Transcript
4w_4yr6_Ta8 • China Collapses? Xi Jinping is in a slump, saving the collapsing economy!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0417_4w_4yr6_Ta8.txt
Kind: captions Language: id Bad news, Guys. Ekonomi Cina itu semakin tiarap, semakin nyungsep, semakin collaps. Teman-teman tahu ggak, ya? Dalam beberapa hari terakhir itu udah begitu banyak pengusaha-pengusaha yang bangkrut di Cina. Jadi kemarin kita tahu ya, salah satu restoran dimsup yang paling enak namanya Din Taifung itu udah nutup 14 restorannya di Cina. Wis, ngeri nih. Perlambatan ekonomi semakin nyata dan semakin terang sudah pasti terjadi di China. Dan ini kabar buruk loh bagi perekonomian dunia termasuk Indonesia. Kenapa ini bisa terjadi? Ya wajar ada begitu banyak permasalahan. Dan bukan cuman Din Taifung yang kena dampak guys. Lu tahu perusahaan properti terbesar di Cina, Evergrade itu juga collapse. Banyak pengusaha yang ikut bangkrut gara-gara mereka karena dia suplly semennya, suplly batunya, suplly tenaga kerja, suly chat dan lain sebagainya. Ya, mereka itu jadi kontraktor di sana collapse. Makanya enggak heran ya bisnis manufacturing industri di Cina itu slowing down. Bahkan purchasing manager index mereka ya, pembelanjaan itu makin lama makin berkurang. Simpel aja. Karena properti itu salah satu nyawa di China. Kalau makin banyak perusahaan properti yang bangkrut, makin sedikit pembelanjaan cat, pembelanjaan besi baja, pribar dan lain sebagainya. Jadi akan makin banyak pabrik-pabrik yang dirugikan dan ini akan membahayakan dunia. Kenapa? Kalau makin banyak yang bangkrut pengusaha di Cina ekonominya melambat, artinya GDP China itu bakal berkurang alias melambat. Apalagi Donald Trump sudah resmi ya perang dagang dengan Cina itu tarifnya paling tinggi per hari ini lebih dari 50% loh tarif untuk barang-barang Cina yang dikirim ke Amerika. So, lu jangan kaget kalau Cina itu berada dalam posisi bahaya loh. Dan ini juga ada sangkut pautnya ke Indonesia karena lu tahu ya, Indonesia nyawanya ada di Cina. Kita itu banyak menghasilkan devisa dari ekspor. Ekspor apa? Tembaga, nikel, batuara, CPO, sawit. Itu ya klien kita yang paling besar ya, Cina. Jadi kalau Cina melambat, lu harus siap-siap menyaksikan komoditas kita batu bara utamanya ya, sama sawit dia akan makin melambat. Nah, pertanyaan yang paling penting Guys, kenapa bisa ekonomi Cina yang selama ini kita harapkan menjadi contender, ya, lawan dari Amerika Serikat, kok bisa-bisanya ekonominya melambat? Kalau penasaran jangan dikip video ini. Let's check this. Jadi, Teman-teman, ini sangat menarik. Ingat ya, pertumbuhan ekonomi PDB itu ada empat unsur. Pertama, konsumsi rakyat di sana. Yang kedua, investasi. Yang ketiga, government spending, belanja pemerintah. Yang terakhir, eksporimpor. Ekspor harus lebih besar dari impor. Kalau empat ini bagus, tumbuh positif, ekonomi suatu negara akan meroket ke bulan. Nah, buat kalian yang follower sejati Benix pasti sudah tahu Indonesia bergantung pertumbuhan ekonominya dari empat itu. Yaitu yang pertama konsumsi. Konsumsinya tinggi di Indonesia hampir 55% pertumbuhan ekonomi kita nyawanya dari konsumsi dalam negeri. Nah, Cina apa bedanya, Pak? Oh, Cina ternyata unik. Cina tidak bergantung pada konsumsi rakyatnya. Cina itu bergantung pada investasi. Jadi, Teman-teman tahu data menunjukkan di Cina komposisi pertumbuhan ekonomi mereka kontributor terhadap pertumbuhan domestik bruto alias GDP mereka paling besar adalah investasi. Itu 40 sampai 45%. Ini yang terbesar. Konsumsi rumah tangga itu hanya 39%. Baru kemudian konsumsi pemerintah alias government spending itu di antara 10 sampai 15% dan ekspor itu sekitar 5 sampai 10%. Jadi ini tren yang berlaku di China beda dengan di Indonesia yang hobinya konsumsi konsumsi konsumsi. Cina ternyata tidak. Dia hobinya apa? Investasi investasi investasi. Ada duit sedikit dia investasi. Wi hebat nih. Tetapi kok ini jadi masalah guys? Ya, jelas aja kalau menurut data negara OECD, negara-negara maju, negara kaya raya, kalau konsumsi di rakyat di negara itu terlalu rendah, ternyata juga menciptakan bahaya loh. Indonesia itu ada di range 54% itu sudah sesuai dengan rata-rata negara OECD ini, negara-negara yang diharapkan jadi negara maju. Ya, ternyata range-nya ada di situ. Amerika Serikat super konsumtif kalau bisa bahkan mereka spending duit yang mereka tidak miliki. Makanya penggunaan kartu kredit di sana sangat tinggi. Konsumsi di Amerika Serikat itu sampai 68%. Nah, kalau Cina gimana? Cina kan mau menghancurkan Amerika Serikat. Gimana tingkat konsumsi rakyat di Cina? Ternyata tingkat konsumsi rakyat di Cina itu bahkan lebih rendah dibanding Indonesia karena di China hanya 38%. Dan ini jadi pertanyaan, Guys, kok bisa negara yang akan menghancurkan Amerika Serikat perekonomiannya ternyata tingkat konsumsinya sangat rendah. Makanya kalau penasaran jangan dikip video ini, Guys. Karena ternyata salah satu faktor yang akan kita jelaskan di bagian akhir nanti. Tetapi sekarang yang kita mau bahas adalah faktor sejarah. bahwa sejarah membuktikan selama bertahun-tahun, beratus-ratus tahun, Cina itu dilanda begitu banyak kasus kelaparan, bencana alam. Dan ini sudah bermula dari sejak dinasti Ming. Jadi tahun 1600-an, Guys, di Tiongkok Barat laut itu terjadi kelaparan parah. Ini mempercepat runtuhnya dinasti Ming yang berkuasa saat itu. Diestimasikan korban jiwa itu lebih dari 3 juta manusia. Kemudian terjadi peristiwa tragis lagi yaitu kekeringan skala besar. El Nino gagal panen terjadi di tahun 1876 sampai 1879. Ini kejadiannya di utara Tiongkok di Sansi Henan, Hebii, Shandong. Diperkirakan korban jiwanya 9 sampai 13 juta manusia mati kelaparan. Apakah berhenti sampai di situ? Tidak. Di tahun lagi-lagi terjadi kelaparan hebat di Cina bagian utara khususnya di Mongolia Dalam dan Sansi yaitu apa? Kekeringan berkepanjangan. Ini makanya terjadi pemberontakan rebellion boxer. Diperkirakan ada 200.000 manusia yang mati di sansi saja. Ngeri, Guys. Enggak lama berselang 5 tahun kemudian di tahun 1906 di bagian utara Anhui dan Jangsu terjadi lagi banjir besar di sungai Hai. Di sini panen gagal dua musim berturut-turut. Artinya dua musim orang tidak makan. Teman-teman bisa bayangkan ya di Indonesia panen padi itu biasanya dalam 1 tahun bisa dua kali. Kalau gagal panen dua musim berturut-turut, artinya selama 1 tahun orang tidak makan. Kelaparan ekstrem terjadi di China. Lu bayangin dua musim artinya 1 tahun tidak makan. Akibatnya apa, Guys? Diperkirakan di tahun ini saja ada 20 sampai 25 juta manusia yang mati di China. Gila, Cina ini gila banget nih. Lalu dari sana apa yang terjadi lagi? Ada lagi terjadi peristiwa kelaparan hebat karena di tahun 1920 di Henan, Shandong, Shangsi, dan Hbei terjadi kekeringan dan ini terjadi kekacauan karena banyak perang antara raja-raja kecil di sana dan diperkirakan 500.000 manusia mati di tahun 1920. Tidak lama berselang di tahun 1928, lagi-lagi di bagian utara Tiongkok gudang pangannya mereka terjadi kekeringan luas. Karena di sini pemerintah tidak becus untuk menangani kelaparan. Pemerintah tidak mampu bahkan lepas tangan. Di sini diperkirakan ada 10 juta manusia yang mati di Tiongkok Utara. 6 tahun setelahnya di tahun 1936 lagi-lagi terjadi kelaparan para yaitu di Siichuan dan Gansu. Di sini terjadi kekeringan dan ujung-ujungnya terjadi perang saudara. Ada diperkirakan 5 juta manusia mati dan pengungsian sampai 50 juta manusia. Nah, Teman-teman kalau lu lihat ya itu terjadi begitu banyak kematian di China karena kelaparan, karena pemerintahnya enggak becus. Dan lu jangan kaget. Makanya kemudian banyak orang yang kabur dari sana ke Indonesia. Salah satunya pendiri HM Sampurna. Tim Singti itu bapaknya kabur dari Cina, dari Fujan ke Cina. Ya, di era-era terjadi kelaparan besar-besaran ini. Perang saudara di mana-mana. Makanya jangan heran begitu tragis hidupnya dan nasibnya kalau lu lahir di China di tahun itu kemungkinan besar lu tewas, Guys. Jadi makanan burung gagak. Lu bersyukurlah kalau lu bisa lahir di Indonesia di era Damai ini, tidak lahir di China di era kekacauan itu. Tapi apakah ke era kematian berjuta-juta manusia ini hal yang normal? Ternyata iya di Cina itu sering terjadi karena ketika di tahun 1900 inilah begitu banyak eksodus orang Cina diperkirakan ada lebih dari 100 juta orang China yang kabur eksodus ke luar negeri karena begitu tragis dan menyedihkan hidup di China di saat itu, Guys. Either lu dibunuh tetangga lu atau lu dibunuh pemerintah atau lu dirubah jadi pupuk. Itulah nasib orang yang ada di sana. Terus apakah cuman sampai di situ berhenti? Tidak, Guys. Karena 3 tahun sebelum Indonesia merdeka, di tahun 1942 terjadi lagi wabah yang luar biasa hebat. Yaitu apa? Di Provinsi Henan itu ada kekeringan wabah belalang, banjir buatan yang terjadi jadi satu. Apalagi ada lagi perang dunia di mana Jepang memporak-porandakan Cina, memp dan membunuh begitu banyak anak-anak dan manusia yang ada di China. Diperkurakan 3 juta orang mati di sini, Guys. Tapi ya syukurlah jadi orang Cina. Kenapa? Akhirnya mereka bisa menang. Perang dunia lolos tanpa dijajar siapapun. Berkat kepemimpinan Mau Cetung. Mau Cetung menjadi juru selamat di Cina karena kemudian dia berhasil mempersatukan seluruh China. Dan di tahun 1959 dia mengannounce program revolusi budaya di China yang sukses menciptakan kebijakan Great Lip forward. Artinya Cina punya harapan baik loncat ke depan mau jadi negara maju. Di sini saking hebatnya mau cetung dia berhasil membun 55 juta manusia, Guys. Jadi kalau lu hitung dalam 100 tahun terakhir saja itu ada ratusan juta manusia yang mati di Cina. Enggak perlu pakai bom nuklir, Guys. Kalah korban Hiroshima Nagasaki, kalah perang dunia kedua, kalah habis semuanya dengan kejadian yang ada di Cina doang. Jadi dari sini lu sudah tahu ya, Cina itu penduduknya banyak banget. Mati 1 juta orang, 10 juta orang itu hal yang biasa di sana. Cuman angka statistik doang. Karena itu memang udah hobi di sana. manusia terlalu banyak. Lu bayangin penduduknya 1,4 miliar hari ini. 1% dari 1,4 miliar berarti cuman 14 juta penduduk. Sedemikian banyak manusia di Cina sehingga pemerintah enggak penting tuh orang mati ah 14 juta orang cuman 1% dari penduduk gua. Gila, ngeri enggak? Nah, tapi satu hal yang menarik bahwa apa? Kematian terbesar itu terjadi di eranya mau cetung pemimpin komunis yang paling powerful pada saat itu, yaitu di tahun 1959 sampai 1961. Beliau itu menciptakan ide baru di mana harus terjadi lompatan budaya yang luar biasa di Inggris supaya bisa mengejar ketertinggalan dari negara Inggris dan dia punya mimpi menjadi negara maju dalam 15 tahun. Apa yang dilakukan? Dia melakukan revolusi industri seperti Inggris. At least mencoba melakukan dia mengencourage, dia memerintahkan para petani buat menjadi buruh di pabrik. Mesin kalau mau jalan ya butuh besi untuk menciptakan mesin-mesin di era revolusi industri. Jadi makin banyak pelaburan-pelaburan besi baja, cangkul bajak harus dilebur di pabrik-pabrik menciptakan besi ini. Akibatnya apa? Semakin banyak lahan pertanian yang terbengkalai karena banyak petani meninggalkan sawah untuk bekerja di proyek-proyek industri dan mereka juga kehilangan alat produksi pertaniannya karena sudah dilebur. Karena kalau ada desa yang tidak memenuhi kota, ingat ya ditarget ya satu desa lu harus kasih 2 ton besi. Kalau lu enggak bisa kasih 2 ton besi ke pabrik peleburan, lu dijadikan pupuk. Akibatnya apa? Semua orang ketakutan berbondong-bondong menyerahkan alat pertanian mereka ke pemerintah. Dan ternyata apa yang terjadi? Gagal panen. The great famine, kelaparan besar, orang tidak lagi bercocok tanam. Gimana mau cocok tanam? Paculnya dia sudah berubah dari gigi transmisi mesin. Makanya jangan heran kombinasi ini di kemudian hari menjadikan produksi pangan di China anjlok drastis. Lu bayangkan negara dengan jumlah penduduk salah satu yang terbanyak di dunia tidak punya stok makanan karena petaninya berubah menjadi pekerja pabrik. Ngeri, Guys. Maka ini salah satu hal yang gua apresiasi, ya. Kita kan pengin Indonesia jadi negara maju, ya. Tetapi Presiden Prabowo itu tidak melupakan bahwa eh ada bencana besar tuh kalau mau cetung kita mau lompatan drastis menjadi negara manufacturing. Tiba-tiba kita babat agriculture kita. Apa yang terjadi? bisa terjadi kelaparan mal di mana-mana lu. So, satu hal ya lu suka enggak suka walaupun lu nyoblos 01, 07 atau 012, gua enggak peduli. Tapi faktanya adalah lu tidak kelaparan hari ini. Faktanya adalah negara tidak mengorbankan lu dipaksa lu kerja paksa jadi buru pabrik seperti mau cetung. No. Hari ini lu masih bisa makan nasi di wartek keluar duit Rp20.000 kenyang. Lu enggak perlu menggadaikan leher lu seperti rakyat-rakyat di Cina yang sampai harus kabur ke Indonesia karena mau dibunuh sama pemerintahnya sendiri atau kalau enggak mati kelaparan lu karena lu enggak bisa bercocok tanam di situ. So, ini salah satu hal yang menurut gua menarik sih. Kita memang pengin jadi negara maju, kita pengin jadi negara manufacturing, tetapi kita tidak lupa sua sembada pangan itu wajib. So, kita ambil pelajaran yang penting nih dari mau cetung bahwa hei jadi negara maju bisa loh tanpa harus mengorbankan 50 juta manusia. Ngeri ya. Jadi apa sih yang bikin konsumsi Cina itu sangat kecil sekali ya? Selain karena mereka ada trauma ya masa lalu mereka, kelaparan di mana-mana, kematian di mana-mana, ya itu juga ada hubungannya dengan budaya mereka. Mereka punya budaya. Makanya lu buruan daftar ya sekolah SAM BENX yang terbaru. Karena di season 8 kita akan belajar tentang investasi rare Earth. Nah, ini khusus buat pemula saham. Jadi buat teman-teman yang masih bingung gimana cara baca laporan keuangan, gimana cara mengkoneksikan neraca laba rugi, keputusan investasi, bisnis rare earth yang bakal booming sebentar lagi. Makanya sampai Donald Trump ngemis-ngemis minta rare Earth dari Indonesia. Tunggu apaagi, Guys? Yuk, segera ikutan di sekolah Sambenix season 8. Kita akan membahas khusus pemula di dunia saham gimana cara jadi investor yang hebat, khususnya di sektor rare Earth. Ya, itu juga ada hubungannya dengan budaya mereka. Mereka punya budaya menabung. Ingat ya, karena mereka punya budaya mati, budaya di budaya kelaparan, budaya sampai makan kucing, makan anjing, makan kulit, kayu, pohon pun jadi hal yang normal di sana. Saking sedihnya hidup di sana, mereka jadi berhati-hati. Hari esok tidak ada yang tahu. Hari ini kalau ada gua punya penghasilan, gua akan tabung, gua akan simpan. Karena hari esok siapa yang tahu? Tidak ada yang kepastian di sana. Karena mereka terbiasa. Karena mereka punya pengalaman hidup yang sangat buruk. Kakeknya mengajarkan hidup itu susah. Kalau ada duit disimpan. Orang tua yang mengajarkan hidup itu susah. Tak lu dibunuh pemerintah, lu dibunuh cuaca, gagal panen, badai, kekeringan. Itu semua bisa terjadi kapan saja. Lu harus siap-siap buat hari esok yang tidak pasti. Makanya kalau lu punya penghasilan hari ini, jangan langsung lu buang-buang itu penghasilan. Belanja hal yang tidak penting, tabung. Akibatnya, budaya menabung di China sangat kental dan kuat sekali. Jadi, pada umumnya rakyat di Cina itu menabung antara 25% sampai 39% dari gaji mereka, dari penghasilan mereka. Dan ini sangat tinggi loh kalau kita bandingkan dengan banyak negara lain. Contoh negara maju seperti Amerika Serikat yang hobinya belanja terus. Mereka cuma nabung 5% dari penghasilan bulanan mereka. Terus negara-negara di Eropa mereka menabung 15 sampai 16% dari penghasilan mereka. Negara Indonesia itu diperkirakan cuma menabung 8 sampai 9% dari penghasilan rumah tangga mereka. Ini gua kasih contoh begini. Di Amerika kalau ada duit R juta hari ini dapat gaji. Apa yang terjadi? langsung hilang Rp9.500 belanja yang enggak penting-penting bayar kartu kredit yang mereka bisa tabung cuman Rp500.000. Di Indonesia mereka dapat duit R10 juta, yang mereka tabung cuman Rp900.000. Nah, di Cina dapat duit R10 juta, yang mereka tabung hampir Rp4 juta. Lu bayangin mereka berusaha bertahan hidup hanya dengan Rp6 juta. Kalau negara lain udah habis tuh lilang, kalau bisa malah ngutang pakai pinjol. Sedih. Negara mana tuh? Ya, tapi Ompen harusnya bagus dong kalau orang senang menabung. Iya, gua senang dan bagus kalau makin banyak warga yang senang menabung dibandingkan judi online ataupun pinjam online. Tentu bagus tetap. Tetapi secara umum kalau semua orang serentak hobinya menabung bahkan 100% duit ditabung, apa yang terjadi? Perekonomian negara tidak berputar dan itu terjadi di China. Kalian tahu ya begitu besarnya ya jumlah rakyat yang menabung di Cina. Jadi kalau kita hitung duitnya ya, kita kumpulin nih duit orang-orang yang nabung di Cina itu jumlahnya setara dengan total tabungan rakyat Amerika Serikat digabungkan dengan rakyat Uni Eropa. Jadi, lu bayangkan begitu powerful-nya Cina dalam menabung. Hampir 28% tabungan yang ada di planet bumi ini ada di rekening bank orang Cina. Mereka hobi banget nabung. Dan kalau mereka terlalu banyak menabung, ini juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi global. Karena duitnya tidak diinvestasikan buat hal yang produktif dan juga tidak dikonsumsi untuk belanja barang-barang yang tidak penting seperti rakyat Indonesia. Nah, kalau ini terus-menerus terjadi, Guys, Cina bisa masuk dalam jebakan sekular stagnasi alias apa? perlambatan yang panjang seperti resesi. Nah, staknasi atau bahkan lebih parah lagi stak flasi itu sudah gu pernah ajarin sama lu. Kalau ini terjadi dalam jangka panjang ini biasanya karena negara punya trauma, rakyat punya trauma akan kejadian di masa lalu. Contohnya yang terjadi di Jepang. Orang punya trauma tuh di Jepang tuh karena tiba-tiba mendadak collaps marketnya, ekonominya hancur. Akibatnya orang semua hobi menabung. Akibatnya apa? Orang tidak spending. Akibatnya apa? Pertumbuhan ekonominya flat aja. Nah, ini juga bisa terjadi di China. Kalau mereka makin banyak yang hobinya menabung dan takut belanja seperti orang Jepang, apa yang terjadi? Perekonomian dunia bakal stagnasi, Guys. Terus solusinya apa? Ini gua kasih solusi yang gampang karena banyak pejabat Cina minta ketemu sama gua kemarin di Mega Kuningan. Gua kasih solusinya bahwa apa? Kalau negara Cina makin melambat itu bahaya juga buat Indonesia. Karena artinya konsumsi minyak sawit, konsumsi batu bara, konsumsi produk-produk unggulan Indonesia akan semakin sedikit. Tapi Cina juga butuh konsumsi itu makin naik. Solusi apa yang dia pakai? Gampang turunin suku bunga. Teman-teman tahu hari ini suku bunga di Cina itu 3% buat kredit rumah tangga. Tapi buat kredit KPR rumah itu lu bunganya 3,5%. Tapi kalau lu pakai buat nabung deposito itu bunganya ada di bawah 2%. Maksudnya gini, jadi di sini lu lihat ya, makin banyak orang yang senang kalau nabung atau buat berusaha di Cina, wajar aja. Karena ternyata bunga kalau lu minjam duit di sana cuma 3%. Makanya jangan heran kalau banyak orang suka jadi pengusaha di China dibandingkan di Indonesia. Karena di Indonesia lu pinjam kredit mikro bunganya aja 6%. Tuh KUR cuma pinjam duit Rp200 juta bunganya 6%. Di Cina bunganya cuma 3%. Makanya jangan heran orang senang jadi pengusaha tuh di China dibanding di Indonesia. Terus gimana caranya biar konsumsinya naik? Gampang. Suku bunga di bank sentral Cina itu harus dibikin minus kayak Jepang. Kenapa minus? Supaya orang tidak lagi menabung di bank. Karena kalau lu menabung di bank, minus 1%. Siapa yang mau taruh duitnya di bank, mendingan lu belanjakan. Ya dong, beli rumah baru atau lu ganti mobil baru atau lu beli makanan lagi dan lain sebagainya. Lu bisa lakukan itu spending dibanding duitnya ng-edown di rekening bank minus. Habis selama-lama karena lu justru lu yang bayar bunga. Lu bayangin lu harus bayar bunga bukan bank lu yang bayar bunga. Apakah ini pernah kejadian? Betul. Di Jepang, Swiss, Denmark itu pernah kejadian hal yang seperti ini. Kenapa? Karena mereka pengin makin banyak rakyatnya yang spending, bukannya menabung. Supaya ekonomi bergerak dan berputar. Nah, Cina bisa lakukan ini dan gua harap Cina segera lakukan ini supaya konsumsi dalam negerinya meningkat pesat. Ya, di sisi lain ada positifnya enggak sih, Pak, kalau minus? Ya, ada juga sisi positifnya. Makin banyak orang yang doyan bikin pabrik, orientasi ekspor, makin jaya ekonomi Cina. Karena orang makin suka berbuka bisnis, bunganya rendah. Terus apalagi yang menyebabkan konsumsi di Cina itu bisa begitu rendah? Tadi kita sudah bahas ya soal ya suku bunga, kita sudah bahas soal trauma kelaparan, kita sudah bahas soal ya tingkat orang yang nabung di sana sangat tinggi. Alisan yang ketiga ini ada hubungannya dengan populasi penduduk di Cina. Itu resesi seks hari ini orang enggak mau lagi berhubungan seks karena kalau lu punya anak mahal biayanya. Kuliahnya, beli susunya, beli makanannya, orang jadi malas. Dan ini juga ada hubungannya dengan yang namanya one child policy. Jadi zaman dulu orang Cina itu takut enggak bisa kasih makan rakyatnya karena udah sering terjadi kelaparan besar di mana-mana, Guys. Jadi apa yang dia lakukan? Mereka melarang warganya punya anak lebih dari satu. Kalau lebih dari satu apa? Dibuang, Guys. Atau disembunyikan kalau lu punya nyali. Anyway, ya mayoritas orang cuma dikasih kesempatan punya anak cuma satu. Lu bayangin negara bisa kontrol lu punya anak berapa. Teman baik gua juga yang ada di Cina karena dia kecelakaan orang tuanya nambah adik, apa yang terjadi? Adiknya dititipkan di kampung, di tempat orang yang tidak dikenal supaya apa? Mereka bisa punya saudara. Mereka baru ketemu lagi setelah adiknya ini berusia 15 tahun pergi ke kota. Jadi mereka terpisah selama 14 tahun. Lu bayangkan. sedemikian kuatnya tuh onechildal policy. Kenapa? Kalau lu ketahuan sama pemerintah, lu bakal kena sanksi yang luar biasa. Lu harus bayar duit, lu bisa masuk penjara. Makanya jangan heran kalau di sana lu dapat anak perempuan langsung di on the spot karena orang penginnya punya anak cowok bisa bawa marga. Dan ini juga mengakibatkan masalah di kemudian hari. Akibatnya populasi laki-laki lebih banyak dibandingkan populasi wanita. Sementara lu kan tahu ya laki-laki enggak bisa beranak. Artinya potensi orang Cina buat punya anak itu semakin sedikit karena perempuannya makin sedikit, cowoknya makin banyak. Akibatnya terjadi population imbalance. Dan ini menjadi masalah. Ingat kalau anak muda semakin sedikit sementara orang tua tambah banyak, yang bayar mereka ada uang pensiun, uang kesehatan, rumah sakit, BPJ segala macam. Siapa? Uang pajak. Pajak siapa yang berpajak? Orang yang bekerja. Siapa yang bekerja? orang yang masih muda. Kalau orang yang masih muda makin sedikit jumlahnya, artinya duit untuk membayar orang-orang tua ini, pensiun orang tua ini buat bayar perbaikan jalan, bayar listrik makin sedikit. Sementara beban pemerintah makin tinggi karena populasi penduduknya banyak, orang tuanya makin banyak dan orang tuanya tidak produktif, tidak menghasilkan uang. Yang ada malah menyedot duit dari negara. Karena mereka jalan-jalan maunya alospal bagus, maunya listrik murah, maunya gas LPG murah. Itu kan subsidi. Yang bayar siapa pajak? Anak-anak muda. Dan anak muda di sana kemudian berpikir, "Ngapain ya gua kerja capek-capek? Ngapain ya gua kerja sampai mati? Toh yang menikmati juga generasi yang lebih tua. Gua enggak mau deh kalau gitu punya anak. Cukup gua aja deh yang tertekan." Gitu dong. Akibatnya orang makin malas punya anak. biaya hidup makin tinggi, biaya pajak makin tinggi karena mereka ditekan buat bersumbangsih kan kepada perekonomian negara, kepada BPJS di sana. Akibatnya apa poinnya kita punya anak? Anak gua nanti bakal makin susah karena anak gua harus menghidupi gua dan orang tua gua, kakek neneknya yang umurnya makin panjang karena negaranya makin baik, perlindungan ekonomi dan kesehatannya. So, ini juga berhubungan dengan konsumsi. Kalau makin sedikit anak-anak muda yang lahir, anak-anak muda yang produktif, anak-anak muda yang bisa cari duit dan mencetak duit, akibatnya makin sedikit orang yang bisa belanja, orang akan mengurangi konsumsi. Kalau populasi penduduknya makin lama makin dikit dan berkurang dan berkurang dan berkurang, artinya orang yang mampu belanja dan punya duit untuk belanja juga makin berkurang. Artinya peredaran barang dan jasa akan semakin berkurang. Akhirnya makin banyak pabrik-pabrik yang tutup. Buktinya apa, Teman-teman? tahu? Data menunjukkan tingkat kelahiran penduduk di Cina itu cuman 9 juta manusia di tahun 2023. Indonesia di tahun yang sama ada 4 juta penduduk yang lahir. Nah, Teman-teman bayangkan negara sebesar Cina dengan 1,4 miliar penduduk cuman bisa melahirkan 9 juta manusia. Indonesia dengan 280 juta penduduk bisa melahirkan 4 juta penduduk. Ini rasionya enggak seimbang, Guys. Karena apa? Penduduk Cina lebih besar dari Indonesia. Artinya kalau Cina mau seperti Indonesia, sebetulnya Cina itu harusnya melahirkan 22 juta penduduk supaya rasionya sama seperti Indonesia. Tapi China cuma melahirkan 9 juta penduduk. Artinya apa? akan lebih banyak orang yang mati dibandingkan orang yang lahir. Dan kita sudah bikin modelnya dalam 75 tahun ke depan diperkirakan di tahun penduduk Cina akan berkurang 50% guys. Yang artinya kalau hari ini penduduk Cina ada 1,4 miliar dalam 75 tahun ke depan akan turun menjadi 700 jutaan doang, Guys. Ini tragis dan ini sedih. Kenapa sedih? Kembali lagi ingat ya, mereka kan yang belanja minyak sawit kita. Kalau penduduknya makin sedikit berarti sedikit orangnya ngegoreng lagi dong sana. Yang pakai minyak goreng kita, yang pakai batu bara kita buat menghangatkan rumahnya untuk menjalankan mesin-mesin pabriknya. Ujung-ujungnya Indonesia dirugikan. Makanya orang Indonesia, pengusaha Indonesia wajib bikin rencana 75 tahun ke depan bagaimana bisnis mereka bisa tetap survive. Karena sudah pasti mereka enggak boleh dan enggak bisa lagi mengandalkan kue Cina. Orang Cina makin banyak yang mati nih, Guys. Lu harus siap-siap ya, pengusaha Indonesia. Jangan menggantungkan nyawa lu di sana. Ingat kalau hari ini kita banyak ekspor nikel tembaga, batu bara, CPO ya oke good news lah. Tapi itu tidak akan berlangsung lama. Nikel kita bentar lagi akan habis. Berarti yang kita bisa hitung apa? CPO sama batu bara. Di tahun 2024 ya kita itu ekspor 93 juta ton batu bara ke Cina. Ini setara 108 triliun. Kita juga ekspor CPO minyak sawit setara 41,8 triliun. Nah, kalau di tahun penduduk Cina berkurang 50% artinya pengusaha Indonesia harus siap ekspor batubaranya akan turun menjadi R triliun dan ekspor CPO-nya akan turun menjadi 20 triliun. Artinya di sini lu harus ingat kalau lu pengusaha sawit harus siap strategi lu seperti apa nanti ketika seandainya penduduk di Cina berkurang 50%. Mau ke mana minyak sawit lu? Udah enggak ada lagi orang yang bisa sakit kolesterol karena mengkonsumsi minyak-minyak lu. Karena dari 1,4 miliar akan turun menjadi 700 jutaan, Guys. Lu harus siap dan harus punya visi misi jangka panjang. Makanya kalau kemarin ada yang nawarin, "Pak, ada proyek nih, investasi yuk di bisnis sawit. Bakal survive nih sampai 200 ke depan." Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak, enggak, enggak, enggak. Nyawanya ada bisnis sawit, tapi gua rasa cuman sampai 45 tahun ke depan. Jadi, masih make sense nih dua siklus. Kalau satu siklus lu 25 tahun, artinya lu bisa bertahan selama dua generasi main sawit aman. Lalu kita lanjut lagi nih, apa sih alasan kenapa ekonomi Cina akan terus tertekan dan gua yakin akan semakin tertekan, Guys. Ingat ya, dalam konstruksi PDB mereka, pertumbuhan GDP mereka yang harusnya mengandalkan empat sektor, konsumsi, investasi, government spending, dan ekspor impor, nyawa mereka ternyata paling besar adalah investasi. Teman-teman tahu investasi apa yang dilakukan oleh mereka? Banyak, termasuk sampai ke Indonesia. Mereka bikin KCIC, kereta cepat Indonesia, China, Jakarta, Bandung. Pakai duit siapa itu? with Cina, Guys. Di Cina sendiri mereka juga spending begitu banyak bikin infrastruktur, bikin jalan tol, bikin jembatan. Bahkan di tahun 2035 diprediksi ya Cina memiliki 461.000 km jalan tol. Ini jauh lebih panjang dibandingkan jalan tol yang ada di Amerika Serikat. Karena di Amerika Serikat cuma ada 77.000 jalan tol. Tapi di Cina hari ini aja udah ada 382.000 1000 km dan dia akan tambah lagi di 2035 minimal ada 461.000 km jalan tol. Gila, Cina nih duitnya banyak banget nih. Apalagi mereka juga mau bikin kereta cepat. Mereka berencana membangun 30.000 miles panjangnya kereta cepat yang ada di China. Lu bayangin 30.000 mil. Jakarta Bandung itu cuma 150 km. Artinya mereka akan bikin 200, Guys, kereta cepat Jakarta Bandung. Kita aja udah happy banget, udah senang banget. Ternyata mereka mau bikin 200 biji yang kayak begitu di China. Itulah kekuatan investasi di China. Dan itu kabar baik atau kabar buruk? Ternyata ini buat si Malakama juga, Guys. Kenapa? Karena pertumbuhan yang mengandalkan investasi memang bisa nge-bost ya mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor investment. Tetapi ingat, penduduk Cina makin lama makin berkurang. Kalau mereka investasi, bikin apartemen enggak ada yang tempatin, apa yang terjadi? Jadi kota kosong. Bikin apartemen di ujung berung, di ujung dunia. Perlu jalan tol? Perlu, perlu terminal, stasiun kereta api perlu, perlu relu. Tapi enggak ada manusianya yang tinggal. Infrastrukturnya yang dibangun sia-sia, Guys. Tapi apa? GDP naik. Yes, bagus. Tapi fana, Guys. Palsu. Karena faktanya hari ini pun di Cina diperkirakan sudah memiliki 65 juta unit rumah yang kosong. ini bisa menampung seluruh warga penduduk Prancis, Guys. Jadi, kota-kota seperti Kang Basi, Tianduceng ini mereka punya tingkat hunian yang sangat rendah. Bahkan hampir 90% gedung yang ada di kota-kota itu kosong. Nah, di sini lu sudah bisa lihat ya bahayanya ketika populasi penduduk itu berkurang, apa yang terjadi? Ini akan banyak hasil investasi yang tidak terpakai. Buat apa lu bangun apartemen, bangun kereta, bangun saluran pipa, air, pipa, bikin saluran kabel, bikin saluran jalan tol kalau enggak ada yang pakai, penduduknya mah bukan bertambah, penduduknya berkurang. Ujung-ujungnya apa? Negara rugi. Tapi demi memompa supaya GDP naik terus, ini harus dilakukan karena pemerintah tidak punya nyali untuk mendorong pertumbuhan GDP dari konsumsi. Apa fakta pendukungnya bahwa akan makin banyak investment ini menjadi bom waktu bagi Cina? Teman-teman sudah tahu ya, Evergarande bangkrut dan dia dipaksa ganti rugi senilai 97 triliun. Bahkan CEO-nya dipaksa mundur. Begitu ngerinya Ever Grande ini ya ukurannya bisnis properti di Cina bodong. Bangun rumah buat hantu dan siluman-siluman hantu belau. Enggak ada yang tinggal toh rumah kosong itu. Mereka punya hutang 4.800 triliun, Guys. Jauh lebih besar satu perusahaan di Cina nilai hutangnya jauh lebih besar dibanding APBN Indonesia yang cuma 3.000 triliun, Bro. Jadi, lu bayangin satu perusahaan Cina collaps bawa duit hangus setara APBN Indonesia. Ngeri enggak? Ini ngeri banget. Dan kalau makin banyak perusahaan KF Grande ini yang kejadian dan gua yakin makin banyak yang kejadian. Ingat ya, karena di sana penduduk populasinya juga berkurang bukan bertambah. Terus buat apaagi orang bangun apartemen? Tetap harus bangun apartemen kalau enggak kepala daerahnya di guys. Apa? GDP-nya berkurang tanggung jawab kepala daerah. So, semua orang berlomba-lomba membuat projek-projek fantasi infrastruktur biar grande, biar keren, biar hebat. Padahal belum tentu ada yang pakai. So, makanya jangan heran ya kalau makin banyak nanti Cina itu bikin infrastruktur bukan di negaranya sendiri karena mereka juga enggak mau bikin kota hantu makin banyak. So, lu akan lihat buktinya dengan program inisiatif Obor One Bed One Road atau sekarang dibilang belt and road initiative akan makin banyak investasi Cina di negara lain. Contohnya mereka baru aja meresmikan di Sri Lanka mereka investasi di infrastruktur pelabuhan. Di Cina mereka akan memberikan finansial ya investasi senilai R80 triliun. Di Indonesia mereka sudah membangun kereta cepat Jakarta Bandung yang harapan kita semua bisa lanjut sampai ke Surabaya, Guys. Jadi dari sini lu bisa lihat ya prediksi gua adalah kalau seandainya Cina ini mau makin sukses ya mereka harus siap investmentnya itu jangan lagi di dalam negeri tapi sudah mulai berani investasi di luar negeri. Seperti World Bank sama IMF lah buat memperbudak negara lain gitu ya. Cuman bedanya kalau IMF World Bank ini kan sadis bunganya juga tinggi. Kita betul-betul dibikin kayak pelacur sama mereka. Nah, kalau Cina ini bunganya rendah, Guys. Jadi, jauh lebih makes sense lah. Dan harapannya makin banyak investment mereka di Asia supaya mereka bisa menancapkan ya hegemoninya sebagai penyeimbang kekuatan Barat. Nah, alasan ketiga kenapa ekonomi Cina itu tertekan ya ada hubungannya dengan ekspor impor. Tadi kan gua udah bilang ya, kalau Indonesia hobinya kan impor. Nah, Cina itu punya hobi ekspor karena dia sangat produktif, banyak pabrik, manufacturing desainn sangat bagus. Tapi kenapa ini bisa jadi hambatan? Karena ternyata dunia sekarang bukan lagi berada di era globalisasi. Bahkan World Trade Organization itu bakal makin lemah. Buktinya apa? Sekarang sudah terjadi fragmentasi. Dulu ada European Union, sekarang ada Brexit. Inggris keluar dari Uni Eropa. Dulu Amerika Serikat gadang-gadang perdagangan dunia harus berjaya, harus dikuatkan, harus dibuka akses jual beli antar negara semudah mungkin, secepat mungkin. Sekarang Amerika Serikat ngomong proteksionisme. Enggak ada itu perdagangan dunia enggak ada. Pokoknya Amerika dulu harus menang, harus cuan. Akibatnya muncul lagi fragmentasi lagi, muncullah blok-blok blok bricks lah, blok Afrika lah, blok Timur Tengah lah. Akibatnya kalau ini makin ekstrem ya fragmentasi ini, pergerakan barang dan jasa itu makin sulit. Kalau zaman dulu asal lu sudah dapat izin dari Uni Eropa, produk lu bisa masuk Jerman. Kalau bisa masuk Jerman, otomatis bisa masuk Spanyol, Itali, Inggris dan lain sebagainya. Sekarang enggak. Lu masuk Inggris izin sendiri, urut sendiri. Lu masuk Jerman urut sendiri. Lu masuk Amerika urut sendiri. Lu masuk Jepang urut sendiri. Akibatnya kalau makin banyak fragmentasi ini ya perdagangan di dunia makin melambat. Dan ini kabar buruk bagi Cina. Karena dulu impian dia masuk WTO adalah supaya bisa menjaring dan masuk mendapatkan akses pasar ke negara-negara WTO. Eh sekarang dia sudah join WTO. Eh sekarang pabriknya sudah makin hebat. Eh sekarang energi sudah makin murah. produk-produk Cina malah dihambat masuk ke negara-negara itu karena mereka semua menjadi proteksionisme. Ini kabar buruk buat Cina karena dia sangat mengandalkan ekspor. Nah, alasan yang keempat ya kenapa pergerakan ekonomi di Cina gua yakin makin melambat karena ekonomi dia memang harus diakui masih tertutup sampai saat ini buat perusahaan asing beroperasi di China itu masih sulit. Makanya lu jangan kaget kayak lihat pabrik mobil dari Amerika itu susah banget bisnis di China. Yang menang cuman Tesla. Tapi kalau kita lihat kayak Ford, Chevrolet, mereka enggak banyak yang bisa sukses. Karena apa? Mereka juga enggak willing untuk bagi share-nya ke pengusaha lokal di sana. Wajib loh di Cina. Dan by the way ya, lu tahu enggak bedanya dengan Indonesia? Di Cina itu pengusaha kalau lu buka PT di sana itu wajib ada orang partai polit biro masuk dalam kepengurusan perusahaan lu. Jadi setiap perusahaan pasti ada orang partainya. Hebat enggak? Itulah partai komunis Cina. Canggih. Makanya lu jangan heran kalau di sana sektor ekonomi itu paling banyak digerakkan oleh BUMN, plat merah, state enterprise. Di China ada 300.000 BUMN. Gila enggak lu? 300.000 BUMN dan dia bergerak di sektor-sektor yang vital seperti energi, telekomunikasi, pertanian, pangan, pertahanan. Ini semua sektor yang dikuasai oleh BUMN Cina. Begitu besarnya ya BUMN di Cina sampai mereka bikin holding yang bernama Sasak alias state own asset supervision and administration commission of the states council. Intinya namanya panjang banget. Ini way mereka kayak kementerian BUMN-nya kita lah. Tapi mengelola 300.000 BUMN itu kan kepala pecah tuh. Makanya tidak akan efisien karena mau gimana juga ya swasta itu kan pasti lebih pintar, lebih cerdas, lebih adaptif untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat, untuk menjawab kebutuhan yang ada di masyarakat. Tapi kalau semuanya dikontrol sama BUMN, apa yang terjadi? BUMN lu udah tahu di mana-mana. Gua juga kemarin habis meeting sama BUMN Cina. Lambat bukan main, kirim email 1 minggu baru dibalas. Tolol banget ini Cina asli. Kesal gua kalau dealing sama BUMN Cina lambat bukan main. Lu pasti sering ketemu ya pegawai-pegawai BUMN Cina itu sama tololnya dengan byomen Kazakhstan. Asli lambat bukan main. Tapi ya udahlah itu faktanya. Lu bayangkan kalau makin banyak pengusaha-pengusaha lokal, pengusaha-pengusaha swasta di Cina yang boleh mengeksplorasi ide-ide bisnisnya buat berbisnis men-supply kebutuhan barang dan jasa di sana. Konsumsi pasti cepat naiknya. Oh, sekarang orang ada kebutuhan smart glasses, orang ada kebutuhan teknologi anti cancer yang terbaru. Oh, ada kebutuhan. Mereka bisa jawab itu dengan cepat. Seperti Netflix bisa menjawab kebutuhan entertainment kalian atau seperti Spotify bisa menjawab kebutuhan musik kalian. pasti akan makin cepat lagi tingkat konsumsi di China. Tapi Cina sangat tertutup. Makanya jangan heran bahkan pengusaha kalau mau ekspor barang ke sana juga barang dan jasa utamanya ya itu susah. Karena sampai saat ini pun lu enggak bisa konsumsi Instagram di sana, lu enggak bisa konsumsi Google Maps di sana, lu enggak bisa konsumsi Netflix di sana. Jadi ada begitu banyak hambatan yang diciptakan di sana. Akibatnya apa? Tingkat penetrasi dan tingkat konsumsi rakyat di Cina itu rendah. Makanya jangan heran ya kalau begitu ada perusahaan di Cina yang begitu cemerlang mau pengin inovasi dan dianggap bisa membahayakan pemerintah Cina. Pemerintah Cina itu enggak segan-segan loh nekan pengusahanya. Contoh ya studma ketika dia mengkritik sistem teknologi fintech yang ada di China yang menurut dia lambat perbankan di sana sangat primitif. Apa yang terjadi? Jackma ini hampir kehilangan kepalanya guys. Dia akhirnya harus sembunyi di Cina. Dia menghilang dari mana-mana karena ya dia takut dengan nyawanya. Karena dia dianggap mengancam ya kekuatan negara Cina. Di sisi lain ini ada hal yang positif. Gua suka juga sih sebetulnya di sini menunjukkan bahwa tidak ada boleh perusahaan swasta yang lebih jumawa dibandingkan negara. Ini sisi positifnya bahwa negara take care, negara yang paling powerful, negara yang paling kuat. Gua setuju karena pilihan lainnya adalah lu dikuasai oleh GARKY seperti Amerika Serikat. Presiden yang tidak powerful, presiden yang harus sibuk jilat sana sini. Utamanya pengusaha di sana yang kaya raya, konglomerat di sana kaya raya. Makanya jangan heran ketika Donald Trump kampanye apa yang dia lakukan? Dia gandeng Elon Mas buat jadi backing-nya dia, sponsornya dia. Orang-orang kaya dikumpulin GP Morgan dikumpulin, Black Rock dikumpulin, semua dia kumpulin. Akibatnya apa? Amerika Serikat adalah negara yang dimiliki bukan oleh rakyatnya, tapi dimiliki oleh pengusaha swasta. memang ada baik buruknya. Tapi kalau kita lihat dari studi kasus Jackma, sisi positif yang kita bisa ambil at least negara berkuasa, bukan swasta mengangkangi negara. Kita juga pasti enggak mau ya hidup di negara Indonesia. Jujur aja makin banyak gua lihat oligarki-oligarki yang seenak jidad. Bukan ngasih mandat kepada direktur utama perusahaan tertentu buat jadi penguasa atas kita. Enggak dong. Artinya apa? Ya, ada beberapa poin yang memang menarik di sini bahwa negara harus pegang kendali penuh terhadap pengusaha. Bukan sebaliknya, presiden menjadi karyawan pengusaha. Ya, enggak begitu. Gua juga enggak suka seperti itu. But anyway, guys, ya situasi ekonomi Cina itu semakin pelik. Penduduknya makin berkurang, GDP-nya makin melambat, makin banyak pengusaha yang bangkrut dan sekarang dikepung di mana-mana oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Dan jangan heran kalau posisi si Jimping sekalipun berada dalam bahaya. Nah, ini menarik ya peta politik Cina ya. Memang tidak ada yang paling powerful di Cina selain partai itu sendiri. Jadi PKC itu begitu powerful sampai ya si Jimping juga berada dalam bahaya. Dia bisa digulingkan sewaktu-waktu kalau dia dianggap tidak lagi efektif sebagai pemimpin, sebagai kepala negara di China. Jadi, gimana menurut kamu, Guys? Menurut kalian perekonomian Cina itu akan makin menurun atau makin meroket ke bulan? Dan apakah ini menjadi akhir dari perjalanan Cina yang tadinya berusaha menggulingkan kekuasaan Amerika Serikat atau jangan-jangan Cina berhasil ketemu solusi nih, way out. Gimana caranya dia bisa kembali on the right track untuk menumbuhkan perekonomiannya walaupun penduduknya makin lama makin sedikit. Menurut kalian masih ada harapan enggak ya buat Cina bangkit sebagai penakluk Amerika Serikat atau memang sebaiknya dia kibarkan bendera putih? Dan pertanyaan terakhir yang paling penting buat kalian menurut kalian ya, Indonesia akan dirugikan atau diuntungkan kalau penduduk Cina jumlahnya berkurang? Kalau ekonomi Cina semakin menyusut? Yuk, segera tuliskan pandangan kalian di kolom di bawah ini. Jangan lupa subscribe. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [Musik]