Transcript
n-wkHAKa05c • PURBAYA WAS WRATHED BY THE GOVERNOR! RP 254 TRILLION IS SITTING IN THE BANK! IS THE REPUBLIC OF I...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0469_n-wkHAKa05c.txt
Kind: captions
Language: id
Makanya lu bisa lihat ya, jadi pengusaha
di Indonesia ini gua respect banget. Lu
digencet sana sini, digencet pajak,
digencet pemerintah daerah sendiri,
digencet ormas preman. Gila banget.
Digen pemerintah daerah lu yang bego
enggak ada otak bikin kemacetan
bolak-balik bongkar trotoar. Eh, bunga
kredit dibikin tinggi gara-gara dia,
Guys. Seru banget nih, Guys. Purupaya
bongkar rahasia negara kita. Ternyata
memang banyak yang konyol-konyol. Lu
tahu pemerintah daerah di Indonesia, ada
pemerintah kabupaten, kota, provinsi itu
ternyata mereka pegang duit ratusan
triliun. Bukan dipakai bikin
proyek-proyek yang bermanfaat bagi
rakyat di daerahnya, tapi malah
diendeepin,
ditabung di bank-bank daerah itu. Wah,
ini sih kebangetan akibatnya ya. Ekonomi
kering-kerontang, duit itu kering, Guys.
Ah, ekonomi enggak berputar. Ini ngeri
banget sih. Dan gua senang akhirnya ada
menteri kita yang berani loh bersuara.
Dia enggak takut. Padahal banyak kepala
daerah di Indonesia itu preman, Guys.
Preman. Benar. Literally preman. Jadi
kepala daerah banyak dia gak takut,
Guys. Purba, ya. Gua bakal tarik duit
lu. Gua gak mau transfer duit dari
pemerintah pusat ke daerah lu. Kalau
daerah lu masih konyol, banyol, badut.
Hei, ngeri banget sih ni. So, kalau lu
penasaran sih sebenarnya ada prahara apa
pertarungan apa antara Purbaya dengan
kepala-kepala daerah itu sehingga banyak
pemda-pemda protes soal TKD-nya yang
turun. So, kalau penasaran jangan dikip
video ini. Let's check di sana.
[Musik]
Pemerintah daerah tuh yang di bawah 1
terus itu geser kanan dikit itu sekarang
bulan Agustus punya 254 triliun nganggu
di perbankan mereka di bank-bank daerah.
Terus kalau melihat oke ini kan nanti
dihabisin katanya lihat Desember 2024
mereka punya R92 triliun tuh yang gasa
sedikitnya nganggur artinya enggak
dipakai tuh 2023 Desember lihatnya 103.9
triliun. Jadi harusnya kalau saya potong
pun enggak apa-apa. Jadi kita balik aja
nih, Guys. Kemarin 18 gubernur dari
seluruh provinsi di Republik Indonesia
protes ke Purbaya, Menteri Keuangan
favorit kita semua. Mereka protes
terkait pemotongan TKD, dana transfer
dari pemerintah pusat ke daerah. Bahkan
sampai Gubernur Aceh ini gua suka nih,
Muzakir ya. Dia protes ke Purbaya soal
anggaran Aceh yang dipangkas 25% boys.
1/4at hilang. Lalu ada TKAD dipangkas
45% Kalteng. Ya, sampai dia bilang nih
pemimpinnya dulu kan makan, sekarang
pakai air putih aja. Jadi maksudnya diet
putih. Ini namanya diet ketosis, Guys.
Atau water fasting. Good news sih buat
orang-orang gendut di Kalteng ya.
Siapa-siap lu tambah langsing kayak
Benix karena pemimpin lu punya program
water fasting alias puasa air putih
doang. Nah, kenapa anggarannya dipotong,
Guys? Karena kita berdasarkan data harus
ngobrol berdasarkan data. Lu tahu enggak
dari total anggaran yang terealisasi,
anggaran dari pemerintah pusat ke
daerah, ternyata 254
triliun anggarannya mengendap di bank.
Ini ngeri banget. Padahal kan harapan
pemerintah pusat ya ketika ngasih duit
ke daerah, "Eh, buat lu 17T ya, eh buat
lu 30T ya." Harapannya kan mereka bikin
proyek, bikin kerjaan supaya apa? Duit
berputar di masyarakat. Bangunlah
sekolah baru, bangunlah jembatan,
bangunlah jalan. Bangunlah Puskesmas.
Masih banyak daerah-daerah di Indonesia
enggak punya klinik bahkan rumah sakit
banyak loh. Bikin dong jaringan listrik
di mana-mana, jaringan internet di
mana-mana. Bikin ide-ide kreatif, pusat
wisata baru, tempat diving
internasional, resort standar aman jiwo.
Kan lu bisa bikin itu sebetulnya
pemerintah daerah kalau punya hati ya.
Bahkan gua sih pengin ada pemerintah
daerah yang punya dinas animasi. Jadi
gimana punya target supaya ada BUMD?
Tugasnya apa? Memproduksi film animasi
berkualitas tinggi pakai duit daerah.
Pikir dong. Bukan cuma bongkar pasang
toilet aja sampai dunia kiamat. Prestasi
bupati di Indonesia, Pak. Iya, Pak.
Selama 5 tahun menjabat saya sudah 2.600
kali bongkar pasang trotoar. Goblok
memang. Tapi itu faktanya di Indonesia.
Kenapa kita enggak bisa kayak China?
Bahkan ada BUMD-nya ya. Ekspor mobil
listrik Indonesia. GAC ion. Gila itu
BUMD, Guys. Bukan BUMN loh. BUMD dari
daerah kecil di China ekspor mobil ke
Indonesia loh. Mobil listrik lagi
canggih. Kok kita enggak bisa? BUMD kita
keahliannya apa? korupsi bongkar pasang
trotoar, habis itu apa? Korupsi lagi
bongkar pasang trotoar lagi. Kan aneh
ya. Sekarang ada juga yang lebih
inovatif. Apa duitnya? Ditabung di bank.
Nah, inilah ketololan yang paling luar
biasa. Karena kalau bongkar pasang
trotoar minimal ya korupsi jelas, tapi
kan minimal dia pakai kuli ya, kulinya
makan di wartek, jadi ekonomi muter di
sekitar wartek yang jalannya dibongkar
pasang itu. Tapi udah cuma sampai itu
doang. Kebermanfaatannya pun enggak
tahu, enggak jelas ke mana. Anyway, ada
satu hal yang menarik sih soal data ini
ya. itu juga harus berdasarkan data.
Kalau menurut Purbaya kan 254 triliun
dana mengendap. Ada juga versi lain
versi 1enQ. Nilainya berapa? 233
triliun. Aneh kementerian sama kok
datanya agak beda. Tapi ya udahlah gua
bakal pakai data versi OneenQ lah kali
ini ya. Kenapa? Karena dia jarang gua
bikinin konten. Jadi kali ini gua
bikinin konten buat womenQ. Dia bilang
ini apa? Dalam 5 tahun terakhir posisi
dana mengendap dari daerah itu tertinggi
loh sepanjang sejarah. Lu tahu ya? Lihat
di ler Kaja ya. Agustus 2021 dana
mengendap R78 triliun. Agustus 2022 naik
jadi R3 triliun. Agustus 2023 turun jadi
R1 triliun. Agustus 2024 turun lagi jadi
R2 triliun. Oke, nih ada perbaikan nih.
Tahun 2025 bulan Agustus ah bentar lagi
Purbaya naik dana mengendap R33 triliun.
Jadi di sini lu bisa lihat bahwa sedih
banget negara ini. Duit ratusan triliun
tidak diputar ke ekonomi rakyat. Tadi
yang gua bilang bangunlah puskesmas
baru, sekolah baru, jembatan, jalan tol,
studio animasi. Bikin penggilingan padi
yang baru, bikin usaha-usaha kerakyatan
yang baru yang bisa menyerap tenaga
kerja. Kalau perlu bikin pabrik
orientasi ekspor, bikin pabrik
pengolahan kelapa sawit, bikin pabrik
pengolahan kakau, bikin pabrik
pengolahan kopi. Bisa- bisa. Masalahnya
si tolol-tolol ini maunya cuman bongkar
pasang trotoar. S kalau bisa setahun
7.000 kali dia bongkar pasang trotoar di
tempat yang sama. Enggak ada kreatifnya.
Karena korupsi yang paling gampang yang
itulah, Guys. Selesai. Dan ternyata
berdasarkan data ya, dari 552 pemda di
Indonesia, kabupaten, kota, provinsi, lu
tahu cuman 10 loh pemda yang dananya
tidak mengendap di bank. Sisanya 542.
Mengendap semua. Lu lihat data di layar
kaca dari total 552 pemda, 542-nya dana
mengendap 233 triliun terbanyak di
daerah Jawa. Ada 100 terbanyak di daerah
Pulau Jawa nih. Dari 119 pemda, total
dana nganggur ngendap di bank R84
triliun. Ngeri sih. Kedua terbesar itu
di Kalimantan dan Sumatera. Di
Kalimantan ada 61 pemda, di Sumatera ada
164 pemda. Total dana mengendap
masing-masing itu 43 triliun. Jadi kalau
di tootal itu ada 86 triliun yang
ngendap di situ. Ini ngeri banget. Ini
bisa berapa banyak orang lu gaji, pabrik
yang lu bangun, ekonomi yang bisa
berputar. Hah, sedih banget. Tapi kenapa
sih mereka itu hobi banget, Guys, ya?
Pemda-pemda kita yang enggak punya otak
itu duitnya ditaruh di bank. Ada empat
alasan ya kenapa dana ini diapkan di
bank dan ini sebetulnya berbahaya. Yang
pertama apa? Rawan disalahgunakan sama
pemda. Lu tahu ya salah satu tujuan
utama ya pemda-pemda di Kazakhstan,
bukan Indonesia. Kenapa duitnya taruh di
bank dan kenapa duitnya cairnya tuh
akhir tahun? Lu pernah enggak sih menang
tender di Pamp atau Pemkup? Lu ikut
tender di bulan Februari duitnya itu
cairnya lama banget, Guys. Nanti akhir
tahun baru cair. Kenapa? Karena duit
kalau nginp di bank dapat bunga. Lu
bayangkan bahkan sampai ada sebuah
daerah di Kazakhstan ya, wah hancur
banget. Guru itu punya tunjangan lah.
Tunjangan khusus guru yang sudah
bersertifikasi itu bahkan sampai enggak
turun duitnya. Ditahan sama pemda bisa
sampai 6 bulan, 9 bulan bahkan ada yang
1 tahun duitnya ditahan supaya berbunga.
Lu bayangin duit R triliun pemda kalau
ditaruh di bank 3% aja mereka bisa dapat
600 miliar. perlu apa jaminan yang 600
miliar ini masuk ke kantong APBD yang
ada-ada di Kazakhstan ya negara
Kazakhstan bukan Indonesia. Negara
Indonesia isinya manusia suci bentar
lagi masuk surga semua. Tapi di
Kazakhstan duit 600 miliar itu bisa
masuk ke kantong pribadi. Makanya banyak
daerah-daerah di Kazakhstan, guru-guru
ya banyak sih bukan cuman guru itu duit
masuk itu dipotong-potong dan
ditahan-tahan. Karena di bank itu lu
bisa nginp ada deposito 6 bulanan, 3
bulanan, 9 bulanan, 12 bulanan. Mending
mereka tinggal pilih aja. Oh, gaji guru
kita harusnya gaji 300 miliar nih bulan
ini tahan. Taruh di bank bunga 3% dapat
9 M. Korupsi enggak? Karena kan duitnya
enggak berkurang. Tapi nyulitin orang.
Iya, nyulitin orang. Tapi 9M ini
kemudian kan harusnya masuk ke Kaza PBD
di Kazakhstan ya. Tapi ya udah-udah
banyak masuk ke kantong pribadi. Makanya
lu jangan heran kalau lihat di layar
kaca ada kasus nih misalkan salah satu
gubernur di Jawa Barat dilaporin ke KPK
soalnya apa? Ada deposito pemprov
ilegal. Lalu ada tujuh perbankan terima
deposito ilegal Provinsi Riau. Waduh
gila. Jadi lu bisa lihatlah rewan
penyelewengan nih. Kalau duit ini
harusnya diputar di rakyat bikin proyek
pembangunan tapi ternyata cuma nginp di
bank. Bank itu udah pastilah ada free
marketing, ada divising. Lu taruh duit
di bank itu udah pasti cair. Jadi bisa
dapat bunga bank plus komisi funding.
Duitnya ke mana? Dicatat enggak di APBD?
Apa jaminannya pejabat-pejabat di
Kazakhstan itu? Lu udah tahulah
tabiatnya duitnya enggak masuk kantong
pribadi. Dibilang korupsi juga enggak
karena dia enggak berkurang pokoknya.
Pintar enggak? Pintar. Tapi sebetulnya
mereka bisa masuk penyelewengan loh. Itu
bisa jadi penggelapan loh. Karena
harusnya itu kan haknya negara ya,
haknya el rakyat di daerah itu. Nah,
yang kedua dana kalau ngendap di bank
juga bakal bikin pemda itu
malas-malesan, malas kerja, malas riset,
malas bikin analis, malas bikin kerjaan
buat rakyat. Karena dia tinggal duduk
ongkang-kang kaki terima bunga deposito
dari negara. Bahkan lu lihat di layar
kaca nih, di radar Karawang nih, Pemda
Karawang tuh senang banget tuh
pendapatan asli daerah. Ini tahun 2015
ya, mereka senang banget dan bahkan
bangga banget tuh mereka terima
pendapatan asli daerah lewat bunga
deposito dengan mendepositan uang kas
daerah sebesar R50 miliar dalam setahun,
pemerintah Kabupaten Karawang bisa
meraup 23 miliar. Jadi, lu bayangin ya,
mereka bahkan sampai merasa itu sebuah
kebanggaan prestasi bisa cetak duit R3
miliar dengan modal ongkang-kang kaki.
Kan konyol. Padahal duit ini harusnya
dipakai buat kebaikan, kebermanfaatan,
kesejahteraan orang banyak. Tapi mereka
bangga banget. Provinsi gua dapat
pendapatan nih, pemasukan nih, income
nih dari nabung di bank. Eh, gila
duitnya duit dia bukan bukan duitnya
duit transfer loh dari pusat ke daerah.
Gila sih memang gila ada banyak nih pem,
pemda, Pemkup yang enggak tahu malu di
Indonesia. Ya memang wajar aja karena
dia malas-malesan tinggal tidur-tidur
golek-golek terima duit ratusan miliar.
Ngeri enggak sih? Dan duitnya taruh di
mana? Ya, di situ dibilang sendiri
Kabupaten Karawang pendapatan itu
diperoleh dengan mendepositan duitnya.
Duit APBD itu sebagian dia taruh 350
miliar nih. Masuk Bank Jawa Barat BJB
300 miliar dan Bank BRI R miliar. Jadi
ini udah permainan lah, Guys. Selama
bertahun-tahun bank-bank di daerah itu
dapat dana DPK dari duit APBD sendiri
yang sebetulnya harusnya diputar ke
daerah. Ya, sedih enggak sih? Dan
akibatnya kan pemda kita jadi
males-malesan, jadi ngandalin duit
deposito. Aneh banget ni. Padahal ini
duit rakyat yang harusnya kembali ke
rakyat tapi enggak dipakai buat
kepentingan rakyat, malah dipakai buat
kepentingan. Bentar guys, bentar guys
sebelum kita lanjut videonya. Halo
goodis guys. Teman-teman investor Benix
Investor Summit 2025 akan segera
diselenggarakan di bulan Desember 2025
di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial nih
dengan pembicara yang spesial juga
karena ya cuannya gede banget nih, Guys.
Nah, buat d yang penasaran dan pengin
segera ikutan di event acara offline
spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali
yang namanya Benix Investor Summit 2025.
Yuk, segera daftar sekarang juga nih
sebelum terlambat karena kita lagi ada
promo diskon 30% sampai tanggal 30
Oktober 2025. Ingat ya, diskon 30% ini
diskon terbatas cuma buat 10 orang
pertama. Dan ingat, kursinya juga
terbatas karena cuman ada 50 kursi,
Guys. Total kursi yang kita sediakan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025. segera
datang lagi. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga sebelum terlambat. Ingat
ini acara eksklusif yang kita
selenggarakan private dan sangat intim.
Kita bisa berinteraksi full nih selama
24 jam karena acaranya diselenggarakan
selama 2 hari dari hari Sabtu sampai
hari Minggu, dari jam 09.00 pagi sampai
malam. So, tunggu apaagi? Segera
daftarkan dirimu sekarang juga di nomor
WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai
ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Malah
dipakai buat kepentingan PNS,
pejabat-pejabat itu. Idih, sedih sedih,
Guys. Makanya gua sih setuju sama
Purbaya. Duit ini harus diop lah TKD
ini. Ujung-ujungnya mereka enggak bisa
kerja tidur-tiduran kok duitnya ditaruh
di bank buat apa kalau gitu. Iya dong.
Nah, yang ketiga ini juga jadi
menciptakan bahaya ekonomi itu deadlock
di daerah. Kenapa? Karena duitnya
ditaruh di bank. Pastikan
pejabat-pejabat PNS di Kazakhstan ya
berharap dapat bunga tinggi. Jadi masuk
kantong dia banyak lah. Kalau bunganya
4% duit yang ditabung 20 triliun
misalkan atau 200 miliar bunganya 3%.
Logikanya bank kan juga harus mutar itu
ke tempat lain dong minjamin. Kan
bisnisnya simpan pinjam berarti dia
harus minjamin dengan bunga di atas 3%
mungkin 9%. Akibatnya rakyat di daerah
itu kalau mau kredit ke bank kena bunga
tinggi. Ini ngeri. Ekonomi kita deadlock
karena dana yang mengendap oleh
pemerintah daerah biadab laknat ini
menciptakan bunga kredit tinggi.
Akibatnya dunia wirausaha mati. Makanya
lu bisa lihat ya jadi pengusaha di
Indonesia ini gua respect banget. Lu
digencet sana sini, digencet pajak,
digencet pemerintah daerah sendiri,
digencet ormas preman. Gila banget.
Digencet lagi sama pemerintah daerah lu
yang bego enggak ada otak, bikin
kemacetan, mau bolak-balik bongkar
trotoar. Eh, bunga kredit dibikin tinggi
gara-gara dia. Jadi sekarang semoga
terjawab pertanyaan lu kenapa ya kok gua
kalau di bank itu minjam duit membuka
bisnis, membuka pabrik, menciptakan
lapangan kerja, kok dipersulit ya? Kok
bunganya tinggi banget ya? Bisa jadi ya
karena pemimpin daerah lu hobinya apa?
Naruh duit rakyat ke bank-bank daerah
lu. Seolah-olah dia raja duit ya,
padahal mah bukan duit dia. Dan
akibatnya apa? bunga kredit jadi tinggi
ujung-ujungnya apa? Lapangan kerja makin
sedikit, pendapatan negara, pajak,
penghasilan, income tax dari
karyawan-karyawan itu ya berkurang.
Ujung-ujungnya apa? GDP 8% cita-cita
Prabowo enggak jadi kesampaian nih kalau
makin banyak pemerintah daerah yang
bodoh model begini, Guys. Ngeri nih.
Nah, akibatnya karena mereka juga
kumpulan orang-orang bodoh yang enggak
tahu juga duitnya dipakai buat apa ya.
Ya, ujung-ujungnya bukan buat
laboratorium riset tingkat dunia atau
bikin tempat peluncuran roket ke Planet
Mars. Cannya gede loh. Lu kalau bikin
pusat peluncuran roket ke luar angkasa
ya lu bisa nge-charge duit 50 miliar
buat satu satelit loh. Jadi enak nih
masa enggak ada BUMD yang mau kerjain
sih? Masa bongkar pasang terus sih?
Bahkan kalau kalau lihat komentar
netizen, wah luar biasa nih ada Alvin
Bingui, "Pak, tolong pantau anggaran
perbaikan jalan umum. Kenapa jalanan
yang masih bagus harus dibongkar? Kenapa
semakin tahun jalanan semakin tinggi?
Rumah jadi semakin lebih rendah
dibanding jalanan semakin gampang
kebanjiran.
Contoh pemerintah daerah yang hobinya
nyuksahin rakyat. Kalau bisa lu
diinjak-injak, kalau bisa rumah lu
banjir hancur sekaligus. Ya biarin aja
yang penting dia dapat duit. Jalan udah
di aspal terus di jalan yang sama sampai
tinggi 20 m kalau perlu. Gila memang
memang gila. Ada lagi nih di per negara
infrastruktur mulu jadi alasan. Padahal
yang dilakuin cuman tiap tahun bangun
gorong-gorong di titik yang sama atau di
titik yang enggak banjir. Lebih gila
lagi dilakuinnya pas akhir tahun cuma
buat ngabisin anggaran karena enggak mau
dibalikin. His mainan DPRD. Wah, bocoran
nih DPRD di Kazakhstan by the way
maksudnya. Terus ada lagi Jumri nih. Dia
bilang begini, "Saya setuju banget
dengan Pak Purbaya perihal pemangkasan
dana daerah. Sebab kami yang tinggal di
daerah Riau, Kabupaten Indragiri Hilir,
dari tahun ke tahun tidak ada
pembangunan atau renovasi apapun itu
enggak pernah ada. Sampai-sampai kami
mengumpulkan sumbangan antara sesama
rakyat buat membangun jalan dan
lain-lain. Tidak ada sedikit pun dana
dari pusat sampai ke daerah. Woi, guys,
tolong bantu diperiksa nih. Pak Prabowo,
ada laporan nih dari Riau, Kabupaten
Indragiri Hilir nih. Pemerintahnya
enggak tahu ke mana nih. Lagi liburan
nih di Kazakstan nih. Mereka
menyampaikan apresiasinya ke pusat
mengatasnamakan untuk rakyat.
Pembangunan dan lain itu semua bullshit.
Selama ini yang kelihatan cuma
rumah-rumah pejabat yang makin besar.
Oke, menarik nih. Boleh enggak Pak
Prabowo tolong dibantu jumri
diinvestigasi daerah Riau Kabupaten
Indragiri Hilir? Ini rakyat bakal sangat
bersyukur nih kalau diperiksa nih
langsung nih Kabupaten Indragiri Hilir.
Gua udah sampaikan nih suara kamu rakyat
Riau. Lalu ada lagi nih Roy Timbul.
Benar sekali kejadian bongkar pasang
trotoar ataupun jalan yang sudah bagus
sengaja dilubangin supaya ada pekerjaan
baru. Perbaiki jalan yang areanya tetap
di situ-situ saja. Bukannya nambah jalan
baru, tapi malah buat pekerjaan tambal
saulam jalan berlubang. Belum lagi kalau
di balik papan namanya kota minyak tapi
BBM-nya selalu kosong alias langka
sehingga mengakibatkan kemacetan jalan.
Luar biasa, Guys. Pemerintah daerah kita
betul-betul brilian. Lalu ada lagi nih
si Adekma. Di daerah saya tiap ganti
walikota trotoar dibongkar pasang baru,
Om Ben. Seandainya tiap ganti walikota
selalu dibuat BUMD baru yang
orientasinya ekspor, wah seharusnya tiap
periode bisa banyak nambah lapangan
kerja baru. Betul. setuju. Harusnya duit
itu dipakai buat bikin badan usaha-badan
usaha milik daerah baru yang tujuannya
ekspor, ekspor kerajinan, ekspor
furnicur, ekspor anyaman bambu, ekspor
tekstil, ekspor kopi, ekspor hasil laut.
Wih, gila bakal makin bagus. Memang
harusnya ya Menteri Dalam Negeri bikin
kompetisi loh, kompetisi ekspor antara
BUMD BUMD
biar mereka berlomba-lomba membuktikan
mereka ini bukan parasit di negara ini.
Harus tuh. Kesel banget gua asli lihat
duit kita ini malah ditaruh di bank.
Bego banget enggak ada kerjaannya nih.
Makanya gua enggak heran ngelihat si
Purbaya ngotot enggak mau naikin TKD.
Dia tetap konsisten. Dia minta kepala
daerah ini buat fokus dulu benahin
serapan anggaran lu. Bego. Ketimbang
protes. Soal TKD gua dikurangin. Setuju
gua. Bahkan lebih konyol lagi nih ada
gubernur minta gaji PNS di daerahnya
ditanggung sama Purbaya sama pusat. Ya
enggak bisa. Itu kan karyawan daerah lu.
Ngapain juga lu akhir banyak-banyak
orang enggak ada kerjanya
nongkrong-nongkrong di warung kopi tahu
kita banyak PNS daerah itu enggak ada
kerjanya. Bahkan ada yang enggak pernah
ngantor, Guys. Tapi tetap terima gaji.
Jujur, ya, ada kan di daerah lu juga
tapi tetap terima gaji. Udah bersihin
lah. Tapi kita kan itu karena jebakan
janji politik. Cobloslah si X, coblosah
si Y, nanti lu naik jadi PNS. Bayangin
dia ngomong ke gitu ke 10.000 orang.
Artinya daerah lu kebeb nih, harus hire
10.000 orang baru jadi PNS. Ya enggak
ngapa-ngapain juga karena janji politik.
Terus negara disuruh bayarin gitu,
Purbaya disuruh bayarin. Enggak setuju
gua. Enak aja daerah lu. Emang siapa lu?
Harusnya kan duit negara dipakai hal
yang efektif, yang efisien. Ya, taruhlah
itu buat bayar gaji PNS-PNS yang ada
kontribusi positif buat pembangunan
daerahnya, bukan karena janji politik
elu. Makanya gua setuju Purbaya wajib
jaga defisit 3%. Purba ya masuk di akal
kalau dia enggak mau menanggung gaji
ASN, PNSI daerah meskipun anggaran
TKD-nya dipangkas. Kenapa ini penting
buat teman-teman sadarin ya? Duit
ratusan triliun itu gede loh. Kalau duit
yang ngendap ini diputar, dibelanjakan
sama pemerintah daerah kita ini bisa
menciptakan multiplayer effect hingga
360 triliun. Menurut hasil riset ya,
setiap dana APBD 1 triliun yang diputar
ke ekonomi rakyat, bikin proyek-proyek
yang bagus tentunya sih yang menciptakan
kontribusi positif itu nilai multiplayer
effect-nya itu bisa sampai dua kali
lipatnya loh. Jadi kalau lu spending 1
triliun, putaran ekonominya bisa
menciptakan 2 triliun up to 2 triliun
tuh. Ya gua pakai asumsi sekarang enggak
usah dua kali lipat lah. 1,8 aja lah.
Kalau duit yang ngendap tadi R00 triliun
loh. Putaran potensinya itu 1,8 * 200
itu setara R60 triliun.
Ini bisa buat belanja konstruksi,
infrastruktur, UMKM, konsumsi lokal,
industri penunjangnya itu ada semen,
kayu, baja, logistik sampai alat berat.
Itu bakal hidup tuh buat perekonomian
mereka. Belum sektor keuangannya,
perbankannya kan pasti dipakai. Uang
proyek kan pasti beredar tuh ke
pedagang-pedagang, ke warung, jasa,
keuangan yang pasti belanja pakai
curies, transfer pakai bank lu udah
hidup semua ya. Efek jangka panjangnya
juga bisa bermanfaat buat sektor yang
terkait. Oh, berarti harus ada
upskilling nih buat PNS, Pemda nih. Ikut
workshop, seminar, pelatihan, sektor
pendidikan, maju, kesehatan maju,
digitalisasi jalan, peningkatan SDM sama
efisiensi birokrasi bisa jadi jalan nih.
Kalau memang efektif dan efisien belanja
di daerah kita, kita benar-benar harus
mau awasin. Makanya gua apresiasi kayak
Leoni itu salah satu vokalis di Trio
Donald Bebek ya. Dia sempat komplain
soal APBD di daerahnya kayaknya di
Tangerang kali. Apa ya? Itu memang harus
begitu. Lu udah harus mulai sadar karena
itu duit lu, Guys. Lu bayar pajak bumi
dan bangunan ke mereka-mereka itu.
Jangan mereka ongkang-kangkang kaki.
Duit lu simpan, ditarik, taruh ke bank.
Terus duitnya enggak tahu ke mana. Ke
kantong pribadi kali bunganya. Terus
kerja lu apa? Itu yang diungkapin sama
Purbaya.
Anda taruh obligasi segitu banyak di
pemerintah. Keahlian Anda apa? Keahlian
Anda apa?
Keahlian Anda apa?
So, kesimpulannya gini, Guys. Simpel
aja. Gua memang setuju TKD itu dipotong
karena banyak yang enggak efisien. Tapi
ini juga bisa jadi bom waktu loh.
Kenapa? Nanti kita bikin video lebih
jelas. Tapi yang jadi pertanyaan, lu
pernah bertanya-tanya enggak sebetulnya
duit deposito mereka APBD itu banyak,
ratusan triliun, tapi duitnya lari ke
mana sih bunganya ya? Apa betul-betul
lari ke rakyat atau malah lari ke
kantong pejabat? Coba jawab pertanyaan
itu. Yang kedua, lu setuju enggak dengan
Langkah Purbaya yang menolak untuk
menaikkan dana transfer pusat ke daerah,
dana TKD itu? Menurut lu ini tindakan
bijak enggak? Atau Purbaya malah nambah
musuh baru nih? Atau lu memang setuju
memang harusnya seperti itu atau lu ada
solusi lain enggak sih? biar dana TKD
betul-betul terserap dengan baik. Bukan
cuma ngendep aja di deposito bank-bank
daerah. Oke, guys. Segera sharing ya
pandangan kalian, pendapat kalian soal
dana transfer pusat ke daerah yang dicut
sama Purbaya ini tindakan bijak atau
tidak. Dan lu setuju enggak sih dengan
tindakan Purbaya itu buat menolak ya
tuntutan kepala daerah supaya
duit-duitnya itu tetap aja dikucurin ke
daerah walaupun mereka enggak tahu cara
pakainya selain bongkar pasang trotoar
seumur hidup. Dan ada enggak sih
daerah-daerah lain di Indonesia menurut
kalian yang enggak efektif menggunakan
anggarannya? Contohnya apa yang paling
konyol yang lu pernah lihat dengan mata
kepala lu? Gua pernah lihat lihat sih
ada sebuah daerah di Kalimantan bikin
tugu tinggi banget kayak tugu Asgard
gitu ya. Enggak tahu juga fungsinya buat
apa ya. Tapi anyway itu fakta dan ada
sekarang. Pergi lu ke Kalimantan Tengah.
Tapi bukan itu yang gua mau bahas. Yang
gua mau bahas adalah cara unik apaagi ya
hal-hal ajaib apaagi sih yang ada di
daerah-daerah di Indonesia? Tolong
sharing segera di kolom komentar di
bawah ini. Segera like video ini. Jangan
lupa subscribe channel Bik sekarang juga
dan segera share video kita. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]