Transcript
fym_AwyHs2c • Why the Rupiah Continues to Weaken!! Don't Pretend to Be Nationalistic, But Drive Investors Away!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0402_fym_AwyHs2c.txt
Kind: captions Language: id Makanya kalau banyak orang yang anti investasi asing, lu pengkhianat. Lu memang lu takut-takutin. Ormas-ormas banyak di Indonesia ngakunya cinta tanah air, nasionalis, menolak investasi asing. Go. Halo, selamat pagi, Guys. Kembali lagi bersama Benix. Kita sekarang sudah di serial Asmi Anting yang ke-66. Wah, pertanyaan kalian bagus-bagus, keren banget. Bahkan ada yang sampai bertanya hubungan antara dolar, devisa dan potensi investasi di Indonesia dan nasib investasi kalian di ISG. Ini pertanyaannya keren banget. So, lu jangan skip video ini. Let's check this out. [Musik] Pertanyaan pertama dari Bright Me up. Om Ben, faktor apa aja sih yang diperlukan untuk memperkuat nilai rupiah terhadap dolar? Oke, pertanyaan kamu bagus banget ya. Jadi, ini ada hubungannya dengan bagaimana kekuatan rupiah di dunia internasional. Jadi, buat teman-teman yang belum paham, salah satu hal yang paling gampang kalau lu pengin rupiah itu menguat, ya kita harus punya peluru. Peluru apa? Ya, buat beli rupiah. Beli rupiah pakai apa? Pakai dolar. Supaya lu dapat dolar, gimana caranya? Lu harus lebih sering bertransaksi ke luar negeri alias ekspor. Dan penghasilannya lu bawa pulang ke dalam negeri, lu rubah itu jadi rupiah. Jadi, lu jangan pegang dolar lama-lama kalau penghasilan lu dalam dolar. Artinya dengan kata lain kita harus mendukung bisnis-bisnis yang berorientasi ekspor. Contoh lu ekspor batu bara. Indonesia penghasilan terbesarnya selain pajak itu dari royalti batu bara. Indonesia penghasilan terbesarnya adalah ekspor CPO juga ekspor bahan tambang, ekspor mineral. Itu harus kita genjot besar-besaran. Karena apa? Karena kita dapat penghasilan dalam US dollar. Begitu kita dapat US dollar itu, negara punya kebebasan, negara punya cadangan devisa. Cadangan devisanya itu bisa dipakai oleh Bank Indonesia buat lakukan apa? Intervensi. Kalau rupiah mau melemah atau kalau rupiah mau menguat, dia bisa lakukan aksi itu. Mau belanja dolar atau jual dolar. Tapi kalau lu pengin dolar makin melemah dan rupiah makin menguat, harus punya mindset mendukung bisnis bisnis orientasi ekspor. Jadi, mulailah kalian belajar menjadi eksportir atau kalau lu enggak bisa menjadi eksportir, mulailah mendukung kegiatan-kegiatan usaha yang penghasilannya dolar. Bisa jadi barang dan jasa, bisa jadi jasa animasi, animator, jasa editing, jasa nyanyi, jasa pariwisata dan lain sebagainya. Karena penghasilannya dalam mata uang asing bisa menguatkan rupiah kita kalau makin banyak dolar yang masuk ke sini dalam bentuk apa ya? Tadi lu dagang ke luar negeri. Makanya gua cinta banget dengan orang-orang yang bisnisnya ekspor. Dengan kata lain. Yang kedua, lu harus mengurangi konsumsi bahan impor. Karena Indonesia nih sorry banget budak Jepang hobinya apa? Bakar duit dalam bentuk bensin. Pakai mobil Jepang bakar duit. makin kaya si Jepang itu makin hancur rupiah karena beli minyak pakai dolar. Makin banyak orang Indonesia beli dolar, dia dapat dolar itu dengan cara apa? Menggadaikan rupiah. Jadi, lu bayangkan duit kita ke luar negeri ditukar sama dolar buat belanja minyak sampai sini minyaknya dibakar. Kan goblok. Tapi itu realitanya. Jadi kalau lu pengin menyelamatkan rupiah, stop pakai bensin. Hari ini lu pakai mobil listrik, itu bukti nyata lu cinta rupiah. Selama lu masih pakai bensin, lu cinta dolar. Hobi lu memperkaya raja-raja Timur Tengah. Hobi lu memperkaya kaisar Jepang. Itu fakta. So, kurangi konsumsi bahan impor. Seperti lu makan tempe. Bahannya dari mana? Kedelai. Lu pernah pergi ke Purworejo lihat orang nanam kedelai? Enggak ada. Lu pergi ke Karawang lihat orang nanam kedelai enggak ada. Orang nanam beras bisa, bawang putih di Tegal, dibrebes bisa. Tapi kedelai dari mana? Selama ini lu enggak pernah lihat orang nanam kedelai? Berarti tempe tahu yang lu makan itu barang impor. Bahkan lu makan ayam goreng tepung itu juga bahan impor karena tepungnya tepung terigu. Lu pernah lihat ada orang nanam gandum di Indonesia? Seumur hidup gua pun enggak pernah lihat orang nanam gandum di Indonesia. Artinya kalau lu bisa stop konsumsi barang-barang impor, stop makan-makanan impor itu Indonesia akan makin kaya raya karena kita stop menggadaikan rupiah. Jadi tadi simpel, kalau lu pengin rupiah kuat, tingkatkan ekspor, kurangi impor. Oke, Pak. Ada cara lain lagi enggak? Saya sudah lakukan itu. Saya sudah puasa makan tempe sejak 70 tahun lalu. Saya pengin banget mendukung rupiah. Apalagi yang bisa saya lakukan. Tadi lu sudah jual mobil Jepang, lu tuker sama mobil listrik. Oh, udahlah, udah juga, Pak. Oke, next. Yang lu bisa lakukan adalah mendukung masuknya aliran investasi asing, modal asing. Investor mau buka pabrik di Indonesia, jangan ditakut-takutin. Investor dari Jepang, dari Cina, dari Amerika, dari Eropa datang bawa duit. Mereka mau buka pabrik di Purwodadi. Tentu duitnya ditukar jadi rupiah. Mau beli semen, mau bayar gaji kuli bangunan, mau beli ATP, mau beli baja, mau beli kaca. Namanya juga mau bikin pabrik. Bayarnya pakai apa? Emang bayarnya pakai euro? Emang bayarnya pakai dolar? Enggak. Mereka bawa duit 10 juta euro bawa ke sini ditukar jadi rupiah. Rupiah makin kuat, makin berjaya. Makanya kalau banyak orang yang anti investasi asing, lu pengkhianat. Lu memang lu takut-takutin. Ormas-ormas banyak di Indonesia ngakunya cinta tanah air, nasionalis, menolak investasi asing. Goblok. Tanpa ada lelang, tanpa ada lelang. Kinya harus jelas tanpa ada lelang. 5 triliun untuk kadir, 3 triliun untuk kadir tanpa ada lelang. Dengan lu mengusir investasi asing, lu mengusir orang yang bawa dolar ke Indonesia. Padahal udah jelas dolarnya masuk sini dirubah jadi rupiah. Mempekerjakan rakyat Indonesia, membuat ekonomi berputar. Tapi otak lu enggak nyampai situ karena lu tolol. Lu kemakan dogma-dogma, ideologi-ideologi palsu dari partai pengkhianat bangsa supaya apa? Cinta tanah air. Cinta tanah air. Tolak euro, tolak dolar, tolak yen. Bodoh. Dengan masuknya investasi asing akan makin banyak duit-duit asing yang diputar ditukar ke rupiah. Artinya apa? Rupiah semakin bernilai, semakin powerful, rupiah tidak digadaikan. Masuk akal enggak lu? Jadi, lu harus dukung investasi asing. Lu harus cinta dengan investor asing, ya. Apalagi ini channel investasi. Jangan lu mau dibodoh-bodohi sama mereka. pergi ke lapangan. Hati-hati ini investor dari China, hati-hati ini investor dari Korea, hati-hati. Eh, enggak, bukan begitu. Lu pengen dan kita memang butuh investasi asing. Jangankan kita, Amerika Serikat aja butuh investasi asing buat masuk, makanya Donald Trump bikin perang dagang supaya makin banyak orang-orang yang pergi, orang Jepang, orang Korea buka pabrik di Amerika Serikat supaya enggak kena tarif. Lu pakai otak. Amerika Serikat aja berusaha supaya datang investor asing Indonesia malah ditakut-takutin karena lu bego, lu bisa diprovokasi. Padahal kalau lu cinta rupiah, lu harus dukung investasi asing. Lu harus wajib. Oke Pak, saya sudah lakukan itu semua. Saya sudah beli mobil listrik. Oke, Pak. Saya udah stop makan tahu tempe. Mulai hari ini saya cuma makan beras sama makan bawang dari Brebes, Pak. Saya cinta tanah air, Pak. Bahkan ayam saya aja Mwin Purworejo, Pak. Oke, good. Apalagi sebetulnya yang bisa kita lakukan? Oh, saya sudah dukung, Pak. Investasi asing, pabrik-pabrik di sini udah makin banyak lapangan kerja tercipta. Bagus. Apalagi yang bisa kita lakukan? Nah, itu fungsi lu sebagai rakyat. Ada enggak yang bisa dilakukan di level pemerintah, di level pejabat? Ada. Kita punya Bank Indonesia. Bank Indonesia itu adalah institusi yang powerful. Kalau orangnya punya otak di dalam situ, dia bisa pakai instrumen yang dia punya. Apa? Naik turunin suku bunga. Maksudnya gimana, Pak Benny? Gini, Bro. Lu bayangin kalau lu nabung dolar di Amerika Serikat ya bunganya 5%. Terus lu nabung di Indonesia bunganya 3%. Kalau lu punya otak dan akal yang sehat lebih baik lu nabung di Amerika bunga 5% atau nabung di Indonesia bunga 3%. Kalau lu punya akal sehat berarti lu akan bawa duit lu ke Amerika Serikat nabung dalam bentuk dolar. Cuan lu 5% setahun dibanding lu nabung di Indonesia rupiah cuma 3%. Logis enggak? Terus gimana hubungannya dengan Bank Indonesia? Lu bayangkan kalau Indonesia berani naruh bunga di atas suku bunga Amerika Serikat, artinya lu jangan heran akan makin banyak orang yang lebih suka nabung di Indonesia. Jadi itu butuh nyali. Betul. Negara harus punya nyali buat membuat suku bunga kita atraktif. Tapi kalau terlalu tinggi, contoh Amerika 3%, Indonesia 30% bunganya. Jadi makin banyak orang taruh ke Indonesia. Orang Jepang nabung di Indonesia. Orang Cina, orang Tanzania, orang Kazakhstan, orang Zimbabwe pun nabung di Indonesia karena bunganya 30% setahun. Banyak enggak modal yang masuk ke sini? Banyak. Kabar baik enggak? Belum tentu juga. Karena kalau terlalu jauh gap-nya, apa yang terjadi? Ingat ya, suku bunga itu kan ada bunga pinjaman, ada bunga tabungan juga. Ya, kalau suku bunga orang nabung di bank naik jadi 30%, artinya lu siap enggak kalau minjam di bank bunganya 40%? Weh, bahaya juga ya. Betul. Makanya harus pintar pejabat kita di Bank Indonesia supaya jangan suku bunga terlalu tinggi sehingga pengusaha kita tidak kompetitif, tidak bisa ngutang ke bank buat nambah pabrik baru, buat beli mesin baru, buat ekspansi, nambah ruko-ruko di daerah-daerah, buka cabang. Bahaya kalau dia tidak bisa pinjam uang ke bank karena bunganya 40%. Kenapa suku bunga pinjaman bisa sampai 40%? Karena lu nabung 30%, bank kan harus untung. Orang nabung di bank bayar deposito, bank bayar ke lu kan 30%. Iya. Dari mana duitnya? Karena dia minjamin orang kan, dia muterin duit aja. ada yang simpan di dia pinjam. Namanya bisnis simpan pinjam. Artinya lu harus siap juga. Kalau sedemikian cinta lu dengan rupiah, lu pengin bunga deposito 30%, lu siap enggak bunga pinjaman 40%? Pusing. Ya, ya memang enggak gampang, Guys, jadi direkturnya Bank Indonesia. Tapi ya that's the point yang gua mau bilang adalah ada banyak cara kalau lu pengin rupiah itu naik, lu tinggal pilih aja. Gua udah ajarin caranya. Lu pilih yang mana. Menjadi eksportir, mengurangi konsumsi bahan impor atau ya lu mendukung banyaknya investor asing yang masuk di Indonesia. Lu hati-hati dengan media-media setan yang hobi memprovokasi. Kemarin udah banyak pabrik-pabrik ditutup karena ada provokator. Ada bahkan sampai tambang-tambang ditutup karena ada provokator. Dia tidak punya otak untuk paham penghasilan negara Indonesia memang paling besar dari pajak. Tapi juga ada penghasilan Indonesia dari penerima negara bukan pajak PNBP. Dan penyumbang terbesar PNBP adalah tambang. Goblok tahu enggak? Jadi kalau lu lihat makin banyak tambang-tambang di Indonesia ditutup karena oh tambang batubara merusak lingkungan, nikel merusak lingkungan, baxit merusak lingkungan. Ayo gitu loh. Oke. Tapi lu sudah siap kalau negara bangkrut. Karena apa? Penghasilannya berkurang. Karena mereka bayar royalty loh ke negara buat bikin sekolah, buat bikin jembatan, buat bikin BPJS lu supaya lu kalau ke rumah sakit gratis lu kira duitnya dari mana? Dari mana lagi? Kalau bukan dari salah satunya sektor tambang. Betul enggak? Betul. Itu fakta. So, lu jangan mudah diprovokasi. Yang penting itu apa? Kita memang harus mengolah sumber daya alam, tapi ya memang tetap harus mempedulikan lingkungan berkelanjutan. Iya. Bukan artinya itu dilarang. Enggak. Lu harus bijak. Makanya membaca berita di media massa jangan lu dibawa arus untuk dijebak supaya negara kita tambah miskin. Supaya tugas kita adalah menjaga supaya emas itu tetap di bawah tanah. Untungnya Indonesia apa? Cuma jadi penonton suruh jagain pohon, suruh jagain orang hutan. Ya, gua setuju itu harus dilindungin. Tapi bukan artinya kita disuruh jadi penonton karena punya sumber daya alam yang begitu banyak yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan kita semua rakyat Indonesia. So, lu harus hati-hati dengan program-program asing yang pengin menghancurkan Indonesia. Next. Good news nih, Guys. Buat kamu para investor saham yang mau bergabung di Benix Investor Group, sekarang kita ada diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi, kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar Rp50 juta untuk setahun, sekarang tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga loh. Karena cuma di Benix Investor Group kamu bisa datang investigasi langsung bareng Benix. Namanya Big Investigation. Seperti investigasi Benix di perusahaan kelapa sawit yang ada di Bangka Belitung, perusahaan yang ada di Sumatera, perusahaan yang ada di Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat akses langsung ketemu dengan direktur perusahaannya, ngobrol bareng sama manajemen perusahaannya, bahkan lihat langsung operasional perusahaannya seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu kan real. Jangan sampai lu investasi bodong. Itu namanya beli kucing dalam karung. Makanya penting buat kalian bisa ikut di Big Investigation. Bukan cuman itu, Guys. Kita juga ada namanya Big Gathering. Jadi ini ngopi-ngopi bareng santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi santai bareng Benix. Ada di Singapura, ada di Jakarta, ada di Semarang, di Jogja, di Bali, di mana-mana lah. Teman-teman bisa ikut buat ngobrol langsung tentang investasi kamu. Nah, buat Teman-teman yang enggak bisa hadir secara fisik, kita juga ada pertemuan online. Jadi, sebulan ada tiga kali every weekend live langsung sama Benix bisa tanya jawab langsung soal perjalanan investasi kamu. Kita juga ada sharing, kamu bisa dapat rekamannya, video-video edikasi khusus untuk Benix Investor Group. Nah, yang seru kita ada gala dinner. Next. Gala dinner itu di tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu harus segera daftar karena kita akan mengundang direktur dari perusahaan yang omset-nya ribuan triliun, Guys, buat berbagi ngobrol bareng gimana sih strategi investasinya di tengah perang tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten apa aja yang siap atau bahkan enggak siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa ada opportunity yang kita bisa dapat. Makanya penting banget buat kamu bisa join ke gala diner Benix setahun sekali kita adakan next gala dinner di tanggal 29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang pertama yang daftar sebelum 17 Agustus 2025. Segera kunjungi www.benix.id atau hubungi nomor yang ada di bawah ini 08113220886. Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu menjadi bagian dari komunitas saham paling seru di Indonesia bersama Benix Investor Group. Pertanyaan selanjutnya dari Tio 22. Bang Ben, setelah pemerintah berhasil melunasi hutang jatuh temponya, apakah rupiah bakal anjlok? Menurut saya iya ada beberapa alasan gini ketika Indonesia bayar utang ya namanya utang luar negeri pasti bayarnya pakai dolar ya bukan pakai rupiah. Enggak ada yang mau bayar terima rupiah kita di luar negeri. So kita bayar pakai dolar. Artinya apa? Indonesia harus belanja dolar. So rupiah melemah. Belanja dapat dolar dolarnya dipakai buat bayar utang. Oke. Kenapa gua yakin rupiah melemah? Simpel aja. Karena pada saat yang sama lu tahu nyawa Indonesia kalau mau mendapatkan dolar apa? Ekspor. Ekspornya apa? Komoditas alam. Komoditas alam apa? Ada dua besar yang kita sangat jago. Ekspor batu bara dan ekspor minyak sawit. Teman-teman tahu enggak? Kita itu punya penghasilan triliunan loh dari ekspor batu bara. Tapi ada kabar buruk karena ramalan Benix menjadi kenyataan. Lu tahu dari tahun lalu gua udah bilang tahun 2025 batu bara hancur. Dan teman-teman akan menyaksikan negara-negara yang selama ini dikenal hobi impor batu bara dari Indonesia and China akan semakin mengurangi pembelanjaan batuara dari Indonesia. So, artinya dolar yang Indonesia hasilkan dari penjualan batu bara ke luar negeri akan semakin berkurang. Artinya cadangan devisa kita akan semakin berkurang. Dari situ lu sudah bisa tahu dong rupiah akan semakin melemah. Next. Pertanyaan ketiga dari Mickey Ario. Bang Ben, coba bahas bagaimana menumbuhkan mindset investor dari sejak kita kecil apa misalnya SD. Oke, contoh paling gampang kita contoh Warren Buffet ketika masih SD udah jadi loper koran. Udah belajar nyari duit sendiri, udah belajar bikin pembukuan sendiri, penghasilan gua berapa, uang saku gua berapa, pengeluaran gua berapa, uang jajan gua berapa. itu dia udah lakukan itu sejak dia SD. Lakukan itu yang sama buat anak-anak kamu. Ajarin dia pembukuan, ajarin dia bikin laporan debit kredit. Ajarin dia buka rekening bank. Ajarin dia nge-print rekening koran supaya lu punya anak punya mindset investasi. Terus apa yang dilakukan? Mulai belajar hidup hemat. Belajar hidup jangan seperti Menteri Keuangan. Lebih besar pasak daripada tiang. Jangan. Belajarlah seperti investor sejati. Harus lebih besar penghasilan dibanding pengeluaran. So, mulai belajar hidup hemat. mulai belajar skill-skill yang bisa menghasilkan uang. Kalau dalam kasusnya si Warren Buffet, dia sampai bisnis mesin ding dong karena dia tahu orang kalau mau cukur rambut nunggu lama ngapain bete main pinball dong. Dia bikin itu, dia buka bisnis itu. Dia belajar cara memperbaiki mesin ding dong. Itu yang dia lakukan. So, itu bisa enggak dilakukan sama kalian? Bisa. So, mulailah dari sekarang belajar cara menghasilkan duit. Yang gua sedih banyak sekolah-sekolah di Indonesia bahkan melarang ya. Kalau zaman gua dulu, gua sempat ketahuan pas gua SD gua bisnis, gua sempat jualan empe-empe, gua sempat jualan ikan, dan gua sempat dimarahin juga sama guru-guru gua karena gua dagang kartu-kartu boyband, action figure, Dragon Ball sampai buku tulis gua jual semua. Tawan guru dimarahin. Ah, itu di Indonesia mencegah mindset entrepreneur itu bahaya. Tapi jangan sampai itu menghalangi kalian ya atau kalau lu punya anak, usahakan mereka sudah mulai belajar dagang, udah mulai belajar jualan dari SD. Harus Warren Buffet aja lakuin itu. Ngapain lu malu-malu? mulai belajar bagaimana menjadi pengusaha yang baik dan menjadi investor yang baik. Long the way, lu akan dapat ilmu itu. Dan jangan malu-malu untuk bertanya kalau enggak ngerti gimana sih cara bikin pembukuan, gimana sih cara bikin laporan pajak? Karena itu penting untuk tahu gimana cara mengisi form SPT buat lapor pajak dari SD supaya lu cinta tanah air. Next. Pertanyaan terakhir dari Kevin Suaro. Om Ben, kenapa IHSG kita bertolak belakang dengan keadaan ekonomi di Indonesia? saat ini ya. Oke, itu gampang aja ya. Yang namanya market itu selalu tidak logis dan di dalam jangka pendek memang market itu tidak selalu mencerminkan dunia nyata, dunia real. And that's ok. And that's normal. Karena apa? Market itu isinya banyak. Ada trader, ada spekulator, ada ahli nujum, ahli bintang-bintang dan lain sebagainya yang tidak rasional. That's normal market. Sama aja seperti lu pergi ke pasar. Hari ini lu pergi ke pasar induk ada di Cijantung. Lu lihat di sana apa? Semua orang waras. Enggak. Banyak orang gila, banyak spekulator, banyak orang barang aneh-aneh jualan yang enggak masuk akal. Ada lu mau cari mulai dari pedagang pisang barangan sampai pedagang cincin ajaib juga ada di pasar. Itulah realitanya. So, is ihsg to any different? Enggak. Sama banyak orang yang konyol. Tapi satu yang pasti in the long run dalam jangka panjang yang namanya investasi itu akan balik. Tadinya mesin judi tidak rasional berubah menjadi mesin yang rasional. Dalam jangka panjang investasi akan kembali ke nilai intrinsiknya, kembali ke nilai fundamentalnya. So, kalau hari ini lu melihat mungkin oh kayaknya enggak masuk akal ya, kok enggak mencerminkan kondisi kita ya, that's normal. Tapi dalam jangka panjang dia akan kembali ke harga wajarnya. Dia akan kembali ke nilai yang semestinya sesuai dengan realita. Kalau hari ini dia sedang berada di dunia lain, di dunia antariksa, that's ok, that's normal. Tapi dalam jangka panjang, dia pasti akan kembali ke nilai yang semestinya. So, itulah, guys pelajaran investasi buat hari ini. Thank you buat teman-teman yang udah memberikan pertanyaan luar biasa. Buat kalian yang pertanyaan belum dijawab, jangan takut, jangan khawatir, akan kita jawab di serial Ask Me Anything yang selanjutnya. Tuliskan aja ya pertanyaan kamu di kolom komentar yang ada di bawah ini. Nanti akan segera kita jawab di serial Asminating yang selanjutnya. Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Segera sharing video ini ke teman-teman kamu. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]