File TXT tidak ditemukan.
Transcript
WoXaqFyeesE • Kenapa Cowok Main Crypto dan Cewek Makin 'Halu'?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0751_WoXaqFyeesE.txt
Kind: captions Language: id Kalau lu buka medsos dan lu scroll sebentar, lu mungkin bakal sadar bahwa ada dua alam yang sekarang tuh lagi ngetren banget di para Jenzizy zaman sekarang. Di satu sisi ada teman-teman cowok lu yang lagi ramai di grup Discord, Telegram, ngebahas chart, pamer profit, dan pasang foto profil NFT seharga motor. Mereka ini adalah para crypto Bros yang jujur populasinya makin banyak. sayangnya ya banyak juga ya populasi mereka ini yang toxic. Di sisi lain ada teman-teman cewek lu yang mungkin lagi ngpost Instagram story soal feminine energy, soal mengenali diri. Tapi sayangnya rata-rata cewek ini tuh pada jomblo, tapi mereka ini pada pengin punya pasangan. Nah, kalau pada lagi galau solusinya adalah apalagi selain buka kartu tarot. Mereka ini bisa kita sebut sebagai cosmic girl ya. yang mungkin orang mikir kayak cewek halu gitu. Ini orang berpendidikan kok percaya zodiak dan tarot gitu. Kelihatannya ini cuma tren biasa, tapi kalau lu gali lebih dalam ini tuh bukan sekedar soal selera aja antara cewek dan cowok. Ini adalah cerminan menarik dari Gen yang setelah gua telisik dikit risetnya, akar masalah kenapa tren kayak gini terjadi itu adalah kumpulan cewek dan cowok yang sama-sama ngerasa pertama cemas soal duit dan yang kedua adalah kesepian. Tapi cara ngatasinnya beda banget. Tulisan ini bakal ngebongkar kenapa bisa kayak gitu, kenapa banyak cowok vomo yang lari ke dunia spekulasi sementara yang cewek lari ke dunia spiritual. Dan gua juga bakal ngejelasin kenapa dua trend ini itu bisa jadi negatif. Stay tune. Welcome to Jurnal Investigasi. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kenapa sih cowok-cowok tuh main crypto? Well, jawabannya ada di tekanan ekonomi, rasa kesepian, dan peran gender yang ternyata masih ngatur cara kita berpikir di era digital ini. Dunia kripto tuh kayak klub khusus cowok gitu dan dari datanya juga udah jelas ya, 72% investor itu cowok ya. Dan mayoritas umurnya tuh 18 sampai 30 tahun. Masih pada muda-muda guys. Dan ini bukan kebetulan. Alasan pertamanya tadi ya yang gua bilang adalah cemas soal duit. Buat banyak anak muda, terutama laki-laki, jalur tradisional buat jadi kaya, lu kerja, lu nabung, lu investasi di reksadana, di saham, di deposito, itu dirasa udah enggak relevan dan terlalu lambat, Bro. Buat zaman sekarang butuh waktu puluhan tahun untuk jadi kaya, bahkan ratusan tahun mungkin untuk beli rumah idaman lu atau untuk beli mobil yang lu idam-idamkan. Sekarang kan gaji segitu-gitu aja malah makin nurun. Harga properti juga makin enggak masuk akal. Crypto itu datang menawarkan jalan pintas, sebuah tiket lotery dalam tanda kutip berteknologi tinggi buat bikin dalam tanda kutip cepat kaya. Ini bukan cuma investasi, ini adalah pemberontakan kecil-kecilan juga, bahkan besar ya sekarang terhadap sistem finansial yang mereka-mereka ini anggap korup dan enggak adil buat orang biasa. Konsepnya sih enggak salah sama sekali karena Bitcoin itu memang teknologi yang jadi solusi buat mengatasi bobroknya sistem tradisional finance. Sayangnya ya para cowok-cowok ini masuk ke grup-grup kripto buat apa? Buat cepat kaya. Ya, apalagi? Alasan kedua, cowok main crypto adalah adrenalin dan FOMO. Pasar crypto itu liar banget. High risk, high return. Udah itu buka 24 jam lagi. Enggak ada tutupnya. Ada sensasi tersendiri saat lu mempertaruhkan uang di sesuatu yang bisa naik 100, 200, 300 sampai 1000, 4.000% dalam semalam. Dan bisa aja jadi anjlok minggu depan jadi nol. Ditambah lagi FOMO. Ada sebuah riset yang nunjukin korelasi yang sangat kuat antara FOMO sama keputusan investasi di crypto. Lu lihat teman lu untung, ada influencer pamer mobil sport, lu pun kena VOMO. Lu enggak mau jadi satu-satunya yang ketinggalan kereta. Lu mau jump in? Gua mau kaya, Bro. Yang ketiga adalah faktor kesepian. Di tengah dunia yang bikin orang makin individualis, ya. Kesepian, enggak punya teman, komunitas krypto di Discord dan Telegram itu nawarin Brotherhood dalam tanda kutip. Mereka ini soalnya punya tujuan yang sama. Tujuannya apa? Ya, cuan, musuhnya juga sama, yaitu para pelaku tradisional finance atau siapapun lah yang mereka katain. Dan bahasa rahasia yang sama. Sebenarnya enggak rahasia sih, tapi kayak NFA, Dior, TP1, TP2, support, resistance. PLOS dan lain-lain. Gabung ke komunitas ini tuh bukan cuma soal cari info, tapi juga cari teman seperjuangan. Ini adalah obat buat para cowok modern untuk mengobati rasa sepinya. Lewat apa? Lewat ya berkelompok. Pada akhirnya main crypto tuh jadi cara buat para cowok-cowok ini untuk membuktikan diri. Berani ambil resiko laki loh. Keren. Leverage full margin 100 kali lipat. Nah, ini baru laki-laki. Bahkan ada margin yang sampai 500 kali lipat. Gua lupa di exchange mana ya. Kuda gila memang. Kalau misalnya ditanya mau jadi karyawan, mau KPR, wah ini mah cowok yang kureng gitu. Kalau misalnya melakukan dua hal itu. Di saat peran tradisional cowok sebagai pencari nafkah itu digoyang dengan ketidakpastian ekonomi, digoyang dengan resesi, kripto nawarin panggung baru buat jadi pahlawan. atau setidaknya buat cowok-cowok ini untuk merasa menjadi pahlawan. Menurut lo gimana tuh? Kalau dunia kripto itu panggung buat aksi eksternal, dunia astrologi dan spiritualitas modern adalah panggung buat perjalanan ke dalam diri dan biasanya pemainnya adalah mayoritas perempuan. Pertanyaannya, kenapa cewek malah lari ke astrologi, tarot dan lain-lain? pertama ya simpel mereka ingin mencari jawaban karena hidup itu rumit gitu. Kita tuh butuh kepastian kepastian karir, kepastian percintaan, pertemanan apalagi kalau perempuannya ini jomblo terus gitu. Kok gue jomblo? Bukannya gua cakep, bukannya gua punya kerjaan oke, gaji dua digit dan lain-lain. Jadi enggak hanya menengah ke bawah, tapi juga menengah ke atas. Astrologi, zodiak, segala macam itu datang nawarin peta gitu. Itu tuh ngasih lu label kepribadian. Pantas gua emosian, gua akan Scorpio. Pantes gua toxic, gua akan Gemini dan lain-lain. Kartu tarot juga ngasih petunjuk ya dalam tanda kutip buat langkah berikutnya. Ini adalah cara untuk menyederhanakan dunia yang keos. Dan lu bayangin cewek itu sekarang udah jauh lebih maju daripada cowok. Kita bisa lihat berbagai statistik di dunia yang nunjukin tingkat pendidikan perempuan itu lebih tinggi daripada laki-laki. Bahkan gaji perempuan itu banyak yang lebih tinggi dari laki-laki. Jadi, makin banyak mau kondo, Guys, di zaman yang sudah lumayan setara ini. Jadi, feminisme itu udah berhasil sih menurut gua. Jadi, enggak heran kalau banyak cewek ini yang ngeluh jomblo yang akan kesulitan bahkan sampai umur 30 untuk mencari laki-laki yang pas dengan standar mereka. Yang mana standarnya adalah standar TikTok gitu kalau kata orang-orang. Biasanya cowok nih yang ngeluh soal standar TikTok. Tapi menurut gua ada fakta beneran juga. Ya iyalah cowok-cowoknya pada miskin, nganggur, enggak punya tujuan hidup enggak jelas, malah main kripto terus rungkat pakai hutang lagi. Ini enggak sedikit orang yang seperti itu. Ya, itu yang pertama nyari kepastian. Yang kedua adalah project perbaikan diri. Jadi sekarang tuh banyak banget ya konten soal feminine energy ya. Nah, konsep ini tuh ngajarin cewek di zaman feminisme ini ya untuk jadi versi terbaik dari diri mereka. Kenapa ini laku? Karena ya feminisme kan. ini nawarin solusi buat frustrasi di dunia kencan modern. Jadi ketika para SJW di luar sana gitu ya ngasih narasi feminis dorong cewek buat jadi super mandiri, super independen gitu, muncul kecemasan di para perempuan ini bahwa independen itu justru malah bikin mereka jadi kurang menarik. Dan memang benar ya, cewek independen itu kurang menarik di mata cowok. Ini ada risetnya. Nah, konsep feminine energy ini datang sebagai jalan tengah. Lu boleh sukses, lu boleh maskulin di dunia kerja, tapi jangan lupa sisi feminin lu itu lu tetap pertahanin biar lu tetap bisa dapat pasangan, biar vibrasi lu selaras dan lain-lain. Salah enggak? Enggak dong. Ini jadi solusi malah di tengah gelombang feminisme dan kesetaraan yang makin mantap sekarang. Jadi ada sisi positifnya, ada negatifnya juga gitu ya. Feminisme ini. Yang ketiga, algoritma gitu. Nah, ini berlaku buat cewek maupun cowok. Media sosial itu mempercepat bubble ini. Karena sekali lu nge-like satu meme zodiak, explore page lu bakal dipenuhi konten yang serupa. Bakal nanti muncul baca tarot, tips glowing, diskusi soal fine feminine energy, dan lain-lain. Sekalinya lu nge-like TikTok-nya Timothy gitu ya, itu bakal muncul Timoty Ronald terus gitu ya dengan banyak klipernya. Jadi algoritma itu menciptakan gelembung realitas di mana ya antara Crypto Bros maupun Cosmic Girl ini gitu ya. Ini kelihatan normal, kelihatan penting dan dilakuin sama semua orang. Jadi kita ya makin FOMO aja gitu. Dan pada akhirnya yang membedakan cewek dan cowok itu lebih ke kontrolnya. Kalau cowok yang mencoba mengontrol dunia luar, dia mencoba mengontrol keuangan, ya sesuatu yang sebenarnya enggak bisa dikontrol banget sih, gitu. keuangan, kekayaan, dan lain-lain. Jadi lebih ke faktor eksternal pengin dikontrol. Kalau cewek ternyata lebih banyak ngontrol diri sendiri atau yang ada dalam otaklah, keadaan batin gitu ya, kepastian dan lain-lain. Nah, kenapa tren ini bisa jadi negatif? Nah, sebelum gua bahas dampaknya, kita harus tahu dulu tren ini tuh bisa terjadi karena dua. Pertama adalah kesepian. Yang kedua adalah cemas soal duit. Kita mulai dari kesepian. Solusi para laki-laki ini jadinya masuk ke komunitas kripto ya kan. Mencari kelompok dengan tujuan sama dan musuh bersama. Ini kayak lu masuk kultus lah gitu. Dan ini jujur memang asik banget ya. Gua pribadi tuh udah masuk ke beberapa grup kripto beberapa udah gede ya di Indonesia. Jujur diskusi di sana tuh memang asik banget apalagi kalau lu beneran krypto entusias. Sayangnya kalau dilihat dari eksternal ya, dari orang yang gak masuk grup ya, kita seringkiali lihat toxic-tokicnya aja gitu. Misalnya ngomong kasar, goblok-goblekin orang dan lain-lain. Nah, sayangnya juga ketika gua udah masuk nih ke dalam dunia crypto ini karena gua juga trading crypto, Guys, e on a day to day basis gitu ya. Sumpah banyak banget yang FOMO, banyak banget yang newb banget dan akhirnya portonya udah sampai rungkat gitu, sampai nol malah. Nah, FOMO dan New YB itu gak salah ya. Orang FOMO dan NewBI masa kita goblok-goblokin gitu kan asal belajar gitu kan. Kan udah ada nih modulnya ya kan ada grup yang menyediakan modul dan lain-lain. Sayangnya mereka-mereka ini banyak banget yang nanya hal-hal basic di grup diskusi. Padahal udah ada modulnya. Pas ditik seringkiali si laki-laki ini yang menurut gua nyubinya nyubi parah sih kayak enggak tahu apa-apa gitu. Ternyata mereka-mereka ini trading pakai uang panas, enggak punya dana darurat, tabungan gak ada gitu kan. Tradingnya juga pakai utang. Jadi bukan pakai leverage tapi untuk masukin akun pakai utang minjam dari OR to minjam dari saudara gitu. Dan banyak juga yang enggak punya kerjaan dengan cashfow tetap ya trading juga kerjaan ya tapi kan risk management, dana darurat dan segalanya harus siap gitu. Jadi ada aja gitu cerita yang tiap gua lihat diskusinya nih di beberapa grup terutama grup Indonesia gitu ya, itu bikin gua ngelus dada anjir ini ngapain orang masuk ke grup ini gitu kan. Grup luar negeri juga banyak yang nyubi gitu. Banyak yang nyubi parah tapi seringkiali mereka itu mau belajar mereka tahu salahnya di mana. Dan mereka kalau rugi mereka enggak nyalahin orang, mereka enggak nyalahin gurunya gitu. Jadi enggak separah grup-grup yang ada di Indo gitu. Menurut gua grup di Indo tuh banyak yang newubi parah ya, yang bodoh gitu. Dan mereka-mereka ini rela untuk bayar jutaan rupiah. Yang di currency kita of course itu sangat mahal karena setara UMR atau bahkan lebih. Untuk masuk ke grup VIP ini yang sebenarnya bagus. Banyak grup ini. Beberapa juga ada yang ngidein modul buat belajar. Tapi yang namanya cowok Indonesia tadi gua bilang harapannya tuh kagak jelas gitu. Jadi sisi negatifnya adalah para laki-laki ini mereka tuh berharap mereka dapat signal harus beli apa dan kapan. Dan itu signalnya diikutin, Bro. diikutin 100% tanpa mikir. Mereka mikir dari signal itu bisa kayak mendadak profit ronsonan kayu lipat. Cuma dengan modal jutaan tanpa risk management ya kagak masuk akal cuy. Ya kan? Dan kalaupun misalnya nih orang dapat jackpot meme coins, gua pun enggak yakin ya mereka-mereka ini bisa manage keuangan lebih dari 1 M gitu. Padahal kan konsep grup crypto itu kan bukan menjamin cuan, justru buat riset gitu kan. Kalau gua pribadi gua masuk ke grup crypto buat apa? Buat riset ya. Buat diskusi juga sih. Karena asik diskusinya kan supaya apa? supaya tesis tradingnya itu makin mantap. Nah, sementara banyak para cowok-cowok ini yang akhirnya mikir, ini cara buat kayak instan, enggak pakai risk management. Dan yang cewek jadi mager ya lihatnya. Iya kan? Mager lihat laki-laki kayak gini gitu. They know nothing gitu kan. Ngasihin duit juga enggak. Bukan malah makin kaya, yang ada makin rungkat dan ketika makin miskin mereka nyalahin orang. Padahal kripto tuh bagus teknologinya kalau lu belajar. Nah, kalau buat yang cewek, solusi untuk mengatasi kesepian itu adalah astrologi tarot dan ya community yang online gitu yang ada di sosmet, saling support gitu ya. Nah, konten-konten yang cewek ini memang lebih positif, tonya tuh lebih menenangkan. Enggak ngomong kasar ya, mungkin lebih feminin ya dan ngajarin juga untuk jadi jalan tengah gitu ya. Lu boleh independen kerja tapi punya feminine energy itu bagus gitu ya ngasih validasi gitu. Jadi kayak punya sahabat gitu loh yang selalu ngertiin kita. Nah, kenapa gua bisa bilang kayak gini? Ee, lu kan bukan cewek, lu mana ngerti. karena gua juga running bisnis ini ya guys. Gua juga punya brand namanya selfnowledge.id di Instagram yang memang ngasih analisis dan konsultasi human design dan psikologi. Jadi gua gabungin tuh kalau human design tuh isinya ada astrologi, ada eching dan lain-lain dan psikologi. Nah, syukurnya yang cewek-cewek ini enggak toxic dan memang meskipun mungkin di awal tadi gua kesannya kayak ngehina astrologi tuh halu, tarotnya tuh halu gitu padahal enggak juga, Guys. Jadi kalau teorinya benar, ilmunya bagus, dikaitkan sama sains, sama psikologi juga, jadi balance itu ada spiritualnya, ada saci-nya sampai ke bahas quantum mechanics dan lain-lain sebenarnya oke-oke aja koknya untuk dijadiin acuan buat self knowledge gitu. Tarot sendiri lu baca aja risetnya gitu ya. banyak yang psikolog yang bikin tarot juga untuk jadi salah satu teknik konseling atau curhat dan ini menarik dan gua open soal itu ya sebagai lulusan psikologi ya memang banyak yang enggak open tapi gua sikap gua open tentang ini ya selama klien bisa senang bisa masalah selesai why not kan nah sayangnya tapi ya banyak konten-konten di luar sana yang digandrungin di TikTok itu enggak menawarkan itu dan yang bikin negatif adalah sebenarnya balik lagi ke orangnya gitu sama kayak tadi cryptobros gitu ketika para perempuan ini sudah dapat sebuah label dari zodiak lah, dari Psikotes segala macam gitu kan. Label ini langsung ditelan mentah-mentah. Oh, karena saya Gemini maka saya enggak boleh pacaran gitu sama X Y Z gitu kan. Padahal belum jelas juga ilmunya gitu kayak gimana lu enggak tahu juga misalnya itu dari mana gitu. Belum tahu juga lu bisa mengubah tradit-nya atau enggak gitu dan lu mau berubah apa enggak gitu. Jadi gak heran para cewek-cewek yang kesepian ini dan jomblo juga dan ngeluh tentang kejombloan mereka bisa jadi makin jomblo makin kesepian karena para laki-laki menganggap mereka halu. Para laki-laki juga enggak pantas sih buat cewek ini ya yang mungkin udah lebih kaya dari cowoknya dan yang cewek malah makin ya punya banyak label makin kesepian. Dan yang jadi toxic adalah para cewek itu menjustifikasi hal-hal red flag yang mereka punya dari label tersebut. Jadi ya enggak apa-apa gua toxic orang gua gemi. Itu banyak yang kayak gitu. Nah, yang kedua adalah cemas soal duit. Tentang cemas soal duit ya kita bisa sepakat lah kalau Gen itu punya sekarang tingkat pengangguran yang tinggi sekitar 4 atau 5 juta gitu ya. Seingat gua Gen itu menganggur dan kekhawatiran finansial itu jadi stresor nomor satu. Karena kalau lu kerja pun mungkin gaji lu enggak sesuai ekspektasi lu. Nah, kalau respons laki-laki untuk mengontrol eksternal tadi gua bilang mereka akan mencoba untuk melakukan sesuatu untuk mengubah nasib mereka ya kan lewat kripto ya kan lewat taruhan besar dan mengakumulasilah modal finansial karena ya mereka enggak ada lagi yang bisa diukur selain finansial itu gitu menurut mereka gitu ya. Kayak harga diri laki-laki itu dari duitnya gitu menurut para crypto Bros yang menurut gua ya itu rada toxic juga sih ya. Nah, kalau yang perempuan itu lebih ke manajemen internal gitu ya. Jadi mengelola stres ya. Gua harus mengelola stres gua untuk lebih kuat dari dalam mindset gua dan lain-lain harus bagus biar ya seenggaknya gitu ya, at least enggak stres lah meskipun enggak punya duit dan hopefully nanti bisa dapat laki-laki yang pantaslah gitu kan. Nah, kedua solusi ini disebut sebagai hope labor. Hope labor itu apa? Jadi, hope labor itu adalah usaha yang dilakuin yang kita lakuin untuk menjaga harapan di tengah sistem yang sekarang udah mulai collapse gitu. Sistem yang enggak bisa ngasih kita harapan. Yang cowok berharap jadi kaya banget, yang cewek berharap bisa enggak overthinking, tenang gitu ya, bisa dicintai juga dalam tanda kutip ya. Sayangnya mungkin mayoritas dari orang yang mengikuti dan melalui masalah ini ya enggak jadi selesai masalahnya gitu dari sana. Jadi kesimpulannya adalah baik Crypto Bros maupun para cosmic girl ini itu bukanlah dua spesies yang berbeda. Masih sama ya, masih Homo sapiens gitu, tapi yang jelas mereka adalah bayangan di cermin yang ngeretak gitu ya dari generasi Z yang sama-sama tertekan karena stres kesepian dan karena stres finansial. Dan ini juga ya ternyata kita bisa lihat ya meskipun dengan feminisme segala macam peran gender tuh ya masih kuat gitu ya diperkuat oleh algoritma ya yang cowok hassle culture gitu ya ambil resiko bisa menaklukkan dunia gitu kan yang cewek lebih ke refleksi kelola emosi menyempurnakan diri gitu pada akhirnya kita bisa lihatlah masalahnya tuh bukan krypto bukan hassle culture gitu bukan mental healt bukan astrologi bukan tarot gitu karena semuanya tuh solusinya tuh enggak negatif Lu belajar kripto enggak negatif kok. Lu belajar tentang diri lewat tarot, lewat astrologi itu enggak negatif. Selama lu belajar dengan benar dan menggunakannya dengan baik. Lu enggak jadiin itu label, lu enggak goblok-goblokin orang, lu enggak wah pokoknya lu enggak toxic lah intinya. Selama lu enggak toxic ke diri lu sendiri dan orang lain, it's ok gitu kan. It's just a hobby, it's just another career gitu untuk trader dan lain-lain. Pada akhirnya masalahnya ya balik kedua tadi, kesepian dan krisis personal finance. Dan kita semua itu lagi nyoba untuk lari bareng-bareng dari kedua masalah itu dengan cara kita masing-masing. Yang kebetulan gua lihat bahwa tiap gender beda nih. Sayangnya ini belum tentu cara yang dua tadi itu cocok dengan kita. Video ini mungkin terkesan menggeneralisasi, tapi jujur gua bukan bikin video ini buat generalisasi, bukan juga dibuat untuk menghina, tapi justru untuk ya menjelaskan aja fenomena yang terjadi yang gua lihat dan untuk menyadarkan aja bahwa ini tuh terjadi di banyak orang. Dan bisa jadi ya siapa tahu lu melakukan yang barusan dan belum tepat. Ini mungkin bukan solusi yang tepat buat lu gitu ya. Kalau misalnya lu masih merasakan hal negatif. Tapi kalau udah tepat ya enggak masalah gitu kan. Dan kalau memang enggak tepat ini bukan solusi yang tepat buat tuh lu rungkat di krypto gitu kan. Masih ada waktu loh buat evaluasi, buat belajar yang lebih benar untuk mikirin juga ini benar enggak sih langkah yang gua ambil? Bisa enggak sih gua belajar lebih dalam gitu? Bisa enggak sih gua pakai solusi yang lebih efektif? bisa enggak sih gua lebih oke dalam hidup? Ya jawabannya adalah bisa gitu ya. Tinggal gimana caranya ya kan? Untuk tahu gimana caranya ya lu bisa tonton lah video 1% yang lain. Hopefully video ini bisa menginspirasi dan gua harap enggak terjadilah di comment section komen-komen negatif. Gua yakin ini terkesan generalisasi. Banyak yang enggak setuju. Ayo kita ngobrol pakai data. Ayo kita bicara soal keluh kesusa kita gitu. Biar enggak jadi culture toxic lagi gitu ya. ngapain gitu kan kita debat pakai urat gitu ya kan ya semoga video ini bisa ngebantuah insir kata gua ev% well thanks [Musik]