Transcript
BtmT5uu-0rU • Kenapa Indonesia Harus Belajar dari Vietnam
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/SatuPersenIndonesianLifeschool/.shards/text-0001.zst#text/0740_BtmT5uu-0rU.txt
Kind: captions Language: id Pertanyaan besar di tahun 2025 adalah kenapa sih Vietnam bisa sukses dan Indonesia bisa rugi milion? Parkirnya di sini aja. Parkir di sini istilah kata ya. Jadi ee betul seperti itu. Tapi kan ee istilah kata kan Iya. Jadi kita dari warga setempat gitu. Istilah kata mau ada namanya uang koordinasi kebersihan. Bu [Musik] negara yang dulu rakyatnya biasa aja. biasa banget. Bahkan ketinggalan zaman, sekarang jadi bintangnya investasi global. Apple, Samsung, Nvidia, Tesla, bahkan LG yang cabut dari Indonesia semuanya ngantri buat masuk ke Vietnam. Sementara itu, Indonesia kehilangan ratusan triliun potensi FBI atau investasi luar negeri dan Indonesia kehilangan triliunan juga dari pasar modal karena hampir semua investor kabur. Bahkan sampai sekarang, sampai di tanggal gua ng-record ini tanggal 10 itu investor asing cabut terus dari bank-bank besar di Indonesia. Kenapa sih bisa gini? Apa semua? karena kultur ormas yang mengakar gitu dari bawah sampai atas enggak jelas bandit semua ini. Bandit preman n preman-preman kampung atau ada masalah lain? Welcome to psychology of finance. Welcome to psychology finance. Pertama, pungli yang mengganggu investasi. Kemarin pas BYD masuk ke Indonesia dan mau ngebangun pabrik, proses pembangunannya itu diganggu sama aksi premanisme sekelompok ormas. Masalah korupsi Indonesia tuh sistemik banget karena terjadi dari atas sampai bawah. Ada orang yang kecelakaan pun bukannya ditolong malah dijarah. Lu bisa lihat beberapa kasus truk yang dijarah pas lagi kecelakaan. Akhirnya investor ngelihat Indonesia sebagai negara beresiko tinggi. Kenapa? Karena rawan pungli dan suap. Mereka takut projject macet gara-gara harus pakai uang pelicin. Artinya apa? Artinya hukum di Indonesia itu penuh dengan ketidakpastian. Hukum di Indonesia tuh sebenarnya bukan cuma ada undang-undang, tapi juga ada hukum warlock. Bisa kita bilang ya. Piramidanya kayak ginilah. Paling tinggi ada UU, lalu ada peraturan pemerintah, lalu ada peraturan ormas atau warlock. entah mereka tiba-tiba minta THR, minta duit atau tiba-tiba ya ngambil value aja gitu tanpa mereka pantas untuk mengambil value tersebut. Padahal investor kan butuh kepastian. Izin usaha tuh bisa makan waktu berbulan-bulan loh di Indonesia. Beda dengan di Vietnam ya yang lebih cepat dalam memproses. Di Indonesia butuh berbulan-bulan. Udah itu performance SDM-nya kurang oke ya kan. Kejelasan hukumnya kurang oke ya gimana orang enggak kabur ke Vietnam. Makanya Vietnam tuh udah oke banget sekarang. Dari posisi geografis dia dekat sama pasar. Dari performance SDM dia lebih pintar. dari kejelasan hukum dia cukup strik. Dan habis itu ada poin yang ketiga, infrastruktur dan SDM kita tuh kurang siap. Memang sih dua periode Jokowi banyak katanya ya infrastruktur yang dibikin, tapi ternyata pembuatan infrastruktur itu ya ternyata belum ngaruh-ngaruh banget lah sama negara-negara lain dalam hal perdagangan. Kita ambil data dari World Bank dan dari Kemen Keu ya yang mencatat bahwa biaya logistik di Indonesia itu mencapai 23% dari PDB. Maksudnya biaya logistik itu apa? Nah, biaya logistik itu adalah pengeluaran yang terjadi dalam proses mengelola si barang. Jadi misalnya ada barang udah jadi nih udah jadi dari pabrik. Nah untuk ngelola barangnya dari nyimpannya, distribusinya itu Indonesia butuh 23%. Nah angka di Indonesia ini biaya logistiknya 1,5 sampai du kali lipat lebih dari negara lain ya. Dari Vietnam yang cuma 14% dan Thailand yang cuma 11%. Ya memang mereka bukan negara kepulauan, tapi di Indonesia ya investasinya jadi kurang menarik gitu. Jadi bayar biaya pengiriman segala macam ya itu jadi lebih mahal. Belum lagi pasokan listrik dan internet yang belum merata. Ya, investor jadi mikir dua kali dong kalau mau masuk di daerah Indo. Karena ya belum tentu ada listrik yang stabil, belum tentu juga internetnya juga stabil. Ya buat apa ya ada internet cepat ya sebenarnya ya buat ini gitu ya. Dampaknya apa? Dampaknya ya rupiah jadi enggak stabil. Investor jadi ragu gitu. Ini kok jadi makin nurun mulu ya si rupiah. Dan bukan cuma investor global yang ragu, tapi juga investor lokal. Ya ngapain kan kita invest di Indonesia kalau ya harta kita tergerus sama mata uang global. jadi malas gitu kalau mau invest dalam bentuk rupiah. Faktanya Vietnam sekarang jadi rebutan negara besar. Di 2023 Joe Biden datang ke Vietnam ya untuk bikin komprehensif strategic partnership. Bukan hanya Joe Biden, si Jin Ping lawannya Amerika juga datang ke Vietnam. Mereka bikin 40 perjanjian kerja sama. Si Jin Ping juga datang ke mana? Ke Malaysia. Kamboja ya negara judi online. Dan ini unik gitu ya karena secara politik mereka itu tertutup. Mereka tuh otoriter, mereka itu komunis. Partainya cuma satu, oposisi gak dikasih ruang lah. Hampir gak dikasih ruang. Bahkan keputusan tuh kadang diambil diam-diam di tingkat elit doang. Tapi menariknya justru karena itu arah kebijakan mereka malah dianggap stabil, konsisten, dan bisa dipercayai. Jangan dibandingin lah ya sama Indonesia yang punya lebih dari 42.000 peraturan perundang-undangan aktif di berbagai tingkatan. Dan ini belum ngitung aturan-aturan tidak tertulis dari Warlock, dari SJW yang tiba-tiba nanti bakal minta duit. Akhirnya jangan heran kalau investor kabur aja dulu ke Vietnam. Nah, kali ini gua bakal ngomong peluang sih buat lu. Karena sekarang ekonomi itu lagi ada di ketidakpastian. Tapi lagi lagi setiap krisis itu ya punya peluang. Bahkan sekarang kita sebenarnya lagi hidup di salah satu momen langka yang salah satunya kemarin udah kita lewatin kan di bulan Maret pas lagi trading hold di pasar modal. Kenapa? Ya karena pasar global dan pasar lokal sekarang tuh lagi panas-panasnya, lagi volatil banget. Volatil tuh artinya apa? Bisa naik turun dengan cepat. Ini memang jadi ancaman buat orang lama yang udah invest lama banget itu dia bakal bet tuh nyangkut dan nurun semua. Tapi di sisi lain kalau lu masih muda, lu investor atau trader baru, ini artinya banyak momen buat cuan dari naik turunnya harga aset investasi. Asal apa? Asal lu pintar. Enggak cuma ngikut-ngikut call influencer, enggak cuma baca semua berita, tapi bisa memilah dan memilih berita yang mana yang penting dan enggak bisa ngelihat fundamental, bisa ngelihat chart. Di bulan April jujur salah satu cuan investasi gua yang cukup mantap sih ya memang enggak sebesar e orang-orang lain ya di Indonesia. Tapi karena volatilitas ini, ini tuh sebenarnya bisa mentransfer kekayaan dari masyarakat zaman dulu ke orang-orang Gen gitu. Nah, ini yang bisa dilakuin sebenarnya. Pertama, ketika market lagi goyang kayak gini, kita justru harus belajar sebanyak-banyaknya, ya kan? Mumpung lagi liburan. kemarin libur panjang nih kan itu pakai buat belajar apalagi kalau kita ngerasa kita masih miskin gitu kan dalam gejolak ekonomi pasar tuh enggak sepenuhnya turun ya kan dia naik turun basically. Nah di sinilah ada peluang buat cuan. Contohnya kalau kita paham hal kecil aja ya tentang ekonomi gitu misalnya kalau suku bunga naik apa sih yang terjadi? Kalau suku bunga turun apa sih yang terjadi? Kalau suku bunga biasa aja apa sih yang terjadi? Contohnya waktu kemarin waktu the naikin suku bunga banyak investor panik jual saham ya kan harga jeblok. Tapi di sana trader mulai masuk mereka tahu ini harga diskon. Minggu, du minggu kemudian ya banyak ya yang akhirnya nyicil, nyicil, nyicil tiba-tiba naik. Saham sektor energi, batubara, perbankan itu mulai pada naik lagi. Pasar valuta asing atau forex juga seru ya kalau lu tahu celahnya. Misalnya pas Bank Indonesia naikin suku bunga gitu, rupiah kan langsung menguat tuh di awal 2024. Trader yang jeli bisa langsung ambil posisi jual USD beli rupiah. Ini juga terjadi kemarin gitu ya. Meskipun momennya postingan Instagram sih, tapi Sri Mulyani itu ng-report di Instagram kalau ekonomi Indonesia tuh baik-baik aja. Yang postingan ekonominya tuh pakai lagu jumbo gitu. enggak sampai beberapa jam ya dan waktu itu juga sentimen positif sekali di pasar ya. Rupiah langsung menguat. Lu ingat kan dolar tuh udah 17.000 kemarin, tapi sekarang kok turun lagi 16.500 ya. Salah satu faktornya karena sentimen positif karena sebenarnya ekonomi Indonesia baik-baik aja. Kemarin tuh yang masa Indonesia gelap segala macam gitu ya, ternyata ya hanya terjadi di sosmet aja gitu yang gua lihat gitu ya. Meskipun kita melambat lah ya perekonomiannya tapi jauh lebih strong sebenarnya dibanding negara tetangga gitu. Jadi fair-feran aja ya. Kalau misalnya kita bilang Vietnam bagus, Indonesia jelek, dari segi perdagangan ya investasi ya jelek lah Indonesia. Tapi dari segi ekonomi kita jauh lebih bagus loh dari negara-negara ASEAN lain. Coba cek aja deh GDP dari Indonesia di kuartor 1 2025 dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN. Nah, inilah yang disebut dengan swing trading. Dan paling nyaman itu memang kalau kita masih miskin itu memang dari modal kecil ya. Contohnya misal 100$ di tengah volatilitas kayak gini sebenarnya 100 jadi 200 tuh sangat mudah sekali gitu bisa dalam beberapa menit. Nah, kalau udah double ya saran gua sih tarik aja modalnya gitu. Jadi biar lu enggak rugi gitu kan lanjut trading pakai profitnya doang. Nah, yang kedua nih kan sekarang tuh memang lagi viral banget ya tentang trading, kripto dan lain-lain. Jangan lupa untuk pahami risiko ya dan gunakan tools yang benar gitu. Jadi banyak banget gua lihat pemula yang langsung all in karena FOMO, karena di chat scammer. Gua juga kan ada akun satu lagi tuh di Instagram Pychle Jo Finance. Banyak banget scammernya. Jadi hati-hatilah jangan gampang ngetipu gitu ya. Itu pertama. Terus yang kedua jangan langsung all hint karena kalau salah langkah lu tabungan bisa habis gitu ya. Nah gimana cara mulainya? Of course kecil-kecil kayak tadi gua bilang dan bahkan enggak usah mulai langsung pakai duit gitu. Contohnya kalau di Valburi gitu ya. Ini aplikasi Forex. Kalau mau trading bisa mulai dari akun demo atau simulasi dulu. Kan lu bisa ikut grupnya dulu gitu ya. Lu bisa lihat dulu seminarnya gitu. Jadi bisa belajar dulu tanpa resiko dulu gitu loh. Belajar otaknya dulu. Dan kalaupun mau naruh modal mulai dari 0 sampai 1% uang yang lu punya. Misal uang lo Rp100 juta ya mulai Rp1 juta aja dulu gitu. Jadi kalau rugi ya kagak sakit hati gitu ya. Jangan langsung all in. Pokoknya selalu pilih platform yang tepat Kev Falburi misalnya. Dia pertama legal brezin resmi dari Bapepti gitu ya. Terus ada akun demonya enak kalau buat belajar. punya grup signal juga yang bisa ngebantu referensi. Lagi-lagi ingat di sini referensi jangan langsung ngikut-ngikut doang gitu kan. Terus fiturnya juga lengkap dari charting sampai analisis pasar gitu. Nah, pilih aplikasi kayak gini jangan all in. Jangan pilih aplikasi bodong gitu. Selalu cek lagi ada B peptinnya enggak, ada OJK-nya enggak. Karena kalau enggak ada ya duit lu bisa dibawa kabur gitu kan. Karena sebenarnya kan kalau kita lihat kerugian crypto terbesar tuh karena apa misalnya ya? Karena dibawa kabur exchange kerugian forex terbesar tuh apa ya karena all in gitu ya. Jadi karena nafsu biasanya, jadi hati-hatilah dengan dua hal itu. Pahami resiko pakai tools yang benar. Nah, di poin ketiga ini gua mau ngomong tentang satu hal lain. Mungkin sekarang banyak dari lu yang udah cuan kali ya. Kayak gua juga di bulan April tuh gua cuan gede sekali gitu dari investasi, dari trading. Tapi please jangan serakah. Gua suka banget sih pola pikir ini. Jadi hapus pola pikir dan mental serakah mental oportunis. Karena banyak anak muda yang kepincut karena oh trading gua bisa ngasihin. Gua jadi full time trader aja lah gitu. Terus oh gua fokus ke sini aja lah gitu. Tapi padahal prosesnya baru berapa minggu, baru berapa bulan gitu. Menurut gua sih santai aja ya gitu dengan lu yang baru mulai gitu. Jangan langsung ambil keputusan yang gerasa grusuh. Ini juga yang gua pelajari sih ya. Jadi kalau misalnya lu sekarang udah ada bisnis, sudah ngasihin profit segala macam, ya enggak usahlah ikut tren-tren bisnis yang lagi nge-hits gitu ya. Kayak misalnya franchise ya. Kalau dulu kan dropshipping, buru-buru bikin konten gitu ya. Jadi content creator gitu. Kelihatannya sih rameai, padahal sebenarnya ya enggak ngasih nilai jangka panjang gitu. Jangan lupa industri yang sekarang lagi viral kayak misalnya ya kan sekarang banyak yang jual produk digital ya, content creator gitu. Itu tuh sekarang yang lagi ramai adalah orang yang sudah mendalami ini dari tahun 2019 ya, dari 2018. Jadi sekarang baru para contonent kator besar ini menikmati jeri payahnya yang dulu sudah dilakuin pas sepi. Sekarang apakah waktunya ngonten gitu? Apakah waktunya trading crypto misalnya? Apakah waktunya bisnis franchise gitu? Ya tergantung ya kan. Tapi kalau dibilang sekarang tuh ada beberapa hal yang baru dan adopsinya masih kecil ya. Yang sekarang paling potensial sih banyak ya. Tapi lagi-lagi hindari pola pikir dan mental oportunis. Ibaratnya kalau sekarang ada orang sukses nih yang nyuruh lu misalnya untuk ke crypto, forex segala macam, ya lu pikir-pikir lagi aja. Maksudnya jangan langsung masuk all in semua karena lu FOMO gitu. Lu harus belajar dulu gitu kan. Dan yang menurut gua paling oke untuk dipelajari sekarang dan ini gua yakin ya 100% orang setuju ya AI gitu ya karena AI ini bakal bisa ngebantu lu di industri manapun. Jadi please hindari pola pikir dan mental opportunis karena kita bukan ormas yang cuma minta THR ketika lebaran doang gitu. Ibaratnya pengin cuan doang. Tapi kita kan harus kerja juga. Jadi apapun bidang yang mau lu tekeni ke depannya jangan oportunis. Jangan mau instan. Lu harus belajar dan grinding dan bikin project dalam waktu satu sampai puluhan tahun baru nanti lu bisa menikmati sukses. At the end of the day, meskipun ekonomi Indonesia sekarang kelihatannya suram, tapi ekonomi kita masih kuat dan mungkin jauh lebih kuat dari negara-negara lain ya. Fundamental kita kuat lah bisa dibilang. Dan ini justru momen emas. Lu bisa tetap ambil peluang asal ngerti cara mainnya. Tapi gua tekankan sekali lagi, jangan pakai pola pikir instan. Mentang-mentang udah cuan terus kayak sombong gitu. Jangan lupa untuk terus belajar. Ya, itulah psychology of finance. Karena yang paling penting adalah the psychology kan. Yang ngerti sentimen dia yang menang dan yang kerja keras dia juga yang menang. Akhir kata gua 1%. Thanks. [Musik]