ud. Lalu Umar
memerintahkan seseorang untuk bertanya.
sengaja mau menguji dalam kafilah itu
yang mau pergi. Umar tahu di situ ada
Abdullah bin Mas'ud. Coba uji keadaan
ilmiahnya gitu. Maka dia bertanya orang
itu yang diutus oleh Umar bertanya,
"Dari mana kalian?" Lalu Abdullah
menjawab, "Kami datang dari jalan yang
lebar." Maka Umar bertanya, "Kalian
hendak ke mana?" Abdullah menjawab, "Ke
baitul attiq." Ke Ka'bah. Umar berkata
lagi, "Di antara mereka terdapat seorang
ulama." Lalu ee maaf orang itu bertanya,
"Kalian mau ke mana?" Kata Abdullah, "Ke
baitil Atiq." Lalu orang ini kembali dan
berkata pada Umar, "Jawabannya seperti
ini, Amirul Mukminin." Lalu Umar
bertanya, "Apakah di antara mereka ada
ulama?" Lalu Umar memerintahkan
seseorang lagi suruh bertanya,
"Al-Qur'an apa yang paling agung?" Coba
tes lagi tanyain. Maka Abdullah
menjawab, Abdullah bin Mas'ud ada di
situ. Dia mengatakan, "Allahu la ilaha
illa hual hayyul qayyum ayat kursi surah
Albaqarah 255. Allah yang tidak ada
Tuhan yang berhak disembah kecuali dia
dan dia selalu hidup dan mengurusi
makhluknya. Lalu Umar berkata lagi,
suruh bertanya lagi, Al-Qur'an apa yang
paling kokoh sekali? Ayat apa yang
paling kokoh? Kalau kita pelajari kita
akan bisa hidup tentram. Maka Abdul
Mas'ud bertanya menjawab mengatakan
surah An-Nahl ayat 90.
Azubillahiminasyaitanirrajim. Innallah
yamur billi wal ihsan. Sesungguhnya
Allah menyuruh selalu berlaku adil dan
berbuat kebajikan. Umar bertanya lagi,
orang ini ada di situ lalu disuruh lagi
Umar. Umar tanya, Umar suruh tanya lagi.
Tanyakan lagi pada mereka Al-Qur'an apa
yang paling menyeluruh? Maka Ibnu Mas'ud
yang menjawab surah Alzalzalah ayat 7
sampai ayat 8.
[Musik]
Azubillahiminasyaitanirjimqinir
yaralqinar yarah. Siapa yang mengerjakan
kebajikan sebesar pun maka pasti dia
akan melihatnya.
Ini ayat yang paling luas, menyeluruh.
Apapun amal baik yang kamu kerjakan,
kecil atau besar, sembunyi atau
terang-terangan, pasti kau akan lihat.
Dan barang siapa yang mengerjakan
kejahatan sebesar zarah, maka pasti dia
akan
melihatnya. Umar lalu berkata pada orang
itu utusannya, tanyakan lagi. Tanyakan
kepada mereka Al-Qur'an apa yang paling
menakutkan? Ayat apa yang paling wajar
untuk ditakuti? Dan orang ini
bolak-balik ya dari kafilah itu dia
tanya Abdullah Masud tidak tahu kalau
yang bertanya Umar bin Khattab. Umar
yang memutusnya. Orang ini balik lagi
menyampaikan jawaban lalu kemudian
bertanya lagi begitu terus. Umar bilang,
"Tanyakan lagi ayat Al-Qur'an apa yang
paling menakutkan?" Maka Abdullah bin
Mas'ud menjawab surah Annisa ayat 123.
Auzubillahim minasyaitanirrajim. Laisa
biamaniikum wa amani ahlil kitab mayamal
suan yujza bih.
Alay. Pahala dari Allah itu bukanlah
angan-angan dan bukan pula angan-angan
ahli kitab. Allah pasti akan kasih.
Barang siapa yang mengerjakan kejahatan,
niscaya akan dibalas sesuai dengan
kejahatannya. Itu artinya tidak ada
perbuatan buruk yang tidak ada
balasannya. Umar berkata lagi, tanyakan
kepada mereka, Al-Qur'an apa yang paling
besar memberikan harapan? Setelah kita
tahu buat dosa segala macam, apa
kira-kira ayat yang paling membuat kita
punya harapan lagi? Abdullah menjawab
lagi dalam surah Az-Zumar ayat 53.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Qul ya ibadiina
asfahillah alayat. Katakanlah wahai
hamba-hambaku yang melampaui batas kata
Allah terhadap diri mereka dosanya sudah
susah untuk dihitung berat sekali.
Mungkin semua dia sudah lakukan sudah
membunuh sudah judi, sudah berzina sudah
berdusta segala macam. Janganlah kalian
putus asa dari rahmat Allah. Lanjutan
ayat, "Innallahu jamiah." Karena Allah
mengampuni semua dosa-dosa. Maka Umar
berkata, "Tanyakan kepada mereka, apakah
ada di antara mereka Abdullah bin
Mas'ud?" Maka mereka pun kelompoknya
Abdullah Mas'ud ini mengatakan, "Iya,
yang menjawab tadi adalah Abdullah Ibnu
Mas'ud." Maka kata Umar, "Pantas bisa
terjawab."
Ya, dari Habbab bin Juain rahimahullah,
beliau berkata, "Ketika Ali datang ke
Kufa, jadi di antara sahabat ini ada
yang terkenal memang ulamanya ya, Umar
bin Khattab, Abu Bakar, e Utsman, Ali.
Ini empat khulafa rasyidin sudah jelas
mereka adalah ee orang-orang yang
terkenal dengan ulamanya sahabat. Tapi
ada yang lainnya Abdullah bin Masud,
Abdullah bin Umar dan seterusnya. Nah,
empat orang ini Abu Bakar, Umar, Utsman,
Ali di antara empat khulafa yang paling
suka
ee lebih mendalami ilmunya dan mengetes
ilmunya apakah dia sudah paham atau
mungkin ada di antara sahabat yang masih
mau menyampaikan sesuatu. Umar sama Ali
dua orang ini tadi sudah kita sebutkan
Umar bagaimana dia mengetes Abdullah bin
Mas'ud dan berusaha untuk mengorek ilmu
darinya gitu. Apakah memang ada yang dia
belum tahu dan Abdullah bin Mas'ud bisa
tahu gitu kan. Mungkin kalau dia tanya
langsung selalu Abdullah bin Mas'ud
menolak. Kalau Umar mengatakan, "Hai
Ibnu Mas'ud, sampaikanlah kepada saya
apa yang kau ketahui." Ya, Amirul
Mukminin, Anda lebih tahu dari saya.
Tapi kalau dia gunakan orang lain,
selalu ada jawaban gitu
kan. Maka Ali bin Abi Thalib juga
melakukan hal yang sama dan Ali sama
Umar terkenal. Mungkin karena itulah ya.
Kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam
pernah berkata, "Hai Umar, hai Ali,
kalau kau bertemu, kalau kalian berdua
bertemu dengan Uwais al-Qarni, mintalah
agar beristigfar kepada Allah." Karena
dua orang ini selalu penasaran. Dan
majelis mereka setelah jadi khalifah
selalu mencari cerita-cerita unik. Mana
cerita unik nih? Cerita-cerita dari
orang mana yang unik yang kira-kira
sesuai relevansinya dengan aplikasi ayat
dan
hadis. Ali bin Abi Thalib dikatakan dari
Habbab Ibin Juwain rahimahullah ketika
Ali datang ke Kufa, dia didatangi oleh
kawan-kawan Ibnu Mas'ud. Maksudnya
murid-muridnya Ali bertanya tentangnya
kepada mereka sehingga mereka merasa
bahwa Ali sedang menguji mereka. Jadi al
selalu tanya
murid-muridnya, "Bagaimana menurut
kalian ini? Bagaimana ayat ini?
Bagaimana hadis ini?" Dan murid-muridnya
semua menjawab sampai murid Abdullah
bbin Mas'ud mengira Ali sedang menguji
mereka. Ali berkata, "Aku berkata
tentangnya seperti apa yang mereka
katakan dan lebih baik lagi dia membaca
Al-Qur'an, menghalalkan halalnya dan
mengharamkan haramnya seorang yang fakih
dalam agama dan seorang yang mengetahui
tentang sunah." Lalu Ali bin Abi Thalib
mengatakan, "Aku sebenarnya bertanya
tentang ini semua karena aku tahu
bahwasanya dia Ibnu Mas'ud lebih baik
daripada aku. Dia membaca Al-Qur'an,
menghalalkan halalnya, mengharamkan
haramnya seorang yang fakih dalam agama
dan seseorang yang paling mengetahui
tentang sunah." Dari pengakuan Ali bin
Abi Thalib yang terkenal dengan
ulamanya, sahabat memuji Abdullah ibn
Mas'ud.
Abu Ahwas juga meriwayatkan
rahimahullah, "Kami datang kepada Abu
Musa lalu aku mendapati Abdullah bin
Mas'ud dan Abu Mas'ud berada di
dekatnya." Abu Musa al-Asy'ari sempat
jadi gubernur tadi kita sudah sebutkan
di Kufa. Abdullah bin Mas'ud sebagai
penasihat. Ketika itu mereka sedang
melihat mushaf. Lalu kami berbincang
sesaat. Kemudian Abdullah beranjak. Maka
Abu Mas'ud berkata, "Demi Allah, aku
tidak mengetahui Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam meninggalkan seseorang
yang lebih mengetahui kitab Allah
daripada orang yang baru beranjak." Ini
maksudnya adalah Abdullah Ibn Mas'ud.
Dan ini kesaksian sahabat Nabi yang
namanya Abu Mas'ud radhiallahu anhum
ajmain. Dari Tamim ibn Hazlam
rahimahullah, dia berkata, "Aku bergaul
dengan sahabat-sahabat Nabi sallallahu
alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar. Aku
tidak melihat seseorang yang lebih zuhud
terhadap dunia dan lebih berharap
akhirat di mana aku sangat ingin menjadi
sepertinya daripada dirimu wahai Ibnu
Mas'ud. Tamim bin Hazlam adalah tabiin
yang masyhur, ulama besar. Dia selalu
dia dia bilang, "Saya sempat hidup sama
Abu Bakar sama Umar. Saya akui memang
keilmuan mereka. Tapi kalau saya disuruh
pilih," kata dia, "Maka saya berharap."
Ya, saya tidak pernah berharap menjadi
manusia dari sahabat Nabi kecuali
seperti kamu. Ditunjuk Abdullah bin
Mas'ud. Padahal ini ulama besarnya
tabiin yang bertemu dengan Abu Bakar
sama
Umar. Masuk rahimahullah juga berkata,
"Aku mengambil ilmu secara langsung dari
sahabat-sahabat Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Aku mendapati ilmu
mereka berakhir. Yang paling selalu
menjawab pertanyaan, yang paling paham
tentang Al-Qur'an dan sunah berakhir
pada enam orang. Umar, Ali, Abdullah ibn
Mas'ud, Ubay bin Ka'ab, Abu Darda, dan
Zaid ibn Harit, Zaid ibn Tsabit.
Kemudian aku mengambil secara langsung
dari enam orang itu, maka aku melihat
ilmu mereka berenam berakhir pada dua
orang, Ali dan Abdullah bin Mas'ud. Jadi
kalau sudah mentok pun dengan nama orang
itu, masih ada yang ingin saya tanyakan
belum paham kata Masuk. Masruk seorang
ulama tabiin. Maka saya kembali kepada
dua orang dan pasti dua orang ini
memiliki
jawabannya. Masruk juga rahimahullah
berkata, "Aku bergaul dengan
sahabat-sahabat Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Di antara mereka ada
yang seperti telaga kecil yang
menghilangkan dahaga satu orang. Di
antara mereka ada yang seperti telaga
yang menghilangkan dahaga dua orang. Di
antara mereka ada yang seperti telaga
yang menghilangkan dahaga 100 orang. Dan
di antara mereka ada yang seperti telaga
yang jika air hujan turun maka ia
menampungnya sehingga orang-orang
mengambil air secara keseluruhan
darinya. Dan aku melihat Ibnu Mas'ud
adalah seluruh telaga-telaga itu. Jadi
tidak pernah ada masalah agama yang
tidak dipahami oleh dia. Radhiallahu
anhu. Dari Abu Ishak rahimahullah
berkata, "Aku mendengar Abul Ahwas
rahimahullah berkata, "Aku melihat Abu
Musa dan Abu Mas'ud." Ketika Ibnu
Mas'udin Abdullah bin Mas'ud wafat,
salah seorang dari keduanya berkata
kepada yang lain, "Apakah menurutmu dia
meninggal ee apakah dia menurutmu dia
meninggalkan orang seperti dirinya?"
Maka kawannya menjawab, "Sepertinya
tidak." Jadi Abu Mas'ud berkata kepada
temannya Abu Musa al-Asy'ari. Dua-duanya
sahabat Nabi. Abu Musa al-Asy'ari pada
saat itu gubernur Kufa, Abu Mas'ud lagi
datang ke sana. Abdullah bin Mas'ud jadi
penasihat di Kufa. Meninggallah Abdullah
bin Mas'ud tahun 32 Hijriah. Maka
dua-duanya waktu dimakamkan Abdullah bin
Mas'ud berkata satu sama yang lain, "Ada
enggak orang kira-kira yang seperti
orang yang meninggal ini sekarang yang
dia tinggalkan? Muridnya kah, temannya
kah?" Maka mereka saling menjawab satu
sama yang lain? Sepertinya tidak. Karena
dia diizinkan menemui Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam sementara
kita tidak dan dia hadir sementara kita
tidak hadir. Maksudnya pada saat wahyu
turun kebanyakan Abdullah bin Mas'ud
hadir. Yang dimaksud tadi dengan 70
surah itu pas turun Abdullah bin Mas'ud
ada di situ langsung mendengarkan dari
mulut Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Selanjutnya teman-teman
sekalian adalah fadilah yang luar biasa
tentang masalah ilmunya, keluasan
ilmunya. Dan ini ee adalah fadilah yang
ke-15 atau manaqib yang ke-15
ya. Kalimat-kalimat yang memenuhi hati
dengan cahaya kata penulis atau
kalimat-kalimat mutiara dari Ibnu Mas'ud
menandakan keluasan ilmunya. Disebutkan
teman-teman
sekalian dari Ma'an rahimahullah,
seorang ulama tabiin berkata, Abdullah
bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata,
"Sesungguhnya hati mempunyai semangat
dan kesungguhan dan sesungguhnya hati
mempunyai kemalasan dan penolakan."
Dua-dua ada di dalam hati manusia. Maka
manfaatkanlah pada saat ia lagi semangat
dan
bersungguh-sungguh. Dan biarkan dia.
Jangan diikutin kalau dia lagi malas dan
menolak.
Ini kalimat hikmah. Artinya pada saat
lagi semangat mau nuntut ilmu, mau
semangat salat malam, maksimalkan di
situ. Itu nanti akan merenggangkan waktu
di mana dia malas. Jadi lama baru dia
malas gitu. Asal kita istikamah.
Kalaupun dia malas jangan ikutin
bisikannya. Sebuah kalimat hikmah. Dari
Aun bin Abdillah juga rahimahullah.
Salah satu ulama tabiin juga
berkata, Abdullah bin Mas'ud radhiallahu
anhu berkata, "Laal ilmu bikatrati
riwayah wakinal ilmal
khasyah." Bukanlah ilmu itu dengan
banyaknya
riwayat, banyak menukil riwayat-riwayat,
tetapi ilmu yang sebenarnya adalah
munculnya rasa takut kepada Allah.
Almundzir rahimahullah berkata,
"Beberapa orang berbadan kekar datang
kepada Abdullah bin Mas'ud sehingga
orang-orang mengagumi kekuatan leher dan
kesehatan fisik mereka. Maka Abdullah
berkata, "Sesungguhnya kalian melihat
orang kafir termasuk orang yang paling
sehat jasmaninya dan paling sakit
hatinya. Sedangkan kalian melihat
seorang mukmin termasuk orang yang
paling sehat hatinya dan mungkin sakit
jasmaninya." Demi Allah, seandainya hati
kalian sakit dan jasmani kalian sehat,
niscaya kalian lebih rendah di mata
Allah daripada kumbang. Kumbang kan
ringan sekali. Maksudnya adalah ada
orang kekar-kekar badannya datang
semuanya berotot luar biasa sampai orang
kagum melihat fisiknya yang bagus dan
kekar dengan leher-lehernya yang kuat.
Biasa orang binaragawan atau orang yang
kekar seperti itu. Maka Abdullah bin
Mas'ud menunggangi keadaan waktu
orang-orang lagi pada kagum. Ini luar
biasa nih kuat badannya, fisiknya. Allah
kasih kelebihan dan seterusnya. Abdullah
bin Masud mengatakan menunggangi
keadaan. Lalu mereka beliau menasihati
mengatakan kalian akan temukan orang
yang paling begini badannya kebanyakan
seperti ini. Bukan beliau larang ya,
tapi beliau ingin titip pesan di situ.
Kebanyakan orang yang begini itu adalah
orang-orang kafir. Orang mukmin jarang
kalian temukan seperti itu. Ada, tapi
jarang. Kebanyakan orang-orang kafir
kalian akan temukan fisiknya jasmaninya
paling sehat tapi ruhnya mereka sangat
kurus ya kan. Dan kalian temukan orang
mukmin terbalik. Mungkin fisiknya
biasa-biasa saja, tapi kalian temukan
rohnya sangat sehat ya. Sehingga kapan
dibutuhkan jihad, dibutuhkan peman
mereka bisa lakukan. Dan ketahuilah
kalau fisik kalian sehat tapi ruh kalian
kurus gitu kan, maka kalian di mata
Allah lebih rendah dan lebih ringan
daripada kumbang. Nasihat dari Abdullah
bin Mas'ud artinya supaya orang merendah
dan berpikir tentang masalah
mendahulukan gemuknya ruh daripada
gemuknya fisik.
Seperti teman-teman sekarang hadir di
majelis ilmu. Apa gunanya teman-teman
ini sekarang apa yang sedang dilakukan
duduk di majelis ilmu seperti ini? Itu
sama dengan ini untuk ruh ya, ini untuk
ruh kita. Ini sama dengan kalau kita
lagi makan kalau lapar untuk
mengenyangkan jasmani, jasad gitu kan.
Nah, ini sekarang kita sedang memberikan
makan ruh kita.
Jadi teman-teman kalau orang gemuk
rohnya, sehat kekar rohnya dan itu tidak
ada tidak ada yang bisa menggemukkan dan
menyehatkan kecuali ilmu. Kalau sudah
berilmu bobotnya kuat maka ruhnya akan
kuat gitu kan. Maka semua yang dihadapi
oleh jasmani bisa
dihadapi. Sakit, fisik, kalau ruhnya
kuat bisa dihadapi. Cobaan bisa
dihadapin, apa saja bisa dihadapin sama
dia. Tapi kalau jasmaninya kuat tapi
ruhnya kempes, sakit, banyak sekali hal
yang dia tidak bisa hadapin. Tidak bisa
dihadapin cobaan. Walaupun dia kuat tapi
mudah menangis, mudah putus asa. Ya. Dan
ini sebuah nasihat yang luar biasa agar
seseorang selalu memfokus fokus untuk
menggemukkan rohnya nanti diikuti dengan
jasadnya. Abdullah juga radhiallahu anhu
mengatakan di setiap kebahagiaan ada
kesedihan. Ketahuilah itu pasti partner.
Jangan pernah mengkhayal teman-teman.
Selalu bahagia, senang terus, ketawa
terus. Enggak. Kita hari ini kata apa?
Besok ada sedih sebagaimana ada muda,
ada tua gitu kan. Ada malam ada siang.
Ada hidup ada mati. Ada dunia ada
akhirat. Kata Abdullah Mas'ud,
"Ketahuilah di setiap kebahagiaan kalau
sekarang kita bahagia nanti ada
kesedihan. Sebuah rumah tidak berisi
kebahagiaan kecuali diisi pula dengan
kesedihan." Itu pasti terjadi. Kalimat
mutiara. Jadi jangan sampai terus kita
mengkhayal akan selalu ketawa, senang.
Enggak. Sehingga akhirnya pada saat
senang kita bersyukur, kalau ada cobaan
kita tidak bersabar atau tidak, kita
tidak bersyukur juga gitu kan. Ini
peringatan dari Adahq ibn Muzain
rahimahullah berkata, Abdullah juga
radhiallahu anhu berkata, "Tidak seorang
pun dari kalian kecuali dia adalah tamu
dan hartanya adalah pinjaman. Kalian di
dunia ini tamu semuanya buka mata
bangun, waktu baru lahir sudah ada semua
nih. Sudah ada udaranya, ada cahayanya,
ada, pohon-pohonnya, ada ada semua
kehidupan. Tinggal hidup jalan gitu kan.
Kemudian menikmati apa yang ada. Ini
semua kata Abdullah bin Mas'ud tidak
seorang pun dari kalian kecuali dia
adalah tamu sebenarnya di sini. Dan apa
yang dia milikin hartanya pinjaman dari
sang pencipta Allah. Tamu pasti pergi
dan pinjaman harus dikembalikan kepada
pemiliknya. Apapun itu, mobil, harta,
semua kita akan tinggalkan. Meninggal
akan dikembalikan. Allah wariskan kepada
siapa yang Allah ingin wariskan gitu
kan. Ditentukan kendaraannya, mobilnya.
segala macam ee rumahnya akan
diwariskan. Tinggal dia kembali kepada
Allah, tamu akan kembali. Ini juga
kalimat mutiara dari beliau radhiallahu
anhu. Dari Abdurrahman bin Abdullah bin
Mas'ud, anaknya Abdullah bin Mas'ud yang
pertama yang saya bilang Abdurrahman dan
ini terkenal juga sebagai seorang ahli
ilm yang belajar dari
ayahnya. Dari ayahnya bahwasanya Ibnu
Mas'ud ya didatangi oleh seorang
laki-laki lalu berkata, "Wahai Abu
Abdurrahman, katakan kepadaku beberapa
kalimat yang menyeluruh dan bermanfaat."
Nasihat ya, aku mau tahu. Tapi kalimat
ini usahakan pendek cuma padat. Semuanya
berisi nasihat yang bermanfaat,
menyeluruh. Kata Abdullah, "La tusrik
billahi wul maal qurani haitual waman
jaaka bilhaqi faqbal minhu
waidan
bagud
alaihi habiban qiban."
Nasihat yang luar biasa. Beliau katakan,
"Janganlah engkau mempersekutukan Allah
dengan
sesuatu minta apa-apa. Takut bergantung
hanya kepada Allah. Enggak ada jimat,
enggak ada pohon keramat, enggak ada
kuburan yang yang dikultuskan langsung
kepada Allah. Jangan sekutukan Allah
dengan suatu. Dan berjalanlah bersama
Al-Qur'an di mana ia berjalan." Artinya
semua perilakumu, gerak-gerikmu sesuai
dengan Al-Qur'an. Kalau kau mau jalan,
mau pakaian, mau bergaul, mau mencari
pendapatan, apa saja selalu hubungkan
dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an bolehkan
lakukan. Tidak jangan. Orang yang datang
kepadamu dengan membawa kebenaran,
terimalah kebenaran itu darinya.
Sekalipun dia orang jauh yang engkau
benci, jauh dan kau tidak suka dia tapi
ucapannya benar, terima. Dan orang yang
datang kepadamu membawa kebatilan,
jelas-jelas yang dia sampaikan itu
adalah maksiat kepada Allah. Tolaklah
kebatilan itu darinya sekalipun dia
orang dekat dan engkau sangat
mencintainya. Artinya jalanlah di atas
hukum Allah benar-benar
salah-salah. Abdullah juga radah anhu
berkata dalam nasihat yang lain. Alhaqqu
sakilun
mariun wal batilu khafifun
wabiun warubba syahwatin turitu haznan
thwila. Kebenaran itu memang berat namun
nikmat.
Benar kita benar sering diserang orang
dan sebagainya berat tapi nikmat kita
coba pertahankan akan kenikmatan
sedangkan kebatilan itu ringan gampang
menipu orang dan seterusnya namun
menyakitkan maksudnya efeknya nanti
menyakitkan betapa banyak syahwat yang
mengakibatkan kesedihan yang
berkepanjangan makna kalimat beliau yang
terakhir adalah semua dosa yang
dilakukan akan mendatangkan penyesalan
dan itu akan panjang makin banyak dosa
dilakukan maka makin panjang panjang
hukumannya. Saya pernah bilang,
Teman-teman, satu orang zina 1 jam
misalnya, maka sudah cukup Allah coba
dia dengan 2 bulan sakit, 3 bulan sakit.
Padahal tadi akibat dari 1 bulan eh 1
jam berbuat dosa. Mungkin dia melihat
yang haram satu kali. Sudah cukup Allah
Subhanahu wa taala membuat matanya buram
sekian tahun misalnya. Jadi akibatnya
besar. Kata beliau ingin menitipkan
pesan di sini. Berapa banyak orang yang
tidak menyadari bahwasanya akibat dari
syahwat yang salah karena berbuat haram
mengakibatkan kesedihan yang
berkepanjangan. Makna yang lain sebagian
ulama nanggapi, semua dosa akan
mendatangkan sumpek, sedih, kehilangan
sesuatu sesuai dengan kadar dosa yang
dia lakukan. Makin sering diulangi beda
orang yang berzina sekali dengan orang
berzina 10 kali. Maka yang 10 kali lebih
berat kesedihannya akan datang menimpa
dia. Dan ini sebuah kalimat hikmah yang
luar biasa. Artinya, Teman-teman, kalau
seandainya memang kita tahu maksiat itu
akan mendatangkan efek buruk, untuk apa
kita lakukan? Enggak ada manfaatnya sama
sekali. Di mata Allah dibenci, ada
ancamannya, dan pasti efeknya kesedihan.
Ini sudah sunatullah. Dan Abdullah bin
Mas'ud adalah orang yang disuruh oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam kita
ambil wasiat dari ini wasiatnya. Ini
wasiatnya. Jangan berbuat dosa karena
efek jerahnya lebih besar daripada
perbuatannya. Jadi tidak ada gunanya.
Dan itu kesedihan paling sedikit
kesedihan yang
berkepanjangan. Ambas bin Ukba
rahimahullah salah satu juga ulama
tabiin muridnya Abdullah Mas'ud berkata,
Abdullah bin Mas'ud pernah berkata,
"Wallahi alladzi la ilaha illa huu ma
ala wajhil ardhiun ahwaju sijni
minisan." Nasihat yang lain, demi Allah
tidak ada. Demi Allah yang tidak ada
ilah yang berhak disembah atau diibadahi
dengan benar selain Dia. Tidak ada di
muka bumi ini yang paling berhak dan
paling harus dipenjarakan dalam waktu
yang lama daripada lidah seseorang.
Artinya bicara yang penting. Kalau
enggak diam. Sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Siapa yang beriman
pada Allah dan akhir dia harus
mengucapkan yang benar atau dia diam."
Dan ini nasihat juga. Berapa banyak
orang masuk neraka karena lisannya sibuk
berbicara ini, berbicara itu tidak ada
ilmu, enggak ada manfaat sampai hanya
masuk ke gunjing, ke fitnah dan
seterusnya. Wasiat beliau tidak ada
sesuatu demi Allah. Ini wasiat beliau
yang kita dianjurkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam untuk ambil yang lebih
pantas dipenjarakan lebih lama daripada
lisan seseorang.
Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud
anaknya kembali mengatakan rahimahullah
dan ayahnya radhiallahu anhu. Ia
berkata, "Ayahku pernah
berkata
zina fiatin uzina
biakiha." Ketahuilah jika zina dan riba
telah mewabah di suatu kampung atau
tempat maka tidak lain kecuali tanda
kebinasaannya. Ini Allah mustaan kita
sekarang luar biasa ya. Nah, teman-teman
sekalian, apapun yang menjadi penyebab
umat-umat sebelum kita disiksa, ada
semua sama kita
nih. Kaum Luth disiksa karena apa?
Homoseksual. Di mana-mana homoseksual
bahkan banci-banci di
orbit. Baik. Ada kaum saleh karena
curang di timbangan. Berapa banyak orang
yang curang dengan kita sekarang di
tingkat-tinggal di pasar. Banyak orang
mungkiri perintah-perintah nabinya. Nabi
Nuh dibinasakan. Banyak orang yang
mungkiri perintah Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan hampir semua penyebab
disiksanya kaum sebelum kita ada sama
kita ni sekarang. Jadi sampai para ulama
mengatakan kalau bukan rahmatnya Allah
pada umat Muhammad sallallahu alaihi
wasallam mungkin sudah binasa atau bukan
mungkin orang-orang saleh di antara
mereka yang mempertahankan kemurnian
ajaran Islam maka mungkin sudah
dibinasakan. Bayangkan Abdullah bin
Mas'ud mewasiatkan buat umat dan beliau
adalah sumber inspirasinya umat ini,
pencerah umat ini. Sebagaimana Nabi
bilang, "Ambil wasit dari Ibnu Mas'ud.
Kalau zina dan riba tersebar di satu
kaum, pasti sudah terizinkan, sudah
terbuka dari langit pintu untuk
membinasakannya. Dan ini kita lihat
Allah Taan, riba di mana-mana, kemudian
juga zina di mana-mana. Berarti kalau
kita hilangkan dua masalah ini, kita
hilangkan riba dan hilangkan zina.
Artinya kalaupun ada terjadi adalah
segelintir orang yang juga tetap dikejar
untuk diingatkan, maka insyaallah
kehancuran akan diangkat. Tidak jadi
terjadi. Kemudian selanjutnya Abu
Ubaidah rahimahullah berkata, Abdullah
juga berkata, "Barang siapa di antara
kalian yang bisa menjadikan harta
simpanannya di
langit bukan di bumi, sehingga tidak
dimakan rayap atau tidak dijangkau oleh
pencuri, hendaklah ia melakukannya.
Karena hati seseorang itu selalu bersama
dengan harta simpanannya." Bahasa yang
tinggi sekali. Artinya siapa yang siapa
yang mau betul-betul hartanya tersimpan,
aman, enggak akan ada pencuri yang
ambil, enggak akan dimakan oleh rayap.
Kalau zaman dulu mereka tidak punya
tempat simpanan, taruh di atap rumah
biasanya dimakan oleh rayap juga. Kalau
ada ee kertas atau seterusnya,
surat-surat wasiat itu bisa dimakan oleh
rayap. Taruhlah di
langit. Maksudnya infakkan di jalan
Allah, maka sama saja kamu sedang nabung
di langit, tidak akan dijangkau oleh
pencuri, tidak akan pernah juga dimakan
oleh rayap. Maka lakukanlah karena hati
seseorang selalu bersama dengan harta
simpanannya. Dari Al-Qasim rahimahullah
berkata, "Seorang laki-laki berkata
kepada Abdullah bin Mas'ud, "Wahai Abu
Abdurrahman, berikanlah aku wasiat."
Karena memang Nabi suruh kita ambil
wasiat darinya. Jadi nasihat-nasihatnya
apa? Abdullah berkata, "Liasa liasa
baituk wfu lisanak wabikritik."
Hendaklah engkau selalu merasa cukup
dengan rumahmu yang sudah ada sekarang.
Sudah ada rumahmu, kontrak atau tidak,
selalu merasa bersyukur dan cukup gitu
ya. Boleh dikembangkan, tapi jangan
sampai pungkiri nikmat itu. Kemudian
tahanlah lidahmu, jangan berbicara
kecuali yang bermanfaat saja buat kamu.
Dan menangislah ketika mengingat
kesalahan-kesalahanmu. Abdullah bin
Yazid juga berkata dari Abdullah
radhiallahu anhu, dia berkata, "Salat
kalian lebih lama dan kesungguhan kalian
lebih kuat daripada para dari para
sahabat Rasulullahi sallallahu alaihi
wasallam. Tetapi mereka lebih utama
daripada kalian." I Masud ditanya dengan
apa? Dia menjawab, "Mereka lebih zuhud
terhadap dunia dan lebih mengharapkan
akhirat daripada kalian." Jadi, Abdullah
Masud, lihat para tabiin, murid-muridnya
kalau salat luar biasa, sedekah luar
biasa. Bahkan Abdullah Masud memberikan
kesaksian, "Kalian lebih banyak loh ini
sebenarnya perilakunya dari para sahabat
Nabi." Saya lihat dua-dua generasi ini,
tapi mereka melebihi kalian. Apa
kelebihannya? Karena mereka lebih zuhud
dengan dunia. Artinya mereka tidak
mengejar dunia itu menjadi target dan
juga mereka lebih mengharapkan akhirat.
Artinya nasihatnya buat orang yang
datang setelah para sahabat hati-hati
dengan masalah dunia ini. Jangan sampai
bunuh-membunuh, rebut-merebut karena
jabatan, karena harta, warisan, dan
seterusnya. Tapi dahulukanlah akhirat,
zuhudlah. Ya, karena itu semua tidak ada
yang dibawa ke akhirat. Riwayat yang
lain menyebutkan dari Zadan dari
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu, ia
berkata, "Seorang hamba dihadirkan di
hari kiamat." Kata beliau maksud
nasihatnya, maka dikatakan kepadanya,
"Tunaikanlah
amanah yang pernah dipikulkan kepadamu."
Lalu dia menjawab, "Dari mana wahai
Rabbku? Dari mana aman itu saya bisa
jalankan? Aman itu sudah saya tinggalkan
di dunia. Sementara dunia telah pergi.
Lalu dunia itu diwujudkan dalam
bentuknya pada saat dia mengambilnya di
dasar neraka jahanam. Jadi Allah
datangkan dunia ini karena neraka
jahanam jauh lebih besar berlipat-lipat.
Bumi ini dibandingkan dengan neraka
seperti pasir gitu kan atau dibandingkan
surga seperti pasir dunia ini semuanya
gitu jadi sangat besar. Allah mengatakan
tentang surga dalam Alimran 133illah.
Bergegaslah kalian kepada pengampunan
Tuhan kalian dan kejarlah surga yang
luasnya seluas langit dan bumi. Jadi
kata ulama, langit ini saja sudah
seperti luar biasa dibandingkan bumi.
Bumi seperti debu yang kecilnya
diperkecil sekian juta kali lagi. Maka
surga neraka jauh lebih besar daripada
itu. Kata beliau di sini nanti hari
kiamat ya akan ada orang yang dia
dikasih amanah di dunia dia enggak
jalankan amanah itu. Apa saja amanah?
Banyak luas ini, Teman-teman. Aman.
Misalnya teman-teman bilang ada teman
kita datang lalu dia mengatakan saya mau
cerita tapi jangan ceritain orang lain.
Ya kita mengatakan iya itu amanah. Bukan
cuma amanah itu selalu uang yang
dititip. Enggak. Sekarang kita sewa
mobil rental mobil baik. Kesepakatan
akadnya ini kondisinya baik ya, Pak.
Begini dan seterusnya. Bensinnya begini
ukurannya amanah. Kita betul sewa tapi
itu amanah. Kembalikan utuh. Kontrak
rumah sewa utuh. Kalau kita sewa kondisi
temboknya tidak lembab, setelah kita mau
keluar terkupas, tanggung jawab amanah
gitu kan. Semua itu amanah. Banyak
sekali teman-teman sekalian amanah yang
dibengkalikan oleh banyak orang. Dia
tidak sadar kalau itu adalah amanahnya
gitu kan. Maka hari kiamat kata beliau
Mas Mesud akan didatangkan orang-orang
yang yang melalaikan amanah ini atau
mengkhianatinya. Lalu dikatakan
kepadanya, "Tunaikanlah amanah itu."
Lalu dia menjawab, "Dari mana wahai
Rabbku? Sementara amanah sudah saya
tinggalkan waktu di dunia." tidak sempat
saya lakukan. Lalu dia itu diwujudkan
dalam bentuknya utuh karena dia lebih
kecil dari debu dibandingkan neraka. Itu
bumi silakan dunia itu. Maka dia pun
turun ke neraka untuk mengambilnya. Dia
bisa mengambil bumi pada saat itu. Jadi
dimudahkan dia untuk mengambilnya. Pada
saat dia mengambilnya dari dasar neraka
ya dia mengambil ke atas. Dia
meletakkannya di pundaknya dan
membawanya naik. Tapi ketika dia merasa
lelah e dia telah merasa berhasil
membawanya keluar darinya. tiba-tiba ia
dijatuhkan dan dia juga jatuh ee
menyusulnya selama-lama. Tiba-tiba
amanah itu, bumi dan amanahnya jatuh
yang dia tidak jalankan jatuh ke neraka
dan dia pun jatuh sehingga dia disiksa
di dalam api neraka. Tut Abdullah bin
Mas'ud adalah sahabat Nabi. Beliau orang
yang sangat ee saleh, sangat menjaga ee
apa namanya yang disampaikan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sampai tadi
kita sudah sebutkan, "Hati-hati sekali
dalam mengucapkan sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam." Maka ini kata ulama
bukan mustahil perkataan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ya memang Abdullah bin
Mas'ud tidak menyebutkan nama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tapi ini
adalah wasiatnya yang beliau kemas
dengan bahasanya.
Dari Abul Ahwas juga rahimahullah
muridnya Abdullah Masud yang masyhur
dengan keilmuannya ulama tabiin berkata,
"Laqidan
ahadukumulan aman wa kafara
kafarum
laudin faqdu
bilitalah fitnah."
Wasiatnya, "Janganlah sekali-kali salah
seorang di antara kalian bertaklid,
mencontohi dan menciplak kepada orang
lain dalam masalah agama. Kecuali memang
yang diajarkan saja, bukan orangnya,
tapi apa yang diajarkan. Jika orang itu
beriman maka dia ikut beriman. Jika
orang itu kafir dia ikut kafir. Karena
dia taklid buta gitu kan. Sampai-sampai
kalau taklid buta ini atau menciplak
atau membela dengan fanatik buta.
Kalaupun orang yang sedang difanatiki
ini itu salah, dia akan berusaha
membelanya karena fanatik buta. Kata
beliau, "Jangan lakukan itu. Jika kalian
memang harus meneladani, maka
teladanilah orang yang sudah meninggal."
Maksudnya para sahabat, ya. Karena orang
yang masih hidup tidak bisa dijamin
terhindar dari fitnah. Jadi kalau kita
menjadikan suri toladan adalah orang
yang jelas sudah meninggal. Sahabat Nabi
yang jelas-jelas dapat jaminan surga itu
yang kita contohi ya. Ini penting sekali
teman-teman dan saya sudah bilang
membaca serial sahabat penting. Kalau
perlu jadikan sebagai PR harian. Harus
harian. Sebelum tidur antum baca mulai
dari 25 nabi dan rasul. Karena tidak ada
yang mengalahkan kedudukan nabi-nabi dan
rasul setiap malam. Nanti malam mulai
hari Adam alaihi salam, Idris alaih
salam besok, kemudian Hud, Saleh dan
seterusnya sampai 25 Nabi bahasa
kisah-kisah ringkas saja. Kemudian baru
masuk ke sahabat, wajibkan setiap malam.
Karena mereka adalah orang-orang yang
paling pantas dicontohi, bukan orang
yang lain. Gitu kan. Saya kalau istri
saya lagi ngomong, cerita tentang apalah
ada orang sukseslah dan seterusnya, saya
mengatakan bukan itu contoh. Contoh
adalah Ummul Mukminin. Kamu contohin
Aisyah, contohin Hafsah, baca kisah
mereka. Itu contoh. Karena sahabat saya
juga mencontohi Rasulullah. Kita contohi
semua Rasulullah sallam. Tapi laki-laki
mencontohi laki-laki Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar,
Umar. saya contohi mereka. Itu yang itu
keberhasilan. Kalau kita baca kisah
tentang seseorang ee maaf tokoh tertentu
yang memang dianggap ada kesusan
dunianya, mungkin finansial, mungkin
kedudukan dan seterusnya. Ini belum ada
jaminan dari fitnah. Dia masih bisa
menjerumuskan kita. Karena kalau kita
fanatik buta pada mereka, maka secara
otomatis kita bisa membenarkan perilaku
yang salah.
Wasiat selanjutnya adalah Abdurrahman
ibn Yazid rahimahullah berkata, Abdullah
radhiallahu anhu berkata, "Engkau jangan
menjadi seperti bunglong bunglon."
Mereka bertanya, "Apa maksudnya?" Dia
menjawab atau dia berkata, "Aku bersama
orang-orang." Maksudnya Abdullah bin
Mas'ud berkata, "Yang dimaksud dengan
bunglon ini adalah orang yang berkata,
"Aku bersama orang-orang. Jika mereka
mendapatkan petunjuk, aku mendapatkan
petunjuk. Jika mereka sesat, aku juga
sesat." Hendaklah salah seorang dari
kalian melatih dirinya sehingga dia atau
sehingga jika orang-orang menjadi kafir,
dia tidak ikut-ikutan menjadi kafir.
Artinya ada orang kita dengar ceramahnya
mungkin seorang dai, seorang ustaz, tapi
dia manusia bisa salah. Jangan sampai
karena dia salah kemudian fanatik buta,
kita lalu tidak urusan kesalahannya atau
tidak ya ee kita lalu kemudian
membenarkan perilakunya. Seperti itu
kurang lebih maknanya.
Sulaiman bin Mahran rahimahullah, salah
satu ulama tabiin yang masyhur berkata,
"Ketika pada suatu hari Abdullah bin
Mas'ud bersama rekan-rekannya, lewatlah
seorang Arab Badui lalu ia bertanya, "Di
atas apa mereka berkumpul?" Orang Badui
ini tidak tahu kalau ada Abdullah bin
Mas'ud. Dia mengatakan, "Di atas apa
kalian berkumpul?" Maka Abdul Mas'ud
menjawab, "Di atas warisan Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, yaitu ilmu."
Maka mereka sedang membagi-bagikannya di
antara mereka. Maksudnya orang Arab Badu
mengatakan, "Untuk apa kalian kumpul
nih? Lagi bahas apa?" Kata beliau,
"Warisannya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam." Maksudnya ilmu. Dan kami
sedang membagi-bagi ilmu itu satu sama
yang lain. Dan ini warisan yang paling
bagus. Khuzail bin Syurahbil berkata
rahimahullah, salah satu ulama tabi juga
dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu
anhu, ia berkata, "Barang siapa yang
menginginkan akhirat dia mengorbankan
dunianya dan barang siapa yang
menginginkan dunia dia mengorbankan
akhiratnya." Wahai manusia, korbankanlah
yang fanah demi yang baqa atau yang
kekal." Maksudnya dunia boleh dikejar.
Allah mengatakan dalam Alqasas
77,illahiminasyaitanirjim
wqallah
akibaka minad dunya. Kejarlah apa yang
Allah janjikan di akhirat nanti dan
jangan lupakan bagimu dari dunia. Tetapi
bukan dunianya yang didahulukan,
akhiratnya. Kalaupun kita mau makan,
kita mau minum, apapun aktivitas dunia
ini, tapi kalau di akhirat ini dilarang
dan akan dihisab berat, jangan
dilakukan. Dahulukan akhirat. Seperti
pepatah mengatakan, "Dahulukan akhirat,
maka dunia akan ikut." Dan siapa yang
mendahulukan dunia akhiratnya akan luput
akan
hilang. Kata beliau, "Wahai manusia,
korbankan yang fana. Kalau bertemu
antara akhirat sama dunia, tinggalkan
yang fana ini dan demi mengejar yang
kekal."
Dari Abdurrahman ibn Hujairah
rahimahullah, salah satu ulama tabiin
juga bahwa Ibnu Mas'udin radhiallahu
anhu berkata ketika duduk, "Sesungguhnya
kalian berada dalam umur yang berkurang
dan perbuatan yang dijaga dengan
bergantinya malam dan
siang." Jadi, beliau menasihati
murid-muridnya, "Sesungguhnya kalian
sekarang dalam keadaan umur yang sedang
berkurang." Ini lagi duduk ini waktu
berjalan, umur kalian sedang berkurang.
Dan perbuatan yang dijaga dengan
bergantinya malam dan siang. Harus rutin
dijaga amal-amal karena malam dan siang
selalu ada perintah untuk mengerjakan
ibadah. Dan kematian bisa datang
tiba-tiba. Barang siapa yang menanam
kebaikan niscaya memetik kebahagiaan.
Barang siapa yang menanam keburukan
niscaya memetik
penyesalan. Setiap penanam akan
mendapatkan sesuai dengan apa yang dia
tanam. Orang lamban tidak akan direbut
bagiannya. Orang yang tamak tidak
mendapatkan apa yang tidak ditakdirkan
kepadanya. Barang siapa yang diberi
kebaikan, maka Allah adalah pemberinya.
Barang siapa yang dilindungi dari
keburukan, maka Allah yang
melindunginya. Orang-orang yang bertakwa
adalah para pemimpin. Para fuqaha adalah
pembimbing. Dan bergaul dengan mereka
adalah tambahan kebajikan. Kesimpulan
yang beliau sampaikan adalah beliau
mengatakan di sini kalimatnya bobotnya
banyak sekali ya. Sesungguhnya kalian
berada dalam umur yang berkurang.
Hati-hati umur kalian pendek loh. Ini
bertambah berarti makin dekat dengan
kematian. Perbuatan selalu dijaga.
Jangan lupa, jangan lalai malam dan
siang mengikutinya. Kematian bisa
menjemput kalian sakit atau sehat.
Barang siapa yang menanam kebaikan, hari
ini dia buat kebaikan, dia akan petik
kebahagiaan nanti di surga. Barang siapa
menanam keburukan, niscaya memetik
penyesalan. Maksudnya di neraka akan ada
siksaan. Setiap penanam akan mendapatkan
apa yang dia tanam. Orang lamban tidak
akan direbut bagiannya. Ketahuilah
urusan dunia ini. Kalau ada orang lamban
bergerak, lalu ada orang lain yang dapat
bagian itu, bukan berarti karena
bagiannya diambil. Enggak. Tidak ada
hubungannya. Semua yang sudah diputuskan
Allah akan sampai kepada dia. Orang yang
tamak tidak mendapatkan apa yang tidak
ditakdirkan kepadanya. Orang yang rakus
tetap yang sampai ke dia. Apa yang sudah
ditentukan tidak akan lebih daripada
itu. Ini mirip dengan perkataan Hasan
Basri rahimahullah yang mengatakan,
"Sesungguhnya aku selalu tenang karena
aku tahu rezekiku tidak akan diambil
oleh orang lain dan juga aku tenang
karena aku tahu umurku, ajalku tidak
akan diterlambatkan atau dimajukan." It
semua
terjadi. Barang siapa diberikan kebaikan
maka Allah adalah pemberinya. Kalau ada
di antara kita, Teman-teman, dapat
istri, dapat suami yang baik misalnya,
atau Allah takdirkan dapat pekerjaan,
dapat apa saja kesehatan, maka itu
karena Allah yang memberikan. Jangan
merasa itu prestasi
kita. Dan barang siapa dilindungi dari
keburukan, siapa yang tidak tidak jadi
tabrakan, tidak jadi sakit, ya dan
seterusnya ada gejala dia rasa sakit
tapi tiba-tiba sembuh, maka Allahlah
yang melindunginya. Jangan pernah merasa
punya andil apapun di situ. Orang-orang
bertakwa adalah para pemimpin. Pasti
Allah akan jadikan pemimpin. Makin
bertakwa, makin tunduk sama Allah, Allah
akan pilih jadi pemimpin. Para fuqaha,
para ulama-ulama adalah pembimbing,
orang-orang yang harus kita jadikan
sebagai guru kita. Dan bergaul dengan
mereka adalah tambahan kebaikan.
Yang terakhir teman-teman sekalian
nasihat Abdullah bin Masud adalah beliau
mengatakan
bimaallahu takun.
[Musik]
Ridalah selalu merasa cukup dengan apa
yang telah Allah bagikan kepadamu. Kalau
ini Allah kasih tangannya begini,
kulitnya begini, rambutnya begini,
alhamdulillah. Mau keriting, mau lurus,
mau putih kulitnya, rambutnya tadi mau
putih kulitnya, mau coklat, mau hitam,
mau poster tubuhnya tinggi pendek,
ridalah. Kata Ibnu Mas'ud dengan apa
yang Allah bagikan kepadamu, niscaya
engkau akan menjadi orang yang paling
kaya. Kau pasti orang paling bahagia.
Jauhilah perkara-perkara haram, niscaya
engkau akan menjadi orang yang paling
bersih hatinya. Karena hal-hal yang
haram merusak
hati. Dan laksanakan apa yang diwajibkan
atasmu, niscaya engkau akan menjadi
orang yang paling ahli ibadah. Mestnya
orang yang paling dekat untuk beribadah
kepada Allah subhanahu wa taala. Inilah
teman-teman sekalian, banyak sekali kita
sebutkan wasiat sebenarnya dan tidak
banyak disebutkan kiprahnya di
peperangan kecuali tadi di perang Badr
yang membunuh Abdullah bin ee yang
membunuh Abu Jahal tapi memang lebih
banyak kepada ilmu, nasihat-nasihat dan
wasiatnya. Dan itu yang ditulis di buku
kita. Dan banyak juga kalau kita baca ee
di manaun tulisan Abdullah bin Mas'ud
akan sama isinya adalah wasiat-wasiat
tentang masalah ilmu. Dan kita akan
masuk teman-teman sekalian kepada adurus
wal ibar pelajaran-pelajaran yang bisa
kita ambil nanti akan kita sebutkan.
Tetapi teman-teman sekalian kita akan
sebutkan dulu masalah berpisahnya atau
meninggalnya Abdullah bin Mas'ud. Kata
penulis, "Setelah kehidupan panjang yang
penuh dengan ilmu, rasa takut kepada
Allah, jihad, pengorbanan, perjuangan,
kasih sayang, dan tawadu, Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhu berbaring di atas
ranjang kematian. Tiba saatnya untuk
menyusul Al Habib alaihiusalatu wasalam
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
yang sangat dia cintai selama ini dan
selama ini pula dia belajar darinya."
Ketika Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu di
atas ranjang kematian, Utsman bin Affan
datang menjenguknya.
Dari Abu Zabah, Zabyah rahimahullah
berkata, "Abdullah bin Mas'ud sakit lalu
Utsman menjenguknya." Karena Utsman bin
e Abdullah bin Mas'ud mati di zaman
khilafahnya Utsman bin Affan. Dan sempat
dia menjadi ee penasihat melanjutkan
wasiatnya Umar bin Khattab di
Kufa. Lalu Utsman bertanya padanya, "Apa
yang paling engkau kuluhkan wahai
Abdullah?" Abdullah bin Mas'ud menjawab,
"Dosa-dosaku." Utsman bertanya, "Apa
yang engkau inginkan?" Abdullah bin
Masud menjawab, "Rahmat Rabbku." Utsman
berkata, "Bagaimana jika aku memanggil
seorang tabib untukmu?" Abdullah bin
Masud menjawab, "Thabib hanya akan
membuatku sakit." Utsmanya, bertanya
lagi, "Bagaimana jika aku memberikan
harta bagianmu?" Ibnu Mas'ud mengatakan,
"Aku tidak memerlukannya." Dan ini
teman-teman sekalian menandakan
bahwasanya beliau sangat zuhud dan tidak
membutuhkan hal-hal yang berhubungan
dengan masalah duniawi. Sudah tertanam
dalam jiwanya kepuasan tersendiri
dalam menjalankan atau menerima apa yang
sudah Allah
bagikan. Kita tutup, Teman-teman
sekalian. Dan ini yang paling penting
dalam hal yang bisa kita sebutkan dalam
pertemuan kita ini adalah adurus wal
ibar, pelajaran-pelajaran yang bisa kita
ambil agar menambah keimanan kita. Yang
pertama,
Teman-teman, jujurlah dalam
beriman dan jadikan para sahabat sebagai
contoh, maka hidupmu akan bahagia.
Karena mereka telah mencontohkan
bagaimana beriman kepada Allah.
Sementara pada zaman dulu, Teman-teman
sekalian, keadaan masih lebih sederhana
dari sekarang. Transportasinya, tempat
tinggalnya, pakaiannya, ya keilmuannya.
dari sisi keilmuan maksudnya adalah
teknologi dan seterusnya masih lebih
sederhana. Tapi mereka bisa beriman
kepada Allah dengan kesederhanaan itu
dan mereka dengan keyakinannya berhasil
mendapatkan jaminan surga. Maka jujurlah
beriman sebagaimana mereka berjujur
pasti sebagaimana mereka jujur pasti
kita akan
mendapatkan hasilnya.
Kemudian teman-teman sekalian yang
kedua bolehnya seseorang untuk memiliki
banyak sekali pegawai orang yang
berkhidmat dengannya. Diambil daripada
kasus bagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam menjadikan Abdullah bin Mas'ud
sebagai pelayan khususnya dalam masalah
siwak, wudu tadi dan sandalnya. Berarti
dibolehkan dan tidak berlebih
berlebihan. Jadi kalau kita temukan ada
orang masyaallah punya kelebihan harta
lalu kemudian kita lihat dia luar biasa
gitu. Luar biasanya itu banyak orang di
rumahnya, banyak pegawainya itu bukan
aib. Dia mampu. Bahkan sebagian ulama
mengatakan siapa yang punya kemampuan
harta lalu dia pekerjakan orang dan dia
mampu memberikan kepada mereka upah maka
itu ada nilai pahala sendiri. Karena dia
menghidupi sekian banyak keluarga. Dan
Nabi sallallahu alaihi wasallam
melakukan itu. Ini sekaligus teman-teman
menjelaskan tentang juga poin penting
dalam masalah zuhud. Kalau zuhud itu
bukan berarti menyusahkan diri. Seperti
banyak orang mengatakan pakai baju
kotor, kemudian ee makan roti kering,
kemudian harus bekerja sendiri semuanya.
Ini enggak benar. Kita manusia-manusia
sosial dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam sudah terbaik. Beliau memiliki
banyak orang yang membantunya. Sampai
Nabi sendiri sallallahu alaihi wasallam
memiliki orang khusus yang mentaruh
pelana di kudanya. Kuda untuk berperang
yang taruh sendiri namanya Kirkir ya.
Salah satu orang dulu ada pegawai Nabi
sallallahu alaihi wasallam begitu. Ada
sahabat-sahabat yang khusus ya untuk
membawa unta Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan membawa para istri Nabi
sallallahu alaihi wasallam kalau menuju
ke satu tempat gitu kan. Maka itu
dinamakan Anjasyah. Ada satu orang dan
banyak sekali orang-orang yang bekerja
pembantu Nabi sallallahu alaihi
wasallam. kita tahu ada Anas bin Malik
gitu kan, ada Abdullah bin Mas'ud dan
ada yang lain-lainnya yang juga
berkhidmah dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Itu tidak masalah, itu
dibolehkan dalam syariat. Ini pelajaran
itu. Yang kedua, Teman-teman. Yang
ketiga, bagaimana seseorang itu harus
berpegang teguh dan berani membela
kebenaran. Ya, masuk dalamnya seperti
satu waktu kalau terlintas kesempatan
dalam hidup kita, ada
peperangan-peperangan yang membela agama
Islam harus kita ikut. Gak boleh kita
tidak ikut. Kita lihat kisah para
sahabat selalu dikatakan dia menghadiri
perang ini, dia menghadiri perang itu.
Untuk apa ulama nukil kepada kita itu?
Untuk menjelaskan Nabi sallallahu alaihi
wasallam juga selama semasa hidupnya ada
semua hal yang dilewatin ada dari
peperangan, dari masa tenang, dari ee
transaksi jual beli, dari apa saja gitu
kan. Pertanyaan tolong dikumpul dulu
dikasih kepada teman-teman ikhwah sendir
sesuai dengan tema baru dikasih ke saya.
Jadi di sini ada hal itu perlu kita
menanamkan keberanian dalam hal membela
agama dan juga menjelaskan kebenaran di
depan orang-orang kafir. Sebagaimana
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu
membaca surah Ar-Rahman di depannya para
orang-orang kafir dan mereka
menggebukinya, memukulnya sampai
berdarah-darah dalam kondisi fisik
mereka kecil dan keyakinan dia
bahwasanya mati tidak akan datang
kecuali sudah saatnya ajal datang.
Yang keempat, Teman-teman sekalian,
fadilah membunuh orang kafir di medan
perang. Sebagaimana tadi disebutkan
tentang kelebihan atau fadilah yang
didapatkan oleh Abdullah bin Mas'ud
karena membunuh Abu Jahal. Ada hadis
Nabi sallallahu alaihi wasallam yang
berbunyi ee orang mukmin yang membunuh
kafir di medan perang tidak akan bersatu
di neraka. Tidak akan bersatu di neraka.
Yaitu kan. Dan ini tanda fadilah. Ada
juga hadis Nabi sallallahu alaihi
wasallam yang mengatakan, "Maukah saya
tunjukkan amal yang lebih baik daripada
kalian masuk ke medan perang, kalian
membunuh atau kalian dibunuh." Itu juga
ada fadilah tersendiri. Tentu ada
adabnya, ya. Seperti kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kalau
kalian membunuh, bunuhlah dengan cara
yang baik." Jadi kita enggak ada
mutilasi, tapi perlu ada keberanian
untuk membela agama Allah. Ada orang
begitu mendengarkan sesuatu yang
berhubungan dengan membela agama Allah,
terus dia sembunyi gitu kan. Enggak. dia
harus ada di situ. Tampil di kapan
dibutuhkan dia tahu itu kebenaran. Ini
bentuk pembenaran terhadap janji Allah
yang disebutkan kalau orang mati maka
akan mati syahid dan seterusnya. Karena
kita mau di medan perang atau di rumah
kalau datang ajar akan mati. Lalu kenapa
tidak mati yang baik? Seperti itulah.
Dan Abdullah bin Masud telah membuktikan
kepada kita hadir di semua peperangan
Nabi sallallahu alaihi wasallam termasuk
di perang Yarmuk di zaman Umar bin
Khattab waktu melawan
Romawi. Kemudian yang
kelima, fadilah menuntut
ilmu. Sebagaimana Abdullah bin Mas'ud
mengatakan, "Saya telah mendengarkan 70
surah langsung dari mulut Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Artinya,
begitu turun langsung saya dengar.
Paling pertama dengar saya. Dan demi
Allah, tidak ada yang lebih mengetahui
dari saya di mana turun. untuk siapa
turun gitu kan surah itu dan di ee
kenapa diturunkan gitu. Kalau saya tahu
seseorang lebih tahu dari saya tentang
Al-Qur'an, maka saya yang bisa dijangkau
dengan unta, artinya transportasi, saya
akan menuju ke sana untuk belajar dari
dia. Ada fadilah menuntut ilmu. Dan ilmu
memang, Teman-teman sekalian tidak bisa
dilewatkan karena ilmu ini adalah
makanan ruh sebagaimana sudah saya
jelaskan tadi. Kemudian yang
keenam, patuh kepada Allah akan menjadi
penyebab doa mustajab.
Dan setiap muslim harusnya mengkhususkan
doa di waktu-waktu dalam hidupnya.
Seperti teman-teman, saya ketemu dengan
ee salah satu dosen kami yang kami
hormati, Dr. Ali di Madinah. Ee semoga
Allah jaga beliau. Ee salah satu yang
dia nasihati kepada saya kemarin baru
ketemu ya beberapa waktu yang lalu saja
ee waktu ada daurah di Jawa Timur saya
sempat ketemu. Kemudian saya bilang,
"Syekh, apa wasiat antum?" Apa nih? Ini
kita juga walaupun sudah sering isi
pengajian butuh nasihat. Apa nasihat
antum? Jadi saya minta wasiat. Beliau
mengatakan sama saya, "Ya
Khalid, titipkan di setiap kesempatan
kamu setiap hari titipkan doa." Titipkan
doa. Doa itu selalu dibaca di setiap
kesempatan yang berhubungan minta
kesehatan badan, minta keselamatan untuk
keluarga, minta kesehatan untuk
anak-anak, minta diluaskan rezeki, minta
segala macam. Dan jangan tunggu kamu
membaca doa kalau kamu sudah kepepet.
Sicipkan doa. Dan kita tahu di sini
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu
menitipkan doa setiap hari tadi. Ya
Allah, aku minta kepadamu iman yang
tidak pernah rusak atau turun. Tidak
pernah turun. Dan aku minta kepadamu
nikmat yang tidak pernah terputus. Dan
aku minta agar selalu menjadi pendamping
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
di surga tertinggi yang kekal.
Kata para ulama, siapa yang mengamalkan
doa Abdullah bin Masud, Allah iman
wart ya nab Muhammad
wasil ya. Maka dia akan mendapatkan apa
yang seperti dia minta. Artinya dia
minta supaya imannya enggak pernah
kendor. Abdullah bin Masud tidak pernah
ditemukan dalam satu riwayat pun
mengatakan kalau iman saya sempat turun
atau ada sahabat mengatakan kami pernah
melihat Abdullah Masud lalai dan
seterusnya. Tidak pernah. Abdullah bin
Umar radhiallahu anhuma pernah
menyebutkan masalah itu. Abdullah Masud
tidak pernah menyebutkan. Misalnya
Abdullah bin Umar
mengatakan, "Saya betul-betul mengetahui
kalau saya sedang melakukan dosa ya pada
saat saya diharamkan oleh Allah salat 1
bulan, gitu kan. Jadi pernah beliau
mengatakan, "Saya pernah melakukan satu
kesalahan yang saya tahu maka saya
terharamkan untuk salat berjamaah subuh
di masjid 1 bulan." Gitu kan. Tapi Abud
tidak pernah menyebutkan itu. Tentu di
sini bukan kita membandingkan dua
sahabat ini, tapi bagaimana sisipan doa
penting, Teman-teman sekalian. Begitu
Abdullah Masud minta agar iman tidak
pernah rapu, tidak pernah turun, Allah
kabulkan. Minta nikmat tidak pernah
terputus, maka juga begitu. Jadi selalu
nikmat dari nikmat ke nikmat, dari
nikmat ke nikmat itu selalu kita minta.
Ada mirip dengan ini doa sebelum salam.
Allah asaliman laf.
Ya Allah, aku selalu minta nikmat yang
tidak pernah terputus-putus dari nikmat
ke nikmat, dari nikmat ke nikmat sampai
saya mati. Dan juga sesuatu menyejukkan
pandangan mataku selamanya sampai aku
meninggal. Ini doa teman-teman dibaca
sebelum
salam. Kemudian juga yang selanjutnya
adalah yang
ketujuh, fadilah wara. Wara artinya
menjaga kesucian hubungan sama Allah.
Ada orang enggak ada orang tetap saja
dia menjaga hubungannya sama Allah.
Haram haram, halal. Mau dia lagi safar,
tugas kantor ke mana, di hotel
sendirian, tidak pernah berbuat dosa.
Dijaga sama dia. Dijaga. Dia tahu
hubungannya sama Allah subhanahu wa
taala. Ini wara. Kemudian juga selalu
merasa takut kepada Allah subhanahu wa
taala. Dan ini
adalah hasil atau
ee buah ya dari ilmu. Kalau orang punya
ilmu, Teman-teman, dia akan terawasi.
Dia safar, dia ke mana-mana, dia tetap
akan merasa terawasi oleh Allah
Subhanahu wa taala. Sebagaimana Abdullah
bin Mas'ud selalu kalau lagi safar, lagi
berjalan sama siapapun di antara para
tabiin selalu saja menunggangi
momen-momen tertentu karena punya ilmu
untuk menasihati orang
lain. Kemudian yang kedelapan,
Teman-teman sekalian adalah fadilat
tawadu,
merendah. Jadi jangan selalu merasa diri
lebih daripada orang lain. Gak. Kata
Hasan Basri rahimahullah, "Kalau kau
lihat orang lebih tua daripada kamu di
hadapanmu, maka katakan dia lebih tua
maka lebih banyak amalnya dari saya."
Dan kalau kau lihat orang yang lebih
muda di hadapanmu, katakan dia lebih
mudah, maka dia lebih sedikit dosanya.
Sehingga kita selalu merendah. Abdullah
bin Mas'ud tadi dengan rendahnya luar
biasa. Sampai dia mengatakan, "Kalau ya
saya disuruh mili antara surga dan
neraka dengan tanah, maka saya berharap
jadi tanah. Kalau memang harus ditimbang
amal saya ketakutan nih walaupun dia
sebenarnya maunya surga. Maka itu bentuk
ya merendah dan tawadu radhiallahu
anhum. Kemudian yang kesembilan,
Teman-teman, dianjurkan untuk selalu
memilih pilihan yang
terbaik untuk menjadi guru.
Ya, jadi memilih guru yang terbaik.
Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam mewasiatkan kita menjadikan
Abdullah bin Mas'ud sebagai guru kita.
Jadi walaupun kita tidak sempat hidup
bersama beliau, tapi seperti tadi
wasiat-wasiatnya itu kita dianjurkan
ambil sebagaimana sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ambillah petunjuk dari
dua orang ini setelah aku meninggal Abu
Bakar dan Umar. Dan selalulah berpegang
duga dengan petunjuknya Ammar dan juga
ambil wasiatnya Abdullah bin Mas'ud.
Minta nasihatnya." Maka nasihatnya tadi
sudah banyak kita bacakan. Yang ke-10,
Teman-teman. dianjurkan agar seseorang
pemimpin itu memilih setiap kali ingin
memperbaiki satu
wilayah selain memilih pemimpin di
wilayah itu kayak kita bupati, camat,
lurah atau gubernur dan seterusnya ini
orang-orang yang beriman dan juga
dianjurkan untuk diikutkan bersama dia
seorang
pengajar, seorang alim ulama. Ini Umar
bin Khattab punya ciri khas. Setiap kali
mengutus satu gubernur, pasti ada satu
sahabat yang lebih berilmu diut-utus
sama dia. Dan ternyata gubernur pun
harus minta nasihat dari dia. Atau
pemimpin wilayah itu harus seperti dari
kasus Abu Musa al-Asy'ari waktu diutus
radhiallahu anhu. Maka oleh Umar bin
Khattab dijadikan pendampingnya adalah
Abdullah bin Mas'ud. Ya. Kemudian yang
ke-11, Teman-teman
sekalian, bolehnya seseorang itu memuji
orang
yang
dipercaya, tapi bukan di
hadapannya. Seperti misal tadi kasus
Umar bin Khattab memuji Abdullah bin
Mas'ud. Begitu sudah jalan Umar bin
Khattab bercanda nih sama Abdullah bin
Masud sambil tertawa-tawa. Kemudian
Abdullah Masud waktu pergi mengatakan
apa? bejana yang penuh dengan ilmu dan
mengatakan bejana yang penuh dengan
fikih gitu kan. Artinya orang ini luar
biasa ilmu darinya. Jadi boleh kita
memuji orang lain tapi jangan di
hadapannya. Karena kalau di hadapan ini
berbahaya ini ada larangan. Ada hadis
Bukhari Muslim berbunyi, "Pernah ada
sahabat melihat orang sahabat yang lain
salatnya khusyuk sekali. Lalu dia
berkata, "Sungguh luar biasa salatnya
orang ini." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Kalau kau ucapkan di
hadapannya, kau telah
membinasakannya." Enggak boleh kita puji
di depannya dia, gitu kan. di belakang
enggak ada masalah kita sebutkan dan ini
dibolehkan. Kemudian yang terakhir,
Teman-teman, yang ke-12 adalah bagaimana
seseorang memaksimalkan waktunya selama
di dunia ini dengan amal saleh. Karena
penyesalan akan ada terakhir dan juga
tidak akan bermanfaat penyesalan itu
baginya. Maka berbuatlah sebelum kau
menyesal dan selalulah paksakan dirimu
dalam perbuatan amal baik itu serta
meninggalkan kesalahan. Karena mati
kalau datang maka tidak akan pernah
melihat keadaanmu sehat atau sakit, kaya
atau miskin, muda ataupun tua. Ini ini
sebuah pelajaran gitu kan. Maka
teman-teman sekalian, kita semua ini
saya dan Anda semua sedang berjalan ke
liang lahad. Jangan selalu mengkhayal.
Seakan-akan kita tidak akan mati
berlebih-lebihan gitu kan. Orang yang
meyakini dia akan meninggal dunia, dia
akan selalu berhati-hati. Dia tidak usah
berlebih-lebihan dengan dunia ini. Ada
masalah dianggap kecil bagi dia. Karena
dia tahu ada akhirat. Kehilangan suatu
dunia pun dia tahu ini adalah fah akan
ditinggalkan. Maka itu penting sekali.
Dan Abdullah bin Mas'ud selalu
menggunakan
nasihat-nasihatnya untuk mengingatkan ke
arah sana. Allahuamall. Ini yang kita
bisa bahas, Teman-teman sekalian. Semoga
apa yang kita bahas hari ini bermanfaat
buat kita tentunya. Dan kalau ada yang
pertanyaan, silak punya pertanyaan,
silakan dikumpulkan. dan sesuai dengan
temanya. Sebelum saya jawab,
Teman-teman, ada yang sempat bertanya
kepada saya di kisah sahabat yang lalu
tentang seorang sahabiat yang bernama
Khaula binti Azur ya radhiallahu anha.
Di sini dikatakan wanita berjubah hitam
yang ikut berperang bersama Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Kalau yang
saya temukan, saya pernah janjikan, saya
bilang saya akan coba pelajari dulu.
Saya telah temukan kisah-kisahnya
sahabat yang mulia ini. Beliau bukan ee
berjuang ee berjubah hitam di zaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya. Jadi
beliau pernah ikut beberapa peperangan
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian beliau ee menyiapkan makanan
dan minuman. Tapi kisah yang masyhur
dari sahabiat ini, Khaulah binti Azur
radhiallahu anha adalah kisah pada saat
diperang ikut perang bersama Khalid bin
Walid. Ya, sebagian riwayat menyebutkan
ini kalau tidak salah di peperangan
Riddah.
melawan ee Musairam alkadzab Asudul Unsi
ini ee di zaman Abu Bakar radhiallahu
anhu. Maka ini Khaula sempat ikut ya dan
pada saat dia ikut juga dia pernah ikut
di peperangan merawan Romawi ya di
Yarmuk tahun 15 Hijriah di zaman Umar
bin Khattab. Pada saat itu dia masuk
dalam pasukan Khal bin Walid. Dan memang
orang-orang kagum melihat dia karena ada
kakak kandung dia laki-laki ditawan oleh
musuh pada saat itu. Maka dia pun
mendengar dari orang-orang mujahid, dia
lagi siapin makanan para mujahidin.
Kalau kakaknya lagi ditawan, maka dia
langsung memakai e dia memang pakai
cadar. Lalu dia sengaja melilitkan
banyak jubah di bagian depan badannya
supaya kelihatan atau tidak kelihatan
perempuan. Lalu dia kemudian masuk di
kanca peperangan dan sempat melawan
banyak sekali musuh. Dan akhirnya banyak
musuh yang terbunuh di tangan dia dari
pasukan Romawi dan berhasil membebaskan
kakaknya. Khalid bin Walid sempat
mendekatinya kemudian mengatakan, "Siapa
kamu ini?" Karena Habib Wid kenal
pasukannya tadi disusun semua laki-laki
biasanya tidak ada yang pakai cadar. Ini
ditutup wajahnya sama dia. Tapi tidak
kelihatan seperti perempuan karena
badannya ramping. Disebutkan dalam ciri
khasnya sahabiat ini orangnya ramping
dan tinggi. Gitu kan. Kemudian dia
mengatakan ee wahai panglima, menjauhlah
dari saya. gitu kan. Karena sesungguhnya
Anda jauh lebih baik daripada saya.
Tidak usah dianggap saya ini punya
kelebihan. Saya terdesak melakukan ini.
Anda memang panglima yang terkenal.
Tidak layak Anda menemani saya. Saya
hanyalah seorang wanita. Saya adalah
Khaula binti Azur. Ya. Maka pada saat
itu pun Khalid bin Walid terkagum-kagum
melihat dia dan berhasil ee ee membantu
Khaula binti Azur untuk membebaskan
kakaknya dari tawanan. Itu intinya
kisahnya. Kemudian ada kisah yang lain,
sahabah juga ditanya tentang Nila binti
Alfarafisyah. Sebenarnya bukan Nila,
tapi Nailah ya. Ini istrinya Utsman bin
Affan radhiallahu anha. Dan ini adalah
ee orang yang sangat muda. Dan ini istri
terakhir Utsman bin Affan radhiallahu
anhum ajmain. Naila
ini dia menikah sama Utsman bin Affan di
umurnya dia 18 tahun. Utsman bin Affan
81 tahun. Jadi terbalik nih 18 dibalik
gitu ya. Ini memang terkenal sekali dan
wanita ini sangat cantik, sangat muda,
dan sangat cantik mau menikah dengan
Utsman. Kenapa? Dia memahami hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang
berbunyi, "Nikahkanlah anak-anak
perempuan kalian dengan Utsman bin
Affan." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Karena saya nikahkan dia
dengan kedua anak saya, Ummu Kalsum dan
Ruqayyah karena wahyu dari langit." Maka
wanita ini menikah. Setelah menikah,
Utsman bin Affan tahu dirinya sudah 81
tahun gitu kan. Dia mengatakan, "Wahai
istriku, apa kau tidak merasa malu,
tidak merasa kecil hati melihat saya
dengan sangat tua seperti ini? 81 tahun
sudah luar biasa gitu kan. Sudah ada
yang keriput, sudah ada perubahan semua.
Saya bukan muda seperti dulu." Kata kata
ee istrinya Naila mengatakan, "Saya
tidak pernah tidak pernah merasa kecil
hati. Bahkan saya merasa sebuah
kebanggaan karena saya bisa menikah
dengan Anda dan ini karena bentuk
keimanan kepada Allah. Dan ini
menandakan keimanan dan ini dibutuhkan
sebenarnya. Kemudian dia memang sempat
membela pada saat Utsman bin Affan akan
dibunuh maka dia menutupi Utsman bin
Affan dengan badannya sampai jarinya
terputus ya sempat dipotong oleh para
pemberontak tapi dia tetap kekar. Dan
setelah dia, setelah Utsman bin Affan
meninggal, sempat Muawiyah bin Abi
Sufyan melamarnya karena dia masih muda
waktu itu. Sufyan eh Muawiy bin Abi
Sufyan adalah sepupunya Utsman bin
Affan. Tapi karena cintanya sama
suaminya, dia mengatakan kalau saya
tidak bisa menerima lamaran setelah
Utsman bin Affan karena saya sangat
mencintainya. Ini kisah Nailah yang
sempat dititipkan pada pertemuan yang
lalu dan alhamdulillah sudah saya jawab
amanahnya ya atau saya sudah jalankan
amanah yang saya sudah sampaikan gitu.
Saya akan bilang, "Saya mau jawab waktu
itu
ya. Saya pernah membaca pernah terjadi
perselisihan antara Abdullah bin Masud
dan Utsman. Apakah benar cerita itu? Apa
penyebabnya? Saya tidak pernah tahu itu.
Wallahualam. Saya tidak pernah
mengetahui. Tapi insyaallah
mudah-mudahan saya coba cari ya. Saya
coba cari karena kita semua penuntut
ilmu dan bukan aib kita mengatakan kita
tidak tahu. Saya coba cari. Insyaallah
kalau memang ada ceritanya saya akan
sampaikan pada serial sahabat kita yang
akan datang.
Tapi yang kita temukan Abdullah bin
Mas'ud sangat dihormati oleh para
sahabat termasuk Utsman bin Affan.
Karena Utsman bin Affan melanjutkan
wasiatnya Umar untuk menunjuk dia
sebagai penasihat gubernur di di Kufa
setelah Umar bin Khattab
meninggal. Tolong ceritakan saat
Abdullah bin Mas'ud bersumpah atas nama
Allah dengan Quran surah Luqman ayat 6
tentang perkataan yang tidak berguna
yaitu menyatakan Abdullah Mas'ud itu
adalah nyanyian. Itu tentang hukum ya.
Abdullah bin Mas'ud pernah ditanya
tentang tafsir ya e surah Luqman ayat 6
yang bunyinya
azubillahiminasyaitanirjim
waminasilillah. Ada sebagian orang
memperjualkan perkataan-perkataan untuk
menyesatkan manusia dari jalan Allah.
Maka beliau mengatakan demi Allah yang
dimaksud adalah musik. Kata Abdullah bin
Mas'ud. Dan kita tahu ini wasiat.
Abdullah Mas'ud adalah pencerahnya umat.
Kita harus dengar wasiatnya. Dan beliau
paling paham tentang Al-Qur'an.
Makanya tidak bisa kalau ada yang
mengatakan, "Oh, musik boleh hukumnya
begini." Masih di khilafiah. Khilafiah
dari mana? Enggak ada khilafiah.
Abdullah bin Mas'ud sudah bersumpah atas
nama Allah. Demi Allah yang dimaksud
adalah
musik. Jelas sekali gitu kan? Kecuali
memang ada hadis yang menjelaskan
pengecualian kayak masalah pukulan ee
beberapa alat musik ya yang dibuat dari
kulit itu di zaman ee di acara
perkawinan dan ee bagi wanita dan juga
di hari raya gitu. Selain daripadanya
tidak dibenarkan. Dan memang teman-teman
sekalian sudah pernah saya bahasakan
kalau musik tidak akan pernah ketemu
dengan
Al-Qur'an. Disebutkan bahwa Abdullah bin
Mas'ud adalah ulama tafsirnya sahabat
karena pemahamannya yang fqih. Adakah
standar seseorang bisa dikatakan seorang
ulama yang mana bisa kita ikuti fatwanya
mengingat penuhnya syubhat dan fitnah di
zaman sekarang? Mohon pencerahannya.
Tentu saja ada standarisasi ulama gitu
kan. Standarisasi ulama itu ee di
antaranya yang paling pertama sekali ya
paling pertama kalau kita kembali kepada
tata cara tata cara para ulama-ulama
dulu dipelajari tentang biografinya.
Siapa orang ini? Dia pernah belajar di
mana nih? Siapa gurunya? Siapa muridnya?
Dan bagaimana pendapat ulama di zamannya
tentang dia? Itu yang saya tahu. Seperti
disebutkan dalam Tahzibut Tahzib dalam
siarah alam Nubala. Buku-buku yang mulia
itu kalau kita temukan selalu untuk ee
mengetahui orang ini bisa dipercaya
enggak? Diambil hadisnya atau tidak.
Maka mereka cari tahu dulu biografinya.
Siapa orang ini? Siapa dia? Siapa
ayahnya? Siapa kakeknya. Benar enggak
dia apa yang dia informasikan ini
tentang dia pernah sekolah di mana? Dia
pernah belajar sama siapa? Guru-gurunya,
murid-muridnya, bagaimana perkataan
ulama di zamannya? Maka itu berarti
sudah standar yang pertama gitu kan.
Tentu yang kedua teman-teman adalah dia
mengamalkan ilmunya dan tidak berlaku
bagi orang-orang yang cuma mendapat guru
julukan biasa. Karena istilah alim itu
ada dua. Bisa alim rabbani atau alim su.
Alim yang buruk. Sebagaimana Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan
gitu kan. Bahwasanya akan muncul nanti
di akhir zaman di tengah-tengah umatku
alim yang buruk. Alim su. Dia tidak
mengerti agama tapi dapat gelar alim
atau ulama. Lalu kemudian dia
menyesatkan orang dan dia juga sesat.
Ya, itu ini ada. Tapi yang kita ambil
adalah orang-orang yang mempraktikkan
ilmu itu. Dan subhanallah memang beda,
Teman-teman. Saya coba melihat para
guru-guru kami, para ulama-ulama yang
coba kita jadikan sebagai rujukan. Kalau
di antara mereka ada yang praktikin
ilmunya, dipraktikin ilmu itu dengan
yang tidak praktikin ilmu, beda sekali
bekasnya. Dia kalau berbicara berbekas
bagi kita walaupun sebenarnya bahasan
sama gitu kan. Saya punya seorang ee
guru yang saya hormati di Madinah sampai
sekarang masih hidup dan pengajar di
Masjid Nabawi. Masyaallah, ada beberapa
orang. Saya lihat rata-rata hidup mereka
itu karena dalam kehidupan sehari-hari
ya saya menziarahi rumahnya, saya
berinteraksi sering telepon-teleponan
orang ke Indonesia kadang-kadang saya
antar dengan kendaraan saya. Saya
temukan memang orang-orang ini
praktiknya luar biasa. Di antara mereka
ada yang pada saat datang ke Indonesia
itu membayarkan tiket semua
temannya. Dia sedekah, dia bayar tiket
teman-temannya. nginap di hotel, dia
dari belakang sampaiin saya Khalid
bayarin semuanya dibayarin semua
kamarnya. Jadi ini dia praktikin
ilmunya. Ada di antara mereka pada saat
safar ya sudah masing-masing bayar atau
mungkin seseorang di antara kita enggak
dia praktikin ilmu. Maka orang-orang
seperti ini contoh saja dalam sedekah
dia bukan cuma mengatakan sedekahlah,
lakukanlah tapi dia praktikin. Maka
bekasnya ada. saya temukan kalau beliau
berbicara saya merasa lebih berbekas
dibandingkan ada lagi pernah dosen
seseorang dosen dia kadang-kadang kalau
berbicara masih ada hal-hal yang
bercanda kalau menurut saya
kadang-kadang berlebihan gitu kan dan
ada hal yang pernah dia lakukan sampai
membuat saya tidak kurang nyaman ya itu
adalah aib sebenarnya tapi saya tidak
saya tidak perlu sampaikan tapi saya
subhanallah lihat dia kalau bicara
tentang hukum agama saya merasa berbeda
dan akhirnya saya tidak jadikan beliau
sebagai tempat untuk bertanya gitu ya ya
setelah saya lihat bagaimana
ee perilaku-perilaku pada saat datang ke
Indonesia. Jadi memang kita lihat mereka
praktikin ilmu itu kelihatan warnya,
kelihatan zuhudnya,
kelihatan tatbiq ya pelaksanaan terhadap
agama itu. Alah ini ada. Tentu kalau
kita bicara itu cuma bicara tentang
kelas ulama umumnya ya. Dan ulama itu
biasanya memang lebih banyak fokus ke
bidang-bidangnya. Seperti ada ahli
fikih, ada ahli sejarah, ada ahli
akidah. Memang begitu biasanya. Kecuali
orang itu betul-betul menguasai seperti
kalangan sahabat. Semua bidang dikuasai
itu luar biasa.
Ya itu Allah yang saya tahu. Apakah
Abdullah bin Mas'ud memiliki keturunan?
Ada. Sudah saya bilang tadi kan
keturunannya cukup banyak ya. Tapi yang
paling masyhur adalah Abdurrahman.
Makanya dipanggil julukan dengan Abu
Abdurrahman. Manakah yang lebih utama
dan lebih tinggi kapasitas keilmuannya
tentang Al-Qur'an antara Abdullah bin
Mas'ud dan Abdullah bin Abbas? Bukankah
Abdullah bin Abbas didoakan Nabi
sallallahu alaihi wasallam agar fqih dan
ahli takwil Quran dan dijuluki Albahar,
Samudra Ilmu? Dan terdapat tafsir Ibnu
Abbas yang sangat masyhur dan tidak ada
kitab tafsir Ibnu Mas'ud. Kalau kita
lihat dari riwayat-riwayat, dua-duanya
insyaallah punya kedudukan. Tapi kita
tidak mengatakan mana yang lebih utama
atau mana lebih tinggi. Tapi dari
pernyataan Abdullah bin Mas'ud dan tidak
ada yang pungkiri masar itu di kalangan
sahabat kalau beliau mengambil 70 surah
Al-Qur'an. Dan Ibnu Mas'ud lebih fokus
ke masalah ee surah-surah itu di mana
turun gitu kan. Ke siapa turun tadi kan
disebutkan begitu ya. Kemudian apa
tujuannya turun? Kalau Abdullah bin
Abbas lebih ke masalah ee ee hukum
fikihnya. Karena Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan sambil pegang
dadanya nanti kita bahas. Abdullah bin
Abbas radhiallahu anhuma dikatakan
Allahumma faqqihu fiddin. Ya Allah
berikan dia pemahaman dalam agama secara
global. Berarti masuk dalam Al-Qur'an,
masuk dalam sunah, masuk dalam segala
macam. Abdullah bin Mas'ud lebih fokus
ke masalah Al-Qur'an. Masalah Abdullah
bin Abbas punya tafsir memang itu karena
ada ee desakan dari beberapa muridnya
Abdullah bin Mas'ud. Memang tidak ada
pada saat itu bahasa-bahasa dari
orang-orang di sekitarnya untuk menyusun
sebuah tulisan dan itu memang karunia
Allah diberikan kepada Abdullah bin
Abbas. Tapi bukan berarti ini lebih baik
dari yang satunya. Mudah-mudahan
semuanya memiliki kedudukan tinggi di
sisi Allah Subhanahu wa taala.
Mengapa Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali
kedudukannya lebih tinggi dari Abdullah
bin Mas'ud? Padahal Abdullah bin Mas'ud
adalah sahabat yang paling tahu
Al-Qur'an dan sangat luas ilmunya.
Apakah ini menunjukkan Abu Bakar, Umar,
Utsman, dan Ali jasa dan ibadahnya lebih
banyak dan keikhlasan mereka lebih luas,
lebih luar biasa daripada Abdullah bin
Mas'ud? Mohon penjelasannya,
Ustaz. Baik. Yang dibawa dicoret. Ini
tentu karunia dari Allah ya yang
menyampaikan kepada kita kalau Abu
Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalha, Zubair
dan 10 orang jaminan surga ini dan
Abdullah bin Masud tidak masuk dapat
jaminan surga situ. Itu itu Nabi
sallallahu alaihi wasallam menebutkan
dan kita mengatakan orang-orang ini
lebih baik daripada Abdullah bin Mas'ud
karena memang pengakuan Nabi sallallahu
alaihi wasallam ada wahyu yang
menyampaikan dan pengakuan para sahabat.
Abdullah bin Mas'ud dianggap sebagai
ulamanya muslimin. Makanya dia juga
mengatakan, "Saya telah menerima 70
surah Al-Qur'an langsung dari mulut Nabi
sallallahu alaihi wasallam dan tidak ada
yang lebih mengetahuinya daripada saya."
Artinya orang-orang akan mengambil ilmu
dari saya dari masalah itu. Tapi saya
bukan terbaiknya sahabat. Saya bukan
terbaiknya sahabat. Karena memang 10
orang jamanah surga yang sudah kita
bahas di jilid pertama buku kita tidak
masuk Abdullah bin Mas'ud. Tapi bukan
berarti mengurangi kadar kedudukan
beliau radhiallahu anhum
ajmain. Apakah sahabat yang doanya
mustajab pernah berdoa untuk umat
Muhammad setelah mereka atau berdoa
untuk kita? Saya Allahuam tidak pernah
temukan secara khusus ya. Apakah memang
Abdullah bin Mas'ud pernah menyebutkan
agar umat Muhammad sallallahu alaihi
wasallam nanti akan datang diselamatkan
dari fitnah? Allahuam. Ya, karena memang
ada sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyebutkan, "Nanti akan kalian
menghadapi fitnah-fitnah seperti malam
yang gelap selaku meninggal." Dan para
sahabat memahami masalah itu. Artinya
akan ada masalah-masalah yang dihadapi.
Maka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Ketahuilah kalau fitnah
sedang terjadi. Orang yang duduk lebih
baik daripada orang yang berdiri, ya.
Dan orang yang ee di rumah lebih baik
daripada orang yang di luar. Dan kalau
kalian temuin, maka patahkanlah
pedang-pedang kalian." Maksudnya kalau
terjadi fitnah di antara kaum muslimin
saling bunuh-membunuh maka jangan
ikut-ikutan dan sahabat tahu itu akan
terjadi. Sahabat pada tahu itu akan
terjadi. Allahuam. Ya, saya tidak pernah
temukan
riwayatnya. Bagaimana langkah-langkah
untuk meningkatkan sifat wara tawadu
dalam kehidupan sehari-hari? Seperti
Abdullah bin Mas'ud tadi sampaikan. Jadi
kasusnya adalah nuntut ilmu. Nuntut
ilmu. Ilmu ini, Teman-teman, luas
sekali. Kata para ulama, ilmu agama ini
seperti titik putih yang kecil di tembok
yang hitam. Dari jauh kita seperti
putih, tapi kelihatan kecil karena
temboknya warna hitam semua. Ini
kehidupan dunia hitam dia titik putih
bercahaya. Tapi kalau kita masuk ke
dalam titik itu, kita akan temukan dia
sebuah lautan yang luas. Maka keluarlah
statement mereka mengatakan ilmu agama
kalau kau berikan seluruh hidupmu
untuknya dia hanya memberikan kepadamu
setengahnya karena ilmu tidak bisa kita
tinggalkan ilmu ini. Yang kedua, amalkan
ilmu. Berapa lama sudah kita atau berapa
kali kita dengar tentang salat malam,
tentang sodqah, tentang salat duha,
tentang bakti orang tua? Sudah diamalin
belum? Banyak orang sudah tahu hukumnya.
Kalau kita bilang muslimin mungkin di
jalan salat tahajud, oh iya saya juga
pernah dengar. Tapi enggak diamalin.
Ilmu amalkan. Kemudian bentuk komunitas
itu insyaallah akan lebih bisa untuk
warak dan
zuhud. Saat kita merasa risi waktu
dipuji, disanjung seseorang di hadapan
orang banyak, apakah itu termasuk tawadu
atau wara? Iya. Tentu saja kalau memang
ada orang memuji kita lalu kemudian kita
mengatakan sudahlah jangan disebutkan
atau kita merasa risih. Itu sebuah tanda
tawadu, merendah. Malah sebaliknya
sombong kalau seseorang begitu dipuji
malah dia busungkan dadanya gitu. Malah
dia tunjukkan kalau dia hebat malah dia
yang ceritakan sendiri. Nah, ini hal
yang bertolak belakang. Insyaallah
termasuk masalah tawadu. Apa yang harus
kita ucapkan saat ada orang yang memuji
kita di depan kita kepada orang di depan
orang banyak? Apakah kita perlu
menyangkalnya? Apakah kita apa apakah
jika kita menyangkalnya
termasuk apa ini?
termasuk orang yang tidak mensyukuri
ketetapan
Allah. Baik, tentu saja boleh kita
menyangkalnya dan menyangkalnya dengan
cara bukan berarti mengatakan ah itu
tidak benar. Bukan. Kita mengatakan
sudahlah itu karunia Allah. Kita alihkan
pembicaraan itu yang boleh. Tapi
menyangkalnya dengan mengatakan itu
tidak benar itu tidak boleh juga. Karena
kita tidak boleh menyangkal sesuatu yang
benar.
Bolehkah kita beristigfar dalam hati
saat ada orang yang memuji agar tidak
ada kesombongan dan kebanggaan diri?
Setahu saya istigfar adalah zikir. Zikir
ibadah badan. Hati ikuti dengan
keikhlasan. Tapi lisan kita mengucapkan
astagfirullah dengan lisan gitu.
Astagfirullah dengan lisan. Tentu
semestinya setiap muslim memahami
teman-teman ya. Tidak boleh kita puji
orang di hadapan orang lain.
Kha puji di belakang. Itu yang penting
yang tadi Umar bin Khattab sudah
tunjukkan bisa Umar bilang kan nih sudah
datang bejana penuh dengan ilmu Abdullah
bin Mas'ud tapi tidak bilang bercanda
sama Abdullah Mas'ud begitu pergi baru
dia katakan orang ini luar biasa ini
bejana yang penuh dengan ilmu. Ambil
ilmu dari dia. Penuh dengan fikih yang
seperti itu. Jadi lebih baik setiap
muslim harus paham. Jangan puji
saudaranya di
hadapannya. Mengenai Abdullah bin Mas'ud
yang tidak ingin menambah atau
mengurangi satu kata dari hadis. Apakah
ketika memberikan nasihat dengan hadis
kita harus seperti itu? Bagaimana jika
sedikit lupa? Tentu saja ya sebaiknya
begitu ya. Abdullah bin Mas'ud sempat
mengatakan atau seperti yang dikatakan
oleh Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam dan ini ulama hadis sudah
katakan kalau seseorang sempat ragu
dengan lafaz hadis dia boleh mengatakan
a kama qalan nabiyu sallallahu alaihi
wasallam atau seperti yang dikatakan
atau disabdakan oleh Nabi sallallahu ala
alihi wasahbihi wasallam. Jadi boleh
kita mengatakan itu ya, boleh kita
menukil tetapi jangan sampai kita tidak
yakin ini bukan kita yakin ini bukan
hadis atau lebih cenderung kepada
keyakinan bukan hadis tetap kita
sampaikan itu jangan. Karena kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, man kadaba
alai
mutaamidan minanar. Siapa yang berbohong
tentang saya gitu kan, maka dia sengaja
secara sengaja katakan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabda tapi
Nabi tidak bersabda maka dia pilih
tempatnya di neraka.
Was Ibnu Mas'ud kepada anaknya adalah
membaca surah Al-Waqiah setiap malam
agar terhindar dari kefakiran. Apakah
wasiat ini benar? Kenapa kita
diperintahkan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam untuk mengitu wasiat
Ibnu Mas'ud? Saya tidak pernah temukan
ini. Apakah ada wasiat Ibnu Mas'ud untuk
anaknya baca Al-Waqia'h setiap malam?
Allahuam. Di buku kita juga tidak
dibahas. Dan selama saya kumpulin
data-data tentang Ibnu Mas'ud, saya
belum pernah temukan wasiat ini. Gitu
kan. Wallahuam. Dan saya temukan
riwayat-riwayat yang berbicara tentang
bahwasanya al-waqi' bisa mendatangkan
rezeki ya atau menghilangkan kefakiran
ini masih dilemahkan oleh para ulama
hadis ya. Tapi Al-Waqia'ah surah mulia
dalam Al-Qur'an. Surah mulia dalam
Al-Qur'an yang sahih tentang masalah
almulk yang bisa menyelamatkan dari
fitnah kubur gitu kan. Al-kahfi yang
bisa menerangi wajah antara kita dengan
Ka'bah di malam Jumat dan selamat dari
fitnah Dajjal di hari Jumat. Nah, itu
semua riwayat-riwayat yang sahih. Tapi
tetap surah-surah ini surah mulia ya.
ini insyaallah coba saya cari tahu siapa
tahu memang riwayat ini benar karena
keterbatasan ilmu insyaallah juga ini
jadi PR saya di pertemuan akan datang
saya coba ee bahas
nanti. Kenapa kita harus mengambil
wasiat Ibnu Mas'ud? Ya ituu perintah
baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Sama saja. Kenapa Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Kenapa kita harus yakin 10
orang dijamin masuk surga? Berarti jamuk
surga. Karena Nabi sampaikan dan
teman-teman sekalian apa yang Nabi
sallallahu alaihi wasallam sampaikan
masuk akal atau tidak masuk akal, mudah
dicerna atau tidak mudah dicerna tetap
saja itu harus diyakini. Allahuam
bissawab. Alhamdulillah pas waktunya
ya. Jadi supaya tidak ada yang bertanya
lagi ya.
Baik, kita berdoa kepada Allah subhanahu
wa taala teman-teman sekalian. Semoga
apa yang kita bahas hari ini bermanfaat
buat kita semua dan semoga Allah
mengikhlaskan niat kita sehingga apapun
yang kita pelajari bisa bermanfaat dan
dijadikan sebagai tambahan amal di hari
kiamat nanti. Kita berdoa kepada sang
pencipta Allah agar seluruh amal yang
pernah kita kerjakan diterima olehnya
dan yang akan kita kerjakan dan semua
dosa yang pernah kita lakukan juga
dimaafkan dan diganti dengan
kemakmurannya menjadi pahala. Kita
berdoa agar Jakarta secara khusus
diberikan pemimpin yang adil yang
beriman kepada Allah. Amin. Dan semoga
Allah subhanahu wa taala menjadikan
momen yang telah dijadikan atau telah
terjadi di Jakarta ini sebagai sebab
penyatuan kaum muslimin. Dan semoga
Allah ee mengikhlaskan semua niat yang
telah membela Al-Qur'an dan juga
menjadikan itu sebagai tambahan amal
mereka di hari kiamat. Allah juga
tinggikan derajat semua muslimin yang
berusaha untuk mempertahankan Al-Qur'an
dari kehinaan dan juga semoga Allah
Subhanahu wa taala memberikan hidayah
orang-orang yang belum tersentuh untuk
itu. Serta semoga Presiden dan seluruh
jajaran pemerintahan diberikan hidayah
untuk kembali kepada Al-Qur'an dan sunah
dan Islam. Kemudian semoga Indonesia
menjadi contoh bagi negara yang lain.
Kita juga mendoakan saudara kita di
Palestina, di Syria, di Yaman, di Irak,
di Myanmar, di Aqsa, di mana pun mereka
berada sedang tertindas. Semoga Allah
ikhlaskan niat mereka, terima para
syuhada mereka, muliakan Islam di tangan
mereka dan tangan kita semua. Dan semoga
Allah partisipasikan kita bersama mereka
di pahala baik dengan doa atau duga
dengan jiwa kita. Dan semoga Allah yang
saya yakin sedang melihat kita karena
memang Dia maha melihat, yang sedang
mendengar kita karena memang Dia Maha
mendengar dan juga maha mengetahui
karena nikmat Dia mengetahui segala
satunya agar menyatukan kita semua yang
hadir di sini dan yang mengikuti juga
ceramah-ceramah kita di YouTube ini agar
disatukan di surga firdausnya tanpa
hisab. mana yang satukan kita di majelis
ilmu yang mulia ini. Walaupun benar dari
Allah kalau saudar dari saya mohon
dimaafkan. Subhanakallahumma wabihamdika
ashadu alla ilahaillallah. Astagfirullah
atubu ilaih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.