Transcript
ny-CIiBZ5ag • Piknik Melawan: Aksi Damai Tolak Revisi UU TNI di Depan DPR
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0269_ny-CIiBZ5ag.txt
Kind: captions
Language: id
Aksi atau demo kan banyak bentuknya ya,
bukan hanya tentang kita berorasi secara
salah keras ataupun mengumpulkan masa
yang dalam banyak. Ee salah satunya
mungkin kita mencoba aksi yang mungkin
terbilang baru di Indonesia yaitu tenda
camping seperti ini. Ini lagi diberesin
dulu ya.
Sabar, sabar nih biar tendanya kagak
bisa ini. E untuk kegiatannya tergantung
aja dari beberapa mereka warga yang
ingin mengekspresikan suaranya, maka
punya caranya masing-masing. Jadi ini
tempat bebas seperti mimbar bebas saja.
Kemarin ada yang main bola, ada yang
beratikal, ada yang bermain musik, ada
yang berorasi. Jadi kayak ee ini tempat
bebas untuk rakyat, untuk keluarga untuk
berekspresi ke DPR. Kalau untuk
tuntutannya kita kan sebenarnya isu yang
harus dikal kan banyak ya, cuma kita e
ingin fokus ke salah satunya dulu aja
yaitu ke petelkan undang-undang TNI yang
sudah disahkan. Jadi ee kita ingin bahwa
Undang-Undang TNI yang sekarang sudah
disakkan itu kita dibatalkan karena
amanat reformasi 98 adalah membatasi TNI
dalam lingkungan birokrasi
sipil. Jangan digituin dong, Pak.
Jangan keluar
Kak Sori boleh ada yang mintain es batu
enggak? Kepalanya kayak sakit tadi
ketarik rambutnya kejambak. Kalau ada es
batu boleh minta ya? Saya juga bingung
ya antara SP PP dan Pamdal tidak ada
koordinasi di antara mereka bahwa hari
pertama kita demo di depan gedung DPR
lalu dipaksa pindah oleh Pamdal ke dalam
trotoar. Artinya kan yang menyuruh
pindah dari Pamdal. Lalu kita ketika
kita di trotoar dari Satp PP menyuruh
kita untuk bubar karena mengganggu
ketittiban. Kita di sana berdiskusi
dengan pimpinan ST PP untuk memanggil
pimpinan Pamdal agar terjadi agar
mencari jalan tengahnya. Namun dari
pihak SAT PPP tidak menahu bahwa urusan
Pandel sendiri, urusan saya sendiri.
Harusnya ada koordinasi di antara pihak
terkait perkait terkait itu.
Kami juga bingung. Kami melaksanakan
aksi damai di depan DPR salah
dipindahkan. Kami melaksanakan demo
damai di trotoar pun disalahkan. Lalu di
mana kami tempat untuk melaksanakan
pendapat ataupun menyuarakan pendapat,
menyuarakan aksi?
Perlawanan akan terus berlanjut. Tapi
sementara kita akan beristirahat
terlebih dahulu. Nantinya kita akan
tetap terus melawan.