Transcript
vtVUywdOe2M • 1 NASIHAT SAKTI Warren Buffett Bikin Banyak Orang Jadi KAYA RAYA! Wajib Nonton Sekali Seumur Hidup !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0380_vtVUywdOe2M.txt
Kind: captions Language: id Dari lembar lusuh laporan lama lahirlah mimpi bukan fana, bukan istana, bukan mahkota, tapi Berkshire yang ia bina dengan jiwa. Bukan pabrik atau jalan tol semata, tapi visi yang menembus zaman dan tata. Ia tak berdansa di irama pasar. Ia mendengar bisik nilai yang sabar. Satu persatu ia kumpulkan batu membangun istana yang tanpa debu. Dari Coca-Cola hingga rel baja, dari Geiko hingga Bank of America. Kini usia sudah menyentuh senja. Sang Oracle perlahan merundukkan kepala. Berkser bukan aku," katanya lembut. Ini karya hidup. Jangan ribut. Ia tak pamit dengan kata besar. Hanya senyum dan catatan pasar. Tinggalkan warisan lebih dari harta. sebuah pelajaran tentang kesabaran, Guys. Ini sebuah kisah yang sungguh sangat menyedihkan, Guys. Judulnya Senandung Terakhir sang maestro, ya. Jadi, maestro di sini tentu teman-teman sudah tahulah karena kita channel investasi. Maestro kita adalah yang berhubungan dengan investasi. Kita sungguh sangat berduka lah karena tahun lalu kita ditinggal oleh Charlie Manger. Ya, tahun ini kita juga ditinggal tapi bukan meninggal dunia tetapi pensiun pendiri Berkshire Headway sebagai perusahaan investasi dulunya perusahaan tekstil yang namanya Warren Buffett akhirnya menyatakan diri tahun ini adalah RUPS terakhir beliau. Jerica, this was an emotional moment in Omaha. Warren Buffett, the CEO of Berkshire Hatway, announcing his plans to step down as the CEO of the empire he built at the end of the year. But I think it it's uh the time has arrived where Greg should become the chief executive officer. The enthusiasm shown by that response could be interpreted in two ways. But I'll take a surprise. Dia enggak bakal datang lagi nih di RUPS RUPS Berkshire selanjutnya. Nah, ini sangat revolusioner, Guys. Dan sangat menyedihkan, ya. Khususnya buat gua lah. Dan mungkin buat banyak investor di luar sana ketika Warren Buffet menyatakan mundur dari Berkshire Hadway, gua yakin banyak orang yang sedih sih karena dia kasih contoh yang sangat baik tentang bagaimana mengolah amanah dari investor. Jadi, teman-teman bayangin ya, gua tuh udah ikut RUPS itu banyak, Guys. Ribuan kali lah. Ya, tentu saja banyak hal-hal buruk yang bisa gua ceritakan banyak juga. Dapat beberapa hal yang baik. Tapi satu hal sangat jarang loh di RUPS perusahaan manaun yang Tbk lu bisa ngobrol begitu bebas, begitu lepas, begitu menyenangkan sebagaimana lu ikut RUPS-nya Berkshire Hadway. Karena kalau ikut RUPS-nya Berkshire Hway, lu bisa nanya apa aja, Guys, sama CEO perusahaan yang lu invest, yang lu percayakan duit lu ke perusahaan itu. Lu bisa nanya, "Halo, Mr. Warren Buffet, anak saya bentar lagi akan naik SMA. Sebaiknya sekolahnya ambil jurusan apa ya atau sekolah di mana ya?" Lu bisa nanya itu. Bayangkan ya dengan orang terkaya di dunia, lu bisa nanya itu. Halo Mr. Warren Buffett, besok saya mau marit. Tapi saya masih ragu nih dengan pasangan saya karena dia masih suka melakukan hal-hal yang menurut saya di luar akal sehat. Kalau kamu jadi saya, kamu akan ambil tindakan apa ya, Mr. Warren Buffet? Lu bisa nanya apa aja lu bayangkan. Jadi jangan heran kalau erupayes-nya BK Shero itu berjalan bisa berjam-jam, Guys. Dan orang menyambut itu dengan sukacita. dia bikin itu di Omaha kotanya dia. Orang datang tuh dari seluruh dunia untuk datang ke sana. Dari India, dari Indonesia, dari Singapura, dari Eropa untuk mendengarkan kebijaksanaan Warren Buffet. Jadi lu bisa bayangkan ya impactnya itu sebegitu besar. Dan orang-orang kalau datang ke sana itu banyak yang bilang terima kasih. Terima kasih Warren Buffet. 30 tahun yang lalu saya investasikan gaji saya dan uang pensiun saya ke perusahaan Anda. Hari ini saya bisa pensiun dengan tenang. Bahkan anak saya bisa pensiun dengan tenang. Bahkan cucu saya bisa kuliah dengan tenang tanpa perlu takut tentang uang sedikit pun. Karena saya sudah investasi uang pensiun saya 30 tahun yang lalu ke perusahaan Anda. Lu bayangin bisa sampai orang ke situ nangis-nangis bikin kesaksian tentang betapa luar biasanya ya Berkshire Headway. Betapa luar biasanya Warren Buffet dalam mengelola perusahaan itu sangat-sangat transparan, sangat-sangat bisa dipercayai karena dia sangat-sangat amanah. Ya, jujur aja sampai detik ini gua belum pernah lihat sih perusahaan di Indonesia yang bisa sedemikian terbukanya ya. Bahkan sampai bikinnya di stadion. Lu bayangin RUPS di stadion loh. Kalau yang nanya 100 orang dia ladenin 100 orang. Kalau yang nanya 1000 orang dia naladenin 1000 orang. Lu bayangin sih udah kayak konser. Anyway guys, itulah sedikit cerita ya tentang perjalanan ya channel Benix juga sering membahas tentang Warren Buffet bersama The Oracle of Omaha ya. Warren Buffett ini ya. Salah satu berita sedihnya yaitu kita enggak bisa dengar lagi petua-petua bijaksana dari sang Oracle dan Warren Buffet ini akan digantikan ya sama tangan kanannya namanya Gregory Edward Abel. Orang bisa bilang sebagai Greg Ab. Ini udah lama banget guys kerja bareng Warren Buffett. Jadi lu bayangin ya ini orang punya sedemikian amanahnya ya. Dia punya perusahaan. Dia jadi salah satu orang terkaya di dunia. Investornya pun jadi orang-orang kaya karena dia mengolah duitnya dengan sangat amanah. ketika dia mau pensiun ini beda sama orang Indonesia loh. Orang Indonesia paling langsung pikirannya, "Oke, besok anak gua yang sini naik, si cewek nanti pegang ini, si cowok nanti pegang ini, nanti yayasan ini terima ini." Intinya adalah dia memperkaya dirinya sendiri dan keluarganya. Tapi apa yang dilakukan oleh Warren Buffett? No. Dia tidak tunjuk anaknya loh buat jadi pengganti dia. Ini hebat loh. Li Kanu aja anaknya jadi perdana menteri levelu masih ada mindset orang Asia Tenggaranya ternyata. Tapi Warbff enggak begitu. dia malah tunjuk ya profesional karyawan di perusahaannya sendiri yang namanya Greg Abel bukan anaknya. Hebat ya. Nah, kalau ditanya kenapa dia tunjuk Greg Abel bukan anaknya sendiri? Karena dia bilang perusahaan ini bukan perusahaan keluarga, ini adalah perusahaan terbuka. Yang punya adalah kalian semua, publik. Artinya orang yang menjalankan perusahaan ini itu harus bertanggung jawab sama publik. Dia tidak yakin anaknya dia bisa melakukan hal yang luar biasa. Dia tidak yakin anaknya dia bisa dikasih kepercayaan yang seperti itu. Karena ingat ya, yang dikelola ini bukan duit pribadi, bukan demi kesenangan kepuasan pribadi. Enggak. Tapi di sini ada orang juminten yang mempercayakan uang pensiun dia. Dia udah dagang somai selama bertahun-tahun. Ini ada duitnya Mr. Steven, petani dari Colorado. Di sini ada duitnya seorang pensiunan, guru, perawat dari mana pun di seluruh dunia. Jadi itu sebuah amanah yang sangat besar loh yang harusnya diberikan kepada orang yang kompeten, bukan orang yang punya hubungan darah. Beda, hebat loh. Dan teman-teman kalau lihat CV-nya si Greg ini luar biasa karena selama ini Greg ya, by the way dia kelahiran 1962 dia luar biasa karena selama inilah dia yang dipercaya untuk memegang bisnis Brekser Rideway di bidang non asuransi. Ingat ya, salah satu cuan terbesarnya Brex Rway itu dari bisnis asuransi mobil yang namanya Geiko. Bisnis mereka tuh sebetulnya secara garis besar tuh cuma dibagi dua, bisnis asuransi dan non asuransi. Nah, Abel ini pegang bisnis non asuransi. Makanya teman-teman kalau kaget kemarin misalkan kok bersarate tiba-tiba investasi di sahamnya Apple itu kan non asuransi. Berarti otaknya si Apple ini. Jadi dari situ aja lu bisa lihat oh bisnisnya apa nih? Apakah terkait oil and gas, apakah internet, apakah asuransi jiwa, apakah bank, lu. Jadi dari situ bisa langsung bikin pertimbangan siapa yang akan jadi orang nomor satu di Berkshare Hateway. Anyway, satu hal yang menarik ya, lu tahu kan dia ini selama ini bekerja cuman sebagai vice chairman. Jadi setara wakil presiden direktur lah di Berkshire Hateaway. Gajinya itu 21 juta. Do presiden direktur yang si Warren Buffet selama dia berkuasa lu tahu gajinya cuman berapa? Cuman 400.000. Jadi dia menggaji si Abel ini itu 50 kali lipat lebih banyak dibandingkan dia menggaji dirinya sendiri. Jadi ini mentalitas direktur yang bukan rampok, Guys. Gila ya. Di Indonesia itu mayoritas direktur tuh pikirannya gimana cara merangkok duit publik aja ya. Kalau bisa IPO bodong, IPO bodong dah mindset di Indonesia. Tapi ini enggak loh. Warren Buffet itu enggak menggaji dirinya gila-gila no. Cuman 400.000. Sangat kecil lah untuk ukuran perusahaan sebesar itu. Eh, malah anak buahnya si Greg Able ini digaji 50 kali lipat lebih besar loh. Gajinya 21 juta. Do. Gila ya. Betapa ajaibnya Warren Buffett ya. Dia berhasil mengubah sebuah perusahaan yang awalnya di tahun 1964 hanya senilai Rp363 miliar. Tapi saat ini Berkshire Headway sudah bernilai lebih dari 18.268 triliun di tahun 2025. Di sini gua mau kasih konteks, Guys. Lu tahu bank nomor satu di Indonesia yang namanya Bank BCA itu nilainya cuman 1 kuadriliun alias 1000 triliun. Berkshire Headway nilainya 18.200-an triliun. Artinya ini setara dengan 18* Bank BCA. Lu bisa bayangkan size-nya sebesar apa? 18 negara kayak Indonesia lah. Lu biar dapat konteksnya. Artinya dia menguasai bank terbesar di 18 negara. yang modelannya kayak Indonesia ini berarti kan gila ggak sih? Lu bayangin kalau Bank BCA ada buka di 18 negara gua rasa belum tentu juga bisa jadi 18.000 triliun tapi Berkshire Hway dalam satu generasi berhasil mengubah perusahaan yang tadinya cuma 300an miliar menjadi 18.000 triliun. Gila gila guys ini Indonesia kalau punya utang udah lunas nih langsungnya sama Waren Buffet. Kalau perlu sekalian utangnya Malaysia, Australia sekalian juga dibayarin tuh gila enggak sih cuman satu perusahaan doang. E sebentar guys, bentar guys. Sebelum kita lanjut videonya, portofolio kamu lagi kebakaran, merah merona, semuanya turun anjlok. Bahkan saham-saham perbankan besar di Indonesia semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa, ya? Nah, ini semua udah pernah kita bahas di Benix Investor Group, komunitas saham terbesar yang ada di Indonesia. So, tunggu apaagi, Guys? Segera bergabung di Benix Investor Group karena cuman di sini, ya. kita bisa berdiskusi langsung secara live baik online maupun offline termasuk kita sering melakukan kunjungan site visit loh ke perusahaan-perusahaan ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa langsung tanya jawab secara langsung live sama direktur perusahaannya. Kapan lagi ada peluang kayak begini. Nah, kemarin kita juga baru habis datang nih ke sebuah perusahaan yang menurut gua sangat prospek di tahun 2025. Nama perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja daftar di Benix Investor Group melalui website yang ada di bawah ini www.benix.id atau segera kontak WhatsApp kita yang ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu ya di Benix Investor Group karena makin seru nih dunia investasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih saham yang menarik selanjutnya buat kita bahas. Sampai ketemu di Benix Investor Group. Anyway, kenapa sih Warren Buffet bisa jadi sehebat itu? Gimana ya perjalanan investasi Warren Buffett? Lu penasaran enggak? Sebetulnya perjalanan investasi Warren Buffet dimulai sejak usianya masih muda. Ia memulai investasi pertamanya saat umur 11 tahun dengan membeli tiga lot saham perusahaan gas lokal yang namanya City Service di harga 38 per slotnya. Namun sayangnya investasi pertama Warren Buffet tak berjalan mulus karena harga saham City Service turun hingga 27 tidak lama sejak dirinya mulai berinvestasi di sana. Namun saat itu Warren Buffet tidak jual. Dia tetap menahan saham miliknya. Hingga beberapa lama setelahnya harganya naik menjadi 40. Karena sudah naik tersebut maka Buffet pun baru menjualnya. Pucuk di cinta Ulam tiba, Guys. Ternyata setelah Buffet menjual sahamnya, saham City Service justru terus melonjak naik hingga harga perusahaan gas tersebut naik lebih dari 00. Dari investasi ini, dirinya mendapat pelajaran bahwa jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dan wajib sabar dalam berinvestasi. Nah, satu hal yang menarik, Guys. Mungkin lu kaget juga, ya. Bocah umur 11 tahun udah mulai investasi duitnya dari mana? Ternyata Warren Buffet itu udah terbiasa fight loh dari usia masih kecil. Dia jualan koran, Guys. Dia jualan, dia ngumpulin tutup botol-tutup botol Coca-Cola. Dia ngumpulin botol-botol bekas suruh nanti dikiloin. Zaman dulu gua juga pernah begitu tuh. ngumpulin koran bekas, ngumpulin botol-botol. Karena zaman dulu ya kita itu minum Coca-Cola Sprite itu masih pakai botol beling dan itu ada nilainya. Botol beling, ee botol bir, botol Fanta segala macam itu zaman dulu ada nilainya. Kita kumpulin kasih ke warung nanti warung ngasih kita duit. Jadi ini kurang lebih sama lah dengan yang dilakukan Warren Buffet. Jadi dia udah cari duit sejak usia masih muda, Guys. Ya, salah satu di paling gede waktu itu jadi loper koran lah. Itu permulaan dia. Lover koran. Masih bocah loper koran cari duit. Hebat ya. Terus gimana kemudian dia masuk menjadi seorang investor hebat ya? Setelah menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja, Warenfa itu melakukan berbagai pekerjaan sampingan hingga kemudian dia harus dibujuk oleh ayahnya untuk berkuliah di University of Pennsylvania. Sayangnya Buffet hanya bertahan 2 tahun di sana. Di kemudian hari dia pindah ke University of Nebraska dan lulus dengan gelar administrasi bisnis di usia 20 tahun. Tidak lama dari situ dirinya kemudian melanjutkan pendidikan master of science di bidang ekonomi di Columbia University. Di sana ia bertemu dengan mentornya yang bernama Benjamin Graham. Karena dia sangat kagum pada Benjamin Graham, maka Warren Buffet bersedia bekerja untuk Benjamin Graham tanpa dibayar. Nah, ini gua udah berulang kali bilang sama lu ya. Kalau lu pengin banget sesuatu, lu pengin tahu, belajar pada ahlinya, lu minta kerja sama dia dan lu bahkan jangan minta duit. Karena Benjamin Graham berulang kali menolak si Warren Buffett karena dia bukan orang Yahudi. Benjamin Graham itu berulang kali bilang, "Gua enggak bisa terima lu sebagai karyawan perusahaan investasinya Benjamin Graham. Karena apa? Lu bukan orang Yahudi Warren Buffett. Sementara klien perusahaan-perusahaan investasi pada saat itu orang kaya ya orang Yahudi. Jadi Warren Buffett berulang kali ditolak. Ya memang rasis dunia finansial di Amerika Serikat. Itu fakta. Tapi apakah Warren Buffett patah hati? Tidak. Dia datang kembali kedua kali, ketiga kali, dan dia bilang, "Gua bisa menjawab semua pertanyaan lu di kampus. Nilai gua sebagus ini. Lu tes gua apa yang gua tidak bisa jawab. Kasih gua kesempatan." Kata Benjamin Gram akhirnya kalau lu yang ngotot buat kerja di sini, ya udah tapi gua enggak gaji lu. Mau enggak lu? Yahudi banget nih. Apa yang dilakukan oleh Warren Buffet? Apakah dia cengeng, oyek-oyek baby? Enggak. Dia tidak seperti Genzi di Indonesia. So, yang dilakukan oleh Warren Buffet, dia ambil kesempatan itu, dia kerja kepada mentornya dan dia akan membuktikan bahwa dia sangat pintar, dia sangat capable dan dia pas untuk posisi itu. Akhirnya pucuk dicinta ulang tiba. Di kemudian hari pada tahun 1954 sampai 1956, Warren Buffet bekerja sebagai security analis di perusahaan investasi milik Graham yang namanya Graham Newman Corp. Nah, dari Graham inilah Waren Buffet banyak belajar mengenai investasi yang menjadi dasar dari dirinya berbisnis di kemudian hari. Saking setianya ya Warren Buffet terhadap Benjamin Graham, Warren Buffet itu sampai berulang kali ya bilang bahwa dia sangat suka dengan Benjamin Graham. Apalagi bukunya yang berjudul The Intelligent Investor yang terbit di tahun 1949. Buku yang terbit 4 tahun setelah Indonesia merdeka. Ketika Indonesia lagi sibuk rebutan kekuasaan, siapa yang mau nambah istri lagi dan lain sebagainya. Di Amerika sana udah berpikir gimana cara berinvestasi dengan baik dan benar. Lu bayangin, Guys. Dan Waron Buffet itu sudah berulang kali bilang bahwa Benjamin Graham itu merubah hidupnya. It changed my life. Dan dia ulangin lagi nih ketika shareholder meeting atau RUPS ya di tahun 2013 bahwa Benjamin Graham itu memberikan dia filosofi. Filosofi yang sangat dasar yang sangat bagus sekali dan itu adalah ilmu investasi yang menjadi pondasi perjalanan bisnis perjalanan kehidupannya si Warren Buffett. Jadi dampaknya sangat luar biasa ya. So setelah Warren Buffet belajar dari Benjamin Graham di tahun 1956 Warren Buffett akhirnya mendirikan perusahaannya sendiri yang bernama Buffet Partnership. Nanti di titik ini enggak banyak yang tahu, Guys. Salah satu alasan kenapa Warren Buffett bikin perusahaan sendiri itu karena perusahaan tempat dia kerja sama si Graham Newman itu ditutup. Si Graham pengin jalan-jalan clearing dunia. Dia jackpot, Guys. Dia haban gede tuh dari saham Geiko. Yang ngajarin Graham beli Geo sebetulnya si Waren Buffet ini. Jadi kalau dipikir-pikir sebenarnya Warren Buffet ini udah masuk ke level yang lebih pintar, lebih canggih, lebih hebat dibandingkan mentornya. sampai dia sendiri yang ngajarin mentornya, "Udahlah taruh aja duit lu ke Giko." Eh, ternyata cuan besar Graham kemudian pensiun keliling dunia sama pacarnya yang merupakan keponakannya sendiri. Jadi semi-semi ins juga nih Benjamin Graham nih. Kontroversial sebenarnya kalau lu lihat track recordnya si Benjamin Graham. Anyway, kita enggak mau bahas tentang urusan pribadi orang, Guys. Kita mau bahas Warren Buffet di sini. Warren Buffet bikin perusahaan sendiri yang namanya Warren Buffet Partnership ini. Nah, berkat pengalamannya bekerja di Geraham Newman Corp, Warren Buffet dapat melihat perusahaan yang awalnya diabaikan namun sebenarnya memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan. Nah, karena dia sangat ahli di bidang itu maka dirinya pun berinvestasi di Berkshire Hway. Nah, ini sebetulnya inline, Guys, dengan prinsip filosofi investasinya Warren Buffet. Dia pernah bilang, "Ya, you should invest in a business that even a fool can run because someday a fool will." Maksudnya apa? Investasilah di sebuah bisnis yang kalau yang ditaruh itu orang idiot pun suruh jalanin perusahaan itu, perusahaan itu akan tetap jalan. Contohnya nih, kemarin gua ada bisnis yang bisnisnya gampang doang. Gua invest di situ miliaran. Kenapa? Karena gua yakin setol-tololnya ini direksi ini katakan tiba-tiba menjajak yang dimasukin orang tolol ya yang otaknya cuman seperempat atau satu sendak teh. Yang namanya bis mobil semua orang itu bisa jalanin sesimpel itu. Gimana enggak untung satu-satunya potensi dia bangkrut ya kalau kena tsunami lah ya kan gitu. Terlepas dari itu ada risiko lain enggak? Ya enggak. Jadi ini bisnis yang even orang bodoh aja bisa masuk. Cuman salah satu hal yang berat ya namanya juga samp itu aja sih resikonya. Tapi overall bisnisnya ini bisnis yang orang bodoh sekalipun ditaruh di situ pasti cuan. Di Indonesia juga salah satunya yang gua kemarin taruh duit di perusahaan kelapa sawit. Kita sekarang cuan 100% lebih. Kenapa? Karena orang bodoh dan tolol pun dikasih kerja di perusahaan itu pasti bisa jalanin. Bisnisnya sangat simpel, sangat mudah dan ya hopefully ya bukan hanya hopefully sih dan fortunately lah ya diaunning dengan orang-orang yang GCG-nya juga bagus. Makanya enggak heran juga kita bisa untung gede di situ. Simpel kan filosofi investasinya. Nah, tapi ada satu kesalahan sebetulnya di tahun 1962 ya Buffet ini melalui Buffet Partnership membeli saham Berkshire Hadway saat itu perusahaan textil berlokasi di Massachusett yang merupakan hasil merger dari Berkshare Find Spinning Associate dan perusahaan manufacture Headway. Pada saat itu harga sahamnya senilai 7,5 per lembar sahamnya. Nah, salah satu alasan yang membuat Buffet tertarik membeli saham Berksare Haway adalah karena saat itu industri tekstil di New England babak belur terimbas perang dunia yang pertama. Nah, akibat keadaan perusahaan yang semakin buruk di bulan Mei 1964, si Berry Stanton orang yang mengelola perusahaan saat itu menawarkan Berkshire Partnership yang sudah lebih dahulu memiliki 7% saham Berkshire Hway untuk menjual sahamnya. Buffet pun setuju untuk menjual sahamnya di harga 11,5. Jadi di sini guys, gua mau cerita ya. Warren Buffet perusahaan investasinya namanya Berkshe Partnership itu udah beli nih SAMnya nih 7% harganya 7,5. Terus ternyata owner perusahaan yang dia beli Berkser Haway itu namanya perusahaan textile itu mau akuisisi semua saham yang ada di luar. Dia pengin jadi pemilik tunggal. Dan mereka udah sepakat nih, oke gua beli Shamlu ya, Mr. Warren Buffett yang 7% itu gua beli seharga 11,5 dolar. Warren Buffet happy dong, cuan dong dia beli cuman 7,5 sekarang dia bisa jual itu seharga 11,5. Dia happy dong, investor dia happy dong. Dia cuman 50% lebih dong. Bagus dong. Good news, everybody's happy. Tetapi ternyata memang orang ini tukang tipu. Orang yang menjalankan pabrik tekstil ini penipu dan tidak bisa dipercaya. Karena kemudian hari di tanggal 6 Mei, Sibery mengirimkan surat kepada para pemegang saham untuk membeli kembali 225.000 saham Berksare Hway yang mereka miliki dengan harga 11,375 per lembar sahamnya. Sebenarnya enggak jauh-jauh banget ya, Guys, ya. Berkshare Hway itu sahamnya Warren Buffet itu mau dibeli seharga 11,5. Eh, tapi si Beri turunin dikit nih jadi 11,3. Tapi ternyata Warren Buffet take it personally. Dia tersinggung, "Wah, lu udah enggak menghargai salaman kita. Kita kan udah shake hand." Kok lu enggak menghargai itu? Karena dia tersinggung, Buffet pun tidak membaca lagi surat penawaran buyback itu. Dia malah membeli saham Berksure Hateway yang ada di pasar secara agresif. Hasilnya apa? Di tahun 1965 bulan April, Bafet sudah memiliki 392.633 lembar saham di Berkshire Headway. Pada saat itu total saham yang beredar adalah 1 jutaan lembar saham. Di situ, Guys. Titik itu ya kita sudah bisa bilang sih dia pegang lebih dari 1 per3a saham perusahaan yang beredar ya. Dia lama-lama kemudian akumulasi terus sampai kemudian dia bisa ambil kontrol perusahaan itu dari si Beri ini. Dan menurut dia Warren Buffet sendiri bilang spesifik di situ disurat kepada pemegang saham dia menyesal beli Berkshire Heaway karena menurut dia melakukan tindakan yang childish. Dia bilang, "I'm doing a childish behavior." Kenapa? Karena kan ini cuman selisih 80 perak doang. Sebelumnya sahamnya dihargai 11,5 eh tiba-tiba mundur ke 11,375. Jadi menurut Warren Buffet di kemudian hari dia menyesal cuman gara-gara 80 poin doang gua berantem ya. Tapi sebetulnya memang siber ini juga child juga dia juga bilang juga. Jadi dua-duanya sama-sama aneh saat itu. But anyway dia end up menjadi pemegang mayoritas saham di perusahaan tekstil yang dia tidak tahu bisnisnya seperti apa karena dia bukan pengusaha tekstil. Dia pun bingung ini harus gua apain ya? Ada karyawannya, ada mesinnya. Ya, si Beris itu pun kemudian si CEO-nya yang lama dipecat sama dia. Jadi akhirnya ada dua orang bingung. Yang satu bingung cari pekerjaan lain, yang satu bingung gimana cara running pabrik ini. Dan kemudian jadi kenyataan. Kenapa? Karena Brexhire Hadway pabrik tekstil saat itu ternyata setelah dibeli oleh Warren Buffet bukannya tambah untung tapi tambah rugi. Bahkan valuasinya Berksure Hiway di tahun ketika dia diakuisisi oleh eh Warren Buffet itu turun. dari yang tadinya senilai 55 juta dolar turun menjadi 22 juta. Jadi hilang tuh valuasinya sekitar 50%, Guys. Yang lebih parah lagi perusahaan itu buat diunning kembali factory-nya ini dengan mesin-mesin yang udah tua, mereka itu butuh modal 22 juta. Do tetapi pada saat itu posisi perusahaan dia enggak punya uang lebih uangnya udah mentok dan masih ada utang di bank 2,5 juta. Jadi, lu bayangin Warren Buffet itu membuat kesalahan fatal dengan membeli Berkshire Hetiway. Karena ketika dia beli, perusahaan ini memang udah mau collapse. Banyak mesin-mesinnya udah enggak up to date dan ada mulai banyak negara-negara yang bisa memproduksi tekstil dengan harga yang lebih murah. So, kemudian apa yang dilakukan BK Shierah Hway? Dia jual itu semua pabrik, dia jual itu semua alat produksi, mesin, kain, dan sebagainya. Dan dia rubah Berkshare Hway menjadi perusahaan investasi, bukan lagi perusahaan tekstil. Nah, long story short, Guys, dia kemudian menjalankan breaksure rightway yang sudah dia lebur ya dengan perusahaan investasi yang namanya Buffet Partnership itu sekarang udah jadi breaks rateway. Dia jalankan itu sebagai perusahaan investasi full dan ternyata growth-nya itu enggak terlalu bagus, Guys. Sampai di kemudian hari dia ketemu partner seorang sarjana hukum, lawyer yang namanya Charlie Manger. So, kemudian di tahun 1978, Charlie Manger bergabung sebagai wakil presiden di Berkshire Hway. Nah, bersama dengan Charlie Manger, mereka bekerja sama untuk menjalankan perusahaan menggunakan teknik buying undervalued business. Barulah di tahun 1985, Buffett kemudian membangun perusahaan induk investasi yang sekarang menjadi salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia yang bernama Berkshire Hway. Meskipun melalui pasang surutnya, Buffett berhasil mengelola Berser Headway menjadi perusahaan induk holding company untuk banyak saham dan bisnis yang ia beli dalam beberapa dekade terakhir. By the way, Guys, selama ini mungkin lu tahunya Berksure Hateway investasi di Apple ya, tapi sebetulnya ada begitu banyak loh perusahaan di kolong langit ini yang sahamnya dipegang oleh Berkshire Headway. Contohnya lu pernah dengar amazon.com itu beraksi rightway ada American Express ini perbank. Lalu ada Apple, ada Bank of America, ada BYD mobil listrik Cina, ada Capital One, ada Chevron perusahaan minyak, ada CHAP perusahaan asuransi, ada Coca-Cola perusahaan minuman, ada Dominos Pizza. Eh, ternyata ada Waron Buffet juga. Lalu ada Itochu Corporation, ini perusahaan di Jepang. Lalu ada Craft Hins. Ini perusahaan berhubungan dengan keju. Kalau di Indonesia lu tahunya itu. Lalu ada begitu banyak perusahaan lah. Mulai dari Jepang, perusahaan yang ada di Brazil, perusahaan yang ada di Eropa, perusahaan yang berhubungan dengan and gas, pertambangan emas, berhubungan dengan rel baja, dan kereta api juga dia punya. Jadi ada begitu banyak perusahaan yang sebetulnya di belakang layar punya Berkshire Hateway, tapi lu enggak tahu aja. By the way, ya begitu revolusionernya Warren Buffet bersama Berksir Hway ini ya, lu tahu enggak saham termahal di dunia? per lembar sahamnya. Kalau di Indonesia dulu lu tahunya Bank BCA lah, angkanya bisa sampai Rp36.000 per lembarnya ya. Tapi kalau di dunia lima saham termahal di dunia itu peringkat lima itu Amazon harganya 3.500 per lembar saham. Kedua ada Seoard Corporation harganya 4.650 per lembar saham di Amerika Serikat juga. Yang ketiga adalah NVR. Itu ada di $8.000 per lembar saham dari Amerika Serikat. Yang kedua, coklat fabrican lin. Ini perusahaan coklat lin. Lu pasti pernah makan. Ini dari Swiss nilainya 103.000 Swiss Frank. Dan yang peringkat satu itu adalah Berkshire Headway. Harga sahamnya 612.000 per lembar saham alias hampir Rp10 miliar per lembar sahamnya. Jadi lu bayangin guys, lu mau beli saham kalau Indonesia minimal 100 lembar ya, satu lot ya. Artinya kalau lu mau belanja sahamnya Berkshire Hway di Indonesia nih, lu minimal punya modal 1 triliun karena satu lotembar, satu lembarnya 10 M. 10 M * 100 lembar itu 1 triliun. Ngeri, Guys. Lu mau belanja, lu butuh modal 1 triliun. Halo, Bro. Lu kemarin habis beli saham? Iya nih gua pusing nih habis beli saham satu lembar. Kenapa pusing cuman satu lembar? Iya, Bro, soalnya nilainya 10 miliar satu lembar. Kalau satu lot nilainya 1 triliun. Gila enggak, Guys? Beli saham nilainya 10 miliar tuh luar biasa loh. Satu-satunya di kolong langit ini the only one. Bukan Tesla, bukan Apple, bukan Amazon, bukan Nvidia, tapi saham termahal di dunia saat ini per lembarnya itu saham Berkshare Hway nilainya 9,9 miliar. Luar biasa, Guys. Sekilaslah tentang kisah hidup dan perjalanan investasi Warren Buffet. Luar biasa sekali. Sang maestro akhirnya undur diri. Sang maestro akhirnya dimakan usia dan sangat sedih sekali ya buat kita karena kita tidak bisa lagi dapat petua-petua bijaksana ya dari beliau. Nah, kalau menurut lu sendiri gimana, Guys? Ini kabar buruk atau kabar baik nih buat dunia investasi? Karena yang akan meninggalkan kita ini adalah orang nomor satu loh di dunia investasi saat ini. Kalau di Indonesia ya, peristiwa jatuhnya atau meninggalnya seorang CEO bank ya. Contoh zaman dulu lah era 98 yang punya bank BCA sakit-sakitan itu semua orang pada panik, Guys. Gila enggak sedemikian ngaruhnya seorang founder tuh ya. Sekarang kita lihat Warren Buffett bersama Berkshare. Menurut lu ini kabar baik atau kabar buruk? Karena yang pasti sejak pengumuman Warren Buffet pensiun itu harga saham Bersare Headway tambah turun terus. Kira-kira penerusnya akan bisa melanjutkan enggak ya legacy yang luar biasa dari Charlie Manger dan Warren Buffet ini? I think we have come to an era, guys. New era di mana udah berakhir nih eranya Warren Buffet dan masuk ke era baru ya yang penuh dengan hal yang progresif, spektakuler, dan mungkin tidak ortodoks nih ya. Karena siapa sangka Warren Buffet yang sangat anti dengan teknologi kemudian investasi di perusahaan seperti Apple. Nah, Gregel nih akan ambil tindakan yang seperti apa ya? Apakah dia akan lebih konservatif atau justru malah makin agresif dan spekulatif? Menurut kalian gimana dan sama apa ya yang bakal dibeli oleh Brexer Hway di bawah kepemimpinan Abel? Oke guys, semoga video ini bermanfaat dan terima kasih buat Mr. Warren Buffet untuk kepemimpinannya selama ini. Semoga ada perusahaan di Indonesia yang punya hati, punya jiwa seperti Warren Buffet. Melayani pemegang saham bukan melayani kepentingan dirinya sendiri apalagi keluarganya sendiri tetapi melayani amanah yang sudah dikasih oleh pemegang saham. Semoga ada perusahaan seperti itu di Indonesia. Oke, guys. Sampai ketemu lagi. Semoga video ini bermanfaat. Segera tulis komentar kalian di bawah ini. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]