Kenapa Cowok Main Crypto dan Cewek Makin 'Halu'?
WoXaqFyeesE • 2025-06-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau lu buka medsos dan lu scroll
sebentar, lu mungkin bakal sadar bahwa
ada dua alam yang sekarang tuh lagi
ngetren banget di para Jenzizy zaman
sekarang. Di satu sisi ada teman-teman
cowok lu yang lagi ramai di grup
Discord, Telegram, ngebahas chart, pamer
profit, dan pasang foto profil NFT
seharga motor. Mereka ini adalah para
crypto Bros yang jujur populasinya makin
banyak. sayangnya ya banyak juga ya
populasi mereka ini yang toxic. Di sisi
lain ada teman-teman cewek lu yang
mungkin lagi ngpost Instagram story soal
feminine energy, soal mengenali diri.
Tapi sayangnya rata-rata cewek ini tuh
pada jomblo, tapi mereka ini pada pengin
punya pasangan. Nah, kalau pada lagi
galau solusinya adalah apalagi selain
buka kartu tarot. Mereka ini bisa kita
sebut sebagai cosmic girl ya. yang
mungkin orang mikir kayak cewek halu
gitu. Ini orang berpendidikan kok
percaya zodiak dan tarot gitu.
Kelihatannya ini cuma tren biasa, tapi
kalau lu gali lebih dalam ini tuh bukan
sekedar soal selera aja antara cewek dan
cowok. Ini adalah cerminan menarik dari
Gen yang setelah gua telisik dikit
risetnya, akar masalah kenapa tren kayak
gini terjadi itu adalah kumpulan cewek
dan cowok yang sama-sama ngerasa pertama
cemas soal duit dan yang kedua adalah
kesepian. Tapi cara ngatasinnya beda
banget. Tulisan ini bakal ngebongkar
kenapa bisa kayak gitu, kenapa banyak
cowok vomo yang lari ke dunia spekulasi
sementara yang cewek lari ke dunia
spiritual. Dan gua juga bakal ngejelasin
kenapa dua trend ini itu bisa jadi
negatif. Stay tune. Welcome to Jurnal
Investigasi.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kenapa sih cowok-cowok tuh main crypto?
Well, jawabannya ada di tekanan ekonomi,
rasa kesepian, dan peran gender yang
ternyata masih ngatur cara kita berpikir
di era digital ini. Dunia kripto tuh
kayak klub khusus cowok gitu dan dari
datanya juga udah jelas ya, 72% investor
itu cowok ya. Dan mayoritas umurnya tuh
18 sampai 30 tahun. Masih pada muda-muda
guys. Dan ini bukan kebetulan. Alasan
pertamanya tadi ya yang gua bilang
adalah cemas soal duit. Buat banyak anak
muda, terutama laki-laki, jalur
tradisional buat jadi kaya, lu kerja, lu
nabung, lu investasi di reksadana, di
saham, di deposito, itu dirasa udah
enggak relevan dan terlalu lambat, Bro.
Buat zaman sekarang butuh waktu puluhan
tahun untuk jadi kaya, bahkan ratusan
tahun mungkin untuk beli rumah idaman lu
atau untuk beli mobil yang lu
idam-idamkan. Sekarang kan gaji
segitu-gitu aja malah makin nurun. Harga
properti juga makin enggak masuk akal.
Crypto itu datang menawarkan jalan
pintas, sebuah tiket lotery dalam tanda
kutip berteknologi tinggi buat bikin
dalam tanda kutip cepat kaya. Ini bukan
cuma investasi, ini adalah pemberontakan
kecil-kecilan juga, bahkan besar ya
sekarang terhadap sistem finansial yang
mereka-mereka ini anggap korup dan
enggak adil buat orang biasa. Konsepnya
sih enggak salah sama sekali karena
Bitcoin itu memang teknologi yang jadi
solusi buat mengatasi bobroknya sistem
tradisional finance. Sayangnya ya para
cowok-cowok ini masuk ke grup-grup
kripto buat apa? Buat cepat kaya. Ya,
apalagi? Alasan kedua, cowok main crypto
adalah adrenalin dan FOMO. Pasar crypto
itu liar banget. High risk, high return.
Udah itu buka 24 jam lagi. Enggak ada
tutupnya. Ada sensasi tersendiri saat lu
mempertaruhkan uang di sesuatu yang bisa
naik 100, 200, 300 sampai 1000, 4.000%
dalam semalam. Dan bisa aja jadi anjlok
minggu depan jadi nol. Ditambah lagi
FOMO. Ada sebuah riset yang nunjukin
korelasi yang sangat kuat antara FOMO
sama keputusan investasi di crypto. Lu
lihat teman lu untung, ada influencer
pamer mobil sport, lu pun kena VOMO. Lu
enggak mau jadi satu-satunya yang
ketinggalan kereta. Lu mau jump in? Gua
mau kaya, Bro. Yang ketiga adalah faktor
kesepian. Di tengah dunia yang bikin
orang makin individualis, ya. Kesepian,
enggak punya teman, komunitas krypto di
Discord dan Telegram itu nawarin
Brotherhood dalam tanda kutip. Mereka
ini soalnya punya tujuan yang sama.
Tujuannya apa? Ya, cuan, musuhnya juga
sama, yaitu para pelaku tradisional
finance atau siapapun lah yang mereka
katain. Dan bahasa rahasia yang sama.
Sebenarnya enggak rahasia sih, tapi
kayak NFA, Dior, TP1, TP2, support,
resistance. PLOS dan lain-lain. Gabung
ke komunitas ini tuh bukan cuma soal
cari info, tapi juga cari teman
seperjuangan. Ini adalah obat buat para
cowok modern untuk mengobati rasa
sepinya. Lewat apa? Lewat ya
berkelompok. Pada akhirnya main crypto
tuh jadi cara buat para cowok-cowok ini
untuk membuktikan diri. Berani ambil
resiko laki loh. Keren. Leverage full
margin 100 kali lipat. Nah, ini baru
laki-laki. Bahkan ada margin yang sampai
500 kali lipat. Gua lupa di exchange
mana ya. Kuda gila memang. Kalau
misalnya ditanya mau jadi karyawan, mau
KPR, wah ini mah cowok yang kureng gitu.
Kalau misalnya melakukan dua hal itu. Di
saat peran tradisional cowok sebagai
pencari nafkah itu digoyang dengan
ketidakpastian ekonomi, digoyang dengan
resesi, kripto nawarin panggung baru
buat jadi pahlawan. atau setidaknya buat
cowok-cowok ini untuk merasa menjadi
pahlawan. Menurut lo gimana tuh?
Kalau dunia kripto itu panggung buat
aksi eksternal, dunia astrologi dan
spiritualitas modern adalah panggung
buat perjalanan ke dalam diri dan
biasanya pemainnya adalah mayoritas
perempuan. Pertanyaannya, kenapa cewek
malah lari ke astrologi, tarot dan
lain-lain? pertama ya simpel mereka
ingin mencari jawaban karena hidup itu
rumit gitu. Kita tuh butuh kepastian
kepastian karir, kepastian percintaan,
pertemanan apalagi kalau perempuannya
ini jomblo terus gitu. Kok gue jomblo?
Bukannya gua cakep, bukannya gua punya
kerjaan oke, gaji dua digit dan
lain-lain. Jadi enggak hanya menengah ke
bawah, tapi juga menengah ke atas.
Astrologi, zodiak, segala macam itu
datang nawarin peta gitu. Itu tuh ngasih
lu label kepribadian. Pantas gua
emosian, gua akan Scorpio. Pantes gua
toxic, gua akan Gemini dan lain-lain.
Kartu tarot juga ngasih petunjuk ya
dalam tanda kutip buat langkah
berikutnya. Ini adalah cara untuk
menyederhanakan dunia yang keos. Dan lu
bayangin cewek itu sekarang udah jauh
lebih maju daripada cowok. Kita bisa
lihat berbagai statistik di dunia yang
nunjukin tingkat pendidikan perempuan
itu lebih tinggi daripada laki-laki.
Bahkan gaji perempuan itu banyak yang
lebih tinggi dari laki-laki. Jadi, makin
banyak mau kondo, Guys, di zaman yang
sudah lumayan setara ini. Jadi,
feminisme itu udah berhasil sih menurut
gua. Jadi, enggak heran kalau banyak
cewek ini yang ngeluh jomblo yang akan
kesulitan bahkan sampai umur 30 untuk
mencari laki-laki yang pas dengan
standar mereka. Yang mana standarnya
adalah standar TikTok gitu kalau kata
orang-orang. Biasanya cowok nih yang
ngeluh soal standar TikTok. Tapi menurut
gua ada fakta beneran juga. Ya iyalah
cowok-cowoknya pada miskin, nganggur,
enggak punya tujuan hidup enggak jelas,
malah main kripto terus rungkat pakai
hutang lagi. Ini enggak sedikit orang
yang seperti itu. Ya, itu yang pertama
nyari kepastian. Yang kedua adalah
project perbaikan diri. Jadi sekarang
tuh banyak banget ya konten soal
feminine energy ya. Nah, konsep ini tuh
ngajarin cewek di zaman feminisme ini ya
untuk jadi versi terbaik dari diri
mereka. Kenapa ini laku? Karena ya
feminisme kan. ini nawarin solusi buat
frustrasi di dunia kencan modern. Jadi
ketika para SJW di luar sana gitu ya
ngasih narasi feminis dorong cewek buat
jadi super mandiri, super independen
gitu, muncul kecemasan di para perempuan
ini bahwa independen itu justru malah
bikin mereka jadi kurang menarik. Dan
memang benar ya, cewek independen itu
kurang menarik di mata cowok. Ini ada
risetnya. Nah, konsep feminine energy
ini datang sebagai jalan tengah. Lu
boleh sukses, lu boleh maskulin di dunia
kerja, tapi jangan lupa sisi feminin lu
itu lu tetap pertahanin biar lu tetap
bisa dapat pasangan, biar vibrasi lu
selaras dan lain-lain. Salah enggak?
Enggak dong. Ini jadi solusi malah di
tengah gelombang feminisme dan
kesetaraan yang makin mantap sekarang.
Jadi ada sisi positifnya, ada negatifnya
juga gitu ya. Feminisme ini. Yang
ketiga, algoritma gitu. Nah, ini berlaku
buat cewek maupun cowok. Media sosial
itu mempercepat bubble ini. Karena
sekali lu nge-like satu meme zodiak,
explore page lu bakal dipenuhi konten
yang serupa. Bakal nanti muncul baca
tarot, tips glowing, diskusi soal fine
feminine energy, dan lain-lain.
Sekalinya lu nge-like TikTok-nya Timothy
gitu ya, itu bakal muncul Timoty Ronald
terus gitu ya dengan banyak klipernya.
Jadi algoritma itu menciptakan gelembung
realitas di mana ya antara Crypto Bros
maupun Cosmic Girl ini gitu ya. Ini
kelihatan normal, kelihatan penting dan
dilakuin sama semua orang. Jadi kita ya
makin FOMO aja gitu. Dan pada akhirnya
yang membedakan cewek dan cowok itu
lebih ke kontrolnya. Kalau cowok yang
mencoba mengontrol dunia luar, dia
mencoba mengontrol keuangan, ya sesuatu
yang sebenarnya enggak bisa dikontrol
banget sih, gitu. keuangan, kekayaan,
dan lain-lain. Jadi lebih ke faktor
eksternal pengin dikontrol. Kalau cewek
ternyata lebih banyak ngontrol diri
sendiri atau yang ada dalam otaklah,
keadaan batin gitu ya, kepastian dan
lain-lain.
Nah, kenapa tren ini bisa jadi negatif?
Nah, sebelum gua bahas dampaknya, kita
harus tahu dulu tren ini tuh bisa
terjadi karena dua. Pertama adalah
kesepian. Yang kedua adalah cemas soal
duit. Kita mulai dari kesepian. Solusi
para laki-laki ini jadinya masuk ke
komunitas kripto ya kan. Mencari
kelompok dengan tujuan sama dan musuh
bersama. Ini kayak lu masuk kultus lah
gitu. Dan ini jujur memang asik banget
ya. Gua pribadi tuh udah masuk ke
beberapa grup kripto beberapa udah gede
ya di Indonesia. Jujur diskusi di sana
tuh memang asik banget apalagi kalau lu
beneran krypto entusias. Sayangnya kalau
dilihat dari eksternal ya, dari orang
yang gak masuk grup ya, kita seringkiali
lihat toxic-tokicnya aja gitu. Misalnya
ngomong kasar, goblok-goblekin orang dan
lain-lain. Nah, sayangnya juga ketika
gua udah masuk nih ke dalam dunia crypto
ini karena gua juga trading crypto,
Guys, e on a day to day basis gitu ya.
Sumpah banyak banget yang FOMO, banyak
banget yang newb banget dan akhirnya
portonya udah sampai rungkat gitu,
sampai nol malah. Nah, FOMO dan New YB
itu gak salah ya. Orang FOMO dan NewBI
masa kita goblok-goblokin gitu kan asal
belajar gitu kan. Kan udah ada nih
modulnya ya kan ada grup yang
menyediakan modul dan lain-lain.
Sayangnya mereka-mereka ini banyak
banget yang nanya hal-hal basic di grup
diskusi. Padahal udah ada modulnya. Pas
ditik seringkiali si laki-laki ini yang
menurut gua nyubinya nyubi parah sih
kayak enggak tahu apa-apa gitu. Ternyata
mereka-mereka ini trading pakai uang
panas, enggak punya dana darurat,
tabungan gak ada gitu kan. Tradingnya
juga pakai utang. Jadi bukan pakai
leverage tapi untuk masukin akun pakai
utang minjam dari OR to minjam dari
saudara gitu. Dan banyak juga yang
enggak punya kerjaan dengan cashfow
tetap ya trading juga kerjaan ya tapi
kan risk management, dana darurat dan
segalanya harus siap gitu. Jadi ada aja
gitu cerita yang tiap gua lihat
diskusinya nih di beberapa grup terutama
grup Indonesia gitu ya, itu bikin gua
ngelus dada anjir ini ngapain orang
masuk ke grup ini gitu kan. Grup luar
negeri juga banyak yang nyubi gitu.
Banyak yang nyubi parah tapi seringkiali
mereka itu mau belajar mereka tahu
salahnya di mana. Dan mereka kalau rugi
mereka enggak nyalahin orang, mereka
enggak nyalahin gurunya gitu. Jadi
enggak separah grup-grup yang ada di
Indo gitu. Menurut gua grup di Indo tuh
banyak yang newubi parah ya, yang bodoh
gitu. Dan mereka-mereka ini rela untuk
bayar jutaan rupiah. Yang di currency
kita of course itu sangat mahal karena
setara UMR atau bahkan lebih. Untuk
masuk ke grup VIP ini yang sebenarnya
bagus. Banyak grup ini. Beberapa juga
ada yang ngidein modul buat belajar.
Tapi yang namanya cowok Indonesia tadi
gua bilang harapannya tuh kagak jelas
gitu. Jadi sisi negatifnya adalah para
laki-laki ini mereka tuh berharap mereka
dapat signal harus beli apa dan kapan.
Dan itu signalnya diikutin, Bro.
diikutin 100% tanpa mikir. Mereka mikir
dari signal itu bisa kayak mendadak
profit ronsonan kayu lipat. Cuma dengan
modal jutaan tanpa risk management ya
kagak masuk akal cuy. Ya kan? Dan
kalaupun misalnya nih orang dapat
jackpot meme coins, gua pun enggak yakin
ya mereka-mereka ini bisa manage
keuangan lebih dari 1 M gitu. Padahal
kan konsep grup crypto itu kan bukan
menjamin cuan, justru buat riset gitu
kan. Kalau gua pribadi gua masuk ke grup
crypto buat apa? Buat riset ya. Buat
diskusi juga sih. Karena asik diskusinya
kan supaya apa? supaya tesis tradingnya
itu makin mantap. Nah, sementara banyak
para cowok-cowok ini yang akhirnya
mikir, ini cara buat kayak instan,
enggak pakai risk management. Dan yang
cewek jadi mager ya lihatnya. Iya kan?
Mager lihat laki-laki kayak gini gitu.
They know nothing gitu kan. Ngasihin
duit juga enggak. Bukan malah makin
kaya, yang ada makin rungkat dan ketika
makin miskin mereka nyalahin orang.
Padahal kripto tuh bagus teknologinya
kalau lu belajar. Nah, kalau buat yang
cewek, solusi untuk mengatasi kesepian
itu adalah astrologi tarot dan ya
community yang online gitu yang ada di
sosmet, saling support gitu ya. Nah,
konten-konten yang cewek ini memang
lebih positif, tonya tuh lebih
menenangkan. Enggak ngomong kasar ya,
mungkin lebih feminin ya dan ngajarin
juga untuk jadi jalan tengah gitu ya. Lu
boleh independen kerja tapi punya
feminine energy itu bagus gitu ya ngasih
validasi gitu. Jadi kayak punya sahabat
gitu loh yang selalu ngertiin kita. Nah,
kenapa gua bisa bilang kayak gini? Ee,
lu kan bukan cewek, lu mana ngerti.
karena gua juga running bisnis ini ya
guys. Gua juga punya brand namanya
selfnowledge.id di Instagram yang memang
ngasih analisis dan konsultasi human
design dan psikologi. Jadi gua gabungin
tuh kalau human design tuh isinya ada
astrologi, ada eching dan lain-lain dan
psikologi. Nah, syukurnya yang
cewek-cewek ini enggak toxic dan memang
meskipun mungkin di awal tadi gua
kesannya kayak ngehina astrologi tuh
halu, tarotnya tuh halu gitu padahal
enggak juga, Guys. Jadi kalau teorinya
benar, ilmunya bagus, dikaitkan sama
sains, sama psikologi juga, jadi balance
itu ada spiritualnya, ada saci-nya
sampai ke bahas quantum mechanics dan
lain-lain sebenarnya oke-oke aja koknya
untuk dijadiin acuan buat self knowledge
gitu. Tarot sendiri lu baca aja risetnya
gitu ya. banyak yang psikolog yang bikin
tarot juga untuk jadi salah satu teknik
konseling atau curhat dan ini menarik
dan gua open soal itu ya sebagai lulusan
psikologi ya memang banyak yang enggak
open tapi gua sikap gua open tentang ini
ya selama klien bisa senang bisa masalah
selesai why not kan nah sayangnya tapi
ya banyak konten-konten di luar sana
yang digandrungin di TikTok itu enggak
menawarkan itu dan yang bikin negatif
adalah sebenarnya balik lagi ke orangnya
gitu sama kayak tadi cryptobros gitu
ketika para perempuan ini sudah dapat
sebuah label dari zodiak lah, dari
Psikotes segala macam gitu kan. Label
ini langsung ditelan mentah-mentah. Oh,
karena saya Gemini maka saya enggak
boleh pacaran gitu sama X Y Z gitu kan.
Padahal belum jelas juga ilmunya gitu
kayak gimana lu enggak tahu juga
misalnya itu dari mana gitu. Belum tahu
juga lu bisa mengubah tradit-nya atau
enggak gitu dan lu mau berubah apa
enggak gitu. Jadi gak heran para
cewek-cewek yang kesepian ini dan jomblo
juga dan ngeluh tentang kejombloan
mereka bisa jadi makin jomblo makin
kesepian karena para laki-laki
menganggap mereka halu. Para laki-laki
juga enggak pantas sih buat cewek ini ya
yang mungkin udah lebih kaya dari
cowoknya dan yang cewek malah makin ya
punya banyak label makin kesepian. Dan
yang jadi toxic adalah para cewek itu
menjustifikasi hal-hal red flag yang
mereka punya dari label tersebut. Jadi
ya enggak apa-apa gua toxic orang gua
gemi. Itu banyak yang kayak gitu. Nah,
yang kedua adalah cemas soal duit.
Tentang cemas soal duit ya kita bisa
sepakat lah kalau Gen itu punya sekarang
tingkat pengangguran yang tinggi sekitar
4 atau 5 juta gitu ya. Seingat gua Gen
itu menganggur dan kekhawatiran
finansial itu jadi stresor nomor satu.
Karena kalau lu kerja pun mungkin gaji
lu enggak sesuai ekspektasi lu. Nah,
kalau respons laki-laki untuk mengontrol
eksternal tadi gua bilang mereka akan
mencoba untuk melakukan sesuatu untuk
mengubah nasib mereka ya kan lewat
kripto ya kan lewat taruhan besar dan
mengakumulasilah modal finansial karena
ya mereka enggak ada lagi yang bisa
diukur selain finansial itu gitu menurut
mereka gitu ya. Kayak harga diri
laki-laki itu dari duitnya gitu menurut
para crypto Bros yang menurut gua ya itu
rada toxic juga sih ya. Nah, kalau yang
perempuan itu lebih ke manajemen
internal gitu ya. Jadi mengelola stres
ya. Gua harus mengelola stres gua untuk
lebih kuat dari dalam mindset gua dan
lain-lain harus bagus biar ya
seenggaknya gitu ya, at least enggak
stres lah meskipun enggak punya duit dan
hopefully nanti bisa dapat laki-laki
yang pantaslah gitu kan. Nah, kedua
solusi ini disebut sebagai hope labor.
Hope labor itu apa? Jadi, hope labor itu
adalah usaha yang dilakuin yang kita
lakuin untuk menjaga harapan di tengah
sistem yang sekarang udah mulai collapse
gitu. Sistem yang enggak bisa ngasih
kita harapan. Yang cowok berharap jadi
kaya banget, yang cewek berharap bisa
enggak overthinking, tenang gitu ya,
bisa dicintai juga dalam tanda kutip ya.
Sayangnya mungkin mayoritas dari orang
yang mengikuti dan melalui masalah ini
ya enggak jadi selesai masalahnya gitu
dari sana.
Jadi kesimpulannya adalah baik Crypto
Bros maupun para cosmic girl ini itu
bukanlah dua spesies yang berbeda. Masih
sama ya, masih Homo sapiens gitu, tapi
yang jelas mereka adalah bayangan di
cermin yang ngeretak gitu ya dari
generasi Z yang sama-sama tertekan
karena stres kesepian dan karena stres
finansial. Dan ini juga ya ternyata kita
bisa lihat ya meskipun dengan feminisme
segala macam peran gender tuh ya masih
kuat gitu ya diperkuat oleh algoritma ya
yang cowok hassle culture gitu ya ambil
resiko bisa menaklukkan dunia gitu kan
yang cewek lebih ke refleksi kelola
emosi menyempurnakan diri gitu pada
akhirnya kita bisa lihatlah masalahnya
tuh bukan krypto bukan hassle culture
gitu bukan mental healt bukan astrologi
bukan tarot gitu karena semuanya tuh
solusinya tuh enggak negatif Lu belajar
kripto enggak negatif kok. Lu belajar
tentang diri lewat tarot, lewat
astrologi itu enggak negatif. Selama lu
belajar dengan benar dan menggunakannya
dengan baik. Lu enggak jadiin itu label,
lu enggak goblok-goblokin orang, lu
enggak wah pokoknya lu enggak toxic lah
intinya. Selama lu enggak toxic ke diri
lu sendiri dan orang lain, it's ok gitu
kan. It's just a hobby, it's just
another career gitu untuk trader dan
lain-lain. Pada akhirnya masalahnya ya
balik kedua tadi, kesepian dan krisis
personal finance. Dan kita semua itu
lagi nyoba untuk lari bareng-bareng dari
kedua masalah itu dengan cara kita
masing-masing. Yang kebetulan gua lihat
bahwa tiap gender beda nih. Sayangnya
ini belum tentu cara yang dua tadi itu
cocok dengan kita. Video ini mungkin
terkesan menggeneralisasi, tapi jujur
gua bukan bikin video ini buat
generalisasi, bukan juga dibuat untuk
menghina, tapi justru untuk ya
menjelaskan aja fenomena yang terjadi
yang gua lihat dan untuk menyadarkan aja
bahwa ini tuh terjadi di banyak orang.
Dan bisa jadi ya siapa tahu lu melakukan
yang barusan dan belum tepat. Ini
mungkin bukan solusi yang tepat buat lu
gitu ya. Kalau misalnya lu masih
merasakan hal negatif. Tapi kalau udah
tepat ya enggak masalah gitu kan. Dan
kalau memang enggak tepat ini bukan
solusi yang tepat buat tuh lu rungkat di
krypto gitu kan. Masih ada waktu loh
buat evaluasi, buat belajar yang lebih
benar untuk mikirin juga ini benar
enggak sih langkah yang gua ambil? Bisa
enggak sih gua belajar lebih dalam gitu?
Bisa enggak sih gua pakai solusi yang
lebih efektif? bisa enggak sih gua lebih
oke dalam hidup? Ya jawabannya adalah
bisa gitu ya. Tinggal gimana caranya ya
kan? Untuk tahu gimana caranya ya lu
bisa tonton lah video 1% yang lain.
Hopefully video ini bisa menginspirasi
dan gua harap enggak terjadilah di
comment section komen-komen negatif. Gua
yakin ini terkesan generalisasi. Banyak
yang enggak setuju. Ayo kita ngobrol
pakai data. Ayo kita bicara soal keluh
kesusa kita gitu. Biar enggak jadi
culture toxic lagi gitu ya. ngapain gitu
kan kita debat pakai urat gitu ya kan ya
semoga video ini bisa ngebantuah insir
kata gua ev% well thanks
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:56:34 UTC
Categories
Manage