Transcript
MTCNCzhzXU0 • REPDEMAN: Ingatan Warga Mentawai Tentang Bencana
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0209_MTCNCzhzXU0.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
saya Susi seorang praktisi prb
pengurangan risiko bencana saat ini saya
bekerja secara independen Project film
dokumenter ini adalah hasil kerja
bersama dengan para peneliti jurnalis
dan praktisi bencana
banyak kejadian-kejadian belakangan
gempa yang memicu tsunami untuk kasus
Mentawai setelah 2010 apa ancaman
berikutnya untuk Mentawai
Utara ke selatan Aceh Nias kemudian saya
bilang loncat gitu ya ke Bengkulu itu
melewati Siberut yang notabene kita
bilang ini adalah
satu wilayah yang sudah banyak melakukan
energi sebelum 2004 malah yang sampai
sekarang dia masih tidak keluar masih
terkat gitu ya jadi dilewat
50 meter tempat istri jatuh atau tsunami
sudah datang pas sempat saya membelakang
itu saya lihat gelombang itu memang
Tinggi lah pada sekitar 6 meter lah
gelombang pertama itu
sudah terbawa
masih Ya berusaha tapi tidak menoleh
pada saat menoleh itu gelombang sudah
sudah
dia loncat
2007 2010 pun si raksasa yang di bawah
pulau Siberut dan sipora sekarang masih
tersimpan itu masih kuat di situ jadi
kalau kita petakan Kejadian gempa itu
mengelilingi si
tumornya mentawa itu tumor gempa di
mentawa itu sampai sekarang jadi tekanan
lem akibat penunyaman lempeng itu
sekarang masih tersimpan di bawah pulau
Siberut dan sipora terutama dan kita
hitung itu kekuatannya bisa mencapai 8,8
skala Richter
gelombang kedua semakin tinggi
12 meter kalau di sini
gelombangnya kasus tsunami Mentawai 2010
Sangat menarik karena banyak
pembelajaran yang kita bisa dapatkan
Sebagian besar masyarakat pada saat itu
tidak mengira bahwa guncangan gempa yang
mereka rasakan dapat membangkitkan
tsunami karena mereka merujuk dari
materi pembelajaran Tsunami Aceh 2004
yang mereka dapatkan dari sosialisasi
pada saat itu kami mendiskusikan dengan
para ahli tentang ancaman tsunami di
Mentawai para ahli mengatakan bahwa kan
ada ancaman gempa yang lebih besar dari
kejadian 2010 itu dikarenakan ada
pertumbuhan lempeng atau subduksi atau
yang sering didengar oleh masyarakat
dengan istilah megatras energi itu
tersimpan terkunci Selama ratusan tahun
dan dikawatirkan jika energi itu lepas
maka akan mampu membangkitkan energi
yang sangat besar baik gempa maupun
tsunaminya
Kalau gempa dengan skala magnet 7
misalnya biasanya tidak lebih dari 1
menit Jadi kalau orang yang pakai
YouTube
besarnya itu kalau punya jam langsung
dihitung aja Jadi kalau
1 menit Kok masih Ini kita ada masih
kalau 2 menit dia masih belum berarti
itu harus sudah langsung evakuasi karena
itu berarti skalanya udah lebih dari 8
Jadi sebetulnya tanpa ada
otot tsunami oleh sistem pun kalau
masyarakat tahu karakter itu harusnya
udah bisa melakukan evakuasi
[Musik]
perjalanan pertama kami mendatangi Desa
Saidi di kecamatan Siberut Tengah
[Musik]
sebagian besar warga sudah menyiapkan
Pondok pengungsian di atas bukit dan Di
sana juga ada Alat penelitian GPS dan di
Kepulauan Mentawai sudah ada tersebar 20
Stasiun GPS yang sebagian besar warga
masih keliru memahami fungsi GPS
alat ini tidak bisa mengeluarkan bunyi
tidak mengeluarkan bunyi karena dia
tidak punya speaker
tidak punya speaker kemudian dia bukan
sirine
jadi alat ini adalah GPS kalau ini
semuanya dibuka itu hanya alat
elektronik yang biasa seperti kita punya
mobil apa telepon yang punya GPS yang
bisa menentukan Dimana posisi arah atau
ada GPS tangan biasa hanya ini lebih
kompleks pada saat terjadi gempa pun dia
tidak mengetahui apakah terjadi gempa
sekarang di dalam 5 menit tetapi ketika
terjadi gempa dia akan mencatat atau
mereka mendata atas proses pergerakan
lempeng bumi ini
alat ini tidak mempunyai hubungan dengan
sirine yang dibangun oleh BNPB atau BPBD
ditempatkan di satu posisinya ini alat
untuk mengukur pergerakan lempeng
sementara alat yang dipasang di sana
yang memberi suara untuk melakukan
inovasi punya fungsi yang berbeda dengan
alat ini jadi alat ini hanya untuk
melakukan penelitian
[Musik]
inisiatif warga Sibi yang kami temukan
di sana ada sebagian warga yang telah
menyiapkan Pondok pengungsian dengan
memanfaatkan Pondok ladang yang berada
di atas bukit sebagai antisipasi ancaman
tsunami bahkan ada juga warga yang
memutuskan untuk pindah dan menetap
tinggal di atas bukit
[Musik]
[Tepuk tangan]
nasi gula sengaja
itu persiapan kan kita di sini kan rawan
gempa Jadi kalau ada gempa kan sudah
siap kita
sudah siap
tahun dibangunnya tahun 2007
jadi gempa kemarin bapak mau sih di sini
ya kita kalau kita memang antisipasi
kita dulu waktu Kejadian gempa Aceh itu
2004 ya dibangun
ada berapa keluarga di sini pak yang
cuman kita sekeluarga aja Berapa
anggotanya Pak tiga orang
kemudian ada juga tetangga kita yang
masuk karena tidak ada tempat juga
mereka bisa masuk di sini jadi gempa
tanggal 2 Maret itu mengungsi di sini
bahwa
Berapa banyak orang yang tinggal di yang
mengungsi di tempat bapaknya ada
puluhan Nabila
di luar juga yang tidur di luar Iya ada
di atas ada juga
ini tempat tidur kita di sini ini
kelambu ada tikar
di sini tempat tidur semua
Berapa banyak liter bapak punya stok
juga 3 liter Untuk berapa lama Pak Cukup
dua minggu itu jadi kalau bapak ke
pondok terus dipakai minyaknya itu untuk
3 minggu
dan gula atau tidak disimpan di lemari
buatnya menempel di dinding Pak tinggal
ditempel di lantai antisipasi kita itu
kalau terjadi gempa kan tidak jatuh dia
Jadi kita menempel dia
kalau bahan makanan yang ada ditaruh di
mana Pak di sini Kalau agak banyak
dan
lain-lain ada di dalam ada alat masak
bisa
[Tepuk tangan]
Berapa anggota keluarga yang tinggal di
pondok ini kita ada
dua keluarga dua keluarga sama
orang tua orang tua kalau kita sendiri
semangat keluarga kita
kalau di sini waktu itu manusia Iya di
sini kita waktu Indonesia
jadi istilahnya yang sisa-sisa yang apa
waktu kemarin Info tanggal 2 Maret itu
di sini
ada apa alat makan
sama apa sama kelambu sama tikar untuk
tempat tidur kita di sini di dalam tas
ada juga untuk ganti pakaian untuk serat
Kalau mungkin yang sudah basah-basah
baju kita kan ada untuk kita pakaian ini
ditinggal memang ditinggalkan
gempa itu bermalam sini berapa berapa
hari ya Kalau mungkin ya Ada sebagian
kalau mungkinnya gempanya sudah apa
sudah agak terlalu apalagi sebagian
turun di bawah tapi kalau mungkinnya
kita masih was-was tetap kita tinggal di
tempat kita
Kalau mungkin sudah ada istilahnya ada
gempa misalnya kita datang mengungsi
persiapan makanan kita sudah ada
istilahnya dalam ubi dan pisang lah
karena kan waktu gempa datang Kita kan
nggak tahu
Kapan itu datangnya ini nggak dikunci ya
sudah siap rumah ini baru bisa dibuat
Apa kuncinya Kalau mungkin seperti ini
ya
untuk sementara aja
enak ya pemandangannya
pemandangannya bagus lumayan ke laut
ini udah rumah permanen Pak Udah tinggal
di sini
jadi karena ada pengalaman tsunami yang
terjadi di Mentawai Bapak memutuskan
untuk
pindah
jadi ladang ini juga Kebetulan juga kita
punya Bu
berapa bapak anggota keluarga yang
akhirnya pindah kan jadi jauh Pak dengan
sekolah
kita lihat pengalaman yang akhir-akhir
ini ada gempa dari masyarakat di bawah
itu naik anak-anak menangis tengah malam
jadi
istilahnya kita sudah apalah Disini
pas lagi tsunami di selaku tahun 2010
ini ndak bisa ini harus naik kita ke
bukit-bukitnya ini
ya buat penuh di sini memutuskan tinggal
jual rumah di
[Musik]
India
kami mendatangi salah seorang kepala
suku di pedalaman sibor Selatan tepatnya
di Dusun ugay Desa madubak Kami
menemukan ada cerita masa lalu tentang
gempa bumi yang masih dipelihara oleh
kepala suku atau umma atau si kere dan
bagi orang Mentawai gempa pada masa lalu
adalah sebuah pertanda berkah yang
disyukuri dan juga bisa menjadi pertanda
buruk yang mungkin akan terjadi
ketika mereka merasakan guncangan bumi
mereka mengucap syukur dan berbicara
kepada roh yang mereka percayai yang
menjaga bumi untuk berguncang dengan
pelan-pelan atau moilan dengan suara
pelan mereka berkata dengan tenang dan
juga tidak panik
[Musik]
Maja
[Musik]
masih dapat kita temukan di daerah
pedalaman dan sebagian masyarakat di
pesisir pantai mereka kenal cerita gempa
sebagai pertanda berkah bukan yang perlu
dikhawatirkan sebagai bencana seperti
yang sekarang ini
Tapi seiringnya waktu persepsi itu
berubah ketika kejadian Tsunami Aceh
2004 terutama pada mereka yang berada di
pesisir menganggap bahwa gempa bukan
lagi sebagai pertanda berkah yang
disyukuri tapi sebagai pertanda bencana
yang dikhawatirkan ancaman serupa yang
akan terjadi seperti Tsunami Aceh 2004
pengetahuan atau cerita masa lalu
penting untuk dijaga dan dipelihara
karena setiap proses kejadian alam
seperti gempa dan tsunami adalah Proses
pengulangan yang mungkin akan kembali
terulang di masa yang akan datang
seperti keberhasilan masyarakat pulau
Simeulue yang menjaga tradisi lisan
mereka secara turun-temurun tentang
smoke yang telah banyak menyelamatkan
mereka dari kejadian Tsunami Aceh 2004
lalu
[Musik]
dari pulau Siberut kami Menuju Pulau
siphora tepatnya di desa bosua Kecamatan
sipora Selatan salah satu daerah yang
terdampak tsunami 2010
[Musik]
kami mengamati beberapa kasus di
relokasi hunian tetap pada tahun di sana
ada yang memilih tinggal di Hutan Ada
yang masih menetap di hunian sementara
atau huntara yang dibangun oleh Njo
karena di sana lebih dekat dengan sumber
ekonomi dan terjamin sumber air
bersihnya
Lalu ada juga cerita sukses pembangunan
untap yang lokasinya masyarakat Tentukan
sendiri lalu mengusulkan kepada
pemerintah dan itu berhasil
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
sebagian warga Dusun Bosowa yang sudah
menyelesaikan pembangunan rumah
menempati huntap walau dengan
keterbatasan jauh dari sumber ekonomi
dan kesulitan air bersih untuk kebutuhan
sehari-hari mereka mengandalkan air
hujan
permasalahan ini juga serupa ditemukan
di pemukiman huntap di daerah pagai
Utara dan juga pagai Selatan
waktu kita tinggal di sini memang cukup
sulit di sini
pertama kita tidak punya WC terus juga
kita tidak punya
air minum
pokoknya dari pertama yang kita tinggal
sini pertama wc dengan air penerangan
itu
kalau sumber airnya kalau air minum
cuman air hujan terus kalau kita cari
untuk mandi air hujan juga kita bikin
bak dan kamar mandi
cuma seperti itu
ini masih lumayan ini kalau apa kuning
sekali nggak bisa sedangkan kita pegang
aja
ini kan sama aja artinya kan
kita tetap ada bencana di sini
sebenarnya bencana itu kemarin hanya
sekali ini tiap hari ini tiap hari ini
bencananya
[Musik]
warga Dusun Gobi memilih tinggal di
huntara karena jarak dengan sumber
ekonomi laut masih dekat dan sumber air
bersih terpenuhi walaupun fasilitas
layanan publik seperti sekolah dan
Puskesmas mereka harus tempuh lebih jauh
karena berada di lokasi huntap
banyak kami tidak mengira ada tsunami
waktu itu
banyak kami tidak sempat mengambil
salah satu untuk menyelamatkan diri
terus di bawah arus bersama rumah
itu kan tersandar di batang kelapa
kemudian saya panjat lagi kenapa itu
Jadi Bapak ada di atas
berarti melihat
situasi di sini kan sudah habis di rumah
semua itu sudah habis
kosong
pada malam itu merasa ragu nggak Pak
saya sebenarnya sudah siap pada saat itu
ketika pertama kali awalnya ketika ada
gempa kita sudah merasakan ada sesuatu
kan kita Sebelum kita mau tidur-tiduran
kita sudah persiapkan senter
itu tidak terlepas di tangan kita ada
jadi tanda-tanda alam memberikan gejala
yang tidak biasa dari situ bapak
jadi kita sudah siap jadi kita bila
nanti ada sesuatu kita langsung keluar
supaya jangan tertimpa rumah kan
langsung kita keluar
Jadi itulah yang tidak selamat itu
karena ada keraguan
ya Jadi tidak tidak berposisi dalam akal
yang sehat dia kan jadi dia tidak tahu
apa yang dia lakukan karena mereka ragu
ya
mereka yang Begitulah kalau seandainya
kita masih di dalam rumah pasti
mungkin
warga Dusun SAO seluruhnya menetap
tinggal di huntap yang lokasinya adalah
bekas Kampung Lama mereka sebelum mereka
pindah mendekat dengan pantai paska
tsunami 2010 warga menentukan dan
mengusulkan lokasi untap yang mereka
inginkan dan menolak lokasi yang
diusulkan oleh pemerintah
waktu 2010 ada ini Pak maaf pada korban
gak bisa
korbannya Orangnya ndak tapi korban
harta di sini rumah-rumah
ternak
isi rumah terbuang saja terbenam di
dalam rumah yang
pemerintah
[Musik]
jadi saya tidak mau mengganggu lahan
tapi ya saya bilang daripada nanti kami
duduki lahan nasehat lahan Kami nanti
digantikan untuk pemerintah saya ndak
mau itu bisa kamu usulan lokasi dari
warga sendiri bisa bisa makanya akan ada
persetujuan
persetujuan buku yang punya tanah
seperti kami-kami ini juga yang punya
tuhan termasuk Tuhan ya kami tuan tanah
di sini biarpun gini-gininya kami tapi
tanah luas uang nggak ada
karena kita di Pulau
ini tanah kawung
dan dihibahkan atau memang
berakhirnya banyak di sini sumber airnya
Bu pokoknya titik-titik sumber airnya
Banyak di sini apa sungai kecil ada juga
Sungai besarnya
kecil 3 bulan kemarau itu sayurnya ada
sungai besar di sana sampai di marau
panjang itu nah Berarti dari ayam ini
dari sungai
[Musik]
ini ya yang bagus nih
ini memang airnya di sini bersih
dekat lagi
[Musik]
sungai yang dibutuhkannya
[Musik]
kebutuhan dengan air bersih
[Musik]
[Tepuk tangan]
Setelah dari sipora selatan kami
melanjut ke pulau pagai yaitu pagai
Utara dan Selatan melalui si kakap Kami
lebih dulu ke page Selatan tepatnya di
Dusun puroro
kami mendatangi untap dan juga Kampung
Lama Sebagian besar masyarakat di sana
masih menggantung sumber ekonominya yang
berada di kampung lama namun dalam
seminggu hanya di hari Sabtu dan Minggu
mereka berada di untap untuk beribadah
hari lainnya mereka berada di kampung
lama untuk mencari ikan lobster kepiting
anggau mengolah kopra dan juga mengurus
peternakan untuk dijual
[Musik]
ini ada berapa kamar Pak tiga Oh tiga
kamar
[Musik]
6 kali 6 Berapa kamar 2 kedua kamar dan
kamar mandi nggak kamar mandi lain
kamar mandi di sini ini kami tambah
dengan pribadi
termasuk 2 kamar ini ruangannya
sebenarnya itu bapak tambah
[Musik]
di Dusun pororogat Desa malakopak jarak
antara huntab dengan Kampung Lama hampir
20 KM dengan jalan memutar ke Kampung
Lama melewati perbukitan jalan yang
licin dan berlumpur di sana masyarakat
membangun kembali rumah dengan
pondok-pondok untuk mereka tinggal
selama di Kampung Lama
putar kira-kira 20 kilo karena ke desa
Yang Lain
satu jam kalau udah kondisi jalan
seperti ini itu
jalannya bukan tanah lagi karena udah
jarang Kampung Lama
lebih aman kita putar ke bulasat atau
kita jalan dari Bogor
[Musik]
sebenarnya yang ditunjuk oleh Pak Dusun
itu di sini Sebenarnya lokasi semua
lokasi yang diinginkan oleh masyarakat
kami juga mencoba menelusuri perjalanan
dari huntap ke Kampung Lama warga lokal
berjalan selama 2 jam tapi kami beserta
tim kemarin berjalan hingga lebih dari 4
jam
[Musik]
[Tertawa]
hasilnya berapa pak apanya
perbulan berapa gitu
ini belum bisa kita pastikan kadang ada
kadang enggak tergantung itu tergantung
rezeki kita
misalnya kadang satwarida dapat dia Jadi
ndak bisa kita pastikan berapa hasilnya
dalam satu bulan
[Tepuk tangan]
[Musik]
Jadi Sabtu Minggu naik ke atas berarti
dari Senin sampai Jumat
kita akan punya ayam Di sini
memelihara ayam untuk dijual
dijual ke mana Pak
jual ayam lobster juga kan lobster bawa
kopra ya
di bawah kalau banyak orang
lebih dari satu ton banyak ya lobsternya
berapa kilo
10 kilo
banyak juga
kalau di atas pintu apapun tetap kita
beli semuanya yang kita beli
uang yang kita cari selama kita di sini
sampai di atas sana
[Tertawa]
kalau kita lihat di bekas-bekas ini Pak
sebenarnya di sekitar sini waktu itu ada
berapa rumah dan berdekatan nggak Pak
rumahnya
kalau kita lihat ke sana soalnya kita
akan menemukan puing-puing sisa dari
tsunami 2010 pak ya pak
12 kali 16
bapak bisa menjelaskan kejadian Pak pas
waktu itu terjadi bapak sedang ada di
mana dan keluarga dan kondisi yang ada
di kampung ini seperti apa Pak
cuma bisa-bisa tapi
kalau misalnya kita perpanjang Kan
ceritanya seperti yang dulu mungkin akan
teringat terbayang nggak senang kita
goncangan sedikit
jadi lampu genset Saya matikan dengan tv
Jadi
kami sekeluarga langsung keluar dulu
keluar dari rumah
pada saat
cuma kami berdua aja dengan keluarga
anak
dua orang
yang tidur pada saat Setelah goncangan
itu kami keluar
seperempat jam kemudian Jadi terdengar
suara ombak jadi anak kami yang di
tempat tidur waktu itu
setelah saya suruh pemuda untuk melihat
Bagaimana keadaan laut sebentar hendak
menyampai ke tepi laut datang lagi
pemuda itu
Ayo kita lari kami lari semua itu aja
pak terima kasih
tapi kalau kita bisa bayangkan kalau
misalnya ini bisa terlempar sampai ke
sini ya Cukup kuat berarti dan ya
mungkin Karena posisinya juga dalam
bentuknya tetap di ini ya di apa namanya
2010 setelah tsunami itu pinggiran
pantai ini makin masuk ke darat apa
makin jauh Ada perubahan nggak Pak masuk
ke darat makin masuk ke darat Pak ya
kira-kira sebelumnya sejauh mana Pak
pantainya Pak sampai di Batu ini di Batu
cerita Bapak tadi bahwa apa pantainya
itu sekarang jadi semakin dekat ke sini
pak ya ini saya sedikit ceritakan Pak
mungkin bermanfaat juga buat kita
ketahui Kenapa Sungai apa air pantainya
itu sekarang malah makin maju gitu kalau
kita lihat kalau dia maju berarti kan
kemungkinannya Pulau ini turun Pak ya
kalau dia turun maka air lautnya kan
jadi masuk ke dalam Nah kalau kita lihat
Pak ini kita anggap pulau Sumatera
nah ini ada pulau-pulau kan di sini ya
dari
Simeulue nanti ada niat ciberut terus
sampai nggak noh di sini yang di sini
nih pak bagian sini nih dia bergerak ke
arah utara seperti ini
namanya di daerah sini sekitar
6 cm per tahun yang ini ini karena dia
mendorong ke sini dia masuk ke bawah
sini pak ini jadi dia masuk seperti ini
kalau kita lihat kalau ini masuk ke
dalam ini otomatis kan bagian sininya
jadi mengalami bentuk yang tidak
beraturan jadi ada yang bagian
pengangkatan ada yang bagian yang turun
nah ini juga salah satu yang menyebabkan
kita bisa melihat pulau itu sampai ke
arah utara sini nih Ada sebenarnya kalau
kita lihat di laut ada yang sudah sampai
naik ke atas laut menjadi Pulau ada yang
masih di bawah tapi kita lihat memang
lautnya jadi dangkal jadi ini yang
terjadi di sini pak
sekarang itu kenapa para ahli mengatakan
hati-hati sama Mentawai megatra gitu
karena ini nih sekarang dia masuk tapi
dia tertahan ini dia tetap mendorong
tapi nggak bisa bergerak Nah itulah yang
menyebabkan karena dia tidak bisa
menggerak itu ada bagian yang yang kalau
didorong itu kan dia jadi ikut turun ada
bagian yang terangkat ada yang ikut
turun seperti itu Jadi selama gempanya
belum terjadi energinya masih tersimpan
di sini pulaunya Itu turun turun turun
nanti kalau gempa besarnya gempanya
sudah terjadi maka nanti ada terjadi
proses pengangkatan lagi jadi kita
kemarin lihat dari gempa 2010 gempa yang
sebelumnya 2007 misalnya itu ada proses
yang kita bisa lihat kalau yang paling
mudah buat gempa 2004 itu ada kondisi
yang turun nanti keangkat
kondisi sekarang daerah Mentawai itu
seluruhnya Mengalami penurunan Pulau
Sumatera itu mengalami sedikit
pengangkatan di bagian sini itu kita
bisa tahu karena ada alat yang kita
pasang di seluruh Mentawai jumlahnya
cukup banyak seperti itu Kenapa kita
bisa melihat
eee Kenapa pinggir pantai itu sekarang
makin masuk ke darat tapi ada dulu kami
dengar cerita Pak ada nggak benar nak
cerita itu bawa minta ini akan tenggelam
itu penjelasannya Pak sebenarnya jadi
kalau di Jepang pun ada penjelasan
syukur ada gempanya terjadi tapi di
Jepang ya karena kalau misalnya tidak
terjadi gempa Jepangnya bisa hilang gitu
karena memang selama belum terjadi gempa
itu memang Pulau Jepang itu sama atau
Pak turun terus makanya dikatakan
tenggelam
tapi pada saat akhirnya terjadi gempa
dia lepaskan
tapi turun terus di data kita di daerah
sini itu ada yang namanya tempat yang di
wilayah kita ini yang nggak gempa-gempa
jadi ada bagian yang gak gempa-gempa
tapi ini dia terus itu beratus-ratus
tahun itu dia kita lihat tuh data kita
nggak ada lho gempa di situ Itu yang
istilahnya itu kondisi terkunci jadi dia
menekan tapi nggak pernah lepas gitu
nanti kalau ini ditekan terus kan
lepasnya lebih parah
itulah yang kita takutkan terjadinya
gempa besar di Mentawai
potensi ancaman gempa di Mentawai
kekuatannya hampir sama dengan kekuatan
gempa di Aceh diperkirakan kekuatannya
hingga 8,8 magnitude dengan guncangan
yang akan dirasakan kuat namun waspadai
juga dengan guncangan yang lemah seperti
2010 yang mungkin akan terjadi mengulang
sayangnya 2010 pada saat gempa itu
sedikit aja goyangannya sehingga nggak
nggak
dirasa merasa takut kami gitu
menceritakan juga bahwa gempa pernah ada
yang merusak pernah ada yang meninggal
pada masa lalunya
kalau orang mentawa ini kan lebih suka
tinggalnya di pantai Sudah itu di
sepanjang Sungai
sepanjang sungai itu kalau nenek-nenek
moyang kami diminta Woi tidak tidak
pernah
Jadi Bapak belum punya pengalaman
kerja di tahun 2010
di pengalaman melihat orang yang
meninggal secara massal pun kami tahunya
di 2010
karena bencana tsunami
kalau diungkap kita dari sini hari Sabtu
naik sore hari Minggu
kebaktian gereja
hari Seninnya turun lagi ke sini
kita faktur kehidupannya di sini
semuanya ada di sini
mencarikan bisa kalau di sana ikan nggak
ada serba beli semua Bu susah anak-anak
yang mau sekolah juga Ah itu kendalanya
anak-anak juga tinggal di sini
di
sekolah-sekolah di gereja ada di sini
ada Bu
berarti anak-anak tinggal sendiri di
rumah
yang satu lagi kakaknya kelas 2 SMA
akses arus pemerintah harus membikin
jalan sampai ke bawah karena kehidupan
kami di sini Jadi kalau kami bawa kereta
bisa
semuanya
akses ekonomi kami bisa dapat bisa
senang kami
kami ambil kopra dikasih uang di sini
baru kami bawa di atas lalu kami beli
apa saja abis itu balik lagi di sini
Itulah kehidupan kami setiap hari
percuma pemerintah membawa kami di atas
tapi kesengsaraan yang kami hadapi
sekarang ini
lebih senang kami di sini
ini aja Pak
Apa itu lele bumbu Pak
gunung tempat lokasi persiapan untuk
ketika ada
ombak besar sih kalau tsunami kan belum
belum dikenal itu namanya tsunami tapi
dulu dikatakan bahasanya bubu artinya
ombak besar kalau sama kami orang
Mentawai jadi Gunung itu tempat yang
jadi persiapan
ketika di lokasi atau
kami tinggal Nanti kalau datang ombak
besar itu namanya
[Musik]
itu tidak datang di rumah mungkin tidak
akan
tidak akan ada lihat-lihat buku itu
kurasa orang bule itu datang bilang apa
pak
Bilangnya sih gini
apa khas menurut hasil penelitian kami
apa di mentawa ini akan terjadi
ombak besar jadi kalau dapat lebih jauh
dari bibir pantai jadi sehingga
masyarakat-masyarakat yang ada di Asahan
itu mungkin melakukan rapat atau
bagaimana kan untuk mencari tempat yang
lebih tinggi Jadi mereka tetapkanlah
tempat yang lebih tinggi itu
dirubah tetapi akan dirubah namanya
menjadi
[Musik]
[Tepuk tangan]
kalau daging Pak sembunyi di Indonesia
kalau ada gempa indah di
kaca
kalau ada gempa lari
[Musik]
sekarang kita kan suruh anak-anak bikin
cerita karena muncul di cerita itu
adalah
[Tepuk tangan]
ya
menceritakan peristiwa yang ini
saya juga sebagai yang mengalami
keringat terbawa gitu
[Musik]
makanya saya
kadang-kadang mengajar juga ada gangguan
selama
3 tahun lah saya alami waktu itu 2014
masih masih
mengajar anak-anak untuk memberikan
semacam pemulihan sementara Bapak juga
punya pengalaman
[Musik]
itu dulu kita cerita Bagaimana kehidupan
saya sebagai yang mengalami mengajar
juga kadang-kadang tidak mau singgung
masalah
bencana karena memang kita mengalami
lagi punya terlepas sekarang ada ini
saya selamatkan juga anak ini
itu karena waktu kejadian itu kan sibuk
kita mencari keluarga masih mencari si
kecil ya ketemu ini sudah nyawanya sudah
sudah hampir sudah tertolong karena
sudah terhimpit kayu ya saya bongkar
kayunya saya selamatkan malam itu
ada berapa juga yang saya tangkap
terseret kita tangkap Ya terserah air
harus apa air
itu yang kadang untuk menghilangkan itu
salah satunya karena kita tidak usah
cerita karena saya suruh tugas untuk
buat satu cerita sekarang
keluarganya
Iya jadi saya juga ikut ini makanya saya
Berikan pemahaman yang menjadi kenangan
itu hari ini siapapun orang tua kita
yang kita dapat hari nggak ada yang ibu
tirinya ada
ya jadi kadang-kadang beda dengan
dibedakanlah
orang tuanya yang sudah ini
ya makanya kegiatan di sekolah karena
kegiatan pertanian supaya tidak
[Musik]
terlalu banyak merenung
gempa dan tsunami ini kan berawal dari
2004 setelah kejadian Aceh
nah kejadian Aceh itu saya melihat
begitu banyak
mata tertuju ke sana perhatian tertuju
ke sana sehingga semua ilmuwan peneliti
dan juga media melakukan suatu kajian
sehingga
rajin itu menyimpulkan
bahwasanya gempa potensi tsunami
kekuatan gempa di atas 6 tandanya adalah
orang dewasa tidak bisa berdiri ke
goyangannya sekitar 50 detik sampai 1
menit setelah itu Air Laut surut
setengah jam Setelah air surut gelombang
tsunami sudah sampai di bibir pantai nah
sebenarnya di sini dia juga gimana ya
sebagai pelaku kebencanaan di Mentawai
saya dan teman-teman menerima informasi
itu dari luar sehingga informasi itu
kami sampaikan ke masyarakat ke
masyarakat mental bahasanya gempa penuh
tsunami seperti ini
nama masyarakat menyikapi itu dan
menerima informasi yang kami berikan
salah satunya saya tapi tahun 2010 itu
tidak ditemukan apa yang dikatakan oleh
informasi dari luar tadi
di Mentawai tidak kuat gempanya 2010 air
laut tidak surut 5 menit setelah gempa
berhenti gelombang tsunami sudah sampai
di bibir pantai ini yang membuat saya
merasa Siapa yang disalahkan tapi
sebagai seorang pelaku bencana alam saya
merasa
saya sebagai buku bencanaan salah Dan
juga seorang sebagai orang Mentawai
memberikan informasi yang salah ke orang
kampung saya ini membuat saya sampai
sekarang merasa
Di mana letak salahnya nah harapannya
adalah jangan Samakan suatu daerah
dengan daerah lain untuk penyampaian
informasinya nah Ketika saya turun ke
lapangan
Gym Kamu yang kamu bilang kemarin nggak
sama kok diminta 2010 kamu pembohong ya
sehingga saya tidak merasa nyaman tapi
informasi itu yang saya terima dari luar
dan ini bukan lembaga odol-odol yang
menyampaikan kayak lembaga penelitian
resmi lah
itu yang terjadi apa yang salah dan apa
yang keliru dengan pengetahuan yang dari
luar masuk ke Mentawai
ya
ketika informasi yang dari oke
daerah-daerah satu daerah boleh sukses
dia melakukan informasi itu Tapi kan di
mentawa beda makanya sebelum masuk apa
melakukan sesuatu dengan kaji dulu
gimana sih Kondisi Mentawai Apa yang
dilakukan di Mentawai ini jangan udah
dibungkus rapi dibawa ke Mentawai tapi
nggak sesuai dengan konteksnya Mentawai
[Musik]
kami bersyukur Ya Tuhan untuk hari ini
Tuhan menolong menyertai perjalanan
kehidupan kami walaupun mengingatkan
kami kembali tetapi ini menjadi hal yang
penting untuk masa depan kami secara
khusus korban bencana tsunami 2010
Terima kasih Tuhan peristiwa ini membuat
hamba dan juga keluarga terpisah dengan
anak yang kami cintai
[Musik]