1 NASIHAT SAKTI Warren Buffett Bikin Banyak Orang Jadi KAYA RAYA! Wajib Nonton Sekali Seumur Hidup !
vtVUywdOe2M • 2025-06-13
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Dari lembar lusuh laporan lama lahirlah
mimpi bukan fana,
bukan istana, bukan mahkota,
tapi Berkshire yang ia bina dengan jiwa.
Bukan pabrik atau jalan tol semata, tapi
visi yang menembus zaman dan tata. Ia
tak berdansa di irama pasar.
Ia mendengar bisik nilai yang sabar.
Satu persatu ia kumpulkan batu membangun
istana yang tanpa debu. Dari Coca-Cola
hingga rel baja, dari Geiko hingga Bank
of America. Kini usia sudah menyentuh
senja.
Sang Oracle perlahan merundukkan kepala.
Berkser bukan aku," katanya lembut.
Ini karya hidup. Jangan ribut. Ia tak
pamit dengan kata besar.
Hanya senyum dan catatan pasar.
Tinggalkan warisan lebih dari harta.
sebuah pelajaran tentang kesabaran,
Guys. Ini sebuah kisah yang sungguh
sangat menyedihkan, Guys. Judulnya
Senandung Terakhir sang maestro, ya.
Jadi, maestro di sini tentu teman-teman
sudah tahulah karena kita channel
investasi. Maestro kita adalah yang
berhubungan dengan investasi. Kita
sungguh sangat berduka lah karena tahun
lalu kita ditinggal oleh Charlie Manger.
Ya, tahun ini kita juga ditinggal tapi
bukan meninggal dunia tetapi pensiun
pendiri Berkshire Headway sebagai
perusahaan investasi dulunya perusahaan
tekstil yang namanya Warren Buffett
akhirnya menyatakan diri tahun ini
adalah RUPS terakhir beliau. Jerica,
this was an emotional moment in Omaha.
Warren Buffett, the CEO of Berkshire
Hatway, announcing his plans to step
down as the CEO of the empire he built
at the end of the year. But I think it
it's uh the time has arrived where
Greg should become the chief executive
officer.
The enthusiasm shown by that response
could be interpreted in two ways. But
I'll take a surprise. Dia enggak bakal
datang lagi nih di RUPS RUPS Berkshire
selanjutnya. Nah, ini sangat
revolusioner, Guys. Dan sangat
menyedihkan, ya. Khususnya buat gua lah.
Dan mungkin buat banyak investor di luar
sana ketika Warren Buffet menyatakan
mundur dari Berkshire Hadway, gua yakin
banyak orang yang sedih sih karena dia
kasih contoh yang sangat baik tentang
bagaimana mengolah amanah dari investor.
Jadi, teman-teman bayangin ya, gua tuh
udah ikut RUPS itu banyak, Guys. Ribuan
kali lah. Ya, tentu saja banyak hal-hal
buruk yang bisa gua ceritakan banyak
juga. Dapat beberapa hal yang baik. Tapi
satu hal sangat jarang loh di RUPS
perusahaan manaun yang Tbk lu bisa
ngobrol begitu bebas, begitu lepas,
begitu menyenangkan sebagaimana lu ikut
RUPS-nya Berkshire Hadway. Karena kalau
ikut RUPS-nya Berkshire Hway, lu bisa
nanya apa aja, Guys, sama CEO perusahaan
yang lu invest, yang lu percayakan duit
lu ke perusahaan itu. Lu bisa nanya,
"Halo, Mr. Warren Buffet, anak saya
bentar lagi akan naik SMA. Sebaiknya
sekolahnya ambil jurusan apa ya atau
sekolah di mana ya?" Lu bisa nanya itu.
Bayangkan ya dengan orang terkaya di
dunia, lu bisa nanya itu. Halo Mr.
Warren Buffett, besok saya mau marit.
Tapi saya masih ragu nih dengan pasangan
saya karena dia masih suka melakukan
hal-hal yang menurut saya di luar akal
sehat. Kalau kamu jadi saya, kamu akan
ambil tindakan apa ya, Mr. Warren
Buffet? Lu bisa nanya apa aja lu
bayangkan. Jadi jangan heran kalau
erupayes-nya BK Shero itu berjalan bisa
berjam-jam, Guys. Dan orang menyambut
itu dengan sukacita. dia bikin itu di
Omaha kotanya dia. Orang datang tuh dari
seluruh dunia untuk datang ke sana. Dari
India, dari Indonesia, dari Singapura,
dari Eropa untuk mendengarkan
kebijaksanaan Warren Buffet. Jadi lu
bisa bayangkan ya impactnya itu sebegitu
besar. Dan orang-orang kalau datang ke
sana itu banyak yang bilang terima
kasih. Terima kasih Warren Buffet. 30
tahun yang lalu saya investasikan gaji
saya dan uang pensiun saya ke perusahaan
Anda. Hari ini saya bisa pensiun dengan
tenang. Bahkan anak saya bisa pensiun
dengan tenang. Bahkan cucu saya bisa
kuliah dengan tenang tanpa perlu takut
tentang uang sedikit pun. Karena saya
sudah investasi uang pensiun saya 30
tahun yang lalu ke perusahaan Anda. Lu
bayangin bisa sampai orang ke situ
nangis-nangis bikin kesaksian tentang
betapa luar biasanya ya Berkshire
Headway. Betapa luar biasanya Warren
Buffet dalam mengelola perusahaan itu
sangat-sangat transparan, sangat-sangat
bisa dipercayai karena dia sangat-sangat
amanah. Ya, jujur aja sampai detik ini
gua belum pernah lihat sih perusahaan di
Indonesia yang bisa sedemikian
terbukanya ya. Bahkan sampai bikinnya di
stadion. Lu bayangin RUPS di stadion
loh. Kalau yang nanya 100 orang dia
ladenin 100 orang. Kalau yang nanya 1000
orang dia naladenin 1000 orang. Lu
bayangin sih udah kayak konser. Anyway
guys, itulah sedikit cerita ya tentang
perjalanan ya channel Benix juga sering
membahas tentang Warren Buffet bersama
The Oracle of Omaha ya. Warren Buffett
ini ya. Salah satu berita sedihnya yaitu
kita enggak bisa dengar lagi petua-petua
bijaksana dari sang Oracle dan Warren
Buffet ini akan digantikan ya sama
tangan kanannya namanya Gregory Edward
Abel. Orang bisa bilang sebagai Greg Ab.
Ini udah lama banget guys kerja bareng
Warren Buffett. Jadi lu bayangin ya ini
orang punya sedemikian amanahnya ya. Dia
punya perusahaan. Dia jadi salah satu
orang terkaya di dunia. Investornya pun
jadi orang-orang kaya karena dia
mengolah duitnya dengan sangat amanah.
ketika dia mau pensiun ini beda sama
orang Indonesia loh. Orang Indonesia
paling langsung pikirannya, "Oke, besok
anak gua yang sini naik, si cewek nanti
pegang ini, si cowok nanti pegang ini,
nanti yayasan ini terima ini." Intinya
adalah dia memperkaya dirinya sendiri
dan keluarganya. Tapi apa yang dilakukan
oleh Warren Buffett? No. Dia tidak
tunjuk anaknya loh buat jadi pengganti
dia. Ini hebat loh. Li Kanu aja anaknya
jadi perdana menteri levelu masih ada
mindset orang Asia Tenggaranya ternyata.
Tapi Warbff enggak begitu. dia malah
tunjuk ya profesional karyawan di
perusahaannya sendiri yang namanya Greg
Abel bukan anaknya. Hebat ya. Nah, kalau
ditanya kenapa dia tunjuk Greg Abel
bukan anaknya sendiri? Karena dia bilang
perusahaan ini bukan perusahaan
keluarga, ini adalah perusahaan terbuka.
Yang punya adalah kalian semua, publik.
Artinya orang yang menjalankan
perusahaan ini itu harus bertanggung
jawab sama publik. Dia tidak yakin
anaknya dia bisa melakukan hal yang luar
biasa. Dia tidak yakin anaknya dia bisa
dikasih kepercayaan yang seperti itu.
Karena ingat ya, yang dikelola ini bukan
duit pribadi, bukan demi kesenangan
kepuasan pribadi. Enggak. Tapi di sini
ada orang juminten yang mempercayakan
uang pensiun dia. Dia udah dagang somai
selama bertahun-tahun. Ini ada duitnya
Mr. Steven, petani dari Colorado. Di
sini ada duitnya seorang pensiunan,
guru, perawat dari mana pun di seluruh
dunia. Jadi itu sebuah amanah yang
sangat besar loh yang harusnya diberikan
kepada orang yang kompeten, bukan orang
yang punya hubungan darah. Beda, hebat
loh. Dan teman-teman kalau lihat CV-nya
si Greg ini luar biasa karena selama ini
Greg ya, by the way dia kelahiran 1962
dia luar biasa karena selama inilah dia
yang dipercaya untuk memegang bisnis
Brekser Rideway di bidang non asuransi.
Ingat ya, salah satu cuan terbesarnya
Brex Rway itu dari bisnis asuransi mobil
yang namanya Geiko. Bisnis mereka tuh
sebetulnya secara garis besar tuh cuma
dibagi dua, bisnis asuransi dan non
asuransi. Nah, Abel ini pegang bisnis
non asuransi. Makanya teman-teman kalau
kaget kemarin misalkan kok bersarate
tiba-tiba investasi di sahamnya Apple
itu kan non asuransi. Berarti otaknya si
Apple ini. Jadi dari situ aja lu bisa
lihat oh bisnisnya apa nih? Apakah
terkait oil and gas, apakah internet,
apakah asuransi jiwa, apakah bank, lu.
Jadi dari situ bisa langsung bikin
pertimbangan siapa yang akan jadi orang
nomor satu di Berkshare Hateway. Anyway,
satu hal yang menarik ya, lu tahu kan
dia ini selama ini bekerja cuman sebagai
vice chairman. Jadi setara wakil
presiden direktur lah di Berkshire
Hateaway. Gajinya itu 21 juta. Do
presiden direktur yang si Warren Buffet
selama dia berkuasa lu tahu gajinya
cuman berapa? Cuman 400.000.
Jadi dia menggaji si Abel ini itu 50
kali lipat lebih banyak dibandingkan dia
menggaji dirinya sendiri. Jadi ini
mentalitas direktur yang bukan rampok,
Guys. Gila ya. Di Indonesia itu
mayoritas direktur tuh pikirannya gimana
cara merangkok duit publik aja ya. Kalau
bisa IPO bodong, IPO bodong dah mindset
di Indonesia. Tapi ini enggak loh.
Warren Buffet itu enggak menggaji
dirinya gila-gila no. Cuman 400.000.
Sangat kecil lah untuk ukuran perusahaan
sebesar itu. Eh, malah anak buahnya si
Greg Able ini digaji 50 kali lipat lebih
besar loh. Gajinya 21 juta. Do. Gila ya.
Betapa ajaibnya Warren Buffett ya. Dia
berhasil mengubah sebuah perusahaan yang
awalnya di tahun 1964 hanya senilai
Rp363 miliar. Tapi saat ini Berkshire
Headway sudah bernilai lebih dari 18.268
triliun di tahun 2025. Di sini gua mau
kasih konteks, Guys. Lu tahu bank nomor
satu di Indonesia yang namanya Bank BCA
itu nilainya cuman 1 kuadriliun alias
1000 triliun. Berkshire Headway nilainya
18.200-an
triliun. Artinya ini setara dengan 18*
Bank BCA. Lu bisa bayangkan size-nya
sebesar apa? 18 negara kayak Indonesia
lah. Lu biar dapat konteksnya. Artinya
dia menguasai bank terbesar di 18
negara. yang modelannya kayak Indonesia
ini berarti kan gila ggak sih? Lu
bayangin kalau Bank BCA ada buka di 18
negara gua rasa belum tentu juga bisa
jadi 18.000 triliun tapi Berkshire Hway
dalam satu generasi berhasil mengubah
perusahaan yang tadinya cuma 300an
miliar menjadi 18.000 triliun. Gila gila
guys ini Indonesia kalau punya utang
udah lunas nih langsungnya sama Waren
Buffet. Kalau perlu sekalian utangnya
Malaysia, Australia sekalian juga
dibayarin tuh gila enggak sih cuman satu
perusahaan doang. E sebentar guys,
bentar guys. Sebelum kita lanjut
videonya, portofolio kamu lagi
kebakaran, merah merona, semuanya turun
anjlok. Bahkan saham-saham perbankan
besar di Indonesia semuanya masuk ke
jurang. Loh, kok bisa, ya? Nah, ini
semua udah pernah kita bahas di Benix
Investor Group, komunitas saham terbesar
yang ada di Indonesia. So, tunggu
apaagi, Guys? Segera bergabung di Benix
Investor Group karena cuman di sini, ya.
kita bisa berdiskusi langsung secara
live baik online maupun offline termasuk
kita sering melakukan kunjungan site
visit loh ke perusahaan-perusahaan ke
pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di
Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa
langsung tanya jawab secara langsung
live sama direktur perusahaannya. Kapan
lagi ada peluang kayak begini. Nah,
kemarin kita juga baru habis datang nih
ke sebuah perusahaan yang menurut gua
sangat prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id
atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas. Sampai ketemu di Benix Investor
Group. Anyway, kenapa sih Warren Buffet
bisa jadi sehebat itu? Gimana ya
perjalanan investasi Warren Buffett? Lu
penasaran enggak? Sebetulnya perjalanan
investasi Warren Buffet dimulai sejak
usianya masih muda. Ia memulai investasi
pertamanya saat umur 11 tahun dengan
membeli tiga lot saham perusahaan gas
lokal yang namanya City Service di harga
38 per slotnya. Namun sayangnya
investasi pertama Warren Buffet tak
berjalan mulus karena harga saham City
Service turun hingga 27 tidak lama sejak
dirinya mulai berinvestasi di sana.
Namun saat itu Warren Buffet tidak jual.
Dia tetap menahan saham miliknya. Hingga
beberapa lama setelahnya harganya naik
menjadi 40. Karena sudah naik tersebut
maka Buffet pun baru menjualnya. Pucuk
di cinta Ulam tiba, Guys. Ternyata
setelah Buffet menjual sahamnya, saham
City Service justru terus melonjak naik
hingga harga perusahaan gas tersebut
naik lebih dari 00. Dari investasi ini,
dirinya mendapat pelajaran bahwa jangan
tergesa-gesa dalam mengambil keputusan
dan wajib sabar dalam berinvestasi. Nah,
satu hal yang menarik, Guys. Mungkin lu
kaget juga, ya. Bocah umur 11 tahun udah
mulai investasi duitnya dari mana?
Ternyata Warren Buffet itu udah terbiasa
fight loh dari usia masih kecil. Dia
jualan koran, Guys. Dia jualan, dia
ngumpulin tutup botol-tutup botol
Coca-Cola. Dia ngumpulin botol-botol
bekas suruh nanti dikiloin. Zaman dulu
gua juga pernah begitu tuh. ngumpulin
koran bekas, ngumpulin botol-botol.
Karena zaman dulu ya kita itu minum
Coca-Cola Sprite itu masih pakai botol
beling dan itu ada nilainya. Botol
beling, ee botol bir, botol Fanta segala
macam itu zaman dulu ada nilainya. Kita
kumpulin kasih ke warung nanti warung
ngasih kita duit. Jadi ini kurang lebih
sama lah dengan yang dilakukan Warren
Buffet. Jadi dia udah cari duit sejak
usia masih muda, Guys. Ya, salah satu di
paling gede waktu itu jadi loper koran
lah. Itu permulaan dia. Lover koran.
Masih bocah loper koran cari duit. Hebat
ya. Terus gimana kemudian dia masuk
menjadi seorang investor hebat ya?
Setelah menghabiskan masa kanak-kanaknya
hingga remaja, Warenfa itu melakukan
berbagai pekerjaan sampingan hingga
kemudian dia harus dibujuk oleh ayahnya
untuk berkuliah di University of
Pennsylvania. Sayangnya Buffet hanya
bertahan 2 tahun di sana. Di kemudian
hari dia pindah ke University of
Nebraska dan lulus dengan gelar
administrasi bisnis di usia 20 tahun.
Tidak lama dari situ dirinya kemudian
melanjutkan pendidikan master of science
di bidang ekonomi di Columbia
University. Di sana ia bertemu dengan
mentornya yang bernama Benjamin Graham.
Karena dia sangat kagum pada Benjamin
Graham, maka Warren Buffet bersedia
bekerja untuk Benjamin Graham tanpa
dibayar. Nah, ini gua udah berulang kali
bilang sama lu ya. Kalau lu pengin
banget sesuatu, lu pengin tahu, belajar
pada ahlinya, lu minta kerja sama dia
dan lu bahkan jangan minta duit. Karena
Benjamin Graham berulang kali menolak si
Warren Buffett karena dia bukan orang
Yahudi. Benjamin Graham itu berulang
kali bilang, "Gua enggak bisa terima lu
sebagai karyawan perusahaan investasinya
Benjamin Graham. Karena apa? Lu bukan
orang Yahudi Warren Buffett. Sementara
klien perusahaan-perusahaan investasi
pada saat itu orang kaya ya orang
Yahudi. Jadi Warren Buffett berulang
kali ditolak. Ya memang rasis dunia
finansial di Amerika Serikat. Itu fakta.
Tapi apakah Warren Buffett patah hati?
Tidak. Dia datang kembali kedua kali,
ketiga kali, dan dia bilang, "Gua bisa
menjawab semua pertanyaan lu di kampus.
Nilai gua sebagus ini. Lu tes gua apa
yang gua tidak bisa jawab. Kasih gua
kesempatan." Kata Benjamin Gram akhirnya
kalau lu yang ngotot buat kerja di sini,
ya udah tapi gua enggak gaji lu. Mau
enggak lu? Yahudi banget nih. Apa yang
dilakukan oleh Warren Buffet? Apakah dia
cengeng, oyek-oyek baby? Enggak. Dia
tidak seperti Genzi di Indonesia. So,
yang dilakukan oleh Warren Buffet, dia
ambil kesempatan itu, dia kerja kepada
mentornya dan dia akan membuktikan bahwa
dia sangat pintar, dia sangat capable
dan dia pas untuk posisi itu. Akhirnya
pucuk dicinta ulang tiba. Di kemudian
hari pada tahun 1954 sampai 1956, Warren
Buffet bekerja sebagai security analis
di perusahaan investasi milik Graham
yang namanya Graham Newman Corp. Nah,
dari Graham inilah Waren Buffet banyak
belajar mengenai investasi yang menjadi
dasar dari dirinya berbisnis di kemudian
hari. Saking setianya ya Warren Buffet
terhadap Benjamin Graham, Warren Buffet
itu sampai berulang kali ya bilang bahwa
dia sangat suka dengan Benjamin Graham.
Apalagi bukunya yang berjudul The
Intelligent Investor yang terbit di
tahun 1949. Buku yang terbit 4 tahun
setelah Indonesia merdeka. Ketika
Indonesia lagi sibuk rebutan kekuasaan,
siapa yang mau nambah istri lagi dan
lain sebagainya. Di Amerika sana udah
berpikir gimana cara berinvestasi dengan
baik dan benar. Lu bayangin, Guys. Dan
Waron Buffet itu sudah berulang kali
bilang bahwa Benjamin Graham itu merubah
hidupnya. It changed my life. Dan dia
ulangin lagi nih ketika shareholder
meeting atau RUPS ya di tahun 2013 bahwa
Benjamin Graham itu memberikan dia
filosofi. Filosofi yang sangat dasar
yang sangat bagus sekali dan itu adalah
ilmu investasi yang menjadi pondasi
perjalanan bisnis perjalanan
kehidupannya si Warren Buffett. Jadi
dampaknya sangat luar biasa ya. So
setelah Warren Buffet belajar dari
Benjamin Graham di tahun 1956 Warren
Buffett akhirnya mendirikan
perusahaannya sendiri yang bernama
Buffet Partnership. Nanti di titik ini
enggak banyak yang tahu, Guys. Salah
satu alasan kenapa Warren Buffett bikin
perusahaan sendiri itu karena perusahaan
tempat dia kerja sama si Graham Newman
itu ditutup. Si Graham pengin
jalan-jalan clearing dunia. Dia jackpot,
Guys. Dia haban gede tuh dari saham
Geiko. Yang ngajarin Graham beli Geo
sebetulnya si Waren Buffet ini. Jadi
kalau dipikir-pikir sebenarnya Warren
Buffet ini udah masuk ke level yang
lebih pintar, lebih canggih, lebih hebat
dibandingkan mentornya. sampai dia
sendiri yang ngajarin mentornya,
"Udahlah taruh aja duit lu ke Giko." Eh,
ternyata cuan besar Graham kemudian
pensiun keliling dunia sama pacarnya
yang merupakan keponakannya sendiri.
Jadi semi-semi ins juga nih Benjamin
Graham nih. Kontroversial sebenarnya
kalau lu lihat track recordnya si
Benjamin Graham. Anyway, kita enggak mau
bahas tentang urusan pribadi orang,
Guys. Kita mau bahas Warren Buffet di
sini. Warren Buffet bikin perusahaan
sendiri yang namanya Warren Buffet
Partnership ini. Nah, berkat
pengalamannya bekerja di Geraham Newman
Corp, Warren Buffet dapat melihat
perusahaan yang awalnya diabaikan namun
sebenarnya memiliki potensi keuntungan
yang menjanjikan. Nah, karena dia sangat
ahli di bidang itu maka dirinya pun
berinvestasi di Berkshire Hway. Nah, ini
sebetulnya inline, Guys, dengan prinsip
filosofi investasinya Warren Buffet. Dia
pernah bilang, "Ya, you should invest in
a business that even a fool can run
because someday a fool will." Maksudnya
apa? Investasilah di sebuah bisnis yang
kalau yang ditaruh itu orang idiot pun
suruh jalanin perusahaan itu, perusahaan
itu akan tetap jalan. Contohnya nih,
kemarin gua ada bisnis yang bisnisnya
gampang doang. Gua invest di situ
miliaran. Kenapa? Karena gua yakin
setol-tololnya ini direksi ini katakan
tiba-tiba menjajak yang dimasukin orang
tolol ya yang otaknya cuman seperempat
atau satu sendak teh. Yang namanya bis
mobil semua orang itu bisa jalanin
sesimpel itu. Gimana enggak untung
satu-satunya potensi dia bangkrut ya
kalau kena tsunami lah ya
kan gitu. Terlepas dari itu ada risiko
lain enggak? Ya enggak. Jadi ini bisnis
yang even orang bodoh aja bisa masuk.
Cuman salah satu hal yang berat ya
namanya juga samp itu aja sih resikonya.
Tapi overall bisnisnya ini bisnis yang
orang bodoh sekalipun ditaruh di situ
pasti cuan. Di Indonesia juga salah
satunya yang gua kemarin taruh duit di
perusahaan kelapa sawit. Kita sekarang
cuan 100% lebih. Kenapa? Karena orang
bodoh dan tolol pun dikasih kerja di
perusahaan itu pasti bisa jalanin.
Bisnisnya sangat simpel, sangat mudah
dan ya hopefully ya bukan hanya
hopefully sih dan fortunately lah ya
diaunning dengan orang-orang yang
GCG-nya juga bagus. Makanya enggak heran
juga kita bisa untung gede di situ.
Simpel kan filosofi investasinya. Nah,
tapi ada satu kesalahan sebetulnya di
tahun 1962 ya Buffet ini melalui Buffet
Partnership membeli saham Berkshire
Hadway saat itu perusahaan textil
berlokasi di Massachusett yang merupakan
hasil merger dari Berkshare Find
Spinning Associate dan perusahaan
manufacture Headway. Pada saat itu harga
sahamnya senilai 7,5 per lembar
sahamnya. Nah, salah satu alasan yang
membuat Buffet tertarik membeli saham
Berksare Haway adalah karena saat itu
industri tekstil di New England babak
belur terimbas perang dunia yang
pertama. Nah, akibat keadaan perusahaan
yang semakin buruk di bulan Mei 1964,
si Berry Stanton orang yang mengelola
perusahaan saat itu menawarkan Berkshire
Partnership yang sudah lebih dahulu
memiliki 7% saham Berkshire Hway untuk
menjual sahamnya. Buffet pun setuju
untuk menjual sahamnya di harga 11,5.
Jadi di sini guys, gua mau cerita ya.
Warren Buffet perusahaan investasinya
namanya Berkshe Partnership itu udah
beli nih SAMnya nih 7% harganya 7,5.
Terus ternyata owner perusahaan yang dia
beli Berkser Haway itu namanya
perusahaan textile itu mau akuisisi
semua saham yang ada di luar. Dia pengin
jadi pemilik tunggal. Dan mereka udah
sepakat nih, oke gua beli Shamlu ya, Mr.
Warren Buffett yang 7% itu gua beli
seharga 11,5 dolar. Warren Buffet happy
dong, cuan dong dia beli cuman 7,5
sekarang dia bisa jual itu seharga 11,5.
Dia happy dong, investor dia happy dong.
Dia cuman 50% lebih dong. Bagus dong.
Good news, everybody's happy. Tetapi
ternyata memang orang ini tukang tipu.
Orang yang menjalankan pabrik tekstil
ini penipu dan tidak bisa dipercaya.
Karena kemudian hari di tanggal 6 Mei,
Sibery mengirimkan surat kepada para
pemegang saham untuk membeli kembali
225.000 saham Berksare Hway yang mereka
miliki dengan harga 11,375
per lembar sahamnya. Sebenarnya enggak
jauh-jauh banget ya, Guys, ya. Berkshare
Hway itu sahamnya Warren Buffet itu mau
dibeli seharga 11,5. Eh, tapi si Beri
turunin dikit nih jadi 11,3.
Tapi ternyata Warren Buffet take it
personally. Dia tersinggung, "Wah, lu
udah enggak menghargai salaman kita.
Kita kan udah shake hand." Kok lu enggak
menghargai itu? Karena dia tersinggung,
Buffet pun tidak membaca lagi surat
penawaran buyback itu. Dia malah membeli
saham Berksure Hateway yang ada di pasar
secara agresif. Hasilnya apa? Di tahun
1965 bulan April, Bafet sudah memiliki
392.633
lembar saham di Berkshire Headway. Pada
saat itu total saham yang beredar adalah
1 jutaan lembar saham. Di situ, Guys.
Titik itu ya kita sudah bisa bilang sih
dia pegang lebih dari 1 per3a saham
perusahaan yang beredar ya. Dia
lama-lama kemudian akumulasi terus
sampai kemudian dia bisa ambil kontrol
perusahaan itu dari si Beri ini. Dan
menurut dia Warren Buffet sendiri bilang
spesifik di situ disurat kepada pemegang
saham dia menyesal beli Berkshire Heaway
karena menurut dia melakukan tindakan
yang childish. Dia bilang, "I'm doing a
childish behavior." Kenapa? Karena kan
ini cuman selisih 80 perak doang.
Sebelumnya sahamnya dihargai 11,5 eh
tiba-tiba mundur ke 11,375. Jadi menurut
Warren Buffet di kemudian hari dia
menyesal cuman gara-gara 80 poin doang
gua berantem ya. Tapi sebetulnya memang
siber ini juga child juga dia juga
bilang juga. Jadi dua-duanya sama-sama
aneh saat itu. But anyway dia end up
menjadi pemegang mayoritas saham di
perusahaan tekstil yang dia tidak tahu
bisnisnya seperti apa karena dia bukan
pengusaha tekstil. Dia pun bingung ini
harus gua apain ya? Ada karyawannya, ada
mesinnya. Ya, si Beris itu pun kemudian
si CEO-nya yang lama dipecat sama dia.
Jadi akhirnya ada dua orang bingung.
Yang satu bingung cari pekerjaan lain,
yang satu bingung gimana cara running
pabrik ini. Dan kemudian jadi kenyataan.
Kenapa? Karena Brexhire Hadway pabrik
tekstil saat itu ternyata setelah dibeli
oleh Warren Buffet bukannya tambah
untung tapi tambah rugi. Bahkan
valuasinya Berksure Hiway di tahun
ketika dia diakuisisi oleh eh Warren
Buffet itu turun. dari yang tadinya
senilai 55 juta dolar turun menjadi 22
juta. Jadi hilang tuh valuasinya sekitar
50%, Guys. Yang lebih parah lagi
perusahaan itu buat diunning kembali
factory-nya ini dengan mesin-mesin yang
udah tua, mereka itu butuh modal 22
juta. Do tetapi pada saat itu posisi
perusahaan dia enggak punya uang lebih
uangnya udah mentok dan masih ada utang
di bank 2,5 juta. Jadi, lu bayangin
Warren Buffet itu membuat kesalahan
fatal dengan membeli Berkshire Hetiway.
Karena ketika dia beli, perusahaan ini
memang udah mau collapse. Banyak
mesin-mesinnya udah enggak up to date
dan ada mulai banyak negara-negara yang
bisa memproduksi tekstil dengan harga
yang lebih murah. So, kemudian apa yang
dilakukan BK Shierah Hway? Dia jual itu
semua pabrik, dia jual itu semua alat
produksi, mesin, kain, dan sebagainya.
Dan dia rubah Berkshare Hway menjadi
perusahaan investasi, bukan lagi
perusahaan tekstil. Nah, long story
short, Guys, dia kemudian menjalankan
breaksure rightway yang sudah dia lebur
ya dengan perusahaan investasi yang
namanya Buffet Partnership itu sekarang
udah jadi breaks rateway. Dia jalankan
itu sebagai perusahaan investasi full
dan ternyata growth-nya itu enggak
terlalu bagus, Guys. Sampai di kemudian
hari dia ketemu partner seorang sarjana
hukum, lawyer yang namanya Charlie
Manger.
So, kemudian di tahun 1978, Charlie
Manger bergabung sebagai wakil presiden
di Berkshire Hway. Nah, bersama dengan
Charlie Manger, mereka bekerja sama
untuk menjalankan perusahaan menggunakan
teknik buying undervalued business.
Barulah di tahun 1985, Buffett kemudian
membangun perusahaan induk investasi
yang sekarang menjadi salah satu
perusahaan investasi terbesar di dunia
yang bernama Berkshire Hway. Meskipun
melalui pasang surutnya, Buffett
berhasil mengelola Berser Headway
menjadi perusahaan induk holding company
untuk banyak saham dan bisnis yang ia
beli dalam beberapa dekade terakhir. By
the way, Guys, selama ini mungkin lu
tahunya Berksure Hateway investasi di
Apple ya, tapi sebetulnya ada begitu
banyak loh perusahaan di kolong langit
ini yang sahamnya dipegang oleh
Berkshire Headway. Contohnya lu pernah
dengar amazon.com itu beraksi rightway
ada American Express ini perbank. Lalu
ada Apple, ada Bank of America, ada BYD
mobil listrik Cina, ada Capital One, ada
Chevron perusahaan minyak, ada CHAP
perusahaan asuransi, ada Coca-Cola
perusahaan minuman, ada Dominos Pizza.
Eh, ternyata ada Waron Buffet juga. Lalu
ada Itochu Corporation, ini perusahaan
di Jepang. Lalu ada Craft Hins. Ini
perusahaan berhubungan dengan keju.
Kalau di Indonesia lu tahunya itu. Lalu
ada begitu banyak perusahaan lah. Mulai
dari Jepang, perusahaan yang ada di
Brazil, perusahaan yang ada di Eropa,
perusahaan yang berhubungan dengan and
gas, pertambangan emas, berhubungan
dengan rel baja, dan kereta api juga dia
punya. Jadi ada begitu banyak perusahaan
yang sebetulnya di belakang layar punya
Berkshire Hateway, tapi lu enggak tahu
aja. By the way, ya begitu
revolusionernya Warren Buffet bersama
Berksir Hway ini ya, lu tahu enggak
saham termahal di dunia? per lembar
sahamnya. Kalau di Indonesia dulu lu
tahunya Bank BCA lah, angkanya bisa
sampai Rp36.000 per lembarnya ya. Tapi
kalau di dunia lima saham termahal di
dunia itu peringkat lima itu Amazon
harganya 3.500 per lembar saham. Kedua
ada Seoard Corporation harganya 4.650
per lembar saham di Amerika Serikat
juga. Yang ketiga adalah NVR. Itu ada di
$8.000 per lembar saham dari Amerika
Serikat. Yang kedua, coklat fabrican
lin. Ini perusahaan coklat lin. Lu pasti
pernah makan. Ini dari Swiss nilainya
103.000 Swiss Frank. Dan yang peringkat
satu itu adalah Berkshire Headway. Harga
sahamnya 612.000
per lembar saham alias hampir Rp10
miliar
per lembar sahamnya. Jadi lu bayangin
guys, lu mau beli saham kalau Indonesia
minimal 100 lembar ya, satu lot ya.
Artinya kalau lu mau belanja sahamnya
Berkshire Hway di Indonesia nih, lu
minimal punya modal 1 triliun karena
satu lotembar, satu lembarnya 10 M. 10 M
* 100 lembar itu 1 triliun. Ngeri, Guys.
Lu mau belanja, lu butuh modal 1
triliun. Halo, Bro. Lu kemarin habis
beli saham? Iya nih gua pusing nih habis
beli saham satu lembar. Kenapa pusing
cuman satu lembar? Iya, Bro, soalnya
nilainya 10 miliar satu lembar. Kalau
satu lot nilainya 1 triliun. Gila
enggak, Guys? Beli saham nilainya 10
miliar tuh luar biasa loh. Satu-satunya
di kolong langit ini the only one. Bukan
Tesla, bukan Apple, bukan Amazon, bukan
Nvidia, tapi saham termahal di dunia
saat ini per lembarnya itu saham
Berkshare Hway nilainya 9,9 miliar. Luar
biasa, Guys. Sekilaslah tentang kisah
hidup dan perjalanan investasi Warren
Buffet. Luar biasa sekali. Sang maestro
akhirnya undur diri. Sang maestro
akhirnya dimakan usia dan sangat sedih
sekali ya buat kita karena kita tidak
bisa lagi dapat petua-petua bijaksana ya
dari beliau. Nah, kalau menurut lu
sendiri gimana, Guys? Ini kabar buruk
atau kabar baik nih buat dunia
investasi?
Karena yang akan meninggalkan kita ini
adalah orang nomor satu loh di dunia
investasi saat ini. Kalau di Indonesia
ya, peristiwa jatuhnya atau meninggalnya
seorang CEO bank ya. Contoh zaman dulu
lah era 98 yang punya bank BCA
sakit-sakitan itu semua orang pada
panik, Guys. Gila enggak sedemikian
ngaruhnya seorang founder tuh ya.
Sekarang kita lihat Warren Buffett
bersama Berkshare. Menurut lu ini kabar
baik atau kabar buruk? Karena yang pasti
sejak pengumuman Warren Buffet pensiun
itu harga saham Bersare Headway tambah
turun terus. Kira-kira penerusnya akan
bisa melanjutkan enggak ya legacy yang
luar biasa dari Charlie Manger dan
Warren Buffet ini? I think we have come
to an era, guys. New era di mana udah
berakhir nih eranya Warren Buffet dan
masuk ke era baru ya yang penuh dengan
hal yang progresif, spektakuler, dan
mungkin tidak ortodoks nih ya. Karena
siapa sangka Warren Buffet yang sangat
anti dengan teknologi kemudian investasi
di perusahaan seperti Apple. Nah, Gregel
nih akan ambil tindakan yang seperti apa
ya? Apakah dia akan lebih konservatif
atau justru malah makin agresif dan
spekulatif? Menurut kalian gimana dan
sama apa ya yang bakal dibeli oleh
Brexer Hway di bawah kepemimpinan Abel?
Oke guys, semoga video ini bermanfaat
dan terima kasih buat Mr. Warren Buffet
untuk kepemimpinannya selama ini. Semoga
ada perusahaan di Indonesia yang punya
hati, punya jiwa seperti Warren Buffet.
Melayani pemegang saham bukan melayani
kepentingan dirinya sendiri apalagi
keluarganya sendiri tetapi melayani
amanah yang sudah dikasih oleh pemegang
saham. Semoga ada perusahaan seperti itu
di Indonesia. Oke, guys. Sampai ketemu
lagi. Semoga video ini bermanfaat.
Segera tulis komentar kalian di bawah
ini. Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:57 UTC
Categories
Manage