WHAT KIND OF THINKING IS THIS! Minister Amran 1 Dollar = Rp 1000?!
bh7CPr7N4e0 • 2025-08-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Good News Indonesia. Akhirnya kita dapat berita baik luar biasa dari Kementerian Pertanian. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya, akhirnya ada juga loh di Indonesia pejabat yang berani bicara soal dolar. Nah, di sini ada Menteri Pertanian Indonesia. Dia bilang bahwa dia yakin 1 dolar akan menjadi Rp1.000. Kok bisa ya? Ini bener apa hoak sih sebenarnya? So, kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let's check this out. Nah, ini video kiriman ya dari teman-teman yang ikut di rapat koordinasi. Gua enggak tahu sih rapat koordinasi apa. Kayaknya berhubungan dengan ketahanan pangan kali ya di wilayah Yogyakarta. So, kita sama-sama cek yuk sebetulnya ada berita apa sih yang viral dari sana kok sampai kita disuruh bahas video ini. Bulan dong, Om Ben. Bahas video 1 dolar setara 1000 perak. Gimana caranya? play. Kita ingin hilirisasi masa depan Indonesia ada di pertanian. Kenapa? Keunggulan komparatif kita itu ada sektor pertanian karena bisa bercocok tanam 12 bulan. Kalau di negara itu enggak bisa. Di negara eh katakanlah European countries itu enggak bisa. Kelapa pun tidak bisa tumbuh. Dan dia bisa bercocok tanam itu 6 bulan, 8 bulan karena ada musim salju. Indonesia 12 bulan sumber dayanya melimpah, airnya melimpah dan seterusnya. Nah, ini kita gerakkan kalau ini sesuai BPS. Kalau sektor pertanian bergerak R900 triliun itu ekonomi bergerak 57.000 triliun. Kalau ini kita bisa naikkan 5 kali lipat itu berarti bisa bergerak 270 triliun. Nanti uang bergerak di ee di republik ini. Karena kita di hulu prosesing transportasi, kemudian pestisida, sarana produksi dan seterusnya. Nah, ini kelihatan pertanian tangguh. Kenapa? Di saat COVID-19 itu hanya pertanian yang tumbuh yang lemus. Nah, oleh karena itu kalau pertanian kita tangguh insyaallah negara kita aman. Ini menarik nih bahwa ya selain sektor pertambangan ya menurut Amran nih, Menteri Pertanian kita, Indonesia itu bisa juga maju dari hilirisasi di bidang pertanian, Guys. Karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif. Jadi, ya gampang dan jelas sih ini bahwa kalau negara-negara Eropa itu kan gak setiap saat lu bisa bercocok tanam di sana. Mereka ada musim salju, mereka ada bulan-bulan di mana sinar matahari itu enggak masuk atau bahkan cuman sedikit. Mereka ada bulan-bulan di mana tanah itu beku. Jadi, lu enggak bisa bercocok tanam. Nah, Indonesia kita dianugerahi secara alamiah bahwa kalau lu bertani di Indonesia, kita dapat sinar matahari itu penuh selama 12 bulan. Jadi, kita bisa bercocok tanam apapun selama 12 bulan. Sementara kalau lu berpikir ya, negara-negara maju rata-rata kan di global north. Jadi di negara di utara katolistiwa kayak Jepang, Cina, Kanada, Amerika ya, Skandinavia, Eropa ya. Mereka enggak bisa bercocok tanam 12 bulan penuh. So, ini adalah anugerah buat bangsa kita yang sebetulnya kita punya keunggulan komparatif. Kalau maju sektor pertanian kita, utamanya hilirisasi ini jadi jalan ya, ekonomi kita bisa bergerak sampai 57.000 triliun. Gua ulangin ya, 57.000 R triliun. Ini udah lebih besar dibanding valuasi bank BCA, bank terbesar di Indonesia yang nilainya cuman 1 kuadriliun. Artinya ini 57 kali lipat bank BCA. Hebat sih kalau jadi kenyataan. Dan dia kasih data yang menarik dan ini betul ini kenapa gua investasi di sektor pertanian juga karena ya saat COVID-19 kita diserang pandemi banyak sektor itu collaps ya. Utamanya sektor yang berhubungan dengan retail, FMCG itu banyak banget yang ambruk. Ya, mungkin beberapa yang naik itu sektor yang berhubungan dengan kesehatan. Jelas ya, orang takut mati. Tetapi ternyata di sini menurut Amran di era pandemi sektor pertanian tumbuh. Artinya ya kalau pertanian tangguh ya Indonesia ini bisa berjaya, Indonesia bisa tambah aman. Menarik. Gua setuju sih kalau dari sini semua yang dibilang kayaknya enggak ada yang salah ya secara logika. Akal sehat sih masuk akal semua yang dibilang. Next. di negara lain mungkin berdoa kalau kalau hujan dia ambil selimut tidur. Begitu kering kerontang baru keluar enggak ada hujan dia baru cari air. Kira-kira apa malaikat tidak marah melihat orang-orang begini? Tapi ee di sini ini sudah jadi ini ada 200.000 ini rancangan kita 1 juta hektar ini sudah jadi dulu apa masalahnya pendekatannya tidak holistik. Hulu hilir harus menggunakan teknologi tinggi. Diberitahu ini tidak mungkin kirim orang jutaan. Saya katakan itu dulu. sekarang digital. Jadi semua menggunakan teknologi tinggi. Nah, ini dipakai Bapak Presiden. Kita pakai drone nih. Transformasi pertanian tradisional menuju modern dan seluruh kluster yang kita bangun sejajar dengan Amerika dan ee China. Kami sejajarkan teknologinya. Anak-anak muda turun ada 27.000 orang. Nih kita lihat drone dipakai dan ada alatnya itu autonomous nih. Ini Bapak Presiden kaget beliau dulu tanam 25 orang 1 hektar per hari. Sekarang ini 25 hektar satu orang 1 hari. Itulah kecepatan teknologi. Nah, ini Bapak Presiden gunakan ini nanam 1 hari 25 hektar ini drone diterbangkan. Bapak Presiden tanya, "Kita bisa buat, Pak, ini produk kita semua ini." Kemudian alat tanam, alat panen nih, alat tanam nih. Ini enggak ada operatornya. Kita bisa lihat nih, jalan sendiri. Jadi bisa dari ee kantor gubernur bisa jarak 10 kilo bisa tanam. Bahkan pikiran saya nanti kami membayangkan Indonesia tanam panen olah langsung disajikan tinggal di meja tinggal kita makan. Panen juga diantar pulang. Jadi kita tinggal rutenya diperbaiki antar pulang ke rumah. Jadi tidak ada gerakan di lapangan. Ah itulah teknologi literasi digital. Oke ini menarik. Ini udah berulang kali gua ngomong sih sebenarnya dari bertahun-tahun lalu ya bahwa apa ya masalah hilirisasi pertanian kita karena memang pendekatannya enggak holistik. Hulu gerak sendiri, hilir main sendiri ya contoh konkritnya ya gampang aja. Kemarin kita udah suasembada pangan ya banyak petani kita panen raya tapi ternyata harga beras terus naik. Jadi di hulunya udah solve semua orang bisa nanam. Nanam hasilnya bagus panen. Tetapi di hilirnya harga beras kok naik. Jadi enggak nyambung nih hulu sama hilir. Ada banyak masalah yang masih harus diperbaikin dan seharusnya ya sekarang kan era makin canggih ya, teknologi juga makin baik. Seharusnya ini udah bisa dipermudah nih konsolidasi antara kegiatan yang kita lakukan di Hulu sama Hilir. Tapi masih banyak pun sampai detik ini yang ketidaksinkronan itu terjadi. Makanya gua yakin dan sangat optimis meskipun suasembada pangan berlangsung tapi harga pangan bakal terus naik. Enggak percaya? Lihat aja kondisi real di lapangan. gua yakin harga pangan masih akan terus naik setidaknya ya sampai ya beberapa bulan ke depan. Tapi gua udah yakin di semester 2 ini seharusnya apalagi kita sudah mulai impor ya impor kedelai, impor jagung, impor gandum dari Amerika Serikat. Semoga itu jadi kenyataan dan dia masuknya 0%. Logikanya sih seharusnya harga pangan itu makin terjangkau lagi. Dan ini enggak ada masalah. Iya. Kenapa? Karena komoditas-komoditas itu memang realitanya kita impor dan memang tidak bisa ditanam dikembangkan di Indonesia. Nah, satu yang menarik ya, satu hal yang wajib kita garis bawahi dan ini alasan kenapa gua sangat mendukung mekanisasi pertanian. Karena kalau lu lihat ya, petani-petani khususnya di Jawa itu enggak efisien. Satu petani itu cuman ngerjain lain 400 m, 500 m, 1000 m. Petak-petak kecil akibatnya apa? Biaya tinggi, miskin. Miskin. Karena enggak efisien. Di luar negeri ini gua ngobrol di Australia, satu petani di Australia itu bisa ngerjain lahan minimal 5.000 hektar. Gila enggak lu bayangin satu petani bisa mengelola 5.000 hektar di Indonesia enggak bisa. Kita belum secanggih itu. Ya sudahlah. Jadi di Indonesia tapi udah bisa upgrade. Satu petani mengerjakan 25 hektar sawah. Jadi 1 banding 25 satu petani mengerjakan 25 hektar sawah. Bisa enggak? Bisa pakai apa? Mekanisasi. Kalau zaman dulu lu harus cangkul cangkul cangkul buat menggemburkan lahan. Akibatnya apa? Satu manusia paling hebat, paling ngerjain dalam 1 hari ya 500 m juga udah hebat. Mungkin enggak bisa bahkan. Tapi zaman sekarang dengan lu menggunakan traktor mekanisasi pertanian satu petani dalam 1 hari mereka bukan ngerjain 500 m. Dalam 1 hari mereka bisa kerjakan bahkan sampai 2 sampai 3 hektar loh satu petani dengan menggunakan traktor. Belum kita bicara soal tebar pupuk, belum kita bicara soal panen. Ya, kalau lu manusia normal yang lu pakai panen lahan 1 hektar, lu butuh 20 orang, 30 orang. Realitanya seperti itu. Kita punya lahan 1 hektar di Kalimantan, nanam nanas. 1 hektar itu ada 50.000 buah. Lu bayangin 1 hektar 50.000 buah. So, ketika panen apa yang kita lakukan? Kita harus undang warga. So, 1 hektar butuh 20 sampai 30 orang setiap panen. Lu bayangin kalau ada 1000 hektar, puluhan ribu orang dibutuhkan. Nah, dengan teknologi ini contohnya di pertanian kita sudah punya namanya mekanisasi combine harvester. So, ketika jalan ini satu traktor bahkan enggak perlu ada pengemudi, mereka bisa bekerja nonstop. Enggak perlu takut kepanasan, kehujanan, jalan terus, panen, jalan terus, dan 1 hektar mereka bisa selesaikan enggak nyampai hitungan jam. So, ini salah satu metode dan pendekatan yang paling revolusioner yang harusnya sudah dilakukan dari Kementerian Pertanian sejak 30 tahun lalu. Karena di Jepang sudah seperti itu, di Cina sudah seperti itu. Tapi sekarang ya enggak ada kata terlambat ya. Sekarang kita sudah masuk ke era teknologi. Hopefully memang ini bisa dilakukan sehingga efisiensi kita makin tercapai. Satu petani bukan lagi ngerjain lahan 200 m, 1000 m kayak di Jawa. Enggak efisien, miskin. Iya. So, wajib kita mekanisasi, Pak. Gimana caranya satu petani bisa dapat lahan berhektar-hektar? Gampang. Yaitulah lu pentingnya lu pergi ke luar Jawa transmigrasi. Kerjain lahan di Papua, di Sulawesi, di Kalimantan, masuk ke sana. Negara bagi-bagi lahan itu buat lu olah. Manfaatkan dengan baik, olah lahannya. Jangan dibiarin nganggur. Dan gua sangat setuju dengan metode ini. Kenapa? Karena sekarang kita bisa tingkatkan produktivitas pertanian kita. Jangan cuma modal, pacul, pacul, pacul. Enggak. Mekanisasi wajib, Guys. Makanya jangan heran kalau Benix ya investasi di mekanisasi pertanian. Next. Kita lanjut hilirisasi. Ini waktunya terbatas. Harusnya 1 hari 1 malam ini ee ini dibatasi ini hilirisasi nanti Bapak Presiden perintahkan pada kami anggaran 371 triliun sudah beliau setujui. Hilirisasi semua yang demandnya tinggi, Kakau, Mente ee kemudian ee kopi dan seterusnya anggarannya sudah turun. Hari ini saya tanda tangan turun anggarannya 8 triliun, total 40 triliun. tadi di atas pesawat kami koreksi ee hari ini alhamdulillah ada anggaran pertanian 40 triliun dan pasti Pak Gubernur Jogja aku perhatikan tanpa proposal pun aku kirim. Kenapa ada hubungan emosional? Saya selalu nenek dulu ceritakan Jogja itu sebelum merdeka diceritakan di sini ada kota Daeng ee macam-macamlah. Kota Bugis. Nah, kemudian Bapak, Ibu sekalian kita lanjut ee hilirisasi. Kalau kita hilirisasi kelapa saja kita ekspor 20 triliun. Ini kelapa kalau kita hilirisasi itu hasilnya 10.000 kali lipat. Eh, sori 10.000% 100 kali lipat. Nah, kalau sekarang sekarang ini ekspor kita nilainya 20 triliun untuk kelapa kali 100 itu 2.000 triliun. Kalau seluruh komoditas ekspor kita yang kita kirim ke luar negeri itu kita hilirisasi katakanlah 20.000 atau 50.000 triliun dolar bisa 1 dolar Rp1.000 ke depan. Tapi ini harus dikerjakan dari sekarang. Dan saya tertarik diskusi tadi dengan Pak Gubernur yang paling sulit di republik ini adalah merubah mindset cara ber itu yang paling berat bukan tanam tanam itu kecil tapi merubah mental yang ee Pak Gubernur sampaikan tadi 89 Pak Gubernur ya 2000 dulu jelek banget Bapak mulai itu merubah mindset merah menjadi biru itu tidak gampang oke ini good news guys jadi ee gua enggak bahas soal pendanaan tapi baguslah kalau seandainya sudah bisa turun dana ratusan triliun di sini khususnya ya teman-teman tahu kita kan nanam coklat banyak skala besar di Jawa Tengah dan di Kalimantan kita juga tanam kakau dan kita khusus spesifik nanam di lan-lan yang di kredit so harapannya bisa juga sembari menyerap karbon jadi petani kita itu dapat dua keuntung guys good news nih guys buat kamu para investor saham yang mau bergabung di Benix Investor Group sekarang kita ada diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025 jadi kamu dapat diskon besar tadinya bayar Rp50 juta untuk setahun. Sekarang tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga loh. Karena cuma di Benix Investor Group kamu bisa datang investigasi langsung bareng Benix. Namanya Big Investigation. Seperti investigasi Benix di perusahaan kelapa sawit yang ada di Bangka Belitung, perusahaan yang ada di Sumatera, perusahaan yang ada di Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat akses langsung ketemu dengan direktur perusahaannya, ngobrol bareng sama manajemen perusahaannya, bahkan lihat langsung operasional perusahaannya seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu kan real. Jangan sampai lu investasi bodong, itu namanya beli kucing dalam karung. Makanya penting buat kalian bisa ikut di Big Investigation. Bukan cuman itu, Guys. Kita juga ada namanya Big Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi santai bareng Benix. Ada di Singapura, ada di Jakarta, ada di Semarang, di Jogja, di Bali, di mana-mana lah. Teman-teman bisa ikut buat ngobrol langsung tentang investasi kamu. Nah, buat Teman-teman yang enggak bisa hadir secara fisik, kita juga ada pertemuan online. Jadi, sebulan ada tiga kali every weekend live langsung sama Benix bisa tanya jawab langsung soal perjalanan investasi kamu. Kita juga ada sharing, kamu bisa dapat rekamannya, video-video edikasi khusus untuk Benix Investor Group. Nah, yang seru kita ada gala dinner. Next. Gala dinner itu di tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu harus segera daftar karena kita akan mengundang direktur dari perusahaan yang omset-nya ribuan triliun, Guys, buat berbagi ngobrol bareng gimana sih strategi investasinya di tengah perang tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten apa aja yang siap atau bahkan enggak siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa ada opportunity yang kita bisa dapat. Makanya penting banget buat kamu bisa join ke gala diner Benix setahun sekali kita adakan next gala dinner di tanggal 29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang pertama yang daftar sebelum 17 Agustus 2025. Segera kunjungi www.benix.id atau hubungi nomor yang ada di bawah ini 08113220886. Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu menjadi bagian dari komunitas saham paling seru di Indonesia bersama Benix Investor Group. Jadi, petani kita itu dapat dua keuntungan, Guys. Dari penjualan hasil pertaniannya kita tanam semangka, nanas, pisang, coklat, kopi, ya. mereka dapat hasil dari penjualan itu tentu dan mereka juga dapat bagi hasil dari penjualan karbon kita ya laki ya banyak perusahaan Jerman itu yang mau kerja sama dengan kita untuk beli hasil karbonnya kita. Nah itu juga salah satu produk sebetulnya hilirisasi yaitu apa? Carbon kredit. Satu yang penting di sini dia mention tentang hilirisasi kelapa. Kita sekarang itu banyak ngobrol soal ekspor bahan mentah. Menurut gua itu salah. Orang Cina ya itu banyak banget makan barang mentah kita. Teman-teman tahu harga kelapa itu sempat naik 20 kali lipat. Ibu-ibu di pasar sampai ngamuk, marah karena barang langka. Ke mana semuanya? Semuanya dikumpulin. Karena sekarang ada perusahaan di Cina lagi viral. Ini semacam kopi kenangan lah kalau di Indonesia. Jadi orang Cina itu ada merek sendiri namanya Lakin Coffee. Bertarung sama Starbucks, buka cabang puluhan ribu di China. Dan mereka memperkenalkan minuman baru yang namanya apa? Campuran antara susu kopi, dan kelapa. Lu bayangin minum kopi pakai santan. Jadi itu sekarang lagi jadi tren gaya hidup karena ternyata lebih sehat. Dan mereka melihat kelapa dari Indonesia itu jauh lebih baik dibandingkan dari kelapa dari negara lain. Kelapa dari Indonesia itu murni dari petani. Kalau dari negara lain itu enggak tahu dari mana. Bisa jadi bahannya juga enggak alami. Ya, gua udah menemukan beberapa kelapa dari luar negeri khususnya itu sebetulnya mengandung zat berat, logam berat seperti arsenik bahkan ada tima ada timbal itu mungkin sekali. Nah, kelapa kita most likely itu ditanam secara sporadis oleh petani-petani yang gua yakin sih enggak mampu beli pupuk yang aneh-aneh loh. Jadi memang nilai kelapa kita itu sangat tinggi. Tapi disayangkan kita cuman jual sebagai bahan mentah, Teman-teman. Bayangin ya kayak kelapa satu butir kelapa kita jual itu sebagai bahan mentah itu harganya paling Rp5.000. Tapi seandainya kelapa itu kita hilirisasi, kelapa itu bisa jadi VCO, virgin coconut oil. Kelapa itu bisa jadi minyak goreng. Kelapa itu bisa jadi tepung. Kelapa itu bisa jadi skim milk, kelapa itu bisa jadi coco shake. Jadi, begitu banyak turunannya yang nilainya itu berkali-kali lipat bahkan 100 kali lipat. Kalau menurut Menteri Amran ini baru kita ngomongin dari daging kelapanya loh. Dari airnya sendiri sebetulnya turunannya banyak ya. Bisa jadi nata coco kalau lu suka minum. Bisa jadi vinegar, bisa jadi kecap. Tempurungnya kalau kita olah lagi dibanding kita ekspor tempurung atau dibuang aja kayak sampah itu di luar negeri dihargai mahal ketika kita rubah tempurung itu menjadi arang. arang jadi briket, coco bricket bisa jadi coco pit buat media tanam dan bahkan bisa jadi karbon aktif. Karbon aktif ini harga yang paling mahal ya. Di beberapa perusahaan kimia di Jerman itu mereka menggunakan bahan baku kelapa itu sebagai zat karbon aktif obat-obatan mereka. Wih, menarik ya. Jadi dibanding kita ekspor dalam bentuk butiran murni di hargai sangat murah, paling cuman Rp3.000 per butir. Kalau per kilonya mungkin sekitar 1.000-an. Ada begitu banyak hal lain di hilirisasi yang kita bisa taruh meningkatkan value edit bagi produk ekspor kita. Jadi kita ngapain ekspor bahan mentah? Dan gua sangat setuju ini udah berulang kali gua bilang hilirisasi itu wajib guys. Jangan lagi Indonesia ekspor bahan mentah. Kita cuman dibodoh-bodohi mereka. Begitu sampai Cina, Cina olah itu airnya diolah sendiri jadi santannya mereka. Butir kelapanya diolah lagi jadi obat-obatan, diubah lagi jadi skim milk, jadi VCO dan lain sebagainya. Terus mereka ekspor ke Eropa, mereka ekspor ke Amerika. Mereka menikmati nilai tambahnya. Kenapa bukan kita? So, gua setuju banget, Guys, bahwa ya hilirisasi pertanian itu harga wajib. Kita jangan bodoh. Kita sudah bertahun-tahun dibodohi sama pejabat kita sendiri. Sekarang kita beruntung lah, udah mulai ada pemikiran di tingkat politisi kita, tingkat kementerian kita bahwa Indonesia harus masuk ke hilirisasi pertanian. FY aja, Guys, ya. Indonesia itu setahunnya itu bisa ekspor. Kita ngomong satu komoditas namanya kelapa itu bisa sampai 2 juta ton. artinya sekitar 2 miliar kg. Now bayangkan kalau seandainya valuasinya per kilo itu 1 dolar lah. Artinya kalau 2 juta ton dikali 1 dolar per kilo ya kita itu nilai ekonominya sekitar 2 billion dolar loh. So ini bukan bisnis yang kaleng-kaleng loh 2 billi dolar. Makanya gua yakin ya kalau memang Indonesia bisa masuk ke level hilirisasi ya betul multiplayer effect itu bakal banyak dan sangat menguntungkan ya bagi petani di Indonesia karena penciptaan lapangan kerjanya karenaara value edit-nya ya nilainya bisa sampai ribuan triliun. Nah tentunya ini kita diuntungkan karena apa ya terjadi perang dagang akan makin susah lagi bagi kompetitor-kompetitor kita masuk barang-barangnya ke Amerika Serikat kalau mereka kena tarif yang lebih tinggi dari kita. So ini very beneficial buat orang-orang mulai pindah ke Indonesia buka pabrik di sini. supaya mereka bisa lakukan hilirisasi bangun pabrik di Indonesia. Menarik ya. Nah, sebagian terakhir nih gua mau bahas soal dia bilang 1 dolar itu bisa 1000 perak. Gua harap itu tidak terjadi karena kalau udah jadi 1 dolar jadi 1000 perak, orang udah enggak tertarik lagi jadi eksportir. Orang akan lebih tertarik menjadi importir. Nah, di sini yang mungkin Amran harus sedikit belajar nih tentang makroekonomi. Karena lu bayangin ya, lu mau tadinya satu gelas ini kita ekspor nilainya DO R5.000 Eh, tiba-tiba besok dolar melemah, rupiah menguat terus. 1 dolar setara 1.000 perak. Gua tadinya bisa ekspor ini dapat duit Rp15.000 dong. Kan Rp15.000. Tiba-tiba gua ekspor ini 1 dolar jadi Rp1.000. Mau enggak? Gua enggak mau. Ngapain lagi gua jadi eksportir? Mendingan gua impor ini dari Cina. Iya dong, gua impor dari Cina, gua jual aja di sini. Ngapain lagi gua buka pabrik di Indonesia kalau seandainya enggak bisa ambil untung dari sisi kurs. Nah, ini yang harus mulai berpikir nih. Banyak menteri gagal paham tentang makroekonomi. Di sisi ini, Amran harus tahu kalau dia mau push hilirisasi. Dan gua sangat setuju mekanisasi hilirisasi petani Indonesia tanpa maju. Gua sangat setuju. Tapi harus dipikir artinya Indonesia harus menjadi negara berbasis produksi. Produksinya ke mana? ekspor. Kalau kita mau jadi negara berbasis ekspor, artinya rupiah itu bukan harus menguat, rupiah harus melemah. Simpel aja. Lu nyambung enggak dengan yang gua bilang? Kalau enggak nyambing, lu balik lagi belajar lagi deh. Dan ini sudah dicontohkan dengan baik dengan negara yang namanya Cina. Makanya dia memanipulasi mata uangnya. Kenapa orang tertarik bikin pabrik di Cina? Karena Cina artificially mereka melemahkan mata uangnya. Sehingga sampai kapanpun barang made inin Amerika enggak bakal laku di Cina. Karena nilai tukarnya sudah terlalu tinggi, mahal. sama kayak Indonesia. Indonesia kena tarif 0%, barang-barang dari Amerika Serikat masuk ke Indonesia 0%. Masalah enggak? Enggak masalah. Tetap mahal karena dari kurs saja sudah kalah jauh. Makanya kita harus manfaatkan itu karena nilai kurs kita sangat-sangat kecil, sangat-sangat lemah. Kita harus eksploitasi itu. Dan itu yang dilakukan Cina. Cina sangat marah kalau mata uangnya menguat. Cina tidak akan mau mata uangnya menguat. Indonesia dibutuh bodoh-bodohin. Indonesia dibikin, "Wah, rupiah melemah, negara hancur." Enggak. Indonesia kalau mau jadi negara maju harus berorientasi produksi, harus berorientasi ekspor. Dan kalau mau produk kita kompetitif di tingkat ekspor, rupiah kita justru harus melemah. Masuk enggak di akal lu? Itu belajar dari Cina. Dia lakukan segala cara supaya mata uangnya melemah, supaya dia bisa ekspor terus-terusan. Tetapi kenapa Pak Indonesia senang banget kalau Lupiah itu menguat? Karena Indonesia dibodoh-bodohi menjadi negara berbasis impor, bukan negara berbasis ekspor. Karena kita cintanya impor. Semua kita impor, gula kita impor, makanan kita impor, bensin, energi kita impor. Apa yang terjadi? Kita berharap supaya rupiah menguat. Karena kalau rupiah menguat Rp1.000 setara 1 dolar, artinya kita impor bensin makin murah atau makin mahal? Makin murah. Makanya orientasi Indonesia dibuat seolah-olah kita itu jadi budak. supaya terus impor, supaya terus cinta sama dolar, supaya terus senang kalau dengar kabar rupiah itu menguat supaya apa? Supaya lu terus bisa menikmati barang impor. Karena semua yang lu makan hari ini barang impor itu sebuah pembodohan. Tapi kalau kita pintar, kita akan lakukan seperti China lakukan. Push ekspornya, dorong ekspornya, lemahkan mata uang kita. Enggak ada masalah. Rupiah terus melemah, justru bagus produk kita makin kompetitif. Semoga lu ngerti ya pejabat-pejabat di atas sana. Next. Sekarang ada perubahan pola makan India dengan China, yaitu coconut milk yang dulunya susu bergeser. Dan yang menguntungkan Indonesia adalah karena tidak ee menguntung Indonesia di sana tidak bisa tumbuh kelapa. Di Eropa secil gini itu 34.000. Kami hitung 34.000. Kelapa mentah gini dijual Rp34.000 harganya. Nah, ke depan masa depannya nanti ada 6 komoditas, ada 13 komoditas. strategis tapi Anda menduk kita ee selesaikan ke depan. Kalau itu yang terjadi, kita lihat 600 triliun, coba kita lihat ekspor kita ini 600 triliun kalau kita kali 100 atau kali 50 saja itu R.000 triliun. Kalau ini bergerak di ujung kemudian di Indonesia bergerak seperti tadi 300.000 triliun Indonesia mencapai Indonesia emas dan bisa kita super power ke depan. Oke, ini gua setuju nih, Guys. Jadi di sini dibilang ada enam produk strategik. Kelapa sawit, karet, kakao, coklat, kelapa, kopi, dan lainnya, ya. Nah, di sini yang penting gua mau garis bawahin ini. Indonesia harus hati-hati. Kalau kita masuk ke hilirisasi pertanian, akan banyak yang tidak suka dengan Indonesia yang akan berusaha menghancurkan bisnis di Indonesia. Kenapa? Contoh paling gampang, hari ini lu tahu salah satu perusahaan coklat dan kopi terbesar di dunia namanya Nesley. Mereka lagi nebang pohon nih di Brazil. 2 juta hektar lahan di Brazil akan diproses dirubah jadi kebun coklat. Kenapa? Karena sekarang eksportir terbesar di dunia itu ada Ivoric Coast, Pantai Gading, ada Ghana, ada Nigeria, negara-negara Afrika lah yang sekarang itu dilanda krisis kering luar biasa. Apa yang terjadi? El Nino, Lanina banjir luar biasa dan mereka betul-betul tergoncang dengan namanya perubahan iklim. Nah, Indonesia negara yang diuntungkan sehingga di kemudian hari akan banyak pindah nih orderan coklat dan kopi bukan lagi dari Afrika tapi dari negara seperti Indonesia. Nah, salah satu negara yang menikmati juga adalah Brazil. Nah, Teman-teman bayangkan ya kalau Nesley aja udah sampai nebang pohon 2 juta hektar loh di Brazil, warga Brazil banyak yang happy, banyak yang akan kaya raya. Pertanyaannya, teman-teman harus siap. Akan jadi demonstrasi massal di Indonesia ketika mereka mendengar, oh ada 2 juta hektar lahan ditebang buat nanam sawit, buat nanam coklat, buat nanam kopi. Harusnya dipelihara aja pohon itu biar orang Singapura bisa menikmati oksigen gratis. Harusnya dipelihara aja pohon itu biar orang Australia bisa liburan jalan-jalan ke Indonesia menikmati pemandangan pohon udara yang bersih. Harusnya dibiarin aja pohon itu biar orang Eropa bisa menikmati udara gratis. Orang Indonesianya miskin, biarin aja. Orang Indonesia bodoh, biarin aja. Padahal realitanya orang-orang bule itu, perusahaan-perusahaan bule itu lagi sibuk nih nebangin pohon di Brazil 2 juta hektar. Makanya teman-teman jangan heran ya kalau Brazil itu udah membuat pernyataan bombasis di awal tahun 2025 ini bahwa mereka akan menjadi raja coklat di dunia. Menggulingkan Indonesia. Indonesia peringkat 3 hari ini digulingkan menggulingkan Ghana. Ghana peringkat dua hari ini dan menggulingkan Ivoric Pantai Gading yang peringkat satu hari ini. Jadi Brazil sudah punya mimpi besar. Dia sudah bikin tanda tangan luar biasa dengan perusahaan coklat besar dari Swiss, dari Belanda, dari Eropa. Bahwa mereka siap membantu Brazil menjadi negara kaya raya dari hilirisasi pertanian. Menarik nih, Guys. Indonesia apa mau jadi penonton lagi sekarang atau memang udah saatnya kita buka kebon puluhan juta hektar dibanding itu nganggur aja enggak ada kebermanfaatan bagi kita semua. Gimana menurut lu? Next. Contoh kecil terakhir nih. Kakau kakau kita dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara. Mente Sulawesi Tenggara bahas Kakau nih. Dari Jawa Timur ee Mente Kakau kita kemudian diekspor ke Singapura. Hasilnya apa? Setelah diulek naik 38 kali lipat. Modalnya Singapura cuma ulek ulek diputar gini dan bangga orang Indonesia di Changi itu 38 kali lipat. Kami rintis, kami sudah siapkan anggaran sekitar 4 apa 7 triliun untuk membangun hilirisasi. Dan yang mengulek nanti ke depan adalah Indonesia. Semua komoditas kita ulek di dikelola di Indonesia. Inilah persoalan kita. Tetapi harus konsisten. Kalau ini tidak konsisten, Indonesia jadi pocok-pocok. dua kali maju, dua kali mundur. Jadi di sini ternyata sudah dibahas juga yang gua bilang tadi ya di awal di Cina itu lagi terjadi pola perubahan lifestyle konsumsi makanan mereka. Dulu mereka wajib minum susu tiap hari. Sekarang mereka wajib minum coconut milk, susu kelapa. Nah, ini menguntungkan Indonesia juga nih karena ya kelapa enggak bisa tumbuh di Cina. Tapi dia tadi dia bilang kelapa enggak bisa tumbuh di India. Gua rasa dia salah juga mungkin keselip lidah karena sebetulnya India itu eksportir kelapa nomor terbesar nomor tiga di dunia. Logis aja ya karena mereka juga dilewati garis katolistiwa kayak Indonesia. Nah, tapi Indonesia poin pentingnya adalah ya kita salah satu eksportir terbesar kelapa di dunia. Karena di tahun 2022 aja ya kita udah bisa produksi ya lebih dari 17 juta ton. Terus tahun lalu bisa sampai 20 di atas 20 juta ton. So memang strategis sekali ya kalau kita bisa capai hilirisasi pertanian ini. Dia tadi ambil contoh Kakao, ternyata diambil contoh tuh yang kita sempat bahas Kakau sama MT. Eh Indonesia cuman produksi doang kita ekspor bahan mentah di sana diulek-ulek nilainya 36 kali lipat. Ini benar sih, berkali-kali lipat lebih mahal. Mungkin di sini sedikit masukan dari gua. Menteri Amran dapat data enggak pas nih, R26.000 per kilo enggak ada sih. Faktanya ya, hari ini harga coklat di Indonesia di atas Rp100.000 per kilo. Kalau di bawah itu yang belum difermentasi kering itu ya mungkin bisa dapat R90 atau Rp80.000 per kilo. Tapi gua enggak pernah ketemu. Ada petani coklat mau jual di harga Rp26.000 per kilo. Enggak, gua enggak pernah ketemu. Enggak mungkin. Nah, tapi kalau dihilirisasi apakah betul bisa naik jadi R1 juta per kilo? Ini valid. Setiap kita pergi ya ke luar negeri bawa oleh-oleh pasti coklat. Rata-rata kalau dari Singapura itu harga per 100 gr aja itu bisa sampai 300.000 per 100 gr. Berarti kan kalau 1 kilo itu setara Rp3 juta. Jadi betul ada peningkatan berkali-kali lipat kalau kita lakukan hilirisasi di sektor pertanian. Salah satu contohnya apa tadi? Kakau, coklat, mete. Kenapa enggak kita lakukan itu di sini? Gak mesti produk jadinya lah, at least setengah jadinya ya ke Kaix ini. Karena lu harus bertanya-tanya ya, lu tahu enggak sih banyak loh perusahaan coklat besar dunia bahkan Eropa mereka enggak mau berkantor di Indonesia, mereka malah berkantor di Singapura. Contoh, pabrik pengolahan coklat dan fasilitas riset laboratorium coklat yang terbesar di dunia seperti Berry Calabout, perusahaan Swiss seperti Mondeles Internasional ya ini pemilik merek Katburi, Tobleron, bahkan perusahaan Nesley dan Mars mereka lebih memilih berkantor di Singapura. Akibatnya apa? Ya, Singapura tambah kaya raya. Mereka menikmati pertumbuhan 38 kali lipat itu dari sumber daya alam yang dari tanah kita, pupuk kita, oksigen kita, kita yang disuruh merawat itu, petani kita gajinya kecil, miskin. Eh, ketika nilainya naik berkali-kali lipat, yang menikmati adalah perusahaan-perusahaan besar yang berkantor di Singapura. Itu menurut gua aneh. Aneh enggak? Ya, kalau menurut lu aneh, berarti kita harus dukung terjadinya hilirisasi di Indonesia supaya ya Indonesia enggak lagi-lagi cuma jadi penonton, penyedia lahan, deforestasi hutan. kita yang melakukan itu semua yang menikmati hasilnya hmm malah perusahaan asing yang berkantor di Singapura. So, gua sangat setuju dengan Menteri Amran kalau kita mulai harus berpikir untuk memajukan industri hilirisasi pertanian di Indonesia. Nah, buat teman-teman gimana menurut kamu sendiri mungkin enggak sih Indonesia bisa menjadi pusat hilirisasi pertanian terbesar di dunia dan bisa menikmati pertumbuhan itu dan caranya gimana guys? Karena kita baru mau gerak sedikit aja di demo. Gerak sedikit aja di demo. Buka lahan. Ya, Indonesia harus jadi eksportir terbesar di dunia. Coklat. Nanti di demo. Kenapa harus tebang pohon? Ya, lu kira nanam coklat enggak di tanah melayang gitu ya kan. Enggak. Udah pasti lu tebang pohon. Lu kira mau ekspor sawit lu enggak buka lahan. Lu kira mau ekspor kopi, lu kan suka minum kopi. Lu kira kopi itu ditanam di atas air laut, kan? Enggak. Di tanah butuh lahan. Itu udah konsekuensinya. Lu lebih setuju mana sebetulnya? Kemarin orang bilang Benix mendukung pertambangan. Padahal Indonesia sumber daya lain banyak. Tanem aja coklat, tanam aja kopi. E sekarang gua kasih contoh deforestasi juga, tebang pohon juga. Siap enggak lu? Entar dikomplain lagi, diadu domba lagi lu sama LSM asing. Lu kerjanya kena makan aja propaganda asing. Giliran negara lain sudah siap-siap jadi negara maju. Brazil siap jadi negara maju. Kalau kita enggak begitu move on, Indonesia selamanya jadi budak Swiss. Indonesia jadi budak Singapura. Kenapa? Ya karena kita tidak mau memajukan sektor pertanian kita. Karena baru gerak dikit diemo, gerak dikit diemo. Lu kira LSM masing gratisan ke Indonesia. Lu kira mereka enggak enggak perlu digaji? Lu pernah bertanya enggak sih mereka terima duit dari mana? Hati-hati lu makan propaganda asing. So menurut kalian gimana, Guys? Lu setuju enggak Indonesia menjadi eksportir handal di bidang pertanian? Tadi ada coklat, kopi, kelapa, kelapa sawit dan lain sebagainya. Atau sebaiknya kita jadi penonton aja udah ekspor aja bahan baku kan orang Indonesia biar aja tetap bodoh dan miskin dan yang menikmati kekayaan itu orang Singapura atau lu lebih setuju kita fokus buka skala besar buka laboratorium riset di sini dan siapkan Indonesia menjadi negara yang siap menggunakan teknologi tinggi di hilirisasi pertaniannya dan karena ini channel investasi tentu arahnya lu sudah tahu dong ke mana. Kalau hilirisasi ini menjadi kenyataan, siapa sih pihak yang paling diuntungkan? Tentul sudah tahu dong jawabannya apa? Ayo segera tulis jawaban kamu dan komentar kamu terkait pandangan Amran ya tentang prospek bisnis pertanian Indonesia di bawah ini. Ditunggu ya saran dan komentar kalian. Jangan lupa subscribe sekarang juga karena ada 50% loh penonton Benix yang belum subscribe. So, lu buruan subscribe. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories