Transcript
o3d1lW0UblA • 15 YEARS IN A ROW ALMOST ALL MALAYSIAN PMS ARE INVOLVED IN CORRUPTION? How is that possible?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0351_o3d1lW0UblA.txt
Kind: captions Language: id Guys, ada berita gila banget ini, Guys. Dari negara tetangga kita, negara Islam Malaysia ternyata punya hobi yang sama dengan negara Kazakhstan, yaitu apa? Korupsi. Ini kasusnya gila-gilaan, Guys. Lu tahu enggak? Perdana menteri orang nomor satu di Malaysia itu korupsinya sampai 2,5 triliun. Padahal dia menjabat itu cuma 14 bulan alias 1 tahun lebih dikit. Tapi korupsinya bisa sampai 2,5 triliun. Nih hebat banget nih negara tetangga kita. Jadi buat teman-teman ya yang merasa tersinggung kenapa sih Indonesia prestasi korupsinya nomor wahid di dunia jangan khawatir ada lawannya sekarang yaitu negara Islam Malaysia. So, buat lu yang penasaran ya gimana sih kasus ini bisa terungkap dan ini sebenarnya bukan yang pertama kali loh seorang perdana menteri orang nomor satu di Malaysia masuk penjara karena kasus korupsi. Lu jangan dikip video ini dan kita pelajari dengan baik gimana caranya menjadi koruptor di Malaysia. So, jangan dikip video ini. Let's check this [Musik] out. Oke, guys. Selama ini negara Indonesia ini kan selalu dibully ya sebagai negara yang paling korup di kolong langit ini. Dari 100 negara nih yang disurvei 1 sampai 100, satu paling bersih, 100 paling buruk, Indonesia ada di peringkat 99 di peringkat korupsinya. Artinya kita benar-benar dekat dengan neraka atau mungkin udah di neraka, Guys. Nah, orang Indonesia kan selama ini dibully ya sebagai negara paling korup, paling ngeri lah. Menterinya masuk korupsi penjara, aparat penegak hukumnya korupsi penjara. BUMN, pejabat-pejat BUMN pada korupsi semua. Semua hobinya korupsi lah di negara kita nilainya sampai triliunan. Nah, kita selama ini berbangga diri betapa hebatnya prestasi negara kita ini di dunia internasional. Tapi sekarang kita berada dalam bahaya, Guys. Negara Indonesia akan dibalap sama negara Islam Malaysia yang sudah secara konsisten itu memenjarakan orang nomor satu di negaranya dalam 15 tahun terakhir. Sekarang tahun 2025, Guys. Dalam 15 tahun terakhir itu ada lima Perdana Menteri di Malaysia. Dari lima empat masuk penjara kasus korupsi. Ini gila nih. Selama ini kita kira negara Indonesia udah paling hebat ya. Ternyata Malaysia enggak mau kalah, Guys. Luar biasa negara Islam Malaysia. Lu hebat, lu hebat banget. Lu punya lima perdana menteri dalam 15 tahun terakhir. Dari lima itu empat korupsi masuk penjara. Gila ini barang. Gila gila gila. Yang pertama kita bahas Najib Razak lah. Terkenalah dengan filmnya Leonardo DiCaprio Wall of Wall Street. Lu tahu film itu menang penghargaan nih di Hollywood. Duitnya dari mana? Duitnya dari duit rakyat Malaysia, Guys. Duit pajak Malaysia dipakai buat cuci duit sama Jo, membiayai film itu. Luar biasa nih orang Malaysia. Luar biasa. Jadi teman-teman tahu ya di Malaysia itu heboh banget ini kasusnya mega bintang ini di dunia internasional di dunia korupsi itu korupsinya senilai miliaran dolar Amerika Serikat. Dan ternyata pada tahun 2022 pengadilan tinggi di Kuala Lumpur menegakkan putusan bersalah terhadap Najib atas kasus korupsi dan pencucian uang karena menerima sekitar 10 juta dolar secara ilegal dari program 1MDB. Dia dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Jadi, Teman-teman, Najib Razak ini menjabat sebagai orang nomor satu di Malaysia dari bulan April 2009 sampai bulan Mei 2018. So, kepimpinan dia itu dua periode lah. Pemilu yang ada di Malaysia. Konsisten dia jadi orang nomor satu. Artinya apa? Dari situ lu sudah tahu ya? Artinya korupsinya juga nomor satu, Guys. Luar biasa nih orang gila banget karena duitnya itu miliaran dolar Amerika Serikat. Oke, jadi yang pertama kita udah punya nama. namanya Najib Razak ya, temannya Leonardo DiCaprio. Luar biasa korupsinya. Yang kedua dia digantikan kemudian dia masuk penjara digantikan sama dr. Tun Mahattir Muhammad nih Mahatir Muhammad menjabat sebagai perdana menteri di Malaysia orang nomor satu dari tahun 2018 sampai tahun 2020. Itu sebetulnya kedua kalinya dia jadi perdana menteri. Korupsi di Malaysia no nol. Ya, mungkin dia sudah sadar dia sebentar lagi masuk kuburan ya. Jadi dia tobat ya. So, dia tidak melakukan tindakan korupsi. Tetapi jangan khawatir guys, negara Malaysia itu luar biasa. Begitu si Matir Muhammad turun, naiklah perdana menteri baru yang namanya Muhyiddin Yasin. Lu tahu dengan Muhyiddin Yasin ternyata dia didakwa melakukan korupsi nilainya 788 miliar. Dan itu dilakukan justru ketika negara Malaysia sedang terpuruk karena terjadi COVID. Jadi peristiwa COVID-19 banyak koruptor lahir itu bukan cuma di Indonesia, Guys. Itu juga adalah hak. Ingat ya, korupsi itu juga hak bangsa Malaysia. Hobinya apa? Korupsi. 788 miliar. Gila, negara lagi pusing, banyak korban mati orang sibuk korupsi pejabat-pejabat di Malaysia ini. Jadi, Muhyiddid Yasin ni umurnya 75 tahun. Dia ditangkap nih hanya beberapa bulan setelah kalah pemilu dari Anwar Ibrahim untuk memperebutkan kursi perdana menteri. Nah, Muhyiddin ini dituduh melakukan kejahatan, penyuapan dan pencucian uang lewat anggaran Covid-19 saat dia berkuasa. Jaksa penuntut umum mendakwah Muhyiddin Yasin karena dianggap menerima suap sebesar 51 juta dolar atau sekitar 788 miliar dari perusahaan yang mengikuti tender-tender program pemerintah. Jadi kalau di sini kita lihat prestasi korupsinya kelas cemen, Guys. Orang mah korupsi sekarang levelnya udah 100 triliun atau Pertamina 1000 triliun atau kuadriliun kan. Ini si Muhyiddin Yasin ini kelas pemula nih. Capcai juga nih orang. 788 miliar. Menangis rakyat Malaysia melihat orang ini. Kok kecil banget sih lu korupsi? Nah, selain soal korupsi ya, jaksa itu juga menuntut Muhyiddin Yassin melakukan tindak pidana pencucian uang. Dan Muhyiddin Yasin itu sudah kalah di tingkat pertama. Jadi tingkat pertama dia terbukti bersalah ya lu melakukan tindakan yang merugikan negara. Tapi dia kemudian melawan, dia lakukan banding sehingga naik ke tingkat pengadilan tinggi, Guys. Di tingkat pengadilan tinggi Kuala Lumpur ternyata mereka mengabulkan nih Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin untuk bebas dari empat dakwaan penyalahgunaan kuasa menerima suap. Sehingga pada akhirnya Pengadilan Tinggi Malaysia membebaskan mantan perdana menteri Malaysia Muhyiddin Yasin. So, ini kabar baik juga nih buat pemerintah di Malaysia ya. Ternyata lu bisa juga ya pemimpin tertinggi masuk penjara keluar lagi menang di tingkat banding. E bebas luar biasa hebat. Tapi at least ya ada satu kelebihan lah gua akuin lah. Ini kita enggak ngomong soal masuk penjara. Belum ngomong masuk penjara tapi menggugat. Ada jaksa punya nyali memenjarakan orang nomor satu di presiden. Kalau di republik kita ini. Itu aja sudah hebat. Iya enggak sih? Lu pernah lihat emang di negara Indonesia ya dengan segudang cerita dan prestasinya di bidang korupsi ada enggak sih yang pernah berhasil memenjarakan mantan-mantan presiden kita? Jadi sebelum lu nge-bully Malaysia nih, lu sadar diri juga, coy. Negara Indonesia sampai detik ini tidak pernah memenjarakan presidennya. Karena presiden di Indonesia itu semuanya malaikat pasti masuk surga. Oke, urusan Muhyiddin Yassin kelar nih. Sekarang kita ketemu jagoan baru dari Malaysia namanya Ismail Sabri Yakub, Perdana Menteri Malaysia. Ini kasusnya fresh from the oven. Dia menjabat cuman 14 bulan, Guys. Cuman 1 tahun lebih dikit. Tetapi prestasi korupsinya luar biasa. Karena akhirnya terungkap di bulan Maret 2025 ya, 1 minggu lalu dia menjadi tersangka kasus korupsi senilai 2,5 triliun. Ini fres from the oven. Ini luar biasa. Ini bikin heboh. Dia jadi headline di mana-mana di Malaysia. Tapi Malaysia itu kan otoriter ya. Lu enggak bisa tuh ngata-ngatain koruptor di sana walaupun memang koruptor. Nah, luar biasanya ya Ismail Sabri Yakub ini menjadi perdana menteri itu dari Agustus 2021 sampai November 2022 yang artinya cuma sekitar 14 bulanlah menjabat jadi orang nomor satu tapi sukses mengeruk duit pembayar pajak rakyat Malaysia disikat sama dia. Gila 2,5 triliun. Jadi lu bayangin ya Najib Razak berkuasa dua periode itu kayak apa tuh duitnya sebenarnya ya? So, Teman-teman jangan heran ya ketika mantan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakub usianya 65 tahun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi senilai RM700 juta alias sekitar 2,58 triliun yang dihabiskan untuk kegiatan publikasi pemerintah selama 14 bulan masa jabatannya. Nah, hebatnya ya si Yakub ini dia percaya diversifikasi, Guys. Jadi, duit korupsinya itu bukan semuanya uang cash. Ternyata dia main juga emas. Nah, informasi ini kita dapat melalui MAC. Ini adalah lembaga anti korupsi alias KPK-nya Malaysia. So, Lembaga Anti Korupsi Malaysia baru saja menyita uang tunai senilai RM170 juta atau sekitar R27 miliar dalam bentuk mata uang lokal dan asing. Nah, pas di Sita ternyata ada juga emas batangan seberat 16 kg senilai R7 juta alias sekitar 26 miliar dari sebuah kondominium di bulan Februari 2025. Nah, selain si Yakub nih yang ditangkap oleh MSC KPKnya Malaysia, mereka juga nangkap empat ajudan senior Ismail Sabri di Februari 2025. Jadi di sini lu bisa lihat ya bagaimana ngerinya ya dunia korupsi ya. Mereka ini enggak ada malu-malunya, Guys. Di Malaysia itu rampok koruptor itu banyak dan itu terbukti. Kenapa? Karena orang nomor satunya aja korupsi. Di sini harus bangga sebagai rakyat Indonesia. Tidak pernah ada presiden Indonesia terbukti sebagai koruptor melakukan tindak korupsi. Tidak ada. Kenapa? Karena suci. Semua presiden Indonesia itu orang baik masuk surga. Bahkan mungkin lebih baik dari Tuhan, Guys. Makanya mereka kebal hukum. Hebat, ya. So, lu harus bangga. Sekotor-kotornya Indonesia tidak pernah ada sepanjang sejarah presiden Indonesia yang masuk penjara. So, anyway guys, sekarang kita masuk ke perdana menteri yang kelima namanya Anwar Ibrahim. Ini baru aja naik nih di tahun 2022 sampai detik ini nih. So, Anwar Ibrahim, lu tahu enggak sejarahnya? Ternyata Perdana Menteri Malaysia saat ini itu juga mantan narapidana, Guys. Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia yang ke-10 pernah dipenjara kasus korupsi dan sodomi. By the way, anyway ya, bukan gua artinya gua haters-nya si eh Anwar Ibrahim. Enggak. Ini kita mau bahas fakta dan data. Karena apa? Berdasarkan fakta, Perdana Menteri Malaysia sebelum dia berkuasa sekarang dia suka diserang sama lawan-lawan politiknya. Sebentar guys, bentar guys sebelum kita lanjut videonya, good news guys. Colah Sambenix season 7 kembali dibuka nih. Jadi buat teman-teman yang belum sempat join yang season 6 kita sekarang udah masuk ke season keet7uh dan ini seru banget karena tahun ini kita membahas tentang energi terbarukan. So, teman-teman tahu enggak orang kalau ngomong energi di Indonesia ini cuman ada batu bara atau minyak bumi. Tetapi sekarang kita sudah masuk ke era di mana saham-saham perusahaan yang prospek itu justru datang bukan dari batu bara lagi, tapi dari energi terbarukan. Dan banyak loh sebetulnya energi terbarukan. Ada lu ngomong minyak sawit, ada namanya gas bumi, ada namanya tenaga surya dari matahari termasuk tenaga air dan masih begitu banyak lagi yang belum kita bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita akan membahas saham-saham yang sangat prospek, investasi yang menurut gua sangat menarik buat kita pelajari bersama hanya di Skola Sambenix Season 7 tentang emiten-emiten dan prospek prospek yang luar biasa dari sektor energi terbarukan. Makanya jangan sampai ketinggalan, Guys. Segera buruan daftar karena kita ada promo nih diskon 25% hanya untuk 50 orang pertama yang daftar sebelum 25 April 2025. So, tunggu apaagi, Guys? Buruan yuk segera hubungi nomor handphone yang ada di bawah ini atau www.skalashambenix.com. So, Anwar Ibrahim ini sudah melalui perjalanan panjang dalam karir politiknya. Dia bahkan pernah mencicipi getirnya hidup di balik jeruji penjara karena tuduhan kasus korupsi dan sodomi. Anwar Ibrahim sempat dipecat dari pemerintahan dan partai UMNO yang berkuasa pada saat itu di tahun 1998. Dia juga dianggap meremehkan Perdana Menteri Malaysia saat itu yaitu Mahatir Muhammad yang kemudian memecat Anwar serta mengusirnya dari keanggotaan partai UMNO. Anwar kemudian dipenjara pada 1999 atas tuduhan yang meragukan. Dia didakwa atas kasus korupsi juga kasus sodomi. Anwar dijatuhi hukuman 6 tahun penjara atas dakwaan korupsinya di tahun 1999. Nah, setahun berselang dia juga menerima hukuman tambahan 9 tahun penjara untuk dakwaan Sodomi yang menjeratnya. So, guys, di sini lu bisa lihat ya terata begitu variatif ya di kasus-kasus korupsi di pejabat-pejabat tinggi Malaysia ya. Kalau di Indonesia kan cuma terkenalnya kasus korupsi ya. Ternyata Malaysia ini enggak mau kalah dari Indonesia kalau bisa kasus korupsi plus Sodomi gitu ya. Jadi biar ada variasi kalau enggak rakyat bosan lah hiburannya kok korupsi korupsi terus gitu. Ini agak beda memang Malaysia ini luar biasa nih. Tapi sekali lagi ya separah-parahnya gua mau bilang ya separah-parahnya lu mau ngata-ngatain Malaysia dengan prestasinya di dunia korupsi dan Sodomi. Tetapi faktanya ranking korupsi Malaysia itu jauh lebih bagus loh dibandingkan Indonesia. Lu bayangin dari 100 negara yang hobinya korupsi, yang paling baik negara peringkat satu ada Norwegia. Hampir nol tingkat korupsinya. Paling bawah itu ada Sudan, negara anta-berantah. Kacau perang di mana-mana. Peringkat 99 di atas itu dan ada Indonesia. Gila kita ini selevel negara Afrika, Guys. Kacau. So, Malaysia ranking berapa ya? Indonesia ranking 99, ternyata Malaysia ranking 57. Hebat enggak? Menurut gua hebat. Gua tadinya berpikir, ya, Malaysia sama Indonesia 111 lah mindset nyolongnya gitu ya. Harusnya kalau Indonesia 99, mungkin Malaysia peringkat 97 lah, 98. Ternyata mereka peringkat 57. Luar biasa Malaysia. So anyway guys, kenapa ya tingkat korupsi di Malaysia bisa jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia? Memang seancur-hancurnya pemimpin presiden di Malaysia itu ternyata masih lebih mending dibanding Indonesia. Sebetulnya ada beberapa faktor, Guys. Yang pertama, sistem hukum dan penegakan hukum di Malaysia itu lebih konsisten dibanding Indonesia. Malaysia memiliki lembaga anti korupsi yang cukup efektif yaitu Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia alias SPRM. Nah, lembaga ini jauh lebih independen dibanding KPK dan memiliki wewenang yang luas dalam investigasi kasus korupsi. Di Indonesia meskipun ada Komisi Pemberantasan Korupsi, tetapi pengaruh politik sering melemahkan independensinya. Buktinya apa? Buktinya KPK di Indonesia sampai detik ini tidak pernah memenjarakan presidennya. KPK di Malaysia nyalinya tinggi. Hebat ya. Yang kedua, birokrasinya lebih efisien di Malaysia. Malaysia memiliki sistem birokrasi yang relatif lebih transparan dan efisien dibandingkan Indonesia. Proses perizinan bisnis dan layanan publik di Malaysia lebih sederhana sehingga mengurangi peluang bagi praktik suap atau pungutan liar. Nah, ini ada hubungannya dengan video Prabowo kemarin, Guys. Ya kan gua bilang itu bagus deregulasi dan debirokratisasi. Birokrasi itu harusnya makin tipis. Kalau makin tebal, pejabat makin banyak, woi jadi banyak celah nih buat korupsi. Dikit-dikit kasih amplop, dikit-dikit kasih amplop. Dikit-dikit kasih amplop biar bisnis lancar. Tapi kalau birokrasi tipis, perizinan tipis, orang lebih senanglah investasi di Indonesia. Ini penting nih. Nah, faktor yang ketiga itu gaji pegawai negeri ya. Di Malaysia itu jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia sehingga mengurangi insentif untuk melakukan korupsi. Sebaliknya di Indonesia banyak pegawai negeri yang mencari tambahan melalui praktik korupsi. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim itu menjamin, Guys, gaji PNS Malaysia sedikit-dikitnya adalah RM2.000. Ini setara dengan 7,3 juta. Nah, gaji Rp7,3 juta ini udah termasuk gaji pokok, tunjangan, dan komponen lainnya. Beda dengan gaji PNS di Indonesia yang bergantung dari golongan, masa kerja, tunjangan, dan varian lain yang begitu banyak. Gaji minimal PNS di Indonesia adalah R5,9 juta. So, guys, ini adalah salah satu ya bukti bahwa ternyata di Malaysia itu ya ternyata gaji PNS di sana lebih gede loh dibanding di Indonesia. Kemarin gua habis ngobrol ya sama teman-teman di Brunei itu banyak yang kabur. Mereka juga lagi ngetren tuh gerakan kabur aja dulu karena Brunei lagi collaps, Guys. Banyak rakyatnya yang berusaha buat kabur ke luar negeri. Salah satu alasannya kenapa? Karena Brunei itu mayoritas rakyatnya kerja jadi PNS. Jadi gajinya betul-betul kecil. Tapi kompensasinya apa ya? Mereka sekolah gratis, kalau sakit gratis walaupun perawatannya enggak sebaik itu gitu loh. Makanya makin banyak gerakan kabur aja dulu dari Brunei mereka udah bosan lah diternak sama pemerintah. Dan pemerintah di sana juga korup, Guys. Sama korupnya memang luar biasa nih. Brunei, Malaysia, Indonesia hobinya korup, Guys. Hebat, ya. Nah, yang keempat faktor keunggulan Malaysia itu adalah stabilitas politik dan komitmen pemerintahnya terkait anti korupsi. Pemerintah Malaysia memiliki komitmen yang lebih kuat dalam memberantas korupsi, terutama sejak skandal besar seperti 1MDB yang mendorong Malaysia untuk melakukan reformasi lebih lanjut. Nah, di Indonesia meskipun ada kemajuan, sering terjadi tarik-menarik kepentingan politik yang menghambat upaya pemberantasan korupsi. Nah, ini bahaya, Guys. Karena ya pemberantasan korupsi di Indonesia lebih ke like and dislike. Artinya lu ada di kubu gua atau lu bukan kubu gua. Lu nyetor berapa? Lu dari partai apa? Kita satu aliran atau tidak? kita satu koalisi atau tidak. Jadi kepentingannya lebih banyak berhubungan dengan politis. So, dibutuhkan rezim baru. Jadi, tiap ganti rezim selalu ada kasus korupsi yang lama dibongkar. Hebat ya. Hebat. Nah, yang kelima, Guys, ini adalah pendidikan dan budaya hukum di Malaysia jauh lebih baik dibandingkan di Indonesia. Kesadaran masyarakat Malaysia terhadap korupsi itu lebih tinggi dan ada sistem yang lebih baik dalam melaporkan serta menindaklanjuti kasus korupsi. Sementara itu di Indonesia budaya korupsinya masih mengakar terutama dalam politik dan pemerintahan daerah. Nah, ini dibuktikan dengan hasil survei di Malaysia yang mengatakan 67% rakyat Malaysia itu masih percaya dengan Lembaga anti korupsi Malaysia. Ini jauh di atas KPK. Tingkat kepercayaan publik kepada KPK itu cuman sebesar 51%. Oke, Guys. Jadi, di sini kita bisa lihat ya memang ya rakyat Malaysia punya tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi terhadap aparat penegak hukumnya. Terlepas dari memang masih banyak juga kasus korupsi di Malaysia. But anyway, kita harus akui sekali lagi Malaysia sudah melakukan prestasi yang luar biasa. Nih ini untuk hitungan negara Asia Tenggara yang hobinya korupsi itu sangat luar biasa. Yaitu apa? Memenjarakan presidennya sendiri. Dalam konteks negara Islam Malaysia, mereka memenjarakan perdana menterinya sendiri. Ini hebat. Di Singapura aja enggak pernah, Guys. Di Brunei aja enggak pernah. Kalau di Thailand pernah. Nah, tapi di Indonesia itu sampai detik ini tidak pernah. Tidak ada nyali. Kenapa bisa, Guys? Coba lu kasih komentar di bawah ini. Kenapa ya? Kalau di Malaysia itu separah-parahnya at least ada tanggungjawabannya. Diminta pertanggungjawabannya perdana menteri, mantan perdana menteri, mantan orang nomor satu aja bisa masuk penjara. Tapi pertanyaannya kenapa ya di Indonesia tidak pernah ada mantan presiden yang masuk penjara? Apa artinya presiden di Indonesia tidak pernah korupsi? Setuju loh dengan pendapat itu. So, ditunggu ya pendapat kamu ya. Kenapa Indonesia tidak bisa seperti Malaysia dan kenapa di Indonesia tingkat korupsinya itu lebih tinggi dibandingkan Malaysia? Malaysia ranking 50-an, Indonesia rankingnya hampir 100, Guys. Kok bisa ya? Yuk, segera kasih pandangan kalian, segera kasih jawaban kalian terhadap pertanyaan yang membingungkan itu di bawah ini, Guys. Ditunggu loh komentar kalian. Langsung ya, like and share video ini dan subscribe. Ingat lu harus segera subscribe. Oke guys, semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. Hai, Sobat Investor. Kalau kamu tertarik dengan konten-konten seperti ini dan ingin tahu lebih dalam lagi tentang Benix, yuk ikuti sosial media kita yang lain seperti beranda Facebook kita di @benix atau ikuti juga Instagram kita di @benix.official. Ditunggu ya. Kosatongana