Kitab Al-Adab Al-Mufrad #63: Sabar Atas Gangguan - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A.
MELEb1zzbd0 • 2026-01-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasukrhu ala taufiqihi wamtinanih ashadu
alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
da ridwan allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala.
Ee
kita lanjutkan bahasan kita.
dari kitab Aladabul Mufrad.
Dan pada kesempatan kali ini kita akan
masuk pada bab berikutnya
di mana
al Imam Bukhari berkata, "Babun asobru
alal aza." Bab sabar atas gangguan.
Sabar atas gangguan. Kemudian beliau
membawakan firman eh hadis Nabi. Beliau
berkata, "Qala hadasana Umar bin Hafs
qala haddasana abi." Qala haddasana lah
qa samu syaqiqan yaqulu qala Abdullah.
Berkata Abdullah itu Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhu. Qasaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam qismatan
ba'ana
yaqsim. Ya, adalah Nabi sallallahu
alaihi wasallam membagi ee bagian itu
harta ghanimah. Sebagaimana biasa Nabi
bagi. Faqala rajul Anshar. Maka ada
seorang lelaki dari Anshar mengomentari
dengan berkata, "Wallahi innaha
laqismatun ma urrida biha wajhullah azza
wa jalla." Anshar ini berkata, "Demi
Allah, ini pembagian Nabi adalah
pembagian yang tidak ikhlas.
Itu tidak tepat. Ini Nabi baginya tidak
ikhlas, tidak dalam rangka mencari wajah
Allah. Qullu ana. Maka ini pembicaraan
ini di belakang Nabi dan didengar oleh
Ibnu Mas'ud. Maka Ibnu Mas'ud ingin
lapor kepada Nabi. Qullu ana laquulanna
lin Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Sungguh benar-benar aku akan laporkan
omongan belakang orang ini kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Faataituhu.
Maka aku mendatangi Nabi sallallahu
alaihi wasallam wahua fi ashabihi. Nabi
sedang kumpul bersama para sahabat.
Maka pun bisik-bisik
ya Rasulullah ada orang bilang begini
fasqika alaihi maka ini sangat
memberatkan hati Nabi sallallahu alaihi
wasallam waju dan rasul wasam terlihat
berubah wajahnya
Rasulullah pun marah
aku. sampai aku berangan-angan
seandainya tadi saya enggak usah ngomong
sama Nabi karena Nabi marah. Smaqala
kemudian Rasulullah berkata qod uz Musa
biakar minzalika fasabar. Sungguh Musa
telah diganggu lebih daripada ini dan
beliau pun bersabar.
Hadis ini ee
memberi ya
penjelasan tentang keutamaan bersabar
jika kita diganggu ya. Terutama jika
kita diganggu karena kita melakukan
suatu perbuatan karena Allah Subhanahu
wa taala.
Jika kita diganggu karena kita telah
melakukan perbuatan karena Allah, maka
kita jangan jangan marah dan kita
hendaknya mencari
pahalanya dari Allah subhanahu wa taala.
Ibnu Taimiyah pernah menyampaikan satu
nasihat. Beliau berkata, saya bacakan
nasihat yang sangat indah. Ini al ma
faahuillah al ma amaratihahuatihi.
Kalau seorang melakukan suatu perbuatan
karena Allah, benar-benar dilakukan
karena Allah, misalnya dia beramar
makruf, dia menyeru untuk melakukan
suatu perbuatan dan dia niatkan dia
menyeru tersebut karena Allah atau dia
melarang dari suatu maksiat, melarang
kesyirikan, melarang riba, melarang
misalnya ee musik-musik dan yang lainnya
dan dia melarang karena Allah subhanahu
wa taala.
Wajaba alai. Dan ternyata dia diganggu
akibat apa yang dia lakukan gara-gara
dia beramal mauf, maka wajib bagi dia
untuk bersabar. Walam yakun lahul
intiqam. Maka janganlah dia membalas.
Faahu fillahi. Karena dia telah diganggu
karena dia telah menjalankan perintah
Allah. Udarti dia diganggu. Kenapa dia
diganggu? Karena dia melakukan perbuatan
karena Allah. Nanti diganggu. Oleh
karenanya jangan balas. Kenapa? Faajruhu
alallah. Pahalanya dari Allah. Karena
kau melakukannya karena Allah
lama mujahidunillahabat
amalum fillah lam takunatan. Oleh
karenanya tatkala para mujahid berjuang
fisabilillah dengan mengorbankan jiwa,
raga, dan harta mereka maka tidak ada
gantinya di dunia.Allah
Allah telah membeli mereka. Allah
membeli jiwa mereka, membeli harta
mereka.
Maka bayarannya tanggungan Allah, bukan
tanggungan manusia.
Siapa yang mencari
bayaran dari manusia maka tidak ada
bayaran dari Allah Subhanahu wa
taala.Ahuahiauahiu.
Maka siapa yang melakukan sesuatu
kemudian dia mengalami kerusakan karena
di jalan Allah maka Allah akan
menggantinya.
Kalau dia kemudian ternyata terkena
musibah, maka hendaknya dia ya misalnya
diganggu orang maka dia hendaknya
perbaiki dirinya ya.
Sehingga dia sibuk memperbaiki dirinya
sehingga dia tidak sempat untuk ngurusin
orang-orang yang mengganggunya.
Ya. Oleh karenanya kemudian beliau
menyampaikan suatu perumpamaan ya
kata beliauah.
Jika seorang punya rencana untuk
mencari dunia suatu atau usaha ya maka
hendaknya dia sabar.
Karena kalau dia tidak berhasil, dia
punya usaha dia harus sabar. Dia
berdagang dia harus sabar. Ada gangguan.
Cobaan dia sabar yang penting dia bisa
sukses. Tapi kalau dia tidak sabar
ternyata dia tidak sukses, kegagalan itu
lebih pahit daripada kesabaran. Kata
kegagalan lebih pahit daripada bersabar
demi sukses.
Siapa yang tidak sabar untuk mengarungi
panasnya terik matahari, kemudian hujan
yang deras, kemudian salju dan juga
beratnya bersafar dan juga bahayanya
pencuri di tengah jalan. Kalau dia tidak
sabar, maka enggak usah berdagang. Kata
Ibnu Timyah, enggak usah berdagang.
Kalau mau berdagang, ya harus sabar.
Kalau zaman dahulu berdagang harus apa?
Bersafar dari sini ke Syam, ke mana,
cari barang, jual pindah. Ada ada ee apa
namanya? Resiko-resiko. Ya, siapa yang
tidak mau mengambil risiko tidak usah
berdagang.
Kalau berdagang takut rugi, ya enggak
usah berdagang. [tertawa]
Kalau semua dagang pasti untung, semua
orang jadi pedagang. Ya makanya yang
masuk dalam pedagangan harus berani
ngambil apa? Resiko sama dengan dakwah.
Kalau mau dakwah nyaman terus ya gak
usah dakwah.
Pada orang dakwah pasti diganggu.
Terlalu banyak dalilnya. Kata Allah
Subhanahu wa taala watawasau bilhaq
watau bisabar. Bersaling menasihat dalam
ke dalam kebenaran. Setelah itu kata
Allah saling menasihat dalam kesabaran.
Karena orang orang yang saling
menasihati dalam kebaikan pasti akan di
diganggu. Maka bersabar. Kata Luqman
kepada putranya. Ya bunu
w munkarbir ma. Wahai putraku,
dirikanlah salat. Beramar makruf nahi
mungkarlah. Kemudian sabarlah. Karena
orang yang ber amar makruf nahi mungkar
pasti diganggu. Kalau diganggu harus ber
bersabar. Maka ini ketika seorang
diganggu karena Allah subhanahu wa taala
kata Ibnu Taimiyah rahimahullah,
"Carilah bayarannya di sisi Allah.
Jangan dia cari bayaran dari manusia,
maka jangan dia membalas dia sabar.
Lihatlah Nabi sallallahu alaihi wasallam
diganggu dengan ujian yang sangat berat.
Posisinya bagaimana? Posisi Nabi adalah
seorang nabi. Beda kalau kita kan banyak
yang bahlul maksudnya ya. Kalau kita
diganggu mungkin karena kebahlulan kita
ya. Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam
seorang nabi. Orang yang sangat cerdas,
orang yang sangat ikhlas.
Kalau Nabi tidak ikhlas siapa lagi yang
mau ikhlas? Dalam riwayat yang lain kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man
yilamil."
Siapa lagi yang mau adil kalau saya
tidak adil? Nabi pernah diproses
mengatakan, "Idil, ya Muhammad, wahai
Muhammad adillah dalam membagi gonimah.
Adillah engkau." Kata Nabi, "Famanil
illa mail." Siapa lagi yang mau adil
kalau saya tidak adil? Rasulullah
mengatuni wa anum fama. Tidakkah kalian
percaya kepadaku sementara aku
kepercayaan Allah di atas langit? Terus
kalau kalian tidak percaya sama saya,
terus siapa lagi yang mau dipercaya?
Sementara Tuhan saja percaya sama saya.
Jadi Nabi diganggu ini gangguan berat
bukan gangguan pukulan, bukan gangguan
hartanya diambil, gangguan masalah harga
diri Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Nabi dituduh tidak adil, Nabi dituduh
tidak ikhlas.
Enggak usah Nabi kita aja dituduh enggak
ikhlas, kita ngamuk. Ustaz, Ustaz,
kayaknya ria. Kurang ajar kamu.
[tertawa]
Padahal riak beneran.
Ini riak aja dibilang riak marah.
Apalagi sudah ikhlas dibilang tidak
ikhlas.
Jadi had kismatun maida biha wajhullah.
Inilah pembagian
yang bukan karena Allah subhanahu wa
taala.
Dan ini dalil bahwasanya boleh kalau ada
maslahat melaporkan ya perbuatan
sebagian orang ya seperti Ibnu Mas'ud
dengan ada omongan di belakang lapor
sama Nabi dan ini penting bagi penguasa
agar mengetahui kondisi apa kondisi ee
bawahannya jangan sampai datang laporan
pujian-pujian semua sehingga dia tidak
ada pertimbangan dalam mengambil
keputusan.
Maka Ibnu Mas'ud melaporkan dan Nabi pun
marah berubah wajahnya.
Ini gangguan yang sangat berat bagi Nabi
ya. Maka Ibnu Mas'ud mengatakan, "Saya
laaditu
lam akun akhbartuhu." Saya berharap
seandainya tadi saya tidak gambari Nabi
karena agak menyesal karena membuat Nabi
marah dan sahabat tidak ingin Nabi
marah. Tapi ini harus dikasih tahu.
Nah, bagaimana cara Nabi sallallahu
alaihi wasallam menyabarkan dirinya?
Maka nabi berkata,
"Q Musa akar minik fasar." Musa telah
diganggu lebih daripada ini dan dia
bersabar. Dalam riwayat yang lain kata
kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam rahimallahu Musa laqar
minikar.
Semoga Allah merahmati Musa alaihi
salam. Dia diganggu lebih daripada
gangguan yang ditujukan kepadaku. Dan
dia bersabar.
Dan Allah telah memerintahkan Nabi untuk
meniru ul azmi minar rasul. Kata Allah,
"Fasbir kamar ulul azmi minar rasul."
Bersabarlah engkau wahai Muhammad
sebagaimana ulul azmi dari kalangan
rasul telah bersabar. Ulul azmi
maksudnya Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi
Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan yang
terakhir Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Jadi Allah bahkan Allah menceritakan
bagaimana kesabaran mereka. Allah
ceritakan tentang sabarnya Nabi Nuh.
Allah turunkan tentang kisah Nabi Nuh.
Nabi masih di Makkah sudah diturunkan
tentang kisah Nabi Nuh. Bagaimana
berjuangnya, berdakwahnya 150 tahun agar
Nabi belajar sabar dari mereka. Ada
ibrah dari orang-orang sebelumnya. Ya.
Kemudian juga
Allah turunkan tentang kisah Nabi Musa.
Bagaimana sabarnya Nabi Musa? Ya, surah
ee misalnya surah Al-Qasas tentang kisah
Nabi Musa yang panjang itu adalah surah
Makkiyah. Ketika Nabi masih di Makkah
sudah turun kisah Nabi Musa.
Demikian juga kisah Nabi Ibrahim juga
ayat-ayat tentang Nabi Ibrahim juga
sudah turun kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan di antara rasulul
azmi yang Rasulullah ambil contoh
kesabarannya Nabi Musa. Makanya ketika
Nabi diganggu, Nabi langsung sebutkan
laqad ud aksar minalik fasar. Musa diuji
lebih daripada dan dia bersabar. Apa sih
ujian yang dialami oleh Nabi Musa?
Dan ini terkait dengan umatnya. Jadi
Nabi diganggu oleh umatnya. Umatnya
bilang, "Ya Muhammad, ya Rasulullah,
engkau tidak a adil. Perbuatanmu membagi
membagi ganimah adalah tidak ikhlas.
Tidak ikhlas. Ini Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam ya. Maka Rasulullah
ingat ada nabi yang juga digitukan oleh
umatnya. Di antaranya siapa? Nabi Musa.
Nabi Musa diganggu ya. Sampai Allah
mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu la
takunuadinau
Musa fabarahullahu mimma wallallahi
wajiha." "Wahai orang beriman, janganlah
kalian seperti orang-orang yang telah
mengganggu Musa." Maksudnya Bani Israil.
yang ganggu nabinya sendiri, Nabi Musa.
Maka Allah buktikan Nabi Musa bebas dari
tuduhan mereka. Wanaallahi wajha.
Padahal Nabi Musa punya kedudukan yang
tinggi di sisi Allah. Nabi yang luar
biasa seperti Nabi Musa yang datang
untuk menyelamatkan Bani Israil dari
penjajahan suku Firaun, suku Akbat. Ada
yang mengatakan ratusan tahun, ada yang
mengatakan 100, 400 tahun. Kemudian dia
sudah punya jasa luar biasa, masih
diganggu oleh mereka.
Dan Musa tidak bilang ente-ente dulu
jadi budak. Alhamdulillah saya datang
kalau enggak budak mulu. Ya gak dia
sabar. Di antara gangguan ditujukan Nabi
Musa, Nabi Musa dituduh punya penyakit
di testisnya.
Jadi Musa alaihi salam ini orangnya
pemalu. Maka dia kalau mandi dia tidak
gabung sama Bani Israil. Dulu Bani
Israil lelaki mandi bersama, biasa.
Mereka ini dulu syariat boleh bagi
mereka. Dan Nabi Musa alaihi salam mandi
di tempat lain. Iseng itu murid-muridnya
Nabi Musa. Iseng. Mungkin guru kita ada
penyakit makanya enggak gabung sama
kita. [tertawa] Ini kan ini kan iseng
kurang ajar ya. Subhanallah. Bagaimana
mereka berani berbicara tentang guru
mereka tentang penyakit seputar kelamin
ini kan terlalu berani dan mereka jadi
bahan pembicaraan bikin isuk tentang
Nabi Musa. Kalau mandi kok misah? Ah ini
masalah Nabi Musa ini masalah. Bayangkan
itu guru mereka sendiri. Nabi yang
nyelamatin mereka dengan izin Allah
Subhanahu wa taala yang datang
berhadapan dengan Firaun. yang duel
dengan para penyihir Musa Alaih Salam
yang resiko dia bakalan dibunuh oleh
Firaun. Firaun lagi jahat-jahatnya. Musa
datang untuk berdialog dengan Firaun.
Luar biasa hebatnya.
Ini dari satu sisi. Jadi jasa maksudnya
Nabi Musa ini luar biasa. Jasa dia
terhadap Bani Israil terlalu besar.
Terlalu besar. Yang kedua dan dia
sabarnya luar biasa. Padahal dia sangat
kuat pukul orang langsung mati. Orang
kalau semakin kuat semakin arogan
enggak?
Makin arogan
kata Allah, "Fawakazahu Musa faq alai."
Musa sekali pukul langsung mati, Pak.
Padahal itu kata para ulama, Nabi Musa
tidak ingin bunuh dia, tapi saking
kuatnya
sentut langsung mati.
Makanya dalam hadis ketika nanti datang
hadisnya, Rusul Musa sangat kuat.
Akhirnya Allah ingin membebaskan Nabi
Musa dari tuduhan kaumnya. Kenapa?
Karena kata Allah, "Wakanaallahi
wajiha." Musa punya kedudukan di sisi
Allah. Di antara bukti kedudukannya yang
sangat tinggi, dia pernah berdoa kepada
Allah agar Harun dijadikan rasul.
Wa akhi Harun
lisana farsilhu
jadikanlah dia rasul bersamaku. Ya
apa namanya? Waj wazir min ahli Harun
akhi
azri fi amri. Ya Allah jadikanlah Harun
ikut serta dengan aku. Utuslah dia
menjadi seorang rasul. Kata Allah, QQ,
"Ya Musa, permohonanmu dikabulkan." Saat
itu pula Harun diangkat menjadi seorang
rasul. Ini luar biasa enggak? Ada
seorang rasul jadi rasul gara-gara
permintaan seorang rasul yang lain.
Sebagian kita, saya enggak bilang
semuanya,
Mas orang berdoa, "Ya Allah, istri
jadikan istriku saleh semoga dapat
hidayah." Enggak dapat hidayah.
[tertawa]
Ya Allah, jadikanlah anakku saleh.
Enggak saleh-saleh.
Doa sampai 10 tahun enggak saleh-saleh.
Benar atau tidak? Ada yang seperti itu
enggak? Ada ya?
Atau seorang wanita, "Ya Allah,
jadikanlah suamiku ini qanaah." Enggak
qanaah-qonah.
Qonah dengan saya jangan minta tambahan
lagi, "Ya Allah, enggak qaah-qonah."
[tertawa]
Ini luar biasa.
Musa doa sekali bukan cuma bilang,
"Jadikan Harun orang saleh." Enggak.
jadikan dia seorang apa?
Rasul. Makanya dikatakan orang yang
paling berjasa kepada saudara kandungnya
adalah Musa kepada Harun.
Karena dengan sebab dia Harun
mendapatkan kedudukan yang tinggi. Bukan
duit, bukan dapat duit, bukan dapat
emas, harta dapat kedudukan menjadi
seorang rasul karena doa adiknya Musa
Alaih Salam. Makanya Allah, wanaallahi
wajiha. Musa punya kedudukan yang
tinggi. Bagaimana tidak tinggi? Allah
panggil dia, Allah bicara langsung
dengan dia, Allah tuliskan Taurat
langsung buat Musa. Kalau Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam lewat Jibril,
Al-Qur'an semua lewat Jibril. Dan ada
Kitabul Wahyi, murid-murid Nabi, sahabat
yang tugasnya nulis wahyu Al-Qur'an.
Taurat enggak. Allah tuliskan langsung.
Wakataballahu Taurat laka biyadihi.
Makanya orang pada hari kiamat datang
kepada Musa, "Wahai Musa, berilah
syafaat kepada kami. Allah telah
berbicara langsung dengan engkau dan
Allah telah menulis Taurat. untuk engkau
langsung dengan tangannya. Jadi datang
lempengan langsung ada tulisan Allah
tulis langsung mulia. Ah orang yang
seperti mulia ini ada murid-muridnya
iseng bilang gurunya ini ada masalah di
sekitar kemaluan. Ini kan kurang ajar
namanya. Makanya apa yang disampaikan
Nabi. Kata Nabi enggak ada apa-apanya.
Bandingkan sama Musa. Ditinjau dari
artinya Musa punya jasa besar sama dia.
Ditinjau kedudukan Musa yang sangat
tinggi. Ditinjau Musa tuh sangat kuat.
Kalau sekali hantam mampu sekalian
semua. Mungkin 10 orang mati tek tek tek
mati semua. Tapi Musa, Subhanallah dia
sabar. Dia sabar karena benar-benar dia
murabbi mendidik. Ya. Dan ini
berulang-ulang mereka lakukan bagaimana
bejatnya Bani Israil. Allah sebutkan
dalam surat Albaqarah banyak sekali.
Bayangkan Allah sudah turunkan mana
wasalwa makanan tinggal terima bersih
dari dari surga, dari langit tinggal
ambil makan.
Kata mereka, "Ya Musa
wah,
apa kau minta ganti yang buruk dengan
yang baik, yang baik dengan yang buruk."
Jadi mereka bilang, "Ya Musa mana
wasalwa bosan Musa? Coba mintalah kepada
Tuhan untuk kasih kami bawang. sayur
kata Nabi ihbit. Kalau kalian pengin
ihbitum, kalau kalian ingin dapat bawang
di kota mana saja ada. Mau ke mana?
Tangerang juga ada namanya bawang,
sayur. Tapi kalau mana salwa kan spesial
buat kalian. Tapi mereka bilang enggak
bosan. Bosan ganti-ganti.
Mereka sering kurang ajar ee umatnya
Nabi Musa ini. Ya, ketika disuruh untuk
sembelih sapi. Kata mereka, "Ya Musa,
sapinya kayak bagaimana?
Bagaimana? Tanya lagi begini, "Bagaimana
lagi?" Terus ngeyal, ngeyal, ngeyal.
Akhirnya hampir mereka tidak jadi
sembelih apa? Sapi. Kengeyelan mereka
luar luar biasa. Mereka pernah berkata,
"Lan nummin laka hatta narallaha jahra."
"Wahai Musa, kami enggak bakalan beriman
dengan kau. Allah suruh muncul dulu.
Kami pengin lihat." Subhanallah. Kalau
enggak kami enggak beriman. Kurang ajar
atau tidak? Kurang ajar. Mereka sering
kurang ajar sama. Makanya Musa ini sabar
luar biasa diganggu oleh Bani Israil ya.
Makanya kalau antum lihat netanyaho
jangan heran
dia dari begitulah luar biasa. Sampai
ketika Nabi Musa kejebak di laut merah
mereka bilang inn mudrakun. Ya. Wahai
Musa, mana janji Tuhanmu? Kita bakalan
ketangkap. Bayangkan.
Qala ashabu Musa inna lamudrakun. Kami
bakalan ketangkap. Katanya kita selamat.
Ini mau ke mana lagi? Di depan laut
merah. belakang pasukan Firaun enggak
ada tempat lari. Kita bakalan ketangkap.
Kata Musa, "Kalla inna may rbi
sayahdin."
Sekali-sekali tidak. Allah bersamaku
akan beri petunjuk kepadaku. Jadi dia
diganggu berulang-ulang.
Diganggu berulang-ulang
ya. Di antaranya ini dituduh punya
penyakit sekitar kelaminnya. Maka Allah
dalam Sahih Bukhari Rasulullah
menjelaskan akhirnya suatu hari
Nabi Musa seperti kebiasaannya kaumnya
tidur e mandi di kali eh di kali
[tertawa]
ya di kali kali sama aja kali sungai
beda atau beda sama kan di sungai di
area yang lain Musa alaihi salam tidur
di ee mandi di areal yang lain dia taruh
bajunya di sebuah batu kemudian dia
mandi. Ketika dia mandi, Allah
berkehendak batunya jalan.
Batunya jalan melewati areal tempat
mandi murid-muridnya. Maka Nabi Musa
lihat batunya jalan. Manusia Musa lagi
enggak pakai baju dia. Dia pun naik di
atas sungai dia kejar. Dia kata, "Ya
Hajar Tsubi, ya Hajar, wahi batu bajuku,
bajuku bajuku." Terus Musa lewat. Kata
mereka, "Ternyata luar biasa, enggak ada
[tertawa] apa-apa."
Akhirnya Musa pukul itu batu ee sampai
enam atau tujuh kali pukulan.
Dan terlihat bekas tangan Musa di batu
tersebut. Kuat atau tidak
kuat? Masyaallah. Pukul batu sampai
kalau kita mukul batu, bekas batu di
tangan kita. [tertawa] Darah-darah ini
Musa pukul maksudnya sangat kuat. Tapi
begitulah cara Allah. Akhirnya kata
Allah, "Fabarahullahu mimmau." Allah
buktikan bahwasanya Musa tidak seperti
yang mereka ucapkan. Ya, ternyata Musa
sosok yang sangat hebat, yang sangat
kuat dengan tubuh yang indah.
Maka ketika Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam diganggu dengan seperti
ini, dia ingat Nabi Musa karena Allah
suruh sabar sebagaimana ulul azim minan
minar rasul. Maka ini pelajaran bagi
kita kalau kita
diganggu karena Allah yaikir namanya
kita menjalankan perintah Allah pasti
diganggu ya. Antum enggak ganggu orang
aja tiap hari ke masjid
orang sudah ganggu. Sok alimlah, sok
malaikatlah. Antum jangan balas ente sok
iblis. Jangan [tertawa]
enggak usah dibalas.
Antum jangan balas. Antum bisa dibalas.
Kalau saya diganggu ini pahala berarti
mengalir. Berarti Ibnu Tim mengatakan
kalau kau diganggu berarti argo pahala
apa? Mengalir. Enggak usah bikin
klarifikasi, enggak usah enggak usah
bikin jumpa pers ya. Enggak usah bikin
apa, enggak usah bikin apa namanya
status baru. Enggak usah. Sudah itu
diganggu karena Allah. Sabar. Dan jangan
coba-coba untuk membalas. Kata Ibnuimi,
"Sudah sibuk istigfar, mungkin cingkan
dosa-dosa saya." Ya, ketika diganggu
berarti argo pahala berjalan.
Ya, apalagi kita dakwah mengusik
kesenangan orang ya pasti diganggu.
Orang lagi senang-senang nanti bilang
haram. Orang lagi joget-joget haram tahu
enggak haram. Wah, terganggung. Orang
lagi bikin bita, lagi
nangis-nangis dalam bidah itu haram,
tidak diterima Allah kan.
sakit hati dia ya. Maka potensi orang
diganggu oleh manusia sangat-sangat
besar. Dan subhanallah kalau kita teliti
tentang kisah ini, seb ulama mengatakan
karena yang protes tadi dia tidak dapat
bagian. Dia tidak dapat bagian. Ketika
dia tidak dapat bagian maka dia protes
sebenarnya untuk dirinya sendiri.
Seandainya dikasih bagian yang sama
kira-kira dia protes atau tidak? Tidak.
Nabi ketika itu memberikan bahkan orang
kafir Nabi kasih. Kata Nabi dalam
riwayat yang lain, inna inamaumfahum.
Saya kasih mereka agar saya ambil hati
mereka. Nabi ingin mereka masuk Islam. J
Nabi kasih orang-orang musyrikin harta
banyak. Sementara yang muslim, yang
sahabat Nabi kasih sedikit. Sehingga
menjadikan sebagian
sahabat tadi ada yang cemburu sehingga
mengucapkan kata-kata demikian. Dan ini
kesalahan besar ya. Ya, maka bisa jadi
ada orang protes sama kita, ternyata dia
protes bukan karena Allah,
bukan. Tapi karena dia protes karena
enggak kebagian itu aja.
Dan sekarang banyak seperti itu.
Sebenarnya masalah politik orang itu
demo-demo karena Allah, karena ternyata
enggak. Karena enggak kebagian aja.
Buktinya
ketika dikasih bagian roti sudah dibagi,
diam atau ribut? Diam. Berarti kan bukan
karena Allah. Mau dinamakan jihad, mau
dinamakan amar nahi mungkar. Tapi kalau
dikasih roti selesai, berarti dia protes
bukan karena Allah, tapi karena enggak
dapat apa? Bagian.
Bagian
karenanya seorang ber bersabar ketika di
ee diuji seperti ini. Ini ujian.
Ujian apa namanya? Perkataan. Tapi
sangat menyakitkan ya. Sangat
menyakitkan ya.
Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ingat
tentang Nabi Musa Alaih Salam. Maka
beliau pun tidak marah. Padahal sudah
sempat marah spontan kemudian beliau
tidak jadi marah. Karena ini adalah
bagian dari konsekuensi dakwah. Beliau
ingat orang yang lebih diuji lebih
daripada beliau. Maka beliau berkata,
"Rahimullahu Musa laq ud akar minalik."
Semoga Allah merahmati Musa dia telah
diuji lebih daripada ini. Fasabar dan
dia ber bersabar. Dia bersabar.
Tayib. Maka ini pelajaran bagi kita
kapan kita di ganggu.
Hendaknya kita ingat kisah-kisah seperti
ini. Gak usah kita ingat jauh-jauh. Kita
lihat saudara-saudara kita jadi diuji
jauh lebih berat daripada kita. Kan kita
diuji cuma ringan-ringan. Lihat
saudara-saudara kita di Aceh aja kita
apa sih ujian yang nimpa kita tuh? Apa
sih cuma gitu-gitu aja? Alhamdulillah
kita diberi keselamatan oleh Allah.
Mereka sedang diuji. Tapi kalau kita
lihat ujian mereka, kita tahu ujian kita
ini enggak ada apa-apanya. Belum kitahat
saudara-saudara kita di Palestina
puluhan tahun
dalam penderitaan kita ini. Enggak ada
apa-apanya ujian ya.
Sementara mereka tegar,
mereka tegar dengan ujian-ujian
tersebut, tetap beribadah kepada Allah
Subhanahu wa taala. Ya. Maka kalau kita
lihat orang-orang yang musibahnya lebih
besar, maka ini adalah hal yang sangat
sangat ringan. Kalau kita lihat
bagaimana orang-orang diuji dengan dalam
dakwah ujian yang sangat berat, maka
ujian kita sangat sangat ringan. Ya,
kita cuma diapain? Cuma dikata-katain.
Sebagian orang di sebagian negeri ketika
menyerukan tentang dakwah ahlusunah
sampai hilang nyawa. Dan itu banyak
kejadian teman-teman. Saya cerita ya,
kita enggak ada apa paling cuma
dikata-katain,
paling cuma diberhentiin kajian ya.
Berhenti kajian tempat masih banyak ya.
Ya, diganggu apa sih? Enggak ada
gangguan. Ibarat gangguan tersebut tidak
ada tidak ada apa-apanya. Tidak ada
apa-apanya. Maka ini membantu kita untuk
bersabar.
Tib. Kita lanjutkan
bab berikutnya. Bab islahu babun islah
dzatil bain. Bab mendamaikan
ee orang yang bersengketa.
Di antara amal saleh yang sangat agung
adalah mendamaikan orang yang
bersengketa.
Ya, sampai sebagaimana sudah kita
singgung pada pertemuan sebelumnya
bahwasanya dusta boleh dalam tiga hal.
Di antaranya dalam rangka untuk
mendamaikan orang yang bersengketa. Hal
ini karena persatuan sangat diagungkan
oleh Islam. Bahkan tidak ada pokok utama
setelah tauhid kecuali seperti pokok
persatuan. Persatuan. Apa sih
konsentrasi Islam setelah tauhid?
Konsentrasinya adalah persa persatuan.
Maka seluruh perkara yang mendatangkan
persatuan disyariatkan. Dan banyak
syariat untuk persatuan. Salat
berjamaah, memberi salam, saling
mengunjungi, mengunjung orang sakit yang
menunjukkan ada ee
apa namanya? keterkaitan satu dengan
yang lainnya. Kalau diundang datang ya
wajib hadiri walimah, walimah
pernikahan. Banyak syariat ya. Dan
banyak syariat dilarang atau halal
dilarang demi menjaga persatuan.
Dilarang gibah, namimah ya dilarang
boikot lebih dari 3 hari. Dilarang tiga
orang lagi tiga orang kemudian dua orang
berbicara yang satu tidak diajak. Ini
semua bisa menimbulkan keri keributan.
sopan santun untuk menjaga persatuan dan
semua hal yang bisa menimbulkan
keributan dilarang nguping dengaran
pembicaraan orang-orang lagi berbicara
kemudian dia nguping enggak boleh ya
gak boleh ya mengganggu kenyamanan o
orang
maka di antara pahala yang sangat agung
adalah pahala mendamaikan dua orang
bersengketa berikut hadisnya kata Imam
Bukhari rahimahullahu taala qala
haddasana shodq qala haddasana Abu
Muawiyah anil a'mas an Amr bin Murrah an
Salim bin Abil Jaad an Ummid Darda an
Abi Darda anin Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ini riwayat istri dari suami
luar biasa.
Perhatikan sanadnya. An Ummi Darda an
Abi Darda. Dari Umi Darda dari suaminya
Abu Darda. Ini contoh kerja sama suami
istri dalam ilmu. Dalam ilmu. Bukan
kerja sama nonton Korea ya. kerja sama
dalam menuntut ilmu, kerja sama dalam
ibadah sama saling bangun-membangunkan
dalam salat malam, saling motivasi untuk
bersedekah, saling bermotivasi dalam
rangka menyambung silaturahmi. Dan ini
luar biasa di antaranya saling
meriwayatkan ilmu. Maka Ummu Darda
meriwayatkan dari Abu Darda. Bahkan
dalam sebagian riwayat dalam Sahih
Muslim, Ummu Darda kalau meriwayatkan
dari suaminya, dia berkata, "Haddasani
sayyidi, sesungguhnya tuanku telah
menyampaikan hadis kepadaku."
menunjukkan Ummu Darda sangat
menghormati suaminya Abu Darda. Saking
dia menghormati, dia menganggap Abu
Darda seperti majikannya dan dia seperti
budak. Dia mengatakan, "Haddasani
sayidi." Telah menyampaikan hadis
kepadaku tuanku. Padahal maksudnya apa?
Sua suamiku.
Oleh karenanya ee di antara ibadah yang
agung ya ee para wanita hendaknya
menghormati apa? Suami. Saya mau
ulang-ulang terus buat ibu-ibu ya agar
ibu-ibu hafal mati. hal ini ya. Kalau
mereka masih tidak menghormati suaminya,
urusan mereka dengan Tuhan. Saya sudah
tegakkan hujah berulang-ulang ya.
Maka siapa yang ingin mudah raih surga
maka taat kepada suami. Siapa yang
pengin cepat masuk neraka maka
bangkanglah terhadap apa? Suami.
Kerja sama suami istri dalam kebaikan
adalah hal yang sangat indah.
Oleh karenanya dalam hadis ya ya kalau
suami istri bangun kemudian salat malam
kutiba minadakirina
Allahakirat. Kalau suami istri bangun
salat malam, dua-duanya salat malam maka
keduanya dicatat. Termasuk orang-orang
yang banyak mengingat Allah laki-laki
maupun perempuan. Padahal salat malam
mereka mungkin cuma sebentar tapi
sebentar namun berdua bareng-bareng
dianggap banyak oleh Allah. Dianggap
banyak. Kenapa? Karena syariat sangat
memperhatikan keharmonisan rumah tangga.
Keharmonisan yang dibangun di atas
ketakwaan.
Bukan keharmonisan dibangun di atas
kemaksiatan, foya-foya. Bukan. Maka
kalau mereka berdua salat malam, mungkin
salat 15 menit, 10 menit. Tapi kata
Allah, kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Fain shaya jamian." Kalau
mereka berdua salat, kerja sama dalam
beribadah, salat malam, suami istri,
maka keduanya akan dicatat. Termasuk
lelaki yang banyak mengingat Allah dan
wanita yang banyak mengingat Allah yang
Allah janjikan dalam Alquran.
Aadallahuatan.
Allah siapkan bagi mereka ampunan dan
ganjaran yang besar. Maka kerja sama ini
sangat penting. Sungguh indah suami
istri. Suaminya
baca Quran, istrinya nyimak.
Coba Abi baca. Salah, Bi. Ulang. Ulang,
ulang. [tertawa]
Abi ini gimana? Katanya imam. Imam sudah
saya yang jadi imam aja. Saya aja. Ini
istri bahlul seperti ini. [tertawa]
Semangatin, Mas. Masyaallah. Tambah
lagi, Mas. Ayo. Tajuknya diperbaiki.
Jangan sok pintar depan apa? Suami.
Ini nikmat seperti ini. Kerja sama.
kerja sama saling mengingatkan untuk
baca Quran, saling mengingatkan salat
sunah, saling mengingatkan untuk
berbakti kepada orang tua, saling
mengatkan untuk ee menyambung
silaturahmi. Ini perlu dihidupkan suami
suami istri. Ketika orientasinya sama
suami istri, maka kehidupan rumah tangga
akan bahagia. Tapi kalau satu sudah
duniawi, ah repot. Apalagi dua-duanya
dunia. Dunia pikirnya selalu mau ke luar
negeri, mau ke tas branded, mau ke mana,
mau ke mana, mau ke Paris, mau ke mana,
Ukraina, mau ke [tertawa]
mau ke Rusia.
Pikirannya luar negeri jalan-jalan mulu
duit habislah.
Sesekali kita boleh hiburan tapi ya
harus orientasi apa akhirat. Ini dari
Ummi Darda dari Abu Darda an Nabi
sallallahu alaihi wasallam dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam ala
unabukumin
afdola minati wasami wasodqah.
Maukah aku kabarkan kepada kalian
tentang suatu derajat yang lebih afdal
daripada salat, daripada puasa, daripada
sedekah?
Q bala kata para sahabat, tentu apa
amalan yang lebih afdal daripada salat
dari puasa daripada sedekah? Kata mereka
tentu qa shautil bain. Yaitu damainya di
antara atau mendamaikan dua orang atau
orang yang bersengketa.
Waasadilal haliq. Dan rusaknya atau
pertikaian di antara kaum muslimin
inilah akan menggunduli. Itu menggunduli
itu menggunduli agama, menggunduli
kebaikan hancur. Karena orang kalau
sudah bermusuhan
udah tidak ada batasan lagi untuk
menjatuhkan musuhnya. Dicari aibnya
sebanyak-banyaknya. Kalau perlu dusta
untuk menjatuhkannya berangan-angan
musuhnya segera mati. Berangan-angan
kalau celak-celaka enggak sembuh-sembuh.
berangan-angan supaya musuhnya kena
penyakit
kanser atau penyakit stroke atau apalah
pokoknya dia bahagia kalau musuhnya
binasa. Kalau sudah pertikaian susah
seorang tidak bisa mengontrol imannya
susah. Yang dia pikir gimana musuhnya
cepat mampus. Kalau mampusnya bosnya
sakit dia tertawa terbahak-bahak. Kalau
musuhnya malah kerugian dia senang
sesenang-senangnya. Dia cari
kesalahannya sebanyak-banyaknya.
Maka rusaknya hubungan di antara atau
sengketa di antara dua kaum muslimin.
Alhaliqah yaitu menggunduli agama. Ya,
menggunduli agama.
Agama seorang bisa langsung terkikis
habis gara-gara ee
ya
gara-gara pertikaian. Makanya dalam
riwayat dikatakan kata rasamakum bugnaha
alqah hati-hatilah kalian dengan
kebencian karena itu akan
menggundulakum.
Aku tidak mengatakan menggunduli rambut
wakin tahliqudin tetapi menggunduli
agama. Ini ngeri. Maka seorang berusaha
dalam hidupnya tidak bersengketa.
Berusaha semaksimal mungkin. Tidak
bersengketa dengan siapapun meskipun itu
mustahil ya.
Tapi berusaha tidak bersengketa.
Sebisa mungkin dia menghindar. Kalau
harus bersengketa, dia meminimalkan.
Jangan waktunya habis untuk bersengketa.
Jangan. Jangan berusaha untuk tidak
bersengketa, mengalah gak apa-apa.
Karena kalau orang sudah bersengketa,
susah untuk mengontrol agamanya. Karena
sengketa adalah alhaliqah akan
menggunduli agama seseorang. Mengerikan.
Mengerikan.
Tib kita lanjutkan atau kita ulangi lagi
hadis ini. Kata Rasul wasallam, "Ala
unabbiukum
minti wasami wasah." Maka ak kabarkan
kepada kalian tentang suatu amalan yang
derajatnya lebih baik daripada salat,
daripada puasa, daripada sedekah.
Maksudnya daripada salat sunah, puasa
sunah, dan sedekah sunah. Karena namanya
salat wajib tentu lebih afdal ya. Allah
mengatakan walu
eh.
"Tidaklah hambaku mendekatkan dirinya
kepadaku dengan suatu amalan yang lebih
aku cintai seperti amalan-amalan wajib."
Ini maksudnya ee
apa? Mendamaikan itu lebih dicintai oleh
Allah daripada sekedar salat sunah,
puasa sunah, sedekah. Kenapa? Karena
ibadah, salat, puasa, sedekah
efeknya ada, tetapi lebih efeknya adalah
mendamaikan. Mendamaikan. Karena saya
katakan tadi di antara pokok utama dari
agama selain tauhid, setelah tauhid
adalah apa? Peratuan.
Ya, bahkan saking pentingnya
mendamaikan, boleh bohong. Boleh bohong.
Gibah jujur aja haram. Gibah itu jujur,
enggak jujur tapi haram. Namimah jujur,
bikin ribut haram, dosa besar. Ini
bohong untuk damai bahkan ber berpahala
bahkan lebih afdal daripada puasa, salat
dan sedekah sunah.
Maka saya bertanya, "Tentu ya Rasulullah
amalan apakah itu?" Kata Rasulullah,
mendamaikan
orang yang bersengketa.
ya minwahum
amarin
isahi
kata Allah subhanahu wa taala tidak ada
kebaikan dari kebanyakan bisikan-bisikan
mereka
kecuali orang yang menyeruh kepada
kemakrufan.
Dalam surat An-Nisa ayat 114 kata Allah,
"La khair fiir min najwhum illa man amar
bodqatin ma'rufin islah bainanas." Tidak
ada bisik-bisik mereka yang kebanyakan
bisik-bisikan yang baik ya kecuali orang
yang menyeru kepada amar bodqtin
menyuruh untuk bersedekah au maruf atau
untuk menyeru kepada kebaikan islah
bainanas atau untuk mendamaikan di
antara orang yang bersengketa. Kemudian
kata Allah
siapa yang melakukannya dalam rangka
untuk mencari keridaan Allah maka kami
akan berikan ganjaran yang besar.
Ganjaran besar. Maka mendamaikan di
antara manusia ganjarannya sangat sangat
besar. Bab kalau begitu ada hal-hal yang
harus diperhatikan
di antaranya dua hal. Hal pertama siapa
yang ingin mendamaikan dua orang
bersengketa, maka dia harus ikhlas
karena Allah. Karena Allah mengatakan
dalam ayat surat Annisa 114ah.
Siapa yang melakukannya bersedekah atau
berarf atau mendamaikan di antara
manusia karena mencari keridaan Allah
bukan karena mencari sanjungan, bukan
karena dikatakan hebat. Fasauf ajran
adima kami akan berikan dia ganjaran
yang besar. Karena sebagian orang kalau
damaikan orang dia bangga. Saya yang
damaikan dia itu. Saya damaikan dia.
Jadi ria itu berarti ri mendamaikan
orang diam-diam. Karena ini juga kadang
kita bangga sehingga kita mengungkap a
dulu mereka berkelai saya yang damaikan.
Ngapain seperti itu? Berarti ketika kau
mendamaikan bukan karena Allah. Mereka
mendamaikan karena Allah. Jangan mencari
pujian karena ini juga masuk dalam dalam
bab ri dalam pintu ri ya. Orang begitu
bangga. Ah, dulu mereka ribut mulu saya
damaikan tuh. Kalau enggak ada saya
mungkin malah ri ujub campur semua. Ya,
oleh karenanya Allah mensyaratkan,
siapa yang mendamaikan manusia karena
mencari keridaan Allah,
maka kami akan berikan ganjaran yang
besar. Yang kedua,
seorang ingin masuk dalam perdamaian
untuk mendamaikan, maka dia harus tahu
ngerti permasalahan. Jangan dia masuk
gak, dia harus tahu kondisi mana yang
salah, mana yang benar. Kemudian dia
mendekatkan ya dan dia tidak boleh pilih
kasih. Karena sebagian orang masuk dalam
dalam
apa namanya? Mereka ingin berhukum
kepada dia ternyata dia bela salah
satunya atau dia semakin memperkeruh
suasana.
Maka kalau dia tidak ahli dalam hal ini,
dia tidak ngerti kondisi, dia tidak tahu
bagaimana cara berbicara, bagaimana cara
masuknya, maka gak usah, gak usah.
Karena sebagian orang ternyata misalnya
bagai masalah, saya mau kita berhukum di
ustaz fulan, dia tahu ustaz fulan itu
akan bela dia. Maka dia pilih ustaznya.
Sudah punya hubungan dekat, dia sudah
cerita dulu sebelumnya sehingga sudah
kebawa dulu. Akhirnya ketika masuk
lawannya dikalah-kalahin. Ternyata ini
seperti tidak boleh.
Dia enggak boleh masuk untuk mendamaikan
kecuali mendengar dari dua pihak dan dia
tidak boleh kecenderungan karena ini
murid saya, karena ini ee teman saya.
Enggak boleh. Kalau gitu enggak usah
masuk dalam perdamaian. Kau tidak layak.
Kau hanyalah menambah runyam
permasalahan.
Kalau enggak gak jangan.
Apalagi kok tidak didengar. Ngapain ya
didengar?
Ya,
oleh karenanya
ya
karena sebagian orang melihat orang
bertikai dia pengin semakin bertikai.
Kalau bisa semakin hancur mereka. Ya,
maka seorang harus niatnya karena Allah
Subhanahu wa taala dan harus ngi
mengerti permasalahan
sehingga dia tahu bagaimana cara
mendamaikan. Dan kalau dia ingin
mengambil jalar tengah, maka dia tahu
bagaimana. Karena misalnya si A dan si
B, si A salahnya 80, si B salahnya cuma
20, maka jalan tengahnya bukan 5050.
Maka jangan dia paksakan yang salah
sedikit harus dianggap salah 50%. Ya,
ini enggak bisa. Jadi dia harus tahu
bagaimana dia bagaimana ngomong, ambil
hatinya ya. Dia harus ngerti
permasalahannya bagaimana, yang salah
siapa
dan dia harus dipercayai oleh dua belah
pihak. Kalau enggak percuma.
Ada dua dua kelompok besar kasus tentang
masalah harta.
Kemudian satu datang ke saya pengin ini
bicara. Saya bilang, "Ustaz, masuklah
biar kita." Saya bilang, "Saya ini
siapa? Kalian sudah ke ustaz siapa aja?
Saya sudah ke kami sudah ke ustaz ini,
ustaz ini, ustaz ini. Selesai enggak?"
"Enggak selesai." "Mereka aja enggak
selesai apalagi saya." [tertawa]
Saya bilang, "Ngapain ketemu saya?"
Ya, mereka berharap kalau lapor di luar
nanti saya akan bela. Saya bilang,
"Enggak, saya aja yang lebih muda itu
satu aja kalian tidak selesai urusannya.
Apalagi saya. Jadi kalau kita mau jadi
pendamai, memang dua-duanya harus
percaya sama kita dan kitanya harus
bertakwa kepada Allah. Jangan sampai
kita memihak salah satunya. Ya, kita
harus dengar semuanya dari kedua belah
pihak. Kalau enggak nanti kita ada
kecenderungan
kecenderungan ya.
Tayib. Eh kemudian
hadis berikutnya al Imam Bukhari
berkata, "Qasana Musa Q hadana Abbad bin
Alwam q akbar Sufyan bin Husain anil
Hakam an Mujahid an ibni Abbas
radhiallahu anhuma fattaqulahu asliu
bainikum tentang surat Al-Anfal ayat 1
Allah berfirman, "Bertakwalah dan
damaikanlah di antara kalian yang
berselisih." Ketika itu ada perselisihan
di antara para sahabat tentang pembagian
gonimah.
golongan senior dengan golongan junior,
maka Allah mengatakan, "Bertakwalah dan
damailah di antara yang bertikai." Q
tahrijun minallah alal mukmininqulah
waim.
Ini adalah bentuk Allah menyinggung,
menyindir kaum mukminin agar bertakwa
dan agar damai di antara mereka. Yaitu
seakan-akan Allah mengatakan konsekuensi
takwa. Janganlah kalian bertikai.
Kalau kalian bertakwa, takwanya benar.
ee yaitu kalian harusnya tidak bertikai
ya. Kalian harusnya tidak tidak
bertikai.
Maka ayat ini mengisyaratkan, siapa yang
hatinya sibuk dengan
bertakwa kepada Allah, maka dia tidak
dipusingkan dengan dengan pertikai. Dia
akan berpaling. Enggak mau saya
pertikai. Kalau bisa ngalahng-ngalah.
Kalau bisa menjauh, menjauh. Semua hal
yang berpotensi untuk bertikai dia
hindari. Karena kalau orang sudah masuk
dalam pertikaian, dia akan tersibukkan.
Itu pun dia dalam kondisi menang, dia
pun sibuk. Apalagi kalau dia dalam
kondisi salah. Ya, oleh karenanya sebisa
mungkin seorang jangan bertikai. Jangan
bertikai dengan istri sebisa mungkin.
Masalah kecil jangan dibesar-besarin.
Masalah besar anggap aja kecil. Jangan
dibesar. Jangan bertikes sama kakak
adik, jangan bertik sama tetangga.
Jangan bertikih dengan teman. Jangan
bertikih dengan satu tim dalam yayasan.
Jangan bertikai di antara DKM. Jangan
bertikai di antara ustaz. Jangan
bertikai. Sebisa mungkin jangan
bertikai.
Karena kalau kita bertakwa,
kita sayang waktu kita terbuang. Karena
pertikaan itu mengerahkan energi.
Saya bayangkan ada ini pengalaman dulu
ada
ya maksudnya kalau kita masuk dalam
perdebatan kadang kita tulis bantan
sampai berjilit-jilit
energi habis ya dan ceritanya tidak
selesai. Cerita tidak selesai. Sudah
sampaikan yang kau mampui kemudian
serahkan kepada Allah Subhanahu wa
taala. Tidak semua orang harus cinta
sama kamu. Kau ingin semua orang yang
benci sama kamu jadi cinta sama kamu?
Ya, itu hati urusan Allah. Kau ingin
semua orang benci sama kamu kemudian
sayang sama kamu? Kemustahilan. Kau
ingin semua orang yang membencimu mau
paham tentang dirimu, belum tentu mereka
paham. Kalau orang dasarnya benci, tetap
benci. Mau kau sampaikan klarifikasi,
kau mau sampaikan apa, maka hindari
pertikaian sebisa mungkin. Kalaupun
terjatuh dalam pertikaian, jangan
diperpanjang karena akan mengorbankan
waktu-waktu kita. Maka konsekuensi dari
ketakwaan seorang kalau bertikai dia
berusaha untuk damai. Kata Allah,
fattaqulaha waslihu data bainikum.
Bertakwalah kepada Allah subhanahu wa
taala dan damailah di antara kalian. Ya,
kalau orang sibuk dengan bertakwa, tidak
ada tidak ada waktu untuk ribut.
Tidak ada waktu untuk ribut.
Kalau istri marah-marah, "Ya,
asalamualaikum. Baca buku sampai
ketiduran." Ya, jangan di jangan
digubris, jangan dibantah. Ngapain? Ya
udah, udah udah udah sudah tidur tidur
tidur. Baca jangan digubris.
Sudah masuk di grup WhatsApp kemudian
ada yang panas bant ngapain antum sibuk
dengan itu? Takwa antum berkurang. Takwa
antum berkurang. Kenapa? Orang biasanya
kalau berbantah-bantah dia ingin
mengambil jaga harga dirinya. Pengin ini
pengin anu, ya gak usahlah.
Tib. Bab berikutnya bab id kadabtajulin
hua laka musoddiq. Bab tentang kau
berdusta sama orang sementara orang itu
membenarkan engkau.
Ini dosanya lebih berbahaya ya. Dia
kenal engkau dan dia sedang membenarkan
engkau. Jadi dosa dosa dosa dusta
bertingkat-tingkat. Secara umum dosa
dusta adalah buruk. Tetapi lebih buruk
ketika orang lagi percaya sama engkau
malah kau berkhianat.
Kau malah bohongin dia seperti kau
datang kepada dia misnya dia dia adalah
donator e apa dia adalah investor ini,
Pak. Ada saya ada bisnis gini ya kan
gini-gini. Dia lagi percaya sama kamu
makanya dia kasih apa? Duit. Ternyata
kau main belakang ternyata tidak sesuai
dengan pembagian. Ternyata kau bohongin
dia. Ini contoh berdusta di saat orang
lagi percaya sama kamu. Beda dengan
dusta biasa. Cerita, ngomong bohong. Ini
lagi dia lagi percaya sama kamu teman
kau dustain. Contoh seperti
kau ngomong sama dia dan engkau dalam
kondisi berpuasa. Namanya orang berpuasa
orang tahu tidak bakalan bohong.
Ternyata kau bohongin dia. Saya lagi
puasa nih. Oh iya benar. Dia enggak
mungkin bohong. Kalau bohong puasanya
tidak ada pahala. Ternyata bohong. Atau
lagi di masjid. Lagi di masjid. Ini demi
Allah kita di rumah Allah ini.
Ini kisah nyata. Jadi saya pernah pernah
zaman dulu waktu masih
belum bawa keluarga ke Saudi ini kita
anak-anak yang jomblo-jomblo sementara
ini
sudah nikah cuma istri di Indonesia.
Jadi kita karena enggak ada kegiatan
kita iktikaf di Masjidil Haram. Kameran
anak muda semua iktikaf di Masjidil
Haram. Kemudian pas hari raya
barang-barang hilang. Barang-barang
hilang. Ternyata ada pencuri. Dia ambil,
dia masukin. Saya yang Oh, saya yang
lihat. Akhirnya saya tangkap dia ya. Dia
marah-marah. Kata dia, "Demi Allah,
ini malam Id di Masjidil Haram.
[tertawa]
Saya enggak mungkin ngambil begitu."
Panggil polis suruh buka-buka.
Barang-barang kita di situ. Maksudnya
orang kalau udah orang di masjid kan
orang enggak percaya mana. Saya mau
curu. Saya di masjid, masjid haram lagi.
Bukan masjid ukhuwah. Ini masjid haram.
Ang malam Idul Fitri lag nyuri. Jadi
kadang posisi kita ketika di masjid
orang percaya kita enggak bohong
sehingga dia membenarkan ternyata kita
bohong. Waliadzubillah.
Maka ini lebih parah dari daripada
bohong biasa. Al Imam Bukhari berkata,
"Qala hadasana Haiwah bin Surah q hadana
baqi anubar bin Malik alhadrami an
Abdurrahman bin Jubair bin Nufair anna
abahu hadasahu an sufyan ibn Usaid
alhadrami hadahu Nabi wasam ras wasam
bersabdaan
ak
sungguh besar pengkhianatan engkau
menyampaikan suatu pembicaraan kepada
saudaramu dan dia membenarkan engkau
anahuib
Sementara engkau dusta. Sementara engkau
engkau dusta. Ini lebih besar
pengkhianatan. Dia membenarkan engkau
dalam posisi engkau sedang membuat dia
nyaman bahwasanya engkau jujur. Di saat
itu ternyata engkau malah berdusta.
Seperti contohnya apa? Seorang berdusta
dengan sumpah. Demi Allah. Ya. Orang
bersumpah dia pasti percaya.
Demi Allah. Demi Allah. Wallahi.
Wallahi. Wallahi. Sampai sumpah tiga
kali. Saya tidak melakukannya. Ya, kita
dengar itu kita benarin. Padahal dia
jadi dia memposisikan dirinya bahwasanya
dia harusnya dibenarkan seperti dia
bersumah dengan nama Allah kemudian dia
bicara atau dia sedang puasa kemudian
dia berbicara atau di masjid kemudian
dia berbicara ya atau dia posisinya
sebagai dai tentunya orang tahu dai masa
berbohong dia berbicara. Ini semua
posisi kondisi yang menjadikan seorang
harusnya membenarkan engkau ternyata kau
dustain dia atau dia dalam rezeki minta
tolong ya Allah saya lagi susah gini dia
kasihan ternyata duitnya dibawa lari.
repot ya. Lagi susah, lagi susah, lagi
susah,
lagi perlu uang, lagi perlu uang. Ya,
ternyata bohong ya. Lu ada kawan dua
orang, satu pinjam uang.
Yang punya pinjam uang lagi butuh kan
pinjam uang. Tahu-tahu pas umrah ketemu
lah lah pinjam uang umrah bawa istri
lagi. Astagfirullah. [tertawa]
Pas ketemu, akhirnya ketemu teman saya
dua-duanya.
I makan, makan, makan. Bayar lagi. Dia
yang bayar lagi. Sudah punya hutang,
bayarin lagi. [tertawa]
Maksudnya buat koko enggak marah makanya
dibayarin.
Qadarullah ketahuan.
Yaudah pinjam uang gimana? Ada teman
satu lagi datang, "Ustaz, kurang ajar
kawan satu pinjam uang ratusan juta.
Ternyata dia haji furoda. [tertawa]
Punya uang ya. Yang saya aja yang
minjamin enggak haji, dia haji. Kurang
ajar enggak itu? Kurang ajar. Akhirnya
bohong kan? Lagi butuh ini, lagi butuh
ini. Ternyata jadi dosanya tidak seperti
kondisi kita untuk dibenarkan. Jadi
dusta biasa dosa. Tapi kalau dusta kita
lagi kita lagi puasa, kita lagi sumpah,
kita lagi di masjid, kita lagi
menyatakan saya lagi butuh minta
pertolongan dan kita dusta, maka dosanya
lebih lebih besar.
Hadis ini secara sanad dia lemah, namun
secara makna benar ya. Karena ada perawi
namanya Dubara bin Malik, dia majhul ya.
Sanad yang sedang bahas hadisnya
difnanya benar karena memang dosa itu
bertingkat-tingkat
ya. Dosa bertingkat-tingkat dan dusta
semakin dipercaya ternyata dusta semakin
besar. Dusta efeknya semakin besar juga
dosanya semakin apa? Besar. Ya, beda
kalau kitanya dusta, tetapi dusta kita
di balik ini merugikan orang lain. Ini
dosanya lebih besar besar lagi.
Tergantung efeknya.
Tib sudah sampai sini aja ya. Sampai
sini aja kajian kita. Insyaallah kalau
ada yang bertanya saya persilakan.
Wallahu taalaam bawab.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:17:49 UTC
Categories
Manage