PRABOWO REMOVES IMPORT QUOTAS!! ANOTHER BLUNDER??
lGFYIP5_Jf8 • 2025-04-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Good news nih, Guys. Rupanya Presiden
Prabowo itu penonton channelnya Benix
juga, ya. Karena apa? Beliau gerak cepat
dan langsung mengumpulkan ya teman-teman
pengusaha yang ada di Indonesia untuk
berdiskusi bareng dan ini gua baru aja
dikirim potongan videonya. So, buat lu
yang penasaran gimana sih ya reaksinya,
diskusinya dan apa sih yang kita bisa
ambil kesimpulan dari pertemuan Presiden
Prabowo dengan para pengusaha yang ada
di Indonesia. Jangan dikip video ini.
Let's check this
out. Kita ini negara besar ya. Mungkin
kita selalu ada rasa was-was, selalu
rasa rendah diri ya kan. Kita kuat, kita
punya mineral-mineral strategis kok.
Kita ada daya saing. Benar enggak? Jadi,
Saudara-saudara, dalam kita negosiasi
kita juga bukan tidak punya kiat-kiat
yang cukup meyakinkan. Ya, sebagai
contoh defisit defisit kita 17 miliar
dolar ee surplus kita 17 miliar dolar
sama Amerika. Benar. Itu yang jadi
masalah bagi mereka kan. Saya sangat
confident. Saya sudah saya sudah
menugaskan Menko perekonomian negosiasi.
Kita sudah sampaikan Pak Luhud juga kita
bisa kita bikin Pak Po Pak Po ada
istilah istilah bisnis bisa ya break
boleh presiden ngomong Pak Po boleh ya
boleh boleh saya saya tawarin mereka Pak
Po saya bisa 17 miliar 10 kita 17 miliar
kita akan beli dari Amerika kita bukan
negara miskin kita bisa beli 17 miliar
dari Amerika
ya apa yang kita butuh dari Amerika kita
butuh
LPG. LPG 8 miliar dolar kita butuh 9
miliar ya. Kita
butuh minyak BBM kita bisa impor lagi 9
miliar lagi ya. Kita butuh alat-alat
teknologi rikrick drilling dari mereka.
Kita akan
membuka 10.000 sumur lama dengan
teknologi baru. Mungkin 3 empat item Pak
Po ya.
[Musik]
Kedelay. Saya kadang-kadang terlalu
cepat bicara keluarnya keledai. Enggak
kedelay kita butuh dari mereka ya.
Gandum apalagi
kapas pesawat terbang. I kan tapi
sekarang pesawat terbang dari Tiongkok
murah-murah loh ya.
Oke, ini another good news nih, Guys.
Jadi, Presiden Prabowo sepertinya memang
nonton video-videonya Benix karena di
situ gua udah bilang ya jauh-jauh hari
bahwa strategi Vietnam untuk mengecilkan
bea masuk dia jadi 0% bahkan supaya
barang-barang dari Amerika Serikat yang
masuk ke Vietnam itu 0%. Supaya Amerika
Serikat memaafkan Vietnam dan mau
mengurangi tarif barang-barang Vietnam.
Sebaliknya nih yang masuk ke Amerika,
Vietnam ambil strategi yang salah. apa
yang dilakukan oleh Vietnam, dia
langsung buru-buru bikin itu jadi 0%.
Apakah kemudian lantas Donald Trump
bilang, "Gua cabut tarif untuk Vietnam?"
Enggak. Karena Vietnam itu enggak ngerti
bahasa kodenya Donald Trump. Kodenya
Donald Trump itu bukan soal lu 0%, 1%,
5%, no. Soal defisitnya berapa. Nah,
Amerika dengan Indonesia kita itu ekspor
berlebihan. Amerika akibatnya impor
lebih banyak barang dibandingkan yang
mereka ekspor ke Indonesia. Selisihnya
kemarin itu hampir 18 billion dolar. Dan
gua udah bilang di video itu Indonesia
bagus nih kalau kita mengurangin biaya
masuk barang-barang made in USA itu
bagus bagus. Tapi yang paling penting
idenya dari Donald Trump adalah eh lu
kasih gua balik duit gua tuh 18 billiun
dolar itu 17 sampai 18 bilion dolar
kasih pulang ke gua. Tapi lu enggak
bisa, lu enggak mampu. Ya udah kalau
gitu gua diskon dalam bentuk tarif.
diskon 50% hasil keluarnya 32% yang ada
di video kita yang kemarin. Tapi
esensinya yang diinginkan oleh Donald
Trump bukan buat negara-negara ini
ngecilin tarif impornya mereka. Karena
semua negara-negara ini pun udah punya
banyak trik nontarif barrier di bawah.
Pakai peraturan teknislah, pakai syarat
izin impor lah, pakai syarat izin lokasi
lah, pakai biaya demosil, pakai biaya
preman lah, semua hal yang berhubungan
dengan non tarif itu diattack. Belum
lagi TKDN segala macam.
So, yang diinginkan benar-benar Donald
Trump adalah lu bayar sama gua 17 sampai
18 billi dolar. Dalam bentuk apa?
Terserah lu. Pokoknya lu belanja sekitar
itu. Nah, inilah yang mau diomongin sama
Presiden Prabowo tadi. Itu betul-betul
pas tuh isunya bahwa kita harus belanja
sebanyak itu. Kita sebenarnya bisa
belanja senjata, kita bisa belanja kapal
tempur, pesawat terbang segala macam
bisa. Cuma kan denegen ya, itu perlu
persetujuan dari kongres Amerika Serikat
juga. Mereka mengizinkan enggak
pemerintah Amerika Serikat untuk
mengekspor senjata canggihnya mereka?
Tapi di sini, di konteks ini, gua senang
banget, Guys. Asli gua senang banget.
Karena Presiden Prabowo itu betul-betul
aware yang kita lakukan adalah belanja
lebih banyak. Oke, kalau gitu belanja
barang yang strategik. Tadi dimention
apa? Kita kalau gitu impor minyak, kita
impor Rick RCK oil yang dari Amerika
Serikat buat buka sumur-sumur bekas
Belanda yang sebetulnya masih banyak
kandungan minyaknya itu banyak, Guys.
Kita impor kapas dari mereka enggak
apa-apa, enggak ada masalah. Kapas kita
masukin ke Indonesia, kita pintal jadi
benang. Benang nanti jadi kain, jadi
industri tekstil kita naik. Kenapa detik
ini industri teksil kita susah banget
dapat bahan baku? Karena tadi ada
kuota-kuota mau impor benang, impor
filamen, impor biji plastik susah bukan
main. So kalau bahan baku kapas ini kita
bisa solve ya teman-teman di industri
tekstil juga pasti diuntungkan karena
Indonesia tidak bisa memproduksi kapas
sebanyak itu. Kebutuhan kita buat kapas
lebih banyak dibanding kemampuan petani
kita menghasilkan kapas. Lalu ada apa
lagi? Katanya bakal impor kedelai gandum
pesawat terbang. Bagus enggak? Menurut
gua bagus karena kita butuh itu semua.
Teman-teman suka enggak suka kedelai itu
di Indonesia semua makan kedelai, kacang
kedelai jadi tempe, jadi tahu. Kan lu
suka. Kalau harganya makin murah karena
kita impornya dari Amerika Serikat bisa
direct, bisa langsung, lu juga yang
happy. Gandum. Gandum itu di Indonesia
dipakai banget. Lu makan Indomie kan
enak banget rasanya. Lu makan roti, lu
makan risol, lu makan donat, lu makan
martabak telur. Itu semua kan isinya
gandum pakai tepung gandum. Jadi ini
adalah barang-barang yang strategik dan
memang kita tidak mampu buat nanam itu
dan tidak bisa karena apa? Iklimnya
enggak cocok. Itu tanaman-tanaman
subtropik. Kita negara tropis. Jadi
memang strategik enggak berkompetisi
dengan produk lokal kita. Jadi gua
sangat-sangat setuju dan menurut gua ini
yang diattack nih sama Prabowo ini
sangat-sangat bagus loh. Ya, lu ngomong
tadi gandum, soibin, kedelai ya, kita
enggak bisa nanam. Climate-nya beda
dengan di Indonesia. Kita enggak bisa.
Kapas ya kita memang butuh impor minyak,
alat-alat minyak kita memang butuh. Tapi
sedikit catatan ya buat yang minyak ya.
Umur-tumur Belanda di Indonesia masih
banyak yang bagus cuma butuh pendalaman
aja. Tapi kalau seandainya kita impor
rik skala besar apakah artinya lifting
minyak Indonesia bakal langsung naik?
Gua rasa tidak. Kenapa? Karena begitu
banyak perizinan yang harus diurus yang
menyengsarakan pengusaha-pengusaha lokal
yang mau buka tambang minyak di
Indonesia. So, please buat Presiden
Prabowo dan pembisiknya yang follow gua
gini, orang mau buka sumur minyak di
Indonesia bekas siapa? Katakan bekas
sial. Ada banyak di Jawa Tengah, ada
banyak di Sumatera. Ketika lu mau ngebor
itu izinnya panjang banget. Lu udah
harus izin ke SDM, lu harus izin lagi
nanti ke Mementerian Lingkungan Hidup.
Lu izin lagi nanti Kementerian Kehutanan
kalau kawasan yang kemungkinan di
kawasan hutan. Terus habis itu apalagi?
Lu harus ada sosialnya sama
masyarakatnya. Terus pemerintah daerah
juga ada. Ada kabupaten, ada gubernur,
ada Pemkot yang lain sebagainya. Lu
harus urusin itu supaya bisa jalan dari
A to Z. Dan ini betul-betul sangat
lambat ya. Kita ngomong kalau batu bara
lah lu mau nambang lu butuh iup.
Begitupun lu minyak-minyak yang ada di
Indonesia sekarang kan sudah dihandle
sama Pertamina. Pertamina ini lucunya
begini. Dia itu senangnya impor impor
minyak dari luar negeri. Padahal banyak
sumur-sumur yang ada. Dia sendiri enggak
capable buat nampung itu, buat ngegali
itu. Kenapa enggak dipermudah sih buat
pengusaha lokal yang mau mengelola
sumur-sumur minyak itu? Gua kemarin
habis meeting, Guys. Jujur aja nih, gua
mau kelola sumur minyak yang ada di
gerobakan di Jawa Tengah. Gua mau datang
ngurusin izinnya udah ngobrol sama
perusahaan lokal, lu harus bikin join
venture ya sama perus perusahaan daerah
supaya mereka dapat royalti. Ya, oke.
Nanti urus AMDnya, urus per segala
macam. Kita hitung-hitung izinnya cuma
buat ngebor satu umur aja. Proses
perizinannya minimal 1 tahun. Gila
banget. Gimana caranya negara ini bisa
maju? Ini perizinan susah banget di
negara ini. Nah, ini gua sangat
apresiasi sama Pak Presiden. Sekali lagi
ini isunya sangat kuat tapi solusinya
sangat selektif, sangat target dan gua
yakin tidak berkompetisi malah justru
menyelamatkan bangsa kalau kita impor
lebih banyak lagi kedelai gandum, kapas
dan sejenisnya. Gua sangat setuju
listing minyak kita perbanyak justru
bagus mengurangi impor minyak kita yang
pakai dolar itu. Jadi rupiah bisa
menguat lah. Kalau lu kira enak ya impor
minyak, impor minyak, impor minyak itu
belinya pakai dolar loh. Tambah sengsara
rupiah loh. Tambah tergadaikan rupiah
buat ngisi bensin mobil lu. Nah, kalau
seandainya dipermudah nih
lifting-lifting minyak kita, ya it's a
good news. Jadi Indonesia bisa
independency, energy. Satu yang menarik
ya itu sumur yang digerobokan itu
sebetulnya udah pernah ditambang juga
dulu sekitar 60 barel lah per titik.
Kemudian dia explore. Ternyata bisa naik
dari 60 ke 300 barel per titik per hari.
Now imagine di titik itu sebetulnya
total ada 40 titik sumur yang bisa
direaktivasi. Kalau di situ ada 40 titik
dikali 300 barel per hari per titik 300
* 40 itu udah 12.000 barel per hari loh.
Enggak kecil loh itu. Enggak main-main
loh. Tapi kenapa perizinannya ribet
banget guys? Gua jadi mikir-mikir, jalan
enggak ya? Jalan enggak ya? Jalan enggak
ya? Padahal ahlinya udah begitu banyak
di sana. Even offakernya eh hasil
minyaknya itu mau diambil sama Pertamina
juga. Mereka sudah siap semuanya. Cuman
yang enggak siap di sini adalah kalau
perizinannya begitu lama sampai 1 tahun
izin macam-macam. Tadi gua bilang ya ada
izin Pertamina lah, izin ke anak usaha
Pertamina lah, terus izin ke Kementerian
SDM lah, izin ke Kementerian Lingkungan
Hiduplah, izin ke Kementerian Kehutan.
Gila benar ini baru di level pusat belum
izin yang di level daerah butuh 1 tahun.
Kapan majunya industri minyak kita?
Sayang banget. Padahal itu bisa membuka
lapangan kerja loh begitu banyak dan
meningkatkan penghasilan negara. Ya,
karena kita bayar royalty juga, Guys, ke
negara. Kita harus bagi duit sama
Pertamina loh. Bukan semuanya buat kita.
Kita harus ngasih ke perusahaan daerah
royalty. Kita ngasih duit juga ke
Pertamina. Baru pengusaha yang kayak
kita nih yang terima revenue-nya. Nah,
semua itu dilakukan ada resikonya
enggak? Ada. Lu kira orang kalau ngebor
pasti langsung dapat? Enggak. Dari 100
titik sumur bekas paling yang ada isinya
maybe 60%. Itu kan pakai modal. Kalau
eksplorasinya gagal, kalau casing-nya
pecah, kalau tekanannya besar tidak
terkontrol di ujungnya jadi lumpur
Lapindo kan jadi masalah. Jadi pengusaha
harus tahan resiko itu. Mereka berjudi
juga dan sayangnya pemerintah juga
enggak mau menggaransi itu. Artinya apa?
Kalau ada satu titik lu mau buka lagi
biaya butuh 5 M. Lu mau buka 100 titik
lu berarti butuh duit 500 M. Kalau
sukses rate lu itu cuman 30% lu udah
keluar 500 M berarti lu bakal bakar 350
miliar. Itu bukan jumlah yang kecil.
So, betul-betul pemerintah nih kalau
serius dengan lif minyak, tolonglah at
least pengusaha ini udah berjudi loh.
Mereka keluarin 5 miliar per titik.
Belum lagi perizinan. Perizinan sekitar
3 sampai 4 m per titik. Pengusaha udah
berjudi nih buat invest di
lapangan-lapangan itu. At least jangan
dipersulit dong perizinannya. Dipermudah
dong. Bahkan kalau bisa tokan yang
diuntungkan Pertamina juga, tapi kok
semuanya serba dipersulit? Apakah ini
karena Pertamina lebih senang barang
impor dibanding barang lokal? Ya jangan
begitu dong. Gua harap sih tidak seperti
itu. But then again, gua sekali lagi mau
mengapresiasi Presiden Prabowo sudah
bawa isu ini bahwa apa? Kita harus
belanja lebih banyak ke Amerika Serikat
supaya mereka mau mengurangi tarifnya
yang dia kenakan kepada barang-barang
dari Made in Indonesia. Dan yang barang
yang mau diimpor ini gua bisa bilang
aman, clean and clear. Tidak
berkompetisi dengan produk lokal kita
manapun. Kedelai gandum kita memang
butuh banyak. So, it's real, it's bagus.
So, it's a good job. Thank you, Pak
Presiden. Next. Sekarang saya beri garis
kepada kabinet semua. Pertama, efisien
kerjanya harus efisien. Kedua, buang
semua regulasi yang tidak masuk akal.
Ya,
permudah. Permudah semua proses untuk
pengusaha.
Ini ini bagusnya presidenmu mantan
pengusaha juga gitu loh.
Iya benar loh. Saya tuh 25 tahun kan di
luar kekuasaan saya pengusaha menghadap
pejabat ini. G mantan panglima menghadap
datang ke
Himbara menghadap menghadap Bank
Mandiriakbalik. Iya kan? Jadi benar,
kita bersaing sama Vietnam, kita
bersaing sama Bangladesh, kita bersaing
sama Thailand, kita bersaing sama
Malaysia. Kita enggak usah terlalu
pintar. Kalau mereka lakukan sesuatu,
kalau perlu nyontek. Enggak boleh
nyontek di sekolah. Kalau dalam
kehidupan nyontek itu
boleh. Iya kan? Apa itu tadi? Kemarin
ada satu satu taipan ngomong ke saya,
dia punya ilmu, dia bilang, "Cope with
pride." Dia iya. Enggak apa-apa. Kalau
Vietnam berani apa pasang ee tarif 0%
kita kenapa harus berani juga dong? Ya.
Jadi perizinan saya minta ya
menteri-menteri ya
jangan jangan ragu-ragu dan saya minta
demi rakyat. Oke ini bagus tapi Pak
Presiden harus hati-hati. Gua yakin isu
ini bakal digoreng. Sama kayak kemarin
tuh gua bilang kan bagus sih Apple
investasi kita kasih aja dia gratis
pajak 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun. So
kalau Vietnam berani 30 tahun, kita
kasih 35 tahun. Vietnam kasih bebas
pajak 40 tahun, kita kasih 45 tahun.
Soat yang penting dia invest ke sini
buka lapangan kerja. Terus kemarin gua
dibully. Lah ini emang enggak solutif.
Gimana kalau seandainya pabrik-pabrik
lain jealous mereka minta fasilitas yang
sama? Ya gampang ya. Lu invest sebanyak
Apple. Kalau Apple invest 1000 triliun
dapat fasilitas ya lu Samsung lu enggak
usah komplain. Lu invest aja 1000
triliun. Kalau Apple berani invest
200.0008 kerja tercipta lu. Ovo, Oppo,
Vivo, lu berani enggak hir 200.000
manusia? Kalau enggak, jangan berani lu
minta fasilitas yang sama. Kan simpel
aja sih begitu. Nah, sekarang Pak
Brobowo udah punya ide buat nolkan tarif
nih. Gua yakin ini yang akan digoreng
nih sama media-media sok nasionalis buat
menyerang Presiden Prabowo adalah gimana
nanti UMKM kita mati, pengusaha kita
mati, segala macam. Gua minta jangan kau
gentar, Pak Presiden. Kenapa? Karena
memang kita butuh tarif 0% itu. Begitu
banyak pengusaha Indonesia
manufacturing. Lu ngomong TPT lah
tekstil. Orang bikin kain, orang bikin
baju, tapi cari bahan bakunya susah,
beli benangnya susah. Berapa banyak sih
pemain di Indonesia ini, perusahaan di
Indonesia ini yang bisa merubah minyak
bumi menjadi filamen, menjadi benang?
Sangat sedikit. Akibatnya apa? Lu
belanja baju kan mahal, lebih murah
impor dari Tiongkok. Padahal mereka
harus bayar logistik, harus bayar kapal.
Kenapa enggak lebih murah di Indonesia?
Harusnya begitu dong. Contoh, lu nanam
beras, kenapa kita beli beras dari
India? Logikanya harusnya lebih murah
beras India apa beras Indonesia? Beras
dari India aja udah kalah, Bro. Itu dia
harus bayar logistik. Logistik truk,
logistik kapal. Kok bisa-bisanya beras
India lebih mahal dari beras Indonesia?
Kan enggak masuk akal. E sebentar, Guys.
Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut
videonya, good news, guys. Colah
Sambenix season 7 kembali dibuka nih.
Jadi, buat teman-teman yang belum sempat
join yang season 6, kita sekarang udah
masuk ke season keet7uh. Dan ini seru
banget karena tahun ini kita membahas
tentang energi terbarukan. So,
teman-teman tahu enggak orang kalau
ngomong energi di Indonesia ini cuman
ada batu bara atau minyak bumi. Tetapi
sekarang kita sudah masuk ke era di mana
saham-saham perusahaan yang prospek itu
justru datang bukan dari batu bara lagi,
tapi dari energi terbarukan. Dan banyak
loh sebetulnya energi terbarukan. Ada lu
ngomong minyak sawit, ada namanya gas
bumi, ada namanya tenaga surya dari
matahari termasuk tenaga air. Dan masih
begitu banyak lagi yang belum kita
bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita
akan membahas saham-saham yang sangat
prospek, investasi yang menurut gua
sangat menarik buat kita pelajari
bersama. Hanya di Skola Sambenix Season
7 tentang emiten-emiten dan prospek
prospek yang luar biasa dari sektor
energi terbarukan. Makanya jangan sampai
ketinggalan, Guys. Segera buruan daftar
karena kita ada promo nih diskon 25%
hanya untuk 50 orang pertama yang daftar
sebelum 25 April 2025. So, tunggu
apaagi, Guys? Buruan yuk, segera hubungi
nomor handphone yang ada di bawah ini
atau
www.skalashambenix.com. Artinya di
Indonesia tidak efisien karena kita
diproteksi dengan tarif. Akibatnya
petani kita manja, tidak mau berevolusi.
Dari dulu pakai cangkul, sekarang pakai
cangkul. dari 1000 tahun lalu pakai
kerbau, detik ini masih pakai kerbau.
Gimana mau canggih, gimana mau maju?
Karena mereka merasa terproteksi. Dan
ini juga ikut sampai ke atasnya. Input
untuk petani itu apa? Pupuk. Obat
pestisida, herbisida. Pupuknya dari
mana? Pupuk-pupuk plat merah enggak ada
yang efisien, enggak ada yang bagus.
Mereka enggak mau berinovasi. Kenapa
harus berinovasi? Kenapa harus bikin
pupuk yang lebih bagus? Pupuk-pupuk yang
ada aja sudah pasti dibeli sama negara.
Ini kan perusahaan plat merah lah.
Akibatnya apa? Petani-petani apa adanya
pakai pupuk gitu-gitu doang. Padahal
pupuk impor jauh lebih bagus. Sebut
merek aja lah dari Norwegia ya Ramila.
Sama aja NPK 16 16. Coba lu bandingkan
dengan pupuk merek lokal, pabrikan lokal
punya negara sama-sama 16 16 NPK-nya.
Mana yang lebih bagus? Yang pupuk yang
impor itu padahal kandungannya sama-sama
NPK 16. Jadi dari sini sudah bisa ambil
rasionya. Malah pupuk impor itu jauh
lebih bagus. Tapi kenapa langka? Kenapa
susah? Kenapa banyak mafia pupuk?
akibatnya orang enggak bisa bertani
dengan efisien lah. Kalau kita bikin 0%
gua sih berharap bagus. Jadi playing
field-nya sama. Mereka bisa impor truk,
mereka bisa impor traktor, mereka bisa
impor pupuk dengan bebas perbisida,
peptisida masuk ke Indonesia
berkompetisi. Jadi yang baik, yang lebih
efisien, yang lebih efektif biarkan
mereka menang. Nah, kalau playing
field-nya sudah sama, masa sih harga
beras Indonesia lebih mahal dari India?
Enggak. Kalau pupuknya udah sama,
traktornya udah sama, input cost-nya
udah sama, pasti kita jadi lebih efektif
dan efisien. Dan ini yang harus kita
lakukan. Contohnya kan udah ada zaman
dulu Pertamina 20 tahun yang lalu,
pemain tunggal, Bro. Lu kalau pergi ke
Pertamina busuk bukan main, WC-nya
kotor, kualitasnya dipertanyakan. Tapi
kan sekarang mereka mau enggak mau harus
berkompetisi, mereka harus upgrade
karena udah ada British Petroleum, udah
ada Shell, udah ada Vivo. Jadi dulu ada
Petronas bahkan jadi dia udah enggak
bisa lagi ngasal. Artinya kompetisi
membawa hal yang baik atau hal yang
buruk? Kompetisi membawa hal yang baik.
Dulu mereka diproteksi, enggak ada orang
lain bisa jualan bensin. Suka-suka aja,
barang busuk ya mau apaagi pilihannya.
Enggak ada toko, cek toko sebelah punya
Go Pertamina juga. Begitu proteksinya
dicabut, orang bisa usaha di Indonesia
mau enggak mau mereka upgrade. So,
that's a good thing kompetisi itu. Jadi,
mau enggak mau UMKM kita, pengusaha kita
dipaksa untuk bisa menang, untuk bisa
lebih efisien, lebih canggih, upgrade
evolusi. So, gua setuju dengan yang
namanya tarif 0% ini. Jangan gentar
kalau lu diserang, siap-siap ya, Pak
Presiden. Pasti akan diserang sama
media-media sok nasionalis bilang bahwa
ini menghancurkan pengusaha kita.
Menurut gua enggak.
simpel aja lah. Tadi gua bilang
manufacturing TPT pasti senang kapas itu
makin banyak makin murah, benang makin
banyak makin murah. Yang penting apa
barang jadinya nih? Kalau seandainya
belum begitu bagus, ya itu mungkin bisa
kita masih kasih tarif. Tapi banyak di
middle prosesnya ini hulu ke hilir di
tengah even di manufacturing yang memang
kita enggak siap. Contoh orang mau bikin
pabrik TV di Indonesia apa kita bisa
bikin end to end dari semuanya? Kan
enggak. Beli kacanya di mana? Beli touch
screen-nya di mana? Emang ada pabriknya?
Mikroprosesornya emang di Indonesia ada.
Jadi, ada begitu banyak transmitter
receiver emang kita bisa bikin ya.
Memang kalau seandainya itu enggak
diimpor, gimana dia bisa dibikin di
Indonesia? Karena waktu diakui kita
enggak bisa bikin A to Z semuanya di
sini. Ya, mudahkanlah beberapa komponen
itu supaya kita bisa impor dengan bebas.
Kalau itu enggak dilakukan apa? Orang
malas bikin pabrik di sini. Karena
enggak mungkin enggak ada barang impor.
Lu bikin pabrik mobil di mana pun pasti
ada komponennya yang diimpor. Mau touch
screen-nya kah, mau komponen di kursinya
kah, mau pencetan tombol jendelanya,
bahkan jendelanya sendiri di mesinnya,
engine-nya, bearingnya, pasti masih ada
komponen impor. Yang kalau seandainya
itu dipersulit, ya gimana mobilnya bisa
jalan. Misalkan bannya aja harus impor,
gimana bisa jalan kalau dilarang impor
ban mobil? Siapa yang mau bikin pabrik
mobil di sini? Kan itu logikanya. So,
gua sangat setuju dengan tarif 0% ini,
tapi harus playing field-nya dibuka
semua.
Jangan cuma jadi permainan nanti di set
up kuota-kuota atau di tingkat bawah.
Orang main di level-level
peraturan-peraturan yang jadi celah
untuk kasih minyak pelumas. Jadi di sini
gua sangat suka ketika Presiden bilang
kita harus permudah regulasi buat para
pengusaha supaya lapangan kerja makin
banyak yang
tercipta. Dan tadi kan dibilang ya
Prabowo minta kabinetnya bekerja dengan
efisien. Ini another good thing. Gua
sudah kasih contoh begitu banyak program
kementerian kita yang enggak jelas cuma
buat buang-buang anggaran. Tolong itu
semua diperiksalah, diberantaslah. Dan
gua setuju kalau seandainya kita belum
sanggup berevolusi pikir yang canggih,
copy paste aja programnya Vietnam yang
sukses apa. Regulasi pajak dipermudah,
kita juga permudah. Regulasi impor
dipermudah, kita juga permudah. Ya,
amati, tiru, modifikasi. Itu aja simpel
banget. So, this is a very good thing
loh. Ini kabar baik karena ya lu tahu
gua investor, gua juga pengusaha. Jadi,
gua sangat sambut baik. Ini
kebijaksanaan yang gua harap bukan
omon-omon ya. memang betul-betul
dieksekusi ini sangat-sangat baik. Next.
Kadang-kadang ya ini birokrat-birokrat
ini saya kasih peringatan ya. Ada aja ya
sudah dikeluarkan keputusan presiden,
dia bikin lagi apa namanya? Peraturan
teknis. Pertek apa itu
pertek ya kadang-kadang perteknya tuh
lebih lebih galak daripada keputusan
presiden. Enggak ada lagi prekk-perpect.
Pokoknya pertek keluarkan oleh
kementerian harus seizin Presiden
Republik Indonesia.
Ya, mudahkan ini. Ini saya sebetulnya
dalam hati ya. Benar. Tadi siapa yang
sampaikan sebetulnya Pak Purbaya ya ini
sebetulnya Pak Presiden Trump mungkin
membantu kita ini sebetulnya dia maksa
kita supaya kita supaya kita ramping,
supaya kita efisien, supaya kita tidak
manja ya kan. Ini kesempatan saya minta
ya, ada Menteri Pertanian, ada Menteri
Perdagangan. Enggak usah ada kuota
kuota, kuota apalagi semua enggak ada
kuota-kota
itu. Siapa mau impor daging silakan
siapa aja boleh impor,
Saudara-saudara mau impor apa silakan
buka aja. Rakyat kita juga pandai kok.
Iya kan? Jangan bikin kuota-kota. Habis
itu perusahaan A B C di yang yang hanya
ditunjuk hanya dia boleh impor. Enak
aja. Iya
kan? Udahlah udahlah kita sudah lama
jadi orang Indonesia udah enggak pakai
jangan pakai praktik-praktik itu lagi
gitu ya. Oke. Ini betul-betul bagus nih,
Guys. Karena apa? Indonesia ini semuanya
dimafiain. Lu tahu lu mau impor daging
sapi, lu impor bawang, itu semua ada
mafianya dalam bentuk apa? Kuota. Mereka
minta kuota di Kementerian Perdagangan.
Kuota tahun ini 1 juta ton. Lu kalau mau
lu gua kasih 200.000 ton. Lu berani
bayar berapa? Lu berapa? 100.000 ton. Lu
berani bayar berapa? Kan ujung-ujungnya
jadi enggak bagus. Ujung-ujungnya lu
sebetulnya beli daging itu harganya juga
lebih mahal karena udah lu harus bayar
transportasinya logistiknya karena
barang impor. Kedua, lu juga yang bayar
kan minyak pelumasnya. Kenapa lu yang
bayar minyak pelumasnya? Karena itu
semua kan nanti akan dibebankan kepada
konsumen akhir which is lu juga. Makanya
kalau seandainya sistem kuota ini
diberantas, udahlah diberantas. Biar
orang kalau mau impor bahan pokok, mau
impor makanan, dipermudah, dipermurah.
Ujung-ujungnya lu yang untung. Jangan
sampai harga pangan makin lama makin
mahal, makin mahal. Karena petani kita
enggak efisien, peternak kita enggak
efisien, ujung-ujungnya lu bayar lebih
mahal. Nah, kalau ini kota-kota ini
dibuka, gua yakin standar hidup,
kualitas hidup orang Indonesia itu malah
bakal naik karena mereka bisa dapat
barang berkualitas dengan harga yang
lebih murah. Dibandingkan pakai
kuota-kuota yang tujuannya katanya
melindungi peternak lokal atau petani
lokal, tetapi itu semua praktiknya kan
diperjual belikan. Ujung-ujungnya yang
menang siapa? Mafia kuota. Lu bayangkan
misalkan daging sapi dikasih minyak
pelumas Rp7.000 per kilo, lu kuota 1
tahun Rp1 juta. Rp7.000 Rp.000 dikali R
juta itu udah R miliar ya kalau Rp1
juta. Kalau Rp100 juta yang diimpor lu
dapat 700 miliar. Hei mafia kan gimana
ya? Mendingan daripada duitnya masuk ke
kantong-kantong mafia itu kenapa enggak
kasihnya ke rakyat dalam bentuk apa? Ya
ku hilangin itu semua. Jadi kita bisa
beli daging sapi dengan lebih murah.
Ujung-ujungnya rakyat yang pintar makin
banyak dapat protein berkualitas lebih
bagus lebih banyak. So, ujung-ujungnya
ya kita juga yang diuntungkan gitu loh.
Tapi sekali lagi level playing field,
petani-petani sapi di Indonesia juga
dibantu. Jangan sampai harga pakan itu
mahal karena mafia jagung ada banyak,
mafia pupuk ada banyak. So, mereka juga
harus dikasih bantuan. Kalau seandain
ini bisa dilakukan nih, impor-impor
kuota-kuota ini diberesin, gua sih
sangat-sangat yakin sih lu akan bisa
menyaksikan ya Indonesia, gua yakin ya
Indonesia itu bisa meraup ya begitu
banyak keuntungan. Apakah arti kita cuma
jadi market? Enggak. At the end of the
day, kalau seandainya ini hulu ke
hilirnya betul-betul dirapihin, dibikin
bagus, masa sih harga sapi di Brazil
bisa lebih murah dibanding harga sapi di
Indonesia? Masa sih kita tetap impor
sapi dari India ke Indonesia? Masa tetap
lebih mahal di Indonesia? Enggak lah.
Asal semuanya udah level playing field.
Efisiensi yang diterapkan di India,
efisiensi yang diterapkan di Brazil ya,
kita lakukan juga yang sama di
Indonesia. Sudah pastilah kita menang.
At least dari biaya logistik di
Indonesia lebih murah daging sapi kita
dibandingkan bawa itu dari Brazil. Jadi
sekali lagi gua sangat-sangat appreciate
dengan ini. Udah terlalu lama
mafia-mafia impor, kuota impor mulai
dari bawang lah, beras, jagung, gula
sampai daging sapi. Berapa kali menteri
kita masuk penjara gara-gara mainin
kuota impor daging sapi. Jangan itu jadi
lahan basa lah. Udahlah dibuka aja biar
biar transaksi makin gampang, makin
cepat, rakyat makin cerdas dan bisa
dapat bahan pangan dengan lebih murah.
Ujung-ujungnya untung rakyat Indonesia
juga lu jadi kalau belanja ke pasar
enggak usah bayar mahal. Kenapa lu bayar
lebih mahal? Karena ada minyak pelumas
di situ. Komponennya masuk di harga
pangan lu. Minyak pelumas yang nikmati
cuma mafia-mafia itu. Next. Memang
deregulasi itu saya bertekad untuk terus
memangkas, menghilangkan sistem
perizinan yang berbelit-belit yang
terlalu banyak. Ya kan? Ee ini menjadi
mission ya jadi mission kita kita harus
ee laksanakan. Saya kira ini sudah benar
sekali. Eh, saya tertarik yang Anda
mengatakan apa itu next to next atau I
to. Saya terima kasih minta masukannya
itu luar biasa. Saya sudah sebelum Bapak
bicara saya sudah kasih instruksi ya.
TKDN sudahlah ya niatnya baik ya kan
nasionalisme saya kalau Saudara ee
mungkin sudah kenal saya lama ya mungkin
ya dari saya ini mungkin paling
nasionalis ya saya pokoknya kalau
istilahnya dulu kalau mungkin jantung
saya dibuka yang keluar merah
putih
mungkin tapi kita harus realistis iya
kan TKDN dipaksakan ini akhirnya kita
kalah kompetitif. Saya sangat setuju
TKDN fleksibel sajalah. Mungkin diganti
dengan insentif ya. Ya, tolong ya para
para pembantu saya, menteri saya semua
ya udahlah ya realistis tolong diubah
itu TKDN dibikin yang realistis saja ya.
Masalah kemampuan dalam negeri, konten
dalam negeri itu adalah masalah luas.
itu masalah pendidikan IPTEK ya kan
sains. Jadi itu masalah enggak bisa kita
dengan cara bikin regulasi IPTEK naik
apa TKDN naik. Saya sangat setuju ya.
Ini gua setuju sih. Jangan dipersulit
regulasi. Tegaden sudahlah ganti saja
dengan insentif. Itu gua setuju banget
tadi yang gua bilang orang mau bikin
pabrik kultas di Indonesia misalkan ya
kalau diwajibkan katakan TKDN-nya 100%.
Apa iya di Indonesia udah ada pabrik
untuk membuat freon? Apa di Indonesia
ada pabrik yang bisa bikin sensor suhu
di Indonesia? Apa di Indonesia udah ada
pabrik yang bisa bikin body kulkas yang
sebagaimana mestinya, belum
regulatornya, dinamonya segala macam.
Itu kan komponen end to end. Belum lagi
komponen faktor manusia, sumber daya
manusia kita. Apakah sudah siap sumber
daya manusia kita yang bisa memproduksi
sensor dingin? Apakah sudah siap sumber
daya manusia kita untuk menyediakan
teknisi freon, teknisi AC, teknisi dan
lain-lain yang ada berhubungan dengan
produk-produk yang kita mau produksi?
Gua rasa enggak semudah itu karena
memang ini namanya global supply chain.
Even Elonmas saja di Tesla yang dia
bikin di Amerika Serikat, dia kesulitan
kalau seandainya semua negara itu pada
tutup pintu. Karena Tesla aja yang
diproduksi di Amerika Serikat itu tidak
100% made in Amerika. Bannya dia ada
impor dari Kanada. Senderan joknya dia
impor dari Taiwan. Teknologi layarnya
dia impor dari China. dia punya baterai
ada yang dia impor dari Korea, Jepang,
dan China. Jadi di dalam baterainya lagi
ada lagi litiumnya. Lithiumnya ada yang
diimpor dari Afrika. Jadi inilah namanya
perdagangan dunia. Dari ujung ke ujung
ada begitu banyak diperkirakan ada
hampir 70 negara loh yang men-supply
dalam satu bentuk mobil Tesla. Terus
gimana lu mau ngotot dengan TKDN 100%?
Atau di Indonesia bikin kulkas, bikin
TV, TKDN 100% katakan dia berat.
ujung-ujungnya itu cuma dijadikan
permainan. Lu berani bayar ke berapa ke
surveyor? Biar ke surveior bisa naikin
tuh komponen TKDN. Ujung-ujung kan jadi
mafia. Mafia sertifikasi TKDN itu supaya
persentase lu naik. Minimal 70% minimal
60%. Udahlah ini kan jadi non tarif
barrier itu loh. Jadi begitu banyak
ruang buat tukang palak nih udah
berantas aja udah itu semua. Kalau
memang pengusahanya mau survive mau
bagus dia bikin pabrik TV di Indonesia
gua yakin bisa. Bisa. Tapi enggak
mungkin semua komponen yang A sampai Z
itu dia bisa bikin. Enggak mungkin. Dia
akan rakit itu di sini dan dia akan
ambil barang yang paling murah. Kalau
layar TV kacanya lebih murah ber dari
Cina, dia beli dari Cina. Kalau komponen
transistornya lebih murah dari Taiwan,
dia ambil dari Taiwan. Namanya juga
pengusaha. Kalau seandainya PCB-nya atau
sensor remote-nya atau transmitter atau
receiver Wi-Fi sinyalnya lebih murah dia
impor dari Jepang? Dia impor dari
Jepang. Namanya juga pengusaha. Lah
kalau itu semua dipersulit, gimana lu?
Jangan pernah bermimpi Indonesia punya
pabrik TV sendiri, Indonesia punya
pabrik kulkas sendiri, Indonesia punya
pabrik mobil sendiri. Karena enggak ada
bisa negara yang bisa bikin itu semua
100% made in negaranya tanpa ada bantuan
dari negara lain yang bisa memproduksi
barang itu lebih efisien. Tidak mungkin.
Even China aja banyak komponen produksi
mereka itu yang impor dari negara lain.
Impor dari Eropa, impor dari Jepang,
impor dari Amerika. Jadi enggak ada
negara yang benar-benar bisa independen.
Sekarang udah memang di era perdagangan
dunia. So, gua sangat setuju regulasi
yang mempersulit udah dipangkas aja.
Makanya ya kita jangan banyak-banyaklah
pejabat di republik ini. Makin banyak
pejabat, makin banyak pos yang harus
diisi. Makin banyak pos yang harus diisi
menyebabkan birokrasi semakin tebal.
Birokrasi yang makin tebal menyebabkan
makin banyak pelumas yang harus kita
kasih supaya mesin ini jalan. Supaya apa
ya? Paper ini naik level. paper di
lantai satu, paper ke lantai du, paper
ke lantai 3. Kalau enggak, enggak
jangan-jangan
dokumennya. That's real. Jadi memang gua
sangat setuju kalau regulasi itu harus
dipangkas. Sekarang udah masuk eranya
pemerintahan kita harus lebih ramping,
lebih efisien. So, gua juga sama Donald
Trump yang akhirnya di masa hidup gua,
gua bisa melihat ya Indonesia itu bukan
jadi negara paperwork dikit-dikit,
paperwork dikit-dikit izin. Aduh, aduh
gila zaman udah canggih, bisnis itu
harusnya dipermudah bukan dipersulit.
Manset PNS kita itu cuman ada yang lewat
injak minta duit, ada yang lewat injek
minta duit, persulit minta duit. Ya
begitu dong zaman udah maju nih, masa lu
kalah sama negara komunis Vietnam. Malu
dong.
Sebel banget gua. Semoga ya. Semoga ya.
Sekali lagi gua berharap presiden kita
enggak omon-omon apa yang dia bilang di
sini. Dia mau pangkas birokrasi, dia mau
pangkas pertek, dia mau pangkas TKDN
segala macam itu diberlakukan. Indonesia
sudah darurat. Enggak seksi bikin
manufacturing di Indonesia. Karena dari
SDM-nya aja udah banyak yang enggak
capable. Enggak banyak capable. Enggak
banyak SDM kita yang bisa bikin sensor,
yang bisa bikin PCB, solder yang bagus.
Jangan solder ngelas yang benar aja
susah nyari SDM-nya di Indonesia. Eh,
sekarang kita mau bikin rakit barangnya
sendiri. mau impor bahan bakunya,
materialnya, spare part-nya juga enggak
bisa kan susah. So, gua sangat dukung
nih kebijakan Presiden Prabowo kalau dia
mau memudahkan itu semua, tarif 0%
enggak ada yang diberantas. Berikan
insentif untuk pengusaha lokal supaya
bisa bersaing dengan pengusaha luar
negeri. This is a very good thing.
Hopefully realisasinya jadi kenyataan.
Contoh KDM tuh kemarin tuh ada yang kena
palak supir-supir angkot di Bogor.
Tiba-tiba harusnya mereka dapat subsidi
R,5 juta kalau gua enggak salah.
tiba-tiba duitnya disikat ya sama orang
dari apalah. Katanya sih ada yang
ngakunya diup lah, Organda lah, Kso lah,
gua enggak ngerti. Tapi apa yang
dilakukan oleh KDM itu yang harus kita
apresiasi. Dia langsung turun ke bawah,
lu bayar ke siapa, orangnya siapa,
oknomnya siapa. Gua laporin polisi,
bersihin itu semua. Cepat pangkas itu
semua. Memang udah eranya kita harus
seperti itu. Pejabat turun langsung
berantas mafia-mafia di bawah, bikin
sistem yang lebih lean, lebih langsing
lah. Birokrasi itu dipangkas, jangan
diperbanyak. Itu aja saran gua. So,
closingannya dari gua adalah gua sangat
appreciate. Thank you banget nih buat
Presiden dan thank you banget buat
Apindo ya, bisa ngundang Presiden dan
hopefully kita lihat ke depan negara
kita menuju ke arah yang lebih baik,
lebih efisien, lebih bersih dari
korupsi. Oke, guys. Semoga video ini
bermanfaat. Ditunggu loh. Kalau menurut
lu, lu setuju enggak dengan agendanya
Presiden Prabowo untuk memudahkan
pengusaha berbisnis untuk menghilangkan
tarif barrier itu kalau perlu 0% dan
memudahkan TKDN lah. Lu setuju enggak
sih kalau makin dipermudah? impor barang
masuk ke Indonesia, bahan baku dan
barang setengah jadi datang ke
Indonesia. Ditunggu, Guys, komentar
kalian di bawah ini. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye. Hai, Sobat Investor. Kalau kamu
tertarik dengan konten-konten seperti
ini dan ingin tahu lebih dalam lagi
tentang Benix, yuk ikuti sosial media
kita yang lain seperti beranda Facebook
kita di @benix atau ikuti juga Instagram
kita di
@benix.official. Ditunggu ya.
Kartosana наруки
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:58 UTC
Categories
Manage