China Collapses? Xi Jinping is in a slump, saving the collapsing economy!
4w_4yr6_Ta8 • 2025-08-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bad news, Guys. Ekonomi Cina itu semakin
tiarap, semakin nyungsep, semakin
collaps. Teman-teman tahu ggak, ya?
Dalam beberapa hari terakhir itu udah
begitu banyak pengusaha-pengusaha yang
bangkrut di Cina. Jadi kemarin kita tahu
ya, salah satu restoran dimsup yang
paling enak namanya Din Taifung itu udah
nutup 14 restorannya di Cina. Wis, ngeri
nih. Perlambatan ekonomi semakin nyata
dan semakin terang sudah pasti terjadi
di China. Dan ini kabar buruk loh bagi
perekonomian dunia termasuk Indonesia.
Kenapa ini bisa terjadi? Ya wajar ada
begitu banyak permasalahan. Dan bukan
cuman Din Taifung yang kena dampak guys.
Lu tahu perusahaan properti terbesar di
Cina, Evergrade itu juga collapse.
Banyak pengusaha yang ikut bangkrut
gara-gara mereka karena dia suplly
semennya, suplly batunya, suplly tenaga
kerja, suly chat dan lain sebagainya.
Ya, mereka itu jadi kontraktor di sana
collapse. Makanya enggak heran ya bisnis
manufacturing industri di Cina itu
slowing down. Bahkan purchasing manager
index mereka ya, pembelanjaan itu makin
lama makin berkurang. Simpel aja. Karena
properti itu salah satu nyawa di China.
Kalau makin banyak perusahaan properti
yang bangkrut, makin sedikit
pembelanjaan cat, pembelanjaan besi
baja, pribar dan lain sebagainya. Jadi
akan makin banyak pabrik-pabrik yang
dirugikan dan ini akan membahayakan
dunia. Kenapa? Kalau makin banyak yang
bangkrut pengusaha di Cina ekonominya
melambat, artinya GDP China itu bakal
berkurang alias melambat. Apalagi Donald
Trump sudah resmi ya perang dagang
dengan Cina itu tarifnya paling tinggi
per hari ini lebih dari 50% loh tarif
untuk barang-barang Cina yang dikirim ke
Amerika. So, lu jangan kaget kalau Cina
itu berada dalam posisi bahaya loh. Dan
ini juga ada sangkut pautnya ke
Indonesia karena lu tahu ya, Indonesia
nyawanya ada di Cina. Kita itu banyak
menghasilkan devisa dari ekspor. Ekspor
apa? Tembaga, nikel, batuara, CPO,
sawit. Itu ya klien kita yang paling
besar ya, Cina. Jadi kalau Cina
melambat, lu harus siap-siap menyaksikan
komoditas kita batu bara utamanya ya,
sama sawit dia akan makin melambat. Nah,
pertanyaan yang paling penting Guys,
kenapa bisa ekonomi Cina yang selama ini
kita harapkan menjadi contender, ya,
lawan dari Amerika Serikat, kok
bisa-bisanya ekonominya melambat? Kalau
penasaran jangan dikip video ini. Let's
check this.
Jadi, Teman-teman, ini sangat menarik.
Ingat ya, pertumbuhan ekonomi PDB itu
ada empat unsur. Pertama, konsumsi
rakyat di sana. Yang kedua, investasi.
Yang ketiga, government spending,
belanja pemerintah. Yang terakhir,
eksporimpor. Ekspor harus lebih besar
dari impor. Kalau empat ini bagus,
tumbuh positif, ekonomi suatu negara
akan meroket ke bulan. Nah, buat kalian
yang follower sejati Benix pasti sudah
tahu Indonesia bergantung pertumbuhan
ekonominya dari empat itu. Yaitu yang
pertama konsumsi. Konsumsinya tinggi di
Indonesia hampir 55% pertumbuhan ekonomi
kita nyawanya dari konsumsi dalam
negeri. Nah, Cina apa bedanya, Pak? Oh,
Cina ternyata unik. Cina tidak
bergantung pada konsumsi rakyatnya. Cina
itu bergantung pada investasi. Jadi,
Teman-teman tahu data menunjukkan di
Cina komposisi pertumbuhan ekonomi
mereka kontributor terhadap pertumbuhan
domestik bruto alias GDP mereka paling
besar adalah investasi. Itu 40 sampai
45%. Ini yang terbesar. Konsumsi rumah
tangga itu hanya 39%.
Baru kemudian konsumsi pemerintah alias
government spending itu di antara 10
sampai 15% dan ekspor itu sekitar 5
sampai 10%. Jadi ini tren yang berlaku
di China beda dengan di Indonesia yang
hobinya konsumsi konsumsi konsumsi. Cina
ternyata tidak. Dia hobinya apa?
Investasi investasi investasi. Ada duit
sedikit dia investasi. Wi hebat nih.
Tetapi kok ini jadi masalah guys? Ya,
jelas aja kalau menurut data negara
OECD, negara-negara maju, negara kaya
raya, kalau konsumsi di rakyat di negara
itu terlalu rendah, ternyata juga
menciptakan bahaya loh. Indonesia itu
ada di range 54% itu sudah sesuai dengan
rata-rata negara OECD ini, negara-negara
yang diharapkan jadi negara maju. Ya,
ternyata range-nya ada di situ. Amerika
Serikat super konsumtif kalau bisa
bahkan mereka spending duit yang mereka
tidak miliki. Makanya penggunaan kartu
kredit di sana sangat tinggi. Konsumsi
di Amerika Serikat itu sampai 68%. Nah,
kalau Cina gimana? Cina kan mau
menghancurkan Amerika Serikat. Gimana
tingkat konsumsi rakyat di Cina?
Ternyata tingkat konsumsi rakyat di Cina
itu bahkan lebih rendah dibanding
Indonesia karena di China hanya 38%. Dan
ini jadi pertanyaan, Guys, kok bisa
negara yang akan menghancurkan Amerika
Serikat perekonomiannya ternyata tingkat
konsumsinya sangat rendah. Makanya kalau
penasaran jangan dikip video ini, Guys.
Karena ternyata salah satu faktor yang
akan kita jelaskan di bagian akhir
nanti. Tetapi sekarang yang kita mau
bahas adalah faktor sejarah. bahwa
sejarah membuktikan selama
bertahun-tahun, beratus-ratus tahun,
Cina itu dilanda begitu banyak kasus
kelaparan, bencana alam. Dan ini sudah
bermula dari sejak dinasti Ming. Jadi
tahun 1600-an, Guys, di Tiongkok Barat
laut itu terjadi kelaparan parah. Ini
mempercepat runtuhnya dinasti Ming yang
berkuasa saat itu. Diestimasikan korban
jiwa itu lebih dari 3 juta manusia.
Kemudian terjadi peristiwa tragis lagi
yaitu kekeringan skala besar. El Nino
gagal panen terjadi di tahun 1876 sampai
1879. Ini kejadiannya di utara Tiongkok
di Sansi Henan, Hebii, Shandong.
Diperkirakan korban jiwanya 9 sampai 13
juta manusia mati kelaparan. Apakah
berhenti sampai di situ? Tidak. Di tahun
lagi-lagi terjadi kelaparan hebat di
Cina bagian utara khususnya di Mongolia
Dalam dan Sansi yaitu apa? Kekeringan
berkepanjangan. Ini makanya terjadi
pemberontakan rebellion boxer.
Diperkirakan ada 200.000 manusia yang
mati di sansi saja. Ngeri, Guys. Enggak
lama berselang 5 tahun kemudian di tahun
1906 di bagian utara Anhui dan Jangsu
terjadi lagi banjir besar di sungai Hai.
Di sini panen gagal dua musim
berturut-turut. Artinya dua musim orang
tidak makan. Teman-teman bisa bayangkan
ya di Indonesia panen padi itu biasanya
dalam 1 tahun bisa dua kali. Kalau gagal
panen dua musim berturut-turut, artinya
selama 1 tahun orang tidak makan.
Kelaparan ekstrem terjadi di China. Lu
bayangin dua musim artinya 1 tahun tidak
makan. Akibatnya apa, Guys? Diperkirakan
di tahun ini saja ada 20 sampai 25 juta
manusia yang mati di China. Gila, Cina
ini gila banget nih. Lalu dari sana apa
yang terjadi lagi? Ada lagi terjadi
peristiwa kelaparan hebat karena di
tahun 1920 di Henan, Shandong, Shangsi,
dan Hbei terjadi kekeringan dan ini
terjadi kekacauan karena banyak perang
antara raja-raja kecil di sana dan
diperkirakan 500.000 manusia mati di
tahun 1920. Tidak lama berselang di
tahun 1928, lagi-lagi di bagian utara
Tiongkok gudang pangannya mereka terjadi
kekeringan luas. Karena di sini
pemerintah tidak becus untuk menangani
kelaparan. Pemerintah tidak mampu bahkan
lepas tangan. Di sini diperkirakan ada
10 juta manusia yang mati di Tiongkok
Utara. 6 tahun setelahnya di tahun 1936
lagi-lagi terjadi kelaparan para yaitu
di Siichuan dan Gansu. Di sini terjadi
kekeringan dan ujung-ujungnya terjadi
perang saudara. Ada diperkirakan 5 juta
manusia mati dan pengungsian sampai 50
juta manusia. Nah, Teman-teman kalau lu
lihat ya itu terjadi begitu banyak
kematian di China karena kelaparan,
karena pemerintahnya enggak becus. Dan
lu jangan kaget. Makanya kemudian banyak
orang yang kabur dari sana ke Indonesia.
Salah satunya pendiri HM Sampurna. Tim
Singti itu bapaknya kabur dari Cina,
dari Fujan ke Cina. Ya, di era-era
terjadi kelaparan besar-besaran ini.
Perang saudara di mana-mana. Makanya
jangan heran begitu tragis hidupnya dan
nasibnya kalau lu lahir di China di
tahun itu kemungkinan besar lu tewas,
Guys. Jadi makanan burung gagak. Lu
bersyukurlah kalau lu bisa lahir di
Indonesia di era Damai ini, tidak lahir
di China di era kekacauan itu. Tapi
apakah ke era kematian berjuta-juta
manusia ini hal yang normal? Ternyata
iya di Cina itu sering terjadi karena
ketika di tahun 1900 inilah begitu
banyak eksodus orang Cina diperkirakan
ada lebih dari 100 juta orang China yang
kabur eksodus ke luar negeri karena
begitu tragis dan menyedihkan hidup di
China di saat itu, Guys. Either lu
dibunuh tetangga lu atau lu dibunuh
pemerintah atau lu dirubah jadi pupuk.
Itulah nasib orang yang ada di sana.
Terus apakah cuman sampai di situ
berhenti? Tidak, Guys. Karena 3 tahun
sebelum Indonesia merdeka, di tahun 1942
terjadi lagi wabah yang luar biasa
hebat. Yaitu apa? Di Provinsi Henan itu
ada kekeringan wabah belalang, banjir
buatan yang terjadi jadi satu. Apalagi
ada lagi perang dunia di mana Jepang
memporak-porandakan Cina, memp dan
membunuh begitu banyak anak-anak dan
manusia yang ada di China. Diperkurakan
3 juta orang mati di sini, Guys. Tapi ya
syukurlah jadi orang Cina. Kenapa?
Akhirnya mereka bisa menang. Perang
dunia lolos tanpa dijajar siapapun.
Berkat kepemimpinan Mau Cetung. Mau
Cetung menjadi juru selamat di Cina
karena kemudian dia berhasil
mempersatukan seluruh China. Dan di
tahun 1959 dia mengannounce program
revolusi budaya di China yang sukses
menciptakan kebijakan Great Lip forward.
Artinya Cina punya harapan baik loncat
ke depan mau jadi negara maju. Di sini
saking hebatnya mau cetung dia berhasil
membun 55 juta manusia, Guys. Jadi kalau
lu hitung dalam 100 tahun terakhir saja
itu ada ratusan juta manusia yang mati
di Cina. Enggak perlu pakai bom nuklir,
Guys. Kalah korban Hiroshima Nagasaki,
kalah perang dunia kedua, kalah habis
semuanya dengan kejadian yang ada di
Cina doang. Jadi dari sini lu sudah tahu
ya, Cina itu penduduknya banyak banget.
Mati 1 juta orang, 10 juta orang itu hal
yang biasa di sana. Cuman angka
statistik doang. Karena itu memang udah
hobi di sana. manusia terlalu banyak. Lu
bayangin penduduknya 1,4 miliar hari
ini. 1% dari 1,4 miliar berarti cuman 14
juta penduduk. Sedemikian banyak manusia
di Cina sehingga pemerintah enggak
penting tuh orang mati ah 14 juta orang
cuman 1% dari penduduk gua. Gila, ngeri
enggak? Nah, tapi satu hal yang menarik
bahwa apa? Kematian terbesar itu terjadi
di eranya mau cetung pemimpin komunis
yang paling powerful pada saat itu,
yaitu di tahun 1959 sampai 1961. Beliau
itu menciptakan ide baru di mana harus
terjadi lompatan budaya yang luar biasa
di Inggris supaya bisa mengejar
ketertinggalan dari negara Inggris dan
dia punya mimpi menjadi negara maju
dalam 15 tahun. Apa yang dilakukan? Dia
melakukan revolusi industri seperti
Inggris. At least mencoba melakukan dia
mengencourage, dia memerintahkan para
petani buat menjadi buruh di pabrik.
Mesin kalau mau jalan ya butuh besi
untuk menciptakan mesin-mesin di era
revolusi industri. Jadi makin banyak
pelaburan-pelaburan besi baja, cangkul
bajak harus dilebur di pabrik-pabrik
menciptakan besi ini. Akibatnya apa?
Semakin banyak lahan pertanian yang
terbengkalai karena banyak petani
meninggalkan sawah untuk bekerja di
proyek-proyek industri dan mereka juga
kehilangan alat produksi pertaniannya
karena sudah dilebur. Karena kalau ada
desa yang tidak memenuhi kota, ingat ya
ditarget ya satu desa lu harus kasih 2
ton besi. Kalau lu enggak bisa kasih 2
ton besi ke pabrik peleburan, lu
dijadikan pupuk. Akibatnya apa? Semua
orang ketakutan berbondong-bondong
menyerahkan alat pertanian mereka ke
pemerintah. Dan ternyata apa yang
terjadi? Gagal panen. The great famine,
kelaparan besar, orang tidak lagi
bercocok tanam. Gimana mau cocok tanam?
Paculnya dia sudah berubah dari gigi
transmisi mesin. Makanya jangan heran
kombinasi ini di kemudian hari
menjadikan produksi pangan di China
anjlok drastis. Lu bayangkan negara
dengan jumlah penduduk salah satu yang
terbanyak di dunia tidak punya stok
makanan karena petaninya berubah menjadi
pekerja pabrik. Ngeri, Guys. Maka ini
salah satu hal yang gua apresiasi, ya.
Kita kan pengin Indonesia jadi negara
maju, ya. Tetapi Presiden Prabowo itu
tidak melupakan bahwa eh ada bencana
besar tuh kalau mau cetung kita mau
lompatan drastis menjadi negara
manufacturing. Tiba-tiba kita babat
agriculture kita. Apa yang terjadi? bisa
terjadi kelaparan mal di mana-mana lu.
So, satu hal ya lu suka enggak suka
walaupun lu nyoblos 01, 07 atau 012, gua
enggak peduli. Tapi faktanya adalah lu
tidak kelaparan hari ini. Faktanya
adalah negara tidak mengorbankan lu
dipaksa lu kerja paksa jadi buru pabrik
seperti mau cetung. No. Hari ini lu
masih bisa makan nasi di wartek keluar
duit Rp20.000 kenyang. Lu enggak perlu
menggadaikan leher lu seperti
rakyat-rakyat di Cina yang sampai harus
kabur ke Indonesia karena mau dibunuh
sama pemerintahnya sendiri atau kalau
enggak mati kelaparan lu karena lu
enggak bisa bercocok tanam di situ. So,
ini salah satu hal yang menurut gua
menarik sih. Kita memang pengin jadi
negara maju, kita pengin jadi negara
manufacturing, tetapi kita tidak lupa
sua sembada pangan itu wajib. So, kita
ambil pelajaran yang penting nih dari
mau cetung bahwa hei jadi negara maju
bisa loh tanpa harus mengorbankan 50
juta manusia. Ngeri ya. Jadi apa sih
yang bikin konsumsi Cina itu sangat
kecil sekali ya? Selain karena mereka
ada trauma ya masa lalu mereka,
kelaparan di mana-mana, kematian di
mana-mana, ya itu juga ada hubungannya
dengan budaya mereka. Mereka punya
budaya. Makanya lu buruan daftar ya
sekolah SAM BENX yang terbaru. Karena di
season 8 kita akan belajar tentang
investasi rare Earth. Nah, ini khusus
buat pemula saham. Jadi buat teman-teman
yang masih bingung gimana cara baca
laporan keuangan, gimana cara
mengkoneksikan neraca laba rugi,
keputusan investasi, bisnis rare earth
yang bakal booming sebentar lagi.
Makanya sampai Donald Trump
ngemis-ngemis minta rare Earth dari
Indonesia. Tunggu apaagi, Guys? Yuk,
segera ikutan di sekolah Sambenix season
8. Kita akan membahas khusus pemula di
dunia saham gimana cara jadi investor
yang hebat, khususnya di sektor rare
Earth. Ya, itu juga ada hubungannya
dengan budaya mereka. Mereka punya
budaya menabung. Ingat ya, karena mereka
punya budaya mati, budaya di budaya
kelaparan, budaya sampai makan kucing,
makan anjing, makan kulit, kayu, pohon
pun jadi hal yang normal di sana. Saking
sedihnya hidup di sana, mereka jadi
berhati-hati. Hari esok tidak ada yang
tahu. Hari ini kalau ada gua punya
penghasilan, gua akan tabung, gua akan
simpan. Karena hari esok siapa yang
tahu? Tidak ada yang kepastian di sana.
Karena mereka terbiasa. Karena mereka
punya pengalaman hidup yang sangat
buruk. Kakeknya mengajarkan hidup itu
susah. Kalau ada duit disimpan. Orang
tua yang mengajarkan hidup itu susah.
Tak lu dibunuh pemerintah, lu dibunuh
cuaca, gagal panen, badai, kekeringan.
Itu semua bisa terjadi kapan saja. Lu
harus siap-siap buat hari esok yang
tidak pasti. Makanya kalau lu punya
penghasilan hari ini, jangan langsung lu
buang-buang itu penghasilan. Belanja hal
yang tidak penting, tabung. Akibatnya,
budaya menabung di China sangat kental
dan kuat sekali. Jadi, pada umumnya
rakyat di Cina itu menabung antara 25%
sampai 39% dari gaji mereka, dari
penghasilan mereka. Dan ini sangat
tinggi loh kalau kita bandingkan dengan
banyak negara lain. Contoh negara maju
seperti Amerika Serikat yang hobinya
belanja terus. Mereka cuma nabung 5%
dari penghasilan bulanan mereka. Terus
negara-negara di Eropa mereka menabung
15 sampai 16% dari penghasilan mereka.
Negara Indonesia itu diperkirakan cuma
menabung 8 sampai 9% dari penghasilan
rumah tangga mereka. Ini gua kasih
contoh begini. Di Amerika kalau ada duit
R juta hari ini dapat gaji. Apa yang
terjadi? langsung hilang Rp9.500 belanja
yang enggak penting-penting bayar kartu
kredit yang mereka bisa tabung cuman
Rp500.000. Di Indonesia mereka dapat
duit R10 juta, yang mereka tabung cuman
Rp900.000. Nah, di Cina dapat duit R10
juta, yang mereka tabung hampir Rp4
juta. Lu bayangin mereka berusaha
bertahan hidup hanya dengan Rp6 juta.
Kalau negara lain udah habis tuh lilang,
kalau bisa malah ngutang pakai pinjol.
Sedih. Negara mana tuh? Ya, tapi Ompen
harusnya bagus dong kalau orang senang
menabung. Iya, gua senang dan bagus
kalau makin banyak warga yang senang
menabung dibandingkan judi online
ataupun pinjam online. Tentu bagus
tetap. Tetapi secara umum kalau semua
orang serentak hobinya menabung bahkan
100% duit ditabung, apa yang terjadi?
Perekonomian negara tidak berputar dan
itu terjadi di China. Kalian tahu ya
begitu besarnya ya jumlah rakyat yang
menabung di Cina. Jadi kalau kita hitung
duitnya ya, kita kumpulin nih duit
orang-orang yang nabung di Cina itu
jumlahnya setara dengan total tabungan
rakyat Amerika Serikat digabungkan
dengan rakyat Uni Eropa. Jadi, lu
bayangkan begitu powerful-nya Cina dalam
menabung. Hampir 28% tabungan yang ada
di planet bumi ini ada di rekening bank
orang Cina. Mereka hobi banget nabung.
Dan kalau mereka terlalu banyak
menabung, ini juga bisa menghambat
pertumbuhan ekonomi global. Karena
duitnya tidak diinvestasikan buat hal
yang produktif dan juga tidak dikonsumsi
untuk belanja barang-barang yang tidak
penting seperti rakyat Indonesia. Nah,
kalau ini terus-menerus terjadi, Guys,
Cina bisa masuk dalam jebakan sekular
stagnasi alias apa? perlambatan yang
panjang seperti resesi. Nah, staknasi
atau bahkan lebih parah lagi stak flasi
itu sudah gu pernah ajarin sama lu.
Kalau ini terjadi dalam jangka panjang
ini biasanya karena negara punya trauma,
rakyat punya trauma akan kejadian di
masa lalu. Contohnya yang terjadi di
Jepang. Orang punya trauma tuh di Jepang
tuh karena tiba-tiba mendadak collaps
marketnya, ekonominya hancur. Akibatnya
orang semua hobi menabung. Akibatnya
apa? Orang tidak spending. Akibatnya
apa? Pertumbuhan ekonominya flat aja.
Nah, ini juga bisa terjadi di China.
Kalau mereka makin banyak yang hobinya
menabung dan takut belanja seperti orang
Jepang, apa yang terjadi? Perekonomian
dunia bakal stagnasi, Guys. Terus
solusinya apa? Ini gua kasih solusi yang
gampang karena banyak pejabat Cina minta
ketemu sama gua kemarin di Mega
Kuningan. Gua kasih solusinya bahwa apa?
Kalau negara Cina makin melambat itu
bahaya juga buat Indonesia. Karena
artinya konsumsi minyak sawit, konsumsi
batu bara, konsumsi produk-produk
unggulan Indonesia akan semakin sedikit.
Tapi Cina juga butuh konsumsi itu makin
naik. Solusi apa yang dia pakai? Gampang
turunin suku bunga. Teman-teman tahu
hari ini suku bunga di Cina itu 3% buat
kredit rumah tangga. Tapi buat kredit
KPR rumah itu lu bunganya 3,5%. Tapi
kalau lu pakai buat nabung deposito itu
bunganya ada di bawah 2%. Maksudnya
gini, jadi di sini lu lihat ya, makin
banyak orang yang senang kalau nabung
atau buat berusaha di Cina, wajar aja.
Karena ternyata bunga kalau lu minjam
duit di sana cuma 3%. Makanya jangan
heran kalau banyak orang suka jadi
pengusaha di China dibandingkan di
Indonesia. Karena di Indonesia lu pinjam
kredit mikro bunganya aja 6%. Tuh KUR
cuma pinjam duit Rp200 juta bunganya 6%.
Di Cina bunganya cuma 3%. Makanya jangan
heran orang senang jadi pengusaha tuh di
China dibanding di Indonesia. Terus
gimana caranya biar konsumsinya naik?
Gampang. Suku bunga di bank sentral Cina
itu harus dibikin minus kayak Jepang.
Kenapa minus? Supaya orang tidak lagi
menabung di bank. Karena kalau lu
menabung di bank, minus 1%. Siapa yang
mau taruh duitnya di bank, mendingan lu
belanjakan. Ya dong, beli rumah baru
atau lu ganti mobil baru atau lu beli
makanan lagi dan lain sebagainya. Lu
bisa lakukan itu spending dibanding
duitnya ng-edown di rekening bank minus.
Habis selama-lama karena lu justru lu
yang bayar bunga. Lu bayangin lu harus
bayar bunga bukan bank lu yang bayar
bunga. Apakah ini pernah kejadian?
Betul. Di Jepang, Swiss, Denmark itu
pernah kejadian hal yang seperti ini.
Kenapa? Karena mereka pengin makin
banyak rakyatnya yang spending, bukannya
menabung. Supaya ekonomi bergerak dan
berputar. Nah, Cina bisa lakukan ini dan
gua harap Cina segera lakukan ini supaya
konsumsi dalam negerinya meningkat
pesat. Ya, di sisi lain ada positifnya
enggak sih, Pak, kalau minus? Ya, ada
juga sisi positifnya. Makin banyak orang
yang doyan bikin pabrik, orientasi
ekspor, makin jaya ekonomi Cina. Karena
orang makin suka berbuka bisnis,
bunganya rendah. Terus apalagi yang
menyebabkan konsumsi di Cina itu bisa
begitu rendah? Tadi kita sudah bahas ya
soal ya suku bunga, kita sudah bahas
soal trauma kelaparan, kita sudah bahas
soal ya tingkat orang yang nabung di
sana sangat tinggi. Alisan yang ketiga
ini ada hubungannya dengan populasi
penduduk di Cina. Itu resesi seks hari
ini orang enggak mau lagi berhubungan
seks karena kalau lu punya anak mahal
biayanya. Kuliahnya, beli susunya, beli
makanannya, orang jadi malas. Dan ini
juga ada hubungannya dengan yang namanya
one child policy. Jadi zaman dulu orang
Cina itu takut enggak bisa kasih makan
rakyatnya karena udah sering terjadi
kelaparan besar di mana-mana, Guys. Jadi
apa yang dia lakukan? Mereka melarang
warganya punya anak lebih dari satu.
Kalau lebih dari satu apa? Dibuang,
Guys. Atau disembunyikan kalau lu punya
nyali. Anyway, ya mayoritas orang cuma
dikasih kesempatan punya anak cuma satu.
Lu bayangin negara bisa kontrol lu punya
anak berapa. Teman baik gua juga yang
ada di Cina karena dia kecelakaan orang
tuanya nambah adik, apa yang terjadi?
Adiknya dititipkan di kampung, di tempat
orang yang tidak dikenal supaya apa?
Mereka bisa punya saudara. Mereka baru
ketemu lagi setelah adiknya ini berusia
15 tahun pergi ke kota. Jadi mereka
terpisah selama 14 tahun. Lu bayangkan.
sedemikian kuatnya tuh onechildal
policy. Kenapa? Kalau lu ketahuan sama
pemerintah, lu bakal kena sanksi yang
luar biasa. Lu harus bayar duit, lu bisa
masuk penjara. Makanya jangan heran
kalau di sana lu dapat anak perempuan
langsung di on the spot karena orang
penginnya punya anak cowok bisa bawa
marga. Dan ini juga mengakibatkan
masalah di kemudian hari. Akibatnya
populasi laki-laki lebih banyak
dibandingkan populasi wanita. Sementara
lu kan tahu ya laki-laki enggak bisa
beranak. Artinya potensi orang Cina buat
punya anak itu semakin sedikit karena
perempuannya makin sedikit, cowoknya
makin banyak. Akibatnya terjadi
population imbalance. Dan ini menjadi
masalah. Ingat kalau anak muda semakin
sedikit sementara orang tua tambah
banyak, yang bayar mereka ada uang
pensiun, uang kesehatan, rumah sakit,
BPJ segala macam. Siapa? Uang pajak.
Pajak siapa yang berpajak? Orang yang
bekerja. Siapa yang bekerja? orang yang
masih muda. Kalau orang yang masih muda
makin sedikit jumlahnya, artinya duit
untuk membayar orang-orang tua ini,
pensiun orang tua ini buat bayar
perbaikan jalan, bayar listrik makin
sedikit. Sementara beban pemerintah
makin tinggi karena populasi penduduknya
banyak, orang tuanya makin banyak dan
orang tuanya tidak produktif, tidak
menghasilkan uang. Yang ada malah
menyedot duit dari negara. Karena mereka
jalan-jalan maunya alospal bagus, maunya
listrik murah, maunya gas LPG murah. Itu
kan subsidi. Yang bayar siapa pajak?
Anak-anak muda. Dan anak muda di sana
kemudian berpikir, "Ngapain ya gua kerja
capek-capek? Ngapain ya gua kerja sampai
mati? Toh yang menikmati juga generasi
yang lebih tua. Gua enggak mau deh kalau
gitu punya anak. Cukup gua aja deh yang
tertekan." Gitu dong. Akibatnya orang
makin malas punya anak. biaya hidup
makin tinggi, biaya pajak makin tinggi
karena mereka ditekan buat bersumbangsih
kan kepada perekonomian negara, kepada
BPJS di sana. Akibatnya apa poinnya kita
punya anak? Anak gua nanti bakal makin
susah karena anak gua harus menghidupi
gua dan orang tua gua, kakek neneknya
yang umurnya makin panjang karena
negaranya makin baik, perlindungan
ekonomi dan kesehatannya. So, ini juga
berhubungan dengan konsumsi. Kalau makin
sedikit anak-anak muda yang lahir,
anak-anak muda yang produktif, anak-anak
muda yang bisa cari duit dan mencetak
duit, akibatnya makin sedikit orang yang
bisa belanja, orang akan mengurangi
konsumsi. Kalau populasi penduduknya
makin lama makin dikit dan berkurang dan
berkurang dan berkurang, artinya orang
yang mampu belanja dan punya duit untuk
belanja juga makin berkurang. Artinya
peredaran barang dan jasa akan semakin
berkurang. Akhirnya makin banyak
pabrik-pabrik yang tutup. Buktinya apa,
Teman-teman? tahu? Data menunjukkan
tingkat kelahiran penduduk di Cina itu
cuman 9 juta manusia di tahun 2023.
Indonesia di tahun yang sama ada 4 juta
penduduk yang lahir. Nah, Teman-teman
bayangkan negara sebesar Cina dengan 1,4
miliar penduduk cuman bisa melahirkan 9
juta manusia. Indonesia dengan 280 juta
penduduk bisa melahirkan 4 juta
penduduk. Ini rasionya enggak seimbang,
Guys. Karena apa? Penduduk Cina lebih
besar dari Indonesia. Artinya kalau Cina
mau seperti Indonesia, sebetulnya Cina
itu harusnya melahirkan 22 juta penduduk
supaya rasionya sama seperti Indonesia.
Tapi China cuma melahirkan 9 juta
penduduk. Artinya apa? akan lebih banyak
orang yang mati dibandingkan orang yang
lahir. Dan kita sudah bikin modelnya
dalam 75 tahun ke depan diperkirakan di
tahun
penduduk Cina akan berkurang 50% guys.
Yang artinya kalau hari ini penduduk
Cina ada 1,4 miliar dalam 75 tahun ke
depan akan turun menjadi 700 jutaan
doang, Guys. Ini tragis dan ini sedih.
Kenapa sedih? Kembali lagi ingat ya,
mereka kan yang belanja minyak sawit
kita. Kalau penduduknya makin sedikit
berarti sedikit orangnya ngegoreng lagi
dong sana. Yang pakai minyak goreng
kita, yang pakai batu bara kita buat
menghangatkan rumahnya untuk menjalankan
mesin-mesin pabriknya. Ujung-ujungnya
Indonesia dirugikan. Makanya orang
Indonesia, pengusaha Indonesia wajib
bikin rencana 75 tahun ke depan
bagaimana bisnis mereka bisa tetap
survive. Karena sudah pasti mereka
enggak boleh dan enggak bisa lagi
mengandalkan kue Cina. Orang Cina makin
banyak yang mati nih, Guys. Lu harus
siap-siap ya, pengusaha Indonesia.
Jangan menggantungkan nyawa lu di sana.
Ingat kalau hari ini kita banyak ekspor
nikel tembaga, batu bara, CPO ya oke
good news lah. Tapi itu tidak akan
berlangsung lama. Nikel kita bentar lagi
akan habis. Berarti yang kita bisa
hitung apa? CPO sama batu bara. Di tahun
2024 ya kita itu ekspor 93 juta ton batu
bara ke Cina. Ini setara 108 triliun.
Kita juga ekspor CPO minyak sawit setara
41,8 triliun. Nah, kalau di tahun
penduduk Cina berkurang 50% artinya
pengusaha Indonesia harus siap ekspor
batubaranya akan turun menjadi R triliun
dan ekspor CPO-nya akan turun menjadi 20
triliun. Artinya di sini lu harus ingat
kalau lu pengusaha sawit harus siap
strategi lu seperti apa nanti ketika
seandainya penduduk di Cina berkurang
50%.
Mau ke mana minyak sawit lu? Udah enggak
ada lagi orang yang bisa sakit
kolesterol karena mengkonsumsi
minyak-minyak lu. Karena dari 1,4 miliar
akan turun menjadi 700 jutaan, Guys. Lu
harus siap dan harus punya visi misi
jangka panjang. Makanya kalau kemarin
ada yang nawarin, "Pak, ada proyek nih,
investasi yuk di bisnis sawit. Bakal
survive nih sampai 200 ke depan."
Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak,
enggak, enggak, enggak. Nyawanya ada
bisnis sawit, tapi gua rasa cuman sampai
45 tahun ke depan. Jadi, masih make
sense nih dua siklus. Kalau satu siklus
lu 25 tahun, artinya lu bisa bertahan
selama dua generasi main sawit aman.
Lalu kita lanjut lagi nih, apa sih
alasan kenapa ekonomi Cina akan terus
tertekan dan gua yakin akan semakin
tertekan, Guys. Ingat ya, dalam
konstruksi PDB mereka, pertumbuhan GDP
mereka yang harusnya mengandalkan empat
sektor, konsumsi, investasi, government
spending, dan ekspor impor, nyawa mereka
ternyata paling besar adalah investasi.
Teman-teman tahu investasi apa yang
dilakukan oleh mereka? Banyak, termasuk
sampai ke Indonesia. Mereka bikin KCIC,
kereta cepat Indonesia, China, Jakarta,
Bandung. Pakai duit siapa itu? with
Cina, Guys. Di Cina sendiri mereka juga
spending begitu banyak bikin
infrastruktur, bikin jalan tol, bikin
jembatan. Bahkan di tahun 2035
diprediksi ya Cina memiliki 461.000
km jalan tol. Ini jauh lebih panjang
dibandingkan jalan tol yang ada di
Amerika Serikat. Karena di Amerika
Serikat cuma ada 77.000 jalan tol. Tapi
di Cina hari ini aja udah ada 382.000
1000 km dan dia akan tambah lagi di 2035
minimal ada 461.000
km jalan tol. Gila, Cina nih duitnya
banyak banget nih. Apalagi mereka juga
mau bikin kereta cepat. Mereka berencana
membangun 30.000 miles panjangnya kereta
cepat yang ada di China. Lu bayangin
30.000 mil. Jakarta Bandung itu cuma 150
km. Artinya mereka akan bikin 200, Guys,
kereta cepat Jakarta Bandung. Kita aja
udah happy banget, udah senang banget.
Ternyata mereka mau bikin 200 biji yang
kayak begitu di China. Itulah kekuatan
investasi di China. Dan itu kabar baik
atau kabar buruk? Ternyata ini buat si
Malakama juga, Guys. Kenapa? Karena
pertumbuhan yang mengandalkan investasi
memang bisa nge-bost ya mendorong
pertumbuhan ekonomi dari sektor
investment. Tetapi ingat, penduduk Cina
makin lama makin berkurang. Kalau mereka
investasi, bikin apartemen enggak ada
yang tempatin, apa yang terjadi? Jadi
kota kosong. Bikin apartemen di ujung
berung, di ujung dunia. Perlu jalan tol?
Perlu, perlu terminal, stasiun kereta
api perlu, perlu relu. Tapi enggak ada
manusianya yang tinggal.
Infrastrukturnya yang dibangun sia-sia,
Guys. Tapi apa? GDP naik. Yes, bagus.
Tapi fana, Guys. Palsu. Karena faktanya
hari ini pun di Cina diperkirakan sudah
memiliki 65 juta unit rumah yang kosong.
ini bisa menampung seluruh warga
penduduk Prancis, Guys. Jadi, kota-kota
seperti Kang Basi, Tianduceng ini mereka
punya tingkat hunian yang sangat rendah.
Bahkan hampir 90% gedung yang ada di
kota-kota itu kosong. Nah, di sini lu
sudah bisa lihat ya bahayanya ketika
populasi penduduk itu berkurang, apa
yang terjadi? Ini akan banyak hasil
investasi yang tidak terpakai. Buat apa
lu bangun apartemen, bangun kereta,
bangun saluran pipa, air, pipa, bikin
saluran kabel, bikin saluran jalan tol
kalau enggak ada yang pakai, penduduknya
mah bukan bertambah, penduduknya
berkurang. Ujung-ujungnya apa? Negara
rugi. Tapi demi memompa supaya GDP naik
terus, ini harus dilakukan karena
pemerintah tidak punya nyali untuk
mendorong pertumbuhan GDP dari konsumsi.
Apa fakta pendukungnya bahwa akan makin
banyak investment ini menjadi bom waktu
bagi Cina? Teman-teman sudah tahu ya,
Evergarande bangkrut dan dia dipaksa
ganti rugi senilai 97 triliun. Bahkan
CEO-nya dipaksa mundur. Begitu ngerinya
Ever Grande ini ya ukurannya bisnis
properti di Cina bodong. Bangun rumah
buat hantu dan siluman-siluman hantu
belau. Enggak ada yang tinggal toh rumah
kosong itu. Mereka punya hutang 4.800
triliun, Guys. Jauh lebih besar satu
perusahaan di Cina nilai hutangnya jauh
lebih besar dibanding APBN Indonesia
yang cuma 3.000 triliun, Bro. Jadi, lu
bayangin satu perusahaan Cina collaps
bawa duit hangus setara APBN Indonesia.
Ngeri enggak? Ini ngeri banget. Dan
kalau makin banyak perusahaan KF Grande
ini yang kejadian dan gua yakin makin
banyak yang kejadian. Ingat ya, karena
di sana penduduk populasinya juga
berkurang bukan bertambah. Terus buat
apaagi orang bangun apartemen? Tetap
harus bangun apartemen kalau enggak
kepala daerahnya di guys. Apa? GDP-nya
berkurang tanggung jawab kepala daerah.
So, semua orang berlomba-lomba membuat
projek-projek fantasi infrastruktur biar
grande, biar keren, biar hebat. Padahal
belum tentu ada yang pakai. So, makanya
jangan heran ya kalau makin banyak nanti
Cina itu bikin infrastruktur bukan di
negaranya sendiri karena mereka juga
enggak mau bikin kota hantu makin
banyak. So, lu akan lihat buktinya
dengan program inisiatif Obor One Bed
One Road atau sekarang dibilang belt and
road initiative akan makin banyak
investasi Cina di negara lain. Contohnya
mereka baru aja meresmikan di Sri Lanka
mereka investasi di infrastruktur
pelabuhan. Di Cina mereka akan
memberikan finansial ya investasi
senilai R80 triliun. Di Indonesia mereka
sudah membangun kereta cepat Jakarta
Bandung yang harapan kita semua bisa
lanjut sampai ke Surabaya, Guys. Jadi
dari sini lu bisa lihat ya prediksi gua
adalah kalau seandainya Cina ini mau
makin sukses ya mereka harus siap
investmentnya itu jangan lagi di dalam
negeri tapi sudah mulai berani investasi
di luar negeri. Seperti World Bank sama
IMF lah buat memperbudak negara lain
gitu ya. Cuman bedanya kalau IMF World
Bank ini kan sadis bunganya juga tinggi.
Kita betul-betul dibikin kayak pelacur
sama mereka. Nah, kalau Cina ini
bunganya rendah, Guys. Jadi, jauh lebih
makes sense lah. Dan harapannya makin
banyak investment mereka di Asia supaya
mereka bisa menancapkan ya hegemoninya
sebagai penyeimbang kekuatan Barat. Nah,
alasan ketiga kenapa ekonomi Cina itu
tertekan ya ada hubungannya dengan
ekspor impor. Tadi kan gua udah bilang
ya, kalau Indonesia hobinya kan impor.
Nah, Cina itu punya hobi ekspor karena
dia sangat produktif, banyak pabrik,
manufacturing desainn sangat bagus. Tapi
kenapa ini bisa jadi hambatan? Karena
ternyata dunia sekarang bukan lagi
berada di era globalisasi. Bahkan World
Trade Organization itu bakal makin
lemah. Buktinya apa? Sekarang sudah
terjadi fragmentasi. Dulu ada European
Union, sekarang ada Brexit. Inggris
keluar dari Uni Eropa. Dulu Amerika
Serikat gadang-gadang perdagangan dunia
harus berjaya, harus dikuatkan, harus
dibuka akses jual beli antar negara
semudah mungkin, secepat mungkin.
Sekarang Amerika Serikat ngomong
proteksionisme. Enggak ada itu
perdagangan dunia enggak ada. Pokoknya
Amerika dulu harus menang, harus cuan.
Akibatnya muncul lagi fragmentasi lagi,
muncullah blok-blok blok bricks lah,
blok Afrika lah, blok Timur Tengah lah.
Akibatnya kalau ini makin ekstrem ya
fragmentasi ini, pergerakan barang dan
jasa itu makin sulit. Kalau zaman dulu
asal lu sudah dapat izin dari Uni Eropa,
produk lu bisa masuk Jerman. Kalau bisa
masuk Jerman, otomatis bisa masuk
Spanyol, Itali, Inggris dan lain
sebagainya. Sekarang enggak. Lu masuk
Inggris izin sendiri, urut sendiri. Lu
masuk Jerman urut sendiri. Lu masuk
Amerika urut sendiri. Lu masuk Jepang
urut sendiri. Akibatnya kalau makin
banyak fragmentasi ini ya perdagangan di
dunia makin melambat. Dan ini kabar
buruk bagi Cina. Karena dulu impian dia
masuk WTO adalah supaya bisa menjaring
dan masuk mendapatkan akses pasar ke
negara-negara WTO. Eh sekarang dia sudah
join WTO. Eh sekarang pabriknya sudah
makin hebat. Eh sekarang energi sudah
makin murah. produk-produk Cina malah
dihambat masuk ke negara-negara itu
karena mereka semua menjadi
proteksionisme.
Ini kabar buruk buat Cina karena dia
sangat mengandalkan ekspor. Nah, alasan
yang keempat ya kenapa pergerakan
ekonomi di Cina gua yakin makin melambat
karena ekonomi dia memang harus diakui
masih tertutup sampai saat ini buat
perusahaan asing beroperasi di China itu
masih sulit. Makanya lu jangan kaget
kayak lihat pabrik mobil dari Amerika
itu susah banget bisnis di China. Yang
menang cuman Tesla. Tapi kalau kita
lihat kayak Ford, Chevrolet, mereka
enggak banyak yang bisa sukses. Karena
apa? Mereka juga enggak willing untuk
bagi share-nya ke pengusaha lokal di
sana. Wajib loh di Cina. Dan by the way
ya, lu tahu enggak bedanya dengan
Indonesia? Di Cina itu pengusaha kalau
lu buka PT di sana itu wajib ada orang
partai polit biro masuk dalam
kepengurusan perusahaan lu. Jadi setiap
perusahaan pasti ada orang partainya.
Hebat enggak? Itulah partai komunis
Cina. Canggih. Makanya lu jangan heran
kalau di sana sektor ekonomi itu paling
banyak digerakkan oleh BUMN, plat merah,
state enterprise. Di China ada 300.000
BUMN. Gila enggak lu? 300.000 BUMN dan
dia bergerak di sektor-sektor yang vital
seperti energi, telekomunikasi,
pertanian, pangan, pertahanan. Ini semua
sektor yang dikuasai oleh BUMN Cina.
Begitu besarnya ya BUMN di Cina sampai
mereka bikin holding yang bernama Sasak
alias state own asset supervision and
administration commission of the states
council. Intinya namanya panjang banget.
Ini way mereka kayak kementerian
BUMN-nya kita lah. Tapi mengelola
300.000 BUMN itu kan kepala pecah tuh.
Makanya tidak akan efisien karena mau
gimana juga ya swasta itu kan pasti
lebih pintar, lebih cerdas, lebih
adaptif untuk menjawab permasalahan yang
ada di masyarakat, untuk menjawab
kebutuhan yang ada di masyarakat. Tapi
kalau semuanya dikontrol sama BUMN, apa
yang terjadi? BUMN lu udah tahu di
mana-mana. Gua juga kemarin habis
meeting sama BUMN Cina. Lambat bukan
main, kirim email 1 minggu baru dibalas.
Tolol banget ini Cina asli. Kesal gua
kalau dealing sama BUMN Cina lambat
bukan main. Lu pasti sering ketemu ya
pegawai-pegawai BUMN Cina itu sama
tololnya dengan byomen Kazakhstan. Asli
lambat bukan main. Tapi ya udahlah itu
faktanya. Lu bayangkan kalau makin
banyak pengusaha-pengusaha lokal,
pengusaha-pengusaha swasta di Cina yang
boleh mengeksplorasi ide-ide bisnisnya
buat berbisnis men-supply kebutuhan
barang dan jasa di sana. Konsumsi pasti
cepat naiknya. Oh, sekarang orang ada
kebutuhan smart glasses, orang ada
kebutuhan teknologi anti cancer yang
terbaru. Oh, ada kebutuhan. Mereka bisa
jawab itu dengan cepat. Seperti Netflix
bisa menjawab kebutuhan entertainment
kalian atau seperti Spotify bisa
menjawab kebutuhan musik kalian. pasti
akan makin cepat lagi tingkat konsumsi
di China. Tapi Cina sangat tertutup.
Makanya jangan heran bahkan pengusaha
kalau mau ekspor barang ke sana juga
barang dan jasa utamanya ya itu susah.
Karena sampai saat ini pun lu enggak
bisa konsumsi Instagram di sana, lu
enggak bisa konsumsi Google Maps di
sana, lu enggak bisa konsumsi Netflix di
sana. Jadi ada begitu banyak hambatan
yang diciptakan di sana. Akibatnya apa?
Tingkat penetrasi dan tingkat konsumsi
rakyat di Cina itu rendah. Makanya
jangan heran ya kalau begitu ada
perusahaan di Cina yang begitu cemerlang
mau pengin inovasi dan dianggap bisa
membahayakan pemerintah Cina. Pemerintah
Cina itu enggak segan-segan loh nekan
pengusahanya. Contoh ya studma ketika
dia mengkritik sistem teknologi fintech
yang ada di China yang menurut dia
lambat perbankan di sana sangat
primitif. Apa yang terjadi? Jackma ini
hampir kehilangan kepalanya guys. Dia
akhirnya harus sembunyi di Cina. Dia
menghilang dari mana-mana karena ya dia
takut dengan nyawanya. Karena dia
dianggap mengancam ya kekuatan negara
Cina. Di sisi lain ini ada hal yang
positif. Gua suka juga sih sebetulnya di
sini menunjukkan bahwa tidak ada boleh
perusahaan swasta yang lebih jumawa
dibandingkan negara. Ini sisi positifnya
bahwa negara take care, negara yang
paling powerful, negara yang paling
kuat. Gua setuju karena pilihan lainnya
adalah lu dikuasai oleh GARKY seperti
Amerika Serikat. Presiden yang tidak
powerful, presiden yang harus sibuk
jilat sana sini. Utamanya pengusaha di
sana yang kaya raya, konglomerat di sana
kaya raya. Makanya jangan heran ketika
Donald Trump kampanye apa yang dia
lakukan? Dia gandeng Elon Mas buat jadi
backing-nya dia, sponsornya dia.
Orang-orang kaya dikumpulin GP Morgan
dikumpulin, Black Rock dikumpulin, semua
dia kumpulin. Akibatnya apa? Amerika
Serikat adalah negara yang dimiliki
bukan oleh rakyatnya, tapi dimiliki oleh
pengusaha swasta. memang ada baik
buruknya. Tapi kalau kita lihat dari
studi kasus Jackma, sisi positif yang
kita bisa ambil at least negara
berkuasa,
bukan swasta mengangkangi negara. Kita
juga pasti enggak mau ya hidup di negara
Indonesia. Jujur aja makin banyak gua
lihat oligarki-oligarki yang seenak
jidad.
Bukan ngasih mandat kepada direktur
utama perusahaan tertentu buat jadi
penguasa atas kita. Enggak dong. Artinya
apa? Ya, ada beberapa poin yang memang
menarik di sini bahwa negara harus
pegang kendali penuh terhadap pengusaha.
Bukan sebaliknya, presiden menjadi
karyawan pengusaha. Ya, enggak begitu.
Gua juga enggak suka seperti itu. But
anyway, guys, ya situasi ekonomi Cina
itu semakin pelik. Penduduknya makin
berkurang, GDP-nya makin melambat, makin
banyak pengusaha yang bangkrut dan
sekarang dikepung di mana-mana oleh
Amerika Serikat dan sekutunya. Dan
jangan heran kalau posisi si Jimping
sekalipun berada dalam bahaya. Nah, ini
menarik ya peta politik Cina ya. Memang
tidak ada yang paling powerful di Cina
selain partai itu sendiri. Jadi PKC itu
begitu powerful sampai ya si Jimping
juga berada dalam bahaya. Dia bisa
digulingkan sewaktu-waktu kalau dia
dianggap tidak lagi efektif sebagai
pemimpin, sebagai kepala negara di
China. Jadi, gimana menurut kamu, Guys?
Menurut kalian perekonomian Cina itu
akan makin menurun atau makin meroket ke
bulan? Dan apakah ini menjadi akhir dari
perjalanan Cina yang tadinya berusaha
menggulingkan kekuasaan Amerika Serikat
atau jangan-jangan Cina berhasil ketemu
solusi nih, way out. Gimana caranya dia
bisa kembali on the right track untuk
menumbuhkan perekonomiannya walaupun
penduduknya makin lama makin sedikit.
Menurut kalian masih ada harapan enggak
ya buat Cina bangkit sebagai penakluk
Amerika Serikat atau memang sebaiknya
dia kibarkan bendera putih? Dan
pertanyaan terakhir yang paling penting
buat kalian menurut kalian ya, Indonesia
akan dirugikan atau diuntungkan kalau
penduduk Cina jumlahnya berkurang? Kalau
ekonomi Cina semakin menyusut? Yuk,
segera tuliskan pandangan kalian di
kolom di bawah ini. Jangan lupa
subscribe. Salam sehat. Salam cuan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:36 UTC
Categories
Manage