Piknik Melawan: Aksi Damai Tolak Revisi UU TNI di Depan DPR
ny-CIiBZ5ag • 2025-04-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Aksi atau demo kan banyak bentuknya ya, bukan hanya tentang kita berorasi secara salah keras ataupun mengumpulkan masa yang dalam banyak. Ee salah satunya mungkin kita mencoba aksi yang mungkin terbilang baru di Indonesia yaitu tenda camping seperti ini. Ini lagi diberesin dulu ya. Sabar, sabar nih biar tendanya kagak bisa ini. E untuk kegiatannya tergantung aja dari beberapa mereka warga yang ingin mengekspresikan suaranya, maka punya caranya masing-masing. Jadi ini tempat bebas seperti mimbar bebas saja. Kemarin ada yang main bola, ada yang beratikal, ada yang bermain musik, ada yang berorasi. Jadi kayak ee ini tempat bebas untuk rakyat, untuk keluarga untuk berekspresi ke DPR. Kalau untuk tuntutannya kita kan sebenarnya isu yang harus dikal kan banyak ya, cuma kita e ingin fokus ke salah satunya dulu aja yaitu ke petelkan undang-undang TNI yang sudah disahkan. Jadi ee kita ingin bahwa Undang-Undang TNI yang sekarang sudah disakkan itu kita dibatalkan karena amanat reformasi 98 adalah membatasi TNI dalam lingkungan birokrasi sipil. Jangan digituin dong, Pak. Jangan keluar Kak Sori boleh ada yang mintain es batu enggak? Kepalanya kayak sakit tadi ketarik rambutnya kejambak. Kalau ada es batu boleh minta ya? Saya juga bingung ya antara SP PP dan Pamdal tidak ada koordinasi di antara mereka bahwa hari pertama kita demo di depan gedung DPR lalu dipaksa pindah oleh Pamdal ke dalam trotoar. Artinya kan yang menyuruh pindah dari Pamdal. Lalu kita ketika kita di trotoar dari Satp PP menyuruh kita untuk bubar karena mengganggu ketittiban. Kita di sana berdiskusi dengan pimpinan ST PP untuk memanggil pimpinan Pamdal agar terjadi agar mencari jalan tengahnya. Namun dari pihak SAT PPP tidak menahu bahwa urusan Pandel sendiri, urusan saya sendiri. Harusnya ada koordinasi di antara pihak terkait perkait terkait itu. Kami juga bingung. Kami melaksanakan aksi damai di depan DPR salah dipindahkan. Kami melaksanakan demo damai di trotoar pun disalahkan. Lalu di mana kami tempat untuk melaksanakan pendapat ataupun menyuarakan pendapat, menyuarakan aksi? Perlawanan akan terus berlanjut. Tapi sementara kita akan beristirahat terlebih dahulu. Nantinya kita akan tetap terus melawan.
Resume
Categories