Transcript
uTk9werd93I • Cara BEBAS JERATAN UTANG & Pensiun Dini (Modal Gaji UMR)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0808_uTk9werd93I.txt
Kind: captions Language: id Di video sebelumnya yang ini gue sempat spill sedikit salah satu strategi investasi yang bisa loin buat bebas finansial dan pensiun dini. Dari banyaknya komen, ada satu pertanyaan yang paling sering ditanyain, "Bang, [musik] gimana sih caranya nabung modal R200 juta buat investasi?" Jujur aja ngumpulin modalnya ini emang cukup tricky ya, apalagi buat lo yang sekarang masih jadi karyawan dengan gaji sedikit di atas UMR. [musik] Semisal lo cuma bisa nabung R1 juta per bulan, lo setidaknya butuh 16 tahun buat achieve R200 juta. [musik] Itu pun baru buat modalnya. dan belum dihitung inflasi yang mungkin duit R00 juta itu nilainya udah gak R00 juta lagi. Tapi tenang aja di segmen Cycl Finance kali ini gue bakal bedah lengkap strategi investasinya dari nol. Mulai dari cara ngumpulin modalnya, alokasi aset investasinya [musik] sampai ke tips lainnya biar lo kagak boncos. Dan pastinya gua bakal bikin tips ini lebih praktikal lagi ya, terutama buat lo yang menempuh jalur karyawan biasa. So, enjoy the video dan tonton sampai habis ya. Welcome to psychology [musik] of finance. Pertama kita bahas dulu dari cara ngumpulin modal investasinya. Ya, sebagai karyawan biasa, strategi yang cuma ngandelin sisa gaji bulanan buat nabung dan ngumpulin R00 juta itu tuh bakal kelamaan banget. Nabung itu bagus, tapi impact-nya gak akan terlalu signifikan kalau nominalnya gak terlalu gede. That's why cara paling efektif buat ngumpulin modal di sini adalah dengan ningkatin income. Nah, pertanyaannya gimana caranya ningkatin income sebagai karyawan? Daerah kapitalisme ini secara umum jalannya itu cuma ada dua. Pertama, lo harus naikin gaji utama ya di kerjaan lo sekarang atau lo cari side hassle buat nambah penghasilan. Nah, terus gimana nih caranya biar lo punya chance yang besar buat dapetin dua hal itu? Sadly, kerja keras aja enggak cukup ya. Lo setidaknya butuh fokus sama tiga hal ini. Pertama, kuasai marketable skill. Pelajari skill yang dibutuhkan banyak orang atau industri dan orang mau bayar buat skill itu. Semakin langka dan susah skillnya, biasanya bayarannya bahkan semakin gede. Ada beberapa prinsip yang bisa lo pegang. Pertama, jangan fokus ke skill teknis yang udah bisa digantiin AI. Kalau lo sekarang adalah copywriter atau desainer, coba deh mulai belajar AI yang benar. Yang kedua, masuk ke industri yang lagi growing. Hindari industri-industri yang udah terlalu konvensional, ya. Misalnya kayak media cetak yang bakal kegerus sama digital atau manufaktur padat karya yang rentan banget digantiin otomasi atau robot. Lu perlu fokus cari industri yang growth-nya tuh lagi kencang. Misalnya kayak sektor energi ya, terutama di green energy dan juga mineral yang strategis. Data gaji tahun 2025 nunjukin peran renewable Energy engineer itu digaji rata-rata 12 sampai 25 juta per bulan. Yang kedua adalah teknologi dan AI. Role kayak AI and machine learning engineer [musik] itu punya kisaran gaji 15 sampai R juta per bulan. Permintaannya itu tinggi, tapi suplly talenta yang jagonya itu masih dikit. Basic supply demand ini bikin harga mereka itu jadi lebih mahalnya. Intinya kalau lo kerja di sektor yang industrinya lagi naik daun, standar gaji dan bonusnya juga otomatis bakal keangkat naik. Beda jauh sama industri yang lagi struggle buat survive ya. Jangan buang [musik] waktu buat nguasain skill yang enggak ada duit plus enggak ngasih low leverage. Yang kedua, pilih kerjaan dengan unlimited upside. Kesalahan terbesar banyak orang adalah terjebak di pekerjaan yang menukar waktu dengan uang yang gajinya itu tetap atau flap. Di mana mau sekeras apapun lo kerja, income lo itu udah ada patok segitu doang. Mulai sekarang cari posisi atau peran yang punya unlimited upside. Misalnya kayak profesi sales atau bisnis development ya. Income lo itu enggak dibatasin sama standar HR tapi berbasis komisi. Makin gede penjualan lo, makin gede juga uang yang bakal lu bawa pulang. Selanjutnya juga lo bisa buka bisnis ya. Kalau lo punya nyali lebih, misalnya bisnis ini bisa jadi kerjaan sampingan lo. Di sini lo punya leverage penuh atas income [musik] lo. Batasnya cuma seberapa besar value yang bisa lo kasih ke pasar. Dengan punya unlimited upside, lo bisa mengakselerasi proses pengumpulan modal R200 juta tadi [musik] jauh lebih cepat dibanding cuma nunggu kenaikan gaji tahunan. Yang ketiga, luangin waktu buat belajar trading dan investment. Dan ini tips yang menurut gua paling krusial ya. Punya income gede dari industri bagus dan kerjaan sales itu percuma kalau lu buta secara finansial. Jangan sampai nih lo sibuk cari duit tapi lupa cara bikin duit itu kerja buat lo. Mulai sekarang paksa diri lo meluangkan waktu entah itu di weekend atau malam hari buat benar-benar belajar ilmu teknis soal trading dan investasi. Kenapa? Karena skill inilah yang bakal jadi growth engine buat ngubah modal kerja keras lo tadi jadi dana pensiun yang bikin lo bisa bebas finansial secara cepat. Nah, kalau modalnya udah mulai kekumpul, sekarang waktunya kita ngobrolin soal strategi. Tapi jujur deh, lu ngerasa enggak sih belakangan ini itu cari cuan itu rasanya jauh lebih berdarah-darah ya dibanding 5 sampai 10 tahun yang lalu. Dulu tahun 2015 sampai 2019 kita dimanja sama era bakar duit. Startup itu berlomba-lomba ya. Kasih gaji gede, bunga bank juga rendah, saham teknologi juga terbang ya to the moon ya. Terbang ke bulan. Lu beli saham apa aja terus merem lu bisa dapat cuan. Tapi masuk ke 2024 sampai 2026 ceritanya itu beda total. Kita dihajar sama tech winter, gelombang layof di mana-mana karena AI. Harga beras dan bensin juga terus naik ya. Tapi gaji kita ya segitu-gitu aja. Banyak investor baru yang boncos parah karena maksa pakai strategi tahun 2015 di kondisi sekarang yang lagi keos. Dan menariknya kejadian ini bukanlah sebuah kebetulan. Siklus ini sudah diprediksi dari zaman dulu dan disebut sebagai siklus banner. Anggap aja ini ramalan cuaca ekonomi ya. pasar itu ada musimnya, ada musim panen atau musim growth kayak tahun 2010-an. Ada juga musim paceklik atau musim krisis kayak sekarang di mana nyari cuan itu udah susah banget. Di musim paceklik kayak gini, strategi nabung saham biasa itu bisa bikin duit lo itu nyangkut bertahun-tahun. Lo butuh strategi perang yang bisa survive mau kondisinya itu lagi damai atau lagi hancur. Ibaratnya strategi yang portofolionya itu allat bisa bertahan di segala cuaca. Dari segala macam strategi, ada satu strategi allweather yang lumayan terkenal. Strategi ini disebut The Dragon Portfolio dari Riset Artemis Capital. Mereka itu ngebagi ekonomi jadi dua makhluk mitologi biar gampang kita pahami. Yang pertama ada si ular yang merepresentasikan masa damai dan juga si elang yang merepresentasikan masa krisis. Si ular ini adalah periode peace and growth. Inflasi itu rendah, suku bunga turun, dan globalisasi lancar. Ciri-cirinya lo beli saham apa aja, diam aja harganya bakal naik. By the deep selalu berhasil. [musik] Era ini terjadi di tahun 1984 sampai 2019. Generasi boomer dan milenial awal dimanjain banget nih sama periode ular. Makanya saran nabung saham itu populer banget ya di masa itu. Yang kedua adalah si Elang. Ini adalah predator yang makan si ular. Ini periode change and volatility. Inflasi itu tinggi, kortik geopolitik, perang dagang, dan juga populisme. Ciri-cirinya saham bisa sideways atau hancur bertahun-tahun kayak tahun 1970-an ya. Strategi lama udah enggak manjur lagi ya. Down uang cash juga udah turun banget nilainya karena inflasi. Sekarang di 2026 kita resmi masuk ke era elang di mana data ekonomi juga nunjukin inflasi masih lengket ya susah turun dan komoditas juga udah jadi rebutan negara. Kalau lu sekarang cuma megang portofolio standar misalnya kayak 60% saham, 40% obligasi, lo berada dalam bahaya. Kenapa? Karena di era inflasi yang tinggi, harga saham dan harga obligasi itu bisa jatuh barengan. Dan solusinya, lu butuh aset yang bisa hidup di segala cuaca. Strategi yang menggabungkan defense, kestabilan, [musik] dan juga offens pertumbuhan. Kita bakal bedah teknisnya. Di section berikutnya kita bakal coba bedah teknik alokasi aset Dragon portofolio versi karyawan biasa yang bisa lo langsung eksekusi sekarang juga. Pertama, equity link 24%. Pilar pertama ini adalah saham fundamentalnya. Tapi karena kita lagi di era elang atau era krisis, hindari saham growth yang cuma jual mimpi. Fokus law itu harus ke saham value dan dividen. Cari perusahaan yang cash rich alias punya uang tunai banyak dan rajin bagi dividen. Kenapa? Karena di masa krisis dividen itu adalah oksigen. Saat harga saham lagi naik turun enggak jelas, lo tetap dapat transparan uang tunai ke rekening lo. Di Indonesia, lu bisa cari saham-saham pembayar dividen loyal, dividen Aristocards. Ini adalah benteng pertahanan portofolio lu yang sebenarnya. Yang kedua, lu bisa alokasiin 18% ke fixed income. Fungsinya itu ngasih lo arus kas atau yield di saat pasar saham itu lagi crash. Buat kita investor ril, salah satu cara terbaik buat masuk ke sini adalah lewat reksadana pendapatan tetap atau RDPT. Uang lo dikelola manajer investasi buat dipindemin ke negara berupa obligasi atau sukuk ya atau perusahaan besar. Jadi lo bisa dapat bunga atau kupon rutin. Kenapa lo perlu consider EDPT? Karena di 2026 sendiri saat suku buka masih relatif tinggi, yild atau imbal hasil RDPT itu lagi manis-manisnya dan seringkiali di atas deposito. Misalnya nih, ada satu data di aplikasi IKC per 9 Januari 2026. Kisi fixed income [musik] fund return 1 tahun terakhirnya itu tembus ya 11,08%. Ada juga KC [musik] fixed income fund plus return-nya tuh 10,63%. Ada juga Ais Prime Bond 11,06% dan Pinecle Indonesia Bond Fund 10,28%. Lu bayangin ya dapat return 10 sampai 11% dengan resiko yang jauh lebih rendah dari saham gorengan. Lu bisa beli produk-produk ini langsung aja di menu Rexaden aplikasi ITC dan juga di sana ada 43 pilihan produk yang bisa lo pilih. Yang ketiga, lu bisa alokasiin 18% di commodity trend. Ini komponen yang sering banget dilupain investor retail ya, tapi wajib ada di era elang. Mereka nih untung di saat harga barang-barang itu lagi naik karena inflasi. Strateginya [musik] beli saham-saham komoditas di sektor energi dan juga mineral. Misalnya nih saham kayak energi terbarukan atau batu bara dan minyak yang efisien ya atau juga penambangan mineral strategis kayak nikel dan juga emas. Saat harga komoditas global naik, saham-saham ini biasanya bakal panen raya. Yang keempat, lu bisa alokasiin 19% ke gold atau emas [musik] ya. Hampir 1/5 portofolio lo itu harus masuk dalam bentuk emas. Emas itu fungsinya sebagai penelindung nilai mata uang. Kalau rupiah atau dolar itu jatuh nilainya karena [musik] kebanyakan dicetak, emas itu bakal to the moon. Ini asuransi lo kalau sistem keuangan global itu lagi kaos. Yang kelima, yang terakhir, lo bisa alokasiin 21% ke long volatility. Ini porsi yang paling unik ya dan paling besar. Long volatility ini artinya lu untung kalau pasar lagi gila. Buat para hedge fund ini tuh isinya option ya. Tapi buat kita dari retail, ini terjemahan dari aggressive trading and [musik] cash. Sisihkan dana ini buat trading saham jangka pendek yang gorengan atau second liner ya, yang fluktuatifnya tinggi. Kalau benar, lu bisa dapat cuan ratusan persen. Pertanyaan selanjutnya adalah di mana nih tempat yang oke buat invest? Sekarang itu udah banyak banget ya aplikasi yang mempermudah lu buat investasi. Salah satunya adalah aplikasi IKISC [musik] atau KIS Sekuritas. IC ini udah cukup aman dan worth iturut gue karena mereka udah diawasi sama OJK, udah pengalaman 50 tahun plus ya di pasar global dan ternyata biaya transaksinya itu paling murah seI-ndonesia. Lu enggak perlu ribet ya buka banyak akun di tempat yang beda-beda. Di sini lu bisa beli saham, reksa dana sampai obligasi [musik] cuma dari satu aplikasi aja. Buat lo yang mau coba, langsung aja ya download aplikasinya udah gue taruh di link [musik] description box yang ada di bawah. Kesimpulannya, strategi ini tuh bakal bikin portofolio lo di 2026 kelihatan kayak gini. 42% portofolio lu ada di saham ya. Gabungan dari 24% blue chip dan 18% [musik] komoditas. Semuanya lu bisa beli di ICC. 18% portofolio lu ada di Rxadana fixed income. Ini [musik] juga bisa dibeli di ICC. 40% sisanya lo pecah ke emas dan aset agresif kayak trading atau juga crypto. At the end of the day, by the teori si ini kelihatannya gampang banget ya. Tapi jangan [musik] lupa yang namanya investasi itu pasti selalu ada resiko. Buang jauh mindset lu bisa kaya [musik] dengan insan. Mentang-mentang tadi gua udah rekomendasiin strateginya. Bukan berarti lu bisa beli sekarang, besok langsung kaya. Saham itu fluktuatif, bisa naik, bisa turun. Jadi, do your own research juga ya. Karena semua yang gue sampaiin ini bukan financial advice. Lu juga perlu selalu perhatiin kondisi makro ya. Ingat cerita tentang langdang ular tadi. Ekonomi itu ada musimnya. Jadi di tahun 2026 ini cuaca ekonomi itu lagi enggak menentu. Ya, jangan maksa all in ke satu aset kalau beritanya itu lagi jelek banget. [musik] Misal ada perang atau krisis barunya. Rajin-rajin juga ya baca berita biar lu gak buta arah. Kalau cuaca lagi buruk mending banyakin berteduh di reksadana atau emas dulu. Lu juga harus pertimbangin profil resiko lu ya. Rumus naga tadi 42% saham, 18% reksa dan lain-lain itu cuma panduan dasar. Lo harus sesuaikan sama diri lo sendiri, sama profil risiko lo sendiri. Kalau lo itu tipenya penakut dan enggak bisa tidur kalau lihat ngusikit, kurangin jatah saham, banyakin jatah reksadana pendapatan tetap, enggak harus maksa ngikutin angka yang udah gue sampaiin di awal tadi, ya. Modalnya juga gak harus trik R00 juta juga. Kalau lu ngerasa modalnya udah cukup, langsung aja gas investasi. Di aplikasi IKISC sendiri, lu bisa mulai nyicil investasi naga ini dengan modal sekecil apapun. Mau beli Sam Indo bisa, mau beli reksadana yang bungannya 11% juga bisa, atau mau ngecek harga emas dan komoditas juga lengkap. Semuanya ada dalam satu genggaman, biayanya juga murah dan fiturnya ngebantu banget buat pemula. Lo juga bisa download langsung ya aplikasi IKISC udah gua taruh linknya di description box. Kalau lo suka sama video-video finansial kayak gini, lo juga bisa tonton video lainnya di channel YouTube 1% ya, di segmen Cycle Ge Finance. Atau lo juga bisa tonton rekomendasi kita di video yang sebelah kiri atau sebelah kanan. Silakan bisa lo pilih aja sesuai dengan kebutuhan dan juga minat lo. It's all for today. Gue datang dari 100%. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa hidup seutuhnya. [musik] Tangis. Yeah.