Transcript
LIt-MJE_TLs • FAST TRAIN = TIME BOMB! Loss of 4 Trillion, Return on Investment in 367 Years!?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0422_LIt-MJE_TLs.txt
Kind: captions
Language: id
Bad news, guys. Teman-teman tahu
perusahaan yang sering dipakai sama
kalian buat liburan, ya. Hai, hai.
Jakarta Bandung pakai kereta cepat,
ternyata membebani keuangan negara kita
loh. Teman-teman tahu ya, bukannya
profit, ternyata projek kereta cepat itu
membawa Indonesia makin nyungsep dan
rugi. Ruginya juga enggak main-main
karena diperkirakan lebih dari 2 triliun
setiap tahunnya. Bahkan di tahun lalu
aja kerugiannya lebih dari 4 triliun.
So, kalian penasaran Guys, kenapa begitu
besar prahara terkait Gus dan dampaknya
ya bagi bisnis khususnya PT Kereta api
Indonesia? Lu jangan skip video ini
karena direktur utama KAI sendiri,
kereta api Indonesia, direktur utamanya
udah bilang ini bakal jadi bom waktu
bagi Republik Indonesia. So, jangan kamu
skip video ini. Let's check this out.
Jadi, Teman-teman ya, sebelum kita bahas
lebih detail tentang prahara KCI atau
kereta cepat Indonesia China yang
namanya wus di Indonesia itu sebetulnya
diresmikan udah 2 tahun lalu. Gua juga
kaget ya pas tahu, eh gua kira baru loh
kereta cepat kita ini, ternyata kereta
peluru kita ini diluncurkan di bulan
Oktober tahun 2023. So, kereta wus ini
itu singkatan, Guys, dari waktu hemat,
operasi optimal, sistem hebat. Ya, pada
kenyataannya headm enggak sih boros
malah malah negara jadi rugi, ya. Dan
wus itu sebetulnya dibaca wos katanya
inspirasi dari suara yang melesat ketika
kereta berkecepatan tinggi ini lewat,
guys. Well, anyway, ya itu nama yang
bagus, nama yang luar biasa sesuai
dengan keretanya sendiri. Keretanya
memang cepat, tapi kalau dibilang hemat
optimal apa iya, kita bahas lebih
detail. Jadi buat teman-teman yang belum
tahu ya, kalau lu naik kereta cepat dari
Jakarta ke Bandung itu sebetulnya yang
punya adalah konsorsium KCIC. Isinya ada
seil perusahaan tapi secara simpel
dibagi jadi dua bagian. Bagian pertama
itu dimiliki oleh BUMN Indonesia. Jadi
ada empat BUMN yang berkolaborasi
membentuk satu PT yang namanya PSBI,
Pilar Sarana BUMN Indonesia. Dan Pilar
Sarana BUMN Indonesia ini isinya ada
empat perusahaan. Yang pertama Wijaya
Karya, Jasa Marga, PTPN, dan PT Kereta
Api Indonesia. Nah, di sisi lain masih
ada lagi perusahaan Cina. Jadi, di pihak
Cina itu ada lima perusahaan yang
bergabung dalam konsorsium KCIC-nya.
yaitu pertama China Railway
International Company Limited, yang
kedua China Railway Group Limited, yang
ketiga Sino Hydro Corporation Limited,
dan yang keempat CRRC Corporation
Limited. Yang terakhir kita ada China
Railway Signal and Communication
Corporation. Jadi buat teman-teman yang
selama ini lu naikin yang namanya kereta
cepat Indonesia China atau Wu itu adalah
integritas holding-nya yang di dalamnya
tadi ya ada dua bagian bagian Indonesia
sama bagian Cina. Nah, kita mau ngobrol
soal wus-nya. Ini sebenarnya kalau
dibilang rugi Indonesia, rugi dari mana?
Di KCIC. Lu enggak bisa bilang ruginya
Indonesia ini dari sisi KCIC-nya atau
rugi dari sisi Cinanya sendiri. Join
venture Cina bukan urusan kita. Tapi
yang kita harus bongkar adalah PSBI-nya.
Karena empat entitas Bwomen kita
bergabung jadi satu menjadi PT PSBI yang
memegang 60% saham KCIC. Dalam komposisi
itu ternyata paling besar sahamnya
58,53%
itu dipegang oleh KI. Lalu ada 33%
dipegang oleh Wijaya Karya. Lalu ada
Jasa Marga memegang 7,0%. Dan terakhir
PTPN 8 yang memegang 1,03%.
Nah, Teman-teman tahu sebelum kita bahas
lebih lanjut ya, jadi lu sudah tahu oh
ternyata KCIC itu 40% sahamnya yang
pegang perusahaan Cina, 60% sahamnya
gabungan perusahaan-perusahaan lokal.
Dari gabungan perusahaan lokal BUMN itu
ternyata komposisi terbesar ada di BUMN
kereta api Indonesia. Nah, Teman-teman
tahu sebelum kita bahas lebih detail
untuk bikin project KCIC ini itu terjadi
begitu banyak perubahan. Contoh pertama
ketika mereka bangun KCIC US mereka kira
bakal duit habis cuman 90-an triliun.
Ternyata di tengah jalan nambah lagi 720
juta dolar alias mereka harus top up
lagi nilainya lebih dari 11 triliun. So,
kalau di tootal duit yang habis untuk
bikin kereta cepat Indonesia Cina itu
butuh duit lebih dari Rp10 triliun,
Guys. Tapi lu tenang dulu. berarti
dirugikan ya Indonesia. Tunggu dulu,
tunggu dulu. 110 triliun itu kan aset
bangsa yang dimiliki oleh PT KCIC ya.
Jadi wus-nya itu sendiri. Tetapi ketika
lu bilang negara itu rugi, dari mana
hitungannya negara itu rugi? Karena
gini, ketika kita mau bangun KCIC itu
pintar juga sih orang Indonesia mereka
itu bayar enggak pakai duit tapi pakai
utang. So, komposisi terbesar lebih dari
70% pendanaan untuk membiayai KCIC itu
ternyata menggunakan utang. Nah, per
hari ini utang kita untuk KCIC itu
hampir R80 triliun, Guys. So, namanya
utang kan pakai bunga. Lu tahu bunganya
buat utang kita itu berapa? 3,4%
dan jangka waktu hutangnya itu 35 tahun.
So, teman-teman kita hitung sama-sama.
Lu lihat di layar kaca total hutang kita
itu 79 triliun. Bunganya 3,4% dibayarkan
dalam waktu 35 tahun. So, kalau lu
hitung 7,9 triliun lu kali 3,4% artinya
bunga per tahun yang harus kita bayar
adalah 2,6 triliun. Dan kalau 2,6
triliun ini kita baru hitungin bunga ya,
2,6 triliun lu bagi 12 itu bunga yang
harus kita bayar sebulan itu 223
miliar, Guys. So, negara kita harus
bayar dalam bentuk 223 miliar setiap
bulan. Tidak peduli wus itu profit atau
rugi. Mau hari ini cuan atau bocuan atau
nyungsep, enggak ada peduli setan,
maupun kena meteor juga putus setengah
jalan kereta, lu bayar tuh yang namanya
utang 3,4% per tahun alias 223 miliar
per bulan. Nah, ini bisa jadi makin
mahal lagi karena utang kita sama mereka
ya bayarnya pakai dolar, Guys. So, 223
miliar per bulan, apakah itu angka yang
besar atau angka yang kecil? So, gampang
aja. Tinggal kita lihat di laporan
keuangannya perusahaan kereta api
Indonesia. Jadi di PTKI mereka punya
investasi di tahun 2024 dicatat
investasi di PT Pilar Sinergi BUMN
Indonesia total asetnya adalah 26
triliun. Total liabilities-nya adalah
16,9
triliun. Sementara total pendapatannya
dicatatkan 0. So, kalau kita hitung
total aset dikurangi total liabilities
dan pendapatan yang masih nol, artinya
sebetulnya perusahaan ini mengalami
kondisi minus alias rugi 4,1 triliun di
tahun 2024. Jadi, kita bicara
berdasarkan data ya enggak ngadi-ngadi
ya seperti profesor dari Universitas
Gajah Mabok. data mengatakan bahwa ya
KAI merugi karena melakukan investasi di
perusahaan yang namanya PTPSBI yang
kemudian hari berinvestasi di
konsorsiumnya KCIC. Itu ruginya enggak
nanggung-nanggung, Guys. 4 triliun
lebih. Tapi kan ingat itu kan
konsorsium, Pak Benny. Belum tentu dong
orangnya rugi semua. Ya bisa juga karena
kan ruginya tetap dibagi-bagi. Kalau
kita hitung dengan komposisi sahamnya,
ingat ya, KI enggak pegang 100% dari
PTPSB, dia cuma pegang 58%. So, kalau lu
hitung 58% saham yang dipegang, maka
kontribusi kerugian PSBI ke dalam
keuangannya kereta api Indonesia itu
setara 2,2 triliun. Gampangnya gini,
Guys. Ingat tadi kan total kerugian
PTPSBI konsorsium BUMN ini kan 4 triliun
lebih. Kalau si K ini pegangnya lebih
dari 50% berarti kan hampir setengah itu
sebetulnya kerugiannya kereta api
Indonesia. Artinya kerugian kereta api
Indonesia lebih dari 2 triliun loh. Dari
4 triliun total kerugian bersama.
Komposisi KI nih kalau saham nih
nyungsep nih ruginya 2 triliun, Guys.
Apakah ini cuma KI yang jadi korban?
Enggak. Lu lihat di layar kaca sekarang
ada PT Wijaya Karya Tbk, Guys. Dia juga
investor di Pilar Sinergi BUMN Indonesia
PSBI. Itu pintarnya si Wijaya Karya dia
cuma pegang 33%. Sehingga dari total
kerugian yang 4 triliun lebih tadi yang
dicatat di dalam buku mereka itu cuma
1,5 triliun. Tapi tetap aja rugi adalah
rugi. Jadi ya dia rugi ikut nyungsep
bersama PTKi dan kalian kan tahu ini
adalah channel investasi guys ya. Kita
langsung lihat aja lah
perusahaan-perusahaan kita enggak usah
bahas lebih detail lag ini bisnis rugi
lah. Lu udah lihat di sana ada empat ya
empat pilar ini. Empat pilar ini
ternyata pilar nyungsep ya. Jadi pilar
pertama K minus 2 triliun lebih. Pilar
kedua ada Wijaya Karya minusnya 1,5
triliun lebih. Ya sisanya kerugian
ditanggung PTPN sama Jasa Marga. Intinya
apa? Minus semua. So, lu jangan heran
kalau kita channel investasi tentu kita
buka dong. So, ya kita buka aja langsung
Jasa Marga ya, perusahaan jaran tol.
Kenapa jadi pengusaha kereta api cepat?
Gua juga bingung. Tapi ya udahlah,
republik ini memang luar biasa hebat.
Pengusaha jalan tol bisa jadi pengusaha
kereta api cepat. Alhasil apa? Ya
mungkin dia berinvestasi di hal yang dia
tidak mengerti dan lu bisa lihat
terflect dalam harga sahamnya. 1 tahun
yang lalu ini harga sahamnya masih 5.000
gede, Guys. 5.500-an.
Eh, hari ini harga sahamnya sudah nyung
11, tinggal sisa Rp3.300.
Artinya ada nilai yang hilang harga
sahamnya drop lebih dari Rp2.000, Guys.
Alias drop lebih dari 37%. So, kalau
dibilang project KCC, banyak orang
mengira ini kan perusahaan tertutup.
Enggak ada masalah buat kita investor
Indonesia, kenapa harus cerewet soal
itu. Hei, bego, lu harus pikir yang
invest, yang pegang investasi di KCIC
bukan cuma perusahaan tertutup, tapi
perusahaan Tbk yang bisa jadi lu pegang
sahamnya. Ei, by the way gua bukan
rekomendasi jual atau beli ya. Kita
hanya sharing apa adanya aja dan
dampaknya ke terhadap portofolio. Kalian
harus hati-hati. Oke, tapi ada yang
lebih parah. Karena kan lu tahu sahamnya
Jasa Marga enggak nyampai 7%. Ada yang
lebih parah dan lebih gila, yaitu siapa
yang pegangnya bisa sampai sepertiga,
yaitu Wijaya Karya. dia pegang lebih
dari 30%, Guys. So, kalau yang namanya
Jasa Marga aja megangnya cuman 7%,
nyungsep 30% lebih, gimana sih nasibnya
Wijaya Karya yang megang lebih dari 30%
saham di PT PSIB yang anggota konsorsium
kereta cepat Indonesia China? Ternyata
data menunjukkan per hari ini Wijaya
Karya sahamnya resmi suspen, Guys.
Luar biasa nih.
Memang luar biasa cerdas, Guys, ya.
Namanya dunia investasi ya, lu
betul-betul harus ngerti apa yang lu
investasikan. Kalau perusahaan lain jasa
marga sahamnya cuma nyungsep 30%. Wika
ini lebih sedih nih nasib pemegang saham
Wijaya Karya entah kenapa dia punya
nasib yang sangat buruk. Ternyata harga
sahamnya anjlock lebih dari 30% plus
bonus sahamnya suspens. Tentu ini kalau
lu investor sudah tahu ya. Saham suspens
itu bukan kabar baik guys. Tapi ini
kabar duka bagi para pemegang saham
Wijaya Karya. Gua harap kalian semua
sabar-sabar, panjang umur, rajin berdoa
semoga mati masuk surga. Kenapa gua
berdoa semoga kalian masuk surga? Good
news, guys. Kabar spesial buat kalian
karena sekolah Sambenix season 8 akan
segera dibuka dan temanya luar biasa
menarik nih. Khusus buat teman-teman
investor pemula di IASG yang bingung
cara beli saham, investasi dan bisnis
apa yang menarik. Kita akan membahas
tentang mineral berharga dengan lebih
detail lagi. So, buat kamu yang masih
bingung gimana sih cara beli saham di
ASG, gimana sih caranya profit di ISG,
kamu bisa pakai kalkulator investasi
yang ada di www.skolasahambenix.com.
pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segala bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar sebelum tanggal
31 Agustus 2025. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di www.sekkolasambenix.com
atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di
bawah ini. Kenapa gua berdoa semoga
kalian masuk surga? Karena kalian adalah
orang-orang yang berhati mulia,
penyayang, welas asih, dan sabar. Karena
di tengah kerugiannya Wijaya Karya, di
tengah nyungsepnya sahamnya Wijaya Karya
dan Sesmen juga masih bisa mereka
bagi-bagi tantim, bagi-bagi bonus bagi
direksi komisaris. Gila memang
gila gila gila gila. Luar biasa luar
biasa. BUMN Indonesia. Mm mantap. Akhlak
nomor satu. Tapi guys, kita harus fair
lah. Kita bahas kenapa KCIC ini terus
merugi dan lu jangan skip video ini.
Kenapa? Karena di akhir gua bakal kasih
solusi terhadap KCIC. Makanya lu segera
subscribe channel ini dan jangan lupa
like ya. So, gampangnya gini. Kenapa
kita bisa asumsikan sebagai seorang
investor tentunya lu harus tahu ketika
lu mau investasi di sebuah bisnis,
sebuah saham ataupun sebuah kereta
cepat, lu harus melakukan analisis
kuantitatif tentang bisnisnya sih
seperti apa. Ya, simpel aja. Simpel aja.
Berdasarkan data tiket yang terjual di
kereta api Indonesia cepat ini wusu ini
menjual 6,04 juta tiket. Gua salah
satunya yang memperkaya KCIC. Baik, gua
bagu negara ini. Project ini rugi.
Supaya enggak tambah rugi, gua naik KCIC
kalau ke Bandung. Jadi 6,04 juta tiket
yang terjual di tahun 2024. Nah, harga
rata-rata tiket, ingat ya, awal-awal
mereka masih promo itu dijual di harga
Rp250.000 average. So, kalau lu kalikan
Rp250.000 R000 dikali 6,04 juta tiket
yang laku, maka estimasi pendapatan
mereka full year 2024 adalah 1,5
triliun. Gua ulangin, 6,04 juta tiket
yang terjual dikali harga rata-rata
Rp250.000,
total pendapatan mereka bukan profit
loh. Pendapatan mereka itu Rp1,5 triliun
per tahun. Ingat ya, ini adalah OMZ 1,5
triliun per tahun. Kondisi hari ini apa?
mereka rugi. Tapi kita asumsikanlah
mereka punya logika dan akal sehat dan
profitabilitas seperti perusahaan kereta
cepat yang lain. Yang di China ada China
Railway, di Jepang ada Shinkansen dengan
GR railway-nya. Mereka tahu enggak net
profit margin mereka average ada di 20%,
Guys. So, kita dari 1,5 triliun itu
asumsinya KCC ini profit dengan net
profit margin 20% artinya mereka itu
dapat net profit 300 miliar per tahun.
Ingat, 300 miliar per tahun net
profitnya. Nah, gampang kalau mau lihat
sebenarnya kapan balik modal ya. Kci ini
simpel lu tinggal hitung tadi modalnya
berapa karena biayanya melar. Tadinya
R90 triliun, sekarang sudah 110 triliun
total biaya yang dihabiskan buat bangun
KCIC. So, kalau lu bagi 110 triliun
dengan profit 300 miliar per tahun, maka
lihat di layar kaca 110 triliun / 300
miliar itu setara dengan 367
tahun. Jadi buat teman-teman di sini ya
yang merasa, "Aduh gua terbebani nih
dengan KCIC, aduh negara rugi nih gua,
anak cucu gua rugi nih. Kita disuruh
bayar utang nih sampai anak cucu gua
harus bayar hutang." Lu salah. Karena
yang harus bayar utang ini adalah cucu
dari cucu, cucunya cucu, cucu kamu.
Karena ini 367 tahun ini butuh lebih
dari 10 generasi baru lunas ini hutang
ini. Profitnya cuma 300 miliar per
tahun. Itu pun kalau profit. Karena data
terakhir menunjukkan boro-boro profit
mereka malah minus rugi triliunan setiap
tahun. Jadi kalau lu membayangkan, "Wah,
367 triliun parah banget ya, Pak Beni,
lu jahat banget, kejam banget jadi
orang." Enggak. Itu karena gua baik. Gua
bilang mereka profit 300 miliar setahun,
which is enggak jadi kenyataan. Hari ini
mereka rugi triliunan setiap tahun.
Jadi, lu jangan anggap 367 tahun. Ini
realistis juga enggak. yang ada malah
mungkin never ever going to be
profitable. By the way, guys, lu mungkin
merasa gua terlalu jahat gitu ya atau
kejam dalam menghitung. Tapi ini kan
angka, angka enggak bohong. Kalau
seandainya perusahaan profit, ya. Kalau
profit 20% 300 M setahun, maka kita
balik modal 367 tahun, Guys. Ini kalau
profit dan hitungan gua ini sangat baik,
jauh lebih baik dibandingkan orang lain
yang berhitung. By the way, gua juga
sempat berantem soal ini dengan almarhum
Faisal Basri. Karena lu tahu ya, mungkin
almarhum Faisal Basri ekonoma, lu bilang
suka kritik, tapi dia terlalu baik.
Kenapa? Karena tahun lalu gua sempat
ngobrol sama dia, gua bilang gua enggak
setuju dengan hitung-hitungan dia soal
wus. Karena menurut Faisal Basri, dia
bilang gini, "Dalam 1 hari wus itu ada
36 kali perjalanan. Nah, sekali jalan
wus itu bisa bawa 601 penumpang." Oke,
dalam 1 tahun kan ada 365 hari. So,
kalau kita kali kan 31 perjalanan,
sekali perjalanan 31 * 601 penumpang.
Lalu kita kali lagi ada 365 hari dalam 1
tahun. Artinya dalam 1 tahun total
penumpang maksimal yang bisa dibawa
adalah 7,8 juta penumpang alias hampir
7,9 juta penumpang. Nah, karena harga
rata-rata yang dipakai Faisal Basri ada
Rp300.000,
maka Rp7,8 juta penumpang dikali
Rp300.000 hasilnya adalah R2,3
triliun. Nah, beliau bilang kalau total
biaya yang kita habiskan adalah R114
triliun, maka R114 triliun dibagi 2,3
triliun, maka dibutuhkan 48 tahun supaya
lunas. Tapi ingat, ini kan cuma hitung
dari Om Z. Lu kan enggak bisa hitung
balik modal itu dari Om Z. Lu selalu
hitung balik modal itu dari profit.
Kapan profit lu itu bisa nutup biaya
yang lu keluarkan di awal? So, kalau
Faisal Basri itu bilang 48 tahun balik
modal yang namanya kereta api cepat,
salah gua bilang. Enggak. Yang benar
berapa? 367 tahun, Guys. Dengan estimasi
net profit margin 20% alias setara 300
miliar per tahun profitnya. Kalau
profit. Faktanya hari ini rugi, rugi dan
rugi.
Luar biasa, Guys. Anyway, Guys,
sebetulnya ada begitu banyak pilihan sih
buat mau profitable. Ada begitu banyak
cara yang kita bisa pakai. Karena ya
contohnya kayak MRT itu sebetulnya
enggak mengandalkan penghasilan cuma
dari jual beli tiket doang loh. Mereka
juga pakai iklan. Gue salah satu orang
yang suka beriklan di MRT atau di
jalur-jalur kereta atau transportasi
umum. Kita pakai tuh zaman dulu sering
banget dan kita habis duit sampai
ratusan miliar di sana. It's another
source of income. Gua bingung kenapa
enggak dilakukan hal ini dalam skala
yang lebih besar. Memang gua udah lihat
ya di beberapa titik ya kereta cepat ini
sayangnya stasiunnya cuman sedikit. Jadi
banyak spot-spot iklan itu yang enggak
bisa dimaksimalkan ya karena
perjalanannya sedikit. Kalau menjual
properti bisa enggak? Bisa. Pertama ya
mereka bisa punya commercial space.
Karena gua lihat jujur udah ada beberapa
commercial space yang dipakai tapi
sayangnya masih buat hal-hal yang
remeh-temeh seperti apa? Buka kafe,
restoran di stasiun-stasiun wus itu
menurut gua enggak penting. Jauh lebih
penting bangun todena gua ada begitu
banyak teman loh yang kerjanya di
Jakarta tapi tinggal di Bandung. Mereka
bolak-balik bawa mobil atau naik kereta
api. Sekarang mereka pakai wus. Kenapa
bus enggak bikin aja tod
apartemen-apartemen mall di gedung
stasiun-stasiun keretanya mereka?
Kenapa? Karena ya teman-teman tahulah
lokasi stasiun Hus itu enggak ada yang
strategis. Di Bandung mereka tuh
mendarat di mana? Yang pertama di KBP,
Kota Baru Parayangan. Jauh dari
mana-mana, bukan di Bandung gitulah.
Yang kedua di Tegal Luar itu juga jauh
juga dari mana-mana. Ini way enggak
menarik lah. Tapi buat orang yang sering
komuting, orang yang suka bolak-balik
Jakarta, Bandung karena hubungan bisnis
atau kerja ya akan jauh lebih beneficial
buat mereka tinggal di stasiunnya. So,
kenapa enggak bangun perumahan, kenapa
enggak bangun apartemen di atas stasiun
itu seperti yang dilakukan oleh China.
Terus apa pilihan lain lagi? Ini yang
gua mau kasih tahu. Dalam dunia bisnis
kereta api cepat itu enggak ada rasio 1
banding 1. Maksudnya gini, kayak lu buka
Indomaret, buka sandum Indomaret, pasti
lu untung enggak? Belum tentu. Indomaret
aja harus punya ribuan baru ketahuan
mana yang rugi, mana yang untung. Enggak
mungkin dari ribuan Indomaret semuanya
untung. Udah enggak mungkinlah. So, apa
yang dilakukan? Ternyata dalam bisnis
keret api cepat itu ada rasio namanya 1
banding 3. Dan ini yang dilakukan oleh
China. Bahkan negara sebesar dan sekaya
Cina juga mereka enggak bikin cuman satu
kereta cepat. Per hari ini mereka punya
16 kereta cepat. Dan teman-teman tahu
bisnis kereta api cepat di China itu
bertahun-tahun rugi. Rugi rugi, rugi dan
rugi rugi triliunan. sampai kemudian
kemarin nih tahun 2023 mereka akhirnya
bisa profit profitnya 3,3 miliar yuan
Gali alias setara 7,4 triliun. Kenapa
mereka bisa capai itu? Karena ya jujur
aja akhirnya 2 tahun yang lalu Cina
memiliki lebih dari 45.000 km kereta api
cepat. Dan teman-teman tahu enggak dari
45.000 1000 km jalur kereta api cepat
itu yang profit cuma 2.300 km alias
hanya 6% dari total jalur kereta api
cepat mereka yang profitable. So per
hari ini Cina itu punya 16 jalur kereta
api cepat. Tetapi per hari ini hanya
enam jalur yang profitable yaitu jalur
apa? Jalur Beijing Shanghai, jalur
Beijing Tianjin, jalur Shanghai Hangjou,
jalur Ningbo Hangzo, dan jalur Guangcho
Sencen. Nah, dari sini teman-teman bisa
lihat ya, salah satu kesamaan dari
kota-kota yang terkoneksi ini, ingat ada
16 jalur tapi yang profit cuma enam. Dan
dari enam kota ini, kota-kota yang gua
sebutin, Ningbo, Tianjin, Shanghai,
Senchen, Guangcho, itu semuanya apa?
Kota industri, kota padat penduduk, kota
bisnis, dan kota pesisir pantai. Kenapa?
Ingat ya, Cina orientasi ekonominya
adalah ekspor, bukan Indonesia,
konsumsi. So, mereka akan membangun
daerah ekonomi khusus, daerah industri
di pesisir pantai. Dan butuh
konektivitas karena apa? Pengiriman
barang, bahan baku, tenaga kerja. Banyak
orang tinggal dari luar kota-kota pantai
itu. So, teman-teman jangan heran even
negara sekelas Cina yang biaya
pembangunan kereta api cepatnya aja
sudah sangat-sangat murah, ternyata
butuh bangun 16 jalur kereta api cepat
baru mereka ketemu, oh ini profit. Oh,
ini tidak profit. Oh, ini profit. Nah,
kelemahan di Indonesia apa? Dengan teori
1 banding 3 baru bisa profitable. Ya,
kalau lu masih cuma punya dua jalur aja,
lu masih rugi. At least punya tiga
jalur, maka di situ lu bisa lihat ada
satu jalur yang profitable. So, buat
Indonesia gimana sih ke depannya? Lu
setuju atau enggak kalau Indonesia makin
memperbanyak jalur kereta api cepatnya?
Kalau iya, sebaiknya jalur mana yang
kita bangun? Ya, karena kalau gua lihat
ya, di Indonesia kan yang padat penduduk
ya cuma daerah-daerah pusat, ibu kota
yang ada di Pulau Jawa. Contoh Surabaya,
Semarang, Jogja, Jakarta. Tapi
sebetulnya masih oke enggak ya buat kita
bikin itu? Lu setuju enggak sih
Indonesia masih bangun lagi nih jalur
kereta api cepatnya atau ya udah stop
aja deh sampai di sini karena
kerugiannya terbukti terlalu besar dan
butuh ratusan tahun baru balik modal.
So, teman-teman menurut kalian gimana?
Segera tuliskan pandangan kalian di
kolom komentar yang ada di bawah ini.
Sebagian Indonesia, stop membangun
kereta api cepat atau bangun lebih
banyak lagi supaya GDP kita naik terus.
Karena jujur aja nih, kalau kita stop
membangun GDP kita harus siap
berkontraksi. Kalau kita bangun, bangun,
bangun, bangun terus, ekonomi kita pasti
akan tumbuh-tumbuh dan tumbuh terus.
Karena kalau dibiarkan wus ini jalan
terus, padahal kondisinya masih rugi
rugi, rugi triliunan terus, ujung-ujung
kan negara perlu utang triliunan terus
setiap tahunnya. Menurut kalian negara
ngutangnya ke mana ya? Apakah sebaiknya
negara ngutang lagi ke Cina atau ya ada
yang bilang sih KCIC diipok-kan aja.
Jadi rakyat Indonesia bersatu padu
membayar saham IPO itu buat jadi modal
kerja. Wus. Lu mau enggak sih beli
sahamnya KCIC kalau dia IPO? By the way,
guys, kita baru saja merilis channel
komunitas saham terbesar Indonesia.
Segera join yuk ke komunitas Saham Benix
yang ada di link di bawah ini atau scan
QR-nya di sini dan bergabung ke grup
WhatsApp khusus Benix kalau kalian
pengin dapat info-info terbaru terkait
market update dunia saham investasi
ekonomi dan geopolitik Indonesia dan
dunia. Semoga video ini bermanfaat.
Jangan lupa like and subscribe sekarang
juga. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye.
[Musik]