Transcript
MELEb1zzbd0 • Kitab Al-Adab Al-Mufrad #63: Sabar Atas Gangguan - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2658_MELEb1zzbd0.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrhu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul da ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ee kita lanjutkan bahasan kita. dari kitab Aladabul Mufrad. Dan pada kesempatan kali ini kita akan masuk pada bab berikutnya di mana al Imam Bukhari berkata, "Babun asobru alal aza." Bab sabar atas gangguan. Sabar atas gangguan. Kemudian beliau membawakan firman eh hadis Nabi. Beliau berkata, "Qala hadasana Umar bin Hafs qala haddasana abi." Qala haddasana lah qa samu syaqiqan yaqulu qala Abdullah. Berkata Abdullah itu Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu. Qasaman Nabi sallallahu alaihi wasallam qismatan ba'ana yaqsim. Ya, adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam membagi ee bagian itu harta ghanimah. Sebagaimana biasa Nabi bagi. Faqala rajul Anshar. Maka ada seorang lelaki dari Anshar mengomentari dengan berkata, "Wallahi innaha laqismatun ma urrida biha wajhullah azza wa jalla." Anshar ini berkata, "Demi Allah, ini pembagian Nabi adalah pembagian yang tidak ikhlas. Itu tidak tepat. Ini Nabi baginya tidak ikhlas, tidak dalam rangka mencari wajah Allah. Qullu ana. Maka ini pembicaraan ini di belakang Nabi dan didengar oleh Ibnu Mas'ud. Maka Ibnu Mas'ud ingin lapor kepada Nabi. Qullu ana laquulanna lin Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sungguh benar-benar aku akan laporkan omongan belakang orang ini kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Faataituhu. Maka aku mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam wahua fi ashabihi. Nabi sedang kumpul bersama para sahabat. Maka pun bisik-bisik ya Rasulullah ada orang bilang begini fasqika alaihi maka ini sangat memberatkan hati Nabi sallallahu alaihi wasallam waju dan rasul wasam terlihat berubah wajahnya Rasulullah pun marah aku. sampai aku berangan-angan seandainya tadi saya enggak usah ngomong sama Nabi karena Nabi marah. Smaqala kemudian Rasulullah berkata qod uz Musa biakar minzalika fasabar. Sungguh Musa telah diganggu lebih daripada ini dan beliau pun bersabar. Hadis ini ee memberi ya penjelasan tentang keutamaan bersabar jika kita diganggu ya. Terutama jika kita diganggu karena kita melakukan suatu perbuatan karena Allah Subhanahu wa taala. Jika kita diganggu karena kita telah melakukan perbuatan karena Allah, maka kita jangan jangan marah dan kita hendaknya mencari pahalanya dari Allah subhanahu wa taala. Ibnu Taimiyah pernah menyampaikan satu nasihat. Beliau berkata, saya bacakan nasihat yang sangat indah. Ini al ma faahuillah al ma amaratihahuatihi. Kalau seorang melakukan suatu perbuatan karena Allah, benar-benar dilakukan karena Allah, misalnya dia beramar makruf, dia menyeru untuk melakukan suatu perbuatan dan dia niatkan dia menyeru tersebut karena Allah atau dia melarang dari suatu maksiat, melarang kesyirikan, melarang riba, melarang misalnya ee musik-musik dan yang lainnya dan dia melarang karena Allah subhanahu wa taala. Wajaba alai. Dan ternyata dia diganggu akibat apa yang dia lakukan gara-gara dia beramal mauf, maka wajib bagi dia untuk bersabar. Walam yakun lahul intiqam. Maka janganlah dia membalas. Faahu fillahi. Karena dia telah diganggu karena dia telah menjalankan perintah Allah. Udarti dia diganggu. Kenapa dia diganggu? Karena dia melakukan perbuatan karena Allah. Nanti diganggu. Oleh karenanya jangan balas. Kenapa? Faajruhu alallah. Pahalanya dari Allah. Karena kau melakukannya karena Allah lama mujahidunillahabat amalum fillah lam takunatan. Oleh karenanya tatkala para mujahid berjuang fisabilillah dengan mengorbankan jiwa, raga, dan harta mereka maka tidak ada gantinya di dunia.Allah Allah telah membeli mereka. Allah membeli jiwa mereka, membeli harta mereka. Maka bayarannya tanggungan Allah, bukan tanggungan manusia. Siapa yang mencari bayaran dari manusia maka tidak ada bayaran dari Allah Subhanahu wa taala.Ahuahiauahiu. Maka siapa yang melakukan sesuatu kemudian dia mengalami kerusakan karena di jalan Allah maka Allah akan menggantinya. Kalau dia kemudian ternyata terkena musibah, maka hendaknya dia ya misalnya diganggu orang maka dia hendaknya perbaiki dirinya ya. Sehingga dia sibuk memperbaiki dirinya sehingga dia tidak sempat untuk ngurusin orang-orang yang mengganggunya. Ya. Oleh karenanya kemudian beliau menyampaikan suatu perumpamaan ya kata beliauah. Jika seorang punya rencana untuk mencari dunia suatu atau usaha ya maka hendaknya dia sabar. Karena kalau dia tidak berhasil, dia punya usaha dia harus sabar. Dia berdagang dia harus sabar. Ada gangguan. Cobaan dia sabar yang penting dia bisa sukses. Tapi kalau dia tidak sabar ternyata dia tidak sukses, kegagalan itu lebih pahit daripada kesabaran. Kata kegagalan lebih pahit daripada bersabar demi sukses. Siapa yang tidak sabar untuk mengarungi panasnya terik matahari, kemudian hujan yang deras, kemudian salju dan juga beratnya bersafar dan juga bahayanya pencuri di tengah jalan. Kalau dia tidak sabar, maka enggak usah berdagang. Kata Ibnu Timyah, enggak usah berdagang. Kalau mau berdagang, ya harus sabar. Kalau zaman dahulu berdagang harus apa? Bersafar dari sini ke Syam, ke mana, cari barang, jual pindah. Ada ada ee apa namanya? Resiko-resiko. Ya, siapa yang tidak mau mengambil risiko tidak usah berdagang. Kalau berdagang takut rugi, ya enggak usah berdagang. [tertawa] Kalau semua dagang pasti untung, semua orang jadi pedagang. Ya makanya yang masuk dalam pedagangan harus berani ngambil apa? Resiko sama dengan dakwah. Kalau mau dakwah nyaman terus ya gak usah dakwah. Pada orang dakwah pasti diganggu. Terlalu banyak dalilnya. Kata Allah Subhanahu wa taala watawasau bilhaq watau bisabar. Bersaling menasihat dalam ke dalam kebenaran. Setelah itu kata Allah saling menasihat dalam kesabaran. Karena orang orang yang saling menasihati dalam kebaikan pasti akan di diganggu. Maka bersabar. Kata Luqman kepada putranya. Ya bunu w munkarbir ma. Wahai putraku, dirikanlah salat. Beramar makruf nahi mungkarlah. Kemudian sabarlah. Karena orang yang ber amar makruf nahi mungkar pasti diganggu. Kalau diganggu harus ber bersabar. Maka ini ketika seorang diganggu karena Allah subhanahu wa taala kata Ibnu Taimiyah rahimahullah, "Carilah bayarannya di sisi Allah. Jangan dia cari bayaran dari manusia, maka jangan dia membalas dia sabar. Lihatlah Nabi sallallahu alaihi wasallam diganggu dengan ujian yang sangat berat. Posisinya bagaimana? Posisi Nabi adalah seorang nabi. Beda kalau kita kan banyak yang bahlul maksudnya ya. Kalau kita diganggu mungkin karena kebahlulan kita ya. Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam seorang nabi. Orang yang sangat cerdas, orang yang sangat ikhlas. Kalau Nabi tidak ikhlas siapa lagi yang mau ikhlas? Dalam riwayat yang lain kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man yilamil." Siapa lagi yang mau adil kalau saya tidak adil? Nabi pernah diproses mengatakan, "Idil, ya Muhammad, wahai Muhammad adillah dalam membagi gonimah. Adillah engkau." Kata Nabi, "Famanil illa mail." Siapa lagi yang mau adil kalau saya tidak adil? Rasulullah mengatuni wa anum fama. Tidakkah kalian percaya kepadaku sementara aku kepercayaan Allah di atas langit? Terus kalau kalian tidak percaya sama saya, terus siapa lagi yang mau dipercaya? Sementara Tuhan saja percaya sama saya. Jadi Nabi diganggu ini gangguan berat bukan gangguan pukulan, bukan gangguan hartanya diambil, gangguan masalah harga diri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi dituduh tidak adil, Nabi dituduh tidak ikhlas. Enggak usah Nabi kita aja dituduh enggak ikhlas, kita ngamuk. Ustaz, Ustaz, kayaknya ria. Kurang ajar kamu. [tertawa] Padahal riak beneran. Ini riak aja dibilang riak marah. Apalagi sudah ikhlas dibilang tidak ikhlas. Jadi had kismatun maida biha wajhullah. Inilah pembagian yang bukan karena Allah subhanahu wa taala. Dan ini dalil bahwasanya boleh kalau ada maslahat melaporkan ya perbuatan sebagian orang ya seperti Ibnu Mas'ud dengan ada omongan di belakang lapor sama Nabi dan ini penting bagi penguasa agar mengetahui kondisi apa kondisi ee bawahannya jangan sampai datang laporan pujian-pujian semua sehingga dia tidak ada pertimbangan dalam mengambil keputusan. Maka Ibnu Mas'ud melaporkan dan Nabi pun marah berubah wajahnya. Ini gangguan yang sangat berat bagi Nabi ya. Maka Ibnu Mas'ud mengatakan, "Saya laaditu lam akun akhbartuhu." Saya berharap seandainya tadi saya tidak gambari Nabi karena agak menyesal karena membuat Nabi marah dan sahabat tidak ingin Nabi marah. Tapi ini harus dikasih tahu. Nah, bagaimana cara Nabi sallallahu alaihi wasallam menyabarkan dirinya? Maka nabi berkata, "Q Musa akar minik fasar." Musa telah diganggu lebih daripada ini dan dia bersabar. Dalam riwayat yang lain kata kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam rahimallahu Musa laqar minikar. Semoga Allah merahmati Musa alaihi salam. Dia diganggu lebih daripada gangguan yang ditujukan kepadaku. Dan dia bersabar. Dan Allah telah memerintahkan Nabi untuk meniru ul azmi minar rasul. Kata Allah, "Fasbir kamar ulul azmi minar rasul." Bersabarlah engkau wahai Muhammad sebagaimana ulul azmi dari kalangan rasul telah bersabar. Ulul azmi maksudnya Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan yang terakhir Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi Allah bahkan Allah menceritakan bagaimana kesabaran mereka. Allah ceritakan tentang sabarnya Nabi Nuh. Allah turunkan tentang kisah Nabi Nuh. Nabi masih di Makkah sudah diturunkan tentang kisah Nabi Nuh. Bagaimana berjuangnya, berdakwahnya 150 tahun agar Nabi belajar sabar dari mereka. Ada ibrah dari orang-orang sebelumnya. Ya. Kemudian juga Allah turunkan tentang kisah Nabi Musa. Bagaimana sabarnya Nabi Musa? Ya, surah ee misalnya surah Al-Qasas tentang kisah Nabi Musa yang panjang itu adalah surah Makkiyah. Ketika Nabi masih di Makkah sudah turun kisah Nabi Musa. Demikian juga kisah Nabi Ibrahim juga ayat-ayat tentang Nabi Ibrahim juga sudah turun kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan di antara rasulul azmi yang Rasulullah ambil contoh kesabarannya Nabi Musa. Makanya ketika Nabi diganggu, Nabi langsung sebutkan laqad ud aksar minalik fasar. Musa diuji lebih daripada dan dia bersabar. Apa sih ujian yang dialami oleh Nabi Musa? Dan ini terkait dengan umatnya. Jadi Nabi diganggu oleh umatnya. Umatnya bilang, "Ya Muhammad, ya Rasulullah, engkau tidak a adil. Perbuatanmu membagi membagi ganimah adalah tidak ikhlas. Tidak ikhlas. Ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya. Maka Rasulullah ingat ada nabi yang juga digitukan oleh umatnya. Di antaranya siapa? Nabi Musa. Nabi Musa diganggu ya. Sampai Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu la takunuadinau Musa fabarahullahu mimma wallallahi wajiha." "Wahai orang beriman, janganlah kalian seperti orang-orang yang telah mengganggu Musa." Maksudnya Bani Israil. yang ganggu nabinya sendiri, Nabi Musa. Maka Allah buktikan Nabi Musa bebas dari tuduhan mereka. Wanaallahi wajha. Padahal Nabi Musa punya kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Nabi yang luar biasa seperti Nabi Musa yang datang untuk menyelamatkan Bani Israil dari penjajahan suku Firaun, suku Akbat. Ada yang mengatakan ratusan tahun, ada yang mengatakan 100, 400 tahun. Kemudian dia sudah punya jasa luar biasa, masih diganggu oleh mereka. Dan Musa tidak bilang ente-ente dulu jadi budak. Alhamdulillah saya datang kalau enggak budak mulu. Ya gak dia sabar. Di antara gangguan ditujukan Nabi Musa, Nabi Musa dituduh punya penyakit di testisnya. Jadi Musa alaihi salam ini orangnya pemalu. Maka dia kalau mandi dia tidak gabung sama Bani Israil. Dulu Bani Israil lelaki mandi bersama, biasa. Mereka ini dulu syariat boleh bagi mereka. Dan Nabi Musa alaihi salam mandi di tempat lain. Iseng itu murid-muridnya Nabi Musa. Iseng. Mungkin guru kita ada penyakit makanya enggak gabung sama kita. [tertawa] Ini kan ini kan iseng kurang ajar ya. Subhanallah. Bagaimana mereka berani berbicara tentang guru mereka tentang penyakit seputar kelamin ini kan terlalu berani dan mereka jadi bahan pembicaraan bikin isuk tentang Nabi Musa. Kalau mandi kok misah? Ah ini masalah Nabi Musa ini masalah. Bayangkan itu guru mereka sendiri. Nabi yang nyelamatin mereka dengan izin Allah Subhanahu wa taala yang datang berhadapan dengan Firaun. yang duel dengan para penyihir Musa Alaih Salam yang resiko dia bakalan dibunuh oleh Firaun. Firaun lagi jahat-jahatnya. Musa datang untuk berdialog dengan Firaun. Luar biasa hebatnya. Ini dari satu sisi. Jadi jasa maksudnya Nabi Musa ini luar biasa. Jasa dia terhadap Bani Israil terlalu besar. Terlalu besar. Yang kedua dan dia sabarnya luar biasa. Padahal dia sangat kuat pukul orang langsung mati. Orang kalau semakin kuat semakin arogan enggak? Makin arogan kata Allah, "Fawakazahu Musa faq alai." Musa sekali pukul langsung mati, Pak. Padahal itu kata para ulama, Nabi Musa tidak ingin bunuh dia, tapi saking kuatnya sentut langsung mati. Makanya dalam hadis ketika nanti datang hadisnya, Rusul Musa sangat kuat. Akhirnya Allah ingin membebaskan Nabi Musa dari tuduhan kaumnya. Kenapa? Karena kata Allah, "Wakanaallahi wajiha." Musa punya kedudukan di sisi Allah. Di antara bukti kedudukannya yang sangat tinggi, dia pernah berdoa kepada Allah agar Harun dijadikan rasul. Wa akhi Harun lisana farsilhu jadikanlah dia rasul bersamaku. Ya apa namanya? Waj wazir min ahli Harun akhi azri fi amri. Ya Allah jadikanlah Harun ikut serta dengan aku. Utuslah dia menjadi seorang rasul. Kata Allah, QQ, "Ya Musa, permohonanmu dikabulkan." Saat itu pula Harun diangkat menjadi seorang rasul. Ini luar biasa enggak? Ada seorang rasul jadi rasul gara-gara permintaan seorang rasul yang lain. Sebagian kita, saya enggak bilang semuanya, Mas orang berdoa, "Ya Allah, istri jadikan istriku saleh semoga dapat hidayah." Enggak dapat hidayah. [tertawa] Ya Allah, jadikanlah anakku saleh. Enggak saleh-saleh. Doa sampai 10 tahun enggak saleh-saleh. Benar atau tidak? Ada yang seperti itu enggak? Ada ya? Atau seorang wanita, "Ya Allah, jadikanlah suamiku ini qanaah." Enggak qanaah-qonah. Qonah dengan saya jangan minta tambahan lagi, "Ya Allah, enggak qaah-qonah." [tertawa] Ini luar biasa. Musa doa sekali bukan cuma bilang, "Jadikan Harun orang saleh." Enggak. jadikan dia seorang apa? Rasul. Makanya dikatakan orang yang paling berjasa kepada saudara kandungnya adalah Musa kepada Harun. Karena dengan sebab dia Harun mendapatkan kedudukan yang tinggi. Bukan duit, bukan dapat duit, bukan dapat emas, harta dapat kedudukan menjadi seorang rasul karena doa adiknya Musa Alaih Salam. Makanya Allah, wanaallahi wajiha. Musa punya kedudukan yang tinggi. Bagaimana tidak tinggi? Allah panggil dia, Allah bicara langsung dengan dia, Allah tuliskan Taurat langsung buat Musa. Kalau Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam lewat Jibril, Al-Qur'an semua lewat Jibril. Dan ada Kitabul Wahyi, murid-murid Nabi, sahabat yang tugasnya nulis wahyu Al-Qur'an. Taurat enggak. Allah tuliskan langsung. Wakataballahu Taurat laka biyadihi. Makanya orang pada hari kiamat datang kepada Musa, "Wahai Musa, berilah syafaat kepada kami. Allah telah berbicara langsung dengan engkau dan Allah telah menulis Taurat. untuk engkau langsung dengan tangannya. Jadi datang lempengan langsung ada tulisan Allah tulis langsung mulia. Ah orang yang seperti mulia ini ada murid-muridnya iseng bilang gurunya ini ada masalah di sekitar kemaluan. Ini kan kurang ajar namanya. Makanya apa yang disampaikan Nabi. Kata Nabi enggak ada apa-apanya. Bandingkan sama Musa. Ditinjau dari artinya Musa punya jasa besar sama dia. Ditinjau kedudukan Musa yang sangat tinggi. Ditinjau Musa tuh sangat kuat. Kalau sekali hantam mampu sekalian semua. Mungkin 10 orang mati tek tek tek mati semua. Tapi Musa, Subhanallah dia sabar. Dia sabar karena benar-benar dia murabbi mendidik. Ya. Dan ini berulang-ulang mereka lakukan bagaimana bejatnya Bani Israil. Allah sebutkan dalam surat Albaqarah banyak sekali. Bayangkan Allah sudah turunkan mana wasalwa makanan tinggal terima bersih dari dari surga, dari langit tinggal ambil makan. Kata mereka, "Ya Musa wah, apa kau minta ganti yang buruk dengan yang baik, yang baik dengan yang buruk." Jadi mereka bilang, "Ya Musa mana wasalwa bosan Musa? Coba mintalah kepada Tuhan untuk kasih kami bawang. sayur kata Nabi ihbit. Kalau kalian pengin ihbitum, kalau kalian ingin dapat bawang di kota mana saja ada. Mau ke mana? Tangerang juga ada namanya bawang, sayur. Tapi kalau mana salwa kan spesial buat kalian. Tapi mereka bilang enggak bosan. Bosan ganti-ganti. Mereka sering kurang ajar ee umatnya Nabi Musa ini. Ya, ketika disuruh untuk sembelih sapi. Kata mereka, "Ya Musa, sapinya kayak bagaimana? Bagaimana? Tanya lagi begini, "Bagaimana lagi?" Terus ngeyal, ngeyal, ngeyal. Akhirnya hampir mereka tidak jadi sembelih apa? Sapi. Kengeyelan mereka luar luar biasa. Mereka pernah berkata, "Lan nummin laka hatta narallaha jahra." "Wahai Musa, kami enggak bakalan beriman dengan kau. Allah suruh muncul dulu. Kami pengin lihat." Subhanallah. Kalau enggak kami enggak beriman. Kurang ajar atau tidak? Kurang ajar. Mereka sering kurang ajar sama. Makanya Musa ini sabar luar biasa diganggu oleh Bani Israil ya. Makanya kalau antum lihat netanyaho jangan heran dia dari begitulah luar biasa. Sampai ketika Nabi Musa kejebak di laut merah mereka bilang inn mudrakun. Ya. Wahai Musa, mana janji Tuhanmu? Kita bakalan ketangkap. Bayangkan. Qala ashabu Musa inna lamudrakun. Kami bakalan ketangkap. Katanya kita selamat. Ini mau ke mana lagi? Di depan laut merah. belakang pasukan Firaun enggak ada tempat lari. Kita bakalan ketangkap. Kata Musa, "Kalla inna may rbi sayahdin." Sekali-sekali tidak. Allah bersamaku akan beri petunjuk kepadaku. Jadi dia diganggu berulang-ulang. Diganggu berulang-ulang ya. Di antaranya ini dituduh punya penyakit sekitar kelaminnya. Maka Allah dalam Sahih Bukhari Rasulullah menjelaskan akhirnya suatu hari Nabi Musa seperti kebiasaannya kaumnya tidur e mandi di kali eh di kali [tertawa] ya di kali kali sama aja kali sungai beda atau beda sama kan di sungai di area yang lain Musa alaihi salam tidur di ee mandi di areal yang lain dia taruh bajunya di sebuah batu kemudian dia mandi. Ketika dia mandi, Allah berkehendak batunya jalan. Batunya jalan melewati areal tempat mandi murid-muridnya. Maka Nabi Musa lihat batunya jalan. Manusia Musa lagi enggak pakai baju dia. Dia pun naik di atas sungai dia kejar. Dia kata, "Ya Hajar Tsubi, ya Hajar, wahi batu bajuku, bajuku bajuku." Terus Musa lewat. Kata mereka, "Ternyata luar biasa, enggak ada [tertawa] apa-apa." Akhirnya Musa pukul itu batu ee sampai enam atau tujuh kali pukulan. Dan terlihat bekas tangan Musa di batu tersebut. Kuat atau tidak kuat? Masyaallah. Pukul batu sampai kalau kita mukul batu, bekas batu di tangan kita. [tertawa] Darah-darah ini Musa pukul maksudnya sangat kuat. Tapi begitulah cara Allah. Akhirnya kata Allah, "Fabarahullahu mimmau." Allah buktikan bahwasanya Musa tidak seperti yang mereka ucapkan. Ya, ternyata Musa sosok yang sangat hebat, yang sangat kuat dengan tubuh yang indah. Maka ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam diganggu dengan seperti ini, dia ingat Nabi Musa karena Allah suruh sabar sebagaimana ulul azim minan minar rasul. Maka ini pelajaran bagi kita kalau kita diganggu karena Allah yaikir namanya kita menjalankan perintah Allah pasti diganggu ya. Antum enggak ganggu orang aja tiap hari ke masjid orang sudah ganggu. Sok alimlah, sok malaikatlah. Antum jangan balas ente sok iblis. Jangan [tertawa] enggak usah dibalas. Antum jangan balas. Antum bisa dibalas. Kalau saya diganggu ini pahala berarti mengalir. Berarti Ibnu Tim mengatakan kalau kau diganggu berarti argo pahala apa? Mengalir. Enggak usah bikin klarifikasi, enggak usah enggak usah bikin jumpa pers ya. Enggak usah bikin apa, enggak usah bikin apa namanya status baru. Enggak usah. Sudah itu diganggu karena Allah. Sabar. Dan jangan coba-coba untuk membalas. Kata Ibnuimi, "Sudah sibuk istigfar, mungkin cingkan dosa-dosa saya." Ya, ketika diganggu berarti argo pahala berjalan. Ya, apalagi kita dakwah mengusik kesenangan orang ya pasti diganggu. Orang lagi senang-senang nanti bilang haram. Orang lagi joget-joget haram tahu enggak haram. Wah, terganggung. Orang lagi bikin bita, lagi nangis-nangis dalam bidah itu haram, tidak diterima Allah kan. sakit hati dia ya. Maka potensi orang diganggu oleh manusia sangat-sangat besar. Dan subhanallah kalau kita teliti tentang kisah ini, seb ulama mengatakan karena yang protes tadi dia tidak dapat bagian. Dia tidak dapat bagian. Ketika dia tidak dapat bagian maka dia protes sebenarnya untuk dirinya sendiri. Seandainya dikasih bagian yang sama kira-kira dia protes atau tidak? Tidak. Nabi ketika itu memberikan bahkan orang kafir Nabi kasih. Kata Nabi dalam riwayat yang lain, inna inamaumfahum. Saya kasih mereka agar saya ambil hati mereka. Nabi ingin mereka masuk Islam. J Nabi kasih orang-orang musyrikin harta banyak. Sementara yang muslim, yang sahabat Nabi kasih sedikit. Sehingga menjadikan sebagian sahabat tadi ada yang cemburu sehingga mengucapkan kata-kata demikian. Dan ini kesalahan besar ya. Ya, maka bisa jadi ada orang protes sama kita, ternyata dia protes bukan karena Allah, bukan. Tapi karena dia protes karena enggak kebagian itu aja. Dan sekarang banyak seperti itu. Sebenarnya masalah politik orang itu demo-demo karena Allah, karena ternyata enggak. Karena enggak kebagian aja. Buktinya ketika dikasih bagian roti sudah dibagi, diam atau ribut? Diam. Berarti kan bukan karena Allah. Mau dinamakan jihad, mau dinamakan amar nahi mungkar. Tapi kalau dikasih roti selesai, berarti dia protes bukan karena Allah, tapi karena enggak dapat apa? Bagian. Bagian karenanya seorang ber bersabar ketika di ee diuji seperti ini. Ini ujian. Ujian apa namanya? Perkataan. Tapi sangat menyakitkan ya. Sangat menyakitkan ya. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ingat tentang Nabi Musa Alaih Salam. Maka beliau pun tidak marah. Padahal sudah sempat marah spontan kemudian beliau tidak jadi marah. Karena ini adalah bagian dari konsekuensi dakwah. Beliau ingat orang yang lebih diuji lebih daripada beliau. Maka beliau berkata, "Rahimullahu Musa laq ud akar minalik." Semoga Allah merahmati Musa dia telah diuji lebih daripada ini. Fasabar dan dia ber bersabar. Dia bersabar. Tayib. Maka ini pelajaran bagi kita kapan kita di ganggu. Hendaknya kita ingat kisah-kisah seperti ini. Gak usah kita ingat jauh-jauh. Kita lihat saudara-saudara kita jadi diuji jauh lebih berat daripada kita. Kan kita diuji cuma ringan-ringan. Lihat saudara-saudara kita di Aceh aja kita apa sih ujian yang nimpa kita tuh? Apa sih cuma gitu-gitu aja? Alhamdulillah kita diberi keselamatan oleh Allah. Mereka sedang diuji. Tapi kalau kita lihat ujian mereka, kita tahu ujian kita ini enggak ada apa-apanya. Belum kitahat saudara-saudara kita di Palestina puluhan tahun dalam penderitaan kita ini. Enggak ada apa-apanya ujian ya. Sementara mereka tegar, mereka tegar dengan ujian-ujian tersebut, tetap beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya. Maka kalau kita lihat orang-orang yang musibahnya lebih besar, maka ini adalah hal yang sangat sangat ringan. Kalau kita lihat bagaimana orang-orang diuji dengan dalam dakwah ujian yang sangat berat, maka ujian kita sangat sangat ringan. Ya, kita cuma diapain? Cuma dikata-katain. Sebagian orang di sebagian negeri ketika menyerukan tentang dakwah ahlusunah sampai hilang nyawa. Dan itu banyak kejadian teman-teman. Saya cerita ya, kita enggak ada apa paling cuma dikata-katain, paling cuma diberhentiin kajian ya. Berhenti kajian tempat masih banyak ya. Ya, diganggu apa sih? Enggak ada gangguan. Ibarat gangguan tersebut tidak ada tidak ada apa-apanya. Tidak ada apa-apanya. Maka ini membantu kita untuk bersabar. Tib. Kita lanjutkan bab berikutnya. Bab islahu babun islah dzatil bain. Bab mendamaikan ee orang yang bersengketa. Di antara amal saleh yang sangat agung adalah mendamaikan orang yang bersengketa. Ya, sampai sebagaimana sudah kita singgung pada pertemuan sebelumnya bahwasanya dusta boleh dalam tiga hal. Di antaranya dalam rangka untuk mendamaikan orang yang bersengketa. Hal ini karena persatuan sangat diagungkan oleh Islam. Bahkan tidak ada pokok utama setelah tauhid kecuali seperti pokok persatuan. Persatuan. Apa sih konsentrasi Islam setelah tauhid? Konsentrasinya adalah persa persatuan. Maka seluruh perkara yang mendatangkan persatuan disyariatkan. Dan banyak syariat untuk persatuan. Salat berjamaah, memberi salam, saling mengunjungi, mengunjung orang sakit yang menunjukkan ada ee apa namanya? keterkaitan satu dengan yang lainnya. Kalau diundang datang ya wajib hadiri walimah, walimah pernikahan. Banyak syariat ya. Dan banyak syariat dilarang atau halal dilarang demi menjaga persatuan. Dilarang gibah, namimah ya dilarang boikot lebih dari 3 hari. Dilarang tiga orang lagi tiga orang kemudian dua orang berbicara yang satu tidak diajak. Ini semua bisa menimbulkan keri keributan. sopan santun untuk menjaga persatuan dan semua hal yang bisa menimbulkan keributan dilarang nguping dengaran pembicaraan orang-orang lagi berbicara kemudian dia nguping enggak boleh ya gak boleh ya mengganggu kenyamanan o orang maka di antara pahala yang sangat agung adalah pahala mendamaikan dua orang bersengketa berikut hadisnya kata Imam Bukhari rahimahullahu taala qala haddasana shodq qala haddasana Abu Muawiyah anil a'mas an Amr bin Murrah an Salim bin Abil Jaad an Ummid Darda an Abi Darda anin Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini riwayat istri dari suami luar biasa. Perhatikan sanadnya. An Ummi Darda an Abi Darda. Dari Umi Darda dari suaminya Abu Darda. Ini contoh kerja sama suami istri dalam ilmu. Dalam ilmu. Bukan kerja sama nonton Korea ya. kerja sama dalam menuntut ilmu, kerja sama dalam ibadah sama saling bangun-membangunkan dalam salat malam, saling motivasi untuk bersedekah, saling bermotivasi dalam rangka menyambung silaturahmi. Dan ini luar biasa di antaranya saling meriwayatkan ilmu. Maka Ummu Darda meriwayatkan dari Abu Darda. Bahkan dalam sebagian riwayat dalam Sahih Muslim, Ummu Darda kalau meriwayatkan dari suaminya, dia berkata, "Haddasani sayyidi, sesungguhnya tuanku telah menyampaikan hadis kepadaku." menunjukkan Ummu Darda sangat menghormati suaminya Abu Darda. Saking dia menghormati, dia menganggap Abu Darda seperti majikannya dan dia seperti budak. Dia mengatakan, "Haddasani sayidi." Telah menyampaikan hadis kepadaku tuanku. Padahal maksudnya apa? Sua suamiku. Oleh karenanya ee di antara ibadah yang agung ya ee para wanita hendaknya menghormati apa? Suami. Saya mau ulang-ulang terus buat ibu-ibu ya agar ibu-ibu hafal mati. hal ini ya. Kalau mereka masih tidak menghormati suaminya, urusan mereka dengan Tuhan. Saya sudah tegakkan hujah berulang-ulang ya. Maka siapa yang ingin mudah raih surga maka taat kepada suami. Siapa yang pengin cepat masuk neraka maka bangkanglah terhadap apa? Suami. Kerja sama suami istri dalam kebaikan adalah hal yang sangat indah. Oleh karenanya dalam hadis ya ya kalau suami istri bangun kemudian salat malam kutiba minadakirina Allahakirat. Kalau suami istri bangun salat malam, dua-duanya salat malam maka keduanya dicatat. Termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah laki-laki maupun perempuan. Padahal salat malam mereka mungkin cuma sebentar tapi sebentar namun berdua bareng-bareng dianggap banyak oleh Allah. Dianggap banyak. Kenapa? Karena syariat sangat memperhatikan keharmonisan rumah tangga. Keharmonisan yang dibangun di atas ketakwaan. Bukan keharmonisan dibangun di atas kemaksiatan, foya-foya. Bukan. Maka kalau mereka berdua salat malam, mungkin salat 15 menit, 10 menit. Tapi kata Allah, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fain shaya jamian." Kalau mereka berdua salat, kerja sama dalam beribadah, salat malam, suami istri, maka keduanya akan dicatat. Termasuk lelaki yang banyak mengingat Allah dan wanita yang banyak mengingat Allah yang Allah janjikan dalam Alquran. Aadallahuatan. Allah siapkan bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar. Maka kerja sama ini sangat penting. Sungguh indah suami istri. Suaminya baca Quran, istrinya nyimak. Coba Abi baca. Salah, Bi. Ulang. Ulang, ulang. [tertawa] Abi ini gimana? Katanya imam. Imam sudah saya yang jadi imam aja. Saya aja. Ini istri bahlul seperti ini. [tertawa] Semangatin, Mas. Masyaallah. Tambah lagi, Mas. Ayo. Tajuknya diperbaiki. Jangan sok pintar depan apa? Suami. Ini nikmat seperti ini. Kerja sama. kerja sama saling mengingatkan untuk baca Quran, saling mengingatkan salat sunah, saling mengingatkan untuk berbakti kepada orang tua, saling mengatkan untuk ee menyambung silaturahmi. Ini perlu dihidupkan suami suami istri. Ketika orientasinya sama suami istri, maka kehidupan rumah tangga akan bahagia. Tapi kalau satu sudah duniawi, ah repot. Apalagi dua-duanya dunia. Dunia pikirnya selalu mau ke luar negeri, mau ke tas branded, mau ke mana, mau ke mana, mau ke Paris, mau ke mana, Ukraina, mau ke [tertawa] mau ke Rusia. Pikirannya luar negeri jalan-jalan mulu duit habislah. Sesekali kita boleh hiburan tapi ya harus orientasi apa akhirat. Ini dari Ummi Darda dari Abu Darda an Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ala unabukumin afdola minati wasami wasodqah. Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang suatu derajat yang lebih afdal daripada salat, daripada puasa, daripada sedekah? Q bala kata para sahabat, tentu apa amalan yang lebih afdal daripada salat dari puasa daripada sedekah? Kata mereka tentu qa shautil bain. Yaitu damainya di antara atau mendamaikan dua orang atau orang yang bersengketa. Waasadilal haliq. Dan rusaknya atau pertikaian di antara kaum muslimin inilah akan menggunduli. Itu menggunduli itu menggunduli agama, menggunduli kebaikan hancur. Karena orang kalau sudah bermusuhan udah tidak ada batasan lagi untuk menjatuhkan musuhnya. Dicari aibnya sebanyak-banyaknya. Kalau perlu dusta untuk menjatuhkannya berangan-angan musuhnya segera mati. Berangan-angan kalau celak-celaka enggak sembuh-sembuh. berangan-angan supaya musuhnya kena penyakit kanser atau penyakit stroke atau apalah pokoknya dia bahagia kalau musuhnya binasa. Kalau sudah pertikaian susah seorang tidak bisa mengontrol imannya susah. Yang dia pikir gimana musuhnya cepat mampus. Kalau mampusnya bosnya sakit dia tertawa terbahak-bahak. Kalau musuhnya malah kerugian dia senang sesenang-senangnya. Dia cari kesalahannya sebanyak-banyaknya. Maka rusaknya hubungan di antara atau sengketa di antara dua kaum muslimin. Alhaliqah yaitu menggunduli agama. Ya, menggunduli agama. Agama seorang bisa langsung terkikis habis gara-gara ee ya gara-gara pertikaian. Makanya dalam riwayat dikatakan kata rasamakum bugnaha alqah hati-hatilah kalian dengan kebencian karena itu akan menggundulakum. Aku tidak mengatakan menggunduli rambut wakin tahliqudin tetapi menggunduli agama. Ini ngeri. Maka seorang berusaha dalam hidupnya tidak bersengketa. Berusaha semaksimal mungkin. Tidak bersengketa dengan siapapun meskipun itu mustahil ya. Tapi berusaha tidak bersengketa. Sebisa mungkin dia menghindar. Kalau harus bersengketa, dia meminimalkan. Jangan waktunya habis untuk bersengketa. Jangan. Jangan berusaha untuk tidak bersengketa, mengalah gak apa-apa. Karena kalau orang sudah bersengketa, susah untuk mengontrol agamanya. Karena sengketa adalah alhaliqah akan menggunduli agama seseorang. Mengerikan. Mengerikan. Tib kita lanjutkan atau kita ulangi lagi hadis ini. Kata Rasul wasallam, "Ala unabbiukum minti wasami wasah." Maka ak kabarkan kepada kalian tentang suatu amalan yang derajatnya lebih baik daripada salat, daripada puasa, daripada sedekah. Maksudnya daripada salat sunah, puasa sunah, dan sedekah sunah. Karena namanya salat wajib tentu lebih afdal ya. Allah mengatakan walu eh. "Tidaklah hambaku mendekatkan dirinya kepadaku dengan suatu amalan yang lebih aku cintai seperti amalan-amalan wajib." Ini maksudnya ee apa? Mendamaikan itu lebih dicintai oleh Allah daripada sekedar salat sunah, puasa sunah, sedekah. Kenapa? Karena ibadah, salat, puasa, sedekah efeknya ada, tetapi lebih efeknya adalah mendamaikan. Mendamaikan. Karena saya katakan tadi di antara pokok utama dari agama selain tauhid, setelah tauhid adalah apa? Peratuan. Ya, bahkan saking pentingnya mendamaikan, boleh bohong. Boleh bohong. Gibah jujur aja haram. Gibah itu jujur, enggak jujur tapi haram. Namimah jujur, bikin ribut haram, dosa besar. Ini bohong untuk damai bahkan ber berpahala bahkan lebih afdal daripada puasa, salat dan sedekah sunah. Maka saya bertanya, "Tentu ya Rasulullah amalan apakah itu?" Kata Rasulullah, mendamaikan orang yang bersengketa. ya minwahum amarin isahi kata Allah subhanahu wa taala tidak ada kebaikan dari kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali orang yang menyeruh kepada kemakrufan. Dalam surat An-Nisa ayat 114 kata Allah, "La khair fiir min najwhum illa man amar bodqatin ma'rufin islah bainanas." Tidak ada bisik-bisik mereka yang kebanyakan bisik-bisikan yang baik ya kecuali orang yang menyeru kepada amar bodqtin menyuruh untuk bersedekah au maruf atau untuk menyeru kepada kebaikan islah bainanas atau untuk mendamaikan di antara orang yang bersengketa. Kemudian kata Allah siapa yang melakukannya dalam rangka untuk mencari keridaan Allah maka kami akan berikan ganjaran yang besar. Ganjaran besar. Maka mendamaikan di antara manusia ganjarannya sangat sangat besar. Bab kalau begitu ada hal-hal yang harus diperhatikan di antaranya dua hal. Hal pertama siapa yang ingin mendamaikan dua orang bersengketa, maka dia harus ikhlas karena Allah. Karena Allah mengatakan dalam ayat surat Annisa 114ah. Siapa yang melakukannya bersedekah atau berarf atau mendamaikan di antara manusia karena mencari keridaan Allah bukan karena mencari sanjungan, bukan karena dikatakan hebat. Fasauf ajran adima kami akan berikan dia ganjaran yang besar. Karena sebagian orang kalau damaikan orang dia bangga. Saya yang damaikan dia itu. Saya damaikan dia. Jadi ria itu berarti ri mendamaikan orang diam-diam. Karena ini juga kadang kita bangga sehingga kita mengungkap a dulu mereka berkelai saya yang damaikan. Ngapain seperti itu? Berarti ketika kau mendamaikan bukan karena Allah. Mereka mendamaikan karena Allah. Jangan mencari pujian karena ini juga masuk dalam dalam bab ri dalam pintu ri ya. Orang begitu bangga. Ah, dulu mereka ribut mulu saya damaikan tuh. Kalau enggak ada saya mungkin malah ri ujub campur semua. Ya, oleh karenanya Allah mensyaratkan, siapa yang mendamaikan manusia karena mencari keridaan Allah, maka kami akan berikan ganjaran yang besar. Yang kedua, seorang ingin masuk dalam perdamaian untuk mendamaikan, maka dia harus tahu ngerti permasalahan. Jangan dia masuk gak, dia harus tahu kondisi mana yang salah, mana yang benar. Kemudian dia mendekatkan ya dan dia tidak boleh pilih kasih. Karena sebagian orang masuk dalam dalam apa namanya? Mereka ingin berhukum kepada dia ternyata dia bela salah satunya atau dia semakin memperkeruh suasana. Maka kalau dia tidak ahli dalam hal ini, dia tidak ngerti kondisi, dia tidak tahu bagaimana cara berbicara, bagaimana cara masuknya, maka gak usah, gak usah. Karena sebagian orang ternyata misalnya bagai masalah, saya mau kita berhukum di ustaz fulan, dia tahu ustaz fulan itu akan bela dia. Maka dia pilih ustaznya. Sudah punya hubungan dekat, dia sudah cerita dulu sebelumnya sehingga sudah kebawa dulu. Akhirnya ketika masuk lawannya dikalah-kalahin. Ternyata ini seperti tidak boleh. Dia enggak boleh masuk untuk mendamaikan kecuali mendengar dari dua pihak dan dia tidak boleh kecenderungan karena ini murid saya, karena ini ee teman saya. Enggak boleh. Kalau gitu enggak usah masuk dalam perdamaian. Kau tidak layak. Kau hanyalah menambah runyam permasalahan. Kalau enggak gak jangan. Apalagi kok tidak didengar. Ngapain ya didengar? Ya, oleh karenanya ya karena sebagian orang melihat orang bertikai dia pengin semakin bertikai. Kalau bisa semakin hancur mereka. Ya, maka seorang harus niatnya karena Allah Subhanahu wa taala dan harus ngi mengerti permasalahan sehingga dia tahu bagaimana cara mendamaikan. Dan kalau dia ingin mengambil jalar tengah, maka dia tahu bagaimana. Karena misalnya si A dan si B, si A salahnya 80, si B salahnya cuma 20, maka jalan tengahnya bukan 5050. Maka jangan dia paksakan yang salah sedikit harus dianggap salah 50%. Ya, ini enggak bisa. Jadi dia harus tahu bagaimana dia bagaimana ngomong, ambil hatinya ya. Dia harus ngerti permasalahannya bagaimana, yang salah siapa dan dia harus dipercayai oleh dua belah pihak. Kalau enggak percuma. Ada dua dua kelompok besar kasus tentang masalah harta. Kemudian satu datang ke saya pengin ini bicara. Saya bilang, "Ustaz, masuklah biar kita." Saya bilang, "Saya ini siapa? Kalian sudah ke ustaz siapa aja? Saya sudah ke kami sudah ke ustaz ini, ustaz ini, ustaz ini. Selesai enggak?" "Enggak selesai." "Mereka aja enggak selesai apalagi saya." [tertawa] Saya bilang, "Ngapain ketemu saya?" Ya, mereka berharap kalau lapor di luar nanti saya akan bela. Saya bilang, "Enggak, saya aja yang lebih muda itu satu aja kalian tidak selesai urusannya. Apalagi saya. Jadi kalau kita mau jadi pendamai, memang dua-duanya harus percaya sama kita dan kitanya harus bertakwa kepada Allah. Jangan sampai kita memihak salah satunya. Ya, kita harus dengar semuanya dari kedua belah pihak. Kalau enggak nanti kita ada kecenderungan kecenderungan ya. Tayib. Eh kemudian hadis berikutnya al Imam Bukhari berkata, "Qasana Musa Q hadana Abbad bin Alwam q akbar Sufyan bin Husain anil Hakam an Mujahid an ibni Abbas radhiallahu anhuma fattaqulahu asliu bainikum tentang surat Al-Anfal ayat 1 Allah berfirman, "Bertakwalah dan damaikanlah di antara kalian yang berselisih." Ketika itu ada perselisihan di antara para sahabat tentang pembagian gonimah. golongan senior dengan golongan junior, maka Allah mengatakan, "Bertakwalah dan damailah di antara yang bertikai." Q tahrijun minallah alal mukmininqulah waim. Ini adalah bentuk Allah menyinggung, menyindir kaum mukminin agar bertakwa dan agar damai di antara mereka. Yaitu seakan-akan Allah mengatakan konsekuensi takwa. Janganlah kalian bertikai. Kalau kalian bertakwa, takwanya benar. ee yaitu kalian harusnya tidak bertikai ya. Kalian harusnya tidak tidak bertikai. Maka ayat ini mengisyaratkan, siapa yang hatinya sibuk dengan bertakwa kepada Allah, maka dia tidak dipusingkan dengan dengan pertikai. Dia akan berpaling. Enggak mau saya pertikai. Kalau bisa ngalahng-ngalah. Kalau bisa menjauh, menjauh. Semua hal yang berpotensi untuk bertikai dia hindari. Karena kalau orang sudah masuk dalam pertikaian, dia akan tersibukkan. Itu pun dia dalam kondisi menang, dia pun sibuk. Apalagi kalau dia dalam kondisi salah. Ya, oleh karenanya sebisa mungkin seorang jangan bertikai. Jangan bertikai dengan istri sebisa mungkin. Masalah kecil jangan dibesar-besarin. Masalah besar anggap aja kecil. Jangan dibesar. Jangan bertikes sama kakak adik, jangan bertik sama tetangga. Jangan bertikih dengan teman. Jangan bertikih dengan satu tim dalam yayasan. Jangan bertikai di antara DKM. Jangan bertikai di antara ustaz. Jangan bertikai. Sebisa mungkin jangan bertikai. Karena kalau kita bertakwa, kita sayang waktu kita terbuang. Karena pertikaan itu mengerahkan energi. Saya bayangkan ada ini pengalaman dulu ada ya maksudnya kalau kita masuk dalam perdebatan kadang kita tulis bantan sampai berjilit-jilit energi habis ya dan ceritanya tidak selesai. Cerita tidak selesai. Sudah sampaikan yang kau mampui kemudian serahkan kepada Allah Subhanahu wa taala. Tidak semua orang harus cinta sama kamu. Kau ingin semua orang yang benci sama kamu jadi cinta sama kamu? Ya, itu hati urusan Allah. Kau ingin semua orang benci sama kamu kemudian sayang sama kamu? Kemustahilan. Kau ingin semua orang yang membencimu mau paham tentang dirimu, belum tentu mereka paham. Kalau orang dasarnya benci, tetap benci. Mau kau sampaikan klarifikasi, kau mau sampaikan apa, maka hindari pertikaian sebisa mungkin. Kalaupun terjatuh dalam pertikaian, jangan diperpanjang karena akan mengorbankan waktu-waktu kita. Maka konsekuensi dari ketakwaan seorang kalau bertikai dia berusaha untuk damai. Kata Allah, fattaqulaha waslihu data bainikum. Bertakwalah kepada Allah subhanahu wa taala dan damailah di antara kalian. Ya, kalau orang sibuk dengan bertakwa, tidak ada tidak ada waktu untuk ribut. Tidak ada waktu untuk ribut. Kalau istri marah-marah, "Ya, asalamualaikum. Baca buku sampai ketiduran." Ya, jangan di jangan digubris, jangan dibantah. Ngapain? Ya udah, udah udah udah sudah tidur tidur tidur. Baca jangan digubris. Sudah masuk di grup WhatsApp kemudian ada yang panas bant ngapain antum sibuk dengan itu? Takwa antum berkurang. Takwa antum berkurang. Kenapa? Orang biasanya kalau berbantah-bantah dia ingin mengambil jaga harga dirinya. Pengin ini pengin anu, ya gak usahlah. Tib. Bab berikutnya bab id kadabtajulin hua laka musoddiq. Bab tentang kau berdusta sama orang sementara orang itu membenarkan engkau. Ini dosanya lebih berbahaya ya. Dia kenal engkau dan dia sedang membenarkan engkau. Jadi dosa dosa dosa dusta bertingkat-tingkat. Secara umum dosa dusta adalah buruk. Tetapi lebih buruk ketika orang lagi percaya sama engkau malah kau berkhianat. Kau malah bohongin dia seperti kau datang kepada dia misnya dia dia adalah donator e apa dia adalah investor ini, Pak. Ada saya ada bisnis gini ya kan gini-gini. Dia lagi percaya sama kamu makanya dia kasih apa? Duit. Ternyata kau main belakang ternyata tidak sesuai dengan pembagian. Ternyata kau bohongin dia. Ini contoh berdusta di saat orang lagi percaya sama kamu. Beda dengan dusta biasa. Cerita, ngomong bohong. Ini lagi dia lagi percaya sama kamu teman kau dustain. Contoh seperti kau ngomong sama dia dan engkau dalam kondisi berpuasa. Namanya orang berpuasa orang tahu tidak bakalan bohong. Ternyata kau bohongin dia. Saya lagi puasa nih. Oh iya benar. Dia enggak mungkin bohong. Kalau bohong puasanya tidak ada pahala. Ternyata bohong. Atau lagi di masjid. Lagi di masjid. Ini demi Allah kita di rumah Allah ini. Ini kisah nyata. Jadi saya pernah pernah zaman dulu waktu masih belum bawa keluarga ke Saudi ini kita anak-anak yang jomblo-jomblo sementara ini sudah nikah cuma istri di Indonesia. Jadi kita karena enggak ada kegiatan kita iktikaf di Masjidil Haram. Kameran anak muda semua iktikaf di Masjidil Haram. Kemudian pas hari raya barang-barang hilang. Barang-barang hilang. Ternyata ada pencuri. Dia ambil, dia masukin. Saya yang Oh, saya yang lihat. Akhirnya saya tangkap dia ya. Dia marah-marah. Kata dia, "Demi Allah, ini malam Id di Masjidil Haram. [tertawa] Saya enggak mungkin ngambil begitu." Panggil polis suruh buka-buka. Barang-barang kita di situ. Maksudnya orang kalau udah orang di masjid kan orang enggak percaya mana. Saya mau curu. Saya di masjid, masjid haram lagi. Bukan masjid ukhuwah. Ini masjid haram. Ang malam Idul Fitri lag nyuri. Jadi kadang posisi kita ketika di masjid orang percaya kita enggak bohong sehingga dia membenarkan ternyata kita bohong. Waliadzubillah. Maka ini lebih parah dari daripada bohong biasa. Al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Haiwah bin Surah q hadana baqi anubar bin Malik alhadrami an Abdurrahman bin Jubair bin Nufair anna abahu hadasahu an sufyan ibn Usaid alhadrami hadahu Nabi wasam ras wasam bersabdaan ak sungguh besar pengkhianatan engkau menyampaikan suatu pembicaraan kepada saudaramu dan dia membenarkan engkau anahuib Sementara engkau dusta. Sementara engkau engkau dusta. Ini lebih besar pengkhianatan. Dia membenarkan engkau dalam posisi engkau sedang membuat dia nyaman bahwasanya engkau jujur. Di saat itu ternyata engkau malah berdusta. Seperti contohnya apa? Seorang berdusta dengan sumpah. Demi Allah. Ya. Orang bersumpah dia pasti percaya. Demi Allah. Demi Allah. Wallahi. Wallahi. Wallahi. Sampai sumpah tiga kali. Saya tidak melakukannya. Ya, kita dengar itu kita benarin. Padahal dia jadi dia memposisikan dirinya bahwasanya dia harusnya dibenarkan seperti dia bersumah dengan nama Allah kemudian dia bicara atau dia sedang puasa kemudian dia berbicara atau di masjid kemudian dia berbicara ya atau dia posisinya sebagai dai tentunya orang tahu dai masa berbohong dia berbicara. Ini semua posisi kondisi yang menjadikan seorang harusnya membenarkan engkau ternyata kau dustain dia atau dia dalam rezeki minta tolong ya Allah saya lagi susah gini dia kasihan ternyata duitnya dibawa lari. repot ya. Lagi susah, lagi susah, lagi susah, lagi perlu uang, lagi perlu uang. Ya, ternyata bohong ya. Lu ada kawan dua orang, satu pinjam uang. Yang punya pinjam uang lagi butuh kan pinjam uang. Tahu-tahu pas umrah ketemu lah lah pinjam uang umrah bawa istri lagi. Astagfirullah. [tertawa] Pas ketemu, akhirnya ketemu teman saya dua-duanya. I makan, makan, makan. Bayar lagi. Dia yang bayar lagi. Sudah punya hutang, bayarin lagi. [tertawa] Maksudnya buat koko enggak marah makanya dibayarin. Qadarullah ketahuan. Yaudah pinjam uang gimana? Ada teman satu lagi datang, "Ustaz, kurang ajar kawan satu pinjam uang ratusan juta. Ternyata dia haji furoda. [tertawa] Punya uang ya. Yang saya aja yang minjamin enggak haji, dia haji. Kurang ajar enggak itu? Kurang ajar. Akhirnya bohong kan? Lagi butuh ini, lagi butuh ini. Ternyata jadi dosanya tidak seperti kondisi kita untuk dibenarkan. Jadi dusta biasa dosa. Tapi kalau dusta kita lagi kita lagi puasa, kita lagi sumpah, kita lagi di masjid, kita lagi menyatakan saya lagi butuh minta pertolongan dan kita dusta, maka dosanya lebih lebih besar. Hadis ini secara sanad dia lemah, namun secara makna benar ya. Karena ada perawi namanya Dubara bin Malik, dia majhul ya. Sanad yang sedang bahas hadisnya difnanya benar karena memang dosa itu bertingkat-tingkat ya. Dosa bertingkat-tingkat dan dusta semakin dipercaya ternyata dusta semakin besar. Dusta efeknya semakin besar juga dosanya semakin apa? Besar. Ya, beda kalau kitanya dusta, tetapi dusta kita di balik ini merugikan orang lain. Ini dosanya lebih besar besar lagi. Tergantung efeknya. Tib sudah sampai sini aja ya. Sampai sini aja kajian kita. Insyaallah kalau ada yang bertanya saya persilakan. Wallahu taalaam bawab.