MINDSET PEBISNIS: Kenapa 90% Gagal Usaha
R1Nqu7eluKQ • 2025-10-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Lu pernah gak sih ngelihat warung bakso langganan yang rasanya tuh paling enak dan paling juara gitu di komplek lu? Eh, tiba-tiba beberapa bulan kemudian tukang baksonya tutup dan lo enggak pernah lin lagi gitu si Amang baksonya. Atau mungkin lo punya teman yang jago banget desain, dia akhirnya buka agency desainnya sendiri dan juga buka coffee shop sendiri yang kafenya tuh estetik gitu. Bahkan juga semangatnya dia tuh membara banget ya di awal buka bisnis. Eh, tapi setahun kemudian bisnisnya bangkrut. kita hampir selalu nyalahin faktor eksternal atas kegagalan sebuah bisnis. Misalnya kayak masalah modal, saingan, lokasi, atau berbagai macam alasan eksternal lainnya. Tapi gimana kalau gue bilang akar masalah dari 90% kegagalan bisnis justru datang dari dalam, yaitu dari pemiliknya sendiri. Hari ini kita bakal coba bongkar ya sebuah jebakan maut yang sering banget enggak disadari sama para pebisnis, terutama yang baru mulai. Dan setelah ini lo bakal ngerti kenapa jago bikin produk yang enak atau jago ngasih jasa itu sama sekali bukan jaminan kalau bisnis lo bakal sukses. Welcome to 1%. Enjoy membangun sebuah bisnis, ada satu asumsi yang populer, tapi sebenarnya itu bisa menyesatkan buat para pebisnis pemula. Kalau lo ngerti kerjaan teknis sebuah bisnis, berarti lo otomatis ngerti cara ngejalanin bisnisnya. Kedengarannya sih masuk akal ya, padahal faktanya jago kerja gak otomatis bikin kita itu jago bisnis. Let's say ada orang yang suka banget olahraga yoga. Kesukaannya sama olahraga yoga ini bikin dia pengin jadi instruktur. Dari situ akhirnya dia ambil ya sertifikasi instruktur yoga dan mulai dapat tuh beberapa klien dari beberapa studio tempat dia bekerja. Setelah beberapa waktu kerja dia akhirnya tuh mikir, "Gue dapat banyak klien, tapi income yang didapetin itu enggak seberapa karena ya gue kerja sama orang lain. Kayak ini bakal lebih mantap deh kalau gue buka studio yoga gua sendiri." Akhirnya dari situ orang ini buka studionya sendiri. Beberapa bulan dia buka, dia ngerasa happy ya karena ya banyak juga klien lamanya itu yang datang. Tapi setelah itu pendapatan dia mulai stuck karena ya kagak ada orang baru yang datang gitu ke studionya. Orang ini akhirnya jadi stres banget. Banyak hal yang harus dia pikirin. Dia enggak dapat untung sama sekali ya karena pendapatannya itu habis buat sewa tempat dan bayar karyawan. Dia juga bingung gimana caranya dapetin klien yoga yang baru. Dia juga bingung karena dia jadi harus ngurusin pajak dan hal-hal administrasi lainnya yang super ribet dan banyak banget gitu perintilannya. Lagi-lagi jago kerja enggak otomatis bikin kita jago bisnis. Sayangnya pebisnis pemula biasanya itu enggak berpikir panjang, apalagi di bisnis pertama mereka. Nah, terus gimana caranya kita bisa ngejalanin bisnis dengan lebih proper? Kita bakal coba bahas di section selanjutnya, ya. Biago bisnis itu beda dengan Jago Teknis. Lu harus paham kalau bisnis itu sangat kompleks dan melibatkan banyak peran. Pertama, peran eksekutor. Orang teknis di lapangan. Peran eksekutor ini seringkiali punya mindset. Yang penting kerjaan hari ini beres dan hasilnya bagus. Masalahnya biasanya eksekutor ini enggak mau repot-repot ngurusin bisnis. Dia cuman pengin sebuah tempat buat melakukan apa yang dia suka. Dan hasilnya ya dia bukan membangun bisnis, tapi akhirnya menciptakan pekerjaan buat dirinya sendiri. Dua, plan manager, orang yang bikin aturan dan juga sistem. Peran manager ini seringkiali punya mindset semuanya tuh harus rapi, rencana, dan sesuai sama aturan perusahaan. Masalahnya biasanya para manajer ini berujung bikin birokrasi yang kaku dan juga menghambat pertumbuhan bisnis. dampaknya jadi enggak ada ruang buat ide-ide baru yang mungkin gitu ya sedikit out of the box dan berantakan karena ya dia fokus banget sama efisiensi dan keteraturan sampai lupa kalau bisnis juga butuh fleksibilitas buat bertumbuh. Ketiga, peran visioner. Orang yang bikin visi jangka panjang. Peran Visioner ini seringki punya mindset bisnis ini besok mau jadi sebesar apa dan peluang baru apaagi nih yang bisa kita sikat. Masalahnya idenya bakal tetap jadi ide doang kalau enggak ada yang ngatur rencananya kayak seorang manajer dan juga enggak ada yang ngerjain eksekusinya kayak seorang eksekutor. Dia jago memulai tapi seringki enggak jago buat menyelesaikan. Kita coba balik lagi ya ke bisnis studio yoga yang sebelumnya. Biasanya banyak pebisnis yang mulai awal dari bisnis kecil ini komposisinya adalah 10% visioner, 20% manajer, dan juga 70% eksekutor. Akibatnya si pebisnis ini jadi banting tulang sendirian. Semua keputusannya harus lewat dia dan dia juga jadi battle naik buat bisnisnya sendiri. Dia gak bisa liburan, enggak bisa sakit. Nah, kalau dia berhenti ya bisnisnya juga bakal berhenti. Cara bisnis kayak gini sangat enggak efisien ya dan enggak scalable banget. Tahu biasanya juga ada orang-orang nepo baby, anak-anak papi yang akhirnya kebetulan punya modal gitu ya buat mulai bisnis. Itu komposisinya biasanya 80% visioner, 10% eksekusi dan juga 10% manajer. Apa akibatnya? Karyawannya jadi bingung, bisnisnya juga enggak jalan dan cuma keluar duit doang gitu. Biasanya bisnis ini sih bakal bertahan ya kebanyakan, tapi bukan karena bisnisnya bagus, cuma emang kuat aja gitu modalnya gak habis. Nah, terus gimana solusinya? Sebelum bahas solusinya, ini di layar gue ada beberapa pertanyaan yang bisa jadi bahan refleksi lo. Coba lo pause videonya terus lo coba cek kira-kira lo masuk ke kategori yang mana. Apakah eksekutor, manager, atau visioner. Kalau udah kita bakal coba masuk ke section berikutnya. Kunci buat keluar dari jebakan ini adalah berhenti mikirin bisnis lo sebagai sebuah pekerjaan dan mulai mikirin bisnis lo sebagai sebuah produk. Profikir dari POV karyawan dan mulai berpikir dari POV pebisnis. Ini artinya lo harus geser fokus lo dari yang awalnya bekerja di dalam bisnis menjadi seorang teknisi atau eksekutor ke bekerja membangun bisnis menjadi seorang entrepreneur atau manager. Gimana caranya? Pastikan saat berbisnis modenya adalah jago bisnis bukan jago teknis. Mindsetnya ini penting banget ya karena ini bakal maksa kita buat menciptakan sistem yang simpel, terdokumentasi, dan bisa di-copy paste sama semua orang dari cara marketing, proses penjualan, operasional dapur misalnya atau pembukaan. Jadi akhirnya bisnis law itu berubah yang awalnya people dependent ya mengandalkan low banget gitu buat kerak jadi sistem dependent gimana sistem yang bagus itu memungkinkan semua orang termasuk karyawan lo gitu ya untuk bisa menghasilkan kualitas yang luar biasa dan konsisten meskipun enggak ada pengawasan lo setiap hari setiap waktu tapi masalahnya bikin sistem yang terstandarisasi itu cuma kemewahan sebenarnya buat perusahaan raksaksa bayangin aja ya misalnya kayak McDonald's itu bikin sistem dapur dan pemesanan mereka itu kan canggih banget gitu mereka butuh tuh investasi jutaan dolar dan riset gitu ya bertahun-tahun buat level UMKM yang mungkin baru banget mulai apalagi buat pebisnis pemula ya mana mungkin gitu kan gimana caranya tapi itu dulu sekarang teknologi udah bikin semuanya jadi mungkin dan di sini gua mau coba ngenalin satu platform aplikasi yang bisa bantu lo bikin sistem bisnis berbasis teknologi namanya adalah platform system IRP atau enterprise resource planning simpelnya lu bisa coba lihat di layar ya ini adalah salah satu di kasus tools yang dibutuhin buat ngejalanin bisnis bisnis dengan aplikasi digital kayak banyak banget gitu tools-nya dan harganya juga udah jelas-jelas ya mahal karena setiap aplikasi ini pasti punya harganya sendiri sendiri buat subscription. Nah, dengan OD lu bisa dapat semua fungsi aplikasi ini terpusat pakai aplikasi-aplikasi yang ada di ODU. Mulai dari kebutuhan penjualan, keuangan, CRM, pengelolaan stok, project managemen, bahkan sampai ke manufaktur sekalipun ya buat yang produksi barang sendiri itu juga bisa. semuanya ini jadi terpusat, praktis, dan jelas-jelas jauh lebih murah dibanding kalau lo misalnya subscribe gitu semua aplikasinya di beda tempat. Dan yang bikin lebih gokil lagi, audio ini udah dilengkapin sama teknologi AI, cuy. Dan ini bakal ngumudahin banget proses kita buat bikin sistem. Nih, gua bakal coba simulasiin, ya. Nah, di sini lu bisa lihat, ya. Pertama, kita coba bisa pilih dulu e kebutuhannya apa. Lnya di sini gua pilih website. Habis itu di sini lu bisa coba jelasin juga bisnis lo itu apa. Let's say sekarang gua bisnisnya adalah lapangan padel gitu ya. Dan di sini lu juga bisa coba jelasin objektifnya apa. Karena gua mau bikin brand, artinya gua pilih develop brand. Nah, setelah itu lu bisa pilih color paletnya tuh apa yang kira-kira bisa representing bisnis lo gitu. Atau kalau lu ada logo juga lu bisa drag and drop ya logonya di sebelah kanan atau pilih aja warna yang kombinasinya tuh lo suka. Nah, setelah itu lo pilih di sini kira-kira apa aja fitur dari website-nya yang pengen lo bikin di sini. Setelah itu lu bisa klik build my website. Nah, setelah itu dari OD akan menampilkan beberapa opsi tema yang mungkin sesuai nih sama assessment yang sudah dilakuin di awal. Lu juga bisa langsung pilih aja atau scrolling scrolling dulu gitu ya. Kira-kira template mana nih atau tampilan mana nih yang bisa mau presenting bisnis lo dengan enak. Lo tinggal pilih aja gitu ya. Ada banyak banget di sini opsinya. Setelah loemu yang cocok, lo langsung klik aja. Dan setelah diklik, desainnya otomatis akan langsung diproses sama AI secara otomatis tanpa ada lu harus ngoding atau apa gitu ya. Itu enggak perlu. Semuanya bakal diproses dengan cepat dengan AI. Lu tinggal tunggu aja. Sebenarnya ini enggak sampai 1 menit sih ya gua nunggunya. Ini cukup sebentar sih ya. Beberapa detik aja. Kita coba tunggu dulu. Nah, setelah beberapa waktu kita nunggu ya. Bahkan ini enggak lebih dari 2 menit bahkan udah beres draft dari website-nya. Oh, bisa lihat ya di atas ada pilihan cat-nya, ada gambarnya. nya ini udah lengkap banget sih di sini dan lu juga setelah ini bisa sistem si website-nya sesuai dengan kebutuhan lo itu seperti apa. Misalnya mau ada gambar yang A, gambar yang B, ada tombol A, tombol B dan seterusnya. Ini udah enak banget semuanya bisa praktis dibikinnya hanya dengan teknologi AI dari ODU. Biar lebih kebayang lagi kita bakal coba pakai studi kasus ya. Misalnya lo mau buka coffee shop baru, kira-kira aplikasi O2 apa aja nih yang bisa lo manfaatin? Pertama, lu bisa pakai website dan e-commerce ya buat display produk lo di internet dan transaksi online. Kalau misalnya ada yang mau order secara online itu lebih gampang dan lebih prototomasi ya. Yang kedua eh sales atau point of sales ini bisa lu pakai buat nyatat pesanan dan penjualan di kasir secara digital ya. Jadi lu enggak harus lagi manual nyatut di pas gitu ya, nyat di Excel itu enggak perlu. Udah otomatis kasir lu juga bisa jadi lebih cepat dan lebih rapi. Yang ketiga, inventory. Ini buat cek bahan-bahan baku kayak biji kopi, susu, sirup, gula, dan seterusnya. Yang keempat adalah accounting. Ini buat nyatat pendapatan dan pengeluaran secara otomatis ya. Jadi pembuatan laporan keuangan, laporan penjualan itu bisa jadi lebih cepat. Dan yang kelima, CRM atau customer relationship management. Buat nyimpan data-data customer ini berguna ya. Misalnya kalau lu mau ngirimin promo atau ada program loyalty member ini bakal berguna banget. Si enak banget ya pakai odu. Semua kebutuhan itu udah terpusat praktis di satu platform dan lu juga bisa pakai aplikasinya secara bertahap. Misalnya nih di awal lu buka bisnis itu lo juga aplikasi dulu. Terus nanti kalau bisnis lo udah gede, lu bisa tuh nambah yang lain misalnya kayak kebutuhan HR atau kebutuhan B2B. Dan itu semuanya lu bisa dapatkan dengan satu aplikasi pusat semuanya jadi enggak tercecer dan harga yang jauh lebih murah, jauh lebih efisien dibandingkan lo harus subscribe satu-satu aplikasinya gitu ya. Jadi ini udah enak banget nih IRP ini. Buat lo yang tertarik langsung aja kunjungi ke website-nya audio.com atau klik link yang ada di description box ya. Udah gue taruh juga di sana. The end of the day, membangun sebuah bisnis itu bukan soal menciptakan pekerjaan yang lebih sibuk ya buat diri kita sendiri. Ini tentang membangun sebuah aset, sebuah sistem yang bisa terus tumbuh dan juga memberikan nilai. Bahkan saat lo enggak ada di sana atau ngerjain langsung, hands on langsung ke bisnisnya. Kalau lo coba reflect ke kondisi lo sekarang, lo masih jalanin peran yang mana nih? Apakah lo lebih ke dominan eksekutor, dominan manager, atau visioner? Ini gua tampilin lagi ya di layar pertanyaan reflektifnya biar lo bisa kenal sama tipe lo sekarang juga. Citanya juga ya di kolom komentar kira-kira lo sekarang tipe yang mana. Kalau emang sekarang belum balance sebenarnya tuh enggak apa-apa banget yang penting lo sekarang udah awar dan next-nya lu bisa coba start buat belajar balancing skill-skillnya tadi atau kalau emang lu susah juga buat develop, lu bisa coba cari cfounder buat balancing itu. That's all for now. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa bangun bisnis lo seutuhnya. Thanks. [Musik]
Resume
Categories