Transcript
R1Nqu7eluKQ • MINDSET PEBISNIS: Kenapa 90% Gagal Usaha
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0781_R1Nqu7eluKQ.txt
Kind: captions
Language: id
Lu pernah gak sih ngelihat warung bakso
langganan yang rasanya tuh paling enak
dan paling juara gitu di komplek lu? Eh,
tiba-tiba beberapa bulan kemudian tukang
baksonya tutup dan lo enggak pernah lin
lagi gitu si Amang baksonya. Atau
mungkin lo punya teman yang jago banget
desain, dia akhirnya buka agency
desainnya sendiri dan juga buka coffee
shop sendiri yang kafenya tuh estetik
gitu. Bahkan juga semangatnya dia tuh
membara banget ya di awal buka bisnis.
Eh, tapi setahun kemudian bisnisnya
bangkrut. kita hampir selalu nyalahin
faktor eksternal atas kegagalan sebuah
bisnis. Misalnya kayak masalah modal,
saingan, lokasi, atau berbagai macam
alasan eksternal lainnya. Tapi gimana
kalau gue bilang akar masalah dari 90%
kegagalan bisnis justru datang dari
dalam, yaitu dari pemiliknya sendiri.
Hari ini kita bakal coba bongkar ya
sebuah jebakan maut yang sering banget
enggak disadari sama para pebisnis,
terutama yang baru mulai. Dan setelah
ini lo bakal ngerti kenapa jago bikin
produk yang enak atau jago ngasih jasa
itu sama sekali bukan jaminan kalau
bisnis lo bakal sukses. Welcome to 1%.
Enjoy
membangun sebuah bisnis, ada satu asumsi
yang populer, tapi sebenarnya itu bisa
menyesatkan buat para pebisnis pemula.
Kalau lo ngerti kerjaan teknis sebuah
bisnis, berarti lo otomatis ngerti cara
ngejalanin bisnisnya. Kedengarannya sih
masuk akal ya, padahal faktanya jago
kerja gak otomatis bikin kita itu jago
bisnis. Let's say ada orang yang suka
banget olahraga yoga. Kesukaannya sama
olahraga yoga ini bikin dia pengin jadi
instruktur. Dari situ akhirnya dia ambil
ya sertifikasi instruktur yoga dan mulai
dapat tuh beberapa klien dari beberapa
studio tempat dia bekerja. Setelah
beberapa waktu kerja dia akhirnya tuh
mikir, "Gue dapat banyak klien, tapi
income yang didapetin itu enggak
seberapa karena ya gue kerja sama orang
lain. Kayak ini bakal lebih mantap deh
kalau gue buka studio yoga gua sendiri."
Akhirnya dari situ orang ini buka
studionya sendiri. Beberapa bulan dia
buka, dia ngerasa happy ya karena ya
banyak juga klien lamanya itu yang
datang. Tapi setelah itu pendapatan dia
mulai stuck karena ya kagak ada orang
baru yang datang gitu ke studionya.
Orang ini akhirnya jadi stres banget.
Banyak hal yang harus dia pikirin. Dia
enggak dapat untung sama sekali ya
karena pendapatannya itu habis buat sewa
tempat dan bayar karyawan. Dia juga
bingung gimana caranya dapetin klien
yoga yang baru. Dia juga bingung karena
dia jadi harus ngurusin pajak dan
hal-hal administrasi lainnya yang super
ribet dan banyak banget gitu
perintilannya. Lagi-lagi jago kerja
enggak otomatis bikin kita jago bisnis.
Sayangnya pebisnis pemula biasanya itu
enggak berpikir panjang, apalagi di
bisnis pertama mereka. Nah, terus gimana
caranya kita bisa ngejalanin bisnis
dengan lebih proper? Kita bakal coba
bahas di section selanjutnya, ya.
Biago bisnis itu beda dengan Jago
Teknis. Lu harus paham kalau bisnis itu
sangat kompleks dan melibatkan banyak
peran. Pertama, peran eksekutor. Orang
teknis di lapangan. Peran eksekutor ini
seringkiali punya mindset. Yang penting
kerjaan hari ini beres dan hasilnya
bagus. Masalahnya biasanya eksekutor ini
enggak mau repot-repot ngurusin bisnis.
Dia cuman pengin sebuah tempat buat
melakukan apa yang dia suka. Dan
hasilnya ya dia bukan membangun bisnis,
tapi akhirnya menciptakan pekerjaan buat
dirinya sendiri. Dua, plan manager,
orang yang bikin aturan dan juga sistem.
Peran manager ini seringkiali punya
mindset semuanya tuh harus rapi,
rencana, dan sesuai sama aturan
perusahaan. Masalahnya biasanya para
manajer ini berujung bikin birokrasi
yang kaku dan juga menghambat
pertumbuhan bisnis. dampaknya jadi
enggak ada ruang buat ide-ide baru yang
mungkin gitu ya sedikit out of the box
dan berantakan karena ya dia fokus
banget sama efisiensi dan keteraturan
sampai lupa kalau bisnis juga butuh
fleksibilitas buat bertumbuh. Ketiga,
peran visioner. Orang yang bikin visi
jangka panjang. Peran Visioner ini
seringki punya mindset bisnis ini besok
mau jadi sebesar apa dan peluang baru
apaagi nih yang bisa kita sikat.
Masalahnya idenya bakal tetap jadi ide
doang kalau enggak ada yang ngatur
rencananya kayak seorang manajer dan
juga enggak ada yang ngerjain
eksekusinya kayak seorang eksekutor. Dia
jago memulai tapi seringki enggak jago
buat menyelesaikan. Kita coba balik lagi
ya ke bisnis studio yoga yang
sebelumnya. Biasanya banyak pebisnis
yang mulai awal dari bisnis kecil ini
komposisinya adalah 10% visioner, 20%
manajer, dan juga 70% eksekutor.
Akibatnya si pebisnis ini jadi banting
tulang sendirian. Semua keputusannya
harus lewat dia dan dia juga jadi battle
naik buat bisnisnya sendiri. Dia gak
bisa liburan, enggak bisa sakit. Nah,
kalau dia berhenti ya bisnisnya juga
bakal berhenti. Cara bisnis kayak gini
sangat enggak efisien ya dan enggak
scalable banget. Tahu biasanya juga ada
orang-orang nepo baby, anak-anak papi
yang akhirnya kebetulan punya modal gitu
ya buat mulai bisnis. Itu komposisinya
biasanya 80% visioner, 10% eksekusi dan
juga 10% manajer. Apa akibatnya?
Karyawannya jadi bingung, bisnisnya juga
enggak jalan dan cuma keluar duit doang
gitu. Biasanya bisnis ini sih bakal
bertahan ya kebanyakan, tapi bukan
karena bisnisnya bagus, cuma emang kuat
aja gitu modalnya gak habis. Nah, terus
gimana solusinya? Sebelum bahas
solusinya, ini di layar gue ada beberapa
pertanyaan yang bisa jadi bahan refleksi
lo. Coba lo pause videonya terus lo coba
cek kira-kira lo masuk ke kategori yang
mana. Apakah eksekutor, manager, atau
visioner.
Kalau udah kita bakal coba masuk ke
section berikutnya.
Kunci buat keluar dari jebakan ini
adalah berhenti mikirin bisnis lo
sebagai sebuah pekerjaan dan mulai
mikirin bisnis lo sebagai sebuah produk.
Profikir dari POV karyawan dan mulai
berpikir dari POV pebisnis. Ini artinya
lo harus geser fokus lo dari yang
awalnya bekerja di dalam bisnis menjadi
seorang teknisi atau eksekutor ke
bekerja membangun bisnis menjadi seorang
entrepreneur atau manager. Gimana
caranya? Pastikan saat berbisnis modenya
adalah jago bisnis bukan jago teknis.
Mindsetnya ini penting banget ya karena
ini bakal maksa kita buat menciptakan
sistem yang simpel, terdokumentasi, dan
bisa di-copy paste sama semua orang dari
cara marketing, proses penjualan,
operasional dapur misalnya atau
pembukaan. Jadi akhirnya bisnis law itu
berubah yang awalnya people dependent ya
mengandalkan low banget gitu buat kerak
jadi sistem dependent gimana sistem yang
bagus itu memungkinkan semua orang
termasuk karyawan lo gitu ya untuk bisa
menghasilkan kualitas yang luar biasa
dan konsisten meskipun enggak ada
pengawasan lo setiap hari setiap waktu
tapi masalahnya bikin sistem yang
terstandarisasi itu cuma kemewahan
sebenarnya buat perusahaan raksaksa
bayangin aja ya misalnya kayak
McDonald's itu bikin sistem dapur dan
pemesanan mereka itu kan canggih banget
gitu mereka butuh tuh investasi jutaan
dolar dan riset gitu ya bertahun-tahun
buat level UMKM yang mungkin baru banget
mulai apalagi buat pebisnis pemula ya
mana mungkin gitu kan gimana caranya
tapi itu dulu sekarang teknologi udah
bikin semuanya jadi mungkin dan di sini
gua mau coba ngenalin satu platform
aplikasi yang bisa bantu lo bikin sistem
bisnis berbasis teknologi namanya adalah
platform system IRP atau enterprise
resource planning simpelnya lu bisa coba
lihat di layar ya ini adalah salah satu
di kasus tools yang dibutuhin buat
ngejalanin bisnis bisnis dengan aplikasi
digital kayak banyak banget gitu
tools-nya dan harganya juga udah
jelas-jelas ya mahal karena setiap
aplikasi ini pasti punya harganya
sendiri sendiri buat subscription. Nah,
dengan OD lu bisa dapat semua fungsi
aplikasi ini terpusat pakai
aplikasi-aplikasi yang ada di ODU. Mulai
dari kebutuhan penjualan, keuangan, CRM,
pengelolaan stok, project managemen,
bahkan sampai ke manufaktur sekalipun ya
buat yang produksi barang sendiri itu
juga bisa. semuanya ini jadi terpusat,
praktis, dan jelas-jelas jauh lebih
murah dibanding kalau lo misalnya
subscribe gitu semua aplikasinya di beda
tempat. Dan yang bikin lebih gokil lagi,
audio ini udah dilengkapin sama
teknologi AI, cuy. Dan ini bakal
ngumudahin banget proses kita buat bikin
sistem. Nih, gua bakal coba simulasiin,
ya. Nah, di sini lu bisa lihat, ya.
Pertama, kita coba bisa pilih dulu e
kebutuhannya apa. Lnya di sini gua pilih
website. Habis itu di sini lu bisa coba
jelasin juga bisnis lo itu apa. Let's
say sekarang gua bisnisnya adalah
lapangan padel gitu ya. Dan di sini lu
juga bisa coba jelasin objektifnya apa.
Karena gua mau bikin brand, artinya gua
pilih develop brand. Nah, setelah itu lu
bisa pilih color paletnya tuh apa yang
kira-kira bisa representing bisnis lo
gitu. Atau kalau lu ada logo juga lu
bisa drag and drop ya logonya di sebelah
kanan atau pilih aja warna yang
kombinasinya tuh lo suka. Nah, setelah
itu lo pilih di sini kira-kira apa aja
fitur dari website-nya yang pengen lo
bikin di sini. Setelah itu lu bisa klik
build my website. Nah, setelah itu dari
OD akan menampilkan beberapa opsi tema
yang mungkin sesuai nih sama assessment
yang sudah dilakuin di awal. Lu juga
bisa langsung pilih aja atau scrolling
scrolling dulu gitu ya. Kira-kira
template mana nih atau tampilan mana nih
yang bisa mau presenting bisnis lo
dengan enak. Lo tinggal pilih aja gitu
ya. Ada banyak banget di sini opsinya.
Setelah loemu yang cocok, lo langsung
klik aja. Dan setelah diklik, desainnya
otomatis akan langsung diproses sama AI
secara otomatis tanpa ada lu harus
ngoding atau apa gitu ya. Itu enggak
perlu. Semuanya bakal diproses dengan
cepat dengan AI. Lu tinggal tunggu aja.
Sebenarnya ini enggak sampai 1 menit sih
ya gua nunggunya. Ini cukup sebentar sih
ya. Beberapa detik aja. Kita coba tunggu
dulu. Nah, setelah beberapa waktu kita
nunggu ya. Bahkan ini enggak lebih dari
2 menit bahkan udah beres draft dari
website-nya. Oh, bisa lihat ya di atas
ada pilihan cat-nya, ada gambarnya. nya
ini udah lengkap banget sih di sini dan
lu juga setelah ini bisa sistem si
website-nya sesuai dengan kebutuhan lo
itu seperti apa. Misalnya mau ada gambar
yang A, gambar yang B, ada tombol A,
tombol B dan seterusnya. Ini udah enak
banget semuanya bisa praktis dibikinnya
hanya dengan teknologi AI dari ODU. Biar
lebih kebayang lagi kita bakal coba
pakai studi kasus ya. Misalnya lo mau
buka coffee shop baru, kira-kira
aplikasi O2 apa aja nih yang bisa lo
manfaatin? Pertama, lu bisa pakai
website dan e-commerce ya buat display
produk lo di internet dan transaksi
online. Kalau misalnya ada yang mau
order secara online itu lebih gampang
dan lebih prototomasi ya. Yang kedua eh
sales atau point of sales ini bisa lu
pakai buat nyatat pesanan dan penjualan
di kasir secara digital ya. Jadi lu
enggak harus lagi manual nyatut di pas
gitu ya, nyat di Excel itu enggak perlu.
Udah otomatis kasir lu juga bisa jadi
lebih cepat dan lebih rapi. Yang ketiga,
inventory. Ini buat cek bahan-bahan baku
kayak biji kopi, susu, sirup, gula, dan
seterusnya. Yang keempat adalah
accounting. Ini buat nyatat pendapatan
dan pengeluaran secara otomatis ya. Jadi
pembuatan laporan keuangan, laporan
penjualan itu bisa jadi lebih cepat. Dan
yang kelima, CRM atau customer
relationship management. Buat nyimpan
data-data customer ini berguna ya.
Misalnya kalau lu mau ngirimin promo
atau ada program loyalty member ini
bakal berguna banget. Si enak banget ya
pakai odu. Semua kebutuhan itu udah
terpusat praktis di satu platform dan lu
juga bisa pakai aplikasinya secara
bertahap. Misalnya nih di awal lu buka
bisnis itu lo juga aplikasi dulu. Terus
nanti kalau bisnis lo udah gede, lu bisa
tuh nambah yang lain misalnya kayak
kebutuhan HR atau kebutuhan B2B. Dan itu
semuanya lu bisa dapatkan dengan satu
aplikasi pusat semuanya jadi enggak
tercecer dan harga yang jauh lebih
murah, jauh lebih efisien dibandingkan
lo harus subscribe satu-satu aplikasinya
gitu ya. Jadi ini udah enak banget nih
IRP ini. Buat lo yang tertarik langsung
aja kunjungi ke website-nya audio.com
atau klik link yang ada di description
box ya. Udah gue taruh juga di sana. The
end of the day, membangun sebuah bisnis
itu bukan soal menciptakan pekerjaan
yang lebih sibuk ya buat diri kita
sendiri. Ini tentang membangun sebuah
aset, sebuah sistem yang bisa terus
tumbuh dan juga memberikan nilai. Bahkan
saat lo enggak ada di sana atau ngerjain
langsung, hands on langsung ke
bisnisnya. Kalau lo coba reflect ke
kondisi lo sekarang, lo masih jalanin
peran yang mana nih? Apakah lo lebih ke
dominan eksekutor, dominan manager, atau
visioner? Ini gua tampilin lagi ya di
layar pertanyaan reflektifnya biar lo
bisa kenal sama tipe lo sekarang juga.
Citanya juga ya di kolom komentar
kira-kira lo sekarang tipe yang mana.
Kalau emang sekarang belum balance
sebenarnya tuh enggak apa-apa banget
yang penting lo sekarang udah awar dan
next-nya lu bisa coba start buat belajar
balancing skill-skillnya tadi atau kalau
emang lu susah juga buat develop, lu
bisa coba cari cfounder buat balancing
itu. That's all for now. Jangan lupa
bahagia dan jangan lupa bangun bisnis lo
seutuhnya. Thanks.
[Musik]