Transcript
77eP_SqJXfs • Keraton Ratu Boko: Jejak Sejarah dan Arsitektur Hindu-Buddha
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0311_77eP_SqJXfs.txt
Kind: captions Language: id [musik] Di atas bukit yang menjulang tinggi berdiri sebuah situs yang penuh misteri. Keraton Ratu Boko, sebuah tempat yang membawa kita pada kisah raja-raja, legenda jin, dan mitos yang tak lekang oleh waktu. Di sinilah di antara reruntuhan megah dan pemandangan yang menajukkan kita menemukan jejak-jejak sejarah yang terpendam. Setiap batu, setiap sudut menyimpan cerita yang menunggu untuk diceritakan. Bersama Breaking Story, kita akan mengungkap misteri ini dan akan menyelami lebih dalam. Menyatukan mitos dan fakta yang tersembunyi dalam reruntuhan megah keraton Ratu Boko. [musik] Keraton Ratu Boko, sebuah situs bersejarah yang terletak di atas bukit sekitar 3 km dari Candi Prambanan. Tempat ini bukan sekedar rentuhan, melainkan saksi bisu dari perjalanan panjang sejarah yang dimulai pada abad ke-8 Masehi. Pada masa itu, Kerajaan Medang yang dipimpin oleh Wongso Seilendra khususnya Rakai Panangkaran membangun komplek ini sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan. Menurut mitos yang ada, Ratu Boko adalah ayah dari Roro Jonggrang, seorang putri cantik yang terjebak dalam kisah cinta dan pengkhianatan. Legenda ini menambah daya tarik tempat ini, mengundang banyak pengunjung untuk menjelajahi jejak sejarah dan mitos yang melingkupinya. Situs ini juga dikenal dengan nama Abayagi Wihara yang berarti biara di bukit yang penuh kedamaian. Prasasti Abayagi wihara yang ditemukan di sini menjadi bukti penting bahwa tempat ini pernah menjadi pusat kehidupan spiritual bagi penganut Buddha sebelum akhirnya beralih ke pengaruh Hindu di bawah pemerintahan Rakai Walaing Empu Kumbayoni. Peralihan ini mencerminkan dinamika budaya dan agama yang kaya di tanah Jawa. Namun bukan hanya sejarah dan mitos yang membuat keraton Ratu Boko menarik. Dari segi struktur arsitektur yang megah dengan benteng pertahanan, kolam, pendopo, dan gua meditasi menggambarkan kemegahan masa lalu. Mungkin kalau kita [musik] bicara abad ke-8 itu ee kita mestinya tidak lagi menggunakan nama keratan Ratu Boko ya, karena istilah itu baru muncul belakangan. Ee kalau kita bicara abad ke-elan, maka yang kita bicarakan adalah ee konteks sebuah wihara yang dikenal ee dalam teks itu abayagi wihara begitu atau wihara yang berada di tempat yang aman gitu. Jadi ee tujuan pembangunannya adalah sebagai [musik] tempat ibadah. [musik] Abay Girwi Wihara waktu itu dibangun pada abad 8 oleh Rakai Pangkaran gitu. ee dalam beberapa interpretasi arkeologi kemungkinan dia dibantu oleh ee salah satun putranya yaitu Rake Panaraban. [musik] Situs Ratu Boko ini dengan adanya prasasti itu menandai bahwasanya oh dulunya [musik] lahan ini situs yang dikenal dengan Sat Buka ini awalnya adalah sebuah wihara kan. Kemudian ee dari prasasti Abayigir Wihara tadi kemudian nanti ada beberapa prasasti lain yang ditemukan itu memang menceritakan tentang perubahan ee lahan di sini. Jadi tidak lagi menjadi wihara tetapi kemudian juga menjadi [musik] pemukiman. Mitos ee atau cerita rakyat ya. Cerita rakyat yang berkembang di masyarakat itu kan awalnya adalah karena masyarakat yang datang ee menemukan istilahnya menemukan kembali ya. Jadi saya katakan menemukan kembali karena bangunan ini sudah runtuh kan posisinya sudah runtuh. masyarakat itu datang ee melihat, berkunjung dan kemudian mereka tidak tahu kan asline ini untuk apa sih gitu loh. Nah, akhirnya muncullah interpretasi cerita yang menyederhanakan ee pemaknaan aslinya. Karena mereka orang baru yang datang, mereka tidak tahu bahwasanya ini adalah dulu bangunan ini untuk ini untuk ini gitu ya. [musik] Jadi ee yang tadi saya sebutkan di awal tentang wihara kemudian hunian itu kan ee penemuan yang baru di apa istilahnya baru bisa diinterpretasi di abad 20 gitu ya. baru proses itu baru terbaca di abad 20. Nah, sebelum itu masyarakat [musik] kan gak tahu bangunan ini untuk apa sih. Akhirnya muncullah cerita Loro Jongrang tadi. Bangunan keraton Ratu Boko dulu berfungsi sebagai tempat tinggal raja dan pusat pemerintahan mencerminkan kemegahan dan kekuatan kerajaan pada masa itu. Arsitektur yang megah dan detail yang rumit menunjukkan keahlian para arsitek dan seniman pada zaman tersebut. Di dalam kompleks keraton kita bisa menemukan berbagai bangunan seperti gapura, batur, kolam, gua, dan gerbang yang menunjukkan kemegahan arsitektur Jawa kuno. Berdasarkan prasasti yang pernah ditemukan, dapat disimpulkan bahwa kawasan situs Ratuoko merupakan kawasan peninggalan sejarah yang bercorak Hinduisme dan Buddhisme yang dibangun sekitar abad 8 sampai dengan 9 Masehi. Situs Ratu Boko itu keunikannya salah satunya pertama ada di karena lokasinya ada di atas [musik] bukit ya. Ee ini berada di 195 m di atas permukaan air [musik] laut ini di teras tertingginya ya. Dan lokasinya ini juga ee sebenarnya [musik] lokasi ini sulit daerah yang sulit air begitu. Tapi pada masa lalu sejak abad keet7, abad ke-8 ternyata di lokasi ini sudah dibangun [musik] pemukiman ya. Pemukiman masa masa ituebut adalah masa Mataram kuno ya. [musik] Pemukiman ini terdiri dari beberapa kelompok bangunan begitu. Dari mulai [musik] ee ada pintu gerbang, kemudian ada talut-talut untuk penahan tanah, pagar-pagar pembatas halaman, dan juga ada beberapa struktur yang menunjukkan itu ada area publik, ada area profan, dan ada area yang sakral. [musik] Di sini juga ada keunikan yang beda dengan yang lain adalah adanya tempat penampungan air berupa kolam-kolam yang ada di beberapa tempat. Di bagian depan ada, di bagian belakang juga ada. Struktur Ratu Bok sebenarnya hampir mirip dengan atau gaya [musik] arsitekturnya bisa dikatakan adalah gaya arsitektur masa candi di Jawa Tengah. ya. Hanya kita tidak bisa menemukan lagi bangunan candi yang utuh seperti mungkin kalau kita bandingkan dengan Perambanan atau di Borobudur yang mungkin [musik] ee lebih megah gitu. Jadi ratu bopok ini karena fungsinya sebagai pemukiman, [musik] kita lebih banyak menemukan di sini adalah struktur yang berupa batur atau lantai karena indikasinya adalah dulunya bangunan atau struktur yang ada di situs Ratu Boko ini lantainya berupa batu, namun bagian dinding [musik] serta atapnya kemungkinan dibuat dari bahan organik. Nah, dari mana kita tahu? Karena beberapa lantai atau batur yang bisa kita temukan saat ini itu mengindikasikan adanya umpa atau ee batu untuk alas tiang gitu. Jadi [musik] karena bahan organik jadi sisanya sudah kita tidak kita temukan lagi. Ratu bokok itu keunikannya selain dari arsitekturnya, tata letaknya juga tadi dari bahan baku yang digunakan untuk membangun struktur atau bangunan yang ada di kompleks ini. Ya, jadi ada [musik] dua jenis batu yang digunakan yaitu batu putih. Batu putih itu adalah batu istilahnya batu formasi alam. kita nyebutnya bed rock atau orang sini nyebutnya batu telatar ya. Batu aslinya itu adalah ee termasuk batu putih tekto piropoklastik gitu. Hampir sama dengan formasi yang ada di ee Gunung Candi Ijo gitu. Jadi itu adalah batuan alam yang memang dimanfaatkan oleh ee pembangun ratu bokok itu dengan cara cut and fill gitu. Memangkas dan kemudian [musik] menggunakan batu itu untuk menyusun beberapa struktur. di antaranya mungkin pagar, kemudian [musik] ee apa beberapa struktur yang ee pembatas halaman [musik] itu digunakan batu putih. Namun juga ee ada juga struktur yang menggunakan batu undersat yaitu batu hasil letusan gunung berapi ya. [musik] Dan itu mengambilnya biasanya dari sungai terdekat. Sungai terdekat di sini adalah sungai opak. kemungkinan diambil dari ee lokasi tersebut kemudian dibawa naik dan [musik] kemudian dipotong ya dibikin blok-blok di situ untuk disusun [musik] menjadi ee dinding atau lantai struktur yang ada di Ratu Boko. [musik] Seiring berjalannya waktu terutama setelah masa kejayaan kerajaan, keraton Ratu Bokoh mulai ditinggalkan. Pada tahun 1970-an, pemerintah Indonesia mulai melakukan upaya pemugaran. dan pelestarian situs ini karena menyadari pentingnya warisan budaya yang terkandung di dalamnya. [musik] Saat ini keraton Ratu Boko telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan [musik] arsitektur kuno serta panorama alam yang menakjubkan dari puncak bukit. Dengan demikian, perjalanan keraton Ratu Boko dari istana kerajaan hingga menjadi tempat wisata sejarah menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan menghargai warisan budaya kita. Tak terasa kita telah sampai di penghujung program Break the Story episode kali ini. Sebuah perjalanan menelusuri situs Ratu Boko, kompleks purbakala yang kaya akan sejarah dan legenda. Mari kita jadikan kisah Ratu Bokoh sebagai inspirasi untuk terus mencintai dan melestarikan warisan leluhur agar generasi mendatang dapat terus menikmati keindahan dan kearifannya. Kalau begitu sampai jumpa di episode Break the Story berikutnya dengan kisah-kisah yang tak kalah mempesona. [musik]