Mengapa Banyak Orang Baik yang Bodoh & Gampang Ditipu?
p2fRsVer9qg • 2025-12-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Pernah enggak sih lo mikir, kenapa sih banyak orang baik yang nasibnya tuh selalu apes gitu? Tapi di sisi lain kok banyak ya orang jahat atau orang licik yang berakhir sukses. Kalau lo nonton film ya judulnya itu The Founder, lo bakal tahu gimana Rey Crck manfaatin keluguhan McDonald bersaudara dengan licik mainin celah kontrak, ngerebut hak nama sampai akhirnya dia sukses nendang pendiri McDonald dari perusahaannya sendiri. Dan akhirnya McD sukses sampai sekarang. Orang yang suksesnya mendunia pun juga ngalamin [musik] apes yang sama. Misalnya kayak Lisa Blackpink pernah ditipu 11,8 miliar sama [musik] ex managernya yang adalah orang kepercayaannya dia. Taylor Swift juga sama di tahun 2019 hak master dari enam album pertamanya itu diambil alih sama Scooter Brown yang akhirnya Tayor ngabisin duit sekitar R,8 triliun buat dapetin lagi hak master dari albumnya. Ini adalah fakta pahit yang kejadiannya tuh ada di mana-mana. Di kerjaan. Lu bisa jadi yang paling rajin, murah senyum, atau suka membantu. Tapi pas giliran promosi jangan kaget ya kalau yang naik malah teman lo yang cari pintar muka atau munafik. Nah, makanya jangan heran kenapa kok kayaknya banyak ya orang jahat yang sukses ya. Karena orang baik itu terlalu naif, gampang ditipu, dan juga mudah dijahatin. Sekalinya ada celah, ya orang baik ini bisa hancur dan dimanfaatin sama orang likik. Nah, pertanyaannya apakah di dunia ini orang baik itu sama dengan ditakdirkan susah buat sukses atau sebenarnya ini masalah sistem di dunia modern yang udah korup dan kebablasan? Welcome to kelas kehidupan bayar 1%. Enjoy. Di Indonesia kita itu seringkiali dilatih untuk jadi baik. Kalau ada barang hilang, ya udah ikhlasin aja. Kalau ada yang jahatin kita di kantor, ya udah balas dengan kebaikan. Ada juga istilah biar Tuhan aja deh yang balas di akhirat. Istilah ini kalau dipikir-pikir ya enggak salah sih. Bahkan mindset kayak gini juga bisa menenangkan mental kita ya pas kena musibah. Tetapi ada satu filsuf namanya Nietzs yang berkata lain, "Kalau mindset lo begitu, itu mah bukan baik. Lo cuma lemah aja." Menurut Niet, mindset kayak gini tuh lahir gara-gara konsep agama. Kita selalu diajarin buat memaafkan, buat menerima, mengikhlaskan. Dan menurut Ice, hal itu tuh toxic sebenarnya. Kenapa? Karena ya menurut dia itu tuh mindset orang lemah alias mindset budak. [musik] Jadi di bukunya Nietzsche itu ada ngenalin dua istilah, master morality dan juga slave morality. Sifat yang baik menurut Nietzsche adalah ya jadi orang berkuasa dan punya banyak uang. Jangan lemah, harus punya [musik] pribe. Dan inilah yang disebut sebagai moralitas tuan. Sementara itu, moralitas budak itu sebaliknya. Karena banyak orang di dunia ini atau para budak-budak ini enggak punya kekuasaan, enggak punya uang, ya yang bisa mereka lakukan adalah membalikkan fakta. Sifat-sifat si tuan yang gagah dan berkuasa tadi itu dicap jadi jahat. Sedangkan sifat lemah mereka kayak pasrah, patuh, atau sabar itu dibranding jadi baik. Nah, itu adalah namanya moralitas budak. Simpelnya, lu juga sebenarnya tuh pengin kaya, lo pengin jadi berkuasa, bahkan kalau dikasih kesempatan jadi pejabat, mungkin lu bakal korupsi juga. Tapi karena alam bawah sadar lu udah dicekokin sama narasi-narasi perbudakan yang dianggap normal, akhirnya lu pun menyerah sama mimpi lu. Bahkan lu sampai menganggap kalau jadi lemah itu baik, mengalah itu baik, miskin itu baik karena ya nanti lu bisa masuk surga gitu. Gitu kan ibaratnya. Padahal diam-diam lo sendiri juga tahu kalau sifat baik itu hadir karena lu lemah, bukan karena lu emang baik. Yang serunya lagi di era modern ini bukan hanya ada dua moralitas budak dan tuan, tapi muncul satu moralitas yang menarik yaitu adalah moralitas pendeta. Apa maksudnya? Kita bakal coba bahas di section selanjutnya. Karena orang baik itu lemah, banyak dari mereka yang akhirnya cari pelindung [musik] yang bisa wakilin suara mereka. Kita bisa sebut orang-orang ini sebagai kasta [musik] pendeta atau pris. Biasanya para pris ini muncul sebagai idol, ustaz, motivator, aktivis, influencer, atau profesor yang bergelar tinggi. Biasanya manusia-manusia yang memegang moralitas budak ini berharap pris ngebela mereka yang ada di masyarakat. Dan para kasap pendeta ini pun seringki membranding diri mereka sebagai pembela dan juga penolong masyarakat. Nah, tapi plot twist-nya Nietzs juga bilang kalau Pris itu justru adalah orang yang paling jahat dan paling membenci orang lain. Dan bahkan lo sadar enggak sih kalau sekarang banyak idola dalam tanda kutip yang lu mungkin dulu idolain tapi sekarang berkhianat. Mereka sekarang enggak lagi mewakili suara lo, tapi jadi bagian orang yang menindas lo juga. Bahkan misalnya tuh [musik] kayak dulunya tuh orangnya aktivis tapi sekarang jadi anggota DPR dan berubah. Misalnya ada pemuka agama yang dulu fokusnya ke ajaran agama. sekarang jadi pengelola tambang atau sebelumnya juga ada orang influencer ya yang enggak pernah cari sensasi tapi sekarang tiap ada sensasi ya itu dikonten ya. Jadi polanya seringkiali memang begitu dan itu enggak salu negatif sih ya tapi jarang-jarang sih yang kayaknya itu positif setelah masuk politik atau dikasih ketenaran. Sebenarnya sisi pelimpan dari kasa pendeta ini udah dijelasin sama Rene Jirard. Dia bilang manusia itu adalah makhluk copy paste atau peniru. Id lu itu meski termasuk kasta pendeta itu sebetulnya enggak ada bedanya sama kasta tuan atau oligarki. Mereka merasakan enaknya punya uang, kekuasaan, dan ketenaran. Dan jangan heran ya kalau dari sana eventually mereka ini akan masuk ke politik dan jadi bagian dari kekuasaan juga. Tapi, Bang, idola gue enggak jadi bagian dari oligarki [musik] kok. Dia malah ngekritik pemerintah sampai berantem sama influencer lain yang pro pemerintah. Nah, ini nih yang menarik. Kelihatannya sih mungkin banyak dari kasta pendeta ini yang emang musuhan ya sama kasta tuan. Tetapi sebenarnya Ten Jirard itu bilang kalau ya mereka sama-sama aja istilahnya ya same different toilet lah. Kepercayaan mereka mungkin beda ya di beberapa hal tapi cara mereka buat dapetin apa yang mereka mau itu masih sama. Sama-sama haus atensi dan engagement. Sama-sama manfaatin sosmate kayak TikTok beserta cliper-clipper dan juga para buzer-bzernya. Sama-sama framing narasi tertentu dan juga sama-sama saling serang dan juga adu mulut. Kalau dipikir-pikir ya akhirnya sama-sama aja. Makanya kemarin ya muncul istilah yang namanya performative activism ya. Jadi aktivis tapi nyatanya lebih ke riding the wave aja tanpa dampak yang begitu berarti. Rakyat akhirnya adu mulut tapi yang untung ya dia karena dapat atensi besar. Dan posisi kita sebagai orang baik yang lemah tadi cuma jadi penonton yang diadu domba aja sama orang-orang ini. Dan siapa yang akhirnya paling dirugikan? Ya adalah kita rakyat biasa yang tidak menjadi master ataupun jadi pendeta ya. Yaitu para slave yang akhirnya dirugikan. Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lu yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya, sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam psikotes premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lu lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lo bisa ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi setiap lu beli, lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin reportnya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium buat info lebih lanjut. [musik] Lo udah sadar kalau selama ini lo itu cuma lemah. Lu juga udah tahu kalau pelindung lo alias idola lo sekarang ya, si Pris tadi ternyata enggak bisa bantu lo karena mereka juga serakah. Nah, terus pertanyaannya, apakah lo harus jadi orang jahat biar enggak bodoh dan sukses? Tentu jawabannya enggak kayak gitu ya. Kalau bisa sih lo jangan jadi orang yang jahat dan merugikan orang lain. Nice juga enggak pernah nyuruh lu jadi penjahat. Dia cuma nyuruh lo jadi manusia yang modern. Manusia modern itu maksudnya gimana? pertama, lo punya pemikiran dan impiannya sendiri. Dan yang kedua, bebas dan enggak terjebak [musik] sama pendapat orang lain atau kebiasaan lama yang mengekang manusia. Ini yang Nietzsche sebut sebagai Ubermans atau manusia unggul. Nah, bedanya orang baik yang lemah tadi adalah lo punya keinginan untuk sukses dan lo punya skill yang oke buat dapetin itu. Kejar karir lo, cari duit yang [musik] banyak, dan juga asah otak lo. Jangan lagi-lagi bilang kalau ah uang itu enggak penting. Yang penting itu hati yang bersih. Apalagi kalau diam-diam sebenarnya lu juga pengen duitnya, gitu. Nah, kalau kayak gitu ya itu adalah mental budak. Jadilah baik karena memang lu baik, bukan karena lu lemah dan gak bisa ngapa-ngapain. Kalau lo mau tahu perspektif lain tentang orang baik yang susah buat sukses, lu juga bisa coba nonton video 1% yang ada di sebelah kiri ini ya. Atau lu juga bisa cek rekomendasi kita yang ada di sebelah kanan. Silakan dipilih aja. That's all for this video. Gue Danang dari 1%. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa hidup seutuhnya. Thanks. [musik]
Resume
Categories