15 YEARS IN A ROW ALMOST ALL MALAYSIAN PMS ARE INVOLVED IN CORRUPTION? How is that possible?
o3d1lW0UblA • 2025-04-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ada berita gila banget ini, Guys.
Dari negara tetangga kita, negara Islam
Malaysia ternyata punya hobi yang sama
dengan negara Kazakhstan, yaitu apa?
Korupsi. Ini kasusnya gila-gilaan, Guys.
Lu tahu enggak? Perdana menteri orang
nomor satu di Malaysia itu korupsinya
sampai 2,5 triliun. Padahal dia menjabat
itu cuma 14 bulan alias 1 tahun lebih
dikit. Tapi korupsinya bisa sampai 2,5
triliun. Nih hebat banget nih negara
tetangga kita. Jadi buat teman-teman ya
yang merasa tersinggung kenapa sih
Indonesia prestasi korupsinya nomor
wahid di dunia jangan khawatir ada
lawannya sekarang yaitu negara Islam
Malaysia. So, buat lu yang penasaran ya
gimana sih kasus ini bisa terungkap dan
ini sebenarnya bukan yang pertama kali
loh seorang perdana menteri orang nomor
satu di Malaysia masuk penjara karena
kasus korupsi. Lu jangan dikip video ini
dan kita pelajari dengan baik gimana
caranya menjadi koruptor di Malaysia.
So, jangan dikip video ini. Let's check
this
[Musik]
out. Oke, guys. Selama ini negara
Indonesia ini kan selalu dibully ya
sebagai negara yang paling korup di
kolong langit ini. Dari 100 negara nih
yang disurvei 1 sampai 100, satu paling
bersih, 100 paling buruk, Indonesia ada
di peringkat 99 di peringkat korupsinya.
Artinya kita benar-benar dekat dengan
neraka atau mungkin udah di neraka,
Guys. Nah, orang Indonesia kan selama
ini dibully ya sebagai negara paling
korup, paling ngeri lah. Menterinya
masuk korupsi penjara, aparat penegak
hukumnya korupsi penjara. BUMN,
pejabat-pejat BUMN pada korupsi semua.
Semua hobinya korupsi lah di negara kita
nilainya sampai triliunan. Nah, kita
selama ini berbangga diri betapa
hebatnya prestasi negara kita ini di
dunia internasional. Tapi sekarang kita
berada dalam bahaya, Guys. Negara
Indonesia akan dibalap sama negara Islam
Malaysia yang sudah secara konsisten itu
memenjarakan orang nomor satu di
negaranya dalam 15 tahun terakhir.
Sekarang tahun 2025, Guys. Dalam 15
tahun terakhir itu ada lima Perdana
Menteri di Malaysia. Dari lima empat
masuk penjara kasus korupsi. Ini gila
nih. Selama ini kita kira negara
Indonesia udah paling hebat ya. Ternyata
Malaysia enggak mau kalah, Guys. Luar
biasa negara Islam Malaysia. Lu hebat,
lu hebat banget. Lu punya lima perdana
menteri dalam 15 tahun terakhir. Dari
lima itu empat korupsi masuk penjara.
Gila ini barang. Gila gila gila. Yang
pertama kita bahas Najib Razak lah.
Terkenalah dengan filmnya Leonardo
DiCaprio Wall of Wall Street. Lu tahu
film itu menang penghargaan nih di
Hollywood. Duitnya dari mana? Duitnya
dari duit rakyat Malaysia, Guys. Duit
pajak Malaysia dipakai buat cuci duit
sama Jo, membiayai film itu. Luar biasa
nih orang Malaysia. Luar biasa. Jadi
teman-teman tahu ya di Malaysia itu
heboh banget ini kasusnya mega bintang
ini di dunia internasional di dunia
korupsi itu korupsinya senilai miliaran
dolar Amerika Serikat. Dan ternyata pada
tahun 2022 pengadilan tinggi di Kuala
Lumpur menegakkan putusan bersalah
terhadap Najib atas kasus korupsi dan
pencucian uang karena menerima sekitar
10 juta dolar secara ilegal dari program
1MDB. Dia dijatuhi hukuman 12 tahun
penjara. Jadi, Teman-teman, Najib Razak
ini menjabat sebagai orang nomor satu di
Malaysia dari bulan April 2009 sampai
bulan Mei 2018. So, kepimpinan dia itu
dua periode lah. Pemilu yang ada di
Malaysia. Konsisten dia jadi orang nomor
satu. Artinya apa? Dari situ lu sudah
tahu ya? Artinya korupsinya juga nomor
satu, Guys. Luar biasa nih orang gila
banget karena duitnya itu miliaran dolar
Amerika Serikat. Oke, jadi yang pertama
kita udah punya nama. namanya Najib
Razak ya, temannya Leonardo DiCaprio.
Luar biasa korupsinya. Yang kedua dia
digantikan kemudian dia masuk penjara
digantikan sama dr. Tun Mahattir
Muhammad nih Mahatir Muhammad menjabat
sebagai perdana menteri di Malaysia
orang nomor satu dari tahun 2018 sampai
tahun 2020. Itu sebetulnya kedua kalinya
dia jadi perdana menteri. Korupsi di
Malaysia no nol. Ya, mungkin dia sudah
sadar dia sebentar lagi masuk kuburan
ya. Jadi dia tobat ya. So, dia tidak
melakukan tindakan korupsi. Tetapi
jangan khawatir guys, negara Malaysia
itu luar biasa.
Begitu si Matir Muhammad turun, naiklah
perdana menteri baru yang namanya
Muhyiddin Yasin. Lu tahu dengan
Muhyiddin Yasin ternyata dia didakwa
melakukan korupsi nilainya
788 miliar. Dan itu dilakukan justru
ketika negara Malaysia sedang terpuruk
karena terjadi COVID. Jadi peristiwa
COVID-19 banyak koruptor lahir itu bukan
cuma di Indonesia, Guys. Itu juga adalah
hak. Ingat ya, korupsi itu juga hak
bangsa Malaysia. Hobinya apa? Korupsi.
788 miliar. Gila, negara lagi pusing,
banyak korban mati orang sibuk korupsi
pejabat-pejabat di Malaysia ini. Jadi,
Muhyiddid Yasin ni umurnya 75 tahun. Dia
ditangkap nih hanya beberapa bulan
setelah kalah pemilu dari Anwar Ibrahim
untuk memperebutkan kursi perdana
menteri. Nah, Muhyiddin ini dituduh
melakukan kejahatan, penyuapan dan
pencucian uang lewat anggaran Covid-19
saat dia berkuasa. Jaksa penuntut umum
mendakwah Muhyiddin Yasin karena
dianggap menerima suap sebesar 51 juta
dolar atau sekitar 788 miliar dari
perusahaan yang mengikuti tender-tender
program pemerintah. Jadi kalau di sini
kita lihat prestasi korupsinya kelas
cemen, Guys. Orang mah korupsi sekarang
levelnya udah 100 triliun atau Pertamina
1000 triliun atau kuadriliun kan. Ini si
Muhyiddin Yasin ini kelas pemula nih.
Capcai juga nih orang. 788 miliar.
Menangis rakyat Malaysia melihat orang
ini. Kok kecil banget sih lu korupsi?
Nah, selain soal korupsi ya, jaksa itu
juga menuntut Muhyiddin Yassin melakukan
tindak pidana pencucian uang. Dan
Muhyiddin Yasin itu sudah kalah di
tingkat pertama. Jadi tingkat pertama
dia terbukti bersalah ya lu melakukan
tindakan yang merugikan negara. Tapi dia
kemudian melawan, dia lakukan banding
sehingga naik ke tingkat pengadilan
tinggi, Guys. Di tingkat pengadilan
tinggi Kuala Lumpur ternyata mereka
mengabulkan nih Perdana Menteri Malaysia
Muhyiddin Yassin untuk bebas dari empat
dakwaan penyalahgunaan kuasa menerima
suap. Sehingga pada akhirnya Pengadilan
Tinggi Malaysia membebaskan mantan
perdana menteri Malaysia Muhyiddin
Yasin. So, ini kabar baik juga nih buat
pemerintah di Malaysia ya. Ternyata lu
bisa juga ya pemimpin tertinggi masuk
penjara keluar lagi menang di tingkat
banding. E bebas luar biasa hebat. Tapi
at least ya ada satu kelebihan lah gua
akuin lah. Ini kita enggak ngomong soal
masuk penjara. Belum ngomong masuk
penjara tapi menggugat. Ada jaksa punya
nyali memenjarakan orang nomor satu di
presiden. Kalau di republik kita ini.
Itu aja sudah hebat. Iya enggak sih? Lu
pernah lihat emang di negara Indonesia
ya dengan segudang cerita dan
prestasinya di bidang korupsi ada enggak
sih yang pernah berhasil memenjarakan
mantan-mantan presiden kita? Jadi
sebelum lu nge-bully Malaysia nih, lu
sadar diri juga, coy. Negara Indonesia
sampai detik ini tidak pernah
memenjarakan presidennya. Karena
presiden di Indonesia itu semuanya
malaikat pasti masuk surga. Oke, urusan
Muhyiddin Yassin kelar nih. Sekarang
kita ketemu jagoan baru dari Malaysia
namanya Ismail Sabri Yakub, Perdana
Menteri Malaysia. Ini kasusnya fresh
from the oven. Dia menjabat cuman 14
bulan, Guys. Cuman 1 tahun lebih dikit.
Tetapi prestasi korupsinya luar biasa.
Karena akhirnya terungkap di bulan Maret
2025 ya, 1 minggu lalu dia menjadi
tersangka kasus korupsi senilai 2,5
triliun. Ini fres from the oven. Ini
luar biasa. Ini bikin heboh. Dia jadi
headline di mana-mana di Malaysia. Tapi
Malaysia itu kan otoriter ya. Lu enggak
bisa tuh ngata-ngatain koruptor di sana
walaupun memang koruptor. Nah, luar
biasanya ya Ismail Sabri Yakub ini
menjadi perdana menteri itu dari Agustus
2021 sampai November 2022 yang artinya
cuma sekitar 14 bulanlah menjabat jadi
orang nomor satu tapi sukses mengeruk
duit pembayar pajak rakyat Malaysia
disikat sama dia. Gila 2,5 triliun. Jadi
lu bayangin ya Najib Razak berkuasa dua
periode itu kayak apa tuh duitnya
sebenarnya ya? So, Teman-teman jangan
heran ya ketika mantan Perdana Menteri
Malaysia Ismail Sabri Yakub usianya 65
tahun akhirnya ditetapkan sebagai
tersangka dalam kasus korupsi senilai
RM700 juta alias sekitar 2,58 triliun
yang dihabiskan untuk kegiatan publikasi
pemerintah selama 14 bulan masa
jabatannya. Nah, hebatnya ya si Yakub
ini dia percaya diversifikasi, Guys.
Jadi, duit korupsinya itu bukan semuanya
uang cash. Ternyata dia main juga emas.
Nah, informasi ini kita dapat melalui
MAC. Ini adalah lembaga anti korupsi
alias KPK-nya Malaysia. So, Lembaga Anti
Korupsi Malaysia baru saja menyita uang
tunai senilai RM170 juta atau sekitar
R27 miliar dalam bentuk mata uang lokal
dan asing. Nah, pas di Sita ternyata ada
juga emas batangan seberat 16 kg senilai
R7 juta alias sekitar 26 miliar dari
sebuah kondominium di bulan Februari
2025. Nah, selain si Yakub nih yang
ditangkap oleh MSC KPKnya Malaysia,
mereka juga nangkap empat ajudan senior
Ismail Sabri di Februari 2025. Jadi di
sini lu bisa lihat ya bagaimana ngerinya
ya dunia korupsi ya. Mereka ini enggak
ada malu-malunya, Guys. Di Malaysia itu
rampok koruptor itu banyak dan itu
terbukti. Kenapa? Karena orang nomor
satunya aja korupsi. Di sini harus
bangga sebagai rakyat Indonesia. Tidak
pernah ada presiden Indonesia terbukti
sebagai koruptor melakukan tindak
korupsi. Tidak ada. Kenapa? Karena suci.
Semua presiden Indonesia itu orang baik
masuk surga. Bahkan mungkin lebih baik
dari Tuhan, Guys. Makanya mereka kebal
hukum. Hebat, ya. So, lu harus bangga.
Sekotor-kotornya Indonesia tidak pernah
ada sepanjang sejarah presiden Indonesia
yang masuk penjara. So, anyway guys,
sekarang kita masuk ke perdana menteri
yang kelima namanya Anwar Ibrahim. Ini
baru aja naik nih di tahun 2022 sampai
detik ini nih. So, Anwar Ibrahim, lu
tahu enggak sejarahnya? Ternyata Perdana
Menteri Malaysia saat ini itu juga
mantan narapidana, Guys. Anwar Ibrahim
Perdana Menteri Malaysia yang ke-10
pernah dipenjara kasus korupsi dan
sodomi. By the way, anyway ya, bukan gua
artinya gua haters-nya si eh Anwar
Ibrahim. Enggak. Ini kita mau bahas
fakta dan data. Karena apa? Berdasarkan
fakta, Perdana Menteri Malaysia sebelum
dia berkuasa sekarang dia suka diserang
sama lawan-lawan politiknya.
Sebentar guys, bentar guys sebelum kita
lanjut videonya, good news guys. Colah
Sambenix season 7 kembali dibuka nih.
Jadi buat teman-teman yang belum sempat
join yang season 6 kita sekarang udah
masuk ke season keet7uh dan ini seru
banget karena tahun ini kita membahas
tentang energi terbarukan. So,
teman-teman tahu enggak orang kalau
ngomong energi di Indonesia ini cuman
ada batu bara atau minyak bumi. Tetapi
sekarang kita sudah masuk ke era di mana
saham-saham perusahaan yang prospek itu
justru datang bukan dari batu bara lagi,
tapi dari energi terbarukan. Dan banyak
loh sebetulnya energi terbarukan. Ada lu
ngomong minyak sawit, ada namanya gas
bumi, ada namanya tenaga surya dari
matahari termasuk tenaga air dan masih
begitu banyak lagi yang belum kita
bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita
akan membahas saham-saham yang sangat
prospek, investasi yang menurut gua
sangat menarik buat kita pelajari
bersama hanya di Skola Sambenix Season 7
tentang emiten-emiten dan prospek
prospek yang luar biasa dari sektor
energi terbarukan. Makanya jangan sampai
ketinggalan, Guys. Segera buruan daftar
karena kita ada promo nih diskon 25%
hanya untuk 50 orang pertama yang daftar
sebelum 25 April 2025. So, tunggu
apaagi, Guys? Buruan yuk segera hubungi
nomor handphone yang ada di bawah ini
atau
www.skalashambenix.com. So, Anwar
Ibrahim ini sudah melalui perjalanan
panjang dalam karir politiknya. Dia
bahkan pernah mencicipi getirnya hidup
di balik jeruji penjara karena tuduhan
kasus korupsi dan sodomi. Anwar Ibrahim
sempat dipecat dari pemerintahan dan
partai UMNO yang berkuasa pada saat itu
di tahun 1998. Dia juga dianggap
meremehkan Perdana Menteri Malaysia saat
itu yaitu Mahatir Muhammad yang kemudian
memecat Anwar serta mengusirnya dari
keanggotaan partai UMNO. Anwar kemudian
dipenjara pada 1999 atas tuduhan yang
meragukan. Dia didakwa atas kasus
korupsi juga kasus sodomi. Anwar
dijatuhi hukuman 6 tahun penjara atas
dakwaan korupsinya di tahun
1999. Nah, setahun berselang dia juga
menerima hukuman tambahan 9 tahun
penjara untuk dakwaan Sodomi yang
menjeratnya. So, guys, di sini lu bisa
lihat ya terata begitu variatif ya di
kasus-kasus korupsi di pejabat-pejabat
tinggi Malaysia ya. Kalau di Indonesia
kan cuma terkenalnya kasus korupsi ya.
Ternyata Malaysia ini enggak mau kalah
dari Indonesia kalau bisa kasus korupsi
plus Sodomi gitu ya. Jadi biar ada
variasi kalau enggak rakyat bosan lah
hiburannya kok korupsi korupsi terus
gitu. Ini agak beda memang Malaysia ini
luar biasa nih. Tapi sekali lagi ya
separah-parahnya gua mau bilang ya
separah-parahnya lu mau ngata-ngatain
Malaysia dengan prestasinya di dunia
korupsi dan Sodomi. Tetapi faktanya
ranking korupsi Malaysia itu jauh lebih
bagus loh dibandingkan Indonesia. Lu
bayangin dari 100 negara yang hobinya
korupsi, yang paling baik negara
peringkat satu ada Norwegia. Hampir nol
tingkat korupsinya. Paling bawah itu ada
Sudan, negara anta-berantah. Kacau
perang di mana-mana. Peringkat 99 di
atas itu dan ada Indonesia. Gila kita
ini selevel negara Afrika, Guys. Kacau.
So, Malaysia ranking berapa ya?
Indonesia ranking 99, ternyata Malaysia
ranking 57. Hebat enggak? Menurut gua
hebat. Gua tadinya berpikir, ya,
Malaysia sama Indonesia 111 lah mindset
nyolongnya gitu ya. Harusnya kalau
Indonesia 99, mungkin Malaysia peringkat
97 lah, 98. Ternyata mereka peringkat
57. Luar biasa Malaysia. So anyway guys,
kenapa ya tingkat korupsi di Malaysia
bisa jauh lebih rendah dibandingkan
Indonesia? Memang seancur-hancurnya
pemimpin presiden di Malaysia itu
ternyata masih lebih mending dibanding
Indonesia. Sebetulnya ada beberapa
faktor, Guys. Yang pertama, sistem hukum
dan penegakan hukum di Malaysia itu
lebih konsisten dibanding Indonesia.
Malaysia memiliki lembaga anti korupsi
yang cukup efektif yaitu Suruhanjaya
Pencegahan Rasuah Malaysia alias SPRM.
Nah, lembaga ini jauh lebih independen
dibanding KPK dan memiliki wewenang yang
luas dalam investigasi kasus korupsi. Di
Indonesia meskipun ada Komisi
Pemberantasan Korupsi, tetapi pengaruh
politik sering melemahkan
independensinya. Buktinya apa? Buktinya
KPK di Indonesia sampai detik ini tidak
pernah memenjarakan presidennya. KPK di
Malaysia nyalinya tinggi. Hebat ya. Yang
kedua, birokrasinya lebih efisien di
Malaysia. Malaysia memiliki sistem
birokrasi yang relatif lebih transparan
dan efisien dibandingkan Indonesia.
Proses perizinan bisnis dan layanan
publik di Malaysia lebih sederhana
sehingga mengurangi peluang bagi praktik
suap atau pungutan liar. Nah, ini ada
hubungannya dengan video Prabowo
kemarin, Guys. Ya kan gua bilang itu
bagus deregulasi dan debirokratisasi.
Birokrasi itu harusnya makin tipis.
Kalau makin tebal, pejabat makin banyak,
woi jadi banyak celah nih buat korupsi.
Dikit-dikit kasih amplop, dikit-dikit
kasih amplop. Dikit-dikit kasih amplop
biar bisnis lancar. Tapi kalau birokrasi
tipis, perizinan tipis, orang lebih
senanglah investasi di Indonesia. Ini
penting nih. Nah, faktor yang ketiga itu
gaji pegawai negeri ya. Di Malaysia itu
jauh lebih tinggi dibandingkan di
Indonesia sehingga mengurangi insentif
untuk melakukan korupsi. Sebaliknya di
Indonesia banyak pegawai negeri yang
mencari tambahan melalui praktik
korupsi. Perdana Menteri Malaysia Anwar
Ibrahim itu menjamin, Guys, gaji PNS
Malaysia sedikit-dikitnya adalah
RM2.000. Ini setara dengan 7,3 juta.
Nah, gaji Rp7,3 juta ini udah termasuk
gaji pokok, tunjangan, dan komponen
lainnya. Beda dengan gaji PNS di
Indonesia yang bergantung dari golongan,
masa kerja, tunjangan, dan varian lain
yang begitu banyak. Gaji minimal PNS di
Indonesia adalah R5,9 juta. So, guys,
ini adalah salah satu ya bukti bahwa
ternyata di Malaysia itu ya ternyata
gaji PNS di sana lebih gede loh
dibanding di Indonesia. Kemarin gua
habis ngobrol ya sama teman-teman di
Brunei itu banyak yang kabur. Mereka
juga lagi ngetren tuh gerakan kabur aja
dulu karena Brunei lagi collaps, Guys.
Banyak rakyatnya yang berusaha buat
kabur ke luar negeri. Salah satu
alasannya kenapa? Karena Brunei itu
mayoritas rakyatnya kerja jadi PNS. Jadi
gajinya betul-betul kecil. Tapi
kompensasinya apa ya? Mereka sekolah
gratis, kalau sakit gratis walaupun
perawatannya enggak sebaik itu gitu loh.
Makanya makin banyak gerakan kabur aja
dulu dari Brunei mereka udah bosan lah
diternak sama pemerintah. Dan pemerintah
di sana juga korup, Guys. Sama korupnya
memang luar biasa nih. Brunei, Malaysia,
Indonesia hobinya korup, Guys. Hebat,
ya. Nah, yang keempat faktor keunggulan
Malaysia itu adalah stabilitas politik
dan komitmen pemerintahnya terkait anti
korupsi. Pemerintah Malaysia memiliki
komitmen yang lebih kuat dalam
memberantas korupsi, terutama sejak
skandal besar seperti 1MDB yang
mendorong Malaysia untuk melakukan
reformasi lebih lanjut. Nah, di
Indonesia meskipun ada kemajuan, sering
terjadi tarik-menarik kepentingan
politik yang menghambat upaya
pemberantasan korupsi. Nah, ini bahaya,
Guys. Karena ya pemberantasan korupsi di
Indonesia lebih ke like and dislike.
Artinya lu ada di kubu gua atau lu bukan
kubu gua. Lu nyetor berapa? Lu dari
partai apa? Kita satu aliran atau tidak?
kita satu koalisi atau tidak. Jadi
kepentingannya lebih banyak berhubungan
dengan politis. So, dibutuhkan rezim
baru. Jadi, tiap ganti rezim selalu ada
kasus korupsi yang lama dibongkar. Hebat
ya. Hebat. Nah, yang kelima, Guys, ini
adalah pendidikan dan budaya hukum di
Malaysia jauh lebih baik dibandingkan di
Indonesia. Kesadaran masyarakat Malaysia
terhadap korupsi itu lebih tinggi dan
ada sistem yang lebih baik dalam
melaporkan serta menindaklanjuti kasus
korupsi. Sementara itu di Indonesia
budaya korupsinya masih mengakar
terutama dalam politik dan pemerintahan
daerah. Nah, ini dibuktikan dengan hasil
survei di Malaysia yang mengatakan 67%
rakyat Malaysia itu masih percaya dengan
Lembaga anti korupsi Malaysia. Ini jauh
di atas KPK. Tingkat kepercayaan publik
kepada KPK itu cuman sebesar 51%.
Oke, Guys. Jadi, di sini kita bisa lihat
ya memang ya rakyat Malaysia punya
tingkat kepercayaan yang jauh lebih
tinggi terhadap aparat penegak hukumnya.
Terlepas dari memang masih banyak juga
kasus korupsi di Malaysia. But anyway,
kita harus akui sekali lagi Malaysia
sudah melakukan prestasi yang luar
biasa. Nih ini untuk hitungan negara
Asia Tenggara yang hobinya korupsi itu
sangat luar biasa. Yaitu apa?
Memenjarakan presidennya sendiri. Dalam
konteks negara Islam Malaysia, mereka
memenjarakan perdana menterinya sendiri.
Ini hebat. Di Singapura aja enggak
pernah, Guys. Di Brunei aja enggak
pernah. Kalau di Thailand pernah. Nah,
tapi di Indonesia itu sampai detik ini
tidak pernah. Tidak ada nyali. Kenapa
bisa, Guys? Coba lu kasih komentar di
bawah ini. Kenapa ya? Kalau di Malaysia
itu separah-parahnya at least ada
tanggungjawabannya. Diminta
pertanggungjawabannya perdana menteri,
mantan perdana menteri, mantan orang
nomor satu aja bisa masuk penjara. Tapi
pertanyaannya kenapa ya di Indonesia
tidak pernah ada mantan presiden yang
masuk penjara? Apa artinya presiden di
Indonesia tidak pernah korupsi? Setuju
loh dengan pendapat itu. So, ditunggu ya
pendapat kamu ya. Kenapa Indonesia tidak
bisa seperti Malaysia dan kenapa di
Indonesia tingkat korupsinya itu lebih
tinggi dibandingkan Malaysia? Malaysia
ranking 50-an, Indonesia rankingnya
hampir 100, Guys. Kok bisa ya? Yuk,
segera kasih pandangan kalian, segera
kasih jawaban kalian terhadap pertanyaan
yang membingungkan itu di bawah ini,
Guys. Ditunggu loh komentar kalian.
Langsung ya, like and share video ini
dan subscribe. Ingat lu harus segera
subscribe. Oke guys, semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye. Hai, Sobat Investor. Kalau kamu
tertarik dengan konten-konten seperti
ini dan ingin tahu lebih dalam lagi
tentang Benix, yuk ikuti sosial media
kita yang lain seperti beranda Facebook
kita di @benix atau ikuti juga Instagram
kita di
@benix.official. Ditunggu ya.
Kosatongana
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:28 UTC
Categories
Manage