Transcript
bh7CPr7N4e0 • WHAT KIND OF THINKING IS THIS! Minister Amran 1 Dollar = Rp 1000?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0407_bh7CPr7N4e0.txt
Kind: captions
Language: id
Good News Indonesia. Akhirnya kita dapat
berita baik luar biasa dari Kementerian
Pertanian. Jadi buat teman-teman yang
belum tahu ya, akhirnya ada juga loh di
Indonesia pejabat yang berani bicara
soal dolar. Nah, di sini ada Menteri
Pertanian Indonesia. Dia bilang bahwa
dia yakin 1 dolar akan menjadi Rp1.000.
Kok bisa ya? Ini bener apa hoak sih
sebenarnya? So, kalau lu penasaran
jangan dikip video ini. Let's check this
out.
Nah, ini video kiriman ya dari
teman-teman yang ikut di rapat
koordinasi. Gua enggak tahu sih rapat
koordinasi apa. Kayaknya berhubungan
dengan ketahanan pangan kali ya di
wilayah Yogyakarta. So, kita sama-sama
cek yuk sebetulnya ada berita apa sih
yang viral dari sana kok sampai kita
disuruh bahas video ini. Bulan dong, Om
Ben. Bahas video 1 dolar setara 1000
perak. Gimana caranya? play.
Kita ingin hilirisasi masa depan
Indonesia ada di pertanian. Kenapa?
Keunggulan komparatif kita itu ada
sektor pertanian karena bisa bercocok
tanam 12 bulan. Kalau di negara itu
enggak bisa. Di negara eh katakanlah
European countries itu enggak bisa.
Kelapa pun tidak bisa tumbuh. Dan dia
bisa bercocok tanam itu 6 bulan, 8 bulan
karena ada musim salju. Indonesia 12
bulan sumber dayanya melimpah, airnya
melimpah dan seterusnya. Nah, ini kita
gerakkan kalau ini sesuai BPS. Kalau
sektor pertanian bergerak R900 triliun
itu ekonomi bergerak 57.000
triliun. Kalau ini kita bisa naikkan 5
kali lipat itu berarti bisa bergerak 270
triliun. Nanti uang bergerak di ee di
republik ini. Karena kita di hulu
prosesing transportasi, kemudian
pestisida, sarana produksi dan
seterusnya.
Nah, ini kelihatan pertanian tangguh.
Kenapa? Di saat COVID-19
itu hanya pertanian yang tumbuh yang
lemus. Nah, oleh karena itu kalau
pertanian kita tangguh insyaallah negara
kita aman.
Ini menarik nih bahwa ya selain sektor
pertambangan ya menurut Amran nih,
Menteri Pertanian kita, Indonesia itu
bisa juga maju dari hilirisasi di bidang
pertanian, Guys. Karena Indonesia
memiliki keunggulan komparatif. Jadi, ya
gampang dan jelas sih ini bahwa kalau
negara-negara Eropa itu kan gak setiap
saat lu bisa bercocok tanam di sana.
Mereka ada musim salju, mereka ada
bulan-bulan di mana sinar matahari itu
enggak masuk atau bahkan cuman sedikit.
Mereka ada bulan-bulan di mana tanah itu
beku. Jadi, lu enggak bisa bercocok
tanam. Nah, Indonesia kita dianugerahi
secara alamiah bahwa kalau lu bertani di
Indonesia, kita dapat sinar matahari itu
penuh selama 12 bulan. Jadi, kita bisa
bercocok tanam apapun selama 12 bulan.
Sementara kalau lu berpikir ya,
negara-negara maju rata-rata kan di
global north. Jadi di negara di utara
katolistiwa kayak Jepang, Cina, Kanada,
Amerika ya, Skandinavia, Eropa ya.
Mereka enggak bisa bercocok tanam 12
bulan penuh. So, ini adalah anugerah
buat bangsa kita yang sebetulnya kita
punya keunggulan komparatif. Kalau maju
sektor pertanian kita, utamanya
hilirisasi ini jadi jalan ya, ekonomi
kita bisa bergerak sampai 57.000
triliun. Gua ulangin ya, 57.000 R
triliun. Ini udah lebih besar dibanding
valuasi bank BCA, bank terbesar di
Indonesia yang nilainya cuman 1
kuadriliun. Artinya ini 57 kali lipat
bank BCA. Hebat sih kalau jadi
kenyataan. Dan dia kasih data yang
menarik dan ini betul ini kenapa gua
investasi di sektor pertanian juga
karena ya saat COVID-19 kita diserang
pandemi banyak sektor itu collaps ya.
Utamanya sektor yang berhubungan dengan
retail, FMCG itu banyak banget yang
ambruk. Ya, mungkin beberapa yang naik
itu sektor yang berhubungan dengan
kesehatan. Jelas ya, orang takut mati.
Tetapi ternyata di sini menurut Amran di
era pandemi sektor pertanian tumbuh.
Artinya ya kalau pertanian tangguh ya
Indonesia ini bisa berjaya, Indonesia
bisa tambah aman. Menarik. Gua setuju
sih kalau dari sini semua yang dibilang
kayaknya enggak ada yang salah ya secara
logika. Akal sehat sih masuk akal semua
yang dibilang. Next. di negara lain
mungkin berdoa kalau kalau hujan dia
ambil selimut tidur. Begitu kering
kerontang baru keluar enggak ada hujan
dia baru cari air. Kira-kira apa
malaikat tidak marah melihat orang-orang
begini? Tapi ee di sini ini sudah jadi
ini ada 200.000 ini rancangan kita 1
juta hektar ini sudah jadi dulu apa
masalahnya pendekatannya tidak holistik.
Hulu hilir harus menggunakan teknologi
tinggi. Diberitahu ini tidak mungkin
kirim orang jutaan. Saya katakan itu
dulu. sekarang digital. Jadi semua
menggunakan teknologi tinggi. Nah, ini
dipakai Bapak Presiden. Kita pakai drone
nih. Transformasi pertanian tradisional
menuju modern dan seluruh kluster yang
kita bangun sejajar dengan Amerika dan
ee China. Kami sejajarkan teknologinya.
Anak-anak muda turun ada 27.000 orang.
Nih kita lihat drone dipakai dan ada
alatnya itu autonomous nih. Ini Bapak
Presiden kaget beliau dulu tanam 25
orang 1 hektar per hari. Sekarang ini 25
hektar satu orang 1 hari. Itulah
kecepatan teknologi. Nah, ini Bapak
Presiden gunakan ini nanam 1 hari 25
hektar ini drone diterbangkan. Bapak
Presiden tanya, "Kita bisa buat, Pak,
ini produk kita semua ini." Kemudian
alat tanam, alat panen nih, alat tanam
nih. Ini enggak ada operatornya. Kita
bisa lihat nih, jalan sendiri. Jadi bisa
dari ee kantor gubernur bisa jarak 10
kilo bisa tanam. Bahkan pikiran saya
nanti kami membayangkan Indonesia tanam
panen olah langsung disajikan tinggal di
meja tinggal kita makan. Panen juga
diantar pulang. Jadi kita tinggal
rutenya diperbaiki antar pulang ke
rumah. Jadi tidak ada gerakan di
lapangan. Ah itulah teknologi literasi
digital.
Oke ini menarik. Ini udah berulang kali
gua ngomong sih sebenarnya dari
bertahun-tahun lalu ya bahwa apa ya
masalah hilirisasi pertanian kita karena
memang pendekatannya enggak holistik.
Hulu gerak sendiri, hilir main sendiri
ya contoh konkritnya ya gampang aja.
Kemarin kita udah suasembada pangan ya
banyak petani kita panen raya tapi
ternyata harga beras terus naik. Jadi di
hulunya udah solve semua orang bisa
nanam. Nanam hasilnya bagus panen.
Tetapi di hilirnya harga beras kok naik.
Jadi enggak nyambung nih hulu sama
hilir. Ada banyak masalah yang masih
harus diperbaikin dan seharusnya ya
sekarang kan era makin canggih ya,
teknologi juga makin baik. Seharusnya
ini udah bisa dipermudah nih konsolidasi
antara kegiatan yang kita lakukan di
Hulu sama Hilir. Tapi masih banyak pun
sampai detik ini yang ketidaksinkronan
itu terjadi. Makanya gua yakin dan
sangat optimis meskipun suasembada
pangan berlangsung tapi harga pangan
bakal terus naik. Enggak percaya? Lihat
aja kondisi real di lapangan. gua yakin
harga pangan masih akan terus naik
setidaknya ya sampai ya beberapa bulan
ke depan. Tapi gua udah yakin di
semester 2 ini seharusnya apalagi kita
sudah mulai impor ya impor kedelai,
impor jagung, impor gandum dari Amerika
Serikat. Semoga itu jadi kenyataan dan
dia masuknya 0%. Logikanya sih
seharusnya harga pangan itu makin
terjangkau lagi. Dan ini enggak ada
masalah. Iya. Kenapa? Karena
komoditas-komoditas itu memang
realitanya kita impor dan memang tidak
bisa ditanam dikembangkan di Indonesia.
Nah, satu yang menarik ya, satu hal yang
wajib kita garis bawahi dan ini alasan
kenapa gua sangat mendukung mekanisasi
pertanian. Karena kalau lu lihat ya,
petani-petani khususnya di Jawa itu
enggak efisien. Satu petani itu cuman
ngerjain lain 400 m, 500 m, 1000 m.
Petak-petak kecil akibatnya apa? Biaya
tinggi, miskin. Miskin. Karena enggak
efisien. Di luar negeri ini gua ngobrol
di Australia, satu petani di Australia
itu bisa ngerjain lahan minimal 5.000
hektar. Gila enggak lu bayangin satu
petani bisa mengelola 5.000 hektar di
Indonesia enggak bisa. Kita belum
secanggih itu. Ya sudahlah. Jadi di
Indonesia tapi udah bisa upgrade. Satu
petani mengerjakan 25 hektar sawah. Jadi
1 banding 25 satu petani mengerjakan 25
hektar sawah. Bisa enggak? Bisa pakai
apa? Mekanisasi. Kalau zaman dulu lu
harus cangkul cangkul cangkul buat
menggemburkan lahan. Akibatnya apa? Satu
manusia paling hebat, paling ngerjain
dalam 1 hari ya 500 m juga udah hebat.
Mungkin enggak bisa bahkan. Tapi zaman
sekarang dengan lu menggunakan traktor
mekanisasi pertanian satu petani dalam 1
hari mereka bukan ngerjain 500 m. Dalam
1 hari mereka bisa kerjakan bahkan
sampai 2 sampai 3 hektar loh satu petani
dengan menggunakan traktor. Belum kita
bicara soal tebar pupuk, belum kita
bicara soal panen. Ya, kalau lu manusia
normal yang lu pakai panen lahan 1
hektar, lu butuh 20 orang, 30 orang.
Realitanya seperti itu. Kita punya lahan
1 hektar di Kalimantan, nanam nanas. 1
hektar itu ada 50.000 buah. Lu bayangin
1 hektar 50.000 buah. So, ketika panen
apa yang kita lakukan? Kita harus undang
warga. So, 1 hektar butuh 20 sampai 30
orang setiap panen. Lu bayangin kalau
ada 1000 hektar, puluhan ribu orang
dibutuhkan. Nah, dengan teknologi ini
contohnya di pertanian kita sudah punya
namanya mekanisasi combine harvester.
So, ketika jalan ini satu traktor bahkan
enggak perlu ada pengemudi, mereka bisa
bekerja nonstop. Enggak perlu takut
kepanasan, kehujanan, jalan terus,
panen, jalan terus, dan 1 hektar mereka
bisa selesaikan enggak nyampai hitungan
jam. So, ini salah satu metode dan
pendekatan yang paling revolusioner yang
harusnya sudah dilakukan dari
Kementerian Pertanian sejak 30 tahun
lalu. Karena di Jepang sudah seperti
itu, di Cina sudah seperti itu. Tapi
sekarang ya enggak ada kata terlambat
ya. Sekarang kita sudah masuk ke era
teknologi. Hopefully memang ini bisa
dilakukan sehingga efisiensi kita makin
tercapai. Satu petani bukan lagi
ngerjain lahan 200 m, 1000 m kayak di
Jawa. Enggak efisien, miskin. Iya. So,
wajib kita mekanisasi, Pak. Gimana
caranya satu petani bisa dapat lahan
berhektar-hektar? Gampang. Yaitulah lu
pentingnya lu pergi ke luar Jawa
transmigrasi. Kerjain lahan di Papua, di
Sulawesi, di Kalimantan, masuk ke sana.
Negara bagi-bagi lahan itu buat lu olah.
Manfaatkan dengan baik, olah lahannya.
Jangan dibiarin nganggur. Dan gua sangat
setuju dengan metode ini. Kenapa? Karena
sekarang kita bisa tingkatkan
produktivitas pertanian kita. Jangan
cuma modal, pacul, pacul, pacul. Enggak.
Mekanisasi wajib, Guys. Makanya jangan
heran kalau Benix ya investasi di
mekanisasi pertanian. Next.
Kita lanjut hilirisasi. Ini waktunya
terbatas. Harusnya 1 hari 1 malam ini ee
ini dibatasi ini hilirisasi nanti Bapak
Presiden perintahkan pada kami anggaran
371 triliun sudah beliau setujui.
Hilirisasi semua yang demandnya tinggi,
Kakau, Mente ee kemudian ee kopi dan
seterusnya anggarannya sudah turun. Hari
ini saya tanda tangan turun anggarannya
8 triliun, total 40 triliun. tadi di
atas pesawat kami koreksi ee hari ini
alhamdulillah ada anggaran pertanian 40
triliun dan pasti Pak Gubernur Jogja aku
perhatikan tanpa proposal pun aku kirim.
Kenapa ada hubungan emosional? Saya
selalu nenek dulu ceritakan Jogja
itu sebelum merdeka diceritakan di sini
ada kota Daeng ee macam-macamlah. Kota
Bugis. Nah, kemudian Bapak, Ibu sekalian
kita lanjut ee hilirisasi. Kalau kita
hilirisasi kelapa saja kita ekspor 20
triliun. Ini kelapa kalau kita
hilirisasi itu hasilnya 10.000 kali
lipat. Eh, sori 10.000% 100 kali lipat.
Nah, kalau sekarang sekarang ini ekspor
kita nilainya 20 triliun untuk kelapa
kali 100 itu 2.000 triliun. Kalau
seluruh komoditas ekspor kita yang kita
kirim ke luar negeri itu kita hilirisasi
katakanlah 20.000 atau 50.000 triliun
dolar bisa 1 dolar Rp1.000 ke depan.
Tapi ini harus dikerjakan dari sekarang.
Dan saya tertarik diskusi tadi dengan
Pak Gubernur yang paling sulit di
republik ini adalah merubah mindset cara
ber itu yang paling berat bukan tanam
tanam itu kecil tapi merubah mental yang
ee Pak Gubernur sampaikan tadi 89 Pak
Gubernur ya 2000 dulu jelek banget Bapak
mulai itu merubah mindset merah menjadi
biru itu tidak gampang
oke ini good news guys jadi ee gua
enggak bahas soal pendanaan tapi
baguslah kalau seandainya sudah bisa
turun dana ratusan triliun di sini
khususnya ya teman-teman tahu kita kan
nanam coklat banyak skala besar di Jawa
Tengah dan di Kalimantan kita juga tanam
kakau dan kita khusus spesifik nanam di
lan-lan yang di kredit so harapannya
bisa juga sembari menyerap karbon jadi
petani kita itu dapat dua keuntung guys
good news nih guys buat kamu para
investor saham yang mau bergabung di
Benix Investor Group sekarang kita ada
diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang
pertama yang mendaftar sebelum 17
Agustus 2025 jadi kamu dapat diskon
besar tadinya bayar Rp50 juta untuk
setahun. Sekarang tinggal R1 jutaan
saja. So, tunggu apaagi? Segera
daftarkan dirimu sekarang juga loh.
Karena cuma di Benix Investor Group kamu
bisa datang investigasi langsung bareng
Benix. Namanya Big Investigation.
Seperti investigasi Benix di perusahaan
kelapa sawit yang ada di Bangka
Belitung, perusahaan yang ada di
Sumatera, perusahaan yang ada di
Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat
akses langsung ketemu dengan direktur
perusahaannya, ngobrol bareng sama
manajemen perusahaannya, bahkan lihat
langsung operasional perusahaannya
seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu
kan real. Jangan sampai lu investasi
bodong, itu namanya beli kucing dalam
karung. Makanya penting buat kalian bisa
ikut di Big Investigation. Bukan cuman
itu, Guys. Kita juga ada namanya Big
Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng
santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi
santai bareng Benix. Ada di Singapura,
ada di Jakarta, ada di Semarang, di
Jogja, di Bali, di mana-mana lah.
Teman-teman bisa ikut buat ngobrol
langsung tentang investasi kamu. Nah,
buat Teman-teman yang enggak bisa hadir
secara fisik, kita juga ada pertemuan
online. Jadi, sebulan ada tiga kali
every weekend live langsung sama Benix
bisa tanya jawab langsung soal
perjalanan investasi kamu. Kita juga ada
sharing, kamu bisa dapat rekamannya,
video-video edikasi khusus untuk Benix
Investor Group. Nah, yang seru kita ada
gala dinner. Next. Gala dinner itu di
tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu
harus segera daftar karena kita akan
mengundang direktur dari perusahaan yang
omset-nya ribuan triliun, Guys, buat
berbagi ngobrol bareng gimana sih
strategi investasinya di tengah perang
tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten
apa aja yang siap atau bahkan enggak
siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa
ada opportunity yang kita bisa dapat.
Makanya penting banget buat kamu bisa
join ke gala diner Benix setahun sekali
kita adakan next gala dinner di tanggal
29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat
ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang
pertama yang daftar sebelum 17 Agustus
2025. Segera kunjungi www.benix.id atau
hubungi nomor yang ada di bawah ini
08113220886.
Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu
menjadi bagian dari komunitas saham
paling seru di Indonesia bersama Benix
Investor Group. Jadi, petani kita itu
dapat dua keuntungan, Guys. Dari
penjualan hasil pertaniannya kita tanam
semangka, nanas, pisang, coklat, kopi,
ya. mereka dapat hasil dari penjualan
itu tentu dan mereka juga dapat bagi
hasil dari penjualan karbon kita ya laki
ya banyak perusahaan Jerman itu yang mau
kerja sama dengan kita untuk beli hasil
karbonnya kita. Nah itu juga salah satu
produk sebetulnya hilirisasi yaitu apa?
Carbon kredit. Satu yang penting di sini
dia mention tentang hilirisasi kelapa.
Kita sekarang itu banyak ngobrol soal
ekspor bahan mentah. Menurut gua itu
salah. Orang Cina ya itu banyak banget
makan barang mentah kita. Teman-teman
tahu harga kelapa itu sempat naik 20
kali lipat. Ibu-ibu di pasar sampai
ngamuk, marah karena barang langka. Ke
mana semuanya? Semuanya dikumpulin.
Karena sekarang ada perusahaan di Cina
lagi viral. Ini semacam kopi kenangan
lah kalau di Indonesia. Jadi orang Cina
itu ada merek sendiri namanya Lakin
Coffee. Bertarung sama Starbucks, buka
cabang puluhan ribu di China. Dan mereka
memperkenalkan minuman baru yang namanya
apa? Campuran antara susu kopi, dan
kelapa. Lu bayangin minum kopi pakai
santan. Jadi itu sekarang lagi jadi tren
gaya hidup karena ternyata lebih sehat.
Dan mereka melihat kelapa dari Indonesia
itu jauh lebih baik dibandingkan dari
kelapa dari negara lain. Kelapa dari
Indonesia itu murni dari petani. Kalau
dari negara lain itu enggak tahu dari
mana. Bisa jadi bahannya juga enggak
alami. Ya, gua udah menemukan beberapa
kelapa dari luar negeri khususnya itu
sebetulnya mengandung zat berat, logam
berat seperti arsenik bahkan ada tima
ada timbal itu mungkin sekali. Nah,
kelapa kita most likely itu ditanam
secara sporadis oleh petani-petani yang
gua yakin sih enggak mampu beli pupuk
yang aneh-aneh loh. Jadi memang nilai
kelapa kita itu sangat tinggi. Tapi
disayangkan kita cuman jual sebagai
bahan mentah, Teman-teman. Bayangin ya
kayak kelapa satu butir kelapa kita jual
itu sebagai bahan mentah itu harganya
paling Rp5.000. Tapi seandainya kelapa
itu kita hilirisasi, kelapa itu bisa
jadi VCO, virgin coconut oil. Kelapa itu
bisa jadi minyak goreng. Kelapa itu bisa
jadi tepung. Kelapa itu bisa jadi skim
milk, kelapa itu bisa jadi coco shake.
Jadi, begitu banyak turunannya yang
nilainya itu berkali-kali lipat bahkan
100 kali lipat. Kalau menurut Menteri
Amran ini baru kita ngomongin dari
daging kelapanya loh. Dari airnya
sendiri sebetulnya turunannya banyak ya.
Bisa jadi nata coco kalau lu suka minum.
Bisa jadi vinegar, bisa jadi kecap.
Tempurungnya kalau kita olah lagi
dibanding kita ekspor tempurung atau
dibuang aja kayak sampah itu di luar
negeri dihargai mahal ketika kita rubah
tempurung itu menjadi arang. arang jadi
briket, coco bricket bisa jadi coco pit
buat media tanam dan bahkan bisa jadi
karbon aktif. Karbon aktif ini harga
yang paling mahal ya. Di beberapa
perusahaan kimia di Jerman itu mereka
menggunakan bahan baku kelapa itu
sebagai zat karbon aktif obat-obatan
mereka. Wih, menarik ya. Jadi dibanding
kita ekspor dalam bentuk butiran murni
di hargai sangat murah, paling cuman
Rp3.000 per butir. Kalau per kilonya
mungkin sekitar 1.000-an. Ada begitu
banyak hal lain di hilirisasi yang kita
bisa taruh meningkatkan value edit bagi
produk ekspor kita. Jadi kita ngapain
ekspor bahan mentah? Dan gua sangat
setuju ini udah berulang kali gua bilang
hilirisasi itu wajib guys. Jangan lagi
Indonesia ekspor bahan mentah. Kita
cuman dibodoh-bodohi mereka. Begitu
sampai Cina, Cina olah itu airnya diolah
sendiri jadi santannya mereka. Butir
kelapanya diolah lagi jadi obat-obatan,
diubah lagi jadi skim milk, jadi VCO dan
lain sebagainya. Terus mereka ekspor ke
Eropa, mereka ekspor ke Amerika. Mereka
menikmati nilai tambahnya. Kenapa bukan
kita? So, gua setuju banget, Guys, bahwa
ya hilirisasi pertanian itu harga wajib.
Kita jangan bodoh. Kita sudah
bertahun-tahun dibodohi sama pejabat
kita sendiri. Sekarang kita beruntung
lah, udah mulai ada pemikiran di tingkat
politisi kita, tingkat kementerian kita
bahwa Indonesia harus masuk ke
hilirisasi pertanian. FY aja, Guys, ya.
Indonesia itu setahunnya itu bisa
ekspor. Kita ngomong satu komoditas
namanya kelapa itu bisa sampai 2 juta
ton. artinya sekitar 2 miliar kg. Now
bayangkan kalau seandainya valuasinya
per kilo itu 1 dolar lah. Artinya kalau
2 juta ton dikali 1 dolar per kilo ya
kita itu nilai ekonominya sekitar 2
billion dolar loh. So ini bukan bisnis
yang kaleng-kaleng loh 2 billi dolar.
Makanya gua yakin ya kalau memang
Indonesia bisa masuk ke level hilirisasi
ya betul multiplayer effect itu bakal
banyak dan sangat menguntungkan ya bagi
petani di Indonesia karena penciptaan
lapangan kerjanya karenaara value
edit-nya ya nilainya bisa sampai ribuan
triliun. Nah tentunya ini kita
diuntungkan karena apa ya terjadi perang
dagang akan makin susah lagi bagi
kompetitor-kompetitor kita masuk
barang-barangnya ke Amerika Serikat
kalau mereka kena tarif yang lebih
tinggi dari kita. So ini very beneficial
buat orang-orang mulai pindah ke
Indonesia buka pabrik di sini. supaya
mereka bisa lakukan hilirisasi bangun
pabrik di Indonesia. Menarik ya. Nah,
sebagian terakhir nih gua mau bahas soal
dia bilang 1 dolar itu bisa 1000 perak.
Gua harap itu tidak terjadi karena kalau
udah jadi 1 dolar jadi 1000 perak, orang
udah enggak tertarik lagi jadi
eksportir. Orang akan lebih tertarik
menjadi importir. Nah, di sini yang
mungkin Amran harus sedikit belajar nih
tentang makroekonomi. Karena lu bayangin
ya, lu mau tadinya satu gelas ini kita
ekspor nilainya DO R5.000 Eh, tiba-tiba
besok dolar melemah, rupiah menguat
terus. 1 dolar setara 1.000 perak. Gua
tadinya bisa ekspor ini dapat duit
Rp15.000 dong. Kan Rp15.000. Tiba-tiba
gua ekspor ini 1 dolar jadi Rp1.000. Mau
enggak? Gua enggak mau. Ngapain lagi gua
jadi eksportir? Mendingan gua impor ini
dari Cina. Iya dong, gua impor dari
Cina, gua jual aja di sini. Ngapain lagi
gua buka pabrik di Indonesia kalau
seandainya enggak bisa ambil untung dari
sisi kurs. Nah, ini yang harus mulai
berpikir nih. Banyak menteri gagal paham
tentang makroekonomi. Di sisi ini, Amran
harus tahu kalau dia mau push
hilirisasi. Dan gua sangat setuju
mekanisasi hilirisasi petani Indonesia
tanpa maju. Gua sangat setuju. Tapi
harus dipikir artinya Indonesia harus
menjadi negara berbasis produksi.
Produksinya ke mana? ekspor. Kalau kita
mau jadi negara berbasis ekspor, artinya
rupiah itu bukan harus menguat, rupiah
harus melemah. Simpel aja. Lu nyambung
enggak dengan yang gua bilang? Kalau
enggak nyambing, lu balik lagi belajar
lagi deh. Dan ini sudah dicontohkan
dengan baik dengan negara yang namanya
Cina. Makanya dia memanipulasi mata
uangnya. Kenapa orang tertarik bikin
pabrik di Cina? Karena Cina artificially
mereka melemahkan mata uangnya. Sehingga
sampai kapanpun barang made inin Amerika
enggak bakal laku di Cina. Karena nilai
tukarnya sudah terlalu tinggi, mahal.
sama kayak Indonesia. Indonesia kena
tarif 0%, barang-barang dari Amerika
Serikat masuk ke Indonesia 0%. Masalah
enggak? Enggak masalah. Tetap mahal
karena dari kurs saja sudah kalah jauh.
Makanya kita harus manfaatkan itu karena
nilai kurs kita sangat-sangat kecil,
sangat-sangat lemah. Kita harus
eksploitasi itu. Dan itu yang dilakukan
Cina. Cina sangat marah kalau mata
uangnya menguat. Cina tidak akan mau
mata uangnya menguat. Indonesia dibutuh
bodoh-bodohin. Indonesia dibikin, "Wah,
rupiah melemah, negara hancur." Enggak.
Indonesia kalau mau jadi negara maju
harus berorientasi produksi, harus
berorientasi ekspor. Dan kalau mau
produk kita kompetitif di tingkat
ekspor, rupiah kita justru harus
melemah. Masuk enggak di akal lu? Itu
belajar dari Cina. Dia lakukan segala
cara supaya mata uangnya melemah, supaya
dia bisa ekspor terus-terusan. Tetapi
kenapa Pak Indonesia senang banget kalau
Lupiah itu menguat? Karena Indonesia
dibodoh-bodohi menjadi negara berbasis
impor, bukan negara berbasis ekspor.
Karena kita cintanya impor. Semua kita
impor, gula kita impor, makanan kita
impor, bensin, energi kita impor. Apa
yang terjadi? Kita berharap supaya
rupiah menguat. Karena kalau rupiah
menguat Rp1.000 setara 1 dolar, artinya
kita impor bensin makin murah atau makin
mahal? Makin murah. Makanya orientasi
Indonesia dibuat seolah-olah kita itu
jadi budak. supaya terus impor, supaya
terus cinta sama dolar, supaya terus
senang kalau dengar kabar rupiah itu
menguat supaya apa? Supaya lu terus bisa
menikmati barang impor. Karena semua
yang lu makan hari ini barang impor itu
sebuah pembodohan. Tapi kalau kita
pintar, kita akan lakukan seperti China
lakukan. Push ekspornya, dorong
ekspornya, lemahkan mata uang kita.
Enggak ada masalah. Rupiah terus
melemah, justru bagus produk kita makin
kompetitif. Semoga lu ngerti ya
pejabat-pejabat di atas sana. Next.
Sekarang ada perubahan pola makan India
dengan China, yaitu coconut milk yang
dulunya susu bergeser. Dan yang
menguntungkan Indonesia adalah karena
tidak ee menguntung Indonesia di sana
tidak bisa tumbuh kelapa. Di Eropa secil
gini itu 34.000.
Kami hitung 34.000. Kelapa mentah gini
dijual Rp34.000 harganya. Nah, ke depan
masa depannya nanti ada 6 komoditas, ada
13 komoditas. strategis tapi Anda menduk
kita ee selesaikan ke depan. Kalau itu
yang terjadi, kita lihat 600 triliun,
coba kita lihat ekspor kita ini 600
triliun kalau kita kali 100 atau kali 50
saja itu R.000 triliun. Kalau ini
bergerak di ujung kemudian di Indonesia
bergerak seperti tadi 300.000 triliun
Indonesia mencapai Indonesia emas dan
bisa kita super power ke depan. Oke, ini
gua setuju nih, Guys. Jadi di sini
dibilang ada enam produk strategik.
Kelapa sawit, karet, kakao, coklat,
kelapa, kopi, dan lainnya, ya. Nah, di
sini yang penting gua mau garis bawahin
ini. Indonesia harus hati-hati. Kalau
kita masuk ke hilirisasi pertanian, akan
banyak yang tidak suka dengan Indonesia
yang akan berusaha menghancurkan bisnis
di Indonesia. Kenapa? Contoh paling
gampang, hari ini lu tahu salah satu
perusahaan coklat dan kopi terbesar di
dunia namanya Nesley. Mereka lagi nebang
pohon nih di Brazil. 2 juta hektar lahan
di Brazil akan diproses dirubah jadi
kebun coklat. Kenapa? Karena sekarang
eksportir terbesar di dunia itu ada
Ivoric Coast, Pantai Gading, ada Ghana,
ada Nigeria, negara-negara Afrika lah
yang sekarang itu dilanda krisis kering
luar biasa. Apa yang terjadi? El Nino,
Lanina banjir luar biasa dan mereka
betul-betul tergoncang dengan namanya
perubahan iklim. Nah, Indonesia negara
yang diuntungkan sehingga di kemudian
hari akan banyak pindah nih orderan
coklat dan kopi bukan lagi dari Afrika
tapi dari negara seperti Indonesia. Nah,
salah satu negara yang menikmati juga
adalah Brazil. Nah, Teman-teman
bayangkan ya kalau Nesley aja udah
sampai nebang pohon 2 juta hektar loh di
Brazil, warga Brazil banyak yang happy,
banyak yang akan kaya raya.
Pertanyaannya, teman-teman harus siap.
Akan jadi demonstrasi massal di
Indonesia ketika mereka mendengar, oh
ada 2 juta hektar lahan ditebang buat
nanam sawit, buat nanam coklat, buat
nanam kopi. Harusnya dipelihara aja
pohon itu biar orang Singapura bisa
menikmati oksigen gratis. Harusnya
dipelihara aja pohon itu biar orang
Australia bisa liburan jalan-jalan ke
Indonesia menikmati pemandangan pohon
udara yang bersih. Harusnya dibiarin aja
pohon itu biar orang Eropa bisa
menikmati udara gratis. Orang
Indonesianya miskin, biarin aja. Orang
Indonesia bodoh, biarin aja. Padahal
realitanya orang-orang bule itu,
perusahaan-perusahaan bule itu lagi
sibuk nih nebangin pohon di Brazil 2
juta hektar. Makanya teman-teman jangan
heran ya kalau Brazil itu udah membuat
pernyataan bombasis di awal tahun 2025
ini bahwa mereka akan menjadi raja
coklat di dunia. Menggulingkan
Indonesia. Indonesia peringkat 3 hari
ini digulingkan menggulingkan Ghana.
Ghana peringkat dua hari ini dan
menggulingkan Ivoric Pantai Gading yang
peringkat satu hari ini. Jadi Brazil
sudah punya mimpi besar. Dia sudah bikin
tanda tangan luar biasa dengan
perusahaan coklat besar dari Swiss, dari
Belanda, dari Eropa. Bahwa mereka siap
membantu Brazil menjadi negara kaya raya
dari hilirisasi
pertanian. Menarik nih, Guys. Indonesia
apa mau jadi penonton lagi sekarang atau
memang udah saatnya kita buka kebon
puluhan juta hektar dibanding itu
nganggur aja enggak ada kebermanfaatan
bagi kita semua. Gimana menurut lu?
Next.
Contoh kecil terakhir nih. Kakau kakau
kita dari Sulawesi Tengah, Sulawesi
Tenggara. Mente Sulawesi Tenggara
bahas Kakau nih.
Dari Jawa Timur ee Mente Kakau kita
kemudian diekspor ke Singapura. Hasilnya
apa? Setelah diulek naik 38 kali lipat.
Modalnya Singapura cuma ulek ulek
diputar gini dan bangga orang Indonesia
di Changi itu 38 kali lipat. Kami
rintis, kami sudah siapkan anggaran
sekitar 4 apa 7 triliun untuk membangun
hilirisasi. Dan yang mengulek nanti ke
depan adalah Indonesia. Semua komoditas
kita ulek di dikelola di Indonesia.
Inilah persoalan kita. Tetapi harus
konsisten. Kalau ini tidak konsisten,
Indonesia jadi pocok-pocok. dua kali
maju, dua kali mundur.
Jadi di sini ternyata sudah dibahas juga
yang gua bilang tadi ya di awal di Cina
itu lagi terjadi pola perubahan
lifestyle konsumsi makanan mereka. Dulu
mereka wajib minum susu tiap hari.
Sekarang mereka wajib minum coconut
milk, susu kelapa. Nah, ini
menguntungkan Indonesia juga nih karena
ya kelapa enggak bisa tumbuh di Cina.
Tapi dia tadi dia bilang kelapa enggak
bisa tumbuh di India. Gua rasa dia salah
juga mungkin keselip lidah karena
sebetulnya India itu eksportir kelapa
nomor terbesar nomor tiga di dunia.
Logis aja ya karena mereka juga dilewati
garis katolistiwa kayak Indonesia. Nah,
tapi Indonesia poin pentingnya adalah ya
kita salah satu eksportir terbesar
kelapa di dunia. Karena di tahun 2022
aja ya kita udah bisa produksi ya lebih
dari 17 juta ton. Terus tahun lalu bisa
sampai 20 di atas 20 juta ton. So memang
strategis sekali ya kalau kita bisa
capai hilirisasi pertanian ini. Dia tadi
ambil contoh Kakao, ternyata diambil
contoh tuh yang kita sempat bahas Kakau
sama MT. Eh Indonesia cuman produksi
doang kita ekspor bahan mentah di sana
diulek-ulek nilainya 36 kali lipat. Ini
benar sih, berkali-kali lipat lebih
mahal. Mungkin di sini sedikit masukan
dari gua. Menteri Amran dapat data
enggak pas nih, R26.000 per kilo enggak
ada sih. Faktanya ya, hari ini harga
coklat di Indonesia di atas Rp100.000
per kilo. Kalau di bawah itu yang belum
difermentasi kering itu ya mungkin bisa
dapat R90 atau Rp80.000 per kilo. Tapi
gua enggak pernah ketemu. Ada petani
coklat mau jual di harga Rp26.000 per
kilo. Enggak, gua enggak pernah ketemu.
Enggak mungkin. Nah, tapi kalau
dihilirisasi apakah betul bisa naik jadi
R1 juta per kilo? Ini valid. Setiap kita
pergi ya ke luar negeri bawa oleh-oleh
pasti coklat. Rata-rata kalau dari
Singapura itu harga per 100 gr aja itu
bisa sampai 300.000 per 100 gr. Berarti
kan kalau 1 kilo itu setara Rp3 juta.
Jadi betul ada peningkatan berkali-kali
lipat kalau kita lakukan hilirisasi di
sektor pertanian. Salah satu contohnya
apa tadi? Kakau, coklat, mete. Kenapa
enggak kita lakukan itu di sini? Gak
mesti produk jadinya lah, at least
setengah jadinya ya ke Kaix ini. Karena
lu harus bertanya-tanya ya, lu tahu
enggak sih banyak loh perusahaan coklat
besar dunia bahkan Eropa mereka enggak
mau berkantor di Indonesia, mereka malah
berkantor di Singapura. Contoh, pabrik
pengolahan coklat dan fasilitas riset
laboratorium coklat yang terbesar di
dunia seperti Berry Calabout, perusahaan
Swiss seperti Mondeles Internasional ya
ini pemilik merek Katburi, Tobleron,
bahkan perusahaan Nesley dan Mars mereka
lebih memilih berkantor di Singapura.
Akibatnya apa? Ya, Singapura tambah kaya
raya. Mereka menikmati pertumbuhan 38
kali lipat itu dari sumber daya alam
yang dari tanah kita, pupuk kita,
oksigen kita, kita yang disuruh merawat
itu, petani kita gajinya kecil, miskin.
Eh, ketika nilainya naik berkali-kali
lipat, yang menikmati adalah
perusahaan-perusahaan besar yang
berkantor di Singapura. Itu menurut gua
aneh. Aneh enggak? Ya, kalau menurut lu
aneh, berarti kita harus dukung
terjadinya hilirisasi di Indonesia
supaya ya Indonesia enggak lagi-lagi
cuma jadi penonton, penyedia lahan,
deforestasi hutan. kita yang melakukan
itu semua yang menikmati hasilnya hmm
malah perusahaan asing yang berkantor di
Singapura. So, gua sangat setuju dengan
Menteri Amran kalau kita mulai harus
berpikir untuk memajukan industri
hilirisasi pertanian di Indonesia. Nah,
buat teman-teman gimana menurut kamu
sendiri mungkin enggak sih Indonesia
bisa menjadi pusat hilirisasi pertanian
terbesar di dunia dan bisa menikmati
pertumbuhan itu dan caranya gimana guys?
Karena kita baru mau gerak sedikit aja
di demo. Gerak sedikit aja di demo. Buka
lahan. Ya, Indonesia harus jadi
eksportir terbesar di dunia. Coklat.
Nanti di demo. Kenapa harus tebang
pohon? Ya, lu kira nanam coklat enggak
di tanah melayang gitu ya kan. Enggak.
Udah pasti lu tebang pohon. Lu kira mau
ekspor sawit lu enggak buka lahan. Lu
kira mau ekspor kopi, lu kan suka minum
kopi. Lu kira kopi itu ditanam di atas
air laut, kan? Enggak. Di tanah butuh
lahan. Itu udah konsekuensinya. Lu lebih
setuju mana sebetulnya? Kemarin orang
bilang Benix mendukung pertambangan.
Padahal Indonesia sumber daya lain
banyak. Tanem aja coklat, tanam aja
kopi. E sekarang gua kasih contoh
deforestasi juga, tebang pohon juga.
Siap enggak lu? Entar dikomplain lagi,
diadu domba lagi lu sama LSM asing. Lu
kerjanya kena makan aja propaganda
asing. Giliran negara lain sudah
siap-siap jadi negara maju. Brazil siap
jadi negara maju. Kalau kita enggak
begitu move on, Indonesia selamanya jadi
budak Swiss. Indonesia jadi budak
Singapura. Kenapa? Ya karena kita tidak
mau memajukan sektor pertanian kita.
Karena baru gerak dikit diemo, gerak
dikit diemo. Lu kira LSM masing gratisan
ke Indonesia. Lu kira mereka enggak
enggak perlu digaji? Lu pernah bertanya
enggak sih mereka terima duit dari mana?
Hati-hati lu makan propaganda asing. So
menurut kalian gimana, Guys? Lu setuju
enggak Indonesia menjadi eksportir
handal di bidang pertanian? Tadi ada
coklat, kopi, kelapa, kelapa sawit dan
lain sebagainya. Atau sebaiknya kita
jadi penonton aja udah ekspor aja bahan
baku kan orang Indonesia biar aja tetap
bodoh dan miskin dan yang menikmati
kekayaan itu orang Singapura atau lu
lebih setuju kita fokus buka skala besar
buka laboratorium riset di sini dan
siapkan Indonesia menjadi negara yang
siap menggunakan teknologi tinggi di
hilirisasi pertaniannya dan karena ini
channel investasi tentu arahnya lu sudah
tahu dong ke mana. Kalau hilirisasi ini
menjadi kenyataan, siapa sih pihak yang
paling diuntungkan? Tentul sudah tahu
dong jawabannya apa? Ayo segera tulis
jawaban kamu dan komentar kamu terkait
pandangan Amran ya tentang prospek
bisnis pertanian Indonesia di bawah ini.
Ditunggu ya saran dan komentar kalian.
Jangan lupa subscribe sekarang juga
karena ada 50% loh penonton Benix yang
belum subscribe. So, lu buruan
subscribe. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]